Anda di halaman 1dari 10

ALGA HIJAU: Chlamydomonas, Volvox

MAKALAH

OLEH :
NURUL ANNISA LUBIS
170301054
AGROTEKNOLOGI 1

FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGO
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang maha esa karena atas

berkat rahmat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun

judul dari makalah ini adalah ALGA HIJAU: Chlamydomonas, Volvox yang

merupakan tugas makalah mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera

Utara, Medan.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen

pengajar mata kuliah Mikrobiologi yaitu Prof. Ir. T. Sabrina M.SC.,Ph.D yang telah

banyak membantu dalam pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab

itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga laporan ini

bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 20 Oktober 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

Dalam dunia tumbuhan alga termasuk kedalam dunia tallopyta (tumbuhan


talus), karena belum mempunyai akar, batang dan daun secara jelas. Alga ada yang
bersel tunggal dan juga ada yang bersel banyak dengan bentuk Alga (jamak Algae)
juga adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan
perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki organ
seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya).
Alga bersifat autotrof (dapat menyusun makanannya sendiri). Hampir
semua alga bersifat eukaryotik. Habitat hidupnya di air tawar, laut dan tempat-
tempat yang lembab.
alga terbagi menjadi beberapa kelas :
- Cyanophyta (alga biru), masih prokaryotik.
- Chlorophyta (alga hijau)
- Chrysophyta (alga keemasan)
- Phaeophyta (alga coklat/ perang)
- Rhodophyta (alga merah)
ChlorophytaChlorophyceae (ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari
ganggang yang sel-selnya bersifateukariotin (materi inti dibungkus oleh membran
inti), pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyaksehingga ganggang ini
berwarna hijau. Klorofil dalam alga hijau terkumpul dalam suatu organel sel
yangdisebut kloroplas. Pigmen lain yang dimiliki adalah Karoten dan Xantofil. C
Ganggang yang bersifat bentik digolongkan lagi menjadi;
a. Epilitik ( hidup diatas batu)
b. Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)
c. Epipitik ( melekat pada tanaman )
d. Epizoik ( melekat pada hewan).
Berdasarkan habitat yang ditempatinya diperairan , dibedakan atas:
a. Ganggang Subbaerial yaitu ganggang yang hidup didaerah permukaan,
b. Ganggang Intertidal, yaitu ganggan secara periodic muncul kepermukaan
karena naik turunair akibat pasang surut.
c. Ganggang Subritorsal, yaitu ganggang yang berada dibawah permukaan air,
d. Ganggang Edafik, yaitu ganggang yang hidup diddalam tanah pada dasar
perairan
BAB II
ISI

Alga hijau (Chlorophyta) dinamai berdasarkan kloroplasnya yang berwarna


hijau. Alga hijau / Chlorohyta adalah salah satu klas dari alga berdasarkan zat warna
atau pigmentasinya. Sel-sel alga hijau bersifat eukariotik (materi inti dibungkus
oleh membran inti). pigmen lain yang dimiliki adalah karotena dan xantofil.
Komposisi ini juga dimiliki oleh sel-sel tumbuhan modern.
Ciri Umum
- Berwarna hijau terang
-Kosmopolitan (air tawar, payau, asin. Dari oligotrof sampai eutrof
- Memiliki anggota terbanyak
- Eukariot (umumnya uninucleate)
- Ada yang unisel, koloni dan filament
- Pigmen yang dimiliki: klorofil a,b, karoten (,,) dan beberapa xantofil
- Dinding sel terbuat dari selulosa atau polimer xylosa atau mannosa
Ciri-ciri khusus
- Dapat bergerak sedikit
- Sebagian anggota memiliki flagel
- Bentuk flagel isokontae, jumlah dan letak sangat bervariasi (apikal, subapikal,
lateral)
- Sebagian anggota memiliki flagel (dapat bergerak sedikit)
- memiliki jumlah enam ribu anggota
- alkena dengan green algae, memiliki klorofil a dan b
- termasuk organisme yang paling tua (lebuh dari dua
miliar tahun yang lalu)
Peranan Alga Hijau dalam kehidupan
a. Dampak positif
1. Sebagai sumber protein sel tunggal contoh chlorela
2. Sebagai bahan makan contoh volvox sebagai sayuran
3. Sebagai plankton, merupakan salah satu komponen yang penting dalam rantai
makanan di perairan tawar
4. Menghasilkan O2 (oksigen) dan hasil fotositensis yang diperlukan oleh hewan
lain untuk bernafas
b. Dampak negatif
1. Dapat mengganggu jika perairan terlalu subur
2. Membuat air berubah warna dan menjadi bau
3. Menjadi masalah dalam proses penjernihan air
4. Menyebabkan penyumbatan pada saringan pengolahan air.
Alga berperan sebagai produsen dalam ekosistem. Berbagai jenis alga yang
hidup bebas di air terutama tubuhnya yang bersel satu dan dapat berperan aktif
merupakan penyusun fitoplankton. sebagaian besar fitoplankton adalah anggota
alga hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis
sehingga alga hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan.
Adapun contoh contoh dari Clorophyta adalah

1. Chlamydomonas

Klasifikasi

Kingdom : Plantae
Divisio : Chlorophyta
Classis : Chlorophyceae
Ordo : Volvocales
Familia : Chlamydomonadaceae
Genus : Chlamydomonas
Spesies : Chlamydomonas sp
Chlamydomonas merupakan alga hijau uniseluler yang berflagela.
Berukuran antara 3 30 mikrometer, sering ditemukan di air tawar yang tergenang.
Selnya berbentuk menyerupai bola agak lonjong dengan dinding sel dari bahan
selulosa. Dua flagela muncul dari ujung depan sel. Mempunyai kloroplas tunggal
berbentuk mangkuk yang hampir mengisi seluruh ruangan di dalam sel. Satu atau
beberapa butir pirenoid ditemukan di dalam sitoplasma. Chlamydomonas
mempunyai bintik mata yang mengandung pigmen kemerahan terletak di pangkal
flagela yang disebut stigma. Bintik mata ini peka terhadap cahaya. Vakuola
kontraktil terletak di dekat flagela yang berguna untuk mengeluarkan kelebihan air
guna menjaga kestabilan tekanan osmotis sel. Chlamydomonas bereproduksi secara
aseksual dengan membelah diri dan secara seksual dengan isogami. Ketika akan
membelah diri, flagela menghilang dan terbentuk kembali setelah sel anak
dilepaskan dari sel induk.
Ciri-ciri Chlamydomonas adalah:

Memiliki sel berbentuk lonjong dan dinding sel berbahan selulosa


Memiliki sepasang flagela yang terdapat di depan sel.
Memiliki bintik mata yang mengandung pigmen berwarna kemerahan terletak di
pangkal flagela yang biasa disebut dengan stigma.
Hidup secara Autotrof dengan kloroplas tunggal.
Memiliki vakuola kontraktil dan pirenoid.
Kelebihan fotosintesis pada Chlamydomonas akan disimpan sebagai pati di sekitar
pirenoid.
Memiliki vakuola kontraktil berfungsi mengeluarkan kelebihan air untuk menjaga
kestabilan osmotis sel.
Bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi dan secara seksual dengan
isogami.
Chlamydomonas juga dapat tumbuh di berbagai lingkungan selama ada
sumber karbon melalui fotosintesis dengan kehadiran sumber cahaya atau media
yang kaya karbon dalam kegelapan. Hal ini membuat chlamydomonas berguna
dalam menunjukkan bagaimana organisme beradaptasi dengan kondisi dan iklim
yang berbeda.

2. Volvox
Klasifikasi:
Kingdom : Eukaryota
Filum : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Volvocales
Famili : Volvocaceae
Genus : Volvox
Spesies : Volvox sp.
Volvox ditemukan dalam koloni dan setiap koloni Volvox mengandung
sekitar 500 sampai 50.000 sel. Koloni ini tertanam di permukaan bola berongga,
yang dikenal sebagai 'coenobium'. Coenobium ini berisi matriks ekstraselular yang
terbuat dari glikoprotein. Setiap koloni terdiri dari sejumlah sel flagellate yang
mirip dengan Chlamydomonas, yang merupakan jenis lain dari ganggang. Setiap
Volvox kecil berisi dua flagela - cambuk seperti rambut. Volvox terhubung satu
sama lain dengan untaian tipis yang terbuat dari sitoplasma. Untaian ini
memudahkan seluruh koloni untuk bergerak secara terorganisir. Setiap ganggang
mendeteksi dan bergerak menuju cahaya dengan bantuan tempat mata kecil dan
merah. Koloni Volvox menanggung depan dan ujung belakang dan bintik mata
yang paling menonjol terlihat di daerah frontal.
Terdapat beberapa karakteristik Volvox yang terangkum sebagai berikut:
Volvox tumbuh baik di badan air eutrofik yang menyediakan segala nutrisi
bagi pertumbuhannya.Setiap sel dalam koloni Volvox memiliki dua flagela.
Organisme ini memiliki sepasang vakuola kontraktil beserta kloroplas yang
berbentuk seperti cangkir.
Sel-sel Volvox dapat berupa sel tunggal atau biflagelata.
Sel-sel individu Volvox melekat satu sama lain dengan bantuan helai
sitoplasma. Sel-sel individual ditandai dengan adanya bintik-bintik merah
pada permukaannya.
Gerakan flagelar sel dalam koloni Volvox digunakan untuk berenang atau
berpindah tempat.
Pada koloni Volvox tertentu, sel-sel di anterior memiliki kemampuan
phototactic.
Sel posterior koloni Volvox lebih memiliki fungsi sebagai alat reproduksi.
Volvox adalah organisme polifiletik yang berarti memiliki beberapa garis
keturunan.
Ukuran koloni Volvox berkisar antara 100-6000 mikron.
Sebagian besar spesies Volvox merupakan organisme mikroskopis sehingga
tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun, beberapa koloni memiliki
ukuran hingga 1 mm.
Sementara Volvox mudah terdeteksi oleh mata telanjang, musim panas
dikatakan menjadi waktu terbaik untuk menemukan mereka sebagai air lebih
jelas selama musim ini. Jika Anda menekan sampah kolam dalam botol kaca
transparan dan mengamatinya, maka Anda akan menemukan itu bergerak ke
atas atau menuju ke arah cahaya. Itu juga merupakan alasan mengapa mereka
sebagian besar ditemukan di dekat permukaan dan tepi badan air.

Reproduksi Volvox adalah fenomena luar biasa yang terjadi dalam perilaku
seksual dan aseksual baik. Volvox dianggap sebagai salah satu dari tujuh keajaiban
dunia mikro. Pada dasarnya, koloni Volvox menanggung baik seksual (generatif)
serta aseksual (somatik) sel. Sel-sel generatif bisa dibagi oleh proses mitosis untuk
menghasilkan sel anak. Sel-sel anak disebut gonad yang memainkan peran penting
dalam reproduksi aseksual Volvox. Proses pembentukan sel anak berlanjut sampai
koloni putri invaginated kecil terbentuk. Flagela terbentuk di dalam ke luar dengan
cara, yang juga berarti bahwa sel-sel harus mendapatkan terbalik ke dalam bola,
jauh sebelum mereka bisa dilepaskan dari keluarga dengan orangtua. Koloni Putri
dilepaskan hanya setelah kematian koloni induknya.
BAB III
PENUTUP

ChlorophytaChlorophyceae (ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari


ganggang yang sel-selnya bersifateukariotin (materi inti dibungkus oleh membran
inti), pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyaksehingga ganggang ini
berwarna hijau.
ChlorophytaChlorophyceae (ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari
ganggang yang sel-selnya bersifateukariotin (materi inti dibungkus oleh membran
inti), pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyaksehingga ganggang ini
berwarna hijau.
Ciri Umum pada Gangang Hijau
- Berwarna hijau terang
-Kosmopolitan (air tawar, payau, asin. Dari oligotrof sampai eutrof
- Memiliki anggota terbanyak
- Eukariot (umumnya uninucleate)
- Ada yang unisel, koloni dan filament
- Pigmen yang dimiliki: klorofil a,b, karoten (,,) dan beberapa xantofil
- Dinding sel terbuat dari selulosa atau polimer xylosa atau mannosa
Alga berperan sebagai produsen dalam ekosistem. Berbagai jenis alga yang
hidup bebas di air terutama tubuhnya yang bersel satu dan dapat berperan aktif
merupakan penyusun fitoplankton. sebagaian besar fitoplankton adalah anggota
alga hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis
sehingga alga hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan.
Chlamydomonas juga dapat tumbuh di berbagai lingkungan selama ada
sumber karbon melalui fotosintesis dengan kehadiran sumber cahaya atau media
yang kaya karbon dalam kegelapan. Hal ini membuat chlamydomonas berguna
dalam menunjukkan bagaimana organisme beradaptasi dengan kondisi dan iklim
yang berbeda.
Volvox adalah semacam ganggang hijau yang memiliki sejumlah
karakteristik penting yang membuat sebuah subjek yang sangat baik untuk
mempelajari proses perkembangan dasar dari organisme. Ini adalah jenis yang
paling maju dari chlorophytes yang hidup di koloni bola. Volvox umumnya
ditemukan di badan air seperti kolam, selokan dan genangan air dangkal. Studi rinci
tentang klasifikasi Volvox telah menyebabkan berbagai fakta menarik tentang jenis
megah ganggang.
DAFTAR PUSTAKA

Soegiarto. 1986. Rumput Laut (Algae) Manfaat, Potensi dan Usaha Budidaya.
Lembaga Osceanologi Nasional LIPI.

http://id.wikipedia.org/wiki/Alga diakses pada Oktober 12, 2017

http://zaifbio.wordpress.com/2009/01/30/alga/ diakses pasa Oktober 12, 2017

http://idonkelor.blogspot.com/search/label/ALGA diakses pasa Oktober 12, 2017