Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

MEKANIKA FLUIDA
VORTEX FLOWMETER

DISUSUN OLEH :
NAMA : Nining Hana Y. (011600451)
Nurul Isnaningrum (0116004
Said Wigo A. (011600456)
Tiara Aswulan P. (0116004
Yohanes Jajaria (0116004

PROGRAM STUDI : D-IV TEKNOKIMIA NUKLIR

JURUSAN : TEKNOKIMIA NUKLIR

PEMBIMBING : Deni Siswanto., M.Eng

Tanggal Pengumpulan : 6 NOVEMBER 2017

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
TAHUN 2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Flow meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur laju aliran atau
Jumlah suatu fluida yeng bergerak mengalir dalam suatu pipa tertutup atau saluran terbuka
seperti channel atau sungai atau parit atau gorong-gorong. Jenis fluida yang melalui atau
diukur oleh flow meter bisa berupa cairan, gas maupun solid. Dalam Aplikasinya
penggunaan flow meter untuk mengukur aliran baik berupa kecepatan aliran, kapasitas aliran
maupun volumenya atau beratnya fluida mempunyai aplikasi yang bermacam macam.
Aplikasi penggunaan flow meter tergantung pada tujuan, manfaat, kendala yang tergantung
pada situasi yang dibutuhkan rekayasa sehingga pemasangan flow meter tersebut sesuai
dengan tujuan dan manfaatnya.
Flow meter mempunyai banyak istilah penyebutan baik berdasarkan fungsi
maupun tujuannya seperti flow gauge, flow indicator, liquid meter, gas meter, water meter
dan lainya tergantung pada jenis industri , namun fungsi dari flow meter tetap sama yaitu
untuk mengukur aliran. Sebagai alat ukur maka flow meter punya variable paling penting
yang harus di perhatikan yaitu tingkat akurasi dari flow meter. Dalam penggunanya kita
harus tahu bahwa flow meter mempunyai berbagai jenis dan model dimana mempunyai
fungsi aplikasi yang berbeda dengan tingkat akurasi yang juga berbeda. Makin tinggi akurasi
dari pembacaan flow meter maka makin mahal harganya.
Sebelum menentukan jenis flow meter yang kita pasang kita harus tahu berapa
besar akurasi yang kita inginkan dari hasil pembacaan flow meter yang akan kita pasang.
Karena Pengukuran untuk aliran air sungai atau air limbah tentunya mempunyai akurasi
yang berbeda ketika kita gunakan flow meter untuk mengukur susu, bahan kimia atau obat
cair.
Ada bebarapa jenis flow meter berdasarkan penggolongan pengukuran yaitu
PD flow meter atau postive displacement flow meter, mass flow meter, dan velocity flow
meter. Velocity flow meter mengandalkan output sinyal yang dihubungkan langsung dengan
kecepatan fluida yang melewati flow meter. Jenis velocity flow meter ini sangat populer dan
mempunyai jenis lumayan banyak seperti :
Electromagnetic Flow meter
Ultrasonic flow meter and open chanel flow meter
Turbine, Paddle Wheel and Propeller flow meter
Vortex Shedding flow meter and Sonar meter
Target flow meter and Vane flow meter
Variable Area flow meter dan Rotameter
Orifice Plate flow meter
Venturi flow meter, dll
Hal-hal yang harus diketahui dalam memilih jenis flow meter tentunya
berdasarkan pada jenis fluida, situasi installasi, harga flow meter, penggunaan jangka
waktu flow meter serta kondisi daerah yang aman atau berbahaya, lfe time flow meter,
kecepatan merespon aliran, bahan fluida yang harus disesuaikan dengan material flow meter
serta kebutuhan akurasi yang inginkan dan lainya yang berhubungan dengan kondisi
lapangan dan operatornya.
Theodore von Karman, fisikawan Hungaria-Amerika, adalah orang pertama yang
menggambarkan efek di mana benda yang tidak ramping (juga disebut badan tebing)
ditempatkan di jalur arus yang mengalir cepat, menyebabkan cairan itu terpisah secara
bergantian dari benda pada dua sisi hilirnya, dan karena lapisan batas menjadi terlepas dan
ikal kembali pada dirinya sendiri, membentuk vortisitas (disebut juga pusaran air atau
pusaran air). Dia juga mencatat bahwa jarak antara vortisitas konstan dan bergantung hanya
pada ukuran batu yang membentuknya. Di sisi badan tebing tempat pusaran terbentuk,
kecepatan fluida lebih tinggi dan tekanannya lebih rendah. Saat pusaran bergerak ke hilir, ia
tumbuh dalam kekuatan dan ukuran, dan akhirnya melepaskan atau melepaskan diri. Hal ini
diikuti oleh pusaran yang terbentuk di sisi lain tubuh tebing. Dalam makalah ini selanjutnya
akan dibahas mengenai flowmweter jenis vortex.

B. Tujuan
1. Mengetahui pengertian vortex flowmeter.
2. Mengetahui prinsip kerja vortex flowmeter.
3. Mengetahui kegunaan dan aplikasi vortex flowmeter.
4. Mengetahui kekurangan dan kelebihan vortex flowmeter.

C. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian vortex flowmeter?
2. Bagaimana prinsip kerja vortex flowmeter?
3. Apa saja kegunaan dan bagaimana aplikasi vortex flowmeter?
4. Apa kekurangan dan kelebihan dalam penggunaan vortex flowmeter?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Vortex Flowmeter

Vortex Flowmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur laju aliran
atau jumlah suatu fluida yang bergerak menurut kecepatan alirannya. Alat ini merupakan
perangkat pengukuran arus yang paling sesuai untuk pengukuran aliran dimana pengenalan
komponen bergerak mendeteksi masalah. Mereka tersedia di kelas industri, kuningan atau
semua konstruksi plastik. Volume aliran vortex mengukur volume / aliran massa cairan, gas
dan uap. Aplikasinya adalah persediaan air, sirkulasi industri, pengolahan limbah, minyak,
reagen kimia, udara tekan, uap jenuh atau panas, gas alam dan media lainnya.

Peralatan flow meter vortex membutuhkan jenis aliran yang baik dan simetris,
bebas dari distorsi untuk memberikan nilai akurasi yang baik dalam pembacaannya.
Beberapa hal yang mempengaruhi untuk mendapatkan nilai akurasi dari flow meter vortex, salah
satunya adalah masalah jarak penempatan peralatan ini terhadap sumber turbulensi.

Sumber-sumber turbulensi antara lain adalah pompa, valve valve /


katup, knee (atau-pun pengubah arah aliran sejenis), reduser atau perubahan ukuran aliran
dan lain-lain. Pada umumnya produsen pembuat telah memberikan panduan batasan jarak
minimum untuk produk nya. Jarak tersebut kembali mengacu pada panjang yang
ditunjukkan pada pipa dengan ukuran diameter (D). Salah satu contoh adalah tertulis 10D,
dapat diartikan bahwa penempatan flow meter pada jarak 10 kali diameter pipa dari
sumber turbulensi.

Jarak penempatan flowmeter vortex

Pengaruh turbulensi pada sumber apapun sangat besar terhadap akurasi


pembacaan flow meter. Penempatan setiap jenis flow meter dapat dilihat dari masing-masing
spesifikasi dari produsen. Meskipun setiap produsen memiliki aturan-aturan tersendiri. Pada
dasarnya flow meter vortex dapat dipasang secara vertikal, horizontal atau-pun di setiap
sudut pada posisi terus dialiri.

B. Prinsip Kerja Vortex Flowmeter WIGO

Prinsip kerja vortex flowmeter adalah dengan menempatkan batang vortex


(shedder bar) ditengah tengah dari flow tube dari flowmeter. Pada saat ada aliran fluida yang
mengenai batang vortex akan terbentuk gelombang vortex yang proporsional dengan flow
rate (laju aliran) dari fluida tersebut. Frekuensi yang dihasilkan oleh gelombang vortex
tersebut dideteksi oleh sensor piezo electric. Frekuensi yang dihasilkan proporsional dengan
velocity (kecepatan aliran), yang apabila dibagi dengan luas area akan mendapatkan
volumetric flowrate (volume).

C. Kegunaan Dan Aplikasi Vortex Flowmeter WULAN

D. Kekurangan Dan Kelebihan Vortex Flowmeter

Flowmeter ini dikenal juga sebagai vortex shedding


flowmeters atau oscillatory flowmeters. Flowmeter jenis Vortex biasa diaplikasikan hampir
pada semua liquid dan gas bahkan steam dengan relatif mudah dan tersedia dalam berbagai
ukuran pipa. Flowmeters Vortex termasuk flowmeters yang paling serbaguna. Vortex
flowmeters juga dapat mengukur skala yang luas, rentangnya dari biasanya mencapai 1:10.

Pada beberapa flowmeter sudah ditanamkan sensor temperature PT-100 sehingga


untuk steam hasil bacanya sudah bisa berupa konversi ke satuan massa, dan untuk
compressed gas tinggal ditambah pressure transmitter yang diintegrasikan pada metering
sistem. Salah satu alasan mengapa jenis ini banyak digunakan untuk pengukuran aliran uap
adalah mereka dapat mentolerir suhu uap yang tinggi. Uap adalah cairan yang paling sulit
diukur. Hal ini disebabkan tekanan tinggi dan suhu uap yang tinggi dan karena parameter
pengukurannya berbeda dengan jenis steam. Jenis uap utama meliputi uap basah, uap jenuh
dan uap super panas.

Uap sering diukur pada tanaman proses dan untuk pembangkit listrik. Vortex dan
diferensial pressure (DP) flowmeters adalah meter utama yang digunakan untuk mengukur
steam. Flowmeters magnetik tidak dapat mengukur aliran uap, dan Coriolis dan flowmeters
ultrasonik baru mulai digunakan untuk tujuan ini. Selain kemampuan mereka untuk
mentolerir suhu dan tekanan proses yang tinggi, meter vortex juga memiliki jangkauan yang
luas. Hal ini memungkinkan mereka mengukur aliran uap dengan kecepatan yang bervariasi.
Dalam proses dan pembangkit listrik, uap sering diukur berasal dari boiler.Meteran aliran
Vortex beroperasi di bawah prinsip penumpahan vortex, di mana pusaran yang berosilasi
terjadi saat cairan seperti aliran air melewati tubuh tebing (berlawanan dengan keadaan yang
disederhanakan). Frekuensi vortexes yang ditumpahkan tergantung pada ukuran dan bentuk
tubuh. Ini sangat ideal untuk aplikasi dimana biaya perawatan rendah penting. Ukuran
industri meter vortex dibuat khusus dan memerlukan ukuran yang sesuai untuk aplikasi
tertentu. Kelebihan lainnya yaitu sensitivitas terhadap variasi dalam kondisi proses tergolong
rendah dan bagian yang tidak bergerak memiliki keausan yang relatif rendah dibandingkan
dengan jenis flow meter lainnya. Keunggulan perangkat ini adalah biaya pemasangan awal
yang rendah, dan persyaratan perawatan rendah saat digunakan dalam kondisi aliran bersih.

Selain berbagai kelebihan yang dimiliki, vortek flowmeter juga memiliki beberapa
kekurangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan flow meter vortex
karena tidak dapat digunakan untuk fluida dengan kecepatan rendah seperti pada tingkat ini
tidak mungkin diukur secara akurat. Kedua, penting untuk 10D pipa direkomendasikan
sebagai panjang minimum pipa lurus yang dibutuhkan hulu dan hilir sehingga pengukuran
dilakukan secara akurat. Aliran volume vortex flowmeters berada di bawah status aktif dari
suhu fluida, tekanan, kerapatan, dan parameter termal terukur. Setelah semua hasil
pengukuran aliran uap cair atau uap yang seharusnya untuk gas, setelah semua terukur, kita
harus mengukur hasil untuk mengatur volume aliran. Aliran massa atau aliran volume
memiliki spesifikasi yang diperlukan melalui konversi densitas fluida, perlu untuk
melakukan perubahan kerapatan fluida yang disebabkan oleh perubahan kondisi fluida.

Kesalahan pengukuran aliran yaitu pengukuran laju aliran pipa yang tidak
berbentuk. Anda tidak dapat menentukan densitas media cairan secara akurat saat kondisi
berubah-ubah. Uap basah diasumsikan sepenuhnya sebagai uap kering. Jika kesalahan ini
tidak terikat atau dihilangkan, kesalahan pengukuran aliran vortex flowmeter akan sangat
besar.

Fungsi getarannya buruk, guncangan eksternal akan membuat flowmeter vortex


untuk mengukur onset kesalahan, Anda bahkan tidak dapat bekerja dengan baik. Channel
high speed fluid vortex impact akan mengganggu alat tambahan, osilasi kantilever. Sehingga
ketepatan pengukuran akan berdampak pada pipa yang berdiameter lebih besar. Kerugian
lain dari flow meter vortex adalah adanya penurunan tekanan rendah sampai sedang karena
penyumbatan pada jalur aliran. Untuk mengukur perbedaan antara adaptasi media yang
kotor, diperlukan untuk mengubah skala geometri, membentuk dampak yang besar pada
ketepatan pengukuran. Fungsi suhu buruk, Vortex biasanya hanya mengukur aliran fluida di
bawah 300 medium. Dengan berbagai kekurangan tersebut, kelebihannya selalu lebih
besar daripada kerugian dan vortex flowmeter menempati tempat penting dalam kehidupan
sekarang.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

B. Daftar Pustaka