Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum Kimia

Senyawa Hidrokarbon

Disusun oleh :

Aditya Prayoga
Abiyudha surya lukmana
Budi susilo
Fadhil herwiyata
Gusti ayu komang theresia aidawati
Ervina Seliya wanti
Nuril syahida
Retno vivi savitri
Syaza
Yohanes Abrian

SMA NEGERI 1 KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH

2014/2015
A.TUJUAN
Menguji atau mengidentifikasi keberadaan unsur-unsur C,H, dan O dalam senyawa karbon.

B. DASAR TEORI

Hidrokarbon adalah sejenis senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak bumi.
Indonesia banyak menghasilkan senyawa ini dalam bentuk minyak bumi yang mempunyai nilai
ekonomi tinggi.Senyawa organik yang hanya terdiri dari atom hidrogen dan karbon disebut
hidrokarbon.Senyawa hidrokarbon dikelompokkan berdasarkan bentuk rantai dan ikatan yang
terdapat pada senyawa tersebut.
Berdasarkan bentuk rantainya, senyawa hidrokarbon dibagi menjadi hidrokarbon alifatik (rantai
tertutup) dan alisiklik (tertutup).
Berdasarkan ikatannya, hidrokarbon terbagi menjadi hidrokarbon jenuh ( tidak memiliki ikatan
rangkap) dan tak jenuh (memiliki ikatan rangkap)
Senyawa hidrokarbon terdiri dari :

1. Alkana (CnH2n+2)
2. Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)

Kekhasan Atom Karbon :


1. Atom karbon dapat membentuk empat ikatan kovalen :
Atom karbon mempunyai nomor atom 6. Di dalam sistem periodik atom karbon terletak pada
golongan IVA periode 2. Konfigurasi atom karbon adalah sebagai berikut: 6C = 2,4. Berdasarkan
konfigurasi tersebut, atom karbon mempunyai 4 elektron terluar (elektron valensi). Agar susunan
elektronya stabil sesuai dengan kaidah oktet (mempunyai 8 elektron terluar), atom karbon
memerlukan 4 elektron. Sehingga atom karbon dapat membentuk empat buah ikatan kovalen.

2. Atom karbon dapat membentuk senyawa yang stabil :


Dalam persenyawaannya, atom karbon membentuk empat pasang elektron ikatan dengan atom-
atom lain, sehingga lengkaplah pembentukan oktetnya tanpa adanya pasangan elektron bebas.
Akibatnya persenyawaan atom karbon sangat stabil.

3. Atom karbon dapat membentuk ikatan tunggal dan rangkap :


Keempat elektron valensi yang dimiliki oleh atom karbon dapat membentuk ikatan tunggal,
ikatan rangkap, dan ikatan rangkap tiga.

4. Atom karbon dapat membentuk rantai lurus dan bercabang :


Kekhasan atom karbon yang tidak dimiliki atom lain adalah kemampuan membentuk rantai yang
sangat panjang antar sesama atom karbon. Rantai karbon tersebut dapat lurus dan bercabang.
Keberadaan unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon dapat didefinisikan melalui reaksi
pembakaran yang menghasilkan unsur karbon dan hidrogen. Pembakaran senyawa organik
secara sempurna menghasilkan gas CO2, sedangkan pembakaran senyawa karbon yang tidak
sempurna akan menghasilkan karbon atau zat arang.
Pengujian atau identifikasi suatu senyawa hidrokarbon dapat dilakukan dengan berbagai
cara, diantaranya :
1. Reaksi dengan bromin
Hasil pembakaran hidrokarbon adalah CO2 dan H2O.
CH4 + 2 O2 CO2 + 2 H2O
2. Reaksi dengan H2SO4 pekat dingin
Hidrokarbon tak jenuh mengalami reaksi adisi dengan H2SO4 pekat dingin. Produk yang
dihasilkan adalah asam alkil sulfonat yang larut dalam H2SO4.
CH3CH =CHCH3 + H2SO4 CH3CH2CH(HSO3)CH3

Untuk mengidentifikasi unsur C, H, dan O, pada percobaan kali ini dapat kita lakukan dengan
cara mengalirkan gas hasil pembakaran suatu senyawa hidrokarbon atau senyawa organik
lainnya dalam air kapur atau larutan Ca(OH)2 sehingga terjadi reaksi . Jika hasil pembakaran
membuat air kapur menjadi keruh, maka itu berarti senyawa yang dibakar merupakan senyawa
karbon.

C. ALAT dan BAHAN

No. Alat dan Bahan Ukuran/ jumlah


1. Tabung reaksi kecil 1
2. Gelas reaksi 1
3. Statif dan klem 1/1
4. Pipa penghubung gas 1
5. Sumbat dan kapas 1/sedikit
6. Alat pembakar spirtus 1
7. Pengaduk/sendok teh 1/1
8. Gula (C6H12O6) 1 sendok teh
9. Glukosa 3 sendok teh
10. Bubuk tembaga (II) oksida (CuO) 1 sendok teh
11. Air kapur(Ca(OH)2) 10 ml
12. Kertas kobalt(II)kloridaCoCl2 1 lembar
13. Korek api secukupnya

D. LANGKAH KERJA

Percobaan I : Pemanasan Gula


1) Siapkan alat dan bahan.
2) Masukkan 1 sendok gula pasir ke dalam tabung reaksi.Tutup tabung reaksi dengan kapas
3) Panaskan perlahan-lahan tabung reaksi diatas pembakar spiritus yang telah dinyalakan
dengan menggunakan korek api sampai zat cair mengembun pada dinding tabung.
4) Setelah terbentuk uap air di dinding tabung reaksi, keluarkan kapas,uji zat cair(embun)
pada dinding tabung dengan memasukkan kertas saring yang telah di celupkan ke dalam larutan
CoCl2 dan telah di keringkan.
5) Amati perubahan warna yang terjadi pada kertas saring
6) Lanjutkan pemanasannya, amati apakah zat padat berubah warna.
Percobaan II : Pemanasan Glukosa
a. Masukkan 1 sendok teh glukosa dengan sendok bubuk CuO ke dalam tabung reaksi.
Aduklah sampai merata!
b. Siapkan air kapur dalam gelas reaksi. Sumbat ujung tabung reaksi yang diisi campuran
menggunakan penyumbat berselang ke tabung reaksi yang sudah diisi air suling.
c. Panaskan campuran diatas pembakar spirtus yang sudah menyala.
Apa warna air kapur ?
d. Hentikan pemanasan, kemudian dinginkan. Apakah ada embun pada dinding tabung
reaksi ? jika ada embun , maka ujilah dengan kertas kobalt klorida(II).
e. Apa yang terjadi pada air kapur ? senyawa apa yang mengubah air kapur ?

E. HASIL PENGAMATAN
1. Percobaan Pertama Menggunakan Gula Pasir
- Setelah dipanasi pada dinding tabung reaksi terbentuk uap-uap air / embun yaitu H2O
- Warna Kertas saring/ Kobalt (II) Klorida yang dimasukkan berubah dari ungu kebiru-biruan
menjadi merah muda keputih-putihan.
- Setelah pemanasan kembali sisa pemanasan gula tersebut berwarna coklat kehitam-hitaman.
2. Percobaan Kedua Menggunakan Glukosa dicampur dengan CuO

- Warna glukosa putih


- Warna CuO hitam pekat
- Warna campuran glukosa dengan CuO hitam keabu-abuan.Hasil pemanasan glukosa+CuO
berwarna coklat kehitaman.
- Warna air kapur putih bening
- Setelah dipanaskan warna air kapur berubah menjadi keruh kekuning-kuningan ditambah dengan
timbulnya gas putih pekat yaitu gas CO2 yang menyebabkan air menjadi keruh.

F. PEMBAHASAN

Senyawa organik merupakan senyawa yang mengandung unsur C, H, dan O. Dimana apabila
senyawa organik ini dibakar, akan menghasilkan uap air (H2O) dan gas karbondioksida (CO2).
Misalnya, apabila kita membakar sate atau jagung dalam waktu yang cukup lama, maka warna
jagung atau sate tesebut akan berwarna hitam. Zat warna hitam inilah yang disebut dengan arang
atau karbon. Pembakaran senyawa organik secara sempurna menghasilkan gas CO2, sedangkan
pembakaran senyawa karbon yang tidak sempurna akan menghasilkan karbon atau zat arang.
Untuk mengidentifikasi adanya unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon, maka dapat dilakukan
dengan melakukan percobaan atau eksperimen pemanasan gula dan glukosa.
Apabila kita ingin mengidentifikasi adanya unsur H, dan O pada senyawa organik, kita dapat
melakukan percobaan atau eksperimen I. Dalam eksperimen I ini, gula dipanaskan di dalam
tabung reaksi yang ditutup dengan kapas, agar gas yang terbentuk tidak keluar ke udara bebas.
Pada saat gula dipanaskan di dalam tabung reaksi yang tertutup kapas, terjadi suatu reaksi kimia,
yakni yang pertama timbul gelembung-gelembung gas (mendidih) dan menimbulkan uap air,
dimana timbulnya gelembung gas tersebut menandakan bahwa ketika gula dipanaskan, terjadi
reaksi kimia. Yang kedua, setelah suhunya dinaikkan, terjadi perubahan warna pada gula, warna
gula yang sebelumnya berwarna putih, kini langsung berubah warna menjadi coklat
kehitaman.Semakin suhunya dinaikkan, maka larutan gula itu ternyata berwarna semakin gelap
(hitam).
Kemudian setelah terjadi perubahan warna dan timbul titik-titik uap/embun di dinding dalam
tabung reaksi, buka kapas dan langsung masukkan kertas kobalt (II) klorida/kertas saring. Kami
mengamati, bahwa ketika kertas kobalt di interaksikan atau disentuh dengan uap air pada dinding
tabung reaksi itu, warna pada kertas kobalt terurai menjadi warna-warna penyusunnya. Kertas ini
pun yang semulanya berwarna ungu kebiru-biruan, berubah warna menjadi warna merah muda
keputihan. Jadi kesimpulannya, pembakaran gula menghasilkan uap air atau H2O. Dan itu berarti
pada senyawa karbon atau senyawa organik ini tersusun atau terdapat unsur H, dan O di
dalamnya. Reaksi pembakaranya dapat dituliskan sebagai berikut:
C12H22O11 (s) + 12 O2(g) --------> 12 CO2(g) + 11 H2O(l)

Sedangkan untuk mengidentifikasi adanya unsur C, dan O, kita dapat melakukan eksperimen II,
dengan bantuan CuO yang dapat mempercepat proses reaksi dari pembakaran glukosa. CuO ini
juga bekerja sebagai okidator atau tugasnya mereduksi glukosa. Sedangkan glukosa akan
menjadi pereduksi atau bertugas mengoksidasi CuO. Ketika glukosa dan Tembaga (II) Oksida
atau CuO dipanaskan dalam labu erlemeyer , terjadi reaksi kimia yang ditandai dengan adanya
perubahan warna. Perubahan warna pertama yang terjadi ialah berwarna kecoklatan, kemudian
setelah suhunya semakin dinaikan, gula dan CuO pada labu erlemeyer I yang dipanaskan itu,
berubah lagi warnanya menjadi coklat kehitaman. Pembakaran glukosa menghasilkan gas yang
kemudian dialirkan dengan pipa pengalir gas ke labu erlemeyer yang berisi air kapur. Setelah
gas bercampur dengan air kapur Ca(OH)2, air kapur akan mengeruh, dan menghasilkan endapan
CaCO3. Berikut reaksinya : Ca(OH)2 + CO2 > CaCO3 + H2O
Hal ini membuktikan bahwa gas yang dihasilkan dari pembakaran glukosa tersebut merupakan
gas karbondioksida atau CO2. Itu berarti pada glukosa, terdapat unsur C dan unsur O.

G.KESIMPULAN
Pada saat melakukan percobaan dapat diamati yang terjadi pada percobaan pertama dan
kedua terdapat embun pada dinding tabung reaksi hal ini membuktikan keberadaan unsur H dan
O di dalam senyawa karbon, embun itu yaitu H2O, selain itu setelah pemanasan kembali pada
percobaan pertama terbentuk zat padat berwarna coklat kehitaman dan juga pada percobaan
kedua terbentuk zat padat berwarna coklat kehitaman, zat yang terbentuk atau endapan yang ada
di bawah tabung reaksi ini merupakan unsur C (carbon), hal ini membuktikan bahwa terdapat
unsur C (carbon) pada senyawa karbon. Pada percobaan yang ketiga setelah dipanaskan muncul
asap putih pekat di dalam tabung reaksi dimana asap ini merupakan gas CO2 yang membuat air
kapur menjadi keruh. Hal ini membuktikan bahwa adanya unsur C dan O pada pembakaran
glukosa.
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
o Setiap zat yang mengandung unsur karbon akan berubah warna menjadi hitam dan
menghasilkan karbon dioksida (CO2) ketika direaksikan dengan oksigen (dibakar).
o Zat yang mengandung unsur H dan O akan mengasilkan uap air (H2O) saat pembakaran
dengan dibuktikan melalui kertas tembaga (II) sulfat(kertas saring) yang direaksikan dengan
embun(H2O) akan berubah warna yang semula keunguan menjadi merah muda keputihan.