Anda di halaman 1dari 47

BAB III

INTEFERENSI

3.1. PENDAHULUAN

Interferensi adalah hasil kerja sama antara 2 gelombang yang


bertemu di satu titik. Hal ini merupakan fenomena penting dari
gerak gelombang, sehingga hasil dari kerja sama (perpaduan)
gelombang tersebut dapat diamati.

Konsep penting tentang interferensi dan superposisi 2


gelombang :

a) Pada superposisi kita tidak mengamati hasil perpaduan


gelombang-gelombangnya, sedangkan pada inteferensi hasil ini
penting sekali.
b) Hasil kerja sama superposisi dari dua gelombang menimbulkan
gejala fisik yang disebut interferensi.

Contohnya suatu gelombang pada permukaan kolam (gelombang


dalam zat cair) yang disebabkan oleh dua buah batu yang dijatuhkan
berturutan kedalam permukaan yang tenang. Maka akan terdapat dua
buah gelombang berjalan pada permukaan tersebut.

1
3.1.1.SUPERPOSISI DARI GELOMBANG-GELOMBANG
DENGAN FREKUENSI SAMA

a) Metode Aljabar
Perhatikan dua gelombang berjalan dalam bentuk
persamaan :
1 = 01 sin( + 1 ) 1 = (1 + 1 )
2 = 02 sin( + 2 ) 2 = (2 + 2 )

Pada suatu titik tertentu (, ) = .


Tiap-tiap gelombang tersebut mempunyai frekuensi
yang sama, merambat dalam ruang yang sama. Sehingga
resultannya adalah :
= 1 +2

= 01 sin( + 1 ) + 02 sin( + 2 )

= 01 (sin 1 + cos sin 1 )

+02 (sin cos 2 + cos sin 2 )

= (01 cos 1 + 02 cos 2 ) sin + (01 sin 1 +


sin 2 ) cos (3.1)

Karena suku-suku yang didalam kurung adalah


konstan terhadap waktu, dapat kita misalkan :
2
0 cos = 01 cos 1 + 02 cos 2 (3.2)
0 sin = 01 1 + 02 sin 2 (3.3)

Dengan mengkuadratkan dan menjumlah persamaan


3.2 dan 3.3 diperoleh :
0 2 = 01 2 + 02 2 + 201 02 cos(2 1 ) (3.4)

Bila persamaan 3.3 kita bagi dengan persamaan 3.2 :


+ sin 2
= 01 cos 1 +02 (3.5)
01 1 02 cos 2

Gelombang resultannya menjadi : =


0 + 0
= 0 sin( + ) (3.6)
Ternyata gelombang resultan juga gelombang
harmonik dan mempunyai frekuensi yang sama dengan
gelombang transversal walaupun mempunyai amplitudo
dan fase yang berbeda.

Interferensi maksimum :
= (2 1 ) = 2 (3.7)
Interferensi minimum :
= (2 1 ) = (2 + 1) (3.8)

3
Bila diturunkan lagi :
= (2 1 ) = (1 + 1 ) (2 + 2 )
2
= (1 2 ) + (1 2 ) (3.9)

Dengan beda fase :


2
= (1 2 ) (3.10)

Pada gelombang elektromagnetik, untuk 1 = 2 =


,
2
= (1 2 ) (3.11)
0

Besaran (1 2 ) disebut beda lintasan optik,


diberi notasi ,
= 0 (3.12)

b) Metode Phasor
Andaikan kita mempunyai dua gelombang dengan
frekuensi yang sama :
1 = 01 sin( + 1 )
2 = 02 sin( + 2 )
Maka secara sederhana 1 dan 2 dapat dituliskan
secara phasor dengan :

1 = 01 sin( + 1 ) dan 2 = 02 sin( + 2 )


4
Gambar 3.1 Diagram phasor
http://www.kshitij-iitjee.com/phasor-diagrams-of-waves

Dengan menggunakan hukum kosinus dalam segitiga


dengan sisi 01 , 02 0, diperoleh :
0 = 01 2 + 02 2 + 2 01 02 cos(2 1 )
Jadi interferensi gelombang cahaya dapat kita
interpretasikan dengan intensitas gelombang resultan
yang berasal dari jumlah dari masing-masing intensitas
gelombang secara individu.

3.1.2. URAIAN MATEMATIK DARI INTERFERENSI


GELOMBANG CAHAYA SECARA UMUM
Pandanglah dua titik sumber gelombang S1 dan S2
yang koheren didalam suatu medium yang homogen.
Andaikan jarak kedua sumber tersebut adalah d, dan d
. Kita amati titik P yang terletak dalam satu bidang
dengan S1 dan S2 dan letak P . Misalkan gelombang

5
vektor medan listrik kedua sumber mempunyai persamaan
:
. 1 + 1 )
1 (,t)= 01 cos(

. 2 + 2 )
2 (,t)= 02 cos(

Dengan r1 dan r2 adalah jarak titik P ke masing-masing


sumber.

Gambar 3.2a Gelombang vektor medan listrik


http://belajarmatematikadanfisika.blogspot.co.id/2013/
04/gelombang-elektromagnetik.html

6
Gambar 3.2b
Bentuk Muka Gelombang

Maka intensitas rata-rata dari gelombang resultan di P adalah :


2
Irata-rata= < | | >

Karena yang akan ditinjau disini hanya titik-titik P didalam


medium yang sama, untuk memudahkan maka konstanta
2 2
dapat diabaikan, jadi Irata-rata= < | | > dengan < | | >
disebut time everage dari medan listrik kuadrat.
Mengingat bahwa :
2
| | = . = (1 + 2 )(1 + 2 )
= 1 2 + 2 2 + 2 1 2

7
Jadi Irata-rata dapat ditulis sebagai :
Iratarata = 1 + 2 + 12 (3.13)
Jika :
2
1 =< |1 | >
2
2 =< |2 | >
12 = 2 < |1 ||2 | >
12 disebut juga sebagai faktor interferensi
. 1 + 1 ) cos(
1 . 2 = 01 . 02 cos( . 2 + 2 )

Dengan mengingat :
1
< 2 2
1
< 2 2

< >= 0

Maka setelah diselesaikan persamaan diatas, didapat :


1
. 1 + 1
< 1 . 2 >= 2 01 . 02 cos( .2 2 ) (3.14)

Jadi suku interferensi menjadi :


12 == 01 . 02 (3.15)

8
Sehingga intensitas totalnya menjadi :
= 1 + 2 + 21 2 cos (3.16)

Besarnya intensitas resultan tergantung ,


Intensitas maksimum, terjadi bila cos =1 sehingga:
= 1 + 2 + 21 2
= 2 ( = 0,1,2,3, . )
Intensitas minimum, terjadi bila cos =-1 sehingga :
= 1 + 2 21 2
= (2 + 1) ( = 0,1,2,3, . )
Kejadian jika I adalah minimum disebut interferensi
melemahkan total. Misalkan, 1 =2 =
0 , . 3.16

= 20 (1 + cos ) = 4 0 2 2 (3.17)

Daerah-daerah tempat I adalah Imaks , bila dipasang layar


akan terjadi pita-pita terang dan daerah-daerah tempat I adalah
Imin akan terjadi pita-pita gelap dan sebaliknya.

9
S1=S2= sumber koheren, L
Gambar 3.3
Pola interferensi
2 2
Dari = (1 2 ) = . , maka persamaan 3.17 dapat

ditulis sebagai :

= 4 0 2 ( ) (3.18)

Gambar 3.4
Grafik hubungan I dengan x dan
10
Dari gambar dapat dilihat :

= (3.19)

x adalah jarak dua pita gelap/terang yang berurutan.


3.1.3. KOHERENSI CAHAYA

Sumber-sumber koheren dapat didefinisikan sebagai


sumber-sumber yang bergetar dengan beda fase tertentu dan
tetap. Gelombang koheren adalah gelombang-gelombang yang
mempunyai beda fase tertentu yang tidak berubah terhadap
waktu.
Sumber-sumber yang tidak koheren yaitu sumber-sumber
yang bergetar tidak saling bergantungan, sehingga :
Itotal = I1 + I2 ~|1 |2 + |2 |2

3.2. INTERFERENSI GELOMBANG-GELOMBANG YANG


KOHEREN

Cara memperoleh dua sumber yang koheren :

1. Percobaan Young dengan 2 celah.


2. Percobaan Fresnel dengan 2 cermin dan 2 Prisma.
3. Percobaan Lioyd dengan 1 cermin.
11
3.2.1. PERCOBAAN YOUNG

Gambar 3.5 Young Doble Slit


https://en.wikipedia.org/wiki/Double-slit_experiment

Kesimpulan :
sin = , (3.20)
1
sin ( + 2 ) , (3.21)

3.2.2. PERCOBAAN FRESNEL

a. Dengan 2 cermin
Dua cermin dipasang menyudut satu sama lain
membentuk sudut yang hampir 1800 ( )

12
Gambar 3.6
Diagram eksperimen interferensi Fresnel 2 cermin
https://fisikamemangasyik.wordpress.com/fisika-
3/optik-fisis/d-interferensi-cahaya/

Pada gambar diatas, sumber cahaya monokromatis


S0 ditempatkan di depan dua cermin datar yang
dirangkai membentuk sudut tertentu. Bayangan sumber
cahaya S0 oleh kedua cermin, yaitu S1 dan S2 berlaku
sebagai pasangan cahaya koheren yang berinterferensi.
Pola interferensi cahaya S1 dan S2 ditangkap oleh layar.
Jika terjadi interferensi konstruktif, pada layar akan
terlihat pola terang. Jika terjadi interferensi destruktif,
pada kayar akan terlihat pola gelap.
Sehingga diperoleh persamaan :
+ +
= 2 = (3.22)
2

13
b. Dengan 2 prisma

Gambar 3.7 Interferensi Fresnel 2 Prisma


http://file.upi.edu

D = (n-1) , adalah sudut deviasi dan adalah sudut


puncak prisma
Jarak antara 2 pita :
(+)
= (3.23)
2(1)

3.2.3. PERCOBAAN LLOYD

Menggunakan satu cermin sehingga sumber S dan


bayangan S1 merupakan dua sumber yang koheren. Jarak
S dan S1 = d. Disini sinar pantulnya mengalami perubahan

14
fase 1800, pada sudut jatuh 900 (= glancing incidence)
maka :
sin
= 1 = = (3.24)

3.2.4. INTERFERENSI DARI BANYAK SUMBER


(CELAH BANYAK )

Gambar 3.8 Interferensi celah banyak


https://www.academia.edu/9932743/

Syaratnya tetap yaitu semua sumber harus koheren.


Jarak antara 2 sumber diambil sama dengan d. Sebagai
sumber disini digunakan celah seperti percobaan young.
Beda lintasan antara sinar-sinar yang berasal dari dua
celah yang berdekatan selalu sin , sehingga beda fase
2
= sin .

15
Jika ada N buah celah (sumber) maka intensitas di
titik P pada layar adalah :
1 2
sin
2
= 0 ( 1 )
2
2

Seperti kasus sebelumnya Imax tercapai bila sin =


1
, dan Imin bila sin = ( + ) , besar Imax=N2I0
2

untuk = 2

Efek penambahan celah :


1. Pita terang menyempit.
2. Intensitas pita-pita bertambah.
3. Maksimum sekunder terjadi diantara dua maksima
utama.

Gambar 3.9 Pola intensitas untuk N buah celah


berjarak sama
http://www.academia.edu/9932743/
16
3.3. INTERFERENSI SINAR-SINAR PANTUL PADA
SELAPUT FILM TIPIS ( KEPING )

3.3.1. INTERFERENSI PADA KEPING SEJAJAR

Gambar 3.10 skema interferensi


http://www.academia.edu/9932743/Gambar_2.1._Feno
mena_interferensi_gelombang

Dua hal yang perlu diperhatikan :


1. Perbedaan fase antara cahaya (1) dan (2) tergantung
pada perbedaan jumlah gelombang yang telah
dijalani oleh cahaya-cahaya tersebut.
1
< ; =

2. Perubahan fase pada pemantulan :


Cahaya datang dari optis kurang rapat ke optis yang
lebih rapat, maka fase akan berubah dengan radial
1
yang ekivalen dengan jalan . Sebaliknya cahaya
2

17
yang datang dari optis yang lebih rapat ke optis yang
kurang rapat fase tidak berubah. Interferensi
1
maksimum terjadi bila 2 = atau =
1
( + 2 ). Untuk interferensi minimum = .

Sehingga :
= 2 cos (3.25)

Untuk cahaya yang jatuh secara normal i=0 dan r=


0, maka = 2 .

3.3.2. INTERFERENSI PADA KEPING YANG TIDAK


SEJAJAR ( BAJI )

Jika tebal keping tidak sama, maka syarat


maksimum/minimum akan tergantung pada tebal setiap
bagian. Akibatnya kita akan memperoleh pola
interferensi pada permukaan keping berupa garis-garis
gelap dan terang (tentu saja jika sumber cahaya lebar).

1
(+ )
2
Misal d = adalah tebal film tempat terjadi
2

garis terang dan d=2 adalah tebal film tempat

terjadinya garis gelap.

18
3.3.3. INTERFERENSI PADA LAPISAN FILM UDARA
BERBENTUK BAJI

Membuatnya :

Dua keping sejajar ditumpuk dan pada salah satu


tepinya diberi ganjal sehingga diantara kedua keping ada
rongga berisi udara atau bahan lain yang dapat diletakkan
disitu.

Persamaan :

1
= ( + 2)

3.3.5. CINCIN NEWTON

Percobaan cincin Newton terdiri atas lensa


plankonveks yang permukaan cembung diletakkan diatas
keping gelas sehingga diantaranya terbentuk selaput film.
Interferensi terjadi antara sinar pantul oleh permukaan
cembung dan sinar pantul oleh keping gelas maka jika
dilihat pada arah sinar pantul akan tampak cincin terang
dan gelap sesuai dengan tebal film atau d.

19
Gambar 3.11 Percobaan cincin newton

2 = ( )2 + 2 = 2 2 + 2 + 2

2
2 2, 2 = 2 ; = (3.26)
2

= 2 ; =

2 2 2
= =
2

20
3.3.6. NON REFLECTING FILM ( ANTI REFLECTION )

Peristiwa NON-Reflecting Film misalnya sekeping


gelas diatasnya dilapisi dengan suatu bahan yang indeks
biasnya antara udara dan keping gelas. Lapisan ini bersifat
sebagai pemantul yang menghasilkan 2 sinar pantul dari
permukaan atas dan bawah.

Sinar yang langsung dipantulkan pada permukaan


pertama mempunyai beda fase dan sinar yang
dipantulkan oleh permukaan kedua juga berbeda fase .

Maka kedua sinar tersebut akan menghasilkan


interferensi maksimum dan minimum mengikuti pola :

= = 2

1
= ( + 2) = 2

Gambar 3.12 lapisan non reflecting


21
Selanjutnya peristiwa- peristiwa gelap pada tebal :

1 3 2 +1
= ,4
4 4

Kesimpulan : peristiwa anti refleksi dapat terjadi bila 1 <


2 < 3

3.4. INTERFEROMETER

Interferometer adalah alat yang mempunyai cara kerja


dengan menggunakan prinsip interferensi.

3.4.1. INTERFEROMETER MICHELSON

Prinsip yang digunakan adalah pembagian amplitudo


atau pemantulan sebagian dan transmisi sebagian.
Kemudian oleh cermin-cermin berkas-berkas yang
dipantulkan dan di transmisi (dibias) dipantulkan lagi
sehingga bertemu lagi dan berinterferensi.

Gambar 3.13 Interferometer Michelson


22
3.4.2. INTERFEROMETER TWYMAN GREEN

Peralatan interferometer ini mirip dengan Peralatan


interferometer Michelson, tapi tanpa G2. Kegunaannya
untuk menguji alat-alat optik seperti : lensa, prisma dan
cermin datar.

Gambar 3.14 Interferometer Twyman Green


http://www.optique-
ingenieur.org/en/courses/OPI_ang_M02_C05/co/Contenu_
31.html

3.4.3. INTERFEROMETER JAMIN

Prinsip kerja :

Cahaya jatuh pada keping dengan sudut 450 , sebagian


dipantulkan oleh G1 sebagian lagi diteruskan dan
dipantulkan oleh permukaan yang dilapisi perak dan dibias
23
lagi. Kedua berkas yang langsung dipantulkan (1) dan
yang melalui pembiasan (2) jatuh lagi pada G2 dan
sebagian dipantulkan langsung sebagian dipantul setelah
melalui pembiasan, kemudian diterima oleh detektor.

Gambar 3.15 interferometer Jamin

Harga n dapat ditentukan dari (n-1)t= , pada


temperatur tertentu (n-1) berbanding lurus dengan tekanan,
sehingga :

2 1 +1
= ( 1) (2 +2) = (3.27)
2 +2

= konstanta

= kerapatan gas

24
3.4.4. INTERFEROMETER RAYLEIGH

Peralatan terdiri dari 2 lensa, celah rangkap. Lensa L1


diletakkan di depan celah dan lensa L2 agak jauh di
belakang celah. Tabung T1 dan T2 diletakkan diantara L1
dan L2. Interferometer ini digunakan untuk menentukan
indeks bias cairan.

Gambar 3.16 Interferometer Rayleigh

3.4.5. INTERFEROMETER MACH ZENDER

Kegunaan :

Interferometer ini digunakan untuk menentukan indeks


bias gas.

25
Gambar 3.17 Interferometer Mach Zender

(1)
= , , , , , , ( 1) = ( ) (3.28)

= Jumlah pita-pita

3.4.6. INTERFEROMETER FABRY PEROT

Interferometer febry-perot yang memiliki kemiripan


dengan interferometer Michelson. Interferometer febry-
perot merupakan pengembangan dan perbaikan dari
percobaan yang telah dilakukan oleh Thomas dan
A.Michelson mendesain dan menciptakan sebuah
interferometer dengan menggunakan prinsip yang sama.
Jadi berawal dari sinilah Febry-Perot berusaha melakukan
perbaikan terhadap percobaan interferometer Michelson.

Dalam interferometer Febry-Perot memanfaatkan


adanya pemantulan berulang yang memperkuat area
26
dimana efek interferensi konstruktif dan destruktif terjadi
sehingga frinji-frinji yang terbentuk lebih jelas.
Inteferometer Febry-Perot terdiri dari Laser He-Ne Ne
yang digunakan sebagai sumber cahaya monokromatik,
Convex Lens, Movable Mirror akan merefleksikan berkas
cahaya dari satu sumber (laser HeNe) menuju satu titik
pada layar. Bedafase kedua berkas sama, karena sumber
cahaya berasal dari satu sumber. Dengan mengubah
panjang lintasan salah satu berkas, maka akan di dapatkan
bedafase relative dari kedua berkas. Perubahan lintasan
dari pergeseran salah satu cermin (movable mirror), hal ini
akan menyebabkan pola interferensi yang dibentuk akan
berubah pula. Dan Adjustable Mirror (M2) yang
mempunyai prinsip kerja merefleksikan dan
mentransmisikan cahaya hingga terlihat pola
interferensinya. Dengan memutar M2 sehingga pola
interferensi yang terbentuk akan terlihat pola gelap terang
(frinji) pada layar pengamatan, frinji ke dua dari pusat
ditandai sebagai acuan menghitung jumlah frinji (N) dan
harus menunjukan variasi jumlah frinji terhadap posisi
mikrometer, sehingga akan menunjukkan perbedaan
lintasan/pergeseran cermin sesungguhnya dari tiap
perubahan frinji.
27
Gambar 3.18 Interferometer Fabry Perot

3.5. GELOMBANG BERDIRI (GELOMBANG DIAM)

Gelombang berdiri adalah gelombang hasil interferensi


antara gelombang datang dan gelombang pantul pada satu
medium.

3.5.1. GELOMBANG BERDIRI DALAM 1 DIMENSI

Simpangan yang disebabkan oleh superposisi dari


gelombang dan yaitu :

= +

= 0 sin( + ) + 0 sin( ) (3.29)

28
Gambar 3.19 Gelombang berdiri

Karena letak titik O tetap, maka berarti simpangan


dititik ini senantiasa sama dengan nol. Jadi :

= 0 sin( + ) 0 sin( )
= 0 (sin( + ) sin( ))
= 0 2 cos sin

= 2 0 sin cos (3.30)


Dengan amplitudo pada setiap titik pada tali
dinyatakan sebagai :

= 2 0 sin (3.31)
Titik-titik yang mempunyai amplitudo Ax=0
memenuhi : kx=m , m = sembarang bilangan bulat.

29
Dengan titik simpul :

2 1
= = 2 (3.32)

Dan titik perut :

2
= (2 + 1) = (2 + 1) (3.33)
2 4

1. Contoh gelombang berdiri adalah senar gitar yang


dipetik.

Gambar 3.20 Frekuensi nada pada dawai

(2+1)
= , = 0,1,2, ..
2

30
2. Medium udara ( pipa organa)
Dibagi 2 :
1. Pipa organa terbuka

Gambar 3.21 pipa organa terbuka


Persamaan untuk pipa organa terbuka dapat ditulis
sebagai berikut :

(2+1)
= (3.34)
2

2. Pipa organa tertutup

Gambar 3.22 pipa organa tertutup

31
Berikut persamaan untuk menentukan panjang pipa
organa tertutup :
(2+1)
= (3.35)
4

3.5.2. GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK BERDIRI

Misalkan gelombang elektromagnetik jatuh secara


normal pada permukaan konduktor. Arah rambat pada x+
dan // , dan B // sumbu z, berarti gelombang
terpolarisasi linier ( ), //

Pada permukaan konduktor harus tegak lurus,


berarti tak dapat mempunyai komponen tangensial,
berarti = 0 pada permukaan (x=0), = . hal ini
mirip dengan gelombang tali yang tiba pada ujung yang
tak bebas, maka persamaan gelombang elektromagnetik :

= 20 sin sin (3.36)


= 20 cos cos (3.37)

32
3.6. CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN

1. Kawat baja panjangnya 40 cm diameter 1 mm, nada dasarnya



440 hz, = 7,86103 3 . Tentukan tegangan !
Jawab :

= = = 2


= , = 2

1 1
= 2 = 2 , = 2 1
1

= 2 = (2 1 )2
= 4 1 2 2
= 4 2 1 2 2
2
103
= 4. 7,86103 . 4402 . (40102 )2 ( ) . 3,14
2

= 764,5

2. Dua pengeras suara digetarkan oleh suatu sumber dengan fase


awal sama. Jarak kedua pengeras suara 10 m. Cepat rambat

bunyi di udara 340 . Seseorang berjalan dari C ke D

mendapatkan bunyi terlemah untuk kedua kalinya. CD = 10


m, AC = 10 m. Berapa frekuensi getarannya ?

33
Pembahasan :
Jika tidak ada beda fase maka :
r1-r2d sin d tg , jadi harus dicari dengan harga r1-r2
sebenarnya
1= 152 + 102 = 18,03
2 = 52 + 102 = 11,18
3
1 2 = 6,85 =
2
2
= 6,85 = 4,57
3
340
= = 4,57 = 74,40

3. pada percobaan young (celah ganda), jika jarak antara dua


celahnya dijadikan dua kali semula, maka jarak antara 2 garis
gelap yang berurutan menjadi ....
Pembahasan :
Berdasarkan persamaan :

= =

kita bisa menyimpulkan jika antara d dan y berbanding


terbalik dengan n=1(gelap terdekat), sehingga didapati
persamaan :
2
= 1
1 2

34

2 = 1 1
2

1
2 = 2 1
2

1
2 = 2 1 , jadi jawabnya 1/2 kali semula

4. Diagram di bawah menggambarkan percobaan Young. Jika d


adalah jarak antara 2 celah, L adalah jarak celah ke layar dan
P2 adalah jarak garis terang ke 2 dari terang pusat, maka
panjang gelombang cahaya yang digunakan (1 = 10-10m)
adalah

Pembahasan :

Diketahui :

(d) = 1 mm = 1 x 10-3 meter

(L) = 1 meter

(y) = 1 mm = 1 x 10-3 meter

(m) = 2
35
Ditanya :

Panjang gelombang cahaya () yang digunakan adalah.


jawab :

=


=
1 x 103 .1 x 103
= 2.1

= 0,5 x 10-6 meter = 5 x 10-7 meter

= 5000 x 10-10 meter

= 5000

5. Pada suatu percobaan interferensi celah ganda, dihasilkan


data seperti gambar di samping. Maka nilai panjang
gelombang yang digunakan adalah (1 m = 1010 )

36
Pembahasan :
Diketahui :
(d) = 0,8 mm = 8 x 10-4 meter
(l) = 1 meter
(y) = 3 mm = 3 x 10-3 meter
(m) = 4
Ditanya :
Panjang gelombang cahaya () yang digunakan adalah
Jawab :
Rumus interferensi celah ganda (interferensi
konstruktif) :
d sin = m
sin tan = y/ L = (3 x 10-3) / 1 = 3 x 10-3 meter
Panjang gelombang cahaya :
= d sin / m
= (8 x 10-4)(3 x 10-3) / 4 = (24 x 10-7) / 4
= 6 x 10-7 meter = 6000 x 10-10 meter
= 6000

6. Gambar di bawah ini merupakan sketsa lintasan sinar


pada peristiwa interferensi celah ganda S1 dan S2, titik A
dan B adalah dua garis gelap yang berurutan dan panjang

37
gelombang yang digunakan 6000 (1 = 10-10 m).
Jarak antara kedua celah adalah

Pembahasan :

Diketahui :
(L) = 1 meter

() = 6000 = 6000 x 10-10 meter = 6 x 10-7 meter

(y) = 0,2 mm = 0,2 x 10-3meter = 2 x 10-4 meter

(n) = 1

Ditanya : d=...?

Jawab :

d = m / sin

38
Dengan sin tan = y / l = (2 x 10-4) / 1 = 2 x 10-
4
meter
Jarak antara kedua celah :
d = n / sin = (1)(6 x 10-7) / (2 x 10-4)
d = (6 x 10-7) / (2 x 10-4) = (3 x 10-3)
d = 0,003 meter
d = 3 mm

7. suatu lapisan minyak diatas permukaan aiar memantulkan


warna merah. ini berarti warna biru mengalami interferensi
dan hilang dari spektrum. jika indekas refraksi (indek bias)
minyak adalah 1,25, sedangkan warn biru mempunyai
panjang gelombang = 5000 , maka tebal lapisan minimum
lapisan minyak adalah ?

Pembahasan :
Diketahui :
n = 1,25
= 5000
cos r = 1
m=1
Ditanya :
d = ......?

39
jawab :
perhatikan kata "biru mengalami interferensi dan hilang dari
spektrum". berarti yang bisa kita gunakan adalah rumusan
gelap "2n.d.cos r = m " . perhatikan pertanyaan "tebal
lapisan minimum lapisan minyak" dari pernyataan ini dapat
kita simpulkan yang dicari d dengan nilai cos r = 1.
2n.d.cos r = m
2.1,25.d.1 = 5000
2,5.d = 5000
d = 2000

8. Sebuah sinar monokromatik dengan panjang gelombang 6000


didatangkan vertikal pada lapisan tipis minyak yang indeks
biasnya = 1,2 . agar terjadi pelemahan sinar tebal minimum
lapisan minyak tersebut adalah ....

Pembahasan :
Diketahui :
= 6000 = 6.10-5 cm
n = 1,2
i = 0o
m = 1 (gelap pertama)
Ditanya :
d = ......?
40
jawab :
untuk nm jika disoal tidak ada keterangan kita anggap udara
dengan n=1
2 n d cos r = m
2.1,2.d.cos 0o = 1.6.10-5 cm
2,4 . d = 1.6.10-5 cm

9. Pada cincin Newton, jari-jari cincin gelap pertama 1 mm. 1


mm. Jari-jari lensa plan konveks 4 m. Maka panjang
gelombang cahaya yang digunakan adalah. . . .

Pembahasan

Diketahui :

r = 1 mm = 0,001 m

n= indeks bias udara = 1

R=4m

gelap ke 1 = m = 1

Ditanyakan :

= ...?

(pada soal tidak ada keterangan panjang gelombang yang


ditanyakan adalah panjang gelombang pada pada medium
41
kaca atau diudara jadi kita anggap panjang gelombang pada
kaca)

Jawab :

n r2 = m R

1.(0,001)2= 1 4

=2500

10. Pada percobaan cincin Newton yang menggunakan kaca datar


dan lensa plankonveks yang mempunyai jari-jari
kelengkungan 25 cm. jika cahaya yang dijatuhkan panjang
gelombangnya 5000 . tentukan jari-jari cincin gelap (1
amstrong = 10-10 m) ?

Pembahasan

Diketahui :

R = 25 cm = 0,25 meter

= 5000 A = 5 x 10-7 meter

Jari-jari cincin gelap pertama

= R

= 1 .5x107 .0,25
42
= 1 .25x107

= 12.5x108

= 3,535 104

11. Tali yang panjangnya 5 meter ditegangkan dengan gaya


2 N, jika gelombang merambat dengan kecepatan 40 m/s,
massa tali adalah...
Pembahasan
Dikethui:
L=5m
F=2N
v = 40 m/s
Ditanya : m = ...?
Jawab :
Gunakan persamaan Melde
v=F.L/m
m = F . L / v2
m = (2 N . 5 m / (40)2)
m = 10 / 1600 = 0,00625 kg = 6,25 gram

43
12. Sepotong dawai yang panjangnya 80 cm dan massa 16
gram dijepit kedua ujungnya dan terentang tegang
dengan tegangan 800 N. Frekuensi nada atas kedua yang
dihasilkan adalah...

Pembahasan

Diketahui
L = 80 cm = 0,8 m
m = 16 gr = 0,016 kg
F = 800 N
Ditanya : f2 = ...?
Jawab :
Terlebih dahulu hitung v
v = F . L / m = (800 N . 0,8 m) / 0,016 kg = 40000 =
200 m/s
Menghitung f2
f2 = (n + 1) v/2L = (2+ 1) 200 / (2 . 0,8) = 375 Hz

44
3.7. RANGKUMAN
Interferensi adalah hasil kerja sama antara 2 gelombang
yang bertemu di satu titik.
Konsep penting tentang interferensi dan superposisi 2
gelombang :
a) Pada superposisi kita tidak mengamati hasil perpaduan
gelombang-gelombangnya, sedangkan pada inteferensi
hasil ini penting sekali.
b) Hasil kerja sama superposisi dari dua gelombang
menimbulkan gejala fisik yang disebut interferensi.
Rumus Intensitas total : = 1 + 2 + 21 2 cos
Gelombang koheren adalah gelombang-gelombang yang
mempunyai beda fase tertentu yang tidak berubah terhadap
waktu.
Cara memperoleh dua sumber yang koheren :
1. Percobaan Young dengan 2 celah.
2. Percobaan Fresnel dengan 2 cermin dan 2 Prisma.
3. Percobaan Lioyd dengan 1 cermin.
Rumus Interferensi :
sin = ( )
1
sin = ( + 2 ) ( )

45
Rumus jarak dua pita gelap/terang yang berurutan.
L
x= d

Rumus Interferensi lapis tipis/dua keping sejajar


= 2 cos
1
Interferensi maksimum terjadi bila 2 = atau
1
= ( + 2 ). Untuk interferensi minimum = .

Rumus cincin Newton :


= 2 ; =

2 2 2
= =
2

Interferometer adalah alat yang mempunyai cara kerja


dengan menggunakan prinsip interferensi.
Jenisnya :
1. Interferometer Michelson
2. Interferometer Twyman Green
3. Interferometer Jamin
4. Interferometer Rayleigh
5. Interferometer Mach Zender
6. Interferometer Fabry Perot

46
Gelombang berdiri adalah gelombang hasil interferensi
antara gelombang datang dan gelombang pantul pada satu
medium.
Rumus gelombang elektromagnetik :
= 20 sin sin
= 20 cos cos

47