Anda di halaman 1dari 22

ANDERSON TOWER

PROJECT

METODA PEKERJAAN RAFT FOUNDATION


1.PENDAHULUAN
1.1. Informasi
Pondasi raft pada extention phase 4 (Tower Anderson) untuk zone-2 memiliki dimensi :

Tinggi : Variatif (2.5 / 4.9 meter)


Luas :
Volume :

Untuk overlap pengecoran kearah podium :

Luas : 403,04m2
Tebal Pelat : 1 m
Volume Beton : 403,04m3

Total pengecoran raft foundation ditambah overlap pengecoran adalah 4506.28 m3

RAFT FOUNDATION 1

2. LINGKUP PEKERJAAN
2.1. Lingkup pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan raft foundation adalah sebagai
berikut :
a. Pekerjaan galian tanah
b. Pekerjaan dewatering
c. Pekerjaan potong kepala bored pile
d. Pekerjaan bekisting
e. Pekerjaan anti rayap
f. Pekerjaan struktur, yaitu :
- Pekerjaan lantai kerja
- Pekerjaan pembesian
- Pekerjaan pengecoran beton

1
ANDERSON TOWER
PROJECT

g. Pekerjaan thermocouple
h. Pekerjaan water proofing
i. Pekerjaan floor hardener

3. ALAT
Pekerjaan Raft Foundation ini membutuhkan peralatan sebagai berikut :
3.1. Alat bantu persiapan :
a. Pompa dewatering : 5 unit
b. Lampu penerangan : 24 unit
c. Air kerja
d. Auto level : 3 unit
e. Thedolite : 1 unit
f. Bak ukur : 4 unit
g. Tenda/terpal

3.2. Alat bantu sebelum pengecoran :


a. Concrete pump : 5 unit + 1 unit standby (cadangan)
b. Pipa Concrete Pump
c. Kompressor : 1 unit
d. Thermocouple : 7 titik @3 lapis/titik

3.3. Alat dan bahan saat pengecoran :


a. Vibrator : 6 unit
b. Jidar alumunium : 6 unit
c. Pipa relaat (jarak 2m)

3.4. Alat dan bahan sesudah pengecoran :


a. Styrofoam (t=5cm)
b. Plastik
c. Pasir

4. PERENCANAAN
4.1. Perencanaan Alat dan Tenaga Kerja

2
ANDERSON TOWER
PROJECT

a. Menentukan supplier beton, kapasitas batching plant dan kontinuitas pengiriman


beton karena banyaknya beton yang dibutuhkan.
b. Menentukan jumlah concrete pump yang dibutuhkan untuk menjamin pelaksanaan
pengecoran tidak terjadi pemberhentian pada saat pengecoran.
c. Dengan kapasitas pompa sebesar 18 m3/jam direncanakan akan digunakan 5 buah
pompa dan satu unit pompa cadangan.

Kapasitas 1 pompa = 1 mixer / 7m3/ 20 menit

Dianggap 20 menit adalah faktor setting pompa, setting mixer, pompa macet, ketidak
lancaran semprotan dan lain-lain.

Jumlah mixer
- 1 mixer = 7 m3
- 4507/7 = 664 mixer

Jumlah pompa dan waktu (pengecoran Non Waterproofing)


- 5 pompa x 18 m3 = 90 m3/jam
- Volume Non WP = 4507 m

- Waktu Pengecoran Non WP


4507 m3 / 90 m3 = 50 jam

d. Menentukan jumlah tenaga kerja pengecoran yang dibutuhkan dan pembagian shift.
Waktu pengecoran adalah 50 jam

Dibutuhkan 2 shift dengan jumlah staff + pekerja 108 orang untuk setiap 12 jam.
- 50 jam / 12 = 4,16 ~ 5 shift.
- 2 x 108 orang = 216 orang (2 shift per hari)
Pastikan initial setting time beton 10 jam (minimum) check kembali mix design
Di dalam mix design, initial setting beton Fc 30B = 11 jam
5. PELAKSANAAN
Tahapan pekerjaan Raft Pondasi ini adalah sebagai berikut:

Pekerjaan Galian Tanah

Pekerjaan Potong Kepala Bored Pile

3
ANDERSON TOWER
PROJECT

Marking Bored Pile

Shop Drawing

Anti Rayap

Bekisting dan Lantai Kerja

Pembesian

Thermocouple

Waterproof

Pengecoran

Floor hardener

Perawatan Beton

5.1. Pekerjaan Galian Tanah


a. Galian raft dilakukan dari arah tepi-tepi raft untuk dapat mengetahui parameter tepi
raft, apakah perlu dilakukan pembesaran pada bekisting raft atau tidak.

4
ANDERSON TOWER
PROJECT

b. Level galian untuk raft foundation adalah -18.850, sudah termasuk lantai kerja 50mm
c. Ukuran galian sudah mencakup pekerjaan bekisting raft foundation terutama untuk
ketebalan bekisting.
d. Permukaan galian dibuat miring ke arah sumpit, sehingga air dapat terkumpul di
sumpit.

5
ANDERSON TOWER
PROJECT

Sumpit 50x50cm

e. Tebal minimum sesuai forcon drawing berada pada as slope dan pembesian mat
harus tetap rata
f. Dilakukan dewatering dengan memasang submersible pump untuk menyalurkan air
sisa yang terjebak di area pondasi raft dari sumpit untuk dibuang ke saluran kota

5.2. Pekerjaan Potong Kepala Bore Pile

6
ANDERSON TOWER
PROJECT

Pemotongan kepala bore pile 50 mm dari lantai kerja (sesuai dengan metode
pemotongan kepala bored pile)

1,45m

5cm

5.3. Pekerjaan Marking Bored Pile


Pekerjaan marking dilakukan untuk mengetahui sejauh mana titik bored pile bergeser
dari rencana.

5.4. Pekerjaan Shop Drawing


Shop drawing dibuat berdasarkan hasil marking survey mengenai titik bored pile actual.
Toleransi yang diberikan oleh perencana untuk pergeseran bored pile adalah 7.5 cm,
sehingga untuk bored pile yang bergeser lebih dari 7.5 cm harus dilaporkan ke
perencana/manajemen konstruksi kemudian dibuat pembesaran/perkuatan sesuai
desain perencana pada bekistingnya dan penambahan tulangan akibat pergeseran bored
pile harus menunggu konfirmasi dari konsultan perencana terlebih dahulu.
5.5. Pekerjaan AntiRayap
Cara kerja / Metode kerja :
Penyemprotan larutan termisida termite control mengunakan power sprayer
bertekanan sedang pada area lubang dan dinding pile cap dan Lift Pit. Sehingga
termisida dapat tersebar secara merata dan efektif.

Penyemprotan Pit Lift Penyemprotan pada Pile cap

7
Penyemprotan larutan termisida termaite control pada slab / lantai kerja yang belum ada lantai kerja
dengan tekanan tinggi sehingga memaksimalkan termisida tersebar lebih merata.
ANDERSON TOWER
PROJECT

5.6. Pekerjaan Bekisting dan Lantai Kerja


a. Bekisting yang digunakan untuk Raft adalah pasangan batako
b. Untuk lantai kerja digunakan beton B0 setebal 5 cm, kemiringan diarahkan ke sumpit.
c. Batas stop cor Raft Foundation dengan bagian lain digunakan bekisting multiplek.
d. Untuk memastikan pemasangan bekisting, elevasi dan dimensi pondasi raft sesuai
dengan shop drawing, maka dilakukan checklist bekisting.

8
ANDERSON TOWER
PROJECT

Layout Begesting Stop cor

-15800

1000

3000

-18800

Potongan Detail Stop Cor

9
ANDERSON TOWER
PROJECT

5.7. Pekerjaan Pembesian/Penulangan Raft


a. Pekerjaan pembesian pondasi raft dimulai dengan pemotongan besi dan dilanjutkan
dengan pembengkokan sesuai dengan shop drawing.
b. Membuat lubang 800x800 mm diatas pembesian Raft Foundation dan tangga pada
saat pembesian untuk jalan keluar masuk pekerja.
c. Pemasangan besi dilakukan pada lapis bawah terlebih dahulu, tidak lupa dipasang
beton deking untuk menjaga tulangan agar tidak menyentuh lantai kerja.
d. Setelah selesai pemasangan besi bawah dilakukan check list lapis bawah, untuk
mempermudah pengecekan.

e. Pasang kaki ayam untuk menahan besi lapis atas, kemudian pasang besi lapis atas
dan lakukan checklist kembali.
f. Setelah semua pembesian raft terpasang, dilakukan pemasang stek core wall dan
kolom dan dilakukan check list kembali. (untuk stek harus diperhatikan supporting
tulangan stek sesuai metode supporting tulangan stek yang sudah approved)

10
ANDERSON TOWER
PROJECT

5.8. Pekerjaan Waterproofing

Lantai Basement (External Treatment):


1 Pekerjaan persiapan:
a Cek kesiapan lokasi: lantai kerja harus dalam kondisi bebas
dari lumpur, benda-benda kayu dan lainnya.
b Koordinasi dengan team pengecoran berkaitan dengan
rencana kerja waterproofing.
2 Aplikasi waterproofing:
a Aplikasi Formdex plus 1.5 kg/m dilaksanakan dengan cara
tabur manual diatas permukaan lantai kerja.
b Penaburan serbuk Formdex plus akan dilaksanakan kira-kira
15 menit sebelum penuangan beton cor dimulai.

11
ANDERSON TOWER
PROJECT

Waterproof tabur

Waterproof spray

c Pada bidang vertikal (pilecap, balok, mat fond), aplikasi


Formdex plus dilakukan menggunakan alat spray.
i. Buat campuran waterproofing dengan perbandingan 1.5
kg serbuk + 1 liter air, aduk hingga merata.
ii. Pengaturan tekanan kompresor disesuaikan agar dapat
menjangkau area yang akan diaplikasi.

12
ANDERSON TOWER
PROJECT

iii. Penyemprotan dilakukan kira-kira 30 menit sebelum


penuangan beton cor.

5.9. Pekerjaan Thermocouple

a. Pemasangan thermocouple dilakukan setelah pekerjaan pembesian selesai.


b. Thermocouple dipasang pada 7 titik dan 3 lapis pada setiap titiknya dengan
kedalaman 0.5, 1.75 dan 2.75 m dari top of Raft Foundation

2
1

5
3

Posisi pemasangan termocouple

EL - 15.800

Depth 0.5 RAFT


Depth 0.625 2000 mm

Depth 1.75

13
ANDERSON TOWER
PROJECT

Potongan posisi pemasangan termocouple (2m)

EL - 15.800

3000 mm

Potongan posisi pemasangan termocouple (3m)

c. Thermocouple dipasang dengan menggunakan perkuatan sehingga letak dan elevasi


tidak berubah ketika pengecoran dan kabel indicator dijaga agar tetap berada diatas
permukaan.
d. Temperatur beton pada waktu pengecoran tidak boleh lebih dari 32C. Ukuran
penampang setiap penuangan harus ditentukan sedemikian rupa agar kenaikan suhu
karena panas dari hidrasi beton tidak melampaui suhu 81 C.
e. Pencatatan suhu beton dilaksanakan setelah pengecoran, sehingga perbedaan suhu
bagian dalam beton dengan permukaan tidak melebihi 20C dan perbedaan suhu
permukaan beton dgn temperatur udara kurang dari 20 C.
f. Pencatatan suhu dilakukan sampai dengan suhu < 32C dengan detail sebagai berikut
:
- Pencatatan tiap dua jam untuk 24 jam pertama.
- Setiap 3 jam untuk 48 jam berikutnya.

14
ANDERSON TOWER
PROJECT

- Selanjutnya tiap hari antara jam 11.00 pagi 13.00 siang.

5.10. Pekerjaan Pengecoran


Adapun tahap pengecoran pondasi raft adalah sebagai berikut :
a. Persiapan
- Marking level lantai dan posisi perbedaan finishing dengan menggunakan relad
dan siku
- Setting posisi pompa pada lokasi yang telah ditentukan
- Pasang pipa sesuai dengan skema
- Pembuatan construction joint/stop cor, karena pengecoran raft foundation akan
dilaksanakan berikut dengan plat yang ada diluar raft foundation, dengan over lap
1
(2m) dari dimensi raft foundation
4
- Memasang tenda-tenda untuk penanganan jika terjadi hujan

Terpal

Tiang Penyangga

- Memeriksa seluruh persiapan alat-alat baik untuk persiapan sebelum dan pada
saat berlangsung pengecoran

b. Sebelum dilaksanakan pengecoran terlebih dahulu memberikan laporan kepada


pengawas
c. Mixer datang
- Pengecoran dilaksanakan dalam satu kali pengecoran, tidak ada stop cor, artinya
menerus sampai seluruh area raft foundation terjadi pengecoran semua,
kontinuitas pengecoran harus dijaga agar tidak terjadi cold joint
- Cek nomer mobil mixer, nomor harus sesuai dengan doket dan print out komposisi
- Cek komposisi apakah sudah sesuai dengan mix design fc 30 MPa , dengan fly ash
25%
- Cek suhu/temperature beton, maximum 32C
- Cek slump dengan criteria 13 +3/-1
- Setiap mixer tidak boleh ditambahkan air

15
ANDERSON TOWER
PROJECT

Jika semua criteria tersebut sudah sesuai, maka mixer dapat dikirim ke pompa.

CP 1

CP 2

CP 3

CP 4
CP 5

d. Pengecoran dimulai dengan menggunakan 5 buah pompa dengan beton non water
proofing dengan skema sbb:
- Start pengecoran dilakukan dari arah bawah ke atas, sehingga maximum beton
didorong sejauh 2 m untuk mempermudah pelaksanaan.
- Pengecoran dilaksanakan dengan layer per layer, artinya dengan membentuk
lereng sampai pengecoran raft foundation terpenuhi dengan menggunakan
vibrator untuk pemadatan
- Tinggi jatuh dudukan beton tidak boleh lebih dari 1.5 m dari ujung corong.

16
ANDERSON TOWER
PROJECT

e. Pemadatan beton
- Pekerjaan pemadatan beton ini dilakukan dengan vibrator, untuk meyakinkan
agar tidak terjadi rongga-rongga/kantong kosong/keropos, penggunaan vibrator
dalam keadaan vertical, tidak diperbolehkan horizontal.
- Lapisan beton yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari jarum penggetar.
- Ujung vibrator tidak boleh sampai mengenai bekisting maupun pembesian.

f. Finishing
Finishing area raft ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :
- Floor hardener, pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan metode dan shop drawing
yang telah di ajukan
- Gosok manual

5.11. Pekerjaan Floor Hardener


- Metode pelaksanaan nitoflor hardtop diterapkan dengan dosis 5kg/ m2.
- Nitoflor Hardtop diterapkan dalam dua tahap :
Tahap pertama yaitu sesaat sebelum terjadi initial set (bekas sepatu 1cm),
kelebihan air yang ada dipermukaan dibersihkan. Lalu taburkan 3 kg/m2 ke
permukaan beton, lalu di trowel memakai mesin trowel. Setelah itu digunakan
roskam kayu untuk merapikan bekas-bekas trowel.
- Tahap kedua yaitu , segera taburkan 2kg/ m2 sisa nitoflor hardtop secara merata
di atas permukaan, dan trowel kembali memakai mesin trowel. Lalu rapihkan
bekas trowel dengan roskam kayu.
- Terakhir dilakukan finishing ulang memakai steel hand trowel untuk
menghilangkan dan menutup lubang-lubang kecil permukaan.
- Perkiraan Campuran

17
ANDERSON TOWER
PROJECT

Nitoflor Hardtop : 25 kg bags


Concure 75 : 210 litre drum
Coverage Nitoflor Hardtop : 3-7 kg/m2
Concure 75 : 6 m2/litre
- Penyimpanan : Jika dilindungi dari lingkungan dan tetap dalam kemasan serta
tidak rusak, umur nitoflor hardtop adalah 12 bulan.

1
TABURKAN 3 KG / M2 DI PERMUKAAN BETON

TROWEL DENGAN MESIN TROWEL

RAPIKAN DENGAN ROSKAM KAYU

2
TABURKAN 2 KG / M2 DI PERMUKAAN BETON

TROWEL DENGAN MESIN TROWEL

RAPIKAN DENGAN ROSKAM KAYU

3 FINISHING TROWEL DENGAN MESIN TROWEL

18
ANDERSON TOWER
PROJECT

RAFT FOUNDATION

5.12. Pekerjaan Perawatan


Pekerjaan perawatan beton dilakukan dengan cara :
a. Menutup permukaan beton dengan Styrofoam setebal 5cm 2 lapis, kemudian ditutup
lagi dengan menggunakan plastik
b. Penutupan dilakukan serapat mungkin untuk meminimalkan uap air yang hilang
akibat panas hidrasi beton.
c. Perawatan beton dilakukan selama 4 hari

19
ANDERSON TOWER
PROJECT

Permukaan cold joint kolom dan corewall ditutup dengan pasir.

20
ANDERSON TOWER
PROJECT

6. Contingency Plan
6.1. Jika terjadi cold joint

21
ANDERSON TOWER
PROJECT

6.2. Jika terjadi bleeding

22