Anda di halaman 1dari 429

PENGARUH MAKANAN INSTAN TERHADAP

POLA MAKANAN DAN KESEHATAN PADA REMAJA

Tugas untuk memenuhi tugas Karya Ilmiah Bahasa Indonesia

Disusun oleh:

Nama: Sarah Nurhalisah

Kelas: XI MIPA 6

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 39 JAKARTA


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, maka
saya bisa menyelesaikan karya tulis yang berjudul PENGARUH MAKANAN
INSTAN TERHADAP

POLA MAKANAN DAN KESEHATAN PADA REMAJA dan dengan harapan semoga
karya tulis ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi kita sehinga lebih
mengenal tentang apa itu mie instan sekaligus pengaruh mengkonsumsi
makanan tersebut. Karya ilmiah ini juga sebagai Tugas untuk mata pelajaran
Bahasa Indonesia.

Akhir kata semoga bisa bermanfaat bagi para pelajar dan umum khususnya pada
diri saya sendiri dan semua yang membaca makalah ini semoga bisa
dipergunakan dengan semestinya.

Jakarta, Juni tahun 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................... 2
Daftar isi................................................................................ 3
BAB I PENDAHULUAN.
A. Latar belakang masalah................................................ 4
B. Rumusan Masalah........................................................... 5
C. Tujuan Penulisan........................................................... 5
BAB II LANDASAN TEORI
A. Pengertian Makanan Siap Saji dan kandungannya .... 6
B. Dampak Makanan Siap Saji........................................... 8
C. Pola Makan Sehat ........................................................... 9
BAB III METODE PENULISAN
A. Metode Pengumpulan Data. 13
B. Metode Analisis Data 13
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN
A. Analisa data..14
B. Pembahasan. 15
C. Pengaruh terhadap pola makan..... 17
D. Pengaruh terhadap kesehatan.. .18
E. Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif ..19
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................20
B. Saran........................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................21

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan hidup manusia semakin


meningkat. Hal ini terjadi pada seluruh kalangan. Di sisi lain, kesibukan-kesibukan
dalam berbagai aktivitas seperti pekerjaan seringkali membuat kita
menomorduakan kebutuhan-kebutuhan pokok, seperti makanan. Hal tersebut
rupanya disadari oleh berbagai pengelola badan usaha sebagai peluang untuk
mencari keuntungan. Semakin hari badan usaha semakin berlomba-lomba untuk
memproduksi bahan makanan instan. Banyaknya produk makanan instan yang
beredar di pasaran semakin memanjakan konsumen apalagi utuk kalangan
remaja.
Terlebih lagi, remaja yang sedang berada pada masa peralihan dari masa
kanak-kanak menuju dewasa kian sibuk dengan hal-hal yang baru mereka kenal
sehingga timbul pola hidup konsumtif yang terkadang berlebihan. Pola berpikir
mereka seakan ikut berubah. Kalau ada yang mudah, kenapa harus memilih yang
susah? Dalam sehari seorang remaja mampu mengonsumsi beberapa jenis
makanan instan dari makanan ringan sampai makanan pokok yang digantikan
dalam bentuk instan. Makanan instan seakan telah mendarah daging dalam diri
mereka. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai makanan sehari-hari.
Akibat dari pengonsumsian makanan instan yang berlebihan dapat membuat
remaja mengabaikan pola makan yang sehat. Padahal pengonsumsian makanan
instan dalam jumlah banyak dan jangka waktu yang lama dapat menimbulkan
penimbunan zat aditif yang terkandung dalam makanan instan pada tubuh
mereka. Saat ini banyak remaja yang menderita penyakit maag, radang, dan
berbagai penyakit yang menyerang alat pencernaan. Hal ini tentu tidak lepas dari
kebiasaan mereka mengonsumsi makanan instan. Lalu apakah yang sebenarnya
terkandung dalam makanan instan? Bagaimana pengaruhnya terhadap pola
makan dan kesehatan remaja?

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan, rumusan masalah
dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa saja zat yang terkandung dalam makanan instan?
2. Bagaimana pengaruhnya terhadap terhadapat kesehatan?
3. Mengapa dapat mempengaruhi pola makan?
4. Bagaimana solusi untuk menggunakan makanan instan secara sehat

C. Tujuan Penelitian
Karya tulis ilmiah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut :
1. Mengetahui kandungan makanan instan
2. Mengetahui pengaruhnya terhadap pola makan dan kesehatan
3. Menemukan solusi dan tips untuk mengatasi pengaruh makanan instan
4. Menemukan cara untuk mengkonsumsi makanan instan dengan sehat

D. Manfaat Penelitian
Karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun
praktis. Secara teoritis, karya tulis ilmiah ini dapat dijadikan referensi tentang
angka putus sekolah di Kabupaten Kebumen. Sementara untuk manfaat praktis
dari karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi remaja, penelitian ini dapat untuk mengingatkan remaja agar tidak terlalu
sering mengkonsumsi makanan instan, agar terhindar dari berbagai penyakit yang
berbahaya dan pola makan yang tetap terjaga dengan baik.
2. Bagi khalayak umum, penelitian ini dapat dijadikan acuan bagaimana
mengkonsumsi makanan instan secara baik.
3. Bagi tenaga penyuluh, penelitian ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan
penyuluhan tentang dampak penggunaan makanan instan secara berlebihan dan
pengaruhnya terhadap kesehatan.
4. Bagi peneliti, penelitian ini dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian
lanjutan

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Makanan Siap Saji dan kandungannya

Makanan siap saji


Makanan siap saji yang dimaksud adalah jenis makanan yang dikemas, mudah
disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut
umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi
dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita
rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam
kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk
sarapan.

Zat aditif makanan


Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan dengan
tujuan untuk meningkatkan kualitas, menambahkan rasa dan memantapkan
kesegaran produk tersebut.

Kemasan makanan
Kemasan makanan adalah wadah atau tempat makanan agar kualitas
makanan tetap baik, meningkatkan penampilan produk, dan memudahkan
transportasi.
Jenis Zat Aditif dan Kemasan Makanan
Menurut Majeed (1996) zat aditif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok
berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu:
1) agen emulsi yaitu aditif yang berbahan lemak dan air contohnya lecithin
2) agen penstabil dan pemekat contohnya alginat dan gliserin,
3) agen penghalang kerak untuk mencegah penggumpalan,
4) agen peningkatan nutrisi contohnya berbagai vitamin,
5) agen pengawet contohnya garam nitrat dan nitrit,
6) agen antioksidan contohnya vitamin C dan E ; BHT (Butylated Hydroxy- Toluen)
dan BHA (Butylated Hydroxy-Anisol),
7) agen pengembang untuk roti dan bolu,
8) agen penyedap rasa contoh monosodium glutamat (MSG),
9) bahan pewarna.
Selain kesembilan zat aditif diatas juga terdapat bahan lain yang ditambahkan
dalam makanan diantaranya:
1) agen peluntur,
2) lemak hewani,
3) bahan pengasam,
4) bahan pemisah,
5) pati termodifikasi,
6) alkohol, dan
7) gelatin.
Disamping bahan-bahan yang telah disebutkan diatas yang menggunaan,
ukuran dan aturannya sudah ditentukan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI),
yang patut kita waspadai adalah adanya pewarna maupun pengawet yang
ditambahkan yang penggunaannya bukan untuk makanan seperti, borak dan
formalin sebagai pengawet yang telah dilaporkan oleh Suriawiria (2003). Dimana
disinyalir 86,2% mie basah yang terdapat dipasar dan swalayan mengandung
formalin. Selain itu warna merah pada terasi 50% adalah menggunakan pewarna
rhodamin B yang seharusnya digunakan untuk tekstil. Selain itu rhodamin juga
biasa diberikan dalam sirop untuk menimbulkan warna merah.
Kemasan makanan siap saji
Sampai saat ini menurut Ketua Federasi Pengemasan Indonesia Hengky
Darmawan di Indonesia sistem pengemasannya baru 10% yang sesuai aturan SNI.
Pemilihan jenis kemasan harus memperhatikan food grade dan food safety
(Kompas, 2003).
Beberapa faktor yang mempengaruhi produsen dalam memilih kemasan
adalah tampil menarik, mampu melindungi produk yang dikemas, dan
pertimbangan ekonomis. Bahan yang digunakan selama ini berupa plastik atau
styrofoam (pembungkus mie instant dan nugget), PVC (polyvinyl clorida untuk
pembungkus kembang gula), kaleng (makanan buah, susu, makanan lauk-pauk).
B. Dampak Makanan Siap Saji

Manfaat makanan siap saji


Makan siap saji yang beredar saat ini tercatat 500 600 jenis (Media Indonesia,
2003). Jenis tersebut terdiri dari minuman dan makanan yang diproduksi dalam
skala kecil dan besar. Ketersediaan makanan siap saji ini akan memberikan
kemudahan pemilihan jenis makanan, keragaman makanan, kualitas makanan dan
praktis

Bahaya makanan siap saji


World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO)
menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap
kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu :
1) aspek toksikologis, katagori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun
terhadap organ-organ tubuh,
2) aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu
keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan, aspek imunopatologis,
keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.
Dampak negatif zat aditif terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun
tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dampak negatif zat aditif berlebihan
Zat Aditif Dampak terhadap kesehatan
Sulfit Menyebabkan sesak napas, gatal-gatal dan bengkak.( Intisari,2001)
Zat Warna Menimbulkanalergi
Menimbulkan kanker hati
Menyebabkan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid.(
Arbor,1997)
MSG Kerusakan otak
Kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses
penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar,
dan depresi. (Republika,2003)
BHT&BHA Menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin.
(Intisari ,2001)
Pemanis Menyebabkan kanker kantong kemih (saccarin).
Gangguan saraf dan tumor otak (aspartan).
Mutagenik.
Disamping bahaya dari zat aditif makanan siap saji diatas, bahaya lain yang
dihadapi oleh konsumen/pengguna makanan siap saji adalah efek samping bahan
pengemas. Unsur-unsur bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan
konsumen karena terdapatnya zat plastik berbahaya seperti PVC yang dapat
menghambat produksi hormon testosteron (Atterwill dan Flack, 1992) kemasan
kaleng disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang
bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker (Media Indonesia, 2003), dan
styrofoam bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik (Kompas, 2003).

C. Pola Makan Sehat


Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pola diartikan sebagai suatu sistem,
cara kerja atau usaha untuk melakukan sesuatu (Depdiknas, 2001). Dengan
demikian, pola makan yang sehat dapat diartikan sebagai suatu cara atau usaha
untuk melakukan kegiatan makan secara sehat.
Andi (2011) mengemukakan pola makan sehat adalah suatu cara atau usaha
dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan maksud tertentu seperti
mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau membantu
kesembuhan penyakit.
Sedangkan pola makan sehat dan seimbang yang dimaksud dalam semiskripsi
ini adalah pola makan yang teratur di mana makanan yang dikonsumsi
mengandung zat-zat gizi yang jumlahnya sesuai dengan asupan gizi yang
dibutuhkan tubuh.
Zat-zat Gizi
Mengonsumsi pola makan yang seimbang merupakan sudah anjuran
mendasar yang hakiki bagi semua orang. Di mana asupan zat gizi yang terkonsumsi
menentukan aspek kesehatan nutrisi setiap individu.
Zat-zat gizi tersebut adalah :
Karbohidrat
Karbohidrat sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena zat inilah yang memiliki
peran penting sebagai penopang sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari
tubuh manusia. Zat karbohidrat terdapat pada makanan:
Tepung-tepungan
Penting adanya untuk senantiasa mengonsumsi salah satu makanan
sumber tepung-tepungan setiap kali makan. Contohnya: nasi, kentang mie, ubi,
singkong, dan lainnya. Bila tubuh mengalami ketidakcukupan zat karbohidrat,
maka gejala paling awal yang paling mudah didapati adalah tubuh terasa lebih
cepat lelah karena kekurangan tenaga dari biasanya.
Gula
Gula bisa didapat pada makanan, antara lain: gula pasir, gula merah, gula
batu, sirup, madu dan kue manis. Namun perlu diwaspadai, pola konsumsi gula
perlu dibatasi. Meninjau karena zat gula tidak memiliki kandungan zat gizi lainnya
kecuali karbohidrat. Dengan demikian kebanyakan gula hanya akan
mengakibatkan kegemukan pada tubuh.
Lemak
Banyak yang belum mengetahui, bahwasanya lemak merupakan sumber
tenaga juga, namun karena bentuknya lebih memakan waktu dan sulit diserap
oleh tubuh. Lemak merupakan zat yang bersifat sebagai cadangan energi bagi
tubuh. Lemak yang berlebihan dapat membuat tubuh menjadi gemuk. Lemak
terdapat pada minyak, margarin, santan, kulit ayam, kulit bebek dan lemak hewan
lainnya.
Protein
Protein berfungsi untuk pertumbuhan tubuh dan mengganti jaringan yang
rusak pada tubuh. Jelas sekali kebutuhan zat protein sudah mutlak dibutuhkan
oleh tubuh setiap hari. Protein terdapat pada: Ikan, ayam, daging, telur, susu,
tahu, tempe serta kacang-kacangan.
Vitamin & Mineral
Seperti telah diketahui bersama, vitamin dan mineral memiliki fungsi untuk
membantu melancarkan kinerja tubuh. Vitamin dan mineral banyak terdapat pada
sayuran dan buah-buahan.
Serat
Serat memiliki banyak fungsi bagi tubuh, diantara lain :

Membantu menurunkan glukosa darah


Membantu menurunkan lemak darah
Melancarkan buang air besar
Manfaat
Pola makan sehat dan seimbang sangat bermanfaat bagi tubuh,
diantaranya menjaga kondisi tubuh untuk tetap sehat dan dapat meningkatkan
daya tahan tubuh. Selain itu pola makan sehat dan seimbang juga dapat
meningkatkan konsentrasi serta kinerja otak. Pola makan sangat berpengaruh bagi
kesehatan manusia serta berpengaruh terhadap kinerja tubuh dalam melakukan
aktifitas sehari-hari. Pola makan yang kurang sehat akan menimbulkan dampak
negatif bagi tubuh salah satunya menyebabkan ketidakmaksimalan kinerja tubuh
dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

Contoh Pola Makan Tidak Sehat


Melewatkan sarapan
Banyak orang yang masih belum menyadari arti pentingnya sarapan.
Mungkin bagi sebagian orang, sarapan berarti hanya mengisi makanan ke perut
saja.
Padahal fungsinya tidak hanya sebatas menjaga agar lambung tidak kosong saja,
melainkan juga untuk meningkatkan energi dan konsentrasi pada otak dan tubuh.
Menyantap sarapan juga membantu Kita agar tidak makan terlampau banyak pada
siang hari.
Makan sebelum tidur
Belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa makan sebelum
tidur dapat menyebabkan bertambahnya berat tubuh seseorang, namun
menyantap makanan terlalu banyak atau menyantap makanan pedas, berlemak
dan minum kafein minimal 3 jam sebelum tidur dapat mengurangi kualitas dan
lamanya tidur lelap yang seharusnya kita dapatkan. Akibatnya, esok hari Kita
terbangun dengan tubuh lemas, lunglai dan tak bersemangat. Para ahli
mengatakan bahwa menyantap makanan berlemak sebelum tidur dapat membuat
kerja lambung menjadi lebih lambat sehingga makanan masih tetap tertinggal di
lambung pada saat kita tidur. Sedangkan menyantap makanan pedas sebelum
tidur dapat membuat perut Kita serasa terbakar menjelang saat tidur.
Makan sambil melakukan kegiatan lain
Selain terlihat tidak sopan, tapi makan sambil berbicara di telepon,
bermain video game atau yang lebih parah, menonton TV secara tak sadar dapat
membuat makan lebih banyak. Jika melakukan hal ini, jangan heran jika angka
timbangan kita terus bertambah. Makan sembarimelakukan kegiatan lain, akan
membuat Kita mengabaikan jumlah kalori yangKita santap. Apalagi jika kita
mengonsumsi snack favorit. Biasanya lebih sulit lagi menghentikan jumlah kalori
yang terus masuk ke tubuh.
Kurang minum air putih
Air putih sangat penting bagi kehidupan setiap makhluk hidup di bumi.
Namun yang tak diketahui oleh banyak orang adalah bahayanya kurang minum air
putih. Kurang minum air putih ternyata dapat membuat proses metabolisme
tubuh terganggu, contohnya adalah tubuh membutuhkan air untuk membakar
kalori, jika kita kurang minum air putih, otomatis proses pembakaran tak berjalan
lancar. Sebaiknya, minum banyak air putih setiap hari. Para ahli menganjurkan
minum air putih minimal 8-10 gelas perhari untuk menjaga kesehatan. Jika selama
ini kita senang minum soda, kopi atau minuman lain, alangkah baiknya jika kita
menyingkirkan semua itu dan menggantinya dengan minum air putih. Biasakan diri
untuk meminum segelas air putih setelah bangun dari tidur.
Kurang menyantap sayur dan buah
Makanan dengan rasa sayur atau buah tidak dapat digolongkan dalam
kategori sayur dan buah. Contohnya adalah permen, berondong jagung, keripik
pisang, dll. Para ahli menganjurkan untuk menyantap minimal 5 jenis buah atau
sayuran per hari. Jika kurang suka menyantap buah dan sayur, kita dapat
membuatnya menjadi aneka jus yang menarik. Jangan lupa tubuh membutuhkan
vitamin yang berasal dari sayuran dan buah-buahan, karena itu sayangilah tubuh
kita.
Akibat dari Pola Makan Tidak Sehat dan Seimbang
Kemajuan yang terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,
banyak menimbulkan perubahan, baik dari gaya hidup maupun pola makan bagi
penduduknya. Perubahan gaya hidup dari yang sederhana menjadi serba cepat
atau instan menyebabkan banyak orang memanfaatkan kemajuan teknologi di
masa kini. Sebagai contoh, untuk efisiensi waktu maka selalau pergi dengan
mengendarai motor. Akibatnya tubuh kurang banyak bergerak.
Selain itu, kesibukan yang dihadapi oleh mahasiswa juga menyebabkan
mereka hanya duduk belajar, menyelesaikan tugas-tugas, dan menghadapi stress.
Pemikiran yang serba instan ini menyebabkan banyak orang melirik ke makanan
fast food atau junkfood untk dikonsumsi. Perubahan-perubahan ini dapat dengan
mudah memicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif di usia muda, yang
sangat merugikan generasi penerus bangsa

BAB III
METODE PENULISAN

Penyusunan karya tulis ilmiah ini menggunakan satu metode dalam


pengumpulan dan pengolahan data. Data-data yang terkumpul penulis dapatkan
melalui studi pustaka dan dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Data
tersebut penulis susun dari berbagai sumber. Berikut penulis sajikan perincian
metode dalam karya tulis ilmiah ini.

A. Metode Pengumpulan Data


1. Metode Wawancara
Wawancara dilakukan pada satu narasumber. Teknik wawancara yang
digunakan adalah wawancara terbuka dengan tujuan agar subjek mengetahui
bahwa mereka sedang diwawancarai dan mengetahui pula apa maksud
wawancara itu. Wawancara dilaksanakan pada Jumat 29 Mart 2013 di desa
Panjagsari, Gombong. Beliau berprofesi sebagai ahli gizi di Puskemas wero
Gombong 1.
2. Metode Angket
Metode ini dilakukan pada banyak sumber. Kami melakukan penyebaran
angket pada remaja SMA umum. Jumlah angket yang disebar berjumlah 90
angket. Penyebaran angket diaksanakan pada Selasa, 12 Maret 2013.

B. Metode Analisis Data


Metode analisis yang digunakan dalam karya tulis ini adalah deskripsi
kualitatif. Data-data yang penulis peroleh berupa data verbal (dari proses
wawancara) dan foto (dari observasi). Data tersebut diolah menjadi kalimat yang
padu dan disajikan dalam bentuk rangkaian paragraf yang dilengkapi dengan
skema dan gambar. Dengan begitu, pembaca akan lebih mudah memahami materi
yang penulis sajikan.

BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN

A. Analisa data
Berdasarkan agket yang telah disebar, penulis ingin mengetahui tingkat
keseringan remaja dalam konsumsi makanan instan, jenis makan insta yang sering
di konsumsi dan keluhan setelah mengkonsmsi baan makanan tersebut. Hasil
yang di dapatkan sebagai beikut :
Tingkat keseringan remaja dalam mengkonsumsi makan instan dalam sehari
Remaja mengkonsumsi makan instan dalam sehari mencapai 2-3 kali perhari.
Jenis makanan instan
Jenis makanan instan yang seing dikonsumsi adalah sebagai berikut :
1. Mie instan
2. Makanan ringan (snack)
3. Nuget
4. Susu
5. Softdrink
a. Pengaruhnya tehadap pola makan
Memproduksi makanan instan berpengruh pada pola makan sebagai berikut:
1. Pola makan yang tidak teratur
2. Jarang mengkonsumsi makanan sehat (4 sehat 5 sempurna)
b. Pengaruhnya terhadap kesehatan
1. Sakit perut
2. Maag
3. Radang tengorokan
4. Pusing
5. Batuk-batuk

B. Pembahasan
1. Makanan Instan, kandungan dan dampak
Berdasarkan data yag diperoleh makanan instan yang dikonsumsi
berpengaruh pada pola makan dan kesehatan pada remaja. Pengaruh yang paling
umum disebabkan oleh zat kimia yang terkadung dalam makanan tersebut.
Kandungan zat aditif yang terkandung di dalam makanan ini secara perlahan
menggrogoti tubuh kita. Zat ini diperuntukkan agar mutu dan kestabilan makanan
tetap terjaga. Zat yang sangat sering di gunakan untuk hal ini adalah penyedap
rasa (mono sodium glutamate), pengawet seperti BHA, K-nitrit dll, anti kempal,
pemutif dan pematang tepung (aseton peroksida)dan sekustran (asam fosfat).
Masih banyak kandunga kimia yang terkandung di dalam makan cepat saji. Namun
ini merupakan bagian yang sangat merusak kesehatan kita.
Dampak dari penggunaan MSG menurut laporan Federation of the
American Society for Experimental Biologi adalah rasa terbakar di bagian leher,
mati rasa di bagian belakang leher, stress dan tegang pada kulit wajah, dada terasa
sakit, sakit kepala, detak jantung yang cepat, rasa lemah/cepat lelah dan lain-lain.
Memang kita tidak langsung merasakan dampak ini ketika mengkonsumsi
makanan cepat saji yang menggunakan MSG. Tapi, pada ambang batas tertentu
karena tubuh tidak sanggup lagi menahan zat ini maka dampak diatas akan
menyerang kita. 12 gram MSG per hari dapat menimbulkan gangguan lambung,
gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami
reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya itu saja MSG juga dapat
memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan
kecerdasan.
Kemudian BHA. BHA anti oksidan di dalam makanan agar kandungan di
dalam amakan tersebut tidak cepat hilang seperti vitamin, penyedap. Ini sering
digunakan pada lemak dan minyak. Ini akan menimbulkan efek ketagihan bagi
yang mengkonsumsinya.
Ini masih pada kandungan makan cepat saji, belum lagi bila kita menelusuri
kemasan yang dipakai makan tersebut. menurut Hengky Dermana, hanya 10%
makanan cepat saji yang sesuai SNI. (Kompas, 2003). Kemasan plastic
mengandung PVC yang menghambat testosterone (Flack, 1992) dan kemasan
kaleng mengandung (Pb) timbale dan VCM (vinyl chloride monomer). (Meida
Indonesia, 2003).
Makanan adalah salah satu komponen yang terkait lagsung dengan
kondisi kesehatan sesorang. Makanan berpengaruh sangat besar untuk
mewujudkan kondisi kesehatan yang prima bagi sesorang. Inilah ciri-ciri makanan
yang sehat:

a) Mengandung cukup zat gizi


Makanan yang sehat adalah makanan ayng secara kimia mengandung zat-
zat gizi yang di butuhkan oleh tubuh. Zat gizi yang dimaksud adalah:
a. Karbohidrat sebagai sumber energy utama
b. Protein sebagai komponen pembangun sel dan jaringan tubuh
c. Lemak sebagai komponen sel dan jaringan , sebagai pelarut vitamin dan
cadangan energy.
d. Vitamin sebagai komponen yang memperlancar proses metabolisme di dalam
sel
e. Mineral sebagai komponen yang turut serta membangun struktur tubuh dan
ikut memperlancar proses pisiologis di dalam sel.
f. Serat untuk membantu kelancaran mekanisme pencernaan di dalam saluran
pencernaan.
g. Air sebagai pelarut berbagai zat gizi yang lain.
b) Tidak mengandung zat-zat berbahaya
Suatu makanan terkadang tampak sehat /segar jika di lihat sepintas,
namun kondisi seperti itu belum menjadi jaminan jika makanan tersebut benar-
benar sehat. Segar memang di perlukan untuk menjamin ketersediaan zat gizi di
dalamnya, tetapi jika kesegaran yang tampak tersebut di sebabkan oleh factor lain
yang merupakan perlakuan khusus pada bahan makanan tersebut. Misalnya
bahan makanan dari tumbuhan yang tampak segar karena pertumbuhannya di
bantu oleh pemberian pestisida yang berlebihan. Atau bahan makanan olahan
yang tampak segar karena pemberian zat-zat pengawet. Hal hal seperti itu
sesungguhnya dapat berdampak merugikan di dalam tubuh.
Pengawet, pewarna, penyedap rasa, ( zat aditif ) adalah beberapa zat yang
banyak menimbulkan penyakit didalam tubuh.
Bahan pengawet
Bahan pengawet yang di toleransi oleh BPOM dalam jumlah terbatas adalah :
Benzoat, propionat, nitrit, nitrat, sorbat dan sulfit. Dan yang berbahaya adalah
formalin dan boraks. Kedua pengawet terakhir ini banyak di salah guankan untuk
mengawetkan makanan sehingga bisa tahan lama.
Bahan pewarna
Bahan pewarna untuk memberi tampilan yang menarik pada makanan. Bahan
ini ada yang di alami dan sintesis. Bahan pewarna alamai biasanya diambil dari
klorofil ( zat hijau daun ) untuk membei zat hijau atau karoten dari wortel untuk
memberi warna orange. Pewarna sintesis di ambil dari zat kimia yang di buat
melalui serangkaian reaksi kimia. Misalnya: Warna kuning : tartrazin, sunset
yellow, Warna merah : allura, eritrosin, amaranth, Warna biru : biru berlian.
Beberapa zat pewarna yang sesungguhnya tidak untuk makanan tetapi di
gunakan mewarnai makanan tertentu. Zat tersebut merupakan pewarna tekstil
seperti rodamin b.
Bahan pewarna buatan berbahaya jika di konsumsi secara terus menerus dan
secara berlebihan. Pewarna non makanan berbahaya karena zat tersebut memang
bukan untuk makanan dan tidak untuk di konsumsi.
Zat penyedap rasa.
Penyedap rasa ada yang alami dan ada pula yang sintesis. Penyedap rasa
alami seperti cuka, merica, garam, gula, dll lebih aman dan relatif tidak
menimbulkan efek samping. Kecuali di konsumsi secara berlebihan.
Penyedap rasa buatan mengandung monosodium glutamat ( MSG ) adalah
penyedap sintesis yang banyak di gunakan secara luas di berbagai jenis makanan
baik fast food maupun makan yang di sajikan di dalam rumah tangga. MSG adalah
zat kimia yang dapat mempengaruhi kerja saraf. Konsumsi yang terus menerus
akan menyebabkan daya ingat ( memori ) sesorang menjadi lebih lambat.

C. Pengaruh terhadap pola makan


Remaja yang cenderung mengonsumsi makanan instan akan lebih suka
mengonsumsi makanan instan terus-menerus. Hal ini sangat berakibat buruk
terhadap kesehatan pencernannya. Meskipun para remaja hanya mengonsumsi
satu jenis makanan instan dalam satu hari dan pada saat itu tidak akan langsung
terjadi reaksi. Dampaknya akan terasa sekitar 10 tahun mendatang.
Pola makan yang konsumtif ini akan memperburuk pola makan dalam
keseharian. Mereka akan lebih cenderung ngemil daripada makan makanan yang
sehat yang seharusnya mereka konsumsi dalam masa pertumbuhan. Apabila di
rumah orang tua tidak memaksa anaknya untuk makan, anak ini tidak akan makan
dengan tersendiri. Anak akan lebih senang makan di luar rumah yang kondisi
makanannya pasti sangat tidak sehat. Oleh karena itu, peran orang tua dalam
memilih jenis makanan dan mengawasi pola makan anaknya sangat penting untuk
perkembangannya.

D. Pengaruh terhadap kesehatan


Berikut ini beberapa dampak kesehatan yang di timbulkan oleh makanan instan,
1. Maag
Maag atau Gastritis berasal dari kata Gaster yang artinya lambung. Gastritis
adalah peradangan (pembengkakan) dari mukosa lambung, yang bisa disebabkan
oleh faktor iritasi dan infeksi. Seperti kita ketahui, lambung adalah organ
pencernaan dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk menyimpan makanan,
mencerna dan kemudian mengalirkan ke usus kecil. Selain itu iritasi dapat juga
disebabkan oleh obat-obatan (Aspirin, NSAID), alkohol, muntah yang kronis dan
bahan racun. Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, terbanyak Helicobacter pylori.
H.pylori berkoloni pada lapisan terdalam lapisan mukosa yang merupakan
pelindung dari mukosa lambung dan mengganggu fungsinya sebagai pelindung.
Hingga saat ini belum ada cara yang mudah untuk hidup sehat terbebas dari sakit
maag selain memperbaiki pola hidup dan pola makan.
Berikut beberapa saran:
1) Atur pola makan yang baik dan teratur (Hindari makanan berlemak dan
berminyak, banyak makan makanan berserat)
2) Hindari minuman yang mengandung alkohol
3) Berolahraga secara teratur
4) Berhenti merokok
5) Hindari penggunaan obat-obatan terutama yang mengiritasi lambung (Aspirin)
2. Diabetes
Diabetes adalah Suatu jenis penyakit yang terjadi pada seseorang akibat
kandungan gula darah di dalam tubuh tidak terkendali dan akibat gangguan sistem
metabolisme pada tubuh seseorang. Penyakit Diabetes Melitus juga sering kita
sebut dengan istilah kencing manis atau penyakit gula darah. Penyakit yang satu
ini termasuk jenis penyakit kronis yang tanda awalnya yaitu meningkatnya kadar
gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam
tubuh. Organ tubuh yang terganggu adalah pankreas yang mana sudah tidak
berfungsi sebagaimana mestinya.
Faktor Penyebab seseorang beresiko terkena diabetes, diantaranya :
Faktor keturunan
Kegemukan / obesitas biasanya terjadi pada usia 40 tahun
Tekanan darah tinggi
Angka Triglycerid (salah satu jenis molekul lemak) yang tinggi
Level kolesterol yang tinggi
Gaya hidup modern yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
Merokok dan Stress
Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat
Kerusakan pada sel pankreas

E. Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif


Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan
dapat di upayakan dengan beberapa cara antara lain :
1. Secara Internal
Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan
buah-buahan serta mengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga
mengandung zat antikarsinogen diantaranya adalah Vitamin A, C, E banyak
terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan
asparagus: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-
hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.
Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi,
mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa
bekal makanan sehat dari rumah
2. Secara eksternal
Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap
penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan
informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan
Pemerintah; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang
melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan
Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.
Non-pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen,
mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik,
mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan
pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa menjaga pola makan
agar tetap sehat dan seimbang sangatlah penting khususnya di kalangan remaja
yang memiliki pola makan konsumtif. Hal ini dikarenakan ketersediannya bahan
makanan instan yang sangat banyak baik di sekolah, di rumah maupun saat
melakukan perjalanan jauh.
Selain nikmat tetapi dampaknya sangat besar yaitu kecanduan racun yang
seharusnya tidak di konsumsi. Efek yang nyata adalah tubuh para remaja yang
digroggoti secara perlahan dan akan menyebabkan penyakit-penyakit yang
berbahaya dalam tubuhnya. Menajaga dari sekarang akan lebih baik daripada
mengobati esok hari. Boleh mengonsumsi makanan instan akan tetapi tidak terlalu
berlebihan dan tetap mengutamakan menu makanan sehat yang bergizi.
B. Saran
Saran yang diberikan penulis kepada khalayak adalah sebagai berikut:
1. Bagi para remaja tetap berhati-hati dalam mengonsumsi makanan instan dan
tetap mengutamakan makanan sehat.
2. Bagi orang tua harus mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang
jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.
3. Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap
penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan
informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan
4. Pemerintah; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang
melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan
Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.
5. Non-pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen,
mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik,
mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan
pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen.

DAFTAR PUSAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Mi_instan

http://www.rubrikita.com/2015/01/bahaya-mie-instan.html

https://hellosehat.com/bahaya-mie-instan/
KARYA ILMIAH
KENAKALAN REMAJA
NAMA : RISKA FARIDA N
KELAS : XI MIPA 6
NO ABS : 29
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah karena atas berkah, rahmat, dan
hidayahNya sehingga karya tulis ini dapat selesai sebagaimana yang saya harapkan. Tugas
karya tulis yang diberi judul Kenakalan Remaja ini ialah suatu karya
tulis yang terbentuk dari hasil kerja saya dimana tugas ini merupakan tugas dari
aspek penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kemudian dengan selesainya makalah ini, saya menghaturkan rasa terimakasih
kepada guru Bahasa Indonesia yakni bapak Junarto yang telah membimbing saya dan teman
teman dalam mengajarkan langkah-langkah pembuatan karya tulis. sehingga karya tulis ini
dapat tersusun meski banyak kekurangan didalamnya. Harapan penulis semoga karya tulis
yang telah saya susun ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Penulis menyadari bahwa dalam karya tulis ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kesalahan. Kritik serta saran yang membangun dari pembaca
penulis harapkan agar kedepannya karya tulis ini dapat jauh lebih baik lagi.
Terimakasih.
Penulis
Riska Farida

DAFTAR ISI
Halaman Judul..i
Motto...ii
Lembar pengesahaniii
Kata Pengantar .iv
Daftar Isi v
BAB I. Pendahuluan 1
1.1 Tema ...1
1.2 Judul 1
1.3 Latar Belakang 1
1.4 Rumusan Masalah 1
1.5 Tujuan 1
BAB II. Pembahasan & Isi 2
2.1 Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja .3
2.1.1 Faktor Internal ..3
2.1.2 Faktor Eksternal ..3
2.2 Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan ..4
2.3 Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja 8
2.4 Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja.......8
BAB III. Penutup ..9
3.1 Simpulan 9
3.2 Saran 9
Daftar Pustaka .10
Lampiran.11

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 TEMA
Kenakalan Remaja

1.2 JUDUL
Nakalnya Anak SMA Jaman Sekarang

1.3 LATAR BELAKANG


Banyaknya remaja yang melakukan kenakalan remaja yang tidak sewajarnya.
Ditinjau dari lingkungan sekitar yang mendukung akan anak remaja berbuat
negatif.
Kenakalan remaja terjadi karena banyaknya pengaruh dari luar yang sedang
marak terjadi.
Kembali kepada masing-masing individu.

1.4 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang menyebabkan kenakalan remaja terjadi ?
2. Bagaimana peran orang tua, guru dan lingkungan sehingga anak melakukan
kenakalan remaja ?
3. Bagaimana para remaja bisa berubah menjadi remaja yang nakal ?
4. Dampak apa saja yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja ?
5. Apa tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja?

1.5 TUJUAN
Mengetahui penyebab kenakalan remaja dan gejala-gejala yang dapat
memperlihatkan hal-hal yang mengarah pada kenakalan remaja serta untuk
memahami hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menanggulangi kenakalan
remaja.

BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-
norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan
merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan
sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia
tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum
cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa
transisi.Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara
khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada
1899 di Illinois, Amerika Serikat.
Kenakalan remaja menjadi hal yang perlu di waspadai dan lebih diperhatikan
karena seiring berkembangnya seorang anak, sudah sewajarnya seorang remaja
melakukan sebuah kenakalan. Selama kenakalan itu masih pada tingkat yang
wajar. Oleh karena itu peran orang tua dalam mendidik seorang anak apalagi
remaja sangat diperlukan penanaman nilai, dan norma yang diberikan sejak dini
dapat mempengaruhi sikap, perbuatan mental seorang anak untuk dapat memilah
mana hal yang perlu ditiru, dan mana hal yang tidak patut ditiru, pada intinya
seorang anak dapat melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apabila
peran orang tua tidak maksimal sejak anak masih kecil, pada saat tumbuh menjadi
seorang remajapun tidak menutup kemungkinan seorang remaja berbuat hal yang
melanggar aturan. Seperti banyak contoh yang terjadi, seorang remaja kedapatan
sedang merokok, meminum-minuman keras, sampai sex bebas dilakukan tanpa
rasa bersalah. Hal itu karena tidak adanya pengawasan orang tua, atau kurangnya
perhatian dari orang tua.
Banyak faktor-faktor yang membuat remaja memasuki dunia pergaulan yang
rusak. Biasanya hal ini berawal dari mereka berteman dengan teman yang
membawa dampak buruk, karena masa remaja itu masa dimana keadaan psikis
remaja bisa mudah terpengaruh. Ada faktor yang berasal dari keluarga, karena
kurangnya perhatian dari keluarga membuat anak menjadi royal dalam pergaulan.
Faktor terpenting yang membuat remaja mudah terjerumus dipergaulan bebas
karena kurangnya agama yang membentengi pikiran dan jiwa anak. Oleh karena
itu, pendidikan dasar agama pada anak sangat diperlukan dalam kehidupan si
anak. Berhasil atau tidak berhasilnya anak, kembali lagi pada peran keluarga dalam
memberikan pendidikan agama dan pada diri anak sendiri.
2.1 PENYEBAB TERJADINYA KENAKALAN REMAJA
Perilaku nakal remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri
(internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
2.1.1 Faktor Internal :
1. Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua
bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam
kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi
karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedia.
2. Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat
diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal.
Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku
tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku
sesuai dengan pengetahuannya.
2.1.2Faktor Eksternal :
1.Keluarga
Perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau
perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.
Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak
memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa
menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2.Pengaruh kawan sepermainan yang kurang baik
3. Komunitas / lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kenakalan remaja :
reaksi frustasi dirigangguan berpikir dan intelegensia pada diri remaja
kurangnya kasih sayang orang tua / keluarga
kurangnya pengawasan dari orang tua
dampak negatif dari perkembangan teknologi modern
dasar-dasar agama yang kurang
tidak adanya media penyalur bakat/hobi
masalah yang dipendam
2.2 Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan
Sebenarnya menjaga sikap dan tindak tanduk positif itu tidak hanya
tanggung jawab para guru dan keluarganya, tetapi semua orang, Guru yang selalu
mengusahakan keluarganya menjadi garda terdepan dalam memberikan
pendidikan dengan sebuah contoh, adalah cerminan komitmen dan pendalaman
makna dari seorang guru. Sang guru harus berusaha agar keluarganya baik dan
tidak korupsi agar ia dapat mengajari kepada murid-muridnya yang merupakan
remaja generasi penerus bangsa memiliki moral dan ahlak baik dan tidak korupsi,
berusaha tidak berbohong agar murid-muridnya sebagai remaja yang baik tidak
menjadi pendusta, tidak terjaebak dalam kenakalan remaja.
Guru adalah profesi yang mulia dan tidak mudah dilaksanakan serta
memiliki posisi yang sangat luhur di masyarakat. Semua orang pasti akan
membenarkan pernyataan ini jika mengerti sejauh mana peran dan tanggung
jawab seorang guru . Sejak saya baru berusia 6 tahun hingga dewasa, orang tua
saya yang merupakan seorang guru, selalu memberikan instruksi yang
mengingatkan kami para anak-anaknya adalah anak seorang guru yang harus
selalu menjaga tingkah laku agar selalu baik dan jangan sampai melakukan sebuah
kesalahan . Seberat itukah, seharus itukah kami bertindak Lantas apa hubungan
profesi orang tua dengan dengan anak-anaknya, apakah hanya anak seorang guru
yang harus demikian ?
Peran guru tidak hanya sebatas tugas yang harus dilaksanakan di depan
kelas saja, tetapi seluruh hidupnya memang harus di dedikasikan untuk
pendidikan. Tidak hanya menyampaikan teori-teori akademis saja tetapi suri
tauladan yang digambarkan dengan perilaku seorang guru dalam kehidupan
sehari-hari.
Terkesannya seorang Guru adalah sosok orang sempurna yang di tuntut
tidak melakukan kesalahan sedikitpun, sedikit saja sang guru salah dalam bertutur
kata itu akan tertanam sangat mendalam dalam sanubari para remaja. Jika sang
guru mempunyai kebiasaan buruk dan itu di ketahui oleh sang murid, tidak ayal
jika itu akan dijadikan referensi bagi para remaja yang lain tentang pembenaran
kesalahan yang sedang ia lakukan, dan ini dapat menjadi satu penyebab, alasan
mengapa terjadi kenakalan remaja.
Sepertinya filosofi sang guru ini layak untuk di jadikan filosofi hidup, karena
hampir setiap orang akan menjadi seorang ayah dan ibu yang notabenenya
merupakan guru yang terdekat bagi anak-anak penerus bangsa ini. Akan sulit bagi
seorang ayah untuk melarang anak remajanya untuk tidak merokok jika seorang
ayahnya adalah perokok. Akan sulit bagi seorang ibu untuk mengajari anak-anak
remaja untuk selalu jujur, jika dirumah sang ibu selalu berdusta kepada ayah dan
lingkungannya, atau sebaliknya. jadi bagaimana mungkin orang tua melarang
remaja untuk tidak nakal sementara mereka sendiri nakal?
Suatu siang saya agak miris melihat seorang remaja SMP sedang asik
mengisap sebatang rokok bersama adik kelasnya yang masih di SD, itu terlihat dari
seragam yang dikenakan dan usianya memang terbilang masih remaja. Siapa yang
harus disalahkan dalam kasus ini. Apakah sianak remaja tersebut, sepertinya tidak
adil kalau kita hanya menyalahkan si anak remaja itu saja, anak itu terlahir
bagaikan selembar kertas yang masih putih, mau jadi seperti apa kelak di hari
tuanya tergantung dengan tinta dan menulis apa pada selembar kertas putih itu .
Orang pertama yang patut disalahkan mungkin adalah guru, baik guru yang ada di
rumah ( orang tua ), di sekolah ( guru), atau pun lingkungannya hingga secara
tanpa disadari mencetak para remaja tersebut untuk melakukan perbuatan yang
dapat digolongkan ke dalam kenakalan remaja.
Peran orang tua yang bertanggung jawab terhadap keselamatan para
remaja tentunya tidak membiarkan anaknya terlena dengan fasilitas-fasilitas yang
dapat menenggelamkan si anak remaja kedalam kenakalan remaja, kontrol yang
baik dengan selalu memberikan pendidikan moral dan agama yang baik
diharapkan akan dapat membimbing si anak remaja ke jalan yang benar,
bagaimana orang tua dapat mendidik anaknya menjadi remaja yang sholeh
sedangkan orang tuanya jarang menjalankan sesuatu yang mencerminkan
kesholehan, ke masjid misalnya. Jadi jangan heran apabila terjadi kenakalan
remaja, karena sang remaja mencontoh pola kenakalan para orang tua
Tidak mudah memang untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru
diharapkan tidak hanya didasari oleh gaji guru yang akan dinaikkan, bukan
merupakan pilihan terakhir setelah tidak dapat berprofesi di bidang yang lain,
tidak juga karena peluang. Selayaknya cita-cita untuk menjadi guru didasari oleh
sebuah idealisme yang luhur, untuk menciptakan para remaja sebagai generasi
penerus yang berkualitas.
Sebaiknya Guru tidak hanya dipandang sebagai profesi saja, tetapi adalah
bagian hidup dan idialisme seorang guru memang harus dijunjung setinggi-
tingginya. Idealisme itu seharusnya tidak tergantikan oleh apapun termasuk uang.
Namun guru adalah manusia, sekuat-kuatnya manusia bertahan dia tetaplah
manusia, jika terpaan cobaan itu terlalu kuat manusia juga dapat melakukan
kesalahan.
Akhir akhir ini ada berita di media masa yang sangat meruntuhkan citra
sang guru adalah berita tentang pencabulan Oknum guru terhadap anak didiknya.
Kalau pepatah mengatakan guru kencing bediri murid kencing berlari itu benar,
berarti satu orang guru melakukan itu berapa orang murid yang lebih parah dari
itu, hingga akhirnya menciptakan pola kenakalan remaja yang sangat tidak ingin
kita harapkan.
Gejala-gejala ini telah menunjukan kebenarannya. Kita ambil saja kasus
siswa remaja mesum yang dilakukan oleh para remaja belia seperti misalnya
kasus-kasus di remaja mesum di taman sari Pangkalpinang ibukota provinsi
Bangka Belitung, lokasi remaja pacaran di bukit dealova pangkalpinang, dan
remaja Ayam kampus yang mulai marak di tambah lagi foto-foto syur remaja SMP
jebus, ini menunjukkan bahwa pepatah itu menujukkan kebenarannya.
Kerja team yang terdiri dari orang tua (sebagai guru dirumah), Guru di
sekolah, dan Lingkungan (sebagai Guru saat anak-anak, para remaja bermain dan
belajar) harus di bentuk. diawali dengan komunikasi yang baik antara orang tua
dan guru di sekolah, pertemuan yang intensif antara keduanya akan saling
memberikan informasi yang sangat mendukung bagi pendidikan para remaja.
Peran Lingkungan pun harus lebih peduli, dengan menganggap para remaja yang
ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun
akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orang tua tentang tindak
tanduk si remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi
perkembangannya agar tidak terjebak dalam kenakalan remaja.
Terlihat betapa peran orang tua sangat memegang peranan penting dalam
membentuk pola perilaku para remaja, setelah semua informasi tentang
pertumbuhan anaknya di dapat, orang tuapun harus pandai mengelola informasi
itu dengan benar.
Terlepas dari baik buruknya seorang guru nampaknya filosofi seorang guru
dapat dijadikan pegangan bagi kita semua terutama bagi para orang tua untuk
menangkal kenakalan remaja, Sang guru bagi para remaja adalah Orang tua, guru
sekolah dan lingkungan tempat ia di besarkan. Seandainya sang guru dapat
memberi teladan yang baik mudah-mudahan generasi remaja kita akan ada di
jalan yang benar dan selamat dari budaya "kenakalan remaja" yang merusak
kehidupan dan masa depan para remaja.
2.3 Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja :
membolos sekolah
kebut-kebutan di jalanan
Penyalahgunaan narkotika
perilaku seksual pranikah
perkelahian antar pelajar
dan lain-lain
2.4Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja
Orang tua harus selalu memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih
sayangnya kepada anaknya. Jadilah tempat curhat yang nyaman sehingga
masalah anak-anaknya segera dapat terselesaikan.
Perlunya ditanamkan dasar agama yang kuat pada anak-anak sejak dini.
Pengawasan orang tua yang intensif terhadap anak. Termasuk di sini media
komunikasi seperti televisi, radio, akses internet, handphone, dll.
Perlunya materi pelajaran bimbingan konseling di sekolah.
Sebagai orang tua sebisa mungkin dukunglah hobi/bakat anak-anaknya
yang bernilai positif. Jika ada dana, jangan ragu-ragu untuk memfasilitasi
hobi mereka, agar anak remaja kita dapat terhindar dari kegiatan-
kegiatan negatif.
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN dan SARAN

3.1 Simpulan
1) Pada dasarnya kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang
menyimpangd a r i norma-norma hukum pidana yang
d i l a k u k a n o l e h r e m a j a . P e r i l a k u tersebut akan merugikan dirinya
sendiri dan orang-orang disekitarnya.
2) Kenakalan remaja pada zaman sekarang ini disebabkan oleh
beberapa factor.P e r i l a k u n a k a l r e m a j a d i s e b a b k a n o l e h f a c t o r
r e m a j a i t u s e n d i r i ( i n t e r n a l ) maupun faktor dari luar (eksternal).
3) Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang -orang
dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang
berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
4) Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya merupakan hal -
hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja.
5) Anak-anak yang tidak disukai oleh teman -temannya anak tersebut
menyendiri. Anak yang demikian akan dapat menyebabkan kegoncangan emosi.

3.2 Saran
1) Perlu adanya tindakan -tindakan dari pemerintah un tuk
m e n g a w a s i t i n d a k a n remaja di Indonesia agar tidak terjerumus pada
kenakalan remaja.
2) Perlunya penanaman nilai moral, pendidikan dan nilai
r e l i g i o u s p a d a d i r i seorang remaja

DAFTAR PUSTAKA
Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali.
Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan Ulani Yunus, 2007
v PT BALAI PUSTAKA (PERSERO) JALAN GUNUNG SAHARI RAYA NOMOR.4, JAKARTA
10710
v http://googel22.blogspot.com/2012/10/kenakalan-remaja.html
v http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Microsoft%20Word%20-
%20KENAKALAN%20REMAJA_PENYEBAB%20DAN%20SOLUSI_.pdf
KARYA ILMIAH
PENGARUH HANDPHONE UNTUK MASYARAKAT DAN
PELAJAR
NAMA : TASYA INDAH RAMADHAANI
KELAS : XI MIPA 6
NO : 35
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah ini. Karya tulis ilmiah ini berjudul
PengaruhHandphone Terhadap Kehidupan dan Remaja Makalah ini berisikan
tentang informasi Pengertian Handphone , sejarah Handphone,
Pengaruh handphone terhadap kehidupan dan remaja, dll. Diharapkan Makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
pengaruh handphone terhadap kehidupan dan remaja.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam kata pengantar
ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Penulis

Tasya Indah Ramadhaani

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... 2
DAFTAR ISI..... 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang... 4
1.2 Tujuan... 5
1.3 Rumusan masalah.. 5

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Devinisi Handphone 6
2.2 Perkembangan handphone dari masa ke masa 6
2.3 Peranan telepon genggam dalam kehidupan remaja... 7
2.4 Fakta para remaja yang menggunaan handphone 8
2.5 Pengaruh pengguna handphone terhadap kesehatan... 9
2.6 Tindakan remaja untuk menghindari penyalahgunaan handphone. 10

BAB III PENUTUP


3.1 Kesikmpulan 12
3.2 Saran 12

DAFTAR PUSTAKA. 14

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi. Konsumsi
masyarakat akan teknologi menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin
canggih komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam
penyampaiannya kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat dekat dan tanpa
jarak.
Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan
manusia. Berawal dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah
kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Kini
teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan
zaman sehingga terjadi pengalihan fungsi teknologi. Contohnya pada salah satu
fasilitas canggih pada masa ini yang akan kami bahas yaitu mengenai telepon
genggam yang lebih dikenal dengan sebutan handphone.
Disamping harga yang ditawarkan cukup terjangkau, berbagai fitur handphone
juga diberikan sebagai penunjang majunya teknologi. Dengan semakin
berkembangnya teknologi, perangkat Handphone semakin lengkap mulai dari
Game, Mp3, Kamera, Radio, dan koneksi Internet.

Di kalangan remaja menggunakan handphone sebagai alat multi fungsi


karena multi fungsi tersebut para remaja dapat menggunakan secara positif dan
negatif tergantung dari tiap individu.
Contoh positif dari penggunaan handphone oleh remaja:
1. Mempermudah berkomunikasi untuk menyambung silaturahmi (pesan dan
telepon).
2. Sarana untuk mencari kebutuhan informasi (internet).
3. Membantu proses pembelajaran.
4. Sarana untuk hiburan (permainan, audio, video).

Contoh negatif dari penggunaan handphone oleh remaja:


1. Sebagai alat untuk menyimpan hal-hal yang mengandung asusila.
2. Sebagai sarana untuk saling berlomba menunjukkan prestise.
3. Penggunaan tidak sesuai dengan kondisi. Misalnya saat proses belajar mengajar
sedang berlangsung menggunakan handphone untuk sms-an dengan teman.

1.2 Tujuan
Tujuan karya tulis adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui perkembangan handphone serta penggunaannya oleh remaja.
2. Memberikan informasi kepada siswa, guru dan masyarakat terutama remaja
mengenai perkembangan handphone.
3. Memberikan informasi kepada siswa, guru dan masyarakat terutama remaja
mengenai dampak penggunaan handphone.
4. Melatih siswa untuk dapat membuat karya tulis ilmiah dengan baik dengan data-
data yang telah ada.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa definisi handphone?
2. Bagaimana perkembangan telepon genggam dari masa ke masa?
3. Apa peranan telepon genggam terhadap kehidupan remaja seiring dengan
perkembangan teknologi dan komunikasi?
4. Bagaimana fakta sikap para remaja yang menggunakan handphone?
5. Apa pengaruh penggunaan handphone bagi kehidupan?
6. Apa tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan
handphone?

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Handphone


Apa itu handphone?Telepon genggam atau Handphone adalah sebuah
perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang
sama dengan telepon fixed line sehingga konvesional namun dapat dibawa keman-
mana ( portable ) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon
menggunakan kabel ( nirkabel, wireless ).

2.2 Perkembangan Handphone Dari masa ke masa


- Sejarah Handphone
Teknologi handphone pertama kali diperkenalkan pada tanggal 3 April
1973. Komunitas bisnis telefon bergerak mengingatnya sebagai hari
lahirnya handphone. Saat itu untuk pertama kalinya pembicaraan jarak jauh dengan
perangkat telefon bergerak portable dilakukan. Yang pertama kali mencobanya
adalah Martin Cooper, General Manajer Divisi Sistem Komunikasi Motorola.
Ide handphone datang dari Cooper yang bermimpi untuk membuat alat komunikasi
yang fleksibel. Ia menginginkan untuk dapat keluar dari keterbatasan telefon tetap
(fixed phone).Handphone Mr. Cooper ini memiliki berat hampir 1 kg dengan
ukuran tinggi 33 cm. Sebagai teknologi baru, handphone tersebut tidak langsung
dijual ke masyarakat. Perlu waktu sampai 10 tahun sampai tersedia layanan
komersial telefon bergerak.
Tepatnya pada tahun 1983, ketika Motorola memperkenalkan DynaTAC
8000X. Inilah handphone pertama yang mendapat izin dari Federal
Communications Commission) FCC dan bisa dipergunakan untuk tujuan
komersial. FCC adalah badan pemerintah di AS yang mengatur semua regulasi
menyangkut penyiaran (broadcasting) dan pengiriman sinyal radio atau televisi
lewat gelombang udara. Handphone ini tersedia di pasaran pada bulan April 1983.
Beratnya sekira 16 ons atau 1/5 kg. Dijual dengan harga 3.500 Dolar AS atau sekira
Rp 30-an juta.

2.3 Peranan Telepon Genggam Pada Kehidupan Remaja


Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar
pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya.
Terutama terhadap remaja. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu
besar terhadap nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan
budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia.
Saat ini di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi
terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat, baik masyarakat
perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi,
telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda
masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-
pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun
negatif, dapat dengan mudah di akses oleh remaja.
Saat ini dapat kita lihat betapa kemajuan teknologi telah mempengaruhi
gaya hidup dan pola pikir remaja. Mereka banyak berinteraksi dengan teknologi
seperti televisi,handphone, ataupun internet. Dan juga secara pengaruh, merekalah
yang paling rentan terkena pengaruh/dampak negatif dari teknologi tersebut.
Sesungguhnya handphone sangat penting bagi para remaja, karena dengan
handphone tersebut, para remaja bisa lebih mudah dan lancar untuk berkomunikasi,
akan tetapi, akan tetapi ternyata handphone bisa menjadi barang yang
bahaya ketika ternyata handphone tersebut disalahgunakan oleh anak untuk hal-hal
yang negatif seperti menyimpan foto-foto ataupun video porno dan juga di gunakan
sebagai alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang
kurang bermanfaat seperti pacaran, sehingga dengan handphone tersebut
berdampak negatif pada anak khususnya remaja seperti terjadinya pergaulan bebas,
seks di luar nikah dan menurunnya prestasi belajar bahkan juga bisa terjadi anak
mengambil uang ataupun barang berharga milik orang tuanya tanpa izin hanya
untuk membeli pulsa.

Bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat, dan terutama sebagai orang


tua, kita harus melakukan seleksi terhaqdap kemajuan teknologi, agar semaksimal
mungkin dapat mencegah pengaruh negatif teknologi terhadap anak khususnya
kaum remaja yang merupakan generasi emas yang akan menjadi penerus
perjuangan kita membentuk bangsa yang berakhlak dan berbudaya di masa yang
akan datang.

2.4 Fakta Para Remaja Yang Menggunakan Handphone


Anak zaman sekarang sudah mempunyai handphone dan tiada hari tanpa
memeganghandphone terasa tidak enak karena handphone dapat di pergunakan
sebagai alat komunikasi, dan sebagai alat yang dapat menyimpan file-file yang
sangat berharga. Anak-anak zaman sekarang lebih
mementingkan handphone daripada pelajaran.
Berikut merupakan tindakan remaja khususnya siswa yang sering ditemukan. Ada
sikap positif dan negatif.
Fakta Positif
1. Siswa tidak gagap teknologi, siswa dapat mengikuti perkembangan era
teknologisasi dunia dan siswa dapat lebih produktif, efektif dan efisien dalam
waktu, energi dan biaya karena ada sarana komunikasi yang memudahkan
urusannya.
2. Siswa dapat mencari materi dengan search lewat handphone melalui internet.

Fakta negatif
1. Banyak siswa yang mempunyai handphone waktu luangnya banyak tersita untuk
smsan atau saling telepon (bukan untuk belajar).
2. Ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung di dalam kelas siswa memilih
sibuk dengan handphone mereka.
3. Sebagian siswa yang menggunakan alat komunikasi tersebut untuk saling
berkomunikasi ketika saat ulangan.
4. Banyak siswa yang menyimpan hal-hal yang berbau pornoaksi dan pornografi.

2.5 Pengaruh Pengguna Hanphone Terhadap Kesehatan


Ternyata selain berpengaruh gaya kehidupah sehari-hari, handphone juga
dapat mangganggu kesehatan bagi para penggunanya. Dapat kita ketahui dari
penelitian para ilmuwan tentang bahayanya penggunaan handphone. Pakar AS
menuturkan, bahwa kita semestinya mengindari 6 kebiasaan buruk
pemakaian handphone dan ada 8 jenis pengguna handphone yang sebaiknya
dihindari.
Pakar terkait menunjukkan 6 kebiasaan buruk pemakaian handphone yang
merugikan kesehatan itu meliputi :
1. Menggantungkan handphone dileher atau pinggang. Bagi mereka yang
Arrhytmia (tidak ada irama jantung), fungsi jantung tidak sempurna sebaiknya tidak
menggantungkan handphone di dada. Jikahandphone digantung di bagian
pinggang atau sisi perut mungkin akan mempegaruhi fungsi kesuburan. Cara yang
lebih aman dan sehat adalah simpan dalam tas yang dibawa serta.
2. Menempelkan handphone di telinga ketika menelepon. Ketika menelepon dan
belum tersambung, radiasi akan bertambah kuat, maka sebaiknya
jauhkan handphone dari bagian kepala, selang 5 detik kemudian baru dihubungai
kembali.
3. Sinyal handphone semakin lemah ketika menempel di telinga. Berdasarkan
prinsip kerja handphone, dalam keadaan sinyal yang agak lemah, handphone akan
meningkatkan daya luncur gelombang elektromagnetnya secara otomatis, sehingga
intensitas radiasi bertambah kuat. Dengan menempelkan ke telinga, maka radiasi
yang dialami bagian kepala akan berlipat ganda.
4. Percakapan handphone terlalu lama. Para ahli menyarankan, tidak baik
berhubungan telepon terlalu lama, jika memamg demikian bisa mempertimbangkan
memakai telepon tetap atau memeakai alat pendengar, jika terpaksa harus
berhubungan denganhandphone dalam jangka waktu lama juga harus mendengar
secara bergantian di kiri dan kanan telinga 1-2 menit.
5. Sembunyi di sudut tembok dan bisik-bisik menerima telepon rahasia.Dengan
bersembunyi di sudut bangunan dalam kondisi umum, penutupan sinyal di sudut
bangunan tidak begitu baik, sehingga dengan demikian dapat meyababkan daya
radiasi handphone dalm sudut tertentu bertambah besar.
6. Mondar-mandir (selalu bergerak). Sejumlah orang tanpa sadar suka berjalan
perlahan ketika menelepon, selalu bergerak kesana kemari, namun tidak sadar
bahwa menggerakkan posisi dapt menyababkan ketidakstabilan sinyal yang
diterima, dengan demikian menyebabkan terjadinya luncuran daya tinggi dalam
waktu singkat yag tidak diperlukan.
Selain itu, 8 tipe orang berikut ini sebaiknya mengurangi pemakaian handphone:
1. Penyakit epilepsi
2. Jantung
3. Lemah saraf parah
4. Katarak
5. Diabetes
6. Wanita hamil dan menyusui
7. Anak-anak
8. Orang tua berusia lebih dari 60 tahun

2.6 Tindakan Remaja Untuk Menghindari Penyalahgunaan Handphone


Berikut ini adalah beberapa tindakan yang bisa menghindari penyalah
gunaan Handphone
1. Menolak ajakan teman untuk menyimpan maupun melihat hal-hal yang
meyangkut pornoaksi dan pornografi.
2. Tidak membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone saat
pelajaran berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
3. Ketika berada dirumah sebaiknya mengatur waktu sebaik-baiknya antara belajar
dan menggunakan handphone.
4. Belajar sebaik mungkin agar tidak sampai menggunakan handphone saat ujian.
5. Menghindari mengakses situs porno atau mendownload konten-konten porno
darihandphone.

6. Menggunakan handphone jika diperlukan dan untuk hal-hal yang penting saja.
7. Memperbanyak konten-konten religi pada handphone.
8. Memberi kode pengaman pada handphone jika diperlukan.
Dalam hal ini pengawasan dari orang tua juga sangat penting. Mengingat
banyaknya kenakalan remaja yang kurang diperhatikan oleh orang tua.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan dapat diambil kesimpulan yaitu :
1. Salah satu teknologi yang saat ini sedang trend di masyarakat
Indonesia adalah handphone untuk berbagai kalangan
masyarakat. Handphone sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat
Indonesia. Disamping harga yang ditawarkan cukup terjangkau, berbagai
fitur handphone juga diberikan sebagai penunjang majunya teknologi.
2. Handphone kini bukan lagi sekadar alat untuk berkomunikasi saja tetapi juga
sebagai gaya hidup, penampilandan trend.
3. Perkembangan teknologi yang terdapat pada handphone begitu menakjubkan
menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan
segala peradaban dan kebudayaannya terutama terhadap remaja.
4. Handphone semakin memanjakan kita dengan berbagai teknolgi yang diterapkan.
Dan semakin beragam pula cara-cara memanfaatkan fasilitas yang semakin
canggih.
5. Sering kali handphone mengalihkan akativitas seorang pelajar yang seharusnya
belajar sebagai tugas utama.
6. Fungsi Handphone tidak digunakan sebagaimana mestinya akan tetapi malah
disalah gunakan oleh berbagai pihak.
7. Dan banyaknya sisi positif dan negatif yang ditimbulkan dengan
adanya handphone.

3.2 SARAN
1. Fasilitas canggih yang telah diberikan dalam sebuah handphone sudah
semestinya dipergunakan dengan sebaik mungkin dan sebagaimana mestinya.
2. Sebagai seorang remaja hendaknya lebih mengutamakan belajar.

3. Sebagai orang seharusnya lebih mempertimbangkan segala sesuatu yang akan


diberikan kepada anak dengan melihat akibatnya terhadap perkembangan anak
terutama yang memasuki usia remaja.
4. Penggunaan handphone yang terlalu lama dapat menimbulkan hal-hal negatif,
maka sebaiknya remaja yang sering menggunakan handphone untuk menelepon
mengurangi intensitasnya dan menggunakan seperlunya saja.

DAFTAR PUSTAKA
INTERNET
http://feelslikehome-ptk.blogspot.com/2007/07/perkembangan-handphone-dan-
jurnalisme.html
http://rana08.wordpress.com/2008/10/06/sejarah-dan-perkembangan-handphone/
http://id.wikipedia.org/wiki/handphone

PENGARUH KECERDASAN MAJEMUK ATAU MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM


PROSES PENDIDIKAN
SMAN 39 JAKARTA 2016/2017

PENGARUH KECERDASAN MAJEMUK ATAU MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM


PROSES PENDIDIKAN

TUGAS KARYA ILMIAH

Diajukan sebagai syarat untuk kenaikan kelas XI ke kelas XII

Oleh :

RIFQI NAUFAL HARNENDY

XI MIPA 6 (28)

PROGRAM STUDI MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

KELAS XI

SMAN 39 JAKARTA

TAHUN AJARAN 2016/2017


Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami
dapat menyelesaikan karya ilmiah Pengaruh Kecerdasan Majemuk atau Multiple
Intelligence Dalam Memilih Proses Pendidikan.

Karya ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan karya ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki karya ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga karya ilmiah Pengaruh Kecerdasan


Majemuk atau Multiple Intelligence Dalam Proses Pendidikan ini dapat
memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jakarta, Juni 2017

Penyusun

Daftar Isi

Kata Pengantar
i

Daftar Isi
ii

Pendahuluan
1
Pembahasan
2

Kesimpulan dan Saran


6

Daftar Pustaka
7

Pendahuluan
1. Latar Belakang
Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses
dan gagalnya Peserta Didik belajar di sekolah. Peserta Didik mempunyai taraf
kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar untuk diharapkan memperoleh
prestasi yang tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan
tinggi seseorang secara otomatis dia akan sukses belajar di sekolah.
Ada banyak kecerdasan yang dimiliki setiap orang. Teori ini juga
menekankan pentingnya model atau teladan yang sudah berhasil
mengembangkan salah satu kecerdasan hingga puncak.( Howard Gardner )
2. Rumusan Masalah
a. Apa itu kecerdasan majemuk?
b. Apa saja 9 kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner ?
c. Apa ciri-ciri dari setiap jenis kecerdasan majemuk ?
e. Apa saja manfaat dari Multiples Intelligences dalam pendidikan ?
Pembahasan
Pengertian Kecerdasan Majemuk
Kecerdasan Majemuk adalah kemampuan memecahkan masalah dan
menciptakan produk yang bernilai budaya (anak yang bisa menghasilkan sesuatu
dan bisa dinikmati dalam kehidupan manusia). Secara umum kecerdasan ini
diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam berpikir, bertindak dan
berperilaku sesuai dengan apa yang dihadapi.
Menurut Gardner, kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan
matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual
spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan
intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.
Jenis- Jenis Kecerdasan Majemuk
Berikut ini 9 macam kecerdasan yang telah dipaparkan oleh Gardner yaitu:
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara
efektif, baik untuk memengaruhi maupun memanipulasi. Dalam kehidupan sehari-
hari kecerdasan linguistik bermanfaat untuk: berbicara, mendengarkan, membaca
dan menulis.
Kecerdasan logis-matematis yaitu melibatkan ketrampilan mengolah
angka atau kemahiran mengunakan logika atau akal sehat. Dalam kehidupan
sehari-hari bermanfaat untuk : menganalisa laporan keuangan, memahami
perhitungan utang nasional, atau mencerna laporan sebuah penelitian.
Kecerdasan visual dan spasial yaitu melibatkan kemampuan seseorang
untuk memisualisaikan gambar di dalam kepala (dibayangkan) atau
menciptakannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Kecerdasan ini sangat
dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, misalnya: saat menghias
rumah atau merancang taman, menggambar atau melukis, menikmati karya seni.
Kecerdasan musik yaitu melibatkan kemampuan menyanyikan lagu,
mengingat melodi musik, memunyai kepekaan akan irama, atau sekedar
menikmati musik. Manfaat dari kecerdasan ini dapat dirasakan dalam banyak hal
dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: saat menyanyi, memainkan alat musik,
menikmati musik di TV/ Radio.
Kecerdasan interpersonal yaitu melibatkan kemampuan untuk memahami
dan bekerja dengan orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak hal misalnya:
kemampuan berempati, kemampuan memanipulasi, kemampuan membaca
orang, kemampuan berteman.

Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan memahami diri sendiri,


kecerdasan untuk mengetahui siapa diri saya sebenarnya, untuk mengetahui
apa kekuatan dan kelemahan saya. Ini juga merupakan kecerdasan untuk bisa
merenungkan tujuan hidup sendiri dan untuk memercayai diri sendiri.
Kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan seluruh tubuh dan juga
kecerdasan tangan. Dalam dunia sehari-hari kecerdasan ini sangat dibutuhkan,
misalnya: membuka tutup botol, memasang lampu di rumah, memerbaiki mobil,
olah raga, dan berdansa.
Kecerdasan naturalis yaitu melibatkan kemampuan mengenali bentuk-
bentuk alam di sekitar kita. Dalam kehidupan sehari-hari kecerdasan itu sangat
dibutuhkan untuk : berkebun, berkemah, atau melakukan proyek ekologi.
Kecerdasan Eksistensial adalah kemampuan dan kepekaan seseorang
untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam mengenai keberadaan manusia,
misal sering muncul pertanyaan dalam diri sendiri mengapa aku ada, apa makna
dari hidupku ini, bagaimana seseoramg bisa mencapai tujuan hidup yang sejati,
mengapa seseorang harus mati, bila sudah mati ke mana.
Ciri-Ciri Kecerdasan Majemuk
1. Kecerdasan Linguistik
Seorang anak yang memunyai kecerdasan linguistik memiliki kepribadian
yaitu peka terhadap bahasa, dapat berbicara dengan teratur dan sistematis,
memiliki penalaran yang tinggi. Disamping itu juga mampu mendengarkan,
membaca dan menulis, lancar dalam mengucapkan kata-kata dan suka bermain
kata-kata serta memiliki ingatan perbendaharaan kata yang kuat.
2. Kecerdasan Logis-Matematis
Anak yang memunyai kecerdasan logis matematis memiliki ciri-ciri
kepribadian yaitu anak suka berpikir abstrak dan suka akan keakuratan, menikmati
tugas hitung-menghitung. Memecahkan soal-soal dan computer dan suka
melakukan penelitian dengan cara logis, catatan tersusun rapi dan sistematis.
3. Kecerdasan Visual dan Spasial
Ciri kepribadian yang menonjol dalam diri anak yang memiliki kemampuan
visual-spasial adalah anak dapat berpikir dengan menciptakan sketsa atau sambar,
mudah sekali membaca peta dan diagram, mudah ingat bila melihat gambar,
memiliki cita warna tinggi dan mampu menggunakan semua panca indra untuk
melukiskan sesuatu.

4. Kecerdasan Musik
Beberapa sifat yang nampak dalam diri seorang anak yang memiliki
kecerdasan musik adalah anak peka terhadap nada, irama dan warna suara. Peka
terhadap nuansa emosi suatu musik dan peka terhadap gubahan musik yang
bervariasi dan biasanya sangat spiritual.
5. Kecerdasan Interpersonal
Sifat-sifat yang menonjol dalam diri orang anak yang memiliki kecerdasan
interpersonal adalah anak ahli dalam berunding, pintar bergaul dan mampu
membaca niat orang lain serta menikmati saat-saat bersama orang lain. Memiliki
banyak teman, pintar berkomunikasi, suka dengan kegiatan kelompok, gemar
bekerja sama dan menjadi mediator serta pandai membaca situasi.
6. Kecerdasan Intrapersonal
Sifat-sifat yang dimiliki oleh anak yang memunyai kecerdasan
intrapersonal adalah anak peka terhadap nilai-nilai yang dimiliki, sangat
memahami diri, sadar betul emosi dirinya, peka terhadap tujuan hidupnya,
mampu mengembangkan kepribadiannya, bisa memotivasi diri sendiri, sangat
sadar akan kekuatan dan kelemahanannya.
7. Kecerdasan Kinestetik
Ciri-ciri kepribadian anak dengan kecerdasan kinestetik adalah anak dapat
bersikap rileks, suka olah raga fisik dan suka menyentuh. Anak ahli bermain peran,
belajar dengan bergerak-gerak dan berperan serta dalam proses belajar. Selain
itu anak juga sangat peka dengan kondisi lingkungan fisik, gerak-gerik tubuh
terlatih dan terkendali dan suka bermain dengan sesuatu benda sambil
mendengarkan orang lain berbicara dan sangat berminat dengan bidang mekanik.
8. Kecerdasan Naturalis
Sifat-sifat yang dimiliki anak dengan kecerdasan naturalis adalah anak suka
dengan alam sekitar, lebih senang berada di alam terbuka daripada di ruangan dan
suka berpetualang menjelajah hutan. Anak bisa marah besar jika ada orang
membantai binatang langka, merusak dan membakar hutan, mencemari laut dan
sungai sehingga menimbulkan kematian flora dan fauna serta lebih suka
mengkonsumsi obat dan jamu trasional daripada pabrik. Anak juga lebih senang
menggunakan bahan yang alami dan tidak menimbulkan polusi lingkungan.

9. Kecerdasan Eksistensial
Sifat-sifat yang dimiliki seorang anak dengan kecerdasan Eksistensial
adalah anak suka bertanya soal kebenaran dan inti persoalan, kritis, suka
merenung dan melakukan refleksi diri serta senang berdiskusi mengenai hakekat
hidup.
Manfaat Multiple Inteligences di Dalam Pendidikan
Kita dapat menggunakan kerangka kecerdasan majemuk dalam
melaksanakan proses pengajaran secara luas. Aktivitas yang dapat dilakukan
seperti menggambar, menciptakan lagu, mendengarkan musik, dan melihat
pertunjukan dapat menjadi pintu masuk yang vital ke dalam proses belajar.
Bahkan siswa yang penampilannya kurang baik pada saat proses belajar
menggunakan pola tradisional (menekankan bahasa dan logika). Jika aktivitas ini
dilakukan akan memunculkan semangat mereka untuk belajar.
Dengan kecerdasan majemuk, maka anda menyediakan kesempatan bagi
siswa untuk belajar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan talentanya. Peran serta
orang tua dan masyarakat akan semakin meningkat dalam mendukung proses
belajar mengajar. Hal ini bisa terjadi karena setiap aktivitas siswa di dalam proses
belajar akan melibatkan anggota masyarakat.
Siswa akan mampu menunjukkan dan bebagi tentang kelebihan yang
dimilikinya. Membangun kelebihan yang dimiliki akan memberikan suatu motivasi
untuk menjadikan siswa sebagai seorang spesialis.
Pada saat anda mengajar untuk memahami siswa akan mendapatkan
pengalaman belajar yang positif dan meningkatkan kemampuan untuk mencari
solusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapinya.
Kecerdasan Majemuk memberikan pandangan bahwa terdapat sembilan
macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Yang membedakan antara satu
dengan yang lainnya adalah komposisi atau dominasi dari kecerdasan tersebut.

Kesimpulan dan Saran


Menurut Gardner, kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan
matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual
spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan
intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.
Dengan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk, siswa yang dengan
beragam dominasi kecerdasan dapat terfasilitasi pada saat belajar sehingga hasil
belajar siswa dari segi kognitif ( prestasi belajar) dan afektif (minat) meningkat.
Maka guru dalam proses pembelajaran juga harus memandang siswa
sebagai makhluk yang memiliki banyak unsur dari dirinya. Dengan demikian maka
semua potensi yang dimiliki oleh siswa dapat berkembang dengan optimal.

Daftar Pustaka

Aryanti dan Wahyuni.2003. Multiple Intelligences & Application.Salatiga ;


Gernard, howard.2011. Frames of Mind: The Theory of Multiples Intelligence. New
York ; Basic Book
Sandjaja, stefanus.2006. Teori Multiple Intelligences dan Aplikasinya di Pendidikan
Anak Usia Dini.Semarang
BAHAYA NARKOBA BAGI REMAJA

Disusun oleh:
Nama : Indah Rahmayani Putri
Kelas : XI MIPA 6
No.Absen : 12
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, maka
saya bisa menyelesaikan karya tulis yang berjudul Bahaya Narkoba Bagi
Remaja dan dengan harapan semoga karya tulis ini bisa bermanfaat dan
menjadikan referensi bagi kita sehinga lebih mengenal tentang apa itu narkoba
sekaligus bahaya apabila kita mengkonsumsi barang haram itu. Karya ilmiah ini
juga sebagai Tugas untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Akhir kata semoga bisa bermanfaat bagi Para, Pelajar, Umum Khususnya pada
diri saya sendiri dan semua yang membaca makalah ini semoga bisa dipergunakan
dengan semestinya.

Bandung, Desember tahun 2015

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................... 2
Daftar isi................................................................................ 3
BAB I PENDAHULUAN.
A. Latar belakang masalah................................................ 4
B. Rumusan Masalah...........................................................4
C. Tujuan .Penulisan........................................................... 5
D. Sistematika Penulisan.................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian narkoba....................................................... 6
B. Bahaya narkoba bagi remaja ....................................... 6
C. Bahaya narkoba bagi pelajar.........................................7
D. Referensi......................................................................... 8
BAB III PENUTUP
Kesimpulan............................................................................10
Saran...................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan yang mengandung zat adiktif/berbahaya dan
terlarang) belakangan ini amat populer di kalangan remaja dan generasi muda
bangsa Indonesia, sebab penyalahgunaan narkoba ini telah merebak ke semua
lingkungan, bukan hanya di kalangan anak-anak nakal dan preman tetapi telah
memasuki lingkungan kampus dan lingkungan terhormat lainnya. Narkoba saat ini
banyak kita jumpai di kalangan remaja dan generasi muda dalam bentuk kapsul,
tablet dan tepung seperti ekstasy, pil koplo dan shabu-shabu, bahkan dalam
bentuk yang amat sederhana seperti daun ganja yang dijual dalam amplop-
amplop.
Saat ini para orang tua, mulai dari ulama, guru/dosen, pejabat, penegak hukum
dan bahkan semua kalangan telah resah terhadap narkoba ini, sebab generasi
muda masa depan bangsa telah banyak terlibat di dalamnya.
Akibat leluasannya penjualan narkoba ini, secara umum mengakibatkan
timbulnya gangguan mental organik dan pergaulan bebas yang pada gilirannya
merusak masa depan bangsa.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dapat diketahui masalah masalah yang
muncul, masalh masalah tersebut dapat di identifikasikan sebagai berikut :
1. Kurang pemahaman dan pengetahuan masyarakat dan remaja tentang bahaya
Narkoba.
2. Kurangnya pengawasan orang tua.

C. Tujuan Penulisan
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda
dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda
tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian
hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa,
semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf.
Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi
harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran
dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Karya Ilmiah ini
bertujauan untuk
1. Sebagai pengetahuan bagi para remaja tentang bahasa narkoba bagi dirinya.
2. Sebagai sebuah referinsi sehingga para remaja itu bisa mengerti tentang jenis-
jenis Narkoba.
3. Orang tua mempunya kesadaran untuk memperhatikan anak meraka.

D. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan Karya Ilmiah ini mengunakan metode lansung dan pencarian
referensi dari berbagai sumber.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Narkoba
Menurut WHO (1982) Narkoba adalah Semua zat padat, cair maupun gas yang
dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara
fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan
untuk mempertahankan fungsi tubuh normal. Disini akan kami jelaskan tentang
jenis-jenis narkoba, yaitu diantaranya adalah:
1. Narkotika adalah Zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun
semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan
2. Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku
3. Zat adiktif adalah Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang
pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Mis
: Alkohol , rokok, cofein
B. Bahaya Narkoba Bagi Remaja
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda
dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda
tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian
hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa,
semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf.
Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi
harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran
dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan,
usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24
tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat
mengincar anak didik kita kapan saja.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara
nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-
obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai
ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering
digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.
Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka.
Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang
untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau
berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau)
yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat
pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).
C. Bahaya bagi pelajar
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para
pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya
usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang
mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.
Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di
kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat,
apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang
sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami
ketergantungan.
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red)
adalah sebagai berikut:

Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,

Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,

Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,

Sering menguap, mengantuk, dan malas,


Tidak memedulikan kesehatan diri,

Suka mencuri untuk membeli narkoba.


D. Referensi
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah
seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak
termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam
mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah
melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan
penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak
secara rutin. Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan
memberikan perhatian dan kasih sayang.
Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak
didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar
lingkungan sekolah.
Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih
ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini
adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga
perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.
Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang
tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat
menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita
jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan
kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan
datang dapat terealisasikan dengan baik
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari Pembahasan di atas bisa ditark kesimpulan bahwa
1) Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan
syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin
buruk
2) Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak
norma dan ketentraman umum.
3) Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik
secara fisik maupun psikologis
Saran
Dalam masalah yang kita hadapi hendaklah kita selalu mencari penyelesaiannya
dengan cara yang baik dan berfikir positif. Masalah Narkoba di kalanagan remaja
hanyalah segelintir masalah yang kita hadapi. Mungkin saya dapat memberikan
saran dalam penyelesaian masalah tentang Narkoba antaralain:
1. Orang tua hendaknya selalu memperhatikan kelakuan dan perubahan perilaku
anak.
2. Kasih sayang dari orang tua dan pendidikan agama.
Semoga Karya ilmiah ini dapat di gunakan sebagai referensi dalam
penanggulangan narkoba dalam kalangan remaja. Dan semoga kedepannya bangsa
ini dapat menjdi lebih baik lagi dan terbebas dari narkoba.
DAFTAR PUSTAKA
http://web.netura.net.id/
http://wikipedia.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Narcotic
http://www.pikiran-rakyat.com/
http://www.wawasandigital.com/

KARYA TULIS ILMIAH


DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PENDIDIKAN
DISUSUN :
NAMA : Millenia Aureli Salsabilla
KELAS : XI MIPA 6

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah merupakan satu kata yang pantas diucapkan kepada Tuhan
Yang Maha Esa yang karena Bimbingan Nya maka saya dapat menyelesaikan
sebuah karya tulis ilmiah dengan judul Dampak Globalisasi Terhadap
Pendidikan
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu
sehingga menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah yang dapat di pertanggung
jawabkan hasilnya. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang telah
membantu kami dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan
karya tulis ilmiah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar dalam makalah
ini. Oleh karena itu kritik dan sarn dari pembaca yang bersifat membangun
sangat saya harapkan
Terima kasih dan Semoga Makalah ini dapat memberikan sumbangan positif bagi
kita semua.
Tangerang, 1 Februari 2015
Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
Judul. i
Kata Pengantar.. ii
Daftar isi . iii
Bab 1
Pendahuluan. 1
1. Latar Belakang 1
2. Rumusan Masalah..
2
3. Tujuan... 2
4. Manfaat... 3
Bab 2
Pembahasan.. 4
1. Pengaruh globalisasi terhadap
pendidikan..4
2. Keadaan buruk pendidikan di
Indonesia... 7
3. Penyesuaian Pendidikan Indonesia di Era
Globalisasi 10
4. Pentingnya Globalisasi Pada
Pendidikan. 11
5. Elemen Yang Bisa Menghadapi Globalisasi Pada
Pendidikan11
Bab 3
Penutup. 15
1. Kesimpulan..
15
2. Saran 15
Daftar Pustaka 16
BAB 1
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Menurut asal katanya, kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya
ialah universal. Lalu arti Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang
terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek
kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi,
termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam
globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi)
aktivitas ekonomi dan budaya. Arti Globalisasi juga adalah suatu proses yang
mendunia, tidak kenal batas ruang dan waktu. Proses globalisasi berlangsung
melalui 2 dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu. Globalisasi berlangsung di
semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, dan terutama
pada bidang pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor
pendukung utama dalam globalisasi. Teknologi informasi dan komunikasi
berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas
ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat dihindari kehadirannya,
terutama dalam bidang pendidikan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin
cepatnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia
pendidikan. Banyak sekolah di indonesia mulai melakukan globalisasi dalam
sistem pendidikan internal sekolah. Hal ini terlihat pada sekolah sekolah yang
dikenal dengan billingual school, dengan diterapkannya bahasa asing seperti
bahasa Inggris dan bahasa Mandarin sebagai mata ajar wajib sekolah. Selain itu
berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga perguruan
tinggi baik negeri maupun swasta yang membuka program kelas internasional.
Salah satu dari globalisasi pendidikan yang dipadukan dengan kekayaan budaya
bangsa Indonesia. Selain itu hendaknya peningkatan kualitas pendidikan
hendaknya selaras dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Tidak dapat kita
pungkiri bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis
kemiskinan. Dalam hal ini, untuk dapat menikmati pendidikan dengan kualitas
yang baik tadi tentu saja memerlukan biaya yang cukup besar. Tentu saja hal ini
menjadi salah satu penyebab globalisasi pendidikan belum dirasakan oleh semua
kalangan masyarakat. Hal tersebut hanya dapat dinikmati golongan kelas atas
yang mapan. Dengan kata lain yang maju semakin maju, dan golongan yang
terpinggirkan akan semakin terpinggirkan dan tenggelam dalam arus globalisasi
yang semakin kencang yang dapat menyeret mereka dalam jurang kemiskinan.
Masyarakat kelas atas menyekolahkan anaknya di sekolah sekolah mewah di
saat masyarakat golongan ekonomi lemah harus bersusah payah bahkan untuk
sekedar menyekolahkan anak mereka di sekolah biasa. Ketimpangan ini dapat
memicu kecemburuan yang berpotensi menjadi konflik sosial. Peningkatan
kualitas pendidikan yang sudah tercapai akan sia-sia jika gejolak sosial dalam
masyarakat akibat ketimpangan karena kemiskinan dan ketidakadilan tidak
diredam dari sekarang.
Sumber: (www.seocontoh.com/2014/03/contoh-karya-ilmiah-tentang-
pendidikan.html) dan (http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi)
Kalau arti Pendidikan, yaitu pembelajaran pengetahuan,keterampilan,dan
kebiasaan kelompok orang yang di turunkan dari satu generasi ke generasi
berikutnya melalui pengajaran,pelatihan,atau penelitian. Pendidikan sering
terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara
otodidak.
Sumber: (http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan)
2. RUMUSAN MASALAH
Secara umum, rumusan masalah pada makalah Dampak Globalisasi Terhadap
Pendidikan ini dapat dirumuskan seperti pada pertanyaan berikut :
1 .Apa dampak dari globalisasi untuk dunia pendidikan?
2. Apa Penyebab buruknya pendidikan di era globalisasi?
3. Bagaimana cara penyesuaian pendidikan di Indonesia pada era
globalisasi?
4. Mengapa Globalisasi penting bagi pendidikan?
5. Siapa yang bisa menghadapi arus globalisasi dalam dunia pendidikan?
3.TUJUAN
1.Bagi Penulis
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru dalam ujian
praktek bahasa indonesia. Lalu, bagi saya pribadi makalah ini juga bisa
digunakan untuk menambah pengetahuan bagi pelajar, baik dalam belajar
maupun kehidupan.
2. Bagi Pembaca
Makalah ini dimaksudkan untuk membahas dampak globalisasi terhadap dunia
pendidikan dan menambah ilmu pengetahuan mengenai globalisasi. Pembaca
bisa juga digunakan makalah ini untuk langkah menuju ke pengetahuan yang
lebih luas, sehingga kedepannya tercipta sumber daya manusia yang unggull
3.Bagi Masyarakat
Supaya masyarakat bisa lebih memahami tentang arti penting globalisasi
sehingga dampak negatif yang sudah ada bisa lebih di tinggalkan. Dan juga
diharapkan agar realisasi kegiatan positif terhadap adanya pendidikan semakin
lebih baik.

4. MANFAAT
Supaya bisa memperluas kesempatan studi ke luar negeri. Lalu, bisa juga menjadi
pembanding untuk tenaga yang tidak berkualitas yang akhirnya jadi pagar
sekaligus semangat untuk lebih serius dan berkembang.
Untuk memperluas wawasan, dan semakin canggihnya ilmu pengetahuan. Selain
itu, pikiran kita bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sekarang.
Dan juga pikiran kita semakin berkembang dari zaman ke zaman. Dan juga kita
gak kalah terhadap pendidikan terhadap Negara lain.

BAB 2
PEMBAHASAN

1. Pengaruh Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan


Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari
pengaruh perkembangan globalisasi, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi
berkembang pesat. Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia
pendidikan Indonesia, karena terbuka peluang lembaga pendidikan dan tenaga
pendidik dari mancanegara masuk ke Indonesia. Untuk menghadapi pasar global
maka kebijakan pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu
pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, dan memperbaiki
manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta memberikan akses
seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
Ketidaksiapan bangsa kita dalam mencetak SDM yang berkualitas dan bermoral
yang dipersiapkan untuk terlibat dan berkiprah dalam kancah globalisasi,
menimbulkan dampak positif dan negatif dari dari pengaruh globalisasi dalam
pendidikan dijelaskan dalam poin-poin berikut:
1.Dampak Positif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia:
1. Pengajaran Interaktif Multimedia
Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran
pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi
pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer. Apabila
dulu, guru menulis dengan sebatang kapur, sesekali membuat gambar sederhana
atau menggunakan suara-suara dan sarana sederhana lainnya untuk
mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi. Sekarang sudah ada computer.
Sehingga tulisan, film, suara, music, gambar hidup, dapat digabungkan menjadi
suatu proses komunikasi. Dalam fenomena balon atau pegas, dapat terlihat
bahwa daya itu dapat mengubah bentuk sebuah objek. Dulu, ketika seorang guru
berbicara tentang bagaimana daya dapat mengubah bentuk sebuah objek tanpa
bantuan multimedia, para siswa mungkin tidak langsung menangkapnya. Sang
guru tentu akan menjelaskan dengan contoh-contoh, tetapi mendengar tak
seefektif melihat. Levie dan Levie (1975) dalam Arsyad (2005) yang membaca
kembali hasil-hasil penelitian tentang belajar melalui stimulus kata, visual dan
verbal menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang
lebih baik untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali,
dan menghubung-hubungkan fakta dengan konsep.
1. Perubahan Corak Pendidikan
Mulai longgarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara. Tuntutan untuk
berkompetisi dan tekanan institusi global, seperti IMF dan World Bank, mau atau
tidak, membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus berkompromi untuk
melakukan perubahan. Lahirnya UUD 1945 yang telah diamandemen, UU
Sisdiknas, dan PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
setidaknya telah membawa perubahan paradigma pendidikan dari corak
sentralistis menjadi desentralistis. Sekolah-sekolah atau satuan pendidikan
berhak mengatur kurikulumnya sendiri yang dianggap sesuai dengan
karakteristik sekolahnya. Kemudahan Dalam Mengakses Informasi Dalam dunia
pendidikan, teknologi hasil dari melambungnya globalisasi seperti internet dapat
membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan
serta sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjuauhan tempat
tinggalnya. Pembelajaran Berorientasikan Kepada Siswa Dulu, kurikulum
terutama didasarkan pada tingkat kemajuan sang guru. Tetapi sekarang,
kurikulum didasarkan pada tingkat kemajuan siswa. KBK yang dicanangkan
pemerintah tahun 2004 merupakan langkah awal pemerintah dalam
mengikutsertakan secara aktif siswa terhadap pelajaran di kelas yang kemudian
disusul dengan KTSP yang didasarkan pada tingkat satuan pendidikan. Di dalam
kelas, siswa dituntut untuk aktif dalam proses belajar-mengajar. Dulu, hanya
guru yang memegang otoritas kelas. Berpidato di depan kelas. Sedangkan siswa
hanya mendngarkan dan mencatat. Tetapi sekarang siswa berhak
mengungkapkan ide-idenya melalui presentasi. Disamping itu, siswa tidak hanya
bisa menghafal tetapi juga mampu menemukan konsep-konsep, dan fakta
sendiri.
2. Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia:
1. Komersialisasi Pendidikan
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan
sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. John Micklethwait
menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan bisnis yang mulai merambah
dunia pendidikan dalam bukunya Masa Depan Sempurna bahwa tibanya
perusahaan pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan. Salah
satu ciri utamanya ialah semangat menguji murid ala Victoria yang bisa
menyenangkan Mr. Gradgrind dalam karya Dickens. Perusahaan-perusahaan ini
harus membuktikan bahwa mereka memberikan hasil, bukan hanya bagi murid,
tapi juga pemegang saham.(John Micklethwait, 2007:166).

1. Bahaya Dunia Maya


Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah
juga dapat memberikan dampak negative bagi siswa. Terdapat pula, Aneka
macam materi yang berpengaruh negative bertebaran di internet. Misalnya:
pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita
yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah
diakses oleh siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol,
narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Contohnya, 6 Oktober 2009 lalu
diberitakan salah seorang siswi SMA di Jawa Timur pergi meninggalkan sekolah
demi menemui seorang lelaki yang dia kenal melalui situs pertemanan
facebook. Hal ini sangat berbahaya pada proses belajar mengajar.
1. Ketergantungan
Mesin-mesin penggerak globalisasi seperti computer dan internet dapat
menyebabkan kecanduan pada diri siswa ataupun guru. Sehingga guru ataupun
siswa terkesan tak bersemangat dalam proses belajar mengajar tanpa bantuan
alat-alat tersebut.

2. Keadaan Buruk Pendidikan di Indonesia


3. Paradigma Pendidikan Nasional yang Sekular-Materialistik
Diakui atau tidak, sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini adalah
sistem pendidikan yang sekular-materialstik. Hal ini dapat terlihat antara lain
pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi : Jenis pendidikan
mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, kagamaan,
dan khusus dari pasal ini tampak jelas adanya dikotomi pendidikan, yaitu
pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan dikotomis
semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia yang sholeh yang
berkepribadian sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan melalui
penguasaan sains dan teknologi. Secara kelembagaan,
Sekularisasi pendidikan tampak pada pendidikan agama melalui madrasah,
institusi agama, dan pesantren yang dikelola oleh Departemen Agama;
sementara pendidikan umum melalui sekolah dasar, sekolah menengah,
kejurusan serta perguruan tinggi umum dikelola oleh Departemen Pendidikan
Nasional. Terdapat kesan yang sangat kuat bahwa pengembangan ilmu-ilmu
kehidupan (iptek) dilakukan oleh Depdiknas dan dipandang sebagai tidak
berhubungan dengan agama. Pembentukan karakter siswa yang merupakan
bagian terpenting dari proses pendidikan justru kurang tergarap secara serius.
Agama ditempatkan sekadar salah satu aspek yang perannya sangat minimal,
bukan menjadi landasan seluruh aspek.
Pendidikan yang sekular-materialistik ini memang bisa melahirkan orang yang
menguasai sains-teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Akan
tetapi, pendidikan semacam itu terbukti gagal membentuk kepribadian peserta
didik dan penguasaan ilmu agama. Banyak lulusan pendidikan umum yang buta
agama dan rapuh kepribadiannya. Sebaliknya, mereka yang belajar di lingkungan
pendidikan agama memang menguasai ilmu agama dan kepribadiannya pun
bagus, tetapi buta dari segi sains dan teknologi. Sehingga, sektor-sektor modern
diisi orang-orang awam. Sedang yang mengerti agama membuat dunianya
sendiri, karena tidak mampu terjun ke sektor modern.
1. Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal, itulah kalimat yang sering terlontar di kalangan
masyarakat. Mereka menganggap begitu mahalnya biaya untuk mengenyam
pendidikan yang bermutu. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak
(TK) sampai Perguruan Tinggi membuat masyarakat miskin memiliki pilihan lain
kecuali tidak bersekolah. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak
lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis
Sekolah), dimana di Indonesia dimaknai sebagai upaya untuk melakukan
mobilisasi dana. Karena itu, komite sekolah yang merupakan organ MBS selalu
disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas
modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah komite sekolah terbentuk, segala
pungutan disodorkan kepada wali murid sesuai keputusan komite sekolah.
Namun dalam penggunaan dana, tidak transparan. Karena komite sekolah adalah
orang-orang dekat kepada sekolah.
Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum
Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk
Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar.
Dengan perubahan status itu pemerintah secara mudah dapat melempar
tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum
yang sosoknya tidak jelas. Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara
dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk
memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40
persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi
pendidikan. Akibatnya, sector yang menyerap pendanaan besar seperti
pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen
(Kompas, 10/5/2005).
Koordinator LSM Education network foa Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika,
10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah
telah melegitimasi komersalialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung
jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah
memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan.
Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan
dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk
menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin
terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara kaya dan miskin.
Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, tetapi persoalannya siapa
yang seharusnya membayarnya?. Kewajiban Pemerintahlah untuk menjamin
setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat
bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataan
Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan
dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk cuci tangan. Fandi
achmad (Jawa Pos, 2/6/2007) menjelaskan bahwa mencermati konteks
pendidikan dalam praktik seperti itu, tujuan pendidikan menjadi bergeser.
Awalnya, pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak
membeda-bedakan kelas sosial. Pendidikan adalah untuk semua. Namun,
pendidikan kemudian menjadi perdagangan bebas (free trade).
Tesis akhirnya, bila sekolah selalu mengadakan drama tahun ajaran masuk
sekolah dengan bentuk pendidikan diskriminatif sedemikian itu, pendidikan
justru tidak bisa mencerdaskan bangsa. Ia diperalat untuk mengeruk habis uang
rakyat demi kepentingan pribadi maupun golongan.
1. Kualitas SDM yang Rendah
Akibat paradigma pendidikan nasional yang sekular-materialistik, kualitas
kepribadian anak didik di Indonesia semakin memprihatinkan. Dari sisi keahlian
pun sangat jauh jika dibandingkan dengan Negara lain. Jika dibandingkan dengan
India, sebuah Negara dengan segudang masalah (kemiskinan, kurang gizi,
pendidikan yang rendah), ternyata kualitas SDM Indonesia sangat jauh tertinggal.
India dapat menghasilkan kualitas SDM yang mencengangkan. Jika Indonesia
masih dibayang-bayangi pengusiran dan pemerkosaan tenaga kerja tak terdidik
yang dikirim ke luar negeri, banyak orang India mendapat posisi bergengsi di
pasar Internasional.
Di samping kualitas SDM yang rendah juga disebabkan di beberapa daerah di
Indonesia masih kekurangan guru, dan ini perlu segera diantisipasi. Tabel 1.
berikut menjelaskan tentang kekurangan guru, untuk tingkat TK, SD, SMP dan
SMU maupun SMK untuk tahun 2004 dan 2005. Total kita masih membutuhkan
sekitar 218.000 guru tambahan, dan ini menjadi tugas utama dari lembaga
pendidikan keguruan.
Dalam menghadapi era globalisasi, kita tidak hanya membutuhkan sumber daya
manusia dengan latar belakang pendidikan formal yang baik, tetapi juga
diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai latar belakang pendidikan
non formal.
3. Penyesuaian Pendidikan Indonesia di Era Globalisasi
Dari beberapa takaran dan ukuran dunia pendidikan kita belum siap menghadapi
globalisasi. Belum siap tidak berarti bangsa kita akan hanyut begitu saja dalam
arus global tersebut. Kita harus menyadari bahwa Indonesia masih dalam masa
transisi dan memiliki potensi yang sangat besar untuk memainkan peran dalam
globalisasi khususnya pada konteks regional. Inilah salah satu tantangan dunia
pendidikan kita yaitu menghasilkan SDM yang kompetitif dan tangguh. Kedua,
dunia pendidikan kita menghadapi banyak kendala dan tantangan. Namun dari
uraian di atas, kita optimis bahwa masih ada peluang.
Ketiga, alternatif yang ditawarkan di sini adalah penguatan fungsi keluarga dalam
pendidikan anak dengan penekanan pada pendidikan informal sebagai bagian
dari pendidikan formal anak di sekolah. Kesadaran yang tumbuh bahwa keluarga
memainkan peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak akan membuat
kita lebih hati-hati untuk tidak mudah melemparkan kesalahan dunia pendidikan
nasional kepada otoritas dan sektor-sektor lain dalam masyarakat, karena
mendidik itu ternyata tidak mudah dan harus lintas sektoral. Semakin besar
kuantitas individu dan keluarga yang menyadari urgensi peranan keluarga ini,
kemudian mereka membentuk jaringan yang lebih luas untuk membangun
sinergi, maka semakin cepat tumbuhnya kesadaran kompetitif di tengah-tengah
bangsa kita sehingga mampu bersaing di atas gelombang globalisasi ini.
Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah visioning (pandangan),
repositioning strategy (strategi) , dan leadership (kepemimpinan). Tanpa itu
semua, kita tidak akan pernah beranjak dari transformasi yang terus berputar-
putar. Dengan visi jelas, tahapan-tahapan yang juga jelas, dan komitmen semua
pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk mencapai itu, tahun 2020 bukan
tidak mungkin Indonesia juga bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang lebih
bermartabat dan jaya sebagai pemenang dalam globalisasi.
Sumber: (www.seocontoh.com/2014/03/contoh-karya-ilmiah-tentang-
pendidikan.html)
4. PENTINGNYA GLOBALISASI PADA PENDIDIKAN
Karena Globalisasi sangat erat kaitannya dengan pendidikan yang
didalamnya terdapat proses mempengaruhi dalam segala bidang terutama
dalam ranah pendidikan, yang berimbas pada nlai-nilai moral, sosial, budaya dan
kepribadian yang dapat berdampak positif dan negatif. Pendidikan tidak mungkin
menisbikan proses globalisasi yang akan mewujudkan masyarakat global ini.
Dalam menuju era globalisasi, Indonesia harus melakukan reformasi dalam
proses pendidikan, dengan tekanan menciptakan sistem pendidikan yang lebih
komperehensif dan fleksibel. Dan dalam merespon globalisasi, kita hendaknya
tidak terjebak ke dalam sikap-sikap ekstrem, mendukung dan menerimanya
tanpa reserve atau menolaknya mentah-mentah. Akan tetapi, hendaknya kita
bisa bersikap lebih kritis dan kreatif dengan melakukan penelaahan terhadap
setiap sisi dari globalisasi.

5. ELEMEN YANG BISA MENGHADAPI GLOBALISASI PADA PENDIDIKAN


1. Pendidik (Guru)
Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
dijalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Disamping itu, di era global saat ini dituntut adanya fungsi dari keberadaan guru
sebagai tenaga professional, yang mampu meningkatkan martabat serta mampu
melaksanakan system pendidikan nasional dan mewujudkan pendidikn nasional,
yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa.
Maka dari itu, masalah guru merupakan topik yang tidak pernah habis dibahas
dan selalu aktual seiring dengan perubahan zaman dan pengaruh globalisasi
dalam pendidikan, karena permasalahan guru sendiri dan dunia pendiidkan yang
menyangkutnya selalu diperbincangkan. Pada dasarnya persoalan etika dan
moral anak bangsa, bukan hanya permasalahan guru namun jika yang dituju
adalah moral peserta didik (siswa), maka tidak ada alasan untuk guru dilibatkan.
Guru sebagai pengajar dan pendidik, memang tidak hanya harus membina para
murid segi kognitif dan psikomotoriknya demi peningkatan nilai angka. Akan
tetapi, seorang guru sangat dituntut agar apa yang ia kerjakan dipraktekan oleh
para muridnya dalam kehidupan.
Guru adalah orang yang bertanggung jawab atas peningkatan moral pelajar dan
juga kemerosotannya. Untuk itu tugas guru tidak terbatas pada pengajaran mata
pelajaran, tapi yang paling penting adalah pencetakan karakter murid. Tantangan
persoalan ini memang sangat sulit bagi seorang guru karena keterbatasan
kontrolling pada murid kerap membuatnya kecolongan.
Disamping itu, dalam menghadapi era globalisasi guru dituntut meningkatkan
profesionalitasnya sebagai pengajar dan pendidik. Guru juga harus siap
menghadapi kata kunci dunia pendidikan, seperti: kompetisi, transparansi,
efisiensi, dan kualitas tinggi. Dengan demikian kualitas mutu pendidikan harus
sangat diperhatikan oleh para guru untuk menyelamatkan profesinya.
Untuk itu dalam peningkatan kualitas pengajaran, guru harus bisa
mengembangun tiga intelegensi dasar siswa. Yaitu: intelektual, emosional, dan
moral. Tiga unsur itu harus ditanamkan pada diri murid sekuat-kuatnya agar
terpatri dalam dirinya. Kemudian system pembelajaran yang kreatif dan inovatif
juga menjadi penting bagi guru, sehingga dapat megembangkan seluruh potensi
diri siswa, dan memunculkan keinginan bagi siswa untuk maju yang diikuti
ketertarikan untuk menemukan hal-hal baru pada bidang yang diminati melalui
belajr mandiri (self study) yang kuat. Dengan perkembangan bidang teknologi
informasi semakin mendorong dalam kemajuan bidang ilmu pengetahuan,
sehingga dunia pendidikan harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan
semaksimal mungkin.
1. Peserta Didik (Siswa)
Selain tugas utama seorang siswa yaitu belajar, seorang siswa juga harus mampu
memilah dan memilih segala pengaruh yang masuk dalam dirinya, baik itu
pengaruh dari teman sebayanya, lingkungannya, maupun media masa. Dampak
dari pengaruh globalisasi terhadap siswa akan sangat mungkin berdampak
negativ dan menghancurkan dirinya jika tidak segera ditanggulangi.
Baik pengaruh positif maupun negatif dari globalisasi akan sangat terlihat jelas
bagi siswa dalam perilaku dan tingkah lakunya sehari-hari. Hal itu dikarenakan
mereka masih dalam masa-masa labil, dan masa-masa dimana selalu ingin
mencoba sesuatu hal yang dianggap baru. Hal ini yang perlu diperhatikan bagi
orang-rang dewasa yang ada disekitarnya.
Akses internet yang terbuka seluas-luasnya akan berdampak buruk bagi siswa
jika digunakan untuk mengakses video porno, maupun gambar-gambar lainnya
yang tidak sepantasnya mereka akses. Namun akan sangat baik jika akses interet
digunakan oleh mereka untuk mencari informasi dan pengetahuan sebanyak-
banyaknya karena dunia ini akan terasa sempit melaui dunia maya.
Dua hal yang saling kontradiktif namun sangat dekat sekali, sehingga tidak jarang
yang menyalahgunkan dalam pemanfaatan kemajuan teknologi bagi siswa. Maka
dari itu tiga unsur dasar bagi siswa, yaitu intelektual, emosional, dan moral
sangat penting untuk mereka miliki.
Intelektual murid harus luas, agar ia bisa menghadapi arus globalisasi dan tidak
ketinggalan zaman, apalagi sampai terbawa arus. Selain itu, dimensi emosional
dan spiritual siswa juga harus terdidik dengn baik, agar bisa melahirkan perilaku
yang baik dan bisa bertahan diantara pengaruh demoralisasi di era globalisasi
dengan prinsip spiritualnya.
1. Orang Tua
Orang tua atau keluarga dianggap sebagai pendidikan pertama bagi anak
sebelum mereka dikenalkan dengan dunia luar. Pengaruh keluarga juga sangat
besar dalam pertumbuhan seorang anak, karena disamping mempunyai
kedekatan secara emosional, mereka juga mempunyai tingkat kebersamaan yang
lebih karena tinggal dalam satu atap atau satu rumah.
Peran orang tua untuk mencari tau segala kegiatan yang dilakukan oleh anak-
anaknya sangat penting, dimana jika keluarga sedikit mengbaikan itu maka akan
berdampak pada kepribadian dan perilaku anak-anaknya yang tidak terkontrol.
Orang tua terkadang memberikan sepenuhnya kepada sekolah dalam mendidik
dan mengembangkan potensi anak, padahal tidak sampai disitu saja karena
kontrol dari sekolah terbatas hanya dalam jam pelajaran sekolah.
Mencari tahu segala kegiatan anak tidak harus dengan mengikutinya setiap detik
dan setiap waktu. Namun bisa dilakukan dengan banyak hal dan cara, seperti
dengan memberikan perhatian, menanyakan dengan siapa teman bermain,
menanyakan keadaan anak kepada guru-guru nya di sekolah, dan lain
sebagainya. Hal seperti ini sangat mudah dilakukan, namun terkadang orang tua
sibuk dengan kegiatannya masing-masing bahan tidak mau tahu sehingga anak
seringkali terabaikan.
Sumber: (https://anggaradian.wordpress.com/2011/12/30/pengaruh-globalisasi-
terhadap-pendidikan-di-indonesia/)

BAB 3
PENUTUP
1. Kesimpulan
Demikianlah yang dapat saya sampaikan mengenai materi yang telah menja
di bahasan dalam makalah ini. Tentu juga makalah ini banyak kesalahan
karena terbatasnya pengetahuan saya (penulis) serta rujukan
atau referensi yang saya(penulis) peroleh. Saya berharap kritik dan saran yang
bersifat membangun dan lugas dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
Semoga karya tulis ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca.

1. Saran
Penulis memberikan saran yang ditujukan untuk:
1. Masyarakat agar para orang tua memperhatikan kepentingan anaknya
dalam hal pendidikan sehingga pendidikan berjalan dengan lancar.
2. Pemerintah harus menganggarkan dana yang cukup untuk keperluan
pendidikan dan menambah beasiswa bagi guru untuk training

DAFTAR PUSTAKA
(https://anggaradian.wordpress.com/2011/12/30/pengaruh-globalisasi-
terhadap-pendidikan-di-indonesia/)
(www.seocontoh.com/2014/03/contoh-karya-ilmiah-tentang-pendidikan.html)
(http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan)
(http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi)

Dampak Globalisasi Terhadap Pendidikan


ANGGA SEPTADIKNA ISWAHYUDI
XI MIPA 6

BAB I
PENDAHULUAN
Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan

1.1 Latar Belakang


Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak
mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari
gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain
yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman
bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia (Edison A. Jamli, 2005). Proses
globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu.
Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik,
ekonomi, dan terutama pada bidang pendidikan. Teknologi informasi
dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini,
teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan
kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak
dapat dihindari kehadirannya, terutama dalam bidang pendidikan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin
kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia
pendidikan. Banyak sekolah di indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini
mulai melakukan globalisasi dalam sistem pendidikan internal sekolah. Hal ini
terlihat pada sekolah sekolah yang dikenal denganbillingual school, dengan
diterapkannya bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Mandarin sebagai
mata ajar wajib sekolah. Selain itu berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah
menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang membuka
program kelas internasional. Globalisasi pendidikan dilakukan untuk menjawab
kebutuhan pasar akan tenaga kerja berkualitas yang semakin ketat. Dengan
globalisasi pendidikan diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasar
dunia. Apalagi dengan akan diterapkannya perdagangan bebas, misalnya dalam
lingkup negara-negara ASEAN, mau tidak mau dunia pendidikan di Indonesia
harus menghasilkan lulusan yang siap kerja agar tidak menjadi budak di negeri
sendiri.
` Persaingan untuk menciptakan negara yang kuat terutama di bidang
ekonomi, sehingga dapat masuk dalam jajaran raksasa ekonomi dunia tentu saja
sangat membutuhkan kombinasi antara kemampuan otak yang mumpuni disertai
dengan keterampilan daya cipta yang tinggi. Salah satu kuncinya adalah globalisasi
pendidikan yang dipadukan dengan kekayaan budaya bangsa Indonesia. Selain itu
hendaknya peningkatan kualitas pendidikan hendaknya selaras dengan kondisi
masyarakat Indonesia saat ini. Tidak dapat kita pungkiri bahwa masih banyak
masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Dalam hal ini, untuk
dapat menikmati pendidikan dengan kualitas yang baik tadi tentu saja memerlukan
biaya yang cukup besar. Tentu saja hal ini menjadi salah satu penyebab globalisasi
pendidikan belum dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Sebagai contoh
untuk dapat menikmati program kelas Internasional di perguruan tinggi terkemuka
di tanah air diperlukan dana lebih dari 50 juta. Alhasil hal tersebut hanya dapat
dinikmati golongan kelas atas yang mapan. Dengan kata lain yang maju semakin
maju, dan golongan yang terpinggirkan akan semakin terpinggirkan dan tenggelam
dalam arus globalisasi yang semakin kencang yang dapat menyeret mereka dalam
jurang kemiskinan. Masyarakat kelas atas menyekolahkan anaknya di sekolah
sekolah mewah di saat masyarakat golongan ekonomi lemah harus bersusah payah
bahkan untuk sekedar menyekolahkan anak mereka di sekolah biasa. Ketimpangan
ini dapat memicu kecemburuan yang berpotensi menjadi konflik sosial.
Peningkatan kualitas pendidikan yang sudah tercapai akan sia-sia jika gejolak sosial
dalam masyarakat akibat ketimpangan karena kemiskinan dan ketidakadilan tidak
diredam dari sekarang.

1.2 Rumusan Masalah


Secara umum, rumusan masalah pada makalah Dampak Globalisasi
Terhadap Pendidikan ini dapat dirumuskan seperti pada pertanyaan
berikut.
a. Apa dampak dari globalisasi untuk dunia pendidikan?
b. Penyebab buruknya pendidikan di era globalisasi?
c. Cara penyesuan pendidikan di Indonesia pada era globalisasi?

1.3 Tujuan
1. Bagi Penulis
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen dalam mata
kuliah pengantar pendidikan. Selain itu, bagi diri kami pribadi makalah ini juga
diharapkan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan yang lebih bagi
mahasiswa, baik dalam lingkup universitas negeri malang maupun di civitas
akademika yang lain.
2. Bagi Pembaca
Makalah ini dimaksudkan untuk membahas dampak globalisasi terhadap dunia
pendidikan dan menambah ilmu pengetahuan mengenai globalisasi. Para pembaca
yang dominan dari kaula mahasiswa bisa digunakan untuk langkah menuju ke
pengetahuan yang lebih luas, sehingga kedepannya tercipta sdm-sdm yang unggul.
3. Bagi Masyarakat
Diharapkan masyarakat bisa lebih memahami tentang arti penting globalisasi
sehingga dampak negatif yang berimbas bisa leih diperkecil. Dan juga diharapkan
agar realisasi kegiatan positif terhadap adanya pendidikan semakin lebih baik.

BAB II
PEMBAHASAN

Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan

2.1 Pengaruh Globalisasi terhadap dunia Pendidikan


Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari
pengaruh perkembangan globalisasi, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi
berkembang pesat. Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia
pendidikan Indonesia, karena terbuka peluang lembaga pendidikan dan tenaga
pendidik dari mancanegara masuk ke Indonesia. Untuk menghadapi pasar global
maka kebijakan pendidikan nasional harus dapat meningkatkan mutu pendidikan,
baik akademik maupun non-akademik, dan memperbaiki manajemen pendidikan
agar lebih produktif dan efisien serta memberikan akses seluas-luasnya bagi
masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
Ketidaksiapan bangsa kita dalam mencetak SDM yang berkualitas dan bermoral
yang dipersiapkan untuk terlibat dan berkiprah dalam kancah globalisasi,
menimbulkan
Dampak positif dan negatif dari dari pengaruh globalisasi dalam pendidikan
dijelaskan dalam poin-poin berikut:

1. Dampak Positif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia

Pengajaran Interaktif Multimedia


Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola
pengajaran pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah
menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer.
Apabila dulu, guru menulis dengan sebatang kapur, sesekali membuat gambar
sederhana atau menggunakan suara-suara dan sarana sederhana lainnya untuk
mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi. Sekarang sudah ada computer.
Sehingga tulisan, film, suara, music, gambar hidup, dapat digabungkan menjadi
suatu proses komunikasi.
Dalam fenomena balon atau pegas, dapat terlihat bahwa daya itu dapat
mengubah bentuk sebuah objek. Dulu, ketika seorang guru berbicara tentang
bagaimana daya dapat mengubah bentuk sebuah objek tanpa bantuan multimedia,
para siswa mungkin tidak langsung menangkapnya. Sang guru tentu akan
menjelaskan dengan contoh-contoh, tetapi mendengar tak seefektif melihat. Levie
dan Levie (1975) dalam Arsyad (2005) yang membaca kembali hasil-hasil
penelitian tentang belajar melalui stimulus kata, visual dan verbal menyimpulkan
bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas
seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan menghubung-hubungkan
fakta dengan konsep.
Perubahan Corak Pendidikan
Mulai longgarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara. Tuntutan untuk
berkompetisi dan tekanan institusi global, seperti IMF dan World Bank, mau atau
tidak, membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus berkompromi untuk
melakukan perubahan. Lahirnya UUD 1945 yang telah diamandemen, UU
Sisdiknas, dan PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
setidaknya telah membawa perubahan paradigma pendidikan dari corak sentralistis
menjadi desentralistis. Sekolah-sekolah atau satuan pendidikan berhak mengatur
kurikulumnya sendiri yang dianggap sesuai dengan karakteristik sekolahnya.
Kemudahan Dalam Mengakses Informasi Dalam dunia pendidikan, teknologi hasil
dari melambungnya globalisasi seperti internet dapat membantu siswa untuk
mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa
terutama dengan mereka yang berjuauhan tempat tinggalnya.
Pembelajaran Berorientasikan Kepada Siswa Dulu, kurikulum terutama
didasarkan pada tingkat kemajuan sang guru. Tetapi sekarang, kurikulum
didasarkan pada tingkat kemajuan siswa. KBK yang dicanangkan pemerintah tahun
2004 merupakan langkah awal pemerintah dalam mengikutsertakan secara aktif
siswa terhadap pelajaran di kelas yang kemudian disusul dengan KTSP yang
didasarkan pada tingkat satuan pendidikan. Di dalam kelas, siswa dituntut untuk
aktif dalam proses belajar-mengajar. Dulu, hanya guru yang memegang otoritas
kelas. Berpidato di depan kelas. Sedangkan siswa hanya mendngarkan dan
mencatat. Tetapi sekarang siswa berhak mengungkapkan ide-idenya melalui
presentasi. Disamping itu, siswa tidak hanya bisa menghafal tetapi juga mampu
menemukan konsep-konsep, dan fakta sendiri.
2. Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia

Komersialisasi Pendidikan
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan
sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. John Micklethwait
menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan bisnis yang mulai merambah
dunia pendidikan dalam bukunya Masa Depan Sempurna bahwa tibanya
perusahaan pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan. Salah satu
ciri utamanya ialah semangat menguji murid ala Victoria yang bisa menyenangkan
Mr. Gradgrind dalam karya Dickens. Perusahaan-perusahaan ini harus
membuktikan bahwa mereka memberikan hasil, bukan hanya bagi murid, tapi juga
pemegang saham.(John Micklethwait, 2007:166). .

Bahaya Dunia Maya


Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah juga
dapat memberikan dampak negative bagi siswa. Terdapat pula, Aneka macam
materi yang berpengaruh negative bertebaran di internet. Misalnya: pornografi,
kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat
pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa
pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak
ditawarkan melalui internet. Contohnya, 6 Oktober 2009 lalu diberitakan salah
seorang siswi SMA di Jawa Timur pergi meninggalkan sekolah demi menemui
seorang lelaki yang dia kenal melalui situs pertemanan facebook. Hal ini sangat
berbahaya pada proses belajar mengajar.
Ketergantungan
Mesin-mesin penggerak globalisasi seperti computer dan internet dapat
menyebabkan kecanduan pada diri siswa ataupun guru. Sehingga guru ataupun
siswa terkesan tak bersemangat dalam proses belajar mengajar tanpa bantuan alat-
alat tersebut.

2.2 Keadaan Buruk Pendidikan di Indonesia


2.2.1 Paradigma Pendidikan Nasional yang Sekular-Materialistik
Diakui atau tidak, sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini
adalah sistem pendidikan yang sekular-materialstik. Hal ini dapat terlihat antara lain
pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi : Jenis pendidikan
mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, kagamaan,
dan khusus dari pasal ini tampak jelas adanya dikotomi pendidikan, yaitu
pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan dikotomis semacam
ini terbukti telah gagal melahirkan manusia yang sholeh yang berkepribadian
sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan melalui penguasaan sains
dan teknologi. Secara kelembagaan, sekularisasi pendidikan tampak pada
pendidikan agama melalui madrasah, institusi agama, dan pesantren yang dikelola
oleh Departemen Agama; sementara pendidikan umum melalui sekolah dasar,
sekolah menengah, kejurusan serta perguruan tinggi umum dikelola oleh
Departemen Pendidikan Nasional. Terdapat kesan yang sangat kuat bahwa
pengembangan ilmu-ilmu kehidupan (iptek) dilakukan oleh Depdiknas dan
dipandang sebagai tidak berhubungan dengan agama. Pembentukan karakter siswa
yang merupakan bagian terpenting dari proses pendidikan justru kurang tergarap
secara serius. Agama ditempatkan sekadar salah satu aspek yang perannya sangat
minimal, bukan menjadi landasan seluruh aspek.
Pendidikan yang sekular-materialistik ini memang bisa melahirkan orang
yang menguasai sains-teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Akan
tetapi, pendidikan semacam itu terbukti gagal membentuk kepribadian peserta didik
dan penguasaan ilmu agama. Banyak lulusan pendidikan umum yang buta agama
dan rapuh kepribadiannya. Sebaliknya, mereka yang belajar di lingkungan
pendidikan agama memang menguasai ilmu agama dan kepribadiannya pun bagus,
tetapi buta dari segi sains dan teknologi. Sehingga, sektor-sektor modern diisi
orang-orang awam. Sedang yang mengerti agama membuat dunianya sendiri,
karena tidak mampu terjun ke sektor modern.
2.2.2 Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal, itulah kalimat yang sering terlontar di
kalangan masyarakat. Mereka menganggap begitu mahalnya biaya untuk
mengenyam pendidikan yang bermutu. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman
Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi membuat masyarakat miskin
memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Makin mahalnya biaya pendidikan
sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS
(Manajemen Berbasis Sekolah), dimana di Indonesia dimaknai sebagai upaya untuk
melakukan mobilisasi dana. Karena itu, komite sekolah yang merupakan organ
MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya, pengusaha memiliki
akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah komite sekolah terbentuk, segala
pungutan disodorkan kepada wali murid sesuai keputusan komite sekolah. Namun
dalam penggunaan dana, tidak transparan. Karena komite sekolah adalah orang-
orang dekat kepada sekolah.
Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum
Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk
Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan
perubahan status itu pemerintah secara mudah dapat melempar tanggung jawabnya
atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas.
Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan
publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran
utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya
merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sector yang
menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan
terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).
Koordinator LSM Education network foa Justice (ENJ), Yanti Mukhtar
(Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti
Pemerintah telah melegitimasi komersalialisasi pendidikan dengan menyerahkan
tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya
sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan
pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk
meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang
mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat
semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara kaya dan miskin.
Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, tetapi persoalannya
siapa yang seharusnya membayarnya?. Kewajiban Pemerintahlah untuk menjamin
setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah
untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataan Pemerintah justru
ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan
alasan bagi Pemerintah untuk cuci tangan.
Fandi achmad (Jawa Pos, 2/6/2007) menjelaskan sebagai berikut.
Mencermati konteks pendidikan dalam praktik seperti itu, tujuan pendidikan
menjadi bergeser. Awalnya, pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa
dan tidak membeda-bedakan kelas sosial. Pendidikan adalah untuk semua. Namun,
pendidikan kemudian menjadi perdagangan bebas (free trade).
Tesis akhirnya, bila sekolah selalu mengadakan drama tahun ajaran masuk sekolah
dengan bentuk pendidikan diskriminatif sedemikian itu, pendidikan justru tidak
bisa mencerdaskan bangsa. Ia diperalat untuk mengeruk habis uang rakyat demi
kepentingan pribadi maupun golongan.

2.2.3 Kualitas SDM yang Rendah


Akibat paradigma pendidikan nasional yang sekular-materialistik, kualitas
kepribadian anak didik di Indonesia semakin memprihatinkan. Dari sisi keahlian
pun sangat jauh jika dibandingkan dengan Negara lain. Jika dibandingkan dengan
India, sebuah Negara dengan segudang masalah (kemiskinan, kurang gizi,
pendidikan yang rendah), ternyata kualitas SDM Indonesia sangat jauh tertinggal.
India dapat menghasilkan kualitas SDM yang mencengangkan. Jika Indonesia
masih dibayang-bayangi pengusiran dan pemerkosaan tenaga kerja tak terdidik
yang dikirim ke luar negeri, banyak orang India mendapat posisi bergengsi di pasar
Internasional.
Di samping kualitas SDM yang rendah juga disebabkan di beberapa daerah di
Indonesia masih kekurangan guru, dan ini perlu segera diantisipasi. Tabel 1. berikut
menjelaskan tentang kekurangan guru, untuk tingkat TK, SD, SMP dan SMU
maupun SMK untuk tahun 2004 dan 2005. Total kita masih membutuhkan sekitar
218.000 guru tambahan, dan ini menjadi tugas utama dari lembaga pendidikan
keguruan.
Dalam menghadapi era globalisasi, kita tidak hanya membutuhkan sumber daya
manusia dengan latar belakang pendidikan formal yang baik, tetapi juga diperlukan
sumber daya manusia yang mempunyai latar belakang pendidikan non formal.

2.3 Penyesuaian Pendidikan Indonesia di Era Globalisasi


Dari beberapa takaran dan ukuran dunia pendidikan kita belum siap menghadapi
globalisasi. Belum siap tidak berarti bangsa kita akan hanyut begitu saja dalam arus
global tersebut. Kita harus menyadari bahwa Indonesia masih dalam masa transisi
dan memiliki potensi yang sangat besar untuk memainkan peran dalam globalisasi
khususnya pada konteks regional. Inilah salah satu tantangan dunia pendidikan kita
yaitu menghasilkan SDM yang kompetitif dan tangguh. Kedua, dunia pendidikan
kita menghadapi banyak kendala dan tantangan. Namun dari uraian di atas, kita
optimis bahwa masih ada peluang.
Ketiga, alternatif yang ditawarkan di sini adalah penguatan fungsi keluarga dalam
pendidikan anak dengan penekanan pada pendidikan informal sebagai bagian dari
pendidikan formal anak di sekolah. Kesadaran yang tumbuh bahwa keluarga
memainkan peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak akan membuat
kita lebih hati-hati untuk tidak mudah melemparkan kesalahan dunia pendidikan
nasional kepada otoritas dan sektor-sektor lain dalam masyarakat, karena mendidik
itu ternyata tidak mudah dan harus lintas sektoral. Semakin besar kuantitas individu
dan keluarga yang menyadari urgensi peranan keluarga ini, kemudian mereka
membentuk jaringan yang lebih luas untuk membangun sinergi, maka semakin
cepat tumbuhnya kesadaran kompetitif di tengah-tengah bangsa kita sehingga
mampu bersaing di atas gelombang globalisasi ini.
Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini
adalah visioning (pandangan),repositioning strategy (strategi) ,
dan leadership (kepemimpinan). Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah beranjak
dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas, tahapan-tahapan
yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk
mencapai itu, tahun 2020 bukan tidak mungkin Indonesia juga bisa bangkit kembali
menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan jaya sebagai pemenang dalam
globalisasi.

BAB III
PENUTUP

Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan


3.1 Kesimpulan
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak
mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari
gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain
yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman
bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia
Dampak Positif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia
Pengajaran Interaktif Multimedia
Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran
pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi
pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer.
Perubahan Corak Pendidikan, mulai longgarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh
negara. Tuntutan untuk berkompetisi dan tekanan institusi global, seperti IMF dan
World Bank, mau atau tidak, membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus
berkompromi untuk melakukan perubahan.
Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia
Komersialisasi Pendidikan
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan
sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. John Micklethwait
menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan bisnis yang mulai merambah
dunia pendidikan dalam bukunya Masa Depan Sempurna bahwa tibanya
perusahaan pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan.
Bahaya Dunia Maya
Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah
juga dapat memberikan dampak negative bagi siswa. Terdapat pula, Aneka macam
materi yang berpengaruh negative bertebaran di internet. Misalnya: pornografi,
kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat
pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa
pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak
ditawarkan melalui internet.
Penyebab buruknya pendidikan di era globalisasi di indonesia adalah Mahalnya
Biaya Pendidikan, Kualitas SDM yang Rendah dan fasilitas pendidikan ang kurang,
itu yang mengakibatkan pendidikan tidak berjalan dengan lancar
Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini
adalah visioning (pandangan), repositioning strategy (strategi) ,
dan leadership (kepemimpinan). Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah beranjak
dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas, tahapan-tahapan
yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk
mencapai itu

3.2 Saran
Penulis memberikan saran yang ditujukan untuk
a. Masyarakat
agar para orang tua memperhatikan kepentingan anaknya dalam hal pendidikan
sehingga pendidikan berjalan dengan lancar
b. Pemerintah
Pemerintah harus menggarkan danan yang cukup untuk keperluan pendidikan dan
menambah beasiswa bagi guru untuk training
DAFTAR PUSTAKA
Contoh Karya Ilmiah Tentang Pendidikan
Asri B. 2008. Pembelajaran Moral. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Faizah, F. 2009. Dampak Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan, (Online),
(http://www.blogger.com/profile/14458280955885383127), diakses 18 Oktober
2011.
Munir. 2010. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Maqdani,
Anggota IKPI.
Surya, M. 2002. Dasar-dasar Kependidikan di SD. Pusat penerbitan Universitas
Terbuka. Suryabrata, S. 2010. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Rajawali Pers.
Januar, I. 2006. Globalisasi pendidikan dI
indonesia, (Online), (www.friendster.com/group/tabmain.php?statpos
=mygroup&gid;=340151), diakses 18 Oktober 2011.
Wardoyo, C. 2007. Urgensi Pendidikan Moral (Online), (http://www.nu.or.i)
diakses 18 oktober 2011.
PENGARUH SAMPAH PADA LINGKUNGAN

M RIZKY GAMMA K
XI MIPA 6
22
BAB I
PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang
Sampah adalah suatu barang yang sudah tidak terpakai lagi dan tidak di
gunakan lagi. Apabila tidak di tangani dengan benar akan menimbulkan bau yang
tidak sedap, sumber berbagai penyakit, penyumbatan saluran air dan juga dapat
menyebabkan banjir. Seiring berjalannya waktu maka di temukanlah cara untuk
menanggulangi sampah. Kalau dulu sampah hanya di biarkan sampai menimbulkan
bau tak sedap, sekarang sampah di manfaarkan menjadi sumber penghasilan.
Misalnya, sampah organik yaitu : sampah sisa-sisa makanan di jadikan kompos,
pupuk dll. Sedangkan sampah anorganik diantaranya sampah plastik di jadikan
kerajinan tangan atau di daur ulang.

1.3 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah karya tulis ilmiah
ini adalah Bagaimana pengaruh sampah terhadap lingkungan?.

1.4 Tujuan Penulisan


Mengetahui jenis dan sifat sampah
Mengetahui manfaat pengolahan sampah
Mengetahui pengaruh sampah terhadap lingkungan
1.5 Manfaat Penulisan

Masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan.


Banyak kreativitas yang di hasilkan leh masyarakat
Lingkungan menjadi bersih dan nyaman

BAB II
JENIS JENIS SAMPAH

Sampah sangatlah lekat dengan kita, dimana pun kita berada pastilah kita
menemui sampah. Berdasarkan bahan dasar dan kandungan yang terdapat di
dalamnya sampah di bagi menjadi tiga:

2.1. Sampah Organik


Sampah organik adalah sampah yang dapat diurai, yang mudah membusuk.
Sampah ini termasuk sampah basah yang dapat diolah menjadi kompos.
Contoh sampah organik adalah :
Sisa makanan
Sayuran
Dedaunan dan sebagainya

2.2. Sampah Anorganik


Sampah anorganik adalah sampah yang tidak terurai, yang tidak dapat
membusuk. Sampah ini termasuk sampah kering yang dapat di jadikan sampah
komersial atau sampah yang laku di jual kembali untuk diolah kembali menjadi
barang yang bisa di gunakan lagi.
Contoh sampah anorganik adalah :
Plastik
Kertas
Gelas atau kaca
Botol

2.3. Sampah Berbahaya


Sampah Berbahaya adalah sampah yang beracun penyabab infeksi,
mempunyai sifat korosif. Korosif adalah sifat suatu subtansi yang dapat
menyebabkan benda lain hancur atau memeroleh dampak negatif. Sampah ini
biasanya berasal dari limbah pabrik yang merusak sungai setempat karena memiliki
racun. Sampah ini sangat memengaruhi linkungan dan mengakibatkan kerusakan
yang merugikan bagi kehidupan makhluk hidup.
Contoh sampah berbahaya adalah :
Logam
Pestisida
Zat kimia
Sisa perindustrian

BAB III
CARA PENGOLAHAN SAMPAH

Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan,


pendaurulangan dari material sampah. Hal ini biasanya dihasilkan dari kegiatan
manusia, dan dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan,
lingkungan. Pengelolaan ini melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif. Praktek
pengelolaan sampah berbeda antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan,
berbeda juga perumahan dan industri. sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman
dan di daerah perkotaan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,
sedangkan untuk sampah dari area industri biasanya ditangani oleh perusahaan
pengolah sampah. Metode ini berbeda-beda tergantung banyak hal, diantaranya
tipe zat sampah, tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area. Dan
caranya dibagi rata dengan jenisnya, dari sampah organik, sampah anorganik, dan
sampah berbahaya.

3.1 Pengolahan Sampah Organik


Sampah organik tergolong sampah yang gampang busuk.seperti sisa makanan,
dedaunan dan masih banyak lagi. Sebenarnya sampah jenis ini masih bisa kita
manfaatkan lagi. Asalkan kita tahu kegunaan dan juga cara mengolahnya. Jenis
sampah organik bisa kita manfaatkan lagi menjadi pupuk kompos. Karena sampah
organik berasal dari makluk hidup. Pengomposan yaitu zat tanaman, sisa makanan
atau kertas, bisa diolah dengan menggunakan proses biologis. Contoh dari
pengelolaan sampah menggunakan teknik ini adalah Green Bin Program (program
tong hijau) yaitu seluruh sampah organik dikumpulkan di kantong khusus untuk di
komposkan.

3.2 Pengolahan Sampah Anorganik


Sampah anorganik sebaiknya kita daur ulang kembali. Jangan membuangnya secara
sembarangan, karena jenis sampah ini tidak mudah untuk hancur. Kita memerlukan
kreatifitas tinggi untuk mengubah sampah tersebut menjadi suatu barang yang
mempunyai nilai beda. Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari
sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. Ada beberapa cara
daur ulang, pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi.
Kedua mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang.Sampah
yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum, kaleng baja makanan atau
minuman, kertas, koran, majalah, dan kardus. Daur ulang dari produk yang komplek
seperti komputer atau mobil lebih susah, karena bagiannya harus diurai dan
dikelompokan menurut jenis bahannya.

3.3 Sampah Berbahaya


Tahap penanganan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dari rumah tangga
dimulai dari pemilahan. Sampah B3 harus dipilah dan dipisahkan dari sampah
organik dan anorganik. Kemudian sampah B3 yang sudah terkumpul dimasukkan
dalam wadah yang aman. Pastikan menggunakan sarung tangan saat
melakukannya. Selanjutnya, jika penganangan sampah B3 dilakukan secara
terkoordinasi dengan warga masyarakat di perumahan sekitar, maka tahap
selanjutnya adalah dengan pewadahan dan pengumpulan besar, pengangkutan
dan penyimpanan sementara. Semuanya harus dilakukan dengan metode
pengelolaan sampah B3 yang sesuai dengan aturan pemerintah dan anjuran ahli.
Dalam menyikapi sampah B3 Sebagai warga juga konsumen perlu memiliki peran
yang baik. Usahakan mengurangi konsumsi produk yang mengandung bahan
berbahaya beracun, dan lebih memilih produk ramah lingkungan. Kita juga bisa
memperpanjang umur dengan memakai suatu produk dengan pemakaian yang
bijak. Misalnya dengan merawat baterai alat elektronik agar awet atau menghemat
penggunaan bahan pembersih. Perlu diketahui juga bahwa produsen memegang
peran yang sama pentingnya. Produsen wajib mencantumkan material yang
dikategorikan sebagai kandungan berbahaya ataupun beracun pada semua
produknya. Tujuannya agar konsumen tahu cara penanganannya. Produsen juga
memiliki kewajiban untuk melakukan upaya-upaya yang dirasa perlu untuk
mengolah produk tersebut setelah digunakan. Dan jika terjadi pencemaran
lingkunga, produsen wajib bertanggung jawab untuk memulihkannya. Dengan
mengetahui apa itu sampah B3 dan peran apa yang bisa kita lakukan untuk
menanggulanginya, semoga keluarga dan lingkungan kita tetap sehat dan aman
untuk selamanya.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Simpulan
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam
tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika
dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat
dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
4.2 Saran
Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan
kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain
itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai
lingkungan, Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena
jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya alam ini.
Sebaiknya setiap rumah tangga melakukan pembuangan sampah dengan cara
memilahkan sampah sesuai jenisnya. Agar pihak TPA(tempat pembuangan
akhir) mudah untuk dijadikan sesuai kebutuhan

KARYA ILMIAH

PENDIDIKAN MORAL DAN KARAKTER


NAMA: JAUZA
INSIHANI

KELAS: XI MIPA 6

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan karya ilmiah sederhana yang berjudul Pendidikan
Moral Dan Karakter.

Dan kami mengucapkan terima kasih kepada :

Bapak Junarto selaku guru Bahasa Indonesia SMAN 39 Jakarta

Dan semua pihak yang telah membantu terselesainya karya ilmiah ini. Mudah-
mudahan karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Penulis berharap semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semua pihak dan bila
terdapat kekurangan dalam pembuatan karya ini penulis mohon maaf, karena
penulis mennyadari karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan.

Jakarta, 24 Mei 2017

Penyusun,

Jauza Insihani

DAFTAR ISI
Kata
Pengantar...........................................................................................................2

Daftar
Isi......................................................................................................................3

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar
Belakang ...................................................................................................5

1.2 Identifikasi
Masalah...........................................................................................6

1.3 Rumusan
Masalah..............................................................................................6

1.4 Tujuan dan


manfaat...........................................................................................7

1.5 Metode
Penulisan...............................................................................................7

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pendidikan


Berkarakter ...................................................................8

2.2 Contoh- Contoh Perilaku Penurunan


Moral......................................................8

2.3 Sebab- Sebab Penurunan


Moral .........................................................................9

2.4 Dampak Penurunan


Moral...................................................................................10

2.5 Upaya Meminimalisir Penurunan


Moral...............11

2.6 Pengaruh Pendidikan Moral Terhadap Proses Belajar.........12

2.7 Fungsi Dan Tujuan Pendidikan


Berkarakter......................................................12
2.8 Nilai- Nilai Pendidikan
Berkarakter ..................................................................12

2.9 Aktivitas Pendidikan Berkarakter Di Sekolah..............13

3.0 Proses perencanaan pendidikan karakter di SMA........15

3.1 Peran guru dalam membentuk karakter siswa.......15

3.2 Penyimpangan karakter pada siswa.................16

3.3 Upaya menghilangkan penyimpangan karakter pada siswa...16

3.4 Cara menumbuhkan pendidikan berkarakter pada jati diri siswa..17

BAB III PENUTUP

4.1 Kesimpulan.........18

4.2 Saran..............18

4.3 Kritik...............18

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan semakin maju tapi moral dan perilaku anak bangsa terutama
kalangan remaja SMA semakin mengkhawatirkan. Perilaku remaja SMA saat ini
sungguh sangat memprihatinkan terjadi penurunan yang sangat drastis terhadap
moral dan perilaku remaja SMA.

Saat ini sistem pendidikan nasional khususnya pendidikan dasar dan menengah
dapat dikatakan mengalami kemajuan. Indikatornya adalah penerapan kelas
percepatan (akselerasi), sekolah bertaraf internasional (SBI), sekolah rintisan
bertaraf internasional (RSBI), dan sekolah standar nasional (SSN). Semuanya
hampir tidak ada sebelum tahun 2000. Kemajuan tidak hanya pada sistem tapi
juga fasilitas khususnya pada sekolah yang sudah berstandar nasional dan
internasional, seperti ruangan full AC, ruangan berLCD dan televisi untuk
mendukung proses belajar-mengajar yang nyaris tidak ada pada sekolah-sekolah
biasa. Pelajar kita juga semakin pintar karena nilai 10 (sempurna) UAN/UAS SD
hingga SMA bukan sesuatu yang langka. Bahkan di satu sekolah bisa lebih dari 10
orang yang mendapat nilai sempurna. Padahal sebelum Era Revormasi, angka 10
benar-benar angka istimewa.

Namun kemajuan tersebut tidak diikuti dengan majunya perilaku siswa.


Penyebabnya sistem pendidikan kita yang mayoritas menilai kelulusan hanya
kecerdasan intelektual saja alias angka-angka yang ada di raport dan ijazah.
Padahal secara sederhana tujuan pendidikan nasional adalah menciptakan
kecerdasan intelektual dan emosional atau spiritual. Saat ini perilaku pelajar
sangat mengkhawatirkan seperti menjauh dari ajaran agama, kurangnya rasa
hormat terhadap orang yg lebih tua, siswa yang merokok, model pakaian, hingga
perbuatan yang menjurus asusila.

Saat ini jika diperhatikan hanya sedikit pelajar yang melaksanakan ibadah
berjamaah. Mereka cenderung lebih suka berkumpul dengan teman-teman
sebaya sekalipun waktu solat telah tiba. Apalagi yang mengaji dan ibadah
lainnya. Selain itu perilaku pelajar saat ini terlihat kurang menghormati orang tua
seperti berani membentak, melawan, bahkan melakukan kekerasan fisik. Sesuatu
yang benar-benar tidak sesuai dengan budaya kita sebagi orang timur. Perilaku
lainnya yang mengkhawatirkan adalah meningkatnya jumlah pelajar yang
merokok dari tahun ke tahun. Saat ini sudah dapat kita temui pelajar kelas 4 SD
yang sudah bisa bahkan terbiasa merokok. Dua puluh tahun yang lalu pelajar
yang merokok mayoritas mereka yang berstatus pelajar SMA. Untuk masalah
satu ini,, mereka tidak dapat disalahkan seutuhnya karena mereka melihat
perilaku orang tua mereka yang merokok bahkan terbiasa disuruh membeli
rokok sehingga mereka ingin mencobanya.

Model pakaian pelajar wanita sekarang sungguh memprihatinkan karena tidak


sedikit yang berpakaian ketat dan rok di atas lutut yang terlalu tinggi naiknya.
Pakaian seperti itu juga tidak nyaman dilihat. Menurut saya ini salah satu efek
negatif globalisasi karena model pakaian seperti itu berasal dari luar. Hal ini juga
tidak sesuai budaya pakaian kita yang cenderung lebih tertutup dan sopan. Saya
rasa pelajar yang berpakaian seperti itu hanya berpikir pendek. Sebagian hanya
ingin memamerkan tubuh mereka dan supaya dikenal oleh sekeliling mereka.
Mereka tidak berpikir akibat buruk yang ditimbulkan. Pelajar sekarang sudah
biasa melakukan hal-hal asusila mulai berciuman, ML, bahkan harus aborsi.
Bahkan tidak sedikit pelajar yang putus sekolah karena MBA. Sangat disayangkan
jika masa depan yang cerah menjadi rusak karena kenikmatan sesaat.

Maraknya penerapan pendidikan karakter di sekolah sekolah sebagai upaya


untuk menangulangi kemerosotan moral dan tingkah laku anak bangsa dan
remaja SMA pun dilakuakan. Perbaikan demi perbaikan moral dan prilaku anak
bangsa dan remaja SMA pun semakin gencar dilakukan. Selamatkan anak bangsa
dari kehancuran moral karena masuknya budaya budaya asing yang
mengancam generasi muda.

1.2 Identifikasi Masalah

1.2.1 Peristiwa apa sajakah yang kini marak terjadi sebagai bentuk
penyimpangan dari karakter bangsa ?

1.2.2 Apa sebab-sebab terjadinya penyimpangan karakter tersebut ?

1.2.3 Dampak apa saja yang ditimbulkan akibat penyimpangan karakter ini ?

1.2.4 Bagaiman upaya mengurangi atau bahkan menghilangkan penyimpangan


karakter tersebut ?

1.3 Rumusan masalah

1.3.1 Bagaimana pengaruh penyimpangan karakter ini pada prestasi siswa ?

1.3.2 Bagaimana Fungsi dan tujuan Pendidikan Karakter?

1.3.3 Bagaimana nilai-nilai pendidikan berkarakter?

1.3.4 Bagaimana aktivitas pendidikan berkarakter di sekolah?

1.3.3 Bagaimana proses perencanaan pendidikan karakter di sekolah menengah


Atas?

1.4 Tujuan dan manfaat

1.4.1 Mengembangkan kebiasaan dan perilaku anak bangsa yang terpuji dan
sejalan dengan karakter bangsa Indonesia.
1.4.2 Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab kepada anak
bangsa sebagai generasi penerus bangsa.

1.4.3 Mengembangkan sikap mandiri, disiplin, jujur, kreatif dan berwawasan


kebangsaan

1.4.4 Untuk mengetahui fungsi dan tujuan Pendidikan Karakter.

1.4.5 Mengetahui nilai-nilai pendidikan berkarakter.

1.4.6 Untuk mengetahui proses perencanaan pendidikan karakter di sekolah


menengah pertamater di sekolah.

1.4.7 Untuk mengetahui aktivitas pendidikan berkarakter

1.5 Metode penelitian

1.5.1 Mengamati kondisi di lapangan

1.5.2 Membaca buku pendukung

1.5.3 Browsing di Internet

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pendidikan Berkarakter

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada


siswa sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan,
dan tindakan. Untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, diri sendiri, dan sesama.Untuk itu proses pendidikan karakter di
sekolah melibatkan semua komponen seperti isi kurikulum, proses pembelajaran
dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran,
pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ekstrakurikuler,
pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan kerja seluruh warga dan
lingkungan sekolah.
Adapun pengertian pendidikan berkarakter menurut para ahli :

1. Pendidikan Karakter Menurut Lickona, yaitu suatu usaha yang disengaja


untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan
melakukan nilai-nilai etika yang inti.

2. Pendidikan Karakter Menurut Suyanto, yaitu cara berpikir dan berperilaku


yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam
lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara.

3. Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi, yaitu kepribadian ditinjau dari


titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan
dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).

2.2 Contoh-contoh perilaku penurunan moral

Ada beberapa peristiwa yang tergolong penyimpangan karakter di negeri ini.


Contoh kecil saja, di zaman yang sudah modern ini banyak orang yang lupa
beretika, lupa menjaga sopan santun, tak mau saling tolong menolong, tak
bertanggung jawab, tidak tahu batas-batas pergaulan dan masih banyak lagi. Hal
sekecil itu saja sudah tak terkendali, apalagi hal yang besar.

Realitanya, banyak makelar kasus, penggelapan pajak, korupsi, kejahatan yang


dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab dan yang amat sangat
memprihatinkan adalah perilaku remaja Indonesia yang masih berada di usia
sekolah. Menurut survey, pada tahun 2008 yang dilakukan di 33 provinsi di
Indonesia sekitar 18.000 penduduk Indonesia terjangkit penyakit HIV dan AIDS,
63% remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah, 21% diantaranya
melakukan aborsi dan sekitar 3,2 juta penduduk Indonesia adalah pemakai
narkoba dan 1,1 juta diantaranya adalah pelajar tingkat SMP hingga mahasiswa.
Keadaan inilah yang membuat keadaan negeri ini semakin buruk.

2.3 Sebab-sebab penurunan moral

Orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak sekaligus orang
pertama yang memberikan kasih sayang, bahkan ketika anak itu masih ada dalam
kandungan. Contohnya saja seorang ayah mengumandangkan adzan dengan lirih
di telinga sang anak ketika ia baru saja dilahirkan, itulah bekal awal untuk
mengawali hidup dengan kebaikan. Sedangkan, ketika sang anak hendak tidur,
ibulah yang menenangkan atau membacakan dongeng untuknya. Tidak hanya
itu, ayah dan ibu juga mengajari putra putrinya berjalan, berbicara dan mulai
berkomunikasi dengan orang lain. Dengan begitulah, orang tua memberi bekal
utama dalam megendalikan anaknya untuk menjadi anak yang baik.

Namun, kenyataannya ada orang tua yang belum mengerti bagaimana cara
mengasuh anak dengan penuh cinta dan kasih sayang. Buktinya, ada saja orang
tua yang menitipkan anaknya kepada babby sitter atau pembantu rumah tangga.
Sehingga, anak tersebut mendapatkan pendampingan tumbuh dan berkembang
bukan dari orang tua yang sudah berkeahlian mengurus anak dan tidak pula
orang tua itu menjadi pendamping terindah ketika anaknya tumbuh. Ada saja
alasan yang dijadikan para orang tua untuk memutuskan menitipkan anak
kepada babby sitter. Salah satu alasan andalannya adalah karena harus mencari
nafkah untuk membiayai anak itu, padatnya jam kerja dan lain sebagainya.
Seharusnya tidak begitu. Boleh saja bekerja, tanpa melupakan tugas utama
sebagai orang tua.

Ada pepatah bilang, bahwa segala sesuatu yang ditangani oleh orang yang
bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya. Berarti harusnya para orang tua
harus memiliki kemampuan dalam hal mengurus anak.

Tidak hanya itu, bentuk perlakuan yang diterima anak dari orang tua dan
lingkungan, menentukan kualitas kepribadian seorang individu. Seseorang yang
memiliki kepribadian lemah karena ia kurang mendapat perhatian penuh dari
orang tua, kurang rasa aman, sering dimanjakan. Sebaliknya, seseorang yang
memiliki kepribadian yang kuat karena ia telah mendapat perhatian penuh dari
orang tua, kehangatan jiwa dan pemberian pengalaman hidup dari orang tuanya.

Peran kedua sebagai seseorang yang mengembangkan karakter anak adalah


guru. Sebagai seorang guru, hendaknya memiliki kemampuan dalam mendidik
siswanya terutama sering-sering mengecek siswanya. Tidak hanya sekedar
menghabiskan bab-bab pada buku pelajaran, sekedar menyampaikan informasi
atau mengejar target kurikulum.

Menurut pengakuan salah satu siswa, ada saja penyakit guru yang dapat
mempengaruhi proses belajar mengajar di kelas, diantaranya :

1. Tidak punya selera mengajar


2. Kurang memperkaya materi (lemah sumber)
3. Kurang disiplin
4. Asal masuk kelas
5. Tidak bisa komputer
6. Kurang terampil
7. Asal sampaikan materi, urutan tidak akurat
8. Di kelas diremehkan anak
Hal yang seperti inilah yang bisa menjadi salah satu penghambatnya.

Peran ketiga adalah masyarakat atau tempat anak itu tinggal atau bermain atau
bergaul. Anak bisa terkontaminasi kebiasaan yang buruk akibat pengaruh luar.
Sehingga, sedini mungkin orang tua harus bisa menjaga anak-anaknya dari
pengaruh luar yang negatif.

2.4 Dampak penurunan moral

2.4.1 Banyak anak berperilaku anarkis

2.4.2 Banyak anak tidak memiliki sikap yang santun terhadap orang lain

2.4.3 Tidak mau tolong menolong dengan sesama

2.4.4 Tidak menghargai sesuatu

2.4.5 Banyak terjadi pemberontakan yang dilakukan anak terhadap orang tuanya

2.4.6 Perubahan gaya hidup, mulai dari nilai-nilai agama, social dan budaya

2.4.7 Jati diri bangsa Indonesia luntur

2.5 Upaya meminimalisir penurunan moral

2.5.1 Bagi pra orang tua, sebaiknya mulai sekarang belajar bagaimana mengasuh
anak yang baik dan benar dengan cara mengikuti parenting education

2.5.2 Lebih memperhatikan anak dan mendampingi anak dalam situasi apapun

2.5.3 Mengutamakan waktu bersama dengan keluarga walaupun jam kerja


padat
2.5.4 Bagi para guru, sebaiknya mulai menerapkan proses pembelajaran yang
aktif dan menyenangkan serta membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam
suatu mata pelajaran.

2.5.6 Guru yang menjadi contoh dan panutan di sekolah juga harus dapat
memberi contoh yang baik kepada murid-muridnya, seperti berpakaian rapi,
berkata sopan, disiplin, perhatian kepada murid dan menjaga kebersihan.

2.5.7 Melakukan kegiatan-kegiatan rutin di sekolah, seperti setiap hari senin


melakukan upacar bendera, berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, mengucap
salam bila bertemu guru atau teman

2.5.8 Mengkoreksi perbuatan yang kurang baik secara spontan, misalnya


menegur ketika siswa berteriak-teriak ketika proses pembelajaran berlangsung

2.5.9 Memuji perbuatan tepuji, misalnya memperoleh nilai tinggi, membantu


teman atu bahkan memperoleh prestasi dibidang seni atau olahraga

2.5.10 Sekolah sebaiknya mendukung program pendidikan budaya ddan


karakter bangsa dalam perwujudan misalnya toilet sekolah yang bersih, bak
sampah terletak di berbagai tempat dan kondisi sekolah yang bersih

2.5.11 Kita sendiri sebagai pelajar, hendaknya dapat menyaring hal-hal yang baik
menurut kita dan hal-hal yang buruk bagi kita

2.6 Pengaruh penurunan moral terhadap prestasi belajar

Sebuah penelitian yang sangat mengejutkan yang menyangkut kecerdasan


seseorang dalam meraih kesuksesan pernah dikemukakan oleh pakar kelas
dunia, Daniel Goleman yang menyatakan bahwa 80% kesuksesan seseorang
ditentukan oleh kecerdasan emosinya (emotional quotient=eq), sedangkan 20%
ditentukan oleh IQnya. Disinilah pembentukan karakter itu sangat berperan
untuk meraih kesuksesan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter
dapat dijadikan obat agar terjadi peningkatan prestasi akademik pada siswa.

2.7 Fungsi dan tujuan Pendidikan Karakter.

2.7.1 Fungsi Pendidikan Berkarakter

1. mengembangkan potensi dasar siswa agar berhati baik, berpikiran baik,


dan berperilaku baik.
2. memperkuat dan membangun perilaku siswa yang multikultur.
3. meningkatkan peradaban siswa yang kompetitif dalam pergaulan.
2.7.2 Tujuan Pendidikan Berkarakter

Tujuan pendidikan karakter yaitu meningkatkan mutu


penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada
pencapaian pembentukan karakter , berakhlak mulia dan berbudi luhur. Melalui
pendidikan karakter diharapkan peserta didik SMA mampu secara mandiri
meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan
menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia
sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.

2.8 Nilai-nilai pendidikan berkarakter.

Nilai- nilai di bawah ini belum dilaksanakan secara optimal. Nilai nilai
pendidikan karakter di SMA seharusnya seperti :

1. Religius
2. Semangat Kebangsaan
3. Jujur
4. Cinta Tanah Air
5. Toleransi
6. Menghargai Prestasi
7. Disiplin
8. Bersahabat/Komunikatif
9. Kerja Keras
10. Cinta Damai
11. Kreatif
12. Gemar Membaca
13. Mandiri
14. Peduli Lingkungan
15. Demokratis
16. Peduli Sosial
17. Rasa Ingin Tahu
18. Tanggung Jawab

2.9 Aktivitas pendidikan berkarakter di sekolah.


a.Pembelajaran umum

Dilakukan secara bersama (semua jenjang atau perjenjang kelas), dengan


aktivitas: seminar, talk show, kesaksian, demonstrasi (seni, OR, ketrampilan,
kreativitas, dan lain-lain yang sudah dimiliki siswa melalui kegiatan
ekstrakurikuler maupun mandiri). Tujuan: Menambah wawasan,
mengembangkan adversity question, spiritual question. Pengenalan diri dan
kemampuan mengeksplorasi diri serta penghargaan terhadap kemampuan orang
lain.

b.Pembelajaran klasikal

Dilakukan di dalam kelas dengan berbagai metode dan topik yang mengacu pada
kompetensi dasar:

1). Sikap dan perilaku yang hubungannya dengan Tuhan

2). Sikap dan perilaku yang hubungannya dengan diri sendiri

3). Sikap dan perilaku yang hubungannya dengan keluarga

4). Sikap dan perilaku yang hubungannya dengan masyarakat dan bangsa

5). Sikap dan perilaku yang hubungannya dengan alam sekitar.

c.Pembelajaran lapangan/pendidikan berbasis masyarakat/sekolah alam

Program kegiatan: live in, bakti sosial, Camp (perkemahan), sanggar belajar.

Tujuan: agar siswa mengenal dan mampu beradaptasi serta berinteraksi secara
sehat dengan masyarakat yang heterogen tanpa kehilangan identitas diri.
Meningkatkan dan mewujudkan kepedulian dan kepekaan sosial. Mengenal dan
mampu beradaptasi serta memanfaatkan lingkungan bagi kesejahteraan hidup.
Mengembangkan minat dan menumbuhkan motivasi instrinsik serta dapat
mengembangkan dan memperoleh pengalaman.

d.Pendampingan mentor

Penunjukan siswa senior untuk dapat memberikan pendampingan terhadap


yuniornya dalam menghadapi berbagi problematika pengembangan diri dan
pergaulan. Tujuan: melatih kemandirian dan memupuk rasa tanggung jawab.
Mampu memahami perasaan dan masalah orang lain serta mendengarkan ide-
ide dan mengatasi masalah secara bertanggung jawab. Meningkatkan rasa
percaya diri dan hubungan yang mendalam serta penerimaan apa adanya
terhadap orang lain. Memperdalam pemahaman nilai-nilai moral dan kebenaran.

e.Belajar membelajarkan

Aktivitas dilakukan dalam kelompok kecil di kelas dengan membahas topik-topik


permasalah/isu-isu up to date dalam diri siswa dan di masyarakat. Guru
bertindak sebagai pengamat. Tujuan: memupuk dan mengembangkan cara
berpikir kritis, kreatif, etis dan menghargai orang lain. Mengembangkan rasa
percaya diri, berani namun sopan. Menguatkan nilai-nilai moral dan kebenaran
yang telah dimiliki.

Sistem evaluasi pendidikan karakter:

Evaluasi pendidikan karakter mencakup 3 aspek kecerdasan:

a. melalui obyektif test dan essay test

b.Afekti dan konatif: melalui essay test dan pengamatan

c.Psikomotorik: melalui pengamatan

3.0 Proses perencanaan pendidikan karakter di sekolah menengah atas.

Pendidikan berkarakter dimulai dari membentuk watak/karakter itu sendiri.


Karakter meliputi : konsep moral, sikap moral, perilaku moral. Pertama, harus
membentuk konsep-konsep pendidikan karakter. Karena sebelum membuat
rencana,harus membuat konsepnya terlebih dahulu. Selanjutnya,setelah
menbuat konsep,kita harus menentukan sikap yang akan kita lakukan. Setelah
itu,melakukan sikap dengan perilaku atau perbuatan.

Selanjutnya, dalam membangun karakter seorang siswa, pihak sekolah perlu


memperhatikan aturan dan tata tertib yang berlaku. Di era globalisasi ini, banyak
sekolah yang sudah jarang sekali menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila sehingga
hubungan antara guru dan siswa tidak begitu akrab. Begitu juga dengan
banyaknya siswa yang acuh tak acuh dengan keberadaan guru, tidak
menghormati guru, dan lain-lain. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu
memperhatikan pembinaan sikap dan karakter masing-masing siswa dengan cara
membina dan meningkatkan intelektualisme dan profesionalisme. Selain itu,
pihak sekolah juga dapat menerapkan nilai-nilai karakter pada siswa dengan
membuat aturan dan tata tertib yang dapat menumbuhkan karakter-karakter
baik, misalnya dengan membuat kantin kejujuran. Dalam hal ini, sekolah dapat
menumbuhkan karakter kejujuran pada setiap siswa.

3.1 Peran guru dalam membentuk karakter siswa.

Selain guru mengajar dan mendidik siswanya, prilaku dan tingkah laku guru
biasanya ditiru oleh siswa. Perilaku ini akan membentuk karakter siswa.
Contohnya :

Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)

Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki


ruang kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)

Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)

Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)

Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya
(contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli)

Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (contoh nilai yang
ditanamkan: disiplin)

Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan:
disiplin, santun, peduli)

3.2 Penyimpangan karakter pada siswa.

Meskipun guru telah mengajarkan nilai-nilai karakter yang baik kepada siswa,
kadangkala siswa tidak menuruti atau tidak mematuhi nilai karakter tersebut.
Contohnya :

1. Siswa tidak jujur ketika mengerjakan soal ujian.


2. Tidak disiplin ketika mengikuti upacara bendera (tidak memakai atribut
yang lengkap) .
3. Tidak bertanggung jawab terhadap kesalahan.
4. Bertengkar karena suatu permasalahan (merupakan contoh siswa yang
tidak cinta damai)
3.3 Upaya mengurangi atau bahkan menghilangkan penyimpangan karakter
pada siswa.

1. Bagi orang tua, sebaiknya lebih memperhatikan anaknya


2. Orangtua mengutamakan waktu bersama dengan keluarga walaupun jam
kerja padat
3. Bagi para guru, sebaiknya mulai menerapkan proses pembelajaran yang
aktif dan menyenangkan serta membantu siswa yang mengalami
kesulitan dalam suatu mata pelajaran.
4. Guru yang menjadi contoh dan panutan di sekolah juga harus dapat
memberi contoh yang baik kepada murid-muridnya, seperti berpakaian
rapi, berkata sopan, disiplin, perhatian kepada murid dan menjaga
kebersihan.
5. Melakukan kegiatan-kegiatan rutin di sekolah, seperti setiap hari senin
melakukan upacara bendera, berdoa sebelum dan sesudah pelajaran,
mengucap salam bila bertemu guru atau teman.
6. Mengkoreksi perbuatan yang kurang baik secara spontan, misalnya
menegur ketika siswa berteriak-teriak ketika proses pembelajaran
berlangsung.
7. Memuji perbuatan yang baik , misalnya memperoleh nilai tinggi,
membantu teman atu bahkan memperoleh prestasi dibidang seni atau
olahraga.
8. Sekolah sebaiknya mendukung program pendidikan budaya dan karakter
bangsa dalam perwujudan misalnya toilet sekolah yang bersih, bak
sampah terletak di berbagai tempat dan kondisi sekolah yang bersih.
9. Kita sendiri sebagai pelajar, hendaknya dapat menyaring hal-hal yang baik
menurut kita dan hal-hal yang buruk bagi kita.

3.4 Cara menumbuhkan pendidikan berkarakter pada jati diri siswa.

1. Dibekali dengan ilmu pengetahuan


2. Meningkatkan motivasi siswa dalam meraih prestasi.
3. Memberi ruang kepercayaaan pada diri bahwa karakter yang tidak baik
bisa diubah menjadi karakter yang baik.
4. Antara siswa dengan guru sering berinteraksi,di dalam kelas maupun di
luar kelas.
5. Berani mengakui kesalahan dan mau berubah.
6. Harus menyelesaikan setiap persoalan yang masih belum terselesaikan.

BAB III

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1. Pendidikan berkarakter adalah sistem penanaman nilai-nilai karakter


kepada siswa sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran
atau kemauan, dan tindakan. Karakter bangsa ini sangat berpengaruh
pada prestasi siswa dan akhlak setiap individu.
2. Perilaku siswa tergantung dari didikan orang tua dan guru
3. Pendidikan berkarakter akan membentuk siswa berbudi luhur.

4.2 Kritik

Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak


pendidikan dasar di antaranya adalah Amerika Serikat, Jepang, Cina . Hasil
penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan
karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian
akademis. Sedangkan di Indonesia pendidikan karakter belum dilaksanakan
secara optimal.

4.3 Saran

1. Hendaknya penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah harus


dilaksanakan secara optimal oleh semua warga sekolah.
2. Hubungan kerjasama/timbal balik antara Kepala sekolah-Guru,Guru-
Siswa,Guru-Orang tua lebih ditingkatkan lagi.

DAFTAR PUSTAKA
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/08/20/pendidikan-karakter-di-
smp/

http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-karakter/

file:///C:/Users/Mr.%20Rudy%20W/Documents/aiu%20de%20cessa/data/conto
h%20karya%20ilmiah%20yang%20baik%20dan%20benar%20_%20ilmu%20peng
etahuan.html

http://pipitmasihtk.blogspot.com/2012/11/mendidik-dan-menumbuhkan-
manusia.html

TUGAS KARYA ILMIAH :


BAHASA INDONESIA

Disusun Oleh :

Jeremias David (14)

KELAS XI MIPA 6

SMA Negeri 39, Jl. RA Fadillah Komp. Kopassus, Cijantung


Jakarta Timur 13780

KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha EsaT.
karena berkat rahmat-Nyalah tugas karya ilmiah ini dapat diselesaikan.
Dalam karya ini, dibahas mengenai Pengaruh Kemajuan Teknologi
Komunikasi Terhadap Remaja, suatu permasalahan yang selalu dialami
oleh remaja yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk mengakses
suatu informasi.

Karya ilmiah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran
Bahasa Indonesia untuk memperdalam pemahan dalam pembuatan karya
ilmiah maupun makalah.
Dalam proses penyusunan karya ilmiah ini, tentunya kami mendapatkan
bimbingan, arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu saya mengucapkan terima
kasih atas bimbingan dan bantuan semua pihak atas karya ilmiah ini.

Saya menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan
dan kekurangan sehingga pada kesempatan ini saya menghanturkan
mohon maaf apabila karya ini jauh dari sempurna

Demikian karya ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, 12 Juni 2017

Penulis ,

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL
1

KATA PENGANTAR
2
DAFTAR ISI
3

BAB I PENDAHULUAN
4

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penulisan

1.4 Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
7

2.1 Pengertian Teknologi Komunikasi

2.2 Dampak Positif Kemajuan Teknologi Komunikasi

2.3 Dampak Negatif Kemajuan Teknologi Komunikasi

2.4 Tindakan yang Dilakukan untuk Menghindari Penyalahgunaan


Teknologi Komunikasi

BAB III PENUTUP


12

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kehidupan manusia yang bermula dari kesederhanaan kini menjadi


kehidupan yang bisa dikategorikan sangat modern. Di era sekarang, segala
sesuatu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang praktis. Hal ini
merupakan dampak yang timbul dari hadirnya teknologi. Teknologi adalah
sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan
manusia.

Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi.
Penggunaan teknologi oleh masyarakat menjadikan dunia teknologi
semakin lama semakin canggih. Komunikasi yang dulunya memerlukan
waktu yang lama dalam penyampaiannya, kini dengan teknologi segalanya
menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak.

Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat ini, pepatah yang


menyatakan bahwaDunia tak selebar daun kelor sepantasnya berubah
menjadi Dunia seakan selebar daun kelor. Hal ini disebabkan karena
semakin cepatnya akses informasi dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa
mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di daerah lain atau bahkan di
negara lain, misalnya Amerika Serikat walaupun kita berada di Indonesia.

Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan


manusia. Teknologi lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk
mempermudah kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam
kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin canggih
seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi penambahan fungsi
teknologi yang semakin memanjakan kehidupan manusia. Salah satu
contoh fasilitas canggih saat ini adalah handphone.

Di awal kemunculannya, handphone hanya dimiliki oleh kalangan tertentu


yang benar-benar membutuhkannya demi kelancaran pekerjaan mereka.
Namun, seiring perkembangan zaman, handphone telah dimiliki oleh
semua kalangan baik yang benar-benar membutuhkan maupun yang
kurang membutuhkan tak terkecuali para remaja.

Kini handphone bukan lagi sekadar alat berkomunikasi, tetapi handphone


juga merupakan alat untuk mencipta dan menghibur dengan suara, tulisan,
gambar, dan video. Para remaja sekarang berlomba-lomba untuk memiliki
handphone karena handphone bukan hanya merupakan alat
berkomunikasi, namun juga di kalangan remaja handphone sekaligus
sebagai gaya hidup, tren, dan lain-lain.
Selain itu, perkembangan pesat beberapa teknologi komunikasi lainnya
seperti Internet berhasil memengaruhi para remaja. Sekarang internet tidak
hanya sekadar teknologi untuk berbagi data melalui e-mail, ftp, dan lain-
lain. Namun, internet juga menawarkan berbagai situs yang menyediakan
berbagai hal seperti jejaring sosial yang sangat populer di kalangan remaja
seperti : facebook, twiter dll. Jejaring social ini memungkinkan remaja untuk
berkomunikasi dengan orang lain di daerah lain atau di negara lain.

Di kalangan remaja, menggunakan teknologi komunikasi, seperti


handphone dan internet sebagai alat multifungsi karena multifungsinya
tersebut para remaja dapat menggunakan teknologi ini secara positif
ataupun negatif tergantung setiap individu. Contoh positif dari penggunaan
teknologi komunikasi adalah memanfaatkan teknologi ini untuk membantu
mereka dalam proses pembelajaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu
dikhawatirkan dalam pemanfaatan teknologi komunikasi oleh para remaja
seperti penggunaan tidak sesuai kondisi. Misalnya, menggunakan
handphone dalam proses belajar mengajar untuk sms-an dengan pacar
atau menggunakan fasilitas internet untuk mengakses situs-situs porno,
dan lain-lain.

Berdasarkan argumentasi di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji


lebih dalam tentang pengaruh kemajuan teknologi komunikasi di kalangan
remaja.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam


tulisan ini adalah :
1. Apa pengertian teknologi komunikasi ?

2. Bagaimana dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi ?

3. Bagaimana dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi ?

4. Apa tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari


penyalahgunaan teknologi komunikasi ?

1.3 Tujuan Penulisan

Tulisan ini bertujuan untuk :

1. Untuk mengetahui pengertian dari teknologi komunikasi.


2. Untuk mengetahui dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi.

3. Untuk mengetahui dampak negatif dari kemajuan teknologi


komunikasi.

4. Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari


penyalahgunaan teknologi komunikasi.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat tulisan ini antara lain :

1. Dapat menambah wawasan penulis dan khalayak tentang hal-hal yang


berhubungan dengan pengaruh kemajuan teknologi komunikasi terhadap
remaja.

2. Sebagai bahan referensi untuk pembaca.

3. Dapat melatih siswa pada umumnya dan penulis khususnya dalam


mengembangkan wawasan diri untuk menyusun buah pikiran secara
sistematis dalam bentuk makalah.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Teknologi Komunikasi

Teknologi merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan


kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk
mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Kata teknologi
berasal dari bahasa Yunani technologa TECHNE, 'kerajinan' danLogia,
studi tentang sesuatu, atau cabang pengetahuan dari suatu disiplin.
Teknologi juga dapat diartikan bendabenda yang berguna bagi manusia,
seperti mesin, tetapi dapat juga mencakup hal yang lebih luas, termasuk
sistem, metode organisasi, dan teknik. Istilah ini dapat diterapkan secara
umum atau spesifik: contohcontoh mencakup "teknologi konstruksi",
"teknologi medis", atau "stateoftheart teknologi".
Jadi, pengertian teknologi adalah alat-alat yang dibuat atau dirancang oleh
manusia yang bertujuan untuk memudahkan kegiatan-kegiatan manusia.

Sementara, pengertian dari komunikasi adalah suatu proses penyampaian


informasi(pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar
terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya,
komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh
kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti
oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan
gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut
komunikasi dengan bahasa nonverbal.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan pengertian teknologi


komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi
antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi menfasilitasi
komunikasi antar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara
fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telpon, telex,
fax, radio, televisi, audio video electronic data interchange and e-mail.
Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan perangkat keras, struktur
organisasi, dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan,
memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan individu lain (Rogers,
1986).

2.2 Dampak Positif dari Kemajuan Teknologi Komunikasi

Saat ini teknologi komunikasi berkembang sangat pesat. Beberapa contoh


hasil dari perkembangan teknologi komunikasi adalah hadirnya internet,
handphone, televisi, dan lain-lain. Hal ini menyebabkan akses informasi
menjadi semakin cepat dan tentunya alat-alat tersenut menjadi sumber
informasi baik informasi positif maupun negatif. Sebuah informasi dikatakan
bernilai positif jika informasi tersebut memberikan manfaat bagi penelitian.

Berikut ini akan dijelaskan dampak-dampak positif dari kemajuan teknologi


komunikasi.
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang
paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat
berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp


dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna
internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan
murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang
pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting
dan akurat.

4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang


beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam
komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi,
berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat
internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering
disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).

5. Mempermudah proses pembelajaran, layanan online dalam


pendidikan pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi
pengguna (siswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan
online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program
pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan,
penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi,
pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi
internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu,
tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Bentuk-bentuk
materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga
diimplementasikan ke dalam web, seperti materi guru dibuat dalam bentuk
presentasi di web dan dapat didownload oleh siswa.

6. Mempermudah komunikasi untuk menyambung silaturahmi, seperti


pada telepon genggam yang dilengkapi dengan fitur pesanan dan telepon
yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang di daerah lain
ataupun di negara lain. Bahkan sekarang telepon genggam telah menganut
sistem berbasis 3G dimana seseorang dapat berkomunikasi via telepon
sekaligus melihat wajah lawan bicaranya.

7. Sarana untuk hiburan. Beberapa perangkat hasil dari teknologi


komunikasi menyediakan fasilitas game, audio, dan video.

8. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan


sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

9. Siswa tidak gagap teknologi, siswa dapat mengikuti perkembangan era


teknologisasi dunia dan siswa dapat lebih produktif, efektif dan efisien
dalam waktu, energi dan biaya karena ada sarana komunikasi yang
memudahkan urusannya.

2.3 Dampak Negatif dari Kemajuan Teknologi Komunikasi


Kemajuan teknologi, adalah hal yang patut disyukuri. Sebab dengan
sentuhan teknologi, berbagai pemenuhan kebutuhan hidup manusia
menjadi lebih mudah. Pada dasarnya, teknologi membawa implikasi positif
dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan, kemajuan teknologi menjadi
bukti perkembangan kemampuan manusia untuk menggunakan nalar dan
pikirannya dalam mengelola alam dan potensi diri manusia itu sendiri. Akan
tetapi, jika hasil capaian teknologi kemudian disalahgunakan, maka yang
muncul adalah beragam dampak buruk. Tidak hanya tujuan utama dari
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tercapai, namun
penyalahgunaan rekayasa teknologi itu sendiri akan membuat hidup
manusia semakin sulit. Tidak terkendali. Menjadi linglung. Bahkan menjadi
ambigu.

Berikut ini adalah dampak-dampak negatif dari kemajuan teknologi


komunikasi.

Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi,


memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang
dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini,
para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan
untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat
gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan
dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan
isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan
segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya
dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

Penipuan

Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari
serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau
mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi
tersebut.

Carding
Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan
menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan
dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan
kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat
mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-
line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka
menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan
mereka.

Perjudian

Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang


tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi
keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena
umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan
dari pengunjungnya. Dan yang lebih mengkhawatirkan jika situs perjudian
tersebut dikunjungi oleh remaja-remaja yang masih labil sehingga sangat
rentan merusak moral mereka.

Mengurangi sifat social

Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan


lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat
sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat
dalam berinteraksi. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan
di internet (kejahatan juga ikut berkembang).

Kecanduan

Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut


pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani
kecanduan tersebut.

Mengganggu aktivitas siswa

Penggunaan tidak sesuai kondisi, Misalnya, menggunakan handphone


pada saat proses belajar mengajar berlangsung untuk sms-an dengan
teman atau pacar atau membuka situs jejaring sosial (facebook, twitter,
plurk, yahoo koprol, dll) pada saat belajar.

2.4 Tindakan yang Dilakukan untuk Mengindari


PenyalahgunaanTeknologi Komunikasi
Tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan
teknologi komunikasi, antara lain:

1. Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang


lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda
kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di
Facebook, twitter , atau sosial media yang lain karena kecenderungan yang
terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan
memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport
antara satu dan yang lain didunia nyata.

2. Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah
komunitas positif yang sering melakukan pertemuan di dunia nyata atau
biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah
yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi anda karena
komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan
yang optimal pada kehidupan anda.

3. Menolak ajakan teman untuk menyimpan maupun melihat hal-hal yang


meyangkut pornoaksi dan pornografi.

4. Tidak membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone


saat pelajaran berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.

5. Ketika berada dirumah sebaiknya mengatur waktu sebaik-baiknya


antara belajar dan memanfaatkan teknologi komunikasi, seperti
handphone, internet, dan lain-lain.

6. Menghindari mengakses situs porno atau mendownload konten-


konten porno.

7. Memanfaatkan teknologi komunikasi seperlunya.

Dalam hal ini pengawasan dari orang tua juga sangat penting. Mengingat
kenakalan remaja dilakukan mayoritas dilakukan oleh para remaja yang
kurang mendapat perhatian dari orang tua.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Teknologi adalah alat-alat yang dibuat atau dirancang oleh
manusia yang bertujuan untuk memudahkan kegiatan-kegiatan
manusia. Sementara, pengertian dari komunuikasi adalah suatu
proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lain
agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.

2. Pengertian Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik


yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok
orang. Teknologi komunikasi memfasilitasi komunikasi atar individu
atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang
sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telepon, telex, fax, radio,
televisi, e-mail, dan lain-lain.

3. Dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi, antara lain


:
o Internet sebagai media komunikasi

o Media pertukaran data

o Media untuk mencari informasi atau data

o Fungsi komunitas

o Mempermudah proses pembelajaran

o Mempermudah komunikasi untu menyambung silaturahmi

o Sarana untuk hiburan

o Kebutuhan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang


perdagangan.

o Siswa tidak gagap teknologi

4. Dampak negatif kemajuan teknologi komunikasi adalah


pornografi, violence and gore, penipuan, carding, perjudian,
mengurangi sifat social manusia, bisa membuat seseorang
kecanduan, dan penggunaan tidak sesuai kondisi.

5. Tindakan yang dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan


teknologi komunikasi adalah dengan menggunakan teknologi
komunikasi seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi.

3.1 Saran
1. Diharapkan untuk para remaja untuk tidak perlu terpengaruh
dengan kemajuan teknologi sekarang ini, karena dapat memberikan
pengaruh yang buruk terhadap perkembangan remaja itu sendiri.

2. Sebagai remaja yang tidak bisa lepas dari pengaruh kemajuan


teknologi agar bisa membedakan hal-hal yang merupakan pengaruh
yang baik dari kemajuan teknologi dan pengaruh yang buruk dari
kemajuan teknologi.

3. Kepada seluruh pembaca kiranya memberikan kritik yang


bersifat membangun sehingga apa yang kita harapkan dari isi tulisan
ringkasan ini dapat berguna bagi pembangunan pendidikan.

Kepustakaan

http://id.wikipedia.org/wiki/Internet

http://octahyuuga.wordpress.com/2009/03/02/dampak-negatif-dan-positif-
dari-internet/
http://! yudakuyudz.wordpress.com/2008/03/19/dampak-positif-dan-
negatif-akibat-perkembangan-teknologi-internet/
http://wikipedia.id
http://wiewiesmkti.blogspot.com/2007/07/protokol.html
PENGARUH KEBERSIHAN KELAS XI MIPA 6 TERHADAP

PROSES BELAJAR

Oleh:

Adelline Pungqy Osmotik

SMAN 39 JAKARTA
Jl. R.A. Fadillah, RT.11/RW.4, Pasar Rebo, Cijantung, Jakarta Timur,

DKI Jakarta 13770

LEMBAR PENGESAHAN

Proposal Pengaruh Kebersihan Kelas XI MIPA 6 Terhadap Proses Belajar

dibuat untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia dan telah disetujui serta disahkan

pada 13 Maret 2017

Oleh:

Adelline Pungqy Osmotik

KELAS : XI MIPA 6

Mengetahui:

Guru Pembimbing Bahasa Indonesia

Drs. Junarto, S.Pd


BAB I

PENDAHULUAN

a. latar belakang

Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya,

debu, sampah, dan bau. Maka kita harus selalu menjaga kebersihan dimanapun kita

berada. Kebersihan juga penting bagi kesehatan kita, karena dalam tubuh yang sehat

terdapat jiwa yang kuat. Demikian juga dengan lingkungan yang ada di kelas kita,

kelas yang kita tempati belajar.

Lingkungan belajar yang efektif adalah lingkungan belajar yang produktif,

di mana sebuah lingkungan belajar yang dibangun untuk membantu pelajar untuk

meningkatkan produktifitas belajar mereka sehingga proses belajar mengajar

tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dapat digambarkan dengan

kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi dan mampu secara aktif

dikarenakan lingkungan belajar yang bersih dan sangat mendukung timbulnya

ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung, berbeda

halnya dengan lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan
malas dan membosankan sehingga tidak muncul rasa semangat yang dengan

sendirinya dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Dengan kata lain lingkungan

yang bersih merupakan salah satu faktor timbulnya minat bagi seorang pelajar

untuk mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya.

Kegiatan belajar mengajar juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Konsentrasi dari otak tidak terlepas dari lingkungan. Jika lingkungan bersih, maka

dapat meningkatkan konsentrasi kerja otak sehingga kita dapat berfikir lebih luas.

Begitu juga sebaliknya, jika lingkungan kotor maka dapat menurunkan konsentrasi

kerja otak sehingga konsentrasi berfikir akan menurun. Berdasarkan uraian diatas,

maka penulis memberi judul Pengaruh Kebersihan Kelas XI MIPA 6 Terhadap

Proses Belajar.

b. Rumusan Masalah

19. Bagaimana kondisi kebersihan kelas XI MIPA 6?

20. Bagaimana Pengaruh Kebersihan Kelas XI MIPA 6 Terhadap Proses

Belajar?

21. Bagaimana kepedulian siswa kelas XI MIPA 6 terhadap kebersihan?

c. Tujuan

1. Untuk mengetahui kondisi kebersihan kelas XI MIPA 6

2. Untuk mengetahui pengaruh kebersihan kelas XI MIPA 6 terhadap

proses belajar
3. Untuk mengetahui kepedulian siswa kelas XI MIPA 6 terhadap

kebersihan kelas

d. Manfaat

Penelitian ini dapat membuka wawasan penulis tentang pengaruh

kebersihan kelas XI MIPA 6 terhadap proses belajar dan membuka

wawasan pembaca tentang keadaan kelas yang baik, yang dapat

mempengaruhi proses belajar siswa.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

Kebersihan adalah sebagian dari iman, Maka dari itu kita harus menjaga

kebersihan. Selain menjauhkan kita dari penyakit, Menjaga kebersihan juga bisa

jadi salah satu faktor pendukung pelajar untuk bisa belajar dengan baik.

Lingkungan sekolah terutama di kelas harus selalu dijaga kebersihannya.

Setiap hari petugas piket harus melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin.

Membersihkan kelas dan merapikan keadaan meja dan kursi sebelum bel masuk.

Jadi ketika bel masuk berbunyi maka kelas sudah dalam keadaan bersih dengan

kelas yang bersih akan membuat kamu merasa nyaman dalam kelas. Begitu juga di
lingkungan sekolah, tidak boleh membuang sampah sembarangan. Buanglah

sampah pada tempat yang sudah disediakan.

Sudah jelas bahwa kelas bersih akan terhindar dari penyakit. Coba

bayangkan saja, jika keadaan lingkungan atau kelas kotor akan membuat sarang

nyamuk. Nyamuknya itu bisa menggigit tubuh kita dan kita akan terserang

penyakit. Hum, nggak mau bangetkan. Untuk itu jagalah selalu kebersihan kelas.

Jika kelas kita selalu dalam keadaan bersih tanpa sampah berserakan di lantai dan

sampah di laci meja. Percaya dech, belajar akan menjadi lebih tenang, pikiran dan

penglihatan pun akan menjadi luas.

Kesehatan sangat berperan penting untuk kerja otak. Dikatakan demikian,

karena udara yang kita hirup dari luar akan masuk melalui paru-paru ke dalam tubuh

fungsinya untuk memperlancar peredaran darah melalui sel saraf otak. Jadi udara

atau oksigen yang kita hirup dari lingkungan yang bersih akan memperlancar

peredaran darah pada tubuh kita.

Maka dari itu, Menjaga kebersihan kelas sangat lah penting karna dapat

mempengaruhi proses belajar mengajar secara keseluruhan.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian

Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah beberapa murid di kelas

XI MIPA 6.

3.2 Sampel

Sampel penelitian ini adalah sebagian dari murid di kelas XI MIPA 6.

3.3 Tempat

Kelas XI MIPA 6 SMAN 39 Jakarta Timur.

3.4 Waktu

Penelitian dilakukan pada tanggal 12 Maret 2017.

3.2 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif .

Metode deskriptif merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode

penelitian deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci

yang melukiskan gejala yang ada, mengindetifikasi masalah atau memeriksa

kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi

dan menetukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang

sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan

keputusan pada waktu yang akan datang.


Dengan demikian metode penelitian deskriptif ini digunakan untuk

melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang

tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat. Metode deskriptif bukan

saja menjabarkan (analitis), akan tetapi juga memadukan. Bukan saja melakukan

klasifikasi, tetapi juga organisasi. Metode penelitian deskriptif pada hakikatnya

adalah mencari teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada

observasi dan suasana alamiah

DAFTAR PUSTAKA:

https://www.slideshare.net/deokrisma/contoh-proposal-bhs-indonesia-yang-baik-

dan-benar

http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2016/01/pengertian-kebersihan-

lingkungan.html

WIKIPEDIA
TUGAS BAHASA INDONESIA :
KARYA ILMIAH

RINDY MURTIDEWI

Maulana Yusuf D
XI MIPA 6
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal
batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang
dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai
pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa
di seluruh dunia (Edison A. Jamli, 2005). Proses globalisasi berlangsung melalui dua
dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu. Globalisasi berlangsung di semua bidang
kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, dan terutama pada bidang
pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam
globalisasi. Dewasa ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dengan
berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu
globalisasi tidak dapat dihindari kehadirannya, terutama dalam bidang pendidikan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya
arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Banyak
sekolah di indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mulai melakukan globalisasi
dalam sistem pendidikan internal sekolah. Hal ini terlihat pada sekolah sekolah yang
dikenal denganbillingual school, dengan diterapkannya bahasa asing seperti bahasa
Inggris dan bahasa Mandarin sebagai mata ajar wajib sekolah. Selain itu berbagai jenjang
pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun
swasta yang membuka program kelas internasional. Globalisasi pendidikan dilakukan
untuk menjawab kebutuhan pasar akan tenaga kerja berkualitas yang semakin ketat.
Dengan globalisasi pendidikan diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasar
dunia. Apalagi dengan akan diterapkannya perdagangan bebas, misalnya dalam lingkup
negara-negara ASEAN, mau tidak mau dunia pendidikan di Indonesia harus
menghasilkan lulusan yang siap kerja agar tidak menjadi budak di negeri sendiri.
` Persaingan untuk menciptakan negara yang kuat terutama di bidang ekonomi,
sehingga dapat masuk dalam jajaran raksasa ekonomi dunia tentu saja sangat
membutuhkan kombinasi antara kemampuan otak yang mumpuni disertai dengan
keterampilan daya cipta yang tinggi. Salah satu kuncinya adalah globalisasi pendidikan
yang dipadukan dengan kekayaan budaya bangsa Indonesia. Selain itu hendaknya
peningkatan kualitas pendidikan hendaknya selaras dengan kondisi masyarakat Indonesia
saat ini. Tidak dapat kita pungkiri bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang
berada di bawah garis kemiskinan. Dalam hal ini, untuk dapat menikmati pendidikan
dengan kualitas yang baik tadi tentu saja memerlukan biaya yang cukup besar. Tentu saja
hal ini menjadi salah satu penyebab globalisasi pendidikan belum dirasakan oleh semua
kalangan masyarakat. Sebagai contoh untuk dapat menikmati program kelas Internasional
di perguruan tinggi terkemuka di tanah air diperlukan dana lebih dari 50 juta. Alhasil hal
tersebut hanya dapat dinikmati golongan kelas atas yang mapan. Dengan kata lain yang
maju semakin maju, dan golongan yang terpinggirkan akan semakin terpinggirkan dan
tenggelam dalam arus globalisasi yang semakin kencang yang dapat menyeret mereka
dalam jurang kemiskinan. Masyarakat kelas atas menyekolahkan anaknya di sekolah
sekolah mewah di saat masyarakat golongan ekonomi lemah harus bersusah payah
bahkan untuk sekedar menyekolahkan anak mereka di sekolah biasa. Ketimpangan ini
dapat memicu kecemburuan yang berpotensi menjadi konflik sosial. Peningkatan kualitas
pendidikan yang sudah tercapai akan sia-sia jika gejolak sosial dalam masyarakat akibat
ketimpangan karena kemiskinan dan ketidakadilan tidak diredam dari sekarang.
1.2 Rumusan Masalah
Secara umum, rumusan masalah pada makalah Dampak Globalisasi Terhadap
Pendidikan ini dapat dirumuskan seperti pada pertanyaan berikut.
a. Apa dampak dari globalisasi untuk dunia pendidikan?
b. Penyebab buruknya pendidikan di era globalisasi?
c. Cara penyesuan pendidikan di Indonesia pada era globalisasi?

1.3 Tujuan
1. Bagi Penulis
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen dalam mata kuliah
pengantar pendidikan. Selain itu, bagi diri kami pribadi makalah ini juga diharapkan bisa
digunakan untuk menambah pengetahuan yang lebih bagi mahasiswa, baik dalam lingkup
universitas negeri malang maupun di civitas akademika yang lain.
2. Bagi Pembaca
Makalah ini dimaksudkan untuk membahas dampak globalisasi terhadap dunia
pendidikan dan menambah ilmu pengetahuan mengenai globalisasi. Para pembaca yang
dominan dari kaula mahasiswa bisa digunakan untuk langkah menuju ke pengetahuan
yang lebih luas, sehingga kedepannya tercipta sdm-sdm yang unggul.
3. Bagi Masyarakat
Diharapkan masyarakat bisa lebih memahami tentang arti penting globalisasi sehingga
dampak negatif yang berimbas bisa leih diperkecil. Dan juga diharapkan agar realisasi
kegiatan positif terhadap adanya pendidikan semakin lebih baik.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengaruh Globalisasi terhadap dunia Pendidikan


Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh
perkembangan globalisasi, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat.
Era pasar bebas juga merupakan tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia, karena
terbuka peluang lembaga pendidikan dan tenaga pendidik dari mancanegara masuk ke
Indonesia. Untuk menghadapi pasar global maka kebijakan pendidikan nasional harus
dapat meningkatkan mutu pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, dan
memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efisien serta memberikan
akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
Ketidaksiapan bangsa kita dalam mencetak SDM yang berkualitas dan bermoral yang
dipersiapkan untuk terlibat dan berkiprah dalam kancah globalisasi, menimbulkan
Dampak positif dan negatif dari dari pengaruh globalisasi dalam pendidikan dijelaskan
dalam poin-poin berikut:

1. Dampak Positif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia

Pengajaran Interaktif Multimedia


Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran
pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran
yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer. Apabila dulu, guru menulis
dengan sebatang kapur, sesekali membuat gambar sederhana atau menggunakan suara-
suara dan sarana sederhana lainnya untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan
informasi. Sekarang sudah ada computer. Sehingga tulisan, film, suara, music, gambar
hidup, dapat digabungkan menjadi suatu proses komunikasi.
Dalam fenomena balon atau pegas, dapat terlihat bahwa daya itu dapat mengubah
bentuk sebuah objek. Dulu, ketika seorang guru berbicara tentang bagaimana daya dapat
mengubah bentuk sebuah objek tanpa bantuan multimedia, para siswa mungkin tidak
langsung menangkapnya. Sang guru tentu akan menjelaskan dengan contoh-contoh, tetapi
mendengar tak seefektif melihat. Levie dan Levie (1975) dalam Arsyad (2005) yang
membaca kembali hasil-hasil penelitian tentang belajar melalui stimulus kata, visual dan
verbal menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik
untuk tugas-tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan menghubung-
hubungkan fakta dengan konsep.
Perubahan Corak Pendidikan
Mulai longgarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara. Tuntutan untuk
berkompetisi dan tekanan institusi global, seperti IMF dan World Bank, mau atau tidak,
membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus berkompromi untuk melakukan
perubahan. Lahirnya UUD 1945 yang telah diamandemen, UU Sisdiknas, dan PP 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) setidaknya telah membawa
perubahan paradigma pendidikan dari corak sentralistis menjadi desentralistis. Sekolah-
sekolah atau satuan pendidikan berhak mengatur kurikulumnya sendiri yang dianggap
sesuai dengan karakteristik sekolahnya. Kemudahan Dalam Mengakses Informasi Dalam
dunia pendidikan, teknologi hasil dari melambungnya globalisasi seperti internet dapat
membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing
riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjuauhan tempat tinggalnya.
Pembelajaran Berorientasikan Kepada Siswa Dulu, kurikulum terutama
didasarkan pada tingkat kemajuan sang guru. Tetapi sekarang, kurikulum didasarkan pada
tingkat kemajuan siswa. KBK yang dicanangkan pemerintah tahun 2004 merupakan
langkah awal pemerintah dalam mengikutsertakan secara aktif siswa terhadap pelajaran di
kelas yang kemudian disusul dengan KTSP yang didasarkan pada tingkat satuan
pendidikan. Di dalam kelas, siswa dituntut untuk aktif dalam proses belajar-mengajar.
Dulu, hanya guru yang memegang otoritas kelas. Berpidato di depan kelas. Sedangkan
siswa hanya mendngarkan dan mencatat. Tetapi sekarang siswa berhak mengungkapkan
ide-idenya melalui presentasi. Disamping itu, siswa tidak hanya bisa menghafal tetapi
juga mampu menemukan konsep-konsep, dan fakta sendiri.
2. Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia

Komersialisasi Pendidikan
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan
sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. John Micklethwait
menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan bisnis yang mulai merambah dunia
pendidikan dalam bukunya Masa Depan Sempurna bahwa tibanya perusahaan
pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan. Salah satu ciri utamanya ialah
semangat menguji murid ala Victoria yang bisa menyenangkan Mr. Gradgrind dalam
karya Dickens. Perusahaan-perusahaan ini harus membuktikan bahwa mereka
memberikan hasil, bukan hanya bagi murid, tapi juga pemegang saham.(John
Micklethwait, 2007:166). .

Bahaya Dunia Maya


Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah juga dapat
memberikan dampak negative bagi siswa. Terdapat pula, Aneka macam materi yang
berpengaruh negative bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme,
kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia,
dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang
seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Contohnya, 6 Oktober
2009 lalu diberitakan salah seorang siswi SMA di Jawa Timur pergi meninggalkan
sekolah demi menemui seorang lelaki yang dia kenal melalui situs pertemanan
facebook. Hal ini sangat berbahaya pada proses belajar mengajar.
Ketergantungan
Mesin-mesin penggerak globalisasi seperti computer dan internet dapat
menyebabkan kecanduan pada diri siswa ataupun guru. Sehingga guru ataupun siswa
terkesan tak bersemangat dalam proses belajar mengajar tanpa bantuan alat-alat tersebut.

2.2 Keadaan Buruk Pendidikan di Indonesia


2.2.1 Paradigma Pendidikan Nasional yang Sekular-Materialistik
Diakui atau tidak, sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini adalah
sistem pendidikan yang sekular-materialstik. Hal ini dapat terlihat antara lain pada UU
Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang, dan jenis pendidikan bagian
kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi : Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum,
kejuruan, akademik, profesi, advokasi, kagamaan, dan khusus dari pasal ini tampak jelas
adanya dikotomi pendidikan, yaitu pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem
pendidikan dikotomis semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia yang sholeh
yang berkepribadian sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan melalui
penguasaan sains dan teknologi. Secara kelembagaan, sekularisasi pendidikan tampak
pada pendidikan agama melalui madrasah, institusi agama, dan pesantren yang dikelola
oleh Departemen Agama; sementara pendidikan umum melalui sekolah dasar, sekolah
menengah, kejurusan serta perguruan tinggi umum dikelola oleh Departemen Pendidikan
Nasional. Terdapat kesan yang sangat kuat bahwa pengembangan ilmu-ilmu kehidupan
(iptek) dilakukan oleh Depdiknas dan dipandang sebagai tidak berhubungan dengan
agama. Pembentukan karakter siswa yang merupakan bagian terpenting dari proses
pendidikan justru kurang tergarap secara serius. Agama ditempatkan sekadar salah satu
aspek yang perannya sangat minimal, bukan menjadi landasan seluruh aspek.
Pendidikan yang sekular-materialistik ini memang bisa melahirkan orang yang
menguasai sains-teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Akan tetapi,
pendidikan semacam itu terbukti gagal membentuk kepribadian peserta didik dan
penguasaan ilmu agama. Banyak lulusan pendidikan umum yang buta agama dan rapuh
kepribadiannya. Sebaliknya, mereka yang belajar di lingkungan pendidikan agama
memang menguasai ilmu agama dan kepribadiannya pun bagus, tetapi buta dari segi sains
dan teknologi. Sehingga, sektor-sektor modern diisi orang-orang awam. Sedang yang
mengerti agama membuat dunianya sendiri, karena tidak mampu terjun ke sektor modern.

2.2.2 Mahalnya Biaya Pendidikan


Pendidikan bermutu itu mahal, itulah kalimat yang sering terlontar di kalangan
masyarakat. Mereka menganggap begitu mahalnya biaya untuk mengenyam pendidikan
yang bermutu. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai
Perguruan Tinggi membuat masyarakat miskin memiliki pilihan lain kecuali tidak
bersekolah. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan
pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), dimana di Indonesia
dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, komite sekolah
yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya,
pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah komite sekolah
terbentuk, segala pungutan disodorkan kepada wali murid sesuai keputusan komite
sekolah. Namun dalam penggunaan dana, tidak transparan. Karena komite sekolah adalah
orang-orang dekat kepada sekolah.
Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum
Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk
Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan
perubahan status itu pemerintah secara mudah dapat melempar tanggung jawabnya atas
pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas.
Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik
tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang
luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor
pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sector yang menyerap pendanaan besar
seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen
(Kompas, 10/5/2005).
Koordinator LSM Education network foa Justice (ENJ), Yanti Mukhtar
(Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah
telah melegitimasi komersalialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab
penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi
untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan
mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu.
Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas
akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara
kaya dan miskin.
Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, tetapi persoalannya siapa
yang seharusnya membayarnya?. Kewajiban Pemerintahlah untuk menjamin setiap
warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk
mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataan Pemerintah justru ingin
berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan
bagi Pemerintah untuk cuci tangan.
Fandi achmad (Jawa Pos, 2/6/2007) menjelaskan sebagai berikut.
Mencermati konteks pendidikan dalam praktik seperti itu, tujuan pendidikan menjadi
bergeser. Awalnya, pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak
membeda-bedakan kelas sosial. Pendidikan adalah untuk semua. Namun, pendidikan
kemudian menjadi perdagangan bebas (free trade).
Tesis akhirnya, bila sekolah selalu mengadakan drama tahun ajaran masuk sekolah
dengan bentuk pendidikan diskriminatif sedemikian itu, pendidikan justru tidak bisa
mencerdaskan bangsa. Ia diperalat untuk mengeruk habis uang rakyat demi kepentingan
pribadi maupun golongan.

2.2.3 Kualitas SDM yang Rendah


Akibat paradigma pendidikan nasional yang sekular-materialistik, kualitas
kepribadian anak didik di Indonesia semakin memprihatinkan. Dari sisi keahlian pun
sangat jauh jika dibandingkan dengan Negara lain. Jika dibandingkan dengan India,
sebuah Negara dengan segudang masalah (kemiskinan, kurang gizi, pendidikan yang
rendah), ternyata kualitas SDM Indonesia sangat jauh tertinggal. India dapat
menghasilkan kualitas SDM yang mencengangkan. Jika Indonesia masih dibayang-
bayangi pengusiran dan pemerkosaan tenaga kerja tak terdidik yang dikirim ke luar
negeri, banyak orang India mendapat posisi bergengsi di pasar Internasional.
Di samping kualitas SDM yang rendah juga disebabkan di beberapa daerah di Indonesia
masih kekurangan guru, dan ini perlu segera diantisipasi. Tabel 1. berikut menjelaskan
tentang kekurangan guru, untuk tingkat TK, SD, SMP dan SMU maupun SMK untuk
tahun 2004 dan 2005. Total kita masih membutuhkan sekitar 218.000 guru tambahan, dan
ini menjadi tugas utama dari lembaga pendidikan keguruan.
Dalam menghadapi era globalisasi, kita tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia
dengan latar belakang pendidikan formal yang baik, tetapi juga diperlukan sumber daya
manusia yang mempunyai latar belakang pendidikan non formal.

2.3 Penyesuaian Pendidikan Indonesia di Era Globalisasi


Dari beberapa takaran dan ukuran dunia pendidikan kita belum siap menghadapi
globalisasi. Belum siap tidak berarti bangsa kita akan hanyut begitu saja dalam arus
global tersebut. Kita harus menyadari bahwa Indonesia masih dalam masa transisi dan
memiliki potensi yang sangat besar untuk memainkan peran dalam globalisasi khususnya
pada konteks regional. Inilah salah satu tantangan dunia pendidikan kita yaitu
menghasilkan SDM yang kompetitif dan tangguh. Kedua, dunia pendidikan kita
menghadapi banyak kendala dan tantangan. Namun dari uraian di atas, kita optimis
bahwa masih ada peluang.
Ketiga, alternatif yang ditawarkan di sini adalah penguatan fungsi keluarga dalam
pendidikan anak dengan penekanan pada pendidikan informal sebagai bagian dari
pendidikan formal anak di sekolah. Kesadaran yang tumbuh bahwa keluarga memainkan
peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak akan membuat kita lebih hati-hati
untuk tidak mudah melemparkan kesalahan dunia pendidikan nasional kepada otoritas
dan sektor-sektor lain dalam masyarakat, karena mendidik itu ternyata tidak mudah dan
harus lintas sektoral. Semakin besar kuantitas individu dan keluarga yang menyadari
urgensi peranan keluarga ini, kemudian mereka membentuk jaringan yang lebih luas
untuk membangun sinergi, maka semakin cepat tumbuhnya kesadaran kompetitif di
tengah-tengah bangsa kita sehingga mampu bersaing di atas gelombang globalisasi ini.
Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah visioning (pandangan),repositioning
strategy (strategi) , dan leadership (kepemimpinan). Tanpa itu semua, kita tidak akan
pernah beranjak dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas, tahapan-
tahapan yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk
mencapai itu, tahun 2020 bukan tidak mungkin Indonesia juga bisa bangkit kembali
menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan jaya sebagai pemenang dalam globalisasi.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak
mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan
yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya
sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-
bangsa di seluruh dunia
Dampak Positif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia
Pengajaran Interaktif Multimedia
Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran pada
dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran yang
berbasis teknologi baru seperti internet dan computer.
Perubahan Corak Pendidikan, mulai longgarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara.
Tuntutan untuk berkompetisi dan tekanan institusi global, seperti IMF dan World Bank,
mau atau tidak, membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus berkompromi untuk
melakukan perubahan.
Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia
Komersialisasi Pendidikan
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak didirikan
sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis. John Micklethwait
menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan bisnis yang mulai merambah dunia
pendidikan dalam bukunya Masa Depan Sempurna bahwa tibanya perusahaan
pendidikan menandai pendekatan kembali ke masa depan.
Bahaya Dunia Maya
Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi dengan mudah juga
dapat memberikan dampak negative bagi siswa. Terdapat pula, Aneka macam materi
yang berpengaruh negative bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian,
rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti
pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun, termasuk siswa.
Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet.
Penyebab buruknya pendidikan di era globalisasi di indonesia adalah Mahalnya Biaya
Pendidikan, Kualitas SDM yang Rendah dan fasilitas pendidikan ang kurang, itu yang
mengakibatkan pendidikan tidak berjalan dengan lancar
Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah visioning (pandangan), repositioning
strategy (strategi) , dan leadership (kepemimpinan). Tanpa itu semua, kita tidak akan
pernah beranjak dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas, tahapan-
tahapan yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk
mencapai itu

3.2 Saran
Penulis memberikan saran yang ditujukan untuk
a. Masyarakat
agar para orang tua memperhatikan kepentingan anaknya dalam hal pendidikan sehingga
pendidikan berjalan dengan lancar
b. Pemerintah
Pemerintah harus menggarkan danan yang cukup untuk keperluan pendidikan dan
menambah beasiswa bagi guru untuk training

DAFTAR PUSTAKA
Asri B. 2008. Pembelajaran Moral. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Faizah, F. 2009. Dampak Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan, (Online),
(http://www.blogger.com/profile/14458280955885383127), diakses 18 Oktober 2011.
Munir. 2010. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Maqdani, Anggota
IKPI.
Surya, M. 2002. Dasar-dasar Kependidikan di SD. Pusat penerbitan Universitas
Terbuka. Suryabrata, S. 2010. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Rajawali Pers.
Januar, I. 2006. Globalisasi pendidikan dI
indonesia, (Online), (www.friendster.com/group/tabmain.php?statpos=mygr
oup&gid;=340151), diakses 18 Oktober 2011.
Wardoyo, C. 2007. Urgensi Pendidikan Moral (Online), (http://www.nu.or.i) diakses 18

FAKTOR-FAKTOR
oktober 2011.

PENGHAMBAT DALAM
PERSATUAN KESATUAN
NEGARA KESATUAN REPUBLIK
INDONESIA

Rosyda Nur Afifah (30)


TUGAS KARYA ILMIAH BAHASA INDONESIA
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca. Dan untuk ke depannya penulis dapat memperbaiki
bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis meyakini


bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
Jakarta, Juni 2017

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
Judul............................................................................................................................i

Kata
Pengantar.......................................................................................................................
....ii

Daftar
Isi...................................................................................................................................
iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar
Belakang...........................................................................................................1
1.2. Rumusan
Masalah......................................................................................................2

1.3. Tujuan.................................................................................................................
.......2

1.4. Manfaat..............................................................................................................
........2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Integrasi


Nasional...................................................................3

2.2. Syarat Integrasi


Nasonal...........................................................................................5

2.3. Bentuk
IntegrasiNasional........................................................................................7

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Faktor Internal Penghambat Integrasi Nasional di


Indonesia..................................5

3.2. FaktorEksternal Penghambat Integrasi Nasional di


Indonesia.................................7

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan.....................................................................................................
.......11

4.2. Saran...............................................................................................................
.......11

DAFTAR
PUSTAKA..............................................................................................................12
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Permasalahan integritas (persatuan kesatuan) sudah menjadi masalah umum hampir


dialami oleh banyak Negara termasuk Indonesia. Di Indonesia adanya kesatuan-kesatuan
sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat istiadat dan primordialisme
merupakan konflik yang dilakukan oleh antar kelompok masyarakat yang
dilatarbelakangi oleh perbedaan memeluk agama, konflik antar suku, kesalapahaman
antar budaya dan sebagainya. Hal ini akan mengakibatkan munculnya gerakan
separatisme yang terjadi dibeberapa wilayah, misalnya gerakan separatis DI/TII
Kartosuwiryo di Jawa Barat, Permesta Kahar Muzakar di Sumatra, dan Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) .

Menurut Cliffrod Gertz, apabila bangsa Indonesia tidak pandai-pandai memanajemen


keanekaragaman etnik, budaya, dan solidaritas etnik, maka Indonesia akan pecah
menjadi negara-negara kecil. Bila ketidakpuasan ekonomi, kelas, atau intelektual
menjurus pada revolusi yang mendorong pergantian tatanan ekonomi dan politik
negara-bangsa. Maka akan muncul sikap disintegrasi bangsa. Perpecahan dalam
masyarakat majemuk korbannya bukan individu, kelompok, atau kelas tertentu, tapi
negara-bangsa itu sendiri yang akan tercerai-berai.

Hal ini ditambah dengan pandangan yang menimbulkan watak etnosentrisme dan
primordialisme sempit. Etnosentrisme adalah suatu pandangan yang melekat pada diri
seseorang (masyarakat) yang menilai kebudayaan-kebudayaan lain, selalu diukur dengan
nilai kebudayaannya. Primordialisme adalah pemikiran yang mengutamakan atau
menempatkan pada tempat yang pertama kepentingan suatu kelompok atau komunitas
masyarakat.

Pemupukan sifat seperti ini yang tanpa batas, pada akhirnya akan melahirkan gerakan-
gerakan separatisme. Gerakan-gerakan separatisme dapat kalian lihat dari perlawanan
Fretillin di Timor Timur.Sejak mereka bergabung dengan NKRI tahun 1976, yang akhirnya
berhasil membentuk negara sendiri (Timor Laste) tahun 1998. Sentimen primordial
kesukuan ini dihidupkan menjadi basis utama artikulasi kepentingan secara politik,
karena tersumbatnya komunikasi politik melalui saluran yang ada sehingga gerakan ini
mengartikulasikan kepentingan poilitik dengan berbagai cara.
Untuk keluar dari berbagai komplikasi permasalahan mengenai konflik dan integrasi
nasional, perlu deteliti sisi lain dari konflik tersebut yaitu menganalisis faktor yang
menjadi penghambat terealisasinya integrasi nasional di Indonesia.

1.2.Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

a. Apa saja faktor internal pengahambat dalam integrasi nasional di Indonesia?

b. Apa saja faktor eksternal pengahambat dalam integrasi nasional di Indonesia?

1.3.Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah

a. Untuk mengetahui faktor internal penghambat dalam integrasi nasional di


Indonesia

b. Untuk mengetahui faktor eksternal penghambat dalam integrasi nasional di


indonesia

1.4.Manfaat

Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik manfaat teoritis maupun
praktis.

1. Manfaat Teoritis

Secara teorotis makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktor
penghambat dalam integrasi nasional di Indonesia.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca.

a. Bagi mahasiswa: Agar dapat digunakan untuk referensi belajar,

b. Bagi masyarakat umum: dapat memberikan informasi atau gambaran tentang


factor yang menjadi penghambat berjalannya integrasi nasional di Indonesia, sehingga
masyarakat dapat menghindari hal-hal tersebut untuk tercapainya integrasi nasional di
Indonesia.

c. Bagi pemerintah: Bisa dijadikan bahan untuk membuat kebijakan dalam


mengatasi masalah faktor penghambat integrasi nasional di Indonesia.

d. Bagi dosen: dapat dijadikan sebagai bahan ajar mengenai bahasan integrasi
nasional
e. Bagi penulis: hasil kajian ini sebagai bahan masukan dan bahan pembelajaran
tentang faktor pengahambat dalam integrasi nasional di Indonesia.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Integrasi nasional

Integrasi Nasional berasal dari 2 kata, yakni Integrasi dan Nasional. Integrasi ini berasal
dari Bahasa Inggris (integrate) yang memiliki arti menyatupadukan, mempersatukan
atau menggabungkan. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Integrasi memiliki arti
pembauran sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Kata Nasional itu
sendiri berasal dari Bahasa Inggris juga (Nation) yang berarti Bangsa.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Integrasi Nasional memiliki arti yang
politis dan antropologis.

- Secara Politis

Integrasi Nasional secara politis ini memiliki arti bahwa penyatuan berbagai kelompok
budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas
nasional.

- Secara Antropologis

Integrasi Nasional secara antropologis ini berarti bahwa proses penyesuaian diantara
unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu kesatuan fungsi di
dalam kehidupan masyarakat.

Menurut beberapa para ahli Integritas Nasional sebagai berikut :

1. Howard Wriggins

Integritas nasional berarti penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu masyarakat
menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat
kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu kesatuan bangsa.

2. Myron Weiner

Integrasi menunjuk pada proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke
dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka pembentukan suatu identitasnasional

3. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin

Integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua
aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

4. J. Soedjati Djiwandono
Integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian persatuan nasional dalam arti luas
dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.

2.2. Syarat Integrasi Nasional

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, Ada beberapa syarat keberhasilan
Integrasi di dalam suatu negara, diantaranya adalah:

1. Anggota masyarakat merasa bahwa mereka semua berhasil untuk saling mengisi
kebutuhan-kebutuhan yang satu dengan yang lainnya.

2. Terciptanya kesepakatan bersama mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial


yang dilestarikan dan dijadikan menjadi suatu pedoman.

3. Norma-norma dan nilai-nilai sosial dijadikan aturan yang baku dalam


melangsungkan proses integrasi sosial.

2.3. Bentuk Integrasi Nasional

Bentuk integrasi nasional dalam masyarakat dapat dibagi menjadi dua bentuk yakni:

1. Asimilasi

Yaitu pembauran kebudayaan yang disertaya ciri khas kebudayaan asli.Dalam


masyarakat bentuk integrasi social ini terlihat Dari pembentukan tatanan social yang
baru yang menggantikan budaya asli.Biasanya bentuk integrasi ini diterapkan pada
kehidupan social yang primitive dan rasis. Maka dari itu budaya asli yang bertentangan
dengan norma yang mengancam disintegrasi masyarakat akan digantikan dengan
tatanan social barau yang dapat menyatukan beragam latar belakang social.

2. Akulturasi

Yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan


asli.Akulturasi menjadi alternative tersendiri dalam menyikapi interaksi social, hal ini
didasarkan pada nilai- nilai social masyarakat yang beberapa dapat dipertahankan.
Sehingga nilai- nilai baru yang ditanamkan pada masyarakat tersebut akan menciptakan
keharmonisan untuk mencapai integrasi soaial. Contoh : Sekaten, akulturasi antara
budaya Jawa, Islam dan Hindu.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Faktor Internal Pengahambat dalam Integrasi Nasional di Indonesia

Adapun yang menjadi faktor internal yang mengahambat terwujudnya integrasi nasional
di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam) dalam faktor-faktor


kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama
yang dianut, ras dan sebagainya.

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia yaitu lebih dari
237 juta jiwa dan dari jumlah tersebut terdiri dari 1.128 suku bangsa yang tinggal di
Indonesia.Bukan hanya itu, Indonesia juga memiliki 6 agama resmi yaitu Islam, Khatolik,
Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu.Hal itu membuktikan bahwa Indonesia memang
kaya akan keberagamannya.

Untuk mewujudkan integrasi nasional di Indonesia jika dilihat dari faktor internalnya
sangat sulit untuk mencapainya dengan mudah. Karena syarat dari tercapainya integrasi
nasional adalah terciptanya kesepakatan bersama mengenai norma-norma dan nilai-
nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan menjadi suatu pedoman. Dengan beragamnya
kebudayaan di Indonesia sulit juga untuk menyepakati suatu norma dan nilai sosial yang
akan dijadikan suatu pedoman, karena tiap daerah mempunyai kebudayaan, adat dan
pandangan hidup masing-masing yang sulit untuk diubah.

2. Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan kepulauan yang dikelilingi oleh
lautan luas.

Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi gariskhatulistiwa dan berada di
antara benua Asia dan Australia serta antaraSamudra Pasifik dan Samudra Hindia dan
merupakan negara kepulauanterbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau dengan
luas wilayah lebih dari 1,9 juta Km2. Dengan wilayah yang begitu luas, menjadi salah satu
faktor yang menghambat terwujudnya integrasi nasional di Indonesia karena begitu
jauhnyan jangkauan antar daerah di Indonesia.

3. Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat Indonesia terhadap


segala ancaman dan gangguan yang muncul dari luar.

Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat Indonesia terhadap segala


ancaman dan gangguan yang muncul dari luar ini akan berdampak pada munculnya
disintegrasi nasional, karena pada zaman sekarang ini bentuk ancaman tidak berupa
peperangan fisik ataupun penjajahan secara fisik, akan tetapi ancaman dan gangguan
tersebut adalah dalam bentuk perang pemikiran dan perang budaya, dimana terjadinya
perubahan sosial akibat masuknya budaya luar yang dapat memecahbelahkan
masyarakat Indonesia, mungkin dampaknya bisa berupa tidak adanya persamaan
pandangan mengenai tujuan semula yang ingin dicapai, norma-norma masyarakat mulai
tidak berfungsi dengan baik sebagai alat pengendalian sosial demi mencapai tujuan
bersama, sanksi yang diberikan kepada pelanggar norma tidak dilaksanakan secara
konsekuen, tindakan-tindakan warga masyarakat tidaklagi sesuai dengan norma-norma
yang berlaku dalam masyarakat dan terjadi proses-proses sosial yang bersifat disosiatif.

Maka jika telah terjadi hal demikian, berarti disintegrasi nasional di Indonesia telah ada.
Dan hal tersebut akan mengancam terwujudnya integrasi nasional di Indonesia.

4. Lemahnya nila-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang
tidak sesuai dengan kepribadian bangsa

Beberapa golongan masyarakat Indonesia ada yang memiliki pandangan bahwa semua
unsur-unsur yang masuk dalam suatu masyarakat dianggap baik dan lebih maju,
sehingga perlu diikuti, terutama unsur-unsur budaya dari dunia barat. Hal ini karena
perkembangan ilmu dan teknologi mereka demikian maju dan cepat perkembangannya.

Keadaan ini membuat sebagian masyarakat lupa bahwa tidak semua yang datang dari
barat merupakan hal-hal yang modern. Proses menerima semua unsur-unsur barat
tanpa seleksi disebut Westernisasi. Semua yang datang dari barat tidak dapat
digolongkan modern. Pergaulan bebas, seks bebas, merupakan kerusakan moral dan
tidak sesuai dengan nilai dan norma bangsa Indonesia.

Modern tidak sama dengan westernisasi. Hal ini berarti tidak semua yang datang dari
Barat itu modern. Westernisasi harus ditolak karena Indonesia bukan negara Barat, tapi
Indonesia memiliki nilai-nilai budaya dan norma-norma sosial sendiri yang jauh lebih
baik dari norma-norma sosial yang ada di Barat. Sehingga jika westernisasi terjadi pada
masyarakat Indonesia, maka akan semakin sulit terwujudnya integrasi nasional di
Indonesia, karena terjadinya pertentangan antar norma-norma yang ada dalam
masyarakat.

3.2. Faktor Eksternal Pengahambat dalam Integrasi Nasional di Indonesia

Berikut ini adalah yang menjadi faktor eksternal penghambat terwujudnya integrasi
nasional di Indonesia:

1. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang memiliki sifat heterogen

Sebagai Negara yang kaya akan kemajemukan yang dimiliki, Indonesia seharusnya
mampu untuk mengapresiasikan keunikan tersebut. Jika kemajemukan Indonesia ini
diapresiasikan dan diberi pengahargaan, maka masyarakat Indonesia akan merasa
bangga menjadi warga negara Indonesia dan dengan kemajemukan tersebut dianggap
sebagai suatu kelebihan menjadi warga negara yang dapat bersatu bukan sebagai
hambatan dalam terwujudnya integrasi nasional.

2. Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil


pembangunan

Hal ini dapat menimbulkan berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA
(Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan), gerakan separatisme dan kedaerahan,
demonstrasi dan unjuk rasa. Karena pada hakikatnya manusia memiliki sifat yang tidak
ingin dibeda-bedakan dalam perlakuannya, maka begitu pula dengan proses
pembangunan di Indonesia. Setiap daerah atau wilayah di Indonesia memiliki hak dalam
penerimaan pembangunan daerah. Jika terjadi ketidakmerataan pembangunan ini, maka
akan sulit terwujudnya integrasi nasional di Indonesia karena terjadinya kecemburuan
sosial disetiap daerahnya.

3. Pembauran Bangsa

Pembauran bangsa merupakan usaha untuk menyatukan suku-suku bangsa dalam


masyarakat bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuh atau pemaduan
masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi satu bangsa baru, yaitu
Indonesia. Bersatu sebagai satu bangsa tidak hanya berdasarkan atas kesamaan ras,
suku, bangsa, bahasa, agama, kepentingan atau batas-batas geografis, tetapi
berdasarkan pada kesaman perasaan, kesamaan niat yang timbul sebagai akibat
pengorbanan yang telah dialami di masa lampau, masa kini, dan akan dialami bersam-
bersama di masa mendatang. Titik rawan dari pembauran bangsa tetap terletak pada
kelompok keturunan. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok masyarakat
keturunan Tionghoa, ini disebabkan beberapa hal, yaitu:

1) Jumlah kelompok masyarakat itu cukup besar, sekitar 3,5 juta orang

2) Pola hidup mereka secara relatif masih eksklusif; dan

3) Pada umumnya mereka berada dalam kelompok masyarakat ekonomi kuat.

Berdasarkan pada hal itu kita dapat mengatakan bahwa masih ada beberapa hambatan
dalam proses pembauran kelompok keturunan Tionghoa ini antara lain faktor budaya,
ekonomi, dan politik (Bahri, 1984: 694).

4. Kerukunan Antar Umat Beragama

Sudah menjadi pendapat umum pada tingkat nasional ataupun tingkat internasional,
bahwa Republik Indonesia adalah negara yang mempunyai penganut Agama Islam
terbesar di dunia. Dari data statistik sering diungkapkan bahwa dari 148 juta (tahun
1984) penduduk indonesia, 90% menganut Agama Islam.

Akan tetapi sejak Indonesia merdeka kedudukan islam dalam area politik nasional
seringkali menjadi persoalan yang menimbulkan pertentangan, sehingga mengakibatkan
kemacetan politik, pemberontakan berlatar belakang agama dan kedaerahan, juga
pertentangan sosial lainnya. Di kalangan umat islam dalam kenyataannya terdapat
berbagai derajat kaum muslimin, dari yang saleh sampai mereka yang abangan.
Sedangkan di barisan orang-orang saleh pun terdapat bermacam-macam aliran. Dengan
kondisi seperti itu, menjadikan masalah islam di Indonesia sebagai persoalan yang cukup
rumit.

Bersamaan dengan isu Kristianisasi di kalangan umat islam belum kunjung lenyap, dan
belakangan ini muncul isu Islamisasi di kalangan umat kristen. Semua ini menunjukkan
betapa berkembangnya solidaritas sempit yang membawa kemrosotan semangat
kebangsaan Indonesia.Dengan demikian kesadaran untuk menumbuhkan sikap saling
pengertian kesulitan yang dihadapi masing-masing kelompok agama masih sangat
rendah.

5. Perubahan Nilai-nilai

Dari mulai Indonesia merdeka sampai sekarang ini, masih terdapat pandangan umum
bahwa ada kesulitan untuk menentukan nilai-nilai Indonesia, akibat adanya kesenjangan
yang bersifat struktural dalam masyarakat. Kesenjangan itu semakin terasa ketika arus
budaya barat masuk dengan deras ke persada Nusantara. Lebih tragis lagi karena
ketidaksiapan dan ketidakmatangan budaya domestik untuk merangkul budaya barat
yang disebut budaya modern itu.

Akibat dari perkembangan teknologi komunikasi juga muncul kelompok masyarakat


yang merasa mandiri, kemudian muncul egoisme, yaitu asalkan saya selamat, yang lain
masa bodoh. Bila kita sampai pada pemikiran seperti itu akan sampai pada satu bahaya
besar, karena akan terjadi disintegrasi yang tidak tampak. Disintegrasi seperti itu baru
akan terlihat bila kita telah mengalami suatu musibah besar perpecahan politik etau
serangan dari luar. Jika ini terjadi, neragara hanyalah tinggal sebagai kerangka tetapi
isinya keropos.

Sekelompok pakar berpendapat bahwa proses pembangunan di negara-negara


berkembang berpotensi untuk menjadi violent-generating process (proses pembentukan
kekerasan). Olson misalnya menyatakan bahwa perubahan secara cepat di dalam teknik
produksi dan prilaku ekonomi akan membawa masyarakat pada situasi anomy yang
dicirikan dengan perasaan hilangnya pijakan dan hilangnya norma-norma (Olson 1997).
Ironi dari bangsa Indonesia hari ini adalah rontoknya tradisi meritokrasi dan hilangnya
kapasitas visioner yang diiringi dengan menggejalanya tradisi instan di segala lapisan
masyarakat.
Belajar dari pengalaman negara-negara di Amerika Latin, suatu sistem politik yang
didominasi oleh kalkulasi materi dan agenda-agenda politik yang pragmatis, tidaklah
memiliki kemampuan jangka panjang untuk mengantarkan suatu negara bangsa
mencapai fase demokrasi yang terkonsolidasi. Jadi perubahan dalam nilai-nilai bangsa
Indonesia ini akan melunturkan sikap kebengsaan Indonesia dan akan sulitnya terwujud
integrasi nasional di Indonesia.

6. Politik.

Masalah politik merupakan aspek yang paling mudah untuk menyulut berbagai ketidak
nyamanan atau ketidak tenangan dalam
bermasyarakat dan sering mengakibatkan konflik antar masyarakat yang berbeda
faham apabila tidak ditangani dengan bijaksana akan menyebabkan konflik sosial di
dalam masyarakat. Selain itu ketidak sesuaian kebijakan-kebijakan pemerintah pusat
yang diberlakukan pada pemerintah daerah juga sering menimbulkan perbedaan
kepentingan yang akhirnya timbul konflik sosial karena dirasa ada ketidak adilan didalam
pengelolaan dan pembagian hasil atau hal-hal lain seperti perasaan pemerintah daerah
yang sudah mampu mandiri dan tidak lagi membutuhkan bantuan dari pemerintah
pusat, konflik antar partai, kabinet koalisi yang melemahkan ketahanan nasional dan
kondisi yang tidak pasti dan tidak adil akibat ketidakpastian hukum.

7. Ekonomi

Krisis ekonomi yang berkepanjangan semakin menyebabkan sebagian besar penduduk


hidup dalam taraf kemiskinan. Kesenjangan sosial masyarakat Indonesia yang semakin
lebar antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin dan adanya indikasi untuk
mendapatkan kekayaan dengan tidak wajar yaitu melalui KKN.

8. Sosial Budaya

Pluralitas kondisi sosial budaya bangsa Indonesia merupakan sumber konflik apabila
tidak ditangani dengan bijaksana. Tata nilai yang berlaku di daerah yang satu tidak
selalu sama dengan daerah yang lain. Konflik tata nilai yang sering terjadi saat ini yakni
konflik antara kelompok yang keras dan lebih modern dengan kelompok yang relatif
terbelakang.

9. Pertahanan Keamanan

Kemungkinan disintegrasi bangsa dilihat dari aspek pertahanan keamanan dapat terjadi
dari seluruh permasalahan aspek asta gatra itu sendiri. Dilain pihak turunnya wibawa
TNI dan Polri akibat kesalahan dimasa lalu dimana TNI dan Polri digunakan oleh
penguasa sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaannya bukan sebagai alat
pertahanan dan keamanan negara.
BAB IV

PENUTUP

4.1.Kesimpulan

Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat
menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat
kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.

Yang menjadi faktor pengahambat dalam integrasi nasional di Indonesia terbagi atas dua
yaitu faktor internal dan eksternal.Yang menjadi faktor internal yang menghambat
terwujudnya integrasi nasional di Indonesia adalah Masyarakat Indonesia yang
heterogen (beraneka ragam) dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-
masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan
sebagainya.Wilayah negara yang begitu luas.Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-
masing rakyat Indonesia terhadap segala ancaman dan gangguan yang mucul dari luar.
Dan lemahnya nila-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang
tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Adapun yang menjadi faktor eksternal
penghambat terwujudnya integrasi nasional di Indonesia adalah Kurangnya
penghargaan terhadap kemajemukan yang memiliki sifat heterogen. Masih besarnya
ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil
pembangunan. Pembauran Bangsa.Kerukunan Antar Umat Beragama. Dan perubahan
Nilai-nilai.

4.2.Saran

Di Indonesia ternyata masih banyak permasalahan mengenai integrasi nasional sehingga


perlu diadakannya pembahasan yang lebih lanjut agar informasi yang diperoleh lebih
lengkap dan dapat diterima dengan baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Daftar Pustaka

Hardian Tahta.2015.Makalah Tentang Integrasi


Nasional.(http://tahta10.blogspot.com/2015/03/makalah-tentang-integrasi-
nasional.html)

Juli Natali.2013.Faktor-Faktor Penghambat Integrasi Nasional di


Indonesia.(http://pendididi.blogspot.com/2013/10/faktor-faktor-penghambat-
integrasi.html)
Trisna Indra.2015.Syarat Integrasi.( http://indraitr28.blogspot.com/2015/04/syarat-
integrasi.html)

Umroh St.2015.Pendidikan PPKn.(http://www.astalog.com/1144/kendala-dalam-


mewujudkan-integrasi-nasional.htm)

http://pipa-biru.blogspot.com/2014/01/integrasi-sosial-dan-integrasi-nasional.html

KARYA ILMIAH
PENGARUH PERGAULAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
Oleh: Kania Nayuri Nugroho
Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karenaberkat rahmat dan
hidayahnya Penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Pengaruh
pergaulan terhadap Prestasi Belajar Siswa dengan tepat waktu.
Karya ilmiah ini disiusun dalam rangka memenuhi tugas Bahasa
Indonesia. Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna.
Karenanya, pneulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat
membangun karya ilmiah ini.
Termakasih kepada Bapak Junarto selaku guru Bahasa Indonesia, Orang
Tua, Teman-teman, serta pihak lain yang membantu saya dalam menyelesaikan
karya ilmiah ini
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembacanya serta dapat
memberikan ilmu pengetahuan dan informasi untuk pembacanya.

BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar belakang
Perkembangan zaman dari masa ke masa telah melahirkan banyak sekali
teknologi super canggih yang sudah tersebar kesegala arah melalui berbagai
media-media sebagai penghubung informasi perkembangan kemajuan tersebut.
Namun kecanggihan atau kemajuan itu memunculkan hal-hal baru dari pola
tingkah dan ragam pemikiran manusia. Kebanyakan dari manusia yang hidup
dalam masa kecanggihan ini memanfaatkan hal tersebut untuk meraup materi
sebanyak-banyaknya dengan tidak mengindahkan nilai-nilai ajaran agama.
Karena itu, kebanyakan orang salah berpendapat bahwa faktor pokok yang
mempengaruhi keberhasilan anak adalah sekolah, padahal kalau mau berfikir
yang jernih dan obyektif, lingkungan, teman bergaul, orang tua dan keluarga
sangat mempengaruhi di dalam keberhasilan anak mereka belajar. Siswa dengan
lingkungan keluarga yang tidak harmonis, masalah pergaulan anak kurang
mendapat perhatian dari orang tua, dapat menyebabkan kemungkinan dari
mereka ada yang terjerumus dalam lingkungan pergaulan yang kurang tepat.
Siswa yang hidup dalam keluarga kacau tidak harmonis tersebut, biasanya akan
kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Namun berbeda dengan keadaan keluarga yang harmonis, pergaulan anak akan
lebih banyak diperhatikan, sehingga kemungkinan besar pola pergaulan sehat
yang dijalani oleh anak. Situasi tersebut akan langsung berdampak positif pada
kelangsungan prestasi belajar siswa dalam sekolahan yang secara tidak langsung
mendapatkan motivasi dari keluarga dan lingkungan yang sehat.
II. Rumusan masalah
1. Bagaimana ragam pola pergaulan siswa.
2. Bagaimana pola pergaulan siswa berpengaruh terhadap prestasi
siswa.

III. Tujuan penulisan


1. Mengetahui ragam pola pergaulan siswa.
2. Mengetahui pola pergaulan siswa berpengaruh terhadap prestasi siswa.

IV. Manfaat penelitian


1. Memberi tahukan kepada para pembaca bahaya terhadap seks bebas
2. Memberi tahukan penyakit yang akan di derita bagi pelaku seks bebas
3. Agara mengetahui dampak dan akibat dari dampa seks bebas

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian belajar
Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan
atau menghafalkan fakta-fakta yang telah tersaji dalam bentuk informasi. Selain
itu ada juga sebagian orang yang hanya memandang belajar sebagai latihan
belaka, yang berupa latihan membaca dan menulis. Untuk menghindari
ketidaklengkapan persepsi tentang belajar, penulis akan melengkapi sebagian
definisi dengan komentar dan anggapan seperlunya.
Menurut Chaplin sebagaimana yang diungkapkan oleh Muhibbin Syah,
membatasi belajar dengan dua macam rumusan. Rumusan pertama yang berarti,
belajar adalah perolehan perubahan tinggkah laku yang relatif menetap sebagai
akibat latihan dan pengalaman. Rumusan keduanya mempunyai arti, belajar
ialah proses memperoleh respons-respons sebagai akibat adanya latihan khusus.
Menurut Wittig mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relatif menetap
yang terjadi dalam segala macam/ keseluruhan tingkah laku suatu organisme
sebagai hasil pengalaman.
Sedangkan Menurut Hilgard dan Bower sebagaimana yang diungkapkan oleh
Ngalim Purwanto, belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku
seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamanya yang
berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat
dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau
keadaan-keadaan saat seseorang mengalami kelelahan.

B. Pengertian prestasi belajar


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi mempunyai arti suatu hasil yang
telah dicapai (dari yang telah dilakukan dan dikerjakan.
Menurut H. Abu Ahmadi menjelaskan pengertian prestasi belajar sebagai
berikut: Secara teori bila sesuatu kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan,
maka ada kecenderungan besar untuk mengulanginya. Sumber penguat belajar
dapat secara intrinsik (nilai, pengakuan, penghargaan) dan dapat secara
ekstrinsik (kegairahan untuk menyelidiki, mengartikan situasi).
Prestasi belajar adalah hasil yang didapatkan siswa dari usahanya, baik dan buruk
suatu prestasi belajar, tergantung pada usaha yang dilakukan siswa tersebut.
Siswa akan disebut berptestasi apabila mampu menunjukan nilai-nilai
keberhasilan dalam belajarnya.
Kaitanya dengan penelitian ini, penulis mengartikan Prestasi belajar sebagai hasil
yang diperoleh siswa berupa angka atau nilai setelah dilakukanya evaluasi, yang
mana angka atau nilai tersebut tertuang dalam bentuk nilai raport.
1.Bakat
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki siswa untuk mencapai
keberhasilan pada masa yang akan datang. Hendaknya orangtua tidak
memaksakan anaknya untuk mensekolahkan anaknya ke jurusan tertentu tanpa
mengetahui bakat yang dimiliki anaknya. Siswa yang tidak mengetahui bakatnya,
sehingga memilih jurusan yang bukan bakatnya akan berpengaruh buruk
terhadap kinerja akademik atau prestasi belajarnya

2.Minat
Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang
besar terhadap sesuatu. Siswa yang menaruh minat besar terhadap kesenian
akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada yang lain. Pemusatan
perhatian itu memungkinkan siswa untuk belajar lebih giat dan mencapai
prestasi yang diinginkan.
3.Motivasi
Motivasi adalah suatu usaha untuk meningkatkan kegiatan dalam mencapai
suatu tujuan tertentu, termasuk didalamnya kegiatan belajar. Dalam arti apabila
seseorang menyebutkan motivasi belajar, yang dimaksud tentu segala sesuatu
yang ditunjukan untuk mendorong atau memberikan semangat kepada
seseorang yang melakukan kegiatan belajar agar menjadi lebih giat lagi dalam
belajarnya untuk memperoleh prestasi yang lebih baik lagi.

C. Faktor eksternal
a) Lingkungan sekolah
Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, staf administrasi, dan teman-teman
sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Para guru yang
selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri
tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal belajar, misalnya rajin
membaca dan diskusi, dapat menjadi daya dorong yang positif bagi kegiatan
belajar siswa.
Di sekolah anak berinteraksi dengan guru-guru (pengajar) beserta bahan-bahan
pendidikan dan pengajaran, teman-teman peserta didik lainya, serta pegawai-
pegawai tata usaha, dari interaksi tersebut siswa akan memperoleh pendidikan
formal (terprogram dan terjabarkan dengan tetap) disekolah berupa
pembentukan nilai-nilai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap terhadap bidang
studi mata pelajaran

b) Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat adalah tetangga dan teman-teman sepermainan
disekitar perkampungan siswa. Kondisi masyarakat di lingkungan kumuh yang
serba kekurangan dan banyak pengangguran akan mempengaruhi aktivitas
belajar siswa. Paling tidak siswa akan kesulitan ketika memerlukan teman belajar
atau berdiskusi atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum
dimilikinya.
Proses sosial pada masyarakat pada dasarnya akan mengarahkan juga pada
masalah proses sosialisasi pada siswa. Hal ini cukup beralasan karena siswa
merupakan bagian dari masyarakat dan sebagai obyek penting dalam proses
sosialisasi. Sebagai bagian dari masyarakat siswa dituntut dapat hidup
bermasyarakat secara baik, dan sebagai proses sosialisasi, siswa merupakan
individu yang perlu mendapatkan proses belajar bermasyarakat.

BAB III
PEMBAHASAN

i. Pengaruh Pergaulan Terhadap Prestasi Siswa


Dari penelitian yang di lakaukan pada sma negeri 1 keritang penulis mendapat
beberapa pola pergaulan yang berpengaruh pada prestasi belajar siswa antara
lain.
1. Pola Pergaulan
Pola pergaulan adalah suatu hubungan antara individu dengan individu, individu
dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok
2. Ragam Pola Pergaulan
a. Pola Pergaulan terarah
Yaitu Pola Pergaulan yang menuju kearah lingkungan positif dan tidak melanggar
norma- norma yang berlaku.
b. Pola Pergaulan Tidak terarah ( Pergaulan Bebas)
Yaitu Pola Pergaulan yang menuju kea rah lingkungan bebas ( tanpa aturan ) dan
kebanyakan Pergaulan ini melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.

ii. Dampak Pergaulan


Dengan mengetahui penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dampak
pergaulan tergantung dengan pola pergaulan tersebut. Pola Pergaulan ter arah
bisa merujuk siswa pada prestasi yang cukup baik karena dalam pola pergaulan
ini siswa tidak melanggar norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Sedangkan dalam Pola Pergaulan Bebas ( tanpa aturan ) bisa merujuk siswa pada
prestasi yang jelek karena dalam pergaulan ini siswa cenderung mempunyai
fikiran dan tingkah laku yang negatif. Contoh seorang siswa yang bergaul dengan
orang yang tak berpendidikan akan mengakibatkan siswa tersebut cenderung
ikut pada teman sepergaulannya itu.

iii. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergaulan


1. Faktor internal.
Faktor internal ada1ah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor ini dapat
dibagi dalam beberapa bagian, yaitu :
1) Faktor lntelegensi
2) Faktor Minat
3) Faktor Keadaan Fisik dan Psikis.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor dan luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi
belajar. faktor ini meliputi:
1) Lingkungan keluarga
2) Lingkungan sekolah
3) Lingkungan Masyarakat

Kedua faktor tersebut sangatlah berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa,


karena faktor internal dan eksternal datang dari diri sendiri ataupun dari luar.
Seperti dalam diri sendiri kurangnya motivasi siswa itu dalam belajar, dan faktor
luar bisa dari teman sepergaulan ataupun lingkungan setempat.

iv. Dampak Pola Pergaulan Siswa Terhadap Prestasi Siswa


Siswa dengan lingkungan keluarga yang tidak harmonis, masalah pergaulan anak
kurang mendapat perhatian dari orang tua, dapat menyebabkan kemungkinan
dari mereka ada yang terjerumus dalam lingkungan pergaulan yang kurang tepat.
Siswa yang hidup dalam keluarga kacau tidak harmonis tersebut, biasanya akan
kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Selanjutnya mudah
hanyut dalam pergaulan lingkungannya. Jika lingkungan yang merupakan tempat
bergabung dan teman sepergaulan tersebut itu jelek maka pengaruh jelek akan
mempengaruhinya, seperti kurangnya adab dan sopan santun, malas belajar.
BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa pergaulan itu sangat berperan
penting terhadap prestasi seorang siswa karena dari pergaulan itu siswa dapat
membuat karakter atau sikap nya masing-masing. Jika pergaulan siswa itu baik (
yang berarti bergaul sesuai dengan norma yang berlaku) maka prestasi seorang
siswa akan cenderung akan baik. Maka sebaliknya jika pergaulan siswa itu jelek (
yang berarti bergaul yang tanpa aturan ) maka prestasi seorang siswa tersebut
akan cenderung akan menurun.
2. Saran
Kita sebagai seorang pelajar yang baik, seharusnya mendalami tentang batas-
batas pergaulan dan bisa mendefinisikan mana yang patut dan mana yang tidak
patut untuk di ikuti. Karena kita juga sudah dewasa, Prestasi dan Pergaulan itu
adalah hal yang sangat berkaitan karena dari pergaulan akan membentuk suatu
sikap dan perilaku seorang siswa.

DAFTAR PUSTAKA
http://andi-maryadi.blogspot.co.id/2015/05/dampak-pergaulan-terhadap-
prestasi-siswa.html
http://www.kompasiana.com/nuryati/faktor-internal-dan-eksternal-yang-
mempengaruhi-prestasi-belajar-siswa_54f76dcda33311aa368b47bb
https://id.wikipedia.org/wiki/Belajar
https://id.wikipedia.org/wiki/Belajar
PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PENDIDIKAN
KARYA TULIS ILMIAH INI SEBAGAI SALAH SATU TUGAS MATA PELAJARAN BAHASA
INDONESIA

FEBIO IRSADAD
25804
9
XI MIPA 6

JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
karya tulis ilmiah yang berjudul PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP
PENDIDIKAN dengan baik.
Dalam menyusun karya tulis ilmiah ini, tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang
penulis alami. Karena itu, penulis berterima kasih berkat dukungan, dorongan,
dan semangat dari pihak-pihak yamg sudah membantu baik moral maupun
materil sehingga penulis mampu menyelesaikan karya tulis imiah ini.
Akhir kata, semoga karya tulis ilmiah ini dapat memperluas pengetahuan dan
wawasan kita mengenai pengaruh teknologi dalam pendidikan.

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
I
KATA PENGANTAR
II
DAFTAR ISI
III
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
1
1.2. RUMUSAN MASALAH
1
1.3. TUJUAN PENELITIAN
1
BAB II KAJIAN TEORI
2.1. PENGERTIAN TEKNOLGI MENURUT PARA AHLI
2
BAB III PEMBAHASAN
3.1. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
3
3.2. MANFAAT INTERNET BAGI PENDIDIKAN
4
3.3. DAMPAK NEGATIF INTERNET
5
3.4. DAMPAK TEKNOOGI BAGI PENDIDIKAN
6
3.5. KRITERIA INTERNET DI BIDANG PENDIDIKAN
6
3.6. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
DALAM DUNIA PENDIDIKAN
7
3.7. PENGARUH POSITIF TEKNOLOGI
DALAM DUNIA PENDIDIKAN
10
3.8. PENGARUH NEGATIF TEKNOLOGI
DALAM DUNIA PENDIDIKAN
12

BAB IV PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
14
4.2. SARAN
15
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek
kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia
pendidikan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam
kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan
manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan
aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi sudah menikmati banyak
manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.
Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif,
di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana proses berkembangya teknologi di dunia pendidikan?
2. Apa saja manfaat internet bagi pendidikan ataupun pembelajaran?
3. Apa dampak negative internet bagi aktivitas pendidikan?
4. Apa peran teknologi dalam dunia pendidikan?
5. Bagaimana kriteria internet dibidang pendidikan?

1.3. Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulis membuat makalah ini:
1. Sebagai acuan dalam proses belajar mengajar.
3. Sebagai penambahan wawasan bagi penulis dan pembaca.
4. Mengetahui proses berkembangya teknologi di dunia pendidikan
5. Mengetahui apa saja manfaat internet bagi pendidikan ataupun pembelajaran

BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli
Nana Syaodih S. menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada atau
manusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dahulu memecahkan
kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudah
menggunakan teknologi, yaitu teknologi sederhana.
Terkait dengan teknologi, Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu
perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem untuk
memecahkan masalah. Ahli lain, Kast & Rosenweig menyatakan Technology is the art of
utilizing scientific knowledge. Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih
jelas dan lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang,
memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.
Menurut Iskandar Alisyahbana Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu
karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi
sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah teknologi belum
digunakan. Istilah teknologi berasal dari techne atau cara dan logos atau
pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara.
Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang,
memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak
manusia.Sedangkan menurut Jaques Ellul memberi arti teknologi sebagai keseluruhan
metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang
kegiatan manusia.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Perkembangan Teknologi
Perkembangan internet dalam dunia pendidikan telah menghasilkan sebuah sistem
pembelajaran jarak jauh. Dengan sistem ini maka seorang pelajar tidak perlu lagi pergi
kesekolah seperti layaknya sekolah formal. Namun cukup meluangkan waktunya untuk
bertatap muka dengan dosen atau guru lewat monitor komputer. Demikian juga pelajar
tidak hanya memperoleh informasi tentang pengetahuan melalui buku perpustakaan
bahkan harus pergi ke perpustakaan untuk memperoleh pengetahuan, namun cukup ada di
depan monitor, pengetahuan yang akan dicari sudah tersedia. Bahkan seorang guru akan
dengan mudah mencari bahan ajar yang sesuai dengan bidangnya dan juga seorang siswa
dapat mendalami ilmu pengetahuan yang didapatkan dengan didukung kemampuan untuk
mencari informasi tambahan diluar yang diajarkan oleh guru. Demikian pula masyarakat (
wali murid, Dewan pendidikan dan komite sekolah ) juga dapat memberikan masukan dan
mengontrol sekolah dalam memilih dan menggunakan buku pendidikan yang berkualitas.
Dengan demikian akan terjadi perubahan pola pikir serta kreatifitas guru dan siswa serta
masyarakat dapat berkembang dengan pesat , sehingga terjadi cakrawala berpikir yang lebih
kontektual dan lebih mudah mencerna informasi yang masuk tersebut. Bahkan dalam
lingkup pendidikan, sudah saatnya dibentuk suatu jaringan informasi yang memanfaatkan
teknologi informasi ini. Dengan demikian terdapat suatu jaringan terhubung antar sekolah
sebagai pertukaran data dan informasi secara cepat, akurat dan tentunya murah dalam
segala bidang . Penyebaran ide maupun metode pembelajaran dalam proses pembelajaran
yang lebih tepat pun akan lebih mudah sampai kepelosok daerah yang selama ini mengalami
kesulitan untuk menerima informasi terkini.
3.2. Manfaat Internet Bagi Pendidikan
a. Professor Google
Selain berfungsi sebagai penghubung, internet juga berperan layaknya bank data. Sistem
unggah dan unduh memudahkan semua pengguna internet untuk terus berbagi dan
mendapatkan informasi. Dalam pencarian data, dikenal istilah mesin pencari atau search
engine yang merupakan situs atau program yang khusus dirancang sebagai pencari
dokumen. Search engine terbaik dan terpopuler adalah Google. Situs ini bisa digunakan
untuk mencari data apapun dalam jejaring internet.
Jika ditinjau dari lingkar dunia edukasi, kehadiran internet merupakan wahana yang terbaik
untuk memudahkan para pelajar memperoleh akses data serta informasi yang tak terbatas
seputar materi yang diajarkan di lingkup sekolah ataupun universitas. Namun, perlu diakui,
akses yang tanpa batas tersebut kemudian dalam kondisi tertentu bisa berefek negatif.
Terlebih jika tidak dibarengi pengawasan yang memadai

b. Mempermudah Akses Informasi


Dengan fungsinya sebagai bank data, tak pelak lagi, media internet bisa dimanfaatkan para
pelajar untuk mencari data untuk melengkapi bahan ajar di sekolah maupun di kampus.
Selain itu, informasi seperti berita selalu diperbaharui sehingga pengguna internet bisa
selalu memperbaharui informasi yang mereka dapatkan secara praktis.

c. Bersahabat Dengan Teknologi


Untuk terkoneksi dengan internet, tentunya Anda membutuhkan gadget pendukung seperti
laptop, tablet, ataukah handphone. Secara tidak langsung, dengan mengakses internet akan
melatih penguasaan seseorang terhadap perangkat teknologi. Hal ini tentunya merupakan
hal positif sebab penguasaan terhadap teknologi merupakan salah satu jenis keterampilan
yang tidak dimiliki semua orang. Tahu istilah gaptek, kan?

d. Komunikasi Tanpa Batas


Dewasa ini, internet dipenuhi dengan beragam situs jejaring sosial yang menawarkan
konektivitas yang tentu menguntungkan bagi pelajar. Komunikasi dengan orang-orang dari
berbagai latar belakang suku, pendidikan, usia bisa dilakukan melalui situs jejaring sosial
tersebut. Selain itu, aplikasi seperti Yahoo Messenger dan Skype banyak digunakan dalam
sekolah/perkuliahan jarak jauh dengan memakai sistem conference. Sebut saja universitas
semacam Harvard dan Oxford yang menyediakan perkuliahan jarak jauh yang bisa diikuti
siapapun. Peluang ini tentu sangat baik jika dimanfaatkan dengan benar oleh pelajar
maupun mahasiswa.

3.3. Dampak Negatif Internet


Selain beragam manfaat, internet juga bisa merusak pola pikir serta pola perilaku seseorang.
Berikut dampak negatif internet bagi pelajar :
- Pelajar bisa mengakses situs tak layak seperti situs dengan konten porno yang marak
diperangi oleh orang tua. Memang akhir-akhir ini salah satu kementrian di Indonesia sedang
giat-giatnya memblokir situs porno, namun tak ada jaminan semua situs tersebut bisa
ditutup.
- Gila social network (dunia maya) juga merupakan salah satu hal yang negarif di dunia
internet. Kecanduan jenis ini merubah pola sosial seseorang sehingga lebih nyaman
bertegur sapa di situs sosial ketimbang di dunia nyata.
- Hal negatif lainnya yang bisa merusak pelajar adalah fasilitas game online serta
perjudian online. Kedua hal ini memang sedang tren. Jika masih dalam kontek wajar,
mungkin tak terlalu mengkhawatirkan. Namun beberapa kasus yang ditemui,
kecenderungan untuk bermain serta berjudi secara online bukan lagi sebatas hobi namun
sesuatu yang dirasa penting untuk dilakukan. Game online dan perjudian online agaknya
telah menjadi candu dan banyak perakibat pada menurunnya prestasi belajar seseorang.

Pada hakekatnya internet merupakan alat. Layaknya sebuah alat, penggunaannya tentu
bergantung pada orang sebagai subjek pelaku. Jadi dengan kata lain, positif dan negatif
adalah pilihan. Manfaat internet bagi pelajar merupakan sesuatu yang harus terus-menerus
diberdayakan bagi pelajar. Sedangkan nilai-nilai negarif-nya harus direduksi secara perlahan.
Oleh karenanya, penggunaan internet harus selalu berada dalam pengawasan para pendidik
maupun keluarga.

3.4. Dampak Teknologi Bagi Pendidikan


Perkembangan teknologi khususnya di bidang pendidikan dapat memajukan motivasi siswa
agar lebih unggul dan lebih maju dalam penggunaan teknologi.
Motivasi dalam pendidikan juga dapat mempengaruhi penggunaan teknologi dalam proses
pembelajaran yang di langsungkan. Motivasi berguna untuk menyemangatkan siswa yang
menyerah dan putus asa dalam kemajuaan teknologi yang terjadi. Tanpa di sadari ada juga
dari beberapa siswa yang langsung menganggap dirinya tidak bisa mengikuti perkembangan
teknologi dalam dunia pendidikan . dan di sini lah guna motivasi.
Di dalam menghadapi perkembangan teknologi siswa di tuntut untuk lebih kreatif lagi dalam
memanfaatkan teknologi yang berkembang. Bukan hanya siswa yang di tuntut untuk lebih
kreatif, tetapi guru juga di tuntut agar lebih memahani segala yang ada. Sekarang saja
internet menjadi suatu hal yang banyak di gunakan dalam proses pembelajaran.

3.5. Kriteria Internet di Bidang Pendidikan


Dengan kemajuan teknologi yang pesat dalam pendidikan , sekarang Hal yang paling
mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut cyber teaching atau pengajaran maya,
yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang
makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan
media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.
E-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian
pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu:
E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui,
menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,
Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan
teknologi internet yang standar,
Pada saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang
berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction),
Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop
Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom),
Teleconferencing, WBT (Web-Based Training).
Teknologi yang berkmbang pesat saat ini ,pasti memiliki dampak positif maupun dampak
negatifnya. Dampak positif nya dalam bidang pendidikan dan proses pembelajaran ialah ,
pengajaran dan proses belajar mengajar lebih efektif dan kita pun dapat lebih up to datae
dalam mendapatkan informasi yang ada, dampak negatfnya di antaranya , sering di salah
gunakan untuk melakukan kegiatan yang di anggap tak pantas di lakukan.

3.6. Perkembangan Teknologi dalam Dunia Pendidikan


Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui The International Commission on Education for
the Twenty First Century merekomendasikan Pendidikan yang berkelanjutan (seumur
hidup) yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu : Learning to
know (belajar untuk menguasai pengetahuan),learning to do (belajar untuk mengetahui
keterampilan), learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learningto live
together (belajar untuk hidup bermasyarakat), untuk dapat mewujudkan empat pilar
pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran
perlu menguasai dan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
pembelajaran.
Menurut Rosenberg ( 2001 ), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada beberapa
pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
a. Dari ruang kelas ke dimana dan kapan saja,
b. Dari kertas ke on line atau saluran,
c. Dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media
komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail dan lain sebagainya. Interaksi antar
guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka dan juga dilakukan
dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus
berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi
dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber media cyber space atau ruang maya dengan
menggunakan komputer atau internet.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut cyber teaching atau
pengajaran Maya, yaitu proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet.
Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran
dengan menggunakan media Teknologi Komunikasi dan Informasi khususnya Internet.
Menurut Rosenberg (2001), e-learning merupakan satu penggunaan Tekonologi Internet
dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria,
yaitu:
a. E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui,
menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau Informasi,
b. Pengiriman sampai kepengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan
teknologi Internet yang standar,
c. Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik
paradigma pembelajaran tradisional.
Sejalan dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi itu sendiri pengertian e-
learning menjadi lebih luas yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa
teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satellite atau komputer.
Robin Paul Ajjelo juga mngemukakan secara ilustratif bahwa di masa-masa mendatang isi tas
anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa:
a. Komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-
materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau di dengar, dan
dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara.
b. Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode security
untuk masuk rumah, kalkulator dan sebagainya.
c. Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik,
dan TV.
d. Alat-alat musik.
e. Alat-alat olahraga.
Hal itu menunjukkan bahwa gejala kelengkapan anak sekolah dimasa itu nanti berupa
perlengkapan yang bernuansa Internet sebagai alat bantu belajar. Sebagai sebuah proses,
teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami
sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide,
peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi
permasalahan, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang
mencakup semua aspek belajar manusia (AECT, 1977), Sejalan dengan hal tersebut, maka
lahirnya Teknologi Pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan
memperoleh pendidikan, peningkatan mutu/kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan.
Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar
hingga pendidikan tinggi adalah masalah Kualitas tertentu saja, ini dapat dipecahkan melalui
pendekatan Teknologi Pendidikan.
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan
zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari kita sering jumpai adanya pemfaatan
dari perkembangan Teknologi dalam dunia pendidikan, seperti yang sering dilakukan oleh
guru atau dosen yaitu mengkombinasikan alat teknologi dalam peroses pembelajaran.
Internet merupakan salah satu alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan
terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet
memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-learning) menjadi lebih
efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.
Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh lupa bahwa Teknologi itu
tidak hanya mendatangkan manfaat positif, melainkan juga akan dapat mendatangkan
dampak negatif, inilah yang harus tetap kita waspadai. Mengingat saat sekarang ini sering
kita jumpai dimana-mana banyak para pelajar dan mahasiswa yang sering menggunakan
fasilitas Teknologi tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga hal ini dapat
mendatangkan dampak yang negatif.

3.7. Pengaruh Positif Teknologi Terhadap Dunia Pendidikan


a. Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu dan
pusat Pendidikan. Seperti jaringan Internet, Lab. Komputer Sekolah dan lain-lain. Dampak
dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa
dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap Informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi
juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari Internet, olehnya itu guru disini bukan
hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing siswa untuk mengarahkan dan
memantau jalannya pendidikan, agar siswa tidak salah arah dalam menggunakan Media
Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran.
b. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan
guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan Teknologi terciptalah metode-metode
baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi
tersebut dengan bantuan Teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah
oleh siswa.

c. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Selama ini, proses
pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan
tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran
tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos
Internet dan lain-lain.
d. Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemamfaatan
Teknologi. Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis
terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun
setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan
manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk
dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti Komputer, yang dapat
mengolah data dengan memamfaatkan berbagai program yang telah di installkan.
e. Pemenuhan kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat.
Dalam bidang pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan, salah satu
contoh, yaitu ; Penggandaan soal Ujian, dengan adanya mesin foto copy, untuk memenuhi
kebutuhan akan jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk
mengerjakannya kalau dilakukan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi
semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. Khususnya dalam kegiatan
pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK,
yaitu :
a) Pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik.
b) Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / Kompleks.
c) Mempercepat proses yang lama.
d) Menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi.
e) Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau diluar jangkauan.
3.8. Pengaruh Negatif Teknologi terhadap Dunia Pendidikan
Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul
dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan,
antara lain:
a. Siswa menjadi malas belajar
Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti
Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa menjadi malas belajar,
terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk internetan yang
hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti Facebook, Chating, Friendster dan lain-
lain.
b. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan
pusat pengetahuan yang disalah gunakan oleh pelajar.
Dengan munculnya media massa yang dihasilkan oleh perkembangan IPTEK, ini dapat
menimbulkan adanya berbagai prilaku yang menyimpang yang dapat terjadi, seperti adanya
siswa yang sering menghabiskan waktunya untuk bermain Games, main PS, main Facebook,
chating, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk
bermain, sehingga belajar menjadi habis dengan sia-sia. Akhirnya semuanya itu akan dapat
berpengaruh negative terhadap hasil belajar siswa dan bahkan terjadi kemerosotan moral
dari para siswa sampai ke Mahasiswa
c. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan
guru dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi malas.
Dengan adanya fasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran,
ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi malas dan merasa lebih
dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas untuk membuat makalah, maka mereka
merasa tidak perlu pusing-pusing, karena cukup mencari bahan lewat Internet dan
mengkopi paste karya orang lain, sehingga siswa menjadi malas berusaha dan belajar.
d. Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam
Selama ini sering kita melihat dan mendengar di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal
ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan
adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat
mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum
untuk melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian, sehingga kejadian
ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.
e. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak
kriminal.
Pada awalnya pendidikan itu ditujukan untuk mendapatkan perubahan yang bersifat positif,
namun pada akhirnya sering kali tujuan itu diselewengkan dengan berbagai alasan.
Contohnya ; seorang Heker dengan kemampuannya melakukan penerobosan sistem sebuah
kantor atau perusahaan, mereka dapat melakukan perampokan dengan tidak perlu
merampok langsung ke Bank atau kekantor-kantor, cukup dengan melakukan
pembobolan system keuangan atau informasi penting, maka mereka akan dapat
keuntungan, dan sulit untuk dilacak pelakunya
f. Adanya penyalahgunaan system pengolah data yang menggunakan Teknologi.
Dengan adanya pengolahan data dengan system Teknologi, sering akli kita temukan adanya
terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa
dan bahkan mahasiswa, ini mereka lakukan untuk mempermudah kepentingan pribadi,
dengan mengabaikan hasil penelitian yang dilakukan.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung dengan
pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan
jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan
komunikasi yang ditunjang dengan teknologi elektronika. Pengaruhnya meluas ke berbagai
bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan.
Menyikapi keadaan ini, maka peran pendidikan sangat penting untuk mengembangkan
dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau alergi
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek
atau pelopor dalam pengembangannya.
Perkembangan TI dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan
dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam dunia pendidikan.
Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini, mau tidak mau, siap ataupun tidak
siap, akan semakin deras mengalirkan informasi dengan segala dampak positif dan
negatifnya ke masyarakat Indonesia. Perkembangan TI dan TK memperlihatkan
bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam
dunia pendidikan. Contohnya seperti penggunaan e-learning.
Seperti ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa
dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat
terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja saat
itu juga dan kompetitif. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi
informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang
menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.

4.2. Saran
Didalam penulisan makalah ini, kami menyadari belum sempurna dan lengkap menjelaskan
bagaimana Pengaruh Teknologi Terhadap Pendidikan untuk itu diharapkan kepada setiap
orang yang membaca makalah ini untuk mencari dari sumber-sumber/ media yang lain.
Agar dunia pendidikan di Indonesia bisa maju dan berkembang searah dengan
perkembangan teknologi maka akan banyak para pencetak kesuksesan dan keberhasilan.
Dengan adanya fasilitas dan prasarana yang mendukung maupun sumber daya manusianya
sendiri diharapkan agar bisa menghasilkan bibit-bibit yang unggul. Selain itu dampak bagi
dunia pendidikan sangatlah positif karena mempermudah dan memperbesar wawasan kita
tentang teknologi yang kita gunakan untuk melaksanakan proses pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Gairola, C. M. 2004. Information and Communications Technology for Development. New


Delhi: Elsevier.
Hariningsih. 2005. Teknologi Informasi. Penerbit Graha Ilmu.
Munir. 2009. Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Bandung: Alfabeta.
http://kumpulanmakalah94.blogspot.co.id/2016/01/pengaruh-teknologi-terhadap-
pendidikan.html
http://www.depdiknas.go.id
http://www.wikipedia.org
KARYA ILMIAH
PENGARUH DEMAM KOREA TERHADAP PELAJAR
INDONESIA
TUGAS PROGRAM STUDI BAHASA INDONESIA
Disusun oleh:
Anak Agung Ayu Kanya Kirana
XI MIPA 6

SMAN 39 JAKARTA

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah memberikan
berkat, rahmat, serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah
sederhana ini dengan judul Pengaruh Demam Korea Terhadap Pelajar Indonesia dengan
baik. Untuk itu, penulis berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan
memberikan dukungan hingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah ini. Penulis sampaikan
terima kasih untuk Bapak Junarto, selaku guru Bahasa Indonesia yang sudah memberikan
pengarahan dalam pembuatan karya ini.
Karya Ilmiah ini saya kerjakan untuk memenuhi nilai tugas untuk mata pelajaran Bahasa
Indonesia. Dengan adanya karya ilmiah ini, penulis berharap para pembaca khususnya pelajar
Indonesia bisa memahami dan mengetahui pengaruh demam Korea. Penulis menyadari karya
ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Ini dikarenakan kurangnya
wawasan penulis dalam mencari info yang berkaitan dengan judul karya ini. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk memperbaiki
karya ilmiah ini. Akhir kata terima kasih dan semoga bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, 12 Juni 2017

Anak Agung Ayu Kanya

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................... 2

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang........................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah...................................................................................................... 5
C. Tujuan........................................................................................................................ 5
D. Manfaat...................................................................................................................... 5
BAB II Kajian Pustaka
A. Definisi Budaya......................................................................................................... 6
B. Korean Pop Idol......................................................................................................... 7
1. Sejarah Musik Korean Pop.................................................................................. 8
2. Pelajar Indonesia yang sangat menggilai Korean Pop......................................... 9

BAB III Pembahasan


A. Awal Dari Kpop Masuk Indonesia............................................................................ 10
B. Respon Orang Lain Terhadap Kpop Idol dan Tanggapan Kpopers........................... 10
C. Sisi Negatif dan Positif dari Kpop............................................................................. 11
D. Dampak Negatif dan Positif Kpop Idol Terhadap Pelajar Indonesia......................... 12
E. Kpop Idol bisa Mempengaruhi Perilaku Para Pelajar................................................ 14
F. Cara Mengantisipasi Perilaku Negatif Pelajar yang Berstatus Kpopers.................... 15

BAB IV Penutup
A. Kesimpulan................................................................................................................ 16
B. Saran.......................................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara kepulauan di mana terdiri dari berpuluh-puluh pulau yang
tergabung menjadi satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia juga terkenal
dengan beraneka macam kebudayaan yang terdapat di seluruh penjuru Nusantara Indonesia.
Walaupun dengan beragam kebudayaan ini tidak menjadikan Indonesia terpecah namun
Indonesia tetap menjadi satu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan, kita sebagai
rakyat Indonesia harus berbangga diri karena memiliki bermacam kebudayaan yang
menjadikan Negara kita kaya akan budaya asli daerah.

Seperti yang kita ketahui, bermacam tarian tradisional, rumah tradisional, bahasa tradisional,
bahkan sampai watak dan sifat yang sangat berbeda antar masyarakat di daerah berbeda di
Indonesia, misal watak antara orang aceh dan orang papua yang sangat bertolak belakang tetapi
perlu digaris bawahi kita semua masyarakat Indonesia tetap bersaudara dan menjaga kekayaan
kebudayaan yang kita miliki.

Karena perkembangan zaman dan dampak dari globalisasi, kebudayaan asing pun mulai
memasuki negara Indonesia. Bahkan kebudayaan asing tersebut mampu bersaing dengan
kebudayaan Indonesia hingga sedikit menggeser posisi kebudayaan lokal. Salah satu
kebudayaan asing yang sempat merajai negara kita adalah kebudayaan dari Korea Selatan.
Masuknya budaya dari negeri Gingseng ini ke Indonesia, terjadi sejak sekitar tahun 2002.
Tepatnya, dari pengenalan drama Winter Sonata yang ditayangkan di stasiun tv Indonesia.
Sebenarnya, tidak hanya drama Winter Sonata saja, tetapi drama lainnya seperti Full House,
Jewel of the Palace, Endless Love, 18 vs 29, Hello Miss, dan lain sebagainya juga ditayangkan
di stasiun tv Indonesia.

Siapa yang tidak mengenal Super Junior, SNSD, EXO, VIXX, 2Ne1, BTS dan SHINee? Sudah
tentu semua orang mengenalnya, terutama dikalangan remaja. Tapi, karena kehadiran dari
Kpop Idol yang mulai menjalar dan merajai dunia musik di kawasan Asia, remaja Indonesia
akan cenderung lebih memilih dan menyukai Kpop Idol dari kebudayaan negeri Gingseng itu
daripada memilih kebudayaan negara dalam negeri. Dan sebagian dari remaja remaja itu yang
masih berpredikat sebagai pelajar, rela menghabiskan waktu belajarnya untuk meng-update
info terbaru dari artis idolanya.

Bukan berarti kita tidak boleh menyukai budaya asing seperti kebudayaan dari Korea, tapi
alangkah baiknya kalau kita bisa menyelektif dan mengetahui latar belakang dari Idol yang kita
kagumi. Dan lebih baiknya lagi, kalau kita tetap melestarikan kebudayaan dalam negeri
daripada kebudayaan luar negeri (seperti meng-cover lagu atau dancenya).

Dan bukan berarti juga kita tidak boleh meng-update info terbaru dari Kpop idol. Tapi
sebaiknya kita hanya update minimal dua hari sekali. Mengapa? Hal itu harus dilakukan agar
remaja, khususnya para pelajar agar bisa meluangkan waktu untuk belajar. Karena, jika sekali

4
mereka mendapatkan info terbaru, mereka akan cenderung makin penasaran dengan info
lainnya sehingga mereka terus mencari ke berbagai web ataupun bertanya pada teman lewat
sosmed sehingga mereka melupakan tugas sekolah mereka.

Memang, rata rata dari remaja Indonesia adalah seorang Kpoppers. Dan rata rata dari
kebanyakan Kpoppers adalah seorang pelajar, terutama siswa SMP dan SMA. Dan para pecinta
Kpop itu sendiri ada laki laki (Fanboy) dan perempuan (Fangirl). Tapi,kebanyakan dari mereka
adalah perempuan.
Dikarenakan mereka yang terus mencari info terbaru mengenai Kpop Idol mereka, mereka jadi
kurang memperhatikan dan terkesan tidak peduli terhadap perkembangan budaya Indonesia.
Mereka juga sepertinya tidak terlalu ambil pusing saat tahu kalau hasil karya Indonesia akan
diambil negara tetangganya, Malaysia. Seperti kain batik, lagu daerah Bubuy Bulan, dan lain
sebagainya. Mereka terlalu bersemangat jika sudah bercerita tentang apa itu Kpop idol.

Saat ada Super Junior Show 4 di Indonesia, SMTown goes to Jakarta, Music Bank, TLP INA,
banyak pelajar Indonesia yang rela membuang banyak uang dan waktu belajarnya untuk
menonton artis idola mereka. Biaya tiket masuknya saja berkisar 2 jutaan. Dan uang itu
biasanya mereka minta dari orang tua mereka. Sangat boros bukan?

Karya penelitian ini dibuat untuk menjelaskan dampak negatif maupun positif Kpop Idol
terhadap para pelajar Indonesia. Dan apa saja pengaruhnya untuk kalangan remaja, terutama
para pelajar.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana awal dari Kpop Idol bisa masuk ke Indonesia?


2. Bagaimana respon orang lain terhadap Kpop Idol yang semakin marak di Indonesia?
3. Bagaimanakah sisi negatif dan sisi positif dari Kpop Idol itu sendiri?
4. Bagaimana dampak negatif dan positif dari Kpop Idol yang masuk ke Indonesia?
5. Bagaimana cara mengantisipasi perilaku negatif pelajar Indonesia?

C. Tujuan

1. Mengetahui sejauh mana dampak Korea untuk pelajar Indonesia.


2. Menyadarkan remaja Indonesia agar bisa melestarikan kebudayaan dalam negeri.
3. Merubah pandangan para pelajar Indonesia kalau kebudayaan lokal sama hebatnya
dengan budaya asing diluar sana.
4. Mengingatkan pelajar Indonesia jika kita memiliki budaya sendiri yang tidak boleh
dilupakan.
5. Mengingatkan pelajar Indonesia kalau mereka harus lebih fokus pada pendidikan

D. Manfaat

1. Memberikan informasi kepada pelajar tentang dampak positif dan negatif dari
kebudayaan Korea yang memasuki Indonesia.
2. Memberikan penjelasan tentang maraknya budaya Kpop yang bisa merusak pemikiran
3. Mengerti dan tahu pengaruh budaya asing bagi kehidupan pelajar.
5
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. DEFINISI BUDAYA

Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti
mengerjakan tanah, mengolah, memelihara egati (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993).
Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi dan akal manusia. Adapun menurut istilah Kebudayaan merupakan suatu yang
agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa,dan cipta manusia
yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.Tak ada mahluk lain yang
memiliki anugrah itu sehingga ia merupakan sesuatu yang agung dan mahal
Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan egati gagasan tindakan dan hasil
karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan
cara belajar.
Definisi kebudayaan menurut para ahli :
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, egat, adapt istiadat, dan kemampuan-
kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi egati, egative, religi,
dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan egati.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan egati gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan egati gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia
dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para
anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan
perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.
6
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua
pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk
mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7. Francis Merill
Pola-pola perilaku yang dihasilkan oleh interaksi egati. Semua perilaku dan semua produk
yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang ditemukan melalui
interaksi simbolis.

8. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari
kepercayaan manusia melalui egati-simbol tertentu, misalnya egati bahasa sebagai
rangkaian egati yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya diantara para
anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di
temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, egati pendidikan dan semacam itu.
9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan
produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara egati dan bukan sekedar
dialihkan secara genetikal.
10. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup
kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di
peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang
di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
11. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa
buah pikiran dan dalam penghidupan.

B. KOREAN POP IDOL


K-pop, kepanjangannya Korean Pop ("Musik Pop Korea"), adalah jenis musik populer yang
berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus

7
batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop
merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai
negara.

1. Sejarah Musik Korean Pop


Musik pop Korea pra-moderen pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya
musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di
Korea. Penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa
berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Pada
tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya
pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan.
Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah genre
"oldies" yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun 1970-an, musik
rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho Yong-pil. Genre lain yang cukup digemari
adalah musik Trot yang dipengaruhi gaya musik enka dari Jepang.
Debut penampilan kelompok Seo Taiji and Boys pada tahun 1992 menandakan awal mula
musik pop moderen di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock,
techno Amerika. Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain seperti Panic,
dan Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan musisi berkualitas lain
hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran dance dan hip hop. Pasar
utamanya adalah remaja sehingga dekade ini muncul banyak grup teen idol yang sangat
digilai seperti CLON, H.O.T, SECH, Kies, S.E.S, dan g.o.d. Kebanyakan dari kelompok
musik ini sudah bubar dan anggotanya bersolo-karier.
Pada tahun 2000-an pendatang-pendatang baru berbakat mulai bermunculan. Aliran musik
R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam MC
Mong, 1TYM, Rain, Super Junior, Big Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri.
Beberapa artis underground seperti Drunken Tiger. Tasha (Yoon Mi-rae) juga memopulerkan
warna musik kulit hitam tersebut. Musik rock masih tetap digemari di Korea ditambah
dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi rock sertaYoon Do Hyun
Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang nasionalisme dan kecintaan terhadap
negara. Musik techno memberi nuansa moderen yang tidak hanya disukai di Korea saja,
penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan mendapat pengakuan di Cina dan
Jepang. Musik balada Korea umumnya dikenal dengan lirik sedih tentang percintaan, seperti
yang dibawakan oleh Baek Ji Young, KCM, SG Wannabe, dan sebagainya. Musik balada
umumnya digemari karena sering dijadikan soundtrack drama-drama televisi terkenal
seperti Winter Sonata, Sorry I Love You, Stairway to Heaven dan sebagainya.
Berbagai artis Korea menangguk kesuksesan di dunia internasional seperti BoA yang
menembus Jepang dan digemari di banyak negara. Kemudian artis-artis lain
8
seperti Rain,Se7en, Shinhwa, Ryu Shi-won, dan sebagainya berlomba-lomba untuk
menaklukkan pasar musik di Jepang. Rain tercatat sebagai artis Asia pertama yang
mengadakan konser internasional bertajuk RAINY DAY 2005 Tour, di Madison Square
Garden.
2. Pelajar Indonesia yang Menggilai Korean Pop
Kehadiran Super Junior dan Exo beberapa waktu lalu berhasil mengguncang panggung Jakarta
dalam tiga hari berturut-turut. Ini membuktikan besarnya rasa suka masyarakat terhadap musik
K-Pop yang kini tengah booming dan menjamur, terutama di kalangan remaja perempuan.
Berbagai kalangan remaja yang masih berstatus pelajar pun juga tidak tinggal diam untuk
menggilai Korean Pop. Mereka meramaikan perihal Korean Pop tersebut lewat akun facebook,
twitter, instagram, dan lain lain.

Kalau misalnya ada salah satu Kpop idol yang berulang tahun, maka pada hari itu juga, para
Kpopers Indonesia akan meramaikan twitter mereka dengan menggunakan hastag idola
mereka, semisal #HappyJonginDay. Bahkan, mereka juga rela menahan kantuk sampai pukul
10 malam (kalau di Korea sana sudah pukul 12 KST). Saat itu, Indonesia pernah mendapatakan
peringkat pertama dalam menggunakan hastag terbanyak di dunia (yang bersangkutan dengan
Korean Pop). Dan sebagian dari mereka bisa dipastikan adalah remaja yang masih berstatus
pelajar.

Tapi beruntung sekali kalau mereka hanya meramaikan ulang tahun idolanya melalui akun
media milik mereka. Karena, fans Kpop dari luar negeri meramaikan ulang tahun idolanya
dijalanan layaknya karnaval. Mereka membawa banner dan juga bendera yang bertuliskan
nama idola mereka. Lalu berjalan mengelilingi sebagian kota sambil mengangkat bendera
mereka masing masing.

Itulah definisi dari kebanyakan Kpopers Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi
fanatik terhadap idola mereka yang di Korea. Mereka bahkan rela menahan kantuk hanya untuk
mengucapkan selamat ulang tahun kepada idola mereka melalui akun yang mereka miliki.

Salah satu bukti kegilaan mereka yang lain adalah pada saat Indonesia menyelenggarakan
konser khusus untuk para kpopers dan mendatangkan beberapa artis langsung dari negeri
Gingseng, mereka (para kpopers) rela merogoh kantong hingga $50 - $200 . Dan itu puluhan
kali lipat jika dibandingkan harga tiket di negara asalnya yang hanya seharga $5 .

9
BAB III

PEMBAHASAN

A. Awal Kpop Idol Masuk ke Indonesia

Masuknya Korean Pop dari Korea ke Indonesia, terjadi sejak sekitar tahun 2002. Tepatnya,
dari pengenalan drama Winter Sonata yang ditayangkan di stasiun tv Indonesia. Sebenarnya,
tidak hanya drama Winter Sonata saja, tetapi drama lainnya seperti Full House, Jewel of
the Palace, Endless Love, 18 vs 29, Hello Miss, dan lain sebagainya juga ditayangkan di stasiun
tv Indonesia. Setelah itu, lebih dari 50 judul drama Korea memenuhi industri hiburan di tanah
air.
Populernya drama tersebut, membuat rakyat Indonesia, terutama para remaja untuk semakin
menyelami dan mengetahui bagaimana dan apa saja yang ada pada negara GIngseng tersebut.
Seperti apa budaya yang ada di Korea, brand macam apa saja yang mereka gunakan disana,
siapa saja artis artis lainnya yang disana, sampai musik apa saja yang berasal dari Korea pun
mereka selami dengan mem-browsing di internet.

Pada awalnya, mereka menyukai aktor aktor tampan seperti Rain, No Min Woo, maupun Ji
Hyun Woo. Lalu dilanjutkan dengan menelusuri nama nama aktris cantik seperti Go Ah Ra,
Yoon Eun Hye, dan Eugene. Dan pencarian mereka tidak sampai situ saja. Rupanya, dengan
melihat wajah tampan dari aktor Korea dan juga wajah cantik dari aktris Korea, membuat
mereka semakin penasaran dan mendalami tentang Korea Selatan.
Sampai pada awal 2005, Super Junior, boyband asal Korea memulai debutnya. Dan hal itu
membuat pelajar Indonesia semakin menyukai negara Gingseng itu, karena anggota dari Super
Junior itu terdiri dari 13 lelaki tampan muda dan berbakat.

Kembali ke inti mengenai awal masuknya Kpop ke Indonesia. Kita tidak bisa sepenuhnya
menyalahkan para pelajar yang menggilai Kpop Idol. Karena memang benar, itu tidak
sepenuhnya salah mereka. Dampak dari globalisasi lah yang membuat para pelajar itu
mengenal apa itu Kpop Idol. Dan sebagai salah satu rakyat dari negara berkembang, tentu saja
kita bisa merasakan adanya perubahan globalisasi.
Bayangkan saja, jika negara kita tidak memiliki perubahan globalisasi, maka kita tidak akan
mengenal apa itu Kpop Idol. Tapi, jika kita tidak mengalami perubahan globalisasi, maka
negara kita juga tidak akan disebut sebagai negara yang berkembang.

B. Respon orang lain terhadapa Kpop Idol yang semakin marak di Indonesia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Beberapa orang lain menganggap kalau budaya
Kpop membawa pengaruh buruk bagi generasi muda Indonesia. Mereka mengatakan kalau
budaya Kpop bisa mengganggu konsentrasi belajar bagi remaja yang masih berstatus pelajar.
Itu memang benar. Budaya Kpop bisa mengganggu, atau bahkan merusak konsentrasi belaja
para pelajar. Misalnya, saat mereka sedang mengerjakan ulangan harian, tiba tiba wajah dari
Kpop Idol terbayang bayang dipikiran mereka. Dan sudah jelas, mereka bisa tersenyum
senyum sendiri dan melupakan soal soal ulangan yang sedang mereka kerjakan. Atau bahkan,
mereka lupa rumus yang sudah mereka hafalkan semalaman suntuk.

10
C. Sisi negatif dan sisi positif dari Kpop Idol

Berbagai kalangan memiliki pandangan tersendiri terhadap bagaimana Kpop Idol itu. Setiap
orang memang memiliki pandangan yang berbeda, tapi alangkah baiknya jika kita hanya diam
tanpa mem-bash Kpop idol itu. Kenapa? Hal itu bisa membuat fanwar (perang antar fans).

Walaupun semisal kalian bukanlah seorang Kpopers, tapi kalian membuat atau bahkan
menyebarkan berita hoax karena ketidak sukaan kalian pada Kpop, kalian telah membuat
kesalahan. Dan karena kesalahan kalian itulah, kalian telah memicu ada fanwar. Dan secara
otomatis, anda akan terkena bash dari para Kpopers itu sendiri. Perlu diingat, kalau Kpopers
tidak hanya ada disatu tempat, tetapi tersebar dipenjuru kota di Indonesia.

1. Sisi Negatif
a) Salah satu boyband Korea pernah menghisap mariyuana di Jepang
Kalau untuk masalah GD tersebut, memang tidak sepatutnya kita tirukan. Karena
menghisap mariyuana itu tidak boleh. Mariyuana adalah obat-obatan psikoaktif yang
dibuat dari tumbuhan Cannabis sativa atau yang biasa kita sebut ganja.

b) Ada beberapa drama yang menampilkan adegan porno


Para Kpop Idol tidak hanya aktif didunia musik saja, tetapi juga didunia hiburan lainnya,
seperti drama. Namun, tidak semua drama Korea aman dan cocok untuk semua umur.
Kebanyakan drama Korea ini mengandung unsur kissing scene, atau bahkan adegan
ranjang. Seperti film laga Gangnam Blues (yang akan ditayangkan di Indonesia) yang
diperankan oleh aktor tampan, Lee Min Ho.

2. Sisi Positif

a) Orang Korea diajarkan untuk tidak individualis


Selain pintar, mereka juga memiliki tingkat kepedulian tinggi. Jika biasanya kita memilih
untuk memikirkan kita sendiri, para Kpop Idol lebih memilih untuk memikirkan keadaan
teman temannya.

b) Para Kpop Idol pandai menari.


Salah satu daya tarik Kpopers terhadap Kpop adalah karena mereka pandai dalam hal
menari. Dance cover adalah sekelompok orang yang mencoba meniru koreografi dari
idolanya tersebut. Biasanya, mereka akan terus mencoba berlatih sampai mereka benar
benar bisa menari dengan baik.

c) Berawal dari grup yang masih baru menjadi sukses dan terkenal
Salah satunya adalah EXO adalah boyband ternama dari Korea Selatan. Boyband ini
sekarang sangat tenar di AS. Papan iklan bergambar EXO yang berpose di sampul album
Overdose berada di Times Square. Itu adalah hasil dari jerih payah mereka sendiri yang
terus berusaha. Sama halnya dengan Super Junior (yang kehilangan 2 anggota) dan
SNSD (yang kehilangan satu anggota) mampu bertahan sampai sekarang. Jika dihitung,
mereka sudah lebih dari 10 tahun menjadi Kpop Idol yang masih poluler sampai saat ini.

11

D. Dampak negatif dan positif dari Kpop Idol terhadap pelajar Indonesia

1. Sisi Negatif Kpop Idol

a) Menganggu Konsentrasi Belajar Para Remaja yang Berstatus Pelajar.


Pada dasarnya, semua musik atau apapun yang kita gemari, bisa mengganggu konsentrasi
belajar kita, tidak terkecuali para Kpopers. Saat mereka sedang konsentrasi untuk belajar,
tiba tiba sebuah lagu favorit kita mengalir dan seakan akan mengalun indah ditelinga kita.
Dan jika seperti itu, otomatis kita juga akan membayangkan wajah penyanyi itu. Dan
lihat, konsentrasi mereka buyar karenanya.

b) Menurunkan Prestasi Belajar.


Dikarenakan mereka yang tidak bisa fokus terhadap materi yang sedang mereka pelajari,
maka nilai tugas maupun ujian akan merosot jauh. Jika biasanya kita mendapatkan nilai
95 untuk mapel Fisika, kini kita hanya mampu meraih nilai 75. Cukup jauh bukan? Tapi
percayalah, jika kita terus menerus memikirkan Kpop Idol, prestasi yang sudah kita
peroleh dan kita pertahankan akan runtuh dan akhirnya prestasi kita menurun drastis.

c) Lupa Waktu Untuk Mengerjakan Tugas Rumah.


Jika sudah sampai dirumah, hal pertama yang dipikirkan para Kpopers adalah Idola
mereka. Jadi, setelah pulang sekolah mereka biasanya akan langsung mengambil gadget
masing masing dan membuka akun media sosial mereka. Karena menurut kita akun kita
sedang ramai, maka kita akan kecanduan dan terus menerus menggunakan gadget kita
sampai kita lupa waktu. Entah itu untuk makan, mandi, maupun mengerjakan tugas
rumah.

d) Asyik Sendiri Hingga Kurang Bersosialisasi Dengan Dunia Luar.


Karena bawaannya gadget terus, kita akan terbiasa fokus dengan akun pribadi. Bahkan
bisa saja kita hanya memelototi gadget tanpa berbicara dengan saudara yang kebetulan
sedang berkunjung, atau menolak bermain dengan teman maupun tetanggamu. Itu
artinya, otak kalian memang sudah benar benar terkontaminasi dengan hal berbau Kpop
sehingga kalian kurang bersosialisasi dengan dunia luar yang sesungguhnya.

e) Rela Menghambur-hamburkan Uang Hanya Untuk Barang Berbau Kpop


Menabung memang baik dan perlu dibiasakan dari kecil. Tapi bagaimana jika uang
tabungan itu ternyata untuk membeli barang barang kesukaan kita, maupun untuk biaya
tiket masuk konser Kpop. Tentu kalian tahu, kalau kebutuhan manusia akan selalu
bertambah setiap waktu dan keinginan mereka dalam memiliki suatu barang sangat besar.
Jika kita menghabiskan uang tabungan hanya untuk barang yang tidak berguna seperti
itu, maka tidak ada gunanya kita menabung.

f) Lebih menyukai budaya Korea daripada budaya lokal.


Salah satu sifat Kpopers yang tidak seharusnya melekat pada diri mereka adalah, lebih
menyukai budaya Korea daripada budaya lokal. Budaya Korea memang sudah di akui
oleh berbagai negara dan mendapat berbagai pujian dari media internasional Billboard.
Tetapi, Indonesia juga memiliki kebudayaan yang tidak kalah kerennya dengan budaya

12
Korea. Seperti tarian reog ponorogo, tari jalaran, dan masih banyak lagi. Kita seharusnya
bangga dengan budaya kita sendiri, dan tidak membandingkannya dengan budaya dari
negara lain.

2. Sisi Positif Kpop Idol

a) Dapat menjadi salah satu sarana hiburan untuk me-refresh otak


Kpop termasuk dalam salah satu musik hiburan dari Korea. Dan yang namanya music,
pasti bisa merefreshkan otak kita dari kegiatan sekolah yang membuat kita lelah. Dengan
mendengarkan lagu, otak dan tubuh kita juga akan terasa rileks.

b) Menambah pengetahuan tentang kebudayaan negara lain.


Menyukai Kpop berarti menyukai budaya dari negara lain. Karena kita menyukai Kpop
Idol ataupun Korean Wave, berarti kita akan terus dan menerus brwosing tentang
kebudayaan disana. Seperti apa jenis makanan disana, sekolah disana, kegiatan yang
mereka lakukan, dan lain lain. Dengan membrowsing berarti kita telah menambah dan
memperluas pengetahuan umum kita, meskipun yang kita pelajari berasal dari negara
lain.

c) Sebagai bahan pembelajaran kosakata bahasa Korea.


Jika kita berniat fasih bahasa Korea, kita tidak hanya bisa belajar lewat kamus atau
mengikuti les. Tetapi kita bisa melihat dan mendengar percakapan dari drama Korea.
Karena, mendengar secara langsung akan lebih mudah dihapal dan menancap di otak
kita. Tapi ingat, nonton dramanya, usahakan ada subtitlenya.

d) Meniru semangat dan sifat kerja keras Kpop Idol


Pada awalnya, Kpop Idol adalah kumpulan grup yang tidak terkenal, bahkan masih belum
dikenal oleh masyarakat di Korea sendiri. Tapi, sejak mereka debut dan mengeluarkan
single lagu terbaru milik mereka, masyarakat jadi banyak yang mengenalnya. Oleh
karena idola tersebut memiliki fans, maka mereka akan bekerja keras dan berusaha
dengan keras agar mereka bisa menampilkan yang terbaik untuk para penonton,
khususnya fans mereka. Sama seperti Idol tersebut, kita juga harus selalu bekerja keras
dan berusaha dari 0. Karena, semua hal itu tidak ada yang tidak dimulai dari 0.

e) Menjadikan idolanya sebagai motivasi dalam hal yang positif.


Dalam menyukai apapun, kita hendaknya mengambil sisi positifnya saja. Namun, sisi
negatifnya jangan kita buang, tapi kita simpan didalam otak dan kita jadikan pelajaran.
Sama seperti halnya Kpop, bukankah Kpop itu memiliki banyak sisi positif? Ambil saja
sisi positifnya buat motivasi kamu dalam belajar. Misalnya, mereka jago menari, maka
kamu akan mempelajari koreografi mereka dan mencoba menirukannya. Bukankah itu
adalah sisi positif? Asalkan waktu latihan koreo itu tidak mengganggu atau bertubrukan
dengan waktu belajar kita.

f) Memiliki banyak teman dari berbagai negara melalui akun media sosial.
Para pecinta Kpop tidak hanya dari Indonesia saja, tapi banyak juga negara lainnya yang
penduduknya terserang demam Kpop. Bagi kita maupun mereka, jika mau tahu info
terbaru tentang idola dan mau menge-share nya, mau tidak mau mereka harus memiliki
akun media sosial.
13
Dari akun media inilah fans dari berbagai negara berkontraksi. Seperti saling mention via
twitter, comment via instagram, chat via facebook, dan lain lain. Jadi para Kpopers patut
berbangga hati karena mereka memiliki teman dari luar negeri. Seperti Malaysia,
Thailand, Filipina, Korea, dan masih banyak lagi.

E. Cara Kpop Idol memengaruhi tingkah pola dan cara berpikir pelajar Indonesia

Kpop idol bisa memengaruhi tingkah laku dan cara berpikir para pelajar. Ada yang membuat
kita semakin maju dan termotivasi, namun ada juga yang bisa membuat kita jadi melenceng.
Seperti contohnya membaca fanfiction. Fanfiction adalah sejenis cerita fiksi yang dikarang
oleh para fans dan menggunakan nama idola favorit mereka sebagai tokoh dalam fanfiction itu.

Terkadang para pelajar bisa senyum senyum sendiri, atau bahkan menangis tiba tiba saat
membaca fanfic tersebut. Tidak apa kalau kita membaca fanfic yang bergenre hurt, school-life,
comedy, fantasy, dan brother-ship, dan yang memiliki rating PG-17, K+ dan T. karena itu
semua tidak akan berpengaruh pada otak kita maupun kelakuan kita. Tapi, jika para pelajar itu
membaca fanfic bergenre yadong nc, bromance, lemon dan smut, itu sangatlah berbahaya.
Apalagi yang memiliki rating M. semua isi dari cerita fanfic itu bisa mempengaruhi cara
berpikir dan akhirnya mencemari otak pelajar itu sendiri. Dari fanfic itu juga, kita sudah
memiliki pikiran dewasa yang seharusnya belum boleh kita pikirkan dulu.

a) Suka teriak teriak sendiri saat melihat foto terbaru Kpop idol.
Inilah salah satu kebiasaan Kpopers yang paling menonjol. Mungkin sebelum seorang
pelajar menjadi seorang Kpopers, mungkin dulunya mereka adalah orang pendiam.
Sampai tiba tiba mereka suka menjerit dan berteriak tidak jelas saat melihat foto terbaru
Kpop. Lihat? Kpop bisa merubah sifatmu dan sekaligus menganggu temanmu yang
mendengarnya. Siapa yang tidak merasa terganggu kalau tiba tiba teman dekatnya
berteriak seperti orang gila?

b) Berambisi untuk bisa lebih fasih bahasa korea daripada bahasa inggris.
Karena kebanyakan Kpopers pelajar adalah fanatik, mereka sampai sampai berambisi
bisa fasih bahasa korea. Memang, tidak ada yang melarang kalau mereka mau belajar
bahasa korea. Tapi, akan lebih baik jika kita juga fasih berbahasa inggris. Karena,
walaupun kita fasih berbahasa korea, belum tentu cara berbicara mereka pas ditelinga
orang Korea, atau bahkan bisa saja mereka tidak tahu maksud dari pembicaraan orang
Korea. Jadi, untuk was was lebih baik kita juga harus fasih berbahasa inggris.

c) Memikirkan keadaan idola kapanpun dan dimanapun.


Para Kpopers sering memikirkan keadaan idola kapanpun dan dimanapun. Apalagi saat
mereka mendengar berita terbaru yang bersangkutan dengan idola mereka. Misalnya,
Sungmin dari Super Junior menikah tanggal 13 Desember 2014 lalu, dan tentu saja
semua fansnya merasa sedih dan kecewa.

g) Terlalu update info Korea, tidak tahu pengetahuan umum dari negara lain.
Walaupun rata rata Kpopers memiliki pengetahuan yang luas, tetapi kadang mereka juga
tidak tahu pengetahuan umum dari negara lain.
14
Karena sebagian dari merekahanya mencari info mengenai Korea, Korea, dan Korea.
Tidak adakah niatan untuk mempelajari pengetahuan umum dari negara lain?

h) Menyebarkan hoax yang menjelekkan nama Indonesia.

F. Cara mengantisipasi perilaku negatif pelajar Indonesia karena pengaruh Kpop Idol

Hal hal yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya perilaku kpopers, khususnya para pelajar
agar tidak berperilaku diluar batas adalah :

a) Orang tua harus membatasi keinginan anaknya yang berhubungan dengan Kpop
Para pelajar Kpopers selalu menginginkan barang yang berhubungan dengan idolanya.
Tidak jarang mereka meminta uang kepada orangtua mereka untuk membeli barang
barang itu. Saat ada konser Kpop Idol di Indonesia, mereka juga selalu ingin melihatnya
dan rela membayar mahal untuk tiket masuknya, walau harganya sekita 2 jutaan. Masih
ingatkah pada MAMA 2014 at Hongkong yang juga disiarkan di tv Indonesia pada
tanggal 3 Desember 2014? Bukankah saat itu mereka sedang ada ujian akhir semester?
Tapi lihatlah, banyak pelajar Indonesia yang rela begadang samapi pukul 3 pagi hanya
untuk acara itu dan membuang waktu belajar mereka. Sebagai orangtuan, seharusnya
mereka bisa membatasi ank anaknya yang sebegitu fanatiknya terhadap Kpop.

b) Hiatus sejenak saat akan mendekati hari ujian akhir.


Hiatus itu berarti tidak akan update di akun media sosial manapun. Ingatlah, hari ujian
akhir adalah hari dimana kalian akan ditentukan lulus tidaknya dari sekolah kalian. Jika
kalian update terus tanpa hiatus, maka nilai kalian akan mengalami penurunan dan
kemungkinan besar kalian tidak akan lulus.

c) Mengikuti bimbel sehingga pelajar bisa lebih fokus terhadap sekolahnya.


Agar lebih fokus belajar, ada baiknya kita mengikuti bimbel, mau didalam sekolah
ataupun diluar sekolah.

d) Ikut kegiatan sosial baik di sekolah maupun di rumah.


Agar pelajar Kpopers tidak hanya sibuk dengan gadget masing masing, mereka lebih baik
diikutkan dalam kegiatan sosial di sekolah maupun di rumah. Agar mereka tidak hanya
bersosialisasi dengan teman temannya di dunia maya dan bisa bersosialisasi dengan teman
temannya yang lain yang jauh lebih nyata.

15
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari rumusan masalah yang sudah saya bahas satu persatu, kita bisa menarik beberapa
kesimpulan. Pertama, sebagai seorang pelajar, kita hendaknya lebih mementingkan sekolah
dan jangan sampai lupa beribadah. Kedua, kita boleh saja mengidolakan Kpop Idol, tapi jangan
terlalu fanatik. Karena tahu sendiri akibatnya bukan? Karena rasa cinta yang berlebihan, bisa
saja kita nekat melakukan hal diluar batas saat mendengar idola kita berpacaran, seperti kasus
yang terjadi pada Tesa. Ketiga, tentu kita tahu, Kpop Idol tidak selamanya memiliki sisi negatif
seperti apa yang orang pikirkan dengan memandangnya sebelah mata. Kpop Idol juga memiliki
sisi positif yang bisa kita contoh dalam kehidupan kita. Contohnya, mereka akan selalu
berusaha keras tanpa menyerah terlebih dahulu dan juga Kpop Idol yang semasa sekolah dulu
memiliki nilai rata rata 90. Tentu kita akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama.
B. SARAN

Sebagai pelajar, terutama sebagai generasi muda, hendaknya kita selektif dalam memilih
sesuatu. Kita harus melihat sisi positif dan negatifnya. Apa saja dampak dan pengaruh yang
diakibatkan dari sesuatu yang kita pilih. Termasuk Kpop. Kita harus pandai menyelektifnya.
Ambil sisi negatifnya untuk dijadikan pelajaran. Bukan untuk dijadikan contoh. Sebaliknya,
kita hendaknya mengambil sisi positifnya dan menjadikannya contoh untuk kita lakukan juga
di kehidupan kita.

16
DAFTAR PUSTAKA

http://tourismnews.co.id/category/music/asal-mula-demam-k-pop-di-indonesia

http://ukhtimahlil.blogspot.com/2014/05/k-pop-dan-remaja_8228.html
file:///E:/School%20Assigment/Sumber%20Pengetahuan%20%20D%20%20Karya%20Tulis
%20Ilmiah%20berjudul%20Pengaruh%20Budaya%20Korea%20terhadap%20Budaya%20Na
sional.html

https://chenzcassielf.wordpress.com/2011/08/21/%C2%A4-kelakuan-elf-indo-yang-patut-di-
renungkan-%C2%A4-elf-indo-must-read-this/

https://chenzcassielf.wordpress.com/2011/08/24/renungan-kedua-untuk-para-elf-elf-indo-
must-be-read-this/

https://twitter.com/ShareFakta_Kpop
https://www.facebook.com/EXOPlanetOfficial/posts/798277826882998
MANFAAT GERAKAN SHALAT BAGI KESEHATAN
TUGAS KARYA ILMIAH BAHASA INDONESIA
Disusun oleh :
SAFIRA AULIA RAHMA

Kelas : XI MPA 6
No. Absen : 31

SMA NEGERI 39 JAKARTA

2016/2017

DAFTAR ISI

Kata Pengantar . 2

Daftar Isi 3

BAB I PENDAHULUAN 4

I. 1 Latar Belakang....... 4

I. 2 Rumusan Masalah ... 5

I. 3 Tujuan ... 5

BAB II PEMBAHASAN .. 6

2.1 Definisi salat .. 6

2.2 Hukum Shalat ...... 7

2.3 Fungsi Shalat Secara Umum ..... 8

2.4 Gerakan Shalat dan Manfaatnya .. 10

2.5 Waktu Shalat dan Hikmahnya ...... 16

BAB III PENUTUP .. 20


3.1 Kesimpulan .... 20

3.2 Saran .. 21

DAFTAR PUSTAKA........ 22

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. Karena berkat rahmat Allah swt. Penulis
dapat menyelesaikan makalah MANFAAT GERAKAN SHALAT BAGI KESEHATAN
dengan baik.

Tidak lupa sampaikan terimakasih kepada Bapak Junarto selalku guru Bahasa Indonesa
yang telah membantu dan membimbing penulis dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Penulis
juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi baik
langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin penulis berikan kepada masyarakat dari hasil karya
ilmiah ini. Karena itu penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang
berguna bagi para pembaca.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Jakarta,12 Juni 2017

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Shalat adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam yang telah memenuhi
syrat (mukallaf). Dan shalat juga sebagai pembeda antara muslim dan non muslim. Hal ini
dapat dilihat dari sabda Nabi saw. yang artinya :Perbedaan antara orang kafir (non muslim)
dengan orang Islam adalah shalat.

Salat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Islam didirikan atas lima sendi (tiang)
salah satunya adalah salat, sehingga barang siapa mendirikan salat ,maka ia mendirikan agama
(Islam), dan barang siapa meninggalkan salat,maka ia meruntuhkan agama (Islam)
Adapun makna shalat adalah :Suatu perbuatan yang diawali dengan takbirotul ihrom
(takbir pertama yang mengharamkan hal-hal yang halal sebelum dilakukan takbir) dan diakhiri
dengan salam yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ada juga yang mengatakan bahwa shalat itu sebagai media olah raga yang bersifat jasmani
dan rohani. Pendapat ini bisa diterima karena semua gerakan shalat itu mengandung unsur
kesehatan. Dan jika seseorang mengalami gangguan penyakit atau kondisinya kurang sehat,
maka tidak dapat melakukan shalat dengan baik dan benar.

Apabila shalat itu dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang telah
digariskan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh baik pisik
maupun psikis. Hal ini telah dilakukan penelitian oleh dokter A. Saboe. Dia adalah seorang
dokter muslim yang taat yang ingin membuktikan kebenaran ajaran Islam, khususnya masalah
gerakan shalat dari awal hingga akhir.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa definisi Shalat?
2. Bagaimana Hukum Shalat?
3. Apa fungsi Shalat?
4. Apa manfaat gerakan Shalat?
5. Apa saja hal yang disunahkan dalam shalat dan yang membatalkan shalat?
6. Bagaimana hubungan antara waktu shalat dengan kesehatan?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi shalat


2. Untuk mengetahui hukum shalat bagi umat muslim
3. Untuk mengetahui fungsi shalat secara umum
4. Untuk mengetahui manfaat dari setiap gerakan shalat
5. Untuk mengetahui hal-hal yang disunnahkan dalam shalat dan hal-hal yang dapat
membatalkannya
6. Untuk mengetahui hubungan antara waktu shalat dengan kesehatan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Shalat

Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan
takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat
syarat yang telah ditentukan( SidiGazalba,88).

Adapun secara hakikinya ialah berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang
mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan didalam jiwa rasa kebesarannya dan
kesempurnaan kekuasaan-Nyaatau mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang
kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua-duanya.(Hasbi Asy-Syidiqi,
59).
Dalam pengertian lain shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan
Tuhannya sebagai bentuk, ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari
beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan
salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara(Imam Bashari
Assayuthi, 30).

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa shalat adalah merupakan
ibadah kepada Tuhan, berupa perkataan dengan perbuatan yang diawali dengan takbir dan
diakhiri dengan salam menurut syarat dan rukun yang telah ditentukan syara. Juga shalat
merupakan penyerahan diri (lahir dan bathin) kepada Allah dalam rangka ibadah dan memohon
rido-Nya.

Sholat secara kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri
seseorang luar dan dalam. Sholat merupakan jembatan peribadatan dalam ungkapan
pendekatan diri antara makhluk ciptaan dan Sang Pencipta. Perwujudan sholat merupakan
kewajiban atas rasa syukur kepada Sang Khalik. Selain sholat merupakan titian peribadatan
untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, namun sholat juga bias diistilahkan sebagai
senam sehat bagi umat muslim. Karena sholat memiliki banyak sekali manfaat dalam setiap
keutamaan gerakan yang terkandung didalamnya. Jadi, bias dikatakan bahwa ada banyak
pengaruh penting yang terkandung disetiap gerakan pada rukun sholat yang selalu kita lakukan
pada subuh, tengah hari, petang hari, maghrib maupun menjelang malam.

2.2 Hukum Shalat

Dalam banyak hadis, Nabi Muhammad SAW telah memberikan peringatan keras
kepada orang yang suka meninggalkan salat wajib, mereka akan dihukumi menjadi kafirdan
mereka yang meninggalkan salat maka pada hari kiamat akan disandingkan bersama dengan
orang-orang, seperti Qarun,Firaun, Haman dan Ubay bin Khalaf.

Hukum salat dapat dikategorisasikan sebagai berikut :

1. Salat fardu ialah salat yang diwajibkan untuk mengerjakannya. Salat Fardhu terbagi
lagi menjadi dua, yaitu :
Fardu Ain : ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf langsung
berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan
oleh orang lain, seperti salat lima waktu, shalat Jumat (fardhu ain untuk pria),
shalat hari raya idul Fitri dan, shalat Hari Raya Qurban
Fardu Kifayah : ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf tidak
langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada
sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada orang yang
mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila
tidak dikerjakan. Seperti salat jenazah.

2. Salat sunah (salat Nafilah) adalah salat-salat yang dianjurkan atau disunnahkan akan
tetapi tidak diwajibkan. Salat nafilah terbagi lagi menjadi dua, yaitu
o Nafil Muakkad adalah salat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang
kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat dua hari raya, salat sunah witir dan
salat sunah thawaf.
o Nafil Ghairu Muakkad adalah salat sunah yang dianjurkan tanpa penekanan
yang kuat, seperti salat sunah Rawatib dan salat sunah yang sifatnya insidentil
(tergantung waktu dan keadaan, seperti salat kusuf/khusuf hanya dikerjakan
ketika terjadi gerhana).

2.3 Fungsi Shalat Secara Umum

1. Memacu Kecerdasan

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri
serendah rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu
psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang
didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi tingginya.
Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih
untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala
yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan
darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah
dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.
Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter
berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam diam
melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

2. Memperindah Postur

Gerakan gerakan dalam salat merupakan dasar dari peregangan (stretching). Intinya untuk
melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan
lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban
tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi
pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi
lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

3. Memudahkan Persalinan

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan
pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot otot perut (rectus abdominis dan obliquus
abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk
mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan
dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut
telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis.
Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ
organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

4. Meningkatkan Kesuburan

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk
iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut
berkontraksinya otot otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena
terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran
kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus
diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan.
Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut
inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

5. Memperawet Muda

Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur,
kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel sel yang
rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa
bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada
kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah
pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.

2.4 Gerakan Shalat dan Manfaatnya

Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan
shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah
gudang obat dari berbagai jenis pnyakit. Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang
sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya
bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri.
Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para
medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan
pasien mereka. Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat
untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun
mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

1. TAKBIRATUL IHRAM (Mengangkat Kedua Tangan)


Posisinya adalah berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di
depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat yang diperoleh pada saat mengangkat tangan sejajar dengan bahu, maka posisi dada
terbuka, hal ini memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk
dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita,
sehingga keseimbangan tubuh terjaga. Gerakan ini juga berfungsi melancarkan aliran darah,
getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan
darah mengalir lancar ke seluruh tubuh.

Selain itu pada saat mengangkat kedua tangan, otot bahu akan meregang sehingga aliran darah
kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada
bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada
tubuh bagian atas.

Dengan melakukan gerakan yang mensejajarkan letak bahu dengan leher maka bisa
memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher, Posisi bahu yang sejajar dengan leher
juga akan membuat tulang belakang lurus. Saat ini juga dipercaya bisa mencegah terjadinya
pengapuran yang sering terjadi pada tulang anda. Hanya itu saja? Ternyata tidak bagi anda
yang saat ini mengalami masalah pada persendian tulang belakang, rematik, perut, maka
dianjurkan untuk sering melakukan sholat, jadi gerakan mengangkat kedua belah tangan atau
takbir berfungsi memperlancar aliran darah dari pembuluh balik yang juga terdapat di lengan
untuk mengisi aliran darah ke mata, telinga, juga mulut.

2. SEDEKAP (Pengisian Pembuluh Darah di Organ-organ Kepala)

Menjepit pembuluh darah balik pada lengan kiri sehingga pembuluh darah ditangan kanan akan
mengembang. Pada saat mengangkat tangan mau rukuk semprotan pembuluh darah
berkecepatan tinggi ditangan kanan akan mengisi pembuluh darah yang ada dibagian kepala.

3. RUKU (Pelenturan Memori Otak dan Menyehatkan Ginjal)

Bagaimana posisi ruku yang benar? Mengingat banyak pendapat akan posisi ruku yang benar.
Setidaknya menurut kesehatan posisi ruku yang benar adalah kondisi menekuk 90 derajat,
tulang belakang tetap lurus tidak melengkung. Ini juga berdasarkan dari hadits dari yang
diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud. Hadits itu berbunyi Jika kamu ruku , letakkan
kedua tanganmu pada kedua lulutmu dan luruskan punggungmu serta tekankan tanganmu
untuk ruku . atau dari riwayat hadits lainnya;

Sabda Rasulullah: Rukulah dengan tenang dan tertib (tumaninah). Ketika melakukan
gerakan ruku, maka Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangannya di atas lutut (HR
Bukhari dari Saad bin Abi Waqqash). Dibalik gerakan ruku yang demikian ternyata
mempunyai beberapa manfaat.

Posisi gerakan ruku yang sempurna ditandai ketika tulang belakang lurus sehingga bila
diletakkan segelas air di atas punggung orang yang sedang sholat tersebut maka air tidak akan
tumpah, jadi posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Gerakan Ruku dapat membawa manfaat dalam hal merawat kelenturan tulang belakang
(corpus vertebrae) yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai saraf sentral manusia) serta
aliran darah yang menyertainya. Ruku juga dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat
yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang.

Demikian pula bagian tubuh lain seperti tulang leher, tengkuk dan saluran saraf memori dapat
terjaga kelenturannya dengan ruku ini. Kelenturan dari saraf memori dapat dijaga dengan
mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.

Kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang, merupakan saraf sentral beserta sistem
aliran darahnya. Ruku yang sempurna akan menarik urat pinggang sehingga dapat mencegah
sakit pinggang dan sakit ginjal. Tuas sistem keringat yang terdapat dipinggul, pinggang, paha,
betis belakang, terpelihara oleh Gerakan ruku, dan tulang leher, serta saluran saraf memori
juga terdapat kelenturannya.

4. ITIDAL (Mencegah Sakit Kepala dan Pinggang)


Manfaat dari Itidal adalah variasi postur setelah ruku dan sebelum melakukan sujud. Gerak
berdiri membungkuk dan berdiri sujud merupakan latihan bagi organ pencernaan yang baik.
Organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian
sehingga pencernaan menjadi lebih lancar dan kuat.

Posisi Itidal bangun dari ruku membuat aliran darah turun langsung dari kepala,
menyebabkan bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya,
sehingga dapat mencegah saraf keseimbangan tubuh kita dan ini sangat berguna untuk
menghilangkan sakit kepala dan terhindar dari kejadian pingsan secara tiba-tiba.

5. SUJUD (Pencegahan Koroner dan Stroke)

Sujud berarti meletakkan leher dan


kepala lebih rendah daripada posisi dada dan
perut. Dengan demikian, aliran getah bening dari tungkai perut dan dada akan cepat mengalir
ke leher. Disamping itu, saat melakukakan posisi ini, seseorang akan mensejajarkan kedua
tangan dengan bahu ataupun dengan telinga, ini akan memompa getah bening dari ketiak
menuju leher. Manfaat ini akan diperoleh jika dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama.
Maka dari itu, tak heran bila ada sahabat yang menceritakan Nabi Muhammad SAW, ketika
sujud, Beliau melakukannya dalam waktu yang lama. Pada saat sujud pembuluh darah nadi
balik, dikunci dipangkal paha, sehingga tekanan darah akan lebih banyak dialirkan kembali ke
jantung dan dipompa ke kepala. Posisi sujud adalah cara yang maksimal untuk mengalirkan
darah dan oksigen ke-otak dan anggota tubuh di kepala. Posisi sujud adalah tehnik untuk
membongkar sumbatan pembuluh darah jantung sehingga mencegah koroner, juga membuat
pembuluh darah halus di otak mendapat tekanan lebih, sehingga bisa mencegah stroke.

6. DUDUK DIANTARA DUA SUJUD (Mencegah Diabetes, Prostat dan Hernia)

Duduk ini berfungsi untuk mencegah pengapuran. Pencegahan ini dimungkinkan karena
aktifnya kelenjar keringat karena bertemunya antara lipatan paha dan betis. Pertemuan antara
lipatan paha dan betis dapat menekan pembuluh darah balik di atas pangkal kaki. Sehingga
darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki hingga pembuluh darah di
pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat menopang tubuh kita
secara optimal. Tekukan kaki dan jari kaki dapat menyeimbangkan sistem elektrik dan saraf
keseimbangan tubuh kita. Posisi duduk diantara dua sujud memperbaiki dan menjaga
kelenturan saraf keperkasaan yang banyak terdapat pada bagian paha dalam, cekungan lutut
sampai ibu jari kaki. Akibat lenturnya saraf keperkasaan ini akan mencegah penyakit Diabetes,
Prostat dan Hernia.

7. DUDUK TAHIYYAT AWAL (Duduk Pembakaran)

Posisi duduk ini jika agak lama sehingga lipatan paha dan betis bertemu, akan mengaktifkan
kelenjar keringat sehingga dapat mencegah pengapuran. Pembuluh darah balik diatas pangkal
kaki tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki menyebabkan pembuluh
darah dipangkal kaki mengembang, gerakan ini akan menjaga agar kaki optimal menopang
tubuh kita.

8. DUDUK TASYAHHUD AKHIR (Keseimbangan Saraf dan Penyembuh Wasir)


Posisi duduk ini lebih baik dari bersila. Dalam ilmu yoga kalau pergelangan Kaki akan
dipegang, lalu tekan diarea cekungan akan berguna untuk membongkar Pengapuran dikaki kiri.
Duduk ini membuat saraf keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan terjaga
dengan baik.

9. SALAM (Terapi Penyakit Kepala)

Gerakan salam berarti memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri. Urat leher akan terjaga
kelenturannya dengan melakukakn gerakan ini, Selain itu, sama dengan gerakan sujud, gerakan
ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung. Gerakan salam jika
dilakukan secara maksimal, bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher, berkat kontraksi
otot-otot dikepala dihasilkan energi panas dan zat-zat yang diperlukan untuk rehabilitasi
jaringan yang rusak, salam kanan dan kiri secara maksimal, mencegah penyakit kepala dan
tengkuk kaku.

2.5 Waktu Shalat dan Hikmahnya

Shalat Wajib
Perumpamaan salat lima waktu ibarat sebuah sungai tawar yang deras yang ada di dekat pintu
rumah salah seorang dari kalian, yang ia mandi di dalamnya sebanyak lima kali setiap hari,
maka apakah kaliah melihat adanya kotoran yang tersisa padanya? Para sahabat berkata,
Tidak ada sedikitpun. Beliau melanjutkan, Sesungguhnya shalat lima waktu itu dapat
menghilangkan dosa-dosa sebagaimana air dapat menghilangkan kotoran, (HR Muslim: 284,
Kitab Al-Masajid).
1. SHOLAT SUBUH (Terapi Paru-paru)

Waktu subuh adalah terbit fajar sampai terbitnya matahari, energi kayu masih
bekerja membuang zat-zat beracun dalam tubuh (detoksifikasi) dan jam 4.00 pembersihan
sampai ke paru-paru, dari paru-paru, darah mengambil bahan bakar yang masih bersih.
Seluruh organ tubuh menerima pasokan nutrisi yang bersih, sehingga tubuh terasa lebih
segar.

2. SHOLAT DZUHUR (Terapi Jantung dan Usus Kecil)

Energi api yang keluar diwaktu dzuhur membawa udara panas, emosi meningkat
dan kerja jantung mencapai puncak. Air wudlu mampu menstabilkan panas Jantung,
dengan gerakan sholat lebih efektif memompa darah untuk membawa sari makanan untuk
disalurkan ke organ tubuh yang lain.

3. SHOLAT ASHAR (Terapi Kandung Kemih /Membuang Sisa Proses Kimia di Tubuh)

Sholat ashar dilakukan saat batas siklus panas ke dingin, membuat organ tubuh
mudah membuang zat-zat kimia di dalam badan. Keadaan ini sesuai dengan sifat organ
kandung kemih dalam tubuh manusia, fungsi utama kandung kemih mengubah cairan tubuh
menjadi air kencing dan mengeluarkannya dari tubuh. Terjadinya keseimbangan kimia
dalam tubuh sehingga metabolisme bisa terjaga.

4. SHOLAT MAGHRIB (Terapi Ginjal)

Pada waktu sholat maghrib hawa udara semakin menurun, sistem ginjal mulai
menyesuaikan diri dengan alam dan energi disekitarnya. Ginjal dan kandung kemih adalah
organ yang berpasangan. keduanya akan mengontrol tulang, sumsum dan otak. Kedua
organ ini memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan mengendalikan
cairan tubuh. Gerakan sholat maghrib di waktu maghrib sangat membantu penyesuaian
organ tubuh dengan keadaan alam sekitar. Karena gerakan sholat akan menjaga energi
panas dalam tubuh agar selalu seimbang.

5. SHOLAT ISYA (Terapi Prikardium/Membuang Kelebihan Energi dari Jantung)


Fungsi prikardium adalah membuang kelebihan energi dari jantung dan dikirim ke
titik laogong yang terletak ditelapak tangan. Pada saat ini dimulai sistem penurunan kerja
organ internal (seluruh tubuh akan memasuki masa istirahat) terutama kerja jaringan otot
yang digunakan untuk gerak dan berfikir, waktu dan gerakan sholat Isya mengandung kerja
prikardium yang membuang kelebihan energi dari jantung, sehingga proses istirahat
menjadi sempurna.

Shalat Sunah
1. SHOLAT TAHAJUD (Terapi Otak dan Kanker)

Di waktu malam hari, biasanya udara menjadi lembab dan dingin. Kondisi ini akan
berpengaruh pada keadaan saraf dalam tubuh kita. Saraf akan menjadi lebih kaku bahkan
bisa menjadi beku. Jika tidak segera digerakkan, akan dikhawatirkan sistem pemanas tubuh
tidak akan bekerja dan ini dapat mempercepat pengapuran. Sudah terungkap bahwa energi
kayu yang membersihkan zat-zat beracun dalam tubuh dimulai pada jam 11.00 malam dan
pembersihan itu diawali dari otak. Membersihkan racun di otak membutuhkan waktu 3 jam
berakhir pada jam 02.00 am. Bila ilmuwan di Jerman mengatakan, terjadinya kekacauan
sel-sel otak pada jam 11 malam sampai jam 02:00 am, sikap terbaik menghadapi waktu
tersebut istirahat (tidur). Pada jam 02:00 pagi energi kayu selesai membersihkan racun-
racun di otak, sementara kita dianjurkan bangun untuk sholat qiyamullail atau tahajud.

Prof. Dr. Mohammad Sholeh dari Universitas Airlangga Surabaya, beliau adalah
orang yang serius memikirkan dan mencoba membuktikan melalui penelitiannya tentang
Kiat Hidup Sehat dengan Tahajud, Guna meraih gelar doktor-nya di Universitas
Airlangga, bapak 4 orang anak ini melakukan penelitian bertajuk Pengaruh Sholat Tahajud
Terhadap Peningkatan Perubahan Response Ketahanan Tubuh Imonologik. dalam
penelitian Prof. Dr. Mohammad Sholeh menghasilkan Tahajud mencegah kanker dan
infeksi apabila gerakan sholat dilakukan sempurna yakni khusyu juga rutin dan disiplin,
tentunya dilakukan dengan niat hati yang ikhlas.

Prof. Dr. Mohammad Sholeh menyatakan penemuannya hasil dari penelitian dan
uji coba terhadap 41 responden, hasilnya ditemukan bahwa : Kondisi tubuh seorang yang
rajin ber-Tahajud dengan ke-ikhlasan, memiliki katahanan tubuh dan kemampuan
individual untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. Artinya
sholat Tahajud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang
dapat mempengaruhi kontrol kognisi tubuh. Dengan perbaikan persepsi dam motivasi, akan
muncul emosi positif yang dapat menghindarkan seseorang dari stress. Orang stress itu
biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi.

Berdasarkan hitungan teknis medis menunjukkan bahwa orang yang sering dan
kontinyu (terus menerus) melaksanakan sholat Tahajud bisa mempunyai ketahanan tubuh
dan kekebalan terhadap kanker.

Mengenai masalah tidur, sebenarnya yang dibutuhkan adalah kualitasnya, bukan


lamanya. Seseorang yang merasa keenakan tidur dikasur empuk akan menyebabkan urat
syaraf tidak akan mendapatkan tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata.
Dengan sholat malam, kita akan bisa mengendalikan urat selama kita tidur.

Melihat dari sudut lain betapa pentingnya shalat bagi kita, maka kita akan melihat
betapa ke-Agungan Allah SWT dalam menciptakan atau memerintahkan sesuatu. Insya
Allah jika kita dapat mengambil hikmah, maka kita akan termasuk golongan orang-orang
yang beruntung.Aamiin

HIKMAH LAIN WAKTU SHOLAT


Sesungguhnya sholat itu kewajiban bagi Mukmin pada waktu yang ditetapkan.(An-Nissa :
103)

Penelitian para ilmuwan China dalam buku I Cing (Yi Jing) diungkapkan sistem kosmologi
yakni menghubungkan manusia dengan alam sebagai satu kesatuan. Dalam 24 jam terdapat
sejumlah periode bioritme (50 minor dan 5 mayor) Para ilmuwan sempat menyatakan
kekagumannya karena energi mayor justru keluar di awal waktu sholat.

1. Energi Api/Cahaya 12.00 s/d 18.00 (efektif 12.00 s/d 15.00) ==> (Jantung)
2. Energi Air 18.00 s/d 23.00 (efektif 18.00 s/d 20.00) ==> (Ginjal)
3. Energi Kayu 23.00 s/d 06.00 (efektif 23.00 s/d 04.00) (Racun dibadan)
4. Energi Udara 02.00 s/d 06.00 (efektif 02.00 s/d 04.00) ==> (Paru-paru)
5. Energi Logam 03.00 s/d 05.00
6. Energi Tanah 06.00 s/d 11.00 (efektif 06.00 s/d 09.00) ==> (Pencernaan)
Energi tersebut akan masuk melalui saraf telapak tangan (takbir) sehingga gerakan dan waktu
sholat sangat tepat untuk menerima energi dimaksud guna mengkonsumsi organ tubuh yang
pokok.

Ilmuwan China meyakini ada hubungan kosmis antara tubuh manusia dengan alam sekitarnya.
Dengan hubungan itu (energi dan magnetis manusia) terjadi sistem sirkulasinya menjadi
seimbang. Waktu sholat adalah waktu terapi, sementara gerakan sholat sangat seimbang
dengan interaksi organ dan alam. Sesuai dengan kadar medan energi alam dan medan magnetis
alam terhadap beberapa organ internal manusia.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-
gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis,
shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit. Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis
apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintah-Nya tidak
hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri.
Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para
medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan
pasien mereka. Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat
untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun
mempunyai manfaat masing-masing.

Shalat merupakan rukun Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat. Shalat terbagi
2 yaitu Shalat Fardhu dan Shalat Sunnat. Shalat Fardhu hukumnya wajib dan mencegah
seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.

dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan
mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari
ibadat-ibadat yang lain). (Al-Ankabut: 45)
Shalat yang bagaimanakah yang dapat mencegah seseoarang dari perbuatan keji dan
mungkar? Yaitu shalat yang dilakukan dengan hati yang ikhlas serta khusu dalam
pelaksanaannya. Dengan shalat dapat membentuk pribadi yang mempunyai sifat tawadu,
pandai bersyukur, slalu tawakal, sabar, tabah dalam mengarungi kehidupan. Membina muslim
agar senantiasa hidup bersih dan suci jiwa dan raga. Shalat merupakan sarana untuk
menyampaikan pernyataan diri manusia kepada Tuhan-Nya secara tulus ikhlas bahwa semua
yang ada pada dirinya, shalat dan ibadahnya, hidup dan matinya hanya milik Allah.

Dalam banyak hadis, Nabi Muhammad SAW telah memberikan peringatan keras
kepada orang yang suka meninggalkan salat wajib, mereka akan dihukumi menjadi kafirdan
mereka yang meninggalkan salat maka pada hari kiamat akan disandingkan bersama dengan
orang-orang, seperti Qarun,Firaun, Haman dan Ubay bin Khalaf.

Shalat memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh kita, lalu mengapa kita harus
meninggalkannya? Sebaiknya, mulai sekarang marilah kita menjadikan shalat itu ialah suatu
kebutuhan, bukanlah kewajiban yang membebani kita. Bayangkan saja kita dalam sebulan
tidak berolah raga dan tidak juga melaksanakan shalat, apakah tubuh kita sehat? Tentu tidak,
Allah.swt telah mengatur sedemikian gerakan shalat yang baik untuk hamba-Nya yang tepat
dalam segala ukuran baik dalam gerakan maupun waktu pelaksanaanya. Untuk itu, masih
haruskah kita malas-malasan untuk shalat? Padahal pahala dan manfaat dari shalat yang kita
kerjakan adalah untuk diri kita sendiri, bukanlah orang lain.

3.2 Saran

Melaksanakan sholat sebagai salah satu rukun Islam bukan saja menjaga tegaknya
agama tetapi secara medis sholat adalah gerakan paling proporsional bagi anatomi tubuh
manusia. Gerakan sholat memberi dampak yang sangat positif bagi kesehatan dan obat
terhadap berbagai macam penyakit. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk
metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Setiap gerakan di dalam shalat mempunyai manfaat
masing-masing. Semoga dengan adanya makalah ini, pengetahuan kita menjadi bertambah dan
mampu mempublikasikan tentang kebenaran dari fakta yang terkandung dalam rangkaian
gerak dalam shalat.

DAFTAR PUSTAKA
http://agungdwisaputro354.blogspot.co.id/2012/11/makalah-pentingnya-dan-manfaat-
sholat.html

http://devaavedblog.blogspot.co.id/2014/02/karya-tulis-ilmiah.html

http://frackasyster.blogspot.co.id/2013/04/contoh-kata-pengantar-karya-ilmiah.html

http://supriaditriana.blogspot.co.id/

http://westbatavia.blogspot.com/2015/04/3-contoh-kata-pengantar-makalah-yang-
baik.html

KARYA ILMIAH

PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP PRESTASI SISWA


Niluh Ratna Ayu Aprilia

XI MIPA 6

SMAN 39 JAKARTA

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang
Pengaruh Game Online Terhadap Prestasi Belajar Siswa.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaik i karya ilmiah
ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jakarta, Juni 2017

Penyusun

Niluh Ratna Ayu

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam 10 tahun terakhir, permainan elektronik atau yang kita sering sebut dengan video
game telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat di kota-kota besar
maupun kecil, banyak sekali game center yang muncul. Game center itu sendiri tidak seperti
halnya warnet ataupun rental video game, mereka memiliki pelanggan tetap yang lebih
banyak daripada warnet ataupun rental video game. Disamping itu, biaya yang dikeluarkan di
game center ini cenderung lebih murah daripada bermain game di warnet. Inilah yang
membuat game center hampir selalu ramai dikunjungi.
Dewasa ini, gametidak seperti yang dahulu. Jika dahulu game hanya bisa maksimal
dimainkan dua orang, sekarang dengan kemajuan teknologi terutama jaringan internet, game
bisa dimainkan 100 orang lebih sekaligus dalam waktu yang bersamaan, di seluruh dunia.
Bahkan dalam keanggotaan game tertentu sudah memakai kartu dalam pembayaran game
tersebut.
Walaupun game ditujukan untuk berbagai alasan seperti refreshing maupun bersenang-
senang, game juga membawa dampak yang besar terutama pada perkembangan pola belajar
dan prestasi pelajar. Walaupun pelajar dapat bersosialisasi dalam game dengan pemain
lainnya, Game kerap membuat pelajar melupakan tugas dan kewajibannya.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisi game ?
2. Bagaimana perkembangan game ?
3. Apa saja jenis-jenis game itu ?
4. Apa pengaruh game terhadap kehidupan pelajar ?
5. Apa tindakan dari pelajar untuk menghentikan kecanduan terhadap game yang berlebihan

C. Pemecahan Masalah
1. Definisi Game
2. Sejarah dan Perkembangan Game
3. Jenis-Jenis Game
4. Pengaruh Game Terhadap Kehidupan Pelajar
5. Upaya Pelajar untuk Menghentikan Kecanduan Terhadap Game yang Berlebihan

D. Maksud dan Tujuan


Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah :
1. Melatih pelajar untuk membuat karya tulis ilmiah dengan data-data yang tepat.
2. Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pelajar mengenai peranan game
dalam kehidupan sehari-hari.
3. Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan game dari awal keberadaannya hingga
sekarang.
4. Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pelajar mengenai pengaruh game.
5. Melatih pelajar untuk kritis dalam menghadapi kehidupan.
6. Melihat game dari sudut pandang yang berbeda.
7. Memberikan masukan bagi pelajar yang sangat ketergantungan pada game.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Game

Game berasal dari bahasa inggris yang berarti dasar permainan. Permainan disini merupakan
pengertian kelincahan intelektual ( Intellectual Playability Game) yang bisa diartikan sebagai
tempat keputusan dan aksi pemainnya. Dalam game, ada target-target yang ingin dicapai oleh
pemain. Target-target inilah yang kemudian membuat para pemain menjadi kecanduan.
Permainan adalah sebuah sistem dimana pemain terlibat dalam konflik buatan. Disini pemain
berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam permainan yang merupakan buatan dari para
programmer. Dalam permainan, terdapat peraturan yang bertujuan untuk membatasi dan
menentukan pemain. Permainan bertujuan untuk menghibur, baik anak-anak maupun orang
dewasa. Game atau permainan sebenarnya penting untuk perkembangan otak. Selain itu,
game juga dapat meningkatkan konsentrasi, melatih memecahkan masalah dengan tepat dan
cepat karena dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut kita untuk
menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game juga dapat merugikan kita apabila
terlalu sering bermain hingga ketergantungan dan lupa akan segalanya.
http://contohsimpel.blogspot.com/
Game merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseharian anak, sedangkan sebagian
orang tua menuding game sebagai penyebab nilai anak turun, anak tak mampu bersosialisasi,
dan tindakan kekerasan yang dilakukan anak. Game juga merupakan salah satu kebutuhan
yang menjadi masalah besar bagi pengguna komputer, karena untuk dapat memainkan game
dengan nyaman, semua komponen komputernya harus memiliki kualitas yang baik, terutama
VGA card-nya. Jadi, sebelum bermain game sebaiknya mengecek terlebih dahulu keadaan
komputer.
http://contohsimpel.blogspot.com/
B. Sejarah dan Perkembangan Game
Tahun 1952, A.S. Douglas membuat OXO, game grafis noughts and crosses (nol dan silang),
di University of Cambridge untuk mendemonstrasikan tesisnya tentang interaksi komputer
dan manusia. Permainan ini bekerja pada komputer besar yang menggunakan CRT display.
Bahkan, perangkat game portable genggam yang pertama dibuat adalah Tic Tac Toe di tahun
1972 oleh Waco Company. Sampai sekarang game jadul ini masih populer di internet.
Kalau kita menoleh ke belakang, tahun 1947 dipercaya sebagai tahun pertama di mana game
didesain untuk dimainkan dengan layar CRT (cathode ray tube). Game sederhana dirancang
oleh Thomas T. Goldsmith Jr. dan Estle Ray Mann.
Aplikasi ini mendapatkan paten tanggal 14 Desember 1948. Sistem yang dibuatnya terdiri
dari 8 vacum tubes dan menyimulasikan peluru ditembakkan pada target, terinspirasi dari
display radar pada Perang Dunia II. Diyakini bahwa ini adalah sistem pertama yang secara
spesifik didesain untuk game pada layar CRT.
Banyak yang menyebutkan bahwa penemu video game adalah William Higinbotham. Tahun
1958 menciptakan game Tennis for Two pada osiloskop. Game ini menampilkan lapangan
tenis sederhana dipandang dari samping..
Tahun 1972 dirilis perangkat video game pertama untuk pasar rumahan, Magnavox Odyssey,
dihubungkan dengan televisi. Meski tidak sukses besar, perusahaan lain dengan produk yang
sama harus membayar lisensi. tetapi, kesuksesan menjemput sejak Atari meluncurkan Pong
sebuah video game ping-pong pada 29 November 1972. Berawal dari sini, video dan
komputer game menjadi populer dan hobi baru di saat PC baru saja mulai dikenal dan dipakai
secara luas.
Perkembangan game komputer dan video game yang kian memanjakan para pemainnya
dengan teknologi-teknologi modern merupakan poin menarik untuk dicermati. Meski sejarah
video game dan game komputer mencakup rentang waktu sekira lima dekade, keduanya
meraih popularitas sebagai bagian dari peradaban manusia modern di akhir tahun 1970.
Meski baru di pertengahan sampai akhir 1980-an game yang muncul di pasaran hadir dengan
fungsi scrolling atau virtual paging, hadirnya produk monitor warna di awal tahun 1980-an
membuat para penggila game makin antusias, sehingga perpindahan suasana game dari
halaman ke halaman lain menjadi lebih hidup.
Awal tahun 1980-an ditandai dengan hadirnya media penyimpan CD-ROM yang dalam
waktu singkat menjadi populer. Era game 3 dimensi (3D) dengan perspektif orang pertama
dan multiplayer game mulai muncul di era ini. Suara dan musik semakin berkembang di
pertengahan 1980-an seiring dengan hadirnya produk sound card. Jadi, memang terasa bahwa
pasar game komputer semakin berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi
pendukungnya.
Industri game yang masih berdiri kokoh sampai hari ini memegang dua pasar besar yaitu
video game dan game komputer. Dan tak diragukan, game komputer memang lebih banyak
item judulnya karena dengan perangkat standar hampir semua game produksi pihak ketiga
bisa dimainkan di PC. Sedangkan untuk pasar video game, didominasi oleh pemilik standar,
siapa lagi kalau bukan Sony dengan Play Station, Microsoft dengan Xbox 360, dan Nintendo.
Yang menarik, game komputer telah berkembang ke arah Network Multimedia Game, di
mana banyak pemain dari lokasi yang saling berjauhan berinteraksi satu sama lain secara real
time dalam satu jaringan komputer. Sebut saja misalnya Quake III Arena yang pernah
membuat demam kampus sekira tahun 2001 lalu.
Sebuah Gaming PC berbasis prosesor terbaru (Core2 Duo) dan menggunakan generasi
videocard terkini (Geforce 8800GTS) memang akan menelan biaya nyaris 2X harga XBOX
360, namun Gaming PC tersebut memiliki fungsi yang 7X lebih banyak dibanding sebuah
game console. Dan perlu diingat bahwa tampilan game di Gaming PC tersebut jauh lebih baik
dibanding di XBOX 360.

C. Jenis-jenis Game

Jenis game berdasarkan alat yang digunakan :

1.Arcade games :
Game yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di daerah khusus dan
memiliki box atau mesin yang memang khusus di design untuk jenis video games tertentu
dan tidak jarang memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih merasa masuk dan
menikmati, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil
(beserta transmisinya tentunya).

2.PC Games :
yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers.

3.Console games :
yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti Playstation 2,
Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii.

4. Handheld games:
yaitu game yang dimainkan di console khusus video game yang dapat dibawa kemana-mana,
contoh Nintendo DS dan Sony PSP.

5.Mobile games:
yaitu game yang dapat dimainkan atau khusus untuk mobile phone atau PDA.
http://contohsimpel.blogspot.com/
Jenis game berdasarkan jenis permainannya :
1. Aksi Shooting :
video game jenis ini sangat memerlukan kecepatan refleks, koordinasi mata-tangan, juga
timing, inti dari game jenis ini adalah tembak, tembak dan tembak.

2. Fighting ( pertarungan ) :
Inti dari game ini adalah penguasaan jurus. Pemain dituntut utuk mengenali setiap karakter
tokoh lawan main yang ada di dalamnya. Contohnya pada game Seri Street Fighter, Tekken,
Mortal Kombat, Soul Calibur dan King of Fighter.

3. Aksi Petualangan :
Game ini telah berkembang hingga menjadi genre campuran action beat-em up, dan
sekarang, di tahun 2000 an, jenis ini cenderung untuk memiliki visual 3D dan sudut pandang
orang ke-tiga. Tomb Rider, Grand Theft Auto dan Prince of Persia termasuk didalamnya.

4. Petualangan :
Bedanya dengan jenis video game aksi-petualangan, refleks dan kelihaian pemain dalam
bergerak, berlari, melompat hingga memecut atau menembak tidak diperlukan di sini. Video
Game murni petualangan lebih menekankan pada jalan cerita dan kemampuan berpikir
pemain dalam menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki maupun
menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter hingga penggunaan benda-benda
tepat pada tempat yang tepat

5. Simulasi, Konstruksi dan manajemen :


Game jenis ini menggambarkan sesuatu dalam dunia nyata seperti membangun rumah,
gedung hingga kota, mengatur pajak dan dana kota hingga keputusan memecat atau
menambah karyawan. Video Game jenis ini membuat pemain harus berpikir untuk
mendirikan, membangun dan mengatasi masalah dengan menggunakan dana yang terbatas.
Contoh: Sim City, The Sims, Tamagotchi.

6. Role Playing :
Game jenis ini sesuai dengan terjemahannya, yaitu bermain peran. Memiliki penekanan pada
tokoh di dalam permainan, yang biasanya adalah tokoh utama dalam cerita itu. Seperti Final
Fantasy, Dragon Quest dan Xenogears.

7. Strategi.
Kebalikan dari video game jenis action yang berjalan cepat dan perlu refleks secepat kilat,
video game jenis strategi, layaknya bermain catur, justru lebih memerlukan keahlian berpikir
dan memutuskan setiap gerakan secara hati-hati dan terencana. Video game strategi biasanya
memberikan pemain atas kendali tidak hanya satu orang tapi minimal sekelompok orang
dengan berbagai jenis tipe kemampuan, sampai kendaraan, bahkan hingga pembangunan
berbagai bangunan, pabrik dan pusal pelatihan tempur, tergantung dari tema ceritanya
http://contohsimpel.blogspot.com/
8. Puzzle
Video game jenis ini sesuai namanya berintikan mengenai pemecahan teka-teki, baik itu
menyusun balok, menyamakan warna bola, memecahkan perhitungan matematika, melewati
labirin, sampai mendorong-dorong kota masuk ke tempat yang seharusnya, itu semua
termasuk dalam jenis ini. Sering pula permainan jenis ini adalah juga unsur permainan dalam
video game petualangan maupun game edukasi. Tetris, Minesweeper, Bejeweled, Sokoban
dan Bomberman.

9. Simulasi kendaraan
Video Game jenis ini memberikan pengalaman atau interaktifitas sedekat mungkin dengan
kendaraan yang aslinya, meskipun terkadang kendaraan tersebut masih eksperimen atau
bahkan fiktif, tapi ada penekanan khusus pada detil dan pengalaman realistik menggunakan
kendaraan tersebut.

10. Olahraga
Game disini dibuat semirip mungkin dengan permainan aslinya, seperti NBA JAM.
Contohnya pun jelas, Seri Winning Eleven, seri NBA, seri FIFA, John Madden NFL, Lakers
vs Celtics, Tony hawk pro skater, dll.

Jenis game berdasarkan kategorinya :


1. Multiplayer Online
Game ini sedang menjadi tren di dalam maupun luar negeri. Karena pembayarannya online
dan melalui voucer, game ini aman dari pembajakan. Contoh: Ragnarok online, O2jam,
World of Warcraft, Ayo Dance, Lineage, Rose online

2. Casual games
Game ini sangat mudah dipelajari. Bahkan bisa langsung dimainkan begitu dibuka. Jenis
game ini biasanya dimainkan hanya menggunakan mouse saja. Contoh: Diner Dash, Sally
Salon, Bejeweled, Zuma, Feeding Frenzy, Insaniquarium.

3. Edugame
Game jenis ini dibuat dengan tujuan spesifik sebagai alat pendidikan, entah untuk belajar
mengenal warna untuk balita, mengenal huruf dan angka, matematika, sampai belajar bahasa
asing. Developer yang membuatnya, harus memperhitungkan berbagai hal agar game ini
benar-benar dapat mendidik, menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan yang
memainkannya. Target segmentasi pemain harus pula disesuaikan dengan tingkat kesulitan
dan design visual ataupun animasinya. Contoh edugames : Bobi Bola, Dora the explorer,
Petualangan Billy dan Tracy.

4. Advergames
Jenis game yang biasanya mudah dimainkan ini mengusung dan menampilkan produk atau
brand mereka baik secara gamblang maupun tersembunyi. Video game sekarang telah
menjadi sarana beriklan atau membangunbrand-awareness yang efektif. Contoh produk di
indonesia yang membuat advergames: A-Mild, Rexona teens, Axe

D. Pengaruh Game Terhadap Kehidupan Pelajar


Munculnya video game sebagai perkembangan teknologi di era modern ini tentu perlu
disikapi dengan berbagai sudut pandang positif dan negatif menurut penggunanya. Sebagai
manusia yang menerima perubahan, perlu adanya pembatasan-pembatasan tentang sejauh
mana dampak negatif yang diakibatkan.
Kehadiran video game memang mendapatkan apresiasi di kalangan remaja, khususnya para
pelajar. Hal ini dapat menumbuhkan kreativitas dan daya reaksi selama permainan itu tidak
dimainkan selama berulang-ulang.
Akio Mori seorang professor dari Tokyos Nihon University melakukan riset mengenai
dampak video game pada aktifitas otak. Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat
disimpulkan bahwa terdapat dua point penting yaitu :
Pertama , penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting,
dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan
mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi
dan lain sebagainya.
Kedua , penurunan aktifitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap
berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer
mengalami autonomic nerves yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekresi
adrenalin meningkat , sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen
terpacu untuk meningkat. Bila tubuh dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer
adalah otak mereka merespon bahaya sesungguhnya .

Dampak positif game online adalah :


1. Membuat Orang Pintar
Penelitian di Manchester University dan Central Lanchashire University membuktikan bahwa
gamer yang bermain 18 jam per minggu memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan
mata setar kemampuan atlet.

2. Menambah Konsentrasi
Dr. Jo Bryce Kepala peneliti suatu universitas di Inggris menemukan bahwa gamer sejati
mempunyai daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan mereka mampu menyelesaikan
beberapa tugas.

3. Meningkatkan Ketajaman Mata


Penelitian di Rochester University mengungkapkan bahwa anak-anak yang memainkan game
action secara teratur mempunyai ketajaman mata yang lebih cepat dari mereka yang tidak
bermain game.

4. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris


Riset di Indonesia membuktikan bahwa pria yang mahir berbahasa Inggris di sekolah atau
universitas tanpa kursus adalah mereka yang bermain game.

5. Membantu Bersosialisasi
Beberapa professor di Loyola University, Chicago telah mengadakan penelitian dan menurut
mereka game online dapat menumbuhkan interaksi social yang menentang stereotif gamer
yang terisolasi.

6. Meningkatkan Kinerja Otak dan Membantu Otak dalam Menyerap Cerita


Bermain game yang tidak berlebihan dapat meningkatkan kinerja otak bahkan memiliki
kapasitas jenuh yang lebih sedikit disbanding belajar dan membaca buku.

7. Meningkatkan Kecepatan dalam Mengetik


Kebanyakan game online mengharuskan pemain mengetik ketika sedang berkomunikasi
dengan lawan bicara, sehingga hal ini secara tidak langsung akan membiasakan pemain
dalam mengetik.
8. Menghilangkan Stress
Para peneliti di Indiana University menjelaskan bahwa bermain game dapat mengendurkan
ketegangan syaraf.

9. Memulihkan Kondisi Tubuh


Dr. Mark Griffiths psikolog dari Nottingham Trent University meneliti sejauh mana manfaat
game dalam terapi fisik.
Dampak negative dari game akan sangat terasa apabila pemain tidak bisa mengendalikan diri.
Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Hanover, Jerman mengatakan game online
dapat mengakibatkan kepribadian ganda. Seorang wanita yang sering bermain game online
tiap hari selama 3 bulan dengan memainkan beberapa tokoh yang berbeda, ternyata tokoh
imajinasi itu mengambil alih kepribadiannya. Sehingga wanita tersebut kehilangan kendali
atas kepribadian dan kehidupan sosialnya.

Dampak negatif game online adalah :


1. Menimbulkan efek ketagihan
2. Membuat orang terisolir dari kehidupan disekitarnya
3. Membuat orang menjadi malas
4. Mengganggu kesehatan
5. Menimbulkan masalah psikologis apabila terlalu dipikirkan
6. Mengganggu kehidupan di dunia nyata
7. Pemborosan apabila kecanduan game online

E. Upaya Pelajar untuk Menghentikan Kecanduan Terhadap Game yang Berlebihan

Banyak dari pelajar yang telah kecanduan terhadap game mengaku susah sekali untuk
menghentikan hal ini. Berikut ini adalah cara-cara untuk mengehentikan rasa kecanduan
tersebut.
1. Menyibukkan diri dengan hal-hal baru. Contohnya seperti membuat janji dengan teman
untuk mengadakan suatu acara yang banyak menyita waktu.
2. Saat berada di tempat game sebisa mungkin membuat diri tidak nyaman. Seperti duduk di
kursi yang panas, atau memilih komputer yang rusak.
3. Saat ingin bermain game, sebaiknya mengatakan hal ini kepada orang yang dirasa paling
dekat Sehingga orang itu dapat melarang agar tidak bermain game.
4. Melakukan hal-hal nyata seperti yang ada dalam game. Misal game sepakbola, pemain
lebih baik langsung bermain sepakbola di lapangan.
5. Niat tidak ingin main game. Hal ini adalah cara paling ampuh karena hanya diri sendiri
yang mengetahui dan mampu mengendalikan.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Game telah mengalami perkembangan yang pesat, baik game online ataupun video game
sama-sama memiliki peminat yang besar. Game memang mempunyai banyak manfaat bagi
pelajar untuk menunjang daya pikirnya. Namun bila dalam pemakaian tidak dikontrol dapat
mengakibatkan kebiasaan dan menimbulkan manfaat buruk nantinya.

http://contohsimpel.blogspot.com/
B. Saran
Berdasarkan pembahasan masalah yang ada diatas, disarankan bagi pelajar agar :
1. Mengurangi intensitas bermain game
2. Mencari kesibukan lain agar terlepas dari kecanduan bermain game
3. Meningkatkan prestasi akademik
4. Berhati-hatilah dengan radiasi media visual video game, karena bisa mengganggu
kerja tubuh dan otak
5. Pintar memilih waktu dan jenis permainan, yang lebih edukatif

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
www.wikipedia.com
www.serendip.brynmawr.edu/bb/neuro/neuro 04/web/ekandaras.html

nma : alamsyah a.k


kelas : xi-ipa 6
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu
pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk
memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah
biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan
kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika
tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah
ditulis orang lain. Jikapun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama,
tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Disebut juga dengan
penelitian lanjutan.

Ada banyak jenis karya ilmiah, diantaranya yaitu makalah, tesis, laporan penelitian dan
lain-lain. Karangan ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang
menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Sedangkan karangan non ilmiah adalah karangan
yang tidak terikat pada karangan baku.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah Pengertian dari Karya Ilmiah
2. Apa-apa saja Ciri-ciri dari Karya Ilmiah
3. Apa-apa saja jenis-jenis dari Karya Ilmiah
4. Bagaimana tehnik menyusun Karya Ilmiah
5. Bagaimana Kode etik dalam penyusunan Karya Ilmiah

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Karya Ilmiah
2. Untuk mengetahui apa-apa saja ciri-ciri dari Karya Ilmiah
3. Untuk mengetahui apa-apa saja jenis-jenis dari Karya Ilmiah
4. Untuk mengetahui bagaimana tehnik menyusun Karya Ilmiah
5. Untuk mengetahui Kode etik dalam penyusunan Karya Ilmiah
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Karya Ilmiah


Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil
penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah.
Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan
fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar.Menurut Pateda (1993 : 91
) Karya ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah pada suatu displin ilmu tertentu yang disusun
secara matematis ilmiah, logis, benar, bertanggungjawab, dan menggunakan bahasa yang baik
dan benar. Jadi, karya tulis ilmiah bukan sekedar untuk mempertanggungjawabkan penggunaan
sumber daya penelitian (uang, bahan, alat) tetapi juga mempertanggungjawabkan penulisan
karya ilmiah tersebut secara teknis dan materi.
Hasil penulisan karya tulis ilmiah harus bersifat sistematis artinya disusun dalam suatu
urutan yang teratur Juga harus disusun secara logis dan benar. Oleh karena itu seorang penulis
harus mempunyai memiliki landasan teori yang kuat. Pertanggungjawaban ilmiah tidak hanya
berkaitan dengan penulisan (teknis). Penulisan karya tulis ilmiah harus memenuhi kaidah
antara lain :
(1) penyebutan sumber tulisan yang jelas ;
(2) memenuhi kaidah penuliasan yang berkaitan dengan teknik kutip mengutip penulisan kata,
frasa, dan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar.

B. Ciri-ciri Karya Ilmiah

Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :

1. Struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan),
bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke
bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang
dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok
pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

2. Komponen dan substansi


Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah
mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat
dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

3. Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan
gaya bahasa impersPonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata
ganti orang pertama atau kedua.

4. Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari
pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

C. Jenis-Jenis Karya Ilmiah


Ada banyak macam jenis jenis karya ilmiah, diantaranya:

1. Makalah.
Makalah adalah karya ilmiah yang pembahasannya berdasarkan data lapangan yang bersifat
empiris-objektif. Makalah juga dapat berupa hasil penelitian yang disusun untk dibahas dalam
pertemuan ilmiah, seperti seminar atau lokakarya. Yang memiliki jumlah halaman yang paling
sedikit 15-25 halaman. Makalah memiliki 3 bagian yaitu bagian awal, bagian inti, bagian akhir.
Bagian awal terdiri dari sampul, daftar isi, daftar tabel atau gambar (jika ada), bagian inti terdiri
dari isi materi yang hendak dibahas dalam makalah tersebut. Bagian inti memiliki latar
belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan makalah, pembahasan, kesimpulan,
dan saran. Bagian akhir terdiri dari daftar rujukan dan lampiran (jika ada).

2. Laporan Penelitian
Laporan menurut Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) ialah bentuk
karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti,
atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan ini disampaikan
dengan cara seobjektif mungkin.

3. Artikel
Artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk penerbitan jurnal ilmiah. Artikel ini ditulis
secara ringkas dan berisi hal-hal penting. Karena ringkas, maka ia tidak memiliki bab-bab.
Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian atau gagasan konseptual. Dalam penulisannya
terdapat perbedaan masing-masingnya. Format penulisannya adalah sebagai berikut:
1) Artikel hasil penelitian

Judul Artikel Penulis Absrak Kata Kunci Pendahuluan Metode Penelitian


Hasil Penelitian Pembahasan Kesimpulan dan Saran.

2) Artikel hasil gagasan/pemikiran:

Judul, Penulis, Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Bagian Inti, Penutup, Daftar Rujukan,
dan lampiran

Menurut Pedoman Penulisan Usul Penelitian, Tesis, dan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana
UNSOED (2008 : 85) artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam
jurnal ilmiah atau buku kumpulan artikel ilmiah yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan
mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian maupun
gagasan ilmiah (review). Hasil penelitian ataupun gagasan / pemikiran ilmiah akan lebih
bermanfaat apabila telah diaplikasikan ataupun disampaikan kepada publik. Jurnal ilmiah
merupakan suatu sarana yang efektif untuk mempublikasikan hasil penelitian bagi kalangan
yang lebih luas atau publik.Artikel ilmiah seyogyanya dirancang dengan menyesuaikan
petunjuk penulisan jurnal yang dituju. Hampir semua jurnal ilmiah mengeluarkan petunjuk
/patokan yang harus diikuti jika ingin naskah kita dimuat di dalamnya.Jumlah halaman artikel
dalam jurnal biasanya dibatasi dan umumnya tidak lebih dari 15 halaman, sudah termasuk
gambar dan tabel. Dengan demikian, hanya hal-hal yang sangat perlu saja yang dapat dimuat
dalam halaman yang jumlahnya terbatas tersebut. Kebanyakan jurnal tidak menghendaki
Tinjauan Pustaka (Literature Review). Hal-hal yang berkaitan dengan survei pustaka
dipadukan dalam Pendahuluan (Introduction Background). Pemilihan dan pemilahan menjadi
amat penting dalam penulisan artikel ilmiah. Dalam banyak kasus, metode dibuat seringkas-
ringkasnya oleh penulis.

4. Esai
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika
penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa
mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan
kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa
akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan
fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta
dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.

5. Proposal Penelitian
Proposal penelitian atau disebut juga usulan penelitian adalah rencana penelitian yang
menggambarkan secara umum hal-hal yang akan diteliti dan cara penelitian itu
dilaksanakan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang dikemukakan di dalam sebuah penelitian.
Format usulan penelitian dapat dibuat dalam beberapa alternatif seperti berikut:
a. Model I

Latar Belakang Masalah Rumusan dan Batasan masalah Tujuan


Penelitian Definisi Operasional Metode Penelitian

b. Model II

Latar Belakang Masalah masalah penelitian tinjauan kepustakaan


tujuan penelitian metode penelitian

c. Model III

Masalah dan tujuan penelitian kerangka penelitian rencana


kegiatan penelitian kepustakaan

6. Skripsi
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan atau studi
kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhirdalam
studi formalnya di Fakultas.
Menurut UPI (dalam http://www.cs.upi.edu.com) Skripsi adalah karya tulis resmi akhir
mahasiswa dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1). Skripsi menggambarkan kemampuan
akademik mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian
bidang studi (baik pendidikan maupun non kependidikan). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat
(teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan
penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi
kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi kearah
sumbangan material berupa penemuan baru.Berbeda dengan pendapat di atas Tugino (dalam
http://tugino230171.wordpress.com) skripsi adalah karya tulis yang diajukan untuk mencapai
gelar sarjana atau sarjana muda. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian
bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang
harus ditempuh, dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian.
Tujuan dan Kegunaan Skripsi

Tujuan dan kegunaan skripsi yaitu menyajikan hasil-hasil temuan penelitian secara ilmiah yang
berguna bagi pengembangan ilmu dan atu kepentingan praktis administrasi negara dan
komunikasi.

Karakteristik Skripsi

Skripsi yang disusun mahasiswa harus memiliki karakteristik sebagai berikut :

Merupakan hasil karya asli, bukan jiplakan bagi sebagian atau secara keseluruhan
(dibuat pernyataan di atas kertas segel bermaterai Rp. 6.000,00).
Mempunyai relevansi dengan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi.
Mempunyai manfaat teoritis atau praktis.
Sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan.
Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar menurut Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD).

Persyaratan Penyusunan Skripsi

Untuk melakukan penyusunan skripsi, mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat sebagai


berikut :

Telah lulus mata kuliah dengan beban studi 110 sks.


Nilai D tidak lebih dari 20% dan tidak ada nilai E.
Telah lulus mata kuliah Statistik Sosial bagi Program Studi Ilmu Administrasi Negara,
Metode Penelitian Sosial dan Metode Penelitian Komunikasi bagi Program Studi Ilmu
Komunikasi.
Memenuhi persyaratan administrasi keuangan yang telah ditentukan.

7. Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan
Program Magister (S2). Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam
penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan.
Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan
dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat, jika dibandingkan
dengan skripsi. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertangungjawab
dalam bidang studi tertentu.Tesis berasal dari kata Thesis berarti pernyataan atau kesimpulan
teoretis yang diajukan serta ditunjang oleh argumentasi ilmiah dan referensi-referensi yang
diakui secara ilmiah, yang dibuat oleh seorang kandidat Magister. Tesis disusun oleh kandidat
Magister secara mandiri pada akhir masa studi dan merupakan salah satu syarat mencapai gelar
Magister. (Panduan Tesis PSMP UNTAR, 2008:1).Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar
pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan
pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan
(masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data,
menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.Dalam penulisannya dituntut
kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai
bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing menjadi hal
sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan
dilakukan mandiri.

8. Disertasi
Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalammenyelesaikan
Program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam
melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin Ilmu
Pendidikan. Menurut Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) disertasi ialah
karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh
suatu univesitas. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang
berpangkat profesor, dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam
daripada persoalan dalam tesis.Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor.
Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi
dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-
masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis
mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis
terinci.Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang
mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan)
menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis.
Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau
metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf
yang tinggi.

D. Teknik Menyusun Karya Tulis Ilmiah

Penulisan karya tulis ilmiah memerlukan persyaratan baik formal maupun materil.
Persyaratan formal menyangkut kebiasaan yang harus diikuti dalam penulisan; sedangkan
persyaratan materiil menyangkut isi tulisan. Sebuah tulisan akan mudah difahami dan menarik
apabila isi dan cara penulisannya memenuhi persyaratan dan kebiasaan urnum.

Dalam tulisan singkat ini akan digambarkan beberapa hal yang penting yang perlu
diperhatikan oleh penulis sebuah karya tulis ilmiah termasuk laporan penelitian.

Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang
memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah
tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat
keilmuan.

Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan,
memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti
perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan
masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa
baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.

Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar
atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari
kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah
tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau
pengkajian selanjutnya.

Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta
menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, menulis karya ilmiah bermanfaat untuk
meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai
gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan
intelektual, di samping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
E. Etika Dan Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah

Etika dan kode etik yang lazim ditumbuh budayakan dalam penulisan karya ilmiah harus
diikuti. Hak cipta dan paten dari segi hukum harus diikuti dan difahami dengan baik. Penulis
harus memahami etika penulisan karya ilmiah secara baik. Kode etik adalah norma-norma yang
telah diterima dan diakui oleh masyarakat dan citivitas akademik perlu diperhatikan dalam
penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap
bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data ataupun informan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu:

1. Istilah asing dicetak miring dan dituliskan dengan benar.


Misal: downlinknya > downlink-nya.
2. Penggunaan kata dimana.

Misal:

tehnik dimana digunakan (salah) ..tehnik yang digunakan (benar)

3. Sebaiknya tidak menggunakan kata kita,saya (kata ganti orang) dalam karya ilmiah.

Misal:

..dapat kita asumsikan(salah) dapat diasumsikan (benar)

4. Menggunakan kalimat pasif. Misal: dapat diasumsikan.

5. Persamaan diberi nomor sesuai bab dan urutan serta tidak dicetak tebal.

6. Gambar, tabel, persamaan, dan pernyataan/kutipan diberi sumber acuannya.

7. Kekonsistenan dalam penulisan.

Misal:

perkembangan selular (kalimat ke 2) seluler(kalimat ke 10)

8. Tulislah kata dengan lengkap. Misal: & > dan yg > yang

9. Singkatan diikuti kepanjangannya dan untuk kalimat berikutnya cukup singkatannya saja.

Misal: MU (mobile unit) (kalimat ke 3)

perawatan perangkat MU tidaklah terlalu sulit. (kalimat ke 10)


10. Gunakan EYD

Misal: bilangan 10,000 km > 10.000 km

didapat > diperoleh terdiri dari> terdiri atas

11. Penggunaan huruf besar di awal kalimat. Penempatan titik (.) dan koma (,) yang sesuai.

12. Ikuti tata cara/format penulisan karya ilmiah yang berlaku (yang dikeluarkan oleh institusi)

misal:> ukuran margin> ukuran kertas> jenis huruf

13. Cek penulisan sebelum diserahkan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dijelaskan diatas maka dapat disimpulkan bahwa, karya
ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian
ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah yang
disajikan secara fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dalam
penulisan karya ilmiah banyak aspek yang mesti diketahui oleh calon pembuat karya ilmiah
karena itu sangat berperan dengan hasil karya ilmiah yang akan dibuat, Karya ilmiah
mempunyai beberapa jenis seperti, makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, disertasi, artikel, esai,
opini, dan fiksi.
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan,
memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti
perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.

B. Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, baik
dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya dan dari segi isi juga masih perlu
ditambahkan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kepada para pembaca makalah ini
agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.

DAFTAR PUSTAKA
Hamdani, Mulya. 2010. pengertian karya ilmiah
(http://www.capeds.co.cc/2010/04/pengertian-karya-ilmiah.html). Diunduh pada tanggal 25
April 2016 pada pukul 09:30.

Sihombing, Rosmini. definisi karya ilmiah.


(http://sihombingruben.blogspot.com/2010/03/definisi-karya-ilmiah.html). Diunduh pada
tanggal 25 April 2016 pada pukul 09:31

Nasirudin, Nurfadillah. Karya Tulis Ilmiah. (Dhiilah_Apriil Blog.html). Diunduh pada


tanggal 25 April 2016 pada pukul 09:31

MAKALAH MASALAH SOSIAL TENTANG KEMISKINAN,


KRIMINALITAS DAN KESENJANGAN SOSIAL
ILHAM DWIPUTRA RAMADHAN

XI MIPA 6

TAHUN PELAJARAN 2016 - 2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan
Makalah ini dengan tepat waktu.

Makalah ini berisikan informasi tentang Pengertian Masalah Sosial atau yang
lebih khususnya membahas tentang masalah sosial yang ada di masyarakat. Diharapkan
Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang masalah sosial
yang ada dimasyarakat.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.

Jakarta, 5 Juni 2017

Ilham Dwiputra Ramadhan


DAFTAR ISI
Halaman Judul
...........................................................................................................................i
Kata
Pengantar..........................................................................................................................
.ii
Daftar
Isi...................................................................................................................................iii
Bab I
Pendahuluan....................................................................................................................1
1.1 Latar
Belakang...................................................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah..............................................................................................................1
1.3
Tujuan...............................................................................................................................
..1
Bab II
Pembahasan....................................................................................................................2
2.1 Masalah Sosial, Batasan dan Pengertian
... 5
2.2 Klasifikasi Masalah Sosial dan Sebab-
Sebabnya.... 6
2.3 Ukuran-Ukuran Sosiologi Terhadap Masalah
Sosial...6
2.4 Beberapa Masalah Sosial
Penting.....7
2.5 Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial
.......7
2.6 Kriminalitas Sebagai Masalah Sosial
..8
2.7 Kesenjangan Sosial Sebagai Masalah Sosial
.......8
2.8 Pemecahan Masalah
Sosial....10
Bab III Penutup
.......................................................................................................................11
3.1 Kesimpulan
......................................................................................................................11
3.2
Saran.................................................................................................................................
11
Daftar
Pustaka.12

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sosiologi terutama menelaah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti


norma-norma, kelompok sosial, lapisan masyarakat, lembaga-lembaga kemasyrakatan,
proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan, serta perwujudannya. Tidak semua
gejala tersebut berlangsung secara norml sebagaiman dikehendaki masyarakat
bersangkutan. Gejala-gejala yang tidak dikehendaki merupakan gejala abnormal atau
gejala-gejala patologis. Hal ini disebabkan karena unsur-unsur masyarakat tidak dapat
berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan kekecewaan-kekecewaan dan
penderitaan. Gejala-gejala abnormal tersebut dinamkan maslah-masalah sosial.
Maslah-masalah sosial tersebut berbeda dengan problema-problema lainya di
dalam masyarakat karena masalah-masalah sosial tersebut berhubungan erat dengan
nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Masalah tersebut bersifat
sosial karena bersangkut paut dengan hubungan antarmanusia dan di dalam kerangka
bagian-bagian kebudayaan yang normatif. Hal ini dinamakan masalah karena
bersnagkut-paut dengan gejala-gejala yang mengganggu kelanggengan dalam
masyarakat.
Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan
atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau, menghambat
terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga
menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi serta
keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antar unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat. Apabila antar unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka hubungan-
hubungan sosial akan terganggu sehingga mungkin terjadi kegoyahan dalam kehidupan
kelompok.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalah masalah sosial ini adalah :
Apa yang dimaksud dengan masalah sosial, batasan dan pengertiannaya ?
Apa itu klasifikasi masalah sosial dan sebab-sebabnya ?
Bagaimana ukuran-ukuran terhadap masalah sosial ?
Bagaimana masalah sosial penting ?
Bagaimana tentang kemiskinan sebagai masalah sosial ?
Bagaimana tentang kesenjangan sosial sebagai masalah sosial ?
Bagaimana tentang kriminalitas sebagai masalah sosial ?
Bagaimana cara mengatasi masalah sosial ?
1.3 TUJUAN
Menjelaskan apa yang dimaksud dengan masalah sosial, batasan dan
pengertiannaya.
Menjelaskan apa itu klasifikasi masalah sosial dan sebab-sebabnya.
Menjelaskan ukuran-ukuran sosiologi terhadap masalah sosial.
Menjelaskan beberapa masalah sosial penting.
Menjelaskan tentang kemiskinan sebagai masalah sosial
Menjelaskan tentang kesenjangan sosial sebagai masalah sosial
Menjelaskan tentang kriminalitas sebagai masalah sosial
Menjelaskan tentang cara mengatasi masalah sosial
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Masalah Sosial, Batasan dan Pengertian

Masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut


merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral, berlawanan
dengan hukum dan bersifat merusak. Oleh sebab itu, maslah-masalah sosial tak akan
mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai apa
yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Sosiologi menyangkut teori yang
hanya dalam batas tertentu menyangkut nilai-nilai sosial dan moral, yang terpokok
adalah aspek ilmiahnya.
Maslah sosial masyarakat menyangkut analisis tentang macam-macam gejala
kehidupan masyarakat, sedangkan problema sosial meneliti gejala-gejala abnormal
masyarakat dengan maksud untuk memperbaiki atau bahkan untuk menghilangkannya.
Sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud
untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan masyrakat.
Sementara itu, usaha-usaha perbaikannya merupakan bagian dari pekerjaan sosial.
Dengan kata lain sosiologi berusaha untuk memahami kekuatan-kekuatan dasar yang
berda di belakang tata kelakuan sosial. Pekerjaan sosial berusaha untuk
menganggulangi gejala-gejala abnormal dalam masyarakat, atau untuk memecahkan
persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan


atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau, menghambat
terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga
menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi serta
keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antar unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat. Apabila antar unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka hubungan-
hubungan sosial akan terganggu sehingga mungkin terjadi kegoyahan dalam kehidupan
kelompok.

Perumusan masalah sosial tidak begitu sukar, daripada usaha-usaha untuk


membuat suatu indeks yang memberi petunjuk akan adanya masalah sosial tersebut.
Para sosiologi telah banyak mengusahakan adanya indeks-indeks tersebut seperti
misalnya indeks simple rates , yaitu angka laju gejala-gejala abnormal dalam
masyarakat, angka-angka bunuh diri, perceraian, kejahatan anak-anak, dan seterusnya.
Sering kali juga diusahakan sistem composite indices, yaitu gabungan indeks-indeks
dari bermacam-macam aspek yang mempunyai kaitan satu sama lainnya contohnya
angka bunuh diri di hungkan dengan tingkat kemiskinan yang menjadi faktor
melakukan tindakan tersebut. Namun demikian, ada beberapa ukuran umum yang dapat
dipakai sebagai ukuran terjadinya suatu disorganisasi dalam masyarakat umpamanya
adanya keresahan sosial. Karena terjadinya pertentangan antara golongan-golongan
dalam masyarakat, frekuensi penemuan baru yang fundamental dalam kebudayaan dan
masyarakat tersebut juga menyebabkan perubahan-perubahan.

2.2 Klasifikasi Masalah Sosial dan Sebab-Sebabnya


Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau
kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biofsikologis
dan kebudayaan. Setiap masyarakat mempunyai norma yang bersangkut-paut dengan
kesejahteraan kebendaan, kesehatan fisik, kesehatan mental, serta penyesuaian diri
individu untuk kelompok sosial. Penyimpangan-penyimpangan terhadap norma-norma
tersebut merupakan gejala abnormal yang merupakan maslah sosial. Sesuai dengan
sumber-sumbernya maslah sosial dapat diklasifkasikan dalam keempat kategori diatas.
Problema-problema yang berasal dari faktor ekonomis antara lain kemiskinan,
pengangguran, dan sebagainya. Penyakit, misalnya berasall dari faktor bilogis. Dari
faktor fsikologis timbul seperti penyakit saraf (neurosis), bunuh diri, disorganisasi jiwa,
dan seterusnya. Sementara itu persoalan yang menyangkut perceraian, kejahatan,
kenakalan anak-anak, konflik, dan keagamaan bersumber pada faktor kebudayaan.
2.3 Ukuran-Ukuran Terhadap Masalah Sosial
Didalam menentukan apakah suatu masalah-masalah problema sosial atau tidak,
sosiologi menggunakan beberapa pokok persoalan sebagai ukuran, yaitu sebagai berikut
:
Kriteria Utama
Suatu maslah sosial, yaitu tidak adanya persesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-
nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Unsur-unsur
yang pertama dan pokok masalah sosial adalah adanya perbedaan yang mencolok antara
nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata hidupnya. Artinya, adanya kepincangan-
kepincangan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya
terjadi dengan apa yang terjadi dalam kenyataan pergaulan hidup.
Sumber-Sumber Sosial dan Masalah Sosial
Pernyataan tersebut diatas sering kali diartikan secara sempit, yaitu masAlah sosial
merupakan persoalan-persoalan yang timbul secara langsung dari atau bersumber
langsung pada kondisi-kondisi maupun proses-proses sosial. Jadi, sebab-sebab
terpenting maslah sosial haruslah bersifat sosial. Ukurannya tidaklah semata-mata pada
perwujudannya yang bersifat sosial, tetapi juga sumbernya. Berdasarkan jalan pikiran
yang demikian, kejadian-kejadian yang tidak bersumber pada perbuatan manusia
bukanlah mer upakan maslah sosial.
Pihak-Pihak yang Menetapkan Apakah suatu Kepincangan Merupakan
Masalah Sosial atau Tidak.
Dalam hal ini para sosiologi harus mempunyai hipotesis sendiri untuk kemudian
diujikan pada kenyataan-kenyataan yang ada. Sikap masyarakat itu sendirilah yang
menentukan apakah suatu gejala merupakan suatu maslah sosial atau tidak.
Perhatian Masyarakat dan Masalah Sosial
Suatu masalah yang merupakan manifest social problem adalah kepincangan-
kepincangan yang menurut keyakinan masyarakat dapat diperbaiki, dibatasi atau
bahkan dihilangkan. Lain halnya dengan latent social problem yang sulit diatasi karena
walaupun masyarakat tidak menyukainya, masyarkat tidak berdaya untuk
mengatasinya. Di dalam mengatasi maslah tersebut, sosilogi seharusnya berpegang
pada perbedaan kedua macam masalah tersebut yang didasarkan pada sistem nilai-nilai
masyarakat; sosiologi seharusnya mendorong masyarakat untuk memperbaiki
kepincangan-kepincangan yang diterimanya sbagai gejala abnormal yang mungkin
dihilangkan atau diatasi.
2.4 Beberapa Masalah Sosial Penting
Ada beberapa persoalan penting yang dihadapi oleh masyarakat-masyarakat , misalnya
sebagai berikut :
Kemiskinan
Kejahatan
Disoganisasi Keluarga
Masalah Generasi Muda Dalam Masyarakat Modern
Peperangan
Masalah Kependudukan
Maslah Lingkungan Hidup
Birokrasi
Pelanggaran terhadap Norma-Norma Masyarakat
Pelacuran
Delinkuensi Anak-Anak
Alkoholisme
Homoseksualitas

2.5 Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial

Kemiskinan adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memelihara


dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu
memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Tingkat
kemiskinan di masyarakat dapat diukur melalui berbagai pendekatan, yaitu:

Secara absolut, artinya kemiskinan tersebut dapat diukur dengan standar tertentu.
Seseorang yang memiliki taraf hidup di bawah standar, maka dapat disebut miskin.
Namun, jika seseorang yang berada di atas standar dapat dikatakan tidak miskin.
Secara relatif, digunakan dalam masyarakat yang sudah mengalami perkembangan
dan terbuka. Melalui konsep ini, kemiskinan dilihat dari seberapa jauh peningkatan
taraf hidup lapisan terbawah yang dibandingkan dengan lapisan masyarakat
lainnya.
Selain itu, kemiskinan juga dapat dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Adapun
faktor yang melatarbelakangi adanya sumber masalah kemiskinan, yaitu:

Faktor Biologis, Psikologis, dan Kultural


Kondisi individu yang memiliki kelemahan biologis, psikologis, dan kultural dapat
dilihat dari munculnya sifat pemalas, kemampuan intelektual dan pengetahuan yang
rendah, kelemahan fisik, kurangnya keterampilan, dan rendahnya kemampuan untuk
menanggapi persoalan di sekitarnya.
Faktor Struktural
Kemiskinan struktural biasanya terjadi dalam masyarakat yang terdapat perbedaan
antara orang yang hidup di bawah garis kehidupan dengan orang yang hidup dalam
kemewahan. Ciri-ciri masyarakat yang mengalami kemiskinan struktural, yaitu:
1) Tidak adanya mobilitas sosial vertikal.
2) Munculnya ketergantungan yang kuat dari pihak orang miskin terhadap kelas
sosial-ekonomi di atasnya.

2.6 Kriminalitas Sebagai Masalah Sosial

Kriminalitas berasal dari kata crimeyang artinya kejahatan. Kriminalitas adalah


semua perilaku warga masyarakat yang bertentangan dengan norma-norma hukum
pidana. Kriminalitas yang terjadi di lingkungan masyarakat dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor, baik dari dalam maupun luar individu. Tindakan kriminalitas yang ada
di masyarakat sangat beragam bentuknya, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan,
dan lain sebagainya. Tindakan kriminalitas yang terjadi di masyarakat harus menjadi
perhatian aparat polisi dan masyarakat sekitar. Ada beberapa tindakan yang dapat
dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah kriminalitas di lingkungan
masyarakat, antara lain:
Peningkatan dan pemantapan aparatur penegak hukum.
Adanya koordinasi antara aparatur penegak hukum dengan aparatur pemerintah
lainnya yang saling berhubungan.
Adanya partisipasi masyarakat untuk membantu kelancaran pelaksanaan
penanggulangan kriminalitas.
Membuat undang-undang, yang dapat mengatur dan membendung adanya tindakan
kejahatan.
2.7 Kesenjangan Sosial Sebagai Masalah Sosial
Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada di
masyarakat yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Dalam hal
kesenjangan sosial sangatlah mencolok dari berbagai aspek misalnya dalam aspek
keadilanpun bisa terjadi. Antara orang kaya dan miskin sangatlah dibedakan dalam
aspek apapun, orang desa yang merantau dikotapun ikut terkena dampak dari hal ini,
memang benar kalau dikatakan bahwa Yang kaya makin kaya, yang miskin makin
miskin. Adanya ketidak pedulian terhadap sesama ini dikarenakan adanya kesenjangan
yang terlalu mencolok antara yang kaya dan yang miskin. Banyak orang kaya yang
memandang rendah kepada golongan bawah, apalagi jika ia miskin dan juga kotor,
jangankan menolong, sekedar melihatpun mereka enggan.
Disaat banyak anak-anak jalanan yang tak punya tempat tinggal dan tidur dijalanan,
namun masih banyak orang yang berleha-leha tidur di hotel berbintang , banyak orang
diluar sana yang kelaparan dan tidak bisa memberi makan untuk anak-anaknya tapi
lebih banyak pula orang kaya sedang asyik menyantap berbagai makanan enak yang
harganya selangit. Disaat banyak orang-orang miskin kedinginan karena pakaian yang
tidak layak mereka pakai, namun banyak orang kaya yang berlebihan membeli pakaian
bahkan tak jarang yang memesan baju dari para designer seharga 250.000 juta, dengan
harga sebanyak itu seharusnya sudah dapat memberi makan orang-orang miskin yang
kelaparan
Kesenjangan sosial yang terjadi diakibatkan oleh beberapa hal yaitu :
a. Kemiskinan
Menurut Lewis (1983), budaya kemiskinan dapat terwujud dalam berbagai konteks
sejarah, namun lebih cendrung untuk tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat
yang memiliki seperangkat kondisi:
1. Sistem ekonomi uang, buruh upah dan sistem produksi untuk keuntungan tetap
tingginya
tingkat pengangguran dan setengah pengangguran bagi tenaga tak terampil
2. Rendahnya upah buruh
3. Tidak berhasilnya golongan berpenghasilan rendah meningkatkan organisiasi sosial,
ekonomi dan politiknya secara sukarela maupun atas prakarsa pemerintah
4. Sistem keluarga bilateral lebih menonjol daripada sistem unilateral, dan
5. Kuatnya seperangkat nilai-nilai pada kelas yang berkuasa yang menekankan
penumpukan
harta kekayaan dan adanya kemungkinan mobilitas vertical, dan sikap hemat, serta
adanya
anggapan bahwa rendahnya status ekonomi sebagai hasil ketidaksanggupan pribadi
atau
memang pada dasarnya sudah rendah kedudukannya.
Budaya kemiskinan bukanlah hanya merupakan adaptasi terhadap seperangkat
syarat-syarat obyektif dari masyarakat yang lebih luas, sekali budaya tersebut sudah
tumbuh, ia cendrung melanggengkan dirinya dari generasi ke generasi melaui
pengaruhnya terhadap anak-anak. Budaya kemiskinan cendrung berkembang bila
sistem-sistem ekonomi dan sosial yang berlapis-lapis rusak atau berganti, Budaya
kemiskinan juga merupakan akibat penjajahan yakni struktur ekonomi dan sosial
pribumi didobrak, sedangkan status golongan pribumi tetap dipertahankan rendah, juga
dapat tumbuh dalam proses penghapusan suku. Budaya kemiskinan cendrung dimiliki
oleh masyarakat serta sosial yang lebih rendah, masyarakat terasing, dan warga korban
yang berasal dari buruh tani yang tidak memiliki tanah.
Menurut Parker Seymour dan Robert J. Kleiner (1983) formulasi kebudayaan
kemiskinan mencakup pengertian bahwa semua orang yang terlibat dalam situasi
tersebut memiliki aspirasi-aspirasi yang rendah sebagai salah satu bentuk adaptasi yang
realistis.
Beberapa ciri kebudayaan kemiskinan adalah :
1. Fatalisme,
2. Rendahnya tingkat aspirasi,
3. Rendahnya kemauan mengejar sasaran,
4. Kurang melihat kemajuan pribadi ,
5. Perasaan ketidak berdayaan/ketidakmampuan,
6. Perasaan untuk selalu gagal,
7. Perasaan menilai diri sendiri negatif,
8. Pilihan sebagai posisi pekerja kasar, dan
9. Tingkat kompromis yang menyedihkan.
Berkaitan dengan budaya sebagai fungsi adaptasi, maka suatu usaha yang sungguh-
sungguh untuk mengubah nilai-nilai yang tidak diinginkan ini menuju ke arah yang
sesuai dengan nilai-nilai golongan kelas menengah, dengan menggunakan metode-
metode psikiater kesejahteraan sosial-pendidikan tanpa lebih dahulu (ataupun secara
bersamaan) berusaha untuk secara berarti mengubah kenyataan kenyataan struktur
sosial (pendapatan, pekerjaan, perumahan, dan pola-pola kebudayaan membatasi
lingkup partisipasi sosial dan peyaluran kekuatan sosial) akan cendrung gagal. Budaya
kemiskinan bukannya berasal dari kebodohan, melainkan justru berfungsi bagi
penyesuaian diri. Kemiskinan struktural menurut Selo Sumarjan (1980) adalah
kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat karena struktur sosial
masyarakat itu tidak dapat ikut menggunakan sumber pendapatan yang sebenarnya
tersedia bagi mereka. Kemiskinan strukturl adalah suasana kemiskinan yang dialami
oleh suatu masyarakat yang penyebab utamanya bersumber pada struktur sosial, dan
oleh karena itu dapat dicari pada struktur sosial yang berlaku dalam masyarakat itu
sendiri.
b. Lapangan Pekerjaan
Lapangan pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian
masyarakat, sedangan perekonomian menjadi fartor terjadinya kesenjangan sosial.
Sempitnya lapangan pekerjaan di Indonesia menjadikan pengangguran yang sangat
besar di Indonesia dan merupakan pekerjaan bagi pemerintah saat ini.
2.8 Pemecahan Masalah Sosial
Dalam memecahkan masalah sosial ada beberapa metode yang dapat digunakan
yaitu, metode preventif dan metode represif. Metode yang preventif jelas lebih sulit
dilaksanakan karena harus didasarkan pada penelitian yang mendalam terhadap sebab-
sebab terjadinya masalah sosial. Artinya, setelah suatu gejala dapat dipastikan sebagai
masalah sosial, baru diambil tindakan-tindakan untuk mengatasinya. Di dalam
mengatasi sosial, tidaklah semata-mata melihat aspek sosiologis, tetapi juga aspek-
aspek lainnya. Dengan demikian, diperlukan suatu kerja sama antara ilmu pengetahuan
kemasyarakatan pada khususnya untuk memecahkan masalah sosial yang dihadapi tadi.

BAB III
PENUTUPAN

3.1 KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari makalah maslah sosial ini adalah :


Masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut
merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral, berlawanan
dengan hukum dan bersifat merusak.
Sesuai dengan sumber-sumbernya maslah sosial dapat diklasifkasikan dalam
keempat kategori, yaitu faktor-faktor ekonomis, biologis, biofsikologis dan
kebudayaan.
Ukuran- Ukuran Sosiologi Terhadap Masalah Sosial meliputi, Kriteria Utama,
Sumber-Sumber Sosial dan Masalah Sosial, Pihak-pihak yang Menetapkan
Apakah suatu Kepincangan Merupakan Masalah Sosial atau Tidak, Perhatian
Masyarkat dan Masalah Sosial
Beberapa masalah sosial penting meliputi, kemiskinan, kejahatan, disorganisasi
keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan,
pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, masalah kependudukan, masalah
lingkungan hidup, birokrasi.
Tingkat kemiskinan di masyarakat dapat diukur melalui berbagai pendekatan, yaitu:
secara absolut dan secara relatif
Faktor-faktor yang melatarbelakangi adanya sumber masalah kemiskinan,
meliputi: Faktor Biologis, Psikologis, dan Kultural dan Faktor Struktural
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah
kriminalitas di lingkungan masyarakat, antara lain: Peningkatan dan pemantapan
aparatur penegak hukum, Adanya koordinasi antara aparatur penegak hukum
dengan aparatur pemerintah lainnya yang saling berhubungan, Adanya partisipasi
masyarakat untuk membantu kelancaran pelaksanaan penanggulangan kriminalitas,
Membuat undang-undang, yang dapat mengatur dan membendung adanya tindakan
kejahatan.
Kesenjangan sosial yang terjadi diakibatkan beberapa hal yaitu : Kemiskinan dan
Lapangan pekerjaan
Dalam memecahkan masalah sosial ada beberapa metode yang dapat digunakan
yaitu, metode preventif dan metode represif.

3.2 SARAN

Dengan adanya makalah ini diharapakan pembaca telah mengerti dan memahami
masalah sosial, sehingga dapat menerapkan nya dalam kehidupan masyarakat dan
mengurangi tingkat permasalahan sosial yang terjadi dlam masyarakat itu sendiri.

Daftar Pustaka

https://www.google.com/masalah/sosial

https://www.google.com/kemiskinan/masalah/sosial

https://www.google.com/kriminalitas/masalah/sosial

https://www.google.com/kesenjangansosial/masalah.sosial

KARYA ILMIAH BAHASA INDONESIA

PENGOLAHAN SAMPAH
DI SUSUN OLEH:

ALIFIA KARUNIA RAMADHANI

KELAS:

XI MIPA 6

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan
rahmat-Nya sehingga penulisbisa menyelesaikan karya ilmiah ini yang berjudul
PENGOLAHAN SAMPAH.Karya ilmiah ini di susun sebagai salah satu tugas mata
pelajaran Bahasa Indonesia.
Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang
dianggapnya sudah tidak berguna lagi sehingga diperlakukannya sebagai barang
buangan yang disebut sampah. Sampah secara sederhana diartikan sebagai sampah
organik dan anorganik yang dibuang oleh masyarakat dari berbagai lokasi di suatu
daerah. Sumber sampah umumnya berasal dari perumahan dan pasar.
Pengelolaan sampah diantaranya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair organik
yang didalamnya terkandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, perbaikan struktur
tanah dan zat yang dapat mengurangi bakteri yang merugikan dalam tanah. Pupuk
organik biasanya tidak meninggalkan residu / sisa dalam tanaman sehingga hasil
tanaman akan aman bila dikonsumsi.
Dalam penyusunan karya ilmiah,ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin
sesuai dengan kemampuankami. Namun sebagai manusia biasa,penulis tidak luput
dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi teknik penulisan maupun tata bahasa.
Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya
ilmiah meskipun tersusun sangat sederhana.
Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca
pada umumnya. Penulis mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang
bersifat membangun.

Jakarta, Juni 2017

Penulis

DAFTAR ISI

Kata
pengantar..................................................2

Daftar isi...........................3

Bab 1
Pendahuluan............
.4
1.1 Latar Belakang
Masalah............................
4
1.2 Identifikasi
Masalah................
4
1.3 Rumusan
Masalah................
4
1.4 Tujuan
Penelitian................
.5
1.5 Manfaat
Penelitian......
...5
BAB 2
Pembahasan................
..6
1.1 Pengertian
Sampah.............
6
1.2 Jenis-jenis
Sampah............
.7
1.3 Prinsip pengolahan
sampah
.........................9
1.4 Pengolahan
Sampah...............
.10
1.5 Cara Pengolahan
Sampah...................................................................
.12
Bab 3
Penutup.............15
1.1
Kesimpulan...............15
1.2 Saran
................15
Daftar
Pustaka................16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kebersihan pangkal kesehatan, kata-kata ini sudah tidak asing bagi kita.Di suatu
lingkungn sekoah seringkali sebuah sekolah mengalami permasalahan tentang
kebersihan.Hal ini di sebabkan oleh para siswa yang membuang sampah sembarangan.

Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia. Tidak
hanya di Negara-negara berkembang, tetapi juga di Negara-negara maju, sampah
selalu menjadi masalah. Rata-rata setiap harinya kota-kota besar di Indonesia
menghasilkan puluhan ton sampah. Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-truk
khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah disediakan tanpa
diapa-apakan lagi. Dari hari ke hari sampah itu terus menumpuk dan terjadilah bukit
sampah seperti yang sering kita lihat.

Sampah yang menumpuk itu, sudah tentu akan mengganggu penduduk di sekitarnya.
Selain baunya yang tidak sedap, sampah sering dihinggapi lalat. Dan juga dapat
mendatangkan wabah penyakit. Walaupun terbukti sampah itu dapat merugikan, tetapi
ada sisi manfaatnya. Hal ini karena selain dapat mendatangkan bencana bagi
masyarakat, sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat. Kemanfaatan
sampah ini tidak terlepas dari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
menanganinya.

1.2 Identifikasi Masalah


berdasarkan latar belakang di atas,maka dapat di identifikasikan masalah sebagai
berikut :
1.Bagaimana cara mengatasi sampah di sekitar kita ?
2. Bagaimana cara mengelola sampah tersebut ?
3. Bagaimana agar sampah tersebut dapat di manfaatkan dalam kehidupa sehari-hari ?

1.3 Rumusan Masalah


Dari identifikasi masalah di atas,di rumuskan suatu masalah yang akan di bahas dalam
kary ilmiah ini yaitu :
Bagaimana cara penanggulangan sampah di sekitar kita serta cara pengelolaan sampah
tersebut agar dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

1.4 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian merupakan hal yang hendak di capai dalam pedoman untuk
melakukan suatu kegiatan yang telah di rumuskan.Adapun tujuan di adakannya
penelitian ini adalah :
1.Untuk membangkitkan kesadaran kita untuk tidak membuang sampah sembarangan.
2. Untuk memberikan pengarahan bahwa membuang sampah pada tempatnya itu
sangat penting.
4. Untuk mengetahui pengaruh sampah dalam kehidupan sehari-hari.
5. Untuk mengetahui jenis-jenis sampah
7. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sampah
8. Untuk mengetahui cara mengolah sampah
9. Mencoba menganalisis dan memecahkan masalah tentang sampah.

1.5 Manfaat Penelitian


1.Penelitian ini dapat membuka wawasan kita tentang kondisi lingkungan di sekitar
kita.
2.Menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca serta memperkenalkan manfaat
pengolahan sampah.
3.Hasil penelitian ini di harapkan menjadi sumbangan ba siswa mengenai latar
belakang pengolahan sampah.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian sampah
Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh
pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan
prosedur yang benar.Menurut kamus istilah lingkungan,sampah adalah bahan yang
tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam
pembikinan atau pemkaian barang rusak atau bercatat dalam pembikinan manufaktur
atau materi berkelebihan atau di tolak atau buangan.Sedangkan kata bapak
Dr.Tandjung,M.sc,sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi,di buang oleh
pemiliknya atau pemakai semula.

Penumpukan sampah disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya adalah volume


sampah yang sangat besar sehingga malebihi kapasitas daya tampung tempat
pembuangan sampah akhir (TPA), pengelolaan sampah dirasakan tidak memberikan
dampak positif kepada lingkungan, dan kuranganya dukungan kebijakan dari
pemerintah, terutama dalam memanfaatkan produk sampingan dari sampah yang
menyebabkan tertumpuknya produk tersebut di tempat pembuangan akhir (TPA).

Permasalahan sampah merupakan hal yang krusial. Bahkan, dapat diartikan sebagai
masalah kultural karena dampaknya mengenai berbagai sisi kehidupan, terutama di
kota besar. Berdasarkan perkiraan,volume sampah yang di hasilkan oleh manusia rata-
rata sekitar 0,5 kg/perkapita/hari,sehingga untuk kota besar seperti Jakarta yang
memiliki penduduk sekitar 10 juta orang menghasilkan sampah sekitar 5000 ton/hari.
Bila tidak cepat ditangani secara benar, maka kota-kota besar tersebut akan tenggelam
dalam timbunan sampah berbarengan dengan segala dampak negatif yang
ditimbulkannya seperti pencemaran air, udara, tanah, dan sumber penyakit.

Pada pengolahan sampah tidak ada teknologi tanpa meninggalkan sisa. Oleh sebab itu,
pengolahan sampah membutuhkan lahan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA).
Sampah sebagai barang yang memiliki nilai tidak seharusnya diperlakukan sebagai
barang yang menjijikan, melainkan harus dapat dimanfaatkan sebagai bahan mentah
atau bahan yang berguna lainnya.Pengolahan sampah harus dilakukan dengan efisien
dan efektif, yaitu sedekat mungkin dengan sumbernya, seperti RT/RW, sekolah,
rumah tangga sehingga jumlah sampah dapat dikurangi.

Pengelolaan sampah diantaranya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair organik yang
didalamnya terkandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, perbaikan struktur tanah
dan zat yang dapat mengurangi bakteri yang merugikan dalam tanah. Pupuk organik
biasanya tidak meninggalkan residu / sisa dalam tanaman sehingga hasil tanaman akan
aman bila dikonsumsi.

2.Jenis jenis sampah


a.Berdasarkan sumbernya
1. Sampah alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur
ulang alami,seperti halnya daun-daunan kering di hutan yang terurai menjaditanah . Di
luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun
kering di lingkungan pemukiman.

2.Sampah manusia
Sampah manusia adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil
pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya
serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor(sarana perkembangan)
penyakit yang disebabkanvirus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada
dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia
dengan cara hidup yang higenis dansanitasi. Termasuk didalamnya adalah
perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi
dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.

3.Sampah konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna
barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini
adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah
kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan
dari proses pertambangan dan industri.

b.Berdasarkan sifatnya
1.Sampah organic (degradable)
Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan,
sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut
menjadi kompos.

2.Sampah anorganik (undegradable)


Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik
wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman,
kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau
sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah
anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan
gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun
karton.

c.Berdasarkan bentuknya
1.Sampah padat
Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan
dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah
cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik,
metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi
sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang
berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran,
hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-
potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.

Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi
menjadi:

1. Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses
biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah
pertanian dan perkebunan.

2. Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi.
Dapat dibagi lagi menjadi:

Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena


memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.

Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat
diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan
lain-lain.

2.Sampah cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali
dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini
mengandung patogen yang berbahaya.

Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi
dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.

Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika
dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat
dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.

Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri
(dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan
konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu,
dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
untuk mencegah sampah cair adalah pabrik pabrik tidak membuang limbah
sembarangan misalnya membuang ke selokan.

3.Prinsip pengolahan sampah


Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah.
Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4M, yaitu:

a.Mengurangi (Reduce)
Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin
banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

b.Menggunakan kembali (Reuse)


Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian
barang-barang yang sekali pakai, buang (bahasa Inggris: disposable).

c.Mendaur ulang (Recycle)


Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak
semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi
(bahasa Inggris: informal) dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah
menjadi barang lain.

d.Mengganti (Replace)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa
dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

4.Pengolahan Sampah
Alternatif Pengelolaan Sampah :
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-
alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang sesuai, karena
landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah lingkungan. Malahan
alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua permasalahan pembuangan
sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi
masyarakat atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya
alam. Untuk mencapai hal tersebut, ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang
harus diganti dengan tiga prinsipprinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa
masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi
sampah harus dijadikan prioritas utama.

Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau
didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang
tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang
produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip
ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.

Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material
yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat
mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang
dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu
porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-
produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar
sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.

Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar


berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-
program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola
program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan
kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal
(tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem
penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi
komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang. Salah satu
contoh sukses adalah zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem
pengumpulan dan daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85
persen sampah yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang.

Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan
sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem
penanganan sampah kota. Sampah-sampah organik seharusnya dijadikan kompos,
vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) atau dijadikan makanan ternak untuk
mengembalikan nutirisi-nutrisi yang ada ke tanah. Hal ini menjamin bahwa bahan-
bahan yang masih bisa didaur-ulang tidak terkontaminasi, yang juga merupakan kunci
ekonomis dari suatu alternatif pemanfaatan sampah. Daur-ulang sampah menciptakan
lebih banyak pekerjaan per ton sampah dibandingkan dengan kegiatan lain, dan
menghasilkan suatu aliran material yang dapat mensuplai industri.
Melalui proses dekomposisi terjadi proses daur ulang unsur hara secara alamiah. Hara
yang terkandung dalam bahan atau benda-benda organik yang telah mati, dengan
bantuan mikroba (jasad renik), seperti bakteri dan jamur, akan terurai menjadi hara
yang lebih sederhana dengan bantuan manusia maka produk akhirnya adalah kompos
(compost).

Setiap bahan organik, bahan-bahan hayati yang telah mati, akan mengalami proses
dekomposisi atau pelapukan. Daun-daun yang gugur ke tanah, batang atau ranting
yang patah, bangkai hewan, kotoran hewan, sisa makanan, dan lain sebagainya,
semuanya akan mengalami proses dekomposisi kemudian hancur menjadi seperti
tanah berwarna coklat-kehitaman. Wujudnya semula tidak dikenal lagi. Melalui proses
dekomposisi terjadi proses daur ulang unsur hara secara alamiah. Hara yang
terkandung dalam bahan atau benda-benda organik yang telah mati, dengan bantuan
mikroba (jasad renik), seperti bakteri dan jamur, akan terurai menjadi hara yang lebih
sederhana dengan bantuan manusia maka produk akhirnya adalah kompos (compost).

Pengomposan didefinisikan sebagai proses biokimiawi yang melibatkan jasad renik


sebagai agensia (perantara) yang merombak bahan organik menjadi bahan yang mirip
dengan humus. Hasil perombakan tersebut disebut kompos. Kompos biasanya
dimanfaatkan sebagai pupuk dan pembenah tanah.
Kompos dan pengomposan (composting) sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu.
Berbagai sumber mencatat bahwa penggunaan kompos sebagai pupuk telah dimulai
sejak 1000 tahun sebelum Nabi Musa. Tercatat juga bahwa pada zaman Kerajaan
Babylonia dan kekaisaran China, kompos dan teknologi pengomposan sudah
berkembang cukup pesat.

Namun demikian, perkembangan teknologi industri telah menciptakan ketergantungan


pertanian terhadap pupuk kimia buatan pabrik sehingga membuat orang melupakan
kompos. Padahal kompos memiliki keunggulan-keunggulan lain yang tidak dapat
digantikan oleh pupuk kimiawi, yaitu kompos mampu:(1)Mengurangi kepekatan dan
kepadatan tanah sehingga memudahkan perkembangan akar dan kemampuannya
dalam penyerapan hara.(2)Meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air
sehingga tanah dapat menyimpan air lebih ama dan mencegah terjadinya kekeringan
pada tanah.(3)Menahan erosi tanah sehingga mengurangi pencucian
hara.(4)Menciptakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan jasad penghuni tanah
seperti cacing dan mikroba tanah yang sangat berguna bagi kesuburan tanah.

5.Cara pengolahan sampah


Pengolahan sampah erat kaitannya dengan masyarakat karena dari sampah
tersebut akan hidup mikroorganisme penyebab penyakit(bakteri,pathogen) jadi
sampah harus betul-betul dapat diolah agar tidak menimbulkan masalah. Pengolahan
sampah meliputi pengumpulan, pengangkutan, sampai pemusnahan.

Cara pengolahan sampah adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan dan pengangkutan


Pengumpulan dan pengangkutan sampah adalah tanggung jawab msing-masing
rumah tangga / institusi penghasil sampah harus membangun tempat pembuangan dan
pengumpulan sampah, lal diangkat keTSP(tempat pembuangan sementara, lalu
ketempat pembuangan akhir).

2.Pemusnahan dan pengolahan


Pemusnahan dan pengolahan sampah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara
antara lain :
1.Ditanam( land fill),yaitu membuat lubang didalam tanah kemudian ditimbun dalam
tanah.
2.Dibakar(incineration) yaitu membakar sampah dalam incinerator.
3.Dijadikan pupuk misalnya kotoran hewan dikumpulkan menjadi pupuk kompos.
Berikut adalah salah satu contoh pengolahan sampah yang dapat di manfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari yaitu sebagai berikut :

Daur ulang Kaleng Bekas

Anda tentu sering merasa pusing bagaimana memanfaatkan barang bekas, seperti
kaleng susu, roti, atau yang lainnya. Anda tidak harus langsung membuangnya.
Dengan sedikit kreativitas dan ketekunan, anda pun dapat membuat sesuatu yang lebih
bermanfaat darinya. Anda pun dapat memanfaatkannya untuk dapat digunakan
sebagai wadah pensil, tempat sampah, tempat cucian atau lainnya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah : kaleng bekas, cat berwarna putih, pensil atau
pulpen, cat akrilik. Hal pertama yang harus anda siapkan adalah kaleng bekas sebagai
bahan utama untuk dapat dimanfaatkan kembali. Ambil kaleng bekas, kemudian
dicuci sampai bersih, baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Hal ini dimaksudkan
untuk menghilangkan kotoran, baik berupa bekas makanan, minyak atau pun debu
yang menempel pada kaleng yang akan digunakan. Setelah kaleng dibersihkan,
kemudian dikeringkan agar dapat dilakukan proses selanjutnya.

Setelah kaleng bersih dan kering, kemudian dilakukan proses pelapisan kaleng dengan
menggunakan cat berwarna putih. Warna putih dipilih karena warna ini netral
sehingga proses pengecatan warna selanjutnya akan lebih mudah dan hasilnya pun
menjadi maksimal serta sekaligus untuk melapisi merk dari kaleng yang digunakan.

Setelah kaleng dilapisi warna putih, kemudian dikeringkan dengan cara diangin-
anginkan. Tahap selanjutnya adalah dengan melukis kaleng dengan menggunakan
pensil atau pulpen. Pola gambar adalah sesuai dengan selera anda. Anda dapat
membuat gambar hewan, bunga, pemandangan, tokoh kartun, angka, huruf, atau pola
abstrak yang anda sukai. Setelah pola tergambar pada kaleng, anda dapat mengecatnya
dengan menggunakan cat akrilik. Warna untuk tiap motif pun sesuai dengan kesukaan
anda. Namun, bila anda mendaur ulang kaleng untuk anak anda, anda dapat
menggunakan warna cerah dan ngejreng karena anak-anak suka sekali bila barang
mereka.

Karena ini adalah proses daur ulang dan dan dibuat secara handmade maka hasilnya
pun spesial. Tidak ada yang sama. Ini adalah salah satu kelebihan membuat pola
sendiri. Bila anda mengajak anak anda untuk mendaur ulang kaleng bekas di rumah,
ini akan membantu merangsang kreativitas anak anda. Dan mereka pun akan bangga
dengan hasil karya mereka sendiri. So, manfaatkan kaleng bekas di rumah anda. Dan
anda pun dapat berkreasi dengannya.

BAB 3
PENUTUP

1.Kesimpulan
Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh
pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan
prosedur yang benar.
Jenis-jenis sampah dapat di bagi menjadi 4 yaitu :

Berdasarkan sumbernya seperti :


a.Sampah alam
b.Sampah manusia
c. Sampah konsumsi
Berdasarkan sifatnya seperti :
a.Sampah organic(degradable)
b.Sampah anorganik(undegradable)
Berdasarkan bentuknya seperti :
a.Sampah padat
b.Sampah cair

prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah di kenal juga


dengan nama 4M yaitu : mengurangi,menggunakan kembali,mendaur ulang,dan
mengganti.

Cara pengolahan sampah dapat di mulai dari pengumpulan dan pengangkutan


serta pemusnahan dn pengolahan.

2.Saran
Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan
kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu
diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan,
walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. Peraturan yang tegas dari
pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan
akan terus merusak sumber daya.

DAFTAR PUSTAKA
Alberts,B.et al.Biologi Molekuler Sel,Edisi ke dua,1994,Penerbit PT Gramedia
Pustaka Utama,Jakarta,1994.
Hhtp://id.wikipedia.org/wiki/kebersihan
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10187
http://www.google.com
MENJAGA KESEHATAN DENGAN POLA HIDUP SEHAT

Makalah ini disusun untuk melengkapi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa
Indonesia

JUJU YULIANSAH

25841

KELAS XI MIPA 6

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 39

JAKARTA

2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah untuk
tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berjudul menjaga kesehatan dengan pola
hidup sehat penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan bapak
Junarto, selaku guru Bahasa Indonesia serta teman-teman yang memberi kontribusi
baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.

Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih banyak kekurangan, maka
dari itu penulis mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca demi perbaikan dan
penyempura karya tulis ilmiah ini. Harapan penulis karya ilmiah ini dapat bermanfaat
bagi para pembaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang menerapkan
pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR........................i
DAFTAR
ISI..............................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang....................................3
B. Rumusan
masalah....................................................................................................3
C. Tujuan....................................................................................................................
..3

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dari pola hidup
sehat?...........................................................................4
B. Tujuan dari pola hidup
sehat?.................................................................................4
C. Bagaimana cara menjaga hidup
sehat?...................................................................4
D. Apa dampak positif menjalankan pola hidup
sehat?..............................................6
E. Apa dampak negatif tidak menjalankan pola hidup
sehat?....................................6
F. Menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-
hari?.................................6
G. Penyakit yang timbul akibat tidak menerapkan pola hidup
sehat?........................7
H. Bagaimana cara menentuka tubuh termasuk
ideal?...............................................7

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan................................................
.8
B. Saran......................................................................................................................
.8
C. Daftar Pustaka
................................8
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pola hidup sehat merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan
oleh semua orang. Hal ini disebabkan semakin banyaknya penyakit-penyakit baru
yang bermunculan. Secara umum, semua orang telah memiliki penyakit masing-
masing walaupun seseorang tersebut belum mengetahuinya. Secara sederhana
gaya hidup dapat diartikan sebagai cara seseorang menghabiskan waktunya. Maka
dianggap memberikan dampak pada kesehatan kita dan berpengaruh juga pada
kesehatan orang lain.
Dalam menjalani hidup sehari-hari kita sebaiknya selalu mengedepankan
kesehatan tubuh dan jiwa karena sehat itu nikmat dan pepatah mengatakan bahwa
seseorang tidak akan menghargai kesehatan sendiri saat sehat, pentingnya
kesehatan sehingga ada orang yang rela membayar miliaran rupiah untuk
kesehatan dirinya disaat sakit. Tanpa kita sadari gata hidup dan pola makanan
yang tidak sehat merupakan faktor penyebab utamanya, meskipun penyebab lain
yang tidak bisa dihindari seperti faktor genetik dan pencemaran lingkungan.
Oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga daya tahan tubuh dengan cara
menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat agar mampu melawan
serta menjaga berbagai penyakit yang muncul atau singgah di tubuh kita.
C. Rumusan masalah
a. Apa pengertian dari pola hidup sehat?
b. Apa tujuan dari pola hidup sehat?
c. Bagaimana cara menjaga hidup sehat?
d. Apa dampak positif menjalankan pola hidup sehat?
e. Apa dampak negatif tidak menjalankan pola hidup sehat?
f. Bagaimana cara menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari?
g. Apa saja penyakit yang timbul akibat tidak menerapkan pola hidup sehat?
h. Bagaimana cara menentuka tubuh termasuk ideal?

B. Tujuan dan Manfaat Penelitian


Tujuan pembuatan makalah pola hidup sehat ini antara lain :
1. Untuk mengetahui tentang pola hidup sehat.
2. Mengajak pembaca untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-
hari
3. Memenuhi tugas Bahasa Indonesia
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian pola hidup sehat

Gaya hidup sehat adalah suatu pilihan sederhana yang sangat tepat untuk
dijalankan. Hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat.
Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil
yang baik bagi tubuh.
Pengertian Pola Hidup Sehat Menurut Ahli: Menurut Kotler, pola hidup sehat yaitu
gambaran dari aktivitas / kegiatan yang di dukung oleh minat, keinginan dan bagaimana
pikiran menjalaninya dalam berinteraksi dengan linkungan. Tentunya terhadap hal-hal
baik.
Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa gaya hidup sehat adalah adalah suatu
pilihan yang sangat tepat untuk kelangsungan hidup kita, sedangkan pola hidup sehat
adalah jalan yang harus ditempuh untuk memperoleh fisik yang sehat secara jasmani
maupun rohani. Jadi gaya hidup sehat adalah proses untuk mencapai pola hidup sehat.

B. Tujuan pola Hidup sehat

Tujuan kita menerapkan pola hidup sehat tentunya untuk menjaga kesehatan tubuh
dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.Tapi ternyata dengan menjalankan pola
hidup sehat kita tidak hanya akan mendapatkan kesehatan jasmani kita juga mendapatkan
bonus kesehatan rohani yang stabil.
Disamping itu dengan menerapkan gaya hidup sehat tidak makan daging, sama artinya
kita mengurangi efek global warming.
Berikut adalah keuntungan yang kita dapat dari menjalankan pola hidup sehat, baik
secara fisik maupun secara mental

C. Cara menjaga pola hidup sehat


Menjaga kesehatan bagi kita tentunya akan lebih baik dan menguntungkan daripada kita
mengobati akan penyakit yang di derita. Karena manfaat menjaga kesehatan bagi kita
antara lain adalah kita dapat melakukan segala aktifitas keseharian kita dengan lebih baik
dan optimal. Baik yang berhubungan dengan pekerjaan kita atau pun berhubungan
dengan silaturahmi keluarga dan juga dalam menjaga hubungan sosial dengan masyarakat
kita.
Beberapa manfaat hidup sehat yang bisa kita dapatkan dengan kita melakukancara
tips menjaga kesehatan antara lain adalah mengurangi pengeluaran kita. Tentunya ini
akan menghemat biaya. Karena bila kita sakit maka akan banyak biaya yang harus
dikeluarkan untuk melakukan pengobatan. Selain itu juga dengan nikmat sehat yang kita
miliki dan harus disyukuri akan bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan
ketakwaan kita terhadap Allah dengan banyak melakukan amal ibadah dan juga amalan
kebaikan.
Begitu banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita semuanya. Dan
nikmat yang terbesar adalah iman dan Islam serta juga nikmat sehat. Dan jalan untuk
menunjukkan kita bersyukur atas nikmat hidup sehat ini adalah dengan melakukan
berbagai hal dan cara menjaga kebugaran tubuh serta kesehatan diri kita dan juga
keluarga kita dan pada umumnya kesehatan masyarakat kita juga.

1) Menjalankan pola hidup sehat.


Yang dimaksud dengan pengertian pola hidup sehat adalah segala aktifitas
kehidupan kita dalam melaksanakan kehidupan sehat baik dari segi pola makan
yang baik dan juga pola keseharian kita yang mencerminkan kehidupan sehat.
Baik itu dalam aktifitas olahraga yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan
juga menghindarkan dari hal-hal yang bisa mendatangkan penyakit bagi tubuh
kita.
2) Mengkonsumsi makanan dan buah yang sehat serta bergizi.
Konsumsi makanan yang sehat bisa kita lakukan dengan memperbanyak sayuran
hijau, buah-buahan dan menghindari berbagai macam jenis makanan cepat saji.
Untuk bisa hidup sehat terutama dalam hal pola makan maka kita harus benar-
benar selektif dalam memilih beraneka ragam jenis makanan. Menghindari
makanan yang berkolesterol tinggi juga baik untuk kesehatan kita terutama kepada
kesehatan jantung kita. Untuk itulah diperlukan cara dan tips pola makan
sehat juga.
3) Mempunyai waktu istirahat yang cukup.
Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan dan di picu oleh karena kurang
tidur. Untuk itulah agar tubuh kita terjaga kebugarab dan tetap dalam kondisi fit
maka jangan lupakan untuk istirahat tidur yang cukup. Dalam keadaan tidur yang
baik, maka ini akan mengistirahatkan segala aktifitas tubuh kita baik secara fisik
maupun mental.
4) Menghindari kebiasaan yang merusak kesehatan.
Ada beberapa kebiasaan yang berbahaya dan merugikan kesehatan tubuh kita.
Salah satunya adalah merokok dan juga meminum minuman alkohol serta
kebiasaan yang berkaitan dengan NAPZA (narkotika, psikotropika, zat adiktif). Ini
yang harus kita perhatikan benar-benar bila kita menginginkan kesehatan
senantiasa mendampingi aktifitas kegiatan sehari-hari kita dengan baik.
5) Olahraga secara teratur.
Berolah raga secara teratur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh badan kita.
Dengan berolahraga maka akan dapat memacu jantung, pernafasan dan peredaran
darah menjadi lebih baik lagi. Membiasakan diri untuk berolah raga setiap hari
dengan kegiatan yang ringan yang bisa kita lakukan contohnya seperti berjalan
kaki, senam, fitnes, joging, bersepeda, atau melakukan olah raga penuh seperti
main badminton, sepak bola, lari maraton, tenis, bola basket, dan lain sebagainya
adalah merupakan bagian dari cara untuk menjaga kesehatan serta kebugaran
tubuh kita.
6) Minum air putih yang cukup.
Kita cukup mengenal akan banyak manfaat minum air putih bagi kesehatan.
Kesehatan telah menganjurkan untuk kita menkonsumsi air putih dalam seharinya
adalah tidak kurang dari 8 gelas. Air putih ini sangat baik untuk membersihkan
serta memperbaiki dan menjaga kesehatan pencernaan kita. Serta kandungan
nutrisi, oksigen dalam air baik untuk kelancaran peredaran darah kita.

D. Dampak positif pola hidup sehat

Berbicara pola hidup sehat, tidak hanya memfokuskan pada makanan sehat,
namun terkait dengan kebiasaan sehat menjalani kehidupan dan tidak kalah penting yaitu
kepemilikan pola pikir yang positif. Manusia memandang kehidupan dengan optimis,
diyakini mempengaruhi kondisi kejiwaan pada akhirnya membebaskan dari beban pikiran
yang dialaminya sehingga mampu menghindarkan dari penyakit yang biasanya
disebabkan oleh munculnya setres, beban pikiran, dan kecemasaan di dalam kehidupan.
Hidup terarah, lebih nyaman, dan selalu bahagia tentunya akan dirasakan jika sesorang
sehat secara lahir batin. Kesehatan jasmani menjadikan seseorang mempunyai
kesempatan mencapai usia tua dengan kondisi tubuh yang sehat. Dan kesehatan batin
menjadikan manusia selalu berpikir optimis dalam menatap masa-masa depan. Ha-hal
tersebut dapat diwujudan jika manusia mengaplikasikan pola hidup sehat. Berikut ini
merupakan manfaat yang diperoleh seseorang jika melakukan dan menerapakan pola
hidup sehat di dalam kehidupan nya: 1. Dapat tidur dengan nyenyak 2. Dapat bekerja
dengan maksimal 3. Dapat belajar lebih baik 4. Dapat berpikir dengan sehat serta positif
5. Merasakan kedamai,kenyaman dan ketentram 6. Memiliki penampilan sehat 7.
Mendapatkan interaksi sosial dan kehidupan yang baik 8. percaya diri 9. Menghemat
biaya dalam mendapat kesehatan 10. Terhindar dari berbagai penyakit.
DAMPAK POSITIF POLA HIDUP SEHAT BAGI TUBUH
1. Nafsu makan bertambah karena sistem pencernaan lebih baik
2. Tubuh menjadi kokoh dan kuat karena otot-otot kuat dan besar
3. Tubuh terhadap berbagai macam penyakit
4. Raut wajah terlihat riang
5. Mempunyai keinginan yang keras dan disiplin
6. Peredaran darah menjadi lebih cepat dan lancer

E. Dampak negatif bagi yang tidak menerapkan pola hidup sehat

1. Tidak dapat tidur nyenyak


2. Tidak dapat bekerja secara maksimum
3. Tidak dapat belajar dengan baik
4. Menjadi mudah stres
5. Merasa tidak nyaman
6. Tidak percaya diri
7. Kurang konsentrasi
8. Mudah terkena penyakit

F. Cara menerapkan pola hidup sehat


1. Istirahat yang cukup
2. Olahraga yang teratur
3. Makan makanan yang seimbang
4. Jauhi rokok
5. Tidak makan makanan cepat saji
6. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
7. Minum air putih yang banyak
8. Jauhi seks bebas
9. Hindari obat obatan terlarang

G. Penyakit yang timbul akibat tidak menerapkan pola hidup sehat


1. Diabetes Mellites
2. Serangan jantung
3. Sesak nafas
4. Kelelahan
5. Pusing dan pingsan
6. Stroke
7. TBC
8. Maag

H. Postur tubuh ideal


Postur tubuh ideal dinilai dari pengukuran antropometri untuk menilai apakah
komponen tubuh tersebut sesuai dengan standard normal atau ideal. Pengukuran
antropometri yang paling sering digunakan adalah rasio antara berat badan (kg) dan
tinggi badan (m) kuadrat, yang disebut Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai berikut :

BB (kg)
IMT = --------------
TB x TB (m2)

Status Gizi Wanita Laki-laki

Normal 17-23 18-25

Kegemukan 23-27 25-27

Obesitas >27 >27

BB = Berat Badan
TB = Tinggi Badan
Contoh: wanita dengan TB = 161 cm, BB = 58 kg

58
IMT = ---------------- = 22,37 (normal)
1,61 x 1,61
Keterangan

IMT yang normal antara 18 25. Seorang dikatakan kurus bila IMT nya < 18 dan
gemuk bila IMT nya > 25. Bila IMT > 30 orang tersebut menderita obesitas dan perlu
diwaspadai karena biasanya orang tesebut juga menderita penyakit degeneratif seperti
Diabetes Melitus, hipertensi, hiperkolesterol dan kelainan metabolisme lain yang
memerlukan pemeriksaan lanjut baik klinis atau laboratorium.
Untuk mengetahui Berat Badan ideal dapat menggunakan rumus Brocca sebagai
berikut : BB ideal = (TB 100) 10% (TB 100)
Batas ambang yang diperbolehkan adalah + 10%. Bila > 10% sudah kegemukandan
bila diatas 20% sudah terjadi obesitas.
Contoh: wanita dengan TB = 161 cm, BB = 58 kg
BB ideal = (161 100) 10% (161 100) = 61 6,1 = 54,9 (55 kg)
BB 58 kg masih dalam batas > 10%

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Pengertian hidup sehat mencakup aturan dan pola seseorang untuk menjalankan
hidup ini dengan cara proporsional dan terkontrol. Pola tersebutlah yang akan membuat
orang menjadi sehat. Untuk sehat butuh aturan, jika hidup tanpa aturan maka akan
muncullah kehidupan yang serampangan. Bukan hanya kesehatan fisik yang akan
terganggu, namun lebih berbahaya lagi jika menyangkut kesehatan jiwa.
Kesehatan amatlah penting untuk meraih kebahagiaan hidup. Syarat utama
seseorang dapat menikmati kebahagiaan dalam hidup ini adalah saat mereka memiliki
kesehatan secara jasmani dan rohani. Pengertian hidup sehatini menjadi cara seseorang
untuk menuju kebahagiaan hidup.
Bayangkan saja, jika Anda mempunyai segudang kekayaan dan dikelilingi
orang-orang tercinta di sekitar Anda, akan tetapi Anda dalam keadaan stres atau terbaring
di rumah sakit, apakah Anda akan merasakan kebahagiaan secara sempurna. Oleh sebab
itu mulailah membiasakan hidup sehat. Sebab salah satu resep kebahagiaan ternyata
adalah apabila kita bisa hidup dalam kondisi sehat.Kesehatan jasmani menjadikan
manusia mempunyai kesempatan untuk mencapai usia harapan hisup lebih tinggi.
Sementara kesehatan batin akan menjadikan manusia lebih optimis dalam menatap masa
depan. Semua hal tersebut dapat terwujud jika manusia mau mengaplikasikan pola hidup
sehat.

D. Saran

a. Pola hidup sehat harus diterapkan oleh para remaja mulai dini agar di masa depan
mereka tidak divonis menderita penyakit yang sulit disembuhkan
b. Perlunya pengawasan dari orang tua agar para remaja tidak mengonsumsi makanan
berpengawet dan cepat saji secara berlebihan.
c. Membatasi penggunaan internet bagi para remaja.
d. Kesadaran dini dari para remaja tentang kesehatan diri mereka sendiri perlu
ditumbuhkan oleh orang tua, guru, maupun pemerintah.

E. Daftar Pusaka

http://isnariia.blogspot.com/2012/09/tujuan-dan-manfaat-menjalankan-pola.html
http://www.yhschurch.com/gaya-hidup-sehat-dan-pola-hidup-sehat/
http://portalkesehatanku.blogspot.com/2013/05/cara-menjaga-kesehatan.html
http://www.academia.edu/7996225/POLA_HIDUP_SEHAT
http://www.cantikitu.com/2016/06/cara-menjalani-pola-hidup-sehat.html
http://nurudinsya.blogspot.com/2016/04/rumus-cara-menghitung-berat-badan-ideal.html
PEMANASAN GLOBAL

Nama : Muhamad Fikri Sultani


Kelas : XI MIPA 6
Absen : 21

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha

Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang

telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga

saya dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Pemanasan Global

(Global Warming) guna memenuhi tugas mata pelajaran Fisika.

Makalah ilmiah ini telah saya susun dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.

Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak

yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini, terutama kepada

Bapak Junarto Guru Bahasa Indonesia kelas XI MIPA 6. Saya menyadari

sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi susunan

kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka

kami menerima segala saran dan kritik agar Saya dapat memperbaiki

makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan

manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun

inpirasi terhadap pembaca.

Jakarta, 12 Juni

2017

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ii

BAB I : PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang ...................................................................

B. Rumusan Masalah ...................................................................

C. Tujuan ...................................................................

BAB II : PEMBAHASAN 3

A. Penyebab Pemanasan Global 3

B. Dampak Pemanasan Global 5

C. Penanggulangan Pemanasan Global .... 7

BAB III : KESIMPULAN DAN SARAN 11


DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

Pemanasan global (Global Warming) adalah proses peningkatan suhu rata-

rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan bumi

telah meningkat 0.74 0.18C (1.33 0.32F) selama seratus tahun terakhir.

Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global

sangat besar bagi bumi dan kehidupan di bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-

tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala

pemanasan global seperti pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering

terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan

kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

Pemanasan global yang terus meningkat ini, akan menimbulkan beberapa

dampak negatif bagi alam khususnya kehidupan di muka bumi. Pemanasan global

diperkirakan akan mempengaruhi kestabilan cuaca, populasi satwa, produktivitas

hasil pertanian, air laut, bahkan hingga kondisi sosial politik nantinya. Menurut

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yaitu sebuah kelompok peneliti

yang meneliti dan mengamati tentang berbagai hal yang berkaitan dengan
perubahan iklim, menyimpulkan bahwa peningkatan rata-rata suhu global bumi

disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca yang kemudian

dikenal dengan istilah efek rumah kaca. Rumah kaca memiliki prinsip, menyerap

energi panas yang dipancarkan oleh matahari dan menahannya, sehingga suhu

udara di dalam rumah kaca menjadi hangat. Bumi menerima energi panas dari

matahari yang menyinari bumi. Energi panas yang sampai ke Bumi, menciptakan

nuansa panas yang menghangatkan bumi. Sebagian dari panas tersebut di serap

oleh bumi dan sisanya akan dipantulkan kembali. Namun, sebagian besar panas

tersebut tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya gas rumah

kaca. Panas yang dipantulkan oleh bumi akan diserap oleh gas-gas rumah kaca dan

dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Akibatnya, energi panas tersebut

terperangkap di dalam atmosfer bumi, sehingga suhu di permukaan bumi pun

meningkat. Pada konsentrasi tertentu, sebenarnya kehadiran gas-gas rumah kaca

ini sangat diperlukan untuk menghangatkan suhu di atmosfer bumi. Namun,

meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca juga akan berdampak pada semakin

meningkatnya energi panas di atmosfer bumi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa definisi dari Globalisasi?

2. Apa dampak dampak yang diakibatkan globalisasi?


1.3 Tujuan

1. Mengetahui pengertian globalisasi secara keseluruhan.

2. Mengetahui beberapa dampak yang diakibatkan oleh globalisai.

3. Mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global.

4. Mengetahui cara penanggulangan globalisasi

BAB II

PEMBAHASAN

A. Penyebab Pemanasan Global

1. Polusi Karbondioksida Dari Pembangkit Listrik Bahan Bakar Fosil

Ketergantungan kita yang semakin meningkat pada listrik dari

pembangkit listrik bahan bakar fosil membuat semakin meningkatnya

pelepasan gas karbondioksida sisa pembakaran ke atmosfer. Sekitar 40% dari

polusi karbondioksida dunia, berasal dari produksi listrik. Kebutuhan ini akan

terus meningkat setiap harinya. Sepertinya, usaha penggunaan energi

alternatif selain fosil harus segera dilaksanakan. Tetapi, masih banyak dari

kita yang enggan untuk melakukan ini.

2. Polusi Karbondioksida Dari Pembakaran Bensin Untuk Transportasi.


Sumber polusi karbondioksida lainnya berasal dari mesin kendaraan

bermotor. Apalagi, keadaan semakin diperparah oleh adanya fakta bahwa

permintaan kendaraan bermotor setiap tahunnya terus meningkat seiring

dengan populasi manusia yang juga tumbuh sangat pesat. Sayangnya, semua

peningkataan ini tidak diimbangi dengan usaha untuk mengurangi dampak.

3. Gas Metana Dari Peternakan & Pertanian.

Gas metana menempati urutan kedua setelah karbondioksida yang

menjadi penyebab terdinya efek rumah kaca. Gas metana dapat bersal dari

bahan organik yang dipecah oleh bakteri dalam kondisi kekurangan oksigen,

misalnya dipersawahan. Proses ini juga dapat terjadi pada usus hewan

ternak, dan dengan meningkatnya jumlah populasi ternak, mengakibatkan

peningkatan produksi gas metana yang dilepaskan ke atmosfer bumi.

4. Aktivitas Penebangan Pohon

Seringnya penggunaan kayu dari pohon sebagai bahan baku membuat

jumlah pohon kita makin berkurang. Apalagi, hutan sebagai tempat pohon

kita tumbuh semakin sempit akibat beralih fungsi menjadi lahan perkebunan

seperti kelapa sawit. Padahal, fungsi hutan sangat penting sebagai paru-paru
dunia dan dapat digunakan untuk mendaur ulang karbondioksida yang

terlepas di atmosfer bumi.

5. Penggunaan Pupuk Kimia Yang Berlebihan

Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20, penggunaan pupuk

kimia dunia untuk pertanian meningkat pesat. Kebanyakan pupuk kimia ini

berbahan nitrogenoksida yang 300 kali lebih kuat dari karbondioksida

sebagai perangkap panas, sehingga ikut memanaskan bumi. Akibat lainnya

adalah pupuk kimia yang meresap masuk ke dalam tanah dapat mencemari

sumber-sumber air minum kita.

6. Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol

CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan

menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada

peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC.

7. Pembakaran Sampah Secara Berlebihan .

Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan

menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran

sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap


panas. Penyebab terjadinya Pemanasan Global (Global Warming)

dapatdilihat pada gamabar-gambar berikut :

B. Dampak Pemanasan Global

Telah diprediksikan bahwa pemanasan global yang terus meningkat

ini, akan menimbulkan beberapa dampak negatif bagi alam khususnya

kehidupan di muka bumi. Pemanasan global diperkirakan akan

mempengaruhi kestabilan cuaca, populasi satwa, produktivitas hasil

pertanian, air laut, bahkan hingga kondisi sosial politik nantinya. Dampak

Pemanasan Global antara lain sebagai berikut :

1. Kenaikan Permukaan Air Laut di Seluruh Dunia

Para ilmuwan memprediksi peningkatan tinggi air laut di seluruh dunia

karena mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland.

Banyak negara di seluruh dunia akan mengalami efek berbahaya dari

kenaikan air laut ini. Jakarta adalah salah satu kota yang terkena dampak

naiknya permukaan laut, seperti tampak pada gambar.

2. Peningkatan Intensitas Terjadinya Badai


Tingkat terjadinya badai dan siklon semakin meningkat. Di dukung

oleh bukti yang telah ditemukan oleh para ilmuwan bahwa pemanasan

global secara signifikan akan menyebabkan terjadinya kenaikan

temperatur udara dan lautan. Hal ini mengakibatkan terjadinya

peningkatan kecepatan angin yang dapat memicu terjadinya badai kuat.

3. Menurunnya Produksi Pertanian Akibat Gagal Panen

Penduduk di seluruh dunia akan mengalami bencana kelaparan karena

faktor menurunnya produksi pangan pertanian akibat kegagalan panen. Ini

disebabkan oleh pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim

yang kurang kondusif bagi tanaman pangan.

4. Makhluk Hidup Terancam Kepunahan

Berdasarkan penelitian yang dipublikasin di Nature, pada tahun

2050 mendatang, peningkatan suhu dapat menyebakan terjadinya

kepunahan jutaan spesies. Artinya, di tahun-tahun mendatang keragaman

spesies bumi akan jauh berkurang. Semoga saja tidak termasuk di dalamnya

spesies manusia.

5. Terumbu Karang Menghilang


World Wide Fund for Nature (WWF) mengatakan bahwa pada kondisi

terburuk, pemanasan global bisa mengakibatkan populasi terumbu karang

menghilang. Diperkirakan hal itu bisa saja terjadi pada tahun 2100 terkait

dengan meningkatnya temperature dan tingkat keasaman lautan. Sekarang

saja, dampaknya pada terumbu karang sudah terlihat. Banyak terumbu

karang yang mengalami pemutihan atau bleaching. Jika terumbu karang

kolaps (menghilang), maka ekosistem laut akan terganggu. Banyak flora

maupun fauna laut yang akan terancam punah.

6. Krisis Air Bersih

Hal ini tentunya akan mengancam manusia secara langsung. Karena

air bersih merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan. Hal ini tejadi karena

adanya penggundulan hutan. Jika hutan terus menerus digunduli maka akan

mengganggu siklus hidrologi air yang menyebabkan krisis air bersih.

7. Wabah Penyakit

Penyakit tropis menyebar seperti malaria, demam dengue, demam

kuning menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak pernah dijangkiti, dan

bukan hanya itu, penyakit ini diketahui menjadi semakin ganas. Belum lagi

meningkatnya jumlah manusia yang terserang penyakit seperti kanker kulit,


kolera dan sebagainya yang belakangan ini semakin mewabah, dan

mencakup daerah yang semakin luas.

8. Terjadinya Penyimpangan Pola Cuaca El Nino dan La Nina

El Nino dan La Nina adalah merupakan dinamika atmosfer dan laut

yang mempengaruhi cuaca di sekitar laut Pasifik. El Nino merupakan salah

satu bentuk penyimpangan iklim di Samudera Pasifik yang ditandai dengan

kenaikan suhu permukaan laut di daerah katulistiwa bagian tengah dan

timur.

El-Nino akan terjadi apabila perairan yang lebih panas di Pasifik tengah

dan timur meningkatkan suhu dan kelembaban pada atmosfer yang berada

di atasnya. Kejadian ini mendorong terjadinya pembentukan awan yang akan

meningkatkan curah hujan di sekitar kawasan tersebut. Bagian barat

Samudra Pasifik tekanan udara meningkat sehingga menyebabkan

terhambatnya pertumbuhan awan di atas lautan bagian timur Indonesia,

sehingga di beberapa wilayah Indonesia terjadi penurunan curah hujan yang

jauh dari normal.

Suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur menjadi lebih tinggi

dari biasa pada waktu-waktu tertentu. Keadaan inilah yang menyebabkan

terjadinya fenomena La-Nina. Tekanan udara di kawasan equator Pasifik


barat menurun, lebih ke barat dari keadaan normal, menyebabkan

pembentukkan awan yang lebih dan hujan lebat di daerah sekitarnya.

Kejadian El-Nino tidak terjadi secara tunggal tetapi berlangsung secara

berurutan pasca atau pra La-Nina.

C. Penanggulangan Dampak Pemanasan Global.

Melihat luasnya dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh isu

pemanasan global ini, maka ada baiknya manusia mulai memikirkan upaya-

upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemanasan global. Baik

secara individu, kelompok maupun masyarakat. Ada beberapa cara

mengurangi dan mengatasi pemanasan global yaitu :

1. Program Menanam Pohon

Kampanye pun sudah di lakukan oleh pemerintah pusat dan daerah,

perusahaan besar pun sudah mengalokasikan dana Corporate Social

Responsibiliy (CSR)-nya untuk menanam pohon.

Tidak sampai di situ saja, banyak gerakan organisasi masyarakat yang

gemar menggalakan menaman pohon, bahkan ada yang dengan suka rela

membagi pohon gratis untuk di tanam setiap rumah. Kini banyak pihak

yang sepakat bahwa menanam pohon adalah satu cara untuk mencegah
pemanasan global. Hanya saja, perlu lebih baik lagi dalam perencanaan dan

pelaksanaannya.

2. Kurangi Bangunan Rumah Kaca

Banyaknya bangunan rumah kaca membuat suhu panas bisa meningkat

beberapa derajat celcius. Oleh sebab itu, harus di kurangi, harus ada

kebijakan pemerintah yang tegas tentang pembangunan gedung-gedung

yang mencoba mencakar langit (walau tida bisa).

Aspirasi ini harus terus di sampaikan, kalau bisa pemerintah

memberikan denda kepada pengembang properti (developer) yang

membangun rumah tanpa menganalisa tentang dampak lingkungan dalam

proyek mereka

3. Cerdas Dalam Berkendaraan

Negara maju sudah banyak yang melakukan hal ini. Budaya

berkendaran dengan cerdas sudah di contohkan oleh mereka. Bahkan ada

tempat parkir khusus sepeda yang di tata dengan rapi. Ya, banyak negara

maju menggunakan sepeda untuk berpergian, seperti ke kantor atau ke

sekolah.
Sebenarnya, hal tersebut di Indonesia sudah mulai ada geliatnya, tapi

belum mendapat respon yang baik dari pemerintah.. Dengan kendaraan ini.

Disamping sehat. kita juga bisa mengurangi dari dampak Polusi yang telah

tercemar.

Selain itu, transportasi massal juga sebagai berkendaraan dengan

cerdas, hal ini bisa mengurangi pemanasan global yang timbul karena

kendaraan bermotor yang kita naiki. Dengan menaiki transportasi massal,

maka langkah ini bisa menghemat polusi dan juga bisa meminimalisir

kemacetan.

Tapi jika Anda punya kantor atau sekolah yang bisa di tempuh dengan

berjalan kaki, maka itu lebih baik di lakukan dengan jalan kaki, jangan malah

menaiki mobil, sebab pemanasan global karena CO2 yang di keluarkan dari

bahan bakar kendaraan bermotor.

4. Hemat Listrik

Listrik juga menjadi faktor dalam menaikan suhu panas. Jika demikian

alangkah bijaknya untuk membiasakan hemat listrik. Seperti di rumah, ketika

siang hari mematikan alat listrik yang tidak digunakan lagi.

5. Saluran Ventilasi Rumah Yang Cukup


Jika mau mencegah pemansaan global masuk kerumah, maka yang

dilakukan selain memasang AC, adalah memperbanyak saluran ventilasi di

rumah. Supaya angin bisa masuk kedalam rumah dan memberikan

kesejukan. Dan supaya angin tetap banyak masuk kerumah, maka jangan

lupa menanam pohon di pekarangan rumah.

6. Tidak Menebang Pohon Sembarangan (ilegal loging)

Ini yang masih sulit untuk di lakukan oleh masyarakat dapat di lihat

setiap tahun berapa hektar lahan hutan yang terbakar, sehingga menjadi

lahan yang tandus. Tidak terhitung lagi kerugian negara karena hutan yang

habis di bakar oleh oknum tidak bertanggung jawab, tindakan ilegal

loging tersebut juga di dukung oleh oknum aparat negara. Kampanye

tentang menolak dan menentang ilegal loging atau menolak penebangan

pohon sembaranga harus terus di galakkan.

7. Kurangilah penggunaan sampah plastik. Hampir semua sampah plastic

menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau dapat membantu

mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali. Lebih baik bawa tas

yang bisa dipakai ulang untuk mengurangi penggunaan plastik.

8. Hindari makan makanan fast food. Fast food merupakan penghasil

sampah terbesar di dunia.


BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat akibat

dari dampak Pemanasan Global (Global Warming) sangat besar bagi

bumi dan kehidupan di bumi dan kehidupan di bumi.

2. Peningkatan rata-rata suhu global bumi salah satunya disebabkan oleh

meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca yang kemudian dikenal

dengan istilah efek rumah kaca

3. Penyebab lainnya adalah polusi CO2 dari pembakaran fosildan Polusi

Karbondioksida Dari Pembakaran Bensin Untuk Transportasi dan

lainnya.

B. Saran

Untuk menanggulangi dampak yang makin meluas dari pemanasan

global perlu adanya pemahaman dan tindakan nyata dari seluruh warga

bumi untuk menjaga dan melastarikan bagian bumi yang perlu dilindungi

seperti tanah, air, tumbuhan dan hewan.


Selain itu manusia perlu menyadari akan kelestarian lingkungan hidup

agar alam dapat memberikan produktivitasnya bagi kelangsungan hidup

manusia itu sendiri

DAFTAR PUSTAKA

1. https://www.google.co.id/search?hl=id&authuser=0&site=imghp&tb

m=isch&source

2. program penghijauan lingkungan - Penelusuran Google

3. krisis air bersih - Penelusuran Googlewww.google.co.id

4. kenaikan permukaan laut - Penelusuran Googlewww.google.co.id

5. penyebab pemanasan global - Penelusuran Googlewww.google.co.id

6. Pengertian Global Warming, Penyebab & Dampaknya | Seputar

Pengetahuanwww.seputarpengetahuan.com

7. 10 Penyebab dari Pemanasan Global Dan Pengertian Global

Warmingwww.silontong.com
MENJAGA KESEHATAN DENGAN BEROLAHRAGA

ADAM CHRISTIAN

XI IPA 6

Absen 1
DAFTAR ISI

Daftar isi...............................................................................................................ii

Kata pengantar....................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang.................................................................................1
B. Perumusan Masalah........................................................................2
C. Tujuan..............................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN

A. Kajian teori......................................................................................3
Pengertian olahraga........................................................................3
Dampak berolahraga.......................................................................4
BAB III PENUTUP

A. kesimpulan.....................................................................................5

B. Saran..............................................................................................5

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................6

ii
Kata pengantar

Puji syukur penulis panjatkan je hadirat Tuhan Yang Maha Esa.Atas berkat dan
rahmatnya ,makalah MENJAGA KESEHATAN DENGAN BEROLAHRAGA ini dapat di
selesaikan dengan baik.untuk itu, penulis berterima kasih kepada seluruh pihat yang
telah membantu dan memberikan dukungan .

Makalah ini di buat sebagai masukan atau saran untuk para pembaca agar mengetahui
pentingnya olahraga bagi kesehatan.oleh karena itu penulis berharap para pembaca
dapat mengambil manfaat dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Jakarta,juni 2017

Adam christian

iii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang:

Kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi kebugaran
dan penampilan tubuh serta harta yang tidak pernah di gantikan dengan apapun. Oleh
karena itu setiap orang tentu memdambakan hidup sehat bahagia dan ingin selalu
tampak sehat,bugar,penampilan yang bagus dan awet muda

Dan kesehatan merupakan kebutuhan bagi setiap orang karena semua orang pasti ingin
sehat, tidak seorangpun yang ingin sakit atau terganggu kesehatannya.Dalam kehidupan
modern saat ini banyak orang yang melupakan pentingnya olahraga untuk tubuh.
Padahal olahraga merupakan cara untuk sehat yang paling murah dengan hasil yang
mengagumkan untuk kebugaran tubuh. Selain itu olahraga dapat di laksanakan kapan
pun dimana pun kita suka melakukannya baik siang maupun malam sesuai keinginan

B. Rumusan Masalah

1.Mengapa berolahraga itu penting?

2.Mengapa masih banyak orang yang melupakan olahraga?

3.Apa pengertian olahraga?

4.Apa yang di maksud kesehatan?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengaruh olahraga terhadap kesehatan

PEMBAHASAN

BAB II

A. Kajian Teori

1.Pengertian olahraga
Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan
terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk
meningkatkan kebugaran jasmani. Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang
memanfaatkan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Olahraga merupakan
sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari karena dapat meningkatkan
kebugaran yang diperlukan dalam melakukan tugasnya. Olahraga dapat dimulai sejak
usia muda hingga usia lanjut dan dapat dilakukan setiap hari.

Dengan majunya dunia teknologi memudahkan semua kegiatan sehingga menyebabkan


seseorang menjadi kurang bergerak (hypokinetic), seperti penggunaan remote kontrol,
komputer, lift dan tangga berjalan, tanpa dimbangi dengan aktifitas fisik yang akan
menimbulkan penyakit akibat kurang gerak. Gaya hidup duduk terus menerus dalam
bekerja (sedentary) dan kurang gerak ditambah dengan adanya faktor risiko, berupa
merokok, pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit tidak menular,
seperti: penyakit jantung, pembuluh darah, tekanan darah tinggi, kencing manis, berat
badan lebih, osteoporosis, kanker usus, depresi dan kecemasan.
Olahraga telah menjadi bagian hidup dari sebagian besar masyarakat Indonesia, baik di
kota besar maupun di pelosok pedesaan. Orang yang mempunyai gaya hidup tidak
merokok, berolahraga secara teratur, dan melakukan kerja fisik, ternyata berpeluang
lima kali lebih tinggi terhindar dari penyakit jantung dan stroke daripada yang bergaya
hidup sebaliknya. Faktor kegemukan, kurang gerak, riwayat keluarga terkena penyakit
kardiovaskular, serta penyakit diabetes mempunyai risiko terkena penyakit jantung
koroner empat kali lebih tinggi dibanding yang tidak menderita diabetes.
Pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) bertujuan agar masyarakat terhindar dari
penyakit-penyakit tersebut menjadi bergerak agar sehat dan bugar. Oleh karena itu
kegiatan aktifitas fisik/latihan fisik dan atau olahraga perlu menjadi gerakan masyarakat.
Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
3

2. Dampak berolahraga

Rata-rata orang dewasa membutuhkan setidaknya 2.5 jam olahraga setiap


minggunya (untuk olahraga dengan intensitas sedang seperti berjalan cepat). Jika Anda
memilih melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih berat seperti berlari, maka
Anda hanya membutuhkan sekitar 75 menit olahraga setiap minggunya.

Bila Anda juga ingin membentuk otot-otot tubuh Anda, maka Anda dapat melakukan
olahraga angkat beban 2 kali seminggu. Selain itu, olahraga juga dapat membantu
melindungi kesehatan jantung, mencegah obesitas, dan membuat Anda lebih panjang
umur.
Bila Anda tidak dapat berolahraga selama 30 menit, maka berolahraga selama 10 menit
setiap harinya juga telah dapat membuat perbedaan pada kesehatan Anda.
Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2012, orang yang berolahraga secara teratur
memiliki resiko yang lebih rendah terhadap demensia (40% lebih rendah) dan terhadap
berbagai gangguan kognitif lainnya (60% lebih rendah).
Pada orang dewasa mudah, berolahraga secara teratur dapat meningkatkan kepadatan
tulang mulai dari 2-8% setiap tahunnya, yang dapat membantu mencegah terjadinya
gangguan keseimbangan dan patah tulang di masa tua.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan
terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk
meningkatkan kebugaran jasmani.bila kita tidak meluangkan waktu untuk berolahraga
maka kita akan mengundang banyak penyakit yang membuat kita tidak bisa beraktivitas
seperti biasanya
B. Saran

Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan seharusnya mensyukuri nikmat yang


dia beri khususnya nikmat kesehatan yaitu dengan menjaga dan merawatnya seperti
melakukan olahraga rutin
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain untuk dapat
bermanfaat untuk orang lain di perlukan kesehatan jasmani dan rohani
DAFTAR PUSTAKA

https://www.dokter.id/berita/dampak-olahraga-pada-tubuh-anda
http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-olahraga-apa-itu-olahraga.html
NAMA : MELLY SAFITRI
KELAS : XI MIPA 6
ABSEN : 19

KARYA ILMIAH

Pengaruh Kemajuan Teknologi Komunikasi Terhadap Remaja

Untuk memenuhi tugas bahasa indonesia sebagai persyaratan untuk mengikuti


penilaian bahasa indonesia tahun 2017.

Guru Pembimbing :
Pak Junarto
Oleh:
Melly Safitri

SMAN 39 JAKARTA
Tahun Pelajaran 2016/2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam kami ucapkan ke hadirat Allah SWT. karena berkat rahmat-
Nyalah tugas karya ilmiah ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Dalam karya kami ini, membahas mengenai Pengaruh Kemajuan Teknologi
Komunikasi Terhadap Remaja, suatu permasalahan yang selalu dialami oleh remaja
yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk mengakses suatu informasi.
Karya ilmiah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
untuk memperdalam pemahan dalam pembuatan karya ilmiah maupun makalah.
Dalam proses penyusunan karya ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan,
koreksi, dan saran. Untuk itu rasa terima kasih kami khususkan kepada yang
terhormat Bapak Jumarto S.pd selaku guru bahasa indonesia di SMAN 39 yang telah
membimbing kami dalam proses penyelesain karya ilmiah ini.
Kami menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan
kekurangan sehingga hanya yang demikian sajalah yang dapat kami buat.
Demikian karya kami ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin.
Paiton, 10 Juni 2017

Penulis ,

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Teknologi Komunikasi
2.2 Dampak Positif Kemajuan Teknologi Komunikasi
2.3 Negatif Kemajuan Teknologi Komunikasi
2.4 Tindakan yang Dilakukan untuk Menghindari Penyalahgunaan
Teknologi Komunikasi
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehidupan manusia yang bermula dari kesederhanaan kini menjadi kehidupan yang bisa
dikategorikan sangat modern. Di era sekarang, segala sesuatu dapat diselesaikan
dengan cara-cara yang praktis. Hal ini merupakan dampak yang timbul dari hadirnya
teknologi. Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua
aspek kehidupan manusia.
Dunia informasi saat ini seakan tidak bisa terlepas dari teknologi. Penggunaan teknologi
oleh masyarakat menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih.
Komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya, kini
dengan teknologi segalanya menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak.
Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat ini, pepatah yang menyatakan
bahwaDunia tak selebar daun kelor sepantasnya berubah menjadi Dunia seakan
selebar daun kelor. Hal ini disebabkan karena semakin cepatnya akses informasi dalam
kehidupan sehari-hari. Kita bisa mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di daerah lain
atau bahkan di negara lain, misalnya Amerika Serikat walaupun kita berada di Indonesia.
Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Teknologi
lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya
yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan
semakin canggih seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi penambahan
fungsi teknologi yang semakin memanjakan kehidupan manusia. Salah satu contoh
fasilitas canggih saat ini adalah handphone.
Di awal kemunculannya, handphone hanya dimiliki oleh kalangan tertentu yang benar-
benar membutuhkannya demi kelancaran pekerjaan mereka. Namun, seiring
perkembangan zaman, handphone telah dimiliki oleh semua kalangan baik yang benar-
benar membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan tak terkecuali para remaja.
Kini handphone bukan lagi sekadar alat berkomunikasi, tetapi handphone juga
merupakan alat untuk mencipta dan menghibur dengan suara, tulisan, gambar, dan
video. Para remaja sekarang berlomba-lomba untuk memiliki handphone karena
handphone bukan hanya merupakan alat berkomunikasi, namun juga di kalangan
remaja handphone sekaligus sebagai gaya hidup, tren, dan lain-lain.
Selain itu, perkembangan pesat beberapa teknologi komunikasi lainnya seperti Internet
berhasil memengaruhi para remaja. Sekarang internet tidak hanya sekadar teknologi
untuk berbagi data via e-mail, ftp, dan lain-lain. Namun, internet juga menawarkan
berbagai situs yang menyediakan berbagai hal seperti jejaring sosial yang sangat populer
di kalangan remaja. Jejaring social ini memungkinkan remaja untuk berkomunikasi
dengan orang lain di daerah lain atau di negara lain.
Di kalangan remaja, menggunakan teknologi komunikasi, seperti handphone dan
internet sebagai alat multifungsi karena multifungsinya tersebut para remaja dapat
menggunakan teknologi ini secara positif ataupun negatif tergantung setiap individu.
Contoh positif dari penggunaan teknologi komunikasi adalah memanfaatkan teknologi
ini untuk membantu mereka dalam proses pembelajaran. Namun, ada beberapa hal
yang perlu dikhawatirkan dalam pemanfaatan teknologi komunikasi oleh para remaja
seperti penggunaan tidak sesuai kondisi. Mislanya, menggunakan handphone dalam
proses belajar mengajar untuk sms-an dengan pacar atau menggunakan fasilitas
internet untuk mengakses situs-situs porno, dan lain-lain.
Berdasarkan argumentasi di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam
tentang pengaruh kemajuan teknologi komunikasi di kalangan remaja.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam tulisan ini
adalah :
1. Apa pengertian teknologi komunikasi ?
2. Bagaimana dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi ?
3. Bagaimana dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi ?
4. Apa tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari penyalahgunaan teknologi
komunikasi ?

1.3 Tujuan Penulisan


Tulisan ini bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui pengertian dari teknologi komunikasi.
2. Untuk mengetahui dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi.
3. Untuk mengetahui dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi.
4. Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan remaja untuk menghindari
penyalahgunaan teknologi komunikasi
.
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat tulisan ini antara lain :
1. Dapat menambah wawasan penulis dan khalayak tentang hal-hal yang
berhubungan dengan pengaruh kemajuan teknologi komunikasi terhadap remaja.
2. Sebagai bahan referensi untuk pembaca.
3. Dapat melatih siswa pada umumnya dan penulis khususnya dalam
mengembangkan wawasan diri untuk menyusun buah pikiran secara sistematis dalam
bentuk makalah.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Teknologi Komunikasi


Teknologi merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan
bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi
dengan lingkungan alamnya. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani technologa
TECHNE, 'kerajinan' danLogia, studi tentang sesuatu, atau cabang pengetahuan dari
suatu disiplin. Teknologi juga dapat diartikan bendabenda yang berguna bagi manusia,
seperti mesin, tetapi dapat juga mencakup hal yang lebih luas, termasuk sistem, metode
organisasi, dan teknik. Istilah ini dapat diterapkan secara umum atau spesifik: contoh
contoh mencakup "teknologi konstruksi", "teknologi medis", atau "stateoftheart
teknologi".
Jadi, pengertian teknologi adalah alat-alat yang dibuat atau dirancang oleh manusia
yang bertujuan untuk memudahkan kegiatan-kegiatan manusia.
Sementara, pengertian dari komunikasi adalah suatu proses penyampaian
informasi(pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling
mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan
atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa
verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan
bahasa nonverbal.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan pengertian teknologi komunikasi
adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau
kelompok orang. Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau
kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi
komunikasi dapat berupa telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video electronic data
interchange and e-mail. Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan perangkat
keras, struktur organisasi, dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan,
memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan individu lain (Rogers, 1986).

2.2 Dampak Positif dari Kemajuan Teknologi Komunikasi


Saat ini teknologi komunikasi berkembang sangat pesat. Beberapa contoh hasil dari
perkembangan teknologi komunikasi adalah hadirnya internet, handphone, televisi, dan
lain-lain. Hal ini menyebabkan akses informasi menjadi semakin cepat dan tentunya
alat-alat tersenut menjadi sumber informasi baik informasi positif maupun negatif.
Sebuah informasi dikatakan bernilai positif jika informasi tersebut memberikan manfaat
bagi penelitian.
Berikut ini akan dijelaskan dampak-dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi.
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak
digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna
lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www
(world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia
dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat,
menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para
pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat
berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan
sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka
internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).
5. Mempermudah proses pembelajaran, layanan online dalam pendidikan pada
dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (siswa) dengan
menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai
tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran,
perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi,
pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara
maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan
meningkatkan kualitas pendidikan. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara
pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi guru
dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat didownload oleh siswa.
6. Mempermudah komunikasi untuk menyambung silaturahmi, seperti pada telepon
genggam yang dilengkapi dengan fitur pesanan dan telepon yang memungkinkan kita
berkomunikasi dengan orang di daerah lain ataupun di negara lain. Bahkan sekarang
telepon genggam telah menganut sistem berbasis 3G dimana seseorang dapat
berkomunikasi via telepon sekaligus melihat wajah lawan bicaranya.
7. Sarana untuk hiburan. Beberapa perangkat hasil dari teknologi komunikasi
menyediakan fasilitas game, audio, dan video.
8. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak
perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
9. Siswa tidak gagap teknologi, siswa dapat mengikuti perkembangan era
teknologisasi dunia dan siswa dapat lebih produktif, efektif dan efisien dalam waktu,
energi dan biaya karena ada sarana komunikasi yang memudahkan urusannya.
2.3 Dampak Negatif dari Kemajuan Teknologi Komunikasi
Kemajuan teknologi, adalah hal yang patut disyukuri. Sebab dengan sentuhan teknologi,
berbagai pemenuhan kebutuhan hidup manusia menjadi lebih mudah. Pada dasarnya,
teknologi membawa implikasi positif dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan,
kemajuan teknologi menjadi bukti perkembangan kemampuan manusia untuk
menggunakan nalar dan pikirannya dalam mengelola alam dan potensi diri manusia itu
sendiri. Akan tetapi, jika hasil capaian teknologi kemudian disalahgunakan, maka yang
muncul adalah beragam dampak buruk. Tidak hanya tujuan utama dari perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tercapai, namun penyalahgunaan rekayasa
teknologi itu sendiri akan membuat hidup manusia semakin sulit. Tidak terkendali.
Menjadi linglung. Bahkan menjadi ambigu.
Berikut ini adalah dampak-dampak negatif dari kemajuan teknologi komunikasi.
Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak
salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi
pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi
program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-
akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa
mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia
internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar
dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat
tabu.
Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan
penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi
informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
Carding
Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu
kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat
internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang
terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu
Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka
menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para
penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya
perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan
memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya. Dan yang lebih mengkhawatirkan
jika situs perjudian tersebut dikunjungi oleh remaja-remaja yang masih labil sehingga
sangat rentan merusak moral mereka.
Mengurangi sifat sosial
Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat
internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah
dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Kejahatan seperti
menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
Kecanduan
Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat
menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.
Mengganggu aktivitas siswa
Penggunaan tidak sesuai kondisi, Misalnya, menggunakan handphone pada saat proses
belajar mengajar berlangsung untuk sms-an dengan teman atau pacar atau membuka
situs jejaring sosial (facebook, twitter, plurk, yahoo koprol, dll) pada saat belajar.

2.4 Tindakan yang Dilakukan untuk Mengindari


PenyalahgunaanTeknologi Komunikasi
Tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi
komunikasi, antara lain:
1. Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents
dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda kenal didunia nyata.
Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau sosial
media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal
didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling
mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
2. Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas
positif yang sering melakukan pertemuan di dunia nyata atau biasa dikenal dengan
istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan
mengasah kemampuan komunikasi anda karena komunitas-komunitas ini seringkali
memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan anda.
3. Menolak ajakan teman untuk menyimpan maupun melihat hal-hal yang meyangkut
pornoaksi dan pornografi.
4. Tidak membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone saat pelajaran
berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
5. Ketika berada dirumah sebaiknya mengatur waktu sebaik-baiknya antara belajar
dan memanfaatkan teknologi komunikasi, seperti handphone, internet, dan lain-lain.
6. Menghindari mengakses situs porno atau mendownload konten-konten porno.
7. Memanfaatkan teknologi komunikasi seperlunya.
Dalam hal ini pengawasan dari orang tua juga sangat penting. Mengingat kenakalan
remaja dilakukan mayoritas dilakukan oleh para remaja yang kurang mendapat
perhatian dari orang tua.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Teknologi adalah alat-alat yang dibuat atau dirancang oleh manusia yang bertujuan
untuk memudahkan kegiatan-kegiatan manusia. Sementara, pengertian dari
komunuikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak
lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.

2. Pengertian Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk


berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi memfasilitasi
komunikasi atar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi
yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telepon, telex, fax, radio, televisi, e-mail,
dan lain-lain.

3. Dampak positif dari kemajuan teknologi komunikasi, antara lain :


o Internet sebagai media komunikasi
o Media pertukaran data
o Media untuk mencari informasi atau data
o Fungsi komunitas
o Mempermudah proses pembelajaran
o Mempermudah komunikasi untu menyambung silaturahmi
o Sarana untuk hiburan
o Kebutuhan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan.
o Siswa tidak gagap teknologi
4. Dampak negatif kemajuan teknologi komunikasi adalah pornografi, violence and
gore, penipuan, carding, perjudian, mengurangi sifat social manusia, bisa membuat
seseorang kecanduan, dan penggunaan tidak sesuai kondisi.
5. Tindakan yang dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan teknologi komunikasi
adalah dengan menggunakan teknologi komunikasi seperlunya dan penggunaannya
sesuai dengan kondisi.
3.1 Saran
1. Diharapkan untuk para remaja untuk tidak perlu terpengaruh dengan kemajuan
teknologi sekarang ini, karena dapat memberikan pengaruh yang buruk terhadap
perkembangan remaja itu sendiri.
2. Sebagai remaja yang tidak bisa lepas dari pengaruh kemajuan teknologi agar bisa
membedakan hal-hal yang merupakan pengaruh yang baik dari kemajuan teknologi dan
pengaruh yang buruk dari kemajuan teknologi.
3. Kepada seluruh pembaca kiranya memberikan kritik yang bersifat membangun
sehingga apa yang kita harapkan dari isi tulisan ringkasan ini dapat berguna bagi
pembangunan pendidikan
PENGARUH EFEKTIVITAS WAKTU BELAJAR TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN SISWA

Ni Made Ayu Wulan (23)

XI MIPA 6
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat dan karunia Nya penulis
dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Pengaruh Efektivitas Waktu terhadap
Hasil Pembelajaran Siswa. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Bahasa
Indonesia. Penulis berharap karya ilmiah ini bertujuan agar pembaca menyadari betapa
pentingnya efisiensi waktu terhadap pembelajaran.
Tidak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna. Begitu pun dengan makalah ini
yang jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun untuk perbaikan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima
kasih.

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................1
A. Latar Belakang...................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................2
C. Tujuan Penulisan...............................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................3
A. Waktu................................................................................................................4
B. Perencanaan Waktu..........................................................................................5
C. Cara Mengatur Waktu .......................................................................................6
D. Waktu dan Kecemasan ....................................................................................7
BAB III PENUTUP................................................................................................ 9
A. Kesimpulan ......................................................................................................9
B. Saran ..............................................................................................................9
C. Daftar Pustaka .................................................................................................9

ii
Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang

Waktu menurut KBBI merupakan seluruh rangkaian saat proses, perbuatan atau
keadaan sedang berlangsung atau lama berlangsungnya suatu kejadian. Waktu adalah
bagian dari struktur dasar dimana peristiwa terjadi secara berurutan. Efisiensi
merupakan ketepatan cara dalam menjalankan sesuatu atau kemampuan menjalankan
sesuatu dengan baik dan tepat. Efisiensi adalah sebuah konsep yang mencerminkan
perbandingan terbaik antara usaha dengan hasilnya.
Manajemen waktu merupakan perencanaan & pengaturan yang digunakan setiap
hari dalam melaksanakan aktivitas yang ada sehingga individu dapat menggunakan
waktu dengan efisien. Peningkatan pembelajaran dalam belajarr mengajar dapat dicapai
salah satunya menerapkan konsep efisiensi dan metode belajar. Metode pembelajaran
dapat ditentukan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana
yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan.
Perencanaan waktu sangat krusial dalam mempengaruhi pencapaian target
pembelajaran. Ketersediaan waktu erat kaitannya dengan keberhasilan siswa dalam
memahami materi pelajaran. Bagaimana waktu yang cukup bisa membuat siswa
menguasai lebih dalam sebuah materi yang diajarkan, dan berapa lama waktu yang
dibutuhkan oleh siswa untuk memahami pelajaran dengan inteligensi yang berbeda-
beda.
Sering karena terbatasnya waktu siswa dipaksa untuk mengerjakan sekian banyak tugas
instruksional dalam waktu yang mepet. Hal ini disebabkan karena satu kenyataan bahwa
bahan pengajaran di kurikulum kita terlalu overload. Bagi siswa sendiri, kejar materi dan
tugas yang overload, merupakan suatu ketakutan. Bagaimana mereka bisa memahami
materi yang begitu banyak dalam waktu singkat sehingga menyebabkan kejenuhan
berpikir dan belajar, serta secara bersamaan bagaimana cara menyelesaikan setumpuk
tugas untuk memenuhi kolom penilaian yang menjadi pegangan guru dalam waktu yang
juga mendesak. Sebagai akibat, ketakutan akan penurunan prestasi pun muncul.
Berkenaan dengan uraian diatas ,disusun makalah yang menjadi media untuk
memperoleh wawasan konsep belajar dan mengajar yang berhubungan dengan efisiensi
waktu terhadap pembelajaran dan prestasi siswa.
1
Rumusan Masalah
1. Apakah efisiensi waktu berpengaruh terhadap pembelajaran siswa ?
2. Apa pengertian waktu dan perencanaan waktu menurut para ahli?
3. Bagaimana cara mengatur waktu belajar dengan baik ?
4. Apakah hubungan waktu dan kecemasan ?

Tujuan Penulisan

Tujuan karya Ilmiah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Penulis
menguraikan dan membahas suatu permasalahan tentang menyadari betapa
pentingnya efisiensi waktu terhadap pembelajaran.

2
BAB II
PEMBAHASAN

Waktu

Waktu menurut KBBI merupakan seluruh rangkaian saat proses, perbuatan atau
keadaan sedang berlangsung atau lama berlangsungnya suatu kejadian. Waktu adalah
bagian dari struktur dasar dimana peristiwa terjadi secara berurutan. Efisiensi
merupakan ketepatan cara dalam menjalankan sesuatu atau kemampuan menjalankan
sesuatu dengan baik dan tepat. Efisiensi adalah sebuah konsep yang mencerminkan
perbandingan terbaik antara usaha dengan hasilnya.

Waktu dalam kehidupan sehari hari sangatlah penting karena waktu tidak dapat di
ulang kembali atau di putar kembali. Dalam kehidupan sehari hari tidak sedikit orang
orang yang membuang waktunya dengan percuma padahal waktu itu sangatlah penting
contoh membuang waktu adalah bermain, mengobrol bersama teman, jalan - jalan
dengan waktu yang lama tanpa di batasi adalah satu hal yang sangat membuang waktu.

Padahal jika kita memanfaatkan waktu itu kita dapat banyak sekali keuntungan, jika
masih di kalangan pelajar dan mahasiswa waktu sangatlah penting karna pelajar dan
mahasiswa tidak pernah terlepas dari namanya tugas, disinilah peran waktu sangat
penting, jika kita pandai memanfaatkan waktu maka kita dapat mengerjakan tugas
tugas yang diberikan tepat waktu dan tidak akan keteteran sampai mengerjakan larut
malam karena biasanya para pelajar dan mahasiswa mengerjakan tugasnya hingga larut
malam, di sinilah pentingnya waktu sangat terlihat.
Tidak hanya dikalangan pelajar dan mahasiswa, waktu juga sangat penting untuk
pekerja kantoran atau karyawan. Banyak pekerja yang lembur karena menunda
pekerjaannya dan tidur sampai larut malam bahkan harus begadang karena deadline
kerjaan itu sendiri, sehingga keesokan harinya masih ngantuk atau pun telat untuk pergi
ke kantor.
Oleh karena itu peran waktu sangatlah penting dalam kehidupan sehari hari waktu
juga dapat menjadi tolak ukur kapan kita harus belajar, bekerja dan bermain secara
teratur dan tidak berat sebelah, karena semua orang ada kalanya merasa jenuh dan
butuh hiburan atau bermain. Tetapi bermain pun juga harus ada batasannya jangan
sampai lupa waktu. Jadi janganlah buang buang waktu untuk hal hal yang tidak
penting, gunakanlah waktu sebaik baik nya agar kehidupan menjadi teratur.
3
Perencanaan Waktu
Guru sebagai promotor dalam kegiatan belajar-mengajar harus mampu
mempertimbangkan waktu pembelajaran. Hal ini meliputi berapa banyak waktu yang
diperlukan untuk tatap muka di kelas dan waktu tambahan yang dibutuhkan siswa di
luar sekolah untuk mengerjakan berbagai tugas instruksional. Richard I. Arends (2007)
mengungkapkan bahwa di luar sekolah, sejumlah siswa ditemukan menggunakan
banyak proporsi waktu mereka bukan untuk kegiatan akademik melainkan untuk
aktifitas rumahan. Di kelas pun siswa sering berpacu dengan waktu untuk menyerap
pelajaran secepat mungkin. Padahal penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki
kelas dengan alokasi waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan tugas akademik bisa
meraih prestasi yang lebih baik dalam bidang matematika dan membaca.
Sabirin (2012) menjelaskan pada hakikatnya perencanaan pembelajaran adalah suatu
rangkaian proses kegiatan menyiapkan keputusan mengenai apa yang diharapkan
terjadi (waktu, peristiwa, keadaan, suasana, dan sebagainya) dan apa yang akan
dilakukan. Perencanaan pembelajaran yang melingkupi materi, strategi, dan waktu yang
diperkirakan sudah efisien mungkin akan menjadi di luar dugaan dalam proses belajar-
mengajar. Akibatnya kebanyakan guru mengejar target materi dengan menumpuk tugas
siswa atau kejar materi dengan mengajarkan sebanyak-banyaknya topik dalam sekali
pertemuan yang mengakibatkan siswa tidak memiliki waktu untuk memikirkan dan
mencoba mencerna pelajaran yang diberikan lebih mendalam. Resikonya siswa tidak
menguasai materi pelajaran dengan baik dan tidak sempat untuk mengerjakan tugas
yang diberikan dengan hasil maksimal, sehingga target pembelajaran untuk
memahamkan siswa dan menjadikan siswa cerdas tidak tercapai.
Di sekolah dasar di Amerika seorang guru harus menghadapi 20 hingga 25 siswa setiap
harinya terkait tugas wali kelas mengajari semua mata pelajaran. Di sekolah-sekolah
menengah guru bisa menghadapi beberapa kelas dengan jumlah siswa per kelasnya 20
sampai 25 orang dengan 50 menit pertemuan per hari, demikian yang diungkapkan John
W. Santrock (2004 : 449). Kondisi pembelajaran di Indonesia juga hampir sama dengan
kondisi di atas. Jika dibandingkan dengan siswa sekolah menengah, siswa sekolah dasar
memiliki lebih banyak waktu untuk dekat dengan gurunya dan membicarakan berbagai
permasalahan dalam pembelajaran, namun guru sekolah menengah yang hanya
bertemu dengan siswanya dua atau satu kali per minggu harus mengatur waktu dengan
efektif dan disiplin serta menyesuaikan materi pembelajaran dengan waktu yang
tersedia.
Abdullah Pandang (2013 : 2) berpendapat bahwa tidak ada satu cara yang paling efektif
untuk mengelola waktu terbaik dalam kegiatan belajar-mengajar. Yang paling baik
adalah guru ataupun siswa mencobakan dan menjadwalkan waktu sesuai pola kerja
sendiri hingga merasa nyaman pada pengelolaan waktu tersebut. Fisher (1980),
Rosenshine (1980), dan Stalling & Kaskowitz (1974) mengungkapkan sebagaimana yang
dikutip oleh Arends (2007), setidaknya seorang guru harus mempertimbangkan kategori
waktu instruksional di bawah ini:
4
1. Total time. Adalah jumlah waktu seharusnya yang dihabiskan siswa di sekolah. Di
kebanyakan negara, waktu ini biasanya berjumlah 180 hari per tahun dengan enam
hingga tujuh jam per hari.
2. Attended time. Adalah jumlah waktu siswa benar-benar hadir ke sekolahnya. Sakit,
izin, dan alasan ketidakhadiran lainnya mengurangi waktu total time hingga attended
time diperoleh.
3. Available time. Sebagian waktu di sekolah digunakan untuk makan siang, istirahat,
dan kegiatan ekstra kurikuler yang tidak memiliki tujuan akademis.
4. Planned academic time. Ketika guru membuat buku perencanaan pembelajaran,
mereka mengatur jumlah waktu tertentu untuk aktifitas dan subyek-subyek yang
berbeda, inilah apa yang disebut planned academic time.
5. Actual academic time. Adalah waktu yang sebenarnya dihabiskan guru unuk
aktifitas dan tugas-tugas akademis.
6. Engaged time or time on task. Merupakan jumlah waktu sebenarnya yang
dihabiskan siswa untuk sebuah aktifitas belajar dan mengerjakan tugas. Misalnya ketika
seorang guru memberikan durasi waktu untuk mendiskusikan sebuah materi pelajaran
Bahasa Inggris kepada siswanya. Siswa yang menghabiskan waktu yang dialokasikan
untuk mendiskusikan apa yang diminta disebut on-task, sedangkan siswa yang tidak
menghabiskan waktunya untuk ini, misalkan membicarakan hal lain selain Bahasa Inggris
dalam durasi waktu disebut off-task. Dalam hal ini guru harus mengupayakan
bagaimana semua siswa bisa sepenuhnya on-task dan belajar dalam durasi engaged
time.
7. Academic learning time. Merupakan jumlah waktu yang dihabiskan seorang siswa
untuk satu tugas akademik.
Dalam perencanaan pembelajaran seorang guru haruslah berpikir lebih keras bagaimana
upaya pengefeektifan waktu. Dalam planned academic time seorang guru mencoba
untuk menjumlahkan total waktu setelah dikurangi waktu-waktu non-akademik untuk
memperoleh total waktu terdekat yang sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk
sejumlah aktifitas akademik sehingga guru bisa membuat perencanaan matang dalam
membagi sub-bahasan setiap pertemuan dan memberikan tugas siswa.

5
Pengertan manajemen waktu menurut para ahli
A.
Menurut Atkinson Manajemen waktu didefinisikan sebagai suatu jenis ketrampilan
yang berkaitan dengan segala bentuk upaya dan tindakan seorang individu yang
dilakukan secara terencana agar individu tersebut dapat memanfaatkan waktunya
dengan sebaik baiknya.

Dan menurut Forsyth Manajemen waktu adalah cara bagaimana membuat waktu
menjadi terkendali sehingga menjamin terciptanya sebuah efektifitas dan efisiensi juga
produktifitas.
Akram (2010:19) mendefinisikan manajemen waktu adalah memanfaatkan waktu yang
anda miliki untuk melakukan hal-hal yang dianggap penting yang telah tercatat dalam
tabel kerja.
B. Berikut ini prinsip manajemen waktu
Untuk dapat mengatur atau me-manage waktu secara baik dan tepat diperlukan
pemahaman mengenai prinsip dasar manajemen waktu supaya dapat berhasil dan
memiliki daya guna, berikut di bawah ini yaitu prinsip dasar dari manajemen waktu yang
harus di perhatikan:
Sediakanlah waktu untuk perencanaan dan untuk menetapkan prioritas.Selesaikanlah
pekerjaan atau tugas yang memiliki prioritas yang tinggi secepat mungkin dan selesaikan
pekerjaan sebelum memulai pekerjaan yang lain.Dan prioritaskan kembali tugas yang
tersisa, berdasarkan informasi baru yang terkait.
C. Pentingnya manajemen waktu
Kenapa manajemen waktu sangatlah penting? karena waktu itu sangat berharga dan
watu yang berlalu tak dapat di ulang lagi, inilah alasannya:
Dapat membantu kita untuk bekerja secara lebih efektif dan efesien dengan skala
prioritas.Dapat menjauhkan kita dari depresi, stress karena dengan menerapkan
manajemen waktu kita dapat mengontrol setiap pekerjaan atau tugas dan tanggal
waktunya.Dan membuat kita lebih produktif.
D. Manfaat manajemen waktu
Sistem manajemen waktu yang sesuai dengan kebutuhan bisa membantu kita dalam
menyelesaikan tugas pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat. Apapun prioritasnya,
mempelajari bagaimana cara mengatur waktu akan membantu kita dalam mencapai
target atau tujuan yang sudah di tetapkan sebelumnya, inilah beberapa apa lasan
mengapa kita harus me-manage waktu:

6
Dapat membantu kita membuat prioritas. Seperti misalnya, manakah yang harus di
dahulukan membayar uang sekolah atau membeli handphone baru.Dapat mengurangi
kecenderungan untuk menunda-nunda tugas atau pekerjaan.
Dapat membantu menghindari tabrakan waktu atau bentrok. Seperti misalnya,
menghindari 2 (dua) kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan secara bersamaan. Dan
dapat membantu mengevaluasi perkembangan atau kemajuan kita dalam
menyelesaikan tugas atau perkerjaan.

Mengatur waktu belajar dengan baik


Cara mengatur waktu belajar secara efisien dan efektif
Buatlah jadwal belajar. Hal yang terpenting disini adalah penyusunan jadwal
belajar. Cobalah untuk membuat jadwal belajar dan sesuaikan dengan jumlah
pelajaran yang akan Anda pelajari, dengan begitu Anda akan dapat menyusun
jadwal belajar yang disesuaikan dengan waktu belajar Anda
Tetapkan waktu belajar Anda. Hal yang tak kalah penting adalah menentukan
waktu belajar. Cobalah untuk memilih waktu belajar yang sesuai dengan kriteria
belajar Anda. Jika Anda termasuk kriteria yang hanya bisa belajar jika pada
keadaan yang tenang, maka pilihlah waktu belajar yang di waktu tersebut Anda
bisa mendapatkan ketenangan. Seperti contohnya adalah waktu sebelum subuh,
di saat yang lain tidur, Anda bisa menyempatkan waktu untuk belajar
Tanyalah pada dirimu sendiri. Cobalah untuk bertanya pada diri Anda sendiri
tentang mana kira-kira pelajaran yang sukar dan mana yang merupakan pelajaran
yang mudah. Untuk pelajaran yang Anda anggap sukar lebih baik pelajari terlebih
dahulu dan buatlah porsi belajar yang lebih lama pada pelajaran yang Anda
anggap sukar agar Anda bisa memahami pelajaran tersebut
Ulangi pelajaran yang Anda dapat di kelas. Hal ini dilakukan agar pelajaran yang
Anda dapat tidak cepat hilang atau Anda lupakan
Jangan membuang-buang waktu luang. Manfaatkan waktu luang yang Anda miliki
dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah Anda sia-siakan.
Bagi siswa sendiri besar kemungkinan terjadi pembuangan waktu pada jam rumahan.
Setelah mereka kembali dari sekolah, waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk
mengulangi pelajaran berpeluang untuk hilang disebabkan aktifitas rumahan, seperti
bermain, membantu orang tua, dan sebagainya. Abdullah Pandang menyarankan guru
bersama orang tua untuk mengatur waktu belajar anak-anak dan siswa sebagai berikut.

7
1. Perencanaan. Penting dilakukan jika siswa dihadapkan pada tugas yang harus
diselesaikan pada waktu yang terbatas, seperti dalam membuat PR, mengarang,
membuat laporan, dan sebagainya.
2. Bimbing siswa/anak jika mereka dihadapkan pada tugas-tugas yang banyak
dan/atau sulit, usahakanlah membuat mereka memecah-mecah atau menguraikan
tugas-tugas menjadi sub-sub tugas yang lebih memungkinkan untuk dapat dikelola.
3. Bimbing siswa/anak untuk membuat waktu mereka seproduktif mungkin.
Berikan mereka waktu untuk bermain dan refreshing, namun arahkan semua proses
itu agar mereka bisa belajar lebih giat. Misalnya, memberi mereka reward untuk
bermain bersama teman setelah selesai belajar. Berikan anak-anak/siswa permainan
yang mengandung nilai pelajaran

Waktu dan Kecemasan


Wicaksono (2013 : 90) menyimpulkan bahwa kecemasan dalam belajar
merupakan bentuk perasaan seseorang baik berupa perasaan takut, tegang ataupun
cemas dalam menghadapi persoalan atau dalam melaksanakan pembelajaran
dengan berbagai bentuk gejala yang ditimbulkan. Orang-orang sering merasa
bertambah cemas apabila diminta melakukan sesuatu pada saat terdesak.
Pemberian tugas di saat-saat terakhir batas waktu pembelajaran akan membuat
seorang siswa mengerjakan tugas intruksionalnya secara asal-asalan. Betapa tidak,
siswa harus mengejar target untuk mengumpulkan tugas suatu mata pelajaran di
tanggal D. Tugas-tugas instruksional dari mata pelajaran lain secara mendesak juga
diminta untuk dikumpulkan di tanggal yang sama. Akibatnya siswa tidak bisa focus
untuk mengerjakan satu tugas secara maksimal. Siswa tersebut akhirnya merasa
cemas jika tugas-tugas yang diberikan tidak terselesaikan tepat pada waktunya.
Siswa akhirnya memilih untuk asal mengumpulkan tugas tepat pada waktunya
ketimbang menyelesaikan tugas dengan maksimal tetapi membutuhkan waktu yang
lebih lama dan potensi keterlambatan pengumpulan tugas lebih besar. Kasus tugas-
tugas mendesak seperti ini biasanya terjadi di akhir waktu periode pembelajaran
untuk memenuhi nilai tugas akhir. Kerugiannya siswa tidak bisa memaksimalkan
potensi yang dimilikinya walaupun ia sebetulnya bisa menghasilkan sebuah karya
yang lebih baik. Secara otomatis nilai siswa yang bersangkutan tidak akan lagi
maksimal seperti ketidakmaksimalan tugasnya. Tidak menutup kemungkinan prestasi
siswa tersebut bisa menurun. Pengaturan dalam pemberian tugas haruslah
direncanakan dengan baik oleh guru. Misalnya guru bisa memikirkan lebih awal jenis
tugas apa yang akan diberikan kepada siswa dan mengumumkannya lebih awal pula,
sehingga siswa memiliki waktu lebih banyak untuk menyelesaikannya.

8
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pengaturan waktu sangat penting karena kemampuan siswa berbeda-beda satu
sama lainnya. Dengan memberikan luang bagi mereka untuk leluasa mengeksplorasi
kemampuannya, maka siswa berkemampuan rendah akan dapat menyelesaikan
tugas dengan tenang sehingga hasilnya tidak akan terlalu mengecewakan.

Saran
Kita semua sebaiknya lebih sadar akan pentingnya waktu dan efisiensi waktu dalam
manajamen waktu dan juga penggunaannya dalam kehidupan sehari hari terntunya
waktu dalam pembelajaran. Guru juga sebaiknya lebih professional dalam membagi
waktu pembelajaran. Seharusnya kurikulum pembelajaran juga menyesuaikan
kepadatan materi pembelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia. Namun jika
seorang guru bijak dalam perencanaan pembelajaran maka ia bisa meminimalisir
keterdesakan waktu tersebut.
Daftar Pustaka

http://someonenotes.blogspot.co.id/2012/10/pentingnya-waktu-dalam-kehidupan.html
http://www.pengertianku.net/2015/05/pengertian-manajemen-waktu-dan-menurut-
para-ahli.html
http://irham93.blogspot.co.id/2013/08/cara-mengatur-waktu-belajar-secara.html

9
RELASI INTENSITAS PEMAKAIAN INTERNET DENGAN
PRESTASI BELAJAR SISWA
ANASTASSYA GUSTIRANI

XI MIPA 6
SMAN 39 JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat,
rahmat, dan karunia-Nya lah makalah ini dapat diselesaikan. Penulis mengucapkan
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
segi apapun dalam proses pengerjaan makalah ini.

Makalah ini disusun sehubungan dengan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
yang membahas tantang Karya Tulis Ilmiah, selain itu makalah ini juga merupakan tahap
penyelesaian hasil pengamatan penulis mengenai tema makalah ini. Penulis merasa
internet merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari pelajar pada era ini, oleh karena
itu penulis mengangkat tema ini untuk menjadi bahan pengamatan makalah ini.

Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca serta dapat
menambahkan minat baca para pembaca. Penulis juga berharap makalah ini mendapat
respons yang baik dari para pembaca.

Tidak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan makalah ini yang penulis
Yakini masih sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis menerima segala
bentuk kritik dan saran yang membangun dari segala pihak mengenai makalah ini. Akhir
kata penulis ucapkan terimakasih.

Jakarta, Juni 2017,

Penyusun,
Anastassya Gustirani

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Di era globalisasi seperti pada saat ini, internet merupakan kebutuhan sehari-hari bagi
setiap kalangan baik itu tua, muda, maupun anak-anak. Pada makalah ini saya akan fokus
membahas mengenai dampak penggunaan internet bagi pelajar.

Pada masa ini tidak lengkap rasanya bila harus belajar tanpa menggunakan internet,
karena informasi mengenai pelajaran siswa semuanya dapat diakses secara mudah dan
gratis di internet. Disaat mendapatkan soal yang rumit, pelajar masa kini sudah tidak
ambil pusing lagi untuk membaca beratus-ratus halaman dari buku referensi, melainkan
mereka akan langsung membuka gadgetnya dan mengetik soal rumitnya di gadget
mereka. Dalam seketika jawabannya akan muncul.

Tentu saja internet memiliki pengaruh buruk dan baiknya masing-masing dalam
proses pembelajaran. Namun jika dipikir-pikir kembali, apakah pengaruh buruk dan baik
yang muncul itu memiliki relasi dengan intensitas penggunaan internet para pelajar? Oleh
karena itu saya akan membahas hal yang mengenai hal tersebut dalam makalah ini dan
mencari tahu adakah korelasi diantara dua hal tersebut?

B. RUMUSAN MASALAH
1. Adakah relasi antara intensitas penggunaan internet dengan prestasi belajar
siswa?
2. Apa pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan internet terhadap para siswa?
3. Bagaimana internet mempengaruhi prestasi siswa?
4. Sejauh mana internet mempengaruhi prestasi belajar siswa?
5. Mengapa siswa menggunakan internet untuk membantu proses belajarnya?

C. PEMBATASAN MASALAH

1. Adakah relasi antara intensitas penggunaan internet dengan prestasi belajar


siswa?
2. Apa pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan internet terhadap para siswa?

D. TUJUAN

1. Mengetahui relasi antara intensitas penggunaan internet dengan prestasi belajar


siswa.
2. Mengetahui pengaruh yang dapat ditimbulkan daripada internet terhadap prestasi
siswa.
3. Mengetahui sejauh mana penggunaan internet para siswa.

E. METODE PENELITIAN

1. Melihat referensi dari internet.


2. Mengamati keadaan lingkungan.
3. Penyebaran angket untuk koresponden usia 15-17 tahun
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN INTERNET
Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan
komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission
Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket
(packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh
dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan
rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking ("antarjaringan").

B. SEJARAH INTERNET

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen


Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut
ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka
mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang
berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga
melalui saluran telepon.

Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar


informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan
menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat
sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di
daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk
menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah
dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford


Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana
mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum
ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini
berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin
bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan
militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti,
universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama
DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

C. INTERNET DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Seperti yang kita ketahui bahwa internet adalah singkatan dari *Inter Connected
Network* yang banyak digunakan sebagai alat untuk mencari
informasi,berkomunikasi, dan untuk jejaring sosial. Tetapi bukan berarti internet
tidak memiliki manfaat di dalam dunia pendidikan. Jika dikaji, sangatlah banyak
maanfaat internet dalam dunia pendidikan, antara lain :
1. Mencari informasi.
Dengan internet kita dapat mencari informasi tentang berbagai hal didunia
pendidikan,seperti perubahan kurikulum disetiap tahunnya,berbagai contoh
dan cara mengerjakan soal ulangan maupun UN untuk semua bidang studi.
2. Berkomunikasi / Jejaring sosial.
Kita dapat berkomunikasi dengan orang di berbagai pelosok dunia,melalui
jejaring social seperti:E-mail,facebook,twitter,dan lain-lain.
3. Sebagai sarana pembelajaran
Melalui internet kita dapat belajar berbagai hal mulai dari materi yang
dipelajari saat ini disekolah,yang telah berlalu,dan yang belum dipelajari
4. Sebagai sarana untuk mencari Beasiswa baik diluar maupun didalam
Sekolah.
Dengan internet kita dapat mendapatkan informasi tentang Beasiswa yang
dikeluarkan oleh Pemerintah disetiap tahun/semester, baik itu diluar
sekolah maupun didalam sekolah.
5. Internet sebagai sarana pendidikan jarak jauh.
Pendidkan jarak jauh artinya kita tidak harus selalu berada disatu tempat
untuk menyelenggarakan pendidikan. Dengan internet kita dapat mengakses
situs Web selama 24 jam sehari, tak peduli dimana pun kita berada.

D. HASIL PENGAMATAN

Berdasarkan hasil pengamatan penulis terhadap siswa di berbagai sekolah yang


penulis bagi secara acak kepada siswa SMA sederajat berumur 15-17 tahun, dapat
disimpulkan bahwa internet berpengaruh besar terhadap prestasi belajar siswa, hasil
pengamatan sebagai berikut:
1. Seluruh koresponden/ penerima angket mengaku menggunakan internet dan
media sosial setiap hari.
2. 12 dari 20 koresponden mengaku memiliki sosial media >5
3. Seluruh koresponden mengaku bahwa sosial media dan internet sangat berguna
dalam proses belajar mengajar.
4. Seluruh koresponden mengaku bahwa sosial media dan internet mempengaruhi
prestasi belajar mereka rata-rata sebesar 60%
5. 15 dari 20 koresponden mengaku bahwa sosial media dan internet dapat
meningkatkan prestasinya 5 lainnya mengaku sosial media dan internet tidak
dapat membantu meningkatkan prestasinya.
6. 10 dari 20 koresponden mengaku media sosial dan internet tidak meningkatkan
minat belajar dan 10 lainnya mengaku media sosial dan internet dapat
meningkatkan minat belajar.
7. Rata-rata intensitas penggunaan internet seluruh koresponden adalah 80% atau
dapat disebut sering.

BAB III
PENUTUPAN

A. KESIMPULAN
Berdasarkan data yang didapat dari hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan:
1. Terdapat relasi antara intensitas penggunaan internet dengan prestasi belajar
siswa.
2. Terdapat relasi antara penggunaan internet dan sosial media dengan prestasi
belajar yang diraih siswa.
3. Sosial media dan internet sangat berguna bagi siswa dan pelajar.
4. Intensitas penggunaan internet pada siswa rata-rata 80%, hal tersebut
mengindikasikan bahwa siswa sering menggunakan internet dalam kehidupannya.

B. SARAN

1. Siswa sebaiknya menggunakan internet dengan lebih bijak.


2. Siswa sehendaknya membatasi waktu penggunaan internet.
3. Siswa sehendaknya dapat mengatur waktu antara penggunaan internet dengan
belajar.
4. Siswa sehendaknya mengatur waktu dalam penggunaan sosial media.
5. Siswa sehendaknya menggunakan sosial media dan internet sesuai dengan
kebutuhannya masing-masing dan tidak secara berlebihan.

DAFTAR PUSTAKA

- Koresponden
- Buku catatan pribadi
- https://id.wikipedia.org/wiki/Internet
- https://winniwidyaputri.wordpress.com/2013/02/26/contoh-karya-tulis-
sederhana-pendidikan-karakter/
- http://cerdassmpduta.blogspot.co.id/2015/02/contoh-karya-ilmiah-
sederhana.html
- https://docs.google.com/document/d/12iDWyQRDIgnGL3nV1e8fODg3f2hs3vVibB
goZ28ZBhQ/edit?pli=1
- http://kartiniix2.blogspot.co.id/2013/03/manfaat-internet-dalam-dunia-
pendidikan.html
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PENGARUHNYA BAGI REMAJA

oleh
KEVIN PANDAPOTAN BINTANG PANJAITAN
XI MIPA 6 / 17
SMAN 39 JAKARTA
KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa
yang telah memberkati saya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik walaupun
jauh dari kesempurnaan.dimana tugas ini disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas
mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dengan terselesainya makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing penulis dalam
proses pembelajaran.
2. Kepada teman-teman yang telah memberikan bantuan dalam proses pencarian bahan
unruk pembuatan makalah yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Saya mengakui bahwa saya adalah manusia biasa yang mempunyai kekurangan dan
kelebihan dalam berbagai hal. Saya merasa masih banyak kekurangan dari makalah saya ini.
Karena tidak semua hal yang dapat saya deskripsikan dengan sempurna dalam makalah ini.
Saya telah melakukannya dengan semaksimal mungkin dengan kemampuan yang saya miliki.
Mungkin ini yang dapat saya selesaikan. Apabila ada kritik dan saran dari pembaca,
saya bersedia menerima semua kritik dan saran tersebut. Karena kritik dan saran ini sebagai
batu loncatan yang dapat memperbaiki makalah saya dimasa mendatang.sehingga saya akan
berusaha untuk menyelesaikan makalah dengan lebih baik lagi. Dengan menyelesaikan
makalah ini saya mendapatkan banyak manfaat yang membangun semangat saya sehingga
saya bisa mengerti tentang pembelajaran ini dan juga banyak yang dapat saya petik dan
diambil dari makalah ini.

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.2
DAFTAR ISI 3

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Identifikasi Masalah 4
1.3 Perumusan Masalah4

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Teknologi Informasi 5
2.2 Peranan Teknologi Informasi.5
2.3 Kehadiran Teknologi Internet7
2.4 Kemajuan Teknologi dan Pengaruh Pada Kehidupan Remaja..............................8
2.5 Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Teknologi.12
2.6 Solusi15

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan.16
3.2. Saran...16

DAFTAR PUSTAKA 17
BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan,
akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan
dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.Teknologi ini
menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan,
dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan
informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan
rohani. Penerapan teknologi informasi telah begitu pesat. Banyak hal yang menguntungkan
pengguna namun juga sering membawa dampak tidak menyenangkan.Sopan santun
berkomunikasi melalui teknologi seperti telepon seluler (ponsel), dan email cenderung
terabaikan. Penggunaan teknologi sering tidak memperhatikan etika berkomunikasi.

1.1.1. Pengaruh Teknologi di Kalangan Remaja


1.1.2. Manfaat Teknologi Bagi Remaja
1.1.3. Manfaat Teknologi Bagi Kehidupan Kita

1.2. Identifikasi Masalah


1.2.1 Pengaruh Teknologi Bagi Remaja
1.2.2 Manfaat Orang Tua Terhadap Teknologi
1.2.3 Menciptakan Remaja yang Aktif Dalam Teknologi

1.3 Perumusan Masalah


1.3.1 Bagaimana perkembangan, pengaruh/ dampak serta cara penanggulangan Teknologi
Informasi di era Globalisasi ini
1.3.2 Manfaat Perkembangan Teknologi di era Globalisasi
1.3.3 Menciptakan Teknologi Maju di Masa Mendatang

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Teknologi Informasi


Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi.
Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses
penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi
tersebut akan:
a. Lebih cepat
b. Lebih luas sebarannya, dan
c. Lebih lama penyimpanannya

Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah
teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh
orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar
saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja.
Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan
dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak
tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan
terdegradasi bahkan hilang sama sekali.

Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan


gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan
kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama.Beberapa gambar
peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat
(mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi


yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa
dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti
dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi.
Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih
cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

2.2 Peran Teknologi Informasi


Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan
telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi
ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan
dalam bidang-bidang antara lain :

1. Bidang pendidikan (e-education)


Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan
jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti
yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi. Dari ramalan dan pandangan para
cendikiawan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh
globalisasi,pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam
, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja dan saat itu juga kompetitif.

Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:


a. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning).
Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan
sebagai strategi utama.
b. Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan
c. Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi
menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.
d. Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia,dalam
pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka


pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan
media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan gurunya, melihat nilai
mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas
tugas yang diberikan guru dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.Faktor
utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya
interaksi antara guru dan mahasiswanya.

Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan


interaksi antara guru dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam
bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan
real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan
mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi
guru dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%.

Bentuk-bentuk materi, ujian,kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga


diimplementasikan ke dalam web, seperti materi guru dibuat dalam bentuk presentasi di
web dan dapat di download oleh siswa.Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh
guru dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administrasi juga dapat
diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode
pembayaran online.

2. Dalam Bidang Pemerintahan (e-government).


E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh
pemerintahan,seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan
menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu
proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan
internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah
penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah
dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan
bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G
(Government to Government).

Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:


1. Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam
sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat
dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
2. Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.Adanya
keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih
baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
3. Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya
informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya.
Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid,
passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh
orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.
4. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan
dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video confere

Didalam Suatu Perusahaan Kepuasan Pelanggan itu Sangalah Penting, kepuasan


pelanggan merupakan strategi jangka panjang sebuah perusahaan yang membutuhkan
konsumen baik dari segi dana maupun sumber daya manusia. Kepuasan merupakan tingkat
perasaan konsumen yang diperoleh setelah konsumen melakukan atau menikmati sesuatu.
Teori kepuasan menyatakan bahwa bila konsumen puas terhadap produk atau jasa maka
akan memberikan rekomendasi pada orang lain dan merasa bangga akan produk atau jasa
tersebut.

2.3 Kehadiran Teknologi Internet


Kehadiran teknologi internet yang semakin canggih telah merubah gaya hidup
manusia dan tuntutan pada kompetensi manusia. Kini kehidupan manusia semakin
tergantung pada komputer. Hal-hal berikut menggambarkan besarnya keterlibatan
teknologi informasi dalam kehidupan manusia.

Manfaat TIK dalam bidang sosial antara lain :


1. Sebagai sumber informasi dan sarana belajar dari masyarakat.
2. Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat
3. Meningkatkan informasi kesehatan. Untuk melihat peluang yang lebih luas untuk
memasarkan produk setempat.
4. Mengembangkan perdagangan melalui e-commerce

Pemanfaatan teknologi informasi pun dimulai pada saat teknologi informasi dianggap
sebagai media yang dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional,
misalkan saja pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tipe-x, dan lain sebagainya yang
cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat hasil ketikan
di layar monitor sebelum dicetak (paperless) sehingga lebih effisien dalam waktu dan tempat
penyimpanan file.
Setelah dirasakan bahwa teknologi Informasi dapat menggantikan cara konventional,
orang mulai melihat kelebihan lainnnya, seperti menggantikan sarana pengiriman surat
dengan surat eletronik (e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting,
mendengarkan musik, dan sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah mulai
menginvestasikan kepada perangkat komputer. Dari manfaat yang didapatkan, teknologi
informasi mulai digunakan dan diterapkan untuk membantu operasional dalam proses
bisnis.

2.4 Kemajuan Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Remaja


Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.
Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalammelakukan aktifitas
manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudahmenikmati banyak manfaat yang
dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkandalam dekade terakhir ini. Namun
demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain
juga juga memungkinkan digunakanuntuk hal negatif.

Perkembangan teknologi di era sekarang ini sangat pesat. Berbagai kemajuan


teknologi dapat kita peroleh dengan mudahnya. Seiring dengan perkembangan zaman dan
pesatnya perkembangan teknologi itu komunikasi antar manusia dapat dilakukan dengan
berbagai alat atau sarana, salah satunya alat komunikasi yang banyak digunakan saat ini
adalah internet, handphone, facebook, twitter dan lain-lain.

Memang sangat bagus bagi para remaja, karena bisa menambah wawasan, di
internet, kita dapat dengan mudah menemukan informasi-informasi yang penting diketahui
oleh pembaca. Inilah yang menyajikan kepada kita kekuatan daya imajinasi dan teknologi
komunikasi yang memungkinkan tersebarnya informasi dalam kualitas yang hampir
sempurna dalam waktu yang sangat cepat.
Twitter dan facebook juga tidak kalah saingnya dengan internet, karena di twitter dan
facebook para siswa bisa bergaul dengan orang lain, meskipun mereka tidak tahu siapa yang
diajak berkenalan, karena itu hanya terjadi didunia maya. Twitter dan facebook sudah
menjadi trend dikalangan remaja, tidak hanya dikalangan siswa saja yang mempunyai
facebook dan twitter, anak-anak dan orang tuapun mempunyai twitter dan facebook. Terlalu
banyaknya peminat atau pengguna facebook dan twitter, banyak sekali orang-orang yang
membuka warnet, tetapi tidak hanya lewat warnet saja, kitapun dengan mudah bisa
membuka twitter dan facebook di handphone.

Dan terlalu banyaknya pengguna twitter dan facebook, para siswa sekarang jarang
sekali yang membuka internet, padahal di internet kita bisa banyak menemui informasi-
informasi yang penting dan bermakna yang belum pernah kita ketahui, diantaranya
informasi di bidang pendidikan yang memuat tentang pelajaran-pelajaran sehari-hari
disekolah,misalnya tentang rumus-rumus matematika, fisika dan kimia dan juga latihan soal-
soal.

Karena banyak sekali para siswa pengguna jaringan teknologi informasi (internet).
Tidak mengakses suatu hal yang sewajarnya, mereka telah memanfaatkan dengan menyalah
gunakan kecanggihan teknologi dengan mengakses galeri-galeri yang bernuansa pornografi,
yang semuanya itu sangat tidak wajar bagi para pengguna khususnya para siswauntuk
memanfaatkan dengan menyaksikan tayangan-tayangan budaya asing yang tidak normatif.
Membuka situs-situs video porno, gambar porno tidak sesuai dengan hal yang dibutuhkan
dibidang pendidikan.

Padahal hal seperti ini bisa membahayakan seorang pelajar, karena diantara mereka
ada yang mencoba melakukan hubungan seks tanpa ada ikatan pernikahan dan juga
hubungan seks bisa juga menimbulkan penyakit seperti HIV atau AIDS. Karena kita tidak
tahu, pasangan yang diajak hubungan seks mempunyai penyakit yang mematikan itu apa
tidak. Hal ini membuat para orang tua dan guru prihatin sekaligus khawatir akan
perkembangan moral mereka.

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian
jati diri itu remaja tersebut melalui jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja
gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah.
Memang kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.
Berbagi informasi yang terjadi diberbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita
ketahui berkat kemajuan teknologi ( Globalisasi ).

Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal
yang tak dapat kita hindari, dikarenakan saat ini dapat kita lihat betapa kemajuan teknologi
yang telah mempengaruhi gaya hidup dan pola piker masyarakat, terutama di kalangan
remaja. Memang pengaruh kemajuan teknologi zaman dahulu dan di zaman sekarang
berbeda, di zaman dahulu teknologi belum secanngih di era zaman sekarang.

Semakin canggihnya dunia teknologi, semakin canggih pula cara orang


menyampaikan informasi. Dengan semaraknya media informasi seperti sekarang ini, di satu
sisi memberikan kita dampak yang positif, tapi di sisi lain jusru menjadi bumerang bagi
keberlangsungan hidup para generasi muda Islam terutama para remaja muslimah.

Dengan adanya informasi yang semakin mudah didapatkan, membuat mudah pula
kita mengetahui kejadian yang sangat jauh dari kehidupan kita. Untuk mengetahui keadaan
Amerika hari ini, tidak usah pergi ke Amerika, atau menelpon George W Bush atau pusat
informasi di Amerika, tapi dengan berbaring di atas kasur dalam kamar, sambil memegang
remote control televisi, maka kita sudah tahu kejadian hari ini di Amerika. Itulah salah satu
bukti canggihnya teknologi masa kini.

Tapi, maraknya kekerasan, pelecehan, hilangnya tata krama, berubah drastisnya


budaya, lunturnya norma agama dan tindakan-tindakan negatif lainnya, juga tidak lepas dari
peran media yang hanya mencari keuntungan, tanpa memikirkan bagaimana generasi muda.
Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Berbagai
informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita ketahui berkat
kemajuan teknologi (globalisasi).

Kalau dahulu kita mengenal kata pepatah dunia tak selebar daun kelor, sekarang
pepatah itu selayaknya berganti; "dunia saat ini selebar daun kelor", karena cepatnya akses
informasi di berbagai belahan dunia membuat dunia ini seolah semakin sempit dikarenakan
kita dapat melihat apa yang terjadi di Amerika meskipun kita berada di Indonesia Tentu
kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat
manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya.

Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi
nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat
ketimuran seperti Indonesia. Ketika memutuskan untuk memberikan HP kepada anak,
alangkah baiknya orang tua juga mengawasi dan mengarahkan anak agar anak tidak lepas
kontrol dalam menggunakan HP. Tidak ada salahnya sewaktu-waktu kita memeriksa HP anak
untuk mengetahui isi yang ada di dalamnya dengan meminta ijin anak terlebih dahulu.

Karena dengan meminta ijin, anak akan merasa dihargai dan itu memberikan
pengaruh yang besar terhadap pribadinya dan juga membentuk kesan positif dalam diri
mereka tentang pribadi kita sebagai orang tua. Ketika kita dapati mungkin ada video porno
di HP anak, jangan langsung bersikap menghakimi dan menghukum layaknya seorang polisi,
akan tetapi alangkah baiknya kita tanyakan kepada anak darimana dia mendapat video itu
dan untuk apa dia menyimpannya. Apapun jawaban anak, orang tua tidak boleh bersikap
menghakimi dan menyalahkan anak, apalagi memarahi anak dan berlaku ringan tangan.

Akan tetapi kita ajak anak berdiskusi/sharing mengenai hal tersebut, apa hal itu
bermanfaat dan apa dampaknya bagi anak, dan jangan lupa, ketika berdiskusi, kita juga harus
mendengarkan pendapat anak dan memberikan pengarahan yang tepat. Karena apapun
alasannya, kekerasan tidak menyelesaikan masalah, sekali kita berlaku kasar apalagi main
tangan terhadap anak kita, sesungguhnya kita telah menorehkan luka dihatinya, yang sampai
kapanpun luka itu tidak akan pernah sembuh dan akan terus membekas di sanubarinya.

Selain HP, kemajuan teknologi juga di tandai dengan masuknya akses internet,
internet saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Lewat
internet, mereka bisa mengakses segala informasi dari seluruh dunia. Tentu tak semua
informasi yang disajikan adalah informasi yang layak di akses oleh remaja. Karena terkadang
lewat internet mereka dapat dengan bebas menyaksikan segala hal yang berbau pornografi
dan pornoaksi yang memang dapat di akses dengan mudah di dunia maya (internet).

Hal ini tentu menimbulkan efek yang kurang baik bagi perkembangan kepribadian
remaja. Dari yang semula mereka merasa tabu tentang seks, sampai akhirnya mereka
melihat seksualitas yang di obral di internet tanpa pengarahan serta bimbingan yang tepat
dan mereka merasa penasaran bahkan mencobanya. Karena itu, tak heran jika saat ini
pergaulan remaja menjadi sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat terutama
para orang tua.

Teknologi dapat memberi efek ketergantungan seperti pada media komputer yang
memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh
penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya seakan-akan menemukan
dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa
menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain games yang ada.

Ketergantungan dapat ditanggulangi atau diminimalisasikan dengan adanya bantuan


dari lingkungan dan orang-orang sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict
tersebut dengan menawarkan kegiatan lain yang lebih menarik dari pada yang ditawarkan
oleh komputer. Serta memberikan motivasi untuk memperbanyak kegiatan di luar rumah
(menyibukkan diri) seperti olahraga, traveling, bersosialisasi dengan teman, maka akan lebih
sedikit waktu yang dihabiskan di depan komputer.
Kemajuan teknologi berdampak pada kemudahan akses terhadap setiap teknologi
sepeti ponsel, komputer, tablet, atau pun laptop. Permasalahannya, ketika anak kecil mulai
kecanduan internet hal itu memberikan pengaruh terhadap perkembangan mental dan
psikologisnya. Para peneliti sejak lama mengamati hal ini. Sekian lama mengkaji dan
menelaah dampak internet pada anak, mereka memutuskan untuk memasukan kecanduan
internet pada anak tergolong pada gangguan mental.

Hal itu juga termasuk pada mereka yang kecanduan ponsel pintar, atau komputer
rumahan sekalipun. Peneliti Australia yang tergabung dalam Masyarakat Psikologis Australia
(PSA) telah menyampaikan usulannya itu kepada masyarakat internasional. Ketika itu
diterima, maka akan dilakukan studi lanjutan guna memastikan kelayakan usulan tersebut.
Peneliti Universitas Teknologi Swinburne, Mike Kyrios mengatakan studi lanjutan akan
dilaksanakan dengan harapan para profesional kesehatan dapat mendiagnosa anak-anak
terkait prilaku adiktif sebagai dampak dari penggunaan teknologi secara berlebihan. Mereka,
nantinya akan memberikan solusi penyembuhan ketergantungan tersebut.

Secara umum, penggunaan teknologi berlebihan dapat menjadi masalah potensial,


Psikolog Emil Hodzic menyambut baik niatan itu sebab terdapat banyak permintaan orang
tua terkait masalah kecanduan teknologi. Jika anak mulai frustrasi hal tersebut berbahaya.
Dimana biasanya tanda khas dari kecanduan adalah adanya gejala penarikan diri. Ia
mengungkapkan sebanyak 70 persen kliennya adalah anak-anak dan remaja. Mereka yang
datang kebanyakan mengaku kesulitan untuk tidak mengakses internet.

Sementara itu, Psikiater Rhoshel Lenroot cukup berhati-hati dengan usulan tersebut.
Sebab, inti permasalahan yang ada adalah tidak adanya ketidakseimbangan. "(Sebenarnya)
tidak ada yang salah dengan teknologi," ujarnya.

Berikut adalah gejala kecanduan teknologi :


1. Lupa waktu atau mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu
lama.
2. Menarik diri seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses.
3. Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan lebih banyak untuk dimiliki
memiliki derajat kepuasan yang sama.
4. Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan
kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan internet yang berkepanjangan.

5. Kurang perhatian, gangguan hiperaktif, depresi, kecemasan, rendah kepercayaan diri,


impulsif, tak tahu malu, dan cenderung mau bunuh diri.
Menurut para ahli psikologi masa remaja merupakan masa yang paling rentan dalam
perkembangan kejiwaan anak. Pada usia remaja ini, anak telah meninggalkan usia kanak-
kanak dimana mereka tidak dapat disebut lagi sebagai anak kecil, tapi juga belum bisa di
terima dalam kelompok orang dewasa. Pada masa ini anak telah mulai mencari-cari siapa
dirinya sebenarnya (looking for identity/Identity formation), berusaha untuk menemukan
kelompok atau teman-teman yang mau mengakui kemampuan dan menghargai dirinya dan
telah mulai memiliki minat terhadap lawan jenis (minat seksual).

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian
jati diri itu remaja tersebut melalui jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja
gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah,
bagaikan kapal yang kehilangan kompas, dan itu akan berdampak tidak baik terhadap
perkembangan kepribadiannya dimasa yang akan datang. Itulah kenapa, masa remaja adalah
masa yang paling rawan terhadap pengaruh yang datang dari luar. Baik pengaruh positif
ataupun pengaruh negatif, disinilah peran sebagai orang tua di butuhkan untuk dapat
membimbing dan mengarahkan anak remaja agar tidak kehilangan kontrol dirinya (self
control).

2.5 Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Teknologi Bagi Remaja

A. Pengaruh kemajuan teknologi bagi remaja dalam dampak positif.


Perkembangan teknologi di era sekarang ini sangat pesat. Berbagai kemajuan
teknologi dapat kita peroleh dengan mudahnya. Seiring dengan perkembangan zaman dan
pesatnya perkembangan teknologi itu komunikasi antar manusia dapat dilakukan dengan
berbagai alat atau sarana, salah satunya alat komunikasi yang banyak digunakan saat ini
adalah internet, handphone, facebook, twitter dan lain-lain.
Memang sangat bagus bagi para remaja, karena bisa menambah wawasan, di
internet, kita dapat dengan mudah menemukan informasi-informasi yang penting diketahui
oleh pembaca. Inilah yang menyajikan kepada kita kekuatan daya imajinasi dan teknologi
komunikasi yang memungkinkan tersebarnya informasi dalam kualitas yang hampir
sempurna dalam waktu yang sangat cepat.

Twitter dan facebook juga tidak kalah saingnya dengan internet, karena di twitter dan
facebook para remaja bisa bergaul dengan orang lain, meskipun mereka tidak tahu siapa
yang diajak berkenalan, karena itu hanya terjadi didunia maya. Twitter dan facebook sudah
menjadi trend dikalangan remaja, tidak hanya dikalangan remaja saja yang mempunyai
facebook dan twitter, anak-anak dan orang tuapun mempunyai twitter dan facebook.
Terlalu banyaknya peminat atau pengguna facebook dan twitter, banyak sekali orang-
orang yang membuka warnet, tetapi tidak hanya lewat warnet saja, kitapun dengan mudah
bisa membuka twitter dan facebook di handphone. Dan terlalu banyaknya pengguna twitter
dan facebook, para remaja sekarang jarang sekali yang membuka internet, padahal di
internet kita bisa banyak menemui informasi-informasi yang penting dan bermakna yang
belum pernah kita ketahui, diantaranya informasi di bidang pendidikan yang memuat
tentang pelajaran-pelajaran sehari-hari disekolah,misalnya tentang rumus-rumus
matematika, fisika dan kimia dan juga latihan soal-soal.

Karena banyak sekali para remaja pengguna jaringan teknologi informasi (internet).
Tidak mengakses suatu hal yang sewajarnya, mereka telah memanfaatkan dengan menyalah
gunakan kecanggihan teknologi dengan mengakses galeri-galeri yang bernuansa pornografi,
yang semuanya itu sangat tidak wajar bagi para pengguna khususnya para remaja untuk
memanfaatkan dengan menyaksikan tayangan-tayangan budaya asing yang tidak normatif.
Membuka situs-situs video porno, gambar porno tidak sesuai dengan hal yang dibutuhkan
dibidang pendidikan.
Padahal hal seperti ini bisa membahayakan seorang pelajar, karena diantara mereka
ada yang mencoba melakukan hubungan seks tanpa ada ikatan pernikahan dan juga
hubungan seks bisa juga menimbulkan penyakit seperti HIV atau Aids. Karena kita tidak tahu,
pasangan yang diajak hubungan seks mempunyai penyakit yang mematikan itu apa tidak.
Hal ini membuat para orang tua dan guru prihatin sekaligus khawatir akan perkembangan
moral mereka.

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian
jati diri itu remaja tersebut melalui jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja
gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah.
Memang kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.
Berbagi informasi yang terjadi diberbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita
ketahui berkat kemajuan teknologi (Globalisasi).

Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal
yang tak dapat kita hindari, dikarenakan saat ini dapat kita lihat betapa kemajuan teknologi
yang telah mempengaruhi gaya hidup dan pola piker masyarakat, terutama di kalangan
remaja. Memang pengaruh kemajuan teknologi zaman dahulu dan di zaman sekarang
berbeda, di zaman dahulu teknologi belum secanngih di era zaman sekarang.

Internet membuat pola pikir anak menjadi lebih terbuka dan bisa menumbuhkan
daya kreativitas anak. Dengan banyak duduk di depan komputer untuk mengakses internet,
maka anak akan memiliki koordinasi yang baik antara mata, otak, dan tangan. Internet juga
bisa memberikan dampak yang positif bagi anak dalam memecahkan masalah yang sedang
mereka hadapi.

Dengan sering berhubungan dengan dunia internet, membuat anak menjadi lebih
bisa berfikir kritis dan berkonsentrasi pada suatu hal Internet bisa mengasah kemampuan
anak dalam bidang verbal dan non verbal. Cara berfikir logis juga bisa ditumbuhkan melalui
internet. Kemampuan kognitif memori anak bisa berkembang dengan pesat bila anak sering
mengakses internet.

B. Pengaruh kemajuan teknologi bagi remaja dalam dampak negatif.


Teknologi informasi dan komunikasi sudah ada sejak zaman modern. Teknologi
trsebut biasa dikenal dengan komputer, internet dan lain-lain. Komputer sejak dulu sudah
sering digunakan di semua kalangan, di kalangan pelajar sekarang juga sudah banyak yang
menggunakan komputer untuk pelajaran. Dan alat canggih tersebut juga sudah sangat
bermanfaat bagi orang-orang yang pekerjaaannya bersangkut paut dengan alat tersebut.
Apa lagi sekarang juga sudah ada alat komputer yang lebih praktis di bawa kemana-kemana
yaitu laptop.

Laptop tidak hanya digunakan orang-orang penting saja, pelajar pun mamakai laptop
untuk proses belajar menagajar. Di samping komputer yang begitu sangat bermanfaat itu,
sekarang juga sudah ada internet. Internet adalah sebuah jaringan komputer yang digunakan
untuk mencari sebuah informasi yang ingin kita ketahui. Di dalam internet kita bias surfing
mengenai beberapa hal, misalnya sebagai inspirasi untuk belajar mengenai pelajaran, dan
masih banyak lagi yg bias kita lakukan.

Di jaringan internet kita juga bias mendunia, misalnya ingin mengetahui mengenai
Negara lain atau informasi-informasi mengenai Negara tersebut. Imternet sangat
bermanfaat apabila kita bias menggunakannya. Tetapi ada juga yang salah
menggunakannya, misalnya untuk membuka situs-situs yang berbau pornografi. Itu salah
besar.

Biasanya hal tersebut di lakukan para remaja zaman sekarang. Sebaiknya sebagai
remaja/pelajar yang mengaku berpendidikan, tidak membuka situs-situs yang berbau
tersebut. Itu akan sangat meruusak otak kita dan akan mencemari otak kita. Dan akan lebih
baik jika kita membuka situs-situs pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kita. Apa lagi bagi
anak-anak kelas XII ( dua belas ) yang akan menghadapi ujian, mereka bias membuka contoh-
contoh latihan soal untuk ujian.

Selain itu, di internet juga kita bias mengenal dunia maya, banyak jejaring sosial yang
bias kita gunakan yaitu facebook, twitter, plurk, chip dan masih banyak lagi. Jejaring sosial
itu sudah banyak digunakan semua orang. Disitu juga dampak positif dan negatifnya.
Bebarapa dampak positif dari jejaring sosial, kita bisa menjumpai teman-teman yang
mungkin kita sudah lama kita tidak berjumpa dengan dia, mencari teman baru yang belum
kita kenal dan masih banyak lagi manfaatnya.

Ada juga para remaja yang salah menggunakannya yaitu untuk ajang berpacaran,
bertemu dengan belum kita kenal sepenuhnya, dan akhirnya menjadi berdampak buruk bagi
mereka. Banyak juga yang melakukan tindakan kriminal di jejaring sosial. Sebenarnya,
pengaruh kemajuan teknologi sangat bermanfaat bagi remaja. Tetapi masih banyak dampak
negatif yang bisa kita temui, banyak yang terlalu asyik bermain internet ( jejaring sosial )
mereka sampai lupa waktu dan lupa apa yang harus dia kerjakan/kewajiban dia.

Para remaja yang membuka situs-situs ponografi juga banyak yang meniru perbuatan
yang tidak baik tersebut dan akhirnya menjadikan pergaulan bebas bagi mereka. Masih
banyak lagi dampak negatifnya apabila kita salah menggunakannya. Beberapa hal yang harus
kitra lakukan agar para remaja tidak salah menggunakan jaringan internet; yaitu kembali atas
kesadaran diri klita sendiri-sendiri. Kita seharusnya sadar bahwa hal yang kita lakukan itu
salah, apabila kita mengaku sebagai remaja yang baik dan bercita-cita akan menjadi generasi
muda Indonesia yang baik, kita tidak sewajarnya melakukan hal negatif tersebut. Yang itu
akan merugikan diri kita sendiri.

Dunia ini diciptakan berpasang-pasangan, ada positif ada negatif, maka selain
dampak postifnya, Pengaruh Teknologi dalam permainan anak juga memiliki beberapa
dampak negatif, yang sebagian sudah dibahas diatas, yaitu :

1. Kuper atau kurang sosialisasi


Tidak adanya sosialisasi dengan dunia luar dapat membentuk dunia mereka sendiri
dan mengurung diri, apatis terhadap dunia nyata, bahkan dibeberapa kondisi, jika tak ada
komunitas bukan tak mungkin anak menjadi seorang anti-sosial dan lunatik.
2. Kecanduan bermain game
Hal yang paling sering kita temui sekarang ini, Game Center adalah tujuan
anak setelah pulang sekolah, uang jajan yang harusnya digunakan untuk jajan atau
membeli keperluan sekolah, mereka habiskan untuk memenuhi rasa candu mereka.
3. Kesehatan
Seharian didepan komputer, tidak makan tidak minum, mata fokus kelayar monitor
yang merusak mata, tentu saja dapat mengurangi kebugaran fisik anak,atau bahkan
menyebabkan penyakit, seperti miopi atau rabun dekat, silinder, ambeien karena duduk
terlalu lama, kebugaran fisik yang berkurang.
4. Moral
Permainan sekarang banyak menampilkan fitur pemukulan, pembunuhan, pencurian,
perampokan, hingga seks.
5. Kriminalitas
Lanjutan beberapa point diatas, jika uang sudah habis, dan orang tua tidak mau memberi
lagi, apa yang dapat dilakukan, jika otak mereka sudah tak beres dan juga minim pengarahan,
bukan tak mungkin uang dibalik pakain dapat diambil, atau sekedar uang orang yang
ketinggalan digame center, kriminalitas lainnya mungkin kekerasan ,bukan tidak mungkin
tawuran sekarang karena mereka terlalu sering bermain.
6. Kurangnya kreativitas dan imajinasi
Beberapa game hanya mengandung unsur moral yang rendah, imajinasi dan kreativitas
sudah tidak dibutuhkan seperti pecandu narkoba, mereka tak dapat berkreativitas lagi

2.6 Solusi
Solusi yang tepat untuk menghadapi masalah-masalah yang dijelaskan dalam masalah ini
adalah peran orang tua. Karena disini peranan dari kedua orang tua sangatlah penting.
Kedua orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam
menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sehingga anak-anak dapat mengerti hal
apa saja yang termasuk hal yang baik dan hal yang kurang baik. Dan juga terdapat beberapa
cara untuk mencegah dampak-dampak negatifnya.

1. Orang tualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain.
Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan
internet.
2. Gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi kesehatan anak. Misalnya
saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci
segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
3. Letakkan komputer di ruang publik rumah untuk mempermudah pengawasan.
4. Tanamkanlah nilai kebersamaan terhadap sesama, karena kebersamaan akan mewujudkan
hubungan serta emosi yang sangat dekat.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa pada zaman dahulu berkomunikasi sangat sulit, berbeda
dengan zaman sekarang ini. Perkembangan teknologi komunikasi sangat pesat dan sangat
mudah. Hampir semua orang sekarang dapat berkomunikasi dengan cepat dan mudah.
Sesuai dengan perkembangan zaman teknologi komunikasi semakin berkembang dan terus
berkembang. Dengan adanya perkembangan yang semakin canggih kita dapat mudah
terhubung dengan daerah daerah lain dengan cepat dan mudah.
Dan teknologi itu sama dengan sebuah pisau yang bisa membawa manusia ke dua
arah yang berbeda, yang pertama bisa membawa manusia ke jalan yang baik dengan segala
kecanggihan yang dimiliki membuat manusia mendapat kemudahan di segala bidang
(dampak positif) sedangkan yang kedua bisa membawa manusia ke dalamkesengsaraan yang
disebabkan oleh penyalahgunaan kemajuan teknologi itu sendiri sendiri (dampak negatif)
oleh karena itu kemajuan teknologi itu bisa berdampak positif dan dapat pula berdampak
negatif, tergantung ke arah mana kita menjalankannya.

Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan


sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat
keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan
sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data.

Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat;
hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di
bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang
teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Keberadaan bisnis yang tersebar di banyak tempat dengan berbagai ragam perangkat keras
dan lunak mulai menyadari tentang betapa pentingnya untuk mempercayakan dukungan
bagi keberhasilan pengolahan data komputernya kepada satu sumber yang dapat
dipercaya.

3.2 Saran
1. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan baik di sekolah
atau perguruan tinggi menjadi hal mutlak mengingat kondisi permasalahan yang makin
kompleks. Pendidikan berbasis TIK hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditangani dengan
terencana, sistematis, dan terintegrasi.
2. Perencanaan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan yang integratif meliputi kebijakan,
standarisasi mutu, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur SDM pendidikan
menjadi penting untuk ditata dan dikelola dengan efektif dan efisien.
3. Penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK melalui pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-
Learning), membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya, pemerintah, swasta serta
masyarakat untuk mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://andikajupra.blogspot.com/2010/02/dampak-negatif-dan-positif-teknologi.html
2. http://www.scribd.com/doc/32605728/Makalah-Pengaruh-Teknologi-Informasi-
Terhadap-Perilaku-Remaja
3. http://smppgri1bdl.wordpress.com/artikel-tik/dampak-negatif-teknologi-informasi-dan-
komunikasi-bagi-pelajar/
4. http://masjek.com/tag/lunturnya-etika-tradisional/
5. Dampak dari teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan di kutip dari
http://risyana.wordpress.com/2009/04/13/keuntungan-dan-kerugian-dalam-penggunaan-
teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/
6. http://dampakinternetbagi.blogspot.com/

7. http://pengaruhteknolog.blogspot.com/

MELESTARIKAN PERMAINAN TRADISIONAL


Nama: Sifa
Paguita D.
Kelas: XI MIPA 6
Absen: 34
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu kenyataan bahwa rakyat Indonesia memiliki sekian banyak ragam seni dan budaya nan
eksotis, tetapi justru terlupakan hanya karena merasa malu dan gengsi terhadap dalih modernisasi yang
salah satunya adalah permainan tradisional. Merupakan suatu keanehan apabila bangsa ini yang memiliki
sekian banyak tradisi lokal sarat nilai edukasi, sosial, dan filosofi yang agung tetapi justru buta terhadap
hakikat tradisi lokal tersebut.

Banyak pihak yang cenderung berargumen bahwa tradisi lokal nusantara adalah tradisi kolot dan
ketinggalan jaman. Arus globalisasi dan modernisasi menjadikan permainan tradisional seperti egrang,
gasing, gatrik, dan lain-lain menjadi usang bak tumpukan buku penuh debu. Hal ini dikarenakan anak-anak
generasi sekarang ini lebih dimanjakan dengan PlayStation maupun gadget. Yang mana hal ini tidak lain
tidak bukan karna pengaruh budaya asing pula.

Berdasarkan persoalan di atas, maka muncul masalah dimana permainan tradisional mulai
menghilang. Tujuan kajian ini adalah untuk mengkaji tentang bagaimana cara mempertahankan
permainan tradisional. Berdasarkan persoalan di atas, maka muncul masalah dimana permainan
tradisional mulai menghilang dikalangan para anak bangsa. Mereka lebih menggemari permainan modern
yang berbau budaya asing dengan menyebut dirinya sebagai anak gaul. Sedangkan permainan tradisional
mereka anggap ketinggalan jaman/jadul. Namun tanpa mereka sadari mereka telah terjajah oleh bangsa
lain melalui globalisasi yang semakin bebas sehingga melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.

Kajian ini dibuat untuk mengkaji tentang bagaimana cara mempertahankan permainan tradisional
dan membuktikan bahwasannya permainan tradisional bukannlah permainan usang dan tidak ketinggalan
jaman dibanding budaya barat.

1.2 Rumusan Masalah

10. Apa itu permainan tradisional?

11. Apa saja manfaat permainan tradisional?

12. Apa saja contoh-contoh permainan tradisional?

13. Bagaimana cara melestarikan permainan tradisional?

1.3 Tujuan Penulisan


22. Mengetahui apa itu permainan tradisional dan contoh-contohnya

23. Mengetahui apa saja manfaat dari permainan tradisional

24. Mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan demi melestarikan permainan tradisional

1.4 Manfaat Penulisan

1. Manfaat Teoritis

Setelah mempelajari makalah ini diharapkan pembaca dapat mengetahui dan


memandang permainan tradisional bukan melulu sebagai permainan yang ketinggalan jaman,
akan tetapi terdapat proses pembelajaran yang terkandung di dalamnya.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Penulis, makalah ini merupakan upaya untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa
Indonesia.

b. Bagi pembaca, makalah ini merupakan refrerensi untuk mengetahui bagaimana cara
mempertahankan permainan tradisional agar tidak kalah saing dengan permainan dari budaya
asing yang lebih canggih

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Budaya Asing
1. Pengertian

Budaya Asing adalah kebudayaan yang datang dari luar wilayah kebudayaan sendiri yang diterima
dan dijalani oleh suatu masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

2. Dampak

Budaya Asing masuk ke Indonesia membawa berbagai macam pengaruh, yaitu pengaruh positif
dan pengaruh negatif.

2.1. Dampak Positif

9. Pola pikir dan sikap masyarakat berubah dengan seiringnya globalisasi dan modernisasi
yang berkembang. Mengubah masyarakat menjadi berpikir rasional dari yang
sebelumnya berpikir irasional.
10. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari barat yang memberikan kemudahan bagi
masyarakat sekaligus memotivasi masyarakat untuk maju dalam segala hal di kehidupan
bermasyarakat.

11. Perkembangan industri barat dalam memproduksi berbagai alat transportasi dan
komunikasi yang canggih yang meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi
pengangguran.

2.2 Dampak Negatif

4. Banyaknya produk impor yang menjadikan produk dalam negeri terpinggirkan.

5. Adanya kesenjangan sosial di masyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin canggih


membuat masyarakat menjadi individual atau sudah tidak lagi butuh pertolongan antar
masyarakat. Hal ini memacu adanya individualisme.

6. Berkembangnya gaya hidup ke barat-baratan, menjadikan hidup bebas. Hal ini yang
menyebabkan sudah hilangnya moral atau perilaku yang baik dalam kehidupan
bermasyarakat, dan malah menjadikan masyarakat menganut gaya hidup hedonis.

3. Pengaruh Budaya Asing Terhadap Budaya Nasional

Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya
tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa namun kita harus tetap menjaga agar budaya kita tidak luntur.

Kebudayaan asing yang masuk akibat era globalisasi ke Indonesia turut mengubah perilaku dan
kebudayaan Indonesia, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap
daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan masyarakat Indonesia untuk
beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing, sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke
barat-baratan (Westernisasi).

Dari waktu ke waktu kesenian tradisional sebagai salah satu unsur kebudayaan nasional mulai
ditinggalkan oleh masyarakatnya terutama para generasi muda. Masuknya kesenian mancanegara yang
dirasa lebih menarik dan mewakili jiwa muda, banyak menggeser ruang gerak kesenian tradisional.

Budaya asing yang masuk ke indonesia menyebabkan?multi efek. Budaya Indonesia perlahan-
lahan semakin punah. Berbagai iklan yang mengantarkan kita untuk hidup gaul dalam konteks modern
dan tidak tradisional sehingga memunculkan banyaknya kepentingan para individu yang mengharuskan
berada diatas kepentingan orang lain.
4. Cara Mengantisipasi

Agama merupakan pondasi utama dalam diri yang bisa mengontrol diri kita kepada hawa nafsu
yang akan membawa kita kedalam jurang.

Generasi muda yang pintar pasti bisa memilih mana sesuatu yang baik bagi dirinya mana yang
tidak baik bagi dirinya.

Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif Budaya Asing terhadap Budaya Nasional
antara lain yaitu :

a. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.

b. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.

c. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.

d. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya
dan seadil- adilnya.

e. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

5. Cara Mengatasi

Berusaha mengatasi permasalahan ini merupakan kewajiban kita sebagai anak bangsa. Sudah
seharusnya kita sadar akan pentingnya partisipasi masyarakat Indonesia sendiri dalam upaya
mengembalikan budaya kita yang telah luntur.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, yaitu:

a. Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa.

b. Ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaannya.

c. Mempelajari dan mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau
melestarikannya.

e. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.

f. Mempromosikan budaya asli Indonesia ke kancah internasional.

g. Menyukai dan menggunakan produk-produk asli Indonesia.


h. Mematenkan setiap budaya Indonesia serta mempublikasikannya agar masyarakat Indonesia bangga
memilikinya.

B. Budaya Nasional
1. Pengertian

Budaya Nasional adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu
negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap
warga.

2. Budaya Nasional Merupakan Jati Diri Bangsa

Budaya Nasional Indonesia adalah budaya yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sejak zaman
dahulu hingga kini sebagai suatu karya yang dibanggakan, yang memiliki kekhasan bangsa Indonesia dan
menciptakan jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang kuat.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, bangsa yang dipandang unik oleh bangsa
lain karena keragaman budayanya. Inilah yang menjadi ciri khas yang selalu melekat pada bangsa
Indonesia, yang menjadi jati diri bangsa, dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita.

Perbedaan yang melekat pada bangsa Indonesia merupakan anugerah yang tidak ternilai
harganya, karna dengan perbedaan tersebut lah yang menjadikan bangsa Indonesia dikenal oleh negara
lain di dunia.

3. Cara Melestarikan

Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pelestarian kebudayaan di tanah
air. Pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan
nasional. Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-
kebudayaan? daerah disetiap event-event akbar nasional, misalnya tari-tarian, lagu daerah, dsb.

Beberapa cara melestarikan budaya nasional, yaitu:

a. Mau mempelajari budaya tersebut, baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut
mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

b. Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan.

c. Mengajarkan kebudayaan itu pada generasi muda.

d. Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain.

e. Menghilangkan perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki. f. Meningkatkan
kualitas SDM dalam memajukan budaya lokal.
g. Lebih mendorong kita untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan dan
pelestariannya.

h. Berusaha menghidupkan kemballi semangat toleransi kekeluargaan, keramah-tamahan, dan solidaritas


yang tinggi.

i. Selalu mempertahankan budaya indonesia agar tidak punah.

j. Mengusahakan agar semua orang mampu mengelola keanekaragaman budaya lokal.

BAB III
PEMBAHASAN
1. Pengertian Permainan Tradisional

Permainan tradisional adalah permainan yang dimainkan oleh anak-anak jaman dulu yang
merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun temurun dan mempunyai bermacam-macam fungsi
atau pesan di baliknya. Kebanyakan permainan ini dilakukan dengan cara berkelompok. Kehidupan
masyarakat di masa lalu yang tidak mengenal dunia luar telah mengarahkan dan menuntun mereka pada
kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi.

2. Manfaat Permainan Tradisional

Beberapa manfaat permaian tradisional :

a. Melatih interaksi sosial anak

Melalui permainan tradisional, anak akan belajar berinteraksi dengan teman-temannya, hal ini
tentu sangat baik bagi perkembangan anak.

b. Melatih kerjasama anak

Melalui permainan tradisional, anak dapat belajar kerjasama dengan teman-temannya.

c. Melatih kreatifitas anak

Permainan tradisional tidak memiliki peraturan secara tertulis. Biasanya peraturan permainan
akan disepakati oleh semua anggota, sehingga hal ini perlu kreatifitas anak untuk membuat permainan
agar menjadi menarik.

d. Melatih emosi anak

Hampir setiap permainan tradisional dilakukan secara kelompok, sehingga hal ini dapat
membangun timbulnya emosi anak, seperti: toleransi, empati terhadap orang lain, sikap sportif, dll.
e. Menstimulasi tumbuh kembang, pengembangan karakter, serta meningkatkan kemampuan agilitas dan
kecepatan anak.

3. Contoh Permainan tradisional

Permainan tradisional sangat lah sederhana, tidak memerlukan banyak alat, juga tidak memiliki
aturan yang mutlak. Tetapi membutuhkan strategi yang mengharuskan kita untuk berfikir. Permainan
tradisional kebanyakan dilakukan secara berkelompok.

1. Petak umpet

2. Gasing

3. Loncat tali

4. Congklak

6. Layang-layang

7. Balap karung

8. Engrang

9. Dam-dam 17

10. Bentengan

11. Gatrik

12. Kelereng

13. Ular naga

14. Engklek

15. Bekel

16. Pletokan

17. Gobak sodor, dll.

4. Melestarikan Permainan Tradisional


Permainan tradisional sangat berperan penting bagi perkembangan anak. Permainan tradisonal
memang sudah seharusnya mendapat perhatian khusus untuk dikembangkan dan diwariskan kepada
generasi selanjutnya.

Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan permainan tradisional adalah sebagai
berikut.

Secara umum, yaitu:

-Menjauhi anak dari gadget sebisa mungkin

-Memperkenalkan kembali kepada anak, melalui kegiatan-kegiatan lomba baik di lingkungan sekolah
ataupun di lingkungan tempat tinggal.

-Membangun komunitas, kita bisa membangun komunitas di lingkungan masyarakat, sekolah, ataupun
pemerintahan.

-Mengadakan workshop permainan tradisional.

-Melalui blog, dengan membuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan permainan tradisional.

Secara khusus, yaitu:

a. Oleh Pemerintah:

-Membuat undang-undang tentang menjaga kelestarian permainan tradisional.

-Mengadakan workshop dan seminar mengenai permainan tradisional.

-Mengadakan pentas seni yang mengangkat permainan tradisional.

b. Oleh Sekolah:

-Memberikan pengajaran tentang pentingya melestarikan permainan tradisional.

-Memberi tahu apa saja manfaat bermain permainan tradisional.

-Mempelajari dan menggalakan permainan tradisional di setiap sekolah.

-Mengadakan ekstrakulikuler beberapa permainan tradisional.

-Mengadakan lomba bertemakan permainan tradisional.

c. Oleh Orang Tua:

-Memberikan penjelasan tentang bahayanya terlalu sering bermain game online.

-Tidak terlalu memanjakan anak dengan memberikan fasilitas untuk bermain game online/offline.
-Adanya pengenalan tentang permainan tradisional oleh orang tua kepada anak-anaknya.

-Memberikan pembelajaran tentang cara membuat dan bermain mainan tradisional.

-Orang tua ikut berperan ketika anak bermain.

d. Oleh Masyarakat:

-Mengadakan pameran mainan tradional.

-Membangun komunitas pecinta permainan tradisional di lingkungan masyarakat.

-Membuat permainan tradisional menjadi menarik, sehingga dapat memikat anak-anak.

-Melalui blog, dengan membuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan permainan tradisional.

e. Oleh Anak-anak:

-Tidak membiasakan diri terlalu sering bermain game online ataupun offline.

-Mau mengenal, mempelajari, dan mencintai permainan tradisional.

-Memainkan permainan tradisional dalam kehidupan sehari-hari.

-Mengajak teman-teman untuk saling melestarikan dan memainkan permainan tradisional

-Mengikuti perlombaan-perlombaan yang mengusung tema permainan tradisional

BAB IV
PENUTUP
5. Kesimpulan

Permainan tradisional adalah permainan yang dimainkan oleh anak-anak jaman dulu
yang merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun temurun dan mempunyai bermacam-
macam fungsi atau pesan di baliknya. Kebanyakan dilakukan dengan cara berkelompok.

Permainan tradisional ini memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah melatih interaksi
sosial anak, melatih kerjasama anak dalam kelompok bermainnya, melatih kreatifitas anak, dan
melatih emosi anak, serta menstimulasi tumbuh kembang, pengembangan karakter, serta
meningkatkan kemampuan agilitas dan kecepatan anak.

Permainan tradisional sangat lah sederhana, tidak memerlukan banyak alat, juga tidak
memiliki aturan yang mutlak. Tetapi membutuhkan strategi yang mengharuskan kita untuk
berfikir. Contoh permainan tradisional yang paling sering dimainkan adalah, petak umpet,
congklak, bekel, kelerang, dan laying-layang.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan permainan tradisional, diantaranya
adalah dengan, menjauhi anak dari gadget, memperkenalkan kembali permainan tradisional
melalui kegiatan yang kompetitif seperti perlombaan, membangun komunitas, mengadakan
workshop, maupun mensosialisasikan gerakan pengembalian eksistensi permainan tradisional
melalui tulisan-tulisan di blog maupun sosial media.

6. Saran

1. Bagi pemerintah daerah, khusunya bagi Dinas Kebudayaan, sebaiknya melakukan pendataan
mengenai permainan tradisional secara terperinci, kemudian mensosialisaikannya kepada anak-
anak di seluruh daerahnya. Misal melalui suatu kegiatan yang diadakan di setiap SD, atau
mengkoordinir untuk menjadikannya salah satu perlombaan wajib saat perayaan HUT RI.

2. Bagi masyarakat, sebaiknya juga ikut berperan aktif dalam menumbuhkan kembali permainan-
permainan tradisional, seperti dengan cara mensosialisasikannya di sosial media, membuat
komunitas yang berkegiatan aktif (terutama di tempat ramai yang biasa dijadikan tempat hiburan
keluarga, seperti di taman kota), maupun mengadakan workshop.

3. Bagi orang tua, hendaknya tidak mengenalkan anak-anaknya yang masih kecil dengan
permainan-permainan modern, tetapi mengenalkannya kepada permainan tradisional yang
mendukung anak untuk aktif bergerak dan berkreatifitas, sehingga selain tertanam nilai-nilai luhur
dalam diri anak, mereka juga bisa memiliki badan yang sehat dan pertumbuhan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.umm.ac.id/id/seni-dan-budaya/28-budaya/umm-2411-pentingnya-melestarikan-kembali-
permainan-tradisional.html

http://chairueljannah.blogspot.com/2012/12/pengaruh-dan-dampak-masuknya-budaya.html

http://edu.anashir.com/2013/09/kesamaan-dan-keragaman-budaya.html

http://henritama.blogspot.com/2012/10/pengaruh-budaya-barat-terhadap.html

http://chayu-21.blogspot.com/2012/03/bangga-terhadapa-budaya-bangsa.html

http://hanydina.blogspot.com/2013/02/cara-menjaga-budaya-lokal.html

http://setiyarahaja.blogspot.co.id/2013/03/permainan-tradisional-modal-karakter-.html?m=1
Makalah kesenjangan Sosial Pada Masyarakat Perkotaan Maupun Pedesaan

DISUSUSUN

OLEH

SAMUEL KEVIN SIANIPAR

XI MIPA 6

32
DAFTAR ISI

Daftar isi.............................................................................................................i

Kata pengantar..................................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN

A.Latar belakang..............................................................................................1

B.Perumusan masalah......................................................................................1

BAB 2 PEMBAHASAN

A|.Definisi.........................................................................................................2

B. Faktor faktor..............................................................................................3

C. Pengertian.....................................................................................................5

BAB 3 PENUTUP

A.Kesimpulan....................................................................................................8
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
limpahan karunia dan rahmatnya kami bisa menyelesaikan karya ilmiah mengenai
Kesenjangan Sosial walapun masih banyak kekurangan di dalamnya.

Kami sangat berharap makalah ini akan bermanfaat dalam rangka menambah
pengetahuan juga wawasan kita menyangkut efek dari Kesenjangan Sosial, dan
juga bagaimanakah menciptakan masyarakat menjadi damai. Kami pun menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami mengharapkan adanya kritik, saran dan usulan
demi perbaikan makalah yang sudah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Mudah-mudahan makalah sederhana ini bisa dipahami bagi siapapun yang


membacanya. Sekiranya laporan yang sudah disusun ini dapat bermanfaat bagi
kami sendiri ataupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf jika
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di saat yang akan
datang.

Jakarta, Juni 2017

Penyusun

Apabila ada kesalahan didalam penulisan dan pembahasan di atas mohon saran
perbaikannya agar sekiranya bisa lebih baik lagi.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tingginya jumlah penduduk di Indonesia dan beraneka ragam suku budaya


membuat adanya jarak antar masyarakat atau yang biasa kita sebut dengan
kesenjangan sosial. Hal ini disebabkan karena perilaku tidak adil terhadap seseorang
di dalam bermasyarakat. Masalah kesenjangan sosial ini bisa terjadi karena
beberapa faktor yaitu bisa karena kedudukan, pendidikan, pendapatan dan faktor-
faktor lain yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Hal ini harus menjadi
perhatian bagi pemerintah, karena kalau dibiarkan akan berdampak pada
kehancuran negara ini sendiri.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalahadalah sebagai berikut:

1. Bagaimana definisi kesenjangan sosial?


2. Bagaimana definisi masyarakat menurut para ahli?
3. Bagaimana definisi perkotaan dan pedesaan?
4. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan sosial?
5. Apa saja akibat dari kesenjangan sosial?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan penulis membuat makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk menjelaskan definisi kesenjangan sosial.


2. Untuk menjelaskan definisi masyarakat menurut para ahli.
3. Untuk menjelaskan definisi perkotaan dan pedesaan.
4. Untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan sosial.
5. Untuk menjelaskan akibat dari adanya kesenjangan sosial.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada di


masyarakat yang menjadikan suatu perbedaan yang mencolok. Hal ini dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor ekonomi, faktor
budaya, dan faktor biologis. Kesenjangan sosial kerap sekali menjadi permasalahan
dalam kepemimpinan di lembaga, organisasi, partai, atau kumpulan sosial lainnya
bahkan wilayah hukum sekalipun.

2.2 Definisi Masyarakat Menurut Para Ahli

J.L. Gilin dan J.P. Gilin

Masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang


sama.

Max Weber

Masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh
harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.

Emile Durkheim

Menurut sosiolog ini masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu


yang merupakan anggota-anggotanya.

Karl Marx

Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun


perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang
terpecah-pecah secara ekonomis.

M.J. Herskovits

Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu


cara hidup tertentu.
Selo Soemardjan

Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan


kebudayaan.

2.3 Definisi Perkotaan dan Pedesaan

Pengertian Perkotaan

Perkotaan adalah satuan pemukiman bukan pedesaan yang berperan didalam


satuan wilayah pengembangan dan atau wilayah nasional sebagai simpul jasa ,
menurut pengamatan tertentu.

Perkotaan merupakan suatu perkembangan kota yang melibatkan seluruh


elemen-elemen di dalamnya yang menyangkut kota itu sendiri.

Perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama


bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman
perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan,
pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Daerah permukiman yang meliputi kota induk dan daerah pengaruh di luar
batas administratif nya yang berupa daerah pinggiran sekitarnya/ daerah
suburban.
Kawasan Perkotaan adalah aglomerasi kota-kota dengan daerah sekitarnya
yang memiliki sifat kekotaan; dapat melebihi batas politik/administrasi dari
kota yang bersangkutan

Pengertian Pedesaan

Perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian,


termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai
tempat permukiman, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan
ekonomi.

Ada juga yang menyebutkan bahwa pedesaan adalah sekelompok orang yang
hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan
sifat-sifat yang hampir sama (Homogen) disuatu daerah atau wilayah tertentu
dengan bermata pencaharian dari sektor pertanian (Agraris).
2.4 Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kesenjangan Sosial

Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi diantaranya kemiskinan dan pengangguran. Pada dasarnya
faktor kemiskinan sangatlah berpengaruh sekali terhadap kehidupan dan
pergaulan anak. Anak disekolah sering kali dikucilkan karena kesenjangan
ekonomi keluarganya yang kurang sehingga mempengaruhi terhadap
psikologi perkembangan diri anak tersebut. Mereka merasa terasingkan
ketika bergaul dengan sebayanya yang serba berkecukupan, terutama dalam
dunianya yang penuh dengan dunia bermain. Contohnya ketika anak yang
berkecukupan mempunyai mainan baru, dia merasa iri ingin memilikinya
sehingga dia merasa malu karena keadaanya yang tidak memungkinkan.

Faktor Budaya
Dalam faktor budaya misalnya perceraian, sangatlah mempunyai dampak
yang sangat besar bagi kehidupan dan psikologi anak, dimana pada masa-
masa anak berkembang dan mereka membutuhkan kasih sayang dari
keluarganya, justru mereka tidak menemukanya sama sekali, sehingga
mereka haus akan kasih sayang dan mereka sering kali mempunyai
kepribadian yang tak terarah.
Seringkali mereka diejek karena tidak mempunyai keluarga yang utuh,
sehingga mereka sering berfikir yang negatif tentang dirinya sendiri, mereka
selalu mengasingkan dirinya bukan karena mereka tak bisa bermain atau
menggaulkan dirinya dengan teman sebayanya, tetapi mereka malu akan
keadaan keluarganya.

Faktor Biologis
Pada faktor biologis, seseorang anak mempunyai penyakit menular
otomatis anak tersebut akan dijauhi oleh teman-temanya. Misalnya anak
tersebut mempunyai batuk yang tak berkesudahan atau penyakit TBC, maka
teman-temanya tidak ada yang mau mendekati anak tersebut karena mereka
takut akan tertular penyakitnya itu.

2.5 Akibat dari Adanya Kesenjangan Sosial

Kemiskinan

Kemiskinan adalah penyebab utama terjadinya kesenjangan sosial di


masyarakat. Banyak orang menganggap bahwa kemiskinan adalah suatu suratan
takdir atau mereka mereka miskin karena malas, tidak kreatif, dan tidak punya etos
kerja. Inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut perangkap kemiskinan.
Perangkap itu terdiri dari :

1. Kemiskinan itu sendiri


2. Kelemahan fisik
3. Keterasingan atau kadar isolasi
4. Kerentaan
5. Ketidakberdayaan

Kurangnya lapangan kerja

Lapangan pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian


masyarakat, sedangkan perekonomian menjadi faktor terjadinya kesenjangan sosial.
Sempitnya lapangan pekerjaan di Indonesia menjadikan pengangguran yang sangat
besar di Indonesia dan menyebabkan perekonomian masyarakat bawah semakin
rapuh. Salah satu karakteristik tenaga kerja di Indonesia adalah laju pertumbuhan
tenaga kerja lebih tinggi ketimbang laju pertumbuhan lapangan kerja. Berbeda
dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, dimana lapangan pekerjaan masih
berlebih. Faktor-faktor penyebab pengangguran di Indonesia:

1. Kurangnya sumber daya manusia pencipta lapangan kerja


2. Kelebihan penduduk/pencari kerja
3. Kurangnya jalinan komunikasi antara si pencari kerja dengan pengusaha
4. Kurangnya pendidikan untuk pewirausaha

Kesenjangan sosial semakin hari semakin memprihatinkan, khususnya di


lingkungan perkotaan. Memang benar jika dikatakan bahwa yang kaya semakin kaya
dan yang miskin semakin miskin. Hal ini jelas-jelas mencederai rasa keadilan serta
bertolak belakang dengan kebersamaan dan kesetaraan sosial. Akibat dari semakin
meningkatnya kesenjangan sosial adalah:

Melemahnya wirausaha

Kesenjangan sosial menjadi penghancur minat ingin memulai usaha, penghancur


keinginan untuk terus mempertahankan usaha, bahkan penghancur semangat untuk
mengembangkan usaha untuk lebih maju. Hali ini dikarenakan seorang wirausaha
selalu di anggap remeh.
Terjadi kriminalitas

Banyak rakyat miskin yang terpaksa menghalalkan segala cara untuk


mendapatkan uang, seperti mencopet, mencuri, judi, dll.

Upaya-upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk pemecahan masalah


kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia:

1. Menomorsatukan pendidikan
2. Menciptakan lapangan kerja dan meminimalis Kemiskinan
3. Meminimalis KKN dan memberantas korupsi.
4. Meningkatkan system keadilan di Indonesia serta melakukan pengawasan
yang ketat terhadap mafia hukum.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kesenjangan sosial terjadi akibat banyaknya rakyat miskin dan pengangguran di


Indonesia. Banyaknya kemiskinan inilah yang menjadi tombak bagaimana
kesenjangan sosial bisa terjadi. Pemberantasan kemiskinan, memaksimalkan
pendidikan, dan membuka lapangan kerja adalah beberapa solusi memberantas
kesenjangan sosial di Indonesia. Selain itu, kita juga harus meminimalisasikan KKN
dan memberantas korupsi dalam upaya meningkatan kesejahteraan rakyat.
Pengaruh Pemberian Tugas Rumah
Terhadap Prestasi Belajar Siswa

Ester Oktaviani Angelica


11 MIPA 6

Jl. R.A. Fadillah, RT.11/RW.4, Pasar Rebo, Cijantung, RT.11/RW.4, Cijantung,


Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13770
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materimaupun
pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, Juni 2015

Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar......................................................................................................................... 2
Daftar Isi ................................................................................................................................. 3
Bab I Pendahuluan .................................................................................................................. 4
Bab II Isi ................................................................................................................................. 6
Bab III Kesimpulan dan Saran ................................................................................................ 13
Daftar Pustaka ......................................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu unsur penting dalam mengajar adalah motivasi dan mengarahkan siswa untuk
belajar. Proses belajar mengajar dapat berhasil jika gurusebagai pengajar mampu mengorganisir
kegiatan belajar dengan baik. Kegiatan belajar adalah suatu rangkaian pengajaran dimana guru
sangat mengharapkan hasil yang baik untuk dicapai dalam mengingkatkan prestasi belajar siswa,
maka pada setiap akhir pengajaran guru diharuskan untuk memberikan tugas kepada siswa untuk
diselesaikan diluar jam pengajaran atau dirumah untuk lebih memahami materi yang baru
dipelajari di sekolah. Sebab dengan pemberian tugas pada setiap akhir pelajaran sangatlah penting
bagi keberlangsungan proses belajar mengajar untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Pemberian tugas rumah pada setiap akhir pengajaran sangat membantu peran siswa untuk
memecahkan masalah yang diperoleh dalam proses belajar. Mengajar disekolah dan diulangi di
rumah sampai dapat dimengerti serta dapat mampu menimbulkan minat siswa dan gairah siswa
untuk lebih lanjut.

Masalah yang sering dihadapidisekolah sehubungan dengan pengajaran ekonomi adalah


sulitnya siswa memahami atau mempelajari ekonomi dimana pada kenyataannya hasil belajar
dalam proses belajar mengajar tidak seperti yang diharapkan. Selain itu siswa kurang
memperhatikan penjelasan guru saat memberikan materi pelajaran dimana siswa hanya duduk,
mendengar, mencatat, menghafal. Tanpa berusaha untuk belajar selanjutnya secara aktif dan tekun,
sehingga menimbulkan kesulitan siswa didalam belajar dan akhirnya membawa kegagalan dipihak
lain hal yang tidak dapat dipungkiri dimana dalam suatu rangkaian kegiatan pengajaran guru sering
mengabaikan pemberian tugas pada akhir pengajaran.

Pemberian tugas rumah adalah suatu metode yang digunakan dalam proses belajar
mengajar dan mempunyai tujuan dan fungsi yang tersendiri dengan kegiatan melaksanakan tugas
siswa aktif belajar dan merasa terangsang untuk meningkatkan belajar yang lebih baik, memupuk
inisiatif dan berani bertanggung jawab sendiri, banyak tugas tugas yang harus dikerjakan siswa.
Hal itu diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk selain memanfaatkan waktu sengganggnya
untuk hal hal yang menunjang belajarnya dengan mengisi kegiatan kegiatan yang berguna dan
konstruktif pemberian tugas rumah. Pada akhit pengajaran adalah untuk lebih memahami materi
yang diajarkan di dalam mencapai hasil yang diharapkan (Roestiyah, 1989).
Atas dasar pemikiran diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan
judul : Pengaruh Pemberian Tugas Rumah Terhadap Prestasi Belajar Siswa

B. Identifikasi Masalah
Menurut latar belakang masalah yang dibahas diatas, maka penulis dapat
mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
Apakah Pengaruh Pemberian Tugas Rumah Terhadap Prestasi Belajar Siswa?
Apakah Terbukti Pengaruh Pemberian Tugas Rumah Terhadap Prestasi Belajar Siswa?

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang Masalah dan Identifikasi Masalah, maka permasalahan
dalam penulisan ini dibatasi. Pada penggunaan metode pemberian tugas rumah dalam proses
belajar mengajar bahasa indonesia, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah serta pembatasan masalah maka
masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang
Menggunakan Metode Pemberian Tugas Rumah.

E. Tujuan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana perbedaan hasil
belajar siswa yang menggunakan metode pemberian tugas rumah dengan siswa yang tidak
menggunakan metode pemberian tugas rumah.

F. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai :
a. Bahan masukan bagi peneliti dan guru mata pelajaran bahasa indonesia untuk lebih
memperhatikan metode pemberian tugas rumah pada akhir pengajaran dalam mencapai hasil
belajar yang lebih baik.
b. Salah satu pedoman bagi mahasiswa yang menjadi sampel dalam penelitian.

BAB II
ISI

1. Pengertian Proses Belajar dan Metode Mengajar


Di bawah ini dikemukakan beberapa pendapat tentang belajar sebagai berikut.
Menurut Morgan dalam Purwanto (1996), belajar adalah perubahan yang relatif menetap
dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan dan pengalaman.
Witherington dalam Purwanto (1996) bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam
kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan,
sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian. Good and Brophy dalam Purwanto
(1996) menyatakan pula bahwa learning is the development of new associations as a result
of exeperience. Surya (1985) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku, sebagai hasil
pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Ahli modern lainnya
merumuskan bahwa belajar adalah
bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara
bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Tingkah laku yang baru itu
misalnya dari yang tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian baru, timbul dan
berkembangnya sifat-sifat sosial, susila dan emosional ( 1993).
Dalam pada itu Hilgard dalam Ahmadi (1993) dan Soejanto (1981) menyatakan bahwa
learning is the process by which an activity originates or is changed through the procedures
whether in the laboratory or in the natural environment) as distinguished from changes by
factors not attributable to training.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan
tingkah laku yang ada dalam diri individu/siswa atas dasar pengalaman dan latihan yang
berupa perubahan pengertian, keterampilan, kecakapan atau pun sikap.
Atau suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya.
Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.
Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.
Dengan demikian ciri-ciri perbuatan belajar adalah terdapatnya perubahan tingkah laku.
Perubahan tersebut relatif mantap, terjadi akibat interaksi dengan lingkungan melalui
pengalaman dan latihan. Perubaan tingkah laku itu berupa perubahan pengertian, pemecahan
masalah/ berfikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap.
Mengajar yang Efektif
Dalam mengajarkan matematika, tidak saja dituntut kemampuan dalam hal menguasai
materi yang akan diajarkan, namum harus mampu pula menyajikannya, baik di dalam kelas
maupun di luar kelas. Kemampuan menyampaikan bahan pelajaran merupakan syarat yang
amat penting dalam proses belajar-mengajar yang baik.
Metode pengajaran matematika harus disesuaikan dengan tuntutan materi yang tercakup
dalam kurikulum, bakat, minat, sikap, kemampuan murid, lingkungan belajar, dan alat-alat
peraga atau fasilitas yang dimiliki.
Sesuai dengan karakteristik materi yang akan disajikan beserta pendekatan yang harus
dilakukan dalam metode penyajiannya, kegiatan proses belajar-mengajar dapat dilangsungkan
di dalam atau di luar kelas.
Diakui bahwa mengajar adalah membimbing anak agar menjalani proses belajar. Untuk
mendapatkan proses yang efektif, diperlukan cara mengajar yang efektif pula dengan syarat-
syarat sebagai berikut : guru menggunakan banyak metode dalam mengajar (bervariasi);
mampu membangkitkan motivasi anak; kurikulum yang baik dan seimbang yang memenuhi
tuntutan dan kebutuhan masyarakat; mempertimbangkan perbedaan individual selalu
membuat perencanaan mengajar; memberikan sugesti yang kuat guna mendorong anak belajar
menghadapi murid-muridnya dari masalah yang timbul selama mengajar; mampu
menciptakan suasana demokratik di dalam kelas; memberikan rangsangan kepada anak untuk
belajar; mampu mengintegrasikan berbagai bidang pelajaran; mampu menghubungkan
pelajaran di sekolah dengan kehidupan nyata di masyarakat; memberikan kebebasan kepada
anak untuk menyelidiki, mengamati, belajar, dan memecahkan masalah secara mandiri; serta
memberikan pengajaran remedial guna mengatasi kesulitan anak dalam belajar.
Pendapat lain menyatakan bahwa mengajar yang efektif itu memerlukan beberapa hal
seperti : penguasaan bahan; cinta kepada apa yang diajarkan; terdapatnya pengalaman pribadi
dan pengetahuan yang dimiliki anak; mampu membuat variasi metode; menyadari kekurangan
karena itu perlu menambah ilmu dan meningkatkan kepribadiannya; memberikan
pengetahuan dan pengalaman yang aktual, berani memberikan pujian serta mampu
menimbulkan semangat secara individual (Roestiyah et al. 1979. Dalam Bukunya Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan).
Kompetensi Guru
Pada dasarnya kompetensi itu terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: Kompetensi Personal,
yang meliputi kemampuan menguasai intelegensi dan emosi sosial yang meliputi kemampuan
menguasai teknik dan praktek komunikasi yang efektif, di samping teman sejawat;
Kompetensi profesional, yang meliputi 10 butir kemampuan yaitu kemampuan menguasai
landasan pendidikan, menguasai bahan pengajaran, mengelola kelas, mengelola interaksi
belajar mengajar, menggunakan media dan sumber belajar, menilai hasil beiajar mengajar atau
prestasi siswa, mengenal fungsi dan program memahami prinsip dan hasil penelitian untuk
kepentingan pengajaran, mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah (Suhaenah,
1995; Pakhrudin, 1985. Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan).
Faktor-faktor yang Menunjang Keberhasilan Belajar
Berhasil/tidaknya anak dalam menyelesaikan suatu program pendidikan dipengaruhi oleh
berbagai faktor. Faktor pertama adalah lingkungan masyarakat, keluarga, dan suasana sekolah
yang menyenangkan atau membosankan anak didik (Maulana, 1995 Dalam Bukunya Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan).
Faktor kedua adalah metode mengajar. Dalam suatu PBM dituntut adanya strategi tertentu
yang pada hakikatnya adalah merupakan rancangan prosedur dan langkah-langkah yang akan
ditempuh guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu,
perancangan dan penggunaannya harus dilandasi dengan pengetahuan, pemahaman dan
keterampilan yang memadai.
Suatu domain/ranah dan Taksonomi Bloom yang dikembangkan dalam tujuan pengajaran
hanya akan berkembang dengan efisien dan efektif bila dibarengi dengan metode mengajar
yang tepat. Hal ini disebabkan karena setiap metode mengajar memiliki karakteristik
tersendiri.
Secara umum penggunaan suatu metode akan bergantung pada tujuan pengajaran yang
ingin dicapai, faktor siswa dengan segala sifat individualitasnya, faktor guru dengan segala
kompetensinya, faktor materi dengan segala sifatnya, faktor dana dan fasilitas yang tersedia,
faktor waktu yang tersedia dalam PBM, faktor suasana yang menunjang/menghambat PBM,
faktor partisipasi guru dan murid, kebaikan dan kelemahan suatu metode serta faktor filsafat
yang menyangkut pandangan hidiip dan dasar bertindaknya seseorang (Karo Karo et al., 1975.
Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan).
Faktor ketiga adalah dedikasi guru. Dedikasi adalah tujuan kegiatan yang dilakukan
seorang guru dalam rangka memajukan pembelajaran semata-mata berupa pengabdian, tidak
bersifat komersial atau imbal jasa, untuk mencapai tujuan tertentu. (Rustandy, 1996. Dalam
Bukunya Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan).
Dedikasi ini akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu pembelajaran
yang efektif dan efisien. Di samping itu, Ia berusaha mengarahkan anak didik untuk meraih
pengetahuan, keterampilan, serta sikap.
Faktor keempat adalah kebijakan di bidang pendidikan. Depdiknas menetapkan strategi
pengembangan komponen-komponen yang terkait secara terpadu dengan memprioritaskan
enam komponen, di antaranya adalah: Pengembangan Kemampuan Profesional Guru yang
meliputi metode, pembuatan alat bantu/media pengajaran, pendekatan penguasaan kurikulum
dan materi pelajaran dan pendayagunaan laboratorium/alat praktek; pembuatan program
semester dan persiapan mengajar - kini program semester dan silabus; kegiatan belajar
mengajar; bimbingan dan penyuluhan (BP/BK); tugas guru sebagai wali kelas/guru kelas dan
piket; tugas guru pendidikan jasmani dan kesehatan; pembinaan kesenian serta pengelolaan
mulok (Depdikbud, 1994.Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan).

a. Proses Belajar
Menurut Bruner Nasution (1987) proses belajar dapat dibedakan tiga fase atai episode,
yakni:
Informasi
Dalam tiap pelajaran kita peroleh sejumlah informasi, ada yang menambah pengetahuan yang
terlah kita miliki, ada yang memperluas dan memperdalamnya, ada pula informasi yang
bertentangan apa yang telah kita ketahui sebelumnya.
Trasnformasi
Informasi itu harus dianalisi, di ubah atau ditranformasi kedalam bentuk yang lebih abstrak atau
konseptual agar dapat digunakan untuk hal hal yang lebih luas. Dalam hal bantuan guru sangat
diperlukan.
Evaluasi
Kemudian kita nilai hingga manakah pengetahuan yang kita peroleh dan transformasi itu dapat
dimanfaatkan untuk memahami gejala gejala lain.
Kemudian Hilgard Pasaribu dan Simanjuntak (1983) mengatakan belajar adalah suatu
proses perubahan kegiatan dan reaksi terhadap lingkungan. Perubahan kegiatan yang dimaksud
mencakup pengetahuan, kecakapan dan tingkah laku.
Selanjutnya Rooijakeis (1980) mengatakan untuk mengerti suatu hal berupa belajar dalam
diri seseorang terjadi suatu proses yang disebut sebagai proses belajar. Proses belajar merupakan
jalan yang harus ditempuh oleh pelajar atau mahasiswa untuk mengetahui sesuatu hal yang
sebelumnya tidak diketahui.
Berdasarkan defenisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa belajar pada dasarnya adalah
proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman, perubahan tingkah laku meliputi
keterampilan, dan apresiasi. Belajar disini merupakan unsur penyesuaian diri dari tidak tahu
menjadi tahu.

b. Metode Mengajar
Menurut Alipande (1994) metode mengajar adalah cara yang digunakan dalam suatu
proses pengujian rencana rencana yang memungkinkan menimbulkan perbuatan belajar pada
siswa yang mencapai tujuan. Pendapat selanjutnya mengatakan cara mengajar
yang mempergunakan teknik berbagai jenis dan dilakukan secara tepat dan penuh pengertian oleh
guru, akan memperbesar minat belajar murid dan itu pula mempertinggi hasil pelajaran mereka.
Salah satu peranan yang harus dimainkan oleh guru yang ingin berhasil ialah menyusun rencana
mengajar yang matang dan cermat serta tepat sehingga diharapkan tercapai tujuan pengajaran yang
dikehendaki secara efektif. Dalam penyusunan rencana ini, guru harus memperhatikan komponen
komponen sebagai berikut:
Guru harus mengetahui benar tujuan yang hendak dicapai di dalam mengajar
Guru harus memutuskan dan menetapkan tingkah laku yang akan dimiliki dan diperhatikan oleh
murid setelah berakhirnya suatu periode belajar mengajar.
Guru harus menetapkan suatu strategi pengajaran atau situasi belajar dimana tingkah laku
diharapkan itu dapa dicapai.
Guru harus mempersiapkan alat alat evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang
dikehendaki.
Guru yang baik memahami pada hendaknya mengajar tidak lebih sekedar menolong
sisiwa untuk mendapatkan pengetahuan, keahlian, ideal serta partisipasi yang menuju pada
perubahan tingkah laku dan perkembangan suatu pribadi. Jadi dari penggunaan kata Menolong
ini terlihat bahwa pada hakekatnya mengajar bukan semata mata memberikan sesuatu
(Subiyanto, 1988). Selanjutnya belliau mengatakan ada lima faktor yang berpengaruh
terhadap penggunaan metode mengajar yakni:
Metode hendaknya sesuai dengan tujuan
Metode hendaknya diataptasikan dengan kemampuan siswa
Metode hendaknya sesuai dengan psikologi belajar
Metode hendaknya sesuai dengan bahan pengajaran
Metode hendaknya sesuai dengan pribadi guru.
Jika pada hakekatnya metode mengajar adalah membangkitkan rasa ingin tahu dan
memuaskan rasa ingin tahu itu, metode mengajar perlu lebih memperhatikan bagiamana guru dapat
mempengaruhi siswa agar lebih menjadi tekun belajar.

2. Hasil Belajar
Nawawi (1981) mengemukakan bahwa : hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa
dalam memahami penlajaran disekolah yang dinyatakan degnan nilai / skor yang diperoleh dari
hasil tes mengenai sejumlah materi tertentu.
Winkel (1984) mengemukakan bahwa setiap macam kegiatan belajar menghasilkan suatu
perubahan yang khas, yaitu yang disebut hasil belajar. Menuru nama Sudjana (1995) hasil belajar
adalah kemampuan. Kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia mengalami pengalaman
belajarnya. Howard Kingsley dalam nama Sudjana membagi tiga macam hasil belajar, yakni
(a). Keterampilan dan kebiasaan.
(b). Pengetahuan dan pengertian.
(c). Sikap dan cita cita.
Hasil belajar dapat berupa dampak pengajaran, hasil yang dapat diukur seperti tertuang dalam
nilai raport dan angka dalam ijazah. Untuk mendesain kegiatan belajar mengajar yang dapat
memotivasi hasil belajar yang lebih efektif dan efisien untuk setiap mata pelajaran memerlukan
strategi dari guru dalam cara atau metode penyampaiannya.

3. Pengertian Metode Pemberian Tugas Rumah.


Metode pemberian tugas rumah adalah suatu metode yang digunakan oleh guru dengan
tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih permanen, karena siswa melaksanakan latihan.
Latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu lebih
terintegrasi seperti yang dikemukakan oleh Winarto Surakman (1982) tentang tujuan dan
pentingnya pemberian tugas rumah adalah :
Merangsang anak didik (siswa) berusaha lebih baik, memupuk inisiatif, bertanggung jawab dan
berdiri sendiri.
Bahwa kegiatan diluar sekolah adalah merupakan cara pembentukan anak yang berpribadi baik.
Memperkuat hasil belajar disekolah dengan menyelenggarakan latihan latihan yang perlu di
integrasi penggunaannya.
Dengan melihat tentang tujuan dan pentingnya pemberian tugas rumah pada akhir
pengajaran sangatlah menunjang dalam tercapainya tujuan kurikulum pada bidang studi yang
bersangkutan.
Adapun peran guru dalam pelaksanaan metode pemberian tugas rumah seperti yang
dikemukakan oleh Mursel (1975) bahwa :
Belajar itu tergantung pada kemauan. Belajar yang dilakukan dengan setengah perhatian, belajar
tanpa semangat, belajar tanpa dorongan tidak akan pernahmenghasilkan hasil yang otentik, supaya
pengajaran dapat memberikan hasil yang baik, maka secara mutlak dan esensial harus diakibatkan
dan digerakkan kemauan seseorang untuk belajar
Sudah tentu bahwa siswa siswa itu harus dibentuk, dibimbing untuk mendapatkan sumber
setepat tepatnya dan menjauhkan diri dari jalan buntu dan hendak diberikan pula petunjukagar
siswa melaksanakan tugas yang diberikan oleh Guru. Begitupun siswa dapat berperan penting
dalam melaksanakan metode pemberian tugas rumah yang dikemukakan oleh Sudirjo (1967)
bahwa :
Murid perlu tugas apa yang dilaksanakan baik tugas itu perorangan maupun kelompok.
Mengikuti dengan seksama petunjuk bagaimana melaksanakan tugas baik petunjuk itu diberikan
secara tertulis maupun lisan.
Memberikan pertanggung jawaban dengan jalan membuat laporan baik laporan tertulis maupun
laporan lisan kepada Guru.
Mengadakan tindakan perbaikan terhadap kekurangan kekurangan atau penyimpang
penyimpangan dalam melaksanakan tugas.
Berdasarkan uraian diatas metode pemberian tugas rumah mempunyai fase fase sebagai
berikut:
Guru memberikan tugas
Siswa melaksanakan tugas
Kemudian siswa mempertanggung jawabkan kepada guru yang mereka pelajari atau yang mereka
kerjakan sesuai tugas yang diberikan oleh guru pengajar.
Maka jelaslah bahwa seorang siswa juga mempunyai peran penting dalam melaksanakan
metode ini. Dengan demikian penggunaan metode mengajar perlu diperhatikan bagaimana guru
dapat mempengaruhi siswa agar lebih menjadi tekun, termotivasi, dan semangat belajar lebih baik.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Metode pemberian tugas rumah adalah suatu metode yang digunakan oleh guru dengan
tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih permanen, karena siswa melaksanakan
latihan. Latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari
sesuatu lebih terintegrasi dan memiliki tujuan
Merangsang anak didik (siswa) berusaha lebih baik, memupuk inisiatif, bertanggung jawab dan
berdiri sendiri.
Bahwa kegiatan diluar sekolah adalah merupakan cara pembentukan anak yang berpribadi baik.
Memperkuat hasil belajar disekolah dengan menyelenggarakan latihan latihan yang perlu di
integrasi penggunaannya.
Oleh karena itu metode pemberian pekerjaan rumah sangatlah baik untuk prestasi anak
tetapi janganlah melebihi batas normal karena hanya akan membebankan siswa yang medapat
tugas tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Alipande, Immansjah, 1994. Didaktik Metodik Pendidikan Umum. Usaha Nasional. Surabaya.
Mursell. J. L. 1975. Pengajaran Berhasil. Universitas Indonesia. Yogyakarta.
Nana Sudjana. 1993. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta.
Nanawi. H. 1981. Pengaruh Hubungan Guru Mudir Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Depdikbud.
Jakarta.
Purwanto. 1988. Prinsip Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Rosdakarya. Bandung.
Rooijakers. 1980. Mengajar dengan Sukses. Gramedia. Jakarta.
Roestuyah. N. K. 1989. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta. Jakarta.
Sudiarto. 1987. Teknik Belajar Kelompok. Bina Askara. Jakarta.
MAKALAH TEKNOLOGI NUKLIR

Nama : Raden Zulkarnaen Imanuddin


Kelas : XI MIPA 6
No. Absen : 26

Kata Pengantar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya
untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jakarta, Maret 2015

Penyusun

Daftar Isi
Kata pengantar..................................................................2
daftar isi........................................................................... 3
Bab 1 :Pendahuluan
a.) Latar Belakang.............................................................4
b.) Rumusan Masalah.......................................................4
c.) Tujuan..........................................................................4
Bab 2 :Pembahasan
a.) Tenaga Nuklir..............................................................5
b.) Macam Macam Reaktor Nuklir...................................5
c.) Skema Reaktor Atom dan Fungsi Bangian Bagianya....8
d.) Aplikasi Radiosotop.....................................................11
Bab 3 :Penutupan
a.) Kesimpulan...................................................................13
b.) Saran.............................................................................13
Daftar Pustaka....................................................................14

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masyarakat pertama kali mengenal tenaga nuklir dalam bentuk bom atom yang
dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II tahun 1945. Sedemikian
dahsyatnya akibat yang ditimbulkan oleh bom tersebut sehingga pengaruhnya masih dapat
dirasakan sampai sekarang. Di samping sebagai senjata pamungkas yang dahsyat, sejak
lama orang telah memikirkan bagaimana cara memanfaatkan tenaga nuklir untuk
kesejahteraan umat manusia. Sampai saat ini tenaga nuklir, khususnya zat radioaktif telah
dipergunakan secara luas dalam berbagai bidang antara lain bidang industri, kesehatan,
pertanian, peternakan, sterilisasi produk farmasi dan alat kedokteran, pengawetan bahan
makanan, bidang hidrologi, yang merupakan aplikasi teknik nuklir untuk non energi. Salah
satu pemanfaatan teknik nuklir dalam bidang energi saat ini sudah berkembang dan
dimanfaatkan secara besar-besaran dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN),
dimana tenaga nuklir digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik yang relatif murah,
aman dan tidak mencemari lingkungan.
Energy nuklir merupakan salah satu sumber energi yang sangat besar potensinya untuk
digunakan dalam kehidupan manusia. Energi nuklir diproduksi oleh reaksi nuklir terkendali
yang menciptakan panas yang lalu digunakan untuk memanaskan air, memprodukai uap,
dan mengendalikan turbin uap. Turbin ini digunakan untuk menghasilkan energy listrik dan
melakukan pekerjaan mekanis.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan tenaga nuklir?
2. Apa saja macam-macam reaktor nuklir?
3. Bagaimana skema dari reaktor nuklir?
4. Apa sajakah aplikasi radioisotop?

C. Tujuan
1. Mengetahui maksud dari tenaga nuklir
2. Mengetahui macam-macam reaktor nuklir
3. Mengetahui skema dari reaktor nuklir
4. Mengetahui aplikasi radioisotop

BAB II
PEMBAHASAN

1. Tenaga Nuklir
Nuklir adalah zat yang bisa melepaskan oksigen dari udara atau zat yang dapat
memecah partikel benda lain nya. Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir)
adalah sebuah proses saat dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang
lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir adalah sumber energi yang
menyebabkan bintang bersinar, dan Bom Hidrogen meledak.
Ketenaganukliran adalah hal yang berkaitan dengan pemanfaatan,
pengembangan, dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir serta
pengawasan kegiatan yang berkaitan dengan tenaga dalam bentuk apapun yang
dibebaskan dalam proses transformasi inti, termasuk tenaga yang berasal dari
sumber radiasi gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan yang karena
energi yang dimilikinya mampu mengionisasi media yang dilaluinya.

2. Macam-macam Reaktor Atom/Nuklir


Menurut kegunaannya, reaktor nuklir dapat dibedakan menjadi tiga :
1. Reaktor Produksi Isotop
Reaktor produksi isotop yaitu reaktor yang menghasilkan radioisotop
yang banyak dipakai dalam bidang nuklir, kedokteran, biologi, industri, dan
farmasi.

2. Reaktor Daya/Power
Reaktor daya yaitu reaktor yang dapat menghasilkan energi listrik.
Reaktor daya merupakan reaktor komersial yang menghasilkan energi listrik
untuk dijual misalnya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).

3. Reaktor Penelitian
Reaktor penelitian yaitu reaktor yang dipergunakan untuk penelitian
di bidang pertanian, peternakan, industri, kedokteran, sains, dan
sebagainya.
Reaktor nuklir merupakan sebuah peralatan sebagai tempat berlangsungnya reaksi
berantai fisi nuklir terkendali untuk menghasilkan energi nuklir, radioisotop, atau
nuklida baru.

Dasar Reaktor Atom/Nuklir


Reaktor Nuklir
Keterangan :
1. Bahan bakar
2. Teras reaktor
3. Moderator
4. Batang kendali
5. Pompa pemindah
6. Generator uap
7. Shielding (perisai)

Berikut ini beberapa komponen dasar reaktor nuklir :

1. Bahan bakar reaktor nuklir merupakan bahan yang akan menyebabkan suatu
reaksi fisi berantai berlangsung sendiri, sebagai sumber energi nuklir. Isotop fisi
adalah uranium-235, uranium-233, plutonium-239. Uranium-235 terdapat di
alam (dengan perbandingan 1 : 40 pada uranium alam), dan yang lainnya harus
dihasilkan secara buatan.
2. Teras reaktor, di dalamnya terdapat elemen bahan bakar yang membungkus
bahan bakar.
3. Moderator adalah komponen reaktor yang berfungsi untuk menurunkan energi
neutron cepat (+ 2 MeV) menjadi komponen reaktor normal (+ 0,02 0,04 eV)
agar dapat bereaksi dengan bahan bakar nuklir. Selain itu, moderator juga
berfungsi sebagai pendingin primer. Persyaratan yang diperlukan untuk bahan
moderator yang baik adalah dapat menghilangkan sebagian besar energi
neutron cepat tersebut dalam setiap tumbukan dan memiliki kemampuan yang
kecil untuk menyerap neutron, serta memiliki kemampuan yang besar untuk
menghamburkan neutron. Bahan-bahan yang digunakan sebagai moderator,
antara lain :
air ringan (H2O),
air berat (D2O),
grafit,

4. Setiap reaksi fisi menghasilkan neutron baru yang lebih banyak (2 3 neutron
baru), maka perlu diatur jumlah neutron yang bereaksi dengan bahan bakar.
Komponen reaktor yang berfungsi sebagai pengatur jumlah neutron yang
bereaksi dengan bahan bakar adalah batang kendali. Dalam reaktor dikenal
faktor pengali (k), yaitu perbandingan jumlah neutron yang dihasilkan setiap
siklus dengan jumlah neutron pada awal siklus untuk :

k = 1, operasi reaktor dalam keadaan kritis,


k > 1, operasi reaktor dalam keadaan super kritis,
k < 1, operasi reaktor dalam keadaan subkritis.

Bahan yang dipergunakan untuk batang kendali reaktor haruslah memiliki


kemampuan tinggi menyerap neutron. Bahan-bahan tersebut antara lain
kadmium (Cd), boron (B), atau haefnium (Hf ).

5. Perisai (shielding), berfungsi sebagai penahan radiasi hasil fisi bahan agar tidak
menyebar pada lingkungan.
6. Pemindah panas, berfungsi untuk memindahkan panas dari pendingin primer ke
pendingin sekunder dengan pompa pemindah panas.
7. Pendingin sekunder, dapat juga berfungsi sebagai generator uap (pembangkit
uap) yang selanjutnya dapat digunakan untuk menggerakkan generator listrik.

Reaksi inti atom dapat berlangsung sangat cepat dan dihasilkan energi yang
sangat besar. Dari energi reaksi inti atom ini manusia dapat memanfaatkan untuk
kesejahteraan manusia tetapi sebagian juga memanfaatkan sebagai alat pembunuh
massal, misalnya dibuatnya bom atom dan bom hidrogen sebagai senjata perang
pada abad modern ini. Dalam hal kesejahteraan manusia memanfaatkan reasi inti
menggunakan reaktor atom/nuklir untuk pembangkit listrik dan lainya.
3. Skema Reaktor Atom dan Fungsi bagian-bagiannya

1. Bahan bakar nuklir/bahan dapat belah


Terdapat dua jenis bahan bakar nuklir yaitu BAHAN FISIL dan BAHAN FERTIL.

Bahan Fisil ialah : suatu unsur/atom yang langsung dapat memberikan reaksi
pembelahan apabila dirinya menangkap neutron.
Contoh: 92U 233, 92U 235, 94PU 239, 94 PU 241

Bahan Fertil ialah : suatu unsur /atom yang setelah menangkap neutron tidak dapat
langsung membelah, tetapi membentuk bahan fisil.
Contoh: 90TH 232, 92U 238

Pada kenyataannya sebagian besar bahan bakar nuklir yang berada di alam adalah bahan
fertil, sebaai contoh isotop Thorium di alam adalah 100% Th-232, sedangkan isotop
Uranium hanya 0,7% saja yang merupakan bahan fisil (U-235), selebihnya sebesar 99,35
adalah bahan fertil (U-238).

2. Bahan moderator
Dalam reaksi fisi, neutron yang dapat menyebabkan reaksi pembelahan adalah
neutron thermal. Neutron tersebut memiliki energi sekitar 0,025 eV pada suhu 27oC.
sementara neutron yang lahir dari reaksi pembelahan memiliki energi rata-rata 2 MeV,
yang sangat jauh lebih besar dari energi thermalnya. Syarat bahan moderator adalah
atom dengan nomor massa kecil. Namun demikian syarat lain yang harus dipenuhi
adalah: memiliki tampang lintang serapan neutron (keboleh-jadian menyerap neutron)
yang kecil, memiliki tampang lintang hamburan yang besar dan memiliki daya hantara
panas yang baik, serta tidak korosif.
Contoh bahan moderator : H2O, D2O (Grafit), Berilium (Be) dan lain-lain.
3. Pendingin reaktor
Pendingin reaktor berfungsi sebagai sarana pengambilan panas hasil fisi dari dalam
elemen bakar untuk dipindahkan/dibuang ke tempat lain/lingkungan melalui perangkat
penukar penukar panas (H.E.). Sesuai dengan fungsinya maka bahan yang baik sebagai
pendingin adalah fluida yang koefisien perpindahan panasnya sangat bagus. Persyaratan
lain yang harus dipenuhi agar tidak mengganggu kelancaran proses fisi pada elemen
bakar adalah pendingin juga harus memiliki tampang lintan serapan neutron yang kecil,
dan tampang lintang hamburan yang besar serta tidak korosif. Contoh fluida-fluida yang
biasa dipakai sebagai pendingin adalah: H2O, D2O, Na cair. Gas He dan lain-lain.

4. Perangkat batang kendali


Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reaktor agar laju
pembelahan/populasi neutron di dalam teras reaktor dapat diatur sesuai dengan kondisi
operasi yang dikehendaki. Selain hal tersebut, batang kendali juga berfungsi untuk
memadamkan reaktor/menghentikan reaksi pembelahan. Sesuai dengan fungsinya,
bahan batang kendali adalah material yang mempunyai tampang lintang serapan neutron
yang sangat besar, dan tampang lintang hamburan yang kecil. Bahan-bahan yang sering
dipakai adalah: Boron, cadmium, gadolinium dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut
biasanya dicampur dengan bahan lain agar diperoleh sifat yang tahan radiasi, titik leleh
yang tinggi dan tidak korosif. Prinsip kerja pengaturan operasi adalah dengan jalan
memasukkan dan mengeluarkan batang kendali ke dan dari teras reaktor. Jika batang
kendali dimasukkan, maka sebagian besar neutron akan tertangkap olehnya, yang berarti
populasi neutron di dalam reaktor akan berkurang dan kemudian padam. Sebaliknya jika
batang kendali dikeluarkan dari teras, maka populasi neutron akan bertambah, dan akan
mencapai tingkat jumlah tertentu. Pertambahan/penurunan populasi neutron berkait
langsung dengan perubahan daya reaktor.

5. Perangkat detektor
Detektor adalah komponen penunjang yang mutlak diperlukan di dalam reaktor
nuklir. Semua insformasi tentang kejadian fisis di dalam teras reaktor, yang meliputi
popularitas neutron, laju pembelahan, suhu dan lain-lain hanya dapat dilihat melalui
detektor yang dipasang dalam di dalam teras. Secara detail mengenai masalah tersebut
akan dibicarakan dalam pelajaran instrumentasi reaktor.

6. Reflektor
Neutron yang keluar dari pembelahan bahan fisil, berjalan dengan kecepatan tinggi ke
segala arah. Karena sifatnya yag tidak bermuatan listrik maka gerakannya bebas
menembus medium dan tidak berkurang bila tidak menumbuk suatu inti atom medium.
Karena sifat tersebut, sebagian neutron tersebut dapat lolos keluar teras reaktor, atau
hilang dari sistem. Keadaan ini secara ekonomi berati kerugian, karena netron tersebut
tidak dapat digunakan untuk proses fisi berikutnya.
Untuk mengurangi kejadian ini, maka sekeliling teras reaktor dipasang bahan pemantul
neutron yang disebut reflektor, sehingga nutron-neutron yang lolos akan bertahan dan
dikembalikan ke dalam teras untuk dimanfaatkan lagi pada proses fisi berikutnya.

Bahan-bahan reflektor yang baik adalah unsur-unsur yang mempunyai tampang lintang
hamburan neutron yang besar, dan tampang lintang serapan yang sekecil mungkin serta
tidak korosif. Bahan-bahan yang sering digunakan antara lain: Berilium, Grafit, Parafin,
Air, D2O.
7. Perangkat bejana dan perisai reaktor

Bejana/tangki raktor berfungsi untuk menampung fluida pendingin agar teras


reaktor selalu terendam di dalamnya. Bejana tersebut selain harus kuat menahan beban,
maka harus pula tidak korosif bila berinteraksi dengan pendingin atau benda lain di dalam
teras. Bahan yang bisa digunakan adalah: alumunium, dan stainless stell. Perisai reaktor
berfungsi untuk menahan/menghambat/menyerap radiasi yang lolos dari teras reaktor
agar tidak menerobos keluar sistem reaktor. Karena reaktor adalah sumber radiasi yang
sangat potensial, maka diperlukan suatu sistem perisai yang mampu menahan semua
jenis radiasi tersebut pada umumnya perisai yang digunakan adalah lapisan beton berat.

8. Perangkat penukar Panas

Perangkat penukar panas (Heat exchanger) merupakan komponen penunjang


yang berfungsi sebagai sarana pengalihan panas dari pendingin primer, yang menerima
panas dari elemen bakar, untuk diberikan pada fluida pendingin yang lain (sekunder).
Dengan sistem pengambilan panas tersebut maka integritas komponen teras akan selalu
terjamin.
4. Aplikasi Radioisotop

1. Manfaat Radioisotop Terkait Bidang Kedokteran

Sinar radioisotop kerap dimanfaatkan untuk mensterilkan peralatan kedokteran.


Terutama peralatan yang digunakan saat operasi. Peralatan kedokteran tentu berbeda
dengan peralatan makan sehari-hari. Tidak cukup steril dengan hanya dibersihkan
menggunakan air dan sabun saja. Peralatan kedokteran juga perlu disterilkan
menggunakan sinar gamma dari radioisotop agar benar-benar steril. Dan juga tidak
menimbulkan dampak risiko kepada orang lain ketika harus memakai peralatan operasi
yang sama.

2. Manfaat Radioisotop Terkait Bidang Pertanian

Menarik sekali karena radioisotop juga dapat menjadikan sebuah tanaman tumbuh
subur dan memproduksi tanaman yang unggul. Bantuan dari sinar gamma mampu
menjadikan sebuah tanaman tumbuh dan memproduksi bibit-bibit yang terbilang unggul.
Selain itu juga mampu membuat waktu panen berlangsung lebih cepat dibanding tanpa
bantuan dari radio isotop. Sebab sinar gamma digunakan untuk penyinaran dan mengarah
pada perubahan bagian kromosom tanaman atau lebih tepatnya adalah sifat dari
kromosom tanaman. Sehingga akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang
berbeda dari biasanya.
3. Manfaat Radioisotop Terkait Bidang Tambang Minyak

Berbicara mengenai tambang minyak tentu akan berpikir pemilik tambang minyak
adalah orang yang kaya raya. Semua itu sebanding dengan proses pengeboran minyak yang
sangat susah. Walaupun dengan bantuan dari radioisotop namun tidak semudah
membalikkan telapak tangan. Proses menambang minyak harus hati-hati. Sinar radioisotop
harus tepat menentukan lokasi air dan minyak berada. Proses tersebut berjalan dengan
fokus dan penuh kehati-hatian. Dan dengan bantuan sinar radioisotop dapat lebih
mempermudah mencari titik lokasi di mana minyak bumi berada.

4. Manfaat Radioisotop Terkait Bidang Arkeologi.

Di bidang arkeologi, radioisotop memiliki peran yang masih sulit digantikan oleh metode
lain. Radioisotop berperan dalam menentukan usia sebuah fosil. Usia sebuah fosil dapat
diketahui dari jejak radioisotop karbon-14. Ketika makhluk hidup masih hidup, kandungan
radioisotop karbon-14 dalam keadaan konstan, sama dengan kandungan di atmosfer
bumi yang terjaga konstan karena pengaruh sinar kosmis pada sekitar 14 dpm (
disintegrations per minute) dalam 1 gram karbon. Hal ini dikarenakan makhluk hidup
tersebut masih terlibat dalam siklus karbon di alam. Namun, sejak makhluk hidup itu
mati, dia tidak terlibat lagi ke dalam siklus karbon di alam. Sebagai akibatnya, radioisotop
karbon-14 yang memiliki waktu paro 5730 tahun mengalami peluruhan terus menerus.
Usia sebuah fosil dapat diketahui dari kandungan karbon-14 di dalamnya. Jika kandungan
tinggal separonya, maka dapat diketahui dia telah berusia 5730 tahun.

5. Manfaat Radioisotop Terkait Bidang Industri

Digunakan dalam pengujian kualitas las pada waktu pemasangan pipa minyak/gas serta
instalasi kilang minyak. Teknik radiografi merupakan teknik yang sering dipakai terutama
pada tahap-tahap konstruksi. Pada sektor industri minyak bumi, teknik ini digunakan
dalam pengujian kualitas las pada waktu pemasangan pipa minyak/gas serta instalasi
kilang minyak. Selain bagianbagian konstruksi besi yang dianggap kritis, teknik ini
digunakan juga pada uji kualitas las dari ketel uap tekanan tinggi serta uji terhadap
kekerasan dan keretakan pada konstruksi beton. Radioisotop yang sering digunakan
adalah kobal-60 (60Co). Dalam bidang industri, radioisotop digunakan juga sebagai
perunut misalnya untuk menguji kebocoran cairan/gas dalam pipa serta membersihkan
pipa, yang dapat dilakukan dengan menggunakan radioisotop iodoum-131 dalam bentuk
senyawa CH3131l. Radioisotop seng-65 (65Zn) dan fosfor-32 merupakan perunut yang
sering digunakan dalam penentuan efisiensi proses industri, yang meliputi pengujian
homogenitas pencampuran serta residence time distribution (RTD). Sedangkan untuk
kalibrasi alat misalnya flow meter, menentukan volume bejana tak beraturan serta
pengukuran tebal material, rapat jenis dan penangkal petir dapat digunakan radioisotop
kobal-60, amerisium-241 (241Am) dancesium-137(137Cs).

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ketenaganukliran sangat banyak manfaatnya karena menggunakan bahan bakar yang
murah dan mempunyai reaksi berkesinambungan dan tidak memiliki residu yang
mengganggu lingkungan seperti lapisan ozon dan mengurangi tingkat global warming. Juga
bias dimanfaatkan untuk tenaga listrik. Tetapi Ketenaganukliran juga memiliki banyak
dampak negatif jika dalam pemanfaatanya tidak maksimal, seperti residu zat radioaktif
sisa reaksi dalam reactor nuklir yang hanya bias terurai selama 24000 tahun.
Ketenaganukliran juga biasa dimanfaatkan oleh suatu Negara untuk dijadikan senjata
pemusnah massal. Jika terjadi kebocoran reactor pada pembangkit listrik tenaga nuklir,
akan berakibat fatal, seperti yang terjadi di Chirnobyl, ukraina dan Fukushima Jepang.
Dalam mitigasi bencana nuklir, sebelum terjadi kebocoran nuklir, pembuatan PLTN
harus sesuai dengan standar internasional untuk meminimalisir bencana, jika sudah terjadi
kebocoran, evakuasi adalah hal yang paling penting untuk mengurangi korban
B. Saran
Pembuatan PLTN memang sangat menguntungkan berbagai pihak, tetapi juga dapat
berakibat fatal jika terjadi sesuatu, oleh karena itu pengolahan energy nuklir harus
memperhatikan dampak dampak negative yang akan terjadi kelak.
Daftar Pustaka

https://nuclearthinker.wordpress.com/2014/04/06/tipe-tipe-reaktor-nuklir/

https://www.google.com/search?q=skema+umum+reaktor+atom+dan+fungsi+bagian
-bagiannya&client

http://adhea-putra.blogspot.com/

http://manfaat.co.id/manfaat-radioisotop-dalam-kehidupan-sehari-hari
Pengaruh Pertemanan Terhadap Prestasi Belajar
dikalangan Pelajar

Disusun untuk Melengkapi Tugas Bahasa Indonesia Kelas XI

Disusun Oleh : Jovita Karen Sunarti Coulter

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 39 JAKARTA

Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya serta karunian-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul
Pengaruh Pertemanan terhadap Prestasi Belajar dikalangan Pelajar ini dengan sebaik-baiknya.

Karya ilmiah ini berisi pembahasan dan solusi mengenai pengaruh pertemanan terhadap prestasi belajar
dikalangan pelajar.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Puji Lestari selaku guru bahasa Indonesia yang
telah membimbing kami dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada teman-teman yang sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam
pembuatan karya ilmiah.

Kami berharap dengan pembuatan karya ilmiah ini, dapat memperluas pengetahuan dan menambah
pengalaman bagi penulis. Selain itu, kami berharap karya ilmiah ini dapat memberi manfaat bagi para
pembaca pada khususnya serta dunia pengetahuan pada umumnya.
Kami selaku penulis menyadari bahwa karya ilmiah kami belum sempurna, oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun, sehingga dapat menjadikan laporan ini jauh lebih
baik.

. Kami menyadari dalam membuat karya ilmiah ini, tak lepas dari kesalahan. Maka dari itu kami mohon
maaf yang setulus-tulusnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jakarta, 12 Juni 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI .................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1

B. Identifikasi Masalah ............................................................................ 1


C. Batasan Masalah .................................................................................. 2

D. Rumusan Masalah ................................................................................ 2

E. Tujuan Penelitian ................................................................................. 2

F. Manfaat ............................................................................................... 2

BAB II KAJIAN TEORI

A. Pengertian Pertemanan dan Prestasi .................................................... 3

B. Teori dan Fungsi Pertemanan............................................................... 3

C. Faktor Negatif Pertemanan yang berdampak pada Prestasi ................

D. Faktor Positif Pertemanan yang berdampak pada Prestasi ..................

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................

B. Subjek Penelitian .................................................................................


C. Objek Penelitian ..................................................................................

D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................

E. Teknik Analisis Data ...........................................................................

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ..........................................................................................

B. Saran.....................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

LAMPIRAN ...............................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap orang tentunya membutuhkan orang lain untuk saling berinteraksi, salah satunya adalah teman.
Kehadiran teman sangat berharga untuk kehidupan setiap orang. Seperti : membantu dalam
menghadapi masalah, menemani melakukan aktivitas, dll. Tak terkecuali bagi pelajar. Pelajar tentunya
lebih membutuhkan teman dalam berbagai hal, seperti dalam hal pendidikan, komunikasi, rekreasi, dll.
Dalam suatu hubungan pasti akan memberikan pengaruh yang berbeda-beda, baik itu berdampak positif
ataupun negatif, banyak hal yang mempengaruhinya. Sama seperti hubungan pertemanan dikalangan
pelajar, salah satunya dalam hal prestasi belajar.

Pada makalah ini, penulis akan membahas mengenai pengaruh pertemanan pada prestasi belajar
dikalangan pelajar. Karena seperti yang sudah disampaikan di atas. Banyak hal yang mempengaruhi
dampak pertemanan bagi prestasi belajar, ada yang mengarah ke positif ataupun negatif. Sehingga
diperlukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak yang negatif.

Untuk itu, penulis ingin mengetahui apa saja pengaruh pertemanan dalam prestasi belajar dan apa
upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak negatif pertemanan terhadap prestasi belajar
dikalangan pelajar.

B. Identifikasi Masalah

Dari latarbelakang di atas, penulis dapat mengidentifikasikan beberapa masalah yang meliputi :

1. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi dampak pertemanan dikalangan pelajar.

2. Pengaruh apa saja yang ditimbulkan dalam suatu pertemanan dikalangan pelajar.

3. Solusi untuk mengatasi dampak negatif pertemanan terhadap prestasi belajar dikalangan pelajar.

C. Batasan Masalah
Dari identifikasi masalah tersebut, penulis hanya akan membahas pengaruh pertemanan terhadap
prestasi belajar dikalangan pelajar dan solusi untuk mengatasi dampak negatif pertemanan terhadap
prestasi belajar dikalangan pelajar.

D. Rumusan Masalah

1. Apa saja pengaruh pertemanan terhadap prestasi belajar dikalangan pelajar?

2. Bagaimana solusi untuk mengatasi dampak negatif pertemanan terhadap prestasi belajar
dikalangan pelajar?

E. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui apa saja pengaruh pertemanan terhadap prestasi belajar dikalangan pelajar dan
solusi untuk mengatasi dampak negatif pertemanan terhadap prestasi belajar dikalangan pelajar .

F. Manfaat
Agar pelajar dapat mengetahui berbagai pengaruh pertemanan dikalangan pelajar dan upaya untuk
mengatasi pertemanan yang berdampak negatif terhadap prestasi belajar dikalangan pelajar.

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Pengertian Pertemanan dan Prestasi

Menurut Rubin (2004:236-256) persahabatan adalah multidimensi dalam sifat dan melayani manusia
dalam berbagai cara ( seperti kesenangan , harapan, ketakutan, menyediakan afeksi, dukungan ,dan
keamanan emosi ).

Definisi lain mengenai persahabatan dikemukakan oleh Argyle dan Henderson dalam Kartono ( 1996 : 56
) menurut mereka persahabatan meliputi orang-orang yang saling menyukai , menyenangi kehadiran
satu sama lain, memiliki kesamaan minat dan kegiatan saling membantu dan memahami, saling
mempercayai , menimbulkan rasa nyaman dan saling menyediakan dukungan emosional.

Menurut Sardiman A.M (2001:46) Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi
antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar.
Sedangkan pengertian prestasi menurut A. Tabrani (1991:22) Prestasi adalah kemampuan nyata (actual
ability) yang dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:186) Prestasi adalah hasil yang telah dicapai
(dilakukan, dikerjakan dan sebagainya). Sedangkan menurut W.S Winkel (1996:165) Prestasi adalah
bukti usaha yang telah dicapai.

B. Teori dan Fungsi Pertemanan


1. Teori Pertemanan

Teori pertemanan menurut Hartup dalam Hertherington dan parke (1999:64) adalah saling timbal balik
dan komitmen antara orang-orang yang memiliki kedudukan yang kurang lebih setara. Berk (2000:54)
menyatakan persahabatan sebagai hunungan timbal balik yang meliputi pertemanan. Argyle dan
Henderson dalam Kartono (1996:54) menurut mereka persahabatan meliputi orang-orang yang saling
menyukai , menyayangi kehadirannya satu sama lain, memiliki kesamaan, saling membantu ,saling
memahami dan saling percaya, serta menimbulkan rasa nyaman dan saling menyediakan dukungan
emosional. Menurut Rubin (2004:326-356) persahabatan

Santrock (1998) menyebutkan enam fungsi penting persahabatan, yaitu:

1. Sebagai kawan (companionship)

2. Sebagai pendorong (stimulation)

3. Sebagai dukungan fisik (physical support)

4. Sebagai dukungan ego (ego support)

5. Sebagai perbandingan sosial (social comparison)

6. Sebagai memberi keakraban dan perhatian (intimacy/affection)


C.

- saling membantu dalam kesusahan dalam pelajaran maupun umum

- dapat memacu keinginan persaingan prestasi secara sehat.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian

Setting penelitian di masyarakat

2. Waktu penelitian

NO

Kegiatan

Minggu
Minggu 1

Minggu II

Minggu III

Minggu IV

Bulan

Penentuan judul dan rumusan masalah

Pencarian referensi

Menyusun proposal

4
Melakukan penelitian

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah pelajar dikalangan masyarakat.

C. Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah pengaruh pertemanan dalam prestasi belajar dikalangan pelajar

D. Teknik Pengumpulan Data

Dari beberapa teknik pengumpulan data, kami menggunakan teknik wawancara.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data yang kami lakukan menggunakan deskripsi kualitatif.

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah kami melakukan wawancara dari beberapa narasumber yang berprofesi sebagai pelajar
SD, SMP, dan SMA dibeberapa wilayah mengenai pengaruh pertemanan terhadap prestasi belajar
dikalangan pelajar dapat menimbulkan pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh positif dan
pengaruh negatif dapat terjadi kapan dan dimana saja, tergantung diri sendiri yang dapat menyeleksi
pengaruh positif dan pengaruh negatif.

B. Saran

Pertemanan adalah hubungan manusia yang bersifat timbal balik, saling membantu, saling menyayangi,
saling mempercayai, dan saling melengkapi sehingga menimbulkan rasa nyaman. Pertemanan terjadi
karena adanya sifat manusia yang tidak bisa hidup sendiri dan adanya toleransi antar sesama.

Pertemanan adalah sesuatu yang bernilai positif, tetapi ada juga pertemanan yang menyimpang dari
yang seharusnya, sehingga menimbulkan nilai negatif. Maka dari itu penulis memberikan saran bahwa
sebaiknya pertemanan dijadikan sebagai suatu hal yang positif, misalnya dengan adanya pertemanan
bisa menjadikan orang yang satu dengan yang lain lebih mengenal sehingga akan terjadi kerja sama yang
bernilai positif ( membahas materi pelajaran yang sulit dan mengerjakan tugas bersama ) dan bukan
dijadikan sebagai suatu hal yang negatif, misalnya pertemanan menyebabkan orang yang satu dengan
yang lain saling mengenal, tetapi pertemanan itu disalahgunakan menjadi perselisihan, tawuran, dan
persaingan yang mengandung nilai negatif .

DAFTAR PUSTAKA

http://tentangkomputerkita.blogspot.com.11:50.Sabtu,5 Januari 2013.

http://www.mungkinblog.com.11:56.Sabtu,5 Januari 2013.

LAMPIRAN

1. Faktor pertemanan apa saja yang menyebabkan prestasi belajar dikalangan pelajar menurun?

2. Apa saja faktor negatif dari pertemanan yang berdampak pada prestasi belajar dikalangan pelajar?

3. Apakah masalah negatif pertemanan berdampak di lingkungan anda?

4. Apa definisi pertemnan dan prestasi?

5. Bagaimana kaitannya pertemanan dengan prestasi belajar dikalangan pelajar?


NURWAHIDA

XI MIPA 6

Kata Pengantar

Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat
dan karunianyalah, karya tulis ilmiah yang berjudul Membudayakan Shalat Tahajjud dapat
terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunyaAdapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah
untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Kami berterima kasih kepada Bapak Junarto selaku Guru Bahasa Indonesia dan berbagai
pihak yang membantu dalam pembuatan karya ilmiah ini.

Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan
karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan
adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di
masa yang akan datang.

Jakarta, Juni 2017

Penulis
Daftar Isi

Kata Pengantar............................. 1

Daftar Isi.. ............................2

BAB I - PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang................................................................................... 4

1.2 Rumusan Masalah............................................................................... 4

1.3 Tujuan Penulisan................................................................................. 5

1.4 Metode Penelitian................................................... 5

BAB II - LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Shalat Sunnah....................................................... 6

2.2 Manfaat Shalat Sunnah....................................................... 6

BAB III METODE PENELITIAN


3.1 Metode Wawancara............................................. 8

3.2 Metode Pustaka ... ............................................ 8

BAB IV ANALISIS PENELITIAN DAN HASIL PENELITIAN

4.1 Pengertian Shalat Tahajjud................................ 9

4.2 Keutamaan Shalat Tahajjud................................. 10

4.3 Manfaat Shalat Tahajjud. .............................11

4.4 Tata Cara Melaksanakan Shalat Tahajjud....................................... 12

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan................................................. 14

5.2 Saran............................................... 14

Daftar Pustaka..................... 15
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Shalat merupakan salah satu kewajiban bagi kaum muslim yang sudah mukalaf dan harus
dikerjakan bagi mukmin maupun dalam perjalanan. Shalat merupakan rukun islam kedua setelah
syahadat. Islam didirikan atas lima sendi salah satunya adalah shalat, sehingga barang siapa
mendirikan shalat, maka ia mendirikan agama islam, dan barang siapa meninggalkan shalat,
maka ia meruntuhkan agama islam.

Selain shalat fardhuyang wajib kita kerjakanmasih ada beberapa shalat sunnah yang bias
kita kerjakan. Salah satunya adalah shalat tahajjud. Shalat tahajjud merupakan shalat yang
memiliki banayk keutamaan. Bila kita menjalankan shalat tahajjud kita bias semakin dekat
dengan Rabb yang telah menciptakan kita dan alam sekitar. Maka dari itu dalam karya tulis
ilmiah yang berjudul Membudayakan Shalat Tahajjud ini saya berharap semua umat muslim
bias menjalakan shalat yang penuh manfaat dan keutamaan.

1.2 Rumusan Masalah

Dalam latar belakang masalah diatas maka timbul masalah:

1. Apa pengertian shalat tahajjud?

2. Apa saja keutamaan dalam shalat tahajjud?

3. Apa saja manfaat dari shalat tahajjud?

4. Bagaimana tata cara melaksanakan shalat tahajju?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Agar kita mengetahui apa shalat tahajjud itu.

2. Agar kita bisa mengetahui apa saja keutamaan dalam shalat tahajuud.

3. Agar kita mengetahui apa saja manfaat dari shalat tahajjud.

4. Agar kita bias mengetahui tata cara melaksanakan shalat tahajjud dan mengerjakannya.

1.4 Metode Penelitian

Metodologi Pengumpulan Data


Metode metode pengumpulan data yang penulis gunakan sebagai rujukan dalam penyusunan
karya tulis ini adalah :

1. Metode wawancara

Metode wawancara yaitu metode mencari data dari seseorang yang sudah mengusai materi yang
akan ditanyankan yang berhubungan dengan karya tulis ilmiah ini.

2. Metode membaca buku

Metode membaca buku yaitu metode dengam membaca buku yang sesui karya tulis sebagai
tambahan dalam kajian terhadap obyek yang ditulis.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengrtian Shalat Sunnah


Shalat Tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah
mengerjakan shalat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur,meskipun itu hanya
sebentar. Hukum Shalat Tahajjud adalah Sunnat Muakkad, Yaitu : Sunnat yang sangat
dianjurkan untuk dikerjakan, karenanya maka Rasul SAW sangat menganjurkan kepada para
umatnya untuk senantiasa mengerjakan shalat Tahajjud. (Putra,Ust. Muhammad Syah. Shalat &
Puasa Sunnah)

Menurut para fuqaha (ulama ahli fiqh)

Menurut para fuqaha (ulama ahli fiqh) shalat tahajjud adalah mustahab, dan mereka
menggolongkannya pada mandubat lail (amalan sunnah di malam hari). Akan tetapi qadhi
tsanaullah mencatatnya sebagai sunnah muakadah (sunnah yang dikuatkan/ditekankan).

2.2 Manfaat Shalat Sunnah

1. Menutupi Kekurangan Shalat Wajib.

Bagaimana mungkin shalat wajib bisa ditutupi dengan shalat fardhu? Coba simak dulu sabda
rasulullah SAW.

Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah
shalat. Allah azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu,
Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya
sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada
sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan
sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan
yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya. Kemudian amalan lainnya akan
diperlakukan seperti ini.

2. Menghapus Dosa Kita

Agama Islam itu mudah jika kita membuat mudah dan akan terasa sulit jika kita mempersulit
juga. Ingat ALlah salah satu sifat Allah, yaitu maha pengampun segala dosa2 yang telah
makhluknya kerjakan
3. Menumbuhkan cinta lebih kepada Allah SWT.

4. Dekat dengan Allah SWT, dan masih banyak lagi keutamaan dari shalat sunnah yang tidak
kita ketahui dimana dengan shalat sunnah akan semakin meringankan kehidupan kita dan
meringankan beban kita di ahirat kita nanti.

BAB III

METODE PENELITIAN
3.1 Metode Wawancara

Dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini saya melakukan wawancara terhadap Ustaza Neng.
Dalam wawancara tersebut, saya banyak menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan Shalat
Tahajjud. Banyak sekali informasi yang saya dapat.

3.2 Metode Pustaka

Selain itu saya juga mendatangi perpustakaan di daerah Sidoarjo. Disana saya mencari buku
yang berhubungan dengan Shalat Tahajju dan membaca buku tersebut. Untuk menambah refrensi
dalam penulisan karya tulis ilmiah ini.

BAB IV

ANALISIS PENELITIAN DAN HASIL PENELITIAN


4.1 Pengertian Shalat Tahajjud

Shalat Tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah
mengerjakan shalat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur, meskipun itu
hanya sebentar. Hukum Shalat Tahajjud adalah Sunnat Muakkad, Yaitu : Sunnat yang sangat
dianjurkan untuk dikerjakan, karenanya maka Rasul SAW sangat menganjurkan kepada para
umatnya untuk senantiasa mengerjakan shalat Tahajjud. Karena dalam shalat Tahajjud terdapat
keutamaan dan keistimewaan yang besar sekali.

Beberapa Dalil yang menyinggung keutamaan bangun pada dua pertiga malam shalat
tahajjud adalah Surat AL-MUZZAMMIL ayat 1 20 Berikut Saya ambil salah Satu petikan dari
surat AL-MUZZAMMIL AYAT 20

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua
pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari
orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang..Dan
kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di
sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah
ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Surat Ini
menjelaskan bagaimana Allah memberi kita waktu waktu yang kiranya paling tepat untuk
memohon doaMaha Besar ALLAH dengan segala firmannya..

Rasul SAW pun bersabda :

Kerjakanlah shalat malam, karena shalat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum
kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada TUHAN kalian, juga sebagai
penebus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindarkan penyakit dari
badan (HR.Imam Tarmidji & Ahmad).

4.2 Keutamaan Shalat Tahajjud

Diantara keutamaan-keutamaan shalat Tahajjud itu adalah sebagai berikut :


1. Keutamaan yang pertama
Bagi orang yang mau mengerjakan shalat Tahajjud, ia akan mendapat pahala shalat yang paling
utama setelah shalat fardhu. Sebagaiman yang telah dijelaskan di dalam hadist Nabi SAW yang
artinya :

Rasullullah SAW pernah ditanya: Shalat apakah yang paling utama setelah sahalat fardhu.
Rasul Menjawab : Shalat tengah malam (lail).(HR. Jamaah)

2. Keutamaan yang kedua


Akan menjadi orang paling dekat dengan Allah SWT. Sebagaimana yang telah diterangkan
dalam sabda Nabi. SAW yang artinya :

Allah paling dekat dengan hamba-Nya pada akhir pertengahan malam. Oleh karena itu, jika
kamu sanggup untuk menjadi orang yang mengingat Allah pada saat itu, maka kerjakanlah.
(HR.Imam Tarmidzi)

3. Keutamaan yang ketiga


Akan menjadi orang yang senantiasa selalu dicintai Allah. Sebagaimana sabda Nabi SAW, yang
artinya :

Puasa yang paling Allah cintai adalah puasa Daud dan shalat yang paling Allah cintai adalah
shalat Daud. Beliau (Nabi Daud AS) tidur setengah malam dan bangun untuk shalat sepertiga
malamnya, lalu tidur lagi seperenam malamnya. Beliau juga biasa sehari puasa sehari
berbuka (HR. Jamaah)

4.3 Manfaat Shalat Tahajjud


Adapun manfaat shalat Tahajjud bagi orang yang mau mengerjakannya adalah sebagai berikut :

1. Manfaat yang pertama


Akan menjadikan pelakunya memiliki sifat rendah hati. Sebagaimana firman Allah SWT yang
artinya :

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan diatas
bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan
kata-kata yang baik.Dan orang yang melalui malam hari dengan sujud dan berdiri untuk Tuhan
mereka

2. Manfaat yang kedua


Akan menjadikan pelakunya sebagai orang yang selalu mensyukuri nikmat Allah SWT.
Sebagaimana yang telah diterangkan didalam hadist Nabi SAW, yang artinya :

Sungguh Rasulullah SAW berdiri dan shalat hingga kedua telapak kakinya atau kedua betisnya
bengkak, maka jawabnya : Bukankah aku ini seorang hamba yang banyak bersyukur. (HR.
Jamah kecuali Imam Abu Daud, yang bersumber dari Al Mughirah bin Syubah R.A)

3. Manfaat yang ketiga


Dapat melepaskan sipul godaan syaitan (mengusir syaitan) serta menjadikan badan segar dan
penuh semangat. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya :

Pada waktu seseorang tidur, syaitan membuat tiga buah simpul dikepalanya. Untuk setiap ia
mengatakan : tidurlah engkau sepanjang malam, bila ia terbangun, lalu menyebut nama Allah,
maka lepaslah satu simpul, Jika ia berwudhu, maka lepaslah satu simpul lagi; dan jika ia shalat,
maka terbukalah seluruh simpul.Pada waktu bangun lagi,ia akan merasa penuh semangat dengan
badan yang segar. Jika tidak,iaakan bangun pagi dengan perasaan serba tak enak dan
malas.(HR.Imam Bukhari, dari shahabat Abu Hurairah r.a).

4.4 Tata Cara Melaksanakan Shalat Tahajjud


Shalat Tahajjud dikerjakan pada waktu malam hari setelah shalat Isya sampai terbit fajar
(masuknya waktu shalat shubuh). Namun dalam sepanjang malam itu terdapat bagian-bagian dari
malam yang sangat mustajab, malam yang sangat utama mengerjakan shalat Tahajjud, yaitu
sepertiga malam yang terkahir, kira-kira mulai dari pukul 01.00 sampai terbit fajar (masuknya
waktu shalat shubuh). Sebagaimana sabda SAW yang artinya :

Tuhan kami turun ke langit dunia, ketika sepertiga malam yang terakhir, kemudian berfirman :
siapakah yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa yang meminta pasti Aku beri, siapa
yang memohon ampun,pasti Aku ampuni, sampai terbit fajar

Yang dimaksud turun ke langit dunia itu adalah perhatian Allah dalam mengabulkan
permohonan orang yang suka bangun malam dan mengerjakan shalat Tahajjud serta memohon
apa yang dihajatkan, adalah sangat diperhatikan dan mudah dikabulkan oleh ALLAH SWT.
Adapun bilangan rakaat shalat Tahajjud itu sekurang-kurangnya adalah dua rakaat, dan
sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Cara mengerjakan shalat Tahajjud itu pada dasarnya adalah
sama dengan shalat-shalat sunnah lainnya, hanya saja niat yang membedakan. Adapun lafazh
niat shalat Tahajjud itu adalah sebagai berikut :

Ushalli sunnatat tahajjudi rakataini lillahi taaalaa.Allahu akbar. Artinya : Saya berniat shalat
sunnat Tahajjud dua rakaat karena AllahTaala.ALLAHU AKBAR

Setelah dengan berdiri, shalat Tahajjud juga boleh dikerjakan dengan duduk atau bersila,
sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadist Nabi SAW, yang artinya :

Sesungguhnya Nabi SAW biasa melakukan shalat malam lama sekali dengan berdiri dan (lain
waktu) melakukannya lama sekali dengan duduknya. Bila Beliau membaca dengan berdiri, fuku
dan sujudnya dilakukan dari berdiri, Bila Beliau membaca dengan duduk, ruku dan sujud
dilakukan dari duduk (HR.Jamaah, kecuali Imam Bukhari dari Aisyah r.a)

Hasdist lainnya :

Saya melihat Nabi SAW shalat (lail) dengan bersila (HR.Imam Daruquthni, dari Aisyah r.a)

Setelah selesai mengerjakan shalat Tahajjud, perbanyaklah membaca istigfar dan dzikir
kepada Allah SWT serta memohon kepada-Nya, kemudian membaca doa sebagai berikut :
Bismillahir rahmaanir rahiim. Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa
man fiihinna. Wa lakal hamdu lakal mulkus samaawati wal ardhi wa man fii hinna, Walaka
hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi walakal hamdu antal haqqu wa wadukal haqqu wa
liqaa-u ka haqqun wa qauluka haqqun wal jannatu haqqu wan nabiyyuna haqqun wa
muhammadun shallallaahualaihi wa sallama haqqun was saaatu haqqun. Allahumma laka
aslamtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wamaa akhkhartu
wamaa asrartu wamaa alantu antal maqaddimu wa antal mu-akhkhiru laa ilaaha illah anta au laa
ilaaha gahiruka walaa haula walaa quwwata illa billahil aliyyil azhiim

Artinya :

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku,
Bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta seluruh isinya, bagi-Mulah segala
puji, Engkau raja Penguasa langit dan bumi beserta seluruh isinya, dan bagi-Mulah segala puji,
Engkau benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-firman Mu benar, syurga itu
benar, neraka itu benar, para Nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar dan hari Kiyamat
itu benar. Wahai Tuhanku, kepada Mu lah aku berserah diri, dengan Mu lah aku beriman, kepada
Mu aku rindu dan kepada Mu pula aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah dosa-dosaku, baik
dosa yang terdahulu maupun dosa yang akhir, yang tersembunyi dan yang nyata. Engkau Dzat
yang Terdahulu dan Yang TerAkhir. Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya
Engkau atau tidak ada Tuhan selain Engkau, serta tiada daya upaya dan kekuatan melainkan
hanya dengan pertolongan Allah Yang MahaAgung.

Setelah membaca doa tersebut diatas, lalu pergilah berbaring kembali tidur, sambil membaca
ayat-ayat kursi, surat Al-ikhlas, Al Falaq dan Surat An Naas.

BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Shalat tahuajjud merupaka shalat yang banyak memilik keutamaan dan manfaat
dikerjakan pada waktu malam hari setelah shalat Isya sampai terbit fajar (masuknya waktu shalat
shubuh). . Shalat sunnah yang dianjurkan setelah salat fardhu.

5.2 Saran

Kita sebagai umat muslim yang beriman harus senantiasa beribadah kepada allah SWT.
Selain mengrjakan shalat fardhu kita harus mengerjakan shalat sunnah tahajjud. Karen shalat
tahajjud merupakan shalat yang penuh dengan keutamaan dari allah SWT. sebagai sarana kita
untuk memperdekat kita dengan allah SWT.
Daftar Pustaka

Salim, Syaikh Abu Malik Kamal bin as-Sayyid. 2010. Panduan Praktik Shalat Sunnah dan Puasa
Sunnah. Jakarta: Pustaka Ibnu Umar.

Suharno, Ustadz Imam Nur. 2011 . Panduan Lengkap Shalat Tahajud. Jakarta: Belanoor.

S. Rauf , M. Shodiq Mustika dan Rusdin. 2008. Keajaiban Shalat Tahajud. Jakarta:
QultumMedia.

http://agamniagara.wordpress.com/2013/02/01/keutamaan-shalat-tahajud/

http://remajaislam.com/islam-dasar/fiqih-remaja/181-keutama