Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan RahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas critical
jurnal mata kuliah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK. Penulis berterima
kasih kepada Ibu dosen yang bersangkutan yang sudah memberikan
bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh
karena itu penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga
mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan
bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, November 2016.

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................ii
PENDAHULUAN.............................................................................................................1
RINGKASAN JURNAL....................................................................................................2
A. IDENTITAS JURNAL..............................................................................................2
B.RINGKASAN SETIAP BAGIAN JURNAL..............................................................2
PEMBAHASAN................................................................................................................7
a. Relevansi antara topik jurnal dengan karya-karya dan bidang keahilian penulis....7
b. Pokok-pokok argumentasi punulis dalam pendahuluan..........................................7
c. Cakupan Kajian Teori.............................................................................................8
d. Metodologi penelitian yang digunakan dan relevansinya.......................................8
e. Kerangka berfikir penulis.......................................................................................9
f. Kesimpulan dan saran yang diajukan penulis serta implikasinya pada penelitian
berikutnya......................................................................................................................9
g. Uraian penjelas.....................................................................................................10

2
PENDAHULUAN
Pertumbuhan adalah perubahan individu yang berupa fisik yang bersifat kuantitatif
tentunya yang dapat diukur, misalnya pertumbuhan berat badan, bertambahnya tinggi, dan
bertambhanya panjang pada rambut

Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang progesif dan kontinyu


(berkesinambungan) dalam setiap diri individu mulai dari lahir sampai mati.
Perkembangan bukan hanya sekedar penambahan tinggi tubuh seseorang, melainkan suatu
proses integrasi dari banyak struktur dan proses yang komples.

Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk
hidup. Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita dan
anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah
terserang penyakit.

Oleh sebab itu penulis memuat review jurnal ini untuk memberikan informasi tentang
pertumbuhan dan perkembangan. Betapa pentingnya hal tersebut terhadap setiap individu.

Bayangkan bagaimana jika manusia tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan


pada dirinya? Akankah tubuh mereka mampu bertahan dengan daya tahan tubuh yang
lemah yang tentu saja akan mudah terserang berbagai penyakit?

1
RINGKASAN JURNAL

A. IDENTITAS JURNAL
Judul Jurnal : KONSEP DASAR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA
DIDIK
Penulis : Muhammad Syamsussabri
Volume : volume 1, nomor 1
Tahun Terbit : 2013

B.RINGKASAN SETIAP BAGIAN JURNAL


Pendahuluan

Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara berkesinambungan
yaitu pertumbuhan dan perkembangan, yang berlangsung secara interdepedensi yakni
saling bergantung sama lainnya. Setelah anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan
maka daya tahan tubuh anak semakin kuat. Setelah dewasa, manusia dapat menghasilkan
keturunan seingga populasi manusia akan terjaga kelestariannya.

Kajian Teori

Pengertian pertumbuhan

Secara Etimologis:

DalamKamus Besar Bahasa Indonesia, perumbuhan berasal dari kata tumbuh yang
berarti tambah besar atau sempurna.

Secara Termitologis:

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materil sesuatu


sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan.

Pertumbuhan juga merupakan perubahan secara fisiologis sebagai asil dari proses
pematangan fungsi-fungsi fisik, yang berlangsung secara normal pada diri abak sehat,
peredaran waktu tertentu(kartono).

Menurut para ahli:

a. Karl E. Garisson : pertumbuhan adalah perubahan individu dalam bentuk


ukuran badan, perubahan otot, tualng, kulit,rambut, dan kalenjar.

2
b. Atan Long : pertumbuhan adalah perubahan yang dapat diukur dari satu
peringkat ke satu peringakat yang lain dari masa ke masa.
c. D. S Wright & Ann Taylor : pertumbuhan adalah pertambahan dalam berbagai
sifat luaran seseorang(sifat jasmani, seperti ukuran tubuh, tinggi , berat badan,
dan lain-lain.

Pengertian perkembangan

Secara Etimologis:

Perkembangan berasal dari kata kembang yang berarti maju, menjadi lebih baik.

Secara Termitologis:

Perkembangan adalah proses kualitatif yang mengacu pada penyempurnaan fungsi


sosial dan psikologiss dalam diri seseorang dan berlangsung sepanjang hidup manusia.

Menurut para ahli:

a. E. B Harlock : perkembangan adalah serangkaian perubahan progesif yang terjadi


sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman, terdiri atas serangkaian
perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
b. Crow : perkembangan adalah perubahan secara kualitatif serta cenderung ke arah
yang lebih baik dari segi pemikiran, rohani, moal dan sosial.
c. Karl E. Garisson : perkembangan hasil daripada tindakan yang saling berkaitan
antar peerkembangan jasmani dan pembelajarannya.
d. Atan Long : perkembangan adalah adanya timbul sifat baru yang berlainan dari
sifat awal dan terus berlaku hingga akhir hayat.
Metodologi Penelitian

metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi kuantitatif deskriptif.

Pembahasan

Teori Perkembangan ( Freud)

1. Fase Oral (0-1 tahun) pusat aktivitasnya pada bagian mulut anak
2. Fase Anal (2-3 tahun) pusat kenimkatannya pada anus yaitu ketika buang air besar
3. Fase Urogenital atau faliks (3-4 tahun) anak tertarik pada perbedaan antomis laki-
laki dan perempuan.
4. Fase Latent (4-5 tahun sampai pada masa pubertas) masa tenang tetapi anak
mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitifnya.

3
5. Fase Genitakia : alat reproduksi sudah mulai matng, heteroseksual dan mulai
menjalin hubungan rasa cinta dengan berbeda jenis kelamin.

Teori Perkembangan Kognitif (Piaget)

1. Tahap sensori-motor (0-2 tahun) perilaku anka melibatkan motorik, belum terjadi
keiatan mental yang bersifat simbolis.
2. Tahap pra oprasional (2-7 tahun) anak melibatkan dunia hanya dalam hubungan
dengan dirinya, pola pikir egosentris.
3. Tahap operasional (7-12 taun) konversi menunjukkan anak mampu menawar satu
objek yang diubah bagaimanapun bentuknya, bila tidak dditambah atau dikurangi
maka volumenya tetap.
4. Tahap operasional ( mulai usia 12 tahun) anak dapat melakukan representasi
simbolis tanpa menghadapi objek-objek yang ia pikirkan.

Teori Perkembangan Psikososial ( Erikson)

1. Trust vs Misstrusrt (0-1 tahun) kbeutuhan rasa aman dan ketidak berdayaannya
menyebabkan konflict basic trust vs Misstrusrt.
2. Autonomy vs shame and doubt ( 2-3 tahun) terjadi peningkatan keterampilan
motorik, anak perlu dukungan, pujian, pengakuan, perhatian serta dorongan untuk
menimbulkan kepercayaannya.
3. Initiatif vs guilty ( 3-6 tahun) anak mengembangkan kemampuan berinisiatifnya
untuk bebas melakukan sesuatu atas kehendak sendiri.
4. Industry vs inferiority ( 6-11 tahun) logika anak sudah mulai tumbuh dan anak juga
sudah mulai sekolah, tuntutan peran dirinya dan bagi orang lain.
5. Identity vs role confusion( mulai usia 12 tahun) anak mulai dihadapkan pada
harapan-harapan kelompoknya dan dorongan yang semakin kuat untuk mengenal
dirinya sendiri.
6. Intimacy vs isolation ( dewasa awal) individu sudah mulai mencari pasangan
hidup.
7. Generativy vs seft absorbtion (dewasa tengah) adanya tuntutan untuk membantu
orang lain diluar keluarganya.
8. Ego integrity vs despair (dewasa lanjut) individu akan menengok masa lalu.

Perkembangan Moral ( Kohlberg)

4
1. Pra-konvemsional : ditandainya dengan besarnya pengaruh wawasan kepatuhan
dan hukuman terhadap perilaku anak.
2. Konvensional : anak terpaksa menyesuaikan diri dengan harapan lingkunagn atau
ketertiban sosial agar disebut anak baik.
3. /purna akonvensional : anak mulai menambil keputusan baik dan buruknya secra
mandiri.

Perkembangan Emosi ( Hurlock)

Menurutnya, masa bayi mempunyai emosi yang berupa kegairahan umum, sebelumnya
bayi bicara ia sudah mengembangkan emosi heran, malu, gembira, marah dan takut.

Aspek-aspek Pertumbuhan dan Perkembangan

a. Aspek biologis : perkembangannya pada fisik individu


b. Aspek kognitif : perubahan kemampuan dan cara berfikir
c. Aspek psikososial : perubahan aspek perasaan, emosi dan hubungannya
dengan orang lain.

Kesimpulan dan Saran


Pertumbuhan lebih banyak berkenaan dengan aspek-aspek jasmaniah atau fisik.
Perkembangan berhubungan dengan aspek-aspek pasikis atau rohaniah
Dengan demikian disimpulkan bahwa pertumbuhan berkenaan dengan
penyempurnaan struktur sedangkan perkembangan dengan penyempurnaan fungsi.

PEMBAHASAN

a. Relevansi antara topik jurnal dengan karya-karya dan bidang keahilian


penulis
Setiap mahluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam
hidupnya, karena hal ini memiliki arti yang sangat penting bagi setiap mahluk hidup.
Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunanya.

Saat ini penulis berada pada remaja akhir, sebelumnya ia juga mengalami
pertumbuhan dan perkembangan seperti yang telah dijelaskan diatas. Baik dan buruknya

5
setiap pertumbuhan dan perkembangan sesorang diperngaruhi oleh faktor makanan dan
lingkungan serta faktor gen (keturunan).

b. Pokok-pokok argumentasi punulis dalam pendahuluan


Setiap mahluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan termasuk juga
tumbuhan dan hewan. Jika hewan dan tumbuhan tidak mengalami pertumbuhan dan
perkembangan maka semuanya akan mengalami kepunahan.

Pertumbuhan dan perkembangan ini menghasilkan bermacam-macam jaringan dan


organ tumbuhan. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan berbeda-beda antar spesies
satu denga spesies yang lain. Tetapi pada dasarnya memiliki persamaan tahapan
perkembangan.

Tumbuhan dan hewan yang mengalami pertumbuhan fisik namun tidak mengalami
perkemabangan moral dan emosi sehingga hewan tidak memiliki kemampuan untuk
berfikir. Mereka hanya menggunakan insting untuk bertahan hidup. Sedangkan manusia
mengalami perkembangan emosi dan moral sehingga manusia dapat berpikir terlebih
dahulu sebelum bertidak dan menggunakan hati nuraninya.

c. Cakupan Kajian Teori


Perkembangan berlangsung dari proses terbentuknya individu dari proses
bertemunya sperma dengan sel telur dan berlangsungnya sampai akhir hayat yang bersifat
timbulnya adanya perubahan dalam diri individu.

Perkembangan juga terjadi karrena proses kematangan dan pengalaman terdiri atas
sernagkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitaif. Dimaksud bahwa
perkembangan perkemabngan merupakan proses kematangan( kemampuan seseorang
sesuai usia normal) dan pengalaman yang merupakan interaksi antara individu dengan
lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif (dapat diukur)
yang menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut.

Perkembangan mengandung makna adanya pemunculan sifat-sifat yang baru,


berbeda dari sebelumnya, yang mengandung arti bahwa perkembangan merupakan
perubahan sifat individu menuju kesemppurnaan yang merupakan penyempurnaan dari
sifat-siifat sebelumnya.

6
d. Metodologi penelitian yang digunakan dan relevansinya
Dalam kehidupan seorang anak ada dua proses yang beroperasi secara terus
menerus pertumbuhan dan perkembangan, kedua proses ini berlangsung di saling
ketergantungan yang bergantung satu sama lain. perubahan kuantitatif terkait pertumbuhan
terkait dengan peningkatan ukuran dan struktur biologis, sedangkan pembangunan adalah
proses yang menggambarkan perilaku kehidupan sosial psikologi manusia dalam posisi
yang harmonis dalam masyarakat yang lebih luas dan kompleks. Seperti yang sudah
disinggung pertumbuhan dan perkembangan, banyak hal-hal yang harus dibahas sangat
penting bagi kita dalam tahap awal pertumbuhan dan pembangunan itu sendiri. Memang
ada banyak masalah yang semua bisa dianggap penting, yaitu: memahami pertumbuhan
dan perkembangan, tugas hukum dan perkembangan, karakteristik pertumbuhan dan
perkembangan dalam setiap periode, beberapa masalah dalam pengembangan proses
belajar siswa, solusi untuk masalah pembangunan dalam proses belajar siswa.

e. Kerangka berfikir penulis


Pada bagian pembahasan penulis menyajikan terlebih dahulu defenisi pertumbuhan
dan perkembangan baik secara etimologisdan termitologis serta dilengkapi lagi dengan
pendapat para ahli.

Selanjutnya hubungan antara pertumbuhan dan perkembangan serta persamaan dan


perbedaanya. Penulis juga menyajikan teori-teori perkembangan dari tokkoh terkenal
tentang pertumbuhan dan perkembangan serta juga perkembangan emosi (psikososial)
anak.

Kemudian ada juga prinsip-prinsip perkembangan dan dilanjutkan dengan aspek-


aspek pertumbuhan dan perkembangan.

Semuanya disajikan degan sangat rapi dan beruntun. Namun dalam jurnal ini tidak ada
faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan.

f. Kesimpulan dan saran yang diajukan penulis serta implikasinya pada


penelitian berikutnya
Setiap pertumbuhan lebih banyak mengarah pada penyempurnaan struktur fisik, seperti
pertumbuhan organ-organ tubuh sesuai dengan usia normal (kematangan).

Sedangkan perkembangan lebih banyak mengarah pada aspek psikis. Perkembangan


nilai sosial dan moral anak.apakah anak mampu berinteraksi dnegan lingkungan sekitarnya

7
dan menanggapi atau memberi respon terhadap rangsangan yang diberi oleh lingkungan
sekitar.

g. Uraian penjelas
Dalam jurnal ini sudah cukup baik, namu didalamnya tidak ada dicantukan faktor-
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dan bagaimana cara
mengatasi nya jika anak tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan,

Dalam perkembangan psikososialnya juga tidak disertai faktor-faktor yang bisa


mempengaruhi perkembangan moral dan sosial anak. Apakah anak yang tumbuh di kota
dan didesa akan sama nilai moral dan sosialnya.