Anda di halaman 1dari 4

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA

HANTAR LISTRIK
December 12, 2016 Agustyar Kimia Anorganik

1. Jumlah Ion yang Ada

Daya hantar listrik larutan elektrolit dipengaruhi oleh banyaknya ion-ion yang terdapat didalam
larutan tersebut. Jumlah ion yang ada tergantung dari jenis elektrolit (kuat/lemah) dan konsentrasi
selanjutnya pengenceran baik untuk elektrolit lemah/kuat memperbesar daya hantar dan mencapai
harga maksimum pada pengenceran tak berhingga. Semakin banyak jumlah ion yang ada dalam
larutan maka semakin besar daya hantar listriknya dan sebaliknya.
Penghantar logam disebut penghantar kelas utama, dalam penghantar ini listrik mengalir sebagai
elektron. Tekanan dari penghantar ini bertambah dengan naiknya temperatur. Larutan elektrolit juga
dapat menghantarkan listrik, penghantar ini disebut penghantar kedua. Pembawa muatan dapat
berupa elektron seperti logam, dapat pula berwujud ion positif dan ion negatif seperti dalam larutan
elektrolit dan lelehan garam. Pembawa muatan yang berwujud logam disebut elektrolit atau metalik,
sedangkan pembawa muatan yang berupa larutan disebut ionik atau elektrolit.
Pengukuran daya hantar listrik mempunyai arti penting dalam proses-proses kimia. Pada
pembuatan aquades, efisiensi dari penghilang zat terlarut yang berupa garam-garam dapat diikuti
dengan mudah dengan cara mengukur daya hantar larutan. Derajat ionisasi elektrolit lemah dapat
ditentukan dengan pengukuran daya hantarnya. Seperti diketahui, daya hantar berbanding lurus
dengan jumlah ion yang ada dalam larutan.
Tabel jumlah ion dan m dalam pelarut air

Jumlah ion Range m

2 118-131
235-273
3 408-435
4
>560
5

Dalam pengukuran konduktivitas spesifik larutan dipilih harga yang paling konstan karena harga
konduktivitas cenderung berubah setiap saat sehingga harga yang paling konstan merupakan harga
yang mendekati harga sebenarnya. Setiap pergantian larutan, alat cuci dengan akuades.
Pengukuran disertai dengan pengukuran akuades (pelarut) karena harga konduktivitas spesifik
merupakan koreksi dari konduktivitas larutan dengan konduktivitas pelarut
k= klarutan kpelarut
Dari konduktivitas spesifik, dicari harga antara molarnya sehingga dapat ditentukan jumlah ion yang
ada dalam sampel.
Tabel jumlah ion dan m dalam pelarut DMF
Jumlah ion Range m

1:1 65-90
130-170
2:1
200-240
3:1 >300
4:1

Semakin besar jumlah ion dari suatu larutan maka akan semakin tinggi nilai konduktivitasnya.
Jumlah muatan dalam larutan sebanding dengan nilai hantar molar larutan dimana hantaran molar
juga sebading dengan konduktivitas larutan. Konsentrasi elektrolit sangat menentukan besarnya
konduktivitas molar (m). Konduktivitas molar adalah konduktivitas suatu larutan apabila konsentrasi
larutan sebesar satu molar, sehingga secara matematis dirumuskan :
m = k/C
Jika satuan volume yang digunakan adalah cm3 maka persamaan yang menjadi
m =
Dimana : k : Konduktivitas spesifik (Scm-1)
C : Konsentrasi larutan (mol/L)
m : Hantaran molar (Scm2mol-1)

1. Kecepatan Ion pada Beda Potensial antara Kedua Elektroda yang Ada

Perpindahan muatan listrik dapat terjadi bila terdapat beda potensial antara satu tempat terhadap
yang lain, dan arus listrik akan mengalir dari tempat yang meiliki potensial tinggi ke tempat potensial
rendah. Didalam suatu larutan, terjadinya arus listrik dikarenakan adanya ion yang bergerak.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan ion adalah:

1. Berat dan muatan ion


2. Adanya hidrasi
3. Orientasi atmosfer pelarut
4. Gaya tarik antar ion
5. Temperatur
6. Viskositas

Jika larutan diencerkan maka untuk elektrolit lemah -nya semakin besar dan untuk elektrolit kuat
gaya tarik antar ion semakin kecil. Pada pengenceran tidak terhingga, daya hantar ekivalent
elektrolit hanya tergantung pada jenis ionnya. Masing-masing ion mempunyai daya hantar ekivalent
yang berbeda.
Dalam penghantar ini disebabkan oleh gerakan dari ion-ion kutub satu ke kutub lainnya. Berbeda
dengan penghantar logam, penghantar elektrolit tahanannya berkurang bila temperatur naik.
1. Konsentrasi Larutan

Pada larutan encer, ion-ion dalam larutan tersebut mudah bergerak sehingga daya hantarnya
semakin besar. Pada larutan yang pekat, pergerakan ion lebih sulit sehingga daya hantarnya
menjadi lebih rendah.
Daya hantar ekuivalen didefenisikan sebagai daya hantar satu gram ekuivalen suatu zat terlarut
diantara 2 elektroda dengan jarak kedua elektroda 1 cm. Daya hantar ekuivalen pada larutan encer
diberi symbol 0 yang harganya tertentu untuk setiap ion.
Pengaruh konsentrasi pada daya hantar ekuivalen, misal:

Konsentrasi NaCl 0

0,1 106,7
118,5
0,01 123,7
0,001
126,4
~

(Sumar Hendayana,1994)
Konduktivitas molar elektrolit tidak tergantung pada konsentrasi. Jika K tepat sebanding dengan
konsentrasi elektrolit. Walaupun demikian pada praktiknya, konduktivitas molar bervariasi terhadap
konsentrasi, salah satu alasannya adalah jumlah ion dalam larutan mungkin tidak sebanding dengan
konsentrasi larutan elektrolit, misalnya konsentrasi ion dalam larutan asam lemah tergantung pada
konsentrasi asam secara rumit dan penduakalian konsentrasi nominal asam itu tidak menduakalikan
jumlah ion tersebut. Kedua, karena ion saling berinteraksi dengan kuat, maka konduktivitas larutan
tidak tepat sebanding dengan jumlah ion yang ada.

1. Jenis Larutan

Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan
larutan non elektrolit. Sifat elektrolit dan non elektrolit didasarkan pada keberadaan ion dalam
larutan yang akan mengalirkan arus listrik. Larutan elektrolit adalah suatu senyawa yang bila
dilarutkan dalam pelarut (misalnya air) akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus
listrik. Elektrolit diklasifikasikan berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik yaitu
elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Suatu elektrolit dapat berupa asam, basa maupun garam.
Menurut Michael Faraday, elektrolit merupakan suatu zat yang dapat menghantarkan listrik jika
berada dalam bentuk larutan atau lelehannya. Dalam suatu larutan elektrolit bila diberi dua batang
elektroda inert dan diberi tegangan listrik diantaranya, maka anion-anion akan bergerak ke elektroda
negatif (katoda). Proses ini merupakan fenomena transport seperti halnya yang terjadi dalam
molekul gas adalah adanya pengaruh medan listrik dan molekul pelarut. Analisis kimia yang
didasarkan pada daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion didalam larutan ion
yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar. Larutan non elektrolit adalah
larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hal ini ditandai lampu tidak menyala pada alat
uji elektrolit dan tidak terdapat gelembung gas pada permukaan elektrodanya. Contohnya antara lain
larutan gula, larutan UREA, larutan alkohol dan sebagainya.
Zat elektrolit yang memiliki daya hantar listrik sangat baik di dalam larutan encernya (dilarutkan
dalam air dalam jumlah sedikit) disebut sebagai elektrolit kuat, sedangkan lautannya disebut
sebagai larutan elektrolit kuat. Sedangkan zat elektrolit yang memiliki daya hantar listrik yang kurang
baik di dalam larutan encernya disebut sebagai elektrolit lemah, dan larutannya disebut sebagai
larutan elektrolit lemah.
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat terlarut
yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat berubah menjadi ion-ion dengan
harga derajat ionisasi adalah satu ( = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
Asam kuat, : HCl, HClO3, HClO4, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
Basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2,
Ba(OH)2 dan lain-lain.
Garam-garam yang mempunyai kelarutan tinggi, : NaCl, KCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain.
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik dengan daya yang
lemah, dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < < 1). Yang
tergolong elektrolit lemah adalah:
Asam lemah, : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain.
Basa lemah, : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain.
Garam-garam yang sukar larut, : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain.
Menurut Arrhenius, larutan elektrolit mengandung ion yang bergerak bebas. Ion inilah yang
menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion dan
senyawa. kovalen polar.

1. Senyawa ion : Terdiri atas ion, jika senyawa ion dilarutkan dalam air maka ion dapat
bergerak bebas dan larutan dapat menghantarkan arus listrik. Padatan / kristal senyawa ion
tidak dapat menghantarkan arus listrik , tetapi lelehan senyawa ion dapat menghantarkan
arus listrik.
2. Senyawa kovalen polar : Molekul senyawa kovalen polar dapat diuraikan oleh air
membentuk ion. Elektrolit jenis ini meliputi asam dan basa, tetapi lelehan senyawa kovalen
terdiri atas molekul netral, maka tidak ada lelehan senyawa kovalen yang dapat
menghantarkan arus listrik walaupun bersifat polar.