Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN

PRODUKSI PRODUK NIKE

DISUSUN OLEH:
AQIL AHFA (1315030097)
FITRI ANISA RAHMI (1315030007)
LUTFI ADITDYA WIBOWO (1315030104)
RIZA FAHLEVI (1315030076)
YUSRIYYAH(1315030088)
TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3D

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2016
BAB I

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Perkembangan usaha bisnis dalam era globalisasi saat ini semakin
pesat ditandai dengan tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin
tinggi dan ketat. Keadaan tersebut menyebabkan perusahaan pada
umumnya berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup,
mengembangkan perusahaan, memperoleh laba optimal serta dapat
memperkuat posisi dalam menghadapi perusahaan pesaing dimana untuk
mencapai tujuan tersebut tidak terlepas dari usaha membuat produk yang
dibutuhkan oleh masyarakat. Menyadari hal itu, produksi merupakan suatu
kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau
menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi
kebutuhan. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk
mencapai kemakmuran, kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang
dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
Olahraga adalah suatu aktivitas yang sangat penting dalam menjaga
kesehatan. Dalam hal ini sepatu menjadi salah satu perlengkapan yang
dibutuhkan dalam menunjang kegiatan tersebut. Olahraga berbeda akan
membutuhkan sepatu yang berbeda. Para produsen sepatu global yang
membaca peluang ini telah lebih dahulu melakukan penelitian untuk
mengembangkan sepatu untuk beragam aktivitas olahraga. Hal ini memicu
pertumbuhan produsen lokal di Indonesia memproduksi sepatu yang jenis
sama. Namun pada sebuah survey Top Brand Award untuk produk di
pasar Indonesia yang dilakukan Frontier Consulting Group. Survey yang
dilakukan pada tahun 2013 dilakukan di 8 kota besar dengan melibatkan
total 5.200 responden yang terdiri dari 3.250 sampel secara acak, 1.100
sample toko ritel secara acak dan 800 sampel booster menobatkan Sepatu
Nike menjadi Top Brand kategori sepatu olahraga 22,9%.

Nike Inc merupakan perusahaan manufaktur berskala global yang


berdiri sejak tahun 1964 di Portland. Perusahaan yang awalnya hanya
memproduksi sepatu olahraga saja kemudian berkembang memproduksi
berbagai macam produk olahraga. Produk-produk yang diproduksi oleh
Nike secara umum dibagi 2 yaitu produk dengan merek Nike serta merek
non-Nike. Khusus produk bermerek Nike adalah sepatu, aparel sebagai
pelengkap produk sepatu, bola olahraga, kacamata, skates, bats sedangkan
produk bermerek Non-Nike yang diproduksi adalah Cole-Haan line dress
dan casual footwear, ice skates, skate blades, hockey sticks, hockey
jerseys, dan produk-produk lainnya.
Tidak hanya di Indonesia Nike menjadi market leader, pada pasar
global sepatu Nike yang diproduksi oleh Nike Inc sudah membuktikannya
dan mengantarkannya menjadi perusahaan urutan 115 dalam fortune 500
dengan market value per maret 2014 sebesar 65.401 miliar dolar.

1. 2. Tujuan
Mengetahui tentang produk yang dihasilkan dari produksi
perusahaan Nike Inc dan proses cara membuat produknya.

1. 3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, yang
menjadi perumusan masalah adalah Apa produk yang dihasilkan dari
produksi perusahaan Nike Inc dan bagaimana proses pembuatannya?
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Produksi

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah


nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat
dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa
mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah
daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan
produksi barang.

Konsep Produk adalah berasaskan kepada prinsip bahwa pengguna akan


menghargai dan lebih mengutamakan produk yang menawarkan kualitas, prestasi
dan ciri-ciri inovatif yang terbaik. Untuk itu, industri akan memberi lebih
tumpuan kepada mereka untuk menciptakan produk yang berprestige
mempunyai attribute dan value yang terbaik dalam kelasnya yang tersendiri - serta
menyempurnakan pengeluarannya walaupun dengan kos yang tinggi.

Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai


kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam
jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses
produksi disebut produsen.

Di dalam kegiatan produksi pasti ada modal. Modal adalah semua alat
yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan barang dan jasa, dengan imbalan
berupa bunga modal kepada pemodal. Modal dibagi 4, yaitu :

a) Modal tetap, adalah modal yang memberikan jasa untuk proses produksi
dalam waktu lama, atau lebih dari satu kali putaran proses produksi.

b) Modal lancar, adalah modal yang memberikan jasa hanya sekali dalam
proses produksi. Modal ini sekali dipakai dalam proses produksi,
kemudian berubah sifat atau wujudnya menjadi barang lain.
c) Modal sendiri, adalah modal yang diserahkan pemilik modal kepada badan
usaha. Laba yang diperoleh dan tidak atau belum diserahkan kepada
pemilik modal, dengan sendirinya digolongkan sebagai modal sendiri.

d) Modal asing, adalah modal yang diberikan oleh orang-orang atau badan-
badan lain kepada suatu badan usaha sebagai pinjamn.

Berdasarkan caranya, proses produksi digolongkan dalam tiga macam antara


lain, yaitu:
a. Proses Produksi Pendek, adalah proses produksi yang pendek atau cepat dan
langsung dalam menghasilkan barang atau jasa yang dapat dinikmati konsumen.
Contohnya adalah proses produksi makanan, seperti pisang goreng, bakwan,
singkong goreng. dan lain-lain.
b. Proses Produksi Panjang, adalah proses produksi yang memakan waktu lama.
Contohnya adalah proses produksi menanam padi dan membuat rumah.
c. Proses Terus Menerus/Kontinu, adalah proses produksi yang mengolah bahan-
bahan secara berurutan dengan beberapa tahap dalam pengerjaan sampai menjadi
suatu barang jadi. Jadi bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin
secara terus-menerus untuk menjadi suatu barang jadi. Contohnya adalah proses
memproduksi gula, kertas, karet, dan lain-lain
d. Proses Produksi Berselingan/Intermitten, adalah proses produksi yang
mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkan menjadi barang jadi. Seperti,
proses produksi mobil dimana bagian-bagian mobil dibuat secara terpisah, mulai
dari kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, dan lain-lain. Setelah semua bagian dari
mobil tersebut selesai atau lengkap maka selanjutnya bagian-bagian mobil
tersebut digabungkan menjadi mobil.
Dalam memproduksi suatu barang atau jasa produksi mempunyai tujuan
sebagai beriukut:
1. Menghasilkan barang atau jasa
2. Meningkatkan nilai guna barang atau jasa
3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat
4. Meningkatkan keuntungan
5. Meningkatkan lapangan usaha
6. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan

2.2 Sepatu
Menurut Drs. Dwi Asdono Basuki, B.Sc, MM (2010), pengertian sepatu
adalah pakaian untuk kaki, sedang kaki adalah anggota badan yang hidup dan
bergerak, dengan bentuk asimetris pada structur dan gerakannya. Gerakan kaki
adalah gerakan yang kompleks dari banyak tulang yang saling berhubungan. Oleh
karena itu dalam membuat sepatu tidak boleh sembarangan, harus mengikuti
anatomi kaki dan aturan aturan secara ilmiah serta teknologi tertentu, sehingga
hasil sepatu yang diperoleh dapat cocok dan sesuai serta enak dipakai pada kaki.
Menurut Schachter (1986), sepatu merupakan bagian luar yang menutupi kaki.
Kata itu biasa digunakan di United State sebagai sebuah istilah termasuk untuk
jenis alas kaki dengan potongan rendah.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Produksi

Produk yang berkualitas dan berkelas menciptakan daya beli masyarakat


yang tinggi. Nike yang berpredikat sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia
yang diyakini berhasil menghipnotis masyarakat Indonesia dan dunia. Produk
kreatif dan inovatif memerlukan strategi pengembangan dan manajeman yang
baik. Hal ini pula yang dilakukan pihak nike agar selalu eksis dalam kancah dunia
bisnis agar terus menghasilkan produk-produk yang berkualitas spektakuler
dan fenomenal.
Hingga kini produk-produk Nike tidak hanya sepatu, namun juga
merambah ke produk lain seperti seperti jaket, topi, jam tangan, serta produk
olahraga lainnya. Fokus utama produk Nike adalah sepatu olahraga yang
dirancang khusus untuk olahraga, kemudian berkembang memproduksi berbagai
macam produk olahraga. Produk-produk yang diproduksi oleh Nike secara umum
dibagi 2 yaitu produk dengan merek Nike serta merek non-Nike. Khusus produk
bermerek Nike adalah sepatu, aparel sebagai pelengkap produk sepatu, bola
olahraga, kacamata, skates, bats sedangkan produk bermerek Non-Nike yang
diproduksi adalah Cole-Haan line dress dan casual footwear, ice skates, skate
blades, hockey sticks, hockey jerseys, dan produk-produk lainnya.
Nike adalah brang yang mendunia. Sepatu nike cocok dipakai untuk
masyarakat yang menyukai olahraga atau sport. Bila dibandingkan dengan brand
sepatu lainnya, sepatu nike jauh lebih berkembang, baik dalam segi kualitas
maupun kuantitas produk perusahaan itu sendiri.
Nike, Nama Nike Terinspirasi oleh Dewi mitologi Yunani Kuno yaitu
Nike. Logo yang berbentuk centang didesain oleh Carilyn Davidson, seorang
mahasiswi desain grafis di prtland State University pada tahun 1971. Logo Nike,
adalah representasi dari sayap dewi kemenangan Yunani, disebut Swoosh. Sayap
dewi Yunani suci dikenal untuk membawa motivasi dan kekuatan berani untuk
prajurit. Logo berbentuk sayap awalnya dianggap sebagai "strip" tapi kemudian
diganti dengan sebutan "Swoosh"
Keberhasilan Nike tidak lepas dari dua orang pendirinya, yaitu Phill
Knight dan Bill Bowerman. Knight merupakan pemimpin yang cerdas dan
revolusioner, ia mampu mengangkat image nike kembali saat sempat turun di
tahun 1983. Beberapa hal yang dilakukan oleh Knight hingga Nike berhasil
diantaranya :
a) Fokus pada visi dan misi perusahaan
b) Spesifikasi dan standardisasi produk dari Nike
c) Dengan hollow company dan tenaga kerja yang murah mampu menekan
biaya

Dalam memproduksi produknya, nike tetap memegang visi, misi, dan


tujuannya, yaitu:
Visi : To Bring inspiration and innovation to every athlete in
the world
Misi : The service of human potential
Tujuan : Menjadi perusahaan dalam bidang olahraga yang
terkemuka di dunia yang dapat terus berada diatas para
pesaingnya.

Sepatu Bola Nike Mercurial


Perkembangan Sepatu Bola Nike Mercurial 1998-sekarang
Dari data gambar diatas, dapat dikatakan bahwa sepatu bola nike
khususnya merk Mercurial mengalami berbagai perubahan (varian), baik itu
dari segi motif, desain, warna, kualitas dan lain sebagainya.

Adapun keunggulan dari sepatu bola Nike Mercurial ini adalah sebagai
berikut :

1. Bobot : sangat ringan ketika digunakan bermain bola yaitu sekitar 200 gram.
2. Tambahan pul untuk menambah kecepatan atau ketangkasan dalam bermain
bola.
3. Menggunakan teknologi Brio Cables yang adaptif, sehingga memungkinkan
meningkatkan akselerasi maksimal bagaikan ketapel.
4. Serat karbon yang lebih fleksibel.
5. Lapisan Upper yang baru.
6. Pembaharuan bahan sepatu menggunakan teijin synthetic untuk lebih
menempel pada bola dan meningkatkan kontrol.
7. Alas kaki yang mencengkram permukaan lapangan.

(bobot yang ringan) (ukuran yang pas) (pul untuk menambah


kecepatan)

(teknologi brio (lapisan Upper) teijin synthetic


cables)
3.2 Proses Produksi Sepatu
Dalam konstruksi sepatu, beberapa manufacture menggunakan istilah-
istilah yang hampir sama yang menunjukkan elemen-elemen sepatu.

Elemen Sepatu

Umumnya konstruksi sepatu terbagi menjadi 2 bagian utama, yaitu :


1. Upper, adalah bagian sepatu yang terdapat di bagian sisi atas, mulai dari
ujung depan sepatu, sisi kanan dan kiri, bagian lidah (tongue) sampai
dengan bagian belakang. Karakteristik dari upper biasanya berbahan dasar
kain sintetic atau kulit (leather) yang telah dirakit dengan jahitan (stitching
process).
2. Bottom, adalah bagian alas atau bagian bawah dari sepatu. Biasanya orang
menyebut bagian sole. Bottom terdiri dari insole, midsole dan outsole. Dan
ada juga yang menggunakanbahan Pu-Puck (Polyurethane).
Alur proses produksi sepatu

Keterangan :

1. Upper Components Cutting


Cutting process adalah proses pemotongan bahan baku sebelum dibentuk
menjadi upper sepatu. Bahan baku yang berupa kain atau pun kulit (leather)
dipotong membentuk pola-pola ( Cardsboard patterns ) yang telah ditentukan
sebelumnya. Peralatan yang diperlukan dalam proses ini menggunakan mesin
potong (cutting machine) dan alat potong yang disebut dengan cutting dies yang
bentuk dan ukurannya telah dibuat sesuai dengan pola-pola potongan yang akan
dikerjakan.
2. Stitching / Sewing
Pada proses ini pola-pola bahan baku yang telah dipotong di cutting
process kemudian dijahit yang kemudian dibentuk menjadi upper sepatu. Dalam
proses penjahitan ini sangat banyak membutuhkan waktu dalam pengerjaannya.
Hal ini dikarenakan tinginya tingkat kesulitan dalam menjahit dan juga butuh
ketelitian yang sangat tinggi. Potonganpola dijahit satu persatu sehingga
membentuk upper sepatu yang selanjutnya disatukan di proses perakitan.

3. Outsole Production
Outsol merupakan Bagian terbawah dari sepatu yang contact dengan
tanah. Karakteristik outsole yang baik antara lain: Cengkeraman (grip), daya
tahan, dan tahan air. Untuk sebuah sepatu, bahan yang digunakan pada outsole
biasanya merupakan gabungan dari beberapa bahan untuk menyesuaikan dengan
model,warna dan fungsi yang diinginkan, antara lain berbasis plastik,
karet/rubber, sponge. masing masing jenis bahan tersebut juga bervariasi.
misalnya untuk plastic ada jenis TPR, TPU dll.
Proses pembuatan outsole terdapat 2 jenis, yaitu molding dan injection.
4. Insole Production
Merupakan bagian dalam sepatu, tepatnya berada di bawah kaki. Bahan
yang dipakai untuk insole sangat menentukan kenyamanan saat kita mengenakan
sepatu.

5. Stock Fitting
Beberapa jenis outsole bisa langsung digunakan pada proses Assembling,
namun ada juga beberapa jenis bottom yang harus melalui proses stock
fitting. Proses ini adalah merupakan proses kerja yang menggabungkan bagian-
bagian dari bottom sepatu, yaitu antara midsole dan outsole sampai terbentuk
menjadi bottom sepatu. Midsole yang berbahan dasar phylon akan digabungkan
dengan outsole yang berbahan dasar karet (rubbersole) dengan cara
mengelem/cementing.
6. Assembly
Pada bagian inilah perakitan sepatu dikerjakan. Bagian-bagian sepatu yang
masih berupa upper dan bottom digabungkan hingga menjadi bentuk sepatu.
Bagian upper yang diproduksi dari divisi stitching process sebelumnya dan bagian
bottom yang diproduksi di divisi stockfit dirakit dalam proses ini sampai
membentuk sepasang sepatu.

Hal-hal penting dalam proses assembling, yaitu:


a. Laste
Saat memasuki proses assembling Upper dan Bottom sudah berupa
pasangan atau set, dengan size yang sudah ditentukan. Untuk membentuk
sepatu agar mengikuti kontur kaki digunakan laste.Setiap Merek memiliki
dimensi Laste yang berbeda-beda meski dengan size yang sama. Sepatu untuk
kaki orang asia tentunya memiliki laste yang berbeda dengan jenis kaki
orang Eropa.

b. Penyatuan Upper dan Midsole


Beberapa sepatu yang menggunakan Phylon, antara Upper dan phylon
disatukan dengan menggunakan mesin Toelast Healast. Toelasting machine
menyatukan dengan cara pengeleman dan Press dibagian ujung / Toe. Sedang
Healast machine menyatukan bagian belakang/heal dengan cara yang sama.
Adapula sepatu jenis stroble, jenis ini tidak menggunakan mesin toelast-
healast karena Upper dan midsole disatukan dengan cara di jahit. Setelah proses
ini, Upper yang didalamnya sudah terdapat laste dikenakan proses pemanasan /
heating agar bahan upper ( leather/synthetic ) tercetak dengan baik sehingga
mengikuti kontur permukaan laste.

Healasting Machine Toelasting Machine

c. Treatment Upper - Bottom


Sebelum disatukan, permukaan kontak ( contact surface ) Upper dan
Bottom harus di Treatment terlebih dahulu. Pada dasarnya treatment ini bertujuan
untuk membersihkan contact surface,membuka pori-pori permukaan bottom
dengan penyinaran ultra violet (UV), cementing, dan Heating.
d. Press
Menyatukan bottom dan upper dengan menggunakan mesin press.

e. Pendinginan
Secara teoritis material upper baik dari Synthetic maupun
leather/kulit ditreament ( melalui proses heating ) untuk mengikuti kontur
permukaan laste. Setelah proses penyatuan dengan bottom di mesin press. Laste
tidak boleh langsung dilepas. Proses pendinginan diperlukan untuk menghentikan
perubahan bentuk material. Proses ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu
pendinginan perlahan, sepatu dilewatkan dalam conveyor gantung yang panjang
dan didinginkan dengan angin dengan suhu ruang normal. Cara kedua yaitu
pendinginan cepat, sepatu diletakkan diatas conveyor yang melewati lorong
dengan suhu chiller.

f. Finishing
Proses ini merupakan akhir dari semua proses produksi yang dikerjakan.
Sepatu hasil produksi dan telah melewati pemeriksaan quality kemudian akan di-
packing ke dalam dus karton sepatu yang kemudian disimpan di gudang final
product.
BAB IV

KESIMPULAN

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan nike tidak hanya sepatu olahraga saja
tetapi nike mulai mendiversifikasikan produknya, seperti membuat produk
lainnya seperti jaket, topi, jam tangan, kaos serta produk olahraga lainnya
Nike merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia yang diyakini
berhasil menghipnotis masyarakat Indonesia dan dunia. Produk kreatif dan
inovatif memerlukan strategi pengembangan dan manajeman yang baik. Hal
ini pula yang dilakukan pihak nike agar selalu eksis dalam kancah dunia bisnis
agar terus menghasilkan produk-produk yang berkualitas spektakuler
dan fenomenal.
DAFTAR PUSTAKA

1. Manajemen Upi. Studi Kasus Tentang Produk Pada Nike


http://manajemenupi2007.blogspot.co.id/2009/08/kelompok-5.html.[06
Desember 2016]
2. Dicy Sugiatna. Analisi Strategi Pemasaran Nike
https://www.academia.edu/22348895/TUGAS_STRATEGI_PEMASARA
N_NIKE_INC.[06 Desember 2016]