Anda di halaman 1dari 12

ORDO HYMENOPTERA

OLEH

NAMA : Sadella Murty

NIM : PO.71.34.0.16.033

DOSEN PEMBIMBING

Herry Hermansyah, SKM.,M.Kes

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

TAHUN 2017

6
MODUL 6

JUDUL/TOPIK : Ordo Hymenoptera


TUJUAN : Menguasai teori yang terkait dengan pemeriksaan laboratorium
INSTRUKSIONAL medic mulai tahap praanalitik, analitik sampai pasca analitik di
bidang parasitologi. Dari sampel darah, cairan dan jaringan tubuh
manusia menggunakan instrument sederhana dan otomatis secara
terampil sesuai standar pemeriksaan untuk menghasilkan informasi
diagnostik yang tepat.
INDIKATOR : Mahasiswa mampu menjelaskan
1. Pendahuluan
2. Klasifikasi
3. Morfologi
4. Siklus Hidup
5. Gejala Klinis
6. Diagnosis
7. Cara Pencegahan

URAIAN MATERI :
Ordo Hymenoptera

1. Pendahuluan
Hymenoptera adalah salah satu ordo biologi serangga, yang antara lain terdiri
atas tawon atau tabuhan, lebah, dan semut. Nama ini merujuk ke sayap bermembran dari
serangga, dan diturunkan dari bahasa Yunani Kuno (humn): membrane dan
(pteron): sayap. Sayap belakang terhubung kesayap depan oleh sejumlah kait
disebut hamuli.
Betinanya khas memiliki ovipositor khusus untuk memasukkan telur kedalam
inang maupun tempat lain yang tak dapat dijangkau. Ovipositor sering termodifikasi atas
alat penyengat. Yang mudanya berkembang melalui metamorphosis sempurna yakni
memiliki stadium larva seperti cacing dan stadium kepompong yang tak aktif sebelum
dewasa. Contoh spesies ordo Hymenoptera adalah:
Apis indica (Lebah Madu)
Semut Rangrang atau kerangga (Oecophylla)
Semut Peluru (Paraponera Clavata)

6
Lebah madu mencakup sekitar tujuh spesies lebah dalam genus Apis, dari
sekitar 20.000 spesies yang ada. Saat ini dikenal sekitar 44 subspesies. Mereka
memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka
juga membuat sarang dari malam, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah
madu. Lebah madu yang ada di alam Indonesia adalah Apis andreniformis, Apis
cerana dan Apis dorsata, serta khusus di Kalimantan terdapat Apis koschevnikovi.

Semut adalah semua serangga anggota suku Formicidae, bangsa Hymenoptera.


Semut memiliki lebih dari 12.000 jenis (spesies), sebagian besar hidup di kawasan
tropika. Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan
sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni. Anggota koloni
terbagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Dimungkinkan pula
terdapat kelompok semut penjaga. Satu koloni dapat menguasai daerah yang luas untuk
mendukung kehidupan mereka. Koloni semut kadangkala disebut "superorganisme"
karena koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
(Semut) Rangrang atau kerangga (Oecophylla) adalah semut berukuran agak
besar yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk
sarangnya. Dalam bahasa Inggris ia disebut weaver ant atau "semut penganyam".
Rangrang sebagaimana banyak semut lain adalah serangga sosial dan membentuk
koloni. Koloni rangrang dapat sangat tinggi populasinya.
Semut peluru adalah genus dari Paraponera salah satu spesies semut terbesar
di Dunia. Semut peluru mempunyai nama latin (Paraponera clavata). dinamakan Semut
Peluru karena mempunyai sengatan yang sangat kuat, seperti ditembak dengan peluru.
Spesies ini hidup di hutan hujan tropis di dataran rendah yang berlembab dari selatan
Nikaragua sampai Paraguay. Oleh penduduk setempat Semut peluru disebut "Hormiga
Veinticuatro" atau "Semut 24 (jam)", karena dari mulai digigit rasa sakit itu akan terasa
selama 24 jam.
2. Klasifikasi
Symphyta
Subordo Symphyta termasuk lalat daun, ekor tanduk, dan tawon kayu parasit.
Kelompok ini nampaknya parafiletik, karena sering dipercaya bahwa family Orussidae
ada dalam kelompok yang dari situ Apocrita berkembang. Mereka memiliki simpangan tak
menyempit antara thorax dan abdomen, dan larva-larva dari bentuk yang hidup bebas

7
biasanya herbivora, berkaki, berkaki depan (di tiap segmen, tak seperti Lepidoptera), dan
ocelli.
Apocrita
Tawon, lebah, dan semut membentuk subordo Apocrita, dicirikan dengan
penyempitan antara segmen abdomen pertama dan kedua yang disebut pinggang tawon
(petiola), juga melibatkan bersatunya segmen abdomen pertama pada thorax. Larva-larva
semua Apocrita juga tak berkaki, berkaki depan, maupun ocelli.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Kelas : Insecta
(tidak termasuk) : Endopterygota
Superordo : Hymenopterida
Ordo : Hymenoptera
Linnaeus, 1758
Subordo
Apocrita
Symphyta
Klasifikasi Lebah Madu
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Apidae
Bangsa : Apini
Genus : Apis

Linnaeus, 1758

Klasifikasi Semut Rangrang


Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Subordo : Apocrita

8
Famili : Formicidae
Subfamili : Formicinae
Bangsa : Oecophyllini
Genus : Oecophylla

Smith, 1860

3. Morfologi
Serangga ordo Hymenoptera adalah kelompok serangga dengan ciri-ciri ukuran
tubuh kecil sampai besar, alat mulut mandibulata sampai menghisap dan mengunyah,
antenna multisegmen panjang dan mengarah kedepan, toraks 3 segmen atau
membentuk mesosoma dengan menyatunya segmen abdomen pertama pada bentuk
abdomen petiolat (pinggang), sayap dengan venasi sederhana, sayap depan dan
belakang menyatu oleh kait pada sayap belakang, tingkat pra-dewasa (larva) sangat
beragam, semua mempunyai mandible meskipun kepala tereduksi. Beberapa anggotanya
termasuk ordo serangga yang bermanfaat bagi manusia.

Apis indica (Lebah Madu)

Sumber : http://www.generasibiologi.com/2016/11/ordo-serangga-insekta-dan-ciri-cirinya-contohnya.html
(diakses tanggal 4 nov 2017 pukul 12:21) dan
https://www.cdc.gov/nceh/ehs/docs/pictorial_keys/hymenoptera.pdf (diakses tanggal 4 nov 2017 pukul 12:28)

Oecophylla (Semut Rangrang)

9
Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/File:Red_Weaver_Ant,_Oecophylla_longinoda.jpg (diakses tgl 5 Nov
2017 pukul 14:41 WIB)
Paraponera Clavata ( Semut Peluru)

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Semut_peluru (diakses tgl 7 Nov 2017 pukul 19:18)

4. Siklus Hidup
Ordo Hymenoptera mempunyai siklus hidup metamorphosis sempurna. Memiliki
4 stadia selama siklus hidupnya dan masing-masing stadia tersebut memiliki bentuk yang
saling berlainan, yaitu :
Telur
Larva/Ulat
Pupa/Kepompong
Dewasa/Imago

Larva yg telah menetas dari telur bentuknya berbeda dengan imago, bentuknya
menyerupai cacing dengan tungkai-tungkai pendek atau tidak memilikinya, tanpa sayap
dan tidak memiliki mata majemuk, memiliki tipe alat mulut menggigit dan mengunyah yang
berbeda sekali dengan induknya sehingga habitat maupun cara hidupnya berbeda.

Dari larva berubah menjadi imago terlebih dulu melalui bentuk transisi yang disebut pupa
atau kepompong.

5. Gejala Klinis
Gejala dari gigitan serangga bermacam-macam dan tergantung dari berbagai
macam faktor yang mempengaruhi.
Kebanyakan gigitan serangga menyebabakan kemerahan, bengkak, nyeri, dan
gatal-gatal di sekitar area yang terkena gigitan atau sengatan serangga tersebut.
Kulit yang terkena gigitan bisa rusak dan terinfeksi jika daerah yang terkena

10
gigitan tersebut terluka. Jika luka tersebut tidak dirawat, maka akan
mengakibatkan peradangan akut.
Umumnya bekas sengatan lebah akan membentuk dome(lengkungan) disertai
dengan area merah kehitaman di sekitarnya. Efek tersebut umumnya bersifat
lokal di area bekas sengatan lebah. Tidak jarang lebah meninggalkan sengatnya
di area bekas sengatan.
Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak, desahan, sesak napas,
pingsan dan hampir meninggal dalam 30 menit adalah gejala dari reaksi yang
disebut anafilaksis. Ini juga diakibatkan karena alergi pada gigitan serangga.
Gigitan serangga yang berat juga mengakibatkan bengkak pada tenggorokan
dan kematian karena gangguan pernafasan
Sengatan dari serangga jenis penyengat besar atau ratusan sengatan lebah
jarang sekali ditemukan hingga mengakibatkan sakit pada otot dan gagal ginjal.

6. Diagnosis
Beberapa jenis pemeriksaan yang umumnya digunakan untuk mendiagnosis reaksi
gigitan atau alergi serangga adalah tes alergi pada kulit dan tes darah. Tes ini dapat
digunakan juga untuk mendiagnosis reaksi alergi dari sengatan lebah (tawon) pada
umumnya, termasuk lebah jenis lain, misalnya yellow jacket.

Tes kulit dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah kecil racun/bisa lebah di area
lengan atau punggung bagian atas. Sebuah benjolan kecil akan muncul di area suntikan
jika penderita terbukti memiliki alergi terhadap sengatan lebah.

Pada sisi lain, tes darah dilakukan dengan cara mengambil sampel darah untuk kemudian
dites dengan beberapa alergen yang memiliki kemungkinan menjadi penyebab alergi.
Penderita dinyatakan alergi ketika terdapat jumlah antibodi yang signifikan di dalam
darahnya.

7. Cara Pencegahan
Selain racun/bisa, lebah juga meninggalkan zat kimia yang dapat memancing lebah lain
ketika menyengat, misalnya lebah madu. Mencegah sengatan lebah bisa dilakukan
dengan cara tetap diam dan tenang ketika berada di sekitar lebah yang beterbangan.
Tutuplah hidung dan mulut, lalu secara perlahan-lahan tinggalkan area tersebut menuju

11
gedung terdekat atau kendaraan yang tertutup. Mengusir atau bahkan memukuli lebah
atau sarang lebah justru akan meningkatkan risiko tersengat. Beberapa langkah lain yang
bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersengat lebah adalah:
Gunakan sepatu ketika berjalan di luar ruangan.
Hindari pakaian yang terlalu cerah atau bermotif bunga karena dapat memancing
lebah.
Jangan menggunakan pakaian yang terlalu longgar karena lebah dapat masuk
dan terperangkap di antara baju dan kulit.
Tutuplah tempat sampah serta wadah makanan dan minuman dengan rapat,
khususnya yang mengandung gula.
Perhatikan piring, wadah makanan, gelas, kaleng minuman, dan sedotan sebelum
digunakan.
Bersihkan sisa-sisa makanan, sampah, buah, hingga kotoran hewan karena lalat
dapat memancing lebah datang.
Berhati-hatilah ketika sedang memangkas rumput atau memanen sayuran karena
aktivitas ini dapat memancing lebah untuk keluar dari sarangnya.
Jika memungkinkan, pindahkan sarang lebah yang ada di sekitar rumah ke lokasi
lain yang berjauhan. Lakukan hal ini sambil menggunakan pakaian pelindung.
Hindari membuka jendela terlalu lebar ketika sedang berkendara.

12
RINGKASAN :

Hymenoptera adalah salah satu ordo biologi serangga, yang antara lain terdiri atas tawon
atau tabuhan, lebah, dan semut. Semut adalah semua serangga anggota suku Formicidae, bangsa
Hymenoptera. Semut memiliki lebih dari 12.000 jenis (spesies), sebagian besar hidup di kawasan
tropika. Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan sarang-
sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni.
(Semut) Rangrang atau kerangga (Oecophylla) adalah semut berukuran agak besar yang
dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Dalam bahasa
Inggris ia disebut weaver ant atau "semut penganyam".
Tawon, lebah, dan semut membentuk subordo Apocrita, dicirikan dengan penyempitan
antara segmen abdomen pertama dan kedua yang disebut pinggang tawon (petiola), juga
melibatkan bersatunya segmen abdomen pertama pada thorax. Larva-larva semua Apocrita juga
tak berkaki, berkaki depan, maupun ocelli.
Semut peluru adalah genus dari Paraponera salah satu spesies semut terbesar di Dunia.
Semut peluru mempunyai nama latin (Paraponera clavata). dinamakan Semut Peluru karena
mempunyai sengatan yang sangat kuat, seperti ditembak dengan peluru.

13
LATIHAN PEMAHAMAN :

1. Hymenoptera adalah salah satu ordo biologi serangga, yang antara lain terdiri dari
Jawab : tawon atau tabuhan, lebah, dan semut
2. Genus dari Paraponera salah satu spesies semut terbesar di Dunia, adalah semut
Jawab : Peluru
3. Sebutkan 4 stadia siklus hidup metamorfosis sempurna pada ordo Hymenoptera
Jawab :
Telur
Larva/Ulat
Pupa/Kepompong
Dewasa/Imago

LATIHAN PENERAPAN :

1. Seorang anak datang ke rumah sakit, ditemukan adanya dome(lengkungan) disertai


dengan area merah kehitaman dan terasa nyeri pada lenganya. Dari keluhan tersebut
dapat diketahui penyebabnya adalah...
a. Gigitan nyamuk
b. Infeksi kuman
c. Pola makan tidak teratur
d. Sengatan lebah
e. Gigitan semut
2. Seorang pasien merasakan gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak, desahan,
sesak napas, pingsan dan hampir meninggal dalam 30 menit adalah gejala dari reaksi
yang disebut anafilaksis. Anafilaksis adalah
a. Alergi pada gigitan serangga
b. Alergi seafood
c. Alergi susu sapi
d. Alergi pada hewan peliharaan
e. Alergi pada obat

14
GLOSARIUM

Abdomen : Perut

Ocelli : Mata Ocelli/ Mata sederhana

Ovipositor : struktur atau alat khusus pada serangga untuk bertelur.

Parafiletik : yaitu jika takson itu tidak meliputi spesies yang memiliki nenek
moyang yang sama yang menurunkan spesies yang termasuk
dalam takson tersebut./ ikatakan paraphyletic jika kelompok berisi
yang terakhir nenek moyang yang sama tetapi tidak mengandung
semua keturunan leluhur itu.

Thorax : Dada

15
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonym.2017.https://id.wikipedia.org/wiki/Hymenoptera (diakses tgl 4 Nov 2017 pukul


11:29 WIB)

2. Anonym.https://id.wikipedia.org/wiki/Rangrang (diakses tgl 5 Nov 2017 pukul 14:00 WIB)

3. Mulyana,F.2015.https://www.slideshare.net/fitri1mulyana/siklus-hidup-dan-sistem-
peredaran-darah-serangga (diakses tgl 7 Nov 2017 pukul 21:41 WIB)

4. Anoym.http://www.alodokter.com/sengatan-lebah (diakses tgl 7 Nov 2017 pukul 21:22


WIB)

5. Anonym.2016.https://klinikanakonline.com/2016/02/25/penanganan-dan-gejala-gigitan-
serangga/ (diakses tgl 5 Nov 2017 pukul 16:00 WIB

16