Anda di halaman 1dari 3

Jenis-jenis Penelitian

Rahmawati Putri
1501103010011

Penelitian adalah sebuah klasifikasi proses atau cara pengumpulan data yang dilakukan
dengan rasional, empiris dan sitestematis yang mempunyai tujuan untuk menemukan,
menggambarkan dan peninjaun fakta atau bisa untuk mencari solusi dari suatu masalah
tertentu.
Penelitian Bisnis adalah pencarian yg sistimatis yg menyediakan informasi utk
memecahkan permasalah-permasalahan manjerial (Cooper and Schindler).

Dalam prakteknya terdapat sejumlah metode yang biasa digunakan untuk kepentingan
penelitian.

Menurut Keilmiahannya
Hasan (2004;5-6) menyatakan bahwa berdasarkan keilmiahannya, penelitian dibedakan
atas dua yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah penelitian yang dalam pelaksanaannya menggunakan kaidah-
kaidah ilmiah, artinya pokok pikiran yang dikemukakan disimpulkan melalui suatu
prosedur yang sistematis dengan mempergunakan pembuktian yang meyakinkan
(ilmiah).
2. Penelitian Nonilmiah
Penelitian nonilmiah adalah penelitian yang dalam pelaksanaannya tidak menggunakan
metode atau kaidah-kaidah yang ilmiah

Berdasarkan Pendekatan,
1. Penelitian Kuantitatif.
Elizabeth, president of IPRA (2014 : 47) mengatakan penelitian kuantitatif adalah
penelitian yang sarat dengan nuansa angka-angka dalam teknik pengumpulan data
dilapangan. Jenis penelitian ini bertujuan untuk menolak atau mendukung sebuah teori
Penelitian dengan menggunakan deret ukur matematis hingga menemukan kesimpulan
tertentu. Contoh: Penelitian tentang fenomena alam.
2. Penelitian Kualitatif. Menurut Elizabeth, president of IPRA (2014 : 58) seorang
peneliti harus menjaga jarak dengan yang sedang diteliti. Penelitian yang dilakukan
dengan cara mendatangi langsung objek yang diteliti baik berupa orang atau sebuah
peristiwa. Contoh: Penelitian tentang cara belajar siswa berprestasi di tingkat SMA.
Penelitian Perkembangan. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui perubahan atau
perkembangan objek yang sedang diteliti. Contoh: Penelitian tentang kemajuan seorang
atlet dalam bidang olahraga tertentu.

Berdasarkan fungsinya,
1. Penelitian dasar/murni/fundamental
LIPI memberi definisi penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa
suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian tidak segera dipakai,
namun untuk waktu jangka panjang akan segera dipakai.
Gay (dalam Sugiyono, 2009; 9) menyatakan bahwa penelitian dasar bertujuan untuk
mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat
praktis. Senada dengan pendapat tersebut, Suriasumantri (dalam Sugiyono, 2009; 9)
berpendapat bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang
bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.

2. Penelitian Terapan
Batasan yang diberikan LIPI bahwa setiap penelitian terapan adalah
setiappenelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu
tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis.
Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan,
penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau administrator.
Senada dengan pendapat tersebut, Gay (dalam Sugiyono, 2009; 9) berpendapat bahwa
penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan menerapkan,
menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan
masalah-masalah praktis.
Suriasumantri (dalam Sugiyono, 2009;9) menyatakan bahwa penelitian
terapanbertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Sehingga,
hubungan penelitian murni dan penelitian terapan sangat erat, karena penelitian
murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu, setelah ilmu
tersebut digunakan untuk memecahkan masalah, maka penelitian tersebut akan menjadi
penelitian terapan.

Banyaknya jenis metode penelitian sebagaimana dikemukakan di atas, dilandasi oleh


adanya perbedaan pandangan dalam menetapkan masing-masing metode.