Anda di halaman 1dari 65

BAB III

TINJAUAN TEMPAT PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER

A. Sejarah Apotek Wahyu Sehat

Apotek wahyu sehat merupakan apotek swasta dalam bidang kesehatan

bertujuan untuk memberikan pelayanan kefarmasian secara terpadu meliputi

pelayanan obat atas dasar resep dokter, pelayanan obat tanpa resep dokter

kepada masyarakat, swamedikasi, serta menyediakan perbekalan farmasi

lainnya.

Apotek wahyu sehat berdiri sejak tahun 1998. Apotek ini berlokasi

di Jl. WR.Sipratman no. 111, Baki Sukoharjo. Apotek wahyu sehat sejak awal

berdiri sudah mengalami pergantian APA (Apoteker Pengelola Apotek) sebanyak

3 kali. Apoteker pengelola apotek saat ini yaitu Sevin Inawati, S.Farm., Apt.

Permodalan Apotek Wahyu Sehat seluruhnya berasal dari Pemilik Sarana Apotek

(PSA).

PSA selain mempunyai apotek juga mengembangkan usahanya dengan

menyediakan layanan Fotocopy dan Photo Studio untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat di lingkungan sekitar sehingga dapat meningkatkan pendapatan

apotek. Strategi tersebut disebut dengan bisnis unreleated yaitu bisnis yang tidak

terkait dengan bisnis sebelumnya.

Apotek wahyu sehat didirikan dengan tujuan untuk menyediakan

perbekalan yang bermutu baik dari segi kualitas dan harga guna meningkatkan
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

kualitas hidup masyarakat, memberikan pelayanan perbekalan farmasi dengan

atau tanpa resep dokter, memberikan informasi tentang perbekalan farmasi,

penggunaan dan pengobatan yang benar, serta sebagai tempat penyaluran

pembekalan farmasi lainnya dan sebagai sarana Praktek Kerja Profesi Apoteker

(PKPA) bagi mahasiswa calon Apoteker.

B. Struktur Organisasi Apotek Wahyu Sehat

Struktur organisasi Apotek Wahyu Sehat dipimpin oleh APA

dalam mengelola apotek dan dibantu oleh PSA yang sekaligus sebagai Tenaga

Teknik Kefarmasian (TTK). Pada pengelolaan obat dibantu oleh semua

karyawan di Apotek Wahyu Sehat. Untuk pengembangan apotek, melakukan

kerjasama dengan pihak luar, perpajakan, keputusan apotek menjadi tanggung

jawab APA dan PSA.

Apotek Wahyu Sehat dikelola oleh seorang APA dibantu oleh tiga orang

Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), seorang tenaga administrasi, dan dua orang

juru racik. Struktur organisasi Apotek Wahyu Sehat dapat dilihat pada gambar

dibawah.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Direktur (PSA)

Apoteker Pengelola Apoter (APA)

Kasir Tenaga Teknik Kefarmasian (TTK)

Gambar 12. Struktur organisasi Apotek Wahyu Sehat

Pembagian tugas serta wewenang seluruh bagian personalia dapat

meningkatkan kinerja serta pelayanan kefarmasian yang maksimal. Tanggung

jawab dan wewenang personalia di Apotek Wahyu Sehat adalah sebagai berikut:

1. Apoteker Pengelola Apotek (APA)

a) Memimpin seluruh kegiatan apotek, termasuk mengkoordinir kerja

karyawan serta membagi tugas sesuai dengan tanggung jawabnya.

b) Mengatur dan mengawasi penyimpanan obat serta kelengkapan obat

sesuai dengan syarat-syarat teknis farmasi terutama di ruang peracikan.

c) Mempertimbangkan usulan atau masukan yang diterima dari karyawan

lainnya untuk perbaikan dan pengembangan apotek.

d) Bersama-sama dengan bagian administrasi menyusun laporan manajerial

dan pertanggungjawaban.

e) Mengusahakan agar apotek yang dikelolanya dapat memberi hasil yang

optimal dengan rencana kerja dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk

pengembangan apotek.

f) Mengatur dan mengawasi hasil penjualan tunai.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

g) Meningkatkan dan mengembangkan hasil usaha apotek.

h) Memberikan informasi obat dan atau konseling kepada pasien.

i) APA bertanggung jawab terhadap kelangsungan apotek yang

dipimpinnya.

2. Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK)

a) Mengerjakan peracikan sediaan obat dalam resep

b) Memberikan pelayanan baik resep maupun obat bebas, mulai dari

menerima resep dari pasien sampai menyerahkan obat kepada pasien.

c) Menyusun buku defecta dan buku harian penerimaan resep dan obat

bebas.

d) Menangani buku harga dan kalkulasi harga obat yang dijual sesuai

dengan kebijakan harga yang telah ditentukan.

e) Menyusun resepresep menurut nomor urut dan tanggal, kemudian

dibendel dan disimpan.

f) Mencatat keluar masuknya barang, menyusun daftar kebutuhan obat,

mengatur serta mengawasi penyimpanan dan kelengkapan obat.

g) Memelihara kebersihan ruang peracikan, lemari obat, gudang, rak obat,

serta menyusun obat dengan kartu stok yang rapi.

h) Melakukan pengecekan terhadap harga obat-obatan yang mendekati ED

dan dicatat dalam buku kadaluarsa.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

3. Juru Racik (Reseptir)

a) Membantu tugas-tugas TTK dalam menyiapkan obat.

b) Meracik obat.

c) Melaksanakan tugas kebersihan di lingkungan apotek.

d) Menyusun dan mengarsipkan resep.

4. Bagian Administrasi

a) Melaksanakan kegiatan surat menyurat dan pelaporan.

b) Mengadministrasikan semua pemasukan dan pengeluaran.

c) Memeriksa kebenaran dokumen atau hasil pekerjaan tata usaha sebelum

diteruskan kepada APA.

d) Membuat laporan harian, termasuk pengarsipan data personalia,

pencatatan pembelian yang dicocokan dengan buku penerimaan barang,

pencatatan hasil penjualan dan pengeluaran setiap hari.

C. Sistem Pengelolaan Apotek Wahyu Sehat

1. Pengadaan Barang

Pengadan perbekalan farmasi seperti obat-obatan, alat kesehatan, alat

kontrasepsi, kosmetika, dan barang pelengkap lainnya dilakukan dengan cara

memesan ke PBF sesuai dengan surat pesanan. Pengadaan barang merupakan

tanggung jawab TTK dibawah pengawasan APA. Pengawasan barang

berdasarkan buku defecta yang secara rutin di cek TTK setiap hari. Pengadaan

barang atau produk yang baru dan belum atau jarang dijual di apotek dilakukan

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

dengan cara pembelian secara konsinyasi. Dalam konsinyasi PBF

menitipkan barang di apotek, dan pembayarannya dilakukan bila barang

dititipkan laku terjual.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017
Buku defekta

Surat pesanan Arsip

Dipilih PBF dengan kriteria : cepat dikirim, frekwensi


PBF
barang sering, member diskon/bonus, jangka waktu
kredit

Penerimaan barang Cek nama, jumlah, harga, dan diskon Tanda tangan
dan Fraktur dan Nama
terang oleh
APA/TTK
Nomor urut, tanggal masuk,tanggal
dan cap tanggal faktur, nomor faktur,
PBF, nama obat, jumlah, dan harga
satuan, diskon, total
Gudang

Jatuh Tempo Pembayaran

Kartu stock

Buku

Buku incaso

Buku faktur lunas Tanda lunas Map Fraktur Lunas

Gambar 13. Alur Pengadaan barang di Apotek Wahyu Sehat

Proses pengadan barang untuk keperluan apotek melalui beberapa tahap:

a. Perencanaan item barang yang akan di pasarkan

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Jika barang habis atau barang menipis, barang tersebut dianggap

habis, hal ini terutama dialokasikan untuk barang-barang yang

permintaannya dianggap tinggi.

b) Pemesanan

Pemesanan obat ke PBF sesuai dengan surat pesanan atau SP yang

telah ditanda tangani oleh APA dan dibuat rangkap dua, satu untuk PBF,

dan lainnya untuk arsip apotek. Pesanan dan jumlah barang yang

berdasarkan kebutuhan barang yang tercatat dalam buku defecta.

Pemesanan narkotika dilakukan melalui PBF Kimia Farma sebagai

distributor. Pemesanan dilakukan menggunakan SP Narkotika yang

memiliki empat rangkap yang ditanda tangani oleh APA dengan

mencantumkan No SIK (Surat Izin Kerja) serta stempel apotek. Setiap satu

SP digunakan untuk satu jenis narkotika dan satu lembar SP untuk arsip

sedangkan yang tiga dikirimkan ke PBF.

Pemesanan psikotropika dilakukan melalui PBF khusus (untuk pabrik

farmasi tertentu) yang secara langsung menyalurkan obat-obat keras dengan

surat pesan khusus untuk psikotropika dari PBF tersebut. Pengadaan barang

ini merupakan tanggung jawab Apoteker Pengelola Apotek dan TTK di

bawah pengawasan APA.

Barang yang dipesan meliputi bahan obat, alat kesehatan, alat

kontrasepsi, dan barang pelengkap lainnya. Pengadaan baran disesuaikan

dengan omset apotek, resep-resep yang masuk dan kebutuhan konsumen

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

yang sebelumnya harus mendapat persetujuan pimpinan apotek. Sebelum

pemesanan dilakukan disusun rencana berdasarkan buku defectadari

gudang, informasi di bidang penjualan, keadaan keuangan apotek dan

pemilihan PBF melalui distributor yang resmi. Pemesanan barang juga

berdasarkan daftar obat yang habis atau jumlah nya yang sedikit.

c) Penerimaan barang

Penerimaan dilakukan oleh TTK yang memiliki Surat Izin

Kerja (SIKTTK), barang yang datang di cek, meliputi jumlah item,

jenis, nomor batch dan kadaluwarsa sesuai dengan faktur dan faktur copy.

Apabila sudah sesuai antara faktu dengan barang yang diterima, kemudian

ditandatangani oleh TTK yang menerima disertai nama terang, nomor SIK,

stempel apotek dan tanggal penerimaan. Faktur asli diserahkan ke

distributor untuk penagihan dan pembayaran tunai sedangkan faktur yang

lain untuk arsip apotek.

Petugas memeriksa kembali kesesuaian harga yang telah disepakati

dari barang yang dipesan, setelah sesuai dicatat pada kartu stok barang

digudang.

Pengadaan produk baru yang jarang dijual di apotek dilakukan dengan

cara pembelian konsinyasi. Dalam konsinyasi PBF menitipkan barang di

apotek, pembayaran dilakukan bila barang yang dititipkan di apotek tersebut

laku terjual.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Obat-obat yang memiliki kadaluwarsa, dalam pembelian biasanya

dilakukan perjanjian mengenai pengembalian obat kepada PBF yang

bersangkutan dengan batas waktu menurut perjanjian, biasanya satu atau

tiga bulan sebelum ED (Expired Date). Obat-obat yang mempunyai ED

pendek bisa dikembalikan atau ditukar dengan obat yang ED nya panjang,

namun ada beberapa barang yang ED tidak dapat dikembalikan dan

biasanya dapat perhatian untuk dijual lebih dahulu jika mendekati ED.

d) Penyimpanan barang

Penyimpanan yang dilakukan di Apotek Wahyu Sehat adalah :

Obat-obat paten di kelompokkan berdasarkan bentuk sediaan dan

disusun secara alfabetis dan antibiotik paten di kelompokkan terpisah.

Obat-obat bebas dan bebas terbatas disusun berdasarkan bentuk sediaan.

Obat-obat generik maupun antibiotik digabung dan dipisahkan dengan

obat lain (paten).

Obat golongan narkotika disimpan dalam lemari khusus narkotika

(almari 2 pintu dan terkunci).

Obat golongan psikotropika disimpan di lemari khusus psikotropika.

Obat-obat yang dipersyaratkan lain di simpan pada suhu dingin di

dalam lemari es.

Alat-alat kesehatan disimpan dalam almari tersendiri.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Kosmetika dan barang-barang pelengkap lain disimpan di almari

tersendiri diruang penjualan bebas

e) Teknis penyimpanan

Barang atau obat yang datang diterima dan dicocokkan dengan

fakturdan surat pesanan kemudian disimpan dalam gudang apotek. Proses

penyimpanan di apotek Wahyu Sehat meliputi penyimpanan barang di

gudang.

Penyimpanan barang atau obat bertujuan supaya barang aman, mudah

diawasi, menjaga stabilitas obat, dan menjamin kelancaran dalam

pelayanan. Tempat penyimpanan harus betul-betul diperhatikan dari segi

keamanannya, tidak terkena sinar matahari langsung, sejuk, kering, dan

tidak kotor.

Penyimpanan barang atau obat di gudang

Alur penyimpanan barang di gudang atau obat datang diteliti terlebih

dahulu mengenai keadaan fisik (bentuk barang atau obat, kemasan,

dan tanggal kadaluwarsa), jumlah pesanan dan faktur. Obat

disimpan berdasarkan bentuk sediaan, alfabetis, dan system FIFO

(First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out). Obat generik

dikelompokkan tersendiri, obat HV disusun berdasarkan alfabetis,

bentuk sediaan, dan kelas terapinya. Obat psikotropik disimpan dalam

almari khusus daftar OKT. Obat-obat golongan narkotika disimpan

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

dalam almari 2 pintu dan terkunci. Obat bebas yang mendekati

kadaluwarsa terlebih dahulu (sistem FIFO) atau ditukar ke distributor

dengan obat yang mempunyai batas waktu yang masih lama.

Penyimpanan barang atau obat di ruang peracikan

Penyimpanan dalam jumlah kecil untuk keperluan peracikan dan

pelayanan resep. Penyimpanan disusun secara alfabetis dan

berdasarkan bentuk sediaan.

2. Administrasi

Bagian administrasi bertuga membuat pembukuan dan pelaporan. Apotek

dalam memesan, menyimpan, dan mendistribusikan barang atau obat

memerlukan administrasi yang baik. Administrasi obat di Apotek Wahyu

Sehat merupakan tanggung jawab APA yang dibantu oleh TTK.

Pembukuan dan laporan yang dilakukandi Apotek Wahyu Sehat antara lain:

a) Buku Defecta

Buku defecta digunakan untuk mencatat persediaan obat atau barang

yang habis atau menipis harus segera dipesan untuk memenuhi

kebutuhan ketersediaan stok di apotek. Keuntungan dari buku ini adalah

dapat mengecek barang dan stok barang, menghindari duplikasi

pemesanan suatu barang sehingga ketersediaan barang di Apotek dapat

terkontrol dan mempercepat proses pemesanan.

b) Surat Pesanan

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Surat pemesanan tersusun dua rangkap, surat pemesanan ditandatangani

oleh APA. Rincian perlembarnya yaitu : lembar pertama asli untuk PBF,

lembar kedua untuk arsip apotek. Pemesanan dilakukan oleh

Apoteker/TTK. Pemesanan dengan menyerahkan lembar pemesanan

dengan mencantumkan nama PBF yang dituju, nama barang/obat,

kemasan dan dosis yang dimaksud, tanda tangan dan nama terang APA,

dan stempel apotek. Obat Narkotika dipesan dengan menggunakan surat

pesanan tersendiri yang ditujukan ke Kimia Farma dengan menyerahkan

lembar asli dari surat pesanan, sedangkan untuk obat psikotropikadapat

dipesan di PBF tertentu yang menyediakan.

a) Buku Penerimaan Barang

Buku yang digunakan untuk mencatat penerimaan barang yang

dilakukan setiap hari berdasarkan faktur dan tanda terima barang.

Buku ini mencantumkan nomor urut, tanggal faktur/tanda barang

datang, nomor faktur, nama PBF, jumlah barang, nama barang, harga

satuan, discount, nomor batch,, dan tanggal kadaluwarsa.

b) Buku Incaso Harian

Buku ini mencatat faktur yang telah dibayar pihak apotek kepada PBF.

Apotek menerima faktur asli yang disertai faktur pajak setelah

pembayaran faktur. Faktur ini dicatat dalam buku kas dengan

menuliskan nomor, tanggal penulisan faktur, tanggal penerimaan

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

barang, nama PBF, nomor faktur, dan jumlah tagihan. Pengeluaran

total pembayaran setiap hari dijumlahkan.

c) Kartu Stock

Katru stock merupakan kartu yang berfungsi untuk mengetahui jumlah

barang yang masuh dan barang yang keluar dari gudang, baik berupa

obat maupun komoditi lainnya. Kartu stock tersebut mencantumkan

nama barang, nama pabrik, kemasan, tanggal penerimaan, nama PBF,

nomor faktur, banyaknya pengeluaran serta sisa barang yang ada di

apotek.

d) Buku Penjualan Obat Bebas (HV)

Buku ini digunakan untuk mencatat jumlah, nama obat, dan harga

penjualan obat bebas serta alat kesehatan. Jumlah total penjualan obat

dicatat setiap hari.

e) Buku Penjualan dengan Resep

Buku yang digunakan untuk mencatat tanggal resep, nomor urut resep,

nama pasien, nama dokter, harga, discount, jumlah tuslah, harga

tuslah, total harga. Buku ini digunakan untuk memudahkan

administrasi penanganan resep dan sekaligus menghitung jumlah

pendapatan apotek dari resep.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

f) Buku Penunjang lain

Buku kas kecil : buku ini mencantumkan tanggal, nama,

keterangan yang berisi modal dan operasional apotek secara

harian.

Buku rencana pengeluaran dalam 1 tahun : buku ini merupakan

catatan pengeluaran dari buku kas kecil dalam waktu satu tahun.

Laporan penggunaan narkotika dan psikotropika : laporan ini

dibuat untuk mengetahuiapakah penggunaannya sesuai yang

tercantum dalam kartu barang. Laporan ini mencantumkan nama

obat, satuan penerimaan, penggunaan, dan stok akhir. Tanggal dan

nomor resep, jumlah obat, nama dan alamat pasien, serta nama

dokter tercantum dalam penggunaan. Laporan ini dibuat satu bulan

sekali oleh APA dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan melalui

SINAP (sistem pelaporan narkotika dan psikotropika) secara online.

3. Pelayanan Kefarmasian

Pelayanan kefarmasian di apotek Wahyu Sehat terdiri dari penjualan obat

bebas, pelayanan resep tunai, barang-barang lain selain kelengkapan

pelayanan serta KIE.

a. Pelayanan Resep

Secara umum prosedur pelayanan resep adalah sebagai berikut:

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

a) Pemeriksaan kelengkapan resep :

Nama, alamat, nomor SIP dan tandatangan/paraf penulis resep

Nama obat, dosis, jumlah, dan aturan pakai

Nama pasien, umur,alamat, dan nomor telepon jika ada

b) Pemberian nomor resep

c) Penetapan harga

d) Pemeriksaan ketersediaan obat

e) Perjanjian dan pembayaran

Pengambilan obat semuaatau sebagian

Ada/tidak penggantian obat atas perstujuan dokter/pasien

Pembayaran tunai

Pembuatan kwitansi dansalinan resep

Perhitungan Harga Obat Pemberian harga di apotek berdasarkan

pada surat keputusan menteri kesehatan No.

280/Menkes/SK/V/1981 pasal 24,bahwa harga obat dan perbekalan

kesehatan dibidang farmasi lainnya serta jasa di apotek ditetapkan

serendah mungkin berdasarkan struktur harga yang ditetapkan

menteri kesehatan atas usul panitia yang terdiri dari wakilwakil

Dirjen POM, pabrik obat dan apotek. Struktur harga yang

ditetapkan oleh Gabungan Pengusaha Farmasi (GPF) dan disetujui

pemerintah yaitu Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada konsumen

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi. Penjualan obat di

Apotek Wahyu Sehat meliputi penjualan obat dengan resep

dokter, obat bebas, obat bebas terbatas dan obat wajib

apotek(OWA).

Obat dengan resep dokter

Harga obat keras, psikotropika, dan narkotika ditentukan

dengan rumus:

(HNA + PPN) X 1,25 + Embalase + Tuslah

Harga obat bebas dan obat bebas terbatas yang diresepkan

dihitung dengan rumus:

(HNA + PPN) X 1,15 + Embalase + Tuslah

Obat tanpa resep dokter dan sediaan pelengkap

Harga obat tanpa resep dihitung dengan rumus :

(HNA + PPN) X 1,15

Harga susu dan makanan bayi dihitung dengan rumus :

(HNA + PPN) X 1,05

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Keterangan :

HNA : Harga Netto Apotek

PPN : Pajak Pertambahan Nilai sebanyak 10%

Embalase : Biaya lain yang dikenakan antara lain

pada pengemasan (pot, plastik, cangkang

kapsul, kertas bungkus, dan lain-lain)

Tuslah : Tuslah dengan nilai Rp. 2.000,- untuk

resep racikan dan untuk obat jadi

f) Peracikan

Penyimpanan etiket/penandaan obat dan kemasan

Peracikan obat (menghitung dosis, menimbang,

mencampur, dikemas)

g) Pemeriksaan akhir

Kesesuaian hasil peracikan dengan resep; nomor resep; nama

obat; bentuk dan jenis sediaan, dosis, jumlah dan aturan

pakai, nama pasien, umur, alamat, dan nomor telepon.

Kesesuaian salinan resep dengan resep asli.

Kebenaran kwitansi

Di cek oleh TTK/Apoteker.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

h) Penyerahan obat dan pemberian informasi

Penyerahan obat harus disertai dengan penjelasan

tentang: nama obat,bentuk dan jenis sediaan, dosis,jumlah

dan aturan pakai,cara penyimpanan,efek samping, yang

mungkin timbul dan cara mengatasinya.

Tanda terima pasien/penerimaan pasien

i) Layanan purna jual

Komunikasi dan informasi setiap waktu

Penggantian obat bila diperlukan atas permintaan dokter

b. Penjualan Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas, Obat Wajib

Apotek dan Obat Tradisional

Penjualan obat bebas, obat bebas terbatas dilakukan secara langsung

oleh TTK dan pembayaran dilakukan di kasir. Untuk obat wajib apotek

perlu informasi kepada pasien.

c. Penjualan alat kesehatan

Apotek Wahyu Sehat menyediakan alat kesehatan seperti termometer

digital, alat kontrasepsi, infus set, spuit, kasa pembalut, kapas, masker,

peralatan bayi, dan lain-lain.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

4. Bangunan

Bangunan Apotek Wahyu Sehat sudah memenuhi syarat yang telah

ditetapkan antara lain atap dari genteng dan tidak bocor, dinding kuat

dengan permukaan rata dan mudah dibersihkan, penerangan cukup,

tidak lembab, ruangan mempunyai ventilasi dan sistem sanitasi yang baik.

Bangunan Apotek Wahyu Sehat terdiri dari :

a) Ruang tunggu, yaitu tempat yang disediakan untuk pasien menunggu

antrian.

b) Ruang pelayanan obat, tempat untuk penerimaan resep dan

penyerahan obat yang sekaligus tempat pembayaran/kasir.

c) Ruang peracikan obat, tempat untuk meracik obat yang dikelilingi

dengan lemari obat untuk memudahkan dan mempercepat pengambilan

obat.

d) Ruang konseling, tempat untuk melakukan pelayanan informasi yang

tidak terbatas,bukan hanya untuk kasus-kasus yang sederhana tetapi

untuk kasus yang kronis. Ruang konseling berada di belakang kasir dan

menjadi satu dengan kantor APA. Berisi buku-buku penunjang seperti

ISO dan MIMS agar membantu pelaksanaan pekerjaan di Apotek.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

5. Perpajakan

Apotek Wahyu Sehat merupakan badan swasta yang tidak lepas dari

kewajiban membayar pajak. Jenis-jenis pajak yang dikenakan pada

apotek Wahyu Sehat sebagai suatu badan usaha adalah sebagai berikut :

a) PPN (PajakPertambahanNilai), pajak ini dikenakan saat pembelian obat

dari PBF yang besarnya 10%

b) Pajak reklame, pajak ini dikenakan terhadap pemasangan papan nama

apotek yang nilainya tergantung dari besarnya papan nama apotek, lokasi

dan lingkungan.

c) PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), pajak ini dikenakan setiap tahun

dan besarnya tergantung luas tanah dan bangunan serta lokasi.

d) Pajak penghasilan perseorangan (PPh 21), pajak ini berdasar pada laba

atau penghasilan netto dikurangi PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).

e) Pajak barang inventaris, merupakan pajak yang dipungut oleh

pemerintah daerah terhadap barang yang digunakan apotek seperti

komputer, kulkas dan telepon.

6. Gaji Dan Kesejahteraan Karyawan

Sistem penggajian karyawan Apotek Wahyu Sehat secara umum

berpedoman sebagai berikut :

a) Besarnya gaji ditentukan oleh PSA yang disesuaikan dengan

kelangsungan hidup apotek.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

b) Besar gaji sesuai dengan besarnya tanggung jawab dan jumlah jam kerja.

c) Gaji karyawan meliputi gaji pokok, uang makan dan tuslah yang

besarnya tergantung dari jumlah resep yang masuk dan tanggung jawab

karyawan.

7. Jam Kerja Apotek Wahyu Sehat

Jam kerja Apotek Wahyu Sehat dilaksanakan pada hari senin sampai

dengan sabtu dan buka 12 jam yang terbagi 2 shift, yaitu pagi mulai

pukul 08.00-14.00WIB, sore mulai pukul14.00-21.00 WIB. Pada hari

Minggu apotek buka pada sore hari mulai pukul 17.00 -21.00 WIB.

8. Komunikasi, Edukasi, dan Konseling

Pelayanan komunikasi,informasi dan edukasi (KIE) diapotek Wahyu

Sehat sudah berjalan dengan baik mengenai pemilihan obat dan pemberian

informasi yang diperlukan pasien antara lain nama obat, kegunaan obat,

dosis, cara menggunakan, indikasi, kontra indikasi, efek samping dan

anjuran khusus.

D. Pengembangan Apotek

Seiring perkembangan tekhnologi, masyarakat menjadi lebih pintar dalam

segala hal termasuk tentang pengobatan. Masyarakat cenderung mengobati

sendiri penyakit-penyakit ringan yang tidak terlalu mengganggu kualitas hidup

seperti influenza, batuk, pilek dan lain-lain. Untuk itu dibutuhkan sarana apotik

yang menyediakan perbekalan Farmasi termasuk Obat Wajib Apotek (OWA).

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Obat Wajib Apotek adalah Obat-obat golongan obat keras yang dapat

diperoleh langsung dari apotek tanpa harus menggunakan resep dokter. Hal ini

diatur dalam keputusan menteri kesehatan No.347/Menkes/SK/VII/1990,

keputusan Menteri No. 924/ Menkes/Per/X/1993, dan keputusan

menteri kesehatan No. 1176/MenKes/SK/X/1999.

Pertimbangan yang menjadi dasar penerbitan surat keputusan ini berkaitan

dengan pelayanan kesehatan pada masyarakat luas yaitu: Perlu adanya

sarana yang dapat menunjang kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya

sendiri guna mengatasi masalah kesehatan dengan pengobatan sendiri yang tepat,

aman, dan rasional.

Pengobatan sendiri secara tepat, aman dan rasional dapat dicapai

dengan penyediaan obat yang dibutuhkan. Peran Apoteker di Apotek dalam

pelayanan K I E O (Komunikasi Informasi dan Edukasi Obat) serta pelayanan

obat kepada masyarakan perlu diitingkatkan.

Apotek Wahyu Sehat selalu berusaha untuk dapat melayani

masyarakat sebaik mungkin dan berusaha untuk dapat selalu menyediakan obat

yang dibutuhkan oleh masyarakan (pasien) dengan mengacu pada patien

oriented tanpa meninggalkan segi bisnis, karena pelayanan yang baik sangat

menunjang keberhasilan apotek dalam kelancaran melayani pasien yang

membutuhkan. Untuk mencapai hal tersebut Apotek Wahyu Sehat senantiasa

berupaya mengikuti perkembangan terutama dalam hal penyediaan dan

penambahan obat-obat baru maupun alat kesehatan, baik jenis dan jumlahnya,

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang indikasi dan

cara penggunaan perbekalan farmasi yang digunakan agar tepat guna dan

berhasil guna.

Peningkatan omset dilakukan dengan diversifikasi barang yang dijual

untuk keperluan sehari-hari, misalnya : sabun, pasta gigi, sikat gigi, kapas,

makanan, dan minuman anak. Adapun disvertifikasi lain untuk memenuhi

kebutuhan masyarakat yaitu fotocopy dan studio foto karena lokasi dekat dengan

kantor kecamatan yang mendukung untuk usaha tersebut.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

BAB IV

KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

DI APOTEK WAHYU SEHAT

Kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Wahyu Sehat dimulai

pada tanggal 01-28 Februari 2017. Mahasiswa PKPA ikut membantu secara langsung

dalam kegiatan meliputi: penerimaan barang, pemberian harga jual barang,

penyimpanan barang, penjualan, swamedikasi, pelayanan resep, pelayanan informasi

obat.

Adapun kegiatan yang dilakukan selama PKPA di Apotik Wahyu Sehat

diuraikan dari masing-masing kegiatan yang meliputi:

a. Pembekalan

Pembekalan merupakan kegiatan awal sebagai pengantar pelaksanaan PKPA.

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 26 Januari 2017 yang meliputi perkenalan yang

dilakukan oleh pihak mahasiswa dan pihak Apotek Wahyu Sehat dan penjelasan

tentang tata tertib selama PKPA di apotek Wahyu Sehat.

b. Praktek Kerja di Apotek

Praktek kerja merupakan kegiatan inti dari pelaksanaan PKPA, dimana

mahasiswa terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan kefarmasian. Kegiatan

praktek dilakukan dalam dua shift yaitu pagi dan sore. Pembagian jadwal shift dapat

dilihat pada tabel berikut:

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

JADWAL PKPA DI APOTEK WAHYU SEHAT


FEBRUARI 2017
NAMA HARI/TANGGAL
SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU MINGGU
30 31 1 2 3 4 5
METTA P S S PS L
MARIA S S S P L
YENDRI S P P S L

6 7 8 9 10 11 12
METTA PS S S P S S L
MARIA P S P S S P L
YENDRI S P S S P S L

13 14 15 16 17 18 19
METTA P S S P S S L
MARIA S S P S S P L
YENDRI S P P S P S L

20 21 22 23 24 25 26
METTA P S S P S S L
MARIA S S P S S P L
YENDRI S P P S P S L

27 28 1 2 3 4 5
METTA P S
MARIA S S
YENDRI S P

Keterangan :

P = Pagi (08:00-14:00 WIB)

S = Siang (14:00-20:00 WIB)

L = Libur

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Selama kegiatan PKPA berlangsung mahasiswa diperkenankan dan ikut serta

dalam kegiatan pada ruang lingkup perapotekan yang meliputi perundang-undangan

mengenai perapotekan, manajemen apotek, pengelolaan obat dan perbekalan farmasi

di apotek, pelayanan informasi obat serta aspek bisnis perapotekan sesuai UU

kesehatan dan kode etik apoteker.

A. Pengelolaan Obat dan Perbekalan Farmasi

1. Pengadaan

Pengadaan barang atau obat di Apotek Wahyu Sehat menggunakan

metode perencanaan berdasarkan pola konsumsi atau pemakaian obat

sebelumnya. Metode konsumsi ini berpedoman pada data jenis obat yang laku

keras (fastmoving) dengan mempertimbangkan persedian barang yang menipis.

Setiap persediaan atau perbekalan farmasi yang menipis atau habis maka

karyawan (TTK) termasuk mahasiswa akan mencatat ke dalam buku defecta

untuk kemudian dilakukan pemesanan ke PBF. Jumlah yang akan dipesan

berdasarkan persediaan yang menipis dan untuk obat-obat tertentu pemesanan

berdasarkan spekulasi yaitu obat-obat yang banyak dibutuhkan dengan

pertimbangan memperoleh diskon yang besar dan tidak expireddate (ED)

sebelum obat tersebut habis.

Pemilihan supplier (PBF) juga diperhatikan dengan melihat kecepatan

dan ketepatan pengiriman, bonus maupun diskon yang diberikan yang akan

memberikan keuntungan bagi apotek. Diapotek Wahyu Sehat, tidak ada

pembagian khusus untuk para karyawan bekerja di bidang tertentu, seperti di

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

bidang pergudangan, pelayanan dan sebagainya. Semua karyawan apotek

Wahyu Sehat bekerja sama dalam melakukan pekerjaan, baik dalam pengadaan

barang, penerimaan barang, penyimpanan barang, dan pelayanan.

Sistem pengadaan barang obat-obatan, alat kesehatan, alat kontrasepsi,

kosmetik dan barang pelengkap lainnya dilakukan dengan cara memesanke

PBF (PedagangBesarFarmasi) sesuai dengan surat pesanan (SP) dengan

persetujuan apoteker pengelola apotek (APA). Surat pesanan narkotika dan

psikotropika dibuat berbeda, dimana surat pesanan narkotik hanya untuk satu

item (satu jenis) obat sedangkan untuk surat pesanan psikotropik dapat

digunakan untuk beberapa item obat. Setelah surat pesanan diterima PBF

kemudian barang dikirim disertai faktur dari distributor yang bersangkutan dan

surat pesanan.

Pengadaan barang dapat dilakukan antara lain dengan cara konsinyasi.

Konsinyasi (Consigment/consignatie) adalah semacam titipan barang dari

pemilik (distributor) kepada apotek, dimana apotek bertindak sebagai agen

komisioner yang menerima komisi apa bila barang sudah terjual. Biasanya

untuk pengadaan produk baru yang belum atau jarang dijual diapotek. Akan

tetapi, pengadaan barang/produk baru sebelum disetujui harus di cek meliputi

nomor registrasi dari BPOM untuk menjamin keamanan sebelum di berikan ke

masyarakat/konsumen, khasiat dari obat, sediaan obat.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

2. Penerimaan barang

Barang yang datan diterima oleh mahasiswa PKPA dan diawasi oleh

APA atau TTK kemudian di cek kesesuaian jumlah, nama, nomor batch, dan

tanggal ED pada faktur pembelian. Apabila sesuai maka faktur akan diberikan

ke APA atau TTK yang kemudian di tandatangani dan diberi stempel Apotek

Wahyu Sehat. Untuk faktur yang berisi prekursor farmasi dan psikotropika

maka apoteker ataupun TTK wajib mencantumkan nomor SIPA atau SIK pada

kolom penerima barang, sedengkan untuk faktur yang berisi narkotika hanya

dapat diterima oleh apoteker dengan mencantumkan nomor SIPA.

Faktur terdiri dari 4 lembar, 1 salinan faktur digunakan sebagai arsip

apotek yang disimpan oleh pihak apotek sedangkan faktur asli dan salinan

lainnya akan diserahkan pada petugas pengiriman barang yang akan digunakan

untuk penagihan. Kemudian saat dilakukan penagihan, pihak apotek akan

menerima 2 lembar faktur yang telah dibayar (inkaso), 1 faktur asli dan 1

salinan faktur.

Mahasiswa PKPA juga diberi kesempatan untuk melakukan penerimaan

barang datang dari PBF dengan didampingi asisten apoteker. Faktur digunakan

untuk mengecek harga dalam daftar harga apakah ada perubahan atau tidak,

kemudian dicatat dalam buku pembelian barang.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

3. Pemberian harga

Setelah barang sudah diterima, maka barang akan dicatat pada buku

stock sesuai dengan faktur yang sebelumnya sudah di cek. Obat bebas dan

obat bebas terbatas diletakkan di depan untuk penjualan langsung. Obat

lainnya di simpan di belakang. Obat generik disimpan di tempat terpisah

dengan obat paten. Sebelum disusun di rak penyimpanan, obat akan di beri

harga pada setiap kemasan. Obat disusun berdasarkan bentuk sediaan, kelas

terapi, dan alfabetis.

Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menerima barang dari PBF

dan memberi harga per item obat. Untuk pemberian harga, obat diberi harga

berdasarkan faktur, jika harga obat pada faktur sudah termasuk PPN maka

untuk obat-obat bebas dan bebas terbatas (HV) harga obat yang tertera

ditambah margin 15 % ( X 1.15). Sedangkan untuk obat-obat keras harga

yang tertera ditambah margin 25 % ( X 1.25). Dan jika pada faktur belum

termasuk PPN maka harga obat yang tertera ditambah PPN 10 % ( X 1,1) dan

ditambah margin untuk obat-obat HV ataupun obat-obat keras.

Pemberian harga di Apotek Wahyu Sehat ini sudah sesuai dengan surat

KMK No. 280/Menkes/SK/V/1981 pasal 24 dan diperbaharui KMK No. 069

2006 tentang pencantuman HET di label obat. Dimana HET = HNA + PPN 10

% + margin apotek 25 %.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

B. Pelayanan Obat

1. Penjualan obat dengan resep

Penjualan obat dengan resep dilakukan terhadap pasien yang langsung

datang ke apotek untuk menebus obat yang dibutuhkan dan dibayar secara

tunai. Resep yang diterima kemudian dilakukan screening apakah resep sudah

sesuai. Selanjutnya, ditentukan harga resep dan dikonfirmasikan ke pasien. Jika

pasien setuju maka akan dilakukan peracikan obat, pengemasan obat,

pemberian etiket, dan copy resep. Penyerahan obat diberikan ke pasien dengan

memberikan PIO agar pengobatannya tepat.

2. Penjualan obat tanpa resep dan alat kesehatan

Pasien yang datang hendak membeli obat tanpa resep dokter memberitahu

obat yang akan dibeli dan dan obat tanpa resep dokter. Barang/obat akan di

berikan dan memberitahu harga barang. Jika pasien setuju maka akan

dilakukan pembayaran dan pemberian PIO seperlunya.

3. Swamedikasi

Pelayanan swamedikasi atau pengobatan sendiri serta pemilihan obat yang

sesuai dengan kondisi pasien untuk penyakit ringan serta terapi yang tepat

dengan kebutuhan klinisnya. Pelayanan KIE dilakukan dengan memberikan

informasi yang dibutuhkan pasien seperti: nama obat, indikasi, dosis, cara

penggunaan obat, kontra indikasi, efek samping, cara penyimpanan obat, jangka

waktu pengobatan, aktivitas serta makanan dan minuman yang harus dihindari

selama terapi. Pemilihan obat hanya untuk obat yang boleh diserahkan tanpa

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

resep dokter. Obat-obatan yangdapat dilayani tanpa resep dokter meliputi obat

bebas, obat bebasterbatas, obat yang termasuk DOWA (Daftar Obat Wajib

Apotek) dan supplemen. Pedoman dalam pelayanan obat tanpa resep di Apotek

Wahyu Sehat adalah sebagaiberikut:

Menggunakan metode WWHAM

Who (siapa pengguna obat)

What (gejala apa yang dirasakan)

How Long (berapa lama gejala telah dirasakan pasien)

Action (tindakan apa yang telah dilakukan untuk mengatasi gejala

tersebut)

Medicine (obat apa saja yang telah dikonsumsi untuk mengatasi gejala

tersebut)

Memilihkan dan menginformasikan obat yang dibutuhkan sesuai keluhan

pasien dengan memperhatikan peraturan kefarmasian yang berlaku. Akan

tetapi apabila gejala sudah berlangsung selama tiga hari anjurkan pasien

untuk berkonsultasi dengan dokter.

Memberikan brosur/leaflet informasi obat.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

BAB V

PEMBAHASAN

Apotek sebagai salah satu bentuk sarana pelayanan kesehatan yang

berkewajiban untuk menyediakan dan menyalurkan obat dan perbekalan farmasi

lainnya yang dibutuhkan masyarakat, dimana apotek tidak lagi digunakan sebagai

usaha yang hanya mengejar keuntungan dalam aspek bisnis semata tapi juga harus

memperhitungkan kepentingan masyarakat banyak dalam hal aspek sosial.

Apoteker bertanggung jawab pada semua kegiatan yang ada di apotek. Dalam

kegiatan tersebut apoteker dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang sering

disebut sebagai asisten apoteker.

Mengingat bahwa pekerjaan kefarmasian sekarang ini tidak hanya berorientasi

pada drug oriented tapi sudah berdasarkan patien oriented seperti pelayanan resep

dokter, pelayanan self medication, serta pelayanan dan informasi obat, guna

mengatasi masalah kesehatan pada pasien sehingga sebagai seorang apoteker harus

mampu memberikan pengobatatan yang tepat, cepat, aman dan berkhasiat sesuai

kebutuhan pasien, juga harus selalu berada di apotek dan bisa bertatap muka dengan

pasien agar pasien lebih merasa diperhatikan dan mendapat informasi yang lebih

jelas tentang obat yang akan di minum mulai dari dosis, aturan dan frekuensi minum

obat, efek samping obat, interaksi obat, lama penggunaan obat, juga memberikan

edukasi kepada pasien terkait makanan dan minuman yang harus di makan dan

yang di hindari termasuk kegiatan keseharian pasien yang harus dilakukan dan tidak

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

boleh dilakukan pasien. Dengan demikian, pasien akan lebih mudah dalam

berkomunikasi dan berkonsultasi dengan apoteker, sehingga apoteker pun bisa lebih

dekat dan dikenal oleh masyarakat.

Apotek Wahyu Sehat merupakan salah satu apotek yang memberikan

pelayanan kefarmasian dan juga apotek tertua yang ada di Kecamatan Baki di Jl. WR.

Supratman No. 111 Kadilangu Baki, Sukoharjo. Sebagai apotek tertua, Apotek

Wahyu Sehat mampu menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya masyarakat

Baki, Sukoharjo, hal ini terbukti dari banyaknya masyarakat yang percaya kepada

Apotek Wahyu Sehat dalam hal swamedikasi dalam pengobatan penyakitnya. Apotek

Wahyu Sehat memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada tepat dipinggir

jalan raya, sehingga pasien di Apotek Wahyu Sehat tidak hanya dari masyarakat

sekitar Baki, namun juga dari para pengguna jalan raya yang lagi melintas di jalan

tersebut. Selain dekat dengan pasar, Apotek Wahyu Sehat juga berada pada wilayah

yang sangat mendukung, dimana sekitaran Apotek Wahyu Sehat terdapat bebrapa

instansi pemerintah yang penting di wilayah Baki, seperti POLSEK Baki,

KODIM, Puskesmas Baki dan Kantor Kecamatan Baki yang mana instansi- instansi

tersebut sering mengadakan kegiatan-keghiatan sehingga banyak menyerap massa

yang tidak sedikit yang berkunjung membeli obat di apotek

Apotek Wahyu Sehat dalam kegiatannya mengacu pada kegiatan pelayanan

Pharmaceutical Care dimana Apoteker memiliki peran penting dalam

pelaksanaannya. Pelayanan kefarmasian di Apotek Wahyu Sehat, seperti pelayanan

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

resep, pelayanan obat bebas, bebas terbatas, OWA, swamedikasi dan KIE yang

berorientasi pada pasien. Apotek Wahyu Sehat melakukan strategi diversifikasi yaitu

bisnis unreleated. Bisnis unrealeated ini maksudnya adalah bisnis yang tidak terkait

dengan bisnis sebelumnya. Apotek Wahyu Sehat mengembangkan usahanya dengan

menyediakan layanan photocopy dan photo. Adanya penyediaan layanan photocopy

dan photo ini merupakan strategi kekuatan yang dimiliki oleh Apotek Wahyu Sehat

selain lokasinya yang memang strategis, sehingga dengan lengkapnya layanan ini

masyarakat tidak perlu keberbagai lokasi untuk mendapatkan jenis layanan, namun

cukup dengan satu lokasi masyarakat sudah bisa mendapatkan berbagai layanan yang

diinginkan. Hal ini juga memancing banyaknya pasien berkunjung ke Apotek Wahyu

Sehat untuk mendapatkan pelayanan kefarmasian khususnya swamedikasi.

Pengelolaan perbekalan farmasi di Apotek Wahyu Sehat dimulai dengan

proses seleksi, yaitu proses kegiatan sejak dari meninjau masalah kesehatan yang

terjadi masyarakat sekitar apotik, identifikasi pemilihan pengobatan, bentuk dan

dosis, memprioritaskan obat essensial. Selanjutnya, dilakukan proses pengadaan obat

di apotik. Pengadaan meliputi perencanaan obat dan pengadaan obat. Perencanaan

merupakan tahap yang penting karena pada tahap ini perlu dengan teliti

mempertimbangkan jenis dan jumlah obat yang diperlukan. Proses perencanaan obat

di Apotik Wahyu Sehat dilakukan dengan mempertimbangkan persediaan/stock

barang yang menipis dan pertimbangan barang yang akan dibeli bisa terjual. Stock

obat dan alkes yang mulai menipis akan dicatat di dalam buku defekta, sehingga

perencanaan pemesananberdasar pada buku defekta. Banyak sedikitnya stock obat

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

atau alkes yang akan dipesan berbanding lurus dengan tingkat perputarannya.

Semakin cepat perputaran (fast moving) obat atau alkes yang keluar, maka semakin

besar pula stock yang dipesan untuk persediaan dan juga sebaliknya apabila obat atau

alkes tersebut termasuk dalam slow moving, maka jumlah yang akan dipesan

punlebih sedikit. Persediaan barang yang terlalu banyak di apotek mempunyai

resiko tinggi seperti biaya penyimpanan, obat rusak dan obat yang kadaluwarsa, oleh

karena itu proses perencanaan obat ini sangat penting dalam pengelolaan obat di

Apotek Wahyu Sehat. Dan apabila ada kesalahan dalam pemesananatau tidak sesuai

dengan surat pemesanan maka faktur akan diberi tanda dan barang tersebut akan

diretur ke PBF tempat barang dipesan.

Proses selanjutnya setelah perencanaan adalah pengadaan obat. Pengadaan

obat di Apotik Wahyu Sehat diperoleh dari distributor atau sub distributor. Proses ini

dilakukan dengan menulis Surat Pesanan (SP), dimana pada surat pesanan itu tertulis

nama barang atau obat yang ingin dipesan beserta jumlahnya dan dibubuhi tanda

tangan Apoteker Pengelola Apotik. Surat pesanan diserahkan pada saat sales PBF

yang merupakan distributor barang atau obat yang ingin dipesan datang ke apotik.

Pengadaan ini berpedoman pada buku defekta yang dibuat atau ditulis pada proses

perencanaan obat tersebut. Sales yang bersangkutan biasanya mengkonfirmasi

ketersediaan barang atau obat di PBF, sehingga apabila barang atau obat tersebut ada

stocknya di PBF maka langsung ditulis disurat pesanan, sebaliknya apabila stock di

PBF tersebut tidak ada maka apoteker akan mencari distributor lain yang

menyediakan. Pemilihan distributor atau PBF yang dituju untuk pemesanan barang

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

atau obat harus memenuhi beberapa kriteria, seperti PBF yang terpercaya (legal)

memiliki reputasi yang baik dalam bidang pengadaan obat, harga yang lebih

murah, mempunyai diskon yang besar serta pengiriman barang atau obat yang tepat

waktu. Pemesanan obat dilakukan secara langsung karena jarak antar PBF yang dekat

atau tidak terlalu jauh dari Apotik Wahyu Sehat sehingga waktu tunggu obat datang

(lead time) lebih singkat dan datang tepat waktu.

Barang yang dipesan akan diproses oleh pihak distributor, kemudian barang

akan di antar ke apotek.Petugas apotek akan menerima barang dan memeriksanya.

Pemeriksaan meliputi kesesuaian dengan surat pesanan atau faktur, yaitu nama

obat, bentuk, jumlah, nomor batch, harga dan tanggal kadaluwarsa (Expire Date).

Apabila ada obat datang yang memiliki masa Expire Dateyang pendek maka sesuai

dengan kesepakatan yang telah disetujui keduabelah pihak, obat tersebut dapat

dikembalikan atau ditukar dengan obat lain yang memiliki masaExpire Date yang

panjang. Apabila sudah sesuai antara barang yang datang dengan faktur, selanjutnya

faktur akan ditandatangani olehApoteker atau TTK yang memiliki surat izin praktik,

diberi tanggal penerimaan dan di stempel apotek. Satu salinan faktur diambil dan

faktur asli beserta dua salinan lainnya akan diserahkan ke petugas pengirim barang

yang akan digunakan untuk penagihan. Salinan yang diambil oleh petugas

penerima barang akan dijadikan arsip.Setelah diperiksa dan diterima, selanjutnya

dilakukan pemberian harga terhadap barang yang baru masuk tadi. Pemberian harga

dilakukan dengan dikalikan 10% (apabila harga belum termasuk ppn) kemudian

dikalikan lagi dengan margin obat atau barang sesuai dengan kategori barang atau

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

obat tersebut dan dibagi dengan satuan terkecilnya, maka didapatkan harga jual

apotek (HJA).

Proses selanjutnya adalah penyimpanan. Obat dan Alkes tersebut disimpan di

tempatnya masing-masing. Apabila pada rak penyimpanan sudah penuh dengan

item obat atau barang tersebut, maka barang atau obat tersebut disimpan di

tempat khusus seperti gudang penyimpanan barang atau obat. Sistem penyimpanan

perbekalan farmasi di Apotek Wahyu Sehat telah sesuai dengan peraturan dan

persyaratan penyimpanan obat, karena diletakkan pada rak berdasarkan bentuk

sediaan, golongan, dan sistem disusun secara alfabetis sehingga memudahkan

Tenaga Teknis Kefarmasian dalam mencari obat-obat yang dibutuhkan. Sistem

penyimpanan obat yang diterapkan di Apotek Wahyu Sehat yaitu sistem First

In First Out (FIFO) dimana barang yang baru diterima disimpan dibelakang dari

barang yang diterima sebelumnya dan First Expired First Out (FEFO). Hal ini

bertujuan agar tidak terjadi barang rusak atau kadaluwarsa. Bila ada barang yang

rusak atau kadaluwarsa maka akan diusahakan penukarannya.Obat-obat golongan

narkotik dan psikotropik, masing-masing disimpan dalam lemari khusus.

Penyimpanan untuk narkotik dalam lemari berkunci sedangkan obat-obat yang

penyimpanannya pada suhu rendah disimpan di dalam lemari pendingin.

Pelayanan obat di Apotek Wahyu Sehat meliputi pelayanan obat kepada

pembeli dengan resep dokter atau tanpa resep dokter (swamedikasi). Pelayanan tanpa

resep dokter atau swamedikasi meliputi pembelian obat bebas, obat bebas terbatas,

obat tradisional, alat kesehatan, OWA (Obat Wajib Apotek), dan juga Jamu.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Pelayanan atas resep dokter diusahakan terpenuhi item obat yang tertera di resep

tersebut. Alur pelayanan resep di Apotik Wahyu Sehat meliputi pasien datang dengan

membawa resep, kemudian dilakukan skrining resep meliputi aspek administrasi,

farmasetik dan klinis. Setelah resep memenuhi persyaratan baru diberi harga, petugas

akan menanyakan persetujuan kepada pasien apaka setuju dengan harga tersebut atau

tidak. Apabila pasien tidak setuju dengan harga tersebut maka petugas menawarkan

alternatif kepada pasien, yaitu pasien bisa mengambil dengan jumlah sebagian atau

diganti dengan obat generik (apabila obat dalam resep adalah obat merek dagang).

Dan apabila pasien sudah setuju dengan harga resep maka petugas akan menyiapkan

obat sesuai dengan resep tersebut, sesuai dengan jenis dan jumlah obat, melakukan

peracikan (apabila resep racikan) kemudian penulisan etiket. Setelah obat siap, maka

dilakukan cek ulang (double check/rechecking) oleh petugas lain yang berbeda yang

meliputi nama obat, jumlah obat dan penulisan etiket. Tujuan dilakukan double

checking oleh petugas yang berbeda adalah untuk menghindari terjadinya medication

errors. Selanjutnya dilakukan penyerahan obat disertai pemberian PIO kepada pasien.

Administrasi penjualan di apotek Wahyu Sehat meliputi data penjualan dari

pelayanan resep, OWA (Obat Wajib Apotek), pelayanan obat bebas terbatas dan obat

bebas. Data dilaporkan dalam bentuk laporan pendapatan harian. Bagian administrasi

bertugas membuat laporan pendapatan harian, bulanan dan laporan pembayaran

pajak juga mengurusi kas kecil yang digunakan untuk biaya operasional Apotek

Wahyu Sehat. Dalam melakukan pelayanan kefarmasian maupun administrasi,

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Apotek Wahyu Sehat dalam masih dilakukan secara manual, semuanya dicatat dalam

buku baik barang keluar ataupun masuk.

Pelayanan di Apotek Wahyu Sehat dibagi menjadi dua shift, yaitu shift pagi

dan shift sore. Jadwal hari kerja yaitu senin sampai sabtu terbagi menjadi shift pagi

mulai pukul 08.00 -14.00 WIB, shift sore mulai pukul 14.00-21.00 WIB. Sedangkan

hari minggu apotek Wahyu Sehat buka pukul 17.00-21.00 WIB. Sumber daya

manusia yang dapat mempengaruhi pelayanan kefarmasian di apotek adalah

karyawan; yang ramah, responsif, murah senyum, cepat, tepat, berpakaian rapi,

bersih, dapat dipercaya dan mau bekerjasama serta mudah berkomunikasi dan

berinteraksi dengan pasien, harus memiliki pengetahuan dan keterampilan juga

pengalaman yang sesuai dengan pekerjaannya. Karyawan di Apotek Wahyu Sehat

telah bekerja dengan baik dan sangat loyal terhadap pekerjaannya.

Pekerjaan kefarmasian di Apotek Wahyu Sehat saat ini tidak hanya drug

oriented tetapi juga sudah menerapkan patient oriented seperti pelayanan atas resep

dokter, pelayanan kepada masyarakat dalam hal self medication guna mengatasi

masalah kesehatan yang ditunjang dengan sarana yang dapat meningkatkan

pengobatan sendiri yang tepat, aman dan rasional. Kemampuan masyarakat dalam

upaya pengobatan sendiri semakin meningkat sehingga diperlukan peran apoteker

di apotek dengan memberikan pelayanan KIE (Komunikasi Informasi

Edukasi). Apoteker harus dapat berinteraksi langsung dengan pasien dan

masyarakat dalam hal pelayanan informasi obat. Pelayanan informasi obat di

Apotek Wahyu Sehat sudah berjalan baik karena selama ini pemberian informasi

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

obat diberikan oleh asisten apoteker dan pada umumnya baru sebatas hal-hal

yang bersifat umum yaitu aturan pakai dan cara pemakaian obat.

Sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi pelayanan kefarmasian di

apotek adalah karyawan yang cukup menunjang kegiatan pelayanan kefarmasian,

karyawan yang ramah, responsif, murah senyum, cepat, tepat, berpakaian rapi,

bersih, dapat dipercaya dan mau bekerjasama serta mudah berkomunikasi dan

berinteraksi dengan pasien, karyawan juga harus memiliki pengetahuan, keterampilan

dan pengalaman yang sesuai dengan pekerjaannya. Karyawan di Apotek Wahyu

Sehat telah bekerja dengan baik dan sangat loyal terhadap pekerjaannya. Pelayanan di

Apotek Wahyu Sehat dibagi menjadi dua shift, yaitu shift pagi dan shift sore. Jadwal

kerja senin sampai sabtu terbagi menjadi shift pagi mulai pukul 08.00 sampai 14.00

WIB, shift sore mulai pukul 14.00 sampai21.00 WIB. Sedangkan hari minggu apotek

Wahyu Sehat buka pukul 17.00-2100 WIB.

Pekerjaan kefarmasian saat ini tidak hanya drug oriented tetapi sudah

patient oriented seperti pelayanan atas resep dokter, pelayanan kepada masyarakat

dalam hal self medication guna mengatasi masalah kesehatan yang ditunjang

dengan sarana yang dapat meningkatkan pengobatan sendiri yang tepat, aman dan

rasional. Kemampuan masyarakat dalam upaya pengobatan sendiri semakin

meningkat sehingga diperlukan peran apoteker di apotek dengan memberikan

pelayanan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi). Apoteker harus dapat

berinteraksi langsung dengan pasien dan masyarakat dalam hal pelayanan

informasi obat. Pelayanan informasi obat di Apotek Wahyu Sehat telah

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

berjalan dengan baik karena selama ini pemberian informasi obat tersebut

diberikan oleh asisten apoteker dan pada umumnya baru sebatas hal-hal yang

bersifat umum yaitu aturan pakai dan cara pemakaian obat

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa Program Profesi Apoteker

Angkatan XXXII Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta di Apotek

Wahyu Sehat dari Tanggal 01 28 Februari 2017 dapat disimpulkan bahwa:

1. Apotek Wahyu Sehat sebagai salah satu sarana kesehatan, tempat

dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi telah

menjalankan fungsinya dengan baik didukung oleh lokasi yang strategis,

nyaman dan sesuai dengan syarat pendirian Apotek.

2. Sistem pengelolaan di Apotek Wahyu Sehat dalam rangka

peningkatan pelayanan kepada pasien telah dilakukan dengan baik dan

menyeluruh mulai dari pengadaan, penyimpanan, pengaturan barang,

administrasi sampai pada penyerahan obat kepada pasien.

3. Apotek Wahyu Sehat memberikan obat yang bermutu dan berkualitas baik

dengan memperhatikan kepentingan masyarakat tanpa meninggalkan

segi bisnis dan sosialnya sehingga apotek tetap berjalan, dengan kata lain

bahwa Apotek Wahyu Sehat telah menjalankan tugas dan fungsinya

sebagai tempat pengabdian keprofesian, sosial dan bisnisnya dengan baik.

4. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami ruang lingkup apotek

mengenai perapotekan seperti pengelolaan dan pelayanan resep,

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

administrasi (pembukuan), personalia, pengadaan barang, alur pengelolaan

barang, penyimpanan barang di gudang, hingga penyaluran barang ke

konsumen.

B. Saran

Berdasarkan kegiatan mahasiswa Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek

Wahyu Sehat maka saran yang dapat diberikan adalah :

1. Apotek Wahyu Sehat dapat melakukan pemantauan kepuasaan

pelanggang tentang pelayanan yang telah diberikan

2. Apotek Wahyu Sehat diharapkan dapat menjaga kualitas pelayanan

yang terbaik serta tetap terus meningkatkan pelayanan sehingga dapat

meningkatkan kepuasaan pasien.

3. Perlu adanya sistem komputerisasi agar memudahkan dalam sistem

pendataan obat,

4. Perlu adanya kartu stock manual untuk mencatat pengeluaran dan

pemasukan jumlah obat, sehingga dapat menjadi pertimbangan pada

saat melakukan stock opname.

5. Meningkatkan pelaksanaan pelayanan KIE (Komunikasi Informasi

Edukasi) serta PIO (Pelayanan Informasi Obat) agar penggunaan obat

yang rasional dapat tercapai.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

6. Kerjasama yang sudah terjalin dengan baik antara Fakultas Farmasi

Profesi ApotekerUniversitas Setia Budi Surakarta dengan Apotek Wahyu

Sehat dapat dikembangkan dan dipertahankan.

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

DAFTAR PUSTAKA

Anief, M, 1998, Manajemen Farmasi, Gadjah Mada University Press,Yogyakarta.


Anonim, 2014, PeraturanMentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun
2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek,
DepartemenKesehatan RI, Jakarta.
Anonim, 2015, Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun
2015 Tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, Dan Pelaporan
Narkotika, Psikotropiska, Dan Prekusor Farmasi, DepartemenKesehatan RI,
Jakarta.
Depkes RI, 1980, Peraturan Pemerintah No.25/1980 tentang Apotek,
DepartemenKesehatan RI, Jakarta.
Depkes RI, 1992, Undang-Undang RI No. 23 tahun 1992 tentang
Kesehatan,Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Depkes RI, 1997, Undang-Undang Republik Indonesia No 5 Tahun 1997
TentangPsikotropika, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Depkes RI, 1997, Undang-Undang Republik Indonesia No 22 Tahun 1997Tentang
Narkotika, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Depkes RI, 2002, Keputusan Menteri Kesehatan RI
No.1332/Menkes/SK/X/2002,Tentang Perubahan atas Permenkes RI No
922/Menkes/Per/X/1993
Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, DepartemenKesehatan RI,
Jakarta.
Depkes, 2004, Keputusan Menteri Kesehatan RI No
1027/Menkes/SK/IX/2004,Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek,
DepartemenKesehatan RI, Jakarta.
Depkes RI, 2009, Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang
Narkotika,Departeman Kesehatan RI, Jakarta.
Depkes RI. 2009, Peraturan Pemerintah RI No 51 tahun 2009 tentang
PekerjaanKefarmasian, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Depkes, 2009, Undang-Undang Republik Indonesia no.36 Tentang
Kesehatan,Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Depkes, 2011, Peraturan Menteri Kesehatan Republik indonesia.
No.889/MENKES/PER/V/2011. Tentang Registrasi, Izin Praktik, Dan
IzinKerja Tenaga Kefarmasian, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Hartini, Y.S., Sulasmono, 2006. Apotek Ulasan Beserta Naskah
PeraturanPerundang-Undangan Terkait Apotek Termasuk Naskah Dan

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

UlasanPermenkes Tentang Apotek Rakyat. Universitas


SanataDharma.Yogyakarta. Hartono, 1998, Manajemen Apotek, Depot
Informasi Obat,Jakarta.
Malik, Drs. Fauzi, 2009, Buku Pajak Penghasilan DTS Dasar Pajak II,
PusatPendidikan dan Pelatihan Pajak Badan Pendidikan dan
Pelatihankeuangan, Jakarta.
Menkes RI, 1990, Keputusan Menteri Kesehatan No.
437/MENKES/SK/VII/1990tentang Daftar Obat Wajib Apotek, Menteri
Kesehatan RI, Jakarta.
Menkes RI, 1993, Peraturan Menteri Kesehatan No. 922
/MENKES/PER/X/1993tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin
Apotek, MenteriKesehatan RI, Jakarta
Menkes RI, 1993, Peraturan Menteri Kesehatan No.
924/MENKES/PER/X/1993tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 2, Menteri
Kesehatab RI, Jakarta.
Menkes RI, 1999. Keputusan Menteri Kesehatan
No.1176/MENKES/SK/X/1999tentang Daftar Obat Wajib Apotek No.3,
Menteri Kesehatan RI, Jakarta.
Menkes RI, 2004, Peraturan Menteri kesehatan
No.1027/MENKES/SK/IX/2004sebagai Pengganti Peraturan Menteri
KesehatanNo.1332/MENKES/DK/X/2002 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian diApotek, Menteri Kesehatan RI, Jakarta.
Rahayu, dr. Endang. 2011. Peraturan Menteri Kesehatan RI
No.889/Menkes/Per/V/2011, Tentang Registrasi,Izin Praktek, dan IzinKerja
Tenaga Kefarmasian. Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

LAMPIRAN

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 1. Apotek Wahyu Sehat

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 2. Lemari Penyimpanan Obat Generik

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 3. Lemari Penyimpanan Obat dengan Merek Dagang

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 4. Lemari Penyimpanan Obat Tradisional

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 5. Lemari Penyimpanan Sediaan Cair

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 6. Surat Pesanan Umum

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 7. Surat Pesanan Obat Narkotik

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 8. Surat Pesanan Obat Psikotropik

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 9. Surat Pesanan Obat Jadi Prekursor Farmasi

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 10. Surat Permohonan Nempil

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 11. Contoh Faktur Pembelian Barang

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 12. Contoh Resep

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 13. Contoh Copy Resep

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 14. Etiket Apotek Wahyu Sehat

Etiket Putih

Etiket Biru

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 15. Nota Penjualan Apotek Wahyu Sehat

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 16. Ruang Konsultasi

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta


Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker
di Apotek Wahyu Sehat
Periode Februari 2017

Lampiran 17. Ruang Peracikan

Program Profesi Apoteker Angkatan XXXII Universitas Setia Budi Surakarta