Anda di halaman 1dari 8

BRUTALISM dan NEO - BRUTALISM

Brutalisme = APA ADANYA. Brutalisme yang dimaksud berasal dari bahasa Perancis
brut yaitu beton kasar, atau beton mentah.

Sejarah & Perkembangan Arsitektur Brutalism

Arsitektur Brutalism adalah langgam dalam arsitektur yang berkembang dari tahun 1950
hingga pertengahan 1970-an, timbul dari arsitektur modern di awal abad ke-20. Brutalism sering
diterapkan pada bangunan pemerintahan atau kelembagaan. Arsitektur brutalisme
dikomunikasikan melalui kekuatan, fungsi, dan ungkapan jujur dari materialitas. Konsep
arsitektur modern Brutalisme dan Neo Brutalisme ini berkembang cepat dengan bentuk bentuk
bangunan yang unik dan aneh.

Ciri ciri Brutalism dan Neo Brutalism :

Bangunan brutalist pada umumnya membentuk block-block dan Geometris


Bentuk dasar bangunan seperti kubus
Susunan bentuk yang berulang-ulang tanpa adanya ornamen
Menggunakan material beton kasar
Bentuk dan ruang unik dan otentik serta fungsional
Kesatuan elemen membentuk Sculptural Abstrak.

Tokoh-tokoh Brutalism dan NeoBrutalism :

1. Paul Rudolph
2. Le Corbusier
3. James Stirling
4. Jean Nouvel
5. I.M. Pei
6. John Otto van Spreckelsen
7. Renzo Piano

Karya Arsitektur Brtalism :


United Habitation

Arsitek : Le Corbusier
Lokasi : Merseille
Tahun : 1952
Fungsi : Tempat tinggal

Karakteristik :
Adalah bentukan dari bidang geometris, blockish, dan berulang
Tidak ada ornamen
Terbuat dari struktur beton
Karya Arsitektur Neo-Brutalism :
Yale Art and Architecture Building

Arsitek : Paul Rudolph

Lokasi : New Haven, Connecticut, USA

Fungsi : Universitas

Karakteristik :

Bentuk Otentik, komposisi blok-blok monolit.


Ruang Monumental, pencahayaan alami untuk perpindahan dan pergerakan
(dimensi keempat)
Permukaan Benton dan struktur ekspose keseimbangan dan kontras antara elemen-
elemen fasade.
a. Gedung Leicester University Engineering, Inggris, 1959-1963

b.
Berupa satu unit tetapi terdiri dari elemen-elemen geometris yang berbeda bentuk satu
dengan yang lain. Di tengah unit paling tinggi dan menonjol dari lainnya berbentuk
huruf L siku sama sisi, bertrap-trap semakin ke atas semakin tipis, tangga dan lift dibuat
terpisah-menempel pada bagian ini. Dari luar terlihat seperti sebuah menara kembar.

Di sudut bawah siku huruf L terdapat hall cukup luas beratap kaca tinggi seperti kristal
dan miring sampai lantai bawah. Struktur kaca tersebut terbuat dari kabel dan batang
baja. Di sisi lain terdapat ruang-ruang lain tidak tinggi beratap datar untuk teras.
Adanya kontras dan tegangan antara bidang-bidang massif dengan warna bata
merah exposeddengan bidang-bidang kaca memberikan daya tarik tersendiri.

1. Pusat Seni Visual Carpenter Center, Harvard University


Carpenter Center dibuka pertama kali pada 1963, arsitektur bangunan ini
disinkronisasikan dengan lukisan dan patung. Bangunan ini mencakup lima lantai.
2. Perpustakaan Claire T. Carney, Dartmouth College

Bangunan ini merupakan rancangan dari arsitek Paul Rudolph. Perpustakaan ini
merupakan bagian integral dari visi utopia sang arsitek tentang sekolah. Pada 2015,
firma arsitektur designLAB merenovasi dan menambahkan beberapa fasilitas yang lebih
baik bagi pelajar di abad 21.
3. Perpustakaan Geisel, University of California, San Diego

Perpustakaan Geisel pernah menjadi lokasi syuting film Inception. Bangunan ini
dirancang oleh William L. Pereira Assoc. pada akhir tahun 196. Terletak di pusat
kampus, perpustakaan 8 lantai ini merupakan titik fokus arsitektur kampus ini.
4. Northwestern University Library, Northwestern University

Dirancang oleh Walter Netsch melalui firma arsitektur Skidmore, Owings, & Merrill.
Perpustakaan ini merupakan salah satu dari banyak bangunan yang dikadung oleh
arsitek.
5. Rudolph Hall, Yale University

Salah satu contoh arsitektur brutalisme yang dibangun di Amerika Serikat adalah
Rudolph Hall, sebelumnya dinamakan Yale Art and Architecture Building yang
dibangun pada 1963. Bangunan ini memiliki 9 lantai.
Notre Dame du Haut, merupakan karya besar Corbusier, bahkan bisa dibilang sebuah
masterpiece dalam dunia arsitektur. Nama Corbusier menjadi terkenal karena kapel yang
dibuat tanpa mementingkan prinsip kebebasan, tetapi mengutamakan kemurnian alam.

Notre Dame du Haut adalah sebuah gereja yang berdiri kokoh di atas bukit di sebuah
kota kecil bernama Ronchamp. Pada kapel ini tampak perbedaan karya Corbusier yang
dibuat pada tahun 1920-an dengan gaya purist dan karya yang dikerjakan setelah tahun
1950-an yang dipengaruhi aliran mediterania dari timur tengah.

Kapel di Ronchamp ini juga memperlihatkan Corbusier telah menerapkan prinsip rasional
sebagai dasar arsitektur modern. Beberapa arsitek yang merancang gereja meniru kapel
ini. Mereka tidak memperhatikan sifat individu program Ronchamp dan keunikan
lingkungan dimana kapel tersebut dibangun, sehingga hasilnya tak seunik karya
Corbusier.
Struktur bangunan ini terbuat dari beton dan sebagian besar relatif kecil, tertutup oleh
dinding tebal, dengan atap terbalik yang didukung pada kolom tertanam dalam dinding,
seperti layar mengepul di arus berangin di puncak bukit. Di bagian interior, ruang kosong
antara dinding dan atap penuh dengan clerestory jendela, serta lampu asimetris dari
bukaan dinding, berfungsi untuk lebih memperkuat hubungan bangunan dengan
lingkungannya.

Bagian utama dari bangunan ini terdiri dari dua membran beton dipisahkan oleh ruang
6'11 ". Lantai kapel mengikuti kemiringan alami dari bukit turun menuju altar. Bagian-
bagian tertentu, khususnya yang di atasnya interior dan eksterior sisanya altar. Menara-
menaranya terbuat dari pasangan batu dan dibatasi oleh kubah semen. Struktur ini
dibangun sebagian besar dari beton dan batu, yang merupakan sisa-sisa dari kapel aslinya
serta dibangun di lokasi puncak bukit.

Selain sebagai tujuan wisata, bangunan ini juga masih digunakan untuk tempat misa dan
Uskup Agung Paris. Notre Dame de Paris dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari
arsitektur gothic Perancis.