Anda di halaman 1dari 8

PEMBUATAN KURVA PERTUMBUHAN BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DI

ISOLASI DARI IKAN PEDA KEMBUNG (Rastrelliger sp.)

Annisa Sharah1, Rahman Karnila2, Desmelati2

Oleh

Email: annisa.sharah@gmail.com
1)
Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau
2)
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan kurva pertumbuhan


bakteri asam laktat (BAL) yang diisolasi dari ikan peda kembung (Rastrelliger sp.). Metode
penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yaitu melakukan analisis data dan disajikan
dalam bentuk kurva pertumbuhan bakteri. Parameter analisis adalah pengujian Optical
density, pH dan Total plate count (TPC). Isolat 15 merupakan isolat yang memiliki zona
bening paling besar dilihat pada penyeleksian menggunakan medium GYP+CaCO3.
Parameter yang digunakan untuk mengetahui kurva pertumbuhan BAL adalah pengujian
Optical Density, pH, Total Plate Count (TPC). Isolat 15 memiliki 4 fase pertumbuhan, . Fase
adaptasi terjadi pada waktu 0-3 jam , fase logaritmik merupakan fase yang tepat untuk
mengambil kultur BAL sebagai starter terjadi pada waktu ke 3 sampai ke 4 jam dengan nilai
OD 0,867 A, jumlah sel 1,9x109 cfu/ml, dan nilai pH 5,1. Fase stasioner terjadi pada waktu
4-5 jam. Fase kematian terjadi pada waktu 5-8 jam hal ini ditujukan adanya penurunan terus
menerus pada jumlah sel bakteri dengan nilai terkecil yaitu 0,9x106 cfu/ml.

Kata Kunci : Kurva Pertumbuhan, Bakteri Asam Laktat, Ikan Peda Kembung (Rastrelliger sp.)

THE MANUFACTURE OF LACTIC ACID BACTERIA GROWTH CURVE IN THE


ISOLATION OF KEMBUNG (Rastrelliger sp) PEDA

Abstract

This research aims to study and obtain a growth curve of lactic acid bacteria (LAB)
which were isolate from kembung (Rastrelliger sp.) peda. The research method used
descriptive that was to do data analysis and presented in the form of bacterial growth curve.
The analysis parameters were density, pH and total plate count (TPC). Isolate 15 was an
isolate that have the biggest clear zone observed on the selection using GYP + CaCO3
medium. The parameters used to determine the growth curve of BAL was Optical Density
test, pH, Total Plate Count (TPC). Isolate 15 had 4 phases of growth. Adaptation phase
occured at the time of 0-3 hours, logarithmic phase was a phase that was appropriate phase to
took a culture of BAL as a starter occurred at a time 3 to 4 hours with a 0.867 A OD values,
the number of cells 1,9x109 cfu / ml, and the pH value 5 , 1. Stationary phase occured in 4-5
hours. Death phase occurred during the 5-8 hours it was intend for continuous decrease in
the number of bacterial cells with the smallest value that is 0,9x106 cfu/ml.

Keywords: growth curve, Lactic Acid Bacteria, Kembung (Rastrelliger sp.) peda

JOM: OKTOBER 2015


PENDAHULUAN dibutuhkan untuk tumbuh maupun
beradaptasi, dan metabolit yang dihasilkan
Peda adalah salah satu produk (Yuliana, 2008).
fermentasi yang tidak dikeringkan lebih Keberhasilan proses fermentasi
lanjut, melainkan dibiarkan setengah sangat dipengaruhi oleh keberhasilan
basah, sehingga proses fermentasi tetap dalam mengoptimalkan faktor-faktor dari
berlangsung. Umumnya proses fermentasi pertumbuhan mikroba yang diinginkan.
peda adalah fermentasi secara spontan, Faktor-faktor tersebut akan memberikan
dimana dalam pembuatannya tidak kondisi yang berbeda untuk setiap mikroba
ditambahkan mikroba dalam bentuk sesuai dengan lingkungan hidupnya
starter, tetapi mikroba yang berperan aktif masing-masing sehingga mempengaruhi
dalam proses fermentasi berkembang biak kinetika fermentasinya (Yuliana, 2008).
secara spontan karena lingkungan Kurva pertumbuhan ialah suatu
hidupnya yang dibuat sesuai untuk informasi mengenai fase hidup suatu
pertumbuhannya. Fermentasi ikan secara bakteri, fase-fase hidup bateri pada
spontan umumnya menggunakan garam umumnya meliputi, adaptasi, log
dengan konsentrasi tinggi untuk (pertumbuhan eksponensial), stationer,
menyeleksi mikroba tertentu dan kematian. Kurva pertumbuhan digunakan
menghambat pertumbuhan mikroba yang untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan
menyebabkan kebusukan sehingga hanya sel dan pengaruh lingkungan terhadap
mikroba tahan garam yang hidup (Desniar kecepatan pertumbuhan. Langkah awal
et al, 2009). Faktor yang menentukan untuk mengetahui kurva pertumbuhan
dalam keberhasilan fermentasi peda ialah bakteri ialah dengan isolasi bakteri.
bakteri starter BAL yang ada pada ikan, Pembuatan kurva pertumbuhan
konsentasi garam, suhu, pH, dan lama merupakan bagian yang penting dari suatu
fermentasi. penelitian karena dapat menggambarkan
Bakteri asam laktat (BAL) adalah karakteristik kolonisasi bakteri. Selain itu,
salah satu bakteri yang digunakan dalam perhitungan waktu generasi juga
proses pengawetan bahan pangan. BAL diperlukanuntuk mengetahui prediksi
dapat dimanfaatkan sebagai starter dalam populasi setiap mikroorganisme dalam
proses fermentasi. BAL termasuk bakteri jangka waktu yang sama dengan
yang menguntungkan. BAL dapat keaktifannya dalam proses metabolisme
menghambat pertumbuhan bakteri (Fardiaz, 1992).
pembusuk dan bakteri patogen pada Isolasi bakteri adalah proses
produk pangan serta produk fermentasi mengambil bakteri dari medium atau
(Misgiyarta dan Widowati, 2002). lingkungan asalnya dan menumbuhkannya
Menurut Fardiaz (1989), BAL mempunyai di medium buatan sehingga diperoleh
kemampuan memfermentasi gula menjadi biakan yang murni. Bakteri dipindahkan
asam laktat. BAL memproduksi asam dari satu tempat ke tempat lainnya harus
berlangsung secara cepat sehingga menggunakan prosedur aseptik. Aseptik
pertumbuhan mikroba lain yang tidak berarti bebas dari sepsis, yaitu kondisi
diinginkan dapat terhambat. terkontaminasi karena mikroorganisme
Jumlah bakteri asam laktat dapat lain (Singleton dan Sainsbury, 2006).
mempengaruhi penurunan pertumbuhan
bakteri coliform dan dapat mempersingkat METODE PENELITIAN
waktu fermentasi (Sandriana, 2013). Oleh
karena itu perlu mengetahui kurva Bahan utama yang digunakan pada
pertumbuhan bakteri karena setiap bakteri penelitian ini adalah ikan kembung berat
akan menunjukkan perbedaan pola 150-250 g/ekor sebagai sumber kultur
pertumbuhan, periode waktu yang bakteri BAL yang diperoleh dari pasar

JOM: OKTOBER 2015


bogor. Bahan utama lainnya adalah MRS kemudian dihomogenkan dan
Agar dan MRS Broth yang diperoleh dari diinkubasi diwaterbath suhu 37oC
laboraturium. Bahan kimia yang selama 24 jam.
digunakan adalah NaCl fisiologis 0,85%, b. Pengenceran menggunakan cairan
Aquades, GYP + CaCO3 0,5%, alkohol NaCl fisiologis 0,85% dengan
70%. Peralatan yang digunakan dalam metode pengenceran bertingkat
penelitian ini meliputi spektofotometri, pH dari pengenceran 10-1-10-8 dengan
meter, inkubator, autoclaf, vortex, 2 kali pengulangan, NaCl
stomacher, neraca analitik, tabung reaksi, fisiologis 0,85% berfungsi untuk
Erlenmeyer, ose, cawan petri, pisau, mengurangi jumlah populasi yang
talenan, toples, baskom. terdapat dalam media dan
menjaga keseimbangan ion sel
Metode penelitian yang digunakan mikroba.
adalah Deskriptif yaitu melakukan analisis c. Media pada tabung pengenceran
data dan disajikan dalam bentuk kurva kemudian ditumbuhkan pada
pertumbuhan bakteri asam laktat yang media MRS Agar sesuai
diisolasi dari ikan peda kembung. pengenceran, dimulai dari
-2
Parameter analisis adalah pengujian pengenceran 10 , selanjutnya
Optical density, pH dan Total plate count diinkubasi di anaerob jar.
(TPC). 3) Langkah-langkah penyeleksian isolat
yang dimodifikasi dari Bucio et al
Prosedur Penelitian (2004) diantaranya adalah:
Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 a. Koloni yang tumbuh pada media
tahap yaitu: 1) Pembuatan ikan peda MRS Agar, ditumbuhkan ke
kembung, 2) Isolasi bakteri asam laktat media GYP+CaCO3 yang
dan penyeleksian isolat, 3) Pembuatan bertujuan untuk mengetahui
kurva BAL. koloni mana yang mampu
menghasilkan asam laktat yang
Tahapan Penelitian bebentuk zona bening pada
1) Prosedur pembuatan ikan peda sekeliling koloni yang tumbuh
kembung yang dimodifikasi dari b. Koloni yang tumbuh dipilih
Santoso (1998), antara lain: berdasarkan kemampuannya
penyiangan ikan (pembuangan isi menghasilkan zona bening
perut dan insang) kemudian dicuci. terbesar
Ikan kembung selanjutnya diberi c. Koloni yang terpilih kemudian
garam 30% disusun di dalam wadah selanjutnya dimurnikan ke media
selapis demi selapis. Penyimpanan MRS Agar dengan metode strik
ikan selama 3 hari (fermentasi I) di kuandran. Penggoresan satu
dalam wadah yang tetutup. Ikan koloni tunggal ke media agar
selanjutnya dibongkar dikeringkan miring kemudian diinkubasi
sehingga permukannya kering. Ikan kembali, dan didapatkan isolat
dilapisi daun pisang selanjutnya murni bakteri yang selanjutnya
disimpan kembali selama 7 hari dapat digunakan untuk pengujian
(fermentasi II). selanjutnya.
2) Langkah-langkah isolasi bakteri yang 4) Langkah-langkah karakterisasi isolat
dimodifikasi dari darmayasa (2008), yang dimodifikasi dari fardiaz (1989)
antara lain: antara lain adalah:
a. Sampel yang telah dihaluskan, a. Uji Katalase, Sebanyak 1 ose
ditimbang 10 g dan dimasukkan isolat hasil plating dioleskan pada
ke 90 ml media MRS Broth gelas objek yang telah disterilkan

JOM: OKTOBER 2015


dengan alkohol, lalu ditetesi 5) Langkah-langkah identifikasi isolat
larutan H2O2 3%. Preparat menggunakan kit API 50 CHL
diamati, bila terdapat gelembung dilakukan sesuai dengan standar
gas maka menunjukkan bakteri dalam manual penggunaan API 50
tersebut katalase positif dan CHL. Data pengamatan dimasukkan
apabila tidak terbentuk dan dianalisis dalam software
gelembung gas bakteri tersebut APIweb (bioMrieux).
katalase negatif. Semua bakteri 6) Langkah-langkah pembuatan kurva
uji dilakukan pengulangan pertumbuhan bakteri antara lain:
sebanyak 3 kali ulangan. Sebanyak 1 ose dari kultur bakteri
b. Morfologi, Sebanyak 0.5 mL yang telah disegarkan pada media
aquades diteteskan pada gelas tabung miring MRS Agar diinokulasi
objek, kemudian diambil ke dalam Erlemeyer berisi 100 ml
sebanyak 1 ose isolat BAL dan MRS Broth steril dan diinkubasi.
dioleskan pada gelas objek berisi Pengamatan terhadap nilai OD, pH,
aquades. Selanjutnya ditutup dan TPC dilakukan setiap 1 jam
dengan cover glass. Kaca preparat pengamatan dari jam ke 0 sampai jam
ditetesi minyak imersi kemudian ke 8.
diamati di bawah mikroskop pada a. Pengukuran Optical Dencity yang
perbesaran 100x. dimodifikasi dari Yuliana (2008)
c. Pewarnaan Gram, Sampel bakteri antara lain adalah: Pengukuran
dari koloni yang homogen OD dilakukan dengan metode
dioleskan pada kaca objek steril langsung berdasarkan turbiditas
lalu dibuat sediaan tipis dan dengan cara mengambil sebanyak
difiksasi panas. Olesan bakteri 5 ml kultur pada media MRS
diteteskan dengan kristal violet, Broth kemudian diamati nilai
tunggu selama 2 menit, dibilas ODnya pada spektrofotometer
dengan akuades. Selanjutnya, pada panjang gelombang 620 nm.
olesan bakteri diteteskan iodium b. Pengukuran pH yang dimodifikasi
dan dikeringkan udara selama 2 dari Yuliana (2008) antara lain:
menit, dibilas akuades dan Pengukuran ph dilakukan
ditiriskan. Preparat dicuci dengan menggunakan pH meter dengan
pemucat warna yaitu alkohol 95% cara megukur tabung yang berisi
selama 30 detik, dicuci segera kultur bakteri yang dilakukan 1
dengan akuades dan ditiriskan. jam sekali.
Preparat selanjutnya diteteskan c. Pengukuran Total Plate Count
safranin selama 30 detik, dibilas (TPC) yang dimodifikasi dari
dengan akuades dan ditiriskan. Fardiaz (1989) antara lain adalah:
Kemudian, preparat diteteskan pengukuran TPC dilakukan
minyak imersi dan diamati di dengan metode sebar, 1 ml kultur
bawah mikroskop dengan media MRS Broth diinokulasikan
perbesaran 100x untuk melihat ke media nacl fisiologis 0,85%
bentuk dan warna dinding sel kemudian dilakukan pengenceran
setelah dilakukan pewarnaan. bertingkat dari pengenceran 10-1
Bakteri yang termasuk dalam hingga 107, selanjutnya
kelompok Gram positif dinding penanaman ke media MRS Agar
selnya berwarna ungu atau gelap dimulai dari pengenceran 104,
sedangkan kelompok bakteri kemudian diinkubasi pada suhu
Gram negatif akan menunjukkan 37o C selama 24 jam.
warna merah safranin.

JOM: OKTOBER 2015


bening paling besar dibandingkan isolat
HASIL DAN PEMBAHASAN yang lainnya.
Menurut Djide dan Wahyudin
Preparasi Bahan Baku Isolat BAL (2008) untuk seleksi bakteri asam laktat
Ikan kembung memiliki tubuh ditandai adanya zona bening di sekitar
langsing, panjang kepala lebih panjang koloni setelah inkubasi 2-3 hari. Bakteri
dari tinggi kepala, seluruh tubuh tertutup asam laktat akan menghasilkan asam laktat
sisik halus dan terdapat corselet di yang akan bereaksi dengan CaCO3 setelah
belakang sirip dada. Ikan kembung yang masa inkubasi 2-3 hari di sekitar koloni
digunakan pada penelitian ini berukuran yang tumbuh pada media akan terlihat
20-25 cm, dengan berat rata-rata 150-250 adanya daerah bening akibat terbentuknya
g/ekor. Ikan peda yang dihasilkan Ca-laktat yang larut dalam media. Isolat
memiliki kenampakan rapi, bersih, dan yang telah membentuk zona bening
utuh. Aroma dan rasa yang khas, berwarna menunjukkan kemampuannya untuk
merah, tekstur maser dan agak keras menggunakan Glukosa sebagai sumber
berbeda dengan daging mentah. energi yang akan menghasilkan metabolit
Salah satu faktor yang mendukung sekunder berupa senyawa asam, yang
keberhasilan proses fermentasi ikan peda senyawa tersebut mampu mendegradasi
adalah pemilihan bahan baku dan CaCO3 menjadi Ca Laktat dan membentuk
konsentrasi garam yang digunakan. zona bening disekitar koloni (Nuryady et
Konsentrasi garam yang digunakan dalam al, 2013).
fermentasi ikan peda sangat menentukan
mutu ikan peda tersebut, disamping Karakterisasi Isolat
kesegaran bahan bakunya. Hal ini Hasil uji karakteristik isolat terkait,
disebabkan pemberian garam morfologi, perwarnaan gram, dan uji
mempengaruhi jenis mikroba yang katalase adalah isolat BAL yang
berperan dalam fermentasi (Desniar et al, dihasilkan, berbentuk batang, dan gram
2009). Ijong dan Ohta (1996) menyatakan positif. Uji katalase dari kelima isolat BAL
bahwa garam merupakan bahan memiliki hasil yang sama yaitu uji katalase
bakteriostatik untuk beberapa bakteri negatif.
meliputi bakteri patogen dan pembusuk. Menurut Stamer (1980), bakteri
Menurut Desniar et al, (2009), konsentrasi asam laktat umumnya adalah bakteri gram
garam yang baik dalam pembuatan peda positif. Bakteri gram positif memiliki
adalah pada konsentrasi 30%. dinding sel yang terdiri dari dua lapisan
yaitu peptydoglycan yang tebal dan
Isolasi dan Penyeleksian BAL membran dalam. Lapisan peptidoglycan
Hasil isolasi bakteri asam laktat inilah yang dapat mengikat zat warna
menggunakan ikan peda kembung kristal violet. Zat warna yang telah diikat
(Rastralliger sp) sebagai bahan baku, oleh dinding sel bakteri ini tidak akan
diperoleh 24 isolat, kemudian diseleksi hilang walaupun telah melalui proses
pada media GYP+CaCO3 untuk pelunturan dengan alkohol 96% sekalipun
mengetahui kemampuannya menghasilkan (Nuryady et al, 2013).
asam laktat yang ditandai adanya zona Pada uji katalase lima isolat BAL
bening disekitar koloni, terdapat 16 isolat menunjukan hasil yang negatif. Frazier
yang mampu menghasilkan zona bening (1984) menyatakan, bahwa bakteri asam
dan kemampuan menghasilkan senyawa laktat merupakan bakteri yang negatif
asam laktat ,kemudian diseleksi menjadi menghasilkan enzim katalase karena
lima isolat terpilih yaitu isolat 3, 4, 5, 12, bakteri asam laktat merupakan bakteri
15 merupakan isolat yang memiliki zona anaerob fakultatif yang menghasilkan
enzim peroksida yang akan memecah

JOM: OKTOBER 2015


H2O2 menjadi senyawa organik dan H2O, 2
dan tidak menghasilkan gelembung udara.
1.5

Nilai OD
Identifikasi isolat 1
Isolat 15 merupakan satu isolat 0.5
terpilih yang memiliki zona bening yang
paling besar dibandingkan isolat lainnya. 0
Kemampuan isolat 15 dalam 0 2 4 6 8
memfermentasikan D-Xylose, D- X Waktu (Jam)
Galactose, D-Glucose, D-Fructose, D-
Mannose, N-Acetylglucosamine, Gambar 1. Kurva pertumbuhan bakteri
Amygladine, Arbutin, Esculin feric citrate, asam laktat isolat 15
Salisin, D-Celiobiose, Maltose, D- berdasarkan nilai OD.
Saccharose teridentifikasi isolat 15 sebagai
bakteri Weisella confusa (Lactobacillus Pada waktu 3-4 jam terjadi fase
brevis I). logaritmik (Gambar 2) yang dicirikan
Weissella merupakan bakteri gram adanya pertumbuhan signifikan pada
positif, katalase negatif, dengan bentuk sel pertumbuhan sel- selnya Hal ini didukung
kokobasil, yang dapat diisolasi dari habitat oleh pendapat Reiny (2012) yang
yang luas seperti tanah, sayuran segar, mengatakan, fase logaritmik
pangan terfermentasi, daging dan menggambarkan sel membelah diri dengan
produknya (Vela et al. 2003). laju yang konstan, masa menjadi dua kali
Lactobacillus adalah bakteri gram positif, lipat dengan laju sama, aktifitas
katalase negatif, dengan bentuk sel basil, metabolisme konstan, serta keadaan
bersifat homofermentatif maupun pertumbuhan seimbang. Fase logaritmik
heterofermentatif (Reddy et al. 2008). isolat 15 memiliki waktu yang singkat
yaitu dari 3-4 jam. Pada jam ke 4 nilai OD
0,867 A dengan jumlah sel 1,9x109 cfu/ml
Kurva Pertumbuhan BAL
Kurva pertumbuhan bakteri asam 10.0
log 10cfu/ml

9.0 4, 9.35, 9.2


laktat isolat 15 menunjukkan bahwa waktu
8.0 3, 7.9
adaptasi bakteri asam laktat isolat 15 2, 7.3 6, 7.6
7.0 1, 6.8 7, 7.1
memiliki waktu yang relatif singkat 6.0 0, 6.3 8, 6.0
(Gambar 1), yaitu tumbuh pada waktu 0-3 5.0
jam. Yuniana (2008) mengatakan, 0 1 2 3 4 5 6 7 8
singkatnya fase adaptasi bakteri
dikarenakan bakteri tersebut tumbuh pada Waktu (Jam)
media yang sama pada saat penyegaran,
menyebabkan singkatnya waktu Gambar 2. Kurva pertumbuhan bakteri
penyesuaian diri pada lingkungan yang asam laktat isolat 15
baru. Panjang atau pendeknya fase berdasarkan TPC
adaptasi sangat ditentukan oleh jumlah sel
yang diinokulasikan, kondisi fisiologis dan Pada waktu 4-5 jam mengalami
morfologis yang sesuai serta media fase stasioner karena mengalami fase
kultivasi yang dibutuhkan (fardiaz, 1992). pertumbuhan tetap yang ditandai dengan
Pada penelitian Rosidah (2013), adanya pertumbuan yang konstan antara
waktu adaptasi semua isolat bakteri asam bakteri yang hidup dan yang mati , hal ini
laktat yang diisolasi dari fermentasi jagung disebabkan berkurangnya nutrien dan
memiliki waktu adaptasi yang relatif terbentuknya senyawa hasil metabolisme
singkat yaitu pada waktu 0-3 jam. yang cenderung bersifat racun bagi bakteri.
Reiny (2012) mengatakan fase ini

JOM: OKTOBER 2015


menggambarkan terjadinya penumpukan meningkat, penurunan pH, dan
metabolit hasil aktifitas metabolisme sel peningkatan kadar asam dalam produk
dan kandungan nutrien mulai habis, fermentasi (Afriani, 2010). Penurunan nilai
akibatnya terjadi kompetisi nutrisi pH disebabkan meningkatnya jumlah
sehingga beberapa sel mati dan lainnya BAL, karena penurunan pH diduga adanya
tetap tumbuh, sehingga jumlah sel menjadi sejumlah besar asam laktat yang dihasilkan
relatif konstan. oleh bakteri asam laktat dalam
Pada waktu 5-8 jam menunjukan metabolismenya sehingga pH media
nilai yang semakin menurun pada menjadi asam dan tidak sesuai untuk
pengamatan TPC, berbanding terbalik mikroorganisme lainnya (Kilinc et al,
dengan nilai OD yang semakin naik 2006)
(Gambar 4), disebabkan pada pengamatan
OD menggunakan spektrofotometer sel KESIMPULAN DAN SARAN
hidup dan sel mati tetap dihitung hal ini
yang menyebabkan nilai OD tetap Kesimpulan
menunjukkan angka yang semakin tinggi. Kurva pertumbuhan baktei asam
Pada fase kematian, sel yang mati menjadi laktat (BAL) isolat 15 yang diisolasi dari
lebih banyak dari pada terbentuknya sel- ikan peda kembung (Rastralliger sp.)
sel yang baru. Fase Kematian (Death terdiri dari 4 fase. Fase adaptasi terjadi
Phase), sel-sel yang berada dalam fase pada waktu 0-3 jam , fase logaritmik
tetap akhirnya akan mati bila tidak merupakan fase yang tepat untuk
dipindahkan ke media segar lainnya. mengambil kultur BAL sebagai starter
Bentuk logaritmik fase menurun atau terjadi pada waktu ke 3 sampai ke 4 jam
kematian merupakan penurunan secara dengan nilai OD 0,867 A, jumlah sel
garis lurus yang digambarkan oleh jumlah 1,9x109 cfu/ml, dan nilai pH 5,1. Fase
sel-sel hidup terhadap waktu, jumlah stasioner terjadi pada waktu 4-5 jam. Fase
bakteri hidup berkurang dan menurun kematian terjadi pada waktu 5-8 jam hal
(Fardiaz, 1992). ini ditujukan adanya penurunan terus
7 menerus pada jumlah sel bakteri dengan
nilai terkecil yaitu 0,9x106 cfu/ml
Nilai pH

5
3 Saran
1 Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
untuk mengetahui kurva pertumbuhan
0 1 2 3 4 5 6 7 8
berdasarkan analisa kadar biomassa, serta
Waktu (Jam) karakteristik spesifik, uji antimikroba dan
identifikasi lebih lanjut dari bakteri asam
Gambar 3. Grafik pH pertumbuhan bakteri laktat Isolat 3, 4, 5, 11, 12 dan 15, selain
asam laktat isolat 15 ditinjau dari segi kurva pertumbuhannya.

Pengukuran terhadap pH DAFTAR PUSTAKA


merupakan parameter yang menunjukkan Bucio, A., R. Hartemink, J.W. Schrama, J.
pengaruh pertumbuhan dan pembentukan Verreth, & F.M. Rombouts. 2004.
produk (Judoamidjojo et al, 1990). Screening of lactobacilli from fish
Berdasarkan grafik pH, pertumbuhan intestines to select a probiotic for
bakteri asam laktat isolat 15 menunjukan warm freshwater fish. Bioscience
nilai yang semakin menurun (Gambar 3), Microflora, 23(1): 21-30.
semakin lama waktu inkubasi maka Darmayasa IBG. 2008. Isolasi dan
semakin kecil nilai pH. Proses fermentasi Identifikasi Bakteri Pendegradasi
mengakibatkan aktivitas mikroba Lipid (Lemak) pada Beberapa

JOM: OKTOBER 2015


Tempat Pembuangan Limbah dan yoghurt. UNEJ JURNAL nomor
Estuari DAM Denpasar. Jurnal I(5):1-11.
Bumi Lestari 8:122-127. Rabiatul, A. 2008. Pengolahan dan
Desniar. Poernomo, D. Wini wijatur. 2009. pegawetan ikan. Jakarta: Bumi
Pengaruh konsentrasi garam pada aksara, 160 hlm.
peda ikan kembung (rastrelliger Reddy G, M Altaf, BJ Naveena, M
sp.) dengan fermentasispontan. Venkateshwar, & EV Kumar. 2008.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Amylolytic bacterial lactic acid
indonesia 12(1): 73-87. fermentation A review. J
Djide, M.N. dan Wahyuddin, E. 2008. Elsevier- Biotechnol Adv 26: 22
Isolasi Bakteri Asam Laktat dan 34.
Air Susu Ibu dan Potensinya dalam Reiny, S, S. 2012. Potensi lactobacillus
Penurunan Kadar Kolestrol Secara acidophilus ATCC 4796 sebagai
In Vitro. Majalah Farmasi dan biopreservatif pada rebusan daging
Farmakologi. 12 (3). ikan tongkol. Jurnal IJAS, II(2):
Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi pengolahan 604613.
pangan. Departemen Pendidikan Rosidah, E. 2013. Isolasi Asam Laktat dan
dan Kebudayan Direktorat Jenderal Selulotik Serta Aplikasinya Untuk
Pendidikan Tinggi Pusat Antar Meningkatkan Kualitas Tepung
Universitas Pangan dan Gizi Jagung. Institut Pertanian Bogor.
Institut Pertanian Bogor. Bogor. 3- Bogor [skripsi]
23. Singleton, P., dan Sainsbury, D. 2006.
Fardiaz. 1989. Mikrobiologi Pangan. Pusat Dictionary of Microbiology and
Antar Universitas Institut Pertanian Molecular Biology. Edisi ke-3. UK:
Bogor. Bogor. John wiley & Sons Ltd. 228-229.
Frazier , W.C. and Westhof, D.C. 1988. Stamer, J. R. 1980. Lactic Acid Bacteria.
Food Microbiology. Singapore: Di dalam Defogueiredo, M.P. dan
McGraw D.F. Slplittstoelsser (eds.). Food
Kilinc B, Cakli S, Tolasa S, Dincer T. Microbiology Public Health Land
2006. Chemical, microbiological Spoilage Aspect. The AVI Publ.
and sensory changes associated Co., Inc., Westport, connecticut
with fish sauce processing. Journal Vela AI, C Porrero, J Goyache,A Nieto, B
of Food Snchez, V Briones, MA Moreno,
Madigan, M.T., J.M. Martinko, dan J. L Domnguez & JF Fernndez-
Parker. 2000. Brock: biology of Garayzbal. 2003. Weissella
microorganisms. 9th ed. Prentice confuse Infection in Primate
hall, new jersey: xix. (Cercopithecus mona). J Emerging
Misgiyarta dan Widowati. 2002. Seleksi Infectious Diseases 9 (10), October
dan identifikasi bakteri asam laktat 2003.
(BAL) Indegenus. (Prosiding). Yuliana. 2008. Kinetika pertumbuhan
Nuryady, M, M. Tifani, I. Faizah, R. baktei asam laktat isolay T5 yang
Ubaidillah, S. Mahmudi, Z. Sutoyo. berasal dari tempoyak. Jurnal
2013. Isolasi dan identifikasi teknologi industri dan hasil
bakteri asal katat (BAL) asal pertanian. 73:2.

JOM: OKTOBER 2015