Anda di halaman 1dari 16

TELAAH JURNAL

PRENATAL IRON SUPPLEMENTATION REDUCES MATERNAL


ANEMIA, IRON DEFICIENCY, AND IRON DEFICIENCY ANEMIA
IN A RANDOMIZED CLINICAL TRIAL IN RURAL CHINA, BUT
IRON DEFICIENCY REMAINS WIDESPREAD IN MOTHERS AND
NEONATES

Oleh:

Anggia Fabelita, S.Ked 04054821719024


Eriza Dwi Indah Lestari, S.Ked 04054821719025
Riana Eka Emas Santi, S.Ked 04054821719015
Sarayati Khairunisah, S.Ked 04054821719026
Elisabeth Gerda Sitompul, S.Ked 04054821719016
Nurul Windi Anggraini, S.Ked 04054821719023
Imam Hakiki Mama 04054821618008

Pembimbing:

dr. H. Ferry Yusrizal, Sp.OG(K), M.Kes

BAGIAN ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FK UNSRI


RUMAH SAKIT MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
2017
TELAAH KRITIS JURNAL

1. Judul Jurnal
Prenatal Iron Supplementation Reduces Maternal Anemia, Iron
Deficiency, and Iron Deficiency Anemia in a Randomized Clinical Trial in Rural
China, but Iron Deficiency Remains Widespread in Mothers and Neonates.

2. Pendahuluan
Menurunkan angka anemia pada maternal dan mencegah terjadinya
defisiensi besi merupakan prioritas utama kesehatan dunia. Tenaga kesehatan
telah mengupayakan untuk mengurangi terjadinya anemia pada maternal, tetapi
38% maternal masih mengalami anemia, defisiensi besi, dan banyak terjadi pada
maternal dan neonatal. Di Amerika Serikat, 30-34% ibu hamil mengalami anemia
atau defisiensi besi. Anemia atau defisiensi besi yang berat dapat berdampak
buruk pada kehamilan dan mempengaruhi status besi bayi baru lahir. Defisiensi
besi pada bayi baru lahir dapat menurunkan perkembangan fungsi kognitif,
motorik, dan sosial-emosional.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari pemberian suplemen besi-
folat terhadap status besi ibu hamil dan bayi baru lahir, dengan tujuan lainnya
yaitu menguji efektivitas pemberian suplemen besi pada ibu hamil dengan anemia
selama masa kehamilan. Penelitian dilakukan di China dimana suplemen selain
folat selama kehamilan tidak diberikan. Penelitian ini berkaitan dengan
penelitian-penelitian sebelumnya, dimana pada penelitian tersebut hanya
menampilkan gambaran hemoglobin dan anemia pada ibu hamil, dan hanya
sedikit yang menjelaskan mengenai status besi dari ibu hamil pada pemberian
suplemen besi-folat.
Pada penelitian ini diprediksikan bahwa pemberian suplemen besi selama
kehamilan akan meningkatkan status besi ibu hamil dan neonatus, mengurangi
terjadinya defisiensi besi dan anemia defisiensi besi. Pada penelitian ini juga
diharapkan pemberian suplemen besi selama kehamilan dapat meningkatkan
kadar hemoglobin ibu hamil, mengurangi terjadinya anemia pada ibu hamil, dan
meningkatkan keadaan ibu selama kehamilan.

2
3. Bahan dan Metode
Uji coba terkontrol secara acak ini dilakukan di Sanhe, Provinsi Hebei,
China, Rumah Sakit Universitas Peking, dan tiga rumah sakit lokal [Sanhe
Maternity and Child Health Care Center (MCHC), Sanhe General Country
Hospital, dan Sanhe Hospital of Traditional Chinese Medicine]. Penelitian ini
awalnya hanya memasukkan Sanhe MCHC, tetapi pada saat analisis penelitian
didapatkan tingkat kecepatan drop-out menunjukkan wanita sering tidak
melahirkan di tempat yang sama dengan tempat mereka melakukan asuhan
prenatal. Wanita di daerah ini memiliki pilihan untuk melakukan persalinan pada
>24 rumah sakit dan klinik lokal, dimana tempat tersebut memiliki tingkat
perbedaan kenyamanan, jarak dari tempat tinggal, dan biaya, sehingga tidak
memungkinkan untuk mengumpulkan sampel darah dari tali pusat untuk diikuti
dalam penelitian, namun pada penelitian ini dibuat perjanjian dengan dua rumah
sakit utama lainnya saat pertengahan penelitian ini dilakukan. Ibu hamil yang
masuk dalam kriteria inklusi diikutsertakan dari Juni 2009-Desember 2011 dan
secara acak diberikan zat besi dan folat atau plasebo dan folat dengan rasio 1:1.
Penelitian dan penilaian status besi maternal dan neonatal telah disetujui oleh
komite etik dari Peking University First Hospital dan Michigan University.
Sampel pada penelitian ini ada ibu hamil yang datang untuk kontrol
kehamilan pertama yang datang ke Sanhe MCHC. Kriteria inklusi dari penelitian
ini adalah ibu hamil dengan kehamilan tunggal tanpa komplikasi, kontrol pertama
ke Sanhe MCHC pada usia gestasi <20 minggu, dan berencana untuk melahirkan
di rumah sakit yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Kriteria eksklusi adalah
usia ibu hamil <18 tahun, tidak bertempat tinggal di Sanhe, memiliki penyakit
kronik, kadar hemoglobin <100gr/L, atau mendapat terapi besi dalam jangka
waktu tertentu. Pada penelitian ini didapatkan 2371 ibu hamil yang direkrut.
Pada penelitian ini dilakukan informed consent yang dilakukan oleh staff
Sanhe MCHC dimana dijelaskan tentang tujuan dari penelitian untuk
mendapatkan persetujuan pasien dalam penelitian ini.
Pada penelitian ini ibu hamil mendapatkan dua suplemen: suplemen besi
atau plasebo dan folat. Suplemen dipersiapkan oleh Taiyuan Satellite
Pharmaceutical Co., Ltd. dengan jumlah yang sama dari kapsul besi atau plasebo

3
dan kapsul folat masing-masing diberi nomor dengan empat digit angka yang
secara acak dipersiapkan oleh ahli statistik yang tidak ikut dalam penelitian ini.
Dimana kode tersebut tidak diketahui sampai penelitian selesai.
Suplemen yang diberikan pada penelitian ini hanya berbeda pada kode
kapsul, setiap kapsul mengandung besi [300 mg ferrous sulfate (60 mg besi
elemental)] atau plasebo (zat tepung, dextrin, sukrosa, dan magnesium stearat)
dan kapsul folat 0,40 mg. Partisipan diinstruksikan untuk mengambil salah satu
dari setiap suplemen yang didapatkan dari pendaftaran dan kembali lagi ke klinik
untuk mengambil suplemen jika telah habis. Partisipan menerima 100 kapsul dari
setiap suplemen saat pendaftaran sampai setelah 3 bulan, terutama saat usia
kehamilan 26-32 minggu. Saat kunjungan dan saat atau mendekati usia kehamilan
cukup bulan petugas datang dan menanyakan jumlah kapsul yang telah
dikonsumsi.
Pada penelitian ini dilakukan penilaian pada status besi dari ibu hamil,
bayi baru lahir, yang lahir aterm (37-41 minggu). Penilaian lain yang dilakukan
yaitu anemia pada ibu hamil, usia gestasi neonatus, dan berat bayi lahir.
Usia kehamilan berdasarkan atas siklus menstruasi terakhir. Sampel darah
maternal diambil pada usia kehamilan 26-32 minggu, pada usia kehamilan cukup
bulan, dan 1-3 hari setelah persalinan. Sedangkan darah dari plasenta diambil 60
detik setelah persalinan, 20 cm di bawah perineum pada persalina pervaginam
dan pada abdomen ibu pada persalinan perabdominam.
Penelitian ini menggunakan pedoman WHO dalam penegakkan diagnosis
anemia pada maternal yaitu kadar Hb <110 g/L, sedangkan defisiensi ditegakkan
dengan 2 gejala berikut: Serum Feritin (SI) <15g/L dan Body Iron (BI) <0 mg/L.
Sedangkan anemia defisiensi besi merupakan gabungan gejala dari anemia dan
defisiensi besi. Defisiensi besi pada fetal-neonatal yaitu SF <75 g/L atau Zinc
Protoporphyrin/ Heme (ZPP/H) >118 mol/mol.
Jumlah sampel yang diharapkan pada setiap grup 1200 sampel. Tetapi
pada penelitian ini hanya didapatkan sampel ibu hamil untuk kelompok plasebo
sebanyak 802 sampel, sedangkan untuk kelompok suplemen besi sebanyak 814
sampel. Jumlah sampel neonatus untuk kelompok plasebo yaitu 792 sampel,
sedangkan kelompok suplemen besi sebanyak 803 sampel.

4
Analisis statistik primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-
square test untuk mengetahui perbedaan antar kelompok dalam mempengaruhi
anemia pada maternal, defisiensi besi, anemia defisiensi besi, defisiensi besi pada
fetal-neonatal, dan kategori lainnya. Pada penelitian ini juga digunakan two-
sample t test untuk mengetahui perbedaan kadar besi pada maternal dan plasenta,
usia kehamilan neonatus, dan berat lahir bayi pada masing-masing kelompok.
Pada penelitian ini juga digunakan multiple regression atau logistic regression
untuk mengetahui faktor-faktor yang mengacaukan penelitian. Data dinyatakan
signifikan jika nilai P < 0,05.

4. Hasil Penelitian
Pada pendaftaran didapatkan 2371 ibu hamil dengan rata-rata usia
kehamilan 15,9 1,9 minggu, secara acak dibagi rata untuk menerima kapsul
berisi plasebo-folat atau zat besi-folat. Sampel penelitian diseleksi sehingga
didapatkan 31,8% (377 dari 1186) kelompok plasebo/folat, dan 30,5 % (362 dari
1185) kelompok besi/folat dieksklusi dari penelitian. Sampel penelitian dieksklusi
karena sampel melahirkan pada rumah sakit atau klinik kesehatan yang tidak
berpartisipasi dalam penelitian. Dari penelitian didapatkan 1632 data ibu dan
neonatus yang terdiri atas 1579 pasang ibu dan neonatus, 37 ibu, dan 16
neonatus.

5
Algoritma Pemilihan Sampel Penelitian

Pada awal penelitian, 8% ibu hamil mengalami anemia (Hb: 100-109 g/L).
Pada saat mendekati usia kehamilan cukup bulan Hb meningkat rata-rata 5,56 g/L
pada kelompok yang mendapatkan suplemen besi dibandingkan kelompok yang
mendapatkan plasebo, dan prevalensi terjadinya anemia lebih rendah (13.4% vs
25.1%; RR: 0.53; 95% CI: 0.43, 0.66). Dibandingkan dengan plasebo, suplemen
besi dapat menurunkan risiko defisiensi besi atau anemia defisiensi besi pada usia
kehamilan cukup bulan (RR: 0.74; 95% CI: 0.69, 0.79 pada defisiensi besi dengan
SF<15 g/L; RR: 0.65; 95% CI: 0.59, 0.71 pada defisiensi besi dengan BI<0
mg/kg; RR: 0.49; 95% CI 0.38, 0.62 pada anemia defisiensi besi dengan SF
rendah; RR: 0.51; 95% CI: 0.40, 0.65 pada anemia defisiensi besidenga BI

6
rendah). Mayoritas maternal masih mengalami defisiensi besi pada usia kehamilan
cukup bulan (66.8% dengan SF rendah, 54.7% denga BI rendah). Pada awal
penelitian masih didapatkan maternal mengalami anemia defisiensi besi (2.5%
dengan SF rendah, 1,5% dengan BI rendah). Tanpa pemberian suplemen besi
prevalensi terjadinya anemia defisiensi besi yaitu 21.7% dengan nilai SF yang
rendah dan 19.7% dengan nilai BI yang rendah pada usia kehamilan cukup bulan,
sedangkan dengan diberikannya suplemen besi kejadian anemia defisiensi besi
pada maternal yaitu 10.6% dengan nilai SF yang rendah dan 10.1% dengan nilai
BI yang rendah. Pada pemeriksaan darah dan biokimia (MCV, ZPP/H, SF, sTfR,
rasio sTfR:SF, dan BI) meningkat pada maternal yang mendapat suplemen besi
pada usia kehamilan cukup bulan. Meskipun status besi meningkat pada sampel
yang mendapatkan suplemen besi, defisiensi masih bisa terjadi walaupun kadar
SF tidak <15g/L. Pengaruh suplemen besi dalam mengurangi anemia tampak
secara klinis pada saat kunjungan usia gestasi 26-32 minggu (RR: 0.69; 95% CI
0.58, 0.82). Anemia yang terjadi setelah persalinan menurun yaitu 19.4% (RR:
0.71; 95% CI: 0.66, 0.78).

7
8
Pada pengukuran status besi fetal-neonatal tidak didapatkan perbedaan
antara kedua kelompok. Pada kelompok denga maternal yang mendapat suplemen
besi >45% neonatus memiliki nilai SF <75 g/L atau ZPP/H >118 mol/mol.
Semua hasil dari neonatus memiliki hasil yang sama bagi kedua kelompok seperti
usia gestasi, berat lahir, dan panjang badan lahir.
Tabel 4. Kejadian Anemia pada Sampel Penelitian

5. Diskusi
Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa pemberian suplemen besi pada
kehamilan dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada maternal sebanyak 5.56
g/L dan mengurangi risiko anemia, defisiensi besi, anemia defisiensi besi. Pada
penelitian ini tidak terdapat perbedaan status besi fetal-neonatal antara kelompok
yang mendapatkan plasebo dengan kelompok yang mendapatkan suplemen besi.

9
Status besi tidak hanya ditentukan berdasarkan suplemen besi yang
dikonsumsi selama masa kehamilan. Berdasarkan penelitian sebelumnya
didapatkan bahwa ada banyak faktor lain yang mempengaruhi status besi pada ibu
hamil yaitu faktor diet, dan keadaan fisiologis ibu hamil. Ibu hamil dengan berat
badan yang lebih rendah memiliki risiko lebih besar untuk mengalami defisiensi
besi. Pada ibu hamil dengan berat badan yang rendah saat kehamilan cenderung
memiliki jumlah darah dan BMI yang rendah sehingga total besinya lebih rendah
dibandingkan dengan ibu hamil dengan berat yang lebih besar. Besi pada maternal
ditransfer melalui plasenta ke fetus, sehingga pada ibu dengan berat badan yang
lebih rendah, fetus akan menerima total besi yang lebih sedikit dibandingkan ibu
dengan berat badan yang lebih besar. Pada penelitian ini didapatkan bahwa total
besi juga dipengaruhi oleh BMI maternal, walaupun sudah dilakukan pemberian
suplemen besi.
Peningkatan status besi pada maternal dengan diberikannya suplemen besi
selama kehamilan juga akan mempengaruhi status besi fetal-neonatal, hal ini
menunjukkan regulasi besi yang kompleks antara ibu, plasenta, fetus.
Berdasarkan penelitian lain yang telah dilakukan sebelumnya terdapat sedikit
hubungan antara status besi maternal dan neonatal pada ibu hamil yang anemia
atau mengalami defisiensi besi berat. Status besi ibu mempengaruhi transfer besi
dari ibu ke anak selama masa kehamilan, tetapi fetus dan plasenta juga berperan
dalam regulasi ini. Trasport besi dari plasenta diregulasikan sebagai status besi
fetal, sehingga mempengaruhi banyaknya transfer besi ke fetus. Proses ini
menjelaskan tentang adanya kekurangan dalam menjelaskan perbedaan status besi
pada fetal saat mendapatkan suplemen besi selama masa kehamilan meskipun
terdapat perbedaan dalam status besi maternal.
Pada penelitian ini dijelaskan bahwa walaupun efek pemberian suplemen
besi terhadap fetus tidak terlalu banyak, tetapi pemberian suplemen besi pada
maternal selama masa kehamilan dapat meningkatkan kadar SF pada darah tali
pusat (P = 0.04). Pada analisis didapatkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
hasil penelitian berupa: banyaknya kapsul yang dikonsumsi, lamanya waktu
penelitian, dan sebab-sebab lainnya. Jika maternal mengonsumsi suplemen besi
dalam jumlah yang cukup selama masa kehamilan maka akan memberikan

10
dampak yang positif terhadap status besi neonatal. Oleh karena itu diperlukan
penelitian lain untuk menjelaskan berapa banyak suplemen besi yang harus
diberikan sesuai kebutuhan selama masa kehamilan. Pada penelitian lain juga
dijelaskan bahwa kebutuhan besi tidak hanya pada darah tetapi juga diperlukan
untuk otak, sehingga status besi tidak hanya bisa dilihat pada darah yang ada di
tali pusat neonatus. Pada sebuah penelitian dijelaskan bahwa perkembangan
neurokognitif anak yang mendapatkan suplemen besi selama masa kehamilan
meningkat pada usia 7-9 tahun dibandingkan dengan anak yang selama masa
kehamilan ibunya tidak mendapatkan suplemen besi. Oleh karena pemberian
suplemen besi berperan besar bagi anak walaupun pada pemeriksaan darah tali
pusat tidak didapatkan perbedaan yang signifikan.
Pada penelitian ini didapatkan bahwa pemberian suplemen besi selama
masa kehamilan meningkatkan kadar hemoglobin dan status besi maternal dan
mengurangi terjadinya anemia, defisiensi besi, dan anemia defisiensi besi.
Walaupun hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang positif bukan berarti
masalah anemia pada maternal ini teratasi. Mayoritas ibu hamil dan >45%
neonatus memiliki risiko untuk mengalami defisiensi besi tanpa memperhatikan
apakah maternal mendapatkan suplemen besi atau tidak. Tujuan dari penelitian ini
adalah mencegah terjadinya defisiensi besi dan anemia defisiensi besi pada ibu
hamil dan anaknya.

Telaah Kritis
Jurnal yang diakses dari American Society for Nutrition ini merupakan
bagian dari kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine) diartikan sebagai
suatu proses evaluasi secara cermat dan sistematis suatu artikel penelitian untuk
menentukan reabilitas, validitas, dan kegunaannya dalam praktik klinis.
Komponen utama yang dinilai dalam critical appraisal adalah validity,
importancy, applicability. Tingkat kepercayaan hasil suatu penelitian sangat
bergantung dari desain penelitian dimana uji klinis menempati urutan tertinggi.
Telaah kritis meliputi semua komponen dari suatu penelitian dimulai dari
komponen pendahuluan, metodologi, hasil, dan diskusi. Masing-masing

11
komponen memiliki kepentingan yang sama besarnya dalam menentukan apakah
hasil penelitian tersebut layak atau tidak digunakan sebagai referensi.
Telaah kritis meliputi semua komponen dari suatu penelitian dimulai dari
komponen pendahuluan, metodologi, hasil, dan diskusi. Masing-masing
komponen memiliki kepentingan yang sama besarnya dalam menentukan apakah
hasil penelitian tersebut layak atau tidak digunakan sebagai referensi.

Penilaian PICO VIA (Population, Intervention, Comparison, Outcome,


Validity, Importancy, Applicability)
I. Population

Sampel pada penelitian ini ada ibu hamil yang datang untuk kontrol
kehamilan pertama yang datang ke Sanhe MCHC. Kriteria inklusi dari penelitian
ini adalah ibu hamil dengan kehamilan tunggal tanpa komplikasi, kontrol pertama
ke Sanhe MCHC pada usia gestasi <20 minggu, dan berencana untuk melahirkan
di rumah sakit yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Kriteria eksklusi adalah
usia ibu hamil <18 tahun, tidak bertempat tinggal di Sanhe, memiliki penyakit
kronik, kadar hemoglobin <100gr/L, atau mendapat terapi besi dalam jangka
waktu tertentu. Pada penelitian ini didapatkan 2371 ibu hamil yang diikutsertakan
dalam penelitian dari Juni 2009-Desember 2011

II. Intervention

Pada penelitian ini ibu hamil diberi suplemen dimana secara tampilan
tidak ada perbedaan antara masing-masing suplemen, suplemen ini terbagi
menjadi 2 jenis yaitu: setiap kapsul mengandung besi [300 mg ferrous sulfate (60
mg besi elemental)] atau plasebo (zat tepung, dextrin, sukrosa, dan magnesium
stearat) dan kapsul folat 0,40 mg. Ibu hamil diinstruksikan untuk mengambil salah
satu dari setiap suplemen yang didapatkan dari pendaftaran dan kembali lagi ke
klinik untuk mengambil suplemen jika telah habis. Selama penelitian ibu hamil
menerima 100 kapsul dari setiap suplemen saat pendaftaran sampai setelah 3
bulan, terutama saat usia kehamilan 26-32 minggu.

12
III. Comparison

Untuk membandingkan status besi pada maternal dan neonatal yang


mendapatkan suplemen besi-folat selama kehamilan dengan yang tidak
mendapatkan suplemen besi-folat.

IV. Outcome

Pada pendaftaran didapatkan 2371 ibu hamil dengan rata-rata usia


kehamilan 15,9 1,9 minggu, secara acak dibagi rata untuk menerima kapsul
berisi plasebo-folat atau zat besi-folat. Sampel penelitian diseleksi sehingga
didapatkan 31,8% (377 dari 1186) kelompok plasebo/folat, dan 30,5 % (362 dari
1185) kelompok besi/folat dieksklusi dari penelitian. Sampel penelitian dieksklusi
karena sampel melahirkan pada rumah sakit atau klinik kesehatan yang tidak
berpartisipasi dalam penelitian. Dari penelitian didapatkan 1632 data ibu dan
neonatus yang terdiri atas 1579 pasang ibu dan neonatus, 37 ibu, dan 16
neonatus.
Pada awal penelitian, 8% ibu hamil mengalami anemia (Hb: 100-109
g/L). Pada saat mendekati usia kehamilan cukup bulan Hb meningkat rata-rata
5,56 g/L pada kelompok yang mendapatkan suplemen besi dibandingkan
kelompok yang mendapatkan plasebo, dan prevalensi terjadinya anemia lebih
rendah (13.4% vs 25.1%; RR: 0.53; 95% CI: 0.43, 0.66). Dibandingkan dengan
plasebo, suplemen besi dapat menurunkan risiko defisiensi besi atau anemia
defisiensi besi pada usia kehamilan cukup bulan (RR: 0.74; 95% CI: 0.69, 0.79
pada defisiensi besi dengan SF<15 g/L; RR: 0.65; 95% CI: 0.59, 0.71 pada
defisiensi besi dengan BI<0 mg/kg; RR: 0.49; 95% CI 0.38, 0.62 pada anemia
defisiensi besi dengan SF rendah; RR: 0.51; 95% CI: 0.40, 0.65 pada anemia
defisiensi besidenga BI rendah). Mayoritas maternal masih mengalami defisiensi
besi pada usia kehamilan cukup bulan (66.8% dengan SF rendah, 54.7% denga BI
rendah). Pada awal penelitian masih didapatkan maternal mengalami anemia
defisiensi besi (2.5% dengan SF rendah, 1,5% dengan BI rendah). Tanpa
pemberian suplemen besi prevalensi terjadinya anemia defisiensi besi yaitu 21.7%
dengan nilai SF yang rendah dan 19.7% dengan nilai BI yang rendah pada usia
kehamilan cukup bulan, sedangkan dengan diberikannya suplemen besi kejadian

13
anemia defisiensi besi pada maternal yaitu 10.6% dengan nilai SF yang rendah
dan 10.1% dengan nilai BI yang rendah. Pada pemeriksaan darah dan biokimia
(MCV, ZPP/H, SF, sTfR, rasio sTfR:SF, dan BI) meningkat pada maternal yang
mendapat suplemen besi pada usia kehamilan cukup bulan. Meskipun status besi
meningkat pada sampel yang mendapatkan suplemen besi, defisiensi masih bisa
terjadi walaupun kadar SF tidak <15g/L. Pengaruh suplemen besi dalam
mengurangi anemia tampak secara klinis pada saat kunjungan usia gestasi 26-32
minggu (RR: 0.69; 95% CI 0.58, 0.82). Anemia yang terjadi setelah persalinan
menurun yaitu 19.4% (RR: 0.71; 95% CI: 0.66, 0.78).
Pada pengukuran status besi fetal-neonatal tidak didapatkan perbedaan
antara kedua kelompok. Pada kelompok denga maternal yang mendapat suplemen
besi >45% neonatus memiliki nilai SF <75 g/L atau ZPP/H >118 mol/mol.
Semua hasil dari neonatus memiliki hasil yang sama bagi kedua kelompok seperti
usia gestasi, berat lahir, dan panjang badan lahir.

V. Study Validity
Research questions
Is the research question well-defined that can be answered using this study
design?
Ya. Metode penelitian dengan studi randomized clinical trials dapat
menjawab tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan status besi
maternal yang mendapatkan suplemen besi dengan yang tidak mendapatkan
suplemen besi selama kehamilan.

Does the author use appropriate methods to answer their question?


Ya. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah analytics
statistics, metode ini tepat untuk mengetahui perbandingan status besi pada
maternal yang mendapatkan suplemen besi dengan yang tidak mendapatkan
suplemen besi selama kehamilan.

14
Is the data collected in accordance with the purpose of the research?
Ya. Data yang diambil sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mencakup
seluruh ibu primipara yang sehat dengan kehamilan tunggal yang terdaftar
pertama kali untuk antenatal care dengan usia kehamilan < 20 minggu, usia 18
tahun, tidak memiliki penyakit kronis, kadar Hb >100 g/L, dan berencana untuk
melahirkan di tempat yang sama dengan pasien melakukan pemeriksaan antenatal
care.

Randomization
Was the randomization list concealed from patients, clinicians, and
researchers?
Penelitian ini memakai dua kelompok yaitu kelompok yang mendapatkan
suplemen besi-folat dan kelompok yang mendapatkan plasebo-folat Pemilihan
sampel dilakukan secara acak namun sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi.

Interventions and co-interventions

Were the performed interventions described in sufficient detail to be


followed by others? Other than intervention, were the two groups cared for in
similar way of treatment?
Ya. Intervensi yang diberikan telah dijelaskan secara rinci yaitu sampel
penelitian dibagi menjadi dua, pada satu kelompok mendapatkan kapsul besi-folat
sementara kelompok lainnya mendapatkan kapsul plasebo-folat kemudian
diobservasi status besi dalam rentang waktu yang sama sampai waktu kelahiran
bayi.

VI. Importance
Is this study important?
Ya, penelitian ini penting karena hasil penelitian ini dapat membantu
mengurangi terjadinya anemia pada maternal, defisiensi besi, anemia defisiensi
besi.

15
VII. Applicability
Are your patient so different from these studied that the results may not
apply to them?
Tidak, walaupun penelitian ini tidak melibatkan berbagai ras atau etnis,
tetapi penggunaan suplemen besi pada masa kehamilan sudah sering dilakukan di
berbagai tempat sehingga kemungkinan hasil yang tidak jauh berbeda akan terjadi
bila penelitian ini diterapkan di Indonesia.

Is your environment so different from the one in the study that the methods
could not be use there?
Tidak, hasil penelitian yang menggunakan model desain Randomized
Clinical Trial layak untuk dipercaya karena Randomized Clinical Trials
mensyaratkan untuk menggunakan sampel manusia/pasien yang sesungguhnya,
dan tidak boleh diganti dengan menggunakan hewan percobaan. Model penelitian
ini membandingkan dua kelompok dalam realitas yang sesungguhnya. Selain itu,
walaupun penelitian ini tidak melibatkan berbagai ras atau etnis, tetapi
kemungkinan hasil yang tidak jauh berbeda akan terjadi bila penelitian ini
diterapkan di Indonesia.

Kesimpulan: Jurnal ini valid, penting, dan dapat diterapkan sehingga jurnal
ini dapat digunakan sebagai referensi.

16