Anda di halaman 1dari 52

MAKALAH MAHASISWA

SEMESTER 2
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
BLOK I BIOMATERIAL
MODUL : BAHAN CETAK

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 7
1. MELANI WIJAYA 20160710063
2. ANDIANI RAMANINDIA 20160710012
3. IVAN ANDRIAN 20160710055
4. VANYA NICOLINE JONATHAN 20160710092
5. ALLYSA NADYA CHOIRUNISSA R. 20160710005
6. PRISCHA AMELIA FIRGIYANTORO 20160710074
7. STEPHANI BRIGITTA ELFIRA S. 20160710087
8. ZHAFIRAH MAULIDYA SARDI 20160710100
9. FLAVIA PRATAMANINGDYAH B.Y 20160710044
10. RIDHA ZHARFAN 20160710081
11. VANIA DEALAURA CHRISTANIA 20160710091

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS HANG TUAH
SURABAYA
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya kami
dapat melaksanakan diskusi kelas kecil dengan topik full cast crown dan menyusun makalah
hasil diskusi ini dengan baik. Makalah yang kami buat tidak terhindar dari sebuah kesalahan,
untuk itu kami mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan kata ataupun nama pada
makalah ini. Namun dengan ini kami dapat belajar banyak dan lebih mendalami topik yang
telah di berikan oleh para narasumber kami,antara lain:
1. Puguh Bayu Prabowo, drg., M.Kes (PJM)
2. Widyasri Prananingrum, drg.,M.Kes., PhD.
3. Sularsih, drg., M.Kes.
4. Vivin Ariestania, drg., Sp.Pros.
Dan tak lupa kami berterima kasih kepada Kharinna W., drg., M.Kes yang telah memfasilitasi
kami pada saat pelaksanaan diskusi dengan sangat baik.
Semoga dengan membaca makalah ini kita mendapatkan tambahan ilmu mengenai
bahan cetak di dalam bidang kedokteran gigi.

Surabaya, 09 April 2017

TIM PENYUSUN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai
dari permukaan gigi (pits,fissure dan daerah interproximal) meluas kearah pulpa. Karies gigi
dapat dialami oleh setiap orang dan dapat timbul pada satu permukaan gigi atau lebih dan
dapat meluas ke bagian yang lebih dalam dari gigi, misalnya dari email ke dentin atau ke
pulpa (Tarigan, 1995).
Karies Profunda merupakan karies yang telah mendekati atau bahkan telah mencapai pulpa
sehingga terjadi peradangan pada pulpa. Biasanya terasa sakit secara tiba-tiba tanpa
rangsangan apapun. Apabila tidak segera diobati dan ditambal maka gigi akan mati, dan
untuk perawatan selanjutnya akan lebih lama dibandingkan pada karies-karies lainnya.
MOD adalah daerah - daerah yang digunakan untuk menunjukkan letak permukaan gigi.
Permukaan mesial: permukaan paling dekat garis tengah tubuh.
Permukaan oklusal: permukaan pengunyahan gigi molar dan gigi pre-molar.
Permukaan distal: permukaan paling jauh dari garis tengah

Full Cast Crown (Mahkota tuangan penuh) Adalah restorasi yang terbuat dari logam
campur secara tuang, menyelubungi seluruh permukaan mahkota klinis gigi yaitu :
mesial, distal, lingual, dan oklusal. Dapat dibuat pada gigi posterior maupun anterior baik pada
gigi vital maupun non-vital.
Pada kasus dibutuhkan bahan cetak yang sesuai dengan persyaratan klinis. Bahan cetak yang
terdapat dalam kedokteran gigi terdiri dari dua jenis yaitu
bahan cetak elastis dan non elastis. Bahan yang bersifat non-elastis adalah impression
compound, impression wax, plaster of paris dan zinc oxide eugenol impression material.
Bahan cetak elastis pula terdiri dari hidrokoloid material dan elastomer impression
material. Contoh bahan cetak elastomer adalah silikon, polieter dan polisulfida.
Elastomer diperkenalkan selepas Perang Dunia II hasil meningkatnya teknologi polimer
dari sintetik rubber material.
Elastomer adalah bahan cetak bersifat elastis yang apabila digunakan dan
dikeluarkan dari rongga mulut, akan tetap bersifat elastis dan fleksibel. Bahan ini
diklasifikasikan sebagai nonaqueous elastomeric impression material oleh ANSI/ADA.
Biasanya digunakan untuk mencetak pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan, gigi tiruan
immediat dan mahkota serta gigi tiruan cekat yang mana diperlukan cetakan yang akurat pada
detail gigi dan daerah gerong.

1.2 Jabaran Pemicu


A. Pemicu

Judul pemicu: full cast crown

Jabaran Pemicu :

Pasien wanita umur 32 tahun datang ke klinik gigi ingin ditambal gigi belakang kanan bawah
yang berlubang besar. Pemeriksaan klinis: Gigi 46 karies profunda pada daerah mesial,oklusal
dan distal (MOD). Rencana perawatan: full cast crown. Setelah preparasi, dokter gigi mencetak
rahang bawah untuk mendapatkan hasil cetakan negatif dari jaringan mulut yang kemudian
dicor dengan bahan gipsum sehingga dihasilkan model gigi. Untuk menghasilkan model gigi
yang akurat diperlukan hasil cetakan yang baik, detail dan akurat. Bahan cetak apakah yang
tepat untuk kasus di atas?
B. Keywords
1. Karies Profunda MOD
2. Full Cast Crown
3. Mencetak Rahang Bawah
4. Model Gigi
5. Bahan Cetak
C. Peta Konsep
Karies Profunda MOD

Preparasi Gigi

Bahan Cetak KG Model Gigi

Klasifikasi Bahan Cetak KG

Sifat &
Elastis Non-elastis
Karakteristik
Bahan
Cara Manipulasi
Komposisi Bahan Hidrokoloid(Alginat) Elastomer
Indikasi Kegunaan

Pertimbangan pemilihan :

Tahan korosi
Keakuratan gigi
Sifat elastis baik
Tidak mudah robek
Tidak bersifat toxic
Tidak berbau

Polyether, Polyvinyl Silicon

Full Cast Crown


D. Learning Issue
1. Definisi Karies Profunda Mod
2. Apa Pengertian Bahan Cetak ?
3. Sebutkan Persyaratan Bahan Cetak Yag Digunakan Dalam Bidang Kedokteran
Gigi !
4. Sebutkan Klasifikasi Bahan Cetak !
a. Berdasarkan Aplikasi & Sifat Mekanis ( Elastis & Non-Elastis )
b. Berdasarkan Mekanisme Pengerasan ( Reversible & Irreversible )
5. Bagaimana Sifat & Karakteristik , Manipulasi , Komposisi Bahan Dan
Indikasi / Kegunaan Masing-Masing Bahan Cetak
6. Bahan Cetak Apakah Yang Tepat Untuk Kasus ?
7. Definisi Full Cast Crown
8. Kesimpulan
BAB II

PEMBAHASAN

1 KARIES PROFUNDA MOD

Karies Profunda merupakan karies yang telah mendekati atau bahkan telah mencapai pulpa
sehingga terjadi peradangan pada pulpa. Biasanya terasa sakit secara tiba-tiba tanpa rangsangan
apapun. Apabila tidak segera diobati dan ditambal maka gigi akan mati, dan untuk perawatan
selanjutnya akan lebih lama dibandingkan pada karies-karies lainnya. MOD adalah daerah -
daerah yang digunakan untuk menunjukkan letak permukaan gigi.

Permukaan mesial: permukaan paling dekat garis tengah tubuh.

Permukaan oklusal: permukaan pengunyahan gigi molar dan gigi pre-molar.

Permukaan distal: permukaan paling jauh dari garis tengah.

2 APA PENGERTIAN BAHAN CETAK KG

Bahan cetak kedokteran gigi merupakan suatu bahan yang digunakan untuk
menghasilkan suatu bentuk cetakan dari hubungan gigi dan jaringan rongga mulut
(jaringan keras dan jaringan lunak). Bahan cetak kedokteran gigi akan menghasilkan
cetakan negatif dari jaringan keras dan jaringan lunak rongga mulut yang nantinya
akan diisi dengan dental stone atau dengan bahan yang lainnya untuk mendapatkan
model. Hal ini bertujuan untuk pembuatan mahkota, gigi tiruan penuh maupun
sebagian dan ortodonti.
Bahan cetak atau impression materials adalah bahan untuk mencetak dan
mendapatkan bentuk negatif jaringan mulut. Tahap cetakan merupakan tahap utama
dalam pembuatan gigi tiruan, mahkota, jembatan, alat ortodonsi, dll. Bahan ini pada
umumnya di aplikasikan pada pasien dengan menggunakan sendok cetak.

3 SEBUTKAN PERSYARATAN BAHAN CETAK KG

(1) mempunyai aroma dan rasa yang menyenangkan serta warna yang baik

(2) tidak mengandung bahan-bahan yang beracun dan mengiritasi

(3) mempunyai shelf life yang adekuat sehingga dapat menjamin bahan tersebut

tetap baik selama penyimpanan


(4) hasil yang diperoleh sebanding dengan harganya

(5) mudah digunakan dengan alat-alat yang minimal

(6) karakteristik pengerasan bahan sesuai dengan persyaratan klinik

(7) mempunyai konsistensi dan tekstur yang baik

(8) dapat digunakan pada jaringan rongga mulut yang lembab

(9) mempunyai sifat elastis dan mampu mencegah perubahan setelah

dilepaskan dari mulut

(10) cukup kuat sehingga tidak mudah robek saat dilepaskan dari mulut

(11) tetap stabil dimensinya pada temperatur dan kelembaban dalam kisaran normal

(12) kompatible dengan bahan pengecoran

(13) memberikan hasil yang akurat pada penggunaan klinis

(14) hasil cetakan dapat didesinfeksi tanpa kehilangan akurasi dan

(15) tidak melepaskan gas sewaktu reaksi pengerasan. (Powers JM, dkk (2008)

4 SEBUTKAN KLASIFIKASI BAHAN CETAK

BERDASARKAN APLIKASI DAN SIFAT MEKANISNYA :


a. Non-Elastis
1.Plaster of Paris
2.Impression Compound
3. Impression Wax
4.Zinc Oxide Eugenol
b. Elastis
~HIDROKOLOID
1. Reversible :Agar
2. Irreversible :Alginat
~ELASTOMER
1. Polyether
2. Polysulfida
3. Silikon
BERDASARKAN MEKANISMENYA
a. reversible :
1 .Impression Wax
2. Impression Compound
3.Agar Hidrokoloid
b. Irreversible
1. Plaster of paris
2.Zinc oxide eugenol
3.Alginat
4.Polyeter
5. Polysulfida
6.Silicon
5 BAGAIMANA SIFAT & KARAKTERISTIK , CARA MANIPULASI,
KOMPOSISI BAHAN , DAN INDIKASI / KEGUNAAN MASING-MASING
BAHAN CETAK

Bahan Cetak
Bahan cetak merupakan bahan yang digunakan untuk membuat tiruan negatif dari rongga
mulut, sehingga selanjutnya dapat dibuat model gigi darinya. Model gigi tersebut
digunakan oleh dokter gigi sebagai model studi maupun sebagai model kerja. Untuk
menghasilkan cetakan yang akurat, bahan yang digunakan untuk membuat tiruan dari
jaringan intraoral dan ekstraoral harus memenuhi kriteria sebagai berikut. Pertama, bahan
tersebut harus cukup air untuk beradaptasi dengan jaringan mulut serta cukup kental
untuk tetap berada dalam sendok cetak yang menghantar bahan cetak ke mulut. Kedua,
selama di mulut bahan tersebut harus berubah (mengeras) menjadi bahan padat
menyerupai karet dalam waktu tertentu, idealnya waktu pengerasan total harus kurang
dari 7 menit. Akhirnya cetakan yang mengeras harus tidak berubah atau robek ketika
dikeluarkan dari mulut, dan dimensi bahan harus tetap stabil sehingga bahan cor dapat
dituang. (Anusavice, 2004:94)
Bahan cetak dapat dikelompokkan menurut sifat mekanisnya. Ada 2 jenis bahan cetak,
yakni bahan cetak elastis dan bahan cetak non-elastis. Bahan cetak non elastis dibagi lagi
menjadi bahan cetak non elastis yang irreversible dan bahan cetak non elastis yang
reversible. Sedangkan bahan cetak elastis, dapat dibagi lagi menjadi bahan cetak
hidrokoloid dan bahan cetak elastomer tanpa air.
Bahan cetak elastis dapat secara akurat memproduksi baik struktur keras maupun lunak
dari rongga mulut, termasuk undercut dan celah interproksimal. Meskipun bahan ini dapat
dipakai untuk mencetak pasien tanpa gigi, kebanyakan dibuat untuk model cor untuk gigi
tiruan sebagian cekat atau lepasan serta untuk unit restorasi tunggal. Bahan cetak elastik
dapat diklasifikasikan menjadi bahan cetak hidrokoloid dan elastomer.
Bahan cetak hidrokoloid merupakan bahan cetak yang substansi dasarnya berupa koloid
yang direaksikan dengan air, sehingga disebut hidrokoloid. Koloid merupakan kombinasi
dari wujud benda apapun, terkecuali bentuk gas. Semua penghambur koloid disebut sol.
Bahan cetak hidrokoloid sendiri dapat diklasifikasikan menjadi bahan cetak hidrokoloid
irreversible, dan bahan cetak hidrokoloid reversible.
Bahan cetak hidrokoloid irreversible dapat dicontohkan dengan alginat. Bahan ini disebut
irreversible, sebab bahan ini tidak dapat kembali menjadi wujud dasarnya setelah bereaksi
membentuk wujud sol. Bahan ini ditemukan pada saat bahan cetak yang digunakan
sebelumnya menjadi langka, yakni pada waktu perang dunia kedua. Bahan ini memiliki
kelebihan dibandingkan bahan cetak lainnya, yakni proses manipulasinya yang mudah,
nyaman bagi pasien, dan relatif tidak mahal karena tidak memerlukan banyak peralatan.
Bahan cetak hidrokoloid lainnya, yakni bahan cetak hidrokoloid jenis reversible. Bahan
ini dipengaruhi oleh suhu, sehingga bahan ini dapat kembali ke bentuk semula
(reversible). Bahan ini leleh pada temperatur 70-100OC, sedangkan pada temperatur 37-
50OC, bahan ini dapat menjadi gel. Contoh bahan cetak jenis ini ialah agar.
Elastomer merupakan jenis bahan cetak elastis lain diluar bahan cetak hidrokoloid. Suatu
bahan cetak elastomer terdiri atas molekul atau polimer besar yang diikat oleh sejumlah
kecil ikatan. Ikatan tersebut mengikat rantai polimer yang melingkar pada titik tertentu
untuk membentuk jalinan 3 dimensi yang sering disebut sebagai gel. Pada keadaan ideal,
peregangan menyebabkan rantai polimer membuka lingkaran hanya sampai batas tertentu
yang dapat kembali ke keadaan semula, yaitu rantai kembali melingkar pada keadaan
berikatan ketika diangkat. Banyaknya ikatan silang menentukan kekakuan dan sifat elastis
bahan tersebut. (Anusavice, 2004: 117)
Bahan cetak lainnya yakni bahan cetak non elastis. Bahan cetak ini dapat dibedakan
menjadi irreversible dan reversible. Contoh dari bahan cetak jenis ini yang irreversible
ialah plaster of paris dan zinc oxyde eugenol. Sedangkan contoh dari yang reversible ialah
malam dan compound. Bahan cetak jenis ini memiliki sifat keras dan tidak dapat
dikeluarkan melalui undercut tanpa mematahkan atau mengubah bentuk cetakan. Bahan
cetak tidak elastis ini digunakan untuk semua cetakan sebelum ditemukannya cetakan
agar. Meskipun bahan tersebut sudah tidak dipakai lagi untuk pasien bergigi, bahan tidak
elastis ini memiliki keunggulan dalam pembuatan cetakan untuk pasien tak bergigi.
Sebenarnya bahan cetak zinc oxyde eugenol dan plaster of paris disebut bahan cetak
mukostatik karena bahan tersebut tidak menekan jaringan selama perlekatan cetakan.
(Anusavice, 2004: 94)

2.1 Plaster of Paris


Sewaktu bahan dasar gips (CaSO4)2.H2O dicampur dengan air diduga terjadi hal hal
sebagai berikut (meskipun dalam literatur masih terdapat perbedaan pendapat mengenai
bentuk reaksi setting yang terjadi):
a. Sebagian hemihidrat larut dan menghasilkan ion ion Ca2+ dan SO42-
b. Hemihydrat yang terlarut membentuk dihydrat dalam larutan yang kemudian menjadi
terlalu jenuh. Maka dari larutan ini terjadi pertumbuhan kristal dihydrat. Bahan menjadi
kaku tetapi tidak keras, dapat diukir tetapi tidak dapat dibentuk, ekspansi termis dan
panas masih INITIAL SETTING berlangsung
c. Factor factor penting berkaitan dengan reaksi setting bahan dasar gips:
I. Terjadi pertumbuhan kristal pada inti kristalisasi; pada kasus ini inti dapat berupa
kristal gypsum yang timbul sebagai impurity pada kristal hemihydrat,
II. Pergerakan ion ion Ca2+ dan SO42- ke inti juga sangat penting, dan
III. Oleh karena dihydrat berkristalisasi maka lebih banyak hemihydrat yang larut dan
proses bersambung terus.
FINAL SETTING bahan keras, kaku, ekspansi thermis dan panas sudah berakhir
SETTING waktu yang diperlukan bahan untuk setting sampai menjadi rigid TIME
setting time dipengaruhi oleh: komposisi, bentuk fisis, temperature, W/P ratio, dan
lama pengadukan. REAKSI SETTING: (CaSO4) 2H2O + 3H2O 2CaSO4.2H2O + panas.

2.1.1 Bahan Additive


1. Setting Time; mempercepat pembentukan kalsium sulfatAKSELERATOR, Na2SO4
menambah kecepatan larutnya kalsium sulfathemihidrat, K2SO4 bahan in i
hemihidrat. RETARDUS, Na sitrat, boraks, Kalium sitrat diserap oleh inti kristal
sehingga dapat meracuni inti kristal mengurangi kecepatan kelarutan akibatnya
kelarutan tidak sempurna hemihidrat.
2. Setting Expantion; memperbesar setting expantion, 1% setting expantion linier untuk
kompensasiKalsium asetat pengerutan logam saat dingin, dan memperkecil setting
expantion, mengurangi setting expantion sebesar 0,05%.Natrium sulfat
penambahan bahan additive dapat mengurangi kekuatan gips (Kuliah IMTKG 1, 2005)
3. Kekuatan; perubahan besar ekspansi linier 0,3 dimensi saat setting plaster of paris
0,4%. Ekspansi ini disebabkan adanya dorongan kearah luar oleh kristal kristal
dihydrate yang sedang terbentuk. Bahan yang telah ekspansi mengandung kristal kristal
dihydrate dan pori pori. Volume kristal bahan yang telah set lebih kecil dari volume
awal hemihydrate. Besarnya pengurangan volume kristal ini dapat dihitung dari berat
molekul dan berat jenis hemihydrat, dan ini kira kira sebanyak 7%. Bila gips yang telah
dicampur dibiarkan dalam air pada waktu initial set, maka akan terjadi ekspansi yang
lebih besar ; ini disebut hygroscopic expansion dan kadang kadang dilakukan untuk
mengekspansi bahan tanam gypsum.

2.1.2 Manipulasi gips


1. Harus tertutup rapat untuk menghindari kelembaban udara penyimpanan
mempercepat settingtime dapat menyebabkan terbentuknya hidrat,
2. Hindari kontaminasi
3. Siapkan air sesuai kebutuhan dalam bowel, kemudian cara mencampur 60 kali per
menit diatas vibrator tuang bubuk/powder gips, aduk
Bubuk model tidak akurat porus dulu kemudian air: banyak udara terjebak reaksi
kontak permukaan partikel bubuk gips dengan air tidak sama thermal expantion tidak
sama kristalisasi tidak sama.
4. W/P rasio: plaster of paris (50 60ml/100gr), DS (22 35ml/100gr), DSHS
(20ml/100gr). (Kuliah IMTKG 1, 2005)
Kekuatan gips tergantung pada:
i) Bahan yang dipergunakan; misalnya hemihydrat yang autoclaved / calcined, dan
adanya bahan additive,
ii) Perbandingan air / puder, dan
iii) Kekeringan bahan yang telah set. Untuk mendapatkan sifat sifat optimal, gips
hendaknya dibiarkan berhydrasi selama paling sedikit 1 jam (dan kalau bisa lebih lama),
dan kemudian dikeringkan sampai diperoleh berat yang konstan pada suhu 450C.
(E.C.Combe,1992)
2.2 Compound
Compound, juga disebut modeling plastic, dilunakkan dengan pemanasan, dimasukkan
dalam sendok cetak, serta diletakkan pada jaringan sebelum bahan mengeras. Indikasi
utama penggunaannya adalah untuk mencetak linggir tanpa gigi. Kadang-kadang
compound digunakan dalam kedokteran gigi operatif untuk mencetak preparasi gigi
tunggal atau untuk membuat stabil pita matrikx atau alat operatif lainnya. Untuk
mencetak gigi tunggal, pita tembaga silindris (disebut pita matriks) diisi dengan bahan
compound yang sudah dilunakkan. Pita yang terisi kenudian ditekan di atas gigi, menekan
compound beradaptasi dengan preparasi gigi. Cetakan seperti itu kadang disebut cetakan
tube. Setelah compound didinginkan, cetakan dilepas, dan hasil cor, atau die, dibuat dari
cetakan tersebut. (Anusavice, 2003 : 149)
Compound yang agak lebih kental, disebut compound sendok cetak, dapat digunakan
untuk membentuk sendok cetak dalam pembuatan gigi tiruan. Suatu cetakan jarungan
lunak diperoleh dari compound sendok cetak seperti yang digambarkan. Cetakan ini
disebut cetakan primer. kemudian digunakan sebagai sendok cetak untuk menahan
lapisan tipis bahan cetak kedua, yang akan ditempatkan langsung menghadap jaringan.
Cetakan ini disebut sebagai cetakan sekunder. Cetakan sekundr dapat juga dibuat dari
pasta oksida seng eugenol, hidrokoloid, atau elastomer tanpa air.
Aplikasi umum lain dari bahan compound adalah untuk membentuk tepi (border molding)
sendok cetak perseorangan dari akrilik selama mencoba sendok cetak. Ada dua bentuk
dasar compound cetak, yaitu bentuk kue dan stick (batang). (Anusavice, 2003 : 149)
Komposisi. Umumnya, compound terdiri dari campuran malam, resin termoplastik, bahan
pengisi, dan bahan pewarna. Satu dari substansi pertama yang dipergunakan untuk bahan
cetak adalah malam lebah (beeswax). Karena malam tersebut rapuh, substansi seperti
shellac, asam stearic, dan gutta percha ditambahkan untuk meningkatkan plastisitas dan
kemampuan kerja. Bila substansi-substansi tersebut digunakan dengan cara ini, substansi
dianggap sebagai bahan pembuat plastis (plastisizers). Resin sintetik meningkat
penggunaannya, biasanya dikaitkan dengan resin alami. (Anusavice, 2003 : 149)
Bahan pengisi. Banyak bahan diperkuat atau sebaliknya, diubah sifat fisknya dengan
penambahan partikel kecil bahan lembam, biasanya dikenal sebagai bahan pengisi, yang
secara kimia berbeda dengan kandungan utama atau kandungan lainnya.
(Anusavice, 2003 : 150)
Malam atau resin dalam compound cetak adalah kandungan utama dan membentuk
matriks. Struktur ini terlalu cair untuk ditangani dan memberikan kekuatan yang rendah
meskipun pada temperature ruangan. Karena itu, bahan pengisi harus ditambahkan.
Bahan pengisi meningkatkan viskositas pada temperature di atas temperature mulut dan
meningkatkan kekerasan compound pada temperature ruang.
Struktur compound cetak agak seperti suatu komposit. Konsep komposit digunakan
secara luas dalam produksi bahan kedokteran gigi. (Anusavice, 2003 : 150)
Sifat termal. Pelunakan dengan panas adalah suatu persyaratan dalam penggunaan
compound. Kegunaannya ditentukan oleh respon terhadap perubahan temperature dalam
lingkungan sekitarnya. (Anusavice, 2003 : 150)
Temperatur fusi. Kemaknaan praktis temperature fusi adalah bahwa temperature tersebut
menunjukkan suatu penurunan nyata dalam keplastisan bahan selama pendinginan. Di
atas temperature ini bahan yang dilunakkan tetap bersifat plastis sementara cetakan
dibuat. Jadi, setiap detail jaringan mulut lebih mudah diperoleh. Begitu sendok cetak
dimasukkan ke dalam mulut, sendok cetak harus ditahan secara kuat pada posisinya
sampai cetakan mendingin di bawah temperature fusi. Pada keadaan apapun, cetakan
tidak boleh diganggu atau dikeluarkan sampai bahan tersebut mencapai temperature
mulut. (Anusavice, 2003 : 150)
Konduktivitas dan kontraksi termal. Seperti diperkirakan, konduktivitas termal dari bahan
ini adalah rendah, mrnunjukkan perlunya waktu tambahan untuk memperoleh
pendinginan dan pemanasan yang sempurna dari bahan compound. Adalah penting bahwa
bahan lunak merata pada saat sendok cetak dimasukkan dan dingin menyeluruh dalam
sendok cetak sebelum cetakan dikeluarkan dri mulut. Biasanya air dingin dapat
disemprotkan pada sendok cetak ketika di dalam mulut, sampai compound mengeras
merata sebelum dikeluarkan. Kegagalan memperoleh bahan yang mengeras sempurna
sebelum dikeluarkan, dapat menghasilkan distorsi besar pada cetakan. (Anusavice, 2003 :
150)
Bahan ini dapat bereaksi dengan zinc hidroksida (yang kemungkinan terbentuk oleh
karena hidrolisa zinc oksida) membentuk garam sebagai berikut :
Zn(OH)2 + 2RCOOH - - (RCOO)2Zn + 2H2O
1. Manipulasi
Kedua pasta tersedia dalam warna yang berbeda . Pasta dengan perbandingan yang benar
(biasanya sama panjang) dicampur pada slab/mixing pad dengan spatel flexible sampai
diperoleh warna yang homogen.
2. Sifat-sifat
- Bahan ini cukup encer untuk dapat mencatat detil halus dalam mulut
- Tidak terdapat perubahan dimensional selama proses setting, atau kalaupun hanya ada
sedikit.
- Bahan ini tidak elastic sehingga tidak bisa mencatat daerah undercut.
- Bahan yang telah set kelihatannya cukup stabil dalam penyimpanan di laboratorium.
- Bahan ini dapat kompatibel dengan bahan model dental stone. Pasta dapat dikeluarkan
dari stone dengan cara melunakkannya dalam air suhu 60o.
- Tidak toksis, tetapi pasta yang mengandung eugenol dapat mengiritasi, member rasa
gatal, atau rasa seperti terbakar dan rasanya tetap lengket sehingga banyak pasien
menganggapnya tidak menyenangkan. Pasta dapat merekan ke jaringan, sehingga bibir
pasien biasanya diolesi vaselin (petroleum jelly) terlebih dulu.
- Waktu setting cukup baik. Adanya air dan peningkatan suhu, keduanya dapat
memperpendek waktu setting.
- Daya tahan bahan ini cukup lama.
3. Pemakaian
Bahan ini biasanya dipergunakan dalam bagian tipis (2-3 mm) sebagai wosh impression.
Cetakan dengan zinc oksid eugenol dapat dilakukan dengan menggunakan sendok khusus
yang sangat rapat atau menggunakan basis gigi tiruan yang ada terutama basis gigi tiruan
yang hendak di-relining. (Combe, E.C. 1992. Sari Dental Material)
2.4 Aqueous Hydrocolloids
2.4.1 Agar (reversible)
Agar adalah koloid hidrofilik organik (polisakarida) diekstrak dari rumput laut jenis
tertentu. Merupakan suatu ester sulfuric dari polimer linear galaktosa. Terdapat dalam
konsentrasi 8%-15%, bergantung pada sifat bahan yang dimaksud. Kandungan utama
berdasarkan berat adalah air(> 80%). Penambahan boraks dalam jumlah sedikit berfungsi
untuk menguatkan atau meningkatkan kerangka micelle dalam gel. Hamper semua borat
yang larut, baik organic maupun anorganik, menghasilkan efek yang sama. Tetapi boraks
juga merupakan retarder terbaik untuk pengerasan gypsum. Keadaannya dalam bahan
cetak hidrokoloid bersifat merugikan dalam jumlah yang berlebihan karena
memperlambat pengerasan plester atau stone yang dituang ke dalam cetakan agar. Untuk
mengatasi efek air dan boraks terhadap lamanya pengerasan maka kalium sulfat
ditambahkan untuk mempercepat pengerasan gypsum. Beberapa produk dagang,
mengandung sejumlah bahan pengisi untuk mengendalikan kekuatan, viskositas, dan
kekerasan. Bahan pengisi yang digunakan adalah tanah diatoma, tanah liat, silica, malam,
karet, dan serbuk kaku serupa. Timol dan gliserin biasanya ditambahkan sebagai
antibakteris dan bahan pembuat plastis. Serta adanya pigmen dan aroma ditambahkan
sebagai kenyamanan pasien.
Pengerasan hidrokoloid reversibel biasa disebut gelasi, yaitu proses menjadi padat dari
bentuk sol menjadi gel. Sifatnya yang reversibel memungkinkan bahan cetak ini dapat
kembali ke bentuk semula. Perubahan bentuk ini dipengaruhi oleh perubahan temperatur.
Tetapi untuk merubah kembali bentuk gel ke dalam bentuk sol dibutuhkan temperatur
yang lebih tinggi daripada pembentukan gel. Gel harus dipanaskan pada temperatur yang
lebih tinggi, yang dikenal sebagai temperatur liquefaction (temperatur leleh) untuk
mengembalikan menjadi bentuk sol yaitu sekitar 70-100o . sedangkan untuk membentuk
gel dari keadaan sol hanya di butuhkan temperatur 37o hingga 50 o C.
Manipulasi bahan cetak
Menggunakan bahan cetak hidrokoloid reversibel mencangkup 3 tahapan proses, yaitu:
1. Mempersiapkan bahan sebelumnya,
2. Preparasi tepat sebelum membuat cetakan, dan
3. Membuat cetakan.
Tahapan pertama dalam menggunakan bahan adalah mencairkannya dan menyimpannya
dalam bentuk sol.
2.4.2 Alginate (irreversible)
Komposisi bahan cetak alginate yaitu larutan garam asam alginik yang bereaksi dengan
kalsium menghasilkan gel kalsium alginate, garam kalsium alginate yang lambat larut
(trisodium phospat) melepas kalsium untuk bereaksi dengan alginate, bahan pengisi untuk
meningkatkan kohesi campuran memperkuat gel, siliko flourida atau flourida untuk
memperbaiki permukaan model stone, bahan pewangi agar bahan lebih disenangi pasien,
indicator kimia agar warna dapat berubah dengan berubahnya pH.
Untuk memperoleh hasil cetakan yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Container dikocok lebih dahulu, agar campuran merata,
b. Bubuk dan air hendaknya diukur sesuai dengan yang dianjurkan oleh pabrik,
c. Biasanya menggunakan air dengan suhu kamar,
d. Retensi dengan sendok cetak diperoleh dengan salah satu atau kedua cara berikut,
menggunakan sendok cetak yang berlubang-lubang atau memakai bahan adesif seperti
sticky waxyang dicairkan,
e. Pencampuran hendaknya dilakukan dengan rata selama waktu tertentu,
f. Bahan cetan alginate hendaknya dikeluarkan dengan tiba-tiba/cepat dari jaringan,
g. Setelah dikeluarkan dari dalam mulut cetakan hendaknya disiram dengan air dingin
untuk menghilangkan saliva, ditutup dengan kain kasa lembab untuk mencegah syneresis,
dan diisi sesegera mungkin,
Sifat-sifat bahan cetak alginate:
a. Sifat rheology,
b. Selama proses pengerasan bahan perlu diperhatikan agar cetakan jangan dibuka,bahan
yang berkontak dengan jaringan mengeras lebih dahulu,
c. Bahan ini cukup elastic,
d. Dimensi cetakan alginate tidak stabil pada penyimpanan, karena adanya syneresis,
e. Dapat kompatibel dengan model plaster dan stone,
f. Tidak toksik dan tidak mengiritasi,
g. Waktu setting tergantung pada komposisi, dan
h. Bubuk alginate tidak stabil disimpan pada ruangan yang lembab atau kondisi yang
lebih hangat dari suhu kamar.
Aplikasi
Bahan ini biasanya tidak dipergunakan untuk mencetak inlay, mahkota, dan jembatan,
tetapi dipergunakan dengan hasil yang sangat baik untuk cetakan prostodonti dan
ortodonti. Alginate kurang stabil dibandingkan dengan elastomer.

2.5 Non-aquoeous Elastomer


2.5.1 Polysulfide
Kandungan dasar pasta polimer adalah merkaptan polifungsional atau polimer polisulfida
dengan rumus struktur umum. Polimer linier ini mengandung + 1 mol% cabang untuk
memberikan gugus merkaptan yang cukup sebagai tempat rantai berikatan silang. Polimer
ini biasanya berikatan dengan bahan oksida seperti timah dioksid. Karakteristik warna
coklat pada polisulfida adalah akibat timah teroksidasi ini. Selama reaksi kondensasi
timah dioksida dengan gugus SH polimer polisulfida, terjadi 2 fenomena (1) polimerisasi
perpanjangan rantai dari reaksi dengan pusat gugus SH, dan (2) ikatan silang dari reaksi
dengan rantai cabang gugus SH.
Karena gugus kaitan hanya merupakan persentase kecil dari kelompok SH yang ada,
awalnya, reaksi polimerisasi menghasilkan perpanjangan rantai, yang menyebabkan
viskositas meningkat. Reaksi ikatan silang selanjutnya mengikat rantai-rantai bersamaan
membentuk jalinan 3 dimensi yang menjadikan terciptanya sifat elastik pada bahan. Awal
peningkatan viskositas mempengaruhi waktu kerja bahan dan merupakan suatu perubahan
yang biasa dikenal oleh dokter gigi ketika menggunakan bahan ini.
Reaksi pengerasan mulai pada saat awal pengadukan dan mencapai nilai maksimal segera
setelah pengadukan sempurna, pada tahap dimana jalinan sifat kelentingan mulai terjadi.
Selama pengerasan akhir, terbentuk suatu bahan dengan elastisitas dan kekuatan cukup
yang dapat dikeluarkan melalui undercut dengan mudah.
Reaksi polimerisasi dari polimer polisulfida adalah eksotermik, banyaknya panas yang
dihasilkan bergantung pada banyaknya jumlah bahan dan konsentrasi inisiator.
Kelembaban dan temperatur mempengaruhi jalannya reaksi. Khususnya, keadaan panas
dan lembab dapat mempercepat pengerasan bahan cetak polisulfida. Hasil reaksi
kondensasi dari bahan ini adalah air. Hilangnya molekul kecil dari bahan yang mengeras
memiliki pengaruh yang nyata pada kestabilan dimensi cetakan.
Anusavice, Kenneth J. 2003. (Phillips : Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi Edisi 10.
Jakarta : EGC)

2.5.2 Silikon
Susunan kimia
Polimerisasi dari bahan ini melibatkan reaksi dengan trifungsi dan tetrafungsi alkyl
silikat, biasanya tetraetil orthosilikat, dengan adanya rantai oktoat mengandung timah.
Reaksi ini dapat terjadi pada temperature rata-rata jadi bahan ini sering disebut silicon
vulkanisasi temperature ruangan (RTV). Pembentukan elastomer terjadi melalui ikatan
silang antara kelompok terminal dari polimer silicon dan alkyl silikat untuk membentuk
jalinan kerja 3 dimensi.
Etil alcohol adalah produk samping reaksi pengerasan kondensasi. Penguapan etil alkohol
selanjutnya barangkali ikut diperhitungkan dalam besarnya kontraksi yang terjadi pada
karet silikon yang mengeras.

Komposisi bahan
Bahan cetak silikon kondensasi dikemas sebagai pasta basis dan suatu pasta katalis atau
cairan dengan kekentalan rendah. Karena polimer silikon merupakan suatu cairan, silikon
koloidal atau logam oksida ukuran mikro ditambahkan sebgai pengisi untuk menbentuk
suatu pasta. Silikon memiliki tingkat energi kohesif yang rendah dan karena itu punya
interaksi molekul yang lemah.
Pengaruh bahan pengisi terhadap kekuatan adalah hal yang penting, ukuran partikel harus
dalam kisaran optimal 5-10m. Partikel yang lebih kecil cenderung berkumpul bersama-
sama tapi partikel yang lebih besar tidak berperan untuk memperkuat.
Bahan dengan kekentalan tinggi atau putty untuk mengatur pengerutan polimerisasi yang
besar dari bahan cetak silikon kondensasi. Bahan ini mengandung pengisis cukup banyak
sehingga polimer yang ada menjadi lebih sedikit dan pengerutan polimerisasinya juga
lebih kecil. Ekspansi termal keseluruhan lebih sedikit dibandingkan polimer karena
partkel pengisi memiliki koefisien ekspansi termal lebih kecil
Polimer ini tidak memilki karakteristik warna. Kondensasi bahan pasta silikon dan putty
dapat dibuat dalam berbagai jenis warna. Merah muda, pastel, hijau dan ungu adalah
warna yang sering ditemukan.

Manipulasi
Silikon kondensasi dikemas dalam pasta basis dan cairan katalis atau reaktor. Bahan putty
dikemas sebagai pasta yang amat kental dan suatu caira aselerator. Untuk menghasilkan
bahan yang teraduk sempurna adalah tidak mudah ketika putty dan cairan yang
mengandung minyak dicampur. Dengan sistem manapun , tehnik pencampuran terbaik
adalah meremas bahan tersebut dengan jari.

Waktu kerja dan pengerasan


Temperatur memiliki pengaruh nyata terhadap kecepatan prses pengerasan dari bahan
cetak silikon kondensasi. Mendinginkan bahan atau mengaduknya pada permukaan
dingin memperlambat proses reaksi. Mengubah perbandngan basis dan katalis adalah
metode lain yang efektif dan praktis dalam mengubah kecepatan pengerasan bahan cetak
Elastisitas
Sifat elastis bahan silikon kondensasi lebih ideal dibandingkan polisulfid. Bahan ini
menunjukkan deformsi permanen minimal dan dapat kembali ke bentuk semula dengan
cepat bila diregangkan. Bahan ini tidak terlalu kaku sehingga tidak sulit mengeluarkan
dari undercut tanpa meyebabkan distorsi.

Rheologi
Bahan tersebut dapat memberikan respon elastik. Bahan ini cenderung bereaksi sebagai
suatu elastik bila diregangkan dengan cepat , jadi cetakan harus dikeluarkan dengan cepat
sehingga deformasi yang terjadi adalah elastik dan kembali ke bentuk semula.

Stabilisasi dimensi
Pengerutan polimerisasi yang berlebihan dari silikon kondensasi memerlukan suatu
modifikasi tehnik pembuatan cetakan supaya menghaslkan cetakan yang akurat.
Sebagai tambahan dari besarnya pengerutan ketika mengeras, ketidakstabilan dimensi
juga disebabkan oleh penguapan produk reaksi yaitu etil alkohol. Model yang paling
akurat diperoleh dengan mengisis cetakan dengan menggunakan gypsum stone langsung
setelah setelah cetakan dikeluarkan dari mulut.

Biokompatibilitas
Adanya kemungkinan tertinggalnya bahan yang robek pada sulkus gingiva. Karena bahan
silikon tidak radiopak, sulit dideteksi adanay robekan bahan cetak. Seringkali peradangan
gingiva menyertai adanya benda asing diduga akibat iritasi preparasi gigi atau
sementasi restorasi.

BAHAN CETAK SILIKON DENGAN REAKSI TAMBAHAN


(VINYLPOLYSILOXANE)

Komposisi
Baik pasta basis dan katalis mengandung bentuk vinil silikon. Pasta basis mengandung
polymethyl hidrogen siloxane serta pre-polimer siloxan lain. Pasta katalis mengandung
divinyl polymethyl siloxane dan pre-polimer lain. Bila pasta katalis mengandung
aktivator garam platinum berarti pasta yang berlabel basis harus mengandung hibrid
silikon
Satu kerugian bahan cetak silikon adalah sifat hidrofobik. Untuk mengatasinya dengan
reaksi tambahan lebih hidrofilik. Untuk mengembalikan permukaan dari cetakan
hidrofilik, bahan permukaan ditambahkan pada pasta. Bahan permukaan ini
memnungkinkan bahan cetak membasahi jaringan lunak lebih baik dan dapat diisi dengan
stone secara lebh efektif. Pengisian cetakan lebih mudah, karena stone basah memilki
afinitas yang lebih besar untuk afinitas hidrofilik.
Manipulasi
Vynil polysiloxane encer dan agak kental dikemas dalam 2 past, sementara bahan putty
dikemas dalam 2 toples yang terdiri atas bahan basis dengan kekentalan inggi dan bahan
katalis. Bahan ini punya kekentalan yang hampir sama. Jadi bahan tersebut lebih mudah
diaduk dibandingkan dengan silikon kondensasi.
Kesamaan konsistensi pasta dan sifat menipis dengan tarikan, membuat bahan cetak
vynilpolysiloxane cocok untuk digunakan dengan alat otomatis ketika melakukan
pengadukan dan pengambilan bahan. Umumnya digunakan untuk bahan dengan
kekentalan rendah dan sedang. Alat ini punya keunggulan, dengan menggunakan alat
mekanis tersebut terdapat keseragaman dalam membagi dan mengaduk bahan, semakin
kecil kemungkinan masuknya udara ke dalam adukan, serta waktu pengadukan menjadi
lebih singkat. Jadi kemungkinan kontaminasi jadi lebih sedikit.
Bahan cetak yang telah teraduk tersbeut dimasukkan langsung ke dalam sendok cetak
yang telah dilapisi adhesif atau pada gigi yang telah direparasi bila ujung semprit telah
terpasang
Seringkali perbedan warna dari kedua pasta bagitu sedikit sehingga sulit menenukan
secara visual apakah banyaknya jumlah basis dan katalis telah teraduk merata. Idak
adanya perbedan warna juga mempersulit upaya memastikan bahwa adukan telah
homogen.

Waktu kerja dan pengerasan


Kebalikan dengan silikon kondensasi, lamanya pengerasan silikon tambahan nampak ebih
sensitif terhadap temperatur daripada polisulfid. Waktu kerja dan pengerasan dapat
diperpanjang smapai 100% dengan penambahan retarder yang dipasok oleh masing-
masing pabrik dan dengan pendinginan alas pengaduk. Begitu bahan cetak dimasukkan ke
dalam mulut, bahan tersebut dengan cepat menghangat dan waktu pengerasan tidak lebih
panjang jika dibanding dengan retarder kimia. Retarder tidak praktis dengan alat
pengaduk otomatis.

Elastisitas
Bahan cetak vynil polysiloxane merupkan bahan bersifat elastik paling ideal yang ada
selama ini. Distorsi ketika mengeluarkan melalui undercut umumnya tidak terjadi, karena
bahan punya nilai regangan dalam traikan terendah.
Kestabilan dimensi
Bahan cetak vynil polysiloxane adalah yang paling stabil dimensinya. Tidak ada
penguapan produk hasil reaksi samping yang menyebabkan pengerutan bahan. Bahan
yang mengeras secara klinis hampir mengalami proses reaksi sempurna, sehingga sedikit
sekali residu polimerisasi yang menghasilkan perubahan dimensi. Perubahan dimensi
umumnya berasal dari pengerutan termal begitu bahan mendingin dari temperatur mulut
ke temperatur ruangan.
2.5.3 Polyether
Elastomer jenis polyether ini mempunyai pasta dasar yang mengandung suatu polyether
tidak jenuh dengan gugus ujung imine, bahan plastisizer dan bahan pengisi. Pasta
pereaksi mengandung aromatic sulfonat sebagai kontitusi utamanya bersama-sama
dengan plastisizer dan bahan pengisi anorganik. Setting terjadi dengan reaksi cross-link
gugus imine, ini adalah reaksi polimerisasi kation.
a. Komposisi
Karet polyether dipasok berupa 2 pasta. Basis mengandung polimer polieter, suatu silika
koloidal sebagai pengisi, dan suatu bahan pembuat plastik seperti glikoleter atau ftalat.
Pasta aselerator mengandung alkil sulfonat aromatik sebagai tambahan terhadap bahan
pengisi dan pembuat plastis.
b. Sifat
Sifat-sifat umum polyether :
1. Ketepatan,
(i). Keenceran bahan sebagian besar tergantung pada komposisinya. Beberapa polisulfida
tersedia dengan variasi kekentalan, misalnya light bodied untuk disuntikkan deengan
spuit dan medium serta heavy bodied untuk dipakai dengan sendok cetak. Pasta elastomer
yang belum dicampur biasanya berbentuk pseudoplastis.
(ii). Terjadi sedikit kontarksi sewaktu bahan setting, disebabkan oleh karena adanya
kontraksi polimerisasi. Juga dapat terjadi kontraksi sewaktu pendinginan dari suhu mulut
ke suhu kamar.
(iii). Bahan ini cukup elastis dan sanggup ditarik melalui undercut. Pada umumnya lebih
kuat dan tidak mudah patah dibandingkan dengan alginate. Bahan polyether lebih keras
bila dibandingkan dengan elastomer lainnya, karena itu lebih sukar dibuka.
(iv). Pada penyimpanan dapat terjadi kontraksi sebagai akibat terus berlangsungnya
polimerisasi. Penguapan hasil sampingan yang mudah terbang, merupakan sumber
kontraksi lain. Stabilitas dimensionil polyether sangant jelek pada udara yang lembab.
(v). Bahan ini pada umumnya kompatibeldengan bahan model dan die, meskipun dapat
menyebabkan sedikit lunak pada permukaan gips keras. Evolusi awal hidrogen dari bahan
yang mengandung organo-hydrogen siloksan menyebabkan timbulnya bintil-bintil pada
permukaan stone.
2. Pada umumnya bahan ini tidak toksis dan tidak mengiritasi. Beberapa pasta elastomer
yang mengandung lead dioksida mempunyai bau dan rasa yang tidak menyenangkan.
3. Waktu setting tergantung pada komposisi bahan misal, jumlah pereaksi dan
sebagainya. Terdapat air dan suhu yang tinggi juga mempercepat waktu setting
polisulfida.
4. Stabilitas bahan yang belum dicampur pada penyimpanan tidak selalu ideal, beberapa
pereaksi tidak stabil setelah lebih dari 2 tahun, tetapi dapat tahan lebih lama bila disimpan
pada refrigator.
c. Manipulasi
Awalnya polyether dikemas hanya dalam 1 kekentalan. Bahan pseudoplastis
memungkinkan satu adukan digunakan baik untuk bahan semprit maupun sendok cetak.
Kemudian, pabrik pembuat menyediakan pasta tambahn yang dapat digunakan untuk
menghasilkan suatu adukan pengencer. Komponen bahan memerlukan perumusan ulang
untuk mengadaptasi bahan bila ingin digunakan dengan alat pengaduk otomatis.
Meskipun alat ini dapat digunakan dengan berhasil, kebanyakan polyether masih diaduk
dengan menggunakan tangan. Selain itu untuk bersaing dengan silikon tambahan, pabrik
pembuat menyadari bahwa klinisi lebih menyukai beragam viskositas dari vinyl
polysiloxane. Jadi polyether diubah sehingga dapat dipasok dengan keragaman viskositas.
Sebagai akibatnya, kekerasan polyehter juga berkurang.

d. Aplikasi
Penggunaan utama bahan elastomer adalah untuk cetakan inlay, mahkota dan pekerjaan
jembatan, atau untuk gigi tiruan sebagian apabila ditemukan undercut yang sangat besar,
sehingga apabila digunakan cetakan alginate dapat patah sewaktu dilepas dari jaringan.
Oleh karena harganya yang mahal, bahan ini tidak sering dipergunakan pada pencetakan
yang membutuhkan jumlah bahan cetak yang besar.

PEMBAHASAN
3.1 Bahan Cetak
3.1.2 Non-elastic
3.1.2.1 Plaster of Paris
3.1.2.2 Compound
1. Konstitusi dan pemakaian
Bahan ini biasanya terbuat dari campuran damar alam (misalnya colophony dan shellac
dan/ atau wax), bahan pengisi (soap-stone atau talc), dan pelicin (asam stearic atau
stearin). Bahan ini bersifat thermoplastic, yaitu lunak sewaktu dipanaskan dan mengeras
apabila didinginkan tanpa terjadi suatu reaksi kimia. Bahan yang ada dapat
diklasifikasikan atas dua tipe :
(a) Tipe I, lower fusing materials:
i. Untuk mendapatkan cetakan prosthetic seperti preliminary-impression pada pasien yang
sudah tidak bergigi, tersedia dalam lembaran dengan tebal kira-kira 4 sampai 5 mm.
ii. Bahan untuk peripheral seal.
iii. Tersedia dalam bentuk batang; dipakai untuk keperluan cetakan yang menggunakan
cincin kuprum yaitu untuk inlay dan mahkota, juga untuk ditambahkan pada bagian
marginal sendok cetak khusus, dan lain-lain.
(b) Tipe II, higher fusing materials:
Dipakai sebagai bahan untuk sendok cetak, bahan ini cukup kaku untuk dapat mendukung
bahan cetak lainnya.

Gambar dua macam bentuk bahan cetak compound. (a) berbentuk


lembaran (bentuk kue) dan (b) berbentuk stick (batang)

Gambar bahan cetak compound tipe II (higher fusing materials)


yang digunakan sebagai bahan untuk sendok cetak
2. Manipulasi
(a) Untuk cetakan prosthetic, bahan komposisi dipanaskan dalam waterbath pada suhu 55
sampai 60oC. Karena bahan ini mempunyai sifat penghantar panas yang rendah maka
harus direndam agak lama dalam waterbath sampai sepenuhnya lunak. Meskipun
demikian bila dibiarkan terlalu lama beberapa konstitusinya dapat terlepas ke waterbath
sehingga merubah sifat-sifat bahan. Air dapat terikut serta ke dalam bahan apabila bahan
komposisi dipijit-pijit sewaktu berada di dalam waterbath; air ini akan berlaku sebagai
plastisizer. Bila komposisi dibiarkan terlalu dingin maka ia tidak mengalir dengan baik
sewaktu diletakkan di dalam mulut; tetapi sebaliknya menjadi merekat apabila dibiarkan
terlalu panas. Selalu diingat member lapisan kain kasa pada waterbath agar bahan tidak
merekat padanya.
(b) Untuk cetakan dengan cincin kuprum, misalnya untuk pekerjaan imlay dan mahkota,
batangan komposisi dipanaskan dengan api (gas atau alkohol). Apabila terjadi
overheating beberapa konstitusinya bisa menguap sehingga dapat merubah sifat-sifat
bahan.
Gambar hasil cetakan rahang menggunakan
bahan cetak compound
3. Sifat-sifat
(a) Ketepatan
i. Secara umum bahan ini meskipun pastis sewaktu dicetakkan tetapi tidak cukup encer
untuk mencatat semua detail halus dalam mulut.
ii. Bahan cetak komposisi mepunyai koefisien ekspansi termal yang besar; maka pada
pendinginan sewaktu setting terjadi kontraksi yang cukup banyak. Hal ini dapat dikurangi
sampai batas tertentu dengan cara memanaskan permukaan bahan yang telah set di atas
api lalu diulangi melakukan pencetakan. Dengan cara ini maka hanya sejumlah kecil
bahan komposisi yang mengalami kontraksi, sehingga resultane besarnya kontraksi juga
kecil. Kontraksi juga terjadi sewaktu pendinginan dari suhu mulut ke suhu kamar (kira-
kira 1,5% volume).
iii. Cetakan komposisi mengalami perubahan sewaktu melewati daerah undercut.
iv. Terjadi perubahan dimensional selama penyimpanan hasil cetakan di laboratorium.
Stress dapat terbentuk di dalam bahan terutama apabila dimanipulasi atau dibentuk ketika
belum sepenuhnya lunak. Perubahan lebih lanjut dapat terjadi oleh karena pelepasan
stress ini, terutama apabila dibiarkan beberapa waktu di dalam atmosfir hangat sebelum
dilakukan pengisian model.
v. Bahan ini kompatibel dengan bahan model dan die.
(b) Sifat-sifat lain
Bahan cetak komposisi ini :
i. Tidak toksik dan tidak mengiritasi.
ii. Mengeras di dalam mulut dalam waktu yang dapat ditoleransi.
iii. Dapat tahan cukup lama, tetapi perubahan pada shellac dapat menyebabkan
kemunduran kualitasnya setelah pemakaian yang lama.

3.1.2.3 Wax
Wax merupakan salah satu bahan termoplastik yang terdiri dari berbagai bahan organis
dan bahan alami sehingga membuatnya sebagai bahan dengan sifat-sifat yang sangat
berguna.
Malam atau wax merupakan salah satu bahan yang memegang peranan penting di ilmu
bidang Kedokteran Gigi. Malam atau wax dipergunakan pertama kali di dunia
Kedokteran Gigi sekitar abad 18, untuk tujuan pencatatan cetakan rahang yang tidak
bergigi. Meskipun telah ditemukan bahan baru yang lainnya, malam masih digunakan
dalam jumlah yang besar untuk keperluan klinik dan pekerjaan laboratorium. Untuk
memenuhi kebutuhan tersebut malam gigi biasanya dicampur dari bahan alami dan
sintetis. (Combe,1992)
Beberapa sifat-sifat fisik dental wax yang menjadikannya sebagai bahan penunjang yang
sangat berguna di bidang kedokteran gigi adalah:
1. temperatur peralihan ke solid
2. termal ekspansi dan kontraksi
3. daya alir (flow)
4. tekanan internal
5. sifat mudah pecah (brittleness)

Semua sifat-sifat tersebut harus secara penuh dipahami bila bahan tersebut ingin
memuaskan saat digunakan. Fungsi utama dental wax di bidang kedokteran gigi adalah
untuk mendapatkan suatu pattern. Pembuatan pattern tersebut merupakan sesuatu yang
sangat penting dalam pemanipulasian wax. Karena hasil akhir dari restorasi sangat
bergantung pada pattern yang telah kita dapatkan.Selain itu, malam yang dipergunakan di
dunia Kedokteran Gigi harus memenuhi syarat yang harus dipenuhi dalam
penggunaannya dalam rongga mulut, sebagai berikut :
1.Stabil pada suhu mulut
2. Dapat mengisi rongga cetak
3. Non iritan dan Non toxic
4. Tidak meninggalkan residu
5. Tidak berubah sifat fisis jika dipanaskan (Wilson,1987)

Malam sintesis (Misal derivat nitrogen dari asam lemak) atau polimer dari ethylene dapat
memberikan keuntungan yang lebih. Pada prakteknya, di dunia kedokteran sendiri lebih
banyak mempergunakan malam campuran dari berbagai macam sumber yang tujuannya
untuk saling melengkapi dan menutupi kekurangan setiap malam. (Craig,1983)
Ada beberapa jenis malam berdasarkan penggunaannya, antara lain :
1. Malam model : Malam jenis ini banyak dipergunakan untuk keperluan membuat pola
dan untuk pencatatan relasi rahang dalam bentuk gigi tiruan. Malam model yang
digunakan untuk keperluan klinik hendaknya tidak mengalami perubahan dimensi ketika
dipanaskan pada suhu mulut dan didinginkan pada suhu kamar.

2. Malam lembaran tuang : Malam jenis ini tersedia dalam bentuk lembaran dengan
ketebalan tertentu. Bahan malam tuang dan komponen polimer harus dibakar habis dari
bumbung tuang tanpa meninggalkan residu.

3. Malam inlay : Malam jenis ini banyak dipergunakan untuk pembuatan pola inlay, yang
dapat dipergunakan langsung di dalam mulut atau dengan model.

4. Carding dan Boxing wax : Malam jenis ini banyak dipergunakan untuk melekatkan gigi
tiruan pada tempatnya dan untuk membuat dinding batas cetakan sebelum dilakukan
pengisian.

5. Malam perekat/sticky wax : Malam jenis ini berbentuk batang yang mudah
patah/brittle, warna kuning, terbuat dari beeswax dan beberapa resin alami. Bahan ini
hendaknya mudah dilepas dengan air mendidih dan memiliki kontraksi minimal sewaktu
pendinginan untuk mencegah bergeraknya bagian-bagian yang hendak disambung.

6. Malam cetak : Malam jenis ini dipergunakan untuk mencetak rahang yang tidak
bergigi. Malam ini menunjukkan derajat aliran yang tinggi pada suhu mulut.
(Combe,1992)

Malam memiliki sifat fisis yang baik, sehingga dapat membantu pekerjaan didunia
Kedokteran.Gigi. sifat fisis itu antara lain :

1. Suhu transisi padat padat.


Suhu transisi padat padat ini dapat diperoleh dengan memanaskan malam secara merata
hingga massa malam lunak dan merupakan saat yang tepat untuk memanipulasi malam.
Keadaan ini disebabkan karena kisi kristal yang stabil (orthorhombic) berubah menjadi
bentuk hexagonal yang terjadi di bawah titik cair malam. Malam yang tetap kaku pada
suhu mulut mempunyai suhu transisi padat padat di atas suhu 37C.

2. Ekspansi dan Kontraksi Termis


Koefisien ekspansi termis malam lebih tinggi dari bahan kedokteran gigi lainnya. Hal ini
dapat menyebabkan kesalahan pada pola atau desain sewaktu didinginkan dari suhu
cairnya ke suhu kamar. Ekspansi dan kontraksi sewaktu pemanasan ini dapat
menyebabkan hasil yang diperoleh sedikit berbeda dari dimensi ukuran yang sebenarnya.

3. Aliran (flow)
Sifat aliran suatu malam sangat menentukan dalam menghasilkan detil cetakan yang
sempurna. Sifat aliran pada tiap tipe malam berbeda beda sesuai dengan penggunaannya
di kedokteran gigi. Sifat aliran malam dan campuran malam meningkat apabila suhu naik
sampai di atas suhu transisi padat padat. Pengukuran aliran pada malam tergantung dari
pergeseran molekul molekul malam selama pergerakannya.

4. Tegangan dalam (internal stress)


Tegangan dalam adalah tegangan yang timbul pada malam yang diakibatkan adanya
pemanasan malam yang tidak merata. Malam yang mengalami internal stress akan
mengalami distorsi apabila dilakukan pemanasan ulang.

KOMPOSISI, KLASIFIKASI, JENIS-JENIS DAN PENGGUNAAN WAX DALAM


KEDOKTERAN GIGI

Klasifikasi malam yang diperoleh secara alami


a. Mineral
Paraffin wax : Strukturnya rantai lurus polykristal-hydrocarbon. Bersifat rapuh dan suhu
kamar. Diperoleh sewaktu penyulingan minyak mentah.
Microcrystalline wax atau ceresin : strukturnyatidak serapuh paraffin wax karena
mengandung minyak. Bersifat rantai pilikristal hydrocarbon yang bercabang. Diperoleh
pada waktu penyulingan minyak mentah.

b. Serangga Bees wax : strukturnya mengandung lebih sedikit kristalline dan lebih banyak
bahan amorf. Sifatnya bila dicampur dengan paraffin wax, menjadi tidak begitu rapuh
pada suhu kamar dan pada suhu yang lebih tinggi (misal : suhu mulut) mengurangi flo
dari malam. Dibuat dari sarang lebah.

c. Tumbuhan
Carnauba wax : bersifat keras dan kuat. Dicampur dengan paraffin wax untuk
memperkerasnya dan meningkatkan suhu transisi padat-padat. Dibuat dari pohon
palm/amerika selatan.
Candelila wax : sifatnya serupa dengan candelila wax. Dibuat dari tanaman candelila.
Resin atau gum : digunakan untuk menamba daya rekat wax. Dibuaat dari pohon.

Klasifikasi berdasarkan kegunaannya


a. Lilin pola (pattern wax)
1) Base plate wax: Merupakan lilin/malam pelat landasan dengan komposisi : lilin lebah
untuk member elastisitas, paraffin, carnauba untuk mengatur titik cair dan zat warna
estetis. Syarat base plate haruslah mudah dibentuk dalam keadaan lunak tanpa sobek dan
patah, mudah diukir, larut dalam air panas tanpa residu, serta tidak emncemari model.
Biasanya diperdagangkan dalam bentuk lembaran 14,5 x 7,5 x 2 mm
.
2) Casting wax : merupakan malam tuang/ cor untuk membuat pola lilin gigi tiruan
rangka logam. Diaplikasikan pada model refractory. Syarat lilin ini : harus dapat menguap
habis pada waktu dibakar (burn out). Doperdagangkan dalam bentuk sheet dan ready
shape.

3) Inlay wax : malam inlaydipergunakan untuk pembuatan pola inlay secara langsung di
dalam mulut dengan direct technique atau pada model/die yang diperoleh dari suatu
cetakan atau yang disebut indirect technique. Malam untuk penggunaan langsung didalam
mulut perlu agar mempunyai kontraksi termis yang serendah-rendahnya, mempunyai sifat
aliran yang baik mempunyai warna yang kontras dengan jaringan mulut ( biasanya biru
atau hijau). Selain itu semua, malam inlay hendaknya mudah diukir tanpa putus atau
terkelupas dan dapat dibakar habis pada bumbung tuang tanpa meninggalkan residu.
Komposisi dari malam inlay antara lain : campuran paraffin, carnauba, lilin lebah,
candelila, dan getah dammar serta zat warna.
b. Lilin proses (processing wax)
1) Boxing wax : digunakan untuk memagar/membatasi cetakan sebelum diisi/dicor
dengan gips. Dapat dibentuk tanpa pemanasan dan disediakan dalam bentuk lembaran
atau batangan.

2) Utility wax : dapat digunakan untuk berbagai keperluan (mendukung bahan cetak,
batas perifer). Diperdagangkan dalam bentuk lembaran atau batangan (merah tua dan
oranye). Komposisinya terdiri dari lilin lebah, petroleum, dan wax softeners.

3) Sticky wax : merupakan malam yang rapuh dan dipergunakan sebagai malam perekat,
biasanya terbuat dari beeswax dan beberapa resin alami serta getah damar. Dipergunakan
pada laboratorium untuk berbagai hal dimana dibutuhkan penyambungan sementara,
misalnya : untuk menyatukan bagian-bagian logam sewaktu penyolderan; sewaktu
melakukan reparasi gigi tiruan, mala mini dipakai untuk menyambung bagian-bagian gigi
tiruan yang pecah. Bahan ini hendaknya mudah dilepas dengan air mendidih dan
hendaknya memiliki kontraksi minimal sewaktu pendinginan untuk mencegah
bergeraknya bagian-bagian yanghendak disambung. Tersedia dalam bentuk batangan
dengan penampang bulat atau heksagonal.

c. Lilin cetak (impression wax)


1) Corrective Waxes : Corrective waxes digunakan sebagai malam lapisan untuk
berkontak dan mendapatkan detail dari jaringan lunak. Ini diklaim sebagai tipe material
cetak yang merekam membran mukosa dan jaringan dibawahnya. Corrective wxes dibuat
dari hidrokarbon waxes seperti paraffin, seresin dan lilin lebah serta metal partikel.

2) Bite Waxes : Bite wax digunakan secara akurat untuk merekam gigitan. Bite wax
terbuat dari 28-gage lembar casting wax atau baseplat wax yang keras, tapi lilin yang
diidentifikasi sebagai bite waxes nampaknya terbuat dari beeswax atau lilin hidrokarbon
seperti paraffin atau ceresin. Lilin ceresin bite mengandung aluminium atau partikel
tembaga.

2. SIFAT FISIS WAX

Suhu transisi padat padat.


Suhu transisi padat padat ini dapat diperoleh dengan memanaskan malam secara merata
hingga massa malam lunak dan merupakan saat yang tepat untuk memanipulasi malam.
Keadaan ini disebabkan karena kisi kristal yang stabil (orthorhombic) berubah menjadi
bentuk hexagonal yang terjadi di bawah titik cair malam. Malam yang tetap kaku pada
suhu mulut mempunyai suhu transisi padat padat di atas suhu 37C

Ekspansi dan Kontraksi Termis


Koefisien ekspansi termis malam lebih tinggi dari bahan kedokteran gigi lainnya. Hal ini
dapat menyebabkan kesalahan pada pola atau desain sewaktu didinginkan dari suhu
cairnya ke suhu kamar. Ekspansi dan kontraksi sewaktu pemanasan ini dapat
menyebabkan hasil yang diperoleh sedikit berbeda dari dimensi ukuran yang sebenarnya

Aliran (flow)
Sifat aliran suatu malam sangat menentukan dalam menghasilkan detil cetakan yang
sempurna. Sifat aliran pada tiap tipe malam berbeda beda sesuai dengan penggunaannya
di kedokteran gigi. Sifat aliran malam dan campuran malam meningkat apabila suhu naik
sampai di atas suhu transisi padat padat. Pengukuran aliran pada malam tergantung dari
pergeseran molekul molekul malam selama pergerakannya

Tegangan dalam (internal stress)


Tegangan dalam adalah tegangan yang timbul pada malam yang diakibatkan adanya
pemanasan malam yang tidak merata. Malam yang mengalami internal stress akan
mengalami distorsi apabila dilakukan pemanasan ulang.
(Combe,1992)

SYARAT WAX YANG DIGUNAKAN DALAM KEDOKTERAN GIGI


Stabil pada suhu mulut\
Dapat mengisi rongga cetak\
Non iritan dan non toxic
Tidak meninggalkan residu jika disiram air
Tidak berubah sifat fisis jika dipanaskan
Mudah dibentuk dalam temperatur tertentu\
Setelah dingin dapat mempertahankan bentuknya
Dalam keadaan lunak dapat beradaptasi dengan permukaan lain
Dalam keadaan keras dapat diukir
Melting range cukup lama
Dapat dicairkan dan dipadatkan berkali-kali
Jika dibentuk tidak robek atau retak

PEMAKAIAN MALAM DI KEDOKTERAN GIGI


Malam Model
Ini dipergunakan sebagai bahan untuk membuat pola dan untuk pencatatan relasi rahang
dalam pembuatan gigi tiruan. Syarat-syarat yang dibutuhkan adalah :
a. Hendaknya mudah dibentuk setelah dilunakkan dan tidak robek, terkelupas atau retak
b. Hendaknya mudah diukir
c. Hendaknya mudah dicairkan dan dipadatkan berkali-kali tanpa merubah sifat-sifatnya
d. Tidak ada residu yang tertinggal setelah cetakan yang dihasilkan oleh malam ini
disiram dengan air mendidih dan deterjen.
Komposisi sebenarnya dari suatu malam model yang tersedia di pasar biasanya tidak
diberitahu oleh pabrik, tetapi suatu bahan yang baik dapat dihasilkan dengan cara
mencampur beberapa macam malam seperti carrafin wax dan bees wax dengan sedikit
malam yang lebih keras dan kuat seperti carnauba. Bahan ini dapat diperoleh dalam
beberapa macam tingkatan suhu pelunakan. Dalam melakukan manipulasi penting agar
seluruh ketebalan malam dipanaskan merata dan dibentuk sebelum menjadi dingin untuk
mengurangi distorsi yang disebabkan oleh karena lepasnya tegangan dalam.
Malam model yang dipergunakan untuk keperluan klinik hendaknya tidak/sedikit
mengalami perubahan dimensi ketika dipanaskan ke suhu mulut dan selanjiutnya
didingingkan ke suhu kamar

Lembaran Malam Tuang


Lembaran malam tuang tersedia dalam lembar yang telah digulung dengan tebal tertentu.
Sewaktu memanipulasi perlu diperhatikan agar malam ini jangan menjadi lebih tipis. Ini
dapat dicegah dengan cara memanaskannya dalam air hangat dan mempergunakan kain
wool basah untuk menekan atau membentuknya.ing agar klammer meupun konektor gigi
tiruan tuangan mempunyai tebal yang tepat.
Untuk menyederhanakan pengukiran malam dalam pembuatan gigi tiruan tuangan, jiga
tersedia komponen patron gigi tiruan yang terbuat dari bahan polimer yang telah siap
dibentuk.
Bahan malam tuang dan komponen polimer tersebut harus dibakar habis dari bumbung
tuang tanpa meninggalkan residu.

Malam Inlay
- Malam inlay digunakan untuk pembuatan pola inlay, ini dapat dilakukan :
a. Langsung di dalam mulut dengan direct technique, atau
b. Pada model atau die yang diperoleh dari suatu cetakan atau yang disebut indirect
technique.

- Malam untuk penggunaan langsung di dalam mulut perlu agar :


a. Mempunyai kontraksi termis yang serendah-rendahnya, meskipun tak dapat dihindari
bahwa pada kenyataannnya ini adalah tinggi.
b. Mempunyai sifat aliran yang baik
c. Memepunyai warna yang kontras dengan jaringan mulut

- Selain itu semua malam inlay hendaknya :


a. Mudah diukir tanpa terputus atau terkelupas
b. Dapat dibakar habis dari bumbung tuang tanpa meninggalkan residu
Konstitusi malam inlay serupa dengan malam model. Bagaimanapun juga, dalam
perbandingannya dipakai lebih banyak malam keras agar diperoleh campuran yang
memenuhi persyaratan yang lebih keras untuk malm inlay.

Carding dan Boxing Wax


Merupakan malam yang memiliki aliran tinggi pada suhu kamar dan sangat mudah
dibentuk tanpa membutuhkan pemanasan. Bahan ini dipergunakan oleh pabrik untuk
melekatkan geligi tiruan pad atempatnya untuk dipasarkan dan juga dipergunakan dalam
laboratorium untuk membuat dinding batas cetakan sebelum dilakukan pengisian.

Malam Perekat
Merupakan malam yang rapuh yang dipergunakan sebagai malam perekat, biasanya
terbuat dari beeswax dan beberapa resin alami. Malam ini hendaknya tidak mengalir pada
suhu kamar. Digunakan pada laboratorium untuk berbagai hal dimana dibutuhkan
penyambungan sementara, misalnya untuk menyatukan bagian-bagian logam sewaktu
penyoderan, sewaktu melakukan reparasi gigi tiruan, malam ini dipakai untuk
menyambung bagian-bagian gigi tiruan yang pecah. Bahan ini hendaknya mudah dilepas
dengan air mendidih dan hendaknya memiliki kontraksi minimal sewaktu pendinginan
untuk mencegah bergeraknya bagian-bagian yang hendak disambung.

Malam Cetak
Malam untuk mencetak, malam koreksi dan malam penyingkap, semuanya memiliki ciri-
ciri yang menunjukkan derajat aliran yang tinggi pada suhu mulut.

CARA MANIPULASI LEMPENG GIGIT


1. Merapikan basis model dengan pisau gips, memberi identitas pada basis model dengan
pensil tinta
2. Menggambar outline dengan pensil tinta pada model, perhatikan daerah frenulum,
bebaskan daerah tersebut. Jika masih belum terampil menggambar outline dengan baik,
bisa menggunakan pensil biasa terlebih dahulu, dan jika sudah disetujui oleh instruktur
bisa menebalkan outline dengan menggunakan pensil tinta.
3. Membagi satu lembar baseplate wax menjadi dua bagian yang sama besar. Satu bagian
baseplate wax digunakan untuk RA dapat langsung dimanipulasi, untuk yang RB sebelum
dimanipulasi bagian baseplate wax dipotong berbentuk segitiga atau seperti huruf V.
4. Menyiapkan lampu spirtus dengan nyala api sedang, kemudian baseplate/ malam mulai
dimanipulasi dengan cara memanaskan malam diatas lampu spirtus secara merata. Setelah
malam memcapai suhu transisi padat-padat, letakkan lempeng malam diatas model
kemudian tekan-tekan dengan menggunakan ibu jari. Perhatikan saat menekan malam
dengan ibu jari jangan sampai merobek lembaran malam, jika malam menjadi keras
panaskan kembali diatas lampu spirtus.
5. Setelah semua permukaan malam menempel pada model,potong malam sesuai dengan
garis outline dengan menggunakan pisau model dan pisau malam sesuai dengan
kebutuhan. Merapikan seluruh tepi malam.
6. Hasil maksimal adalah seluruh malamdapat diaplikasikan pada model dengan
ketebalan yang sama dan tepi yang rapi sesuai garis outline, halus dan permukaannya
rata.

Cara memanipulasi wax :


1. malam sebelum dipanaskan adalah mudah mengalami flaking/ patah/ robek karena
struktur bentuk kristalnya.
2. pemanasan secara merata pada seluruh permukaan malam akan menjadikan malam
mudah dimanupilasikan pada model.
3. bila sisi yang dipanaskan hanya sebagian maka panas tidak akan disebarkan ke sisi lain
sehingga sisi tempat pemanasan akan mencair.
4. pemanasan yang merata akan mengurangi tegangan dalam.
5. untuk malam inlay cor, harus hati-hati bila melunakan batangan malam agar tidak
terlalu panas.
6. malam diputar-putar sampai mengkilap kemudian dijauhkan dari api. Hal ini diulang
sampai malam menjadi hangat seluruhnya.
7. malam kemudian diuli dan dibentuk kedalam kavitas preparasi.
8. tekanan harus diaplikasikan dengan jari / meminta pasien menggigit malam.
9. malam menjadi dingin secara berangsur-angsur pada temperatur mulut, tidak perlu
direndam pada air dingin.

PERBEDAAN LEMPENG GIGIT DAN BASIS GIGI TIRUAN


Lempeng gigit merupakan model kerja yang terbuat dari malam yang jika di proses lebih
lanjut akan menjadi basis gigi tiruan. Proses tersebut meliputi :

1. Lempeng gigit yang melekat rapat pada modelnya didiapkan. Lakukan kontur
sederhana dengan merapikan seluruh permukaan lempeng gigit sampai rata, halus dan
mengkilat.
2. Selanjutnya untuk tahap penanaman siapkan kuvet, begel portabel, gips putih, gips
biru, vaselin
3. Ulasi seluruh permukaan model lempeng gigit dengan vaselin kecuali pada model
malam
4. Mengaduk gips putih secukupnya dengan konsistensi normal. Tuang ke dalam kuvet
bawah, kemudian meletakkan model ke dalam kuvet, untuk model rahang atas dengan
kemiringan 45 dan rahang bawah tegak lurus 90
5. Setelahh gips mencapai final setting, ulasi seluruh permukaan dengan vaselin kecuali
model malam, aduk gips biru dengan konsistensi kental, ulasi seluruh permukaan model
malam dengan gips biru.
6. Setelah gips biru mencapai final setting, katupkan kuvet lawan, lalu aduk gips putih
lalu tuangkan ke dalam kuvet. Letakkan kuvet ke dalam press portable kemudian press
dengan kekuatan maksimal lalu biarkan gips mencapai final detting.
7. Didihkan air dalam kompor lalu masukkan kuvet dan press begel ke dalam panci lalu
biarkan selama 5 menit.
8. Setelah 5 menit angkat kuvet dan begel portable lalu buka press begel hingga kuve
terlepas, lalu pisahkan kuvet lawannya
9. Setelah kuvet terpisah, pastikan seluruh daerah mould space terbebas dari malam
10. Tahap selanjutnya adalah packing akrilik
11. Setelah proses pemasakan akrilik selesai maka akan menjadi basis gigi tiruan akrilik.
3.1.2.4 ZnO-eugenol
Zinc oxide eugenol (ZOE) adalah suatu material dibuat dengan kombinasi dari seng
oksida dan eugenol (yang terkandung dalam minyak cengkeh. Sebuah reaksi asam-basa
terjadi dengan pembentukan kelat eugenolate seng. Reaksi ini dikatalisis oleh air dan
dipercepat oleh kehadiran garam logam. ZOE dapat digunakan sebagai bahan mengisi
atau semen dalam kedokteran gigi. [1] [2] Hal ini sering digunakan dalam kedokteran gigi
ketika pembusukan sangat mendalam atau sangat dekat dengan ruang saraf atau bubur
kertas. Karena di dalam jaringan gigi, yaitu pulp, bereaksi buruk terhadap rangsangan
pengeboran (panas dan getaran), itu sering menjadi sangat meradang dan presipitat suatu
kondisi yang disebut pulpitis akut atau kronis. Kondisi ini biasanya mengarah ke
sensitivitas gigi kronis yang parah atau sakit gigi aktual dan kemudian dapat hanya
diperlakukan dengan pencabutan saraf (pulp) yang disebut terapi saluran akar.
Penempatan dari ZOE "sementara" selama beberapa sampai beberapa hari sebelum
penempatan mengisi akhir biasanya mencegah sensitivitas atau sakit gigi dan karena itu,
sebagian besar kali, menghalangi kebutuhan yang mahal dan memakan waktu prosedur
saluran akar. Hal ini diklasifikasikan sebagai perantara bahan restoratif dan telah anestesi
dan antibakteri properti. Hal ini kadang-kadang digunakan dalam pengelolaan karies gigi
sebagai "sementara mengisi". ZOE semen diperkenalkan di1 890-an.
Seng oksida eugenol juga digunakan sebagai bahan kesan lengkap selama konstruksi gigi
palsu dan digunakan dalam teknik mucostatic mengambil tayangan.
Seng oksida eugenol juga digunakan sebagai antimikroba aditif dalam cat.

Komposisi
a. Zinc oxide 69%,
b. Putih damar 29,3%
c. Zinc Stearate 2% (bertindaksebagaiakselerator)
d.Sengasetat0.7%(meningkatkankekuatan)
ZOE kemasan pasta yang dibagikan sebagai dua pasta terpisah. Satu tabung mengandung
seng oksida dan sayur atau minyak mineral, yang lain mengandung eugenol dan damar.
Sayur atau minyak mineral bertindak sebagai sebuah plasticizer dan membantu
mengimbangi tindakan dari eugenol sebagai iritasi.
Minyak cengkeh, yang mengandung 70% hingga 85% eugenol, kadang-kadang
digunakan dalam preferensi untuk eugenol karena kurang menghasilkan sensasi terbakar
pasien ketika kontak pada jaringan lunak. Penambahan damar ke pasta dalam tabung
kedua memfasilitasi kecepatan reaksi dan hasil yang lebih halus, lebih homogen produk.
Kanada balsam dan Peru balsam sering digunakan untuk meningkatkan aliran dan
meningkatkan sifat pencampuran. Jika pasta campuran terlalu kurus atau kekurangan
tubuh sebelum set, pengisi (seperti lilin) atau bubuk inert (seperti kaolin, bedak, atau
diatomaceous bumi) dapat ditambahkan ke salah satu atau kedua dari pasta asli.
Properties of Zinc-Oxide Eugenol
Konstituen yang khas pasta seng oksida eugenol adalah:
a. BASE PASTE
Seng oksida
Inert minyak (plasticiser)
Terhidrogenasi resin (meningkatkan pengaturan waktu dan meningkatkan kohesi)

b. REACTOR PASTE
Eugenol
Zinc asetat (pedalgas)
Pengisi (talek atau kaolin)
Beberapa pasta mengandung eugenol pengganti misalnya asam karboksilat. 2 pasta
datang dalam warna-warna kontras dan dibagikan dalam rasio 1:1. Mereka dicampur
untuk memberikan pasta bahkan warna.
Himpunan berisi materi yang tidak bereaksi baik beberapa seng oksida dan
eugenol.Setiap gerakan dari nampan sebagai pasta adalah pengerasan akan menyebabkan
cacat, kesan tidak akurat.
Pengaturan waktu tergantung pada:
1. Accelerator tambahan (misalnya seng asetat, asamasetat)
2. Paparan kelembaban pada pencampuran atau penambahan air akanmempercepat reaksi
3. Peningkatan suhu menyebabkan reaksi yang lebih cepat pengaturan.
Pengaturan waktu biasanya 4-5 menit.
PROPERTIES
a. Non toxic
b. Kepatuhan terhadap jaringan
c. Mucostatic atau mucocodisplacive (tergantung pada merek yang digunakan).
Baik permukaan detail dibagian tipis,
d. Stabilitas dimensi yang baik (sedikit atau tidak ada perubahan tentang pengaturan
dimensi, 0.1% dimensi berubah selama pengaturan)
e. Dapat ditambahkan kesegar seng oksida eugenol
f. Stabil dirak penyimpanan dan baik kehidupan

KEUNTUNGAN

1. Stabilitas dimensi
2. Bagus permukaan detail
3. Dapat ditambahkan
4. Mucostatic atau mucocodisplacive

Kekurangan

1. Tidak dapat digunakan dalam sangat dalam memotong


2. Hanya set cepat di bagian tipis
3. Eugenol alergi pada beberapa pasien

3.1.3 Elastic
3.1.3.1 Aqueous Hydrocolloids
3.1.3.1.1 Agar (reversible)
Komposisi
Agar (14%): berfungsi sebagai koloida,
Borax (0,2%): berfunsi memperkuat gel, tetapi memperlambat waktu setting bahan gips
keras.
Natrium sulfat (2%): berfungsi mempercepat waktu setting gips keras,
Air (83,8%): berfungsi sebagai media tempat tersebarnya koloida.
Sifat
Sifat rheologi : Bahan ini dapat dibuat cukup encer sehingga seandainya dikerjakan
dengan benar sanggup mencetak detail yang halus.
Bahan yang terlebih dahulu mengeras adalah bagian yang berkontak dengan sendok
karena bagian ini lebih dingin daripada jaringan. Jadi bahan yang berkontak dengan
jaringan berada dalam keadaan cair agak lama dan dapat mengalir sehingga mengeliminer
bagian cetakan yang kurang sempurna yang diakibatkan oleh adanya perubahan dimensi
atau karena bergeraknya sendok cetak.
Bahan yang telah set dapat dikeluarkan melalui undercut. Adhesi agar dengan logam
sangat jelek sehingga perlu dipergunakan sendok cetak yang berlubang-lubang.
Model sebaiknya diisi langsung setelah pencetakan untuk mencegah kemungkinan
terjadinya syneresis dan imhibisi.
Sifat kompatibel terhadap bahan model tergantung pada senyawa kimia yang
terkandung pada bahan cetak. Tanpa adanya akselerator untuk setting stone (missal
K2SO4) dapat diperoleh permukaan yang halus.
Bahan ini tidak toksis dan tidak mengiritasi.
Waktu settingnya agak lambat, kecuali apabila diberi pendinginan yang efisien.
Tahan cukup lama dipakai. Bahan dapat dipergunakan berulang dan dapat disterilisasi.
Hilangnya air dapat terjadi dengan diikuti oleh peningkatan kekentalan sol. Apabila perlu
ditambah air.

Manipulasi
Bahan tersedia dalam container yang disegel untuk mencegah penguapan air. Bahan ini
dibuat menjadi cairan dengan cara memanaskan tabungnya dalam air mendidih selama
kira-kira 10 menit.
Tabung dikocok sampai isinya tercampur rata, lalu dibiarkan sampai dingin (45C), baru
dipindahkan dari tabung ke dalam sendok cetak.
Dibiarkan dalam posisinya di dalam mulut sampai menjadi gel.
Pembentukan gel agak lambat, ini dapat dipercepat dengan menyemprot sendok
cetaknya dengan air dingin atau mempergunakan sendok cetak yang memiliki saluran-
saluran melalui mana mengalir air dingin.
Dibutuhkannya suhu yang lebih tinggi untuk memindahkan keadaan dari gel ke sol
daripada dari sol ke gel.
Aplikasi/Penggunaan
Bahan ini dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan pencetakan prostodonsia dan
pekerjaan mahkota dan jembatan.
3.1.3.1.2 Alginate (irreversible)
Komposisi
Komponene utama dari bahan cetak hidrokoloid irreversible adalah salah satu alginate
yang larut dalam air, seperti natrium, kalium, atau alginate trietanolamin. Bila alginate
larut dicampur dengan air, bahan tersebut membentuk sol. Berat molekul dari campuran
alginate amat bervariasi, tergantung pada buatan pabrik.
Tabel komposisi bahan cetak alginate:

Konstitusi Persentase Fungsi


1. Larutan garam asam alganik (Na, K, ammonium alginate
2. Garam kalsium alginate (kalsium sulfat dihidrat)
3. Trisodium phosphate
4. Bahan pengisi (tanah diatom)
5. Siliko fluoride
Manipulasi
Alat: - Mangkuk karet (bowl)
- Spatula
- Sendok cetak
alat-alat yang digunakan harus dalam keadaan bersih untuk menghindari kontaminasi,
karena kontaminasi dapat mempercepat waktu setting.
a. Menakar bubuk dan air
b. Memasukkan bubuk alginate ke dalam bowl yang telah diisi air
Air yang digunakan umumnya air dalam suhu kamar. Untuk memepercepat setting,
digunakan air hangat. Sedangkan untuk memeperlambat setting, digunakan air dingin.
c. Mengaduk bahan
Menggunakan teknik angka delapan (8) dengan cara dihentakkan dan ditekan pada
dinding mangkuk karet. Ini dilakukan untuk mengeluarkan gelembung udara. Pengadukan
dihentikan sampai campuran bahan seperti krim dan tidak menetes dari spatula ketika
diangkat dari mangkuk.
d. Campuran bahan diletakkan pada sendok cetak kemudian dimasukkan ke dalam mulut.
e. Setelah bahan cetak terlihat elastic, kemudian dikeluarkan secara tiba-tiba untuk
menjamin keadaan elastisitas yang paling baik.
f. Setelah dikeluarkan:
i. Hasil cetakan disiram dengan air dingin untuk menghilangkan saliva
ii. Ditutup dengan kasa lembab untuk mencegah syneresis
iii. Diisi dengan gips sesegera mungkin, yaitu tidak lebih dari 15 menit.
Sifat
a. Ketetapan
i. Sifat rheologi: alginate cukup encer untuk sanggup mencatat detail halus dalam mulut
ii. Reaksi berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi, sehingga bahan yang
menempel pada jaringan akan berkontal lebih dulu
iii. Bahan cukup elastis untuk ditarik melalui undercut.
iv. Dimensi cetakan alginate tidak stabil pada penyimpanan. Hal ini disebabkan karena
syneresis
v. Dapat kompatibel dengan model plaster atau stone
b. Tidak toksis, tidak mengiritasi, rasa dan bau dapat ditoleransi
c. Waktu setting tergantung komposisi dan suhu pencampuran
d. Tidak stabil jika disimpan dalam ruangan yang lembab atau kondisi yang lebih hangat
dari suhu kamar.
Keuntungan
- Manipulasi mudah
- Nyaman bagi pasien
- Murah
Fungsi
Bahan ini tidak digunakan untuk mencetak inlay, mahkota, dan pekerjaan jembatan, tetapi
dipergunakan dengan hasil sangat baik untuk cetakan prostetik dan ortodonsia.
3.1.3.2 Non-aqueous Elastomer
3.1.3.2.1 Polysulfide
1. Komposisi
Terdiri dari 2 pasta, yaitu :
a. Pasta basis : polisulfida, bahan pengisi 11-54% (titanium dioksida)
b. Pasta katalisator : PbO2, sulfur, minyak
2. Sifat-sifat
Setting time dipengaruhi oleh suhu, semakin tinggi suhu semakin cepat setting time
dari bahan cetak polisulfida.
Elastisitas
Rheologi
Ketahanan terhadap robekan yang tinggi
Kestabilan dimensi
Biokompatibilitas yang baik
3. Keuntungan dan kerugian dari polisulfida
a. Keuntungan :
Waktu kerjanya lama
Terbukti akurat
Ketahanan robek tinggi
Harganya terjangkau
Waktu penyimpanannya lama
b. Kerugian :
Membutuhkan sendok cetak perseorangan
Hidrofobik
Berpotensi terhadap distorsi
Aromanya mengganggu pasien
4. Manipulasi
Menekan pasta dengan panjang tertentu dari kedua pasta yang ditekan keluar dari tube
kemasannya pada lembaran pengaduk atau kaca pengaduk, pasta katalisator mula-mula
dikumpulkan pada spatula tahan karat dan kemudian didistribusikan di atas pasta basis,
dan diaduk dilembar pengadukan. Massa yang diperoleh dikumpulkan dengan bilah
spatula dan kembali diaduk merata. Proses tersebut dilanjutkan sampai pasta adukan
berwarna seragam, tanpa terlihat garis warna basis atau katalis pada adukan. Bila adukan
tidak homogen, proses pengerasan tidak akan berlangsung seragam, dan diperoleh hasil
cetakan yang mengalami distorsi.
3.1.3.2.2 Silikon
Komposisi :bahan cetak silicon kondensasi dikemas sebagai pasta basis dan suatu pasta
katalis atau cairan dengan kekentalan rendah. Karena polimer silicon merupakan suatu
cairan ,silicon koloidal atau logam oksida ukuran mikro ditambahkan sebagai pengisi
untuk membentuk suatu pasta. Pemilihan dan penanganan dari filter tersebutlah amatlah
penting karena silicon memiliki tingkat energy kohesif yang rendah dan ,karena itu
,memiliki interaksi antar molekul yang lemah. Seringkali partikel pengisi terpisah dari
polimer ,dan bahan yang dicampur Nampak seperti 2 komponen.pengaruh pengisi
terhadap kekuatan adalah hal yang lebih penting untuk suatu elastomer silicon
dibandingkan untuk bahan cetak lainnya. Partikel yang lebih kecil cenderung untuk
berkumpul bersama-sama tetapi partikel yang lebih besar tidak berperan untuk
memperkuat. Partikel seringkali diterapi untuk mendapat kecocokan yang lebih baik dan
memperkuat karet silicon. Bahan dengan kekentalan tinggi ,biasa disebut dengan putty
(seperti dempul), dikembangkan untuk mengatur pengerutan polimerisasi yang besar dari
bahan cetak silicon kondensasi. Bahan putty ini mengandung pengisi cukup banyak
sehingga polimer yang ada menjadi lebih sedikit dan pengerutan polimerisasinya juga
lebih kecil. Karena bahan memiliki konsentrasi partikel pengisi yang lebih besar ,sifat
bahan cetak terpengaruh oleh sifat bahan pengisi. Jadi ,ekspansi termal keseluruhan lebih
sedikit dibandingkan polimer karena partikel pengisi memiliki koefesien ekspansi termal
yang lebih kecil.
Sifat sifat bahan cetak silicon :
Elastisitas. Sifat elastic bahan cetak silicon kondensasi lebih ideal dibandingkan
polisulfida. Bahan cetak ini menunjukkan deformasi permanen minimal dan dapat
kembali ke bentuk semula dengan cepat bila diregangkan. Seperti polisulfida ,bahan ini
tidak terlalu kaku sehingga tidak sulit mengeluarkannya dari undercut tanpa
menyebabkan distorsi.
Rheologi. Karakteristik viskoelastik bahan ini menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat
memberikan respons elastic (melenting seperti pegas) atau seperti cairan kental yang
mudah mengalami deformasi permanen (tidak pernah kembali ke tempat yang tepat sama
,seperti bercak kotor). Bahan ini cenderung bereaksi sebagai elastic bila diregangkan
dengan cepat ,jadi cetakan harus dikeluarkan dengan cepat sehingga deformasi yang
terjadi adalah elastic dan dapat kembali ke bentuk semula. Regangan yang diperlama
dengan mengeluarkan cetakan perlahan-lahan meningkatkan kesempatan terjadinya
deformasi permanen karena rantai polimer bereaksi dalam cara seperti cairan kental.
Kebanyakan konsistensi bahan kondensasi adalah putty dan wash. Bahan putty
merupakan bahan dengan kekentalan amat tinggi. Bahan wash adalah setara dengan light
body atau bahan dalam semprit.
Stabilitas dimensi. Pengerutan polimerisasi yang berlebihan dari silicon kondensasi
memerlukan suatu modifikasi teknik pembuatan cetakan supaya menghasilkan cetakan
yang akurat. Teknik putty-wash digunakan untuk silicon kondensasi. Teknik ini dapat
mengimbangi kestabilan dimensi yang buruk dari bahan ini. Banyaknya kontraksi linier
adalah lebih dari 2-4 kali dibandingkan dengan bahan cetak lainnya.
Biokompatibilitas. Silicon dalah salah satu bahan yang dapat diterima secara biologi.
Jadi ,amat tidak mungkin bahan cetak kondensasi silicon menyebabkna masalah
biokompatibilitas.
Ada 2 jenis bahan cetak ,yaitu :
Polysiloxanes
Keuntungan bahan ini adalah :waktu kerja 5-7 menit ,aromanya enak ,sebaiknya hasil
cetakan dicor dalam 1 jam.
Polyvinylsiloxanes
Bahan ini paling akurat ,paling sedikit mengalami pengerutan polimerisasi ,distorsi sangat
rendah ,waktu kerja 3-5 menit ,masih dapat dicor sampai 1 minggu setelah pencetakan.
Macam-macam teknik mencetak :
1. Teknik adonan ganda.
Masalah jika disediakan sendok cetak khusus bahan polisufid, cetakan sebaiknya segera
dicor tetapi penyimpanan sampai 24 jam masih dapat diterima. Diperlukan relief liquid
foil pada dinding-dinding aksial model. Alasan pemilihan, adanya penyusutan
polimerisasi masih memungkinkan membuat mahkota yang cukup longgar sehingga
tersedia tempat bagi larutan semen dan mahkota dapat duduk rapat pada bahu. Tepi-tepi
yang tipis tidak mudah robek seperti pada silikon. Warna cokelat disebabkan karena
katalis yang membuat bahan-bahan ini mudah diperiksa detail hasil reproduksinya dan
adanya cacat. Untuk mencetak preparasi beberapa mahkota vener penuh dan jembatan.
Jika tidak tersedia sendok cetak khusus menggunakan bahan silikon (Tipe II) untuk
mencetak preparasi intrakoronal (mahkota dan inlai) teknik adonan ganda silikon (tipe
II) :
a. dengan putty (tidak ada sendok cetak khusus).
b. Mengganti putty dengan pasta heavy body (diperlukan sendok cetak khusus).
Bahan silikon adalah pengeras tambahan oleh karenanya sangat akurat dan tidak
menyusut pada polimerisasi atau penyimpanan. Oleh karena itu bahan ini dapat disimpan
sampai waktu tak terbatas sebelum pengecoran.
Teknik pencetakkan elastomer dengan teknik adonan ganda (untuk heavy dan liquid
bodied polysulphide atau putty dan light bodied silicone).
Buat sendok cetak khusus yang menutupi seluruh lingkung tetapi tidak menutupi
palatum (sulkus bukal) (palatum hanya diperlukan jika akan dibuat bar palatal, seperti
pada gambaran spring contilever). Dua lapis lempeng malam basis yang keras di atas
model akan memberikan ruang yang cukup untuk bahan cetak. Berikan adhesif pada
permukaan sendok cetak. Aduk selama 45-60 detik bahan-bahan light dan heavy bodied
dengan panjang yang sama sehingga menghasilkan masa yang homogen.
Keluarkan ganjal gingiva keringkan seluruh preparasi. Tempatkan bahan light-bodied
dalam semprit (syringe) dan infeksikan disekeliling preparasi. Masukkan bahan heavy
bodied dalam sendok dan tempatkan pada posisinya ke atas seluruh lengkung (aliran
udara secara perlahan dengan semprotan udara dapat membantu menyebarkan bahan light
bodied diatas permukaan preparasi).
Tahan sendok pada posisinya dengan tekanan
jari yang ringan selama 4-7 menit sesuai dengan petunjuk pabrik. Dianjurkan untuk
menahan cetakan pada posisinya selama 2 menit setelah bahan terlihat mengeras. Hal ini
disebabkan karena bahan memperlihatkan reaksi pengerasan yang berlanjut dan jika
masih banyak polimerisasi yang terjadi setelah pengeluaran sendok cetak hal ini akan
mengakibatkan perubahan bentuk.
Variasi : jika tidak tersedia
sendok cetak khusus dapat dipergunakan putty di kombinasikan bahan light bedied
(hanya silikon).
2. Teknik dan tahap (putty dan wash) tanpa spacer.
Untuk mencetak preparasi bebarapa mahkota vener penuh dan jembatan. Masalah jika
tidak tersedia sendok cetak khusus sebaiknya cetakan ini dicor dalam 1 jam karena
penyusutan yang terjadi sesudah proses polimerisasi lebih lanjut dan penguapan alkohol.
Alasan pemilihan karena bahan masih mempunyai penyusutan polimerisasi yang sangat
besar, penyusutan bahan ini harus dijaga sesedikit mungkin dengan penggunaan bahan
putty tanpa spacer. Penyusutan yang terjadi masih memungkinkan dibuat mahkota yang
cukup longgar guna menyediakan tempat bagi larutan semen. Dengan atau tanpa sendok
cetak khusus teknik dua tahap dengan spacer (putty dan wash ; tidak ada sendok cetak
khusus) Alasan pemilihan karena bahan ini sangat elastik, tidak berubah bentuk sewaktu
dikeluarkan dari underkut sekitar intrakoronal gigi yang dipreparasi. Bahan silikon (tipe
I). Teknik pencetakan elastomer dengan teknik dua tahap (untuk putty dan masih silikon
menggunakan spacer).
Sendok cetak
berlubang-lubang siap pakai bawah (palatum hanya diperlukan jika akan dibuat bar
palatal). Bagaimanapun juga sebaiknya sendok cetak harus cukup kuat untuk menahan
tekanan yang dapat merubah bentuk. Berikan adesif pada permukaan sendok cetak.
Campur putty base dan tetesan katalis pada yang disediakan
Berikan alas plastik di atas seluruh lengkung gigi. Masukan putty ke dalam sendok,
tempatkan pada posisinya dalam mulut. Tahan kurang lebih 3 menit hingga mengeras ,
sedikit perubahan bentuk tidaklah penting apabila dipergunakan spacer. Keluarkan
sendok dan keringkan
permukaannya. Buang spacer dan keluarkan ganjal gingival. Aduk bahan light bodied.
Masukkan bahan light bodied yang telah dicampur ke dalam cetakan di atas seluruh
lengkung (tidak hanya di sekitar cetakkan pada gigi yang telah dipreparasi). Suntikkan
bahan light bodied
sekeliling gigi yang dipreparasi (penggunaan semprotan udara secara perlahan akan
membantu dapat membantu menyebarkan bahan light bodied di atas permukaan
preparasi). Tempatkan kembali sendok cetak ke dalam mulut dan tahan selama kira-kira 5
menit Gunakan tekanan jari yang ringan.
Tempatkan kembali sendok cetak ke dalam mulut dan tahan selama kira-kira 5 menit.
Gunakan tekanan jari yang ringan
3. Teknik sekali aduk.
Untuk mencetak preparasi beberapa mahkota vener penuh dan jembatan jika tidak
tersedia sendok cetak khusus. Bahan polieter. Biasanya cetakan ini mempunyai daya
tahan yang baik. Pada keadaan lembab, cetakan ini sebaiknya dicor sesegera mungkin
karena dapat menyerap air. Disini diperlukan pula liquid foil pada model. Alasan
pemilihan sederhana penggunaannya tetapi sulit dikeluarkan dari underkut dalam mulut
dan pada model setelah pengecoran. Hal ini disebabkan karena konsistensinya yang
sangat keras setelah mengeras. Jangan dipergunakan pada pasien yang mempunyai bakat
alergi.
4. Teknik pencetakan pita tembaga (copper band) dikombinasi dengan cetakan alginat.
Untuk mencetak preparasi mahkota penuh tunggal. (khususnya cocok untuk cetakkan
preparasi yang tipis seperti gigi insisivus lateral atas dan gigi-gigi insisivus sentral serba
lateral bawah. Juga sesuai untuk gigi non vital dimana panas dari compound tidak
menimbulkan trauma pulpa, dan pada kasus-kasus dimana perlu mengatur jaringan lunak
yang tumbuh berlebihan).
Bahan cetak compound dalam cincin tembaga untuk mencetak permukaan yang
dipreparasi, dikombinasikan dengan cetakan alginat dari seluruh lengkung rahang.
Cetakan alginat harus disimpan dalam kantong plastik yang tertutup. Algihard adalah
bahan yang berguna karena dapat disimpan untuk periode yang lama. Alasan pemilihan.
Murah, karena tidak memerlukan sendok cetak khusus atau bahan mahal lain. Mudah
untuk mendapatkan cooper plated die yang kuat (lain dengan die stone yang lebih lemah
biasanya dibuat pada cetakan elastometik).
Teknik pencetakan untuk bahan non-elastik dengan pita tembaga dengan compound :
Pilih ukuran pita yang sesuai (pita yang keras lebih mudah digunakan dari pada yang
lunak). Sebaiknya sedikit melewati tepi preparasi tanpa menjadi terlalu longgar. Pita yang
telah longgar akan menjebak jaringan lunak pada bahu preparasi.
Pita merengang pita yang sedikit keseimbang kesempitan dapat di renggangkan dengan
memasukkannya ke sepasang jepitan howe dan sedikit membuka peganganya. Mungkin
perlu untuk melakukan pengurangan pada cincin tembaga yang keras dengan
memanaskannya sampai kemerahan dan mendinginkannya dalam methyled spiritus.
Pita kontur, sesuaikan kontur supaya rapat dibawah tepi gingiva dan tandai permukaan
bukalnya untuk memudahkan mengenalinya sewaktu melakukan pencetakkan.
Pembentukan kontur awal dengan pemotong Be-Be dan diikuti dengan batu abrasif.
Compound lunak. Panaskan grey stick compound panjang (kira-kira 4-5 cm) pada api
bunsen sampai lunak sampai pertengahan panjangnya. Masukkan ke dalam pita dan
lunnakkan kembali dengan nyala api. Penggunaan petroleum jelly akan mencegah
kompound melekat pada jari-jari.
Pencetakkan, letakkan permukaan yang bertanda dari band pada posisi bukal gigi dan
dengan kokoh dorong cetakan di atas gigi yang dipreparasi sampai melewati tepi gingiva.
Pada kasus-kasus dimana terdapat inti dan pasak, pemberian sedikit pasta anestesi topikal
akan membuat pekerjaan ini cukup nyaman bagi gingiva tanpa perlu melakukan injeksi
anestesi lokal. Compound yang meluncur di atas preparasi akan mendorong darah dan
saliva pada satu sisi. Akhrinya compound dijepit pula posisinya oleh pita sewaktu
mencapai tepi gingiva yang berada sedikit dibelakang compound.
Pendinginan, diinginkan cetakan dengan semprotan air sebelum mengeluarkannya.
Pengeluaran, jika mengalami kesulitan pada waktu mengeluarkan pita, masukkan bur
bulat no. 3 pada henpis konvensional ke dalam pita, untuk membebaskan preparasi.
Cetakan dapat dibiarkan pada henpis yang memberikan pegangan tambahan. Sekarang
dapat diberikan dorongan pada arah aksial.
3.1.3.2.3 Polyether
Elastomer jenis polyether ini diperkenalkan di jerman pada akhir tahun 1960an.
Merupakan polimer berbasis polyether yang diperkeras dengan reaksi antara cincin
azridin, yang merupakan ujung cabang molekul polyether. Rantai utama dapat merupakan
suatu kopolimer etilen oksid dan tetrahidrofuran. Ikatan silang, dan kemudian pengerasan,
terjadi oleh jenis ester sulfonat aromatik. Bahan ini merupakan elastomerik pertama yang
dikembangkan terutama untuk berfungsi sebagai bahan cetak. Semua bahan lain
diadaptasikan dari pengguna lain.
c. Komposisi
Karet polyether dipasok berupa 2 pasta. Basis mengandung polimer polieter, suatu silika
koloidal sebagai pengisi, dan suatu bahan pembuat plastik seperti glikoleter atau ftalat.
Pasta aselerator mengandung alkil sulfonat aromatik sebagai tambahan terhadap bahan
pengisi dan pembuat plastis.
d. Sifat
Sifat-sifat umum polyether :
2. Ketepatan,
(i). Keenceran bahan sebagian besar tergantung pada komposisinya. Beberapa polisulfida
tersedia dengan variasi kekentalan, misalnya light bodied untuk disuntikkan deengan
spuit dan medium serta heavy bodied untuk dipakai dengan sendok cetak. Pasta elastomer
yang belum dicampur biasanya berbentuk pseudoplastis.
(ii). Terjadi sedikit kontarksi sewaktu bahan setting, disebabkan oleh karena adanya
kontraksi polimerisasi. Juga dapat terjadi kontraksi sewaktu pendinginan dari suhu mulut
ke suhu kamar.
(iii). Bahan ini cukup elastis dan sanggup ditarik melalui undercut. Pada umumnya lebih
kuat dan tidak mudah patah dibandingkan dengan alginate. Bahn polyether lebih keras
bila dibandingkan dengan elastomer lainnya, karena itu lebih sukar dibuka.
(iv). Pada penyimpanan dapat terjadi kontraksi sebagai akibat terus berlangsungnya
polimerisasi. Penguapan hasil sampingan yang mudah terbang, merupakan sumber
kontraksi lain. Stabilitas dimensionil polyether sangant jelek pada udara yang lembab.
(v). Bahan ini pada umumnya kompatibeldengan bahan model dan die, meskipun dapat
menyebabkan sedikit lunak pada permukaan gips keras. Evolusi awal hidrogen dari bahan
yang mengandung organo-hydrogen siloksan menyebabkan timbulnya bintil-bintil pada
permukaan stone.
2. Pada umumnya bahan ini tidak toksis dan tidak mengiritasi. Beberapa pasta elastomer
yang mengandung lead dioksida mempunyai bau dan rasa yang tidak menyenangkan.
3. Waktu setting tergantung pada komposisi bahan misal, jumlah pereaksi dan
sebagainya. Terdapat air dan suhu yang tinggi juga mempercepat waktu setting
polisulfida.
4. Stabilitas bahan yang belum dicampur pada penyimpanan tidak selalu ideal, beberapa
pereaksi tidak stabil setelah lebih dari 2 tahun, tetapi dapat tahan lebih lama bila disimpan
pada refrigator.
5. Biokompabilitas, Pada awalnya, ada kekhawatiran tentang kesensitivan terhadap sistem
katalis polyether. Dermatitis kontak akibat polyether, khususnya pada asiten dokter gigi
telah dilaporkan. Namun, penelitian akahir-akhir ini menunjukkan tidak ada efek
sitotoksik yang berhubungan dengan katalis imin. Bahan cetak polyether yang mengeras
memang menghasilkan nilai toksisitas sel tertinggi dan jumlah sel hidup terendah setelah
pemaparan berulang.
c. Manipulasi
Awalnya polyether dikemas hanya dalam 1 kekentalan. Bahan pseudoplastis
memungkinkan satu adukan digunakan baik untuk bahan semprit maupun sendok cetak.
Kemudian, pabrik pembuat menyediakan pasta tambahn yang dapat digunakan untuk
menghasilkan suatu adukan pengencer. Komponen bahan memerlukan perumusan ulang
untuk mengadaptasi bahan bila ingin digunakan dengan alat pengaduk otomatis.
Meskipun alat ini dapat digunakan dengan berhasil, kebanyakan polyether masih diaduk
dengan menggunakan tangan. Selain itu untuk bersaing dengan silikon tambahan, pabrik
pembuat menyadari bahwa klinisi lebih menyukai beragam viskositas dari vinyl
polysiloxane. Jadi polyether diubah sehingga dapat dipasok dengan keragaman viskositas.
Sebagai akibatnya, kekerasan polyehter juga berkurang.
1. Waktu kerja dan pengerasan
Kecepatan pengerasan polyether kurang sensitif terhadap perubahan temperatur
dibandingkan dengan silikon tambahan. Modifikasi rasio basis dan aselerator dapat
digunakan untuk memperlama waktu kerja. Penggunaan bahan pengencer juga
memperpanjang waktu kerja dengan hanya sedikit meningkatkan waktu pengerasan.
Sebagai tambahan untuk mengurangi kekentalan bahan yang belum mengeras, pengencer
mengubah sifat bahan yang telah mengeras. Modulus elastik atau kekerasan bahan yang
mengeras berkuran tanpa meningkatkan deformasi permanen, atau aliran bahan. Untuk
dipergunakan dengan polyether juga tersedia bahan retarder yang dapat memperlama
waktu kerja tanpa mengurangi sifat elastik atau meningkatkan pengerutan polimerisasi.
2. Elastisitas
Polyether selalu dianggap bahan cetak yang palin keras, tidak termasuk bahan putty
viskositas tinggi. Awalnya bahan ini amat sulit dikeluarkan dari daerah undercut karena
memiliki modulus elastisitas yang tinggi. Beberapa formulasi baru dari bahan
bervikositas reguler atau sedang sebenarnya kurang keras bila dibandinkan bahan cetak
vinyl polysiloxane hidrofilik satu tahap. Hasil uji komprensi menunjukkan bahwa
polyether sedikit kurang elastik bila dibandingkan dengan vinyl polysiloxane.
3. Kestabilan dimensi
Perubahan dimensi bahan cetak polyether sedikit. Seperti silikon tambahan, polyether
tidak memiliki reaksi samping. Meskipun polimerisasi residual terus terjadisetelah waktu
pengerasan secara klinik, hal tersebut lebih pendek bia dibandingkan dengan bahan cetak
polisulfid. Kekerasan bahan berarti bahwa gaya yang diperlukan untuk mengeluarkan
cetakan lebih besar bagi bahancetak polyether dibandingkan jenis bahan lain.
d. Aplikasi
Penggunaan utama bahan elastomer adalah untuk cetakan inlay, mahkota dan pekerjaan
jembatan, atau untuk gigi tiruan sebagian apabila ditemukan undercut yang sangat besar,
sehingga apabila digunakan cetakan alginate dapat patah sewaktu dilepas dari jaringan.
Oleh karena harganya yang mahal, bahan ini tidak sering dipergunakan pada pencetakan
yang membutuhkan jumlah bahan cetak yang besar.

6 Bahan Cetak Apakah Yang Tepat Untuk Kasus? (Sertakan Alasan)

Berdasarkan pertimbangan dari persyaratan bahan cetak kedokteran gigi dan dari sifat-sifat
bahan cetak kedokteran gigi lainnya, pada kasus ini bahan cetak yang sesuai adalah silikon
adisi karena memiliki sifat elastisitas yang tinggi, tidak toxic (beracun), tidak iritan, tidak bau,
akurasi tinggi, tidak modah robek, stabilitas dimensi yang baik, manipulasinya mudah, distorsi
lebih sedikit, terdapat bayak jenis viskositas dan cukup sesuai dengan standar persyaratan
bahan cetak kedokteran gigi yang baik meskipun memiliki harga yang kurang ekonomis.
(Yudhit and Sastrodiharjo, 2015)

7 Definisi Full Cast Crown

Mahkota Tuangan Penuh (Full Cast Crown)


Adalah restorasi yang menyelubungi seluruh permukaan mahkota klinis gigi dan
terbuat dari logam campur secara tuang
Indikasi :
Sebagai restorasi single unit / sebagai restorasi penyangga suatu jembatan gigi.
Pada gigi posterior yang tidak membutuhkan estetik. Gigi dengan karies cervikal,
dekalsifikasi, enamel hipoplasi / untuk memperbaiki fungsi kunyah.
Kontraindikasi :
Sisa mahkota gigi tidak cukup untuk menerima beban daya kunyah terutama pada
gigi dengan pulpa vital. Bila restorasi untuk kepentingan estetik. Pada pasien yang
memiliki OH buruk sehingga restorasi mudah korosi /tarnish. Gusi sensitif terhadap
logam.

8 Kesimpulan

Karies profunda pada gigi 46 pasien membutuhkan perawatan full cast crown terlebih karies
profunda yang terletak pada daerah MOD sehingga bahan yang paling tepat adalah silikon
adisi karena silikon adisi tidak toksik, memiliki elastisitas tinggi, akurasi yang tinggi, tidak
bau, dan tidak mudah robek. Dapat disimpulkan bahwa silikon adisi dapat menjadi bahan
yang tepat untuk pembuatan full cast crown pada pasien.
DAFTAR PUSTAKA

McCabe, John F., Angus W.G. Walls. 2011. Bahan Kedokteran Gigi Ed. 9. Jakarta. EGC.
Powers

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/20092/Chapter%20II.pdf?sequence=4

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/123/jtptunimus-gdl-henitakusu-6115-2-babii.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/42591/Chapter%20II.pdf?sequence=4

http://dokumen.tips/documents/mahkota-selubung.html

Jack L. Ferracane, Bahan dalam Kedokteran Gigi: Prinsip dan Aplikasi, 2001, 2d Edition,
Lippincott Williams & Wilkins, ISBN 0781727332

Richard van Noort, 2002, Introduction to Dental Material, 2d Edition, Elsevier Health
Sciences, ISBN 0723432155

Anusavice, Kenneth J. 2003. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi, Edisi 10. Jakarta :
EGC.

Combe, E. C. 1992. Sari Dental Material. Jakarta : Balai pustaka.