Anda di halaman 1dari 9

TEORI BAHASA OTOMATA

Teori Dasar Bahasa dan Automata

Disusun oleh:
AGIL LANGGA DIKAYANTO (1410651223)
AFKAR AYYASY(1510651069)
RICHY KUSUMA MIDIARSO (1610651035)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2017

1
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
sederhana tentang Teori dasar Bahasa dan automata ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki
makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah sederhana ini dapat bermanfaat oleh pembaca.

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................................................................2
Daftar Isi...........................................................................................................................3
1. Pengertian
1.1 Pengertian Finete Automata....................................................................................4
1.2 Karakteristik Finete Automata................................................................................4
1.3 Cara Kerja Finite State Automata..............................................................................4
1.4 Jenis-jenis Finite State Automata6
2. Implementasi
2.1 Implementasi Finete Automata ..............................................................................6
2.2 Properti Finete Automata6
2.3 Penerapan Finete Automata....................................................................................6
Penutup..............................................................................................................................9

3
1. PENGERTIAN
1.1 Finite Automata
Finite automata adalah mesin abstrak berupa sistem model matematika dengan masukan
dan keluaran diskrit yang dapat mengenali bahasa paling sederhana (bahasa reguler) dan dapat
diimplementasikan secara nyata dimana sistem dapat berada disalah satu dari sejumlah berhingga
konfigurasi internal disebut state.

1.2 Karakteristik Finete Automata


1. Setiap Finite Automata memiliki keadaan dan transisi yang terbatas.
2. Transisi dari satu keadaan ke keadaan lainnya dapat bersifat deterministik atau non-
deterministik.
3. Setiap Finite Automata selalu memiliki keadaan awal.
4. Finite Automata dapat memiliki lebih dari satu keadaan akhir.
jika setelah pemrosesan seluruh string, keadaan akhir dicapai, artinya otomata menerima
string tersebut.

Setiap FSA memiliki:


1.Himpunan berhingga (finite) status (state)
Satu buah status sebagai status awal (initial state), biasa dinyatakan q0.
Beberapa buah status sebagai status akhir (final state).
2.Himpunan berhingga simbol masukan
3.Fungsi transisi
Menentukan status berikutnya dari setiap pasang status dan sebuah simbol masukan.

1.3 Cara Kerja Finite State Automata


Finite State Automata bekerja dengan cara mesin membaca memori masukan berupa
tape yaitu 1 karakter tiap saat (dari kiri ke kanan) menggunakan head baca yang dikendalikan
oleh kotak kendali state berhingga dimana pada mesin terdapat sejumlah state berhingga.

Finite Automata selalu dalam kondisi yang disebut state awal (initial state) pada saat
Finite Automata mulai membaca tape. Perubahan state terjadi pada mesin ketika sebuah
karakter berikutnya dibaca. Ketika head telah sampai pada akhir tape dan kondisi yang ditemui
adalah state akhir, maka string yang terdapat pada tape dikatakan diterima Finite Automata
(String-string merupakan milik bahasa bila diterima Finite Automata bahasa tersebut).

4
Finite State Diagram (FSD)
Finite State Automata dapat dimodelkan dengan Finite State Diagram (FSD) dapat juga disebut
State Transition Diagram. Sistem transisi adalah sistem yang tingkah lakunya disajikan dalam
bentuk keadaan-keadaan (states). Sistem tersebut dapat bergerak dari state yang satu ke state
lainnya sesuai dengan input yang diberikan padanya.
Fungsi Transisi (d) adalah representasi matematis atas transisi keadaan.
S = himpunan alfabet.
Q = himpunan keadaan-keadaan.
d=QxSQ
Finite State Diagram terdiri dari:
1.Lingkaran menyatakan state
Lingkaran diberi label sesuai dengan nama state tersebut. Adapun pembagian lingkaran adalah:
Lingkaran bergaris tunggal berarti state sementara
Lingkaran bergaris ganda berarti state akhir
2.Anak Panah menyatakan transisi yang terjadi.
Label di anak panah menyatakan simbol yang membuat transisi dari 1 state ke state lain. 1 anak
panah diberi
label start untuk menyatakan awal mula transisi dilakukan.

Contoh FSA : pencek parity ganjil

Misal input : 1101


Genap 1 Ganjil 1 Genap 0 Genap 1 Ganjil : diterima mesin
Misal input : 1100
Genap 1 Ganjil 1 Genap 0 Genap 0 Genap : ditolak mesin

Dari contoh diatas, maka:


Q = {Genap, Ganjil}
= {0,1}
S = Genap
F = {Ganjil }

atau
(Genap,0) = Genap
(Genap,1) = Ganjil
(Ganjil,0) = Ganjil
(Ganjil,1) = Genap

5
Sebuah FSA dibentuk dari lingkaran yang menyatakan state:
Label pada lingkaran adalah nama state
Busur menyatakan transisi/ perpindahan
Label pada busur yaitu symbol input
Lingkaran yang didahului sebuah busur tanpa label menyatakan state awal
Lingkaranb ganda menyatakan state akhir/ final.
Jadi sebuah mesin otomata dapat dinyatakan dalam diagram transisi, fungsi transisi dan tabel
transisi.

1.4. Jenis-Jenis Finete Automata


Ada dua jenis FSA :
1. Deterministic Finite Automata (DFA) : dari suatu state ada tepat satu state berikutnya
untuk setiap simbol masukan yang diterima. Deterministik artinya tertentu/sudah tertentu
fungsi transisinya.
Notasi matematis DFA:
M = nama DFA
Q = himpunan keadaan DFA
S = himpunan alfabet
d = fungsi transisi
q0 = keadaan awal
F = keadaan akhir
M = (Q, S, d, q0, F)
Contoh : Pengujian untuk menerima bit string dengan banyaknya 0 genap, serta banyaknya 1
genap.
0011 : diterima
10010 : ditolak, karena banyaknya 0 ganjil
Diagram transisi-nya :

( q0,011)= ( q2,11) =( q3,1)= q2 Ditolak


( q0,1010)= ( q1,010) =( q3,10)=( q2,0)= q0 Diterima

2. Non-deterministic Finite Automata (NFA) : dari suatu state ada 0, 1 atau lebih state
berikutnya untuk setiap simbol masukan yang diterima.
Non-Deterministic Finite Automata:
Otomata berhingga yang tidak pasti untuk setiap pasangan state input, bisa memiliki 0 (nol)
atau lebih pilihan untuk state berikutnya.
Untuk setiap state tidak selalu tepat ada satu state berikutnya untuk setiap simbol input yang
ada.
Dari suatu state bisa terdapat 0,1 atau lebih busur keluar (transisi)
berlabel simbol input yang sama.
Untuk NFA harus dicoba semua kemungkinan yang ada sampai
terdapat satu yang mencapai state akhir.
Suatu string x dinyatakan diterima oleh bahasa NFA, M= (Q, _, d, S, F) bila {x | d (S,x) memuat
sebuah state di dalam F}
Kedua finite automata di atas mampu mengenali himpunan reguler secara presisi. Dengan
demikian kedua finite automata itu dapat mengenali string-string yang ditunjukkan dengan
ekspresi reguler secara tepat.

6
DFA dapat menuntun recognizer(pengenal) lebih cepat dibanding NDFA. Namun demikian, DFA
berukuran lebih besar dibanding NDFA yang ekivalen dengannya. Lebih mudah membangun
NDFA dibanding DFA untuk suatu bahasa, namun lebih mudah mengimplementasikan DFA
dibanding NDFA.

2.IMPLEMENTASI

2.1 Implementasi Finete Automata

1. Sistem elevator

2. Mesin Pengeluaran minuman kaleng(vending machine)

3. Pengatur lampu lalu lintas(traffic Light)

4. System Komputer

5. Analisis Leksikal

2.2 Properti Finete Automata

Finete Atomata Memiliki

1.Himpunan state kendali berhingga

2.Simbol-simbol masukan yang dibolehkan/diijinkan

3.State mula(initial state)

4.Himpunan state akhir (set of final states)

State-state yang menandai diterimanya masukan.

5.Fungsi Transisi state

Adanya fungsi yang memberikan state saat itu(current state) dan symbol masukan saat
itu (current input symbol).Selain itu juga fungsi memberikan/menyatakan semua state
berikutnya yang dimungkinkan.

Semua kemungkinan transisi dipandang dijalankan secara parallel.Bila terdapat transisi yang
menuju/sampai state akhir,berarti string masukan diterima otomata.

7
2.3 Penerapan Finete Automata

Suatu penerapan konsep Finite State Automata (FSA) pada suatu mesin pembuat minuman
kopi otomatis. Penerapan konsep FSA digunakan untuk mengenal dan menangkap pola dalam proses
pembuatan minuman kopi pada mesin pembuat minuman kopi otomatis.

Aplikasi simulasi mesin pembuat minuman kopi otomatis ini dibangun dengan
menggunakan tools Microsoft Visual Studio 2008. Pada aplikasi akan digunakan 8 bahan dasar
pembuat minuman yaitu : gelas dengan tiga jenis ukuran yaitu small, medium dan large, air, gula,
bubuk kopi, bubuk susu, dan bubuk coklat. Selanjutnya, dari bahan tersebut mesin dapat membuat 7
jenis produk minuman yaitu : kopi, susu, coklat, kopi susu, kopi coklat, kopi susu coklat dan susu
coklat. Aplikasi ini juga dirancang hanya sebagai mesin yang dapat melakukan proses pembuatan
minuman kopi secara otomatis dan tidak melakukan proses transaksi penjualan, sehingga tidak
membutuhkan input berupa uang koin maupun uang kertas.

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah memahami tentang penerapan
konsep FSA pada mesin pembuat minuman kopi otomatis. Penerapan konsep FSA dapat menjadi
salah satu alternatif untuk merancang suatu mesin pembuat minuman kopi otomatis serta menjadi
bahan pertimbangan dan acuan yang positif dalam pengembangan aplikasi selanjutnya yang sejenis.

8
PENUTUP

Sekian Penjelasan dari teori dasar Bahasa dan automata diatas,dari kami semoga
bermanfaat bagi yang telah membaca,kurang lebihnya kami mohon maaf jika banyak
kekurangan dari makalah ini dari penulisan dan kata-kata yang kurang jelas,semoga diterima
di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.