Anda di halaman 1dari 8

DUE PROCESS

Latar Belakang

International Accounting Standards Board (IASB) atau Dewan Standar Akuntansi Internasional
(IASB) mengikuti proses terbuka yang ketat. Semua pertemuan antara IASB dan Komite
Interpretasi IFRS (dahulu disebut IFRIC) dan kelompok kerja formal lainnya dilaksanakan di
depan umum dan biasanya merupakan webcast.

Ada dua dokumen utama yang mengatur kegiatan IASB, yaitu Dasar Konstitusi IFRS (IFRS
Foundation Constitution) dan Due Process Handbook.

Langkah-langkah Due Process

Langkah-langkah due process yang harus diikuti dalam proyek penetapan standar IASB, yaitu
mengusulkan standar baru, melakukan amandemen terhadap standar yang ada, dan melakukan
interpretasi yang dikembangkan oleh Komite Interpretasi IFRS (dan diratifikasi oleh IASB).

Adapun langkah-langkah due process dalam penyusunan dan penetapan standar akuntansi
internasional meliputi:
1. Research programme (Program penelitian)
2. Developing a proposal for publication (Mengembangkan proposal untuk publikasi)
3. Redeliberations and finalization (Penyempurnaan dan Finalisasi)
4. Post-implementation reviews (Reviu pasca implementasi)

1. Research Programme (Program penelitian)

Program penelitian yang dilakukan oleh IASB melibatkan analisis kemungkinan masalah
pelaporan keuangan dengan mengumpulkan bukti mengenai sifat dan tingkat kekurangan
atau kelemahan yang dirasakan dan menilai cara potensial untuk memperbaiki pelaporan
keuangan atau untuk memperbaiki kekurangan. Selain itu, program penelitian mencakup
pertimbangan masalah pelaporan keuangan yang lebih luas, seperti bagaimana pelaporan
keuangan berkembang, untuk mendorong perdebatan internasional mengenai masalah
pelaporan keuangan.
Selain itu, IASB perlu memperhatikan kebutuhan dari pengguna informasi laporan keuangan
terutama kebutuhan dari para investor. Hal ini selaras dengan tujuan penyusunan laporan
keuangan yang tercantum dalam kerangka dasar yang ditetapkan oleh IASB. Kebutuhan para
investor dianggap mewakili kebutuhan dari pihak-pihak lain yang terkait dengan laporan
keuangan. Beberapa pertimbangan yang digunakan oleh IASB dalam menentukan prioritas
penyusunan standar untuk memenuhi kebutuhan pengguna laporan keuangan antara lain:
Apakah penyusunan suatu standar relevan terhadap kebutuhan pengguna laporan
keuangan dan apakah informasi yang dihasilkan oleh standar tersebut dapat diandalkan?
Apakah sudah terdapat standar yang menghasilkan informasi yang memenuhi kebutuhan
pengguna laporan keuangan tersebut?
Apakah perlu adanya penyempurnaan untuk meningkatkan tingkat konvergensi dengan
standar yang dihasilkan oleh pembuat standar yang lain?
Tingkat kualitas yang diinginkan atas standar yang akan dihasilkan.
Keterbatasan sumber daya yang dimiliki.

Berdasarkam pertimbangan-pertimbangan diatas, maka IASB kemudian menetapkan apakah


perlu dibuat program penelitian terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan pengguna
tersebut dan apakah mereka perlu bekerja sama dengan pembuat standar lain dalam
penyusunan standar tersebut. Dalam mengambil keputusan mengenai agenda yang akan
dilaksanakan dalam suatu periode, IASB menggali sebanyak mungkin masukan dari berbagai
pihak untuk memastikan bahwa agenda tersebut sesuai dengan prioritas kebutuhan pihak-
pihak yang terkait dengan penggunaan laporan keuangan.

Badan penetapan standar akuntansi nasional dan badan regional terkait dengan penetapan
standar akuntansi atau lembaga pelaporan keuangan regional, akademisi dan pihak
berkepentingan lainnya, berpartisipasi dalam kegiatan ini (ini termasuk melalui Forum
Penasihat Standar Akuntansi (ASAF)).

Makalah diskusi (paper discussion), permintaan informasi atau makalah penelitian akan
diterbitkan dan dipublikasikan dengan tujuan untuk mendapatkan komentar berupa kritik,
saran, atau masukan dari pihak yang berkepentingan yang dapat membantu IASB dalam
memutuskan apakah akan menambahkan proyek ke program penetapan standarnya. Namun
demikian, tidak semua hal yang termasuk dalam program penelitian akan dilanjutkan ke
sebuah proposal untuk standar baru atau modifikasi atau pernyataan lainnya.

Langkah Due Process Sifat Keterangan


Publikasi dokumen diskusi Bersifat Opsional Publikasi memerlukan
(misal: makalah diskusi, kesepakatan mayoritas
permintaan informasi, anggota IASB yang dilakukan
makalah penelitian) dengan cara pemungutan suara

2. Developing a proposal for publication (Mengembangkan proposal untuk publikasi)

Setelah IASB secara resmi memutuskan untuk menambahkan sebuah proyek ke dalam
agendanya,yakni penyusunan atau penetapan standar baru atau modifikasi, maka laporan
tersebut dilanjutkan dengan pengembangan draft paparan (exposure draft). Draft paparan
diterbitkan untuk konsultasi publik dan IASB juga dapat melakukan kegiatan penjangkauan
tambahan seperti rapat, forum diskusi, siaran web dan podcast, dan pertemuan meja bundar.

Umumnya IASB menyusun dan mempublikasikan discussion paper untuk memberikan


penjelasan mengenai permasalahan yang ada dan meminta tanggapan atas permasalahan yang
sedang dibahas dalam discussion paper tersebut. Publikasi discussion paper ini bukan
sesuatu yang wajib dilakukan oleh IASB, jika IASB menetapkan untuk tidak membuat
discussion paper maka IASB akan memberikan penjelasan kenapa hal tersebut tidak perlu
dilakukan.

Selanjutnya, IASB menyusun dan mempublikasikan exposure draft. Exposure draft berbeda
dengan discussion paper karena didalamnya terdapat draft standar yang akan ditetapkan yang
dilengkapi dengan permintaan tanggapan, pedoman aplikasi, pedoman implementasi, dan
dasar untuk kesimpulan (basic for conclusions), dan pandangan alternatif dari anggota IASB
yang mempunyai pendapat yang berbeda. Publikasi exposure draft merupakan sarana utama
bagi IASB untuk memperoleh tanggapan dari publik atas draft standar yang akan ditetapkan.

Langkah Due Process Sifat Keterangan


Konsultasi dengan IFRS Wajib IASB memiliki keleluasaan
Trustees, Dewan Penasehat untuk melakukan proyek
IFRS, dan Standar Penasihat dalam lingkup sempit yang
Standar Akuntansi (ASAF) merupakan bagian dari
pemeliharaan umum standar
Proyek yang secara formal Mandatory Memerlukan suara mayoritas
ditambahkan ke dalam agenda yang sederhana pada
IASB pertemuan IASB publik
Pembentukan kelompok Opsional IASB harus
konsultatif untuk proyek- mempertimbangkan sebuah
proyek besar (misalnya kelompok konsultatif untuk
kelompok penasihat pakar setiap proyek besar dan
atau spesialis) menjelaskan kapan sebuah
kelompok tidak digunakan,
dan juga menginformasikan
kepada DPOC
IASB berdebat dan Wajib IASB akan
mengembangkan proposal mempertimbangkan makalah
dalam rapat umum teknis yang disiapkan oleh staf
dan umpan balik dari setiap
dokumen diskusi yang
diterbitkan
Makalah disajikan pada Wajib Langkah ini hanya terjadi
langkah-langkah ringkasan setelah kesepakatan dicapai
IASB yang diambil, dasar mengenai hal-hal teknis dan
keputusan untuk tidak draft paparan kemudian
memiliki kelompok disiapkan untuk pemungutan
konsultatif, kerja lapangan, suara
dll (jika ada) dan
merekomendasikan periode
komentar
Publikasi draft paparan Wajib Memerlukan supermayoritas
(biasanya termasuk dasar anggota IASB, dengan cara
untuk kesimpulan dan harus memberikan suara
disertai dengan siaran pers) membutuhkan 9 dari 15
anggota atau kurang, atau 10
dari 16 anggota)
Publikasi materi tambahan Opsional Paket komunikasi keseluruhan
untuk mendukung draf mencerminkan pentingnya
paparan (misalnya podcast, proposal
webcast, dokumen 'snapshot',
tanya jawab, presentasi)

3. Redeliberations and finalization (Penyempurnaan dan Finalisasi)

Setelah penerbitan draf t paparan, IASB melanjutkan untuk mempertimbangkan masukan


konstituen dari proses konsultatif yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam beberapa kasus,
IASB dapat memutuskan untuk mengungkapkan kembali proposal sebelum melanjutkan ke
sebuah pengumuman akhir (finalised pronouncement). Setelah musyawarah selesai, staf
teknis IASB akan mempersiapkan standar akhir untuk dilakukan pemungutan suara dan
persetujuan oleh Dewan.

Prosesnya mungkin juga mencakup isu draft reviu (review draft) dari pengumuman terakhir
sebelum dilakukan finalisasi. Dokumen-dokumen ini bukan merupakan bagian dari proses
formal, tetapi memiliki tujuan untuk memungkinkan reviu terhadap cacat fatal.

Langkah Due Process Sifat Keterangan


Draft paparan terbuka untuk Wajib Biasanya 120 hari, dapat
komentar untuk jangka waktu dikurangi menjadi tidak
minimum kurang dari 30 hari setelah
mendapat persetujuan dari
DPOC. Perbaikan tahunan
biasanya terpapar selama
minimal 90 hari. Periode
komentar kurang dari 30 hari
memerlukan persetujuan 75%
dari Pengawas
IASB mempertimbangkan Mandatory Umpan balik menentukan
umpan balik yang diterima prioritas fokus
dari proses konsultasi penyempurnaan, atau dapat
mengakibatkan proyek
dihentikan
IASB mempertimbangkan Mandatory Keterpaparan ulang tidak
kebutuhan untuk paparan dipaksakan, hal ini dianggap
ulang sebagai perubahan mendasar
yang terjadi atau di mana
sesuatu yang baru mungkin
dipelajari dari keterpaparan
ulang
Konsultasi tambahan melalui Opsional IASB juga berkonsultasi
uji lapangan, dengar pendapat dengan Dewan Pertimbangan
publik dan pertemuan meja IFRS dan setiap kelompok
bundar konsultatif
Standar dipersiapkan untuk Mandatory Anggota yang berniat untuk
pemungutan suara berbeda pendapat dari
proposal harus membuat niat
mereka diketahui.
IASB menginformasikan Mandatory IASB harus menjelaskan
DPOC tentang niatnya untuk mengapa paparan ulang tidak
melanjutkan ke tahap dianggap perlu (jika ada)
pemungutan suara
Publikasi standar (biasanya Wajib Membutuhkan anggota IASB
termasuk dasar untuk supermayoritas, dengan cara
kesimpulan dan harus disertai pemungutan suara
dengan siaran pers) (memerlukan 9 dari 15
anggota atau kurang, atau 10
dari 16 anggota)
Publikasi materi yang Wajib untuk standar baru Materi non-wajib lainnya juga
menyertai ringkasan proyek dan amandemen utama akan diterbitkan seperti
dan pernyataan umpan balik podcast, webcast, tanya jawab
standar dan presentasi

4. Post-implementation reviews (Reviu pasca implementasi)

Setelah sebuah standar akuntansi ditetapkan dan diterbitkan, dilakukan sosialisasi oleh staf
dan anggota IASB dengan melakukan berbagai macam pertemuan dengan berbagai pihak
yang terkait untuk mendapatkan masukan dan pemahaman mengenai beberapa isu yang
belum diantisipasi oleh standar yang telah ditetapkan khususnya yang terkait dengan
implementasi atas standar tersebut serta dampaknya terhadap informasi yang dihasilkan oleh
laporan keuangan.

Dengan demikian, IASB harus melakukan reviu pasca implementasi terhadap setiap standar
akuntansi baru atau amandemen utama, dan reviu ini biasanya dilakukan setelah standar
akuntansi tersebut diterapkan selama sekitar dua tahun. Ini berarti bahwa proses reviu pasca
implementasi akan dimulai sekitar 2,5-3 tahun setelah tanggal efektif pengumuman standar,
tetapi dapat ditangguhkan dalam beberapa kasus. Proses reviu pasca implementasi juga dapat
dimulai dalam situasi lain seperti perubahan peraturan atau masalah yang diajukan oleh pihak
lain.

Adapun tujuan reviu pasca implementasi sebagaimana tercantum dalam Due Process
Handbook for the International Accounting Standards Board adalah:
untuk meninjau kembali isu-isu penting yang telah diidentifikasi sebagai perdebatan
selama pengembangan pengumuman
untuk mempertimbangkan biaya tak terduga atau masalah implementasi yang telah
dihadapi.

Tahapan dalam pelaksanaan reviu pasca implementasi adalah:


a) Pengumpulan dan penjangkauan informasi
Dewan dan staf akan meneliti sumber dari berbagai yurisdiksi dan fungsinya untuk:
meninjau bagaimana persyaratan yang diidentifikasi sebagai isu yang diperdebatkan
selama perkembangannya, diterapkan dalam praktik, dari sudut pandang semua pihak
yang terlibat dalam rantai pasokan pelaporan keuangan (misalnya, preparer, auditor,
pengguna dan regulator)
mengidentifikasi biaya tak terduga atau masalah implementasi yang telah ditemui.
b) Laporan awal atau Reviu pasca implementasi
Kesimpulan sementara dari reviu dan analisis yang diuraikan di atas akan disertakan
dalam laporan pendahuluan untuk reviu pasca implementasi pada pengumuman tersebut.
Laporan awal akan diumumkan oleh Dewan untuk mendapatkan komentar publik.
Konsultasi publik ini akan memungkinkan pihak yang berkepentingan untuk
mengomentari pandangan awal yang dicapai oleh Dewan.
Setelah menerima dan mempertimbangkan komentar tersebut, laporan akan selesai dan
dipublikasikan, termasuk indikasi penilaian awal Dewan tentang bagaimana seharusnya
menanggapi setiap masalah yang diulas, jika sesuai.