Anda di halaman 1dari 2

INTUSUSEPSI

Definisi:
- invaginasi suatu segmen usus ke dalam lumen usus yang bersebelahan, sehingga
menyebabkan obstruksi saluran cerna.
- sering terjadi pada balita, mortalitas tinggi jika tidak ditangani dalam waktu 2-5 hari.

Manifestasi Klinis
Penderita intususepsi umumnya balita, sering pada penderita yang memiliki riwayat infeksi
saluran pernapasan atas, yang menunjukkan gejala-gejala berikut:
- Muntah: awalnya muntah nonbilier, seiring dengan terjadi obstruksi muntah menjadi
bilier.
- Nyeri abdomen: nyeri pada intususepsi bersifat kolik, hebat, dan intermiten.
- Darah dan mukus: orang tua pasien umumnya mengeluhkan keluarnya BAB seperti jeli
kismis; hal tersebut merupakan campuran dari lendir, mukosa yang terkelupas, dan darah;
terdapatnya diare juga dapat menjadi tanda awal intususepsi.
- Lesu: pasien dapat datang hanya dengan keluhan lemas-lesu, sehingga terkadang
menyulitkan diagnosa terhadap intususepsi
- Massa pada regio hipokondrium kanan yang berbentuk seperti sosis; disertai kosongnya
kuadran abdomen kanan bawah (Dance sign). Massa ini sulit teraba dan paling mudah
teraba di antara spasme kolik ketika pasien sedang tenang. Pada beberapa kasus dapat
dijumpai abdomen yang cembung jika terjadi obstruksi menyeluruh.

Diagnosis
- Radiografi x-ray: foto polos hanya bermakna pada 60% kasus.
- USG: merupakan modalitas utama dengan gambaran khas target sign atau
pseudokidney sign
- Kontras enema

Tata Laksana
- Non-operatif:
o Hidrostatik enema: barium maupun kontras larut air lainnya
o Pneumatik enema (treatment of choice)
- Operatif
Umumnya dengan insisi pada paraumbilikal kanan. Intususepsi dikeluarkan melalui
sayatan dan dilakukan reduksi manual dengan mengeluarkan intususepsi secara perlahan
dari intususipien.
Jika reduksi manual tidak memungkinkan dan terjadi perforasi, dilakukan reseksi
segmental dengan anastomosis end-to-end.
Dapat juga dilakukan laparoskopi.
INTUSUSEPSI
Intususepsi merupakan proses invaginasi suatu segmen usus halus ke dalam lumen usus
yang bersebelahan, sehingga menyebabkan obstruksi saluran cerna. Intususepsi merupakan salah
satu penyebab utama nyeri abdomen pada anak-anak, sehingga dalam praktik pediatri diagnosa
intususepsi didasarkan dengan triase: muntah, nyeri perut, keluarnya darah per rektum.
Terdapat dua jenis intususepsi: idiopatik, yang umumnya dimulai dari ileocolic junction
dan sering terjadi pada bayi dan balita, serta enteroenteral (jejunojejunal, jejunoileal, ileoileal),
yang lebih sering terjadi pada anak-anak di atas lima tahun. Intususepsi enteroenteral biasanya
terkait dengan kondisi medis khusus, misalnya: HSP, cystic fibrosis, hematologic dyscrasias,
dll., maupun sekunder terhadap adanya lead point maupun periode post-operatif.