Anda di halaman 1dari 16

http://www.perkapalan.net/2013/10/pelabuhan-dan-fungsinya.

html

Pelabuhan dan Fungsinya


Sebelum kawan mengenal lebih jauh apa itu pelabuhan.Terlebih dahulu Kita harus
mengetahui dulu pengertian dari pelabuhan itu sendiri. Menurut arti kata, definisi
pelabuhan adalah tempat berlabuh. Kalau menurut peraturan pemerintah RI no. 69 tahun
2001 tentang kepelabuhanan, yang dimaksud pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari
daratan dan perairan disekitarnya dengan batas batas tertentu sebagai tempat kegiatan
pemerintahan dan kegiatan ekonomi dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar,
berlabuh, naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang di lengkapi dengan
fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat
perpindahan intra dan antar moda transportasi.

Pelabuhan

Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, atau danau untuk
menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya.
Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan
membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh. Crane dan gudang berpendingin
juga disediakan oleh pihak pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan.
Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan
pemrosesan barang. Peraturan Pemerintah RI No.69 Tahun 2001 mengatur tentang
pelabuhan dan fungsi serta penyelengaraannya.

Pelabuhan juga dapat di definisikan sebagai daerah perairan yang terlindung dari
gelombang laut dan di lengkapi dengan fasilitas terminal meliputi :

Dermaga, tempat di mana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat barang.
Crane, untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang.
Gudang laut (transito), tempat untuk menyimpan muatan dari kapal atau yang akan di
pindah ke kapal.
Pelabuhan juga merupakan suatu pintu gerbang untuk masuk ke suatu daerah
tertentu dan sebagai prasarana penghubung antar daerah, antar pulau, bahkan antar
negara. (Triatmodjo, 2009)

FUNGSI PELABUHAN SEBAGAI BERIKUT


1. Gateway
Sebagai gatewaw (Pintu Gerbang) suatu negara atau daerah, karena suatu kapal dapat
memasuli suatu negara/daerah melalui pelabuhan negara atau daerah yagng
bersangkutan.
2. Interface
Pelabuhan berfungsi sebagai interface (penghubung), makudnya bahwa plabuhan
dengan segala fasilitasnya yang tersedia dapat melakukan kegiatan pemindahan
muatan dari angkutan laut (kapal) keangkutan darat atau sebaliknya.
3. Link\
Pelabuhan berfungsi sebagai link (mata rantai), maksudnya adalah bahwa pelabuhan
merupakan mata rantai dari proses transportasi (pengangkutan) muatan dari daerah
produsen (asal barang) sampai kedaerah penerima atau konsumen.
4. Industry Entity (Estate/Zone)
Pelabuhan sebagai industry entity (kawasan industri), masudnya adalah karena
perubahan mrupakan lingkungan kerja yang bersifat dinamis, maka penyediaan
berbagai fasilitas pelabuhan perlu dikembangkan termasuk fasilitas untuk industri,
terutama industri yang ada hubungannya dengan perkapalan dan transportasi laut
lainnya.
Itulah pengertian dan fungsi dari pelabuhan dan semoga artikel ini berguna untuk
kita kedepannya terutama pada mahasiswa teknik perkapalan karena artikel ini
sangat bermanfaat kita pelajari. Terima Kasih by Materi-Perkapalan

https://berthing.wordpress.com/2008/05/22/jenis-jenis-pelabuhan/

Jenis jenis pelabuhan:


A. Ditinjau dari segi penyelenggaraannya ada 2 jenis:
1. Pelabuhan Umum
2.Pelabuhan khusus
B. Ditinjau dari segi fungsinya:
1.Pelabuhan laut
2.pelabuhan pantai
C.Ditinjau dari segi penggunaannya:
1.Pelabuhan ikan
2.Pelabuhan minyak
3.pelabuhan penumpang
4.pelabuhanbarang
5.pelabuhan militer
6.pelabuhan campuran
D.Ditinjau menurut letak geografisnya:
1.Pelabuhan alam
2.pelabuhanbuatan

http://www.maritimeworld.web.id/2011/04/apakah-yng-dimaksud-dengan-pelabuhan.html

PENGERTIAN-PENGERTIAN

Pelabuhan:
Adalah "tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan btas-
batas tertentu dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan
dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat bersandar,berlabuh, naik
turun penumpang dan/bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat
perpindahan mitra dan antar moda transportasi." (UU no 21 Tahun 1992 Bab I Pasal
1).

Kepelabuhanan:
Adalah "meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelabuhan
dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi pelabuhan untuk menunjang
kelancaran, keamanan dan ketertiban arus lalu lintas kapal, penumpang dan/atau
barang, keselamatan berlayar, serta tempat perpindahan intra dan/atau antar moda".
(UU no 21 Tahun 1992 Pasal 1).
FUNGSI PELABUHAN

1. Gateway
Sebagai gatewaw (Pintu Gerbang) suatu negara atau daerah, karena suatu kapal
dapat memasuli suatu negara/daerah melalui pelabuhan negara atau daerah yagng
bersangkutan.
2. Interface
Pelbuhan berfungsi sebagai interface (penghubung), makudnya bahwa plabuhan
dengan segala fasilitasnya yang tersedia dapat melakukan kegiatan pemindahan
muatan dari angkutan laut (kapl) keangkutan darat atau sebaliknya.
3. Link
Pelabuhan berfungsi sebagai link (mata rantai), maksudnya adalah bahwa
pelabuhan merupakan mata rantai dari proses transportasi (pengangkutan) muatan
dari daerah produsen (asal barang) sampai kedaerah penerima atau konsumen.
4. Industry Entity (Estate/Zone)
Pelabuhan sebagai industry entity (kawasan industri), masudnya adalah karena
perubahan mrupakan lingkungan kerja yang bersifat dinamis, maka penyediaan
berbagai fasilitas pelabuhan perlu dikembangkan termasuk fasilitas untuk industri,
terutama industri yang ada hubungannya dengan perkapalan dan transportasi laut
lainnya.

JENIS-JENIS PELABUHAN

A. Ditinjau dari segi penggunaanya:


1. Pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan luar negeri
2. Pelabuhan yang tidak terbuka untuk perdagangan luar negeri

B. Ditinjau dari segi jenis penyelenggaraannya


1. Pelabuhan Umum, yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau Badan Usaha
Pelabuhan.
a. Pelabuhan Umum yang diusahakan
b. Pelabuhan umum yang tidak diusahakan
2. Pelabuhan Khusus, yang diselenggarakan dan dioprasikan oleh suatu Badan
Hukum Indonesia, yang digunakan untuk melayani kegiatan sendiri guna menjamin
kegiatan tertentu, misalnya: Pelabuhan Perikanan, Pelabuhan Krakatau Steel di
Cilegon-Banten.

FASILITAS PELABUHAN

1. Fasilitas Infrastruktur
Adalah fasilitas dasar yang digunakan untuk melayani kapal-kapal seperti alur
pelayaran dan sarana bantu Navigasi, kolam pelabuhan, break-
water,dermaga/tambatan dan lahan pelabuhan,dsb.
2. Fasilitas Suprastruktur
Adalah fasilitas dan peralatan tambahan yang digunakan untuk kelncaran
penanganan barang muatan muatan kapal di pelabuhan, seperti sudang/lapangan
penumpukkan,peralatan bongkar muat,jaringan jalan, dsb.

TIPE MANAJEMEN PELABUHAN

1. Tipe Landlord Port


Pengelola Pelabuhan (Badan Pemerintah) menyediakan fasilitas dasar kepelabuhan
(Infrastruktur) kemudian menyeakan kepada Operator Terminal. Para Operator
Terminal ini melengkapi Fasilitas Tambahan (Suprastruktur) sekaligus pelaksana
bongkar muat, cargodoring, storage dan receiving/delivery.
2. Tipe Tool Port
Pengelola Pelabuhan terdiri dari Badan Pemerintah,menyediakan Fasilitas Dasar
dan Tambahan (Suprastruktur), kemudian menyewakan kepada Operator Terminal
untuk melaksanakan bongkar muat,cargodoring,storage dan receiving/delivery.
3. Tipe Operating Port
Pengelola pelabuhan (Badan Pemerintah), selain menyediakan fasilitas dasar dan
tambahan juga sekaligus sebagai pelaksana operator pelabuhan, yang
melaksanakan kegiatan bongkar muat, cargodoring, storage dan receiving/delivery.

INSTANSI YANG TERKAIT DI PELABUHAN

A. Instansi Pemerintah:
1. Bea dan Cukai
yang bertugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan barang yang keluar masuk
pelabuhan.
2. Imigrasi
yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan administratif terhadap Crew List,
Paspor anak buah kapal (ABK).
3. Karantina Kesehatan/Tumbuhan
yang bertugas untuk melakukan pengecekan administratif dan fisik di kapal terhadap
kesehatan anak buah kapal (ABK), penumpang dan muatan dalam rangka
memastikan ABK/penumpang kapal dan muatan dalam keadaan sehat atau tidak
mengandung penyakit atau hama yang menular.
4. Keamanan dan Ketertiban
Terdiri dari unsur POlri dubantu KPLP.
5. Syahbandar
Yang bertugas mengawasi keselamatan pelayaran.
6. Administrator Pelabuhan
yang bertindak sebagai koordinator pelaksana fungsi pemerintaha dipelabuhan

B. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)


yaitu PT.(Persero) pelabuhan Indonesia, sebagai penyedia dan pengelola jasa
kepelabuhanan.

C. Instansi Swasta
Sebagai pengguna jasa kepelabuhanan, misalnya: Perusahaan Pelayaran,
Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Perusahaan Ekpedisi Kapal Laut (EMKL) dsb.

Update : silakan Pilih Mana Yng lebih Benar :

MENURUT PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 69 TAHUN


2001 PELABUHAN ADALAH :

Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas
tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang
dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan
/ atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran
dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan
antar moda transportasi.

BEBERAPA DEFINISI DALAM PENGUSAHAAN PELABUHAN :


A. Pelabuhan Umum :
Adalah pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat
umum.

B. Pelabuhan Daratan :
Adalah merupakan suatu tempat tertentu di daratan dengan batas-batas yang jelas,
dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat, lapangan penumpukan dan gudang serta
prasarana dan sarana angkutan barang dengan cara pengemasan khusus dan
berfungsi sebagai pelabuhan umum.

C. Pelabuhan Khusus :
Adalah pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri menunjang kegiatan
tertentu.

D. Penyelenggara Pelabuhan Umum :


Adalah unit pelaksana teknis / satuan kerja pelabuhan atau Badan Usaha
Pelabuhan.

E. Pengelola Pelabuhan Khusus :


Adalah pemerintah, pemerintah propinsi, Pemerintah Kabupaten/ kota atau Badan
Hukum Indonesia yang memiliki izin untuk mengelola pelabuhan khusus.

F. Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan :


Adalah wilayah perairan dan daratan pada pelabuhan umum yang dipergunakan
secara langsung untuk kegiatan kepelabuhanan.

G. Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan :

Adalah wilayah perairan disekililing daerah lingkungan kerja peraiaran pelabuhan


umum yang dipergunakan untuk menjamin keselamatan pelayaran.

JENIS- JENIS PELABUHAN

PELABUHAN MENURUT KEGIATANNYA TERDIRI DARI PELABUHAN YANG


MELAYANI :
1. Angkutan laut yang selanjutnya disebut pelabuhan laut.
2. Angkutan sungai dan danau yang selanjutnya disebut pelabuhan sungai dan
danau.
3. Angkutan penyeberangan yang selanjutnya disebut pelabuhan
penyeberangan.

PELABUHAN MENURUT PERANNYA MELIPUTI :

1. Simbol dalam jaringan transportasi sesuai dengan hirarkinya.


2. Pintu gerbang kegiatan perekonomian daerah, nasional, dan internasional.
3. Tempat kegiatan alih moda transportasi.
4. Penunjang kegiatan industri dan perdagangan.
5. Tempat distribusi, konsolidasi dan produksi.

BERDASARKAN LETAK GEOGRAFIS :

1. Pelabuhan pantai, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi pantai, misalnya


pelabuhan Makassar, Balikpapan, Bitung, Ambon, Sorong dsb.
2. Pelabuhan sungai, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi sungai dan biasanya
agak jauh ke pedalaman, misalnya pelabuhan Samarinda, Palembang, Jambi
dsb.

BERDASARKAN KEGIATAN & KELENGKAPAN FASILITAS :

1. Pelabuhan Internasional.
2. Pelabuhan Regional.
3. Pelabuhan Lokal.

BERDASARKAN VOLUME / KEGIATAN YANG DOMINAN :

1. Pelabuhan Ekspor.
2. Pelabuhan Impor.

3. Pelabuhan Penyeberangan.

MENURUT KEPENTINGANNYA :

1. Pelabuhan Umum.
2. Pelabuhan Khusus.

PERKEMBANGAN PELABUHAN

a. Pelabuhan Generasi Pertama :

Pelabuhan tradisional yang tidak mempergunakan alat-alat mekanis atau seluruh


kegiatannya menggunakan tenaga manusia.
b. Pelabuhan Generasi Kedua :

Pelabuhan yang penyelenggaraan kegiatannya telah menggunakan alat-alat


mekanis.

c. Pelabuhan Generasi Ketiga :

Pelabuhan dengan penggunaan dermaga sesuai kegiatan operasionalnya, misalnya


untuk liquid cargo, bulk cargo dll.

d. Pelabuhan Generasi Keempat :

Pelabuhan yang telah menggunakan sistem komputerisasi.

FUNGSI UMUM PELABUHAN

a. LINK (mata rantai) :

Pelabuhan merupakan salah satu mata rantai proses transportasi dari tempat asal
barang ke tempat tujuan.

b. INTERFACE (titik temu) :

Pelabuhan sebagai tempat pertemuan dua moda transportasi, misalnya transportasi


laut dan transportasi darat.

c. GATEWAY (pintu gerbang) :

Pelabuhan sebagai pintu gerbang suatu negara, dimana setiap kapal yang
berkunjung harus mematuhi peraturan dan prosedur yang berlaku di daerah dimana
pelabuhan tersebut berada.

d. INDUSTRI ENTITY :

Pelabuhan memiliki peran penting atas perkembangan industri suatu negara /


daerah yang umumnya berorientasi pada kegiatan ekspor.

PERANAN UMUM PELABUHAN

1. Melayani kebutuhan perdagangan internasional (ekspor impor) dari daerah


(hinterland) di mana pelabuhan tersebut berada.
2. Membantu kelancaran perputaran roda perdagangan regional (antar pulau).
3. Menampung pangsa pasar yang semakin meningkat dari lalulintas (traffic)
internasional, baik transhipment maupun barang masuk.
4. Mendorong pertumbuhan perekonomian daerah yang masih belum
berkembang.

INSTANSI PEMERINTAH YANG MEMEGANG FUNGSI PELAKSANAAN


KEGIATAN DI PELABUHAN UMUM :
1. Instansi Perhubungan Laut / Syahbandar.
2. Bea Cukai / Pabean.
3. Imigrasi
4. Karantina
5. Kesehatan

Instansi Perhubungan Laut / Syahbandar

Menurut pasal 26 ayat 1,2 dan 3 Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 1996, fungsi
instansi ini adalah untuk keselamatan pelayaran, antara lain lalu lintas angkutan laut,
keselamatan berlayar, pengawasan bongkar muat dan penyimpanan barang
berbahaya, pencegahan dan penanggulangan pencemaran, keamanan dan
ketertiban pelabuhan. Yang mana bertugas:

1. Melaksanakan tertib bandar, tertib berlayar, mengeluarkan izin berlayar serta


penegakan hukum perkapalan dan pelayaran.
2. Mengurus perjanjian kerja laut dan melaksanakan perizinan awak kapal.
3. Melaksanakan pengusutan kecelakaan dan bencana alat.
4. Melaksanakan pendaftaran dan balik nama kapal serta memberi surat
kebangsaan kapal.
5. Melaksanakan penilikan keselamatan kapal, pengukuran kapal dan kegiatan
jasa maritim.

Bea Cukai / Pabean

Menurut Keputusan Menteri Keuangan No. 131/KMK.05/ 1997 tanggal 31 Maret


1997 jo Undang-undang No 10 tahun 1995, pabean berwenang melakukan
pengawasan terhadap lalu lintas barang yang keluar masuk wilayah pabean
Indonesia termasuk barang-barang terlarang, obat-obatan berbahaya atau narkoba
serta memungut bea terhadap barang yang menurut aturannya dikenakan bea yang
betugas:

1. Melakukan pencegahan masuknya barang-barang dari luar negeri tanpa


didasari dokumen-dokumen resmi.
2. Mengawasi langsung lalu lintas barang-barang ekspor dan impor.
3. Menindak pelaksanaan kegiatan dalam hal barang barang ekspor atau impor
yang tidak dilengkapi dokumen-dokumen resmi.
4. Menarik bea masuk dan keluar untuk barang ekspor dan impor.
5. Melakukan tindakan sesuai hukum terhadap pembawa barang-barang
terlarang yang masuk ke wilayah negara Indonesia.

Imigrasi

Fungsi instansi Imigrasi adalah melaksanakan pengawasan lalu lintas orang yang
keluar masuk wilayah negara dengan atau tanpa visa dan berwenang untuk
memeriksa paspor setiap orang yang keluar masuk wilayah negara. Yang memiliki
tugas sebagai berikut:

1. Perumusan kebijakan teknis, pemberian bimbingan, pembinaan dan


pemberian perizinan di bidang keimigrasian.
2. Pelaksanaan keimigrasian sesuai dengan tugas pokok yaitu sebagai aparatur
security dan penegak hukum.
3. Pengamanan teknis atas pelaksanaan tugas pokok Direktorat Jenderal.

Karantina

Fungsi Instansi Karantina adalah untuk mengkarantina penyakit menular bagi hewan
maupun tumbuhan. Karantina berwenang memeriksa setiap hewan dan tumbuhan
yang masuk wilayah Indonesia dan dapat menahan untuk mengkarantina bila
diketahui terdapat gejala penyakit menular. Karantina bertugas :

1. Upaya perlindungan tanaman dan hewan dalam negeri dari ancaman


organisme pengganggu dari luar negeri.
2. Sebagai tindakan pengawasan dan pengamatan lebih lanjut terhadap
tumbuhan, hewan dan bagian-bagiannya.
3. Kegiatan yang berhubungan dengan tindakan pencegahan terhadap
meluasnya penyakit tumbuhan dan hewan ke wilayah negara.
4. Merupakan kegiatan yang bersifat pelayanan sesuai persyaratan tujuan
apabila diminta.

Kesehatan

Instansi Kesehatan berfungsi untuk memeriksa penyakit manusia yang memasuki


pelabuhan dan berwenang memeriksa setiap manusia yang masuk wilayah
Indonesia serta dapat menahan apabila terbukti mengidap penyakit. Kesehatan
bertugas :

1. Memeriksa kelengkapan dokumen kapal dalam hal kesehatan dari awak


kapal.
2. Melakukan penahanan terhadap awak kapal yang terbukti mengidap penyakit.
3. Mencegah masuknya penyakit manusia yang berasal dari luar negeri ke
wilayah negara Indonesia.
4. Pemeriksaan merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan terhadaap awak
kapal yang berasal dari luar negeri.
http://birulautku.blogspot.co.id/2008/12/sekilas-tentang-kepelabuhanan.html

SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN


MENURUT PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 69 TAHUN 2001 PELABUHAN
ADALAH :

Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat
kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar,
berlabuh, naik turun penumpang dan / atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan
antar moda transportasi.

BEBERAPA DEFINISI DALAM PENGUSAHAAN PELABUHAN :

A. Pelabuhan Umum :

Adalah pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat umum.

B. Pelabuhan Daratan :

Adalah merupakan suatu tempat tertentu di daratan dengan batas-batas yang jelas, dilengkapi dengan
fasilitas bongkar muat, lapangan penumpukan dan gudang serta prasarana dan sarana angkutan barang
dengan cara pengemasan khusus dan berfungsi sebagai pelabuhan umum.

C. Pelabuhan Khusus :

Adalah pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri menunjang kegiatan tertentu.

D. Penyelenggara Pelabuhan Umum :

Adalah unit pelaksana teknis / satuan kerja pelabuhan atau Badan Usaha Pelabuhan.

E. Pengelola Pelabuhan Khusus :


Adalah pemerintah, pemerintah propinsi, Pemerintah Kabupaten/ kota atau Badan Hukum Indonesia yang
memiliki izin untuk mengelola pelabuhan khusus.

F. Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan :

Adalah wilayah perairan dan daratan pada pelabuhan umum yang dipergunakan secara langsung untuk
kegiatan kepelabuhanan.

G. Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan :

Adalah wilayah perairan disekililing daerah lingkungan kerja peraiaran pelabuhan umum yang
dipergunakan untuk menjamin keselamatan pelayaran.

JENIS- JENIS PELABUHAN

PELABUHAN MENURUT KEGIATANNYA TERDIRI DARI PELABUHAN YANG MELAYANI :

1. Angkutan laut yang selanjutnya disebut pelabuhan laut.


2. Angkutan sungai dan danau yang selanjutnya disebut pelabuhan sungai dan danau.
3. Angkutan penyeberangan yang selanjutnya disebut pelabuhan penyeberangan.

PELABUHAN MENURUT PERANNYA MELIPUTI :

1. Simbol dalam jaringan transportasi sesuai dengan hirarkinya.


2. Pintu gerbang kegiatan perekonomian daerah, nasional, dan internasional.
3. Tempat kegiatan alih moda transportasi.
4. Penunjang kegiatan industri dan perdagangan.
5. Tempat distribusi, konsolidasi dan produksi.

BERDASARKAN LETAK GEOGRAFIS :

1. Pelabuhan pantai, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi pantai, misalnya pelabuhan Makassar,
Balikpapan, Bitung, Ambon, Sorong dsb.
2. Pelabuhan sungai, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi sungai dan biasanya agak jauh ke
pedalaman, misalnya pelabuhan Samarinda, Palembang, Jambi dsb.

BERDASARKAN KEGIATAN & KELENGKAPAN FASILITAS :

1. Pelabuhan Internasional.
2. Pelabuhan Regional.
3. Pelabuhan Lokal.
BERDASARKAN VOLUME / KEGIATAN YANG DOMINAN :

1. Pelabuhan Ekspor.
2. Pelabuhan Impor.
3. Pelabuhan Penyeberangan.

MENURUT KEPENTINGANNYA :

1. Pelabuhan Umum.
2. Pelabuhan Khusus.

PERKEMBANGAN PELABUHAN

a. Pelabuhan Generasi Pertama :

Pelabuhan tradisional yang tidak mempergunakan alat-alat mekanis atau seluruh kegiatannya
menggunakan tenaga manusia.

b. Pelabuhan Generasi Kedua :

Pelabuhan yang penyelenggaraan kegiatannya telah menggunakan alat-alat mekanis.

c. Pelabuhan Generasi Ketiga :

Pelabuhan dengan penggunaan dermaga sesuai kegiatan operasionalnya, misalnya untuk liquid cargo,
bulk cargo dll.

d. Pelabuhan Generasi Keempat :

Pelabuhan yang telah menggunakan sistem komputerisasi.

FUNGSI UMUM PELABUHAN

a. LINK (mata rantai) :

Pelabuhan merupakan salah satu mata rantai proses transportasi dari tempat asal barang ke tempat
tujuan.
b. INTERFACE (titik temu) :

Pelabuhan sebagai tempat pertemuan dua moda transportasi, misalnya transportasi laut dan transportasi
darat.

c. GATEWAY (pintu gerbang) :

Pelabuhan sebagai pintu gerbang suatu negara, dimana setiap kapal yang berkunjung harus mematuhi
peraturan dan prosedur yang berlaku di daerah dimana pelabuhan tersebut berada.

d. INDUSTRI ENTITY :

Pelabuhan memiliki peran penting atas perkembangan industri suatu negara / daerah yang umumnya
berorientasi pada kegiatan ekspor.

PERANAN UMUM PELABUHAN

1. Melayani kebutuhan perdagangan internasional (ekspor impor) dari daerah (hinterland) di mana
pelabuhan tersebut berada.
2. Membantu kelancaran perputaran roda perdagangan regional (antar pulau).
3. Menampung pangsa pasar yang semakin meningkat dari lalulintas (traffic) internasional, baik
transhipment maupun barang masuk.
4. Mendorong pertumbuhan perekonomian daerah yang masih belum berkembang.

INSTANSI PEMERINTAH YANG MEMEGANG FUNGSI PELAKSANAAN KEGIATAN DI PELABUHAN


UMUM :

1. Instansi Perhubungan Laut / Syahbandar.


2. Bea Cukai / Pabean.
3. Imigrasi
4. Karantina
5. Kesehatan

Instansi Perhubungan Laut / Syahbandar


Menurut pasal 26 ayat 1,2 dan 3 Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 1996, fungsi instansi ini adalah untuk
keselamatan pelayaran, antara lain lalu lintas angkutan laut, keselamatan berlayar, pengawasan bongkar
muat dan penyimpanan barang berbahaya, pencegahan dan penanggulangan pencemaran, keamanan
dan ketertiban pelabuhan. Yang mana bertugas:
1. Melaksanakan tertib bandar, tertib berlayar, mengeluarkan izin berlayar serta penegakan hukum
perkapalan dan pelayaran.
2. Mengurus perjanjian kerja laut dan melaksanakan perizinan awak kapal.
3. Melaksanakan pengusutan kecelakaan dan bencana alat.
4. Melaksanakan pendaftaran dan balik nama kapal serta memberi surat kebangsaan kapal.
5. Melaksanakan penilikan keselamatan kapal, pengukuran kapal dan kegiatan jasa maritim.

Bea Cukai / Pabean


Menurut Keputusan Menteri Keuangan No. 131/KMK.05/ 1997 tanggal 31 Maret 1997 jo Undang-undang
No 10 tahun 1995, pabean berwenang melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang yang keluar
masuk wilayah pabean Indonesia termasuk barang-barang terlarang, obat-obatan berbahaya atau narkoba
serta memungut bea terhadap barang yang menurut aturannya dikenakan bea yang betugas:

1. Melakukan pencegahan masuknya barang-barang dari luar negeri tanpa didasari dokumen-
dokumen resmi.
2. Mengawasi langsung lalu lintas barang-barang ekspor dan impor.
3. Menindak pelaksanaan kegiatan dalam hal barang barang ekspor atau impor yang tidak dilengkapi
dokumen-dokumen resmi.
4. Menarik bea masuk dan keluar untuk barang ekspor dan impor.
5. Melakukan tindakan sesuai hukum terhadap pembawa barang-barang terlarang yang masuk ke
wilayah negara Indonesia.

Imigrasi
Fungsi instansi Imigrasi adalah melaksanakan pengawasan lalu lintas orang yang keluar masuk wilayah
negara dengan atau tanpa visa dan berwenang untuk memeriksa paspor setiap orang yang keluar masuk
wilayah negara. Yang memiliki tugas sebagai berikut:

1. Perumusan kebijakan teknis, pemberian bimbingan, pembinaan dan pemberian perizinan di


bidang keimigrasian.
2. Pelaksanaan keimigrasian sesuai dengan tugas pokok yaitu sebagai aparatur security dan
penegak hukum.
3. Pengamanan teknis atas pelaksanaan tugas pokok Direktorat Jenderal.

Karantina
Fungsi Instansi Karantina adalah untuk mengkarantina penyakit menular bagi hewan maupun tumbuhan.
Karantina berwenang memeriksa setiap hewan dan tumbuhan yang masuk wilayah Indonesia dan dapat
menahan untuk mengkarantina bila diketahui terdapat gejala penyakit menular. Karantina bertugas :

1. Upaya perlindungan tanaman dan hewan dalam negeri dari ancaman organisme pengganggu dari
luar negeri.
2. Sebagai tindakan pengawasan dan pengamatan lebih lanjut terhadap tumbuhan, hewan dan
bagian-bagiannya.
3. Kegiatan yang berhubungan dengan tindakan pencegahan terhadap meluasnya penyakit
tumbuhan dan hewan ke wilayah negara.
4. Merupakan kegiatan yang bersifat pelayanan sesuai persyaratan tujuan apabila diminta.
Kesehatan
Instansi Kesehatan berfungsi untuk memeriksa penyakit manusia yang memasuki pelabuhan dan
berwenang memeriksa setiap manusia yang masuk wilayah Indonesia serta dapat menahan apabila
terbukti mengidap penyakit. Kesehatan bertugas :

1. Memeriksa kelengkapan dokumen kapal dalam hal kesehatan dari awak kapal.
2. Melakukan penahanan terhadap awak kapal yang terbukti mengidap penyakit.
3. Mencegah masuknya penyakit manusia yang berasal dari luar negeri ke wilayah negara
Indonesia.
4. Pemeriksaan merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan terhadaap awak kapal yang berasal
dari luar negeri.