Anda di halaman 1dari 5

LABORATORIUM SISTEM TRANSMISI

NO. PERCOBAAN :
JUDUL PERCOBAAN : PERBANDINGAN TEGANGAN SALURAN
KOAKSIAL DENGAN UJUNG BUKA

KELAS / GROUP : TT5C / 06


NAMA PRAKTIKAN : SHEEREN CHRISTIANTY (1315030121)
NAMA KELOMPOK : 1. ADINDA MUTIARA PUTRI (1315030028)
2. LUTFIYAH WULANDARI (1315030056)
3. M. FAISAL IHSAN (1315030062)
4. TIARA DELIMA (1315030083)

TANGGAL PERCOBAAN : 17 OKTOBER 2017


TGL. PENYERAHAN LAP. : 24 OKTOBER 2017
DOSEN : YENNIWARTI RAFSYAM, SST., M.T.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2017
PERCOBAAN
PERBANDINGAN TEGANGAN SALURAN KOAKSIAL DENGAN
UJUNG BUKA

1. TUJUAN PERCOBAAN
1.1 Mengukur distribusi tegangan pada titik pengukuran 0 m, 25 m, 75 m,
dan 100 m dengan frekuensi berbeda serta mengevaluasi hasil-hasil
pengukuran.
1.2 Memahami pengaruh impedansi instrumen pada hasil yang didapatkan.
1.3 Membuat pengukuran bebas pentanahan dan mengenal distribusi
tegangan pada transfer \4 dan \2.

2. DIAGRAM RANGKAIAN

3. ALATALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN

Jumlah Nama Alat


1 Function Generator
1 Oscilloscope Dual Trace
1 Frequency Counter*
2 Test Probe, 10:1 / 1:1, switchable
2 Probe adapter
1 Dioda adapter
2 Saluran koaksial
1 Multimeter analog
1 Set kabel penghubung dan plug
1 Tee konektor BNC*

4. PENDAHULUAN

Suatu kabel koaksial 100 meter terbagi masing-masing pada panjang 25


meter dan dilengkapi dengan soket, sehingga dapat dipasang dalam hubungan
seri.
Dalam percobaan, kapasitansi saluran terlihat bahwa kabel tersebut
mempunyai kapasitansi:
Dapat dipahami bahwa soket-soket dalam pengukuran saluran
mempengaruhi kapasitansi saluran tersebut. Pemantulan terjadi pada soket
dan dapat dilihat pada saluran di MP6 pada saluran. Oleh karena itu, hanya 5
titik pengukuran dilakukan sepanjang saluran yang memberikan cukup
informasi pada distribusi tegangan sepanjang saluran.
Kapasitansi 1 pF/cm juga menunjukkan pembebanan yang
diperbolehkan oleh impedansi atau kopling pentanahan dari instrumen.
Seperti yang terlihat pada percobaan resistansi saluran, konduktor luar
mempunyai resistansi 35 dan induktansi tidak dapat diabaikan. Dari sini
terdapat perbedaan tegangan yang dihasilkan antara ujung akhir konduktor
luar dan konduktor di awal saluran, yang mana makin tinggi dengan
kenaikkan frekuensi.
Perbedaan tegangan ini ditampilkan dalam Oscilloscope, tetapi tidak
dapat dikurangkan begitu saja, karena fasa dari kedua tegangan tidak sama
lagi pada frekuensi yang lebih tinggi.
Bila frekuensi dinaikkan, tegangan pada titik pengukuran 2 sampai 5
juga naik. Jika kenaikkan ini mengikuti fungsi sinus pada frekuensi tertentu,
kemudian distribusi /4 tercapai yakni panjang gelombang terbentuk
sepanjang saluran kabel dengan minimum pada awal saluran maksimum pada
ujung akhir saluran kabel.
Kondisi ini didapatkan ketika tegangan masukan saluran dipertahankan
tetap dan tegangan pada ujung akhir saluran diatur ke maksimum dengan
mengatur nilai frekuensi saja. Pembebanan hasil dari impedansi meter harus
diingat. Hasil yang lebih baik akan didapatkan dengan instrumen bebas
pentanahan (earth-free) yang dihubungkan ke titik pengukuran dan titik
konduktor luar (screen) yang menyertainya.
Perlu diingat bahwa instrumen seperti itu harus tidak dihubungkan
dengan sumber tegangan utama dan kapasitansinya harus sekecil mungkin
dibandingkan dengan kapasitansi saluran, kalau tidak terpenuhi kapasitansi
paralel tambahan dikopelkan pada tegangan jatuh saluran.
Untuk mendapatkan instrumen bebas pentanahan, multimeter (Ri = 10
M) digunakan dengan dioda adapter.
Dengan beberapa pengukuran, pembebanan pada Generator oleh
kapasitansi kabel dan pemindahan resistansi begitu besar, sehingga level
keluaran 0 dB tidak dapat dipertahankan. Level -10 dB = 244,9 mVrms.22 =
0,69 Vpp digunakan dalam pengukuran.

5. PROSEDUR PERCOBAAN
Sebelum merangkai peralatan , semua alat harus di uji kelayakan guna
5.1 Merangkai perangkat seperti dalam diagram rangkaian, ujung saluran
dibuka.
a. Mengatur Generator U1 = 2 Vpp dan frekuensi diberikan dalam tabel.
b. Menggunakan probe 10:1 pada Oscilloscope dan mengkalibrasikan
probe tersebut.
Y1 (1 V/div; 10:1) ke MP1.
Y2 (1 2 V/div; 10:1) ke MP2 sampai MP4 berurutan.
c. Mengatur TB sesuai dengan keperluan.
d. Menghubungkan Ground Oscilloscope dan Generator ke MP10.
Mengisi tabel tersebut.
e. Mempertahankan U1 = 2 Vpp untuk setiap kenaikkan frekuensi.
f. Mengapa timbul tegangan pada MP6 dibandingkan MP10?
5.2 a. Y1 ke MP1 sebesar 2 Vpp.
Y2 ke MP5
b. Mengatur frekuensi agar MP5 mencapai maksimum. Mencatat
frekuensinya.
c. Distribusi gelombang apa yang terjadi?
5.3 Mengatur Y2 ke MP5 hingga maksimum, dengan Y1 selidiki titik
pengukuran 2 sampai 4 dan mengamati MP5 pada waktu yang
bersamaan. Hasilnya?
5.4 Bila kedua hasil pengukuran dibandingkan, metoda mana yang lebih
baik?
5.5 Pengukuran dengan instrumen bebas pentanahan.
Mengatur U1 = -10 dB. Melakukan pengukuran pada MP1 ke MP5
dengan ground dihubungkan ke titik menyertainya, yakni 1 dan 10, 2 dan
9, dan seterusnya.
5.6 a. Bagaimana tanggapan tegangan pada saluran ujung buka?
b. Kapan tegangan maksimum terjadi?
c. Pada frekuensi berapa transfer 1:1 diharapkan terjadi?
d. Mencatat nilai untuk f = 740 kHz dan f = 680 kHz.
e. Mengapa frekuensi turun ke 680 kHz?