Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

MATA KULIAH MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL


SEMESTER GENAP 2017
( Dosen : EKA BERTUAH )

DISUSUN OLEH :
ADE RAHAYU (2014-11-128)

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
2017
1. Buatlah definisi keuangan internasional !

2. Bagaimana pengaruh keuangan internasional terhadap ekonomi nasional


ditinjau dari aspek keuangan secara mikro dan makro ?

3. Jelaskan macam-macam sistem penerapan kurs valas 1947 2017 !

4. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara clean float dan dirty float sistem
serta sistem kurs terkait !

5. Jelaskan beberapa syarat yang di perlukan untuk menentukan atau


menjalankan kurs terkait !

6. Jelaskan mengapa kurs moneter pada tahun 1998 indonesia lebih sulit
mengatasinya dibandingkan negara malaysia !

7. Jelaskan perbedaan krisis moneter tahun 1998 dan tahun 2000 !

8. Sebutkan macam macam bursa valas dan apa yang yang dimaksud spot
thread atau pasar spot, spot market!

9. Sebutkan macam-macam derentatif dengan perbedaan masing-masing !

JAWAB

1. Keuangan internasional (juga disebut ekonomi moneter internasional atau


ekonomi makro internasional) adalah cabang ekonomi keuangan yang
mempelajari keterkaitan dua negara atau lebih dari sisi moneter dan
ekonomi makro Keuangan internasional mempelajari dinamika sistem
keuangan global, sistem moneter internasional, neraca pembayaran, nilai
tukar, investasi asing langsung, dan hubungannya dengan perdagangan
internasional.

Keuangan internasional, kadang disebut keuangan multinasional,


menangani manajemen keuangan internasional. Investor dan perusahaan
multinasional harus menilai dan mengelola risiko internasional seperti
risiko politik dan risiko valuta asing, termasuk keterpaparan transaksi,
keterpaparan ekonomi, dan keterpaparan penerjemahan.

2. Pengaruh internasional terhadap makro : dilihat dari sisi suply and demand
dan juga dari perhitungan pendapatan nasional. Dapat dirumuskan
keseimbangan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan dengan
permintaan barang atau jasa tersebut. Sedangkan permintaan total terdiri
dari yang terjadi dalam negri di tambah dengan permintaan luar negeri.

Pengaruh internasional terhadap mikro : berpengaruh terhadap Aspek


fluktuasi kurs valas kegiatan perusahaan di dalam negara tersebut.
Merujuk yang dikatakan bapak ekonomi Adam smith untuk melakukan
perdagangan internasional maka suatu negara harus melakukan
spesialisasi. Namun spesialisasi yang terlalu jauh artinya tidak sesuai
dengan konteks berisiko tidak dapat di terapkan terutama dalam keadaan-
keadaan tersebut :

Ketidak stabilan pasar luar negri

Keamanan nasional

Dualisme

3. Macam-macam kurs

a. Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate) Kurs tetap merupakan sistem


nilai tukar dimana pemegang otoritas moneter tertinggi suatu
negara (Central Bank) menetapkan nilai tukar dalam negeri
terhadap negara lain yang ditetapkan pada tingkat tertentu tanpa
melihat aktivitas penawaran dan permintaan di pasar uang. Jika
dalam perjalanannya penetapan kurs tetap mengalami masalah,
misalnya terjadi fluktuasi penawaran maupun permintaan yang
cukup tinggi maka pemerintah bisa mengendalikannya dengan
membeli atau menjual kurs mata uang yang berada dalam devisa
negara untuk menjaga agar nilai tukar stabil dan kembali ke kurs
tetap nya. Dalam kur tetap ini, bank sentral melakukan intervensi
aktif di pasar valas dalam penetapan nilai tukar. Tahun 1964
berlaku di Indonesia.

b. Kurs Mengambang Terkendali (Managed Floating Exchange Rate)


Penetapan kurs ini tidak sepenuhnya terjadi dari aktivitas pasar
valuta. Dalam pasar ini masih ada campur tangan pemerintah
melalui alat ekonomi moneter dan fiskal yang ada. Jadi dalam
pasar valuta ini tidak murni berasal dari penawaran dan permintaan
uang. Tahun 1978 berlaku di Indonesia.

c. Kurs Mengambang Bebas (Free Floating Rate) Kurs mengambang


bebas merupakan suatu sistem ekonomi yang ditujukan bagi suatu
negara yang sistem perekonomiannya sudah mapan. Sistim nilai
tukar ini akan menyerahkan sleuruhnya kepada pasar untuk
mencapai kondisi equilibrium yang sesuai dengan kondisi internal
dan eksternal. Jadi dalam sistem nilai tukar ini hampir tidak ada
campur tangan pemerintah. Tahun 1997 berlaku di Indonesia.

4. Clean float and dirty float

a) Sistem kurs mengambang yang murni (clean float), adalah sistem


kurs mengambang tanpa adanya campur tangan (intervensi)
pemerintah. Sehingga dalam hal ini pemerintah tidak berusaha
untuk menstabilkan kurs valuta asing.

b) Sistem kurs mengambang kurang murni (dirty float atau managed


floating exchange rate), adalah sistem kurs mengambang di mana
masih terdapat intervensi pemerintah yang berperan sebagai
penguasa moneter melalui pasar.Dalam hal ini, pemerintah secara
aktif melakukan upaya untuk menstabilkan kurs valuta asing.

5. Managed Float/Dirty Float (Sistem Kurs Mengambang Terkendali atau


Kurs yang Distabilkan) Sistem inilah yang sampai saat ini masih
digunakan semenjak Sistem Bretton Woods sudah mulai tidak
dipergunakan lagi sejak 1972. Penentuan kurs diserahkan pada kekuatan
pasar. Sistem moneter internasional yang berlaku sekarang memiliki
beberapa kriteria, di antaranya sebagai berikut.

a. Kurs Devisa Dalam kurs devisa, negara anggota IMF mempunyai


kebebasan dalam mengatur dan menentukan kurs devisanya. Sekalipun
bebas, namun peranan IMF dalam usaha menjamin terlaksananya kerja
sama internasional di bidang moneter masih tetap dipertahankan, untuk
usaha pengaturan devisa secara tertib dan mewujudkan sistem kurs devisa
yang stabil.

b. Special Drawing Right (SDR) SDR pada tahun 1968 disebut sebagai
paper gold atau emas kertas karena SDR mempunyai fungsi sebagai emas
moneter sehingga SDR merupakan uang yang dapat digunakan untuk
melunasi kewajiban membayar.

6.

a. secara politik dan ekonomi, pemerintahan Indonesia tidak memiliki


pondasi yang kokoh, karena cenderung terkungkung pada
kekuasaan disatu tangan (presiden).
b. institusi pemerintahan dikuasai oleh pihak-pihak yang sudah
berumur (old generation), yang cenderung koruptif dan menolak
perubahan (mempertahankan status quo).

c. adanya hubungan yang tidak 'sehat' antara korporasi bisnis dengan


pemerintah yang sedang berkuasa, sehingga tidak tercipta tata
kelola pemerintahan yang transparan dan kredibel

Pada 1997, Malaysia memiliki defisit akun mata uang besar lebih dari 6
persen dari GDP. Pada bulan Juli, ringgit Malaysia diserang oleh
spekulator. Malaysia mengambangkan mata uangnya pada 17 Agustus
1997 dan ringgit jatuh secara tajam. Empat hari kemudian Standard and
Poor's menurunkan rating hutang Malaysia. Seminggu kemudian, agensi
rating menurunkan rating Maybank, bank terbesar Malaysia. Di hari yang
sama, Bursa saham Kuala Lumpur jatuh 856 point, titik terendahnya sejak
1993. Pada 2 Oktober, ringgit jatuh lagi. Perdana Mentri Mahathir bin
Mohamad memperkenalkan kontrol modal. Tetapi, mata uang jatuh lagi
pada akhir 1997 ketika Mahathir bin Mohamad mengumumkan bahwa
pemerintah akan menggunakan 10 miliar ringgit di proyek jalan, rel dan
saluran pipa.

Pada 1998, pengeluaran di berbagai sektor menurun. Sektor konstruksi


menyusut 23,5 persen, produksi menyusut 9 persen dan agrikultur 5,9
persen. Keseluruhan GDP negara ini turun 6,2 persen pada 1998.
sedangkan malaysia menolak pinjaman dari IMF

7.

krisis pada tahun 1998 disebabkan oleh negara thailand karena


mata uang mereka terjadi perosotan dan menyebar kebeberapa
negara asia termasuk indonesia masalah masalah yang terjadi
karena

1. ketidakseimbangan kondisi neraca memperburuk kondisi perbankan dan


aktivitas kegiatan dunia usaha.

2. bersangkutan dengan kompleksitas masalah dalam pemerintahan.


Kelemahan fundamental mikroekonomi dan kelembagaan Indonesia masih
tergantung terhadap bantuan utang luar negeri.

3. berkaitan dengan tingginya risiko untuk melakukan usaha dalam negeri.


Kurang adanya kepercayaan untuk berinvestasi dalam negeri mengakibatkan
perekonomian berjalan lambat
4. berkaitan dengan perkembangan yang kurang kondusif yang terjadi dari
pihak eksternal Indonesia. Ketika pangsa ekspor Indonesia turun dan
membutuhkan bantuan dana dari pihak asing, justru perekonomian luar negeri
sedang mengalami kesuraman. Semakin anjloknya harga barang komoditas di
pasar internasional semakin memperburuk kondisi investor asing untuk
mereformasi dan memulihkan kondisi perekonomian negara yang mengalami
krisis seperti Indonesia.

Krisis pada tahun 2000an atau pada tahun 2008 Gejolak krisis
keuangan global yang berasal dari Amerika Serikat pada 2007 mulai
dirasakan dampaknya di seluruh dunia, termasuk negara berkembang
tidak kecuali Indonesia pada 2008 Perekonomian Indonesia mulai
tertekan dan hal ini ditandai dengan melambatnya pertumbuhan
ekonomi Indonesia, turun di level 6 persen. Suprime Mortgage Crisis
atau lebih dikenal sebagai krisis global 2008 berpusat di New York,
Amerika Serikat. Krisis ini terjadi karena adanya greedy di pasar
modal yang menyebabkan Economic Bubble-kenaikan harga tidak
sebanding dengan euforia. Harga mengalami kenaikan yang kemudian
diikuti inflasi yang tinggi yang berdampak suku bunga kredit naik.
Pada waktu itu, Amerika Serikat mengalami peningkatan kredit akan
barang properti, khususnya kredit perumahan. Tingginya suku bunga
kredit menyebabkan gagal bayar sehingga timbul non-performing loan
yang sangat buruk sehingga menyebabkan kredit terhadap Suprime
Mortgage turun. Imbasnya hal ini mempengaruhi harga saham yang
semakin anjlok. Dampak terburuk yang dialami adanya fenomena ini
adalah tutupnya Lehman Brother. Meluasnya permasalahan ini
menimbulkan intensitas gejolak yang makin tinggi di pasar keuangan
global. Ketidakstabilan pasar keuangan internasional ini juga
menyebabkan investor memunculkan perubahan tren dominan dalam
fortofolio global. Investor terdorong untuk menarik asetnya dari
emerging market termasuk Indonesia-Financial Engineering Indonesia
paling merasakan dampak krisis 2008.

8. Pengertian Pasar Valas :Pasar valas adalah pasar dimana mata uang
asing diperjualbelikan. Pasar valas menyediakan sarana fisik dan
institusional untuk melakukan perdagangan valas, menentukan nilai tukar
dan menerapkan manajemen valas. Ditinjau dari aspek geografis, pasar
valas terdapat di semua negara. Nilai setiap mata uang yang berfluktuasi
dan diperdagangkan di setiap jam pada setiap hari kerja. Perdagangan
valas sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang dianut oleh masing-masing
negara untuk mengelola lalu lintas valasnya.
9.2. Fungsi Pasar Valas

Fungsi pasar valas adalah sebagai berikut.

Untuk mentransfer daya beli antar negara. Transfer daya beli


diperlukan karena perdagangan internasional melibatkan dua pihak
yang tinggal di negara yang berbeda dengan mata uang yang berbeda
pula. Biasanya setiap pihak ingin memegang mata uangnya.

Menyediakan kredit untuk membiayai transaksi perdagangan


internasional.

Sebagai alat untuk meminimalkan risiko karena adanya perubahan


nilai tukar.

9.3. Transaksi di Pasar Valas Secara umum transaksi di pasar valas


dibagi tiga, yaitu transaksi spot, forward dan futures.

a. Transaksi Spot

Di pasar spot, mata uang diperjualbelikan secara langsung atau segera.


Biasanya di berbagai surat kabar diinformasikan harga atau kurs valas
yang paling umum diperdagangkan. Kurs di pasar spot ditentukan oleh
permintaan dan penawaran uang di pasar valas antar bank. Kurs
disebut direct quote apabila diekspresikan sejumlah mata uang lokal
untuk membeli satu unit mata uang asing, atau sebaliknya disebut
indirect quote apabila diekspresikan sejumlah mata uang asing untuk
membeli satu unit mata uang lokal.

b. Transaksi Forward

Transaksi forward terjadi apabila pembayaran dan penyerahan valas


ditentukan untuk dilakukan di masa yang akan datang. Nilai uang
ditentukan pada saat kontrak disepakati. Kurs forward (forward
exchange rate) merupakan kurs yang disepakati saat ini untuk
pertukaran mata uang pada tanggal tertentu di masa yang akan datang.
Transaksi forward biasanya mempunyai rentang waktu kurang dari
satu tahun. Transaksi forward umumnya dilakukan utnuk mengurangi
risiko akibat terjadinya perubahan kurs valas, yang akan digunakan
untuk melakukan transaksi impor, ekspor, kredit maupun investasi
dalam valas.

c. Transaksi Futures

Transaksi futures hampir sama dengan transaksi forward, yang


merupakan kesepakatan memperdagangkan atau menukarkan valas, di
mana penyerahan valas dilakukan di masa datang dalam jumlah
tertentu, waktu tertentu, tempat tertentu dan harga tertentu. Yang
membedakan dengan transaksi forward adalah di dalam jangka
penyerahan yang lebih dari satu tahun.