Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIARE PADA ANAK

DISUSUN OLEH :

HAPIANA (010115A050)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

UNGARAN

2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIARE

Pokok Bahasan : Diare Pada Anak

Sub Pokok Bahasan : Penatalaksanaan Diare dirumah

Hari dan tanggal Pelaksanaan : Kamis, 02 November 2017

Waktu : 08:00-selesai

Tempat : Ruangan Anggrek 4

A. LATAR BELAKANG
Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang. Di
Indonesia diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak
balita.
Menurut hasil penelitian Akhmad Sofian pada tahun 2009 menunjukkan
116 anak usia 1-3 tahun menderita diare cair akut sebesar 66,38%, diare
disertai lendir dan darah sebanyak 33,62% dimana penderita diare laki-laki 61,21%
dan perempuan 38,79%. Menurut WHO, diare membunuh 2 juta anak di dunia
setiap tahun sedangkan di Indonesia menurut Surkesnas (2001) diare merupakan salah
satu penyebab kematian kedua terbesar pada balita.
Berdasarkan data-data di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa diare masih
menjadi permasalahan dimasyarakat khususnya keluarga di Indonesia hingga
terkadang diare dianggap sebagai hal yang sepele. Padahal jika tidak ditangani dengan
cepat dan tepat diare akan mengancam nyawa bagi penderitanya. Kurangnya
informasi tentang kebersihan lingkungan maupun makanan yang dikonsumsi serta
gaya hidup yang kurang bersih menjadi salah satu faktor penyebab diare.
Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat mempunyai peranan penting
dalam menanggulangi penyakit diare ini. Apabila ada salah satu dari keluarga yang
terkena diare maka dari keluargalah yang harus memberikan pertolongan pertama
terhadap penderita. Namun tidak semua keluarga paham dan mau melakukan
perannya untuk menanggulangi penyakit diare ini dengan berbagai alasan,
salah satunya adalah kurangnya informasi mengenai diare dan juga cara
penanganan pada penyakit ini.
Oleh sebab itu, kami menyusun satuan acara penyuluhan ini guna
memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya keluarga yang
nantinya diharapkan dapat menambah pengetahuan keluarga terhadap
penanganan diare sehingga k el u a r ga m am p u m e n gapl i k asi k an i nf orm a s i
ya n g di da p at unt uk m en c e ga h terjadinya penyakit diare di keluarga.

B. Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 20 menit, keluarga
mengetahui penatalaksanaan diare dirumah

C. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)


Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 20 menit keluarga dapat
menjelaskan kembali :
1. Pengertian diare
2. klasifikasi diare
3. Penyebab diare
4. Manifestasi klinis diare
5. Cara penanganan diare
6. Pencegahan diare

D. MATERI PENYULUHAN (terlampir)

E. MEDIA
Media yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah dengan leafleat dan
lembar balik. (Terlampir)

F. METODE
Metode yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah :
1. Ceramah
2. Diskusi/tanya jawab
G. KEGIATAN PENYULUHAN
Kegiatan
No Tahap Waktu Kegiatan Komunikator
Peserta
01. Pembukaan 3 Mengucapkan salam -Menjawab
menit Memperkenalkan diri salam
Menjelaskan tujuan -Mendengarkan
pokok
Menjelaskan pokok
bahasan
Kontrak waktu
02. Pembahasan 13 Penyampaian materi: -Mendengarkan
menit Menjelaskan pengertian dengan seksama
diare cair akut -Menanyakan
Menjelaskan klasifikasi jika ada materi
diare yang kurang
Menjelaskan penyebab jelas
diare
Menjelaskan
manifestasi klinis diare
Menjelaskan cara
penanganan diare
Menjelaskan cara
mencegah diare
Tanya jawab
03. Penutup 4 Melakukan evaluasi -Mendengarkan
menit Mengucapkan salam dan
penutup memperhatikan
-Menjawab
salam
H. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
Kesepakatan dengan pihak keluarga Nn.k (waktu dan tempat).
Kesiapan materi penyaji.
Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung.
2. Evaluasi Proses
Peserta/keluarga bersedia sesuai dengan kesepakatan yang ditentukan
Anggota keluarga antusias untuk bertanya dan menjawab semua
pertanyaan
3. Evaluasi Hasil
Peserta/keluarga dapat mengetahui apa itu diare dan jenis diare
Peserta/ keluarga dapat memahami cara penanganan diare dirumah
LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian
Diare adalah suatu kondisi buang air besar yang tidak normal yaitu lebih dari 3
kali sehari dengan karakteristik yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah dan
lendir.
Diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Diare terbagi 2
berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis (carpenito, 2000)
Diare cair aku adalah buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam dengan
konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 1 minggu. Penyebab terbanyak diare
pada usia 0-2 tahun adalah infeksi rotavirus.

B. Klasifikasi diare
a. Diare akut : terjadi selama 3-5 hari
b. Diare berkepanjangan : berlangsung antara 7-14 hari
c. Diare kronik : berlangsung lebih dari 14 har

C. Penyebab diare
Penyebab utama diare adalah diantaranya: virus atau bakteri yaitu rotavirus,
Escherichia coli, shigella, cryptosporidium, vibro cholera, dan salmonella. Selain
virus dan bakteri ada beberapa penyebab lain yang dapat menimbulkan terjadinya
diare menurut Nursalam, 2008 :
1. Keracunan makanan dan minuman (makanan basi)
2. Tidak tahan terhadap makanan tertentu seperti susu.
3. Faktor psikologis : rasa takut dan cemas
4. Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja atau
sebelum memegang makanan

Menurut Suriadi & Yulianti, R, 2001, penyebab diare dibagi dalam beberapa faktor,
yaitu :

a. Faktor infeksi
1) Infeksi enteral
Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare
pada anak adalah infeksi enteral yaitu sebagai berikut :
a) infeksi bakteri (Vibrio, E. coli, Salmonella, ShiDiarella, Campylobacter,
Yersinia, Aeromonas, dsb)
b) infeksi virus : Enterovirus ( virus ECHO, coxsackie,
poliomyelitis) Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll)
c) infeksi parasit: cacing ( Ascaris, Trichiuris, oxyuris, strongyloideus),
protozoa (entamoeba histolitica, giardia lamblia, trichomonas hominis)
2) infeksi parenteral
infeksi parenteral yaitu infeksi di bagian tubuh lain diluar alat pencernaan,
seperti otitis medis akut (OMA), tonsilofaringitis, bronkopneumonia,
ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini biasanya terjadi pada bayi dan anak
berumur 2 tahun.

b. Faktor malabsorbsi
1. Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa),
monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Intoleransi laktosa
merupakan penyebab diare yang terpenting pada bayi dan anak.
2. Malabsorbsi lemak
3. Malabsorbsi protein
c. Faktor makanan
Makanan basi, beracun, dan alergi terhadap makanan
d. Faktor psikologis
Rasa takut dan cemas walaupun jarang, teteapi dapat terjadi pada anak yang lebih
besar

D. Manifestasi Klinis Diare


Manifestasi klinis yang terjadi pada diare menurut Hidayat, (2006: 12 -13 ) adalah :
1. Frekuensi BAB pada bayi lebih dari 3 x/hari dan pada neonatus lebih dari 4 x/hari
2. Bentuk cair pada BAB kadang-kadang disertai lendir dan darah
3. Nafsu makan menurun
4. Warnanya lama-kelamaan kehijauan karena bercampur empedu
5. Rasa haus
6. Adanya lecet pada daerah sekitar anus
7. Feses bersifat asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diserap oleh
usus
8. Adanya tanda dehidrasi
9. Asidosis metabolik seperti tampak pucat dengan pernafasan cepat dan dangkal.

E. Cara Penanganan Diare


1. Mengganti cairan tubuh yang hilang dengan oralit
2. Berikan zinc selama 10-14 hari
3. Pemberian ASI
4. Segera ke fasilitas kesehatan, jika:
1) Kondisi tidak membaik dalam 3 hari
2) Buang air besar cair bertambah sering
3) Muntah berulang-ulang
4) Makan atau minum sedikit
5) Demam
6) Tinja berdarah
5. Makanlah makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim),
makanan rendah serat (tanpa buah, tanpa sayur) dan rendah lemak.
6. Pemberian obat antidiare

D. Cara Mencegah Diare


Cara untuk mencegah diare antara lain adalah sebagai berikut :
1. Pemberian ASI eksklusif 4 s/d 6 bulan
2. Mencuci tangan setelah buang air besar, sebelum memasak, mengolah makanan
dan makan, sebelum memberi makan pada anak-anak
3. Mencuci payudara dengan air hangat sebelum memberikan ASI pada anak
4. Khususnya pada ibu yg bekerja/setelah bepergian, sebelum memberikan ASI
Pada anak alangkah baiknya payudara dibersihkan terdahulu dan ASI dibuang
sedikit.
5. BAB pada tempatnya.
6. Jangan makan di sembarang tempat.
7. Menggunakan air matang untuk minum.
8. Memperkuat daya tahan tubuh : ASI minimal 2 tahun pertama, meningkatkan
status gizi, dan imunisasi.
9. Meletakkan makanan di tempat tertutup
DAFTAR PUSTAKA
Wong, Donna L. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Jakarta:EGC
OTC DIGEST. 2011. Diare dan Obatnya edisi 61 halaman 27.Jakarta: PTTriprakarsa
Media Utama
Suraatmaja, Sudaryat. 2005.Gastroenterologi Anak . Jakarta: Agung Seto.Smeltzer,
Suzanne. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner &Suddart vol.2 .
Jakarta: EGC