Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Belerang adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam industri

kimia. Belerang di Indonesia banyak terdapat bebas di daerah gunung berapi.

Selain terdapat sebagai unsur bebas, juga terdapat dalam bentuk senyawa logam

dalam bijih belerang. Pada industri kimia belerang dapat digunakan untuk

pembuatan asam sulfat. Asam sulfat merupakan bahan kimia yang banyak

digunakan sebagai bahan baku dan bahan penolong dalam berbagai industri,

sehingga perkembangan pemakaiannya dapat merupakan indikator bagi

perkembangan perindustrian di suatu negara. Bahan baku utama pembuatan asam

sulfat adalah sulfur atau belerang, yang berwarna kuning. Sebagian dari sulfur ini

berupa sulfur alam (56%), dari senyawa senyawa sulfur seperti pyrite (19%),

dan dari gas buangan industri minyak bumi / batu bara (H2S, SO2) (25%). 70

85% dari produksi sulfur tersebut digunakan untuk pembuatan asam sulfat.

Pengambilan belerang di alam dapat dilakukan dengan metode frasch.

Metode frasch merupakan cara pengambilan belerang dari deposit belerang di

bawah tanah, pompa frasch dirancang oleh Herman Frasch dari Amerika Serikat

tahun 1904. Pengambilan belerang dengan metode ini dilakukan untuk endapan

belerang yang ditutupi oleh lapisan tanah yang sangat tebal.


Dengan demikian belerang merupakan unsur yang sangat dibutuhkan oleh

industri kimia khususnya dalam pembutan asam sulfat, dengan memproleh

belerang menggunakan metode frasch yang diharapkan dapat memberikan hasil

yang maksimal dalam memperoleh belerang sehingga dapat digunakan sebagai

bahan baku pembutaan asam sulfat.