Anda di halaman 1dari 9

TERMODINAMIKA

Termodinamika berasal dari kata termo (thermos) yang artinya panas atau kalor dan dinamika
(dynamic) yang artinya perubahan atau kerja. Jadi, termodinamika adalah hukum-hukum
pergerakan panas dan perubahan dari panas menjadi bentuk-bentuk energi yang lain.

Ada 5 tipe sistem pada termodinamika:


1. Sistem terbuka: sistem yang terjadi perubahan jumlah materi.
2. Sistem tertutup: sistem yang tidak terjadi perubahan jumlah materi.
3. Sistem isotermal: sistem pada suhu yang tetap.
4. Sistem adiabatik: sistem yang tidak terjadi perpindahan panas antar sistem &
lingkungan.
5. Sistem terisolasi: sistem yang tidak terjadi perpindahan panas & kerja antar sistem &
lingkungan.

Sistem pada Termodinamika:


Setiap sistem dimana berlangsung suatu proses fisika atau kimia, dapat berupa hal yang
sederhana seperti pemanasan air dalam gelas piala dan yang sangat kompleks seperti reaksi
biokimia yang terjadi dalam tubuh manusia.
SISTEM LINGKUNGAN
Hukum - Hukum Dasar Gas Ideal
1. Hukum Boyle (Suhu Tetap)
Tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya asalkan suhunya tetap.
. =
atau
1 . 1 = 2 . 2

2. Hukum Charles (Tekanan Tetap)


Volume gas berbanding lurus dengan suhunya asalkan tekanannya tetap.

=

atau
1 2
=
1 2

3. Hukum Gay-Lussac (Volume Tetap)



=

atau
1 2
=
1 2

4. Hukum Gas Ideal Umum


. = . .
Keterangan:
P: Tekanan gas (atm) R: Tetapan gas (0.082
V: Volume gas (L) L.atm/mol/K)
n: Jumlah mol gas (mol) T: Suhu gas (K)
Perumusan Kerja (W) Tekanan Volume:
Ekspansi gas di dalam suatu sistem silinder yang dilengkapi dengan piston yang dapat
bergerak bebas dengan mengabaikan energi gesekan. Sistem berlangsung pada tekanan luar
(Pext) tetap dan pada temperatur tetap.
Bila V2>V1,
V1 V2 : Ekspansi (Pemuaian Volume)
V2 V1 : Kompresi (Penekanan Volume)

Tekanan yang bekerja pada gas:


W = P.V atau W = n.R.T

Hukum - Hukum Dasar Termodinamika:


1. Hukum Awal
Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem
ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.

2. Hukum Termodinamika I
Pada dasarnya merupakan hukum kekekalan energi, yaitu: energi tidak dapat diciptakan
maupun dimusnahkan; energi hanya dapat diubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang
lain.

3. Hukum Termodinamika II
Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi.
Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi
cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai
maksimumnya.

4. Hukum Termodinamika III


Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut.
Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut,
semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum
ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur
nol absolut bernilai nol.
Hukum Termodinamika I
Persamaan:
= +

Keterangan:
E : Perubahan Energi
Q : Kalor atau Panas
W : Kerja

Ketentuan dalam menggunakan persamaan Hukum Termodinamika I:


Kalor
a. Sistem menyerap panas, nilai Q = (+)
b. Sistem melepaskan panas, nilai Q = ()
Kerja
Sistem melakukan kerja, nilai W = ()
Sistem menerima kerja, nilai W = (+)

Hukum pertama termodinamika dilakukan dalam empat proses antara lain:


Proses Isotermal
Dalam proses ini, suhu sistem dijaga agar selalu konstan. Suhu gas ideal berbanding
lurus dengan energi dalam gas ideal dan tekanan sistem.

Proses Adiabatik
Dalam proses adibiatik, tidak ada kalor yang ditambahkan pada sistem atau
meninggalkan sistem (Q = O). Proses adibiatik bisa terjadi pada sistem tertutup
yang terisolasi dengan baik. Untuk sistem tertutup yang terisolasi dengan baik,
biasanya tidak ada kalor yang dengan seenaknya mengalir ke dalam sistem atau
meninggalkan sistem. Proses adibiatik juga bisa terjadi pada sistem tertutup yang
tidak terisolasi. Proses dilakukan dengan sangat cepat sehingga kalor tidak sempat
mengalir menuju sistem atau meninggalkan sistem.
Proses Isokhorik
Dalam proses isokhorik, volume sistem dijaga agar selalu konstan. Karena volume
sistem selalu konstan. Maka sistem tidak bisa melakukan kerja pada lingkungan.
Demikian juga sebaliknya, lingkungan tidak bisa melakukan kerja pada sistem.

Proses Isobarik
Dalam proses isobarik, tekanan sistem dijaga agar selalu konstan. Karena yang
konstan adalah tekanan, maka perubahan energi dalam (U), kalor (Q) dan kerja
(W) pada proses isobarik tidak ada yang bernilai nol. Dengan demikian,
persamaan hukum pertama termodinamika tetap utuh seperti semula.

Perumusan dan perhitungan E sistem:


1. Pada volume tetap :
E = Qv atau E = Cv. T

2. Pada tekanan tetap :


Qp = H atau H = Cp. T

Catatan: Untuk Entalpi


Untuk setiap perubahan dari keadaan awal ke keadaan akhir yang tidak ada terdapat substans
gas H = E

Bila ada gas:


H = E + P.V
atau
H = E + n.R.T

Ekspansi reversible gas ideal secara isothermal:


atau
WMAX = . . . 2 WMAX = . . . 2
1 1

Ekspansi reversible gas ideal secara adiabatik:


WMAX = .
1 2 (1) atau 1 1 (1)/
=( ) =( )
2 1 2 2

3
Cv = 2 Monoatomik. Contoh: Fe, He, Ne, dll
5
Cv = 2 Diatomik. Contoh: H2, N2, O2, F2, Cl2, Br2, & I2
7
Cv = Molekul. Contoh: H2O, H2SO4, HNO3, dll
2

Cp = Cv + R

Keterangan: R = 8.314 J/K/mol

Istilah H pada perubahan fisika & kimia:


1. Pada perubahan fisika:
Panas Sublimasi
Panas Peleburan
Panas Penguapan
Panas Pelarutan

2. Pada perubahan kimia:


Panas Pembentukan
Panas Pembakaran
Panas Oksidasi
Panas Hidrolisis

Jenis Jenis Entalpi:


1. Entalpi Pembentukan: reaksi pembentukan senyawa dari atom atom yang bersifat
monoatomik atau diatomik.
Contoh: Pembentukan H2O
Reaksi: H2(g) + 1/2 O2(g) H2O(l) Hof = a kJ
2. Entalpi Penguraian: reaksi penguraian senyawa menjadi atom atom yang bersifat
monoatomik atau diatomik.
Contoh: Penguraian H2O
Reaksi: H2O(l) H2(g) + 1/2 O2(g) Hod = b kJ

3. Entalpi Pembakaran: reaksi pembakaran oleh O2 menjadi CO2 dan H2O.


Contoh: Pembakaran C2H6
Reaksi: C2H6(g) + 7/2 O2(g) 2 CO2(g) + 3 H2O(l) Hoc = c kJ

Entalpi Reaksi Pembentukan Standar adalah nilai H untuk membentuk 1 mol suatu senyawa
dari unsur unsur pembentuknya yang diukur pada suhu 298 K & tekanan 1 atm.
Ho reaksi = Hof(produk) Hof(reaktan)
Ho reaksi = (+) Reaksi Endoterm
Ho reaksi = () Reaksi Eksoterm

Ketergantungan Hof pada suhu :


Hof(T2) = Hof(T1) + Cpreaksi.(T2-T1)

Hukum Termodinamika II
Sistem terisolasi yang berlangsung spontan, mengalami peningkatan entropi.
Proses spontan adalah setiap proses yang berlangsung tanpa bantuan energi.
Entropi adalah tingkat ketidakteraturan.
Pada Sistem yang Tidak Terisolasi:
Ssistem + Slingkungan = Stotal

Keterangan :
Stotal > 0 : Proses Spontan
Stotal < 0 : Proses Tidak Spontan

Rumus Perubahan Entropi (S):


H
S =

Rumus Perubahan Energi Gibbs (G):
G = H T. S

Keterangan:
G < 0: Spontan
G > 0: Tidak Spontan

Proses reversible:
H
1. = Untuk tidak terjadi perubahan suhu, tetapi perubahan wujud. (Proses

Peleburan H2O(s,273K) H2O(l,273K); Proses Penguapan H2O(l,373K) H2O(g,373K))



2. = . 2 Untuk perubahan suhu, tetapi tidak terjadi perubahan wujud.
1

Proses irreversible: Spontan


H
> H T. S < 0 (Spontan)


= . . . 2 Jika diketahui tekanan awal (P1) & tekanan akhir (P2)
1

= . . . 2 Jika diketahui aktivitas solute keadaan awal (a1) & aktivitas solute
1

keadaan akhir (a2).


SUMBER MATERI TERMODINAMIKA

http://akrizz.blogspot.com/2012/08/materi-termodinamika.html
http://www.indogeek.com/2015/01/hukum-boyle-gay-lussac-rumus-persamaan-gas-
ideal.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Termodinamika
http://fisika-ogiwahyudi.blogspot.com/2010_06_01_archive.html
http://kimiauntukkita.blogspot.com/2008/08/hukum-pertama-termodinamika.html
http://titin-chemist.blogspot.com/2011/09/fase.html