Anda di halaman 1dari 6

SOAL DAN JAWABAN

1. Apa yang dimaksud dengan segregasi? Mengapa dapat terjadi pada tanaman? Kapan
biasanya segresi terjadi pada tanaman? Apa yang dimaksud dengan populasi masih
bersegresi?
2. Apa yang dimaksud dengan parameter genetik? Jelaskan apa saja yang termasuk ke
dalam parameter genetik!
3. Mengapa bisa terjadi variasi pada tanaman? Faktor apa saja yang menentukan
terjadinya variasi?
4. Pada generasi dasar, variasi terbagi menjadi variasipada generasi segregating
population dan non-segregating. Apakah perbedaan pada keduanya? Bagaimana
mengukur adanya variasi pada suatu karakter?
Perbedaanya adalah ada pada segregating population sifat dominan memiliki
perbandingan yang lebih besar sedangkan pada non segregating sifat resesif
perbandingannya masih cukup seimbang dengan sifat dominan. Untuk mengukur
bagaimana adanya variasi pada suatu karakter bisa menggunakan teknik punnet
square ,test cross dan progeny test.

5. Apa yang dimaksud dengan inherit (pewarisan)?


Pewarisan adalah sesuatu hal yang diturunkan kepada generasi selanjutnya dari
tetua yang dipengaruhi oleh lingkungan.

6. Apa yang dimaksud dengan heritabilitas (daya pewarisan)? Apakah ada rumusnya?
Bagaimana menghitungnya? Jelaskan arti heritabilitas sempit dan luas. Apa sajakah
manfaat mengetahui heritabilitas?
Heritabilitas adalah perbandingan antara besaran ragam genotipe dengan besaran
total ragam fenotipe dari suatu sifat. Hubungan ini menggambarkan seberapa jauh
fenotipe yang tampak merupakan refleksi dari genotipe. Untuk rumusnya sendiri
ada. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa heritabilitas dapat diduga
secara langsung melalui pendugaan komponen ragam. Pendugaan komponen ragam
dapat diperoleh melalui studi generasi dasar (P1, P2, F1, F2 dan silang balik). Dari
populasi tersebut dapat dihitung heritabilitas arti luas dan heritabilitas arti sempit
(metode J. Warner). Pendugaan heritabilitas ini didasarkan pada asumsi bahwa tidak
ada epistasis. Pendugaan heritabilitas menggunakan data populasi P1, P2, F1 dan F2
sering digunakan oleh pemulia tanaman. P1 dan P2 merupakan galur murni,
sedangkan F1 merupakan turunan pertama dari persilangan P1 dan P2; dan F2
merupakan turunan keduanya. Ragam fenotipe (2p) diduga dari 2F2. Ragam
lingkungan (2E) diduga dari (2p1 + 2p2 + 2F1)/3. Ragam genotipe (2g) diduga dari
2p - 2E. Berikut ini akan diuraikan beberapa metode pendugaan heritabilitas
menggunakan komponen ragam turunan.

Menggunakan Data Populasi P1, P2, F1 dan F2


2g

h2(BS) = -------- x 100%

2p

dimana : 2p = 2F2 2p : ragam fenotipe

2p1 + 2p2 + 2F1

2E = ------------------------------- 2E : ragam lingkungan

2g = 2p - 2E 2g : ragam genotipe

Sesuai dengan komponen ragam genetiknya, heritabilitas dibedakan menjadi heritabilitas dalam
arti luas (broad sense heritability) (h2(BS)) dan heritablitas dalam arti sempit (narrow sense
heritability) (h2(NS). Heritabilitas dalam arti luas merupakan perbandingan antara ragam genetik
total dan ragam fenotipe (h2(BS) = 2G / 2P). Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa
ragam genetik terdiri dari ragam genetik aditif (2A), ragam genetik dominan (2D) dan ragam
genetik epistasis (2I). Heritabilitas dalam arti sempit merupakan perbandingan antara ragam
aditif dan ragam fenotipe (h2(NS) = 2A / 2P).

7. Apa pentingnya mengetahui parameter varians? Varians terdiri atas varians fenotipik,
genotipik dan lingkungan. Jelaskan apa perbedaannya?
Pentingnya mengetahui parameter varians agar mengetahui variasi atau ragam
yang dihasilkan dalam suatu persilangan atau seleksi yang diakibatkan lingkungan.
Perbedaan antara varians genotipik, varians fenotipik, dan varians lingkungan adalah:
Varians fenotipik Varians genotipik Varians lingkungan
merupakan sifat yang Merupakan keseluruhan merupakan suatu sifat yang
tampak pada suatu informasi genetis yang muncul karena hasil
makhluk hidup dimiliki suatu makhluk adaptasi suatu makhuk
hidup hidup terhadap
lingkungannya
Tampak oleh mata Tidak tampak oleh mata Tampak oleh mata
Dihasilkan karena adanya Dihasilkan karena adanya Dihasilkan karena adanya
persilangan antara betina persilangan antara betina seleksi akibat lingkungan
dan jantan dan jantan
Sifat yang dihasilkan Sifat yang dihasilkan Sifat yang dihasilkan
umumnya bervariasi dan umumnya bervariasi dan umumnya akan sama tidak
sesuai dengan betina dan sesuai dengan betina dan bervariasi
jantannya jantannya

8. Adakah perbedaan cara mengestimasi varians pada data fenotipe dan data berbasis
molekuler? Jelaskan!
Ada perbedaanya dimana:

kalau mengestimasi varians dengan data berbasis molekuler itu kita bisa
mengetahui apa varians fenotipe yang akan dihasilkan. Sedangkan kalau
mengestimasi varians dengan data fenotipe kita tidak dapat memperkirakan varians
molekuler apa yang tampak di varians fenotipe. Karena varians fenotipe yang tampak
itu mungkin memiliki 2 macam molekuler yang ada dan kita tidak dapat mengestimasi
kecuali dengan mengestimasi dengan molekuler. Contoh:

Varian fenotipe yang tampak adalah warna merah, maka kita tidak bisa
langsung mengestimasi varians molekulernya dengan langsung menebak MM
karena dalam varians molekuler itu ada 2 macam sifat genetik yang dapat
menghasikan warna merah yang tampak oleh mata kita yaitu MM atau Mm.
(dengan keterangan M:sifat pembawa warna merah, m: sifat pembawa warna
putih)
Sedangkan kalau melihat dari data molekulernya kita bisa mengestimasi
fenotipe yang akan muncul dengan keakuratan yang besar.
9. Mutasi dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman salah satunya untuk mendapatkan
variasi. Sebutkan apa saja jenis mutasi yang biasa dilakukan dalam pemuliaan
tanaman dan jelaskan bagaimana prosedur yang dilakukan!
Mutasi adalah perubahan pada materi genetik suatu makhluk yang terjadi
secara tiba-tiba, acak,dan merupakan dasar bagi sumber variasi organisma hidup yang
bersifat terwariskan (heritable). Jenis mutasi yang biasa digunakan dalam pemuliaan
adalah mutasi induksi.

Mutasi induksi dapat dilakukan pada tanaman dengan perlakuan bahan


mutagen tertentu terhadap organ reproduksi tanaman seperti biji, stek batang,serbuk
sari, akar rhizome, kultur jaringan dan sebagainya. Bahan mutagen yang sering
digunakan dalam penelitian pemuliaan tanaman digolongkan menjadi dua kelompok
yaitu mutagen kimia (chemical mutagen) dan mutagen fisika (physicalmutagen).
Mutagen kimia pada umumnya berasal dari senyawa alkyl (alkylating agents)
misalnya seperti ethyl methane sulphonate (EMS), diethyl sulphate (dES), methyl
methanesulphonate (MMS), hydroxylamine, nitrous acids, acridines dan sebagainya
(IAEA,1977).Mutagen fisika bersifat sebagai radiasi pengion (ionizing radiation) dan
termasuk diantaranya adalah sinar-X, radiasi Gamma, radiasi beta, neutrons, dan
partikel dari aselerators.

Penggunaan mutagen fisika pada tanaman lebih dianjurkan dibandingkan


dengan mutagen kimia, karena frekuensi mutasi yang tinggi. Berikut ini adalah tabel
karakteristik berbagai jenis radiasi.

Tipe Radiasi Sumber Deskripsi Energi Daya


Tembus
Sinar-X Mesin sinar-X Radiasi 50-300 kV Beberapa
elektomagnetik mm sampai
banyak cm
Sinar Radioisotop Radiasi Sampai Banyak cm
Gamma dan reaksi elektomagnetik beberapa
nuklir MeV
Neutron Reaktor nuklir Partikel tidak Kurang dari Banyak cm
dan aselerator berubah 1 sampai
berjuta eV
Partikel beta Radioistope Berupa elektron Sampai Sampai
atau aselerator beberapa beberapa
MeV mm
Partikel alfa Radioisotop Inti helium 2-9 MeV Sedikit mm
Proton atau Reaktor nuklir Inti hidrogen Sampai Sampai
deutron atau aselerator beberapa banyak cm
GeV

10. Chacha adalah seorang mahasiswi pertanian yang sedang melakukan penelitian
tanaman padi generasi F5 hasil persilangan dengan karakter yang diamati yaitu
panjang malai, jumlah anakan produktif, jumlah bulir isi, jumlah bulir kosong, bobot
1000 biji kering (data terlampir). Hitung nilai varietas (fenotipik. Genotipik,
lingkungan) dan heritabilitas (heritabilitas luas dan sempit) pada masing-masing
karakter dengan ketentuan: kelompok 3: jumlah bulir isi
Data Hasil dan Komponen Hasil Padi Persilangan SP
Karakter
Es ti ma s i
a na ka n
Pa nja ng Bul i r Bera t 100 Bera t 1000
produkti f Bul i r i s i
ma l a i (cm) Ha mpa Bi ji (g) Bi ji Keri ng
(a na ka n)
no Genotipe (g)
1 SP73-1-1 26 21,73 3024 745 2,73 31,44
2 SP73-1-2 24 19,73 1371 594 1,79 24,38
3 SP73-1-3 28 19,55 855 765 2,52 28,49
4 SP73-1-4 38 20,64 2921 837 2,28 27,03
5 SP73-1-5 24 24,36 1473 3052 2,24 25,77
6 SP73-1-6 30 22,27 1327 791 2,34 41,38
7 SP73-1-7 22 19,27 937 412 3,49 38,19
8 SP73-1-8 17 21,73 1020 324 2,41 31,3
9 SP73-1-9 16 22,00 912 837 2,13 24,59
10 SP73-1-10 24 21,73 1866 568 2,43 27,46
11 SP73-1-11 21 22,73 1622 813 2,46 25,56
12 SP73-1-12 29 22,73 3082 529 2,22 26,9
13 SP73-1-13 20 19,73 1496 836 3,03 26,37
14 SP73-1-14 17 22,09 1154 464 3,47 32,45
15 SP73-1-15 19 21,36 1002 514 2,18 24,37
16 SP73-1-16 19 22,82 1266 734 2,38 27,1
17 SP73-1-17 25 21,27 1181 719 1,88 26,59
18 SP73-1-18 17 21,55 1341 346 2,35 26,47
19 SP73-1-19 15 22,27 2718 293 3,01 31,13
20 SP73-1-20 15 20,55 412 323 2,64 29,69
21 SP73-1-21 15 21,92 938 1254 2,54 28,69
22 SP73-1-22 16 20,58 1234 1031 3,37 29,23
23 SP73-1-23 36 23,25 4503 1231 3,07 29
24 SP73-1-24 20 21,58 1718 857 3,03 29,79
cara penghitungan varians dengan exel:
1. tetapkan data dengan rumus dimana karena data yang kelompok 3 gunakan
adalah data dari kolom E4 sampai E303 maka di tulis dengan E4:E303.
2. Penghitungan variasi populasi pada microsoft exel memerlukan fungsi VARP,
dengan sistematika VARP(Data1,Data2,...). sehingga rumus yang digunakan oleh
kelompok 3 adalah =VARP(E4:E303).
3. penulisan rumus di kolom yang tidak digunakan. misal yang digunakan kelompok 3
adalah E304.
4. setelah itu tekan enter.

11. Kevin adalah seorang mahasiswa pertanian yang sedang melakukan penelitian
tanaman padi dengan marka SSR (data terlampir). Hitunglah persentase variesi
individunya!
Data Molekuler Karakter Aromatik dan Amilos
no genotipe SSIIa1 SSIIa2 RM2231 RM2232 IFAP1 IFAP2
1 chb1 1 1 1 0 1 0
2 chb3 1 1 1 0 1 0
3 chb4 0 1 1 0 1 0
4 chb6 1 1 1 0 1 0
5 chb7 1 1 0 1 0 1
6 chb8 0 1 1 0 1 0
7 chb9 0 1 1 0 1 0
8 chb12 0 1 1 0 0 1