Anda di halaman 1dari 13

Arahan Umum diskusi

1. Sexual hybridization and wide crosses in plant breeding


- Tujuan dan mafaat penggunaan metode rekombinasi gen
Point inti :
Tujuan : Dilakukan untuk mengkombinasikan karakter-karakter yang dikehendaki
dari masing-masing tetua dan mengatasi kendala linkage pada tingkat genetik
Manfaat :
Untuk evaluasi tetua
Memperbaiki karakter tanaman (nilai ekonomis, hasil, mutu, dll)
Menghasilkan keturunan dengan karakter yang belum ada sebelumnya
Meningkatkan keragaman genetik
Membentuk populasi untuk seleksi tanaman

- Latar belakang/alasan/urgensi penggunaan metode rekombinasi gen


Point inti :
Terjadi linkage barrier yang menyebabkan tanaman tidak dapat disilangkan secara
konvensional.

- Prosedur penggunaan metode rekombinasi gen tsb


Point inti :
Pada metode rekombinasi gen dengan hibridisasi buatan, tahap-tahap yang dilakukan
adalah :
1. Pemilihan kedua tetua, pertimbangan yang diperlukan adalah waktu berbunga tanaman
2. Pemilihan tetua betina
3. Emaskulasi bunga jantan
4. Polinasi

- Tantangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
Bagaimana cara merakit tanaman dengan karakter-karakter unggul
Meningkatkan keragaman genetik
- Hambatan penggunaan metode rekombinasi gen:
Point inti :
Pada beberapa kasus, terjadi usia berbunga yang tidak seragam, maupun inkompabilitas
tanaman.
- Kelebihan penggunaan metode rekombinasi gen:
Point inti :
Dapat menghasilkan keterunan yang heterosis (sifatnya melebihi kedua tetuanya)
- Kekurangan penggunaan metode rekombinasi gen:
Point inti :
Gen letal dapat terekspresi setelah persilangan
Dapat terjadi bias dimana sifat turunan hanya mirip pada salah satu tetua
Efek subsekuen oada generasi F2 dan generasi-generasi berikutnya

- Pertanyaan lain yang bisa dimunculkan dari bahan bacaan tsb:


Q : Sumber plasma nutfah seperti apakah yang dapat dijadikan sumber persilangan?
A: Varietas komersial, galur elit pemuliaan, galur pemuliaan dengan satu atau beberapa
sifat superior, spesies introduksi, dan spesies liar
Q: Bagaimana teknik yang dapat digunakan untuk menentukan tetua dalam hibridisasi?
A: Pemilihan tetua berdasarkan data fenotip 2. Pemilihan tetua berdasarkan kombinasi
data morfologi dan analisis molekuler
Q: Faktor faktor apa saja kah yang mempengaruhi suatu hibridisasi efektif dan efisien?
A: ketepatan waktu, berbunga, waktu emaskulasi, dan waktu penyerbukan (Kasno, 1993).
Q: Penentuan tetua berdasarkan data fenotip umumnya dapat menggunakan data dari
penampilan genotipe individu tanaman, adaptabilitas dan stabilitas, persilangan diallel,
persilangan atas, data pedigree,danpenandaDNA. Persilangan diallel merupakan strategi
terbaik untuk menentukan GCA (general combining ability) dan SCA (specific
combining ability) antar calon tetua. Apa hambatan dalam persilangan dialel?
A: hambatan utama penerapan diallel ini adalah memerlukan evaluasi terhadap jumlah
persilangan yang besar. Sehingga interpretasi data dapat dipengaruhi oleh jumlah dan
kualitas data yang dihasilkan. Selain itu, peningkatan jumlah genotype yang digunakan
dalam persilangan dapat menghambat ketelitian dan kesulitan dalam analisis.
Q: Sebukan dua aspek dalam top cross
A: 1. Kontribusi setiap tetua diteruskan langsung ke rata-rata turunan melalui aksi gen
tambahan. 2. Ketepatan hasil yang didapat tidak terikat pada kuantitas atau kualitas data.

2. Tissue culture and the breeding of clonally propagated plants


- Tujuan dan mafaat penggunaan metode rekombinasi gen
Point inti :
Tujuan :
Menghasilkan tanaman dengan sifat yang sama dengan indukannya dan bebas penyakit

Manfaat:
Dapat memperbanyak tanaman dengan memanfaatkan sifat totipotensi sel (bahan
perbanyakan tanaman dapat berupa sel dari seluruh bagian tanaman).

- Latar belakang/alasan/urgensi penggunaan metode rekombinasi gen


Point inti :
1. Sulitnya diperoleh bahan tanam yang seragam dalam jumlah besar pada waktu yang
bersamaan
2. Digunakan untuk menghasilkan tanaman yang bebas virus atau penyakit

- Prosedur penggunaan metode rekombinasi gen tsb


Point inti :
1. Pemilihan eksplan
2. Pembuatan media dan inisiasi kultur jaringan
3. Perkembangan eksplan (pembentukan kalus)
4. Organogenesis
5. Aklimatisasi

- Tantangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
1. Diharapkan mampu menghasilkan tanaman dengan karakter yang unggul dalam waktu
singkat

- Hambatan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
1. Tidak semua sel dapat berdiferensiasi dan tumbuh menjadi tanaman sempurna
2. Biaya implementasi yang relatif mahal
3. Diperlukan keahlian khusus

- Kelebihan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
1. Menghasilkan tanaman bebas virus
2. Bahan tanam dapat berupa bagian sel tanaman
3. Dapat menghasilkan tanaman yang sifatnya seragam dengan induknya secara cepat

- Kekurangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
1. Potensi tanaman menjadi albino cukup tinggi (kasus pada serealia)
2. Terjadi aberasi kromosomal (poliploidi maupun haploid)
3. Hanya sedikit gen betina yang berkembang secara sempurna
4. Pada umumnya tanaman haploid yang dihasilkan sifatnya kurang stabil

- Pertanyaan lain yang bisa dimunculkan dari bahan bacaan tsb:


Q : Apa manfaat dari keragaman somaklonal?
A: Dengan adanya keragaman somaklonal, bisa mendapatkan dan memperbanyak
tanaman dengan tingkat ploidi yang berbeda dalam waktu yang relatif singkat.
Q: Sebutkan macam-macam teknik kultur jaringan!
A: kultur meristem, kultur satu ruas, kultur kalus, kultur suspensi sel, kultur protoplas,
kultur endosperm, kultur embrio serta kultur anther dan polen
Q: Jika kita ingin memperbanyak wortel maka organ tanaman bagian manakah yang
digunakan?
A: Seluruh organ tanaman dapat digunakan untuk perbanyakan
Q: Apa yang dimaksud dengan totipotensi sel?
A: Totipotensi adalah kemamapuan dari sebuah sel untuk tumbuh dan berkembang
menjadi tanaman secara utuh.
Q: Sebelum melakukan kultur jaringan untuk suatu tanaman, kegiatan yang harus
dilakukan
A: Memilih tanaman induk yang harus jelas jenis, varietas dan speciesnya dan harus sehat
atau bebas hama dan penyakit. Untuk mendapatan kultur yang bersih dari kontaminasi,
eksplan harus disterilisasi terlebih dahulu untuk menghilangkan mikroorgaisme yang
menempel

3. Mutagenesis in plant breeding


- Tujuan dan mafaat penggunaan metode rekombinasi gen
Point inti :
Tujuan : Meningkatkan variabilitas tanaman dan merakit tanaman dengan
karakter yang tidak dapat dihasilkan secara konvensional
Manfaat :
1. Pembentukan kultivar unggul secara langsung
2. Perbaikan karakter tidak mengubah konstitusi genetik yang telah ada
3. Peningkatan variabilitas genetik, terutama pada tanaman steril dan apomik obligat

- Latar belakang/alasan/urgensi penggunaan metode rekombinasi gen


Point inti :
1. Sumber karakter tanaman tidak tersedia
2. Karakter yang diinginkan berada pada posisi linkage
3. Variabilitas genetik tanaman sempit
4. Untuk transfer kromosom kepada kromosom non homolog
- Prosedur penggunaan metode rekombinasi gen tsb
Point inti :
1. Seleksi tetua
2. Induksi mutasi (pemilihan mutagen dan perlakuan mutasi kepada calon mutan)
3. Tanaman M1 diseleksi dan bijinya dipanen
4. Hasil M1 ditanam menjadi generasi M2
5. Dilakukan seleksi hasil M2 menghasilkan generasi M3
6. Generasi M3 ditanam untuk menghasilkan generasi M4
7. Uji pendahuluan hasil generasi M4
8. Didapatkan tanaman hasil mutasi

- Tantangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
Menghasilkan tanaman hasil mutasi dengan karakter yang sama (dapat diproduksi secara
terus menerus)

- Hambatan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
1. Mutasi terjadi secara acak
2. Diperlukan keahlian khusus
3. Biaya relatif mahal

- Kelebihan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
1. Perbaikan karakter tidak mengubah konstitusi genetik yang telah ada
2. Peningkatan variabilitas genetik, terutama pada tanaman steril dan apomik obligat
3. Dapat diterapkan pada semua tanaman

- Kekurangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
1. Identifikasi pada populasi sulit
2. Dapat terjadi mutan resesif
3. Peluang terjadinya kecil dan dibutuhkan populasi tanaman dalam jumlah besar (karena
terjadi secara acak)

- Pertanyaan lain yang bisa dimunculkan dari bahan bacaan tsb:


Q : Sebutkan dan jelaskan terjadinya mutasi menurut kejadiannya!
A: Mutasi dapat terjadi secara spontan (spontaneous mutation) dan juga dapat terjadi
melalui induksi (induced mutation). Mutasi spontan adalah mutasi (perubahan materi
genetik) yang terjadi akibat adanya sesuatu pengaruh yang tidak jelas, baik dari
lingkungan luar maupun dari internal organisme itu sendiri. Sedangkan mutasi terinduksi
adalah mutasi yang terjadi akibat paparan dari sesuatu yang jelas, misalnya paparan sinar
UV. Secara mendasar tidak terdapat perbedaan antara mutasi yang terjadi secara alami
dan mutasi hasil induksi.
Q: Jika mutasi terjadi pada sel-sel gamet dan sifatnya diturunkan disebut mutasi?
A: Mutasi gametik adalah mutasi yang terjadi pada sel gamet. Karena sel gamet
mengadakan pembuahan, gamet mutan yang mengalami pembuahan dapat mewariskan
mutasi tersebut kepada keturunannya. Gen-gen yang mengalami mutasi di dalam gamet
dapat berupa mutasi autosomal (jika gen-gennya terdapat pada kromosom autosomal) dan
mutasi tertaut kelamin (jika mutasi gen-gen gamet terdapat pada kromosom kelamin).
Q: Sebutkan syarat terjadinya mutasi!
A: Adanya perubahan pada materi genetik, perubahan tersebut bersifat dapat atau tidak
dapat diperbaiki, hasil perubahan tersebut diwariskan secara genetik pada keturunan
berikutnya.
Q: Sebutkan dan jelaskan dua jenis mutasi !
A: Terdapat dua jenis mutasi, yaitu 1. Mutasi gen (Point mutation), ialah perubahan
kimiawi pada satu atau beberapa pasangan basa dalam satu gen tunggal yang
menyebabkan perubahan sifat individu tanpa perubahan jumlah dan susunan
kromosomnya. Contohnya penggantian/substitusi pasangan basa, Insersi dan delesi
2.Mutasi kromosom adalah perubahan yang terjadi pada kromosom yang disertai dengan
perubahan struktur dan jumlah kromosom. Contohnya perubahan struktur kromosom
(aberasi kromosom), perubahan jumlah kromosom
Q: Sebutkan jenis-jenis mutagen di alam!
A: 1) Mutagen kimia adalah agen mutasi berupa bahan kimia.Mutagen ini dapat
menyerupai basa nitrogen pada DNA normal,tetapi mereka tidak tepat berpasangan
selama replikasi DNA. Mutagen ini mempunyai kemampuan untuk menyusup di antara
basa nitrogen sehingga dapat mengganggu replikasi DNA. Contohnya kolkishin,
Etilmetana sulfonat (EMS), dan Etiletana sulfonat (EES)
2). Mutagen fisika adalah agen mutasi berupa bahan fisika. fisika,yaitu berupa sinar
gelombang pendek ( sinar ultraviolet dan sinar-sinar radiasi seperti sinar alfa, beta, dan
gamma). Mutagen fisika ada yang dapat menimbulkan reaksi pengionan dan ada juga
yang tidak. 3) Mutagen Biologi adalah agen mutasi berupa virus dan bakteri,mutagen ini
dapat menyebabkan mutasi pada berbagai makhluk hidup.
4. Polyploidy in plant breeding, Acquaah
- Tujuan dan mafaat penggunaan metode rekombinasi gen
Point inti :

Tujuan : Menghasilkan tanaman dengan hasil yang lebih optimum


Manfaat :
1. Ukuran tanaman umumnya lebih besar akibat sel tanaman yang juga menjadi lebih
besar
2. Pada beberapa kasus dapat meningkatkan kandungan gizi tanaman

- Latar belakang/alasan/urgensi penggunaan metode rekombinasi gen


Point inti :

Kebutuhan untuk menghasilkan tanaman dengan karakter-karakter hasil yang lebih


optimum dan disukai pasar.

- Prosedur penggunaan metode rekombinasi gen tsb


Point inti :
1. Memilih tetua dengan jumlah ploidy sesuai tujuan pemuliaan
Pada kasus semangka, dipilih tetua betina 2n (diploid) dan tetua jantan 4n (tetraploid)
2. Melakukan persilangan
3. Menyeleksi hasil persilangan

- Tantangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
Mengatasi turunnya fertilitas tanaman hasil pemuliaan poliploid

- Hambatan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
Tidak semua tanaman dapat dimuliakan untuk menghasilkan poliploidi
- Kelebihan penggunaan metode rekombinasi gen:
Point inti :
Ukuran produk dan kandungan gizi tanaman hasil pemuliaan yang lebih disukai
konsumen.

- Kekurangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
Tanaman dapat menjadi steril

- Pertanyaan lain yang bisa dimunculkan dari bahan bacaan tsb:


Q : Bagaimana terjadinya fenomena poliploidi di alam?
A: 1. Autopoliploid (penambahan genom dimana pasangan kromosomnya homolog) 2.
Allopoliploid (penambahan genom dimana kromosomnya tidak homolog)
Q: Apa perbedaan dari autopoliploid dengan diploid?
A: Secara umum autopoliploid sama dengan diploid, perbedaannya hanya tergantung
pada genotip asal, serta terjadi peningkatan ukuran sel merismatik dan sel penjaga.
Sedangkan tanaman allopoliploid dihasilkan menurut adalah untuk mengkombinasi
karakter-karakter yang diinginkan dari dua tetua diploid ke dalam satu tanaman.
Q: Bagaimana proses terjadinya semangka tanpa biji?
A: Semangka tanpa biji merupakan salah satu hasil dari proses poliploidisasi. Semangka
hibrida triploid (tanpa biji), dihasilkan dari persilangan antara induk betina tetraploid (4x)
dengan induk jantan diploid (2x) yang normal. Induk betina tetraploid dihasilkan dengan
perlakuan kolkisin terlebih dahulu. Setelah itu benih akan mengalami poliploidi
(tetraploid). Persilangan antara tanaman tetraploid (betina) dan diploid/normal (jantan)
akan menghasilkan keturunan triploid. Tanaman triploid tersebut adalah tanaman yang
menghasilkan semangka tanpa biji/seedless.
Q: Apa manfaat dari pemberian zat kolkisin dalam peningkatan varian genetik?
A: Zat kolkisin diketahui dapat menghalangi terbentuknya benang spindel pada
pembelahan sel tumbuhan, sehingga dapat menyebabkan terjadinya mutasi,diantaranya
dapat menghasilkan jenis mutasi poliploid, poliploidi adalah dimana organisme memiliki
tiga atau lebih kromosom dalam sel-selnya namun dalam keadaan tertentu dapat
menjadikan bagian tanaman menjadi lebih besar akar,batang ,daun bunga dan daging
buah nya.
Q: Apa manfaat alloploidi untuk para pemulia?
A: Menurut Poehlman dan Sleper (1995) beberapa manfaat alloploidi untuk para pemulia
adalah : (1) dapat mengidentifikasi asal genetik spesies tanaman poliploidi, (2)
menghasilkan genotip tanaman baru, (3) dapat memudahkan transfer gen antar spesies
dan (4) memudahkan transfer atau subtitusi kromosom secara individual atau pasangan
kromosom.

5. Gene Transfer and Genetically Modified Plants


- Tujuan dan mafaat penggunaan metode rekombinasi gen
Point inti :

Tujuan : Menyisipkan gen asing untuk meningkatkan kualitas tanaman


Manfaat:
1. Meningkatkan kualitas karakter hasil tanaman
2. Efisien dalam penggunaan waktu dan bahan
3. Mempercepat pengembangan suatu varietas
- Latar belakang/alasan/urgensi penggunaan metode rekombinasi gen
Point inti :
Semakin sulitnya transfer gen menggunakan metode persilangan untuk meningkatkan
jarak filogenetiknya.

- Prosedur penggunaan metode rekombinasi gen tsb


Point inti :
1. Ekstraksi DNA
2. Gen target diisolasi
3. DNA dipotong dengan menggunakan enzim endonuclease
4. DNA dan gen target disambungkan menggunakan enzim ligase
5. DNA bertransformasi di dalam sel
6. Identifikasi rekombinan

- Tantangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
Menghasilkan tanaman GMO yang memenuhi standar aman pangan, pakan, dan
lingkungan.

- Hambatan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
Dibutuhkan keahlian khusus dalam melakukannya
Biaya relative lebih mahal
Dibutuhkan peralatan khusus

- Kelebihan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
DNA dari organisme apa saja dapat disisipkan kedalam genom spesies lain.
Secara spesifik dapat memperbaiki karakter tanaman

- Kekurangan penggunaan metode rekombinasi gen:


Point inti :
Dapat menyebabkan polusi DNA
- Pertanyaan lain yang bisa dimunculkan dari bahan bacaan tsb:
Q: Bagaimana cara melakukan transfer gen untuk tanaman dikotil?
A: Dengan memanfaatkan Agrobacterium tumefasciens sebagai agen, dna yang akan
disisipkan terlebih dahulu dimasukkan ke dalam agrobacterium yang nantinya akan
menginfeksi tanaman. Tanaman dikotil yang diinfeksi dengan agrobacterium diharapkan
dapat mengekspresikan gen yang telah disisipkan.

Q: Apa keuntungan menggunakan marka molekuler dalam pemuliaan dengan cara


transgenic?
A: Keuntungan penggunaan marka molekular dalam pemuliaan tanaman transgenik yaitu
untuk mempercepat proses identifikasi sekuen DNA tanaman yang akan disisipi gen
asing. Metode ini mampu untuk mendeteksi tingkat kecocokan tanaman dengan gen asing
yang akan disisipkan sehingga dapat mempercepat proses pemuliaan transgenik. Marka
molekuler juga dapat meminimalisir kemungkinan kegagalan penyisipan gen akibat tidak
cocoknya alel tanaman dengan gen asing yang akan disisipkan

Q: Apa saja teknik yang dapat digunakan untuk menyisipkan gen asing ke dalam
tanaman?
A: PDS (Particle Delivery Sistem), Elektroforasi, dan Agrobacterium

Q: Apakah terdapat regulasi yang mengatur mengenai tanaman GMO?


A: Regulasi mengenai keamanan produk rekayasa genetik diatur melalui Pedoman Umum
Pengkajian Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan oleh BPOM dengan Tim Teknis
Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan (TTKHKP). Regulasi ketat mengenai produk
rekayasa genetik dilakukan untuk mencegah produk tersebut menimbulkan dampak
negatif terhadap lingkungan, biodiversitas, medis, dan ekosistem secara umum.

Q: Mengapa saat particle bombardment perlu dilapisi emas?


A: Karena unsure mas merupakan unsur yang paling stabil sehingga tidak mempengaruhi
/ mengganggu penyisipan gen yang sedang dilakukan. Emas menjadi carrier yang paling
baik dalam menembus sel target.