Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KASUS

MANAJEMEN KESEHATAN

Disusun oleh :
D.IV Keperawatan Gigi
Kelas 1.A
Kelompok 1 :
1. Muhammad Anwarul Ichsan
2. Nadiah Thahirah Ar
3. Nadya Luthfiyah Hapusa
4. Nur Annisa Kurnia Sari
5. Nur Rahmadani
6. Nur Resky Ramadhani

TAHUN AKADEMIK 2017 - 2018


POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
Kasus 1
OPERATIONAL RISK
KODAK
Penyebab Kodak Bangkrut
Liputan6.com, New York: Setelah Eastman Kodak Corporation dinyatakan pailit, muncul
beragam penelitian tentang penyebab kebangkrutan perusahaan pelopor film fotografi tersebut.
Menurut sejumlah pengamat, seperti dikutip laman timesofindia.com, Senin (23/1), perusahaan
pelopor fotografi tersebut tak sanggup melawan arus digital yang semakin berkembang setiap
tahun.Tidak seperti IBM dan Xerox Corp, yang sukses menciptakan arus pendapatan baru saat
bisnis mereka menurun. Mereka menilai kesalahan Kodak membuang proyek-proyek baru terlalu
cepat yang menyebarkan investasi digital terlalu luas, dan puas pada penilaian Rochester, New
York, yang membutakan perusahaan untuk berinovasi pada teknologi lain."Kodak sangat puas
dengan penilaiain Rochester dan tak pernah mengembangkan kehadiran teknologi baru di pusat-
pusat dunia," ujar Rosabeth Kanter, Profesor Administrasi Bisnis Arbuckle di Harvard Business
School."Ini seperti mereka tinggal di museum," sindirnya.

Sejak 1888, George Eastman menciptakan sebuah mesin yang menangkap gambar pada
pelat kaca besar.Tak puas dengan terobosan itu, dia melanjutkan untuk mengembangkan film roll
dan kemudian kamera Brownie.Selanjutnya pada 1960, Kodak mulai mempelajari potensi
komputer dan membuat terobosan besar di tahun 1975, saat salah satu insinyur, Steve Sasson,
menemukan kamera digital.

Namun, Kodak tak segera mencium potensi pasar tersebut dan tak fokus pada high-end
kamera bagi pasar niche.Para eksekutif juga takut mengorbankan penjualan film initi mereka.
"Ketika (George Eastman) meninggal, ia menyisakan pengaruh pada perusahaan, yang salah
satunya Kodak akan terus terikat dalam nostalgia," kata Nancy Westt, seorang profesor yang
menulis sejarah Kodak dari University of Missouri. "Nostalgia memang indah, tapi itu tidak
memungkinkan orang untuk bergerak maju." tandasnya.

Selain itu, penyebab kebangkrutan Kodak karena perusahaan tersebut melewatkan


peluang bisnis.Di Consumer Electronics Show di Las Vegas tahunan pekan lalu, Perez dan
Kodak memperkenalkan dua kamera baru yang diyakini bisa terhubung secara nirkabel dengan
printer dan posting foto ke Facebook.Namun beberapa pengulas gadget mengatakan kamera baru
tidak bisa terhubung ke web tanpa membonceng pada smartphone atau koneksi Wi-Fi. "Orang
tidak hanya tertarik dengan fitur baru, kecuali sesuatu yang revolusioner, dan ini adalah fitur
tambahan,"ujar Suzanne Kantra, Editor Blog Teknologi Techlicious dan matan Editor Teknologi
Popular Science.

Analis mengatakan Kodak bisa menjadi sebuah kelompok media sosial jika telah berhasil
meyakinkan konsumen untuk menggunakan layanan online untuk menyimpan, berbagi, dan
mengedit foto-foto mereka.Sebaliknya, Kodak berfokus terlalu banyak pada perangkat dan kalah
dalam pertempuran online untuk jaringan sosial seperti Facebook.

Bangkrutnya Kodak, bangkrutnya pelopor fotografi

Jakarta (ANTARA News) - Eastman Kodak Co, ikon fotografi yang menemukan kamera
tenteng (hand-held) telah mengajukan pailit dan berencana mengerutkan postur usahanya.
Langkah ini ditempuh demi menghentikan laju terjun bebas dari meruginya salah satu
perusahaan terkenal di Amerika Serikat itu. Pengajuan pailit yang di Amerika terkenal dengan
Pasal 11 ini, membuat Kodak menjadi perusahaan terbesar yang menjadi korban krisis di era
digital. Perusahaan ini gagal mengeluarkan teknologi lebih modern seperti kamera digital yang
ironisnya justru ditemukannya.Kodak pernah mendominasi industri ini. Status pailit ini membuat
perusahaan yang didirikan pada 1880 itu mampu mendapatkan pembeli untuk sekitar 1.100 paten
digitalnya.Kodak kini mempekerjakan 17.000 staf di seluruh dunia, padahal sembilan tahun lalu
ada 63.900orang. "Ini adalah hari yang sangat menyedihkan sekalipun kita telah berusaha
mencegahnya," kata Shannon Cross, analis pada Cross Research."Jika perusahaan ini bertahan,
maka akan menjadi entitas (bisnis) yang jauh lebih kecil. "Menurut berkas ajuan pailit ke
pengadilan pailit AS di Manhattan, Kodak memiliki asset 5,1 miliar dolar AS dan 6,75 miliar
dolar AS liabilitas sampai akhir September lalu. Dari berkas itu pula diketahui bahwa Chief
Financial Officer Antoinette McCorvey mengungkapkan rencana Kodak untuk menjual asset-
asset pentingnya selama pailit itu.

Kodak berharap menuntaskan program restrukturisasi pada 2013. "Ini adalah satu
langkah yang memang dibutuhkan dan hal baik yang mesti dilakuan demi masa depan Kodak,"
kata Chairman dan Chief Executive Antonio Perez. Nilai pasar Kodak telah amblas di bawah 100
juta dolar AS dari 31 miliar dolar AS yang dicapai 15 tahun lalu ketika harga sahamnya
bertengger di 94 dolar AS. Tapi kini harga sahamnya hanya 30 sen.

Kodak akhirnya memenangkan persetujuan resmi hakim kepailitan AS Allan Gropper


untuk mendapatkan dana talangan senilai 650 juta dolar AS dari konsorsium pimpinan Citigroup
Inc. Jumlah ini kurang 300 juta dolar AS dari yang diminta Kodak. Tapi itu cukup membantu
perusahaan untuk tetap beroperasi dan menghindari dilikuidasi. Dengar pendapat akhir akan
dilangsungkan 15 Februari nanti. Proposal paket 18 bulan yang diajukan Kodak ini ditentang
para kreditor karena khawatir Kodak tak bisa melunasinya, apalagi jika manajemen membiarkan
kerugian terus menggunung dan gagal mereorganisasi perusahaan. "Tak akan menjadi Pasal 7,"
kata hakim, merujuk kode pasal kepailitan di AS yang berarti sebuah perusahaan harus
dilikuidasi.

Paten digital

Perez, mantan eksekutif Hewlett-Packard Co yang menjadi kepala Kodak pada 2005,
beberapa tahun terakhir telah membanting usaha Kodak ke bisnis printer namun gagal
memperbaiki profitabiltas perusahaan. Sejak 2007 Kodak tak bisa lagi untung.Kodak tertinggal
untuk waktu lama dari para pesaingnya, kata Ananda Baruah, analis Brean Murray.Kodak
berjuang keras memenuhi kewajiban pensiun dan lainnya bagi lebih dari 65.000 pekerja,
pensiunan dan lainnya.

McCorvey mengatakan Apple Inc, produsen BlackBerry Research in Motion Ltd dan
HTC Corp dari Taiwan mundur dari negosiasi paten karena kondisi keuangan Kodak berdarah-
darah. Litigasi paten terpenting Kodak untuk bisa untung kembali.Kodak menggugat Apple,
Research in Motion dan HTC karena melanggar paten, namun ketiga perusahaan ini membantah.
Menurut McCorvey, Kodak menderita krisis likuiditas yang akut setelah para vendor
menghentikan pengapalan dan penyediaan jasa, serta menuntut jangka pembayaran yang lebih
pendek. Kodak mengaku memiliki dana tunai 820 juta dolar AS, tapi angka itu anjlok hingga
hanya 56,7 juta dolar AS. Dan ini menekan kantor pusat Kodak di Rochester, New York, di
mana jumlah pekerjanya terpangkas menjadi sekitar 7.000 orang dari sebelumnya 60.000 orang.

Andrew Cuomo, Gubernur New York, menyebut status pailit Kodak ini sebagai berita
yang sulit dan disesalkan oleh kota tersebut, sementara Bank investasi Lazard membantu Kodak
untuk mendapatkan pembeli paten digitalnya. Mark Zupan, dekan fakultas bisnis Universitas
Rochester, mengatakan Kodak masih memiliki banyak sekali nilai sehingga tak perlu dilikuidasi.
"Segmen-segmen akan cukup menguntungkan demi mempertahankan status leader ketika
perusahaan menjadi lebih ramping," katanya. Perez mengatakan pailit akan membantu Kodak
memaksimalisasi nilai paten yang berkaitan dengan pencitraan digital yang digunakan secara
virtual dalam setiap kamera digital modern, ponsel pintar dan tablet. Andrew Dietderich,
pengacara Kodak, berkata kepada Gropper dalam dengar pendapat Kamis itu bahwa perusahaan
itu percaya masih memiliki hak intelektual antara 2,2 - 2,6 miliar dolar AS. Di antara 100.000
kreditor Kodak itu diantaranya adalah Wal-Mart Stores Inc, Target Corp, Sony Corp dan Walt
Disney Co.

Trademark

George Eastman yang putus sekolah SMA dari kawasan utara New York, mendirikan
perusahaan ini pada 1880 dan mulai membuat piringan-piringan fotografis. Untuk
mengembangkan bisnisnya, dia menggunakan mesin bekas untuk membuat piringan-piringan
foto. Dalam delapan tahun, nama Kodak menjadi trademark. Perusahaan ini lalu mengenalkan
kamera tenteng, lalu film roll-up.Eastman juga mengenalkan "Wage Dividend" dalam mana
perusahaan memberi bonus kepada karyawan berdasarkan kinerjanya.

Kodak lalu membuat kamera-kamera seperti Brownie yang diluncurkan pada 1900 dan
Instamatic pada 1963.Di lamannya, perusahaan ini mengatakan bahwa sebuah kamera Kodak
telah digunakan pada misi Apollo 11 tahun 1969. "Kamera Kodak telah digunakan oleh para
astronot untuk memfilmkan pendaratan di bulan hanya dalam jarak beberapa inchi," kata NASA.
Film Kodak telah digunakan pada 80 film pemenang Oscar untuk Film Terbaik.
Pada 1975, Kodak menemukan kamera digital seukuran pemanggang roti. Kamera
digital ini terlalu besar untuk saku fotografer amatir yang kantongnya kini bisa dipenuhi kamera-
kamera digital buatan Canon, Casio dan Nikon.Namun Kodak malah mencampakkan kamera
digital dan bertahun-tahun hanya menyaksikan pesaing-pesaingnya merampas pangsa pasar
digital.

Pada 1994, Kodak men-spin off bisnis kimia-nya, Eastman Chemical Co, yang terbukti
berhasil. Kejatuhan Kodak di depan mata ketika September lalu, investor menarik 160 juta
kreditnya sehingga membuat keuangan perusahaan menjadi kering. Belum jelas benar
bagaimanakah Kodak akan menangani kewajiban pensiunya, yang kebanyakan mengambilnya
berdekade-dekade lalu ketika perusahaan-perusahaan AS malah menawarkan paket pensiun dan
kesehatan yang lebih menarik.

Tugas
A. Metode
1. Mengapa perusahaan berhutang untuk menjalankan bisnis dan operasionalnya?

Perusahaan Kodak melakukan pinjaman selain untuk mendapatkan modal untuk melakukan
produksi, meminjam modal pada investor juga dapat memperluas penggunaan produk dan
nilai paten dari produk agar perusahaan bisa berkerjasama dengan beberapa perusahaan
yang terkait

B. Pasar (Market)
2. Bagaimana perusahaan melakukan pembayaran utang tersebut melalui pasar (Market)?

Perusahaan akan melunasi kewajibannya kepada investor jika perusahaan mendapatkan


laba dari penjualan produk, karena perusahaan mengalami kerugian dan pailit, sehingga
perusahaan harus menjual beberapa assetnya serta melaporkan kepailitannya kepada
pemerintah agar mendapat bantuan dalam melunasi utang-utangnya tersebut

C. Mesin
3. Mengapa George Eastman menciptakan sebuah mesin?

Sejak 1888, George Eastman menciptakan sebuah mesin yang menangkap gambar pada
pelat kaca besar. Mesin sangat di perlukan dalam perusahaannya karena mempermudah
atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja. Tak puas
dengan terobosan itu, dia melanjutkan untuk mengembangkan film roll dan kemudian
kamera Brownie. Selanjutnya pada 1960, Kodak mulai mempelajari potensi komputer dan
membuat terobosan besar di tahun 1975, saat salah satu insinyur, Steve Sasson,
menemukan kamera digital.

D. Money
4. Apa penyebab keuangan perusahaan kodak menjadi kering?
Pada 1994, Kodak men-spin off bisnis kimia-nya, Eastman Chemical Co, yang terbukti
berhasil. Kejatuhan Kodak di depan mata ketika September lalu, investor menarik 160 juta
kreditnya sehingga membuat keuangan perusahaan menjadi kering. Belum jelas benar
bagaimanakah Kodak akan menangani kewajiban pensiunya, yang kebanyakan
mengambilnya berdekade-dekade lalu ketika perusahaan-perusahaan AS malah
menawarkan paket pensiun dan kesehatan yang lebih menarik.

E. Man
5. Kenapa jumlah pekerja perusahaan Kodak di Rochester terpangkas menjadi sekitar 7.000
orang dari sebelumnya 60.000 orang?

Menurut McCorvey, Kodak menderita krisis likuiditas yang akut setelah para vendor
menghentikan pengapalan dan penyediaan jasa, serta menuntut jangka pembayaran yang
lebih pendek. Kodak mengaku memiliki dana tunai 820 juta dolar AS, tapi angka itu anjlok
hingga hanya 56,7 juta dolar AS. Dan ini menekan kantor pusat Kodak di Rochester, New
York, di mana jumlah pekerjanya terpangkas menjadi sekitar 7.000 orang dari sebelumnya
60.000 orang.
KASUS 2
RISIKO KREDIT

PT KIANI KERTAS

Prabowo dan 'Kebocoran' di PT.Kiani Kertas

Kembali, lebih dari 1000 orang karyawan PT. Kiani Kertas (Kertas Nusantara)
dijadwalkan akan demo di depan kantor pemkab Berau Kalimantan Timur karena tunggakan gaji
yang tidak diterima karyawan selama lebih dari 5 bulan. Pembayaran ini sudah ditunggak sejak
bulan Agustus tahun lalu, karena kondisi keuangan perusahaan kertas terbesar di Asia tersebut
dalam kondisi kritis. Ada apa dengan PT. Kiani Kertas? Bukankah dulu perusahaan ini berkibar
dan sangat menguntungkan?Mengapa kini dalam kondisi terengah-engah? Salah kelola seperti
apa? Apa ada yang bocor? Menurut Suyadi, Ketua DPC SBSI Berau Kaltim, sebelum diambil
alih oleh Prabowo, kondisi PT. Kiani sangat sehat. Pabrik berjalan dengan baik, karyawan
sejahtera, penduduk sekitar yang memiliki pohon diuntungkan juga dengan menyuplai ke PT.
Kiani Kertas.Sebelum diambil alih oleh Prabowo, perusahaan itu sangat bermanfaat bagi
masyarakat sekitar dan berhasil meningkatkan taraf perekonomian di Berau.Tetapi sekarang,
walupun mesin-mesin masih baik, suplai kayu sudah ada (dari masyarakat sekitar yang menanam
pohon kayu di HTI), tetapi mengapa justru produksi dihentikan?Pengambil Alihan PT. Kiani
Kertas dari Bob Hassan ke Prabowo Dulu perusahaan ini merupakan perusahaan milik Bob
Hassan. Perusahaan ini diambil alih oleh BPPN terkait penyelesaian hutang Bank Umum
Nasional milik Bob Hassan senilai Rp 8,9 Trilyun. Berarti dalam hitungannya ketika itu tentu
nilai PT. Kiani Kertas senilai Rp 8,9 Trilyun. Tahun 2002, BPPN menawarkan kepada
perusahaan milik Prabowo Subianto, PT. Voyala, yang kemudian membeli semua saham PT.
Kiani senilai Rp 7,1 Trilyun. Dari nilai tersebut, US$ 230 juta (sekitar Rp 2,3 Trilyun)
merupakan kredit dari Bank Mandiri. Tetapi kemudian PT. Kiani terjerat dalam kredit macet
tidak mampu membayar hutangnya ke Bank Mandiri.

Pada tahun 2005, Prabowo dipanggil oleh Kejagung sebagai saksi penyaluran kredit dari
Bank Mandiri ke PT. Kiani Kertas, karena ada temuan dari Kejagung dan BPK terdapat
perbuatan melawan hukum dalam penyaluran kredit Rp 1,89 Trilyun yang berpotensi
menimbulkan kerugian negara. Tetapi tahun 2011, kasus ini di SP3kan oleh Kejagung.
Penyelamat Prabowo dalam masalah kredit macet PT. Kiani Kertas adalah Hasyim
Joyohadikusumo, yang pada tahun 2007 menyetorkan uang ke Bank Mandiri senilai US$ 50 juta,
sehingga PT. Kiani bisa melakukan restrukturisasi hutang. Pada tahun 2011, PT. Kiani digugat
pailit ke PN Jakpus karena tidak mampu membayar hutang dengan no register perkara
31/Pailit/2011/PN Niaga Jakpus.

PT.Kiani lolos dari gugatan pailit setelah 89% atau 120 kreditur dari 143 setuju
memberikan perpanjangan masa pembayaran hutang. Keputusan ini diambil dari rapat
pemungutan suara yang diadakan untuk memutuskan atau menolak proposal perpanjangan
hutang oleh perusahaan milik Prabowo tersebut. Perpanjangan masa pembayaran terhitung mulai
2013, selama 15 tahun untuk kreditur separatis dan 20 tahun untuk kreditur konkuren Data
kurator kepailitan menunjukkan bahwa hutang perusahaan terdiri dari :

1. Rp 7,94 Trilyun kepada kreditur separatis (kreditur utama atau pemegang jaminan kebendaan
atau asset, prioritas mendapatkan pembayaran penjualatan kepailitan)

2. Rp 5,6 Trilyun kepada kreditur konkuren yang diakui

3. Rp 734 milyar kepada kreditur konkuren yang diakui sementara

Yang mengherankan, ternyata Prabowo meminjam kepada asing. Jadi kreditur separatis senilai
Rp 7,94 Trilyun itu adalah JP Morgan Europe Ltd, Credit Suisse International, Boshendal
Investment Ltd, Langass Offshore Inc. Lah, ini sami mawon donk, dimana letak
nasionalismenya? Tidak semua kreditur menyetujui proposal perpanjangan hutang tersebut.
Salah satunya adalah Allied Ever Investmen Ltd, yang menyatakan bahwa proposal dibuat
sederhana. Padahal hutang yang dibuat oleh PT. Kiani Kertas ini dulu Rp 14,3 Trilyun. Kuasa
hukumnya menyatakan: 'Banyak hal yang seharusnya diperiksa dan dipelajari. Apalagi laporan
keuangan mereka juga tidak diaudit.Yang diaudit baru disampaikan kemarin.'Dana yang
dipinjam memang sangat besar sekali.Nilainya trilyunan rupiah.Jika perusahaan tetap sekarat,
cashflow perusahaan untuk bergerak tidak ada, bukankah penzaliman namanya terhadap
karyawan yang ada beserta masyarakat sekitar yang menumpukan hidupnya dengan keberadaan
perusahaan ini?Kemana larinya hasil produksi dulu yang sempat sangat baik?Dan kini,
perusahaan itu masih berdarah-darah.Apakah Prabowo tidak berminat menutup kebocoran disini
dengan serius pembenahan manajemen di PT. Kiani Kertas alias Kertas Nusantara ini?

Tugas

A. Perencanaan
1. Bagaimana perencanaan perusahaan tersebut agar dapat mengembangkan usahanya tanpa
melakukan kredit atau berhutang?

Karena sebelum pemindah alihan kepemilikan perusahaan, PT Kiani Kertas sudah dapat
beroperasi dengan baik tanpa terlilit oleh utang, maka dari itu perusahaan seharusnya bisa
tetap mempertahankan sistem manajemen dan operasional mereka dengan baik agar
perusahaan tetap berproduksi dengan lancar dan perusahaan bisa mendapatkan
keuntungan.

Sistem manajemen internal yang baik, mengurangi pengeluarkan perusahaan yang tidak
penting, memaksimalkan penggunaan asset yang dimiliki perusahaan serta memanfaatkan
sumber daya dari lingkungan sekitar perusahaan untuk kebutuhan produksi dapat
menghemat biaya perusahaan daripada perusahaan harus meminjam dana kepada kreditur
untuk kebutuhan produksi.
2. Mengapa perusahaan berhutang untuk menjalankan bisnis dan operasionalnya?

Perusahaan terlibat utang untuk keperluan bisnis karena ada pemindah alihan kepemilikan
perusahaan dari Bob Hasan ke PT. Voyala, perusahaan milik Prabowo Subianto yang
membeli seluruh saham PT. Kiani yang senilai Rp 7,1 Trilyun namun dari nilai tersebut,
US$ 230 juta (sekitar Rp 2,3 Trilyun) merupakan kredit dari Bank Mandiri

3. Kepada siapa perusahaan berhutang tersebut?

PT. Kiani menjadi terlibat utang kepada Bank Mandiri, dan kepada beberapa pihak kreditur
lainnya yang berupa kreditur separatis, kreditur konkuren yang diakui, kreditur konkuren
yang diakui sementara, serta kreditur asing seperti JP Morgan Europe Ltd, Credit Suisse
International, Boshendal Investment Ltd, Langass Offshore Inc.

4. Bagaimana perusahaan melakukan pembayaran utang tersebut?

Karena perusahaan tidak mampu untuk membayar kewajibannya kepada para kreditur unuk
saat ini, maka perusahaan sempat digugat pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,
namun perusahaan berhasil lolos dari gugatan tersebut dan mendapat perpanjangan waktu
untuk melunasi kewajibannya dari para kreditur

5. Apa saja risiko yang dihadapi oleh perusahaan?

Risiko Likuiditas

Perusahaan memiliki risiko tidak dapat melunasi seluruh utang dan kewajibannya kepada
bank dan sejumlah pihak yang menjadi krediturnya meskipun sudah mendapat
perpanjangan waktu karena perusahaan tidak beroperasi dengan baik.

Risiko Operasional

Perusahaan memiliki risiko operasional karena ada perubahan kepemilikan perusahaan


yang secara langsung merubah dan mengganggu sistem operasional serta manajemen
internal perusahaan menjadi tidak berfungsi dengan baik dan menimbulkan masalah

Risiko Tenaga Kerja

Perusahaan yang tidak produktif dengan baik seperti sebelumnya menghasilkan risiko
kepada perusahaan tidak bisa membayar gaji para tenaga kerjanya dengan sesuai.