Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PADA PASIEN DENGAN PARKINSON

Pokok Pembahasan : Latihan Kebugaran (Senam)


Sub Pokok Pembahasan : Penyuluhan senam lansia
Sasaran : Lansia di Ds x
Jam : 08:00
Waktu : 45 menit
Tanggal : 19 Februari 2016
Tempat : Rumah Tn P

A. Latar belakang
Lansia
B. Tujuan Umum
Setelah dilakukan perawatan dirumah selama 45 menit diharapkan para lansia
mampu memahami peningnya latihan gerak dan senam lansia

C. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 45 menit tentang materi senam lansia ,
diharapkan keluarga dan pasien dapat:
1. Menjelaskan tentang senam lansia
2. Menyebutkan manfaat senam lansia
3. Menyebutkan prinsip senam lansia
4. Mampu mempraktekkan langkah senam lansia
5. Mempraktikkan senam lansia secara teratur

D. Sasaran dan Target


Keluarga dan lansia di Desa X
E. Strategi Pelaksanaan
Hari dan tanggal pelaksanaan : Jumat 17 February 2016
Waktu :16.00 WIB selesai
Tempat : Rumah Tn.P
F. Materi Penyuluhan (Terlampir)
1. Pengertian senam lansia
2. Prinsip senam lansia
3. Manfaat dari senam lansia
4. Langkah senam lansia

G. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi senam lansia

H. Media
1. Leaflet
2. Lembar balik

I. Seting tempat

Ket:
keluarga /pasien

Penyuluh
J. Kegiatan penyuluhan

No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Sasaran Media


Kegiatan
1. Pembukaan 3 menit a. Mengucapkan salam Menjawab salam Ceramah
b. Memperkenalkan diri Mendengarkan dan
Menyampaikan tentang menyimak
tujuan pokok materi Bertanya mengenai
d. Meyampakaikan pokok perkenalan dan tujuan jika
pembahasan ada yang kurang jelas
e. Kontrak waktu
2. Pelaksanaan 15 menita. Penyampaian Materi Mendengarkan dan Lembar
1. Pengertian pengertian menyimak balik
Parkinson Leaflet
2. Penyebab dari Bertanya mengenai hal-hal
Parkinson yang belum jelas dan
3. Tanda dan gejala dimengerti
hipertensi
4. Diit tepat Parkinson
5. Mempraktikkan terapi
fisik dengan teratur
6. Meningkatkan
kemampan ADL
b.
Memberikan kesempatan
pada peserta untuk bertanya
3 Demonstrasi 15 menitc. Mendemonstrasikan cara Keluarga mampu
terapi fisik untuk penderita memberikan contoh dan
Parkinson mempraktikkan secara
langsung bentuk terapi
yang di ajarkan
Evaluasi 10 menitd. Perawat memberikan keluarga mampu Ceramah
pertanyaan seputar materi menjawab pertanyaan
yang telah diberikan yang di berikan oleh
perawat
Penutup 2 menita. Melakukan evaluasi Sasaran dapat menjawab Ceramah
b. Menyampaikan tentang pertanyaan yang
kesimpulan materi diajukan
c. Mengakhiri pertemuan Mendengar
dan menjawab salam Memperhatikan
Menjawab salam

K. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Kesepakatan dengan keluarag (waktu dan tempat)
b. Kesiapan materi penyaji
c. Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung
2. Evaluasi proses
a. Keluarga /pasien bersedia dirumah sesuai dengan kontrak waktu yang
ditentukan
b. Anggota keluarga antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak
diketahuinya
c. Anggota keluarga menjawab pertanyaan yang telah diberikan
3. Mahasiswa
a. Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan
b. Dapat menjalankan peranannya sesuai dengan tugas
4. Evaluasi hasil
a. Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
b. Adanya kesepakatan antara keluarga dan perawat dalam melakukan
implementasi keperawatan selanjutnya mengenai terapi fisik ROM
dan latihan ketahanan

L. Daftar pertanyaan
1. Bagaiamana tanda dan gejala dari penyakit Parkinson
2. Apa saja penyebab dari Parkinson
3. Bagaimana teknik terapi ROM yang bisa di berikan untuk penderita
Parkinson

Lampiran 1
PARKINSON
A. Definisi
Adalah bagian dari Parkinsonisme yang secara patologi ditandai oleh
degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars kompakta yang
disertai dengan adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (badan Lewy).
Parkinsonisme: Adalah suatu sindroma yang ditandai oleh tremor waktu
istirahat, rigiditas, bradikinesia, dan hilangnya refleks postural akibat
penurunan kadar dopamin dengan berbagai macam sebab.
B. Etiologi
Etiologi penyakit Parkinson idiopatik tidak diketahui. Ada sejumlah kondisi
langka yang mirip dengan penyakit Parkinson idiopatik yang terjadi dalam
keluarga (maka disebut penyakit Parkinson keturunan). Meskipun sebagian
besar kasus Penyakit Parkinson idiopatik adalah sporadis, bukan familial,
faktor genetik tertentu muncul untuk memainkan peran dalam penyebabnya

C. Perjalanan Penyakit
1. Perjalanan penyakit diukur sesuai dengan pentahapan menurut Hoehn
dan Yahr (Hoehn and Yahr Staging of Parkinsons Disease).3
2. Stadium Satu : Gejala dan tanda pada satu sisi, terdapat gejala yang
ringan, terdapat gejala yang mengganggu tetapi tidak menimbulkan
kecacatan, biasanya terdapat tremor pada satu anggota gerak, gejala yang
timbul dapat dikenali orang terdekat.
3. Stadium Dua : Terdapat gejala bilateral, terdapat kecacatan minimal,
sikap/cara berjalan terganggu.
4. Stadium Tiga : Gerak tubuh nyata melambat, keseimbangan mulai
terganggu saat berjalan/berdiri, disfungsi umum sedang.
5. Stadium Empat : Terdapat gejala yang lebih berat, masih dapat berjalan
hanya untuk jarak tertentu, rigiditas dan bradikinesia, tidak mampu
berdiri sendiri, tremor dapat berkurang dibanding stadium sebelumnya.
6. Stadium Lima : Stadium kakhetik (cachetic stage), kecacatan total, tidak
mampu berdiri dan berjalan, memerlukan perawatan tetap.

D. Manifestasi klinis
Temuan klinik yang mungkin ditemukan terbagi dalam fenomena positif dan
negatif. Fenomena positif meliputi tremor, rigiditas, dan postural fleksi;
bradikinesia, hilangnya refleks postural, dan membeku adalah fenomena
negatif. Secara umum fenomena negatif lebih membatasi
1. Tremor
Tremor didefinisikan sebagai gerakan ritmis yang involunter dan
berulang. Tremor adalah gejala penyakit Parkinson yang paling terlihat
dan paling mudah dikenali. Tremor parkinsonisme dikarakterisasi sebagai
tremor istirahat atau resting tremor, yang berarti bahwa tremor ini muncul
terutama saat pasien sedang tidak menggunakan ekstremitasnya untuk
aktivitas langsung. Karena itu tremor yang ditemukan di tangan saat
pasien berjalan sama siginifikannya dengan tremor di tangan yang sedang
diletakan di pangkuan. Tremor istirahat Parkinsonisme secara khas
menghilang atau berkurang dengan gerakan, membedakannya dengan
tremor aktif yang ada pada hereditary essential tremor dan multiple
sclerosis. Pada onsetnya, tremor istirahat mungkin ringan dan sangat
intermiten, menjadi sangat jelas hanya ketika pasien stres atau panik,
sebagai contoh. Dengan berjalannya penyakit, amplitudo tremor
meningkat dan selalu muncul ketika pasien beristirahat
Tremor Parkinsonisme terjadi paling sering pada ekstremitas dan
unilateral pada mulanya. Dengan berjalannya waktu, tremor dapat
menyebar ke sisi tubuh sebelahnya. Tremor pada tangan dikenal sebagai
pill rolling tremor karena tampak seeprti gerakan membuat pil. Pada
beberapa pasien, bibir, dagu, dan rahang dapat terlibat, tapi tremor tidak
pernah melibatkan kepala.
2. Rigiditas
Rigiditas yang ditemukan pada penyakit Parkinson dibedakan dengan
spastisitas. Rigiditas didefinisikan sebagai peningkatan tonus pasif
ekstremitas yang velocity-independent. Hal ini dibedakan dengan
spastisitas yang adalah bentuk hipertonus yang length-and velocity-
dependent. Rigiditas pipa atau lead pipe rigidity adalah resistensi
konstans terhadap gerakan pasif yang hanya sedikit bervariasi dengan
ektensi atau kecepatan penggerakan ekstremitas. Sementara ekstremitas
yang spastik dapat digerakan dengan sedikit resistensi pada gerakan
pendek dan kecepatan lambat, namun saat digerakan dengan cepat dan
jauh, resistensi meningkat secara signifikan.
3. Postur fleksi
Postur fleksi umumnya dimulai dari lengan dan menyebar sampai
melibatkan seluruh tubuh (Gambar 1). Kepala tertunduk, tubuh condong
ke depan, punggung kifotik, tangan tertahan di depan tubuh, dan pinggul
dan lutut fleksi.

4. Bradikinesia (perlambatan dalam gerak, kesulitan memulai gerak, dan


hilangnya gerakan otomatis) dan hipokinesia (reduksi ampiltudo gerakan,
terutama dengan gerakan repetitif) adalah temuan yang paling sering
pada penyakit Parkinson, walaupun mereka mungkin muncul setelah
tremor. Bradikinesia memiliki banyak manifestasi, tergantung dari bagian
tubuh mana yang terganggu. Wajah kehilangan ekspresi spontan (wajah
seperti topeng, hipomimia) dengan berkurangnya frekuensi berkedip.
Gangguan dalam gerakan spontan dikarakterisasi dengan hilangnya
gestur dan pasien cenderung bergerak dengan kaku. Bicara menjadi
lembut (hipofonia), dan suara memiliki nada yang monoton. Beberapa
pasien tidak dapat melafalkan kata-kata dengan benar (disartria) dan kata-
katanya cenderung bertumpuk-tumpuk (takifemia). Bradikinesia pada
tangan yang dominan menghasilkan tulisan tangan yang kecil-kecil
(mikrografia) dan kesulitan dalam mencukur, menggosok gigi, atau
mengancingkan baju.

5. Hilangnya refleks postural


menyebabkan pasien mudah terjatuh dan tidak mampu untuk tetap berdiri
tanpa dibantu. Pasien mungkin tidak mampu mempertahankan posisi
berdiri normal sebagai respons tekanan dari belakang, dan pasien jatuh ke
depan (propulsi), atau bila ada gaya dorong dari depan, maka akan jatuh
ke belakang (retropulsi). Langkah menjadi kecil-kecil dan terseret, dan
pola berjalan dideskripsikan sebagai pola festinant, yaitu pola dimana
pasien tampak seperti terburu-buru untuk menjaga titik pusat gravitasi
tubuhnya
6. Fenomena membeku
Fenomena membeku adalah ketidakmampuan sementara untuk
melakukan gerakan aktif. Hal ini sering terjadi pada kaki saat berjalan
namun juga dapat melibatkan gerakan lain seperti membuka mata,
berbicara, dan menulis. Membeku terjadi secara mendadak dan
sementara, berlangsung tidak lebih dari beberapa detik setiap
kejadiannya. Membeku umumnya muncul saat pasien ingin memulai
berjalan (start hesitation), membelok, mendekati tujuan (destiantion
hesitation), dan jika pasien merasa takut tidak sempat melewati pintu
otomatis atau kegiatan yang ada waktunya seperti melewati pintu
otomatis, pintu lift, atau menyeberang jalan.

E. Latihan Range of Movement (ROM)


Latihan ROM sangat penting untuk mempertahankan fungsi sendi dengan
menjaga agar area sendi tetap fleksibel.
1. Latihan kepala dan leher
a. Chin to chest. Dagu didekatkan sejauh mungkin dengan dada.

b. Head turns. Kepala ditengokkan ke kiri dan ke kanan sampai hidung


pasien berada satu garis dengan bahu.

c. Head tilts. Kepala dimiringkan ke kiri dan ke kanan sampai telinga


pasien menyentuh bahu pasien.

2. Latihan bahu
a. Fleksi. Lengan difleksikan di sendi bahu sampai lengan bagian dalam
menyentuh kepala.

b. Abduksi. Lengan dalam posisi fleksi digerakan menjauhi tubuh.

c. Rotasi internal dan eksternal. Pada posisi lengan lurus, arah telapak
tangan diputar ke dalam dan keluar.

3. Latihan siku
Fleksi dan ekstensi. Lengan difleksikan dan diekstensikan pada sendi
siku.

4. Latihan lengan bawah


Pronasi dan supinasi. Dengan posisi lengan fleksi pada sendi siku,
pergelangan tangan melakukan pronasi dan supinasi.

5. Latihan pergelangan tangan


a. Fleksi dan ekstensi. Tangan difleksikan dan diekstensikan pada
pergelangan tangan.

b. Abduksi dan adduksi. Pergelangan tangan digerakan menjauhi tubuh


dan mendekati tubuh.
6. Latihan jari
a. Finger bends. Jari-jari dikepalkan seperti membuat tinju.

b. Finger spreads. Jari-jari diregangkan.

c. Oposisition. Jari-jari melakukan oposisi

d. Thumb circles. Ibu jadi digerakan dalam gerakan lingkaran besar.

7. Latihan pinggul
a. Fleksi dan ekstensi. Kaki difleksikan dan ekstensikan pada sendi
pinggul.

b. Abduksi dan adduksi. Kaki dalam posisi lurus digerakan menjauhi dan
mendekati tubuh.

8. Latihan lutut
Fleksi dan ekstensi. Kaki difleksikan dan diekstensikan pada sendi lutut.

9. Latihan pergelangan kaki dan kaki

a. Fleksi dan ekstensi. kaki difleksikan dan diekstensikan pada


pergelangan kaki.

b. Inversi dan eversi pergelangan kaki. Kaki diarahkan ke kiri dan ke


kanan.

c. Toe bends. Jari-jari ditekuk ke arah plantar.

d. Toe spreads. Jari-jari diregangkan.


DAFTAR PUSTAKA

Schapira AH, Olanow CW. Principles of Treatment in Parkinsons Disease.


Philadephia: Elsevier; 2005.
World Health Organization. Department of Measurement and Health Information.
December 2004. Estimated total deaths (2000), by cause and WHO Member
State, 2002.
Dick, F.D. et al. 2007. Environmental Risk Factors for Parkinsons Disease and
Parkinsonism: the Geoparkinson Study on Behalf of the Geoparkinson Study
Group. Occup Environ Med.