Anda di halaman 1dari 92

E2593 V17

Public Disclosure Authorized

KEMENTERIAN PEKERIAAN UMUM


DIREKTORAT IENDERAL BINA MARGA
S\IVT PERENCANAAN DAN PENGAI^/ASAI{
Public Disclosure Authorized

JALAN DAN TEMBATAN PROPINSI SIJMATERA BARAT


JL. RASUNA SAID NO.85 A PADANG -811.4,.1ELP. (0751) 70515S FAX. (0761\7051556

SATUAN NON VERTIKAL TERTENTU PERENCANAAN


DAN PENGAWASAN JALAN DAN JEMBATAN ( P2JJ )
PROPINSI SUMATERA BARAT
Public Disclosure Authorized

D@B<rWGESSlr
U-r P&Y A FE $T &E &O &, && $& E $I G K t' I\IJ G. AS EgI D U P
DAI{J
TJ'F.AYAPE$[ANI{,1&I}S-$TTTBIIGKU;SX.GA$EHIgglF,
qrJK& = U;PIr_:}
Public Disclosure Authorized

PEKERIAAN:
IEMBATAN SEI. AIR GADANG
KABUPATEN PASAMAN BARAT

P"T. VI$ITECH GEMILASTG


Engineering & Managernent Consultants
.Iln. I.Tambusai Kcnrp-Parinsula Blok B No.4 Pq:karrbar*-?R28?
Tel1t. 0?61 -571309, Fax. 571703 E-rnail : visi...gemilang,ji:yal:oo.cr:m

Pl-f n*i l{+1:q:r-ifi;r'i*r: f *rq;'ji,l*;: lJl::.;:l


SATUAN NON VERTIKAL TERTENTU PERENCANAAN
DAN PENGAWASAN JALAN DAN JEMBATAN ( P2JJ )
PROPINSI SUMATERA BARAT

DOI(TIN/IEN:
UPAYA PENGELOLAAN LTNGKUNGAN HIDUP
DAN
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
(uKL - UPL)

PEKERJAAN:
IEMBATAN SEI. AIR GADANG
KABUPATEN PASAMAN BARAT

Pi,l-nei l{etf }ef rter'1j:}11 ?'*k+rjaari Uiirl.:an


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

KATA PENGANTAR

Pembangunan jembatan Sungai Air Gadang Kabupaten Pasaman


Barat merupakan peningkatan kualitas dibidang pelayanan transportasi di
wilayah bagian utara propinsi Sumatera Barat, disamping itu pembangunan
ini juga menunjang dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian
masyarakat di kedua kabupaten tersebut dan pembangunan jembatan ini
juga dapat memberikan dampak positif maupun dampak negatif.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor


11 Tahun 2006, tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), menetapkan bahwa
kegiatan pembangunan ketiga lokasi jembatan tersebut di atas termasuk
kegiatan yang tidak tergolong sebagai kegiatan wajib AMDAL, tetapi
diwajibkan untuk membuat studi kelayakan lingkungan yaitu Upaya
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(uKL-UPL).

Semoga dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya


Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) pembangunan jembatan Sungai Air
Gadang Kabupaten Pasaman Barat dapat bermanfaat dan berguna dalam
perencanaan pembangunan dan pengelolaan serta pemantauan lingkungan
hidup..

Padang, Juli 2010


Hormat kami,

4F l! t.i, ,,i,rilclr
';*#dn rlernilalq
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab, Pasaman Barat

DAFTAR ISI

halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI tl

I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakanq 1

1.2. Tuiuan dan Keounaan Keoiatan I 3


1.3. Tuiuan dan Kesunaan UKL-UPL 3
1.4. Peraturan I 4
ll. RUANG LINGKUP RENCANA KEGIATAN il 1

2.1.Gambaran Umum Wilavah Studi tl 1

2.2.Lingkup Rencana Keqiatan tl 2


2.3.Linqkup Studi tl 6
2.4.Wilayah Studi tl I
ilt. RONA LINGKUNGAN HIDUP ltl 1

3.1. Fisika-Kimia ill 1

3.2. Bioloqi ilt 14


3.3 Sosial Ekonomi Budaya Itl 15
tv. DAMPAK LINGKUNGAN YANG TERJADI IV 1

4.1 Tahao Prakonstruksi IV 1

4.2. Tahap Konstruksi IV 2


4.3. Tahap Operasi IV 6
V. PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP V 1

5.1. Tahap Prakonstruksi V 1

5.2. Tahap Konstruksi V 3


5.3. Tahap Operasi V 14
vt. PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP VI 1

6.1.Tahap Prakonstruksi VI 1

6.2.Tahap Konstruksi VI 3
6.3.Tahap Operasi VI 16
DAFTAR PUSTAKA ill
LAMPIRAN

{-#;,r' r' wsif ech gernilang

P1-liti,ri l{'::E:i rIt';.ti.:11', ? 1;.1/.,.t1y l11 iy ; i.! 1 1 113i ; 1


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

DAFTAR TABEL
halaman
2.1 Jenis alat berat dan kendaraan yang diperlukan untuk il-3
pembangunan jembatan dan mobilisasinya.
2.2. Kebutuhan tenaga kerja pembangunan iembatan selama konstruksi |-4
2.3. Kebutuhan PondasiTiang Pancang Jembatan Air Gadanq il-5
2.4. Parameter, Metode Pengukuran/Analisis dan Peralatan Yang |-7
Diqunakan Untuk Kualitas Tanah
2.5. Metode dan Peralatan Analisis Kualitas Udara Ambien il-B
2.6 Parameter dan Metode Analisis Kualitas Air Permukaan (Air il-8
Sunqai)
2.7. Parameter dan Metode Analisis Kualitas Air Tanah Dangkal (Air il-9
Sumur)
3.1 Kondisi lklim Di Lokasi Keqiatan dan Sekitarnva il t-1
3.2. Data Curah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban Udara dan Kecepatan ilt-1
Ansin di Daerah Sukamenantidan Sekitarnva (2000-2005)
3.3. Kualitas Air sungai Air Gadang Pada Rencana Peningkatan ilt-5
Pembanqunan Jembatan Air Gadano Kabupaten Pasaman Barat
3.4. Hasil analisis kualitas air Sungai Air Gadang pada rencana ilt-6
pembangunan iembatan Air Gadanq, Kabupaten Pasaman Barat
3.5. Kualitas Udara Ambien di Rencana Lokasi Pembangunan Air l|-7
Gadano. Kabuoaten Pasaman Barat
3,6. Hasil pengukuran tingkat kebisingan pada rencana pembangunan
Jembatan Air Gadanq, Kabuoaten Pasaman Barat il l-8
3.7. Hasil pengukuran getaran pada rencana pembangunan Jembatan Air Gadang
Kabuoaten Pasaman Barat ilt-9
3.8. Hasil analisis sifat fisik tanah di lokasi keqiatan il t-10
3.9. Hasil Prediksi Laiu Erosi tanah di Lokasi keoiatan I tt-1 1

3.1 0. Tinqkat Bahava Erosi di Lokasi keqiatan ilt-1'1


3.1'1. Hasil Perhitungan Laju Erosi, TBE dan Kelas/Skala Erosi di Lokasi ilt-11
kegiatan
3.12. Jenis Flora disekitar Lokasi Keoiatan |t-12
3.13. Jumlah Penduduk Kecamatan Pasaman Menurut Kelomook Umur ilt-14
3.14. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekeriaan il t-15
3.1 5, Jumlah Kunjungan Pasien yang berkunjung ke Puskesmas di Kecamatan |t-17
Pasaman menurut penyakit Utama

4.1 Matrik ldentifi kasi Dampak Kegiatan Pembangunan Jembatan Peningkatan tv-8
Pembanqunan Jembatan Air oadano Terhadap Komponen Linqkunoan
4.2. Matrik Komponen dampak lingkungan Kegiatan Peningkatan Pembangunan tv-9
Jembatan Air Gadanq
5.1. Matrik Program Pengelolaan Lingkungan Hidup Kegiatan Peningkatan v-19
Pembangunan Jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman Barat
6.1 Parameter, alat dan metoda analisa kandungan gas vt-4
6.2. Parameter, alat dan metoda analisa kualitas air sungai untuk vt-8
pelaksanaa pemantauan
6.3. Matrik Program Pemantauan Lingkungan Hidup Kegiatan Peningkatan vt-21
Pembangunan Jembatan Air Gadanq Kabupaten Pasaman Barat.

4't
-
.\; p.i- vrs,f6ch oelnrians
;;iG"s'
" UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

DAFTAR PUSTAKA

1. Srikandi Fardiaz, 1992, Polusi Air dan Udara, cetakan ke 9, Penerbit


Kanisius, Yokyakarta,

2. Setiaty Pandia, Amir Husin, Zuhrina Masyitah, 1995, Kimia


Lingkungan, Dirjen DIKTI Depdikbud, Jakarta.

3. Philip Kristanto, 2002, Ekologi Industri, Penerbit Andi Offset,


Yokyakarta

4. Samin, 2006, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),


Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang, Malang

5. F Gunawarman Suratmo, 2004, Analisis Mengenai Dampak


Lingkungan, Penerbit Gadjah Mada University Prsess, Yogyakarta.

a'i' uisrfech gernrlang


)

PU-nel Kenrenleliar': Pekerjaar: Urn'-trrt


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab, Pasaman Barat

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Kebijakan Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Barat yang tertuang dalam


Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2006 - 2010 pada
Agenda Peningkatan Sarana dan Prasarana Transportasi yaitu mengembangkan,
meningkatkan dan memelihara sarana dan prasarana jalan ruya. Pengembangan,
peningkatan dan pemeliharaan prasarana jalan dilakukan dalam rangka meningkatkan
aksesibilitas antar wilayah yang diperlukan untuk mengembangkan perekonomian daerah
dan pelayanan masyarakat. lmplementasi dari pelaksanaan RPJMD tersebut terjabarkan
dalam Program Pembangunan Jalan dan Jembatan dengan salah satu kegiatan yang
dilaksanakan pada Tahun 2010 oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian
Umum Direktorat Jenderal Bina Marga adalah pembangunan jembatan sebagai sarana
penunjang transportasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan dan utara dari Provinsi
Sumtera Barat. wilayah Utara Kabupaten Pasaman Barat yang berbatasan dengan Provinsi
Sumatera Utara.

Kabupaten Pasaman Barat yang terletak pada kondisi geografis terletak pada
0059'- 20 28'lintang selatan dan 1090 19'-101018', dengan rata-rata kepadatan penduduk
pada tahun 2008 berkisar 84 orang km2 dengan sektor unggulan dari pertumbuhan ekonomi
berasal dari sektor perkebunan, perindustrian, perdagangan, pertanian, pertambangan,
perikanan kelautan dan lain-lain. Melihat perkembangan pembangunan dan pertumbuhan
ekonomi yang terus meningkat di Kabupaten Pasaman Barat serta untuk mengantisipasi
perkembangan kemajuan kota, pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus meningkatkan
potensi sumber daya alamnya yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Salah satu kendala dari pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam


mengembangkan kota dan mobilisasi kendaraan yang bergerak dibidang perekonomian
terus meningkat tiap tahunnya yang kurang didukung dengan kualitas jalan dan jembatan
yang belum memadai. Selama ini mobilisasi barang dan jasa masyarakat Kabupaten
Pasaman Barat tersebut untuk menuju pusat Kota baik untuk keperluan perdagangan,
pendidikan dan sebagainya hanya menggunakan jembatan yang tidak dapat dilalui secara
sekaligus dua kendaraan atau hanya satu kendaraan yang bisa melintas jembatan tersebut.
Menyadari hal tersebut maka mulai sejak tahun anggaran 2009 Pemerintah Republik
Indonesia melalui Satuan Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan
Jembatan (P2JJ) Provinsi Sumatera Barat telah merencanakan pembangunan jembatan Sei.
Air Gadang Kabupaten Pasaman Barat.
':
"-a-#\'i n.t visitech cenilanc t-l

i)1.:' : ri:t1 {{:l ti{,iii!.ril;.iat litr.ti,i/;t-1,.;it 1,.}t|:t tt|':


UKL & UPL Pembangunan Jembalan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Pembangunan jembatan selain memberikan dampak positif terhadap


perkembangan wilayah di Kabupaten tersebut dan meningkatkan pertumbuhan
perekonomian masyarakat, pelaksanaan kegiatan pembangunan jembatan ini juga
berpeluang menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Untuk mengantisipasi dan
mengendalikan dampak negatif serta meningkatkan dampak positif, maka sejak dari proses
perencanaan pembangunan Jembatan ini perlu dilengkapi dengan Studi Kelayakan
Lingkungan. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dinyatakan bahwa setiap rencana kegiatan yang
diperkirakan menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi
dengan analisis mengenai dampak lingkungan, yang pelaksanaannya diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL).

Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999 tersebut


dikemukakan bahwa untuk kegiatan yang tidak menimbulkan dampak besar dan penting dan
atau dampak yang ditimbulkan secara teknologi dapat dikelola, maka tidak diwajibkan
menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), tetapi harus dilengkapi dengan
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(UKL/UPL). Begitu juga sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor
11 Tahun 2006 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi AMDAL,
maka kegiatan Pembangunan Jembatan ini bukan dikategorikan jenis kegiatan yang wajib
menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Oleh sebab itu studi kelayakan
lingkungan rencana kegiatan Pembangunan Jembatan hanya dikategorikan wajib menyusun
studi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(UKL/UPL) sebagai acuan bagi pelaksana dalam melakukan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan.

1.2. TUJUAN DAN KEGUNAAN KEGIATAN

1.2.1. Tujuan

Tujuan pembangunan jembatan ini adalah dalam rangka pengembangan dan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Pasaman Barat.

1.2.2. Kegunaan

Kegunaan Pembangunan Jembatan adalah :

1. Meningkatkan aksesibilitas transportasi masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat;

2. Mempermudah mobilitas barang dan jasa.

4*:;
\:'*# ti.t. visltech sefftilano
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

1.3. TUJUAN DAN KEGUNAAN UKL & UPL


1.3.1. Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan dokumen UKL dan UPL ini adalah untuk memberikan

arahan pengelolaan dan pemantauan terhadap dampak lingkungan yang mungkin

timbul akibat Pembangunan Jembatan.

1.3.2. Kegunaan

1. Bagi Pemrakarsa :

a. Sebagai acuan dan pedoman serta dasar dalam melaksanakan pengelolaan

dan pemantauan lingkungan pada setiap tahap pelaksanaan pembangunan


jembatan.

b. Memprediksi dan mengendalikan serta meminimalisasi dampak negatif yang

akan ditimbulkan akibat pembangunan jembatan.

Bagi Pemerintah :

a. Sebagai acuan penilairn atas kelayakan lingkungan dari suatu kegiatan


pembangunan jembatan.

b. Merupakan pedoman bagi Instansi terkait dalam melakukan evaluasi

pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah dilakukan oleh

pemrakarsa.

3. Bagi Masyarakat:

Merupakan informasi bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan dampak positif

dan menghindari dampak negati rencana sejak dari tahap prakontruksi, kontruksi

dan pasca kontruksi.

1.4. PERATURAN

Dasar hukum yang melandasi pelaksanaan penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan


Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup rencana kegiatan pembangunan jembatan
ini antara lain sebagai berikut:

1.4.1. Undang.Undang

1. Undang-undang No. 5 Tahun 1990, tentang Sumberdaya Alam Hayati dan


Ekosistemnya. Peraturan ini digunakan karena kegiatan pembangunan jembatan
#'{#rr n.t. visitech cemilana

Plj-il{,}l. (ernenleriar Per-*rjcan lJrrl;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

harus memperhatikan kawasan sempadan sungai serta dampaknya terhadap


ekosistem perairan di sekitar kegiatan yang direncanakan.

2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003, tentang Tenaga Kerja,


Peraturan ini digunakan sebagai pedoman bagi rencana kegiatan dalam proses
perekrutan dan pelepasan tenaga kerja.

3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2004, tentang Sumber Daya Air.
Peraturan ini digunakan sebagai pedoman bagi rencana kegiatan dalam melakukan
pengelolaan sumber daya air di wilayah studi.

4. Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan


Daerah. Peraturan ini digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam
mengembangkan potensi sumber daya pembangunan yang dimiliki untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

5. Undang-Undang Republik Indonesia No.38 Tahun 2OO4,tentang Jalan. Peraturan ini

digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui klasifikasijalan .

6. Undang-Undang No.26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang. Peraturan ini


digunakan sebagai pedoman apakah rencana kegiatan tidak menyalahi rencana tata
ruang diwilayah studi.

7. Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan


Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan ini digunakan sebagai acuan dalam
menentukan kebijakan di bidang lingkungan hidup dan rencana kegiatan
pembangunan jembatan ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan
hidup.

1.4.2. Peraturan Pemerintah

1, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai. Peraturan ini


digunakan sebagai pedoman dalam pemanfaatan sumberdaya air sungai.

2. Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999, tentang Pengendalian Pencemaran


Udara. Peraturan ini digunakan sebagai tolok ukur untuk baku mutu udara
ambien yang dibolehkan.

3. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air. Peraturan ini digunakan sebagai tolok ukur
kualitas air permukaan yang diperbolehkan.

"-
f :i r.f iasilech cenilarta
"t.k'r
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

4. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007, tentang Pembagian Urusan


Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah
Kabupaten/Kota. Peraturan ini digunakan sebagai pedoman dalam menentukan
kewenangan urusan pemerintahan untuk rencana kegiatan pembangunan
jembatan ini.

1.4.3. Keputusan Presiden

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan


Kawasan Lindung. Ketentuan ini merupakan pedoman dalam mengelola sempadan
sungai sebagai kawasan lindung.

1.4.4. Peraturan Menteri

1. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 tahun 2006 tentang


Jenis-jenis kegiatan dan/atau usaha yang wajib dilengkapi dengan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan. Peraturan ini digunakan sebagai pedoman dalam
menentukan bentuk dokumen kelayakan lingkungan yang diperlukan

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 1973, tentang Tata Cara
Pembebasan Tanah, Peraturan ini digunakan sebagai pedoman dalam
pembebasan tanah yang akan terkena rencana kegiatan pembangunan jembatan
ini .

3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 63/PRT/1993, tentang Garis Sempadan


Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai.
Peraturan ini digunakan sebagai pedoman apakah rencana kegiatan mengenai
sempadan sungai, daerah manfaat sungai.
1.4.5. Keputusan Menteri
1. Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.296/KPTS/1996, tentang Petunjuk
Teknis Penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana
Pemantauan Lingkungan (RPL) Proyek Bidang Pekerjaan Umum. Peraturan ini
digunakan sebagai perbandingan dalam penyusunan Upaya Pengelolaan
Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan rencana kegiatan pembangunan
jembatan ini.

2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002 tentang


pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup. Keputusan ini sebagai pedoman penyusunan
dan mekanisme pembahasan dokumen rencana kegiatan pembangunan
jembatan ini.

a# il.t visitech gemilang l-s

i) f.: - i iit,:. l{ ri , r'tt-) j t l t:ri'.t:; t


l !:.:..r:; r i:}i :r} i,.}li'.\.ttt\
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab, Pasaman Barat

BAB II

RUANG LINGKUP RENCANA KEGIATAN

2,1. GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI


Secara administratif kegiatan pembangunan jembatan Air Gadang terletak
di Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatera Barat. Pembangunan jembatan
yang bersifat permanen ini sangat strategis dalam rangka pengembangan Kota ke
arah utara Propinsi Sumatera Barat. Selain itu juga pembangunan jembatan ini yang
merupakan duplikasi dari jembatan lama akan sangat membantu untuk kelancaran
mobilisasi kendaraan dengan lancar dan semakin baik.

Pembangunan jembatan ini menggunakan sistem Jembatan Beton


Konvensional (Balok "T") beton bertulang dan jembatan ini merupakan duplikasi dari
jembatan lama dengan bentang 4 @ 25,00 (100,00 meter) dan lebar jalur lalu-lintas
7,00 meter dan trotoar 2 @ 1,00 meter, sedangkan pondasi direncanakan pondasi
dalam berupa tiang pancang beton pratekan Q 50 cm. Jembatan ini merupakan
jembatan bentang banyak (multy span) dengan 3 (tiga) buah pitar untuk
menghubungkan 4 (empat) bentang jembatan.

Pada lokasi jembatan ini terdapat disekitarnya pemukiman penduduk.


Kegiatan pembangunan jembatan ini sudah barang tentu akan memberikan dampak
terhadap kondisi pada lokasi jembatan ini, karena bersentuhan langsung dengan
kegiatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dalam
rangka mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan
jembatan ini.

2,2. LINGKUP RENCANA KEGIATAN


2.2.1. Tahap Prakonstruksi

Pekerjaan tahap prakonstruksi adalah kegiatan yang terdiri dari; stake out,
pembebasan lahan, pemagaran tapak kegiatan, dan mobilisisasi alat berat. Urairn
kegiatan pada tahap prakonstruksi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Stake out
Kegiatan stake out merupakan pekerjaan pengukuran dan penggambaran

46; rr p.t. visitech uemilana


'i.# II-1

l1)li-r r+i i{rlrirlf{:}rlar f;}iil'.*iiiiaf : l"il rr.;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

yang berkaitan dengan tapak kegiatan pembangunan jembatan. Hasil


pengukuran dan penggambaran tersebut selanjutnya dilakukan interprestasi
lapangan untuk mencocokan desain dengan kondisi lapangan. Sehubungan
dengan kegiatan stake outjuga diikuti dengan kegiatan survey lokasi kegiatan
pembangunan jembatan. Survey investigasi rencana kegiatan pemoangunan
jembatan dilakukan oleh Satuan Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan
Pengawasan Jalan dan Jembatan (P2JJ) Propinsi Sumatera Barat, Maksud
survey investigasi sebagai pedoman teknis arah dan penentuan fungsi ruang.
Kegiatan Survey lnvestigasi ini meliputi pengukuran untuk menentukan posisi
konstruksi sesuai rencana. Selain itu juga dilakukan pendataan kepemilikan
lahan serta bangunan masyarakat yang termasuk di dalam areal rencana
pembangunan jembatan.

2. Pembebasan lahan

Pembebasan lahan hanya dilakukan pada lahan yang terdapat di pangkal


jembatan. Untuk keperluan tapak kegiatan yaitu pangkal jembatan hanya
dilakukan pembebasan terhadap rumah masyarakat, karena tanah yang
berada pada sempadan sungai bukan milik masyarakat. Jumlah rumah yang
diperkirakan akan terkena akibat pembangunan jembatan Aie Gadang
sebanyak 3 unit yang terdiri dari 1 unit bagian utara jembatan dan bagian
selatan jembatan sebanyak 2 unit rumah. Pemberian ganti rugi terhadap
rumah yang terkena pembangunan jembatan berpedoman pada nilaijual objek
pajak (NJOP).

Pembangunan base camp dan pemagaran tapak kegiatan

Base camp diperlukan untuk operasional tenaga kerja dan juga berfungsi
sebagai gudang peralatan selama konstruksi. Pembangunan base camp
berada dekat tapak kegiatan yaitu di pangkal jembatan, Untuk pengamanan
dan tidak terganggunya aktifitas masyarakat dilakukan pemagaran kedua
lokasi pangkal jembatan tersebut. Pemagaran dilakukan bersifat sementara
dengan menggunakan seng sebagai dinding pagar.

4. MobilisasiAlat Berat

Untuk pembangunan jembatan diperlukan mobilisasi alat-alat berat, sebelum


pelaksanaan kontruksi jembatan dilakukan. Jenis alat berat dan kendaraan

P'r''"rsilech geinriong
*X II-2

i)1..:-irili. .i{tf ii+)itir:t i;i!1 Y) +:.i.Ji a


)!i,:it1't.: t {.\t.:lia
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

yang diperlukan dalam pembangunan jembatan tertera pada Tabel 2.1 berikut
ini.
Tabel 2.1. Jenis alat berat dan kendaraan yang diperlukan untuk
pembangunan jembatan dan mobilisasinya.

No. Jenis alat berat dan kendaraan Satuan Jumlah Mobilisasi


Crane unit I darat
2. Excavator unit 1 Darat
3. Loader unit 1 Darat
4. Pile Hammer unit A
I Darat
5. Concrete Mixer unit 2 Darat
6. Motor Grader unit 1 Darat
7. Generator set unit 1 Darat
8, Concrete Vibrator unit 4 Darat
9, Truck Trailer unit 1 Darat
10. Dump truck unit 3 Darat
11. Pick Up unit 2 Darat
12. Compactor unit 1 Darat
Sumber: PT Visitech Gemilang, 2010

2.2.2. Tahap Konstruksi

1. Mobilisasi Material

Untuk pembangunan jembatan diperlukan material seperti semen, pasir,


sirtukil, besi beton, kayu, perpipaan dan tiang pancang beton pratekan.
Kebutuhan berbagai jenis material berupa batu, pasir dan krikil akan dipenuhi
dari quarry yang dikelola pihak lain atau langsung dilakukan oleh kontraktor
pelaksana pekerjaan yang didatangkan oleh perusahaan suplaier. Mobilisasi
material tersebut umumnya dilakukan lewat darat. Semua matedal tersebut
ditempatkan pada lokasi base camp yang telah dipagar.

2. Rekruitmen Tenaga Kerja

Dalam pelaksanaan pembangunan jembatan selama konstruksi diperlukan


tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja disesuaikan dengan volume kerja, lama
pekerjaan dan spesifikasi tenaga kerja. Kebutuhan tenaga untuk
pembangunan jembatan tertera pada Tabel 2.2 berikut ini.

Tabel 2.2. Kebutuhan tenaga kerja pembangunan jembatan selama konstruksi.


Jumlah Status
\0. Tenaga Kerja Kualifikasi (orano) Asal
Karvawan
1 Proiect Manaoer S1 I Tetap
2. Sekretaris D3 1 Tetao
Ahli Teknik Jembatan s1 1 Tetao
4. Pengawas D3 1 Tetao
5. Pekeria SD, SLTP. SLTA zu Tidak tetao
Tukano SLTP, SLTA Tidak tetap

4r*:r p.f. vrsifech aemdeno


\6dd

Flt.i -: re; { * rr*rit,.:rl:i r; !:}e i-,ery::;r n i.J i *r : rr;


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Baral

t. Mandor SLTA 1 Tidak tetao


8, 0perator SLTA 6 Tidak tetao
9. Pembantu Operator SLTA Tidak tetap
10. Sopir SLTA o Tidak tetap
11 Pembantu Sooir SLTA b Tidak tetap
12. Mekanik SLTA z Tidak tetap
,1?
Pembantu Mekanik SLTA Tidak tetap
4A
tl. Kepala Tukanq SLTA z Tidak tetap
Total 58
Sumber: PT Visitech Gemilang, 2010

Tenaga kerja lebih diutamakan masyarakat setempat namun jika tenaga kerja
yang mempunyai keahlian khusus tidak di dapat maka akan diusahakan dari
luar daerah.

Pembangunan Pondasi (foundation)

Pembangunan pondasi yang terdiri dari pondasi dalam yaitu berupa tiang
pancang beton pratekan dengan diameter 50 cm. Dipancang pada lokasi
abutment dan pilar. Jumlah kebutuhan dan panjang tiang pancang sesuai
perencanaan dapat dilihat pada Tabel 2.3 berikut:

Tabel 2.3 Kebutuhan Pondasi Tiang Pancang Jembatan Air Gadang


Tiang Pancang
No. Lokasi Diameter Jumlah Panjang
(cm.) (batang) (meter)
1. Abutmen 1 50 15 32,00
2. Abutmen 2 50 15 32,00
3. Pilar l, ll & lll 50 18 x 3 35,00
Sumber: PT Visitech Gemilang, 2010

4. Pembangunan Bangunan Bawah (sub structure)

Bangunan bawah jembatan berfungsi sebagai penyangga bangunan atas


(super structure) yang terdiri dari kepala jembatan (abutment) dan pilar (pier)
sebagai penyambung bentang jembatan pada bentangan jembatan jamak
(multy span). Bangunan bawah dibangun di atas pondasi (tiang pancang) yang
berfungsi untuk meletakkan balok-balok jembatan dan terdapat 2 (dua) buah
abutment 3 (tiga) buah pilar. Konstruksi bangunan bawah dibangun dengan
konstruksi beton bertulang meliputi pekerjaan penggalian, perakitan besi beton
oan pengecoran.

{.* P' l, visrf eclr gemrTong


TI-4

l-)(.i-r ti:i,{#iilq;t:ir,lriitai iJ{.,ti'J):ji,ii.ii; i..l: llr :ir;


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Konstruksi Bangunan Atas (super structure).

Bangunan atas jembatan terdiri dari konstruksi balok beton bertulang


berbentuk 'f' (T beam) yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga lebar
jembatan terpenuhi sesuai rencana. Balok-balok beton ini dicor ditempat
dengan memakai perancah kayu untuk memikul sementara balok-balok
jembatan sampai dengan beton cukup umur (mengeras).

Pembangunan Jalan Pendekat (approach road)

Jalan pendekat (oprit) pembangunannya dilakukan pada kedua ujung


jembatan. Tujuan pembangunan oprit ini adalah untuk menghubungkan jalan
dengan jembatan dan dibangun sedemikian rupa sehingga pengguna
jembatan merasakan kenyamanan pada saat memasuki jembatan.

7. Pasangan Batu (sfone masonry)

Pasangan batu dipasang terutama pada jembatan Sei. Air Gadang pada sisi
Abutment ll (arah Batas Sumut). Pasangan batu dipasang untuk melindungi
abutment (kepala jembatan) dari gerusan air.

8. Pekerjaan Finishing

Pekerjaan tahap akhir dari konstruksi ini yaitu pengecetan, pemasangan


rambu-rambu, patok pengarah (guide posf) dan marka jalan, serta kemudian
juga dlakukan pembersihan lokasi dari sisa-sisa atau ceceran material yang
akan menggangu lalu lintas nantinya.

9. Demobilisasi Alat Berat

Setelah konstruksi pembangunan jembatan selesai maka dilakukan


pengembalian (demobilisasi) alat-alat berat dan kendaraan setelah pekerjaan
selesai dan pelunasan kontrak kerja maka secara otomatis peralatan kerja
akan diangkut kembali oleh kontraktor. Pelaksanaan demobilisasi dilakukan
melaui darat menggunakan truck trailer.

2.2.3. Tahap Operasi

1. Pemutusan hubungan kerja

Tenaga kerja tidak tetap setelah selesai konstruksi pembangunan jembatan


dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemutusan kerja tersebut sesuai
dengan perjanjian tidak diberikan pesangon.

4; :r
\;"i##d
p.l, .;isriech uernijaro
il-5

ilU-iici {{,:f f ir}f rl ttrial l:\ t:it +:ri's:,tit 1,.i ; t* :rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

2. Operasionaljembatan
Jembatan yang telah selesai dapat di operasikan sesuai dengan perjanjian
kerja sama dengan kontraktor. Kemudian diikuti dengan kegiatan
pemeliharaan jembatan yang meliputi pemeliharan fisik dan perbaikan bagi
bagian yang rusak.

2.3. LINGKUP STUDI


Ruang lingkup studi kegiatan UKL-UPL pembangunan Jembatan meliputi:
2.3.1. Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder yang akan dikumpulkan adalah meliputi data iklim, curah hujan,
kelembaban dan kependudukan pada instansi terkait seperti Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika, Perhubungan dan Pekerjaan Umum serta Badan
Statistik.

2.3.2. Pengumpulan Data Primer


Pengumpulan data primer yaitu dilakukan langsung dilapangan dan selain itu juga
dilakukan pengumpulan dilapangan dan dilanjutkan analisa di laboratorium. Data
primer yang akan dikumpulkan adalah sebagai berikut
a. Sifat Fisik Tanah
Pengumpulan data sifat fisik tanah dilakukan dengan cara sampling
dilapangan, kemudian analisanya dilakukan di laboratorium. Data yang
diperoleh selanjutnya digunakan untuk menganalisis rona lingkungan tanah
disekitar kegiatan.
Tobel 2.4 Porometer, Metode Pengukuron/Anolisis don Peroloton Yong
Untuk Kuolitos Tonoh
Porometer
Melode
No Sofuon Perololon
Penoukuron /Anollsls
1 Berot Volume g/cms Grovimetri Rino Somoel
q
z Porositos /o Motemotis
Permeobilitos cmliom Hukum Dorcv Permeometer
A
Tekstur
o. Posir Pipet & Hukum
b. Debu ot
/o Stokes
c. Liot 07

C-Oroonik Wolklev don Block

b. Kualitas Udara Ambien

Pengumpulan data primer untuk kualitas udara ambien dilakukan sampling


dilapangan dengan menggunakan penyerap untuk gas dan filter untuk debu.

#t":r p.f. visiiecl? cemi/anu


\'*# II-6

ljU ;t/jl {{:, ,:.)il1{)il;rr} l}*! .'rf;:}ar: i-Jrrr rrri


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Kemudian hasilnya dilanjutkan untuk dianalisa di laboratorium. Kemudian


tingkat kebisingan dilakukan pengukuraan langsung dilapangan.
Metode analisis untuk pengumpulan data primer pencemar udara yang
digunakan sepertitertera pada Tabel 2.5

Tabel 2.5 Metode dan Peralatan Analisis Kualitas Udara Ambien


No Paramater Metode Alat
1 SOz Pararosaniline Soektrofotometer
z NOz Saltzman Spektrofotometer
J co Perakamoniakal Spektrofotometer
4 Total Partikel Tersuspensi (TSP) Gravimetri HVAS

c. Kualitas Air Sungai


Data untuk kualitas air sungai dilakukan sampling dan beberapa parameter
diukur langsung dilapangan. Kemudian sebagian parameter kualitas air dapat
dilakukan analisa di laboratorium.
Sedangkan parameter kualitas air permukaan disesuaikan dengan jenis
kegiatan dan mengacu kepada PP 82 Tahun 2001. Hasil yang diperoleh
dilakukan analisis berdasarkan pemanfaatan air sungai PP 82 Tahun 2001.
Parameter dan metode yang digunakan dalam menganalisis kualitas air sungai
tersebut adalah sebagai berikut.

Tabel 2.6 Parameter dan Metode Analisis Kualitas Air Permukaan

Padat terlarut fiDS

d. Kualitas Air Sumur


Sampling kualitas air tanah dangkal (air sumur) diambil pada rencana
pembangunan jembatan, yaitu sumur masyarakat. Sampling langsung
dilapangan dan analisis terhadap parameternya dilakukan di laboratorium.
Parameter dan metoda yang digunakan untuk analisis kualitas air sumur dapat
terlihat pada Tabel 2.7 berikut ini:

#'.;-;s#d
rr p,f, ,,,rsifech semr/ans
II-7

i)l;-riel {r:;-nrxiterlan Pei;efjlri.r: iJlru:rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Tabel 2.7 Parameter dan Metode Analisis Kualitas Air Tanah Dangkal (Air
Sumur
No. Parameter Satuan Metoda Alat
1 2 J 4
I FISIKA
I Warna Unit Pt-Co Soektrofotometri Spektrofotometer
2. Temperatur "c Pemuain Termometer
J. Kekeruhan NTU Turbidimetri Turbidimeter
4. Padat terlarut fiDS) mo/L Spektrofotometri Spektrofotometer
il. KIMIA
I Persenyawan Loqam mq/L Soektrofotometri AAS
2. Senyawa NonLogam mo/L pektrofotometri Soektrofotometer
J. Kesahan total (CaCOq) mq/L Spektrofotometri AAS
4. rH Potesiometrik rH-meter

e. Komponen Flora

Parameter flora dilakukan dilapangan dengan cara pengamatan dilapangan


pada daerah yang akan dibangun jembatan.

f. Sosial Ekonomidan Sosial Budaya

Untuk pengumpulan data sosial ekonomi dan sosial budaya dilakukan


wawancara dengan penduduk setempat dan pemuka masyarakat.

2.4. WILAYAH STUDI

Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumater Barat, merupakan daerah yang dilalui
jalan lintas barat tersebut telah menimbulkan multiptier effect terhadap perkembangan
pembangunan daerah termasuk kemajuan pembangunan ibukota Kabupaten Pasaman
Barat. Untuk mengantisipasi perkembangan kemajuan pusat kota dari kabupaten
tersebut dan terus mengembangkan potensi sumberdaya alamnya belum dimanfaatkan
secara optimal.

Lokasi jembatan Aie Gadang terletak di Nagari Aie Gadang Kecamatan


Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Orientasi lokasi masing-masing rencana kegiatan
pembangunan jembatan dan gambar konstruksi jembatan secara umum berturut-turut
dapat dilihat pada Gambar - 1 Situasi & Gambar - 2 Denah Potongan Memanjang dan
Potongan Melintang (Jembatan Aie Gadang).

/*gg r1 p.f. vrsi{ech qemji$fiq


';-6@ II-8

f;li - r'rst { {if ril; rif rn i;it rt fi}41 i -qlii:iaf } lJ r}r j


rf l
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

BAB III
RONA LINGKUNGAN HIDUP

Rona lingkungan hidup yang diperlukan dalam studi Upaya Pengelolaan


Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan
Peningkatan Pembangunan Jembatan Aie Gadang Kecamatan Pasaman Kabupaten
Pasaman Barat meliputi komponen fisik-kimia, biologi, dan sosial ekonomi serta sosial
budaya. Data rona lingkungan hidup berupa data sekunder dan data primer. Data
sekunder diperoleh dari studi dokumen dan kepustakaan, sedangkan data primer
diperoleh dari dari hasil pengukuran, pengamatan (observasi), dan wawancara.

3.1. KOMPONEN FISIK KIMIA

3.1.1. Kondisi lklim

a. Klasifikasi lklim
Kondisi iklim di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan
posisi lautan dalam hubungannya dengan gerakan angin. Pegunungan Bukit
Barisan yang terbentang dari arah Barat Daya ke Tenggara dan Lautan Hindia
di sebelah Barat menyebabkan terjadinya proses kondensasi ketika
pengangkatan awan secara vertikal dan orografik yang mengandung banyak
uap air atau hujan di daerah lereng sebelah Barat. Berdasarkan posisi
geografis, wilayah studi terletak di sebelah Barat daerah Pegunungan Bukit
Barisan diperkirakan mendapat hujan relatif lebih banyak dibandingkan lereng
sebelah Timur. Selanjutnya akan diuraikan kondisi iklim wilayah studi
berdasarkan beberapa sistim klasifikasi iklim yang berlaku di Indonesia.

a) Berpedoman pada sistim klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson (1951),


wilayah studi mempunyai iklim tipe A (sangat basah), dimana nilai Q
(Quotient) untuk daerah Sukamenanti (Q=1,8), Silawai (Q=3,7) dan Air
Bangis (Q=3,7). lklim tipe A dicirikan dengan iklim sangat basah dengan
curah hujan tinggi sepanjang tahun.
b) Menurut sistim klasifikasi iklim W,Koppen, wilayah studi tergolong iklim tipe
Afa. Tipe Afa dicirikan dengan iklim tropis basah dengan curah hujan tinggi
dan merata sepanjang tahun. Suhu udara bulan terdingin di atas 180C dan
suhu udara bulan terpanas di atas 220C. Perincian mengenai tipe iklim
tertera pada Tabel 3.1.

P {' v*rr*ch g*n:il*ris III-l


kA
irf .i-; r<,it. i{cri:r.:r:iti: :!tl lr +i..tr ii,.;ii', i
i, tt:;r r't\
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

c) Berdasarkan pada system klasifikasi Oldeman, lrsal Las dan S.N. Danruis
(1979) dalam "An Agroclimatic Map of Sumatra", wilayah studi tergolong
pada zona agroklimat A. Zona agroklimat A dicirikan dengan jumlah bulan
basah (curah hujan di atas 200 mm) berlurut-turut sebanyak 9-1 1, dan
bulan kering (curah hujan kurang dari 100 mm) berturut-turut kurang dari2.

Tabel 3,1. Kondisi lklim Di Lokasi Kegiatan dan Sekitarnya


Tipe
Nilai Schmidt Tipe
Jumlah Jumlah Bulan Kering Jumlah Bulan Basah
Elevasi 0an Koppen
No Sistim lklim Tahun
(MDPL) Ferouson
Pengamatan
Rata- Rata- KAIA-
Maks Frek Maks Frek Maks Frek
Rata Rata Rata
.1 R
1 Sukamenanti 180 IJ 0,2 z 11 12 A
z Silawai {q 18 0,4 o 10,7 12 5 3,7 A Afa
3 Air Bangis 20 o,4 z z 10,8 12 b 2.7 A Afa
Sumber:Schmidt, F.H/ and J.H.A. Ferguson. 1951. Rainfall Types Based On Wet Dry Period Rations for
Indonesia with Western New Guinee. Verhandelingen, No. 42

b. Gurah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban Udara, dan Kecepatan Angin

Unsur-unsur iklim meliputi curah hujan, suhu udara, kelembaban udara dan
kecepatan angin tertera pada Tabel 3.2. Data-data unsur iklim tersebut
diperoleh dari Dinas PSDA Propinsi Sumartera Barat dengan stasiun
klimatologi Sukamenanti dalam kurun waktu 2000-2005.
Tabel 3.2. Data Curah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban Udara dan Kecepatan Angin di Daerah Sukamenanti
dan Sekitarnya (2000-2005).
Curah Suhu Udara 'c) Kecepatan
No Bulan
Hari Kelembaban
Hujan Rata- Angin
(mm) Hujan Maks Min Udara (%) (km/hari)
Rata
1 Januari 435 16 35,50 18,00 26,80 91,20 8,47
z Februari 250 11 36,00 18,00 26,67 91,78 13,71
2 Maret 227 8 35,00 18,00 26,73 91,80 6,58
4 April ?,t ? 15 36,00 18,00 26,78 92,16 3,60
5 Mei 163 I 35,00 18,00 26,83 91,60 8,31
Juni 117 7 35,00 18,00 26,23 90,1 0 0,83
7 Juli 167 o 35,00 18,00 26,89 91,74 16.22
A Agustus 467 17 35,00 18,00 25,98 91,29 6,81
o Seotember E,l.l 19 35,00 18,00 26,53 90,33 5,93
10 Oktober 386 IT 36,00 18,00 26,05 89,1 I 3,85
11 November 506 22 36,00 18,00 26,83 91,17, 3,15
12 Desember 499 20 35,50 17,00 26,71 92,50 6,17
Total Tahunan 4.041 '169

Rata-rata 337 14 35,25 26,58 26,58 92,50 6,97


Bulanan
Sumber : Dinas PSDA Propinsi Sumatera Barat

---{# P t' irisrfoch g*rntlalg III-2

i;l l-i - r'tt:i i{ t:lr;qt:t:t t:i::a:i l::'t:t;t::r;:+ett i"J t tit. r t*


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Dari Tabel 3.2 menunjukkan bahwa curah hujan tahunan sebesar 4.041 mm
dengan rata-rata bulanan 337 mm, Jumlah hari hujan rata-rata tahunan 169
dan rata-rata bulanan sebesar 14. Curah hujan tertinggi terdapat pada bulan
November dan terendah pada Bulan Juni. Distribusi curah hujan dengan bulan
basah merata sepanjang tahun dengan tanpa bulan kering. Suhu udara
maksimum rata-rata 35,250C, minimum rata-rata 17,830C dan rata-rata
bulanan 26,580C. Kelembaban udara rata-rata bulanan berkisar antara 91,24o/o
sampai 92,50oh dengan rata-rata tahunan 91,24o/o. Kecepatan angin rata-rata
bulanan di wilayah studi berkisar antara 0,83 km/hari sampai 16,22 kmlhari
dengan rata-rata bulanan 6,97 km/hari,

3.1.2. Fisiografi
Secara fisiografis, lokasi kegiatan tergabung dalam sistim fisiografi alluvial.
Fisiografi alluvial ini terbentuk dari endapan alluvium resen dari sungai Batang
Pasaman. Endapan aluvium ini membentuk teras sungai (river terrace) dengan
endapan pasir yang paling dominan sebagai material yang mudah lepas. Bentuk
wilayah datar dengan kemiringan lereng 0 - 2 o/o.

3.1.3. Geologi
Kondisi geologi di lokasi kegiatan berpedoman pada Peta Geologi Bersistem
Lembar Lubuk Sikaping (0716), Skala 1 :250.000 yang dipublikasikan oleh
Direktorat Geologi (N.M.S Rock, D.T. Aldiss, J.A Aspden, M.C.G Glauke, A.
Djunuddin, W. Kantawa, S.J. Thompson dan R. Wandoyo, 1983).

a. Komposisi Litologi
Secara litologi, lokasi kegiatan terbentuk dad endpaan sungai yang masih
muda berumur kuarter (Qzl). Endapan aluvium ini terdiri dari pasir, kerikil, dan
debu. Endapan aluvium ini membentuk dataran aluvial yang teridri dari teras
sungai dan tanggul sungai.

b. Struktur Geologi
Di lokasi kegiatan dan sekitarnya tidak terindikasi adanya struktur geologi
dalam bentuk sesar. Keberadaan sesar berada jauh di luar lokasi kegiatan,
yaitu di daerah perbukitan dan pegunungan.

@ ff ir.{. vis/tech ger??ildno III-3


\;"#
Pli - r'ici { etf }el:f t: r i !+; \'l> el,+':t t ?' er l i.i nll rn
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab, Pasaman Barat

3.1.4. Hidrologi
a. Debit Sungai
Rencana kegiatan peningkatan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat melintasi Sungai Batang Pasaman, Berdasarkan hasil pengukuran debit
Sungai Batang Pasaman yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Kabupaten Pasaman Barat dalm rentang waktu 10 tahun 1998 - 2008, rata-
rata debit sungai Batang Pasaman 220 m3ldtk dan berair sepanjang tahun
(parenial river). Perbedaan fluktuasi debit sungai yang cukup besar antara
musim penghujan dan musim kemarau, terutama disebabkan oleh
terganggunya fungsi hidrologis Daerah Aliran Sungai (DAS) pada bagian
hulunya.

b. Sifat Aliran

Sifat aliran dari sungai utama Batang Pasaman dan anak-anak sungai yang
terdapat dalam DAS Batang Pasaman tergolong aliran yang mengalir
sepanjang tahun (continuous flow) dan sifat alirannya tergantung pada musim.
Pada musim penghujan aliran sungai besar dengan kecepatan tinggi dan
sebaliknya pada musim kemarau.

c. Pola Aliran
Pola aliran hanya digambarkan dalam sistem percabangan sungai ekosistem
DAS. Sistem percabangan sungai Batang Pasaman bertekstur sedang
(medium). Pada bagian hulu dan tengah DAS pola aliran yang berkembang
adalah tipe tipe dandritik, Tipe dranditik ini merupakan tipe pola drainase
erosional dan berkembang bebas dalam segala arah dengan percabangan
tidak teratur.

d. Data Kualitas Air


1) Kualitas Air Sungai
Kualitas air sungai Aie Gadang akibat pembangunan pengembangan
jembatan akan mempengaruhi kualitas air sungai tersebut. Perubahan
kualitas air sungai disebabkan peningkatan kandungan parameter fisika
maupun parameter kimia akibat kegiatan tersebut khususnya sewaktu
kegiatan konstruksi berlangsung. Dalam kajian kelayakan lingkungan
diperlukan kualitas air sungai sebelum kegiatan dilaksanakan untuk
mengetahui rona atau kondisi awal yang dapat dijadikan rujukan untuk
melihat perubahan kualitas air sungai apabila telah berlangsung

P i' ir"sriech gsnr/arrg TII-4


;r*

i)li-it{:i .i{f,x\{,)i:t{:! iiili i:" t,rt: t :.i\.iit 1..} tttr.t l


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

pembangunan jembatan. Lokasi pengukuran kualitas air sungai dilakukan


pada bagian hulu dan bagian hilir berdasarkan rencana pembangunan
jembatan. Hasil pengukuran kualitas air sungai Aie Gadang dapat terlihat
pada Tabel berikut ini.

Tabel 3.3. Kualitas Air sungai Aie Gadang Pada Rencana Peningkatan Pembangunan Jembatan Aie
Gadang Kabupaten Pasaman Barat

Kode sampel PP 8212001 PerGub 05/2008


No. Parameter Satuan
SAG.l SAG.2 Kls I Kls ll Kls I Kls ll
II 2 4 0 I I
I FISIKA
1 Temoeratur 28,6 28,5 Dev.3 Dev.3 Dev.3 Dev.3
2. Padat tedarut (TDS) mq/L 337 75 1 000 1 000 I 000 1 000
Padat tersusoensi (TSS) mq/L 2,00 1,00 50
il. KIMIA
I PH 8,21 8,14 6-9 o-v 6-9 6-9
2. DO mq/L 4,00 4,20 4 o 4
BOD mq/L 0,67 0,38 z 2
-. c0D ms/L 5,00 3,00 10 25 10 l3
5. Nitrat (NOrN) mq/L 0,59 0,20 10 10 10 10
Amoniak (NHrN) mq/L 0,60 ttd 0,5 (-) 0,5
7, Klorida (Cl) mq/L 97,56 ttd OUU (-) 600
o. Sulfat (S0+) mo/L 13.43 2,79 400 (-) 400
o Timbal (Pb) mo/L ttd ttd 0,03 0,03 0,03 U.UJ
10. Tembaoa (Cu) mo/L 0,05 ttd 0,02 0,02 0,02 0,02
11 Besi (Fe) mo/L 0.87 0,50 ne 0,3
12. Seno (Zn) mo/L 0.02 0,05 0,05 nnE 0,05 0,05
13. MinvakiLemak mo/L ttd ttd I 0,50 0,75
14. Deterqen (MBAS) mo/L 0,01 ttd v,z 0,2 0,2 0,2
(eterangan
(ode sampel KAP.1 = SungaiAie Gadang (bagian hulu)
KAP.2= SungaiAie Gadang (bagian hilir)
td = tidak terdeteksi
I = tidak dipersvaratkan
Sumber: Hasil analisis laboratorium Baristand Industri Padang, 2010

Berdasarkan data yang diperoleh bahwa semua parameter memenuhi


baku mutu yang telah ditetapkan yaitu menurut Peraturan Pemerintah
Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air dan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2008 tentang
Kriteria Mutu Air Sungai Sumatera Barat, baik untuk kelas I maupun untuk
kelas ll.
2) Kualitas Air Sumur
Kualitas air tanah dangkal atau air sumur masyarakat yang terdekat dari
rencana pembangunan jebatan aie gadang diperoleh data seperti Tabel
berikut ini

m_5
-W# p. f . vr'sriec* genrilang

Pl.i-r'r*l {#xx}frteriarr Pelir-*rjLi;r'} lJr}!.:rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Tabel 3.4. Hasil analisis kualitas air Sungai Aie Gadang pada rencana pembangunan jembatan Aie Gadang,
Kabupaten Pasaman Barat.

Kode Samoel
No Parameter Satuan Baku Mutu*)
TAG.1
1 2 J 4
I FISIKA
1 Kekeruhan NTU 0,40 5
2. Warna TCU 0,46 1E

lt, KIMIA
1 PH 6,81 65-85
z. Kesahan total (CaCOs) ms/L 36,12 500
J. Nitrat (N0rN) ms/L AO? 10
4. Klorida (Cl) mq/L 4.85 600
Belerano (HzS) mq/L 0,05 G)
Sulfat (S0+) mq/L 4.84 400
7. Tembaqa (Cu) mq/L ftd
x Besi (Fe) mq/L ttd 1,0
9. Timbal (Pb) mq/L ttd 0.05
10. Senq (Zn) ms/L ttd 15
Keterangan
Kode sampel AT.1 = Sumur Masyarakat (Aie Gadang)
ttd = tidak terdeteksi
(-) = tidak dipersyaratkan
Sumber: Hasil analisis laboratorium Baristand Industri padang, 2010

Berdasarkan data kualitas air sumur masyarakat bahwa semua parameter


yang telah dianalisis memenuhi kriteria menurut Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor 416 Tahun 1999. Sehingga air sumur masyarakat
tersebut masih layak digunakan sebagai sumber air bersih, karena
berdasarkan parameter yang telah dianalisis memenuhi persyaratan.

3.1.5. Kualitas Udara

Pembangunan pengembangan jembatan Aie Gadang di Kabupaten Pasaman


Barat, khususnya selama konstruksi berlangsung dapat memberikan dampak
terhadap penurunan kualitas udara ambien. Untuk mengetahui perubahan kualitas
lingkungan udara ambien selama pembangunan jembatan tersebut diperlukan
data kualitas udara ambien sebelum berlangsungnya pembangunan jembatan.
Parameter yang akan digunakan sebagai acuan untuk kualitas udara ambien
meliputi debu total (TSP)dan gas CO, NOz serta SOz. Lokasi pengukuran kualitas
udara dilakukan pada dua lokasi yaitu pada kedua ujung jembatan yang berada
pada pemukiman masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara ambien sebelum
pembangunan jembatan dapat terlihat pada Tabel berikut ini.

4u" fi p.i. i/is/tech od*t,,laflo III-6


\_#@4

f
rlj -r't*i i{ strx}t ii:'} id l t:{,ri.J,;rjijij t} iJ r iir : rri
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab, Pasaman Barat

Tabel 3.5 Kualitas Udara Ambien di Rencana Lokasi Pembangunan Aie Gadang, Kabupaten Pasaman
Barat
Kode Sampel Baku Mutu*)
No. Parameter Satuan
KUAG.1 KUAG.2
4
I Debu total fiSP) uq/m3 45,0 65,0 230
2. Beleranq dioksida (SOz) uq/m3 172.48 77,47 900
Nitroqen dioksida (N0z) uq/m3 126,36 131,32 400
4. Karbon oksida(C0) Pq/m3 c.ocb 23,197 30.000
Keterangan: Kode sampel KUAG-1 = Bagian Utara
KUAG-2 = Bagian Selatan
*)Peraturan
Pemerintah RlNomor4l Tahun 1999
Sumber: Laboratorium Hiperkes dan Tenaga Kerja Sumatera Barat, 2010

Berdasarkan hasil pengukuran terhadap kandungan debu total (TSP) untuk kedua
lokasi memperlihat hasil yang masih berada dibawah baku mutu berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 untuk lingkungan udara ambien.
Kandungan TSP relatif sangat kecil yaitu 45,0 pg/m3 dan 65,0 pg/m3 sedangkan
baku mutu 230 pg/m3. Sebagai sumber kandungan debu pada udara ambien
adalah berasal dari kegiatan transportasi yang melewati lokasi pembangunan
jembatan serta aktifitas masyarakat disekitarnya. Rendahnya kandungan debu
total disebabkan oleh rendahnya aktifitas kendaraan yang melalui lokasi ini karena
lokasi rencana pembangunan jembatan relatif jauh dari pusat perkotaan.
Kendaraan yang sering melewati lokasi ini selain kendaraan umum juga
kendaraan pengangkut buah kelapa sawit dan minyak kelapa sawit (CPO). Selain
itu pada lokasi ini masih banyak vegetasi atau tanaman yang dapat menyerap
atau menghalangi penyebaran debu ke lingkungan udara ambien.
Kandungan gas (CO, NO2 dan SO2) yang dipantau juga memberikan nilai jauh
berada dibawah baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun
1999 untuk lingkungan udara ambien.

3.1.6. Tingkat Kebisingan dan Getaran

a. Tingkat Kebisingan

Kegiatan pembangunan jembatan khususnya selama tahap konstruksi


diperkirakan dapat mempengaruhi tingkat kebisingan. Sehubungan dampak
tersebut diperlukan untuk mengukur kebisingan pada rencana lokasi
pembangunan jembatan pada kawasan pemukiman masyarakat. Hasil
pengukuran tingkat kebisingan pada dua lokasi pengukuran dapat terlihat pada
Tabel berikut ini.

i@; ri p.i. visifech qernllarrq III.7


\*ffi@

Pl:-r'r*i (r,,.lr}l:iierilll i;'*i,:+r'll+;ir iJt nl;ril


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Tabel 3.6. Hasil pengukuran tingkat kebisingan pada rencana pembangunan Jembatan Aie Gadang,
Kabupaten Pasaman Barat

KUAG-1 = Bagian Utara

KUAG-2 = Bagian Selatan


*)
Peraturan Pemerintah Rl 41l'1 999

Sumber: Iaboratoium Hiperkes dan Tenaga Kerja Sumatera Barat,2010

Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai kebisingan adalah 68 dB dan 62


dB, nilaitersebut melebihi baku mutu untuk kawasan pemukiman tetapi berada
dibawah peruntuk fasilitas umum menurut Peraturan Pemerintah Nomor 41
Tahun 1999. Walaupun pengukuran dilakukan pada pemukiman masyarakat
tetapi lokasi ini merupakan kawasan yang termasuk fasilitas umum.

b. Getaran
Getaran merupakan komponen lingkungan yang dapat tejadi selama
konstruksi akibat penggunakan alat-alat berat dan kendaraan angkut material.
Untuk mengetahui getaran pada kondisi awal yaitu sebelum pembangunan
jembatan dilakukan pengukuran pada dua lokasi. Hasil pengukuran getaran
pada lokasi rencana pembangunan jembatan dapat terlihat pada Tabel berikut
ini.

Tabel 3.7. Hasil pengukuran getaran pada rencana pembangunan Jembatan Aie Gadang Kabupaten
Pasaman Barat
Kode Sampel Baku Mutu*)
No. Parameter Satuan
KUAG-1 KUAG-2
4
I 2 5 o 7

1 Getaran mm/detik 0,J AO >5,2 - 16

Keterangan: Kode sampel KUAG-1 = Bagian Utara

KUAG-2 = Bagian Selatan


-)
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 49 Tahun1996

Sumber: Iaboratorium Hiperkes dan Tenaga Kerja Sumatera Barat, 2010

P'{' irsdech ge*ilarrg


III-8
^....$
PLi -r tlli i{s|ril+r:ir: l'i i; r': i:'i: i,t;iiLt ;* il'J t r vjr ri
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Berdasarkan hasil pengukuran getaran untuk dua lokasi diperoleh nilai getaran
5,9 mm/detik dan 6,3 mm/detik, nilai tersebut memenuhi baku mutu menurut
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor49 Tahun 1996. Sumber
getaran selama pengukuran bersumber dari aktifitas kendaraan yang melalui
lokasi rencana pembangunan jembatan.

3.1.7. Kondisitanah

a. KlasifikasiTanah
Tanah yang terdapat di lokasi kegiatan adalah Aluvial distrik (Pusat Penelitian
Tanah, 1983), Kesatuannya adalah sistem klasifikasi soil Taxonomy (2006)
termasuk pada sub group Typic Udifluvents, dan menurut sistem klasifikasi
tanah FAO-UNESCO (1990) termasuk Dystric Fluvisols,

b. Sifat dan Karakteristik Tanah


Tanah Aluvial Distrik Aluvial (Typic Udifluvents) merupakan tanah mineral yang
belum berkembang atau baru berkembang (recent). Tanah ini tersebar pada
satuan fisiografi dataran aluvial dengan bahan induk tanah berasal dari
endapan aluvium sungai. Pemanfaatan lahan saat ini adalah kebun campuran
antara tanaman semusim dan tanaman tahunan (kelapa sawit dan kakao).
Sifat dan karakteristik tanah dicirikan dengan sifat fisik tanah yaitu drainase
tanah sedang, permeabilitas sedang, struktur berbutir dan remah serta tekstur
tanah sedang (lempung). Kedalaman tanah 80-100 cm (agak dalam). Sifat
kimia tanah dicirikan dengan reaksitanah masam (pH 4,5 -5,5), kandungan C-
organik sedang, nitrogen total sedang, PzOs total dan KzO total tergolong
rendah. Kapasitas tukar kation (KTK) rendah dan kejenuhan basa (KB) rendah.
Status kesuburan tanah tergolong rendah. Hasil Analisis sifat dan karekteristik
tanah disajikan pada tabel 3.8

Tabel 3,8 Hasil analisis sifat fisik tanah di lokasi keoiatan

s1 s2
No Kualitas Tanah Satuan
Nilai Kriteria Nilai Kriteria
A. Sifat Fisik Tanah
1
I. Berat Volume g/cms 1.05 sedanq 1,11 se0anq
2. Porositas Tanah % 60,38 sedano 58,11 sedanq
Permeabilitas Tanah cm/iam 6,13 se0an0 5,58 sedang
4, Struktur Tanah berbutir berbutir
Konsitensi Tanah gamDur qamDur

III.9
'{#rr ,.f,
"!S6 i/jsrTech oen?,,lar?o

P[i-? i$l {$f }*r!l+riar; P+t;.:rii:;r)


f lJ1 {}t.iir)
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

o, Kedalaman Tanah cm 94 Aoak dalam 86 Aoak dalam


7. Distribusi Ukuran Partikel
o/o
a. Pasir 42,07 51,26
b. Debu To 26,18 24,33
o/o
c. Liat 31,75 24.41
8. Tekstur Tanah
B Sifat Kimia Tanah
1 PH 4,98 masam 5.12 masam
2. C- Oroanik To 2.12 seoang 2,56 sedang
o/o
3. N- Total 0,32 sedanq 0,29 sedanq
4. PzOs Total ms/100s '17.86 rendah 19,05 rendah
KzO Total mq/100q 16.31 rendah 18.26 Rendah
n Basa-Basa Dapat Diiukar
a. Ca mg/1009 3,15 rendah 2,82 rendah
b.Mg mg/1009 0,83 rendah 0,56 rendah
c.K mg/1009 0,41 sedang 0,48 sedang
d. Na mo/1000 1,73 tinooi 1,56 tinooi
7. KTK mo/1000 14,5 rendah 15,0 rendah
8. KB Yo 42.21 rendah 36,13 rendah
c. Status Kesuburan Tanah 'endah rendah
Sumber : Hasil analisa Laboratoium Jurusan Tanah Universitas Andalas (2010)

Keterangan : S1. Lokasi sampling pinggir Sungai Batang Pasaman sebelah utara
52, Lokasi sampling pinggir Sungai Batang Pasaman sebelah selatan

c. Erositanah
Laju erosi tanah dihitung menggunakan persamaan umum kehilangan tanah
atau persamaan USLE (universal Soil Loss Eguation). Hasil perhitungan
disajikan pada Tabel 3.9.

Tabel 3.9. Hasil Prediksi Laiu Erosi tanah di Lokasi keoiatan

Laju Erosi
No Lokasi R K Ls CP
(ton/ha/tahun)
1 S1 3.170 0,19 0,74 0,002 8,91
2. S2 3.170 0,20 0,74 0,002 10,32
Sumber : Hasil Analisis. 2010
Keterangan : R = Indeks Erosifitas hujan
K = Indeks Erodibiltas tanah
Ls = Faktor Topografi
CP = Tindakan pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi tanah

Penilairn tingkat bahaya erosi (TBE) ditentukan dengan cara


mempertimbangkan laju erosi dengan kedalaman solum. Hasil penilairn TBE
disajikan pada Tabel 3.10.

#g*'rf III-10
'{# ;:.f. vr'sriech cenr;lanq

Pli-rrei (r.i: nr:r:tr;rlal Pei,.erj::i*rl iJr{i}.;rf}


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Tabel 3,10. Tingkat Bahaya Erosi di Lokasi kegiatan

Laju Erosi Kedalaman


No Lokasi TBE
(ton/ha/tahun) Solum (m)
4
S1 8,91 93 Sangat Ringan
2. S2 10,32 96 Sangat Ringan
Sumber: Hasil Analisis. 20'1 0

Rekapitulasi hasil pengamatan erosi tanah yang meliputi laju erosi, TBE dan
kalsa/skala erosi disajikan pada Tabel 3.1 1.

Tabel3.'11, Hasil Perhitungan Laju Erosi, TBE dan Kelas/Skala ErosidiLokasikegiatan

Laju Erosi Kelas / Skala


No Lokasi TBE
(ton/ha/tahun) Erosi
1 S1 8,91 SR 5
2. S2 10,32 SR 5
Sumber: Hasil Analisis, 2010
Keterangan : SR : sangat rendah
Kelas/skala erosi ) 5 : sangat baik

Dari hasil perhitungan parameter erosi tanah yang tertera pada Tabel 3,9;
3.10; 3.11 menunjukkan bahwa erosi tanah adalah 8,91 - 10,32 ton/ha/tahun.
Laju erosi tersebut apabila ditinjau dari tingkat bahaya erosi (TBE) sangat
rendah (SR) dan kelas atau skala erosi sangat baik (skala 5). Berdasarkan
hasil observasi lapangan tidak ditemukan bentukan permukaan akibat erosi,
baik erosi alur (rill erosion) maupun erosi parit (gully erosion). Terkait lokasi
kegiatan berada pada bantaran sungai, ditemukan adanya erosi tebing sungai
(streamban k erosion) d isepanjang teras sun gai.

3.2. KOMPONEN BIOLOGI

Lokasi kegiatan berada di tengahtengah pemukiman penduduk, sehingga flora


yang ditemukan dapat dikelompokkan pada kategori tanaman hias, tanaman
pekarangan, tanaman budidaya dan tanaman liar (semak). Tanaman pekarangan
merupakan tanaman yang sengaja ditanaman dipekarangan rumah atau di pinggir
jalan yang juga dimanfaatkan sebagai tanaman pelindung. Sedangkan tanaman
budidaya merupakan tanaman yang sengaja ditanam dalam jumlah yang besar
untuk tujuan ekonomis.

;6** rf p.t, visitech cerndarro III- I 1


\;#dd

1:]i.;-t it:i. .;4ct-lt+nl+rra:rt lr*i<-*;ri:,r;itt i.J;;tt ;rr;


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Dari inventarisasi flora yang dilakukan didapatkan 4 jenis yang dominan berada
disekitar jembatan, yaitu Ficus hispida, Cocos nucifera, Elaeis guinensis dan
Theobroma caccao. Diantara keempat jenis tersebut, tiga terakhir merupakan
tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, disekitar area
studi juga ditemukan Durio zibethrnus (durian) yang merupakan tanaman yang
dillindungi menurut SK Mentan No. 54/KptslUml2l1972 yang menyatakan bahwa
flora ini tidak boleh ditebang jika diameter batangnya kurang dari 60 cm.
Berdasarkan jumlah jenis flora yang ditemukan, yaitu 5i jenis, maka
lingkungannya dapat digolongkan sangat baik (skala 5). Data lengkap jenis flora
dapat dilihat pada Tabel3.12.

Tabel3.12. Jenis Flora disekitar Lokasi Kegiatan

No Family Jenis Nama Daerah Keberadaan Keteranqan


1 Acanthaceae Asvstasia so T TL
2 Agavaceae Agave sp T TH
J Aqavaceae Sansiviera so Lidah mertua + TH
4 Amaranthaceae Amaranthus hvbridus Bayam T TL
Amaranthaceae Celosia aroentea Bunoa tahi avam f TH
o Anacardiaceae Mangifera indica Mangga ++ TP
7 Araceae Caladium bicolor Keladi + TL
x Araceae Colocasia esculenta Keladi ++ TL
Araliaceae Nothopanax scutellarium Taoak leman TP
IU Asteraceae Zinnia limnearis bunoa lilin + TH
11 Asteraceae Aoeratum convzoides Siansik ++ TL
12 Asteraceae Micania micrantha ++ TL
'13 Asteraceae Euohatorium inulifolium + TL
14 Asteraceae Emilia sonchifolia ? TL
15 Bombacaceae Durio zibethinus Durian + TP
16 Cannaceae Canna indica Sabiah-sabiah + TL
17 Caricaceae Carica paoava Pepava + TP
18 Convolvulaceae loomoea larii I TL
19 Convolvulaceae lpomoea batatas Ubirambat ? TB
20 Euphorbiaceae Euphorbia neriifolia Euohorbia ++ TH
21 Euphorbiaceae Manihot utilissima Ubi kavu ++ TB
22 Euohorbiaceae Euphorbia oulcerrima T TL
23 Euohorbiaceae Ceiba oetandra Kapas + TP
24 Euohorbiaceae Mallotus barbatus + TL
25 Graminae Saccharum officinarum Tebu ++ TB
26 Labiatae Hvotis caoitata Subano-subano ++ TL
27 Leguminosae Laucena olauca Petaicina i TL
28 Leouminosae Clitoria laurifolia Kacanq oirino-qirino + TL

/*'* \i p.f. visifech cern#arra III-12


\:.65ss

Pl-i-l rij1 i<il;ir:tr:l(,:i:;ir) irj(:i.qijiie!1 i.itirt, |{;1


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

29 indicus Lansan0 + TP
{t Malvaceae Sida acuta ++
I
TL
2,1
Malvaceae Hibiscus rosacinensis Kembang sepatu + TP
32 Mimosaceae Mimosa pudica Putrimalu ? TL
?c Mimosaceae Mimosa fiqra + TL
34 Moraceae Arthocarous inteora Cemoedak ++ TP
35 Moraceae Ficus hisoida +++ TL
?A Musaceae Musa oaradisiaca Pisang ++ TB
37 Mvrtaceae Psidium quaiava Jambu biii ++ TP
38 Mvrtaceae Svzioium aouatica Jambu air T TP
39 Nvotaoinaceae Bouqenville spectabilis Bunqa kertas + TH
40 0leaceae Jasminum sambac Melati ? TH
41 Palmae Cocos nucifera Kelapa +++ TB
42 Palmae Elaeis ouinensis Sawit +++ TB
43 Palmae Areca catechu Pinanq ++ TB
44 Piperaceae Pioer aduncum Siriah-siriah + TL
45 Rosaceae Rosa hybrida Bunqa mawar + TH
46 Rubiaceae Boreria alata T TL
47 Rubiaceae lxora sp Bunqa soka T TH
48 Sapindaceae Nephelium lappaceum Rambutan ++ TP
49 Scrooulariaceae Scoparia dulcis + TL
50 Sterculiaceae Theobroma caccao Coklat +++ TB
51 Verbenaceae StacWarpeta iamaicensis Buiano kalam + TL
Sumber HasilPerhitungan dan Analisis Tahun 2010
Ket:
+ Sedikit
++ Banyak
+++ Dominan
TH Tan. Hias
TP Tan. Pekarangan
TB Tan. Budidaya
TL Tan, Liar

3.3. KOMPONEN SOSEKBUDKESMAS

3.3.1. Demografi
Secara umum penyebaran penduduk di Kenagarian Air Gadang Kecamatan
Pasaman secara liner yaitu di sepanjang jalan lintas barat menuju Sumatera
Utara dan di sekitar kantor pemerintahan nagari. Luas Nagari Air Gadang adalah
130,44 km2 dengan jumlah penduduk 10.434 jiwa terdiri dari 5.204laki-laki dan
5.230 perempuan dengan kepadatan penduduk 80 jiwa per km2. Sebagian besar
penduduk Kecamatan Pasaman merupakan umur produktif. Jumlah penduduk

menurut kelompok umur tertera pada Tabel 3.13.

P f' visrlech genrllarrg


III-13
ffi
PU- I ial { $rr}er: l+ ri"r ll Pe ilr: rli.r ;,lr': i"Jrnt ; nr
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Tabel 3.13 Jumlah Penduduk Kecamatan Pasaman Menurut Kelomook Umur

Jenis Kelamin
No. Kelompok Umur Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 0-4 3.422 3.208 6.630
2. 5-9 3.367 3.123 6.490
3. 10-14 3.061 2.754 5.815
4. 15-19 2.863 2.863 5.726
20-24 2.552 2.566 5.118
25-29 2.340 2.297 4.637
7. 30-34 2.009 1.975 3.984
8. 35-39 1.854 1.946 3.805
L 40-44 1.631 1.602 3.233
10. 45-49 1.260 1.144 2.404
11 50-54 985 766 1.751
12. 55-59 464 500 964
13. 60-64 547 544 1.146
14. 65-69 314 347 661
15. 70-74 312 376 688
16. +75 249 384 638
Jumlah fiahun) 27,235 26.455 53.690
Sumber: Kecamatan Pasaman Dalam Angka, 2008

3.3.2. Sosial Ekonomi


Secara umum masyarakat Nagari Air Gadang memiliki perekonomian yang relatif
baik. Berdasarkan wawancara dengan tokoh masyarakat dan masyarakat pada
umumnya pendapatan masyarakat perkapita rata-rata bervariasi dari 20.000/hari-
30.000/hari atau Rp. 800.000,00/bulan. Sebagian besar mata pencarian penduduk
bergerak di bidang pertanian yaitu sebagai petani/pekebun hal sangat di dukung
oleh potensi sumber daya alam yang cukup memadai, Tanaman budidaya yang
dikelola oleh masyarakat pada umumnya adalah padi dan jagung sedangkan
perkebunannya adalah tanaman kelapa sawit. Data jumlah penduduk berdasarkan
jenis pekerjaannya disajikan pada Tabel 3.14.

Tabel, 3,14. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pekeriaan

Jenis Kelamin
No. Lapangan Usaha Jumlah
Laki-laki Peremouan
1 Pertanian 11.'108 3.772 14.880
2. Pertambanoan dan oenooalian 202 0 202
e Industri pengolahan 423 29 lCZ
4. Listrik dan air bersih 5 0
Banqunan co 15 71
b. Perdaqanqan hotel, dan restoran 1.223 804 2.027
7. Penqanqkutan dan komunikasi 115 0 1'15
Keuangan, persewaan, dan iasa perusahaan 708 808 1.516
Jasa-iasa 1.725 700 2.425
10. Lainnva 16 14 30
Jumlah ffahun) 15.581 6.142 21.723
Sumber; Kecamatan Pasaman dalam Angka Tahun 2009
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Baral

3.3.3. Sosial Budaya

a. Adat lstiadat dan Pola Kebiasaan Yang Berlaku


Masyarakat Nagari Aie Gadang di dominasi oleh masyarakat hukum adat
minangkabau (95%). Adapun suku minangkabau yang dominan terdiri dari
suku Jambak, Melayu, Caniago, dan Koto. Tatanan kehidupan sosial yang
berlaku didasarkan pada tatanan nilai adat istiadat Minangkabau, yang
diperlihatkan dalam prilaku kebiasaan masyarakat. Di samping itu juga ditemui
lebih kurang 5% masyarakat pendatang, yaitu suku Mandailing, Nias, Batak
dan Jawa. Meskipun demikian, masyarakat pendatang mampu menyesuaikan
diri dengan tatanan kehidupan sosial yang ada. Hal ini bersesuairn dengan
prinsip tatanan sosial "dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". Pada sisi
lain bagi warga masyarakat Minangkabau di Kenagarian Aie Gadang sangat
elegan dan terbuka menerima kehadiran masyarakat pendatang, termasuk
memberikan penghormatan dan apresiasi yang baik terhadap "kegiatan
kekerabatan yang hidup dan berkembang di kalangan masyarakat pendatang",
seperti upacara perkawinan diantara sesama warga yang berasal dari suatu
daerah yang sama mereka tetap melaksanakan adat istiadat yang diwariskan
secara turun temurun dan ini berlaku juga untuk berbagai kehidupan sosial
lainnya dengan tetap menghormatitatanan nilai sosial yang hidup,

b. Proses sosial Yang Terjadi Dalam Masyarakat

Kerjasama yang sering timbul proses sosial kemasyarakat adalah seperti


kegiatan gotong-royong dalam membangun untuk fasilitas keagamban dan
sosial, sedangkan akomodasi yang dilakukan adalah kegiatan proses sosial
secara bersama dengan melakukan aktifitas secara bersama dengan
memberikan bantuan dan pertolongan kepada yang kurang mampu dan yang
membutuhkan. Proses sosial yang berkembang dengan masyarakat
pendatang jarang menimbulkan konflik karena hubungan dan interaksi sosial
dengan masyarakat pribumi terjalin dengan baik, walaupun adanya benturan
kebiasaan yang mereka bawa dengan yang mereka temui di masyarakat
pribumi.

Akulturasi, Asimilasi, Dan Integrasi Dari Berbagai Kelompok Masyarakat


Keadaan akulturasi dan asimilasi serta integrasi yang dilakukan dalam
hubungan bermasyarakat tidak mendapatkan hambatan dan kendala, karena
hubungan sosial secara akulturasi disesuaikan dengan keadaan dan tempat

4tr fi ,c.f. irisrtech cerrr,'kno


III-15
'.;###

irit.i-: ri:li (1,'rl:L;r:ir,:r1.',;il i::{,':.;:,-;! 1..!1;i} :,.:lil! ri)


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

tinggal warga. Hal tersebut juga mendorong terciptanya suatu asimilasi yang
lebih terkoordinasi dan terbaur dengan prinsip saling menghargai antara
pendatang dengan pribumi, Disamping itu tidak adanya pola pembedaan
dalam melakukan komunikasi secara sosial dan ekonomi. Akan tetapi dalam
kepemilikan tanah di kuasai oleh nagari sebagai tanah ulayat nagari Air
Gadang dan masyarakat pendatang tidak bisa mengelola tanah ulayat nagari
tersebut,

d. Pranata Sosial

Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sehari-harinya dapat membentuk


kegiatan yang berbentuk kelembagaan. Adapun lembaga yang tumbuh antara
lain lembaga kegiatan pemuda, lembaga PKK, kegiatan wirid yasin para ibu-
ibu dan jemaah keagaman, kelompok tani, koperasi, organisasi olah raga,
karang taruna, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang aktif dan
melakukan kegiatan sesuai dengan jalur dan fungsi yang ada.

e. Persepsi Masyarakat

Berdasarkan wawancara dengan masyarakat terutama dengan masyarakat


yang terkena dampak langsung akibat kegiatan pembangunan jembatan Air
Gadang, ternyata seluruh masyarakat yang diwawancarai menyetujui
pembangunan jembatan tersebut dengan syarat ada ganti rugi terhadap
bangunan rumah, tanaman produktif dan tanah mereka . Masyarakat sekitar
menyadari bahwa jembatan tersebut sangat vital untuk kelancaran arus lalu
lintas dan selama inijembatan Aie Gadang hanya dapat dilalui satu kendaraan
dengan sistem bergantian (satu-satu melintasi jembatan) dengan
ditingkatkannya jembatan ini akan mempelancar arus lalu lintas.

3.3.4. Kesehatan Masyarakat


Kebiasaan masyarakat berobat dengan obat tradisional dan jika agak parah
berobat ke puskesmas, bidan dan dokter terdekat. Jenis penyakit yang dominan
diderita oleh masyarakat Kecamatan Pasaman adalah ISPA (31 o/o), dan gastritis
(13,60 %) . Hal ini dapat dilihat pada pada banyaknya penyakit yang diderita olah
masyarakat Kecamatan Pasaman sepertiyang disajikan pada Tabel 3.15.
Sarana kesehatan yang tersedia di Kecamatan Pasaman ialah puskesmas 2 unit,
puskesmas pembantu 3 unit, posyandu 55 unit dan polindes 16 unit.

#r* ff p.l. visrlsch cern;larrc III- I6


-i#F#

f:)l--i-r rt:: i'ir,:titrt:r:lt!:rii)!\ tilei.:t-:r'.\.;ti> t.)trit:rt>.


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Ssi. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Tabel 3,15. Jumlah Kunjungan Pasien yang berkunjung ke Puskesmas di Kecamatan Pasaman

menurut penyakit Utama

No. Jenis Penvakit Jumlah %


1. ISPA 35.236 31.00
2. Diare 7.122 6.26
3. Penyakit kulit karena infeksi 9.115 8.02
4. Rematik 11.110 9,78
5. Gastritis 15.455 13.60
6. Disentri
7. Tekanan darah tinooi 9.076 7,99
8. Penvakit kulit karena aleroi 6.086 5.35
o Penvakit lain oada saluran naoas 13,598 11.96
10. Lainnya 6,864 6,04
Jumlah 113,662 100,00
Sumber: Kecamatan Pasaman Dalam Anska,2008

P'f' uibrlech gernllang


TTI-17
@

PU-nel Kemer:leri;*n Pekerjaen Umun:


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

BAB IV
DAMPAK LINGKUNGAN YANG AKAN TERJADI

4.1. TAHAP PRAKONSTRUKSI


Pada tahap prakonstruksi ini kegiatan meliputi stake out, pembebasan lahan,
pembangunan base camp dan pemagaran tapak kegiatan, dan mobilisisasi alat
berat. Pada tahap prakonstruksi akan memberikan dampak terhadap komponen
lingkungan diantaranya :

1. Persepsi Masyarakat
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap munculnya persepsi masyarakat adalah berasal dari
kegiatan stake out, pembebasan lahan dan pembangunan base camp serta
pemagaran tapak kegiatan
b. Jenis Dampak
Timbulnya persepsi masyarakat tentang keberadaan kegiatan peningkatan
pembangunan jembatan Aie Gadang
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkannya adalah sedang, karena akan
timbulnya pertanyaan dari masyrakat terhadap keberadaan kegiatan.

2. Gangguan Lalu Lintas


a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap gangguan lalu lintas yang berasal dari kegiatan
mobilisasi alat berat.
b. Jenis Dampak
Timbulnya gangguan lalu lintas di sekitar ujung jembatan akibat oleh
kendaraan yang membawa alat berat
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkan adalah kecil, karena mobilisasi alat berat
hanya sesaat dan jumlah alat berat yang dibawa tidak banyak.

pl.i-ilel i{e[]!:titgrial Pgii.eiji+*rr i"Jrrrr-:rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

4.2. TAHAP KOSTRUKSI


Kegiatan yang berlangsung selama tahap kostruksi atau pembangunan fisik meliputi
mobilisasi material, rekrutmen tenaga kerja, pembangunan pondasi, pembangunan
bangunan bawah, konstruksi bangunan atas, pembangunan jalan pendekat,
pemasangan batu , pekerjaan finishing dan demobilisasi alat berat.
1. Kandungan Debu
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap perubahan kandungan debu berasal dari kegiatan
mobolisasi material, pembangunan jalan pendekat dan pekerjaan finishing.
b. Jenis Dampak
Terjadinya penurunan kualitas udara ambien terutama terhadap
peningkatan kandungan parameter debu total (TSP) disekitar lokasi
kegiatan.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil karena volume pekerjaan relatif
sedikit.

2. Kandungan Gas
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap perubahan kandungan gas berasal dari kegiatan
mobilisasi material
b. Jenis Dampak
Terjadinya penurunan kualitas udara ambien terhadap peningkatan
parameter gas (CO, NO2, SO2) disekitar lokasi kegiatan.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil karena volume pekerjaan relatif
sedikit.

3. Penigkatan Tingkat Kebisingan


a. Sumber Dampak
Dampak peningkatan tingkat kebisingan berasal dari kegiatan mobilisasi
material, pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah,
konstruksi bangunan atas dan pembangunan jalan pendekat.

#
P l' vr"sdech gernilang
rv-2

Plj-r'rel (emr:nltirian Pererji}i*n lJrll:rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya peningkatan tingkat
kebisingan.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil, karena menggunakan alat berat
sedikit dengan volume sedikit.

4. Peningkatan Tingkat Getaran


a. Sumber Dampak
Dampak peningkatan tingkat getaran berasal dari kegiatan pembangunan
pondasi..
b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya peningkatan tingkat
getaran.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil, karena menggunakan alat berat
sedikit dengan volume sedikit.

5. Penurunan Kualtas Air Sungai


a. Sumber Dampak
Dampak terhadap perubahan kualitas air sungai berasal dari pembangunan
pondasi, pembangunan bangunan bawah, konstruksi bangunan atas dan
pemasangan batu.
b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut adalah penurunan
kualitas air sungai, terutama terhadap peningkatan kandungan padatan
tersuspensi (TSS).
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah sedang karena kegiatan yang potensi
terhadap penurunan kualitas air hanya pada saat pembangunan pondasi dan
pemasangan batu.

p.f. uisrfech genr,,lang


IV-3

P*-r-rel {*rn*r:tsriar F}eaerjcar'} ljffi r;rlr


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

6. ErosiTebing Sungai
a. Sumber Dampak
Terjadi longsor pada tebing sungai Aie Gadang berasal dari kegiatan
pembangunan pondasi.
b. Jenis Dampak
Dampak terhadap tanah yaitu terjadinya longsor dan peningkatan erosi
tanah.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil karena areal yang akan dibersihkan
relatif kecil.

7. Kerusakan Sempadan Sungai


a. Sumber Dampak
Dampak terhadap kerusakan sempadan sungai berasal dari kegiatan
pembangunan pondasi.
b. Jenis Dampak
Dampak yang akan terjadi adalah kerusakan sempadan sungai yaitu tidak
dapat difungsikannya sempadan sungai sebagai daerah pengamanan
sungai..
c. Besaran Dampak
Besaran dampak kerusakan sempadan sungai oleh kegiatan ini adalah kecil,
karena sedikitnya lahan atau sempadan sungai yang akan dimanfaatkan
untuk pembangunan jembatan,

8. Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap kesempatan berkerja bersumber dari peningkatan
pembangunan jembatan adalah pada saat rekrutmen tenaga kerja.
b. Jenis Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah adanya peluang untuk bekerja sesuai
dengan formasi yang dibutuhkan/tersedia.
c. Besaran Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah kecil karena jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan relatif kecil.

.; r"" p.l. visif*cli cern/aric


<Gt* rv-4

tjl-.i-r'iili j{b'rf ir,,'f rlr tiitt\ P et1,:i {ii:.?it} l.}'. t\t.it1\


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab, Pasaman Barat

9. Peluang Usaha
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap munculnya peluang usaha adalah berasal dari kegiatan
Pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, Konstruksi
Bangunan Atas, Pembangunan Jalan Pendekat, Pemasangan batu dan
Pekerjaan Finishing
b. Jenis Dampak
Timbulnya peluang usaha berupa munculnya warung-warung menjual
makanan bagi para pekerja disekitar lokasi kegiatan, pengadaan bahan dan
material dan pengangkutan bahan material
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkan kecil dan bersifat positif.

10. Kecemburuan Sosial


a. Sumber Dampak
Timbulnya keresahan masyarakat bersumber dari kegiatan penerimaan
tenaga kerja.
b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah munculnya keresahan masyarakat,
khususnya bagi masyarakat yang tidak dapat diterima sebagai tenaga kerja.
c. Besaran Dampak
Besaran dampak yang ditimbulkan kecil, karena jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan relatif sedikit dan membutuhkan keahlian tersendiri.

1 1. Kesehatan Masyarakat
a. Sumber Dampak
Timbulnya keresahan masyarakat bersumber dari kegiatan mobilisasi
material
b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah gangguan kesehatan masyarakat
akibat mobilisasi material
c. Besaran Damoak
Besaran dampak yang ditimbulkan kecil, karena velume pekerjaan relatif
kecil dan dampak ini merupakan dampak turunan.

4'-'.r'- s.l. uisltech ceni;jano IV-5


\..#r'

i:)f j-ir*i {r)tri+l:f ijrl:rai ini:):..t--'ia':a2:r'; !,.};'.\a :tr':


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

12. Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja


a. Sumber Dampak
4' Dampak terhadap keselamatan tenaga kerja bagi tenaga kerja berasal dari
Pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, konstruksi
bangunan atas dan pekerjaan finishing
b. Jenis Dampak
Dampak yang akan ditimbulkan adalah terjadinya kecelakaan kerja pada
tenaga kerja.
c. Besaran Dampak
Besaran dampak terhadap kecelakaan kerja pada tenaga kerja adalah
tergolong sedang, karena menggunakan peralatan besi.

13. Gangguan Lalu Lintas


a. Sumber Dampak
Terjadinya gangguan lalu lintas sungai bersumber dari kegiatan mobilisasi
material dan pembangunan jalan pendekat serta demobilisasi alat berat.
b. Jenis Dampak
Timbulnya gangguan lalu lintas di sekitar ujung jembatan akibat kendaraan
yang membawa material , pembangunan jalan pendekat dan demonbilsasi
alat berat.
c. Besaran Dampak
Besaran dampak terhadap gangguan lalu lintas termasuk sedang karena
kegiatan tersebut tidak menghalangi kelancaran lalu lintas.

4,3. TAHAP OPERASI


Pada tahap operasi kegiatan yang akan dilakukan adalah demobilisasi alat berat,
pemutusan hubungan kerja dan operasional jembatan
1. Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Sumber dampak dari kesempatan kerja adalah berasal dari pemutusan
hubungan kerja (PHK)
b. Jenis Dampak
Dampak yang akan ditimbulkan adalah menurunnya tingkat penghasilan
masyarakat, khusus tenaga kerja.

fgal s.l. visllech cer?llald IV-6


'{#dd

PU-r iel (ex:er:le,i;\ ?e!'sriiiiin J"Jrrl;rn


UKL & UPt Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

c. Besaran Dampak
' Besaran dampak kecil, karena sebelumnya telah dilakukan penjelasan
bentuk ketenagakerjaan.

2. Persepsi Masyarakat
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap persepsi masyarakat dan kecemburuan sosial bersumber
dari kegiatan pemutusan hubungan kerja.
b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah keresahan masayarakat akibat
pemurusan hubungan kerja, karena tidak berkerjanya atau berkurangnya
penghasilan masyarakat.
c. Besaran Dampak
Besaran dampak terhadap persepsi masyarakat kecil, karena sedikitnya
masyarakat yang bekerja pada kegiatan peningkatan pembangunan
jembatan.

3. Kelancaran Lalu Lintas


a. Sumber dampak
Peningkatan kelancaran lalu lintas berasal dari kegiatan beroperasinya
jembatan
b. Jenis dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah dampak positif yaitu semakin lancarnya
akses masyarakat
c. Besaran dampak
Dampak aksesibilitas dapat digolongkan sedang, karena akses masyarakat
semakin lancar.

n
'{6Ftrr
p.i. visrlech cernllarrc
rv-7

Plj-:1$l (erner!terlarr Pei;*:ri;:an lJr:t;rrr


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

Tabel 4,'1, Matrik ldentifikasi Dampak Kegiatan Pembangunan Jembatan Peningkatan Pembangunan
Jembatan Aie

b. Kualitas Gas

b. Kerusakan Semoadan
SOSIAL, BUDAYA dan Kesehatan MASYARAKAT

b. Keselamatan dan kesehatan

PRASARANA TRANSPORTASI

KETERANGAN II, KONSTRUKSI III. OPERASI


I, PRAKONSTRUKSI 1. Mobilisasi material 1. Pemutusan Hubungan
1. Stake out 2. Rekrutmen tenaga kerja Kerja
2. Pembebasan lahan 3. Pembangunan pondasi 2. 0oerasional Jembatan
3. Pembangunan Base camp dan 4, pembangunanbangunan
Pemagaran tapak kegiatan bawah
4. Mobilisasi alat berat 5. Konstruksi Bangunan Atas
6. Pembangunan Jalan
Pendekat
{ = ada dampak 7, Pemasangan batu
8. Pekerjaan Finishing
9. Demobilisasi alat berat

#ri p f. visitsc,4 cenulana


IV-8
\#
plj-i r*i .i{*rnr}fifr:rlart }:}eic.rji,'rar) I Jfr}t :rr}
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab, Pasaman Barat

Tabel 4.2. Matrik Komponen dampak lingkungan Kegiatan Peningkatan Pembangunan


Jembatan Aie
No. Keqiatan Jenis Damoak Besaran Keteranqan
L PRAKONTRUKSI
1. Stake out Persepsi masvarakat Sedanq Dampak neqatif dan orimer
2, Pembebasan lahan Persepsi masvarakat Sedanq Dampak neoatif dan orimer
Pembangunan Base Persepsi masyarakat Kecil Dampak negatif dan primer
camp dan Pemagaran
tapak keqiatan
4, Mobilisasi alat berat Gangguan lalu lintas Kecil Dampak negatif dan primer

lt. KONSTRUKSI
1. Mobilisasi material 1. Peninqkatan kandungan debu Sedanq Dampak neoatif dan primer
2. Peninokatan kandunoan oas Kecil Dampak neqatif dan primer
3, Peninqkatan kebisinqan Kecil Dampak neqatif dan primer
4. Kesehatan Masvarakat Kecil Damoak neoatif dan orimer
5, Ganoouan lalu lintas Kecil Damoak neoatif dan orimer
2. Rekrutmen tenaga kerja 1. Kesemoatan bekeria kecil Dampak positif dan primer
2. Kecemburuan sosial Kecil Dampak neqatif dan primer
Pembangunan pondasi 1. Kebisinoan Kecil Dampak neoatif dan primer
2, Getaran Kecil Dampak neqatif dan primer
3. Kualitas Air Sedano Damoak neqatif dan primer
4, Erosi Tebinq Sunqai Kecil Damoak neqatif dan orimer
5. Kerusakan Semoadan Sunoai Sedano Dampak neoatif dan orimer
6, Peluanq usaha Kecil Dampak positif dan primer
7. Keselamatan/Kesehatan Keria Sedanq Dampak neqatif dan primer
4, Pembangunan 1, Peninokatan kebisinqan Kecil Dampak neqatif dan primer
Bangunan Bawah 2. Kualitas air sunoai Kecil Dampak neqatif dan primer
3, Peluano usaha Kecil Dampak positif dan primer
4. Keselamatan/Kesehatan Keria Sedano Dampak neqatif dan primer
Konstruksi bangunan 1. Peninokatan kebisinoan Sedano Dampak neoatif dan primer
atas 2, Kualitas air sunqai Kecil Damoak neqatif dan orimer
3. Peluanq usaha Kecil Damoak oositif dan orimer
4. Keselamatan/Kesehatan Keria Sedanq Dampak neoatif dan primer
Pembangunan Jalan 1, Peninokatan debu Kecil Dampak neqatif dan primer
pendekat 2. Peninokatan kebisinoan Kecil Dampak neqatif dan primer
3. Peluano usaha Kecil Dampak oositif dan primer
4. Kesehatan Masvarakat Kecil Damoak neoatif dan turunan
5, Ganqquan lalu lintas Sedano Damoak neoatif dan primer
7. Pemasangan Batu 1. Kualitas air sunoai Keci Damoak neoatif dan orimer
2, Peluanq usaha Kecil Dampak positif dan primer
8, Pekerjaan finishing 1. Peninqkatan kandungan debu Kecil Dampak neqatif dan primer
2. Peluano usaha Keci Dampak oositif dan primer
3, Keselamatan/Kesehatan Pekeria Kecil Damoak neoatif dan orimer
0 Demobilisasi alat berat Ganqquan lalu lintas Kecil Damoak neoatif dan Primer
ilt, OPERASI
I Penutusan Hubungan 1. Kehilanoan Kesemoatan Keria Kecil Dampak neqatif dan primer
Keria 2. Perseosi masvarakat Kecil Dampak neqatif dan primer
2, Ooerasional Jembatan Kelancaran lalulintas Sedano Dampak oositif dan orimer
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

BAB V
PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

5.1. TAHAP PRAKONSTRUKSI

1. Persepsi Masyarakat

a. Sumber Dampak
Dampak terhadap munculnya persepsi masyarakat adalah berasal dari
kegiatan Stake ouf, pembebasan lahan, pembangunan base camp dan
pemagaran tapak kegiatan.

b. Jenis Dampak
Timbulnya persepsi masyarakat tentang keberadaan kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Aie Gadang

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan tentang
pembangunan jembatan, pembebasan lahan dan pengamanan lokasi
kegiatan.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sebelum pelaksanaan kegiatan konstruksi pembangunan jembatan Aie
Gadang

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Masyarakat yang berada di sekitar rencana peningkatan pembangunan
jembatan Aie Gadang di Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Pelaksana
SATKER Pembangunan /Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan
Pemda Kab. Pasaman Barat.

4t
:;#"rl; n.i. visifecn aemilans v-1
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Gangguan Lalu Lintas


a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap gangguan lalu lintas yang berasal dari
kegiatan mobilisasi alat berat.

b. Jenis Dampak
Timbulnya gangguan lalu lintas di sekitar ujung jembatan akibat oleh
kendaraan yang membawa alat berat

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


Mengunakan jasa pemandu dalam rangka mobilisasi alat berat menuju
lokasi kegiatan.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan Hidup


Sewaktu mobilisasi alat berat menuju ke lokasi kegiatan peningkatan
pembangunan jembatan Air Gadang

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup


Jalan yang dilalui ketika mobilisasi alat berat menuju ke lokasi
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat.

v-2
u nr
4Fe p.t. visitech semilana

Plj-nl,:l (err)rinlililat peirerjcan lJril|.ifrl


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

o Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

. 5.2. TAHAP KONSTRUKSI

1. Kandungan Debu
a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap perubahan kandungan debu berasal dari
kegiatan mobolisasi material, pembangunan jalan pendekat dan
pekerjaan finishing.

b. Jenis Dampak
Terjadinya penurunan kualitas udara ambien terhadap peningkatan
kandungan parameter debu total (TSP) disekitar lokasi kegiatan.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


Pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan adalah:
o Menutup bak truk pembawa material pasir, batu, dan kerikil dengan
terpal
o Pemadatan dan penyiraman material timbunan dalam pekerjaan
pembangunan jalan pendekat.
o Pelaksanaan finishing sesuai prosedur

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


o Pengelolaan dilakukan setiap kali pengangkutan material sirtukil
o 2x dalam satu hari pada musim kemarau.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Pelaksana
Kontraktor

#e rr nt. vislteah aemilana v-3


\;#d

PU-rret {*rrrl;r:teriar P*r*rjaar} ljarrin}


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat.

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Kandungan Gas

a. Sumber Dampak
Sumber dampak terhadap perubahan kandungan gas berasal dari
kegiatan mobilisasi material.

b. Jenis Dampak
Terjadinya penurunan kualitas udara ambien terhadap peningkatan
parameter gas (CO, NO2, SO2) disekitar lokasi kegiatan.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


Penggunaan kendaraan yang layak pakai atau lolos uji keur termasuk
lolos uji emisi gas buang kendaraan.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Waktu pengelolaan adalah selama mobilisasi material dalam rangka
konstruksi peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kab.
Pasaman Barat.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Sewaktu mobilisasi alat berat menuju ke lokasi kegiatan peningkatan
pembangunan jembatan Air Gadang.

t. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

#,t
,";#rf p.l. v,'sifech qemriano v-4

PU-r'rel i{erlrer:leria r: Pekerjear} lJr}ufi l


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

o Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

3. Peningkatan Tingkat Kebisingan

a. Sumber Dampak
Dampak peningkatan tingkat kebisingan berasal dari kegiatan mobilisasi
material, pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah,
konstruksi bangunan atas dan pembangunan jalan pendekat.

b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya peningkatan tingkat
kebisingan.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Penggunaan kendaraan pembawa material yang laik pakai atau lolos
uji keur.
o Pengunaan alat berat yang laik pakai.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan Air Gadang
Kab. Pasaman Barat.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

v-5

PU-i :$t (er'teilleriarr Percrjean llrnltrn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

4. Peningkatan Tingkat Getaran


a' t:illril"n
: :ffi tingkat setaran berasat dari kesiatan pembansunan
pondasi.
b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya peningkatan tingkat
getaran.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Pelaksanaan pembangunan pondasi atau pemancangan tiang
pancang sesuai dengan SOP
o Pengunaan alat berat yang laik pakai.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan Air Gadang
Kab. Pasaman Barat.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu .lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.
f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
o Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

5. Penurunan Kualitas Air Sungai


a. Sumber Dampak
Dampak terhadap perubahan kualitas air sungai berasal dari
pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, konstruksi
bangunan atas dan pemasangan batu.

#; ri p.t. visitech qemilana v-6


\;#dd

Plj-j.|el i{er}}eilterjarr Pei<+rjaitn lJrrr-;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut adalah penurunan
kualitas air sungai, terutama terhadap peningkatan kandungan padatan
tersuspensi (TSS),

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Meminimalkan ceceran adukan semen dan material lainnya masuk
kedalam sungai.

o Melakukan pembanguan sesuai dengan prosedur teknis.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat.
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

6. ErosiTebing Sungai
a. Sumber Dampak
Terjadi longsor pada tebing sungai Air Gadang berasal dari kegiatan
pembangunan pondasi.

b. Jenis Dampak
Dampak terhadap tanah yaitu terjadinya longsor dan peningkatan erosi
tanah.

6e
'-*d-f !.t. yisitech qaniilario v-7

Pti ^r rt:{ i{entef }teriarr Pereri:+arr lJrr :rrr


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


teminimalkan penggalian pondasi sesuai pelaksanaan teknis untuk
: mengurangi erosi tebing sungai.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor,
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

7. Kerusakan Sempadan Sungai


a. Sumber Dampak
Dampak terhadap kerusakan sempadan sungai berasal dari kegiatan
pembangunan pondasi.

b. Jenis Dampak
Dampak yang akan terjadi adalah kerusakan sempadan sungai yaitu tidak
berfungsinya sempadan sungai.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


Areal sempadan sungai yang akan digunakan untuk pembangunan
pondasi disesuai dengan kebutuhan pondasi dalam rangka meminimalkan
kerusakan sempadan sungai.

P r' vrsireclr gemilang v-8


4$

PU-! ret i{e'?lsilterian PeLerjci;* llrrtl;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat.
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

8. Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap kesempatan berkerja bersumber dari adanya kegiatan
rekruitmen tenaga kerja untuk kebutuhan pembangunan jembatan.

b. Jenis Dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah adanya peluang untuk bekerja sesuai
dengan formasi yang dibutuhkan/tersedia.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


Mengutamakan tenaga kerja dengan kualifikasi buruh berasal dari daerah
setempat sesuai dengan formasi yang ada.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

#-:; n.t. visitech semilane v-9


\K@#

Ptj-fiel (erne{iteriar Peirerjc;::n lirnL:nr


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Kabupaten Pasaman
Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

9. Peluang Usaha
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap munculnya peluang usaha adalah berasal dari kegiatan
Pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, Konstruksi
Bangunan Atas, Pembangunan Jalan Pendekat, Pemasangan batu dan
Pekerjaan Finishing.

b. Jenis Dampak
Timbulnya peluang usaha berupa munculnya warung-warung menjual
makanan bagi para pekerja disekitar lokasi kegiatan, pengadaan bahan
dan material serta pengangkutan bahan material

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Memberikan kesempatan kepada masyarakat disekitar lokasi kegiatan
untuk memanfaatkan peluang usaha ini.
o Pengadaan bahan dan material dari masyarakat yang berada disekitar
lokasi kegiatan.
o Memanfaatkan truk pengangkutan bahan dan material dengan
memprioritaskan masyarakat setempat.

#t
';# ri p.f. v,'sl{ech qemiianq v-10

f][-;-jta.ii i{efi]r,'riii.j.riar: i:r}ti'.*ij:li;il i.Jrfi l:nl


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama pembangunan jembatan/tahap kontruksi

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f . Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

10. Kecemburuan Sosial


a. Sumber Dampak
Timbulnya keresahan masyarakat bersumber dari kegiatan penerimaan
tenaga kerja yang tidak dapat mengabulkan permintaan masyarakat.

b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah munculnya keresahan
masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tidak dapat diterima
sebagai tenaga kerja.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


Memberikan sosialisasi terkait dengan rekrutmen tenaga kerja untuk
mengatasi terjadinya kecemburuan sosial.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

4i" \'r
:;;#6s ti.i. vlsifecD qemilanq v-l1

ij l.j -I riri i{r,: rnr,.r: | +:;ij!t i:}t:t:J::i i?)at-, t. it{j. tt)


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat ,

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

f 1. Kesehatan Masyarakat
a. Sumber Dampak
Timbulnya keresahan masyarakat terhadap gangguan kesehatan yang
bersumber dari kegiatan mobilisasi material dan pembangunan jalan
pendekat

b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah gangguan kesehatan masyarakat
akibat mobilisasi material

c. Program Pengelolaan Ligkungan Hidup


o Menutup bak truk pembawa material pasir, batu, dan kerikil dengan
terpal
o Pemadatan dan penyiraman material timbunan dalam pekerjaan
pembangunan jalan pendekat.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

.{;rrl
#s rr pt. vislteeh fieffillana v-t2

PU-ilL (e|r]sf iterlar: Pei;erj;:an lJ|{l|:rrr


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. lnstitusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

12. Keselamatan dan Kesehatan Pekerja


a. Sumber Dampak
Dampak terhadap keselamatan tenaga kerja bagi tenaga kerja berasal
dari pembangunan pondasi, pembangunan bangunan bawah, konstruksi
bangunan atas dan pekerjaan finishing.

b. Jenis Dampak
Dampak yang akan ditimbulkan adalah terjadinya kecelakaan kerja pada
tenaga kerja.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Pengunaan Alat Pengaman Diri sesuai dengan SOP
o Menyertakan seluruh tenaga kerja untuk mendapat asuransi
JAMSOSTEK
o Operasional peralatan disesuaikan dengan prosedur yang ada

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

p.t visitelh v-13


..*$ semitang

PLj-: rei {ernenteriiit\ ?t enqrj,},}n lJlnr-;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Pelaksana
kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

13. Gangguan Lalu Lintas


a. Sumber Dampak
Terjadinya gangguan lalu lintas sungai bersumber dari kegiatan mobilisasi
material , pembangunan jalan pendekat dan demobilisasi alat berat.

b. Jenis Dampak
Timbulnya gangguan lalu lintas di sekitar ujung jembatan akibat
kendaraan yang membawa material , pembangunan jalan pendekat dan
kendaraan pembawa alat berat.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Menggunakan jasa pemandu dalam rangka demobilisasi alat berat,
mobilisasi material dan pembangunan jalan pendekat
o Menghindari waktu kegiatan pekerjaan tersebut pada jam sibuk atau
padat lalu lintas.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan setiap saat selama pembangunan

p.l ulsrfecn gemilang v-r4

PU-nel i{*rner:{eriar Pei;*rjcar: l}rr.tlir*


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan selama tahap konstruksi yaitu lokasi kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

5.3. TAHAP OPERASI


1. Kehilangan Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Sumber dampak dari kehilangan kesempatan kerja adalah berasal dari
pemutusan hubungan kerja (PHK)

b. Jenis Dampak
Dampak yang akan ditimbulkan adalah menurunnya tingkat penghasilan
masyarakat, khusus tenaga kerja yang diakibatkan dari selesainya
pembangunan jembatan.

c. Pengelolaan Lingkungan Hidup


Melakukan sosialisasi dan penjelasan tertulis pada calon tenaga kerja
terkait dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) ketika selesainya
kegiatan pembangunan jembatan.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pelaksanaan pengelolaan dilakukan adalah sebelum pelaksanaan PHK
dilakukan.

/#F
'{:#l o.f. v,,sileoh oeirriano v-15

FIU ricl {*rn*r:t+rr#rt Peieil:l;.;tt lJtrir rrri


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Lokasi pengelolaan yang dilakukan tersebut adalah di kantor pemrakarsa.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Persepsi Masyarakat
a. Sumber Dampak
Dampak terhadap persepsi masyarakat dan kecemburuan sosial
bersumber dari kegiatan pemutusan hubungan kerja.

b. Jenis Dampak
Jenis dampak yang ditimbulkan adalah keresahan masyarakat akibat
pemutusan hubungan kerja, karena tidak berkerjanya atau berkurangnya
penghasilan masyarakat.

c. Program Pengelolaan Lingkungan Hidup


Transparansi terkait pemutusan hubungan kerja yang sesuai dengan
sosialisasiyang telah dilakukan pada awal penerimaan tenaga kerja.

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pelaksanaan pengelolaan dilakukan adalah sebelum pelaksanaan PHK
dilakukan.

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Lokasi pengelolaan yang dilakukan tersebut adalah di kantor pemrakarsa.

#'s\
\;# p.f. v,,sdecfi oemilano v-16

Pti-irrli i{er)etlerial Peir*rji+i*rr Unt;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


o Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat.
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat.

3. Kelancaran lalulintas
a. Sumber dampak
Peningkatan kelancaran lalu lintas berasal dari kegiatan beroperasinya
jembatan

b. Jenis dampak
Dampak yang ditimbulkan adalah dampak positif yaitu semakin lancarnya
akses masyarakat

c. Pengelolaan Lingkungan Hidup


Mengoperasikan jembatan sesuai dengan kemampuan dan daya dukung
darijembatan

d. Waktu Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan telah selesainya pembangunan jembatan

e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan hidup


Pengelolaan dilakukan pada lokasi kagitan peningkatan pembangunan
jembatan Air Gadang Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional ll

6 * p.f. v,'$rfecfi qoffir/anq v-17


\#pd

PU-iiel {r;lrrerterifil Peiierjial lJfirrirr)


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab, Pasaman Barat

. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat .

. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

F i v/sitecn ssmii*ns v-18


-f,f.,.Ip
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Ak Gadang Kab. Pasaman Barat

BAB VI
PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

6.1. TAHAP PRAKONSTRUKSI


1. Persepsi Masyarakat
a, Tujuan Pemantauan
Mengetahui efektifitasnya sosialisasi yang telah dilakukan terhadap dampak
presepsi masyarakat.

b. Parameter Yang Dipantau


Pendapat atau pandangan masyarakat terhadap kegiatan stake out,
pembebasan lahan, pembangunan base camp dan pemagaran tapak
kegiatan

c. Metoda pemantauan
Pelaksanan pemantauan dilakukan melalui wawancara dengan masyarakat
yang terkena dampak.

d. Tolok Ukur Dampak


Tidak munculnya gejolak sosial masyarakat terhadap rencana kegiatan
peningkatan pembangunan jembatan

e. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup


Masyarakat yang berada disekitar tapak kegiatan yaitu Nagari Air Gadang
Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa
prakonstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


r Pelaksana
SATKER Pembangunan /Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pemda
Kab. Pasaman Barat.

Pl' uisitechgemiiang VI-1


#

PU -t ret (ente: t;teria rr F ei.erjl+;,rrr lJr rll; rrr


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Gangguan Lalu Lintas


a. Tujuan Pemantauan
Tujuan dilakukan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana
efektifitas pengelolaan yang dilakukan

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter yang akan dipantau adalah adanya gangguan terhadap
arus lalu lintas kendaraan

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan yang dilakukan adalah observasi langsung kelapangan

d. Tolok ukur Dampak


Tolok ukur yang akan digunakan adalah ada atau tidak adanya gangguan
lalu lintas darat

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan yang akan dilakukan adalah pada jalan yang dilalui oleh
kendaraan dan alat-alat berat, khususnya pada daerah yang padat
kendaraan.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa
prakonstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


r Pelaksana
Kontraktor

fFrr
\;#rd
p.t. uisdech oer?rilafld vt-2

PLi-r'rel {ern+ilteriar P*!;erjci** lJtru;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
o Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

6.2, TAHAP KONSTRUKSI


1. Kandungan Debu
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan terhadap penurunan kualitas
kandungan debu akibat kegiatan selama tahap konstruksi.

b. Parameter Yang Dipantau


Parameter yang digunakan dalam pemantauan yaitu total debu (TSP).

c, Metoda Pemantauan
Metoda untuk pengukuran/pemantauan parameter total debu mengunakan
metoda gravimetri dengan mengunakan alat HVAS

d. Tolok Ukur Dampak


Peraturan Pemerintah No 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran
Udara dengan baku mutu udara TSP (230 pg/m')

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi sampling adalah pada ujung jembatan (dua lokasi) dan pemukiman
masyarakat,

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

h. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor

P.f. usdechgenilarg VI-3


ffi

Plj-il$l {errrenterial F}ei;*rjean 1.}r:xnr


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
r Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Kandungan Gas
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan terhadap penurunan kualitas
kandungan gas akibat kegiatan selama tahap konstruksi.

b. Parameter Yang Dipantau


Parameter yang digunakan dalam pemantauan yaitu CO, SOz dan NOz

c. Metoda Pemantauan
Metoda untuk parameter kandungan gas dapat terlihat pada Tabel 6.1.
berikut ini
Tabel 6.1. Parameter, alat dan metoda analisa kandungan gas
No. Parameter Alat Metoda Satuan BMUA
1. c0 Spektrofotometer Perakamoniakal pg/m3 2260
2. SOz Spektrofotometer Pararosanilin pg/m3 zov
3, NOz Spektrofotometer Saltzman uo/m3 Yl,C
Keterangan: BMUA= Baku Mutu Udara Ambien

d. Tolok Ukur Dampak


Peraturan Pemerintah No 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran
Udara.

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi sampling adalah pada ujung jembatan (dua lokasi) dan pemukiman
masyarakat.

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

gk* P r' visilech s*nr;rans vr-4


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


r Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

3. Peningkatan Tingkat Kebisingan


a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifltas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
kendaraan dan alat-alat berat agar tingkat kebisingan semakin kecil.

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter yang akan dipantau adalah tingkat kebisingan.

c. Metoda Pemantauan
Metoda yang digunakan adalah pengukuran langsung dilapangan bantuan
alat sound level meter (SLM).

d. Tolok Ukur Dampak


Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48/1996, tentang Baku Tingkat
Kebisingan.

e, Lokasi Pemantauan
Lokasi sampling adalah pada ujung jembatan (dua lokasi) dan pemukiman
masyarakat.

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor

iF rf l. visrf ech gen:ifang VI-5


u# i:.

Pli-r.iel .;4ern*r:teri'#r Perr:rjean lJJnriril


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

4. Peningkatan Tingkat Getaran


b. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
pemakairn alat pancang agar tingkat getaran semakin kecil.

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter yang akan dipantau adalah tingkat getaran.

b. Metoda Pemantauan
Metoda yang digunakan adalah pengukuran langsung dilapangan bantuan
alat penangkap getaran, alat ukur analisis getaran, pencatat tingkat getaran
dan alat analisis pengukur tingkat getaran.

b. Tolok Ukur Dampak


Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 49/1996, tentang Baku Tingkat
Getaran.

b. Lokasi Pemantauan
Lokasi sampling adalah pada ujung jembatan (dua lokasi) dan pemukiman
masyarakat,

b. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

b. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat

fF f p.f. vr'sriech qenrilanc VI-6


\"drf,

PU-r'r*l {ern*ilt(:rlar} peirerjiiar} Uft !.irr)


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

. Pelaporan
Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

. 5. Penurunan Kualitas Air Sungai


a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
pengendalian penurunan kualitas air sungai Batang Pasaman

b. Parameter Yang Dipantau


Parameter yang akan dipantau disesuai dengan sumber dampak dan
menurut PP Nomor 82 Tahun 2001 untuk kelas ll

c. Metoda Pemantauan
Metoda, alat yang digunakan dalam pemantauan kualitas air sungai dapat
disajikan pada Tabel 6.2 berikut ini.

Tabel 6.2. Parameter, alat dan metoda analisa kualitas air sungai untuk pelaksanaa
pemantauan

No Parameter Satuan Metoda Alat


1 2 ? 4 c
I FISIKA
1 Suhu on Pemuian Termometer
z. Padatan terlarut (TDS) ms/L Gravimetri Timbanoan
J. Padatan tersuspensi (TSS) mo/L Gravimetri Timbanqan
il. KIMIA
1 PH Potensiometri pH-meter
2. DO mq/L Winkler Buret
3, BOD ms/L Winkler Buret
+. coD mq/L Titrimetri Buret
Posfat (POa-P) mq/L Spektrofotometri Soetrofotometer
6, Nitrat (N0rN) mo/L Spektrofotometri Soetrofotometer
7. Nitrit (NOrN)) mo/L Spektrofotometri Spetrofotometer
8. Amoniak (NHrN) mq/L Spektrofotometri Spetrofotometer
Klorida (Cl) ms/L Soektrofotometri Spetrofotometer
10, Sulfat (SOa) mq/L Soektrofotometri Spetrofotometer
't4
I t. Timbal(Pb) mo/L Spektrofotometri AAS
12. Tembaqa (Cu) mo/L Spektrofotometri AAS
13. Besi (Fe) mgiL Soektrofotometri MS
14. Sens (Zn) ms/L Soektrofotometri AAS
15. MinvaldLemak mo/L Gravimetri Timbanoan
16. Deterqen (MBAS) mq/L Soektrofotometri Soetrofotometer

gJ p.f. rlisifech geff,/ang vr-7

P{J-r'isl ({)trtsriterlar; P*i.*rji:+rr LJrlu:rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

I
d. Tolok Ukur Dampak
o Peraturan Pementintah Rl Nomor 82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
o Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2008, tentang Penetapan Kriteria
Mutu Air Sungai di Propinsi Sumatera Barat.

e, Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada sungai Batang Pasaman yaitu pada
bagian hulu dan bagian hilir dari pembangunan jembatan.

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
r Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

6. ErosiTebing Sungai
a. Tujuan Pemantauan
Tujuan dilakukan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana
efektifitas pengelolaan pengedalian erosi tebing sungai yang dilakukan

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter yang akan dipantau adalah terjadinya erosi tebing sungai
Batang Pasaman

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan yang dilakukan adalah observasi langsung ke lapangan

4-rr
'';"6f $.1. visriech qenrija$+ VI-8
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

d. Tolok Ukur Dampak


Tolok ukur yang digunakan untuk pemantauan ini adalah ada atau tidak
adanya tebing sungai Batang Pasaman yang longsor dan jaju sedimentasi
yang terdapat di Sungai Batang Pasaman.

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada sungai Batang Pasaman

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

7. Kerusakan Sempadan Sungai


a. Tujuan Pemantauan
Tujuan dilakukan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana
efektifitas pengelolaan yang dilakukan.

b. Parameter Yang Dipantau


Parameter dalam pemantauan yang dilakaukan adalah kerusakan sempadan
sungai seperti pengikisan sempadan sungai

c. Metoda Pemantauan
Metoda dalam pelaksanaan pemantauan dapat dilakukan dengan cara
observasi langsung ke lapangan

t.g** f t c. t visrfech ce/lilafl s VI-9


\.:**d

i:{.i-r :+t i{nr r:tlrtr.:r!;'t F}ei'.r;rjl+aii i.Jfi}!.;rI}


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

d. Tolok Ukur Dampak


Sebagai tolok ukur dalam pelaksanaan pemantauan adalah ada atau tidak
'
adanya sempadan sungai yang rusak

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan adalah pada sempadan sungai yang
digunakan sebagai lokasi pembangunan jembatan yaitu sungai Batang
Pasaman

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

8. Kesempatan Kerja
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
kesempatan berkerja bagi masyarakat setempat

b. Parameter Yang Dipantau


Parameter yang dipantau adalah dominasi masyarakat setempat yang
bekerja pada pembangunan jembatan sesuai dengan formasi dan keahlian
yang ada.

c, Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan tenaga kerja serta masyarakat setempat,

#rr
'{-# p,f. visdech cemilano VI-10

PU-r'rel (en*r:lerian l) el*ri:*ar'| lJt.llLinl


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

d. Tolok Ukur Dampak


Sebagai tolok ukur kesempatan bekerja adalah dominasi masyarakat
setempat yang bekerja pada kegiatan pembangunan jembatan ini.

e, Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada NagariAir Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

9. Peluang Usaha
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
peluang usaha yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat

b. Parameter Yang Dipantau


Jenis usaha masyarakat terkait pemanfaatan peluang usaha akibat kegiatan
pembangunan jembatan

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan masyarakat setempat.

d. Tolok Ukur Dampak


Pemanfaatan peluang usaha oleh masyarakat setempat.

f.rs'rf p.l. vislecii oemilanc VI-l1


\;6dd

PU-r'ret {r:firer:terian 7''er;eri:.*,;,n lJlnl:rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

A Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada NagariAir Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor.
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

10. Kecemburuan Sosial


a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana realisasi sosialisasi yang telah dilaksanakan
terhadap masyarakat

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter yang digunakan dalam pemantauan ini adalah timbulnya
keresahan masyarakat

c, Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan masyarakat setempat.

d. Tolok Ukur Dampak


Tolok ukur yang digunakan dalam pemantauan ini adalah tidak adanya
gejolak sosial masyarakat

Pf' visifechge'rtang vI-12


S

PU-rr$t (err]efrteriart Pei.er.jlrart lJr;tr ;rtt


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. lnstitusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

1 1. Kesehatan Masyarakat
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pengelolaan lingkungan yang
telah dilakukan terhadap sumber-sumber pencemar yang dapat
menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat.

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter yang digunakan dalam pemantauan ini adalah tidak ada
keresahan masyarakat terhadap gangguan kesehatan

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan masyarakat setempat.

d. Tolok Ukur Dampak


Tolok ukur yang digunakan dalam pemantauan ini adalah tidak adanya
gangguan kesehatan masyarakat akibat kegiatan peningkatan pembangunan
jembatan,

#l:ffi{-t p.L visrlecli oerrr/anq VI-13

Plj-ilel (e'l]efi teriar Pei<erjcan Ufnurn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

tt. Lokasi Pemantauan


Lokasi pemantauan dilakukan pada NagariAir Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. Frekuensi Pemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

12. Keselamatan dan Kesehatan Pekerja


a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan yang telah dilakukan terhadap
keselamatan dan kesehatan pekerja

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter yang digunakan adalah keselamatan tenaga kerja atau
kecelakaan tenaga kerja dan gangguan kesehatan yang diakibatkan aktifitas
peningkatan pembangunan jembatan

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan tenaga kerja

d. Tolok Ukur Dampak


Sebagai tolok ukur dapat digunakan adalah ada atau tidak adanya tenaga
kerja yang mengalami kecelakaan dan gangguan kesehatan.

@ rf p.t. vhileeh gefirilang


\#rr

PU-ilel (errxlfrlerian Pexetici*n lJlrtl;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Baral

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan lokasi peningkatan pembangunan jembatan

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

13. Gangguan Lalu Lintas


a. Tujuan Pemantauan
Tujuan dilakukan pemantauan adalah untuk mengetahui sejauh mana
efektifltas pengelolaan yang telah dilakukan.

b. Parameter Yang Dipantau


Tingkat gangguan lalu lintas jalan pada kawasan kegiatan pembangunan
jembatan dan jalan yang dilalui oleh kendaraan material dan demobilisasi
alat berat.

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan tenaga kerja dan masyarakat.

d. Tolok Ukur Dampak


Sebagai tolok ukur dapat digunakan adalah ada atau tidak adanya gangguan
lalu lintas.

P t' vrsrtech genr;/ang VI-15


&y

PU-i rei (r:rrt er:tcI;aIr Pr(ir;iiart i.J tttLrnt


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sel. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pemantauan
Jalan yang dilalui oleh kendaraan yang membawa material, alat berat dan
lokasi oembanounan iembatan.

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekali selama masa konstruksi,

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


. Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

6.3. TAHAP OPERAS!


'1. Kehilangan Kesempatan Kerja
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana sosialisasi atau penjelasan tertulis yang
telah dilakukan kepada tenaga kerja dengan PHK setelah selesai kegiatan
pembangunan jembatan..

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai peremter yang digunakan adalah menurunnya tingkat pendapatan
masyarakat, khususnya tenaga kerja

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan adalah observasi langsung kelapangan dan wawancara
dengan tenaga kerja

d. Tolok Ukur Dampak


Tidak terjadi gejolak sosial terkait pemutusan hubungan kerja oleh
pemrakasa akibat selesainya pembangunan jembatan.

P r' i1lsilech ge$tilarg VI-I6


- :,t

:
jt j : li':. f.':1l a:,tlti.:1 .,' I i: jr..,,: .:!,.t' i, litir l/tl
UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei, Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekaliselama masa operasi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


o Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

2. Persepsi Masyarakat
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui efektifitas sosialisi yang telah dilakukan terhadap persepsi
masyarakat

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter pemantauan adalah timbulnya persepsi negatif dan
gejolak sosial masyarakat.

c. Metoda Pemantauan
Pelaksanan pemantauan dilakukan dengan cara observasi dan wawancara
dengan masyarakat yang terkena dampak.

d. Tolok Ukur Dampak


Tidak munculnya gejolak sosial masyarakat terhadap rencana kegiatan
tersebut.

Pt' vrs#echgemilang vr-17


#

PU-liel i{ernelteiiarr Pea*rjacn ilrz:r-;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembahn Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

e. Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada Nagari Air Gadang Kecamatan Pasaman
Kabupaten Pasaman Barat.

f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan sekaliselama masa operasi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


o Pelaksana
Kontraktor
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Bagian Pemerintahan Kantor Bupati Pasaman Barat
o Bapedalda Propinsi Sumatera Barat
. Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

3. Kelancaranlalulintas
a. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pengelolaan lingkungan yang
telah dilakukan

b. Parameter Yang Dipantau


Sebagai parameter yang akan dipantan adalah semakin lancar akses
masyarakat untuk melakukan penyeberangan baik menggunakan kendaraan
maupun bagi pejalan kaki

c. Metoda Pemantauan
Metoda pemantauan yang dilakukan adalah observasi langsung ke lapangan

d. Tolok Ukur Dampak


Sebagai tolok ukur yang digunakan adalah semakin lancarnya masyarakat
menggunakan jembatan Air Gadang sebagai sarana penyeberangan.

e, Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan adalah jembatan Air gadang yang telah dioperasikan.

P.L visrlech genrllang VI-18


*p

PU-ne1 (errler:*erian lleleriear.t lJlnl;rn


UKL & UPL Pembangunan Jembatan Sei. Air Gadang Kab. Pasaman Barat

!
f. FrekuensiPemantauan
Waktu pelaksanaan pemantauan dilakukan dua kali setahun selama masa
operasi.

g. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup


r Pelaksana
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional ll
. Pengawas
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat
o Dinas PU Kabupaten Pasaman Barat
o Bapedalda PropinsiSumatera Barat
r Pelaporan
o Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat

P.f. rislrech gemilarg VI-19


@

PU-nel Ke*renterian Pekerjaan llntum


*
)
t

O\b
s-P cc
E*8.* se F=
c 'iA

o =+
-Y=^-
.=96
F
=
EFEF
='(E -g+
=+ d
+(E
cL
a;
c-
i;
(E
(lt
=
J=F
d5
E
=:< 9= -T P E'EE E
s
.:1
E
co, ^dg c'U o
l;
c
o- =
!!(E0) Ed
.E +E p*EE
; i; P(Eo) *
(!.= (!.= (E (E
\z-O_6(/) \z-cLoCoOo(, = \z-cLoc) i

oo ooo NA
}

t
<
e
as
E

6
J
.E
ah
=EX E
:! EO_ (E

2
-g
o !+ =^()Y*co
o,E
C=:c- ht> (6
-u(Exts(oE
c
J
o
vg
o.
(a o -ii=P E i:

= e E^6-5 E E
(/)cL+\<cLo- o
:<
o
:z
aa
-E
=
.E
G C'
c
5 FE fr'6
FX
= .- J= E=
E
|ll .g
F J
(E
:g
= (E-v EO
(g -v
=i
R6

F
E
.E
chA 6E
v) o- EE
5
6
s!
o
o o)c c o ct
c' c(!(o
('EE c(E(E
(EFF **r (!
rz E
(l) =' (E
x(E(o
Iz A.
.E
tE T
3n
.E
ctSR
cL o-
(9 fri iri
<6f;
o- o-
\J
ttt (!
=(E(E
-,X (tr U,
o- o- 1s
qE H *EE
=E=E
-
!-(!e
*6E
c(9
=-(EL
c(9
=-CEL
c(9
ct o
J <(6;i <6x
g i: E'b "PE 3=< BE
o '==+-g
*o =
itaE
!(!

(E d) (!
z:<:<dl zv\<6
(!
F!**
635
(E(D(!(6
(!=
'-EiX
g 6h5=
o)o-o
cto)6(g E
z:<:<co $EEEa
==
; P.8E
E'F FE
-!l o- o--!L
vi c (tt 9 J: E'E
E gEE E gEE
-!:FFE
==
o L E_.o) -\:FFE
o E- 5.!u
a-<
= LY (! E
_Jr
-6z HE)
y*
U'b
g
Es:-
lrl (E
Eg 9.5
=<
EI- (E=
YC c 9tJ
E c=
E .!'
dC
EE
a*i
-x(E
o)
rc'

-4 (EE (o(D G6 o5rE d3


-^
1f
=6 9,^
(!- 6
>rCG
=+. ;:
=(l)-o
=(E E6J
=l
(EE Ch
o)
rn
v|ll
E
(E v=' EE 8- tt =at .=c
>- o)
o
2- E6 E!C (E 8-= EEO
(D(6- .=
E
o (oc (s.- 4(E(!
=z EEEE @6
.q !! Ee .e
x<
v2
o- (o#
+E
q(!
(tl
o-c
9.E gF -+ F J(E
*
EE
.:t ,S

z= -E
EEs :
-Yf't\
'= 'a'6:6
(6 (DJ c *EE
(E
(Ee
-oj
..ico,
d
c
(o

=o
zz E Eg
=x'
u-v
-(E'6 c
'6GJG'
6X
Esme gPE.R
E
E*i5 !2C(o
ql -c)
=
CL
cs=
c/,p
-60
q:l
;i (,
=.s
3E a cD -9 -g 88 FE >a ^OEiD EE
<9 fL o-

atr
-l

d=
=;
E rrtZ I o)fE
==v
s= ><
trt-
G'
CL
E
(6
3H' .E
(E
t5
-c(! .=
F E<
_tz ct
.! z EES c)
c)
.?

- G
e
-
<2
=o
ga-
o
.tt
E
x
U)

o)
-o
E
=oE
6i;_vH.
='=
o-v
(E
(E
a
E
an
at,
o)ii
LY
ao
,*E

(E
.F
=
u,

(9 tnZ q)
o- IE-e- e-o a!o
do-
JC)
Xul
Lro-
CN OJ
o-

.' .:
=
E E-
E,=
cri c.j 6i -i

6
a -S
E< I
g
(!
o
(E

:
- :
=lr-
6
<o
<lrl
<-
t!

ct
CL
E
.E at, (E
:< E
(E
.J)
o)
o
sc
s
s
= .!!) =
E '6 = 6
=.
_5
c,
o at)o) o)
9)E
Y
z, o =
E
&ro
J-:
o
Y
o)
o- oi5 F
at,
(E
\< R
5c,
od.Cl E c\
=
o
Y ,fr
no
=F
ct
= -:
A
$;r
f
*
x
E*=
s+ b'
(!0)
P''i6 'a 7 (E(I)
PE 7
.A E* .=
(60J=
PE A pfi a s* .F
N .::.

=+ dI
cx !+
Y=
^-
v^_d J=a-
==
g'ri
P
==v
.y=
ED=
.=gE
==9
:=a- ==v
l(_d
t
d =E dF
+(_d
t
5gE
d
E
-=:z (E
==-d
!s .=
E
16

d=;i _d
E .=\z aE
5ci5-Er!
sE .E'9
s ^Eg
F .E'9
E
F
ili
i:i
::

c-E-E -Ee
d5
c-tnrE a:::

gE c rE ro ci5 rE E
. 6 =(5G) _ P(!(D
ec; +h(/) 6oEs
-
o
}!(E(D
o-= x (!
_ =g
!v(so)
:d.

EisAA :<-o-cos) :< - cL CCt


(!.= (E (!
(/) :<ICL@C/) = :<IO-dts) \zIcLcou) \<-o-cocD
oo oo oo oo oo oo oo

o
X I I .,9 x Y J
E l: E i: i: g
c
o o
:< :< \< :< :< :z \z

o-
(!
CE

.s'0 (E'6 .s'0 .e'0


PW

=P
qF PV -!:t @
-:
=J
;+
F.=
q= q=
EJ:
(!92 FE =rJ

=fr (!92 (E4 FE FE


EE gE 9?O
v)x
(t)
AE - EE EE EE
H=E i 'aixdr= 6 (E= 1t -t'
o,
cG'
E(5 E
E Eg -8 O'- (t'
cc9 E E cO c(9 c(9 c(9
: E qt ===
EE gE i= =
O-!.Y
-
(O L IY-(5g e.C9 }|-(EL
o)ts =<
.(E
= -
-!.9
.E E
(E L .!.Y-(oL
=
Ff; 3:
=
-LY-(EL
5.E e=
il jZ =A
g E'6 A EE(E 9-\: =- Pt 6:c 9J:
= 9i:P.s E ._-
i,8; ': Y'X
E'E
(E ;9HE
c j5 viz
'8.='E -8
E (E
.:
E'E
)=')i (E
='x gj.==-o
AEJ: F E JYFFE J:FFE
Et-E = =(Do::
gJ (t -:J o- o-.!Y =(l)(1,:r
J:FFE
_9 6 6.St
w'= '-u, I =
=-
QO
+lo J(E
CJ
:
'(I'-
(G
v
'=
J(E ft -e
6: o- x(IJ
*= = =
.Y l= ='
(E _g Fq
J
(D
NE
-
(5
>\ >
AEE
(E(E
i: g i: t: S FA-
FP6t
o:i
o5 ()=
5(E
<D (D o o)
6!E cG
cEg
Ei5
8'a
.E
(E(E
(o >r
(E
_g
E H E E'-C
5= (!
(g
(\t
(E (g
6 HE.gE
E6 c,
gc Ee"-
9'3 lJro i O) o)

-c{
d-E= Ee= o)
CL
o)
CL
(D
o-
(D
o-

o
(!
E o iY(E
(E(J
co (E -_c
(,, (5
(E (! (g (g o-

'-o) (6
o-
c(E
m - Po,
a- (5
E c C,F
o (!
o)
@ 5- q6
:z E
'6
(o
U'
.a (o
-o(o
F=
@
Y
= st =o)
P,F
E ctt E d(tl =9.
-6 bi =Y
+E
=o o- dco :< TI O-
,q ol
'6
N cf, s rri
g)

(E
x -:z
5
E
o
.J) *
tr a

o)
(tt
(5
*
o iz9
or.b JC
o)(g q
E .=.a
o -g
J :< rL :< SE *i
od C\I (?) s rh
Y
\11
C.l .rI
g-
-g
E',q
-c
'+ (!(l)=
PEAI
E*
cx=
(!ot
(t)=
5+ dA
.=
=
(!0,
PEJ:A
*
= PE
(!o)
iz
= 'a
=
(go)
== ==9 =
a- r^-6 r^5== I ==9
X=n-
tD= -Y=n- -Y, d
==
.=:z (!
^Y
!E .= :z rE
==
!E
=
.=gE F
==
E'9r E .=:< aE- (! !o .E'9 r-'r E 5:< E
E
cii-E ro ci5^ds!
d5 d5 ^dg d==-d a
EdE ^E!o
c. c-i5
EdE
c ci5-Ers
(!
--i!
=-B
:!(E(D . :!cto) - :L )!(E(D - P )!(E0) a-
j= (D ): JJ X{ (6 (D )Y :.1
=r! E=oo.-C, =(E -:;:.

:<-o-cou) :<ICLCOCA v-o-o(/) :<ECLCO/) :<EO-OCLOC/) \<ICLOO-cOC/) :<-cL


oo oo oo oo ooo ooo o

L 5 .:a x x I I
i: g E e g g i:
o
)< \< :< )< :< \< :<

(It (E (g
t!, o .s'0 .!v g F'9 F'0 ll, @ .s'9
q= q= d: a:
EF ^=
>) =/
il:

(!92 FE =i
(!!? F;
=J
EE (o!? $q
EE EE E! --
_e6
v)x EE Eb
v) .y, E!
o,
(u (o (E (E
(! (o E
CE (E (E -.: at .tt
.LY-(\'L
c(9 c(9
=
c(9 F c(9
rY-(I'L c(9 E c(9 \ir (t' (g
cL o-
= = -LY-(I,9
.EE = -
-!.9 CE g .L9-(EL
F
viz
3:
E (s B EE F$ A; g.E =<
PE
..E E
Pf =<
6:c6
:iJZ C A EE <F6
'=E-o(5
:g
E.E',i .8 .: )=, )i 6 ; Pgt6 ;wl.=Pg6A tr.gs E .= Y'X (E

J:FFE r=nE JF=E J:FFE =


-!:FFE J:F=E inuS
(E(')(5
oxxo oxxo) oxxq) oxxo) _9 6_ A.St z. Y. Y.
'6 '6 'i, x
('r=
g)=
C, .J' c,o
(g(D
>r@
o,
x= x5 * g* c=>
o s.-
E"P
_.n rUl cL
o 9g .J
(/(u gE 5,E
(D
E(! E6 =o - .q.E
6 E.6
F
g gF.E
Y^.; -^.9,
- ii, H'd q.9 H'd q.9
q o 6r-= =?i
.gE =
O

6 dE: H; ='_g
E
F
PF*
d8; H
x v,o
EE
= =
GtrD
AEE
$te;
d-Yn Pts;
gE I
E=s9
.EE E=s9.
.EE E
.-* Fi
= 6_HO
gE AE 6'6
U'O FE'Q = 8
g-E
oii a
G-
:lqt(Qo_
.=r=
- V
z;ii==
.-=+i Edrd=
.==+i 6= 85 + ET E
E- gE f x=z<
(E! x
c^= - -* 6 c^+< ! =
6 =^= _i -g 6 E^+a
:YO
s sc E eEii
g
e
(DrEox (D(!6)= c,aY='
o)(E(l)x
F(E
E'.'. E
> E>t = E= > E>; = E>;
'= !g o)
;\o;i PEH=
=J

- c\i
- C\i .- c\i
-N =gE EEEE =_=
3
(! o
(!
@
(! c
(E
c (E al, at)
(tr (E CE o
.Y
E
a
(E o-
o-
-d
o (!
o, (E
a
Y I (E
{,
(! =
o) o)
F= .t) E (o E
rn
0)
o- ri o)
o-
o
:< E E J
o o)
6,1 c.j s o- o- u
-E
U' '-ct
E
o =(g (5 :
q)
(D
b

_c - : U)
o) al, s
C,=
!9(E q
s
o a
E
h=.Jt tt)
SF E
-
-q).=(S
TI
I
ul
LF
<D
\z
;i
d6
a
:< d"
:) rru
oa ro t-
'q \?
= $:l
f
t:
:}
Ni;
.ga
I r'l s* eE ge eE .= E5 4 'F PE .-
PEg.A
(E(D
C{ .lL:.

=+
i(E EF
.=6 dF
= 5+ .=tr
v-E F dF ==v Y=^-
==v
=
t
t)-
:
-EE-
grc g ='(g- oO-
='(!-
(l)cL
J=C.
.=gi6 F
='(E -.9 =

PstE =-$F=*
=!!
(E
-$ =-$FE c ; -$ =-$fi$ _$ E.A
-tjso ci5
$
.:::

E co *x =*a
(!=h FE F= H - P(EO,
rs 'ir;
(/)- x (!
c,.=+6
.9+F.s.9;69 .9+8.q.9H69 "e 66
cn P u) o- F
E
(5.= (E (E (5 (E (E = l*
o:<6s) :z-o-co:zcoo(/) = :<:f:cLCO:<6mCD !z-o-oo-co(,) \< - cL co cr)
:)
o o ooo ooo ooo oo a1

o o o
Y Y J I
E g E
C,
o o
:< \< :< \<

(5 (! o-
CE

_s'6 .!:, (n g'6 .s'0


;+< eE -= q=
=-
FE FE F;
=?
EE
90
u) -y, E! _90
v)x EE
EEE '6-e
(E= H
-O
d8K
=(E(o
o- o-
dE3
=(9(E
o- o-
o'-
g co
6 -.x (g
r\:J
.t, @
(L (L
cg
= =
<86 <s6 Eec a* <E6
'FE3*
EE 'EE3*
v6
(U
o)o_o i: oro-o
(!(D(E(\' i: B E.a-r
(o
m
(E
d) (o (o
z:<:< co z:<:<co HEaffa z\<!26
G'(D(E(E

cx
E (!= (!tg (E (E ly .q .=(E
o_.s (a
eE=.Eg -Pa ;i J c i: h=6
o
*-s
EE
(D .:!L
cg
F! o)
-(E ==
(6Gt:: dC

Eg Es [e-
5(S t(E
5 e-: =t
FhF E-o +<F .1,
iEo9?= 8_=
>\_ 0)
o(o-
H=*
Jlxx E-
-cc
=E G E H'J +ao
-v
E(E(!

E EE E .i(l)=
=.=
-#E
EtE =*
=-E*-Fi 'Er
6 -.8
E -;
EE Eh
*tg rBEES .E(l)(E -= aicO)
g- E_.ii
(!
E(E
#-PFEscss
E
_H.E
E=C
E o=_d E d >EE
o)J o) =.f
R
>i5-
at)
9c(E
Q =-O
E-O F
^o)E6
=
-Nc.j=.Ed
fr
6 .;F
Fi
FP
;+.=
CE

6
E tsE, = E='b Jo
(! '= (!
a
n E-Eg..S EE o) q)
(tr (E
E
a
r)a
5aeta:F (l)
E
(E
.2
oo
x(I)
U EE:- SEEP -v
(l)o
o_ o-
o
E AEEFFE E
-,9
6
E
o
(/) s
(It

'6
- t(!
U)
a

5

o at)
E
=E $)

i
E
o 6
o)
o)
fiB
ii(o
g>
o- \<
=
og
J
:<
o ,ft
= \1:r
F

:Ig
cO {J
.g'4' c't .9.
=F
P*s. 9P6^-F Ffi:3E
!^.=
CE(I) IL

6.
D*

gsE
-=
=
pE-E .E9r-r E
=:z 6
F',(o
-E
i
.:

?E P FE? EdE
c cii -g
$
C! 'v::

(E (!= ii (E !
O o-= (/ FE"g
X o o-=c
==,rx
-
(s.ixF (U
='F E F g-E E=i;
rE .= (E
:1f

!zIo- o:<cct(/) \c-o-ocL6(/) :zEo- ::


ooo ooo r:.

o o o
J vg v
E E
C,
o o
\z :< :<

(!
.s'e E'9 .E'0
qF E= EF
EE FE *=-
EE E! EP
o, o,
c trt) Ct)
(E G' (E (5
9 'o
(E
E(6 E(!
6 c(9 E cO E c(9 (! c9 E cO
BtgEE
a* Er a;
'6 9FE E 3*
'6 986
E
'6 E'T
9RE
E
'6 9H6
a; EF
'6 9E
E (G.==-O (8.= CE,==
ICEE .YCCE -!accE vcEc = -O YCE
o(D(t)= oo(l)= o(l)(Dk o(l)(D=
J O- O-.!4
oo@h
J O- CL.:g. o(l)(D
J O-O
J O- CL .:!a

:E gF
U EE E EE E E s"E *
E E (Eg
+ =e"E * v-r!
c!
6-
PE g*
Ed B gu r EE"g
A s* u g su * H
-(E(!
E.9-P
E .g rE(tt=
Fr .E &^*=gF; -sy
&^*=+ E E*E-s e*EE E =
_(ES
E
gE.
P-Er!
E
F E <s
b"5
e
o P-Q
qg 3E I e;.e
.-:
o ;:'=
-
=
*E3E -vE=
(5E
ggg:cgE ggg:gEE ggg:cEE gFg:ggE c (E c.=
=
P--
(It-c
B * eDv -c)
=(!(E
E F E.EE
c\i c.i =E8
-
c.j c.j
- c.j
- Ai c.j
- c"j
-6i -
U'
(! (6
E tt)
o) O) 'ct :
(E .=
=)
o .?
.gb E
6 6.o
o- (E
co fi (E (g
c
o, ctt (E '6'6 o)(!
Y J (! CJ
(! c)
o)
.9,.9, -oE
E F= .J)
J(D
oo (l)x
(1)
o-
o-E :< CL >E cL-
6l c?) + -E
N
c/)
an
(It
o t>
E E5-
o
- :F
E.
F
EE 5
o lv _c o)
o(l) o) -g
e
@
U'O
(l)o) (5
!z :< (9 c!
J

06 (\I (f)

:< &L:7
!li:.
I:

)
(n (;
en
I
.::
i;'
t]
*-
*(\'(E
{
il

-ovE -ovE ':i


.! (o^;x b?R =ftJ E^:X
o)\z
c,
.E
o
I
s;Ef
E 6e;
cLPd
E
-oFd
E-d
x<
*
f
g d)o
q,
o- -\+ c.= y-
^c.9
Lu(!xtrcE
e P- bv
tudQEo
z!6qE(E
P- b:< J J
J
)<tEP:- tsE.EE; i:
E E tl

@cL=:acL@ =E.EE6
< 6
< o^" o (D (E 6^q) 6 6 6 < 6^0) 6 F
C/) o- + :< o- ccl :DO-+:<O-cO :< :< :<
(E CE
F at, an a (t, U) .l)
(!
E E E E E E
at E.; E.;
I= Eiz E'a E'a E
ro o s= :i==
=g
:i E=
ag
BE il6 o)E gE xl
z E- = :::
-_e ao "'=
:h
(!b
6+=
C vl i;J v--
Eg EE
t!
E
E
E5 6 -c-- 6a v) o-
(!) -
u)= _90
v)x
=
v, I=
E (E (5E *
E = ii
G E --5 eH-
zlll c(E '6
G
I(g v t(E 6
eg P
-e
AE aE
F = Jo
(E
J
o- (E
F.E ssF Px 9).g
-3E -
(! (E= ct= (E>
L-

=:+ 5t$ A-E q g_q
o- E
o A
=
o o- =i;
.U F,
oiz
6r .=
.6
oi:P) .E i:'
Or:
(Erc*-c (! d)
z-@
E
E--@

=t E
.E
-o(tlYEt -E
Y |E
ct
J= 6c
o
z i: te
6(E
E
g
.t>

>r
at
RE Fa-s
o FU)
(E=(E
E6:
()
e-O
6E eFo
;Y,-o G' E
o, o, q)
e G'
E
gs
c<
8 En c
g
a-< IE EF
=q
*.i5
Hc
o-g AEf o- oN

=z
o< o-
=.8tt)
sq
t@
=.qg)
Irt
-F
JJ
Ct
ESE
(E19o-
U)
F
z.
c(5
E
(E0_ U) .ct
z6 cL6
QE
o- (E
(\'E' E*'E s (E
>\ (/)
<=
OH
ECt
8b
!(!
E.E EEE
=o
t-
z:
?e
(tz
2= ro J

J(!
-z
=()
=<
EL
E
G ox
o-
o
f<
=6 ct CJv
o
sfi
2o-
o
3l
E
CT] E
aA-
6st E
-o E
c .e
.=
6
(l)

E <z
5< =
tt,
o
a
o
PH
aiiJ
_e
'6
(t
at
o 'E E
'-o)
(6 c a
o-
E
Y
t<
=F
J
(t)
E
o)
o-
LE
_e o)
rJ- o-
..2
-o
o c
6)
o- o-
-E
o) .9,
(!

E6
<z - (\l c.j N c"j
o

o 6Z
x tll
'6 L'o.
ct)
c Ez J(!
(!
E
a
E
E
o
vf
e< cl
CL
E
.E
J(!

>\
o
o
ct, att oo)
<o .9,
co -D E
t '6q)
(g

6 sa
s
-
E
o
=u
c?
rO
tt,
z,
o
9.
o)
=
d,
(E
J - CL o 0
z,
:< \z {:"
o u o
od ll
o
o o- C\ -:j c\
,#
:<
F =
p
J
:t
\os
..r .11.

s
fl-
rl(

*
':4.

L
:c
o o
v.9
E
J
i: i:
v I(E Y ;
*..
E
:<
o :<
o
:z o o
:< :< :< :<
(n
(! (g (E (! (!
U) U) IA at) U' U) at
(E (E (! (o
E E E E E E E c
(E (E (E
E E E E E E E E
(E.-
A EE a.t a.t av,
6= Ct)
6EU)
-^ 6E w.= 6E 6E 6E )xv
JPP (qE
:h
a-
:h
EE
o-
:H
_eE Efi
-- _!: P
:h
9V 9V
,!P O
v)x
_90
v)x AE EE ,90
v)x EE _qo
v)x -q6
v)x
'6 orc E
JJ q) EH c(E(E
(EFF c(!(!
(!FF (!=
.8_ o-- oE E
s
.s4 E
EE
.saor= 6'E - P -= =E
EE
E
6r
x(ErE
ct88 d33 x(E(! ESF
E
o).9 _ q).E EE: F
- uE neg6
(E= (E
u) >-o
CL CL CL CL
.Efff
3E* ==E o-.= <E6 <E.8f,6 vC.e

I-EE
E &S E gF
===
6-c-c =_
ts,H
=
r.= (t)
= .-EX 'pCX
g E.eE g E.TE BEFr
EE E gE E sF FFE 5g Eg 5s ag E9EA rEd)6(!
z:z:<ca
(E(D(ECg
zv:zco
E
(E (E o) x(6 +z
E_ ;il
ts6c
t8 (E
co
'(!
(|)
th hiE
*o)
v-
^.8
(!
v(E
=c\| o, 9'6 c(! -;:(!
EE at, =o,
th= 6E E >\
.l)
:i ,(! +t'6
x- * p's'
Es '= =2 E(E
(EC
>= (o=C
E

(t)
O-O .i5
'6
;*E
aq K -BH (E
ttt
'6 i: 5P- o sE (E-o
Ee= E
o
o) E* re
o)
9= (E(5 Y. c, sfi s ..9
(E
J
gEp c(! YU'
CE '=
h "-ii E(!
:O)
(o
-v (t)
d)c:=
.y.
-cr E
(g (!
'ii(D(E
cE
J=' iig g
+ac, ,EE
cEo)
J(!

i= F 3 sE FCL
u)
o6
-o- AEE g 8_9 i=
c
E.E
=
tt
(!
F ts
=='
M(! U'
(5
E 5E
69 (E
o
'6d ! CE '6 o
(o0- (It (D o)
En. -o o
c(E =t
Ec, J
(! EE F= J
u o= o o
o
m
.E *E (!
c co o- ct)
(E
Q.iL P.=
.i5 C,-
q6 o ct !
trD
c(o
c c
c, o
o
E
att
=o)
EDT
(It (E
o o
(o
c
g)
c
o)
EEF# (l)
6
CL E c coE E
A
Y6
U'
-=
=q
+E
q)
o-
o)
CL
(D
:< o- x g
oo E
o
E
G = &E - 6i c.j + CL
(1,
CL E. F FFH$ E, (I)

o)
ct)
o) (E c(o (o
(E U' (! E(E .g
J
e O)
.E
Jg,
:
(E
c,
E
ct
.Y
(D
o@
(t q
a
E u, c)
.g (It (E
c,
.t>
u)
f *
o -Y
o)cCt) :o, o) J o, to
o .E E'e ts E
-=@
c'- lo)
=(5 @
=o) o) o)
o o) o (l)= tn
o) (D (D
CL
J
^o)6
qY o- ^(I)=
L6 ul Y.6 :< CL \z
eg
od rO (o i\ @ O) o Lr",rt
tb :ll
:<
llil
F
J
I
:}
F-[ j:
c\
c,
c-
:
(E 'rs
I
at, {
7i-
*
o-E t:{
'-
o
k.e
)x att
v ;i(E
I
g
Y
g E
I
62. a"

o o o -a6
(EE
:z :< :< :< :z q-
(5 (tt (\,
tt, U' @ @ U)
(!
-
(E
c E
(I'
E E
E
G'
E
(E.- E E Es
6 !
U' 7
6=
.t, 7
6E at) -g
o) 6 TE
att
.2'q .2'a EEF
Y o
E;
x-
:E
_eE +fiE s-E 6
o
U' 5o _90
vJx EE 66 ql o-
=o)
u)o ds3
(tc c o,
qrt F Eq E
c(!(t' E(E(E
(sFF c
E(E
F!98 =(E
P
xza
xdif 6(9 o
=-
:d
Ei:
ciEB
=(ECE
o_ o_
d83 =(5(!
CL CL
(,
vEe .s
rg EE o)X <E5
qii
KEF
g(!
>- 'EH9* '-EX
sEFr EA ctv g
o)o_o l: E.=_E -o
EEES Y(D
-o
CE(1r(srE
z\<\<6 :9ES -E (t)

(E (g(ErE(E (!(E(l) c
x
g (6 v= .-e.5 E - =v
tE +
>\ 5P =
9'= +6
q*x
(EC(E
an
E FE dt Ct)
= FF=
,"t"8-a .= F-O =(E
o-E ct)
q) tsg-
9t> .9
cc)
6g)
-H'i5- 9- cE
:Y'']sl >r 'i6 E J
G'
maH
=(D
(!x
U'E e6 JC
ct u,
.-(E
3E
n-a
* EE
*_v
v(E
a!= E HffE^
(DE
gEEe .E U' g(5
()c
=o,o)
6(tt
(EO
c, -t
P)X=
u).=
x
c
gEfE -
g
>4
,tnE
!EO
*e*
(E(5(E
(!5= =te -u,
:_Y
v=
(E): E+ gE
*,EE -o,E -ii i!= c,6
=F.
(l)(! =-g E: BE
i=g Eg E i= 8-.b e
=E FgJ EE EE

(o
I (E
o) = Y
o
E' o
c) (s
Jo
(l)
c
ah
8_E x
-'= = .= F5 (E (g
g o) -o o .? .E
o)
=-
cE
o) ct)
co .= CE (E.- E
E co |J- E EP -cl
5 o)
e '6 o, t' ct I
6 <t -or-d
(E (E
(E
c o (E (E c
G
(L .2 -o
-o E
(E
-cl
(5
@ x
e _86 U' .t) .9
U'
4i o o E
(l)
E (D (Do) g
Y CL o- CL >< o- cLo E o)
(l)
N sf J c\i (L
- 6t OD c.j o-

(E
(1)
c/)
c :E J
(E
o)
U) CE
.Y
U'

cG
E
(! (! '-
(E
(D
:c qt,
o at) o) s
- (E
:< ID =
J
E s
E @
E
(5
E o) C)
E o,
U'
Ett) alt (D
a))
cn
E
C! o o,
(, E :z(|) (l)
:< :z ltr o- :< ,i
o- o- .Sr
o (\
''[ ll
oa N cf) sf
J
:<
= \}j/
Tr----fl

t!
Iq
ld
tz

Elg
:l<
8l<
17

lz
to

fi\j
L-{.\;r

I
:

:I
9 t"

q 'ii
d

i
i
I
E
f

{J
'r

k c
.s
.}l
1x
<< s a
E
:e tE EEp flft c)

;ffi
<F
F
** 5 56
p$EF $F
:(
c
o< 6
z E:gsn$s
;)
z> ,iil
xa llJrlftl,
f? uo ii;'|lI t I
i9 : I

FEE
IL

Jl