Anda di halaman 1dari 24

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .......................................................................................................................................... 1


PENGANTAR ....................................................................................................................................... 2
TUJUAN ................................................................................................................................................ 2
RUANG LINGKUP .............................................................................................................................. 2
PERANGKAT SURVEY ..................................................................................................................... 3

Seputar SW Maps .................................................................................................................... 3

Panduan Antar Muka ............................................................................................................... 3

Pengaturan Awal Handphone ................................................................................................ 5

METODE SURVEY .............................................................................................................................. 7

Standar Operasional Survey .................................................................................................. 7

Peralatan ................................................................................................................................... 8

Tahapan Survey ....................................................................................................................... 9

LAMPIRAN ......................................................................................................................................... 18

Matriks Identifikasi Objek Survey......................................................................................... 18

Panduan Menggunakan Camscanner ................................................................................ 19

Tutorial Perhitungan Luas menggunakan SW Maps ........................................................ 22

1|Page
PENGANTAR

Survei GPS merupakan salah satu metode penentuan posisi menggunakan teknologi satelit sebagai
alat bantu untuk menghasilkan nilai koordinat. Dalam perkembangannya tidak hanya memanfaatkan
satelit GPS(Amerika), namun satelit lain seperti GLONNAS (RUSIA), GALILEO (EROPA), BAIDOU
(CHINA), QZSS (JEPANG), dan IRNSS (INDIA) juga dimanfaatkan dalam penentuan posisi dengan
metode ini, sehingga hasil yang didapatkan lebih presisi dan teliti.

GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang merupakan sistem untuk menentukan posisi
dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit. Sistem GPS pertama kali dikembangkan oleh
Departemen Pertahanan Amerika yang digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil. Sistem GPS
ini sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia, mulai dari aplikasi rekreatif dan keolahragaan
sampai aplikasi ilmiah. Di Indonesia pun, GPS sudah banyak diaplikasikan, terutama yang terkait
dengan aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi dan kecepatan, termasuk di bidang
kelautan

Dalam perangkat smartphone khususnya yang berbasis android, hampir semua smartphone berbasis
android memiliki perangkat GPS yang sudah di masukkan ke dalam hardware sejak awal, hal ini
membuat penggunaan GPS di masyarakat menjadi umum dan membuka peluang untuk hal lainnya,
seperti untuk mencari hotel, SPBU terdekat, rumah sakit terdekat, atau rumah makan terdekat.

Melihat perkembangan teknologi yang dijelaskan di atas, aplikasi GIS juga berevolusi menyesuaikan
dengan perkembangan tersebut sehingga dapat operasional di perangkat mobile. Hal ini dapat dilihat
dari berkembangnya jenis-jenis tipe file/ekstensi data-data GIS seperti geoJSON, geopackage, MBTile,
dan lain sebagainya yang dapat berbagai-pakai di perangkat mobile atau desktop. Selain itu mulai
banyaknya aplikasi-aplikasi GIS berbasis Android, Windows Mobile, ataupun iOS yang dibuat dan
digunakan bukan hanya untuk menampilkan/menyajikan data-data GIS, tapi juga dapat digunakan
untuk menambahkan data, mengedit, serta membuat data baru berbasis GIS pada perangkat mobile
kita.

Merujuk pada hal di atas, maka pada kegiatan ini akan coba memanfaatkan aplikasi GIS berbasis
android pada perangkat mobile untuk memetakan potensi desa ke dalam format data spasial.

TUJUAN
1. Melakukan updating dan verifikasi terhadap objek penggunaan lahan hasil pengolahan citra satelit
2. Melakukan identifikasi dan pendataan/sensus fasilitas umum di tingkat desa/kelurahan
3. Mengumpulkan data-data sekunder terkait profil atau potensi desa/kelurahan

RUANG LINGKUP
Lingkup kegiatan ini pengambilan data koordinat dan atribut pendukung (foto, nama tempat, serta
informasi relevan lainnya) serta pengumpulan data sekunder terkait profil atau potensi
desa/kelurahan dengan unit analisis di level desa/kelurahan pada wilayah administrasi kabupaten
Luwu Timur menggunakan aplikasi SW Maps.

2|Page
PERANGKAT SURVEY
Seputar SW Maps
SW Maps adalah aplikasi GIS untuk smartphone dan tablet yang dapat digunakan untuk
mengumpulkan, mempresentasikan/menampilkan, dan berbagi informasi geografis (Manual SW
Maps, Softwel (P),Ltd). SW Maps saat ini dapat diinstal dan berjalan pada perangkat Android versi
4.0.3 ke atas, membutuhkan layanan Google Play, dan akan terus diupdate (bila perlu)

Fitur-fitur yang terdapat dalam SW Maps antara lain :

Menggunakan Basemap Online dari Google Maps atau Open Street Map
Mendukung berbagai file MB Tiles dan KML yang dapat di-overlay sebagai Layer Basemap. Layer
Basemap tersebut dapat digunakan saat offline (tidak terkoneksi/tercover oleh jaringan
internet)
Simbologi layer shapefilenya dapat ditampilkan berdasarkan kategorisasi atribut
Membuat berbagai layer fitur yang masing-masing atributnya dapat dikustomisasi
Tipe Fitur : Point (Titik), Line (Garis), dan Poligon
Tipe Atribut dapat berupa Teks, Numerik, Opsi Drop Down, Foto, atau Video
Template Project bisa digunakan kembali atau dibagikan dengan pengguna SW Maps lainnya
Hasil Treking GPS dilengkapi dengan perhitungan jarak
Dapat melakukan Import layer fitur dari template atau Project yang sudah ada/yang sudah
dibuat sebelumnya
Dapat berbagi (Share) atau mengekspor/menyimpan data dalam bentuk shapefile (shp) atau
KMZ yang memiliki lampiran foto
Dapat dihubungkan dengan eksternal GPS receiver melalui Bluetooth

Panduan Antar Muka


1. Komponen Antarmuka Pengguna

Antarmuka Pengguna Aplikasi SW Maps terdiri dari beberapa komponen berikut :

Dengan menekan tombol Menu akan


muncul beberapa pilihan fungsi antara lain

3|Page
2. Navigation Drawer

Dengan mengusap layar pada aplikasi dari kiri ke kanan atau


menekan icon aplikasi akan membuka Navigation Drawer,
yang akan memberi akses ke semua fitur yang ada pada SW
Maps. Di dalam Navigation Drawer terdapat list fitur yang
dapat dipilih dengan mengscroll layar dari atas ke bawah.
Beberapa pilihan fitur dalam Navigation Drawer, antara lain :
1. Project
Fitur Projects memiliki fungsi untuk, membuat project baru,
membuka atau menghapus project yang sudah ada
2. Layers
Fitur Layers berfungsi untuk menambahkan, mengubah, dan
menghapus berbagai layer
3. GPS
a) GPS Status
Memperlihatkan status GPS antara lain HDOP
(Horizontal Dilution Of Precision), VDOP (Vertical
Dilution Of Precision), dan PDOP (Position Dilution Of
Precision) yang membantu untuk memberikan
informasi terkait akurasi GPS receiver pengguna
b) Bluetooth GPS Connection
Berfungsi untuk mengoneksikan Smartphone dengan GPS receiver eksternal
c) Skyplot
Berfungsi untuk memperlihatkan jumlah satelit yang signalnya ditangkap/diterima oleh GPS
receiver pengguna
4. Record
a) Feature
Berfungsi untuk merekam fitur dalam berbagai bentuk geometri (titik,garis, dan poligon)
b) Track
Berfungsi untuk merekam track
c) Photo
Berfungsi untuk membuka fitur Kamera pada smartphone untuk mengambil gambar.
5. Share/Export Project
a) Upload
Berfungsi untuk mengupload project pada server
b) Share
Berfungsi untuk berbagi data project dalam bentuk kml atau shapefile melalui berbagai media
pada smartphone
c) Export
Berfungsi untuk mengekspor/menyimpan data project dalam bentuk file terkompresi (*.zip)
yang berisi data-data feature pada project termasuk foto (bila ada)
6. Templates
a) Share Project Template
Berfungsi untuk berbagi template project
b) Export Project Template
Berfungsi untuk mengekspor/menyimpan template project
7. Other
a) Compass
Membuka fitur kompas pada aplikasi
b) Preferences

4|Page
membuka beberapa pengaturan tampilan pada aplikasi, antara lain, satuan untuk panjang dan luas,
tampilan sistem koordinat yang digunakan
c) About
Berisi informasi developer aplikasi

Untuk informasi manual selengkapnya dapat diunduh pada link berikut :


http://swmaps.softwel.com.np/assets/resources/manual.pdf

3. Simbol-Simbol Tombol pada SW Maps

SW Maps menggunakan ikon-ikon yang berbeda pada setiap tombol untuk mensimbolisasi fungsi
masing-masing tombol. Berikut beberapa simbol ikon beserta deskripsi fungsinya masing-masing :

SIMBOL DESKRIPSI
Digunakan menambahkan beberapa item seperti Layer, Atribut, dan
Projects
This icon is used for buttons which delete items such as layers, attribute
definitions, features, tracks and photos.
This icon is used for buttons which change some settings or shows
additional options.
This icon is used for buttons which allow editing a value.
This icon is used in the close button of sidebars.
This icon is used in the Record Point button when recording features.
The icon used in buttons which share items.
The icon used in buttons which exports items.
This icon is used in refresh buttons.
This icon is used in buttons next to textboxes that save or update a value.
This icon is used in save buttons.

Pengaturan Awal Handphone


Saat akan memulai survey, sebaiknya dimulai dengan mengaktifkan Layanan Lokasi pada perangkat
Handphone. Agar tidak banyak menggunakan paket data, Handphone yang pengguna gunakan untuk
melakukan survei, sebaiknya mematikan fungsi Data Seluler pada Pengaturan handphone.

Selain pengaturan Lokasi, hal yang perlu diperhatikan adalah pengaturan informasi lokasi pada
kamera handphone. Pengaturan ini tergantung pada jenis smartphone pengguna. Pengaturan
Informasi Lokasi ini penting diaktifkan terlebih dahulu, agar dalam menjalankan fitur-fitur
pengambilan foto pada SW Maps, pengguna tidak lagi harus mengaktifkan Layanan Lokasi; Informasi
Lokasi, Geotag (istilahnya bergantung pada jenis smartphone). Dengan mengaktifkan Layanan
Lokasi/Geotag pada kamera maka foto hasil perekaman memuat data spasial berupa informasi
koordinat dimana foto tersebut direkam.

5|Page
Aktifasi Layanan Lokasi pada Handphone

6|Page
METODE SURVEY
Standar Operasional Survey
Pada Pelaksanaan Survey menggunakan Handy GPS ini para surveyor diharapkan untuk
memperhatikan beberapa hal berikut :

Merujuk pada penjelasan di bab sebelumnya bahwa survey ini menggunakan Aplikasi SW Maps
yang dapat berjalan pada Smartphone dengan Sistem Operasi Android. Maka, diharapkan para
surveyor untuk menyiapkan unit smartphone yang memiliki sistem operasi Android.
Proses instalasi Aplikasi SW Maps pada masing-masing smartphone surveyor selanjutnya akan
dilakukan di Basecamp. Untuk kemudian dilakukan simulasi pemakaian bersama koordinator
survey.
Data-data hasil survey akan membutuhkan ruang penyimpanan data serta ruang instalasi aplikasi
pada smartphone surveyor, sehingga diharapkan surveyor dapat menyiapkan/mengosongkan
penyimpanan data pada smartphone masing-masing minimal 500 mb.
Untuk menghindari Force Close aplikasi pada smartphone, maka sebaiknya Aplikasi SW Maps
diinstal pada Internal Memory smartphone masing-masing surveyor.
Surveyor agar sedapat mungkin memiliki jaringan internet baik melalui paket data pada sim Card
atau menggunakan jaringan Wi-Fi hal ini diperlukan untuk melakukan distribusi data hasil survey.
Distribusi/pengiriman data hasil survey akan dilakukan via Whatsapp pada smartphone masing-
masing surveyor, melalui fitur share pada aplikasi SW Maps .
Bila Kondisi lokasi survey tidak memungkinkan untuk melakukan distribusi data melalui jaringan
internet, maka surveyor diharapkan melakukan backup data/penyimpanan data pada media
penyimpanan data smartphone masing-masing melalui fitur Export pada aplikasi SW Maps, untuk
kemudian diserahkan pada koordinator survey.
Tim Survey terdiri dari dari 2 orang, yang bertugas masing-masing local surveyor (orang yang
memahami kondisi lokasi survey) dan surveyor. Masing-masing Tim Survey bertanggung jawab
terhadap akurasi dan kelengkapan data pada wilayah surveynya. Wilayah Survey yang dimaksud
adalah kecamatan pada wilayah administrasi Luwu Timur.
Mengacu pada ruang lingkup kegiatan yaitu unit analisis terkecilnya yaitu skala desa, maka proses
penyimpanan datanya (pemberian nama file Projects) menyesuaikan dengan nama Desa yang
disurvey.
Data hasil survey masing-masing desa tersimpan dalam satu folder terekstrak hasil eksport
shapefile dari SW Maps yang kemudian dikirim/dishare ke koordinator. Folder tersebut minimal
berisi 1 folder foto, shapefile data infrastruktur, penggunaan lahan, dan hasil tracking jalan.
Dalam pelaksanaan survey, surveyor agar berkoordinasi dan berkomunikasi dengan aparat desa.
Tindakan ini dianggap perlu karena selain sebagai bentuk permohonan izin melakukan survey di
desa target, surveyor dan aparat desa akan bersama-sama melakukan identifikasi dan verifikasi
objek penggunaan lahan di desa masing-masing, serta membantu dalam pengumpulan data-data
sekunder. Tahapan ini akan dirinci di sub bab selanjutnya (Tahapan Survey)
Data-data hasil survey yang dimaksud dalam kegiatan ini adalah :
1) Data Spasial : berupa data hasil pemetaan menggunakan aplikasi SW Maps atau GPS
Handheld dalam format shapefiles (*.shp) yang dilengkapi dengan atribut dan foto objek
2) Data Sekunder (Tabular/Grafis) : merupakan data profil atau potensi desa dalam bentuk
tabular atau deskriptif yang dimiliki oleh masing-masing desa lokasi survey. Data-data
tersebut dikumpulkan dalam bentuk softcopy.
Data Sekunder yang dimaksud di atas jika sudah dalam bentuk file (softcopy), surveyor harus
menyimpannya menggunakan media USB Flashdisk dengan mekanisme copy-paste. Namun,

7|Page
Apabila di lokasi survey terdapat data (tabular/grafis) dalam bentuk printout dan relevan dengan
ruang lingkup kegiatan ini (profil/potensi desa/kelurahan) maka surveyor wajib
mendokumentasikan data-data tersebut dalam bentuk hasil scan (softcopy). Lihat (Lampiran :
Panduan Menggunakan Camscanner)

Peralatan
Peralatan survey berupa unit smartphone dengan sistem operasi Android, Aplikasi SW Maps, Peta
Orientasi berukuran A1, Data BPS, dan Matrik Identifikasi Objek Fasilitas Umum dan Penggunaan
Lahan

8|Page
Tahapan Survey
1. Mempersiapkan peta dasar
Peta dasar yang dimaksud adalah peta yang menjadi background pada Project surveyor pada
SW Maps yang dijadikan acuan untuk mengidentifikasi Posisi Pengguna, Lokasi dan Objek. Peta
Dasar (Basemap) pada SW Maps bisa menggunakan layanan dari Google Maps dan Open Street
Map (Online), dan bisa menambahkan layer menggunakan data raster berformat *.MBTiles atau
*.shapefile (offline). Untuk mengantisipasi tidak tercovernya wilayah survey dengan CSRT (citra
satelit resolusi tinggi) pada layanan Google Maps serta meminimalisir ketergantungan pada
layanan internet untuk men-streaming peta dasar, maka untuk kegiatan survey ini surveyor akan
menggunakan layer data raster sebagai Basemap survey untuk masing-masing wilayah.
Data Raster yang digunakan sebagai basemap adalah data yang berformat *.Mbtiles yang akan
disiapkan oleh koordinator survey.
Langkah-langkah persiapan peta dasar adalah sebagai berikut :
1) Koordinator surveyor akan memberikan Data raster berformat *.mbtiles sesuai wilayah
surveynya. Data raster tersebut dibagi menyesuaikan jumlah desa.
2) Surveyor menyimpan data raster desa (basemap) tersebut ke dalam smartphone yang
akan digunakan untuk survey. Alamat penyimpanan file raster (*.mbtiles) :
...\SW_Maps\Maps\mbtiles\

Lokasi Folder penyimpanan


Basemap pada Smartphone

2. Menyiapkan Projects

Pada Aplikasi SW Maps seluruh layer dan data yang terekam tersimpan ke dalam satu database
Project. Project dapat dibuat atau dibuka menggunakan fitur Projects di Sidebar, selain itu bisa
menggunakan fitur Menu atau Navigation Drawer. SW Maps akan menyarankan pengguna
untuk membuat project baru (Create New Project) ketika anda pertama kali membuka aplikasi ini
setelah proses instalasi selesai. Projects yang terakhir kali digunakan akan terbuka setiap
aplikasi ini dijalankan.

9|Page
Pada saat membuat Projects baru maka akan muncul 3 pilihan yaitu Import Template;
Import From Another Project; dan Create Blank Project. Untuk kegiatan survey ini, surveyor
membuat Create New Projects menggunakan pilihan Import Template. Template project
akan disiapkan oleh koordinator. Metode ini digunakan agar nama Layer dan Atribut yang
digunakan surveyor pada projectnya memiliki format yang sama, sehingga manajemen data lebih
rapih dan terstruktur. Template project akan dibagikan melalui Whatsapp atau Bluetooth, atau
copy manual ke Smartphone masing-masing surveyor. Hasil unduhan template (berekstensi
*.swmt) tersebut kemudian dipindahkan ke folder Template SW Maps di smartphone masing-
masing.
Berikut langkah-langkah persiapan Projects :
1) Menyiapkan Template, master Template hasil sharing dan telah diunduh pindahkan ke
folder ...\SW_Maps\Templates\.. pada smartphone
2) Membuat Projects, jalankan aplikasi SW Maps, pilih Projects pada Navigation

Drawer lalu pilih kemudian Create New Project beri nama sesuai nama desa lokasi
Survey, misalnya Balantang tap Create lalu pilih pilihan Import Template,
kemudian akan muncul list pilihan template yang tersedia di smartphone, pilih template
MasterSurvey_Lutim.swmt, kemudian tap Load. Dalam tahapan ini semua surveyor
sudah memiliki Project yang memiliki Layer-layer yaitu 2 tipe Point (titik) dan 1 tipe line
dengan format atribut yang seragam dan siap untuk ditambahkan feature.
3) Menyiapkan Layer Basemap, setelah selesai membuat Project dan load template,
langkah selanjutnya adalah menyiapkan layer basemap agar bisa digunakan saat kondisi
offline. Untuk memudahkan orientasi lokasi sebelum memanggil layer basemap,
sebaiknya mengaktifkan Background Map menggunakan Google Satellite melalui fitur
Layer. Selanjutnya tambahkan Layer berupa Data Raster (format *.mbtiles) yang
sudah kita siapkan sebelumnya (lihat tahap 1 Menyiapkan Peta Dasar) menggunakan

tombol pada fitur Layer, kemudian pilih Tiles, setelah muncul jendela pilihan
Add Layer, pilih layer dengan nama sesuai lokasi kemudian isi nama layer, lalu klik
Add

2.1 Menyimpan file 2.2 Membuat Project baru 2.2 Project baru
template ke folder menggunakan Template yang
penyimpanan SW Map sudah ada

10 | P a g e
2.2 Load Template Terpilih 2.2 Layer-layer yang 2.3. Memilih Background Map
tersimpan pada template
hasil load

Isi nama cth : Balantang

2.3 Menambah layer data 2.3 Memberi nama layer


raster dan memilih data raster

3. Melakukan Tracking Jalan

Treking jalan bertujuan untuk memverifikasi data jalan yang sudah ada, dan layer track jalan ini
sudah tersedia di dalam template project yang telah di-load. Sebelum melakukan perekaman treking,
perlu dilakukan pengaturan treking, melalui fitur Record pada Navigation Drawer. Kemudian pilih
Track maka akan muncul jendela Record Track, lalu set menunya seperti pada gambar berikut:

11 | P a g e
3a. 3b.
Memilih Fitur Track pada Pengaturan Recorder
Navigation Drawer

Untuk merekam/tracking jalan gunakan menu Record, kemudian pilih ,

setelah muncul jendela Record Feature tap tombol untuk mulai merekam. Bila telah selesai

melakukan treking masuk kembali ke menu Record lalu tekan untuk berhenti.

Apabila proses treking masih berlangsung maka akan muncul notifikasi pada topbar smartphone.
Dan jika pengguna ingin menggunakan aplikasi lain sementara proses treking masih berlangsung,
cukup tekan tombol Home pada smartphone untuk beralih homescreen.

3c. Jendela Record Feature 3d. Proses perekaman 3e. Menghentikan proses
perekaman

12 | P a g e
3e. Notifikasi pada Topbar 3f. Notifikasi Record

Selain melakukan treking jalan, surveyor juga diharapkan mendokumentasikan tipe permukaan jalan
di lokasi survey masing-masing menggunakan fitur Record Photo. Setiap melintasi tipe permukaan
jalan yang berbeda, surveyor wajib mendokumentasikan ruas jalan tersebut.

3g. 3h.
Memilih Fitur Record Menyimpan Foto
Photo

NOTE* : Untuk menghindari penumpukan data feature pada layer Jalan yang dapat menyebabkan
kesalahan topology, maka diharapkan tidak melakukan perekaman/tracking pada jalur jalan yang
sama.

4. Identifikasi Infrastruktur dan Penggunaan Lahan

Pada saat di lokasi survey, surveyor diharapkan untuk berkoordinasi dengan aparat desa untuk
kemudian bersama-sama melakukan identifikasi Infrastruktur dan Penggunaan Lahan
menggunakan peta orientasi serta memverifikasi bersama data fasilitas umum dan potensi desa

13 | P a g e
yang bersumber dari BPS (Kecamatan Dalam Angka-se-Kab. Luwu Timur). Adapun metode yang
dilakukan pada tahapan ini yaitu :

1) Surveyor mengkonfirmasi data-data fasilitas umum dan potensi desa dengan aparat
dan warga desa, kemudian meminta mereka untuk menunjukkan lokasinya pada peta
orientasi yang telah disiapkan sebelumnya.
2) Surveyor melakukan penggalian informasi terkait perubahan lahan di lokasi survey,
serta melakukan verifikasi penggunaan lahan hasil digitasi tim digitizer pada peta
orientasi, sesuai dengan kondisi eksisting lahan berdasarkan informasi warga/aparat
desa. Hasil verifikasi ini kemudian di-plot dalam data bentuk point pada Project di SW
Maps (akan dijelaskan pada tahapan selanjutnya)

5. Ploting Point (Titik) dan Pengambilan Foto Objek

Setelah proses identifikasi dan verifikasi objek Infrastruktur dan penggunaan lahan pada peta
orientasi telah dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan ploting titik-titik objek tersebut
pada Peta Dasar (basemap) Project dan melakukan perekaman foto. Langkah-langkahnya adalah
sebagai berikut :

1) Penggunaan Lahan (Landuse), untuk menambahkan point pada objek penggunaan lahan
(misal : Kebun) tap icon Editing Feature, kemudian pilih Layer Penggunaan

Lahan dengan men-tap icon Select Layer, selanjutnya tap icon Add Point
saat icon Add Point berubah warna ( ), kemudian tap objek untuk menambahkan
point (titik), lakukan langkah tersebut untuk beberapa objek lainnya. Bila terjadi

kesalahan ploting pada objek, tap ikon Delete Point saat icon Delete Point
berubah warna ( ), tap Point yang salah untuk menghapus.

Setelah proses ploting point ini selesai, tap kembali ikon Editing Feature.
Selanjutnya adalah menambahkan atribut pada point, yaitu dengan cara men-tap Point,
kemudian akan muncul jendela Atribut Layer kemudian isikan informasi pada list
Atributnya. Untuk List atribut Jenis isi dengan Kebun; Untuk list atribut Keterangan
isi dengan komoditi yang ditanam misalnya Merica. Untuk menambahkan informasi
tambahan lainnya dapat diisi pada List Atribut Description. Informasi tambahan ini,
misalnya status kepemilikan lahan, gunalahan sebelum berubah menjadi Kebun, dsb.
Setelah selesai mengisi atribut, tap ikon Save untuk menyimpan atribut. Bila waktu
memungkinkan dan objek dapat diakses dengan mudah, diharapkan surveyor juga
mengambil foto objek penggunaan lahan tersebut. Caranya sama dengan pengisian
Atribut. Pada List Atribut Foto tap ikon Photo untuk membuka fitur kamera
handphone, kemudian ambil foto objek dengan sudut pengambilan gambar yang
representatif untuk menggambarkan kondisi sekitar objek. * Jangan lupa untuk tap ikon
Save untuk menyimpan atribut dan mengupdate perubahan pada feature ini.
2) Fasilitas Umum, langkahnya hampir sama dengan ploting point pada layer Penggunaan
Lahan, surveyor hanya tinggal memilih layer Fasilitas Umum dengan men-tap icon

Select Layer. Perbedaan mendasar untuk proses ini adalah surveyor di-WAJIB-kan
untuk mengambil gambar masing-masing objek Fasilitas Umum yang telah diverifikasi

14 | P a g e
oleh Aparat Desa. Saat menuju objek yang akan diambil gambarnya, surveyor diharapkan
untuk mengaktifkan treking jalan. Pengisian Atribut untuk objek Fasilitas Umum sedikit
berbeda dengan layer Penggunaan Lahan, yaitu pada List Atribut Fungsi yang tipenya
berupa Drop-down option, sehingga dalam mengisi atribut ini, surveyor tinggal memilih
pilihan dengan cara meng-scroll kemudian memilih Jenis sesuai dengan Objek
Infrastrukturnya. Misal Objeknya adalah Lapangan sepakbola, pada List Atribut Nama
isikan dengan nama lapangan (bila ada), bila tidak memiliki nama isi dengan Lapangan
Sepakbola, kemudian untuk List Atribut Jenis scroll untuk memilih opsi Olahraga.

5.2. Ploting Point pada 5.2. Pilih Point untuk 5.2. Pengisian Atribut
Objek pengisin atribut

5.2 Tampilan drop-down 5.2. Menyimpan hasil


optionpada list atribut pengisian atribut

NOTE* : untuk memudahkan surveyor dalam mengidentifikasi dan mengisi data atribut objek
fasilitas umum/infrastruktur, terlampir matriks identifikasi objek survey.

6. Menyimpan Data Survey

Bila seluruh tahapan 1 sampai tahap 5 sudah selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah
menyimpan data hasil survey. Pada prinsipnya data-data hasil survey telah tersimpan di media

15 | P a g e
penyimpanan handphone di folder SW Maps, namun untuk merapihkan data-datanya, perlu
dilakukan proses Eksport data ke dalam satu file hasil kompresi (*.zip) dengan syntax penamaan
NamaProjects_shapefiles.zip. Proses ini dilakukan agar memudahkan distribusi/pengiriman
data. Untuk mengekspor data gunakan fitu Menu di suduk kanan atas layar, kemudian pilih
Eksport, kemudian tap Export to Shapefiles tunggu sampai proses selesai.

6a. Pilihan pada Menu 6b. Pilih Export to Shapefiles 6c. Proses Export

NOTE * : setelah proses penyimpanan data selesai untuk satu desa, jangan lupa untuk Project
baru dengan nama Project menggunakan nama desa lokasi survey berikutnya.

7. Distribusi/Pengiriman Data Hasil Survey


Setelah proses export selesai, langkah selanjutnya adalah mengirim/distribusi data hasil survey
ke koordinator survey melalui media sharing via Whatsapp atau Email. Eksplor hasil export
tersebut melalui File Manager pada alamat folder ...\SW_Maps\Maps\Export\ ... kemudian pilih
(sentuh dan tahan 2 detik) file NamaProject_shapefiles.zip lalu tap opsi share dan pilih salah
satu aplikasi yang akan digunakan Whatsapp atau Email

16 | P a g e
7a. 7b.
Pilih Fitur share Kemudian pilih salah satu
via WA atau Email

17 | P a g e
LAMPIRAN
Matriks Identifikasi Objek Survey
NO FUNGSI INFRASTRUKTUR JENIS BANGUNAN
List Atribut : FUNGSI List Atribut : NAMA
1. Ibadah Mesjid, Gereja, Vihara, Pura, Mushalla
2. Pendidikan Sekolah, Kampus, Lembaga Pendidikan
Lainnya, Taman Pendidikan Alquran
3. Perkantoran Kantor Desa, Kantor Camat, Kantor
Dinas/Badan/Kementerian, Kantor Swasta
4. Transportasi Pelabuhan/Dermaga, Pangkalan Ojek,
Terminal, Bandara, Penyeberangan Sungai,
Jembatan Gantung
5. Ekonomi Pasar, Bank, ATM, Pegadaian, Penginapan,
Hotel, Wisma, Rumah Makan, Pasar,
Minimarket, Ruko, Koperasi, Lembaga
Keuangan Lainnya, Agen Ekspedisi
6. Ruang Terbuka Hijau Taman, Alun-alun
7. Landmark Tugu, Patung, dsb
8. Kesehatan Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas
Pembantu (Pustu), Poskesdes, Posyandu,
Praktik Dokter, Praktik Bidan, Apotik
9. Sanitasi dan Lingkungan Mata Air, MCK Umum, TPA Sampah,
Embung/Penyimpanan Air
10. Komunikasi dan Informasi Kantor Pos, Warnet, TV Kabel
11. Olahraga Lapangan, GOR
12. Objek Wisata Gua, Air Terjun, Pantai, Permandian
13. Energi Pembangkit Listrik, SPBU dsb
14. Toponimi Nama Kampung, Nama Gunung/Bukit, Nama
Sungai
15. Lainnya Objek lainnya yang belum terdefinisi namun
dimanfaatkan bersama oleh warga

No. Jenis Penutupan Lahan Keterangan Informasi Tambahan


List Atribut : JENIS List Atribut : KETERANGAN List Atribut : DESCRIPTION
1. Perkebunan Komoditi : Kebun Sawit, Kebun Informasi Lainnya, misalnya,
Merica, dsb Guna Lahan sebelum diubah
2. Persawahan Jenis Pengairan : Irigasi Teknis, Fungsinya, Kepemilikan, Konflik
Tadah Hujan, dsb Lahan, Komoditi mayoritas
3. Tambak Produktif atau Tidak yang dibudidaya
4. Danau/Situ/Waduk Pemanfaatan Lahannya
5. Peternakan Lahan Peternakan
6. Pekuburan Kuburan Islam, Kuburan Kristen,
Taman Makam Pahlawan, dsb
7 Penggunaan Lahan Kering Pemanfaatan Lahan
Lainnya seperti, Tegalan,
Rawa, Lahan
Kosong/Terbuka

18 | P a g e
Panduan Menggunakan Camscanner
Camscanner merupakan aplikasi berbasis multi sistem operasi baik di android atau iOS. Aplikasi
memanfaatkan kamera handphone untuk dijadikan alat scan dan kemudian bisa diubah menjadi
format pdf atau image.

1. Menyiapkan dokumen

Data-data tabular yang tersedia di desa, diatur berdasarkan bundel/buku atau tema
datanya. Hal ini dimaksudkan agar penyimpanan filenya terstruktur sesuai dengan
tema/buku. Misalnya, bila data-data di lokasi survey terdiri dari 3 bundel/buku, maka
jumlah file yang tersimpan untuk desa tersebut juga berjumlah 3 file

2. Menyiapkan Camscanner

Buka aplikasi CamScanner di smartphone masing-masing, kemudian buatlah folder melalui


Menu kemudian Create Folder sesuai dengan nama Desa lokasi survey. Setelah

folder dokumen sudah selesai dibuat, pilih untuk membuka kamera dan melakukan
pengambilan gambar dokumen.

Setelah masuk ke jendela scan dokumen, silahkan lakukan pengaturan beberapa tools
untuk mendapatkan hasil scan yang optimal

1) . Pilih Batch Modeuntuk merekam dokumen yang halamannya lebih dari


selembar
2) Buka Preferences untuk memunculkan tool scan
3) Aktifkan Grid untuk memunculkan grid yang berguna untuk mengatur layout
dokumen
4) Tap Flash mengaktifkan/nonaktifkan lampu flash kamera. Sesuaikan dengan
kondisi pencahayaan tempat melakukan scan dokumen
5) Tap Camera Sound mengaktifkan/nonaktifkan suara kamera.
6) Aktifkan Rotasi, pilih vertikal, bila men-scan dokumen dalam posisi portrait, atau
Horizontal bila dokumen dalam posisi Landscape.
7) Aktifkan Size Image untuk mengatur ukuran file image dokumen. Pilih ukuran
medium (3M)
8) Aktifkan Bubble Level yang fungsinya seperti Waterpass agar posisi kamera dan
dokumen yang akan di-scan posisinya tegak lurus. Atur posisi kamera agar tegak lurus

dengan dokumen, apabila indikator Bubble Level sudah hilang, maka posisinya
sudah tepat dan siap untuk di-scan

9) Tap Take Photo untuk menscan dokumen. Lakukan untuk lembaran berikutnya,
sampai seluruh data yang dibutuh pada 1 bundel/buku selesai.
10) Setelah selesai, tap Finish.

11) Untuk men-scan dokumen lain, tap untuk memulai scan dokumen lainnya.

NOTE : Apabila lokasi survey sudah berpindah, maka lakukan kembali tahapan pembuatan folder
baru, sesuaikan dengan nama desa lokasi

19 | P a g e
3. Memperbaiki Dokumen Hasil Scan
Pilih dokumen yang sudah di-scan kemudian lakukan perbaikan kualitas dokumen hasil
scan. Lakukan langkah ini pada setiap halaman dokumen.
a. Cropping
Buka halaman yang akan diedit lalu pilih Crop lalu atur vertex/node sesuaikan

dengan tampilan yang akan dibutuhkan, lalu pilih Finish

Tampilan Vertex untuk Hasil pengaturan area


Crop Dokumen crop

b. Enhance Image

Setelah proses cropping selesai, maka akan dilanjutkan dengan proses Enhance
yaitu proses untuk meningkatkan kualitas gambar. Pilih mode Auto atau Magic

Colour menyesuaikan kualitas tampilannya, lalu pilih Finish

Tampilan Vertex untuk


Crop Dokumen

20 | P a g e
4. Menyimpan Dokumen dalam bentuk pdf

Setelah tahapan 1-3 selesai, selanjutnya dokumen hasil dokumen tersebut disimpan
dalam bentuk pdf dengan cara men-tap create pdf lalu buka dengan penampil pdf
yang terinstal pada smartphone masing-masing.

Menyimpan dokumen
dalam bentuk pdf

5. Mengirim/Berbagi Dokumen pdf

Hasil-hasil scan yang sudah dalam bentuk pdf tersimpan dalam folder dengan alamat
berikut ..CamScanner\.. pada penyimpanan smartphone. Pilih semua file lalu kirim melalu
Whatsapp atau Email.

21 | P a g e
Tutorial Perhitungan Luas menggunakan SW Maps
Tutorial ini disiapkan untuk mengantisipasi apabila dalam kegiatan survey ada aparat/warga
meminta untuk dilakukan perhitungan luasan pada petak sawah/tambak/kebun atau kavling
tanah. Operasi perhitungan bisa dilakukan menggunakan SW Maps. Adapun langkah-langkahnya
adalah sebagai berikut :

1. Tambahkan layer baru melalui fitur tap icon Editing Feature lalu Layer Select,
kemudian pilih New Layer lalu beri nama misalnya Tambak dan tipe Poligon di
jendela New Drawn Feature Layer, lalu tap Add.

2. Selanjutnya tambahkan Poligon dengan tap , tap New Poligon dan beri nama
Petak 1.
3. selanjutnya tap icon Add Point saat icon Add Point berubah warna ( ),
kemudian tap objek untuk menambahkan point (titik), lakukan langkah tersebut untuk
hingga membentuk poligon sesuai bentuk petakan yang akan dihitung luasnya.
4. Setelah membentuk poligon, petakan tersebut sudah bisa ditampilkan luasannya, apabila
ingin menampilkan luasannya dengan satuan Hektare (Ha), dapat diset pada menu
Preferences, dan ubah unit satuan luas menjadi Hektare
5. Tap salah satu point untuk menampilkan informasi Luas (Area) petakan tersebut.

1. Membuat Layer baru Menambah feature poligon Menambahkan nama


baru feature

22 | P a g e
Membuat poligon dengan Mengubah Satuan untuk Menampilkan Info Luasan
menambahkan point2 vertex Area

23 | P a g e