Anda di halaman 1dari 4

Pembuatan Kalsium Sulfat (CaSO4) Dari Batu Gamping

Sopi Widianingsih, Amelia, Siti Aisah, Fathnisa Ihsannurika Hasnah


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Jenderal Achmad Yani

Abstrak

Telah dilakukan praktikum pembuatan kalsium sulfat (CaSO4) dari batu gamping yakni bertujuan untuk mempelajari cara
pembuatan kalsium sulfat dari batu gamping dan uji kualitatif dari kalsium sulfat yang didapatkan, hal ini berdasarkan penambahan
H2SO4 pada batu gamping dan dengan uji kualitatif. Hasil berat kalsium sulfat yang didapatkan yaitu sebanyak 0,264 gram serta hasil
rendemen kalsium sulfat yang didapatkan yaitu sebesar 13,2 % dengan uji kualitatif membuktikan bahwa hasil tersebut merupakan
CaSO4.

Pendahuluan

Gamping mempunyai rumus kimia CaCO3 dengan Pada temperatur tinggi, kalsium mereduksi sebagian
impuritis umum berupa silika, besi dan magnesium. Batu besar logam, maka kalsium banyak dipakai sebagai reduktor
gamping dapat terlarutkan oleh air hujan lebih mudah dalam pembuatan logam-logam Cu, Fe, Ni dan Pb. Dan juga
dibandingkan dengan batuan yang lainnya. Di bawah dipakai untuk membuat logam campuran. Kalsium klorida
pengaruh tekanan yang tinggi, batu gamping banyak terdapat pada Tachydrite. Secara teknis kalisum
termetamorfosakan menjadi batuan metamorf marble. Pada klorida diperoleh dari hasil samping dari pembuatan Natrium
kondisi tertentu, kalsit yang terdapat di dalam batu gamping bikarbonat dengan prosessolvay. Dapat juga diperoleh dengan
teralterasi menjadi batuan dolomite. Salah satu penggunaan jalan melarutkan (Ca(OH)2) atau CaCO3 dalam HCl. Kalsium
batu gamping adalah untuk pembuatan bahan kimia, klorida dalam bentuk anhidrat banyak digunakan sebagai
diantaranya kalsium sulfat. Kalsium sulfat umumnya bahan pengering. Sifat kalsium klorida adalah asam sehingga
berwarna putih, tergantung mineral pengotornya dengan kalsium klorida juga dapat mempercepat terjadinya proses
derajad kekerasan 1,5 2 dan berat jenis 2,31 2,35. Kalsium korosi pada besi. (Vogel, 1985)
sulfat termasuk garam kalsium yang mudah mengendap
dengan nilai Ksp 2,4.10-5. Kalsium sulfat dapat digunakan Eksperimen
sebagai salah satu bahan pembuat portland semen, bahan baku
kapur tulis, penambah kekerasan untuk bahan bangunan, dll. Pada percobaan ini diperlukan alat dan bahan untuk
(Budiman, 2015) menunjang eksperimen. Alat yang dipergunakan yaitu gelas
Batu gamping (CaCO3) merupakan salah satu kimia 250 ml, tabung reaksi, rak tabung, spatula, batang
mineral yang berlimpah di Indonesia. Mineral tersebut dapat pengaduk, mortar dan alu, 1 set penyaring vacum, kaca arloji,
dipanaskan sehingga menghasilkan kalsium oksida atau biasa Erlenmeyer 250 ml, gelas ukur 100 ml, dan botol semprot.
dikenal sebagai kapur tohor. Kapur tohor juga bermanfaat Adapun bahan yang dipergunakan yaitu batu gamping, asam
sebagai bahan untuk pemurnian nira dalam industri sulfat 1M, asam klorida 1M, asam nitrat 1M, kalium
pembuatan gula merah. Dalam aplikasi sebagai bahan bahan tianosulfat 1M, natrium oksalat, dan natrium karbonat. Mula
pemurni nira diperlukan kapur tohor yang bebas impuritis mula ditimbang 2,0 gram batu gamping yang sudah ditumbuk
terutama silika dan magnesium oksida. Batu kapur (bahasa halus (kira kira 100 mesh), kemudian dipanaskan dalam
Inggris : limestone) (CaCO3) adalah sebuah batuan sedimen tanur pada 5000C selama 1 jam (disiapkan oleh asisten).
terdiri dari mineral calcite (kalsium carbonate). Sumber utama Direndam serbuk hasil pentanuran dengan 50 mL aquades dan
dari calcite ini adalah organisme laut. Organisme ini 25 mL larutan HCl 2M (2 : 1 v/v) selama 15 menit sambil
mengeluarkan shell yang keluar ke air dan terdeposit dilantai diaduk, kemudian disaring dan diambil filtratnya. Dipekatkan
samudra sebagai pelagicooze. Calcite sekunder juga dapat larutan dengan cara diuapkan larutan tapi jangan sampai
terdeposit oleh air meteorik tersupersaturasi (air tanah yang terbentuk endapan (bila terbentuk, dihentikan pemanasan dan
presipitasi material di gua). Ini menciptakan speleothem ditambah setetes demi setetes aquades sampai larut lagi).
seperti stalagmite dan stalaktit. Bentuk yang lebih Ditambahkan setetes demi setetes larutan H2SO4 2M sambil
jauh terbentuk dari Oolite (batu kapur Oolitic) dan diaduk hingga terbentuk padatan putih. Dibantu dengan
dapat dikenali dengan penampilannya yang granular. Batu pendinginan bila perlu. Disaring endapan yang terbentuk
kapur membentuk 10% dari seluruh volume volume batuan kemudian dikeringkan. Ditimbang padatan yang terbentuk.
sedimen. Pembentukan batu gamping terjadi secara organik,
mekanik atau secara kimia. (Achmad, 2001) Uji Kualitatif
Kalsium merupakan kation yang sering dihubungkan
dengan kemasaman tanah,karena dapat mengurangi efek a. Dilarutkan sedikit padatan hasil sintesa dalam larutan
kemasaman. Sebagai sumber utama kalsium tanah H2SO4 2M dan ditetesi dengan larutan KSCN 1M.
adalahkerak bumi yang didalamnya terkandung 3,6% Ca. Diamati perubahan yang terjadi.
Mineral utama yang banyak mengandung kalsium antara lain b. Diambil sedikit padatan hasil sintesa dan dilarutkan
kalsit (CaCO3) dan dolomit [CaMg(CO3)2] yang merupakan dengan 10 mL larutan HNO3 1M dan ditambahkan
penyusun batuan sedimen limestone dan dolomit. Adanya dengan beberapa tetes larutan natrium oksalat atau
kandungan kapur (CaCO3) bebas, di dalam tanah dapat larutan Na2CO3 1M. Diamati perubahan yang terjadi.
diketahui dengan meneteskan asam klorida 10% (HCl 2 N).
Adanya percikan menandakan adanya kapur bebas, makin
banyak percikannya makin banyak kandungan kapurdalam
tanah. Reaksi yang terjadi:
CaCO3 + 2 HCl CaCl2 + H2O + CO2 . (Ranawijaya, 1985)
Hasil dan Pembahasan mengikat SCN- juga karena adanya H2SO4 yang berfungsi
sebagai mempercepat reaksi. Dengan reaksi yang terjadi :
Hasil CaSO4 + 2 KSCN Ca(SCN)2 + K2SO4
Sedangkan pada uji kualitatif kedua dengan penambahan 10
Perlakuan Hasil Pengamatan ml larutan HNO3 1M dan 12 tetes Na2CO3 1M dihasilkan
Larutan berwarna coklat gelembung yang berasal dari reaksi dengan Na2CO3 dimana
2,0 gram batu gamping + 50 seharusnya terdapat endapan putih yang menandakan adanya
kekuningan, terdapat
mL H2O + 25 mL HCl 2M, CaCO3 yang terbentuk kembali, namun terjadinya kesalahan
endapan pengotor, terdapat
diaduk 15 menit, disaring. pada praktikum karena praktikan kurang teliti dalam
filtrat dan endapan.
mengamati hasil reaksi. Dan reaksi yang terjadi adalah :
Terdapat endapan berwarna
Filtrat diuapkan + 6 tetes
putih, terdapat filtrat dan CaSO4 + Na2CO3 CaCO3 + Na2SO4
H2SO4 2M, disaring.
endapan.
Endapan dikeringkan dan Berat endapan yaitu 0,264 Kesimpulan
ditimbang. gram.
Uji Kualitatif 1. Pembuatan kalsium sulfat dapat dilakukan dari bahan
dasar batu kapur (batu gamping).
Larutan dari putih berubah
2. Pembuatan kalsium sulfat dapat dilakukan dengan cara
Padatan + 40 tetes H2SO4 2M menjadi warna jingga dengan
penambahan asam, pentanuran dan uji kualitatif.
+ 5 tetes KSCN 1M. terdapat endapan.
3. Didapatkan berat kalsium sulfat sebanyak 0,264 gram
Padatan + 10 mL larutan dengan hasil rendemen sebesar 13,2 %.
HNO3 1M + 12 tetes Na2CO3 Terdapat gelembung.
1M.
Daftar Pustaka
Pembahasan
Achmad, H. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. PT. Citra
Aditya Bakti : Bandung.
Dalam praktikum pembuatan kalsium sulfat dari batu Budiman, Senadi dan Hardian, Arie. 2012. Petunjuk
gamping ini yaitu untuk dapat memeperoleh kalsium sulfat Praktikum Kimia Anorganik. Laboratorium Kimia
dalam batu gamping. Batu gamping banyak mengandung Anorganik Fakultas MIPA UNJANI : Cimahi.
kalsium sulfat yang cukup tinggi sehingga dilakukan
Ranawijaya, J. 1985. Ilmu Kimia 2. Depdikbud: Jakarta.
percobaan dengan menggunakan batu gamping. Sebelum
Vogel. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
dilakukan pernyaringan batu gamping ditumbuk halus terlebih
dulu agar mudah untuk dilakukan penyaringan nantinya dan Semimikro Edisi Kelima Bagian II. PT. Kalman Media
setelah itu dilakukan pentanuran dalam oven pada suhu Pustaka: Jakarta.
5000C. Fungsi penaturan dalam percobaan ini adalah untuk me
nghilangkan hidrat atau air yang masih terkandung dalam batu Dokumentasi
gamping tersebut selain itu juga agar kalsium karbonat bila
dipanaskan akan pecah dan menjadi serbuk remah yang lunak
yang dinamakan kalsium oksida (CaO), hal ini disebut dengan
kalsinasi. Kalsinasi diperlukan sebagai penyiapan serbuk
untuk diproses lebih lanjut dan juga untuk mendapatkan Penambahan 25 mL HCl pada batu
ukuran partikel yang optimum serta menguraikan senyawa gamping dan aquades.
senyawa dalam bentuk garam atau dihidrat menjadi oksida,
membentuk fase kristal. Pentanuran menghasilkan reaksi:
CaCO3(S) CaO(S) + CO2(g)

Setelah dipanaskan 2 gram batu gamping dilarutkan


dengan 50 ml aquades dan 25 ml HCl 1M sambil diaduk terus
menerus selama 15 menit, hal ini berfungsi untuk
mempercepat tumbukan antar partikel sehingga semakin cepat
pula ia bereaksi atau larut. Selain itu fungsi dari penambahan
HCl yaitu agar CaCO3 larut dan impuritis yang ada dalam
serbuk tidak ikut bereaksi. Impuritis yang tidak bereaksi
dalam percobaan ini adalah silika dan magnesium. Kemudian
endapan disaring dan difiltratnya dipekatkan dengan cara
diuapkan namun tidak sampai terbentuk endapan. Kemudian Proses pengadukan campuran batu
fitrat ditambahkan dengan H2SO4 2M sampai terbentuk gamping, aquades, dan HCl selama
endapan berwarna putih. Endapan putih yang terbentuk ini 15 menit.
merupakan kalsium sulfat, dimana reaksi yang terjadi ialah:
CaO + H2SO4 CaSO4 + H2O
Endapan dikeringkan dan ditimbang dihasilkan berat endapan
sebanyak 0,264 gram dengan rendemen yang didapatkan
sebesar 13,2%.

Pada uji kualitatif pertama dengan penambahan 40 tetes


H2SO4 2M dan 5 tetes KSCN 1M dihasilkan larutan dari putih
berubah menjadi warna jingga dengan terdapat endapan.
Perubahan warna yang terjadi dikarenakan kalsium yang
Proses penyaringan hasil
pencampuran batu gamping, Hasil uji kualitatif dengan adanya
aquades, dan HCl. gelembung pada penambahan 10 ml
larutan HNO3 1M dan 12 tetes
Na2CO3 1M.

Hasil uji kualitatif dengan


Proses penguapan pada hasil filtrat. perubahan warna menjadi jingga
dan terdapat endapan pada
penambahan 40 tetes H2SO4 dan 5
tetes KSCN.

Perhitungan

1. Diketahui : Berat kertas saring kosong = 0,5078 gram


Penambahan 6 tetes H2SO4 pada Berat kertas saring + endapan = 0,7718 gram
filtrat yang diuapkan. Ditanyakan : Berat endapan?
Jawaban :
Berat kertas saring + endapan berat kertas saring kosong
= 0,7718 0,5078 = 0,264 gram.

2. Diketahui : Berat CaSO4 = 0,264 gram.


Berat batu gamping = 2,0 gram
Ditanyakan : %rendemen CaSO4?
Jawaban :
4
%rendemen CaSO4 = 100%

0,264
= 100%
Hasil timbangan kertas saring 2

kosong seberat 0,5078 gram.


= 13,2%

Hasil timbangan kalsium sulfat +


kertas saring yang telah
dikeringkan seberat 0,7718 gram.
Pertanyaan dan Jawaban

Pertanyaan :

1. Apa fungsi dari pentanuran? Tuliskan persamaan


reaksinya!

2. Pada saat ditambah aquades dan HCl, impuritis apa yang


tidak larut? Tulis persamaan reaksi untuk impuritis dan
gamping!

3. Jelaskan analisa berdasarkan hasil uji kualitatif?

Jawaban :

1. Pentanuran berfungsi sebagai penyiapan serbuk untuk


diproses lebih lanjut dan juga untuk mendapatkan ukuran
partikel yang optimum serta menguraikan senyawa
senyawa dalam bentuk garam atau dihidrat menjadi
oksida, membentuk fase kristal dan menghilangkan
sebagian impuritis. Reaksi :
CaCO3(S) CaO(S) + CO2(g)

2. Impuritis yang tidak larut yaitu magnesium.

3. Berdasarkan hasil uji kualitatif pertama dengan


penambahan KSCN 1M, hasil yang didapatkan terjadi
perubahan warna dari putih keruh menjadi jingga dan
terdapat endapan dengan reaksi :
CaSO4 + 2 KSCN Ca(SCN)2 + K2SO4
Perubahan warna dari bening menjadi jingga disebabkan
kalsium yang mengikat SCN-. Sedangkan pada uji
kualitatif kedua, dengan penambahan 10 ml larutan
HNO3 1M dan 12 tetes Na2CO3 1M dihasilkan
gelembung yang berasal dari reaksi dengan Na2CO3
dengan reaksi yang terjadi :
CaSO4 + Na2CO3 CaCO3 + Na2SO4