Anda di halaman 1dari 20

Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.

htm

Lampiran Surat Edaran DJP


Nomor : SE-55/PJ.6/1999
Tanggal : 31 Agustus 1999

I. Contoh Penyesuaian Nilai Tanah

Faktor Prosentase
No. Keterangan
Penyesuaian Penyesuaian *)
1. Waktu Transaksi 5-10% / Tahun Prosentasenya sangat dipengaruhi oleh tingkat kenaikan
nilai tanah/properti dalam suatu wilayah pada kurun
waktu tersebut. Analisisnya dapat dilakukan dengan
mempertimbangkan faktor permintaan/penawaran
lahan/properti (Supply and demand), kondisi pasar
properti dan perekonomian secara umum, dan
sebagainya,

Contoh :
Jika transaksi yang diketahui adalah tahun 1995 untuk
tahun penilaian 1999, maka harus ada penyesuaian
waktu 4 tahun
Formulanya adalah (1 + i)"
dimana :
i = prosentase tingkat kenaikan harga per tahun
n = tahun

2. Jenis Transaksi Prosentase penyesuaian 0% menunjukkan data yang


diperoleh cukup akurat dan sesuai dengan konsep nilai
pasar wajar (Fair Market Value)
a. Jual Beli 0%
b. Penawaran -10% s.d. -20%
c. Camat/PPAT 30% s.d. 40% Data dari Camat/PPAT/Notaris harus disesuaikan
tergantung pada kebenaran harga tersebut di lapangan,
d. Notaris/PPAT -20% s.d. -30% oleh karena itu data PPAT sebaiknya hanya digunakan
sebagai acuan untuk pemeriksaan ke lapangan lebih
lanjut.
e. Data lapangan 0%
Data penawaran biasanya lebih tinggi dari harga pasar
yang disepakati penjual dan pembeli

3. Fisik Bervariasi Tergantung faktor-faktor :


a. Keluasan tanah
b. Bentuk tanah
c. Sifat fisik tanah seperti : topografi, elevasi, banjir/tidak
banjir, kesuburan (untuk pertanian), dan sebagainya.

4. Lokasi dan Bervariasi Tergantung faktor-faktor :


Aksessibilitas a. Jarak dari pusat kota
b. Jarak dari fasilitas pendukung
c. Lokasi secara spesifik : tanah sudut, terletak di tengah
atau tusuk sate
d. Kemudahan pencapaian
e. Jenis jalan (Protokol, ekonomi, lingkungan gang)
f. Kondisi lingkungan

Keterangan : *)
Setiap prosentase di atas hanya merupakan contoh analisis, karena prosentase penyesuaian nilai tanah dalam
pendekatan data pasar yang sangat tergantung pada karakter data, waktu dan lokasi penilaian, Penentuan
prosentase penyesuaian harus ditentukan melalui analisis pasar yang memadai.

II. Contoh Penyesuaian Faktor Lokasi berdasarkan Jenis Jalan *)

Lokasi Objek Lokasi Objek Pembanding


No.
yang dinilai Jalan Protokol Jalan Ekonomi Jalan Lingkungan Gang
1 Jalan Protokol 0 + 15% + 25% + 40%
2 Jalan Ekonomi - 15% 0 + 5% + 25%
3 Jalan Lingkungan - 25 % - 5% 0 + 15%
4 Gang - 40 % - 25% - 15% 0

1 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

*) Sangat bergantung pada karakter penggunaan tanah, kondisi lingkungan dan tingkat perbedaan nilai tanah di
setiap wilayah.

III. Contoh Penyesuaian Jenis Penggunaan Tanah *)

Peruntukan Peruntukan Objek Pembanding


No. Objek Perdagangan/
Perumahan Industri Sawah Kebun
yang dinilai Perkantoran
1 Perumahan 0% -25% +15% +30% +25%
2 Perdagangan/ +25% 0% +10% +55% +45%
Perkantoran
3 Industri -15% -10% 0% +45% +35%
4 Sawah -30% -55% -45% 0% -10%
5 Kebun -25% -45% -35% +10% 0%
*) Bergantung pada karakter nilai tanah di setiap wilayah

2 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH VII JAWA BARAT
KANTOR PELAYANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

Jl. Raya Soreang Km.17 Soreang Telp. 5893483-5893484


Ko. Pemda Kab. Bandung Faks. 5893483

KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN


PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
BANDUNG DUA

NOMOR : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999

TENTANG
PETUNJUK TEKNIS ANALISA PENENTUAN
NIR (NILAI INDIKASI RATA-RATA) SEBAGAI DASAR PENENTUAN NJOP
DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG

KEPALA KANTOR PELAYANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN


BANDUNG DUA

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka tertib administrasi pendataan dan penilaian PBB di Kabupaten Dati II
Bandung dan telah dikeluarkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No.SE-06/PJ.6/1999
tanggal 5 Pebruari 1999 tentang Pelaksanaan Analisa Penentuan Zona Nilai Tanah (ZNT) dan
Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) setiap keluaran/desa, perlu disusun petunjuk teknis.
b. Bahwa agar terjadi keseragaman pekerjaan analisa ZNT dan NIR, untuk itu perlu diatur dengan
Keputusan Kepala Kantor Pelayanan PBB Bandung Dua.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah
diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1994.
2. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor : 523/KMK.04/1998 tanggal 18 Desember 1998 tentang
Penentuan Klasifikasi dan Besarnya Nilai Jual Objek Pajak sebagai Dasar Pengenaan Pajak
Bumi dan Bangunan;
3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-04/PJ.6/1998 tanggal 16 Juli 1998 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Pendaftaran, Pendataan dan Penilaian Obyek dan Subyek Pajak Bumi
dan Bangunan dalam rangka Pembentukan dan Pemeliharaan Basis Data Sismiop.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KANTOR PELAYANAN PBB BANDUNG DUA TENTANG PETUNJUK TEKNIS ANALISA
PENENTUAN NIR (NILAI INDIKASI RATA-RATA) SEBAGAI DASAR PENENTUAN NJOP DI WILAYAH
KABUPATEN BANDUNG.

Pasal 1

Klasifikasi dan besarnya Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) atas Bumi untuk wilayah Kabupaten Bandung yang akan
dilakukan analisa penentuan Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) dan Zona Nilai Tanah (ZNT)-nya harus mengacu pada
lampiran surat keputusan ini.

Pasal 2

Hasil analisa sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 diatas wajib dibuat laporan analisanya per desa/kelurahan
berbentuk sebuah buku yang dilampiri peta konsep ZNT dan ditandatangani oleh petugas yang melaksanakan
analisa.

Pasal 3

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan keputusan ini dapat diubah dan atau ditinjau kembali
sesuai dengan perkembangan wilayah Kabupaten Bandung.

Ditetapkan di : Soreang
Pada tanggal : 30 Juni 1999

3 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

KEPALA KANTOR

ttd

Drs. Subarjdo
NIP. 060035940

4 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

DAFTAR ISI

Halaman

1 Daftar Penyesuaian Nilai Tanah 1


2 Faktor Penyesuaian 2
3 Obyek Pembanding 3
4 Peruntukan Obyek Pembanding 4
5 Data Pembanding 5
6 Asesibilitas (Jarak/Data Pembanding dari Pusat Kota) 6
7 Lokasi Obyek yang dinilai 8
8 Lokasi Yang Akan Dinalai 10
9 Bentuk Tanah (Obyek yang Dinilai) 12
10 Kontur Tanah (Obyek Yang Dinilai) 14
11 Analisa Penyesuaian Nilai Tanah 15
12 Analisa Penyesuaian Nilai Tanah Yang Baru 16
13 Analisa Penentuan Nilai Pasar Wajar 17
14 Analisa Penentuan Indikasi Rata-rata (NIR) 18
15 Perbanding NIR Baru dengan NIR Lama 19
16 Gambaran Kondisi Fisik Per Zona Nilai Tanah 20
17 Formulir Data Harga Jual 21
18 Bagan Sistem Penilaian 22
19 Formulir Pengumpulan Data Tanah 23
20 Formulir Pengumpulan Data Transaksi 24
21 Lembar Kerja Khusus (LKOK) 25
22 Formulir Data Transaksi Jual Beli 26

5 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

DAFTAR PENYESUAIAN NILAI TANAH

TENGGANG WAKTU / TAHUN


FAKTOR < 1 th
NO. > > > > > KETERANGAN
PENYESUAIAN bulan >6
1-2 2-3 3-4 4-5 5-6
1-3 3-6 6-9 9-12

1 Waktu Transaksi 2% 3% 4% 5% 12% 20% 28% 37% 47% 57% Untuk wilayah
Kabupaten Bandung dan
kotif Cimahi Kebutuhan
akan tanah terus
meningkat dan lahan
yang sangat terbatas,
maka tingkat %
penyesuaian sebesar
dimaksud.
Mengingat juga suku
bunga perbank-kan per
tahun.

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

6 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

FAKTOR PENYESUAIAN
NO. KETERANGAN
DATA PENDUKUNG PROSENTASE

2 Jenis Transaksi
1. Jual Beli 0 Jenis Transaksi disini dilihat dari
jenis suratnya, apakah akte jual
2. Tukar menukar + 5% Beli, tukar menukar (termasuk
ruslag), dibawah tangan dan ganti
3. Dibawah tangan + 3% rugi atau pelepasan Hak.

4. Ganti Rugi + 30% Diasumsikan prosentase


penyesuaian yang lebih tinggi
adalah GANTI RUGI.

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

7 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

FAKTOR OBYEK PEMBANDING


NO. KETERANGAN
PENYESUAIAN H. MILIK HGB HGU H.PAKAI H. PL
Obyek yang dinilai

3 Jenis Hak Kepemilikan Untuk kepemilikan


berdasarkan informasi
1. Hak Milik 0% +2% +4% +6% +8% dari BPN, Tingkat
Jenis Kepemilikan
yang paling tinggi
2. Hak Guna Bangunan -2% 0% +2% +4% +6% adalah atau yang
paling kuat status
3. Hak Guna Usaha -4% -2% 0% +2% +4% Hukumnya adalah :
Hak Milik, baru HGB
4. Hak Pakai -6% -4% -2% 0% +2% dst.
Sehingga diasumsikan
tingkat prosentasenya
5. Hak Pengelolaan Lahan -8% -6% -4% -2% 0% sebagaimana
dimaksud.

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

8 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

OBYEK PEMBANDING
FAKTOR
NO. Perdagangan/ KETERANGAN
PENYESUAIAN Perumahan Industri Sawah Kebun
Perkantoran

4 PERUNTUKAN OBYEK % dari tanah sawah


YANG DINILAI ke perumahan,
Perdagangan/
perkantoran dan
Industri sudah
1. Perumahan 0% - 25 % + 15 % + 30 % + 25 dihitung dengan
% biaya Pengurukan/
penimbunan.
% dari perumahan
2. Perdagangan/ + 25 % 0% + 10 % + 55 % + 45 ke perdagangan/
Perkantoran % perkantoran sudah
termasuk
ijin/lisense.
3. Industri - 15 % - 10 % -0% + 45 % + 35
Kebun dan sawah
%
disini dalam arti
tanah-tanah yang
4. Sawah - 30 % - 55 % - 45 % 0% - 10 % memungkinkan
untuk perumahan,
perdagangan/
5. Kebun - 25 % - 45 % - 35 % + 10 % 0% perkantoran, dan
industri

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

9 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

NO. DATA PEMBANDING OBYEK YANG DINILAI KETERANGAN

5 Sumber Data Prosentase yang paling tinggi faktor


penyesuaiannya Diasumsikan dari makelar
1. Camat/PPAT + 30 %
Dari Camat / PPAT faktur penyesuaiannya
2. Notaris/PPAT + 20 % dibuat 30% mengingat tingkat kebenaran
harga yang tercantum dalam akte jauh
3. Penawaran - 20 % lebih rendah dari harga yang sebenarnya

4. Pembeli/Penjual 0% Notaris/PPAT tingkat prosentasenya diambil


dari SK yang sudah diplotkan.
5. Makelar - 40 %

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

10 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

JARAK DATA PEMBANDING DARI PUSAT


FAKTOR
NO. KERAMAIAN KOTA KETERANGAN
PENYESUAIAN
0 - 0,5 KM 0,5 - 1 KM >1 - 2 KM >2 KM

6 AKSESBILITAS % ini berlaku untuk semua


(Jarak obyek yang dinilai) jenis penguasaan atas
tanah.
1,0 - 0,5 KM 0% +5% + 10 % + 20 %
Kondisi arus lalu lintas dan
gambaran perekonomian
2 > 0,5 - 1 KM -5% 0% +5% + 10 % hampir sama dan dapat
dilalui kendaraan roda
3 > 1 - 2 KM - 10 % -5% 0% +5% empat.

4 > 2 KM - 20 % - 10 % -5% 0% Tingkat fasilitas juga yang


hampir bersamaan (lihat
contoh sketsa)

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

11 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

AKSESBILITAS (DARI JARAK)

12 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

FAKTOR KONDISI JALAN/GANG/DAERAH


NO. KETERANGAN
PENYESUAIAN PROTOKOL EKONOMI LINGKUNGAN GANG

7 Lokasi obyek yang Faktor penyesuaian dari


Dinilai lokasi ini difokuskan
pada :

Tanah-tanah yang
1. Protokol 0% + 10 % - -
terletak dalam 1
hamparan yang tidak
terlalu jauh letaknya
2. Ekonomi - 10 % 0% + 10 % - tetapi berbeda suasana
dan prasarananya
Misalnya Jl. Kopo Permai
3. Lingkungan - - 10 % 0% + 10 % dibandingkan dengan
jalan ke Taman Kopo, Jl.
Sukamenak dengan Jl.
4. Gang - - - 10 % 0% Permata Kopo, juga
sebaliknya.

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

13 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

FAKTOR LETAK TANAH/OBYEK PEMBANDING


NO. KETERANGAN
PENYESUAIAN SUDUT TENGAH-TENGAH

8 Lokasi yang akan dinilai % ini disamakan untuk tanah di


daerah ekonomi, perkantoran dan
(Sudut/Tengah) Ko.
Perumahan maupun tanah kosong
lainnya.

Analisa : Orang cenderung memilih


1. Sudut 0% +5%
tanah dipojok ketimbang di tengah-
tengah khususnya di kompleks
perumahan.
Dalam KO Perumahan khusus untuk
2. Tengah-tengah -5% 0% tanah pojok bisasanya ada biaya
tambahan yang harus dibayar
apabila ingin memilikinya, tanpa
diperhitungkan dari luas dan harga
tanah. (lihat contoh gambar)

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

14 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

LOKASI (TANAH SUDUT / TENGAH)

15 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

BENTUK/SEGI OBYEK PEMBANDING


FAKTOR Empat
NO. Empat Banyak tak KETERANGAN
PENYESUAIAN tak segi tiga
Beraturan beraturan
beraturan

9 Bentuk tanah Yang dimaksud dengan segi


(obyek yang dinilai) empat beraturan Misalnya
bujur sangkar atau tanah
yang Relevan
perbandingan antara lebar
dan panjang, misalnya : 12
1. Segi empat beraturan 0% + 10 % + 30 % + 20 % x 20 m
Untuk segi empat tak
beraturan yang
perbandingan antara sisi,
2. Segi empat tak - 10 % 0% + 20 % + 10 % panjang dan lebar terlalu
beraturan menyolok misalnya 10 x 50
m atau 8 x 40 m
Termasuk juga dalam
bidang ini bentuk
trapesium dan jajaran
3. Segi tiga - 30 % - 20 % 0% - 10 % genjang
Batas toleransi luas paling
tinggi 50% antara
pembanding dan yang akan
dinilai juga sebaliknya.
4. Segi banyak/tak - 20 % - 20 % + 10 % 0%
Letak tanah disini yang
beraturan
tidak terlalu jauh.

Catatan : Dapat juga disesuaikan dengan tingkat kepercayaan masyarakat akan suatu model/bentuk tanah
tertentu.

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

16 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

1. Segi Empat Beraturan

2. Segi Empat Tak Beraturan

3. Segi Tiga

4. Segi Banyak Tak Beraturan

17 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

KONTOR TANAH OBYEK PEMBANDING


FAKTOR Dibawah Dibawah Diatas Diatas Diatas
NO Separas Dibawah Dibawah KETERANGAN
PENYESUAIAN 120 - 200 - 50 - 100 - 175 -
jalan 30 - 70 70 - 120
200 250 100 175 250

10 Kontur tanah Tanah diatas


(obyek yang atau dibawah
dinilai) 250 cm
1. Separas 0% +5% +10% +20% +50% +5% +10% +25% diabaikan dari
dengan data
jalan pembanding
2. Di bawah -5% 0% +5% +15% +45% -10% 0% +10% Tanah yang
jalan dijadikan data
antara pembanding
30-70 cm hanya tanah
3. Di bawah -10% -5% 0% +5% +15% -15% -10% -5% yang sejenis
jalan
antara Tanah yang
70-120 dijadikan
cm pembanding
4. Di bawah -20% -15% -10% 0% +5% -15% -10% -5% tidak jauh dari
jalan lokasi yang
antara dinilai
120-200 (maksimum
cm barada dalam
5. Di bawah -30% -20% -10% -5% 0% -20% -15% -10% satu
jalan kelurahan/desa
antara atau tanah
200-250 yang langsung
cm berbatasan
6. Di atas +5% +10% +15% +20% +30% 0% -5% -10% dengan
jalan Kelurahan/desa
antara lainnya.
50-100
cm Keluasan tanah
7. Di atas -10% -5% 0% +10% +20% -10% 0% +5% yang dapat
jalan dibandingkan
antara antara obyek
100-175 yang dinilai
cm dengan obyek
8. Di atas -25% -20% -15% -10% -5% -15% -10% 0% pembanding
jalan rasio
antara pembandingnya
175-250 tidak lebih dari
cm 1 : 3.

Catatan : Dapat ditambahkan ratio luas lahan efektif (terhadap kegunaan dan bangunan).

Kepala Kantor

ttd

Drs. Subardjo
NIP. 060035940

18 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

Lampiran : Keputusan Kepala KP.PBB Bandung Dua


Nomor : KEP-1802/WPJ.07/KB.02/1999
Tanggal : 30 Juni 1999

ANALISA PENYESUAIAN NILAI TANAH YANG BARU

KATOR PENYESUAIAN %
NO
PENYESUAIAN DATA I DATA II DATA III DATA IV
1. Harga jual / m2
2. Waktu transaksi
3. Jenis transaksi
4. Jenis Hak Kepemilikan
5. Peruntukan
6. Sumber Data
7. Lokasi/Aksesibilitas
(Jarak OP yang dinilai)
8. Kondisi (Jalan/Gang/Daerah)
9. Letak tanah (sudut/tengah-
tengah)
10. Bentuk Tanah
11. Kontur Tanah
Jumlah % Penyesuaian
Nilai yang telah disesuaikan
Nilai Pasar Wajar

19 of 20 8/2/17, 1:44 PM
Lampiran Surat Edaran DJP http://ortax.org/files/lampiran/99PJ6_SE55.htm

KESIMPULAN

1. Harus ada antisipasi yang lebih cermat dan hati-hati terhadap perkembangan situasi yang cenderung
melahirkan sistem industri yang lebih kompleks, baik materi maupun cara kerja.
2. Dengan formulasi sistem penilaian yang lebih detail dimana seluruh faktor penentu nilai sedapat mungkin
terserap di dalamnya diharapkan mampu meningkatkan realisasi penerimaan PBB sebagai akibat dari
pemberlakuan objek pajak industri di luar kawasan secara lebih intensif dan efektif.
3. Formula penilaian hendaknya disederhanakan sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan nilai akhir yang
lebih seragam antara hasil penilaian yang satu dengan yang lain.
4. Segala resiko-resiko sebagai akibat dari keberatan industri yang terletak di luar kawasan sedapat mungkin
hendaknya diperhitungkan sebagai faktor penentu penyusutan (penyusutan ekonomi dan keusangan fungsi)
sehingga penyusutan per tahunnya lebih besar dari objek-objek di sektor lain.
5. Dilihat dari sisi ekonomisnya, pembangunan tanah dan bangunan pabrik dengan tujuan spekulasi adalah sangat
tidak menguntungkan/jarang ada.

20 of 20 8/2/17, 1:44 PM