Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

KASUS
A. Kasus
Seorang Tn. B berumur 36 tahun datang kerumah sakit mengeluh mual,muntah, nyeri
dibagian bawah perut dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh perawat didapatkan berat
badan menurun , dehidrasi berat, dan suhu : 380 C N: 90x/menit RR : 23X/menit.

B. Data Fokus
Analisa Data Etiologi Masalah Diagnosa
keperawatan Keperawatan
Data Subjektif : 1. Kuman Sallmonella 1. Kekurangan 1. Resiko defisit
Pasien typhi masuk ke volume cairan volume cairan
mengatakan mual, saluran cerna 2. Kekurangan 2. Perubahan
muntah, nyeri 2. Resiko nutrisi dalam nutrisi kurang
dibagian perut, ketidakseimbangan tubuh dari kebutuhan
dan sering BAB nutrisi kurang dari 3. Diare 3. Gangguan
Data objektif : kebutuhan tubuh 4. Demam eliminasi BAB
1. Dehidrasi berhubungan dengan 4. Peningkatan
menurun intake kurang. suhu tubuh
2. Berat badan 3. Diare berhubungan berhubungan
menurun dengan peradangan dengan proses
3. Suhu : 380 C pada dinding usus peradangan pada
4. N : 90x/ menit halus usus halus
5. RR : 23x/ 4. Demam adanya
menit respon akut terhadap
rangsangan infeksi

C. Intervensi
Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan
1. Resiko Setelah dilakukan 1. Kaji tanda-tanda 1. Hipotensi,demam
defisit tindakan vital dapat menunjukkan
volume keperawatan 2x 24 2. Pertahankan respon pada efek
cairan jam kebutuhan pembatasan per oral, kehilangan cairan
cairan terpenuhi tirah baring, hidari 2. Kolon
Kriteria Hasil : kerja atau batasi diistirahatkan untuk
1. suhu normal aktifitas penyembuhan dan
yaitu 36o C 3. Kolaborasi untuk menurunkan
2. Nadi : 80x/menit pemberian cairan cairan usus
3. Mempertahankan parenteral sesuai 3. Mempertahankan
volume cairan indikasi istirahat usus akan
memerlukan
penggantian cairan
untuk memperbaiki
4. kehilangan atau
anemia
2. Perubahan Setelah dilakukan 1. Anjurkan klien 1. Menenangkan
nutrisi tindakan 3x24 jam istirahat sebelum peristaltik dan
kurang dari pemenuhan makan meningkatkan
kebutuhan kebutuhan nutrisi 2. sediakan makanan energi untuk makan
pasien terpenuhi dalam keadaan 2. Lingkungan yang
Kriteria Hasil : hangat, lingkungan menyenangkan
1. BB stabil atau menyenangkan dan dapat menurunkan
peningkatan BB kondisi tidak stress dan lebih
2.Tidak ada terburu-buru kondusif untuk
malnutrisi, nafsu 3. timbang berat bada makan
makan meningkat, setiap hari 3. Memberikan
pasien informasi tentang
menghabiskan porsi kebutuhan diet atau
makan yang sudah keefektifan terapi
disediakan rumah
sakit
3. Gangguan Setelah dilakukan 1. Kaji frekuensi, bau, 1. Untuk mengetahui
eliminasi tindakan warn feces adakah pendarahan
BAB keperawatan 3x24 2. Observasi atau 2. Untuk mengetahui
jam klien tidak monitor intake balance cairan
mengalami output cairan 3. Untuk
diare,BAB normal 3. Anjurkan klien menggantikan
Kriteria Hasil : BAB untuk banyak minum cairan tubuh yang
normal 1-2x/hari dan 4. Kolaborasi dengan hilang melalui diare
dokter untuk 4. Untuk mengurangi
pemberian obat anti- reaksi peradangan
diare dan anti pada usus halus
mikroba

5. Peningkata Setelah dilakukan 1. Kaji penigkatan suhu 1. Suhu 38oC


n suhu tindakan 2. Pantau suhu menetukan proses
tubuh keperawatan suhu lingkungan, batasi penyakit infeksi
berhubunga tubuh normal atau tambah linen akut
n dengan Kriteria Hasil : tempat tidur sesuai 2. Suhu lingkungan
proses 1. Suhu tubuh indikasi atau jumlah selimut
peradangan normal 360C 3. Berikan kompres air harus dibatasi untuk
pada usus 2. Pasien tampak hangat, hindari mempertahankan
halus rileks penggunaan air es suhu mendekati
3. Tidak terjadi 4. Kolaborasi normal
resiko pemberian 3. Membantu
kekurangan Antipiretik mengurangi demam
volume cairan (penggunaan air es
menyebabkan
peningkatan suhu
secara aktual)
4. Digunakan untuk
mengurangi
demam.
D. Implementasi
Hari/tgl/jam Tindakan yang dilakukan Hasil
1. Mengkaji tanda adanya Kebutuhan cairan pada pasien
dehidrasi normal
2. Mempertahanlan posisi
tirah baring dan nyaman
3. Mengatur pemberian
cairan infus sesuai order
1. Berikan Pasien makan Pasien nafsu makan sehingga
hangat sesuai porsi Berat badan pasien stabil
dengan keadaan masalah kebutuhan nutrisi
lingkungan yang nyaman teratasi
2. Kaji berat badan pasien
1. Mengukur cairan output Pasien tidak lagi kekurangan
diare cairan, diare berhenti.
2. Memberikan minum
peroral sesuai toleransi
3. Memberikan obat diare
1. Berikan selimut ekstra Suhu tubuh pasien kembali
pada pasien normal
2. Kompres air hangat pada
pasien
3. Memberikan obat
antipiretik

E. Catatan perkembangan / Evaluasi


Hari/Tanggal/Jam No DX Perkembangan Tanda Tangan
Subjektif :
Tn. B mengatakan
sudah tidak
merasa lemas lagi
Tn. Mengatakan
sudah tidak mual
lagi
Tn. B mengatakan
sudah tidak ada
lagi nyeri di
bagian bawah
perut

Objektif :
Tn. B sudah tidak
mengalami
dehidrasi
Tn. B sudah tidak
mengalami diare
Berat badan Tn. B
sudah bertambah
Tn. B sudah tidak
terlihat lemas,
mobilisasi
membaik.

Analisa :
Masalah Teratasi

Planning :
Rencana tindakan
diberhentikan