Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMK Negeri 1 Wonomerto


Mata Pelajaran : Produktif Teknik Komputer dan Jaringan
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan ke : 5 dan 6
Alokasi Waktu : 8 X 45 Menit ( 2 x pertemuan )
Standart Kompetensi :
3.3. Memahami instalasi sistem operasi closed source
4.3. Melakukan instalasi sistem operasi closed source
Indikator :
3.3.1 Menjelaskan/mempraktekkan instalasi sistem operasi closed booting

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menunjukkan sikap disiplin, jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas-
tugas dalam pembelajaran Sistem Operasi
2. Siswa dapat memahami dan melakukan instalasi sistem operasi closed source
B. Materi Pembelajaran
Instalasi Sistem Operasi Closed Source
Partisi harddisk dan sistem file
Metode instalasi sistem operasi clean install,
Metode instalasi sistem upgrade
Metode instalasi sistem operasi multibooting
Metode instalasi sistem operasi virtualisasi
1) Metode Pembelajaran
1. Metode pembelajaran: scientific approach
Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, Penugasan
2) Langkah-langkah Pembelajaran
KEGIATAN PEMBELAJARAN NILAI METODE ALOKASI
KARAKTER PEMBELAJARAN WAKTU
I. Pembukaan
Guru memusatkan perhatian siswa sambil Disiplin
memberi salam, berdoa dan mengabsen Santun
siswa. Religius Ceramah
Apersepsi Tanya jawab
Siswa diberikan pertanyaan yang Rasa ingin
berhubungan dengan materi yang ingin tahu 20 menit
dipelajari (menggali (2 x TM)
informasi/pengetahuan siswa).
Eksplorasi Materi
Guru menyampaikan materi yang akan
dipelajari.
Eksplorasi Tujuan
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.

II. Kegiatan Inti


Guru menjelaskan materi yang dipelajari Ceramah
serta kegiatan yang dilakukan pada Tanya jawab
pembelajaran dan peserta didik
mengamatinya. 230 menit
Peserta didik dibagi dalam kelompok (2 x TM)
belajar (maksimal 1 laptop 2 anak).
Peserta didik diberikan tugas untuk Kreatif
mengamati proses booting pada sistem Kritis Diskusi
operasi closed source. Bekerja
Setiap peserta didik terlibat aktif dalam sama
diskusi
Setiap peserta didik membuat laporan
tertulis hasil diskusi
Guru memberikan penguatan.

III. Penutup
Kesimpulan
Siswa bersama guru menyimpulkan Kritis Ceramah
pembelajaran yang telah dipelajari. Bertanggu Tanya jawab
Umpan balik ng jawab 20 menit
Siswa diberi kesempatan untuk (2 x TM)
menanyakan materi pembelajaran yang
belum dimengerti.
Evaluasi
Siswa mengerjakan soal evaluasi.
Refleksi
Siswa menyampaikan kesan-kesan setelah
mengikuti pelajaran.
Tindak lanjut
Guru memberi pesan moral dari
pembelajaran yang telah dilakukan dan
memberi motivasi kepada siswa untuk
lebih giat belajar. Serta menyampaikan
materi untuk pertemuan berikutnya.
Guru menutup pelajaran dengan berdoa
terlebih dahulu dan kemudian memberi Santun
salam Religius
Siswa merapikan ruang labolatorium Ramah
sebelum meninggalkan ruang labolatorium lingkungan
(menata kursi, mematikan komputer, dan
mematikan lampu)

H. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat, bahan, dan sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah:
1. Internet
2. CCNA Discovery 4.0 Networking for Home and Small Business Chapter 2 Operating System
3. Komputer
4. Whiteboard
I. Penilaian
Soal evaluasi terlampir
Perolehan skor : Jumlah Skor x 100%
Skor Maksimal

Probolinggo, 10 Agustus 2015


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Bidang Studi

SUMARIADI, S. Pd BETTA RAHMAWATI K, ST


NIP. 19660316 199101 1 002 NIP. 19770106 200903 2 003

LAMPIRAN 1: RANGKUMAN MATERI DAN SOAL


Instalasi Sistem Operasi Closed Source
Partisi harddisk dan sistem file
1. Partisi harddisk
Partisi adalah berasal dari bahasa Inggris 'partition', yang berarti bagian. Jadi pengertian partisi
hardisk adalah bagian-bagian media penyimpanan dalam sebuah hardisk. Tujuan partisi hardisk untuk
memisahkan antara sistem operasi pada komputer dengan media penyimpanan data. Jadi jika suatu saat
Windows/Linux mengalami kerusakan, data-data penting masih bisa diselamatkan karena berada pada
partisi yang berbeda. Dalam keadaan tertentu partisi hardisk juga sangat diperlukan apabila hardisk itu
mengalami bad sektor. Hardisk dipartisi menjadi dua, dengan harapan bad sektor yang ada akan terpisah
pada satu partisi yang tidak terpakai. Setiap partisi dapat dinyatakan oleh sebuah huruf dan akan menjadi
drive yang bisa diakses oleh DOS.
Sebelum dilakukan perintah format untuk harddisk, terlebih dahulu dipartisi agar dapat mengatur
besarnya kapasitas yang digunakan. Setiap partisi ini mempunyai fungsi. Beberapa jenis partisi yang di
kenal adalah sebagai berikut:
1) Partisi Primary digunakan sebagai Bootable yang pertama (drive C) yang berfungsi sebagai
Master. Di partisi ( C ) ini dipasang sebuah sistem operasi (OS) agar dapat di-boot pada awal
booting.
2) Partisi Extended adalah partisi pembatas antara partisi Primary dan partisi Logical. Partisi
Extended ini bukan merupakan sebuah drive, karena hanya berupa pembatas yang berfungsi
memisalkan antara partisi Primary dan partisi Logical agar sistem operasi dapat membedakan
antara drive C dan drive berikutnya, dan biasanya partisi Extended ini terdiri atas beberapa
partisi Logical.
3) Partisi Logical adalah bagian dari partisi Extended. Di partisi ini tidak terdapat sistem operasi
seperti partisi Primary, karena sistem operasi tidak mengenal partisi Logical sebagai Bootable,
walaupun nantinya kita dapat memberikannya sistem ketika proses pemformatan. Partisi ini
biasanya dikenal sebagai drive berikutnya.

Gambar 1. Partisi Hardisk


2. Sistem File
1) FAT 16 (File Allocation Table 16)
Sistem ini didesain umtuk mengatur file fi floppy disk, dan sudah mengalami beberapa kali
perubahan, sehingga digunakan untuk mengatur file harddisk. Keuntungan FAT16 adalah kompatibel
hampir di semua sistem operasi, baik Windows 95/98/ME, OS/2, Linux dan bahkan Unix. Namun
dibalik itu semua masalah paling besar dari FAT16 adalah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster
dalam partisi, jadi semakin besar harddisk, maka ukuran cluster akan semakin besar. selain itu
kekurangan FAT16 salah satunya tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.
2) FAT 32 (File Allocation Table 32)
FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi.
Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16. Namun
FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya Operating System yang bisa
mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa di kenal oleh hampir semua system operasi,
namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows XP karena Windows XP tidak
peduli file sistim apa yang di gunakan pada partisi.
3) NTFS (New Technology File System)
NTFS di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar benar
berbeda di banding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik, kompresi file,
cluster dan bahkan support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk Windows Xp dan
apabila melakukan upgrade Windows biasa akan di tanyakan apakah ingin mengupgrade ke NTFS atau
tetap menggunakan FAT. Namun jika sudah melakukan upgrade pada Windows Xp dan tidak
melakukan perubahan NTFS itu bukan masalah karena anda bisa mengkonversinya ke NTFS kapanpun.
Namun ingat bahwa apabila sudah menggunakan NTFS akan muncul masalah jika ingin
downgrade ke FAT tanpa kehilangan data. Pada Umumnya NTFS tidak kompatibel dengan Operating
System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdeteksi apabila
anda melakukan startup-boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disarankan untuk menyediakan
partisi yang kecil saja yang menggunakan file system FAT di awal partisi. Partisi ini dapat anda
gunakan untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah.
Metode instalasi sistem operasi clean install
Melakukan instalasi bersih pada komputer baru atau dalam kasus-kasus di mana tidak ada jalur
upgrade antara sistem operasi saat ini dan yang baru. Jenis menghapus instalasi semua data pada partisi
hard disk dimana sistem operasi saat ini diinstal. Sebuah PC baru membutuhkan, tentu saja instalasi
bersih. Melakukan instalasi yang bersih pada saat instalasi sistem operasi saat ini telah rusak atau file
tidak bekerja dengan benar.
Metode instalasi sistem operasi upgrade
Melakukan upgrade, OS pengaturan konfigurasi, program yang diinstal dan data yang
diawetkan. Dengan instalasi ini tidak perlu khawatir, karena tidak akan kehilangan data pribadi. Hanya
akan mengganti file sistem operasi lama dengan file baru ditingkatkan. Namun, perlu diingat bahwa
setelah upgrade aplikasi dan driver yang tidak kompatibel dengan OS yang baru tidak akan bekerja
seperti yang diharapkan.
Metode instalasi sistem operasi multibooting
Suatu metode dengan menginstal beberapa sistem operasi pada satu komputer. Contoh pada 1
komputer berisi OS Linux,Windows XP, 98, 2003 dan lain-lain. Menginstal setiap OS di dalam partisi
disk yang berbeda dan cara ini setiap OS akan memiliki file sendiri dan pengaturan konfigurasi. Pada
multi-boot instalasi, pengguna melihat menu ketika membuka komputer dan harus memilih OS yang
diinginkan. Tentu saja, hanya satu sistem operasi dapat berjalan pada satu waktu.
Metode instalasi sistem operasi virtualisasi
Suatu teknik baru relatif yang sering digunakan pada server. Dengan virtualisasi dapat
menjalankan salinan berbagai sistem operasi pada satu set perangkat keras dan menciptakan cara ini
beberapa mesin virtual. Setiap mesin virtual tunggal bekerja seperti komputer yang terpisah.Teknologi
ini membuat sumber daya perangkat keras tunggal fisik untuk tampil seperti sumber daya logis ganda.
SOAL
1. Apakah partisi itu?
2. Apakah sistem file itu?
3. Apakah yang dimaksud dengan metode instalasi clean?
4. Apakah yang dimaksud dengan metode instalasi upgrade?
5. Apakah yang dimaksud dengan metode instalasi multibooting?
6. Apakah yang dimaksud dengan metode instalasi virtualisasi?
7. Jelaskan secara singkat apa yang membedakan metode instalasi secara clean, upgrade, dan
multibooting?
LAMPIRAN 2: FORMAT PENILAIAN

Format Lembar Penilaian Diskusi (Kelompok)


No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
kelompok/
peserta didik
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok dengan
baik
2 Kerjasama kelompok (komunikasi)
3 Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
4 Pembagian Job
5 Sistematisasi Pelaksanaan
Jumlah Nilai Kelompok

Format Lembar Penilaian Diskusi (Individu Peserta Didik)


No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif

Penilaian Individu Peserta didik .
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
5. Jiwa kepemimpinan
6. Bermain peran
Jumlah Nilai Individu
Kriteria Penilaian
Kriteria Nilai
Nilai Kualitatif
Indikator Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang cukup 1

Lembar Keaktifan Dalam Diskusi


No Aspek yang dinilai Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
1. Bertanya (cara)
2. Menjawab pertanyaan
3. Kesesuaian dengan topik kajian
4. Cara menyampaikan pendapat
5. Antusiasme mengikuti
pembelajaran

Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
80-100 Memuaskan 4
70-79 Baik 3
60-69 Cukup 2
45-59 Kurang 1