Anda di halaman 1dari 3

INSTRUMENTASI ATOMIC ABSORPTION SPECTROSCOPY

A. Light Source
Sumber cahaya yang banyak digunakan pada AAS adalah lampu katoda berongga (Hollow
Cathode Lamp; HCL).

Katoda
Katoda terbuat dari, atau mengandung unsur yang akan dianalisis pada bagian permukaannya.
Gas
HCL diisi dengan gas inert Ar atau Ne dengan tekanan rendah 1 5 torr
Anoda
Anoda dapat terbuat dari Cobalt, Tungsten, atau Wolfram. Berbentuk cincin yang mengelilingi
mulut katoda atau berbentuk lempengan dekat mulut katoda atau ada juga berbentuk
kawat/batang yang diletakkan pada posisi yang serasi.
Window
Bahan yang digunakan sebagai jendela lampu diusahakan agar dapat mentransmisikan garis-
garis spektrum dari sinar katoda. Bahan-bahan yang biasa digunakan adalah kuarsa, pyrex, dan
suprasil.
Mechanism
1. Lampu dihubungkan dengan tegangan tinggi 300 volt dan kuat arus 5 15 mA.
2. Katoda (kutub negatif) akan memancarkan berkas elektron dengan kecepatan dan energi
tinggi.
3. Dalam perjalanannya, elektron akan menabrak atom-atom gas (Ne atau Ar) yang
mengakibatkan atom tersebut kehilngan elektronnya dan menjadi ion positif.
4. Ion positif akan menumbuk katoda dengan kecepatan dan energi tinggi.
5. Atom-atom dari katoda (atom yang sama dengan atom yang dinalisis) akan terlempar
keluar dari permukaan.
6. Atom-atom yang terlempar tersebut akan tereksitasi akibat energi tumbukan dengan ion
positif gas mulia, dan memancarkan sinar emisi yang panjang gelombangnya tertentu
sesuai dengan unusr pada katoda.

Yang perlu diperhatikan saat pemakaian HCL adalah:


1. Jangan menggunakan arus melebihi batas maksimum seperti yang dituliskan oleh
pembuatnya pada manual penggunaan lampu/cookbook.
2. Memegang lampu pada bagian pangkalnya.

B. Atomizer/Sistem Atomisasi

Atomisasi

Tanpa Nyala/
Nyala
Flameless

Flame AAS Graphite Furnace

Hydride

Dua sifat khas dari absorpsi yang menjadi keunggulan AAS:


1. Selektifitas yang tinggi
cahaya yang diabsorp atom bebas = cahaya emisi atom bebas tersebut, dengan AAS
dapat ditentukan kadar suatu ion logam tanpa harus memisahkan dari ion logam lainnya.
2. Sensitifitas yang tinggi
Jumlah atom yang tereksitasi oleh energi cahaya dari HCL lebih banyak daripada oleh
energi panas.
C. Sistem optik
1. Monokromator
Monokromator pada AAS berfungsi untuk memilih panjang gelombang cahaya yang akan
digunakan, cahaya polikromatis yang keluar/ditransmisikan dari nyala akan dijadikan
monokromatis, yang kemudian masuk ke detektor.

Grating

Prism
a. Semakin sempit slit maka cahaya akan semakin monokromatis, tetapi jumlah cahaya
yang masuk detektor semakin sedikit, sehingga diperlukan penguatan (amplifier) tetapi
akan memperbesar noise.
b. Semakin lebar slit, jumlah cahaya yang masuk detektor akan semakin banyak dan arus
yang dihasilkan akan semakin kuat. Tetapi terdapat kelemahan yaitu apabila ada panjang
gelombang yang berdekatan dengan panjang gelombang analat yang sedang ditetapkan
maka akan terdapat gangguan.
Monokromator yang lebih baik adalah
gabungan dari grating dan prisma yang
dinamakan Echelle Monocromator,
Hasilnya adalah spektrum dua dimesi.