Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hubungan Pasar dengan Koperasi


Pada prinsipnya, pasar merupakan suatu tempat yang mempertemukan penjual dan
pembeli sehingga terjadi permintaan dan penawaran atas suatu produk. Permintaan
merupakan rencana jumlah produk yang diminta pada periode waktu tertentu, sedangkan
penawaran merupakan rencana produk yang akan ditawarkan pada periode tertentu. Jika
permintaan bertemu dengan penawaran maka akan terjadi transaksi yang ketika disepakati
jumlah yang diminta dan ditwarkan atas produk tersebut maka akan terbentuk titik
keseimbangan pasar. Pasar dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu pasar barang, pasar tenaga
kerja, pasar uang, pasar modal dan pasar luar negeri. Kelima jenis pasar ini dapat
dimanfaatkan koperasi sebagai sumber daya yang bermanfaat bagi pertumbuhan koperasi.
1. Pasar Barang
Pasar barang merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang.
Koperasi dapat bergerak di pasar dengan menawarkan barang hasil produksi koperasi atau
anggota dan dapat pula melakukan permintaan akan produk yang dibutuhkan oleh
koperasi atau anggota.
Di pasar barang, produk produk yang dijual tentu tidak hanya berasal dari
koperasi melainkan juga oleh para pesaing lainnya. Oleh karena itu, manajemen koperasi
harus memenangkan persaingan itu. Untuk memenangkan persaingan tersebut dan
memperoleh konsumen yang banyak, ada dua hal yang setidaknya dilakukan oleh
koperasi, yaitu :
a. Koperasi harus kreatif dan inovatif sehingga dapat menawarkan kelebihan
khusus yang berbeda dan tidak dimiliki oleh pesaingnya.
b. Manajemen harus mampu memotivasi anggotanya agar dapat berpartisipasi aktif
dalam koperasi sehingga semakin banyak yang berpartisipasi akan lebih banyak
konsumen yang diperoleh.
2. Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan
tenaga kerja atau jasa. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep upah dan jumlah tenaga
kerja atau jasa yang dibutuhkan. Koperasi sebagai badan usaha membutuhkan tenaga
kerja untuk kegiatan operasionalnya di luar dari keanggotaan koperasi. Untuk itu tugas
utama pengurus di pasar tenaga kerja ini adalah merekrut tenaga kerja dan
menempatkannya sesuai dengan keahliannya, serta memberikan insentif yang layak bagi

1
tenaga kerja tersebut.ketika pengurus koperasi merekrut tenaga kerja, Koperasi harus
sedapat mungkin menurunkan tingkat perputaran tenaga kerja untuk meningkatkan
efisiensi kerja. Di pasar tenaga kerja koperasi juga akan bersaing dengan pesaingnya
dalam rangka merekrut tenaga kerja yang berkualitas. Oleh karena itu, Koperasi
setidaknya melakukan dua hal berikut :
a. Memberikan insentif yang relatif lebih baik dibanding dengan pesaingnya
b. Memberikan kesempatan pengembangan karier yang relatif lebih baik dibanding
dengan pesaingnya.
3. Pasar Uang
Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran akan uang. Dalam
pasar uang yang ditransaksikan adalah hak untuk menggunakan uang untuk jangka waktu
tertentu. Jadi di pasar uang akan terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya
menimbulkan hubungan utang piutang. Hubungan utang piutang ini sudah tentu
menciptakan adanya bunga yang harus dibayarkan dan yang akan diterima. Untuk itu,
koperasi harus mampu menguasai pasar agar dapat merangkul semua masyarakat yang
hendak melakukan saving sehingga koperasi dapat membantu mensejahterakan
masyarakat dengan pemberian bunga yang lebih besar dibandingkan dengan jenis usaha
jasa keuangan lainnya dan menetapkan bunga atas pinjaman yang lebih rendah
dibandingkan jenis usaha jasa keuangan lainnya.
4. Pasar Modal
Dalam arti sempit, pasar modal identik dengan bursa efek. Tetapi dalam arti yang
luas pasar modal adalah pertemuan antara mereka yang mempunyai dana dengan mereka
yang membutuhkan dana untuk modal. Bagi koperasi sendiri, memasuki pasar modal
adalah suatu fenomena yang jarang dilakukan, sebab koperasi bukan kumpulan modal
tetapi kumpulan orang orang atau badan hukum koperasi. Dalam konteks ini bukan
berarti koperasi tidak boleh memasuki pasar modal, bisa saja koperasi membeli surat
surat berharga di pasar modal jika memang ada dana menganggur dan untuk sementara
tidak dapat diinvestasikan ke dalam proses produksi di unit usaha koperasi atau unit usaha
anggota dan keputusan pembelian saham itu disetujui oleh anggota.

5. Pasar Luar Negeri


Pasar luar negeri menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan
produk impor dan penawaran dalam negeri akan produk ekspor.
Dalam rangka pengembangan koperasi, pemerintah sangat menganjurkan koperasi
untuk bergerak di pasar luar negeri, artinya melaksanakan kegiatan ekspor impor.

2
Beberapa koperasi telah mengadakan kegiatan ekspor, terutama koperasi koperasi yang
bergerak dalam industri kerajinan.

2.2 Kekuatan dan Kelemahan Koperasi dalam Sistem Pasar


Sebagai bagian dari sitem pasar secara keseluruhan, koperasi akan bersaing dengan
perusahaan-perusahaan lain yang bukan koperasi. Untuk memenangkan persaingan,
bagaimanapun koperasi harus mempunyai kemampuan bersaing di pasar. Berbagai strategi
dan kebijaksanaan yang biasa dilakukan oleh bnayak perusahaan nonkoperasi harus
digunakan oleh koperasi agar mampu meraih target pasar yang dikehendaki. Koperasi harus
mampu menggunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki, mampu mencari peluang yang dapat
meningkatkan pertumbuhan, memnafaatkan kesempatan-kesempatan yang ada dan
memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam tubuh koperasi.
2.2.1 Kekuatan Koperasi
1. Economises of scale dapat diperoleh melalui pembelian bahan/barang.
Pembelian bahan yang banyak akan merendahkan biaya rata-rata karena kan
memperoleh potongan harga sehingga harga per unitnya akan semakin murah.
2. Bargaining position dipasar diperioleh melalui penjualan produk yang
dihasilkan oleh organisasi koperasi. Bersatunya para produsen dalam sebuah
organisasi koperasi merupakan ajang yang baik dalam mengatur harga jual. Itu
berarti koperasi mempunyai kekuatan dalam penawaran produknya.
3. Kemampuan menghadapi ketidakpastian di masa yang akan datang
terutama karena dalam koperasi terdapat internal market disamping
external market. Adanya internal market memungkinkan risiko yang
ditimbulkan sebagai akibat ketidakpastian dapat ditekan serendah mungkin.
Sedangkan bila terdapat risiko sebagai akibat koperasi bergerak di external
market, risiko itu akan ditanggung bersama-sama anggota. Jadi pada akhirnya
biaya risiko per anggota akan menjadi murah.
4. Adanya interlingkage market pada koperasi merupakan kekuatan lain yang
dimiliki intitusi koperasi karena dasarnya transaksi antarkoperasi bukan
didasarkanpada profit motive melainkan non-profit motive.keadaan tersebut
dapat menurunkan biaya transaksi. Biaya transaksi disini diartikan sebagai
biaya yang dikeluarkan di luar biaya produksi. Rendahnya biaya transaksi
pada koperasi disamping karena adanya social control dan management
control, juga karena adanya kemampuan untuk menghadapi risiko
ketidakpastian, pembelian dalam jumlah banyak dan inter-linkage market.

3
Kekuatan-kekuatan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh koperasi, tetapi sisi
lain yang masih memprihatinkan adalah rendahnya tingkat pertumbuhan koperasi sebagai
akibat dari ketidakmampuan koperasi dalam mencari dan memanfaatkan peluang yang
ada.

2.2.2 Kelemahan Koperasi


Bila dikaji secara teoritis, banyak kelemahan koperasi yang timbul dari sifat
dasarnya. Dalam prinsip-prinsip koperasi yang dikemukakan terdahulu terlihat ada
kelemahan dalam struktur permodalan pada koperasi. Pemupukan modal memang bisa
dilakukan melalui partisipasi kontribusi keuangan. Tetapi cara tersebut sulit dilakukan
mengingat kelemahan dari beberapa prinsip koperasi yang ada. Kelemahan Prinsip
tersebut adalah sebagai berikut :

1. Prinsip keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela, akan mlemahkan


struktur permodalan dalam jangka panjang sebab jika perusahaan koperasi
tidak mampu melayani kepentingan anggota, ia bisa keluar dari keanggotaan
koperasi. Konsekuensinya, modal yang tertanam dalam koperasi harus
dikembalikan.
2. Prinsip control secara demokratis, menyebabkan anggota yang memiliki
modal dalam jumlah banyak akan keluar dari koperasi dan memilih masuk
organisasi nonkoperasiyang ketentuan-ketentuannya menyatakan pemilik
modal terbesar adalah yang memiliki control terbesar dalam perusahaan.
3. Prinsip pembagian Sisa Hasil Usaha berdasarkan jasa anggota, akan
mengurangi pemilik modal memasuki koperasi.
4. Prinsip bunga yang terbatas atas modal, akan mengurangi kegiatan anggota
untuk menabubg pada koperasi.
5. Kelemahan structural permodalan pada koperasi menunjukan bahwa
koperasi tidak kan cocok untuk bidang usaha yang membutuhkan modal cukup
besar dan stabil.
Untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan dari koperasi tersebut, maka ada
beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu :
1. Koperasi dapat membatasi jumlah anggota asal pembatasan itu tidak artifisial
(pembatasan yang dibuat-buat).
2. Koperasi dapat memberikan preferensi tertentu terhadap jumlah modal yang
dimasukkan oleh para anggota.

4
3. Bunga modal yang terbatas adalah bunga yang wajar; artinya bunga yang
sama di pasar.
4. Pemasukan modal pada Koperasi merupakan jasa, semakin besar modal yang
dimasukkan semakin besar jasanya.

KOPERASI DALAM BERBAGAI STRUKTUR PASAR PERSAINGAN SEMPURNA,


PASAR MONOPOLISTIK, PASAR OLIGOPOLY, PASAR MONOPOLI

A. KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual
bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara
penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat
mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga. Barang dan jasa yang
dijual di pasar ini bersifat homogeny dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat
identik.

Yang perlu dicermati dari konsepsi pasar persaingan sempurna ini bagi koperasi sebagai
perusahaan di pasar global adalah :

v Total penerimaan koperasi hanya ditentukan oleh jumlah produk yang dijual karena harga
adalah konstan

v Harga pasar tidak dapat dikendalikan oleh koperasi ataupun perusahaan lain secara
perorangan

v Perubahan harga pasar hanya terjadi karena adanya perubahan pada kurva permintaan
pasar atau pada kurva penawaran ataupun karena kedua-duanya

Oleh sebab itu persaingan harga tidak cocok oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di
pasar persaingan sempurna. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar maka koperasi
harus mampu bersaing dalam hal biaya. Menurut konsepsi keperasi biaya, produksi akan
dapat meminimumkan berdasarkan skala ekonomi baik sebagai koperasi produsen maupun
konsumen.

B. KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLISTIK

Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual dalam
pasar monopolistic tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki
karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Apabila koperasi ingin
memaksimumkan keuntungannya dalam struktur pasar monopolistic, maka secara teoritis,
koperasi harus mampu menghasilkan produk yang sangat berbeda dengan yang dihasilkan
oleh pengusaha lain.

5
Pasar monopolistik adalah bentuk dari organisasi pasar yang mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:

1. Banyak penjual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam.

2. Produk yang dihasilkan tidak homogen.

3. Ada produk substitusinya, artinya dapat digantikan penggunaanya secara sempurna oleh
produk lain.

4. Keluar atau masuk industri relatif mudah.

5. Harga produk tidak sama di semua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan
penjualnya.

6. Pengusaha dan konsumen produk tertentu sama-sama bersaing, tetapi persaingan tersebut
tidak sempurna karena produk yag dihasilkan tidak sama dalam banyak hal.

C. KOPERASI DALAM PASAR OLIGOPOLI

Pasar Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan yang
menguasai pasar, baik secara independen maupun secara diam-diam bekerjasama. Oleh
karena itu perusahaan dalam pasar hanya sedikit, maka akan selalu ada rintangan bagi
perusahaan baru untuk memasuki pasar. Dewasa ini banyak koperasi di pasar-pasar lokal
yang telah berintegrasi vertikal atau pasar-pasar yang lebih besar dimana perusahaan-
perusahaan yang telah mapan masih sangat terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi
telah berada di struktur pasar oligopoli, yaitu struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa
penjual yang menyebabkan kegiatan penjual yang satu mempunyai peranan penting bagi
penjual yang lain.

Integrasi vertikal yang dilaksanakan oleh koperasi atau perusahaan-perusahaan lainnya di


samping sebagai upaya peningkatan efisiensi perusahaan, juga untuk menghadiri persaingan
yang lebih ketat antar penjual. Dengan kebijakan harga yang lebih aktif, koperasi
menciptakan rangsangan-rangsangan yang lebih kuat bagi para pesaingnya dalam
mengurangi kesempatan masuknya koperasi baru. Jika koperasi berproduksi dengan
kemampuan yang lebih rendah, maka para pesaing dapat dengan mudah menyingkirkan
koperasi keluar pasar dan menjadikan koperasi tergantung bantuan dari luar (bantuan
pemerintah) untuk tetap hidup.

D. KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI

Pasar Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang
menguasai pasar.

Ciri-ciri dari pasar monopoli yaitu :

1. Hanya menghasilkan satu jenis produk.

6
2. Tidak terdapat produk substitusi, artinya tidak dapat digantikan dengan produk lain.

3. Terdapat banyak konsumen. Yang bersaing dalam pasar tersebut adalah konsumen,
sedangkan pengusaha bebas dari persaingan.

4. Memasuki pasar monopoli secara legal maupun alamiah sangat sulit.

Sifat-Sifat Pasar Monopoli :

v Lokal contohnya KUD sebagai penyalur tunggal Kredit Usaha Tani (KUT) dan pupuk.
Regional (Kabupaten dan Propinsi), contohnya dalam penyediaan air minum bersih oleh
perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

v Nasional contohnya, monopoli dibidang pelayanan pos, telepon, telegram dan listrik.

Jadi, berdasarkan sifat-sifat diatas, koperasi akan sulit untuk menjadi pelaku monopoli di
masa yang akan datang baik secara local, regional maupun nasional. Dengan titik pandang
dari prospek yang akan datang, struktur pasar monopoli tidak banyak memberi harapan bagi
koperasi. Selain tututan lingkungan untuk menghapus yang bersifat monopoli, pasar yang
dihadapi akan semakin terbuka untuk persaingan.

DAFTAR PUSTAKA

Id.wikipedia.org. Koperasi. Diakses tanggal 20 Februari 2015.


(http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi)

Forum.upi.edu. Topic=11929.0. Diakses tanggal 20 Februari 2015.

7
(http://forum.upi.edu/index.php?topic=11929.0)

Rachmanputraarfansyah.blogspot.com. Behaviourldefaultvmlo. Diakses tanggal 20 Februari


2015.

(http://rachmanputraarfansyah.blogspot.com/2013/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html)

Fonihamdila.wordpress.com. Pengertian Koperasi Secara Umum. Diakses tanggal 20


Februari 2015.

(https://fonihamdila.wordpress.com/2014/01/15/landasan-koperasi-dan-arti-lambang-
koperasi/)