Anda di halaman 1dari 11

Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

SUB LABORATOIRUM ILMU Nama : Abdul Aziz


MAKANAN IKAN NIM : 13837
DEPARTEMEN PERIKANAN FAKULTASAsisten : M. masbukin
PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA Tanggal : 13 november 2017

LEMBAR KERJA MAHASISWA


A. ACARA
BudidayaSpirulina

B. TUJUAN
1. Mengetahui teknik budidaya Spirulina sp.
2. Mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan mikroalga Spirulina sp.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
- rak kultur -Toples 10L
-Aerator -Hand counter
-Mikroskop -Refrakto meter
-Tabung reaksi -pH indikator
-Pipet -Termometer
-Gelas ukur -Sedwick rafter

2. Bahan
-Inokulan Spirulina sp -Air laut
-Chlorine -Vitamin B12
-Alkohol -Pupuk walne

D. CARA KERJA
a. Persiapan wadah
1. Sterilisasi Air Laut
Dicari salinitas air laut dengan menggunakan rumus:
V1 x N1 = V2 x N2
V1 = Volume air laut
N1 = Salinitas air laut awal
V2 = Volume setelah pengenceran
N2 = Salinitas setelah pengenceran
Misal = V1 x N1 = V2 x N2
= V1 x 34 ppt = 1000 ml x 15 ppt

1
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

= V1 x 34 = 15000
= V1 = 15000 : 34
= V1 = 441
Air laut yang akan digunakan untuk mencari salititas 15 ppt adalah 441 ml sedangkan air
tawar yang digunakan untuk pengenceran adalah 1000 ml 441 ml = 559 ml

Didapatkan air sebanyak 1000 ml dengan salinitas yang dibutuhkan

(kapasitas wadah yang digunakan 3 L)

Air laut dididihkan hingga mendidih
2. Sterilisasi Wadah
Dicuci bersih toples bervolume 3 liter dan perlengkapan aerasi (selang dan batu aerasi)
dengan sabun hingga bersih

Toples dan perlengkapan aerasi dikering anginkan

Toples diisi dengan air panas hingga penuh dan dimasukkan perlengkapan aerasi kedalam
toples

Diamkan selama 5 menit

Air dibuang

Setelah kering, disterilkan toples dan perlengkapan aerasi dengan mengelap seluruh bagianya
menggunakan tisu dan alkohol

Dipastikan toples dan peralatan aerasi tidak terdapat tisu yang menempel
3. Persiapan Media
Dimasukkan air laut yang sudah dididihkan kedalam toples sebanyak 1 liter

Dipasang peralatan aerasi terlebih dahulu untuk mengeluarkan sisa sisa air maupun alkohol
yang ada di batu aerasi maupun selang

2
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Toples siap diletakkan di rak kultur fitoplankton yang sudah disediakan pencahayaan buatan
dari lampu dan inkubasi dengan pendingin ruangan

Media siap ditambahkan dengan pupuk walne dan vitamin B12 sebanyak masing-masing
dengan dosis 1 ml/L kedalam media

Media kultur Spirulina sp. siap digunakan
4. Penebaran Bibit
Diambil kultur murni dari kulkas

Dibuka kultur murni disertai dengan pengelapan tutup botol dengan alcohol agar tidak
kontam

Dimasukkan kedalam media kultur (toples)

B. Pengamatan Parameter
1. Mengukur Kualitas Media Kultur
a. pH
pengukuran menggunakan kertas pH

kertas pH diambil 1 kemudian dicelupkan kedalam media kultur Spirulina sp.

dicocokkan warna yang muncul di kertas pH dengan indicator

didapatkan hasil pengukuran pH
b. Salinitas
Dibersihkan refraktometer dengan akuades untuk menstabilkan refraktometer

Diambil sample media menggunakan pipet tetes

Diteteskan 1 tetes media kedalam refraktometer

Diamati media didalam refraktometer dengan menghadap ke cahaya

3
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Didapatkan hasil pengukuran salinitas media kultur Spirulina sp.


c. Suhu
Disterilkan thermometer dengan menggunakan alkohol

Dicelupkan thermometer kealam media kultur Spirulina sp. selama 2 menit

Didapatkan hasil pengukuran suhu media kultur Spirulina sp.
2. Menghitung Kepadatan Spirulina sp
Diambil sample dengan menggunakan pipet tetes sebanyak 10 ml dimasukkan kedalam gelas
ukur

Diambil sample dari gelas ukur kemudian dimasukkan kedalam Sedgewick rafter

Diamati dengan mikroskop perbesaran 100

Dihitung kepadatan Spirulina menggunakan rumus:

N = jumlah individu/ml
Oi = luas Object glass = 0,24 dm2
Vr = Volume yang diambil = 10 ml
n = Jumlah Spirulina teramati
Vo = Volume yang diamati
P = Jumlah bidang pandang yang diamati (10x)

E. TINJAUAN PUSTAKA
Mikroalga merupakan kelompok tumbuhan berukuran renik yang termasuk
dalam kelas alga . tiameternya antara 3-30 m, baik sel tunggal maupun koloni yang
lazi disebut fitoplankton. Mikroalga umumnya bersifat fotosintesis dengan pigmen
fotosintesis hijau (klorofil, coklat (fikosantin), biru kehijauan (fikobilin) dan merah
( fikoeritin). Morfologi mikroalga berbentuk uniseluler tapi belum ada pembagian
tugas yang jelas pada sel sael komponennya. Hal itulah yang mikroalga dari
tumbuhan tingkat tinggi ( Inthe,2012)
Spirulina sp. merupakan mikroorganisme autotrof berwarna hijau kebiruan
dengan sel berkoloni membentuk filament terpilin menyerupai spiral (helix) sehingga
biasa disebut alga hijau-biru berfilamen (cyanobacterium). Filament dari spirulina
berdiri sendiri dan dapat bergerak bebas diperairan (Robi, 2014)

4
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Spirulina sp. merupakan salah satu pakanalami yang banyk dimanfaatkan


karena memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Spirulina banya dimanfaatkan
sebagai pakan alami pada kegiatan budidaya organisme laut seperi rotifer, larva
oyster, kerang mutiara, abalone, udang kakap dan kerapu (Isnanset yo dan kurniastuty,
1995). Spirulina sp memiliki kandungan pigmen fikosianin yang cukup tinggi yang
mana fikosianin sendiri merupakan pigmen yang berasosiasi dengan protein dan
bersifat polar serta larut air, dapat diekstrak dengan menggunakan pelarut air atau
buffer (Masojidek et al., 2004). Karena kandungan fikosianin ini spirulina dapat
digunakan sebagai pewarna alami makanan, kormetik dan juga untuk obat-
obatan.Fikosianin merupakan protein kompleks yang mampu meningkatkan
kekebalan tubuh, bersifat antikanker (Kozlenko dan Henson, 1998)
Fase pertumbuhan Spirulina sp terdiri dari 5 fase diantaranya fase lag yang
merupakan fase tunda/ penyesuaian terhadap linkungan baru sebelum tumbuh dan
berkembang, fase eksponensial/ logaritmik merupakan fase dimana sel spirulina dapat
meningkat/ bertambah terus dengan kecepatan konstan, fase stasioner yaitu fase
dimana jumlah sel tidak dapat bertambah lagi / cenderung konstan, fase penurunan
laju mrupakan fase ketika kepadatan sel mulai menurun karena nutrisi mulai habis,
fase deklinasi/kematian merupakan fase dimana sel mati pada faseini ditandai jumlah
sel semakin meurun sehingga ahkirnnya mati semua(Diananursati, 2012)
Siklus hidup Spirulina sp. terdiri dari proses reproduksi yang disempurnakan
dengan fragmentasi dari trikoma yang telah dewasa. Spirulina sp. berkembang biak
secara aseksual dengan cara pembelahan sel yaitu dengan memutus filament menjadi
satuan sel yang bembentuk filament baru. Ada tiga dasar reproduksi Spirulina sp.
yaitu froses gragmentasi trikoma, pembesaran dan pematangan sel hormogenia serta
perpanjangan trikoma. Selanjutnya trikoma dewasa dapat dibagi menjadi filament dan
sel pada filament/ hormogenia akan meningkat melalui pembelahan biner, tumbuh
memanjang dan membentuk spiral (Hongmei Gong et al., 2008)

F. HASIL PENGAMATAN
Tabel 1. Kelompok BS15
hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke-
BS15 0 1 2 3 4 5 6
Salinitas 23 20 24 23 22 21 20
Suhu 19.5 19 19.7 19.5 23.6 22 24
pH 7.01 8.09 8.08 8.08 8.14 8.2 8.04
Kepadatan 3451 3524 4463 6033 5735 6535 6583
keterangan : BS15 = Sinar Biru dengan Salinitas awal 15 ppt

Tabel. 2 kelompok MS15


hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke-
MS15 0 1 2 3 4 5 6
Salinitas 20 20 23 24 20 22 20
Suhu 20 19 19.7 19.5 24 22 24
pH 7.59 8.09 8.09 8.15 8.11 8.15 8.11
Kepadatan 3451 4016 5292 5805 9893 6265 6129
keterangan : MS15 = Sinar merah dengan Salinitas awal 15 ppt

5
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Tabel. 3 kelompok KS15


hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke-
KS15 0 1 2 3 4 5 6
Salinitas 23 20 24 25 20 22 23
Suhu 19.5 19 20 20 24 22.5 24.5
pH 7.53 8.08 8.18 8.22 8.21 8.26 8.16
Kepadatan 3451 2656 4154 5359 2660 6043 10388
keterangan : KS15 = Sinar putih(kontrol) dengan Salinitas awal 15 ppt

Tabel. 4 kelompok BS34


hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke-
BS34 0 1 2 3 4 5 6
Salinitas 36 38 38 40.5 38 36 35
Suhu 20 20 20.4 20 24.4 23 25
pH 7.01 8.02 7.96 8.02 8.13 8.04 8.02
Kepadatan 3451 3323 3770 6477 5561 6274 6824
keterangan : BS34 = Sinar Biru dengan Salinitas awal 34 ppt

Tabel. 5 kelompok MS34


hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke-
MS34 0 1 2 3 4 5 6
Salinitas 35 38 38 41.5 35 35 36
Suhu 20 20 20.2 21 24 23 25
pH 7.73 8.05 7.97 8.11 8.15 8.13 8.1
Kepadatan 3451 2460 4810 8028 6910 6901 8510
keterangan : MS34 = Sinar merah dengan Salinitas awal 34 ppt

Tabel. 6 kelompok KS34


hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke- hari ke-
KS34 0 1 2 3 4 5 6
Salinitas 38 39 38 43.5 38 39 40
Suhu 20 19 20.2 20 24 23 24
pH 7.48 7.91 8.05 8.06 8.11 8.14 8.02
Kepadatan 3451 2259 3046 6351 5657 6496 8.43
keterangan : KS34 = Sinar Putih(kontrol) dengan Salinitas awal 34 ppt

6
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

G. PEMBAHASAN
Spirulina sp. adalah jenis phytoplankton yang hanya memiliki 1 sel dan tumbuh
didalam air beralkali. Spirulina sp. menurut bold dan Wyne (1985) memiliki
klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Protista
Divisi : Cyanophyta
Kelas : Cyanophceae
Ordo : Nostocales
Famili : Oscilatoriaceae
Genus : Spirulina
Spesies : Spirulina sp.

Spirulina sp. merupakan mikroorganisme autotrof berwarna hijau-kebiruan,


dengan sel berkoloni membentuk filamen terpilin menyerupai spiral (helix), sehingga
disebut alga biru-hijau berfilamen (Cyanobacterium). Bentuk tubuhnya yang
menyerupai benang merupakan rangkaian sel (trichome) yang berbentuk silindris
dengan dinding sel yang tipis, berdiameter 1-12 m. Filamen Spirulina sp. hidup
berdiri sendiri dan dapat bergerak bebas (Hariyati, 2008)

Spirulina sp. merupakan organisme yang ada dimana-mana dan tersebar luas
pada lingkungan yang berbeda seperti di terestrial, rawa, air tawar, air payau, air laut.
Spirulina sp. dapat bertempat di lingkungan yang ekstrim yang organisme lain tidak
dapat hidup. Lingkungan Spirulina sp. cenderung bersifat alkali, kadar salinitas
optimum yaitu 12-20 gr/l. pH optimum Spirulina sp. yaitu 9,5-9,8. Temperatur
optimum yaitu 25-35 oC (Richmond, 2004).

Dalam praktikum ini dilakukan beberapa perlakuan diantaranya mempersiapkan


media budidaya, persiapan dawali dengan sterilisasi media budidaaya dan menjadikan
salinitas media sesua dengan keiinginan dalam hal ini air laut dipanaskan sampai
mendidih selanjutnya dilakukan pengenceran media untuk mendapatkan salinitas yang
diinginkan. Selanjutnya sterilisasi wadah dalam hal ini toples 3 liter. Sterilisasi
dilakukan dengan membersihkan toples dengan mencucinya denyan sabun. Lalu
dikering anginkan dan diisi air panas selama 5 menit untuk membunuh kuman, lalu air
di buang dan toples diusap dengan tisu dan alcohol agar lebih steril.

Stelah selesai melakukan sterilisasi selanjutnya menyiapkan media yang


digunakan. Dapam persiapan media air laur yang telah disterilkan di masukkan toples
sebanyak 1 liter, setelah itu diasukkan peralatan pendukung seperti peralatan aerasi
dan tutup toples, selanjutnya diletakkan pad rak kultur yang sudak dilengkapi
spectrum cahaa berbeda sebagai perakuan. Ruangan kultur dilengkapi pendingin
ruangan untuk menjaga temperature dan juga dibuat tertutup untuk menjaga
kesterilan. Selanjutnya ditambahka pupuk walne dan vitamin B12 pupul walne dan
vitamin B12 digunakan untuk nutrisi pertumbuhan spirulina. Dosis yang digunakan
adalah 1 ml/l. selanjutnya media siap ditebari bibit.

Penebaran bibit dilakukan dean mengambil bibit kultur murni dari dalam kulkas
sebelum diambil wadah bibit dilap dengan alcohol agar tidak kontam lalu diambil
sebanyak 10 ml dan dimasukkan media kultur. Setelah di masukkan dilakukan
pemeliharaan selama 1 minggu. Selama pemeliharaan diukur parameter setiap hari .

7
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

parameter yang diamati diantaranya kualias air dan kepadatan biomassa. Kualitas air
yang diamati diantaranya pH meter diukur dengan kertas pH, salinitas dengan
refraktometer dan suhu dengan thermometer. Selain kualitas air kepadatan spirulina
juga diukur setiap hari dengan menggunakan sedwickrafter deibawah pengamatan
mikroskop. Saat pengamataan kepadatan diambil 10 ml dari media kultur dan
ditempatkan pada sedwickrafter 1 ml lalu diamati dibawah perbesaran 100 sebanya 10
bidang pandang. Selanjutnya dimasukkan rumus dan dihitung.

Dari pengamatan parameter diperoleh beberapa data sebagai berikut:

Grafik 1 salintas selama pemeliharaan

Grafik 2 kepadatan selama pemelihara

8
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Dari 2 grafik diatas dapat dikerahui pengaruh perlakuan salinitas yang berbeda
dan spectrum cahaya yang berbeda terhadap pertumbuhan sprirulina dilihat
darikepadatan. Pada penggunaan salinitas 15 ppt dengang menggunakan spectrum
warna merah, biru dan putih diperoleh angka kepadatan yang ckup fluktuatif pada
setiap pengamatannya. Pada warna merah dan putih kepadatan cenderung lebih tinggi
dibanding warna biru dan putih. Hal tersebut dikarenkan pada spektrum merah lebih
banyak lebih mudah di serap oleh klorofil pada spirulina hal ni karena ukuran
gelombang pada spektum merah lebih panjang dari warna putih dan biru. Menurut
Campbell (2010) klorofil-a sangat baik menyerap spektrum merah. Spektrum merah
dengan panjang gelombang 630-675 nm ini nanti dimanfaatkan untuk menghasilkan
energi dalam proses fotosistem I dan fotosistem II. Cahaya yang dapat dimanfaatkan
oleh Spirulina sp. untuk proses fotosintesis ini disebut dengan Photosynthetically
Active Radiation dengan semakinmeningkatnya proses fotosintesi pada spirulina
tentu akan meningkatkan pertumbuhan spirulina dan perkembangan sprulina. Pada
salinitas 15 ppt dihari ke 5 pada spectrum melah mulai menurun hal ini dikarenakan
pada hari tersebut sel sudah sangat padat dan mulai memasuki deklinasi. Spectrum
warnamerah juga berperan penting pada peningkatan bimasa karena mempercepat
pembelahan sel namun juga semakin cepat menurun sedang pada sinar putih dan biru
sel spirulina cenderung eksponen sial terlihat dari kepadatan yang terus meningkat
sampai hari ke 6.
Pada salinitas 34 ppt urutan kepadatan biomassa spirulina juga memiliki urutan
yang sama kepadatan tertinggi pada sinar merah, disusul warna putih dan biru. Namun
pada hari ke 6 kepadatan biomassa pada warna putih memiliki hasil yang sama
dengan merah ini kemungkina disebabkan karena pada hari keenam merupakan
pertumbuhan paling pesat pada sinar putih sama seperti dengan salinitas 15 ppt. jika
dilihat keseluruhan salinitas yang menghasikan biomassa paling tinggi pada salinitas
15 ppt ini menunjukkan spirulina lebih optimal untuk berkembang pada salinitas 15
ppt. hal ini sesua pendapat Harjati, (2008) yang mana spirulina tumbuh optimal pada
salinitas 15 ppt. dalam praktikum ini tingkat salinitas dapar berkubag secara terus
menerus . hal ini kemungkinan dikarenakan karena pengaruh penguapan yang juga
dipengaruhi karena sinarnya sehingga menimbulkan penguapan. Ketika penguapan
tinggi akan menyebabkan salinitas naik.

Grafik 3. Perubahan suhu pada masa pemeliharaan

9
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Pada kelompok saya denga perlakuan BS15 ppt terlihat memiliki suhu yang
cenderung lebih rendah . rendahnya suhu ini salah satunya dipengaruhi oleh tingkat
panas yang dihasilkan pada warna spektrum. Pada warna merah suhu lebih tinggi ini
menunjukkan warna merah mempengaruhi peningkatan suhu yang sealnjutnya
berpengaruh pada salinitas. Suhu optimal spirulina adalh 20-300C (Harjati, 2008) hal
ini terlihat dari kepadatan Yang tinggi berada pada suhu diatas 200C da di bawah
300C.

Grafik 4. Perubahan ph pada masa pemeliharaan


Pada kelompok 1 nilai pH memiliki cenderung mendakati 8 yaitu dari 7.7-8.2.
pada hasil pengamatan kepadatan pada hari 3,4,5, dan 6 memiliki kepadatan yang
cukup tinggi dibanding pada hari sebelumnya saat pH masih dibawah 8. Menuru
Kabinawa (2006) Maksimal pH yang berpengaruh paling baik pada pertumbuhan
adalah pada 8,5-9.
Dari hasil pengamatan secara keseluruhan dapat diketahui kelompok paling baik
dengan menggunakan sinar merah pada salinitas 15 ppt . Hal ini terlihat dari tingginya
kepadatan pada perlakuan tersebut. Pada budidaya spirulina dari persiapan sampai
panen lingkungan harus selalu dibuat steril sehingga terbebeas dari kontaminasi.
Kontaminasi yang paling sering terjadi dan yang terjadi pada praktikum adalah
tumbuhnya zooplankton yang yang memakan spirulina.

H. KESIMPULAN
1. Teknik budidaya spirulina dimulai dari persiapan media yang terdiri dari
sterilisasi, mersiapan media yang diperlukan lalu dilanjutkan dngan pemberian
pupuk dilanjutkan penebaran benih lalu pemeliharaan dan pemanenan spirulina.
2. Dari praktikum diketahui perlakuan paling berpengaruh terhadap pertumbuhan
mikroalga spirulina dengan sinar merah dan salinitas 15 ppt hal tersebut karena
panjang gelombang cahaya yang cukup panjang sehingga lebih mudah diserap
klorofi spirulina untuk membantu fotosintesis.

10
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

I. SARAN
Sebaiknya untuk praktikum ke depan digunakan pembudidayaan secara lab dan semi
massal sehingga dapr lebih meyakinkan praktikan untuk bisa melakukan budidaya
spirulina dilihat dari pelaksanaan budidaya skala besar.

J. DAFTAR PUSTAKA
Bold,H.C. and Wyne ,Michael, J.1985. Introduction to the Algae Structure and
Reproduction,Second Edition. New Jersey: Prentice Hall,Inc.,Englewood Cliffs.
Campbell, N. A., J. B. Reece and L. G. Mitchell. 2002. Biologi V : 1st Edition. Erlangga.
Jakarta
Dianursanti. 2012. Pengembangan Sistem Produksi Biomassa Chorella vulgaris dalam
Rekator Plat Datar Melalui Optimasi Pencahyaan Menggunakan Teknik Filtrasi pada
Aliran Kultur Media. Depok . Univeristas Indonesia. disertasi.
Hariyati, R. 2008. Pertumbuhan Spirulina sp. dalam Skala Laboratorium. Jurnal Biologi Vol.
10, No, Hal. 19-22.
Hongmei, G., Yunlai, T., Jia, W., Xiaogang, W., Lixin, Z., and Congming L., 2008.
Characterization of Photosystem Ii in Salt-Stressed Cyanobacterial Spirulina sp
Platens is Cells. Biochimica et Biophysica acta, 17(77) : 488- 495.
Inthe, I.C.E. 2012. Efek Pencahayaan Terhadap Produksi Biomassa Nannochloropsis sp.
Pada Reaktor Pelat Daatar.SKRIPSI. FT. Universitas Indonesia. Depok
Isnansetyo, A dan Kurniastuty. 1995. Teknik Kultur Phytoplankton dan Zooplankton.
Kanisius. Yogyakarta. hal. 34-85.
Kabinawa, I. N. 2006. Spirulina Ganggang Penggempur Aneka Penyakit. Agromedia. Jakarta
Kozlenko, R. dan R. H. Henson. 1998. Latest Scientific Research On Spirulina: Effect On
The Aids Virus, Cancer And The Immune System
Masojidek, J., M. Koblizek, and G. Torzillo. 2004. Photosynthesis in Microalgae in: A.
Richmond (Ed). Handbook of Microalgal Culture: Biotechnology and Applied
Phycology. Blakwell Science Ltd., Iowa. p.20-39
Richmond A.2004. Biological Principles Of Mass Cultivation. In: richmond a, editor:
Handbook Of Microalgae Culture : Biotechnology and applied phycology. Blackwell.
Robi, N.H.,2014. Pemanfaatan ekstrak tauge kacang hijau (Phaseolus radiates) sebagaui
pupuk untuk meningkatkan populasi Spirulina sp.Skripsi.FPIK. UNAIR. Surabaya

NILAI

11