Anda di halaman 1dari 12

TUGAS REKAYASA TAMBAK

HIDROLOGI PADA TAMBAK

OLEH :

RAHMI AFIFI
1407112595

KELAS PILIHAN

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS RIAU

2017
TUGAS REKAYASA TAMBAK

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena rahmat dan hidayahnya
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya

Tidak lupa ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada dosen pengampu dan pihak
lain yang membantu yang tidak bisa penulis ucapkan namanya satu persatu

Makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan sehingga saran dan kritik yang
membangun sangat ditunggu dan semoga makalah ini bermanfaat pada pembacanya

Pekanbaru , 3 Oktober 2017

Penulis
TUGAS REKAYASA TAMBAK

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i


DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB II HIDROLOGI PADA TAMBAK .................................................................................. 1
2.1 Siklus Hidrologi .......................................................................................................... 1
2.1.1 Presipitasi ...................................................................................................................... 2
2.1.2 Evaporasi ....................................................................................................................... 2
2.1.3 Infiltrasi.......................................................................................................................... 3
2.2 Sumber Air .................................................................................................................. 3
2.3 Pasang Surut ................................................................................................................ 5
2.4 Sumber Air Bersih ....................................................................................................... 5
2.4.1 Sungai ............................................................................................................................ 6
2.4.2 Sumur ............................................................................................................................. 6
2.5 Estuaria ........................................................................................................................ 6
2.6 Hubungan Hidrologi dengan kualitas air .................................................................... 6
2.6.1 Salinitas.......................................................................................................................... 7
2.6.2 COD / BOD ................................................................................................................... 7
2.6.3 Suhu................................................................................................................................ 8
2.6.4 Tingkat Kekeruhan ....................................................................................................... 8
2.6.5 pH ................................................................................................................................... 9
TUGAS REKAYASA TAMBAK
BAB II
HIDROLOGI PADA TAMBAK

2.1 Siklus Hidrologi


Siklus hidrologi adalah suatu rangkaian proses yang terjadi dengan air yang terdiri dari
penguapan, presipitasi, infiltrasi dan pengaliran keluar (out flow). Penguapan terdiri dari
evaporasi dan transpirasi. Uap yang dihasilkan mengalami kondensasi dan dipadatkan
membentuk awan yang nantinya kembali menjadi air dan turun sebagai presipitasi. Sebelum
tiba di permukaan bumi presipitasi tersebut sebagian langsung menguap ke udara, sebagian
tertahan oleh tumbuh-tumbuhan (intersepsi) dan sebagian mencapai permukaan tanah.
Air yang sampai ke permukaan tanah sebagian akan berinfiltrasi dan sebagian lagi
mengisi cekungan-cekungan di permukaan tanah kemudian mengalir ke tempat yang
lebih rendah (runoff), masuk ke sungai-sungai dan akhirnya ke laut. Dalam perjalanannya,
sebagian air akan mengalami penguapan. Air yang masuk ke dalam tanah sebagian akan
keluar lagi menuju sungai yang disebut dengan aliran antara (interflow), sebagian akan turun
dan masuk ke dalam air tanah yang sedikit demi sedikit dan masuk ke dalam sungai sebagai
aliran bawah tanah (ground water flow).
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa),
dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan
berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen
siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi
secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar
terjadi di laut.

Gambar 1. Siklus Hidrologi

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
2.1.1 Presipitasi
Presipitasi adalah turunnya air dari atmosfer ke permukaan bumi yang bisa berupa
hujan, hujan salju, kabut, embun, dan hujan es. Di daerah tropis hujan memberikan
sumbangan terbesar sehingga seringkali hujanlah yang dianggap presipitasi (Triatmodjo,
2008). Sedangkan menurut Sosrodarsono (1976) presipitasi adalah nama umum dari uap
yang mengkondensasi dan jatuh ke tanah dalam rangkaian proses siklus hidrologi,
biasanya jumlah selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). Jika uap air yang
jatuh berbentuk cair disebut hujan (rainfall) dan jika berbentuk padat disebut salju (snow).
Presipitasi adalah salah satu komponen utama dalam siklus air, dan merupakan sumber
utama air tawar di planet ini.Diperkirakan sekitar 505.000 km air jatuh sebagai presipitasi
setiap tahunnya, 398,000 km diantaranya jatuh di lautan. Bila didasarkan pada luasan
permukaan Bumi, presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m, dan presipitasi tahunan rata-
rata di atas lautan sekitar 1,1 m. Presipitasi perlu diukur untuk mendapatkan data hujan yang
sangat berguna bagi pernecanaan hidrologis, semisal perencanaan pembangunan bendung,
dam, dan sebagainya.

2.1.2 Evaporasi
Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair
(contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan
dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-
angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.

Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan. Bila
tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Ketika molekul-molekul saling
bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai derajat, tergantung bagaimana
mereka bertumbukan. Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah, sehingga salah satu
molekul mendapatkan energi yang cukup untuk menembus titik didih cairan. Bila ini terjadi
di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan "menguap".

Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas tertentu
(contohnya minyak makan pada suhu kamar). Cairan seperti ini memiliki molekul-molekul
yang cenderung tidak menghantar energi satu sama lain dalam pola yang cukup buat memberi
satu molekul "kecepatan lepas" - energi panas - yang diperlukan untuk berubah menjadi uap.
Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap, hanya saja prosesnya jauh lebih lambat dan
karena itu lebih tak terlihat

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
2.1.3 Infiltrasi
Menurut Asdak (1995), ketika air hujan jatuh ke permukaan tanah ata lapisan
permukaan, sebagian air tertahan di cekungan-cekungan, sebagian air mengalir sebagai
limpasan(run off) dan sebagian lainnya meresap kedalam tanah. Saat hujan mencapai
permukaan lahan maka akan terdapat bagian hujan yang mengisi ruang kosong (void) dalam
tanah yang terisi udara (soil moisture deficiency) sampai mencapai kapasitas lapang (field
capacity) dan berikutnya bergerak kebawah secara gravitasi akibat berat sendiri dan bergerak
terus kebawah (pekolasi) kedalam daerah jenuh (saturated zone) yang terdapat di bawah
permukaan air tanah (phreatik). Air yang berada pada lapisan air tanah jenuh dapat pula
bergerak ke segala arah (ke samping dan ke atas) dengan gaya kapiler atau dengan bantuan
penyerapan oleh tanaman melalui tudung akar.
Proses masuknya air dari atas (surface) kedalam tanah disebut infiltrasi. Sedangkan
laju infiltrasi (ft) adalah daya infiltrasi maksimum yang ditentukan oleh kondisi permukaan
termasuk lapisan atas dari tanah. Perkolasi merupakan proses kelanjutan perjalanan air
tersebut ke tanah yang lebih dalam. Dengan kata lain, infiltrasi adalah perjalanan air ke dalam
tanah sebagai akibat gaya kapiler (gerakan air ke arah lateral) dan gravitasi (gerakan air ke
arah vertikal). Setelah keadaan jenuh pada lapisan tanah bagian atas terlampaui, sebagian dari
air tersebut mengalir ke tanah yang lebih dalam sebagai akibat gaya gravitasi bumi dan
dikenal sebagai proses perkolasi. Besarnya laju infiltrasi atau perkolasi dinyatakan dalam
mm/jam atau mm/hari.
Dengan demikian, proses infiltrasi melibatkan tiga proses yang saling tidak
tergantung:
1. Proses masukknya air hujan melalui pori-pori permukaan tanah
2. Tertampungnya air hujan tersebut di dalam tanah
3. Proses mengalirnya air tersebut ke tempat lain (bawah, samping, dan atas)

Laju infiltrasi/ perkolasi ditentukan oleh :


1. Jumlah air yang tersedia dipermukaan tanah
2. Sifat permukaan tanah
3. Kemampuan tanah untuk mengosongkan air di atas permukaan tanah
Berkurangnya laju infiltrasi/ perkolasi dapat terjadi karena dua alasan. Pertama,
bertambahnya kelembaban tanah menyebabkan butiran tanah berkembang dan dengan
demikian akan menutup ruang pori-pori tanah. Kedua, aliran air ke bawah tertahan oleh

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
gaya tarik butir-butir tanah.

Gambar 2. Proses presipitasi, infiltrasi dan evaporasi

2.2 Sumber Air


Kita ketahui bahwa sumber air merupakan komponen penting untuk penyediaan air
bersih karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi.
Berikut ini adalah 5 macam sumber air minum yang dapat digunakan :
a. Air Laut
Air ini sifatnya asin karena mengandung garam NaCl. kadal garam Nacl dalam air
laut 3% dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum.
b. Air Hujan
Cara menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya jangan saat air hujan baru
mulai turun, karena masih mengandung banyak kotoran. Air hujan juga mempunyai sifat
agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-baik reservoir sehingga hal ini
akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Air hujan juga mempunyai sifat luna
sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun
c. Air Permukaan
Air permukaan adalah air yang mengalir di perbukaan bumi, Pada umumnya air
permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur,
batang kayu, daun, kotoran industri dan lainnya. Untuk meminumnya harus melewati proses
pembersihan yang sempurna.
d. Air Tanah
Air tanah adalah air yang berada di bawah tanah di dalam zone jenuh dimana tekanan
hidrstatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suryono, 1993:1).

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
e. Mata Air
Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tana dengan
hampir tidak dipengaruhi oleh musim, sedangkan kualitasnya sama dengan air dalam.

2.3 Pasang Surut


Pasang surut laut adalah perubahan gerak relatif dari materi suatu planet, bintang dan
benda angkasa lainnya yang diakibatkan aksi gravitasi benda-benda angkasa. Berikut
beberapa pengertian dan hal-hal yang berkaitan dengan pasang surut laut :
1. Pasang surut laut terjadi karena massa bulan menghasilkan gaya tarik gravitasi
terhadap air laut tersebut ke arah kedudukan bulan yang diimbangi oleh gaya tarik
bumi terhadap air laut.
2. Pasang surut laut dihasilkan oleh rotasi bumi serta revolusinya mengelilingi matahari.
Gerakan tersebut kemudian menghasilkan gerakan air laut yang akan dimodifikasi
oleh air laut.
3. Pasang surut laut terjadi adanya medan gaya di permukaan bumi yang dibangkitkan
oleh bulan dan matahari. Arah dan bedanya gaya berubah-ubah secara periodik
tergantung pada posisi kedua benda langit tersebut terhadap bumi. Selanjutnya gaya-
gaya tersebut merupakan gaya yang membangkitkan pasut laut atau biasa disebut gaya
pembangkit pasut.
4. Pasang surut laut merupakan naik turunnya air laut secara periodik sebagai akibat
adanya gaya tarik menarik antara bumi, bulan dan matahari.

Periode pasang laut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak
atau lembah gelombang berikutnya. Panjang periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25
menit hingga 24 jam 50 menit.

2.4 Sumber Air Bersih


Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan
biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka
sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi.
Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum
adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat.
Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini
telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 C, banyak zat berbahaya, terutama
logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.
2.4.1 Sungai
Rata-rata lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di
dunia. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang)
sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi
kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. Sebagai
contoh air bersih di lembah sungai Amazon walupun ketersediaannya cukup, lokasinya
membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk mengekspor air ke tempat-tempat yang
memerlukan.
2.4.2 Sumur
Sumur atau perigi adalah sebuah sumber air yang digali. Namun selain sumber air,
sumur juga bisa merupakan sumber minyak atau gas.
Sebuah sumur tradisional biasanya berupa lubang yang agak besar dan diberi tembok
bulat pinggirnya. Biasanya lalu air ditimba dengan sebuah ember. Sumur-sumur modern,
terutama di Indonesia di daerah perkotaan, biasanya kecil dan hanya sebesar pipa pralon saja.
Airnya disedot dengan sebuah piranti listrik yang sering disebut dengan nama "pompa air".

2.5 Estuaria
Estuari atau estuaria adalah badan air setengah tertutup di wilayah pesisir, dengan satu
sungai atau lebih yang mengalir masuk ke dalamnya, serta terhubung bebas dengan laut
terbuka.Kebanyakan muara sungai ke laut membentuk estuari; namun tidak demikian jika
bermuara ke danau, waduk, atau ke sungai yang lebih besar.
Estuari merupakan suatu mintakat peralihan (zona transisi) antara lingkungan sungai
dengan lingkungan laut, dan dengan demikian, dipengaruhi baik oleh karakter sungai yang
membentuknya (misalnya banyaknya air tawar dan sedimentasi yang dibawanya), maupun
oleh karakter lautan di sisi yang lain (misalnya pasang surut, pola gelombang, kadar garam,
serta arus laut). Masuknya baik air tawar maupun air laut ke estuari merupakan faktor yang
meningkatkan kesuburan perairan, dan menjadikan estuari sebagai salah satu habitat alami
yang paling produktif di dunia.
2.6 Hubungan Hidrologi dengan kualitas air
Hubungan hidrologi dengan kulaitas air sangat erat. Dikarenakan untuk menjadi
sebuah hujan yang akan turun ke bumi, air mengalami proses siklus hidrologi terlebih dahulu
agar dapat melakukan penguapan dan membentuk awan.

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
Akibatnya bila air yang menguap memiliki kualitas yang buruk (limbah) sehingga
yang akan menguap adalah air yang berkualitas buruk juga, dan begitu juga sebaliknya jika
air yang mengalami penguapan merupakan air yang berkualitas baik, maka air yang akan
turun ke permukaan bumi merupakan air yang berkualitas baik pula.

2.6.1 Salinitas
Salinitas adalah Banyaknya garam alam gram yang terdapat pada satu liter air laut.
Salinitas biasanya dinyatakan dengan per mil () atau perseribu yang menunjukkan berapa
gram kandungan mineral dalam setiap 1.000 gram air laut. Misalnya, salinitas Laut Jawa
32, hal ini berarti bahwa dalam setiap 1.000 gram air Laut Jawa terlarut kadar garam
sebanyak 32 gram. Salinitas disebut juga

Konsentrasi garam terlarut dalam volume tertentu air disebut salinitas. Salinitas
adalah baik dinyatakan dalam gram garam per kilogram air, atau dalam bagian per seribu (ppt
atau ). Sebagai contoh, jika Anda memiliki 1 gram garam, dan 1.000 gram air, salinitas
Anda adalah 1 g / kg, atau 1 ppt.

Departemen Pertanian mendefinisikan salinitas adalah tingkat keracunan tanah yang


disebabkan karena tingginya kadar garam terlarut dalam tanah yang dipengaruhi oleh pasang
surut dan intrusi air laut. Pengaruh salinitas terhadap pertumbuhan tanaman dapat
berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. Pengaruh langsung terhadap petumbuhan
tanaman diakibatkan oleh tingginya konsentrasi garam yang terdapat pada tanah terutama
garam NaCl dan karena tingginya potensial osmotik larut tanah. Sedangkan pengaruh tidak
langsung adalah karena pengaruh buruknya terhadap sifat fisika dan kimia tanah.

2.6.2 COD / BOD


BOD (Biological Oxygen Demand) merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen
yang dibutuhkan oleh bekteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan
tersuspensi dalam air buangan, dinyatakan dengan BOD5 hari pada suhu 20 C dalam
mg/liter atau ppm. Pemeriksaan BOD5 diperlukan untuk menentukan beban pencemaran
terhadap air buangan domestik atau industri juga untuk mendesain sistem pengolahan limbah
biologis bagi air tercemar. Penguraian zat organik adalah peristiwa alamiah, jika suatu badan
air tercemar oleh zat organik maka bakteri akan dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam
air selama proses biodegradable berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian pada
biota air dan keadaan pada badan air dapat menjadi anaerobik yang ditandai dengan
timbulnya bau busuk.

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
Sedangkan COD (Chemical Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen yang
dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan
memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen. Angka COD merupakan
ukuran bagi pencemaran air oleh zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui
proses biologis dan dapat menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air.

2.6.3 Suhu
Suhu udara (temperatur) adalah keadaan udara ypada waktu dan tempat tertentu. Suhu
dipengaruhi oleh beberapa hal berikut ini:

a. Penyinaran matahari, meliputi jarak dan lamanya penyinaran, serta besar kecilnya
sudut datangmatahari. Semakin besar intensitas penyinaran matahari, semakin tinggi
temperatur udaranya.
b. Tinggi rendahnya permukaan daratan. Semakin tinggi suatu tempat di daratan dari
permukaan air laut, semakin rendah temperatur udaranya.
c. Sifat permukaan bumi. Permukaan daratan bersifat lebih cepat menyerap dan
melepaskan panas, dibandingkan dengan permukaan laut.

Suhu udara di suatu tempat dapat diketahui dengan menggunakan sebuah alat ukur,
yaitu termometer. Naik turunnya temperatur udara dapat dilihat pada angka yang tertera pada
tabung kaca termometer. Satuan derajat untuk temperatur udara antara lain Celcius (C),
Fahrenheit (F), dan Reamur (R). hasil pengukuran suhu udara diberbagai tempat dapat
dipetakan. Garais-garis pada peta yang menghubungkan daerah yang memiliki suhu udara
sama disebut isoterm.

2.6.4 Tingkat Kekeruhan


Kekeruhan adalah ukuran yang menggunakan efek cahaya sebagai dasar untuk
mengukur keadaan air baku dengan skala NTU (Nephelometrix Turbidity Unit) atau JTU
(Jackson Turbidity Unit) atau FTU (Formazin Turbidity Unit). Kekeruhan dinyatakan dalam
satuan unit turbiditas, yang setara dengan 1 mg/liter SiO2. Kekeruhan ini disebabkan oleh
adanya benda tercampur atau benda koloid di dalam air. Hal ini membuat perbedaan nyata
dari segi estetika maupun dari segi kualitas air itu sendiri (Hefni, 2003).
Air yang baik adalah jernih (bening) dan tidak keruh. Batas maksimal kekeruhan air
bersih menurut PERMENKES RI Nomor 416 Tahun 1990 adalah 25 skala NTU
(Nephelometric Turbidity Unit). Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan
anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang

RAHMI AFIFI (1407112595)


TUGAS REKAYASA TAMBAK
dihasilkan oleh buangan industri. Dan akibatnya bagi budidaya perairan adalah dapat
mengganggu masuknya sinar matahari, membahayakan bagi ikan maupun bagi organisme
makanan ikan. Serta dapat mempengaruhi corak dan sifat optis dari suatu perairan.
Kekeruhan adalah jumlah dari butir-butir zat yang tergenang dalan air. Kekeruhan
mengukur hasil penyebaran sinar dari butir-butir zat tergenang. Makin tinggi kekuatan dari
sinar yang terbesar, makin tinggi kekeruhannya. Bahan yang menyebabkan air menjadi keruh
termasuk tanah liat, endapan (lumpur), zat organik dan bukan organik yang terbagi dalam
butir-butir halus, campuran warna organik yang bisa dilarutkan, plankton, jasad renik
(mahluk hidup yang sangat kecil)

2.6.5 pH
pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau
kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion
hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara
eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah
skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan
berdasarkan persetujuan internasional.

Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Sren Peder Lauritz
Srensen pada tahun 1909. Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "pH".
Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp (pangkat),
yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz (yang juga berarti pangkat), dan ada pula
yang merujuk pada kata potential. Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada
tahun 2000 yang berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti "logaritma negatif".

Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 C ditetapkan sebagai 7,0.
Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih
daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam
bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi,
kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja
bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang
lebih rendah.

RAHMI AFIFI (1407112595)