Anda di halaman 1dari 25

i

ARTIKEL K3KECELAKAAN AKIBAT KERJA DAN


PENCEGAHAN DI BIDANG ANGKUTAN UDARA

Disusun Oleh :

Nama :

- Ahdan Shadiqan 021700027

Prodi : Elektronika Instrumentasi


Jurusan : TeknoFisika Nuklir
Dosen : Bpk. Toto Trikasjono, ST., M.KES

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

YOGYAKARTA

2017
i

Kata Pengatar :

Puji syukur kita panjatkan atas rahmat dari ALLAH SWT serta salawat serta salam kita
junjungkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW karena atas berkat beliau kita
dapat menghirup nafas lega di zaman yang terang benderang seperti pada saat ini.
Sehingga saya dapat membuat Artikel tentang K3 di bidang angkutan udara, ini semua
berkat rahmat ALLAH semata. Yang ada dipikiran saya semua serta ide-ide berlian adalah
berkat ALLAH yang telah membantu saya sehingga dapat menyelesaikan tugas.

Artikel ini dibuat agar menambah wawasan tentang keselamatan kesehatan kerja
dibindang angkutan udara.. kajian artikel ini berperan penting dalam K3 pada salah satu
pekerja yang berkontrubusi dalam teknik penebangan.

Pesawat adalah angkutan umum yang paling safety atau aman. Sebagai contoh ketika
adanya kecelakaan pesawat semua media dan semua orang di pastikan heboh karena hal
itu. Kecelakaan ini dapat dicegah dengan adanya pembelajaran K3 pada semua pekerja.

Dan semua pekerja diharapkan untuk mempelajari apa itu k3 dan mengoperasikan dengan
baik pada dunia nyata ini. Dikarenakan semua pekerja harus selamat dalam pekerjaan
tersebut
2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar....................................................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................................................ ii
BAB I
Pendahuluan........................................................................................................................... 3
BAB II
Pembahasan............................................................................................................... ............6
Peralatan Emergency............................................................................................................11
Peraturan pada angkutan udara.............................................................................................14
Penanggulangan Hazard.......................................................................................................15
Alat Perlindungan Diri.........................................................................................................16

Potesi Kecelakaan.................................................................................................................19

Upaya Pencegahan...............................................................................................................22

BAB III

KESIMPULAN....................................................................................................................23

Daftar Pustaka......................................................................................................................24

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Transportasi udara atau bisa di sebut pesawat adalah transportasi paling aman di dunia.
Semua maskapai penerbangan selalu memeriksa pesawat dengan teliti agar tidak terjadi
kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan pihak dari maskapai harus bertanggung jawab dengan
hal ini di sebutkan pada pasal pasal tentang bagian pesawat udara. Dalam dunia
penerbangan terdapat 3 hal yang berkaitan yaitu keamanan , keselamatan dan kecelakaan
penerbangan.
Yang bertanggung jawab terhadap keselamatan penerbangan yaitu
1. Otorita penerbangan (direktorat kelaikan udara)
2. Operator penerbangan (Airlines)
3. Manufaktur (pabrik pesawat)

Perkembangan teknologi penerbangan mempunyai dampak yang sangat positif terhadap


keselamatan penerbangan . hal itu tampak dari peningkatan keselamatan , dengan menurun
nya korban kecelakaan pesawat udara setiap tahunnya.
Sejarah penerbangan
Pemikiran manusia untuk bisa mengangkasa telah berlangsung sejak sejarah peradaban
mereka dimulai. Impian itu telah tumbuh dan mengisi benak mereka, bahkan jauh sebelum
Wright bersaudara lahir. Sejak legenda Yunani Daedelus dan Icarus hingga mewujudkan
Stasiun luar Angkasa MIR, manusia terus berdiskusi, menganalisa, berupaya, dan akhirnya
melakukan pencapaian penerbangan. Kendati teknologi terus berkembang secara dramatik,
impian untuk terus berkembang tak pernah berhenti. Meski mungkin lebih terkenal karena
karya cipta seninya, Leonardo da Vinci adalah orang pertama yang melakukan studi ilmiah
mengenai mekanika penerbangan. Pada akhir abad ke-15, ia membuat sketsa sebuah mesin
terbang yang dinamai Ornithoper.
Dalam sketsa itu, Ornithopter itu memiliki sayap yang akan mengepak-epak ketika "pilot"
melepaskan kakinya. Toh, Ornithopopter tak pernah terwujud secara fisik. Meski,
walaupun Davinci melakukanya, mesin terbangnya tak mungkin bisa bekerja, sebab
manusia manusia tak mungkin bisa mengangkat bebanya sendiri dengan sekedar
mengepak-ngepakkan sayap yang ditempel ditubuhnya.
Mesin terbang pertama pertama yang bisa dibuat adalah sebuah balon berisi udara panas
Montgolfier bersaudara dari perancis pada 1782. Balon mereka bisa mengangkasa setelah
api memanaskan udara didalam balon tersebut.Seekor bebek, kambing, dan tikus kecil
menjadi penumpangpertama. Namun, pada november 1783,keduanya berhasil terbang
diatas Paris selama 25 menit dan menjadi manusia pertama yang melakukan penerbangan
bebas.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


4

Satu catatan penting, manusia memang berhasil mengangkasa, tetapi balon membuat
manusia kesulitan mengarahkan penerbangan. Balon yang bisa dikendalikan pertama kali
dibuat oleh henri giffard pada 1852. Bentuknya seperti cerutu dan menggunakan hidrogen
untuk bisa mengangkasa. Balon ini juga memiliki mesin yang menggerakkan baling-baling
serta menggunakan kemudi untuk mengontrol arah. Balon udara LaFranc di buat pada
1884 oleh Charles Renard dan A.C Krebs, adalah udara pertama yang bisa digerakkan ke
semua arah tanpa bergantung pada arah angin. Count ferdinand von Zeppelin dari jerman
menyempurnakan kekakuan pengendalian balon udara itu pada awal abad ke-20.
Selama perang dunia I, Zeppelins digunakan sebagai pembawa bom yang
dijatuhkan diatas kota London. Pasca perang, Zepellins sukses menjadi pengangkut
penumpang komersial. Namun hindenburg-Zeppelins paling besar dan paling terkenal yang
pernah dibuat meledak pada 6 mei 1937, saat mencoba di New Jersey. Tiga puluh enam
dari 97 penumpang didalamnya tewas. Itulah akhir dari penerbangan balon udara
komersial. Ketika Giffard, Zeppelin, dan rekan-rekan mereka melakukan penelitian balon
udara, seseorang lebih berkonsentrasi pada pesawat bersayap. Sir george Cayley, kerap
disebut sebagai Bapak Aerodinamika Modern, menemukan kaidah penerbangan yang
menjadi awal pengembangan pesawat terbang sesungguhnya. Ia mengaplikasikan
penelitianya dengan membuat pesawat tanpa mesin pada pertengahan abad ke-19.
Berbagai karya tulis yang dibuat Cayley dilanjutkan oleh seorang jerman, Otto Lilienthal.
Ia berhasil membuat 2500 penerbangan dengan glider (pesawat tak bermesin, yang
membuktikan nilai penemuannya. Toh pencapaian menthal masih belum cukup melawan
terpaan angin. Ia tewas bersama glidernya pada tahun 1896. Adalah Orville dan Wilbur
dengan penerbangan bersejarah di Kitty Hawk, Membuktikan mereka mampu menjawab
tantangan sebelumnya. Penerbangan mereka menunjukkan "benda" yang mereka tumpangi
mampu menjawab dua kendala utama sebuah penerbangan, yakni sumber tenaga yang
cukup dan efektif mengontrol arah. Pada 17 desember 1903, Wright bersaudara mampu
mewujudkan penerbangan pertama yang terkontrol, berawak, bertenaga, dan lebih ringan
daripada udara. Penerbangan pertama ini berlangsung selama 12 detik dan melaju sejauh
120 kaki.
Perkembangan pesat. Namun, dampak keberhasilan meeka baru benar-benar terasa
pada 1908, tatkala keduanya mendemonstrasikan pencapaian mereka di AS dan Perancis.
Setahun kerikutnya, benar-benar berlangsung penerbangan bersejarah ketika Louis Bleriot
menerbangkan pesawat terbang mono menyebrangi Selat Inggris dari Perancis ke Inggris.
Ini menjadikan Bleriot orang pertama yang menyebrangi lautan atau dari satu negara ke
negara lain dengan pesawat terbang. Juga di Perancis, Elise Deroche dikenal sebagai "La
Baronne De La Roche" menjadi wanita pertama yang mendapatkan lisensi sebagai pilot.
Pada tahun yang sama pesawat mmiliter AS pertama dibuat oleh Wright bersaudara. Dua
tahu kemudian, Glenn Curtiss, bapak penerbangan angkatan laut berhasil melakukan
penerbangan lautan pertamanya di San Diego. Perang dunia I , kenyataanya, turut
mempercepat berbagai kemajuan dalam menggunakan teknologi untuk penerbangan.
Diawal perang, pesawat terbang digunakan untuk observasi, sementara dimasa perang
berkecamuk dengan tambahan mesin peluru, pesawat terbang menjadi senjata efektif
selama perang. Inovasi dalam rancangan juga semakin membuat pesawat terbang lebih

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


5

besar, lebih cepat dan mampu membawa bom. Pada 1918, AS menjadi negara pertama
yang menawarkan layanan pos udara yang terjadwal tetap. Juga rute penerbangan tetap
antara Washingthon D.C dan New York.
Pada 1932 Amelia Earhart juga mencapai status legendaris. Ia menjadi pilot wanita
pertama yang menyebrangi atlantik seorang diri. Namun, orang lebih mengenangnya
setelah ia tidak pernah muncul kembali pada penerbangan bersama navigatornya pada
1937. Earhart terbang dari miami dengan rencana mengelilingi dunia. Namun setelah suara
terakhirnya diterima dilautan Pasifik, setelah itu ia dan navigatornya tak pernah kembali.
Beragam teori di kembangkan namun hingga kini belum terungkap apa yang sesungguhnya
terjadi.
Seiring penerbangan terakhir Earhart, seseorang bernama Igor Sikorsky mengenbangkan
pesawat jenis lainya yang sekarang dikenal dengan helikopter. Ia menyempurnakan
helikopter dengan rotor tunggal pada 1930-an dan pada dekade setelahnya helikopter
semakin disempurnakan bentuk dan kemampuanya. Saat ini helikopter banyak digunakan
untuk kepentingan militer, penyelamatan darurat, dan tujuan komersial.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


6

BAB II
PEMBAHASAN

Penyebab kecelakaan pesawat biasanya di akibatkan oleh 3 faktor yaitu faktor teknis ,
faktor cuaca dan faktorkesalahan manusia ( human factor dan human error. Dalam statistik
human error adalah penyumbang terbesar dalam kecelakaan sekitar 2/3 dari kecelakaan
pesawat komersial .
A. Human Factor

Walupun interaksi dengan teknologi yang cangih di pesawat , human faktor


bukanlah bentuk teknologi dalam bidang penerbangan. Human faktor adalah suatu
multi-disiplin ilmu yang mencoba mengoptimalkan interaksi antar manusia,
perangkat/mesin, prosedur yang menunjang dalam suatu sistem untuk mencapai
tujuan tertentu. Dan karena cangkupan yang cukup luas sehingga human faktor
memerlukan riset yang lebih lama dari riset-riset yang lainnya. Human faktor
konsentrasi pada kemampuan dan keterbatasan manusia dalam penggunaan suatu
sistem. Human faktor ini dikenal pada tahun 1970, dimana pada saat itu banyak
terjadi kecelakaan yang di sebabkan karena interaksi antar manusia, perangkat yang
dioperasikan , prosedur pengoperasian dan belum ada regulasi yang semua aktifitas
penerbangan .
Secara umum human faktor di pengaruhi oleh performa yaitu aktifitas anusia yang di
gambarkan dalam bentuk bagaimana manusia menjalankan suatu aktifitas atau pekerjaan
secara akurat, tepat dan cepat. Ada 4 faktor yang mempengaruhi performa yaitu :
1. Faktor fisik mencangkup ukuran badan, tinggi atau pendek , usia , kekuatan ,
penglihatan , pendengaran .
2. Faktor fisiologi mencangkup kesehatan, kondisi medis secara umum seperti
tekanan darah, gula darah , detak jantung ,cacat secara fisik dll
3. Faktor psikologi mencangkup mental , emosional secara umum
4. Faktor psikososial mencangkup emosional atau kesedihan yang dipengaruhi oleh
kematian orang yang di cintai , masalah dalam keluaraga, keuangan dll
Semua pekerja dalam bidang angkutan udara perlu mempelajari tentang apa itu human
faktor. Semuaitu yaitu :
1. Manusia adalah penyebab terjadinya accident dan incident angkutan udara
2. Terjadinya accident dan incident dapat ditelusuri jauh dari sebelum terjadi nya
kecelakaan
3. Human faktor dapat meningkatan efektifitas dan efesiensi terhadap aktifitas yang di
lakukan, peningkatan menggunakan peralatan , menurunnya kesalahan yang
ditimbulkan serta peningkatan produktifitas.
4. Human faktor dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan. Menurunkan stres
dan kelelahan, kemudahan terhadap adaptasi,meningkatkan kepuasan terhadap
pekerja dan yang terpenting adalah meningkatkan kualitas hidup dari manusia yang
bekerja .

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


7

BENTUK DIAGRAN ALIR KECELAKAAN AKIBAT HUMAN FAKTOR

Accident Cacat
Menimbulkan
kerugian
Penyakit

Incident
Tidak Harta
menimbulkan benda
kerugian

Secara garis besar . kegiatan manusia dapat di golongkan dalam dua komponen utama
yaitu :
1. Kerja fisik (menggunakan otot sebagai sentral)
2. Kerja mental (menggunakan otak ssebagai pencetus utama)
Kedua kegiatan ini tidak dapat di pisahkan secara sempurna mengingat terdapat hubungan
yang erat antara satu dengan yang lainnya
Faktor manusia juga didefinisikan secara ilmiah mengenai kapasitan dan batasan yang
dimiliki manusia dalam perancangan sistem atau produk atau lingkungan dan sebagainya
agar aman, efektif, efesien, produktif fan mudah digunakan faktor manusia seringkali di
samakan dengan ergonomi, usability engineering , ergonomi kognitif atau user-centered
design.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


8

Diagram Alir Analisis Kecelakaan pesawat

KEGAGALAN

PENGARUH
KOMUNIKASI

PENGAWASAN YANG TIDAK INTERAKSI YANG


AMAN TIDAK AMAN

ACCIDENT

TINDAKAN
TIDAK
AMAN

Keterangan :
a. Pengaruh komunikasi (Tidak diperlukan clearence untuk runway crosswing
menuntut FAA pada saat itu)
b. Pengawasan yang tidak aman (Penerbang dan ATC gagal untuk mengoreksi
kesalahan pada saat pesawat line-up akan take off

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


9

c. Interaksi yang tidak aman (tidak ada interaksi antara crew dan ATC walaupun
pihak crew sudah melihat bahwa lampu pada runway yang salah , tidak menyala)
d. Tindakan tidak aman (Banyak pembicaraan yang tidak berguna pada flight deck
saat taxi mengakibatkan crew kehilangan konsentrasi dan kewaspadaan

B. Human error
Dalam human error penerbang andil yang lebih banyak, karena penerbang adalah
rangkaian terakhir dari rantai aktifitas penerbangan yang harus mengidentifikasi dan
mengoreksi error sebelum berubah menjadi kecelakaan yang fatal.
Pada dasarnya human error adalah poor human decision making ( kurang tepatnya
untuk mengambil keputusan)
1. Informasi yang tidak lengkap
2. Informasi yang kurang akurat
3. Proses informasi yang salah
Semua manusia mempnyai keterbatasan untuk memproses informasi yaitu hanya terbatas
pada 7 obyek (plus minnus 2) dalam memori dalam otak kita pada saat bersamaan .pada
penerbangan menggunakan visual (penglihatan) maupun auditory (pendengaran).
Riset membuktikan bahwa kecelakaan akibat kerja di karenakan oleh beban kerja
(workload) yang tinggi dan pekerjaan yang menjenuhkan di dalam flight deck .

Human error seringkali dinyatakan sebagai faktor utama penyebab terjadinya suatu
kecelakaan. Bagi masyarakat awam, berita-berita tentang kecelakaan transportasi
dengan human error sebagai penyebabnya sering diartikan sebagai kesalahan manusia
operator sistem (misalnya masinis, pilot, dsb). Persepsi ini sebenarnya kurang tepat,
mengingat banyak faktor dan aspek lain yang dapat secara langsung maupun tidak
mendorong seorang operator melakukan tindakan yang tidak tepat.
Diawal tahun 1960an, Payne dan Altman menyatakan HE sebagai kegagalan dalam
konteks human information processing, dimana error dibagi atas input, proses, dan
output, dimana penekanannya adalah kesalahan dalam konteks perancangan sistem .
Hagen dan Mays (1981) mendefinisikan HE sebagai kegagalan manusia (operator)
dalam melakukan suatu tindakan, yang diukur dengan sejumlah kriteria seperti akurasi,
rangkaian, atau waktu. Salah satu teori human error yang banyak digunakan di
berbagai bidang adalah swiss cheese model (Reason, 1997). Model ini menyebutkan
bahwa suatu kecelakaan terjadi saat berbagai rangkaian proses (cheese layer) pada
suatu sistem memiliki kegagalan yang berada pada poros yang sama (alligned).
Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan dapat diprediksi dengan melihat
peluang terjadinya kegagalan pada masing-masing aktivitas terkait.
Penggunaan teknologi canggih dan otomasi (seperti autopilot) umumnya membantu
operator dalam menjalankan aktivitas-aktivitas rutin (misalnya navigasi, penelusuran
jalur penerbangan, dll), namun juga ditengarai sebagai sumber salah satu faktor yang
dapat berkontribusi pada terjadinya HE (Parasuraman & Riley, 1997; Park, 1997).
Penggunaan teknologi seperti ini acap mengubah peran utama operator dari

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


10

mengoperasikan sistem menjadi memonitor sistem. Akibatnya, saat suatu kecelakaan


terjadi, dampak yang ditimbulkan menjadi sangat besar.
Pentingnya pemahaman dan kajian yang mendalam atas human error di bidang
transportasi dapat dipahami bila menilik besarnya kontribusi human error atas berbagai
kejadian kecelakaan. Park (1997) Di dunia militer, 40 60% aspek manusia
berkontribusi pada kesalahan sistem persenjataan dan pelayaran. Angka ini sekitar
60% untuk penerbangan militer. Di dunia penerbangan pada umumnya, misalnya,
sebuah estimasi (Wiegmann dan Shappell, 1999) menyebutkan bahwa sekitar 70 80%
penyebab kecelakaan adalah human error. Untuk sistem-sistem pada umumnya, 20
80% kegagalan terkait dengan human error. Sisanya adalah karena keausan
peralatan/mesin, aspek lingkungan, dll.
Human error seringkali dinyatakan sebagai faktor utama penyebab terjadinya suatu
kecelakaan. Bagi masyarakat awam, berita-berita tentang kecelakaan transportasi
dengan human error sebagai penyebabnya sering diartikan sebagai kesalahan manusia
operator sistem (misalnya masinis, pilot, dsb). Persepsi ini sebenarnya kurang tepat,
mengingat banyak faktor dan aspek lain yang dapat secara langsung maupun tidak
mendorong seorang operator melakukan tindakan yang tidak tepat.
Diawal tahun 1960an, Payne dan Altman menyatakan HE sebagai kegagalan dalam
konteks human information processing, dimana error dibagi atas input, proses, dan
output, dimana penekanannya adalah kesalahan dalam konteks perancangan sistem
(Park, 1997). Hagen dan Mays (1981) mendefinisikan HE sebagai kegagalan manusia
(operator) dalam melakukan suatu tindakan, yang diukur dengan sejumlah kriteria
seperti akurasi, rangkaian, atau waktu. Salah satu teori human error yang banyak
digunakan di berbagai bidang adalah swiss cheese model (Reason, 1997). Model ini
menyebutkan bahwa suatu kecelakaan terjadi saat berbagai rangkaian proses (cheese
layer) pada suatu sistem memiliki kegagalan yang berada pada poros yang sama
(alligned). Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan dapat diprediksi dengan
melihat peluang terjadinya kegagalan pada masing-masing aktivitas terkait.
Penggunaan teknologi canggih dan otomasi (seperti autopilot) umumnya membantu
operator dalam menjalankan aktivitas-aktivitas rutin (misalnya navigasi, penelusuran
jalur penerbangan, dll), namun juga ditengarai sebagai sumber salah satu faktor yang
dapat berkontribusi pada terjadinya HE (Parasuraman & Riley, 1997; Park, 1997).
Penggunaan teknologi seperti ini acap mengubah peran utama operator dari
mengoperasikan sistem menjadi memonitor sistem. Akibatnya, saat suatu kecelakaan
terjadi, dampak yang ditimbulkan menjadi sangat besar.
Pentingnya pemahaman dan kajian yang mendalam atas human error di bidang
transportasi dapat dipahami bila menilik besarnya kontribusi human error atas berbagai
kejadian kecelakaan. Di dunia militer, 40 60% aspek manusia berkontribusi pada
kesalahan sistem persenjataan dan pelayaran. Angka ini sekitar 60% untuk
penerbangan militer. Di dunia penerbangan pada umumnya, misalnya, sebuah estimasi
(Wiegmann dan Shappell, 1999) menyebutkan bahwa sekitar 70 80% penyebab
kecelakaan adalah human error. Untuk sistem-sistem pada umumnya, 20 80%
kegagalan terkait dengan human error. Sisanya adalah karena keausan peralatan/mesin,
aspek lingkungan, dll.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


11

Peralatan yang digunakan dalam Emergency

Keselamatan adalah hal yang penting. Makanya, setiap terbang kita selalu
diperagakan oleh awak kabin tentang cara menyelamatkan diri. Semua itu agar kita
bisa selamat walau pesawat mengalami gangguan. Gangguan di pesawat sendiri ada
bermacam-macam. Mulai dari teknis, human error, hingga terorisme.
Peralatannya yaitu

1. Sabuk Pengaman atau Safety Belt

Sabuk ini melindungi tubuh kamu apabila terjadi goncangan. Sabuk pengaman ini
sendiri terdiri dari dua macam: khusus untuk anak-anak dan dewasa. Kita wajib
menggunakan sabuk pengaman ketika lampu yang digunakan sebagai penanda
penggunaan sabuk pengaman menyala. Kamu harus memastikan bisa memasang dan
melepaskan sabuk pengaman dengan cepat. Karena jika terjadi hal darurat kamu nggak
akan panik karena kesulitan membuka atau memasang sabuk.

2. Masker Oksigen atau Oxygen Mask


Tekanan udara di dalam kabin pesawat itu beda dengan tekanan ruangan
umumnya. Pesawat mempunyai suatu sistem yang akan mengatur tekanan udara di
dalamnya sehingga tidak lebih dari batas yang telah ditentukan. Setiap maskapai
menyediakan masker oksigen. Masker oksigen ini akan otomatis keluar jika
tekanan udara di dalam pesawat melebihi batas yang telah ditentukan. Kalau hal
tersebut terjadi, yang harus kamu lakukan adalah menarik masker oksigen tersebut
dan langsung memakainya. Ingat, kamu harus bisa memasangnya kurang dari
limabelas detik, kalau nggak kamu bisa pingsan.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


12

DAN

Biasanya masker oksigen ini digunakan oleh pilot pesawat tempur dikarenakan pesawat
yang digunakan bisa terbang lebih dari 10.000 feet

3. Baju Pelampung Atau Life Vest

Baju pelampung biasanya diletakkan di bawah kursi atau tempat duduk.


Perhatikan awak kabin yang menjelaskan bagaimana cara menggunakan baju
pelampung tersebut. Namun yang paling penting adalah kamu harus benar-benar
mengecek apakah baju pelampung itu benar-benar ada. Jika pesawat terendam di
dalam air, lampu secara otomatis akan menyala. Itu artinya kamu harus
menyiapkan baju pelampung yang telah disediakan. Namun jangan
mengembungkan baju pelampung di dalam kabin pesawat karena akan menyulitkan
saat evakuasi. Kembungkan pelampung jika telah mendekati pintu darurat.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


13

4. Emergency Exit
pintu darurat ini biasanya digunakan pada saat sudah terjadi kecelakaan hebat, dan
dapat dibuka dengan mudah .biasanya pintu ini terletak di bagian tengah fuslage. Setiap
pesawat mempunyai pintu darurat serta rakit keselamatan. Awak kabin menghitung berapa
jarak pasti antara kursi dengan pintu darurat. Hitunglah berapa bangku yang semestinya harus
kamu lewati karena dalam keadaan darurat bisa jadi suasana akan gelap. Jika pesawat
mengeluarkan asap, yang harus A lakukan menunduk di lantai pesawat dan mengikuti lampu
yang ada di lantai untuk menuju pintu darurat. Sekedar informasi bahwa pintu darurat pesawat
sangat berat. Cara terbaik untuk membukanya yaitu dengan menyandarkan badan ke pintu
darurat agar pintu lebih mudah terbuka dengan dorongan tangan dan tubuh.

Kartu Keselamatan atau Safety Information Card

Kartu ini merupakan tutorial keselamatan penerbangan. Dengan kartu ini kamu akan lebih
mudah memahami demo keselamatan yang diperagakan oleh awak kabin. Kartu ini juga
akan mengingatkan kamu dengan demo yang telah diperagakan. Letaknya di kantung kursi
di hadapan kamu.

NOTE : Pada saat Emergency seperti ini penumpang di wajibkan berada dibagian ekor
pesawat karena di bagian tersebut adalah bagian yang paling aman dan pada saat
pesawat sudah stall atau jatuh pilot dan awak kabin semua di wajibkan untuk
keluar dari pesawat dengan urutan terakhir.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


14

PERATURAN PADA ANGKUTAN UDARA

ICAO (international civil aviation organization) adalah badan internasional PBB


yang menangani Angkutan udara civil yang mengatur bidang-bidag teknik operasional.
Didirikan 1944 di chicago anggotanya terdiri dari pemerintah negaa-negara dunia.
Budan dari maskapai angkutan udara.
ICAO mengeluarkan beberapa aturan untuk menjaga keamanan serta keselamatan
sebuah penerbangan dan juga bandar udara sipil dari tindakan melawan hukum yang di
atur dalam annex 17 dan annex 18 dimana
Annex 17 : mengatur tentang tata cara pengamanan penerbangan sipil dari tindakan
melanggar hukum
Annex 18 : mengatur tentang tata cara pengangkutan bahan atau barang berbahaya
yang di angkut menggunakan angkutan udara sipil.
Indonesia mengacu berbaga UUD dari UU NO 2 tahun 1978, UU no. 1 tahun 2009,
yang merupakan revisi dari UU no 15 ahun 1992.
Sistem management keselamatan adalah suatu sistem mentoring yang brupa organisasi
di dalam suatu sistem penerbangan yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang
mementoring kinerja keselamatan dari perawatan dan pengoperasian serta memprediksi
suatu bahaya.
Bentuk tanggung jawab keselamatan yaitu
1. Menjamin bahwa sarana transportasi yang disediakan memenuhi persyaratan
keselamatan penerbangan secara koefisien
2. Melakukan pengawasan dengan cara pengecekan terhadap pemenuhan peraturan
perundang-undangan dan keselamatan angkutan udara
3. Penegakan hukum secara koefisien terhadap pelanggaran pemenuhan regulisasi
secara admunustrasi berupa pencabutan sertifikat
Sedangkan dari pemerintah yaitu :
1. mentoring continue terhadap pelaksanaan kegiatan usaha jasa angkutan udara
2. mengawasi pemegang sertifikat
3. melaksanakan proses sertifikasi sesuai dengan persyaratan

CASR (CIVIL AVIATION SAFETY REGULATION)


Semua teknisi sebelum diterima di sebuah maskapai harus mengerti apa itu CASR
dan isi nya.

No. 1/2009 Tentang Penerbangan

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


15

Penanggulangan Hazard :

1. Setiap waktu angkutan udara atau pesawat di check kebutuhan nya.


2. Setiap tahun petugas dari pemerintah mengecekan Sertifikat teknisi yang di
tugaskan
3. Setiap pekerja di wajibkan mempunyai sertifikat atau lisensi bekerja pada bidang
nya

Sebagai contoh :

- Lisensi A1 : biasanya pekerja yang mempunyai lisensi A1 di wajibkan hanya


fokus untuk bagian (Fixed Wing)
- Lisensi A2 : untuk yang mempunyai lisensi A2 biasanya ditempatkan pada
bagian helikopter
- Lisensi A3 : untuk pekerja yang mempunyai lisensi A3 biasanya di tempatkan
pada bagian piston engine
- Lisensi A4 : untuk pekerja yang mempunyai lisen A4 biasanya di tempatkan
pada (turbine Engine)
Dan masih banyak lisensi yang lain nya
Jika tidak mempumyai lisensi tidak di perbolehkan untuk bekerja pada bidang yang sulit .
4. Menjaga komunikasi dengan teknisi lainnya.
5. Dan selalu mengingatkan jika ada salah satu pekerja salah
6. Cara pembongkaran instrument-instrumen harus menggunakan prosedur yang
sudah ditulis, pekerja tidak diperbolehkan untuk menghapal prosedur tersebut.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


16

Alat Pelindung Diri

Sebagian orang mungkin sangat menganggp remeh tentang memakai pelindung saat
bekerja, dan yang seperti diketahui banyak terjadi kecelakaan di karenakan pekerja tidak
menggunakan alat pelindung diri Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective
Equipment adalah alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan
menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau
resiko kecelakaan kerja. Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan harus sesuai
dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga efektif melindungi pekerja
sebagai penggunanya..

Alat Pelindung Diri (APD) dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

1. Alat Pelindung Kepala antara lain : Helmet (Topi Pengaman), Safety Glass
(Kacamata Pengaman), Masker, Respirator, Ear Plugs (Penutup Telinga).
2. Alat Pelindung Badan antara lain : Apron, Jas Laboratorium
3. Alat Pelindung Anggota Badan diantaranya adalah : Sepatu Pelindung (Safety
Shoes/Boot), Sarung Tangan (Hand Gloves).

Alat pelindung kepala yaitu :

1. Airplak/ headset
Alat ini digunakan untuk menutupi telinga dari kebisingan engine
pesawat , biasa nya dipakai pekerja yang di tugaskan pada saat line
maintenence. Dikarenakan terlalu dekat dengan engine pesawat
Contoh Gambar airplak

2. Safety shoes
Safety shoes imi digunakan untuk melindungi bagian kaki dari benturan-
benturan dengan alat alat yang berpotensi untuk membuat bagian kaki cidera.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


17

Contoh gambar safety shoes

3. sarung tangan
Sarung tangan ini digunakan untuk melindungi tangan dari benda-benda
kasar , dan dapat melindungi tangan dari aliran listrik
Contoh gambar sarung tangan :

4. Kaca mata
Alat ini digunakan untuk melindungi mata dari debu dan juga untuk melindungi mata
dari percikan api.
Contoh gambar Kaca mata :

5. Helmet
Alat ini digunakan untuk melindungi kepala dari benturan yang datang dari atas.
Contoh helem pelindung :

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


18

6. Werpark
Warpark atau baju pelindung untuk teknisi ini di desain dengan baik agar pekerja
mudah melakukan sebuah pekerjaan dan juga biasanya werpak di desain untuk tahan
terhadap api.
Contoh gambar werpak :

7. Masker
Masker ini dibuat untuk melindungi hidung dan mulut dari debu yang berterbangan.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


19

Potensi kecelakaan

1. Masalah Perawatan Pesawat Udara (Maintenance)


Akhir-akhir ini banyak terjadi kecelakaan pesawat udara dan juga memakan banyak
korban jiwa. Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi,
salah satunya adalah masalah perawatan pesawat udara (maintenance). Kenapa perawatan
menjadi salah satu penyebab dari kecelakaan pesawat, karena beberapa penerbangan
(airlines) yang menggunakan system Low Cost Carrier yang ingin mengefisiensikan biaya
seminimal mungkin salah satu pengurangan biaya ada pada maintenance.Dianggap biaya
yang dikeluarkan untuk perawatan sangatlah besar karena itu airlines menekan biaya
tersebut yang seharusnya tidak dilakukan. Pengurangan biaya dari perawatan itu contohnya
adalah dalam penggunaan mesin pesawat dan juga pesawat udaranya. Kebanyakan airlines
masih menggunakan mesin yang seharusnya sudah diganti tapi mereka tetap
menggunakannya karena menurut mereka masih bisa digunakan, padahal umur mesin-
mesin pesawat dan juga pesawat itu sendiri sudah ditentukan sampai kapan mesin itu layak
pakai dan sampai kapan pesawat itu layak digunakan. Dengan begitu mereka dapat
mengurangi biaya perawatan pesawat yang dapat dibilang memakan biaya cukup tinggi ini.
Padahal penting bagi suatu airlines benar-benar memperhatikan masalah maintenance
aircraft demi kenyamanan dan juga keamanan dalam penerbangan. Keamanan adalah hal
yang paling utama yang harus diperhatikan bagi Airlines, tetapi pada saat ini terlihat
keamanan bukan lah hal utama yang harus diperhatikan. Airlines terlihat hanya
mementingkan bahwa mereka dapat memberikan harga termurah dibandingkan dengan
Airline yang lain sehingga dapat menarik banyak customer yang akan menggunakan jasa
perusahaan mereka. Padahal dengan menekan biaya pada maintenance bukan lah hal yang
baik, karena akan banyak sekali terjadi kecelakaan seperti belakangan ini. Banyak sekali
pesawat yang sudah tidak layak terbang tetap dipaksa untuk melakukan penerbangan yang
akhirnya terjadilah kecelakaan.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


20

2. Faktor Cuaca
Faktor cuaca adalah kecelakaan pesawat terbang yang diakibatkan secara langsung
oleh fenomena cuaca yang sedang berlaku. Seperti saat tinggal landas, enroute maupun
saat proses pendaratan, unsur cuaca yang sangat mempengruhi penerbangan. Salah satunya
yaitu Tekanan Udara. Para pakar penerbangan mengatakan tekanan keras udara yang
disebut downdraft dapat menyebabkan pesawat tiba-tiba anjlok sewaktu mendekati landas-
pacu. Mereka mengatakan keadaan itu juga dapat membuat pesawat mendekati landasan
terlalu cepat. Tekanan Udara Mendadak Diduga Faktor Penyebab Kecelakaan Pesawat di
Yogyakarta. Pilot pesawat Garuda yang terhempas sewaktu mendarat dengan menewaskan
21 orang memberitahu para penyidik, pesawat tiba-tiba amblas sewaktu dia sedang
mendaratkannya.

3. Faktor lingkungan
Hal ini terkait dengan manajemen dan operasional sebagai pendukung penyebab
terjadinya kecelakaan pesawat terbang seperti: bagaimana kondisi fasilitas
penerbangan/pendaratan, beban penugasan, kehidupan social, dan sebagainya. Salah satu
yang harus di perhatikan dalam hal ini adalah fasilitas penerbangan/penerbanagn karena di
situlah nantinya pesawat udara akan mendarat. Jika hal tersebut tidak sesuai dengan
standar yang ada maka kecelakaan dapat terjadi pada pesawat tersebut.

4. Peran Awak Pesawat Terbang


Peran awak pesawat terbang sangat penting dalam penerbangan karena merupakan
Garda terakhir" keselamatan penerbangan. ditangan merekalah sebenarnya dipasrahkan
keselamatan jiwa seluruh penumpang. Oleh karena itu setiap awak pesawat harus memiliki
sertifikat kecakapan atau Licence sebelum melakukan penerbangan. Seluruh awak
terutama penerbang secara terjadwal melakukan berbagai pelatihan, seperti latihan
emergency dalam menghadapi rintangan darurat. Penerbang juga secara periodik memiliki
jadwal untuk terbang penyegaran dan melakukan uji ulang ketrampilan. Selain itu, ada
pemeriksaan kesehatan secara reguler dilakukan enam bulan sekali dan mengikuti berbagai
pelatihan seperti Crew Management Resources (CRM). Prosedur ini dimaksudkan agar

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


21

ketrampilan, kemampuan fisik dan psikologi penerbang tetap dipertahankan dan mampu
menerbangkan pesawat terbang dengan aman. Beberapa kesalahan yang acapkali dilakukan
oleh awak pesawat perlu menjadi perhatian khusus, seperti minimnya persiapan menjelang
penerbangan, pengambilan keputusan yang salah, rendahnya skill yang dimiliki dan kurang
memahami kondisi cuaca atau lingkungan. Dari hasil penelitian yang menggunakan
pendekatan Retrospektive, ada hubungan erat antara perilaku yang "tidak hati-hati dan
tergesa-gesa" dengan terjadinya kecelakaan. Menyadari bahwa teknologi penerbangan
akan terus berkembang di masa-masa yang akan datang, tentulah aspek manusia sebagai
the man behind the gun memegang peran paling utama. Upaya pencegahan perlu kiranya
dilakukan antara lain melalui revitalisasi pengelolaan operasi penerbangan, utamanya
meningkatkan pembinaan awak pesawat terbang (aircrew)

5.Sabotase
Kejadian sabotase seperti ini dapat menyebabkan potensi kecelakaan. Dikarenakan adanya
dendam dengan peruhasaan maka pekerja mensabotase instrumen dan menyebabkan
kecelekaan pesawat.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


22

Upaya Pencegahan

Pencegahan kecelakaan penerbangan merupakan faktor utama dalam pengoperasian


pesawat terbang. Musibah memang kadang kala tidak bisa dihindarkan, namun melakukan
usaha untuk mencegah terjadinya kecelakaan lebih baik dilakukan. Meski demikian,
kemungkinan peristiwa kecelakaan itu masih bisa diantisipasi, setidaknya diminimalisir.
Sebab, kecelakaan pesawat terbang tidak terlepas dari faktor SDM, faktor mesin, alam,
sarana dan prasarana, performance alat bantu navigasi dan ketaatan pada persyaratan
kelaikan teknis. Hasil dari suatu proses pekerjaan yang sempurna akan menjadi tidak
berguna, bila tidak didukung oleh pelaku yang profesional. Oleh karena itu diperlukan
revitalisasi menyeluruh dalam pengeloaan penerbangan yang menyangkut upaya
meningkatkan kualitas keselamatan penerbangan, tidak saja dengan melakukan
pemeriksaan secara berkala tentang kelaikan kondisi pesawat, fasilitas Bandara, tetapi juga
dalam masalah pembinaan aspek manusia khususnya awak pesawat terbang yang
merupakan garda terakhir dalam keselamatan penerbangan. Seperti yang disampaikan oleh
Presiden ICAO, Mr Assad Kotte (2005), bahwa untuk mencegah kecelakaan pesawat
disamping diadakan pendekatan teknologi dan regulasi harus ada pendekatan lain, yaitu
melalui pendekatan Human Factors (HF). Upaya lain yang perlu dilakukan adalah uji
kemampuan terbang awak pesawat terbang secara periodik terutama untuk penerbang. Uji
terbang ini dilakukan sebagai sarana bagi operator untuk memastikan seorang penerbang
masih berada dalam koridor kualifikasi dan standarisasi seperti yang telah ditetapkan.
Melalui latihan dimaksudkan agar wak pesawat memiliki kecenderungan mental dan
kesiapan untuk bertindak benar dalam situasi yang tepat. kemudian melaksanakan
pelatihan Crew resources Management, agar ketrampilan dan kemampuan non teknis yang
harus dimiliki oleh awak pesawat terbang berdasarkan Civil Aviation Safety Regulation
(CASR) part 121.406. CRM dimaksudkan untuk melatih awak pesawat terbang dalam
berinteraksi dengan awak pesawat terbang lainnya. Serta meningkatkan peran Dinas
Keselamatan Udara untuk menjamin setiap operator penerbangan telah benar-benar
mematuhi seluruh kaidah-kaidah dasar tentang keselamatan penerbangan seperti yang
tertuang pada Civil Aviation Safety Regulation (CASR).

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


23

BAB III
Kesimpulan

Dari penjelasan-penjelasan yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan :

1. Potensi kecelakaan memang tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi


melalui upaya yang sungguh-sungguh potensi tersebut dapat ditekan untuk
mengurangi jumlah korban lebih banyak.
2. Keselamatan penerbangan merupakan faktor utama dalam pengoperasian
pesawat terbang.
3. Secara umum ada dua pemicu utama terjadinya kecelakaan pesawat terbang.
Pertama, "tingkah laku manusia" yang membahayakan penerbangan (unsafe
action) dan kedua, adanya "kondisi" yang membahayakan penerbangan
(unsafe condition) atau kombinasi keduanya.

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017


24

Daftar pustaka :
*) Ilham Bonie Maswir :2015. Human Factor
http://boniepku.blogspot.co.id/2015/02/human-faktor.html
*) Riyadi Agus : 2014 Analisis Human Factor.ilmu terbang
http://www.ilmuterbang.com/artikel-mainmenu-29/keselamatan-penerbangan-mainmenu-
48/798-human-factor-analysis
*) Handy Sihotang : 2016 Potensi kecelakaan.
http://glory-pentacostal.blogspot.co.id/2011/11/faktor-faktor-penyebab-terjadinya.html
*) Rifai :2016 INSTRUMENTASI.Jakarta
*) Buku pelajaran SMKN 29 Jakarta .

Nama : Ahdan Shadiqan NIM : 021700027 12/10/2017