Anda di halaman 1dari 3

Uji Ketidakjenuhan

Percobaan ini dilakukan untuk menyatakan adanya ikatan tak jenuh dalam
suatu lemak. Minyak mengandung triasilgliserol dengan 80-85 % asam lemak jenuh.
Asam lemak utama yang terdapat dalam minyak adalah asam laurat dan asam
miristat, merupakan asam lemak dengan bobot molekul rendah dan memiliki bilangan
penyabunan yang tinggi. Minyak kelapa juga mengandung asam kaprilat, asam kaprat,
dan asam oleat. Margarin merupakan salah satu produk makanan konsumsi sehari-
hari yang dibuat dengan menggunakan bahan baku lemak nabati. Margarin dibuat
melalui proses hidrogenasi asam lemak tak jenuh yang bersumber dari tanaman.
Margarin adalah emulsi air dalam minyak yang berbentuk padat.
Prinsip dari uji ketidakjenuhan menurut Bintang (2010), yaitu untuk
menentukan ikatan rangkap yang ada dalam suatu asam lemak. Tujuan dari uji
ketidakjenuhan untuk mengidentifikasi sifat tidak jenuh pada larutan sampel
yang digunakan.

Perubahan Literatur
Bahan Uji Hasil Pengamatan
Warna Kelarutan

Minyak kelapa +

Minyak zaitun +

Lemak hewan +
Mentega +

Blue Band +

Asam palmitat -

Asam Oleat -

Penambahan kloroform berfungsi sebagai pelarut organik yang


melarutkan minyak dan lemak. Kloroform menurut (Sumardjo, 2006),
merupakan zat cair tanpa warna, dengan bau manis, menyenangkan dan
anastetik. Menurut Poedjiadi (2009), dengan penambahan klorofrm berfungsi
sebagai zat pelarut yang dapat melarutkan sampel yang diujikan. Hubl reagen
berfungsi untuk menentukan sifat ketidakjenuhan pada asam lemak.
Penambahan Hubl Reagen menurut Bintang (2010), berfungsi sebagai
pengadisi ikatan rangkap yang ada pada asam lemak tidak jenuh menjadi ikatan
tunggal. Minyak kelapa, minyak wijen, dan lemak binatang merupakan sampel
yang digunakan pada praktikum. Menurut pendapat Bintang (2010) jenis
minyak nabati dan hewani dapat digunakan untuk sampel dalam uji sifat tidak
jenuh, seperti minyak kelapa, minyak wijen, dan lemak binatang. Menurut
Bloor (1943), Minyak kelapa, minyak wijen, dan lemak binatang termasuk
golongan lipid sederhana.
Fungsi penambahan larutan dilakukan tetes demi tetes yaitu untuk
mengetahui reaksi terjadinya perubahan warna secara perlahan. Menurut
Bintang (2010), meneteskan larutan tetes demi tetes berfungsi untuk
mendapatkan terjadinya perubahan warna dengan perlahan dan menentukan
ditetes keberapa perubahan warna terjadi.
Hasil dari uji tidakjenuhan menggunakan sampel minyak kelapa
mendapat hasil positif (+), karena mengakibatkan perubahan warna yang
semula kuning berubah menjadi orange. Tabung kedua dengan penambahan
minyak zaitun mendapatkan hasil positif (+), karena warna semula pink berubah
menjadi orange. Tabung ketiga dengan penambahan lemak binatang warna
semula kuning berubah menjadi orange keruh mendapat hasil positif (+).
Menurut Bintang (2010), hasil positif menunjukkan bahwa bahan yang diuji
merupakan golongan lemak tak jenuh, sehingga penambahan pereaksi Iod Hubl
mengakibatkan perubahan warna menjadi merah dan setelah didiamkan
beberapa saat warna kembali ke bentuk semula. Hasil negatif merupakan
golongan lemak jenuh yang menunjukkan adanya perubahan warna menjadi
merah muda yang bersifat tetap setelah penambahan Iod Hubl.
Hasil percobaan minyak kelapa, minyak zaitun, dan lemak binatang
menghasilkan reaksi positif, sehingga tergolong ke dalam asam lemak tidak
jenuh yang memiliki ikatan rangkap. Menurut Winarno (2002), mengatakan
bahwa asam lemak jenuh tidak memiliki ikatan rangkap atau berikatan tunggal,
sedangkan asam lemak tak jenuh memilki ikatan rangkap.