Anda di halaman 1dari 10

KOLOID

1. Kompetensi Dasar:
Menganalisis peran koloid dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan sifat-
sifatnya.
Indikator:
a. menyebutkan sifat-sifat koloid
b. menerangkan aplikasi sifat-sifat koloid dalam kehidupan sehari-hari

2. Materi
Pengertian Koloid
Koloid adalah campuran heterogen dari dua zat atau lebih di mana
partikel-partikel zat berukuran antara 1 hingga 1000 nm terdispersi (tersebar)
merata dalam medium zat lain. Zat yang terdispersi sebagai partikel disebut
fase terdispersi, sedangkan zat yang menjadi medium mendispersikan partikel
disebut medium pendispersi.
Secara makroskopis, koloid terlihat seperti larutan, di mana terbentuk
campuran homogen dari zat terlarut dan pelarut. Namun, secara mikroskopis,
terlihat seperti suspensi, yakni campuran heterogen di mana masing-masing
komponen campuran cenderung saling memisah.

Sifat-sifat Koloid
a. Efek Tyndall
Ketika seberkas cahaya diarahkan kepada larutan, cahaya akan diteruskan.
Namun, ketika berkas cahaya diarahkan kepada sistem koloid, cahaya akan
dihamburkan. Efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid ini disebut efek
Tyndall. Efek Tyndall dapat digunakan untuk membedakan sistem koloid dari
larutan. Penghamburan cahaya ini terjadi karena ukuran partikel koloid hampir
sama dengan panjang gelombang cahaya tampak (400 750 nm).
b. Gerak Brown
Gerak brown adalah gerakan acak partikel yang tersuspensi
dalam cairan. Secara mikroskopis, partikel-partikel koloid bergerak
secara acak dengan jalur patah-patah (zig-zag) dalam medium
pendispersi. Gerakan ini disebabkan oleh terjadinya tumbukan antara
partikel koloid dengan medium pendispersi. Gerakan acak partikel ini
disebut gerak Brown. Gerak Brown membantu menstabilkan partikel
koloid sehingga tidak terjadi pemisahan antara partikel terdispersi dan
medium pendispersi oleh pengaruh gaya gravitasi.
c. Adsorpsi
Partikel koloid dapat menyerap partikel-partikel lain yang bermuatan
maupun tidak bermuatan pada bagian permukaannya. Peristiwa penyerapan
partikel-partikel pada permukaan zat ini disebut adsorpsi. Partikel koloid dapat
mengadsorpsi ion-ion dari medium pendispersinya sehingga partikel tersebut
menjadi bermuatan listrik. Jenis muatannya bergantung pada muatan ion-ion
yang diserap. Sebagai contoh, sol Fe(OH)3 dalam air bermuatan positif karena
mengadsorpsi ion-ion positif, sedangkan sol As2S3 bermuatan negatif karena
mengadsorpsi ion-ion negatif.

d. Koagulasi
Muatan listrik sejenis dari partikel-partikel koloid membantu
menstabilkan sistem koloid. Jika muatan listrik tersebut hilang, partikel-
partikel koloid akan menjadi tidak stabil dan bergabung membentuk gumpalan.
Proses pembentukan gumpalan-gumpalan partikel ini disebut koagulasi.
Setelah gumpalan-gumpalan ini menjadi cukup besar, gumpalan ini akhirnya
akan mengendap akibat pengaruh gravitasi. Koagulasi dapat dilakukan dengan
empat cara, yaitu:
1. mekanik, yakni dengan pengadukan, pemanasan atau pendinginan;
2. menggunakan prinsip elektroforesis, di mana partikel-partikel koloid
bermuatan negatif akan digumpalkan di elektrode positif dan partikel-
partikel koloid bermuatan positif akan digumpalkan di elektrode negatif
jika dialirkan arus listrik cukup lama;
3. menambahkan elektrolit, di mana ion positif dari elektrolit akan ditarik
partikel koloid bermuatan negatif dan ion negatif dari elektrolit akan
ditarik partikel koloid bermuatan positif sehingga partikel-partikel koloid
dikelilingi oleh lapisan kedua yang memiliki muatan berlawanan dengan
lapisan pertama. Apabila jarak antara kedua lapisan tersebut cukup dekat,
muatan partikel koloid akan menjadi netral sehingga terjadilah koagulasi.
Semakin besar muatan ion dari elektrolit, proses koagulasi semakin cepat
dan efektif;
4. menambahkan koloid lain dengan muatan berlawanan, di mana kedua
sistem koloid dengan muatan berlawanan akan saling tarik-menarik dan
saling mengadsorpsi sehingga terjadi koagulasi.

Kegunaan koloid dalam kehidupan sehari-hari:


1. Pemutihan Gula
Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Dengan
melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui
sistem koloid tanah diatomae atau karbon. Partikel koloid akan
mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid tersebut
mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat
berwarna putih.

2. Penggumpalan Darah
Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan
negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan
pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+.
Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat
netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah
dilakukan.
3. Penjernihan Air
Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-
partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang
bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak
untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel
koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara
menambahkan tawas (Al2SO4)3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas
tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3.
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif
dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada
lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas
yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. Berikut ini adalah
skema proses penjernihan air secara lengkap:

4. Pembentukan delta di muara sungai


Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah
liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion
Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai
bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan
muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan
membentuk suatu delta.

5. Pengambilan endapan pengotor


Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri
seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel
koloid. Untukmemisahkan pengotor ini, digunakan alat pengendap
elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan
untuk menarik partikel-partikel koloid.
Soal dan pembahasan:

1. Dengan menggunakan mikroskop ultra dispersi koloid akan tampak adanya


partikel yang bergerak dengan arah acak (zig-zag). Sifat partikel koloid
tersebut adalah.
a. Efek tyndall
b. Gerak brown
c. Koagulasi
d. Adsorpsi
e. Elektroforesis
Jawaban :
Penyelesaian :
Salah satu sifat koloid adalah gerak brown. Dengan menggunakan
mikroskop ultra dispersi koloid akan tampak adanya partikel yang bergerak
dengan arah acak (zig-zag) tetapi gerakan tersebut memiliki lintasan yang
Gerak brown ini di akibatkan adanya tumbukan partikel-partikel pendispersi
terhadap partikel terdispersi sehingga partikel akan terlontar.

2. Kimia koloid memiliki kegunaan dalam berbagai bidang, misalnya


penambahan gelatin pada es krim agar tidak mudah memisah. Sifat koloid
tersebut adalah.
a. Koagulasi
b. Elektroforesis
c. Adsorpsi
d. Gerak brown
e. Koloid pelindung
Jawaban: E
Penyelesaian:
Koloid pelindung adalah koloid yang ditambahkan ke dalam sistem koloid
agar menjadi stabil. Sebagai contoh penambahan gelatin pada pembuatan es
krim agar tidak cepat memisah dan salah satu contoh lainnya yaitu
penambahan gum arab dalam pembuatan semir.
3. Salah satu sifat partikel koloid adalah dapat memiliki muatan, dengan
menggunakan air sebagai medium pendispersinya muatan koloid dapat
ditentukan secara.
a. Gerak brown
b. Adsorpsi
c. Elektroforesis
d. Efek tyndall
e. Koagulasi
Jawaban :
Penyelesaian : C
Elektroforesis adalah peristiwa terjadinya pergerakan koloid
bermuatan yang dipengaruhi oleh medan listrik. Sehingga dengan
pergerakan koloid ini dapat ditentukan muatan partikelnya. Koloid positif
akan tertarik ke elektrode negatif sedangkan koloid negatif akan tertarik ke
elektrode positif.

4. Banyak contoh aplikasi koloid dalam kehidupan sehari-hari. Yang merupakan


pemanfaatan dialis adalah.
a. Proses cuci darah
b. Pembuatan susu bubuk
c. Pembuatan lem kanji
d. Pembuatan es krim
e. Alat pengendap cottrel
Jawaban : A
Pemyelesaian:
Ginjal manusia memurnikan darah secara dialisis melalui membran alam.
Sampah racun seperti urea dan asam urat lewat melalui membran tersebut,
sedangkan partikel protein darah (hemoglobin) yang berupa koloid tetap dalam
ginjal. Kegagalan ginjal dapat diatasi dengan menggunakan mesin ginjal
buatan. Dalam mesin ini, darah yang tidak murni dilewatkan melalui tabung
selofan yang disusun secara seri yang dikelilingi oleh air. Bahan- bahan
beracun seperti urea dan asam urat berdifusi melalui dinding tabung menuju ke
air yang bersih dan darah yang murni dikembalikan ke pasien.

5. Berikut ini fenomena sehari-hari yang menunjukkan sifat koloid:


(1) Proses cuci darah
(2) Pemberian tawas pada pengolahan air
(3) Penyaringan debu pabrik
(4) Pembentukan delta di muara sungai
(5) Penjernihan air
Sifat elektroforesis koloid ditunjukkan oleh nomor.
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
Jawaban: C
Penyelesaian :
Elektroforesis adalah peristiwa terjadinya pergerakan koloid bermuatan
yang dipengaruhi oleh medan listrik. Penerapan elektroforesis dalam
kehidupan sehari-hari adalah penyaringan asap pabrik. Asap pabrik adalah
koloid aerosol padat. Cerobong asap yang dilengkapi plat kawat listrik dialiri
asap pabrik. Partikel padat (zat pengotor) yang terdapat dalam asap memiliki
muatan. Ketika dialirkan kedalam cerobong, partikel ini akan tertarik oleh plat
kawat listrik yang berbeda muatan dengan zat pengotor. Kemudian zat
pengotor ini akan menggunpal, selanjutnya mengendap kebawah sehingga asap
yang keluar dari cerobong tidak mengandung partikel pengotor.

6. Jelaskan bagaimana pembentukan delta pada muara sungai yang merupakan


pertemuan air laut dan air sungai Peristiwa koagulasi pada koloid dapat terjadi
akibat peristiwa-peristiwa mekanis atau peristiwa kimia. proses koagulasi
menghasilkan partikel yang sangat besar dan akan mudah mengendap akibat
gaya gravitasi. Pembentukan delta di muara sungai merupakan partikel koloid
yang mengalami koagulasi dengan adanya elektrolit. Terbentuknya delta di
muara sungai akibat lumpur ( koloid) yang ada dalam air sungai berinteraksi
dengan air laut yang mengandung ion-ion garam sehingga lumpur mengalami
koagulasi dan mengendap.

7. Sorot lampu pada malam hari yang berkabut merupakan sifat koloid nomor.
Jawaban :
Seberkas cahaya dilewatkan pada suspensi (dispersi pasir dalam air),
koloid ( susu), dan larutan (gula dalam air). Jika dilihat tegak lurus dari arah
datangnya cahaya, jejak lintasan cahaya akan terlihat jelas pada suspensi dan
koloid. Terlihatnya lintasan cahaya ini disebabkan cahaya yang melewati
suspensi dan koloid dihamburkan oleh partikel-partikelnya, sedangkan pada
larutan tidak. Terhamburnya cahaya oleh partikel koloid disebut dengan efek
tyndall. Contoh peristiwa efek tyndall adalah terlihatnya cahaya lampu yang
berkabut.

8. Penggunaan tawas dalam mengendapkan lumpur koloid dan norit sebagai


karbon aktif merupakan penerapan sifat koloid nomor.
Jawaban : koagulasi dan adsorpsi
Dispersi koloid dapat mengalami peristiwa penggumpalan atau
koagulasi. Peristiwa koagulasi pada koloid dapat terjadi akibat peristiwa-
peristiwa mekanis atau peristiwa kimia. Contoh proses koagulasi dengan
penambahan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah penambahan tawas
dalam prose penjernihan air. Tawas merupakan garam aluminium sulfat
(Al2(SO4) 3). Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan-
permukaan partikel koloid. Adsorpsi terjadi karena adanya kemampuan
pertikel untuk menarik (ditempeli) oleh partikel-partikel kecil. kemampuan
menarik ini disebabkan tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi
sehingga jika ada partikel yang menempel akan cenderung dipertahankan pada
permukaannya.
9. Aroma yang kurang sedap dari air sumur dapat dihilangkan dengan
menggunakan arang. Proses tersebut berdasarkan salah satu sifat koloid,
yaitu.
Jawaban: Adsorpsi
Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan-
permukaan partikel koloid. Adsorpsi terjadi karena adanya kemampuan
pertikel untuk menarik (ditempeli) oleh partikel-partikel kecil. kemampuan
menarik ini disebabkan tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi
sehingga jika ada partikel yang menempel akan cenderung dipertahankan
pada permukaannya.

10. Proses elektroforesis pada sistem dispersi koloid dapat terjadi akibat partikel
koloid
Jawaban: D
Penyelesaian :
Partikel koloid yang bermuatan dapat dipengaruhi oleh arus listrik
searah. Koloid positif akan tertarik ke elektrode negatif, sedangkan koloid
negatif tertarik ke elektrode positif. Peristiwa bergeraknya partikel koloid
dalam medan listrik disebut dengan elektroforesis.
Media Gambar