Anda di halaman 1dari 8

HIFEMA Olivia S.

Manik(406077021)

TRAUMA MATA

1
Walaupun mata mempunyai sistem pelindung yang cukup baik seperti
rongga orbita, kelopak, dan jaringan lemak retrobulber selain terdapatnya refleks
memejam atau mengedip, mata masih sering mendapat trauma dari dunia luar.
Trauma dapat mengakibatkan kerusakan pada bola mata dan kelopak, saraf mata
dan rongga orbita. Kerusakan mata akan dapat mengakibatkan atau memberikan
penyulit sehingga mengganggu fungsi penglihatan.

Trauma pada mata memerlukan perawatan yang tepat untuk mencegah


terjadinya penyulit yang lebih berat yang akan mengakibatkan kebutaan.Trauma
pada mata dapat mengenai jaringan di bawah ini secara terpisah atau menjadi
gabungan trauma jaringan mata. Trauma dapat mengenai jaringan mata : kelopak,
konjungtiva, kornea, uvea, lensa, retina, papil saraf optik dan orbita.

Pada mata dapat terjadi trauma dalam bentuk-bentuk berikut :

Trauma tumpul

1.pada mata : hematoma kelopak

2.pada konjungtiva : edema konjungtiva, hematoma subkonjungtiva

3.pada kornea : edema kornea, erosi kornea, erosi kornea rekuren

4.pada uvea : iridoplegia, iridodialisis, iridosiklitis, hifema

5.pada lensa : dislokasi lensa, subluksasi lensa, luksasi lensa anterior dan
posterior, katarak trauma, cincin vossius

6.pada retina dan koroid : edema retina dan koroid, ablasi retina, rupture
koroid

7.pada saraf optic : avulsi papil saraf optik, optik neuropati traumatik

Trauma tembus bola mata

1
HIFEMA Olivia S.Manik(406077021)

Trauma kimia

1.trauma asam

2.trauma basa atau alkali

Trauma radiasi

1.sinar inframerah

2.sinar ultraviolet (sinar las)

3.sinar ionisasi dan sinar X

HIFEMA

DEFINISI

Hifema atau darah di dalam bilik mata depan dapat terjadi akibat trauma
tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar.1

Akumulasi darah di dalam bilik mata depan setelah trauma merupakan salah
satu keadaan klinis yang menantang bagi dokter mata. Hifema ukuran kecil pun
merupakan tanda adanya trauma didalam mata yang dikaitkan dengan kerusakan
pembuluh darah dan jaringan lain didalamnya. Trauma tumpul pada mata dapat
mengakibatkan luka pada iris, papillary sphincter, lensa, zonula zinc, retina,
n.optikus dan struktur lainnya. Trauma ini juga menyebabkan terjadinya
peningkatan tekanan intra okuler yang cepat dan berubahnya struktur didalam mata
sehingga terjadi hifema.

Selain adanya darah di dalam bilik mata, trauma pada mata dapat
mengakibatkan terjadinya pembengkakkan di kornea dan retina, perdarahan di
rongga vitreous, dislokasi dari lensa, rupture dari iris, kornea, retina dan sklera.
Jaringan disekitar mata juga dapat terkena dampaknya seperti laserasi pada
kelopak mata maupun terjadi fraktur pada tulang-tulang rongga orbita. Penanganan

2
HIFEMA Olivia S.Manik(406077021)

yang tidak memadai dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan sekunder dan


glaukoma sekunder.2

Perlu dilakukan pemeriksaan yang seksama dan menyeluruh untuk


menghindari kemungkinan terjadinya penyulit atau untuk menyingkirkan
kemungkinan terjadinya hifema bukan disebabkan karena trauma misalnya adanya
gangguan pembekuan darah (sickle cell anemia, Von Willebrands disease,
thalassemia, dll), penggunaan antikoagulan sistemik seperti aspirin dan warfarin
(Coumadin).

EPIDEMIOLOGI
5
Di Amerika Serikat ada kira-kira 2,4 juta kasus luka pada mata setiap
tahunnya, di mana 20.000 sampai 68.000 merupakan luka yang mengancam
penglihatan dan 40.000 lainnya menderita hilangnya penglihatan yang signifikan
setiap tahun. Hifema dapat terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Lebih besar kemungkinan terjadi pada pria terutama pria muda.

Beaver Dam Eye Study menyatakan bahwa sekitar 20% orang dewasa yang
pernah mengalami trauma pada mata sebelumnya dan mereka yang pertama kali
mengalami trauma akan lebih besar kemungkinan 3 kali mengalami trauma
berikutnya. Benda yang tajam dilaporkan menyebabkan trauma pada mata lebih
dari setengah semua luka.

ETIOLOGI

Adanya trauma pada mata penyebab utama dari hifema. Biasanya trauma
tumpul atau trauma tertutup, dapat juga terjadi pada atlet dari benda yang
melayang, bola, tongkat pemukul, atau siku pemain lain. Penyebab lainnya seperti
kecelakaan ditempat kerja, jatuh atau perkelahian.4

KLASIFIKASI

Meskipun jarang terjadi, hifema spontan dapat terjadi dan sulit untuk
membedakannya dengan hifema yang terjadi akibat trauma. Hifema spontan
merupakan sekunder dari: neovaskularisasi ( misal.diabetes mellitus, iskemi,

3
HIFEMA Olivia S.Manik(406077021)

adanya sikatriks), keganasan (retinoblastoma), dan anomali vaskuler (


misal.juvenile xanthogranuloma).2

Berikut ini merupakan sistem klasifikasi yang disarankan berdasarkan


banyaknya darah yang mengisi bilik mata depan :3

Grade 1 darah mengisi 1/3 bilik mata depan


Grade 2 darah mengisi 1/3 1/2 bilik mata depan
Grade 3 darah mengisi 1/2 bilik mata depan,namun tidak sampai
penuh
Grade 4 darah mengisi semua bilik mata depan

Istilah blackball atau eight-ball hyphema adalah untuk grade 4 dimana


seluruh bilik mata depan diisi oleh darah berwarna hitam.2,3

Gbr.Hifema Grade 1 Gbr.Hifema Grade 2

GEJALA SUBJEKTIF

Umumnya gejala yang terdapat pada hifema seperti :

Pasien merasakan sakit terutama didaerah sekitar trauma


Penglihatan kabur
Fotofobia

GEJALA OBJEKTIF

Gejala objektif pada hifema antara lain :

o Adanya clot atau lapisan darah di bilik mata depan


o Gangguan tajam penglihatan (refraksi)
o Peningkatan tekanan intra ocular

4
HIFEMA Olivia S.Manik(406077021)

PENATALAKSANAAN

Pasien dengan hifema jarang yang sampai harus dirawat di rumah sakit,
kecuali ada indikasi untuk dirawat. Kebanyakan pasien tidak perlu rawat inap dan
biasanya hifema akan hilang sempurna.1 Sekitar 15-20% pasien dengan hifema
masih terdapat perdarahan dalam 3-5 hari kedepan. Oleh karena itu diperlukan
kepatuhan dari pasien dalam menjalankan instruksi dari dokter.

o Istirahat di tempat tidur dengan kepala ditinggikan sekitar 30-45


derajat.
o Jangan melakukan kegiatan yang berat-berat.
o Jangan meminum obat yang mengandung aspirin, oleh karena dapat
memperberat perdarahan. Termasuk obat-obat nonsteroid seperti
naproxen, ibuprofen atau obat arthritis lainnya.
o Untuk mengatasi rasa nyeri dapat diberikan obat analgetik seperti
paracetamol tapi jangan terlalu banyak diminum, karena kita mau
mengetahui jika rasa nyeri timbul mungkin berkaitan dengan adanya
peningkatan tekanan intra okular. Jika rasa nyeri tidak juga berkurang
segera datang menemui dokter .
o Berikan obat tetes mata Atropine 1% 3-4 kali sehari.
o Dapat diberikan obat anti emetik karena adanya peningkatan tekanan
intra okular.
o Jika tekanan intra ocular meningkat dapat diberikan obat tetes mata
seperti beta-bloker. TIO meningkat disebabkan karena sel darah
merah merusak trabekular meshwork dari mata. Sehingga aliran air
mata terganggu, tertahan dan menyebabkan tekanan di dalam mata
meningkat.4
o Gunakan alat penutup mata untuk menghindari kemungkinan
terjadinya trauma lagi.
2
Pada hifema terkadang dilakukan tindakan bedah jika:

o Terdapat hifema grade 4 (hifema total)


o Corneal bloodstaining mikroskopik
o Total hifema dengan TIO50 mmHg atau sudah 4 hari (untuk
menghindari atrofi optik)

5
HIFEMA Olivia S.Manik(406077021)

o Total hifema atau hifema yang mengisi lebih dari 75% bilik mata
depan sudah 6 hari dengan TIO25mmHg atau lebih (untuk
menghindari corneal bloodstaining)
o Hifema yang mengisi lebih dari 50% bilik mata depan sudah lebih
dari 8-9 hari (untuk menghindari sinekia anterior perifer)
o Pada pasien dengan sickle cell trait atau sickle cell anemia dengan
hifema grade berapa saja, ditambah adanya peningkatan TIO lebih
dari 35mmHg lebih dari 24 jam

Jika TIO meningkat sampai 50mmHg atu lebih dari 4 hari, tindakan operasi
harus segera dilakukan. Ditemukan bahwa pada pasien dengan total hifema yang
operasinya tidak segera dilakukan, 50% terjadi optic atrofi, dan 43% timbul
corneal bloodstaining. Pada pasien dengan hemiglobinopati sickle cell dan sickle
cell trait memerlukan tindakan operasi jika TIO tidak terkontrol dalam 24 jam.

Terdapat resiko selama tindakan operasi yang dapat terjadi seperti:


kerusakan pada lapisan endotel kornea, lensa dan iris, timbulnya perdarahan,
prolaps dari isi bola mata, timbulnya sinekia. Evakuasi dari toral hifema dapat
dilakukan dengan vitrectomy instrumentation, iridectomy perifer, dan
trabeculectomy.

Sebelum operasi diperlukan pemberian Acetazolamide dan Manitol secara


i.v jika TIO meningkat. Dilakukan dibawah anestesi umum menggunakan alat
mikroskop operasi. Ada 4 tindakan operasi yang dapat dilakukan, yaitu:

Closed vitrectomy instrumentation


Paracentesis
Irigasi dan aspirasi melalui incisi kecil
Trabeculectomy

KOMPLIKASI6

Biasanya komplikasi pada hifema terjadi secara langsung berhubungan


dengan adanya retensi darah di bilik mata depan. Ada empat komplikasi yang

6
HIFEMA Olivia S.Manik(406077021)

paling signifikan pada hifema, yaitu : perdarahan sekunder, glaukoma sekunder,


corneal bloodstaining dan atrofi optik.

Perdarahan sekunder

Adanya perdarahan sekunder pada bilik mata depan dapat memperburuk


prognosis dari hifema. Terlihat dari bertambahnya jumlah darah di bilik
mata depan. Biasanya pada hari ke 3 atau 4, namun dapat timbul dari hari ke
2 sampai ke 7 sejak trauma.Perdarahan sekunder timbul kira-kira 25% pada
pasien hifema. Insidens terjadinya perdarahan ini lebih tinggi pada hifema
grade 3 dan 4. Dan menghasilkan peningkatan TIO dan corneal staining,
sehingga dapat terjadi penurunan tajam penglihatan.

Glaukoma sekunder

Peningkatan TIO dapat terjadi pada hifema grade berapa saja, terutama
grade 3 dan 4. Pada pasien dengan hifema grade 1 dan 2, periode
peningkatan TIO pada awal trauma biasanya diikuti oleh periode normal
atau lebih rendah TIO pada hari ke 2 sampai ke 6. Glaucoma sekunder lebih
signifikan timbul dibarengi dengan sempitnya sudut bilik mata depan.

Corneal bloodstaining

Biasanya timbul pada pasien dengan total hifema dan berhubungan dengan
peningkatan tekanan intra okular. Pasien dengan kerusakan lapisan endotel
pada korneanya baik dari trauma itu sendiri atau telah ada sebelumnya
mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk terjadinya corneal
bloodstaining dengan TIO yang rendah dari pasien yang tidak ada kerusakan
pada lapisan endotel korneanya. Bercak pada kornea ini memerlukan waktu
yang cukup lama dari beberapa bulan sampai tahunan untuk
menghilangkannya, bahkan pada beberapa pasien memerlukan transplantasi
kornea untuk penglihatannya.

Atrofi optik

Atrofi optik dapat terjadi akibat trauma itu sendiri atau peningkatan tekanan
intra okularnya baik yang akut, kronik ataupun peningkatan sementara.

7
HIFEMA Olivia S.Manik(406077021)

Seperti peningkatan TIO yang konstan 50mmHg atau lebih selama 2 hari
atau 35mmHg atau lebih selama 5 hari. Bahkan peningkatan TIO yang tidak
seberapa besarnya pada pasien dengan penyakit sickle cell merupakan resiko
untuk terjadinya oklusi arteri retina dan atrofi optic.

PENCEGAHAN

Hifema dapat timbul pada semua trauma yang mengenai mata. Gunakan
pelindung mata ketika sedang melakukan olahraga yang dapat sebabkan trauma
pada mata.3

DAFTAR PUSTAKA

1. Ilyas, Sidarta. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas


Indonesia, 2004.
2. eMedicine. http://www.emedicine.com/oph/topic765.htm
3. Revoptom. http://www.revoptom.com/handbook/sect4f.htm
4. eMedicine.
http://www.emedicinehealth.com/hyphema_bleeding_in_eye/article_em.htm
5. Pacific University College of Optometry. http://www.opt_pacificu_edu-ce-
catalog-10310-SD-Trauma%20Pictures-Hyphema_jpg_files\Triage.html
6. Ophthalmic Pearls.
http://www.aao.org/aao/news/eyenet/pearls/pearls_oct_2003.htm