Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PEMBANGUNAN LABORATORIUM KIMIA

IDEAL
Diajukan sebagai tugas terstruktur mata kuliah Manajemen Laboratorium

Dosen Pengampu : Rody Putra Sartika, M.Pd

Disusun Oleh :

1. Ade Kurnia (F1061151034)


2. Anastasius Khristozolla P (F1061151011)
3. Defiana Aliyatur Rosidah (F1061151029)
4. Maria Yersiana Nggua Li (F1061151052)
5. Mega Setiawati (F1061151017)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

SEPTEMBER 2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Taala yang


telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk
digunakan sebagaimana mestinya.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak
Rody Putra Sartika, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Manajemen
Laboratorium yang telah meluangkan waktu dan kesempatannya untuk
membimbing serta memberi arahan kepada penulis dalam pembuatan makalah ini.
Penulis sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih
banyak kekurangan. Dengan demikian penyusun sangat mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca yang sifatnya membangun dari kesempurnaan makalah
selanjutnya.

Pontinak, 22 September 2017

Kelompok 7

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG........................................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH ....................................................................................... 1
C. TUJUAN ................................................................................................................ 2
D. MANFAAT ............................................................................................................ 2
BAB II
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 3
A. JENIS - JENIS LABORATORIUM.................................................................... 3
B. ATURAN DALAM MENENTUKAN LOKASI PEMBANGUNAN
LABORATORIUM ...................................................................................................... 4
C. ATURAN MERANCANG LABORATORIUM ................................................. 5
D. ASPEKASPEK YANG HARUS DIMILIKI DI DALAM
LABORATORIUM ...................................................................................................... 5
E. ATURAN DALAM TATA RUANG.................................................................... 7
F. SARANA DAN PRASARANA YANG DIBUTUHKAN DI DALAM
LABORATORIUM .................................................................................................... 10
BAB III
PENUTUP ........................................................................................................................ 14
A. KESIMPULAN ................................................................................................... 14
B. SARAN................................................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 15

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam sistem pendidikan sekarang, peserta didik dipacu dan dilatih
untuk mengembangkan ketrampilan ilmiah seperti mencari, mengumpulkan,
mengamati, bereksperimen, dan menyimpulkan data yang telah ada. Salah
satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan adalah laboratorium.
Laboratorium merupakan salah satu infrastruktur di sekolah dan Perguruan
Tinggi yang mendukung kegiatan belajar mengajar dan perkuliahan, seperti
bidang ilmu bahasa dan ilmu pengetahuan alam (fisika, biologi, dan kimia) di
sekolah dan dalam bidang sains di Perguruan Tinggi.
Dengan adanya laboratorium kita bisa melakukan pembuktian antara
teori yang didapatkan dengan realita yang sebenarnya. Banyak fungsi dan
manfaat yang dapat diambil dari penggunaan laboratorium. Oleh karena itu
untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium perlu dikelola secara baik untuk
kelancaran proses belajar melajar mengajar dan perkuliahan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja jenis jenis laboratorium?
2. Bagaimana aturan dalam menentukan lokasi pembangunan
laboratorium?
3. Apa saja aturan dalam merancang laboratorium?
4. Apa saja aspek aspek yang harus dimiliki di dalam laboratorium?
5. Bagaimana aturan dalam tata ruang laboratorium?

1
6. Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan di dalam
laboratorium?
C. TUJUAN
1. Menegtahui jenis jenis laboratorium
2. Mengetahui aturan dalam menentukan lokasi pembangunan
laboratorium
3. Mengetahui aturan dalam merancang laboratorium
4. Mengetahui aspek aspek yang harus dimiliki di dalam laboratorium
5. Mengetahui aturan dalam tata ruang laboratorium
6. Mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan di dalam
laboratorium

D. MANFAAT

Dapat mengetahui hal hal yang perlu diperhatikan dalam merancang


pembangunan laboratorium.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. JENIS - JENIS LABORATORIUM


Laboratorium adalah ruangan atau bangunan yang dilengkapi dengan
peralatan untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian, perangkat
pembelajaran, atau pembuatan obat-obatan dan bahan - bahan kimia. Adapun
jenis - jenis laboratorium, antara lain :
1. Laboratorium Komputer
Laboratorium komputer adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran
ataupun pelatihan ilmiah yang berhubungan dengan ilmu komputer dan
memiliki beberapa komputer dalam satu jaringan untuk penggunaan oleh
kalangan tertentu Lab komputer juga umumnya memiliki perangkat tambahan
seperti pencetak dan pemindai untuk menunjang kebutuhan.
2. Laboratorium Fisika
Dengan peralatan yang lengkap laboratorium Fisika dapat menunjang
perkuliahan di jurusan Fisika dan jurusan-jurusan lain dengan baik. ... Pada
saat ini praktikum di Lab. Fisika diutamakan pada pembentukan karakter
mahasiswa sesuai dengan metoda ilmiah dan sikap ilmiah
3. Laboratorium Biologi
Laboratorium Biologi adalah tempat/gedung atau ruangan di Jurusan Biologi
yang digunakan untuk pelayanan akademis terutama pelayanan praktikum dan
penelitian tugas akhir mahasiswa dan penelitian dosen serta kegiantan lain
yang berhubungan dengan peningkatan dan pengembangan Tridarma
Perguruan Tinggi.
4. Laboratorium Kimia

3
Laboratorium kimia adalah salah satu laboratorium pelayanan pengujian
kimia di bawah bidang Standardisasi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik
(B4T). Laboratorium ini dikembangkan dalam rangka memberikan pelayanan
jasa teknik untuk menjamin dan meningkatkan mutu bahan dan barang teknik
dari industri.
5. Laboratorium Kesehatan
Laboratorium kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan
pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari
manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis
penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor yang dapat
berpengaruh pada kesehatan perorangan dan kesehatan masyarakat.
6. Laboratorium Bahasa
Pengertian Laboratorium Bahasa. Laboratorium Bahasa adalah sebuah
laboratorium yang dibuat untuk mempermudah penyampaian materi apapun di
sebuah ruangan, pada umumnya digunakan untuk materi bahasa, baik bahasa
inggris, bahasa Indonesia, bahasa asing lainnya

B. ATURAN DALAM MENENTUKAN LOKASI PEMBANGUNAN


LABORATORIUM

Menurut M.Amin Genda Padusa (1988:9), persyaratan umum lokasi


laboratorium dalam hubungannya dengan bangunan-bangunan lain yang sudah
ada:

1) Tidak terletak di arah angin, untuk menghindari pencemaran udara. Gas sisa
reaksi kima yang mungkin digunakan pada laboratorium kimia yang berbau
kurang sedap agar tidak terbawa angin ke ruangan-ruangan lain.

2) Mempunyai jarak yang cukup dari sumur (10 sampai 15 meter), untuk
menghindari pencemaran air.

4
3) Mempunyai saluran pembuangan sendiri, untuk menghindarkan pencemaran
saluran air penduduk.

4) Mempunyai jarak yang cukup terhadap bangunan lain (kira-kira 3 meter).


Untuk memberikan ventilasi dan penerangan yang optimum.

5) Terletak pada bagian yang mudah terkontrol dalam kompleks, dalam


hubungannya dengan pencegahan terhadap pencurian, kebakaran dan sebagainya.

C. ATURAN MERANCANG LABORATORIUM


1. Sesuai dengan fungsi laboratorium yang akan digunakan
2. Memperhatikan letak dan penyusunan sarana dan prasarana
3. Laboratorium yang dirancang harus memperhatikan kenyamanan pengguna.

D. ASPEKASPEK YANG HARUS DIMILIKI DI DALAM


LABORATORIUM

Dalam pengelolaan laboratorium, pengelolaannya meliputi beberapa aspek yaitu sebagai


berikut:
1. Perencanaan
Perencanaan ini dimaksudkan untuk merencakan konsep dari suatu laboratorium itu
sendiri. Bagaimanakah bentuk laboratorum yang ideal? Berapa besarkah ukurannya?
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak serta merta dapat kita dijawab, karena sebuah
laboratium dibangun untuk tujuan tertentu. Artinya sebelum laboratoium itu dibangun
harus tahu dulu untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut.
Pada umumnya bentuk, ukuran dan tata ruang suatu laboratorium didesain
sedemikian rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan aktivitasnya.
Disamping bentuk, ukuran laboratorium perlu mendapat perhatian, karena fungsi
laboratorium di sekolah-sekolah tidak hanya digunakan untuk percobaan yang
bersifat individual. Umumnya laboratorium digunakan untuk berbagai kegiatan
percobaan dalam konteks proses belajar mengajar. Jumlah siswa yang melebihi

5
kapasitas ruangan laboratorium dalam satu kali percobaan akan mengganggu
kenyamanan dan jalannya percobaan atau aktivitas lainnya.
2. Penataan
Tata letak peralatan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan peralatan
di laboratorium, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi persyaratan
untuk beroperasi. Kata pengaturan dalam kalimat di atas mengandung makna yang
sangat luas, yaitu bahwa dalam mewujudkan suatu laboratorium yang layak operasi
diperlukan penempatan perlatan yang tersusun yang rapi berdasar kepada proses dan
langkah-langkah penggunaan/aktivitas dalam laboratorium yang diharapkan, begitu
pula dengan daerah kerja harus memiliki luas yang memungkinkan
pengguna/pekerja/operator dapat bergerak bebas, aman dan nyaman, di samping lalu
lintas bahan yang akan digunakan dapat sampai ke tempat kerja dengan mudah dan
lancar.
3. Pengadministrasian
Pengadministrasian sering juga disebut sebagai kegiatan menginventaris.
Inventaris adalah sutu kegiatan dan usaha untuk mnyediakan catatan tentang keadaan
semua fasilitas, barang-barang yang dimiliki sekolah. Bagi SMA yang mempunyai
beberapa lab sangat penting untuk mendata fasilitas/menginventaris alat dan bahan
lab untuk kegiatan pembelajaran siswa. Dengan kegiatan invetarisasi yang memadai
akan dapat diperoleh pedoman untuk mempersiapan anggaran atau mempersiapkan
kegiatan pada tahun yang akan datang.
4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan
Pada dasarnya pengamanan, perawatan dan pengawasan laboratorium merupakan
tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Mengatur dan memelihara
laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana
mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu
mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan
penangannya bila terjadi kecelakaan.

6
Usaha yang dilakukan dalam memelihara kelancaran penggunaan laboratorium, antara
lain:
a. Jadwal penggunaan laboratorium yang jelas
b. Tata tertib laboratorium yang dilaksanakan dengan tegas
c. Alat penanggulangan kecelakaan: pemadam kebakaran, kotak P3K, dll dalam
keadaan baik dan dipahami
Sarana pengamanan yang diperlukan dan harus ditaati di hampir semua laboratorium
antara lain:
a. Saluran air dengan kran dan shower
b. Saluran gas dengan kran sentral
c. Jaringan listrik yang dilengkapi dengan sekering atau pemutus arus
d. Kotak p3k yang berisi lengkap obat
e. Nomor telepon kantor pemadam kebakaran, rumah sakit, dan dokter
f. Alat pemadam kebakaran yang siap pakai dan mudah dijangkau
g. Aturan dan tata tertib penanggulangan kecelakaan
Dan untuk pengawasan biasanya hanya dilakukan oleh
ara pengelola laboratorium yang memiliki pemahaman dan
keterampilan kerja di laboratorium, bekerja sesuai tugas dan tanggung
jawabnya, dan mengikuti peraturan.

E. ATURAN DALAM TATA RUANG

Penataan ruang dalam laboratorium harus dapat memberikan ruang gerak


yang cukup bagi para pengguna laboratorium. Ada beberapa aktivitas yang menjadi
pertimbangan terhadap tata ruang laboratorium, yaitu: kebutuhan untuk kegiatan
secara indivisual, kegiatan secara komunal/kelompok, kegiatan diskusi, dan kegiatan
demonstrasi/pengajaran. Dalam laboratorium, umumnya yang banyak mengalami
perubahan adalah letak meja siswa dan kursi siswa. Sedangkan perlengkapan lainnya
seperti lemari, papan tulis, tidak mengalami perubahan tempat.

7
Dari uraian tersebut, dapat digambarkan tata ruang laboratorium kimia
sebagai berikut:

Ruangan Laboratorium umumnya terdiri atas ruang utama dan ruang pelengkap.

1. Ruang utama
Ruang utama adalah ruangan tempat para siswa atau mahasiswa melakukan
praktikum. Ukuran ruang utama lebih besar dari pada ukuran ruang persiapan
dan ruang penyimpanan.
2. Ruang Pelengkap
Ruang pelengkap umumnya terdiri dari:
a. Ruang Persiapan
Ruang persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat dan bahan-
bahan yang akan dipakai praktikum atau percobaan baik untuk siswa
maupun untuk guru.. Di dalam ruang ini dapat dilaksanakan kegiatan
pemeliharaan dan perawatan alat-alat laboratorium seperti :
Memeriksa jumlah kelengkapan alat.
Memeriksa keadaan .
Memperbaiki.

8
Membersihkan.
Mengkalibrasi ulang.
Di dalam ruang ini juga dapat dilaksanakan pekerjaan mempersiapkan
alat-alat yang akan digunakan dalam kegiatan laboratorium seperti :
Pemeliharaan dan perawatan.
Setting
Uji coba
b. Ruang penyimpanan atau gudang
Ruang penyimpanan atau gudang terutama digunakan untuk
menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk bahan kimia) dan alat-
alat yang penggunaannya tidak setiap saat (jarang).
Selain ruangan-ruangan tersebut, mungkin juga sebuah laboratorium
memiliki:
a. Ruang gelap (dark room),
b. Ruangan spesimen(pengawetan),
c. Ruangan khusus untuk penyimpanan bahan-bahan kimia dan
d. Ruang adminitrasi/staf .

Letak lemari alat dan bahan untuk praktikum haruslah berdekatan agar
mempermudah pengguna laboratorium dalam praktikum. Letak lemari alat
dan bahan tidak boleh menghalangi gerak-gerik pengguna laboratorium
Karen akan berbahaya jika lemari terebut disenggol oleh pengguna
laboratorium.
Letak wastafel harus dekat dengan meja praktikum untuk
mempermudah pengguna laboratorium dalam pembesihan alat yang
digunakan saat praktikum.

9
F. SARANA DAN PRASARANA YANG DIBUTUHKAN DI DALAM
LABORATORIUM

Laboratorium pada umumnya memiliki banyak fasilitas yang dapat


digunakan oleh pengguna laboratorium untuk memenuhi kebutuhannya.
Penyediaan sarana dan prasana di dalam laboratorium juga perlu
memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna
laboratorium. Sarana dan prasarana harus dipilih dengan sebaik-baiknya,
karena sangat dibutuhkan oleh pengguna laboratorium saat terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan. Adapun sarana prasarana yang tersedia didalam
laboratorium antara lain :

a. Alat Pemadam Api


b. Alat P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
c. Tabung Gas Oksigen
d. Tangga Darurat
e. Kipas Angin atau AC (Air Conditioner)
f. Tempat Duduk dan Meja Praktikum
g. Toilet
h. Tempat Ibadah.
i. Lemari dan Wastafel
j. Penyediaan alat dan bahan yang lengkap
Jenis peralatan laboratorium kimia berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 24 Tahun 2007, diuraikan sebagai berikut.

1) Botol zat yang terdiri dari volume 100 ml, 250 ml, dan 500 ml dengan
rasio masing-masing volume 24 buah/lab.
2) Pipet tetes dengan rasio 100 buah/lab dan memiliki deskripsi: ujung
panjang dengan karet, berukuran 20 cm.

10
3) Batang pengaduk yang berdiameter 5 mm dan 100 mm, panjang 20 cm
dengan rasio masing-masing ukuran 25 buah/lab.
4) Gelas kimia yang terdiri dari volume 50 ml, 150 ml, dan 250 ml dengan
rasio setiap ukuran 12 buah/lab.
5) Gelas kimia yang terdiri dari volume 500 ml, 1000 ml, dan 2000 ml
dengan rasio setiap ukuran 3 buah/lab.
6) Labu Erlenmeyer dengan rasio 25 buah/lab dan memiliki deskripsi:
volume 150 ml.
7) Labu takar yang terdiri dari volume 50ml sebanyak 50 buah/lab, 100ml
sebanyak 50 buah/lab, dan 1000ml sebanyak 3 buah/lab.
8) Pipit volume yang terdiri dari volume 5ml dan 10 ml dengan rasio masing-
masing ukuran 30 buah/lab.
9) Pipet seukuran yang terdiri dari volume 10 ml, 25 ml, dan 50 ml dengan
rasio setiap ukuran 30 buah/lab.
10) Corong dengan ukuran diameter 5cm sebanyak 30 buah/lab dan 10cm
sebanyak 3 buah/lab.
11) Mortar dengan diameter 7cm sebanyak 6 buah/lab dan 15cm sebanyak 1
buah/lab serta terbuat dari bahan keramik.
12) Botol semprot dengan rasio 15 buah/lab dan memiliki deskripsi: bahan
plastik lentur, volume 500 ml.
13) Gelas ukur dengan volume 10ml sebanyak 15 buah/lab, 50ml sebanyak 15
buah/lab, 100ml sebanyak 15 buah/lab, 500ml sebanyak 3 buah/lab, dan
1000ml sebanyak 3 buah/lab.
14) Buret dan klem dengan rasio 10 buah/lab dan memiliki deskripsi: skala
permanen, tangan klem buret mudah digerakkan, kelas B, dan volume 50
ml.
15) Statif dan klem dengan rasio 10 buah/lab dan memiliki deskripsi: besi,
tahan karat, stabil, kuat, permukaan halus, dan klem boss clamp.

11
16) Kaca arloji dengan rasio 10 buah/lab dan berdiameter 10 cm.
17) Corong pisah dengan rasio 10 buah/lab dan memiliki deskripsi: bahan
gelas dan volume 100 ml.
18) Alat destilasi dengan rasio 2 set/lab dan memiliki deskripsi: bahan gelas
dan volume labu 100 ml.
19) Nerasa dengan rasio 2 set/lab dan memiliki ketelitian 10 mg.
20) Ph-meter dengan rasio 2 set/lab dan memiliki ketelitian 0,2 (analog) dan
0,1 (digital).
21) Centrifuge dengan rasio 1 buah/lab dan memiliki deskrispsi:
menggunakan daya listrik, minimum 4 tabung.
22) Barometer dengan rasio 1 buah/lab dan memiliki deskripsi: untuk di
dinding lab, dilengkapi termometer.
23) Termometer dengan rasio 6 buah/lab dan memiliki deskripsi: dapat
mengukur suhu 0-100 dan 0 - 360 0C ketelitian 0C
24) Multimeter AC/DC, 10 kilo ohm/volt dengan rasio 6 buah/lab.
25) Pembakar spiritus dengan rasio 8 buah/lab dan memiliki deskripsi: bahan
gelas dan tertutup.
26) Kaki tiga danalas kasa kawat dengan rasio 8 buah/lab dan memiliki
deskripsi: tinggi disesuaikan tinggi pembakar spiritus.
27) Stopwatch dengan rasio 6 buah/lab dan memiliki ketelitian 0,2 detik.
28) Calorimeter tekanan tetap dengan rasio 6 buah/lab dan memiliki deskripsi:
dapat memberikan data unruk pembelajaran entapli reaksi, kapasitas panas
bahan rendah, dan volume 250 ml.
29) Tabung reaksi dengan rasio 100 buah/lab dan memiliki deskripsi: material
gelas dan bervolume 20 ml.
30) Rak tabung reaksi dengan rasio 7 buah/lab dan memiliki deskripsi:
material kayu, berkapasitas minimum 10 tabung.

12
31) Sikat tabung reaksi dengan rasio 10 buah/lab dan memiliki deskripsi:
bahan bulu halus dan berdiameter 1 cm.
32) Tabung centrifuge dengan rasio 8 buah/lab dan memiliki deskripsi:
material kaca, ukuran sesuai dengan centrifuge.
33) Tabel Periodik Unsur dengan rasio 1 buah/lab dan memiliki deskripsi:
berbentuk poster, kertas 220 gram, laminasi, dapat digantung.
34) Model molekul dengan rasio 6 set/lab dan memiliki deskripsi: minimum
dapat menunjukkan atom hydrogen, oksigen, nitrogen, sulfur dan karbo,
serta dapat dirangkai menjadi molekul.
Begitu pula dengan penyediaan bahan kimia yang dibutuhkan saat
praktikum.Bahan-bahan yang akan digunakan untuk praktikum dalam
laboratorium kimia sebaiknya selalu tersedia dengan jumlah yang cukup
dan lengkap, sehingga dapat memudahkan dan melancarkan pengguna
laboratorium dalam melakukan praktikum.

13
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dalam merancang sebuah laboratorium yang ideal perlu memperhatikan
beberapa hal, antara lain lokasi pembangunan laboratorium, aturan rancangan
laboratorium, aspek - aspek yang harus dimiliki di dalam labpratorium, aturan
dalam tata ruang laboratorium, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan
didalam laboratorium.

B. SARAN
Demikian penulis dapat menyusun makalah mengenai manajemen
laboratorium dengan sebaik-baiknya. Semoga pengetahuan yang sedikit ini dapat
bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.
Tentunya makalah ini terdapat kekurangan dan perlu diperbaiki, untuk itu kritik
dan saran dari pembaca sangat penting untuk kami terima sebagai masukan
untuk pembuatan makalah yang selanjutnya

14
DAFTAR PUSTAKA

Adi Syakdani, S.T.,M.T,dkk.2012.Modul Kuliah Keselamatan Kesehatan Kerja dan


Hukum Ketenagakerjaan.Politeknik Negeri Sriwijaya: Palembang.
Keith Furr, 2000, CRC Handbook of Laboratory Safety, 5th ed, CRC Press,
Washington

Mulyono.2008.Membuat Reagen Kimia di Laboratorium.Bumi Aksara: Jakarta


Suyanta.2010.Manajemen Operasional
Laboratorium.(online).(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/suya
nta-msi-dr/manajemen-lab.pdf)

15