Anda di halaman 1dari 5

Laporan praktikum elektronika Lanjut

BEL CERDAS CERMAT

OLEH

Nama : Fandriyanto Hubu

Nim : 421414012

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNEVERSITAS NEGRI GORONTALO

2016
Rangkaian bel cerdas cermat menggunakan relay
Fandriyanto Hubu1

Jurusan Fisika Universitas Negeri Gorontalo, Jln. Jendral Sudirman Kota Gorontalo, 96128
1
E-mail : fandriantohubu@gmail.com

Abstract- Basically quiz buzzer circuit consists of several parts: the input signal coming from key participants who numbered two
pieces, a buzzer control system using a relay, and the output signal to activate 1 piece buzzer and indicator lights 2 pieces of race
participants. This part of the main series of quiz bell is a bell control system using a relay, this part of the function to receive input
signals from the key participants, then activate the buzzer and indicator lights participants pressing a button. When a bell button is
pressed, the system will lock the other buttons so that the buzzer and indicator lights, the other does not work.

Keywords: bell, sound, button.

Abstrak- Pada dasarnya rangkaian bel cerdas cermat terdiri dari beberapa bagian yaitu sinyal input yang berasal dari tombol
peserta yang berjumlah 2 buah, sebuah control bel system menggunakan relay, dan sinyal output untuk mengaktifkan 1 buah buzzer
bel dan 2 buah lampu indikator peserta lomba. Bagian utama rangkaian bel cerdas cermat ini adalah Kontrol bel sistem
menggunakan relay, bagian ini yang berfungsi menerima sinyal input dari tombol peserta, kemudian mengaktifkan buzzer dan
lampu indikator peserta yang menekan tombol. Ketika salah satu tombol bel ditekan maka sistem akan mengunci tombol yang lain
sehingga buzzer dan lampu indikator yang lainnya tidak berfungsi.

Kata kunci : Bel, bunyi, tombol.

I. PENDAHULUAN kualitas pendidikan melalui sebuah kompetisi


Rangkaian Bel Cerdas Cermat Dulu, tahun positif. Agar pelaksanaan Cerdas Cermat tersebut
1980-an acara Cerdas Cermat yang ditayangkan di lebih teratur dan untuk menghindari komplain/
Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan protes ke pihak juri yang disebabkan salah tunjuk
salah satu acara favorit yang ditunggu-tunggu para regu untuk menjawab soal (terutama babak
pelajar khuusunya di tingkat SD dan SMP rebutan), maka dibutuhkan Bel Cerdas Cermat.
sedangkan untuk tingkat SMA nama acaranya Acara cerdas cermat atau kuis yang mengadu
Cepat Tepat. Acara tersebut dibagi tiga babak, kecepatan dalam berfikir dan menjawab
babak pertama berupa pertanyaan pada setiap pertanyaan sering diadakan, namun tempat
regu, babak kedua merupakan lemparan persewaan tombol kuis jarang ditemukan. Di
pertanyaan dimana regu yang tidak diberi stasiun televisi, perkembangan acara kian
pertanyaan akan menjawab pertanyaan dari regu meningkat, terutama diacara cerdas cermat atau
lain yang tidak bisa menjawab, dan babak ketiga kuis. Fasilitas pencatat nilai oleh operator dan
adalah babak rebutan, siapa yang paling cepat dan penentu grup yang menekan tombol sangat
benar, maka regu itulah yang mendapat nilai, dibutuhkan. Tombol cerdas cermat atau tombol
sebaliknya jika jawabannya salah maka regu kuis dapat digunakan untuk memfasilitasi acara
tersebut akan dikurangi 100. Kini acara Cerdas cerdas cermat atau kuis.
Cermat dan Cepat Tepat menghilang dari dunia Rangkaian buzzer juga digunakan untuk
Televisi. mengeluarkan bunyi bahwa tombol sudah ditekan.
Disamping dapat menghibur dan menambah Software pengatur tombol kuis diperlukan untuk
ketertarikan siswa untuk lebih giat belajar, secara mempermudah operator dalam menambah dan
umum kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan
mengurangi nilai serta mempermudah pembawa
acara untuk menentukan grup penekan tombol.
Buzzer Listrik adalah sebuah komponen
elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik
menjadi getaran suara. Pada umumnya, Buzzer
yang merupakan sebuah perangkat audio ini sering
digunakan pada rangkaian anti-maling, Alarm
pada Jam Tangan, Bel Rumah, peringatan mundur
pada Truk dan perangkat peringatan bahaya
lainnya. Jenis Buzzer yang sering ditemukan dan
digunakan adalah Buzzer yang berjenis Gambar 1. Piezoelectric Buzzer
Piezoelectric, hal ini dikarenakan Buzzer
Piezoelectric memiliki berbagai kelebihan seperti
lebih murah, relatif lebih ringan dan lebih mudah
dalam menggabungkannya ke Rangkaian
Elektronika lainnya. Buzzer yang termasuk dalam
keluarga Transduser ini juga sering disebut dengan
Beeper.

Efek Piezoelectric (Piezoelectric Effect)


pertama kali ditemukan oleh dua orang fisikawan
Gambar 2. Buzzer 12 Volt DC
Perancis yang bernama Pierre Curie dan Jacques
Curie pada tahun 1880. Penemuan tersebut Jika dibandingkan dengan Speaker, Piezo
kemudian dikembangkan oleh sebuah perusahaan Buzzer relatif lebih mudah untuk digerakan.
Jepang menjadi Piezo Electric Buzzer dan mulai Sebagai contoh, Piezo Buzzer dapat digerakan
populer digunakan sejak 1970-an. hanya dengan menggunakan output langsung dari
sebuah IC TTL, hal ini sangat berbeda dengan
Seperti namanya, Piezoelectric Buzzer Speaker yang harus menggunakan penguat khusus
adalah jenis Buzzer yang menggunakan efek untuk menggerakan Speaker agar mendapatkan
Piezoelectric untuk menghasilkan suara atau intensitas suara yang dapat didengar oleh manusia.
bunyinya. Tegangan listrik yang diberikan ke
bahan Piezoelectric akan menyebabkan gerakan Piezo Buzzer dapat bekerja dengan baik
mekanis, gerakan tersebut kemudian diubah dalam menghasilkan ferkuensi di kisaran 1-5 kHz
menjadi suara atau bunyi yang dapat didengar oleh hingga 100 kHz untuk aplikasi Ultrasound.
telinga manusia dengan menggunakan diafragma Tegangan operasional Piezoelectric Buzzer yang
dan resonator. umum biasanya berkisar antara 3 Volt hingga 12
Volt.

Relay adalah Saklar (Switch) yang


dioperasikan secara listrik dan merupakan
komponen Electromechanical (Elektromekanikal)
yang terdiri dari 2 bagian utama yakni
Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat
Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan
Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri
Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang dari 2 jenis yaitu :
kecil (low power) dapat menghantarkan listrik
yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, Normally Close (NC) yaitu kondisi awal
dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi
5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature CLOSE (tertutup)
Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya). Normally Open (NO) yaitu kondisi awal
sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi
OPEN (terbuka).

Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi


(Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil
yang berfungsi untuk mengendalikan Besi
tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus
listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet
Gambar 3. Relay 14 pin 220 Volt. yang kemudian menarik Armature untuk
berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi
Pada dasarnya, relay terdiri dari 4 komponen baru (NO) sehingga menjadi Saklar yang dapat
dasar yaitu : menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO).
Posisi dimana Armature tersebut berada
1. Electromagnet (coil) sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak
2. Armature terhubung. Pada saat tidak dialiri arus listrik,
3. Switch cintact point (saklar) Armature akan kembali lagi ke posisi Awal
4. Spring (NC). Coil yang digunakan oleh Relay untuk
menarik Contact Poin ke Posisi Close pada
Berikut ini merupakan gambar bagian- umumnya hanya membutuhkan arus listrik yang
bagian relay relatif kecil.

II. ALAT DAN BAHAN

Dalam merangkai bel cerdas-cermat


memerlukan alat dan bahan seperti : Relay 14 pin
220 volt, Buzzer 220 volt, Lampu philips neon 15
watt (2 buah), Pitting lampu, Saklar on-of, Kabel 7
meter, Gunting, Lakban, Tespen, kemudian
Steker, dan yang terakhir adalah penutup toples.

Dalam merangkai lampu cerdas-cermat yang


pertama kita lakukan yakni memasangkan semua
komponen pada tempatnya kemudian kita
Gambar 4. Bagian-bagian Relay
hubungkan dengan kabel penghubung, dan untuk
rangkaiannya relay dan saklar kita pasang secara
pararel sehingga memungkinkan lampu dapat
menyala dan terputus secara otomatis. Seperti
tampak pada skema rangkaian berikut ini.
Relay yang berada di bagian Control Switch
untuk mengatur lampu mana yang harus menyala
dan lampu mana yang harus padam. Jika regu A
lebih dulu menekan tombol, maka tombol di regu
A akan mengirim sinyal ke Control Switch untuk
segera menonaktifkan semua tombol di regu B,
sehingga mereka tidak bisa menyalakan lampu.

Gambar 5. Skema rangkaian


Demikian juga dengan regu yang lain, siapa
yang lebih dulu menekan tombol, maka regu
Relay 14 pin 220 volt digunakan sebagai tersebut yang lebih dulu meminta Control Switch
saklar otomatis untuk memutuskan aliran listrik untuk menonaktifkan tombol regu lain, akibatnya
secara otomatis ketika saklar lain di tekan maka hanya satu lampu yang menyala.
secara otomatis aliran listrik ke lampu yang lain
akan terputus. V. KESIMPULAN
Hasil pengujian alat dan pembahasan,
Untuk buzzer berfungsi sebagai alarm
menunjukkan unjuk kerja dari alat ini telah sesuai
pengingat, sehingga ketika saklar ditekan maka
dengan hasil yang diharapkan. Alat dapat
buzzer pun akan berbunyi, untuk lampu 15 watt di
digunakan untuk 2 peserta dengan indicator lampu
gunakan sebagai penanda kelompok mana yang
dan tombol pada masing-masing peserta. Alat ini
lebih dahulu menekan tombol bel.
memiliki cara kerja, saat tombol ditekan maka
III. HASIL indikator lampu akan menyala pada bersamaan
Berdasarkan percobaan yang telah dengan indikator bunyi yang dikeluarkan pada
dilakukan, hasil pengamatan dapat dilihat sebagai buzzer.
berikut :
REFERENSI

[1] http://mologazi12151991.blogspot.co.id/2015/03/laporan-praktikum-
rangkaian-cerdas.html

[2] http://mekatronika-manakarra.blogspot.co.id/2013/09/rangkaian-bell-
cerdas-cermat.html

[3] http://jonielektro.blogspot.co.id/2012/03/rangkaian-bel-cerdas-
cermat.html
Gambar 5. Rangkaian bel cerdas cermat

IV. PEMBAHASAN

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa bel


ini dapat memberitahu juri, regu mana yang lebih
dahulu menekan tombol. Dengan Bel Cerdas
Cermat ini jika regu A lebih dulu menekan
tombol, maka lampu di meja A akan menyala dan
bel berbunyi, sedangkan regu lain yang kemudian
menekan tombol, lampu di meja mereka tidak
akan menyala karena regu A-lah yang lebih dulu
dan berhak menjawab soal yang diberikan.