Anda di halaman 1dari 13

TOPIK I

PRAKTIKUM LABORATORIUM FISIKA I

HUBUNGAN ANTARA ENERGI, PANJANG GELOMBANG DAN


FREKUENSI

DISUSUN OLEH:

NAMA : FANDRIYANTO HUBU


NIM : 421 414 012

KELOMPOK : XI (SEMBILAN)

KAWAN KERJA : NURSIDA LATEKA

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2O16
A. Topik:
HUBUNGAN ANTARA ENERGI, PANJANG GELOMBANG
DAN FREKUENSI

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah perbedaan besarnya potensial henti masing-masing orde?
2. Bagaimana menentukan besarnya frekuensi dan energi dari tiap spektrum?
3. Bagaimana menentukan tetapan Planck dari grafik hubungan antara
frekuensi dan energi?

C. Tujuan
Mahasiswa dapat:
1. Menentukan besarnya potensial henti masing-masing orde.
2. Menentukan besarnya frekuensi dan energi dari tiap spektrum.
3. Menentukan tetapan Planck dari grafik hubungan antara frekuensi dan
energi.

D. Dasar Teori
Pada efek fotoelektrik, permukaan sebuah logam disinari dengan seberkas
cahaya, dan sejumlah elektron terpancar dari permukaannya. Percobaan ini harus
dilakukan dalam ruang hampa cahaya, agar elektron tidak kehilangan energinya
karena bertumbukan dengan molekul-molekul udara. Percoban ini dilakukan
untuk mengetahui potensial henti pada tiap tiap warna yang dipancarkan cahaya
dari light aperture lalu diterima oleh h/e apparatus. Pada percobaan ini juga
mengukur nilai resistansi dari rheostat yang divariasikan dengan menggeser
kontak geser sejauh 5 cm dan 10 cm dari titik awalnya pada tiap tiap spektrum
warna.

Panjang gelombang adalah jarak diantara unit berulang dari gelombang,


yang diukur dari satu titik pada gelombang ketitik yang sesuai di unit berikutnya.
Sebagaicontoh, jarak dari atas disebut puncak satu unit gelombang ke puncak
berikutnya adalah satu panjang gelombang. Dalamnotasi fisika, panjang

2
gelombang sering ditunjuk oleh huruf Yunani lambda (). Panjang gelombang
berbanding terbalik dengan frekuensi gelombang. Dengan kata gelombang
cahaya, setidaknya dalam dua cara: bagaimana kita memandang mereka
tergantung pada panjang gelombang mereka, dan ada banyak panjang gelombang
yang terlalu pendek atau terlalu panjang bagi kita untuk melihat.
Perbedaannya adalah bahwa kita biasanya mendefinisikan suara dalam hal
frekuensi gelombang, dari pada panjang gelombang, tapi dua ini umumnya
berhubungan erat, seperti yang sudah dibahas. Sebuah gelombang suara
dengangelombang panjang akan memiliki frekuensi rendah, dan kita mendengar
gelombang ini sebagai suara bernada rendah. Suara bernada tinggi berasal dari
gelombang panjang pendek, dank arena itu frekuensi tinggi (S ucipto, 2010).
Panjang gelombang () merupakan jarak antara dua gunung/ lembah yang
berdampingan dari gelombang itu. Banyaknya gelombang lengkap yang melewati
suatu fisik yang diam persatuan waktu diberi istilah frekuensi (v). Hubungan
antara panjang gelombang dan frekuensi adalah
= c / v (1)
dengan adalah panjang gelombang (cm), v adalah frekuensi (dt-1 atau hertz, Hz),
Energi cahaya adalah energi yang dimiliki oleh gerakan foton dalam bentuk
gelombang elektromagnetik. Energi maksimum yang dimiliki elektron sangat
bergantung pada panjang gelombang cahaya yang kita gunakan. Semakin kecil
panjang gelombang berarti semakin besar energi foton, maka energi kinetik
elektronpun semakin besar. Tetapi hal ini sama sekali tidak mempengaruhi pada
berapa banyak jumlah elektron yang teremisikan. Yang cukup menarik juga
adalah jika panjang gelombang ini tidak cukup pendek untuk nilai tertentu, maka
tidak akan ada satu elektronpun yang dapat lepas dari permukaan logam.
Hubungan antara energi maksimum dengan panjang gelombang dan
frekuensi cahaya dapat dijabarakan dalam persamaan berikut :

E = hv = (2)

Dengan E adalah energi maksimum dari fotoelektron, h adalah tetapan planck (h =


6,626.10-34 Js), v adalah frekuensi cahaya atau foton, c adalah kecepatan cahaya

3
(3x108 m/s), dan adalah panjang gelombang dari spektrum warna. (Resnick dan
Halliday, 1997)

METODE

Lokasi
Praktikum ini dilakukan di Laboratorium Fisika, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Negeri Gorontalo. Lokasi tersebut
dipilih karena terdapat alat-alat yang dapat menunjang pelaksanaan praktikum

E. Variabel-Variabel
1. Variabel Bebas
Variabel bebas yaitu, sesuatu yang nilainya sudah ditentukan atau
ditetapkan, dimana nilai ini dapat mempengaruhi nilai lainnya. Adapun
variabel bebas pada percobaan ini adalah:
a. Spektrum warna, yaitu merupakan warna-warna yang muncul pada
garis spektrum setelah lampu mercurI dinyalakan dan menembus foto
diode yang terdiri atas warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan
ungu.
2. Variabel Terikat
Variabel terikat yaitu, sesuatu yang nilainya dipengaruhi oleh nilai dari
varibel bebas. Adapun variabel bebas pada percobaan ini yaitu:
a. Potensial henti dari masing-masing spektum warna, yang diukur
dengan menggunakan alat ukur berupa multimeter digital yang
dihubungkan dengan h/e aparatus. Potensial henti ini disimbolkan
dengan V dan memiliki satuan volt.
b. Frekuensi gelombang, yang nilainya diperoleh dengan menggunakan
persamaan matematis v = c/ dimana c merupakan cepat rambat
cahaya = 3.108 m/s dan merupakan panjang gelombang dari masing-
masing warna.

4
c. Energi cahaya, yang nilainya diperoleh dengan menggunakan
persamaan E = h.v dimana nilai v sudah didapat sebelumnya.
Sedangkan nilai h adalah tetapan Planck yang besarnya 6.626 x 10-34Js.
3. Variabel Kontrol
Panjang gelombang dari masing-masing warna, yang disimbolkan
dengan , dimana masing-masing warna telah memiliki nilai dan
mempunyai satuan meter. Yaitu jarak yang ditempuh rambatan gelombang
selama satu periode (T).
F. Alat dan Bahan
1. H/e Apparatus
2. Hg Light Sources
3. Coupart Base
4. Filter Cahaya
5. Light Block
6. Coupling Bar
7. Light Aperature
8. Focal Length Lensa
9. Voltmeter/Multimeter Digital

G. Prosedur Kerja
1. Penyusunan Alat
Mengarahkan pusat cahaya dari mercury vapor light source ke celah
yang memantulkan cahaya putih pada penutup alat.
Memiringkan light source ke luar dan arah focus jalur kemiringan foto
diode putih di sebelah alat.
Melihat gambar pusat lubang/celah diatas lubang dalam kemiringan
dengan bantuan mikroskop foto dioda lensa yang dipasang pada sekrup.
Sistem perputaran alat h/e apparatus menghasilkan cahaya sama bila
cahaya lampu mercury jatuh diatas celah dalam kemiringan foto diode
dengan saling melengkapi warna dari pita spektral yang lain. Hasil
cahaya perisai pada posisi tertutup.

5
Memeriksa muatan kutub pada petunjuk-petunjuk dari voltmeter digital
dan menghubungkan ke output pada muatan yang sama diatas pada h/e.
2. Cara Kerja
Melihat 5 (lima) warna dalam dua orde pada spektrum cahaya mercury.
Mengatur h/e dengan hati-hati, hingga hanya 1 warna dan petunjuk
pertama (petunjuk paling terang) jatuh diatas jendela pada kemiringan
foto dioda.
Mengukur potensial henti untuk setiap warna dalam orde dengan
multimeter digital dan mencatat pengukurannya pada tabel data.
Menggunakan filter kuning dan hijau pada saat mengukur garis spectral
yang kuning dan hijau.
Memindahkan orde kedua dengan mengulang proses diatas mencatat
hasil yang didapat pada tabel data.
PANJANG POTENSIAL HENTI
WARNA FREKUENSI
NO. GELOMBANG (VOLT)
ORDE (X1013 HZ)
(NM) ORDE I ORDE II
1. Orange 6470
2. Kuning 5790
3. Hijau 5461
4. Ungu 4047

H. Tabel Hasil Pengamatan

PANJANG POTENSIAL HENTI (VOLT)


WARNA
NO. GELOMBANG
ORDE ORDE I ORDE II
(NM)
1. Orange 6470 0.17 0.20
2. Kuning 5790 0.41 0.19
3. Hijau 5461 0.30 0.23
4. Ungu 4047 0.92 0.25

I. Pengolahan Data
o Menghitung Potensial Henti (V)
1. Orde I
a. Warna Orange

6
V = 0.17 Volt
V = Akurasi Voltmeter V
= 0.005 0.17 Volt
= 0.00085 Volt
V
KR = 100%
V
0.00085
= 100%
0,17
= 0.5% (4AP)
(VV) = (1,70 0.0085) 10-1 V
b. Warna Kuning
V = 0.41 Volt
V = Akurasi Voltmeter V
= 0.005 0.41 Volt
= 0.00205 Volt
V
KR = 100%
V
0.00205
= 100%
0.41
= 0.5% (4AP)
(VV) = (4,10 0.0205) 10-1 V
c. Warna Hijau
V = 0.30 Volt
V = Akurasi Voltmeter V
= 0.005 0.30 Volt
= 0.0015 Volt
V
KR = 100%
V
0.0015
= 100%
0.30
= 0.5% (4AP)

7
(VV) = (3.0 0.015) 10-1 V
d. Warna Ungu
V = 0.92 Volt
V = Akurasi Voltmeter V
= 0.005 0.92 Volt
= 0.0046 Volt
V
KR = 100%
V
0.0046
= 100%
0.92
= 0.5% (4AP)
(VV) = (9.20 0.046) 10-1 V
2. Orde II
a. Warna Orange
V = 0.20 Volt
V = Akurasi Voltmeter V
= 0,005 0.20 Volt
= 0,001 Volt
V
KR = 100%
V
0,001
= 100%
0.20
= 0,5% (4AP)
(VV) = (2,0 0.01) 10-1 V
b. Warna Kuning
V = 0.19 Volt
V = Akurasi Voltmeter V
= 0,005 0.19 Volt
= 0,00095 Volt
V
KR = 100%
V

8
0,00095
= 100%
0.19
= 0,5% (4AP)
(VV) = (1,9 0.0095) 10-1 V
c. Warna Hijau
V = 0.23 Volt
V = Akurasi Voltmeter V
= 0,005 0.23 Volt
= 0,00115 Volt
V
KR = 100%
V
0,00115
= 100%
0.23
= 0,5% (4AP)
(VV) = (2,3 0.0115) 10-1 V
d. Warna Ungu
V = 0.25 Volt
V = Akurasi Voltmeter V
= 0,005 0.25 Volt
= 0,00125 Volt
V
KR = 100%
V
0,00125
= 100%
0.25
= 0,5% (4AP)
(VV) = (2,5 0.0125) 10-1 V
o Menghitung Frekuensi (Hz)
a. Warna Orange
= 6470 10-9 m
c = 3 10-8 m/s
c
f =

9
3 10 8
=
6470 10 9
= 4.63679 1013 Hz
b. Warna Kuning
= 5790 10-9 m
c = 3 10-8 m/s
c
f =

3 10 8
=
5790 10 9
= 5.1813 1013 Hz
c. Warna Hijau
= 5461 10-9 m
c = 3 10-8 m/s
c
f =

3 10 8
=
5461 10 9
= 5.4935 1013 Hz
d. Warna Ungu
= 4047 10-9 m
c = 3 10-8 m/s
c
f =

3 10 8
=
4047 10 9
= 7.4129 1013 Hz
o Menghitung Energi (J)
a. Warna Orange
E = h forange
= 6.626 10-34 Js 4.63679 1013 Hz

10
= 3.07233 10 -20 Joule
b. Warna Kuning
E = h fkuning
= 6.626 10-34 Js 5.1813 1013 Hz
= 3.4332 10 -20 Joule
c. Warna Hijau
E = h fhijau
= 6.626 10-34 Js 5.4935 1013 Hz
= 3.63999 10 -20 Joule
d. Warna Ungu
E = h fungu
= 6.626 10-34 Js 7.4129 1013 Hz
= 4.91179 10 -20 Joule

Tabel Hasil Analisis Data


FREKUENSI ENERGI
-1
WARNA POTENSIAL HENTI (10 V) (10-21)
NO. (1013 HZ)
ORDE JOULE
ORDE I ORDE II
1. Orange (1,70 0.0085) (2,00 0.01) 4.6368 30.723
2. Kuning (4,10 0.0205) (1,9 0.0095) 5.1813 34.332
3. Hijau (3.0 0.015) (2,3 0.0115) 5.4935 36.399
4. Ungu (9.20 0.046) (2,5 0.0125) 7.4129 49.118

11
Berdasarkan data tersebut maka dapat dibuat grafik hubungan antara
frekuensi dengan potensial henti pada orde pertama dan orde kedua.
o Orde I

Perbandingan frekuensi dan potensial henti


80,000
0.92, 74,129
60,000
0.3, 54,935
frekuensi

0.41, 51,813
40,000

20,000

0 0.17, 4,636
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
potensial henti

Gambar. 1 Hubungan antara frekuensi dan


potensil henti untuk orde 1

o Orde II

80,000
70,000
60,000
50,000
frekuensi

40,000
30,000
20,000
10,000
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3
potensial henti

Gambar. 2 Hubungan antara frekuensi dan


potensil henti untuk orde 2

J. Interpretasi Grafik

12
Berdasarkan grafik diatas dapat kita simpulkan bahwa, frekuensi
berbanding lurus dengan potensial henti artinya semakin besar frekuensinya maka
semakin besar pula nilai potensial hentinya.

K. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Frekuensi dan energi berbanding lurus dengan energi dan berbanding
terbalik dengan panjang gelombang semakin besar nilai frekuensinya
maka semakin besar pula nilai energinya.
2. Semakin besar nilai potensial hentinya menandakan bahwa energi
maksimumnya semakin besar.
3. Urutan warna yang memiliki nilai potensial, frekuensi dan energi paling
besar adalah warna ungu, hijau, kuning dan terakhir orange. Hal ini karena
ungu memiliki panjang gelombang paling kecil.
4. Tetapan Planck dapat diperoleh dengan menggunakan rumus h = E/f.
dengan mengetahui nilai dari frekuensi dan energi.

L. Kemungkinan Kesalahan
1. Tidak fokusnya secara sempurna sinar spektrum yang diterima oleh diode.
2. Kurang stabilnya tegangan listrik (voltage) ketika proses pengambilan data
dilakukan.

13