Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM

PERALATAN PEMBORAN

NAMA : AFI MAULANA / 071001500006


: BILLY SUPANDI / 071001500028
: RISMA KURNIA SANDI / 071001500126
: STEFANO PENTURY / 071001500139
KELOMPOK/GROUP: D2 / KAMIS PAGI
TGL PRAKTIKUM : 8 JUNI 2017
TOPIK : BOR III
JUDUL : POMPA LUMPUR DAN PERLENGKAPANNYA

LABORATORIUM KONSERVASI PERALATAN PEMBORAN DAN PRODUKSI


PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2017
Nama Asisten : Adven Charlos M. Pappin
Hari/Tgl.Penyerahan : 30 Mei 2017
Paraf :
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI.. i

DAFTAR GAMBAR. ii

BAB I PENDAHULUAN.. 1

BAB II TEORI DASAR. 3

BAB III PEMBAHASAN.. 17

BAB IV KESIMPULAN... 19

DAFTAR PUSTAKA.... 20

i
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Pompa Sentrifugal4

2.2 Impeller dan Difusal.5

2.3 Impeller.6

2.4 External gear pump design for hydraulic power applications. 9

2.5 Pompa Roda Gigi Luar....10

2.6 Pompa Roda Gigi Dalam.10

2.7 Internal gear pump design for high viscosity fluids11

2.8 Urautan proses penekanan Cairan....11

2.9 Internal Gear Pump..11

2.10 Internal gear pump design for automotive oil pumps.....12

2.11 Pompa Kam dan Piston..12

2.12 Pompa rotari dua cuping (lobe) ......13

2.13 Pompa rotari tiga lobe ..13

2.14 Pompa rotari empat cupin....14

2.15 Screw Tunggal.....14

2.16 Dua Screw15

2.17 Tiga Screw...15

2.18 Pompa Screw...16

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pompa adalah satu komponen dari suatu sistem sirkulasi. Adapun fungsi
utama dari sistem sirkulasi adalah pengangkatan serbuk bor ( cutting ) dari dasar
lubang menuju permukaan pada waktu operasi pemboran.

Sistem sirkulasi ini sendiri perannya sangat penting dalam kegiatan


pemboran. Tanpa sistem sirkulasi suatu kegiatan pemboran tidak bisa berjalan.
Salah satu peran terpenting dalam sistem sirkulasi yaitu mengangkat cutting yang
ada di lubang sumur sehingga ROP(penetration rate), yaitu kemampuan suatu bit
dalam menembus sebuah formasi dapat berjalan sesuai rencana tanpa suatu
hambatan. Jika cutting tidak terangkat baik, maka bit akan stuck dan dapat
mempercepat keausan bit.

Komponen yang disirkulasikan yaitu berupa lumpur dengan campuran


zat-zat kimia lain yang juga dapat disebut dengan fluida atau lumpur pemboran.

Komponen utama dari sistem sirkulasi adalah:


1. pompa lumpur ( slush pump )
2. Rangkaian pipa permukaan
3. Rangkaian pipa bor dalam lubang
4. Tangki lumpur dan peralatan pengontrol padatan.
Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk menaikkan tekanan statis
dari suatu fluida, atau secara umum dapat didefinisikan sebagai hasil pemompaan
merupakan perubahan energi dari suatu fluida yang terutama digunakan untuk
memindahkan fluida dari suatu titik ke titik lainnya.

Dalam bidang pemboran, pompa yang umumm digunakan adalah pompa


centrifugal, positive displacement pump ( pompa piston/torak), ejector.

1
2

1.2 Tujuan Praktikum


Berdasarkan percobaan mengenai pompa lumpur dan perlengkapannya
(Slush pump and accessories) dapat memiliki beberapa tujuan, yakni:
1. Mempelajari bentuk dan spesifikasinya
2. Mempelajari macam-macam pompa
3. Mempelajari fungsi-fungsi bagian perlengkapan pompa
4. Mempelajari cara kerja pompa
5. Mengetahui hubungan antara bagian-bagian perlengkapan pompa.
BAB II

TEORI DASAR

Pompa merupakan peralatan utama dari sistem sirkulasi ,dimana fungsi utama
dari sistem sirkulasi adalah pengangkatan serbuk bor ( cutting ) dari dasar lubang ke
permukaan pada waktu operasi pemboran berlangsung. Fungsi lumpur antara lain
mengangkat cutting ke permukaan , melumasi dan mendinginkan pahat bor ,
mengatasi atau menahan tekanan formasi , menahan sebagian berat string. Jenis
pompa lumur pemboran ada tiga yaitu pompa sentrifugal , reciprocating pump dan
rotary pump.

Sirkulasi lumpur terbagi dua, yaitu long way dan short way circulation. Long
way circulation dilakukan ketika pemboran sedang berlangsung, sedangkan short way
dilakukan ketika kita hendak memperoleh lumpur bor dari sumur dengan cepat. Long
way circulation memiliki rute sebagai berikut, mud tank mud pump dischargeline
standpipe rotary hose goose neck swivel Kelly drillpipe drillcollar bit
annulus shale shacker desander desilter degaser mud pit. Sedangkan short
way hanya annulus bit drillcollar drillpipe dischargeline solid control mud
pit mud tank.

Pompa Sentrifugal

Pompa Sentrifugal atau centrifugal pumps adalah pompa yang mempunyai


elemen utama yakni berupa motor penggerak dengan sudu impeller yang berputar
dengan kecepatan tinggi dan defusal atau rumah siput. Prinsip kerjanya yakni
mengubah energi mekanis alat penggerak menjadi energi kinetis fluida (kecepatan)
kemudian fluida di arahkan ke saluran buang dengan memakai tekanan (energi kinetis
sebagian fluida diubah menjadi energi tekanan) dengan menggunakan impeller yang

3
4

berputar di dalam casing atau difusal sehingga menghasilkan energi potensial.


Casing tersebut dihubungkan dengan saluran hisap (suction) dan saluran tekan
(discharge).

Gambar 2.1 Pompa Sentrifugal

Pompa digerakkan oleh motor. Daya dari motor diberikan kepada poros
pompa atau disebut shaft untuk memutar impeller yang terpasang pada shaft tersebut.
Zat cair yang ada didalam impeller akan ikut berputar karena dorongan sudu-sudu.
Karena timbul gaya sentrifugal maka zat cair mengalir dari tengah impelerakan keluar
melalui saluran diantara sudu sudu dan meninggalkan impeller dengan kecepatan
tinggi. Zat cair yang keluar dari impeller dengan kecepatan tinggi ini kemudian akan
keluar melalui saluran yang penampangnya makin membesar (volute/difuser).
Penghisapan terjadi karena setelah zat cair dilemparkan oleh impeller, ruang di antara
sudu sudu menjadi turun tekanannya sehingga zat cair akan terhisap masuk.
5

Gambar 2.2 Impeller dan Difusal

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pompa sentrifugal berfungsi


mengubah energy mekanik motor menjadi energy aliran fuida. Energy inilah yang
mengakibatkan pertambahan head kecepatan, head tekanan, dan head potensial secara
kontinyu.

Pompa sentrifugal ini pada umumnya diaplikasikan pada bagian desander dan
desilter ketika akan memompakan lumpur.

Terdapat tiga jenis impeller, yaitu open, semi open dan closed. Untuk open
impeller kedua sisinya terbuka , untuk semi open impeller salah satu sisi dari impeller
tersebut tertutup dan closed impeller kedua sisinya tertutup. Impeller itu sendiri biasa
disusun dalam single stage dan juga multistage. Penyusunan nya tersebut bias secara
vertical maupun horizontal
6

Gambar 2.3 Impeller

Keuntungan Pompa Sentrifugal


Keuntungan pompa sentrifugal dibandingkan jenis pompa lain :
1. Pada head dan kapasitas yang sama, dengan pemakaian pompa sentrifugal umumnya
paling murah.
2. Operasional paling mudah
3. Aliran seragam dan halus.
4. Biaya pemeliharaan yang rendah.

Kekurangan Pompa Sentrifugal


Kekurangan pompa sentrifugal antara lain :
1. Dalam keadaan normal pompa sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri {tidak
dapat memompakan udara}.

Reciprocating Pump

Reciprocating Pump adalah pompa yang sering digunakan dalam sistem sirkulasi
kegiatan pemboran. Bagian dari Recicropating pump ini sendiri terbagi menjadi dua,
yaitu Power End dan Fluid End.
7

Di dalam Power End terdapat yang namanya crankshaft yang berfungsi untuk
mengubah gerakan berputas menjadi gerakan maj mundur yang dihasilkan oleh
piston. Sedangkan di Fluid End terdiri dari Liner, Piston, Discharge Valve, Suction
Valve dan Piston Rod. Untuk mengetahui lebih dalam fungsi dari tiap-tiap bagian
dapat dilihat pada bagian bawah ini.

a. Piston berfungsi untuk mendorong dan meneruskan aliran lumpur pemboran


dari suction line menuju discharge line. Piston tidak dapat berkerja apabila
tidak ada piston rod.
b. Piston rod merupakan sebuah silinder panjang dan berdiameter lebih kecil
dari liner yang berfungsi meneruskan daya dorong piston dari power end
sampai mendorong lumpur.
c. Suction Valve berfungsi untuk katup/valve tempat masuknya lumpur kedalam
pompa dari Suction line.
d. Discharge Valve merupakan katup tempat keluarnya lumpur dari pompa
menuju Dsicharge line dan diteruskan ke stand pipe.
e. Liner merupakan sebuah silinder yang memiliki diameter lebih besar daripada
piston rod, dan piston rod dan piston terletak didalamnya.
f. Suction Line adalah suatu selang yang menghisap lumpur dari mud pit ke mud
pump
g. Discharge line adalah suatu selang yang meneruskan lumpur dari mud pump
ke stand pipe.

Jenis Reciprocating pump ini mempunyai banyak jenis, tetapi yang paling umum
digunakan hanya dua yaitu Duplex Double Acting Pump dan Triplex Single Acting
Pump.
8

Duplex Double Acting Pump adalah pompa yang memiliki satu langkah piston yang
dapat menghasilkan dua debit per liner dan mempunyai dua liner.

Disini berarti bahwa Duplex double acting memiliki dua piston yang masing-masing
dilapisi liner yang berbeda arah. Dan mempunyai dua buah suction valve atau suction
line dan discharge line atau suction valve.

Sedangkan untuk Triplex Single Acting Pump adalah pompa yang memiliki satu
langkah piston yang hanya menghasilkan satu debit per liner dan mempunyai 3 buah
liner. Disini berarti bahwa Triplex Single Acting memiliki 3 piston yang masing-
masing dilapisi liner yang mempunyai satu arah. Dan hanya mempunyai satu suction
valve atau suction line dan discharge line atau discharge valve.

Untuk Perhitungannya:

Single Acting

Q(bbl/stroke)=0.000243 x IDLiner^2 x StrokeLength x efficiency

Double Acting

Q(bbl/stroke)=0.000162 x (2IDLiner^2 ODRod^2) x Stroke Length x


efficiency

Teanaga Fluida yang dihasilkan

No=(Q x H x SG )/3300

Tenaga yang diperlukan pompa

N=No/m

Jumlah Stroke

S=Voltota/Q(bbl/stroke)
9

Dimana : IDLiner (inch), ODRod(inch), Stroke length(inch), N=Tenaga fluida yang


dihasilkan(HP=Horse Power), No=Tenaga yang dihasilkan pompa(HP).

Pompa rotary

Pompa rotary adalah pompa perpindahan positif dimana energi mekanis


ditansmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang
berputar (rotor) di dalam rumah pompa (casing). Pada waktu rotor berputar di dalam
rumah pompa, akan terbentuk kantong-kantong yang mula-mula volumenya besar
(pada sisi isap) kemudian volumenya berkurang (pada sisi tekan) sehingga fluida
akan tertekan keluar.
Beberapa pompa rotari yang banyak ditemukan antara lain :

a. Pompa roda gigi luar, rotornya berupa sepasang roda gigi yang berputar di dalam
rumah pompa. Roda gigi itu dapat berupa gigi heliks-tunggal, heliks-ganda atau gigi
lurus.

Gambar 2.4
10

External gear pump design for hydraulic power applications.

Gambar 2.5
Pompa Roda Gigi Luar

b. Pompa roda gigi dalam, mempunyai rotor yang berupa roda gigi dalam
yang berpasangan dengan roda gigi luar yang bebas (idler).

Gambar 2.6
Roda Gigi Dalam
11

Gambar 2.7
Internal gear pump design for high viscosity fluids.

Gambar 2.8
Urautan proses penekanan Cairan

Gambar 2.9
Interanal Gear Pump
12

Gambar 2.10
Internal gear pump design for automotive oil pumps.

c. Pompa kam dan piston, disebut juga pompa plunyer rotari, terdiri dari lengan eksentrik
dan lengan bercelah pada bagian atasnya.

Gambar 2.11
Pompa Kam dan Piston
13

d. Pompa cuping (pompa lobe), mempunyai dua rotor atau lebih dengan dua, tiga, empat
cuping atau lebih pada masing-masing rotor.

Gambar 2.12
Pompa rotari dua cuping (lobe)

Gambar 2.13
Pompa rotari tiga lobe
14

Gambar 2.14
Pompa rotari empat cupin

e. Pompa sekrup, mempunyai satu, dua, tiga sekrup yang berputar dalam rumah pompa
yang diam.

Gambar 2.15
screw tunggal
15

Gambar 2.16
dua screw

Gambar 2.17
tiga screw
16

Gambar 2.18
Pompa Screw

f. Pompa vane, rotornya berupa elemen berputar yang dipasang eksentrik dengan rumah
pompa. Pada keliling rotor terdapat alur-alur yang diisi bilah-bilah sudu yang dapat
bergerak bebas. Ketika rotor diputar sudu-sudu bergerak dalam arah radial akibat
gaya sentrifugal, sehingga salah satu ujung sudu selalu kontak dengan permukaan
dalam rumah pompa membentuk sekat-sekat ruangan di dalam pompa.
BAB III
PEMBAHASAN

Berdasarkan topik yang dibahas, yaitu tentang pompa lumpur dan perlengkapannya(
Slush Pump and Accessories) diperoleh beberapa bahasan mengenai jenis, prinsip kerja dari
pompa lumpur pemboran serta fungsi dari lumpur itu sendiri.

Lumpur pemboran digunakan agar proses pemboran dapat berjalan dengan lancer.
Lumpur pemboran memiliki banyak fungsi seperti mengangkat cutting, menahan cutting,
menahan dinding sumur, mendinginkan bit, mengatasi atau menahan tekanan formasi ,
menahan sebagian berat string.

. Long way circulation memiliki rute sebagai berikut, mud tank mud pump
dischargeline standpipe rotary hose goose neck swivel Kelly drillpipe
drillcollar bit annulus shale shacker desander desilter degaser mud pit.
Sedangkan short way hanya annulus bit drillcollar drillpipe dischargeline
solid control mud pit mud tank.

Pompa sentrifugal ialah pompa yang bekerja menggunakan gaya sentrifugal


yang dihasilkan dari putaran impeller. Prinsip kerjanya yakni mengubah energi
mekanis alat penggerak menjadi energi kinetis fluida (kecepatan) kemudian fluida di
arahkan ke saluran buang dengan memakai tekanan (energi kinetis sebagian fluida
diubah menjadi energi tekanan) dengan menggunakan impeller yang berputar di
dalam casing atau difusal sehingga menghasilkan energi potensial.

Centrifugal pump digunakan untuk beberapa solid well control, yakni degaser,
desilter dan desander. Terdapat tiga jenis impeller, yaitu open, semi open dan closed.
Untuk open impeller kedua sisinya terbuka , untuk semi open impeller salah satu sisi
dari impeller tersebut tertutup dan closed impeller kedua sisinya tertutup.

17
18

Keuntungan pompa sentrifugal dibandingkan jenis pompa lain pada head dan
kapasitas yang sama, dengan pemakaian pompa sentrifugal umumnya paling
murah. Operasional paling mudah , aliran seragam dan halus , biaya pemeliharaan
yang rendah. Kekurangan Pompa Sentrifugal yaitu dalam keadaan normal pompa
sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri .

Reciprocating Pump adalah pompa yang sering digunakan dalam sistem


sirkulasi kegiatan pemboran. Jenis Reciprocating pump ini mempunyai banyak jenis,
tetapi yang paling umum digunakan hanya dua yaitu Duplex Double Acting Pump
dan Triplex Single Acting Pump.

Duplex Double Acting Pump adalah pompa yang memiliki satu langkah piston
yang dapat menghasilkan dua debit per liner dan mempunyai dua liner.

Sedangkan untuk Triplex Single Acting Pump adalah pompa yang memiliki
satu langkah piston yang hanya menghasilkan satu debit per liner dan mempunyai 3
buah liner. Disini berarti bahwa Triplex Single Acting memiliki 3 piston yang
masing-masing dilapisi liner yang mempunyai satu arah. Dan hanya mempunyai satu
suction valve atau suction line dan discharge line atau discharge valve.

Pompa rotary adalah pompa perpindahan positif dimana energi mekanis


ditansmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang
berputar (rotor) di dalam rumah pompa (casing). Beberapa pompa rotari yang banyak
ditemukan antara lain Pompa roda gigi luar , Pompa roda gigi dalam , Pompa kam
dan piston , Pompa cuping , Pompa sekrup , Pompa vane.

Dari ketiga jenis pompa lumpur tersebut bekerja agar sirkulasi lumpur
pemboran berjalan dengan baik dan seefisien mungkin. Karena jika pemboran
berjalan lancar dengan efisien akan menghasilkan keekonomisan.
BAB IV

KESIMPULAN

Berdasarkan topik yang dibahas, yaitu tentang pompa lumpur dan


perlengkapannya( Slush Pump and Accessories) dapat disimpulkan beberapa
kesimpulan, yaitu:

1. Centrifugal pump digunakan untuk beberapa solid well control, yakni


degaser, desilter dan desander.
2. Reciprocating pump dan Rotary pump digunakan untuk mengsirkulasi
lumpur atau fluida pemboran dalam mengangkat cutting
3. Prinsip kerja centrifugal pump yaitu mengubah energi kinetik menjadi
energy potensial.
4. Rotary pump menggerakkan cairan dengan menggunakan elemen yang
berputar(rotor) didalam rumah pompa(casing)
5. Dalam Reciprocating pump, single acting hanya memiliki satu
discharge line dan satu suction line.
6. Dalam Reciprocating pump, double acting memiliki dua discharge line
dan dua suction line.
7. Duplex Double Acting memiliki dua buah piston dengan masing-
masing dilapisi oleh liner.
8. Triplex Single Acting memiliki tiga buah piston yang masing-masing
piston dilapisi oleh liner.

19
DAFTAR PUSTAKA

Hamid, Abdul. 2016. Buku Penuntun Praktikum Perlatan Pemboran dan Produksi.
Jakarta : Universitas Trisakti

Rabia, Hussein. 1985. Oil Well Drilling Engineering Principles and Practice. London
: The Aldeen Press.
http://mechanic-mechanicalengineering.blogspot.co.id/2011/03/pompa-pump.html
http://www.alkonusa.com/news/pengertian-pompa-sentrifugal-dan-prinsip-kerjanya/

20