Anda di halaman 1dari 7

Tutorial Skenario B Blok 29

Tn. Ambu 42 tahun pernah dirawat di RSUD Kabupaten Singaruju karena penyakit kencing manis.
Pasien kontrol ke RSUD tersebut satu bulan yang lalu, kemudian di rujuk balik ke puskesmas
merpati di desanya. Puskesmas Merpati adalah Puskesmas Kecamatan dengan tenaga kesehatan
dan peralatan yang lengkap dan sudah terakreditasi, dr. Amri adalah dokter fungsional di
Puskesmas Merpati yang menerima rujukan balik Tn Ambu dan menanganinya secara baik sesuai
dengan SOP yang ada di Puskesmas tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Puskesmas
Merpati dr. Amri melaporkan kasus Tn Ambu pada Mirna (Pimpinan Puskesmas Merpati). Dr.
Mirna meminta dr. Amri untuk melakukan tatalaksana terhadap kasus Tn Ambu dengan
menggunakan prinsip-prinsip pelayanan Dokter Keluarga.

Dr. Mirna yakin bahwa di keluarga Tn Ambu masih ada yang menderita Kencing Manis, bahkan
mungkin telah mengalami komplikasi klinis lainnya. Dr. Mirna mengingkatkan dr. Amri untuk
melakukan, Specific problem solving yang berpusat pada Tn Ambu dengan penanganan secara
komprehensif dan menyeluruh melalui pendekatan keluarga. Dr. Mirna juga mengingatkan dr.
Amri untuk berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain di Puskesmas Merpati.

Di rumah Tn Ambu tinggal bersama istri dan ketiga anaknya yang semuanya mengidap gatal-gatal
sejak lebih dari 2 tahun yang lalu. Gatal dirasakan terutama pada malam hari di daerah sela-sela
jari, lipatan bokong, leher. Punggung dan perut. Gatal sudah pernah diobati di Puskesmas beberapa
kali dengan krim antibiotic dan puyer namun keluhan tidak pernah hilang. Anggota keluarga lain
yang tinggal serumah juga memiliki keluhan yang serupa, begitu juga para tetangga. Anak-
anaknya sering menggaruk bagian tubuh yang gatal sehingga timbul koreng dan bekas luka.
Mereka juga sering menggunakan pakaian yang sama berulang kali sebelum dicuci dan
menggunakan handuk bergantian dengan ibunya yang juga memiliki keluhan gatal serupa. Dari
hasil pemeriksaan fisik pada ibu dan ketiga anak Tn Ambu didapatkan papul multiple berukuran
milier di seluruh tubuh terutama di daerah lipatan paha dan bokong, sela jari tangan dan kaki
sebagian eritematosa. Juga terdapat pustule, erosi dan ekskoriasi yang ditutupi krusta merah
kehitaman serta tampak bekas garukan (scratch mark). Dari pemeriksaan parasitology yang telah
dilakukan pada pasien, nenek pasien, dan seorang tetangga dengan gejala gatal serupa, ditemukan
tungau dan telur Sarcoptes scabiei dari kerokan kulit.
Tn Ambu tinggal di rumah kontrakan, dengan satu kamar berukuran 2 m x 1,5 m. Sinar matahari
tidak dapat masuk ke dalam rumah, penerangan tergantung pada satu lampu pijar 25 watt. Ventilasi
kurang, rumah terasa lembab, hanya ada satu jendela kecil 30 cm x 50 cm. kebersihan dan kerapian
rumah kurang, seluruh anggota keluarga menggunakan kamar mandi dan jamban umum. Fasilitas
dapur digunakan bersama-sama dengan penghuni kontrakan lain. Air minum dan air untuk masak
didapat dengan membeli air mineral dalam galon, dan air untuk MCK dari pompa tangan. Saluran
air dialirkan ke got di depan rumah yag mengalir. Tidak ada tempat sampah baik didalam maupoun
diluar rumah, sehuingga sampah berserakan baik di dalam maupun di luar rumah. Gaji tuan ambu
sebagai kepala keluarga Rp. 700.000/bulan dengan biaya mengontrak rumah Rp. 150.000/bulan
dan tidak mempunyai pendapatan lainnya.

Sebagai salah satu dokter yang bertugas dan ikut bersama tim kesehatan dr. mirna dan dr. admri
di puskemas meropati apa yang harus dilakukan dalam penatalaksanaan permasalahan kesehatan
pada keluarga tn. Ambu berdasarkan konsep dan prinsip kedokteran keluarga dan konsep Mandala
of Health.

Klarifikasi istilah:

1. Dokter fungsional
Tenaga fungsional yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas dibawah serta bertanggung
jawab kepada kepala UPT, dalam kasus ini tugas di puskesmas.
2. Puskesmas
Organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan
masyarakat yang juga membina peran kserta masyarakat disamping memberikan
pelayanan secara menyeluruh dan terpadu
3. Puskesmas terakreditasi
Puskesmas yang telah diberikan pengakuan oleh lemvbaga independen penyelenggara
akreditasi yang ditetapkan oleh menteri setelah memenuhi standar akreditasi
4. SOP
Standar operasional prosedur, adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas
pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan
indikato-indikator teknis, administrative, dan procedural sesuai dengan tata kerja, prosedur
kerja, dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.
5. Specific problem solving
Metode penyelesaian masalah dengan identifikasi sampai pembentukan sintesis.
6. Komprehensif
Mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas; pelayanan penyakit yang tidak
terbatas pada kuratif tapi juga pada promotif dan preventif
7. Erosi
Hilang atau terkelupasnya kulit yang terbatas sampai bagian epidermis, sehingga pada erosi
tidak dijumpai perdarahan tapi ada serum atau cairan yang keluar
8. Ekskoriasi
Sama dengan erosi, namun sudah mencapai bagian dermis sehingga dijumpai perdarahan.
9. Sarcoptes scabiei
Tungau yang menyebabkan penyakit scabies dimana tungau tersebut membentuk
terowongan yang menyebabkan gatal
10. Ventilasi
Pertukaran atau perputaran udara secara bebas di dalam ruangan
11. Mandala of Health
Model ekologi yang menjelaskan berbagai determinan kesehatan seorang individu. Model
ini dijabarkan secara komprehensif dan holistic sehingga ideal untuk inisiasi promosi
kesehatan.

Identifikasi masalah
1. Tn. Ambu 42 tahun pernah dirawat di RSUD Kabupaten Singaruju karena penyakit kencing
manis di rujuk balik dari RSUD ke puskesmas merpati di desanya. Pimpinan Puskesmas
Merpati, dr. Mirna meminta dr. Amri untuk melakukan tatalaksana terhadap kasus Tn.
Ambu dengan menggunakan prinsip-prinsip pelayanan Dokter Keluarga sesuai SOP.
2. Dr. Mirna yakin bahwa di keluarga Tn Ambu masih ada yang menderita Kencing Manis,
bahkan mungkin telah mengalami komplikasi klinis lainnya. Dr. Mirna mengingatkan dr.
Amri untuk melakukan, Specific problem solving yang berpusat pada Tn Ambu dengan
penanganan secara komprehensif dan menyeluruh melalui pendekatan keluarga. Dr. Mirna
juga mengingatkan dr. Amri untuk berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain di
Puskesmas Merpati.
3. Di rumah Tn Ambu tinggal bersama istri dan ketiga anaknya yang semuanya mengidap
gatal-gatal sejak lebih dari 2 tahun yang lalu. Gatal dirasakan terutama pada malam hari di
daerah sela-sela jari, lipatan bokong, leher. Punggung dan perut. Gatal sudah pernah diobati
di Puskesmas beberapa kali dengan krim antibiotic dan puyer namun keluhan tidak pernah
hilang. Anggota keluarga lain yang tinggal serumah juga memiliki keluhan yang serupa,
begitu juga para tetangga. Anak-anaknya sering menggaruk bagian tubuh yang gatal
sehingga timbul koreng dan bekas luka. Mereka juga sering menggunakan pakaian yang
sama berulang kali sebelum dicuci dan menggunakan handuk bergantian dengan ibunya
yang juga memiliki keluhan gatal serupa. Dari hasil pemeriksaan fisik pada ibu dan ketiga
anak Tn Ambu didapatkan papul multiple berukuran milier di seluruh tubuh terutama di
daerah lipatan paha dan bokong, sela jari tangan dan kaki sebagian eritematosa. Juga
terdapat pustule, erosi dan ekskoriasi yang ditutupi krusta merah kehitaman serta tampak
bekas garukan (scratch mark). Dari pemeriksaan parasitology yang telah dilakukan pada
pasien, nenek pasien, dan seorang tetangga dengan gejala gatal serupa, ditemukan tungau
dan telur Sarcoptes scabiei dari kerokan kulit.
4. Tn Ambu tinggal di rumah kontrakan, dengan satu kamar berukuran 2 m x 1,5 m. Sinar
matahari tidak dapat masuk ke dalam rumah, penerangan tergantung pada satu lampu pijar
25 watt. Ventilasi kurang, rumah terasa lembab, hanya ada satu jendela kecil 30 cm x 50
cm. kebersihan dan kerapian rumah kurang, seluruh anggota keluarga menggunakan kamar
mandi dan jamban umum. Fasilitas dapur digunakan bersama-sama dengan penghuni
kontrakan lain. Air minum dan air untuk masak didapat dengan membeli air mineral dalam
galon, dan air untuk MCK dari pompa tangan. Saluran air dialirkan ke got di depan rumah
yag mengalir. Tidak ada tempat sampah baik didalam maupoun diluar rumah, sehuingga
sampah berserakan baik di dalam maupun di luar rumah. Gaji tuan ambu sebagai kepala
keluarga Rp. 700.000/bulan dengan biaya mengontrak rumah Rp. 150.000/bulan dan tidak
mempunyai pendapatan lainnya.
5. Sebagai salah satu dokter yang bertugas dan ikut bersama tim kesehatan dr. mirna dan dr.
amri di puskemas merpati apa yang harus dilakukan dalam penatalaksanaan permasalahan
kesehatan pada keluarga tn. Ambu berdasarkan konsep dan prinsip kedokteran keluarga
dan konsep Mandala of Health.

Analisis Masalah

1. Tn. Ambu 42 tahun pernah dirawat di RSUD Kabupaten Singaruju karena penyakit kencing
manis di rujuk balik dari RSUD ke puskesmas merpati di desanya. Pimpinan Puskesmas
Merpati, dr. Mirna meminta dr. Amri untuk melakukan tatalaksana terhadap kasus Tn.
Ambu dengan menggunakan prinsip-prinsip pelayanan Dokter Keluarga.
a. Apa SOP di puskesmas? 1,2,3
b. Bagaimana tatalaksana terhadap Tn. Ambu sesuai prinsip pelayanan dokter keluarga?
4,5,6
c. Apa indikasi pasien di rujuk balik dari RSUD ke faskes tingkat pertama? 7,8,9
d. Apa saja syarat akreditasi puskesmas? 10,11,12
2. Dr. Mirna yakin bahwa di keluarga Tn Ambu masih ada yang menderita Kencing Manis,
bahkan mungkin telah mengalami komplikasi klinis lainnya. Dr. Mirna mengingatkan dr.
Amri untuk melakukan, Specific problem solving yang berpusat pada Tn Ambu dengan
penanganan secara komprehensif dan menyeluruh melalui pendekatan keluarga. Dr. Mirna
juga mengingatkan dr. Amri untuk berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain di
Puskesmas Merpati.
a. Bagaimana prinsip penanganan pasien dengan specific problem solving? 2 4 6
b. Apa saja faktor risiko DM? 8 10 12
c. Apa saja komplikasi klinis yang mungkin terjadi pada DM? 3 5 7
d. Bagaimana tatalaksana promotif dan preventif untuk keluarga Tn. Ambu? 1 9 11
e. Bagaimana peran tenaga kesehatan lain dalam penanganan kasus Tn. Ambu? Siapa saja
yang berperan? 3,4,5
3. Di rumah Tn Ambu tinggal bersama istri dan ketiga anaknya yang semuanya mengidap
gatal-gatal sejak lebih dari 2 tahun yang lalu. Gatal dirasakan terutama pada malam hari di
daerah sela-sela jari, lipatan bokong, leher. Punggung dan perut. Gatal sudah pernah diobati
di Puskesmas beberapa kali dengan krim antibiotic dan puyer namun keluhan tidak pernah
hilang. Anggota keluarga lain yang tinggal serumah juga memiliki keluhan yang serupa,
begitu juga para tetangga. Anak-anaknya sering menggaruk bagian tubuh yang gatal
sehingga timbul koreng dan bekas luka. Mereka juga sering menggunakan pakaian yang
sama berulang kali sebelum dicuci dan menggunakan handuk bergantian dengan ibunya
yang juga memiliki keluhan gatal serupa. Dari hasil pemeriksaan fisik pada ibu dan ketiga
anak Tn Ambu didapatkan papul multiple berukuran milier di seluruh tubuh terutama di
daerah lipatan paha dan bokong, sela jari tangan dan kaki sebagian eritematosa. Juga
terdapat pustule, erosi dan ekskoriasi yang ditutupi krusta merah kehitaman serta tampak
bekas garukan (scratch mark). Dari pemeriksaan parasitology yang telah dilakukan pada
pasien, nenek pasien, dan seorang tetangga dengan gejala gatal serupa, ditemukan tungau
dan telur Sarcoptes scabiei dari kerokan kulit.
a. Apa saja faktor risiko scabies terkait kasus? 1 2 6
b. Bagaimana manisfestasi klinis skabies? Dimana predileksinya? 7 9 11
c. Bagaimana hasil pemeriksaan parasitologi pada skabies? 8 10 12
d. Bagaimana penularan scabies? 1 2 3
e. Bagaimana tatalaksana scabies pada keluarga dan lingkungan sekitar Tn. Ambu secara
menyeluruh dan komprehensif? (kuratif, promotif, preventif) 4 5 6
4. Tn Ambu tinggal di rumah kontrakan, dengan satu kamar berukuran 2 m x 1,5 m. Sinar
matahari tidak dapat masuk ke dalam rumah, penerangan tergantung pada satu lampu pijar
25 watt. Ventilasi kurang, rumah terasa lembab, hanya ada satu jendela kecil 30 cm x 50
cm. Kebersihan dan kerapian rumah kurang, seluruh anggota keluarga menggunakan
kamar mandi dan jamban umum. Fasilitas dapur digunakan bersama-sama dengan
penghuni kontrakan lain. Air minum dan air untuk masak didapat dengan membeli air
mineral dalam galon, dan air untuk MCK dari pompa tangan. Saluran air dialirkan ke got
di depan rumah yag mengalir. Tidak ada tempat sampah baik didalam maupun diluar
rumah, sehuingga sampah berserakan baik di dalam maupun di luar rumah. Gaji tuan ambu
sebagai kepala keluarga Rp. 700.000/bulan dengan biaya mengontrak rumah Rp.
150.000/bulan dan tidak mempunyai pendapatan lainnya.
a. Bagaimana kriteria rumah sehat? Bagaimanakah rumah Tn. Ambu? 7 8 9
b. Bagaimana penilaian terhadap sanitasi rumah Tn. Ambu? 10 11 12
c. Bagaimana hubungan lingkungan rumah dengan keluhan Tn. Ambu dan keluarga
(scabies dan DM)? 2 5 7
d. Bagaimana hubungan pendapatan dengan keluhan Tn. Ambu dan keluarga (scabies dan
DM)? 1 3 6
e. Bagaimana hubungan sanitasi dengan keluhan Tn. Ambu dan keluarga (scabies dan
DM)? 4 8 9
f. Pihak mana saja yang perlu diajak kerja sama dalam penatalaksanaan kasus Tn. Ambu
? 10 11 12
g. Apa yang harus dilakukan dalam penatalaksanaan permasalahan kesehatan pada
keluarga tn. Ambu berdasarkan konsep dan prinsip kedokteran keluarga dan konsep
Mandala of Health. SEMUA

Hipotesis:

dr. Amri mampu melakukan penatalaksanaan pada keluarga Tn. Ambu berdasarkan konsep dan
prinsip penatalaksanaan dokter keluarga dan konsep Mandala of Health.

LI

1. Mandala of Health (1,2,3,4)


2. Alur rujukan JKN (8,7,6,5)
3. Five levels preventive (12, 11, 10, 9)
Pembagian:
1. Taufik
2. Murti
3. Sharon
4. Andin
5. Ari
6. Ceknyim
7. Hilda
8. Regina
9. Defina
10. Silvi
11. Nindi
12. Dena