Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Setiap tahun lebih dari 36 juta orang meninggal karena Penyakit Tidak Menular (PTM)
sekitar 63% dari seluruh kematian. Secara global PTM penyebab kematian nomor satu setiap
tahunnya adalah penyakit kardiovaskuler, salah satunya penyakit gagal jantung kongestif. Pola
makan, kebiasaan merokok, gaya hidup tidak sehat bahkan tingkat ekonomi dan pendidikan
menjadi beberapa penyebab dari penyakit ini.
Gagal jantung adalah suatu keadaan ketika jantung tidak mampu mempertahankan sirkulasi
yang cukup bagi tubuh, meskipun tekanan pengisian darah pada vena normal. Namun, definisi-
definisi lain menyatakan bahwa gagal jantung bukanlah suatu penyakit yang terbatas pada satu
organ, melainkan suatu sindrom klinis akibat kelainan jantung yang ditandai dengan respon
hemodinamik, renal, neural, dan hormonal (Mutaqqin, 2009).
Dapat disimpulkan bahwa penyakit gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan
jantung mempertahankan fungsi kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh untuk
memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrien.
Menurut data WHO (2013) menyebutkan 17,3 juta orang meninggal akibat penyakit
kardiovaskuler pada tahun 2008, mewakili 30% dari semua kematian global. Dari kematian ini,
diperkirakan 7,3 juta disebabkan oleh penyakit jantung. Negara berpenghasilan rendah dan
menengah tidak proporsional terpengaruh : lebih dari 80% kematian penyakit kardiovaskuler
terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah dan terjadi hamper sama pada pria dan
wanita.
Di Indonesia belum ada data epidemiologi untuk gagal jantung, Namun penyakit jantung
dan pembuluh darah ini terus meningkat dan akan memberikan beban kesakitan, kecacatan dan
beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat, dan negara. Adapun prevalensi
penyakit gagal jantung di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0.13%
( Kementrian Kesehatan RI, 2014).
Menurut Riset Kesehatan Dasar atau Reskesdas (2013), Prevalensi gagal jantung berdasar
wawancara terdiagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,13 persen, dan yang terdiagnosis dokter
atau gejala sebesar 0,3 persen. Prevalensi gagal jantung berdasar wawancara terdiagnosis dokter
di Jawa Tengah sekitar 0,18 persen, dan yang terdiagnosis dokter dan gejala sebesar 0,3 persen.
Prevalensi gagal jantung di Kabupaten Banyumas berdasarkan hasil wawancara dengan tenaga
kesehatan terdiagnosis sebesar 0,31 persen sedangkan prevalensi yang berdasar gejala sebesar
0,6 persen.
Pada gagal jantung kiri terdapat perubahan hemodinamik berupa penurunan curah jantung,
volume sekuncup dan fraksi ejeksi. Perubahan tersebut akan menyebabkan terjadinya gejala
berupa sesak nafas, fatique, dan intoleransi latihan fisik.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengambil laporan
kasus dengan judul Asuhan Keperawatan Penurunan Curah Jantung pada Tn X dengan Gagal
Jantung kongestif di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

B. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan ini yaitu :
a. Tujuan umum :
Menerapkan serta memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gagal jantung
kongestif secara komprehensif dari mulai pengkajian hingga evaluasi.
b. Tujuan khusus :
a) Memberikan gambaran tentang konsep asuhan keperawatan gagal jantung kongestif dari
mulai pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi.
b)

C. MANFAAT PENULISAN