Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tumbuhan serunai (Chromolaena odorata) merupakan tumbuhan
tropis yang tumbuh liar termasuk keluarga Aseracceae dan termasuk jenis
tanaman liar, telah dilakukan beberapa para peneliti senyawa utama yang
terkandung dalam daun Serunai yaitu tannin, fenol, flavonoid, saponin, dan
steroid serta minyak essensial. Secara tradisional digunakan sebagai obat
dalam penyembuhn luka, obat kumur untuk pengobatan sakit pada
tenggorokan, obat batuk, obat malaria, obat skit kepala, obat antimikroba,anti
diare, antispasmodic, antihipertensi, antiinflamasi, dan diuretic (Vital dan
Riverra, 2009). Di wilayah Kutai Timur masyarakat memanfaatkan daun
serunai muda sebaga obat diabetes.
Penelitian ini dilakukan untuk membuat ekstrak daun serunai
menggunakan tiga motode yaitu Meserasi, Soklet, dan Refluk dengan pelarut
etanol 95%. Etanol 95% memiliki kemampuan menarik dengan polaritas yang
lebar mulai dari senyawa nonpolar sampai dengan polar (Saifuddin dkk,
2011).
Pada penelitian ini mengguanakan metode Meserasi, Sokletasi, dan
Refluk. Prinsip kerja maserasi adalah ekstraksi zat aktif yang dilakukan
dengan cara merendam serbuk dalam pelarut yang sesuai selama beberapa
hari pada temperature kamar terlindung dari cahaya, pelaut akan masuk
kedalam sel tanaman melewati dididing sel. Isi sel akan larut karena adanya
perbedaan konsentrasi antara larutan didala sel dengan diluar sel. Larutan
yang konentrasinya tinggi akan terdeak keluar dan diganti oleh pelarut
dengan konsentrasi redah (proses difusi). Peristiwa tersebut akan berulang
sampai terjadi keseimbangan antara larutan didalam sel dan larutan diluar sel
(Ansel, 1989).
Prinsip kerja sokletasi ialah pelarut dan sampel dipisahkan ditempat
bebrebeda. Metode ekstraksi sokletasi merupakan suata metode dengan
pemanasan, pelarut yang digunakan akan mengalami sirkulasi, dibandingkan
dengan cara messerasi, ekstraksi sokletasi memberikan hasil ekstrak yang
lebih tinggi. Kelemahan dari metode sokletasi adalah sampel yang digunakan
harus sampel yang tahan panas, karena samel yang tidak tahan panas akan
teroksidasi atau tereduksi ketika proses sokletasi berlangsung. (Irrianty dkk,
2012).
Refluks, salah satu metode dalam ilmu kimia untuk mensintesis suatu
senyawa, baik organik maupun anorganik. Umumnya digunakan untuk
mensistesis senyawa-senyawa yang mudah menguap atau volatile. Pada
kondisi ini jika dilakukan pemanasan biasa maka pelarut akan menguap
sebelum reaksi berjalan sampai selesai. Prinsip dari metode refluks adalah
pelarut volatil yang digunakan akan menguap pada suhu tinggi, namun akan
didinginkan dengan kondensor sehingga pelarut yang tadinya dalam bentuk
uap akan mengembun pada kondensor dan turun lagi ke dalam wadah reaksi
sehingga pelarut akan tetap ada selama reaksi berlangsung.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah dengan perbedaan metode Meserasi, Soklet, dan Refluk
memberikan perbedaan rendemen terhadap ekstrak daun serunai?
2. Golongan kimia apa saja yang terdapat dalam ekstrak daun serunai
dengan menggunakan pelarut etanol 95%?

C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui perbedaan metode meserasi, soklet, dan Refluk
memberikan perbedaan rendemen terhadap ekstrak daun serunai
2. Mengetahui golongan kimia yang terdapat dalam ekstrak daun serunai
dengan menggunakan pelarut etanol 95%

D. Manfaat Penelitian
1. Sebagai ilmu pengetahuan dan memberikan informasi ilmiah mengenai
potensi kearifan lokal tanaman obat di Indonesia bagi
mahasiswa/mahasiswi Akademi Farmasi Samarinda.
2. Sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya terhadap rendeman
ektrak daun serunai

Dapus :
Saifuddin, Rahayu, & Teruna. 2011. Standarisasi Bahan Obat Alam.
Graha ilmu: Yogyakarta.
Ansel, H. C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Diterjemahkan
oleh Farida Ibrahim, Asmanizar, Iis Aisyah, Edisi ke Empat. UI
Press:Jakarta.
Irianty, Rozanna Sri., Verawati, Riris. 2012. Varisi Komposisi Pelarut
Metanol Air Pada Ekstraksi Daun Gandir. ISSN. 19070500.